Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Orang itu menelepon lagi tadi siang.
Kamu tak bisa terus mengindarinya, Andy.
Setidaknya bicaralah padanya.
Aku tak akan tunduk pada mereka.
Aku punya tanggung jawab pada orang-orang di komunitas ini.
Aku tak memintamu untuk menyerah, Andy, tapi kita harus menghadapi mereka.
Baiklah. Aku akan bicara pada mereka.
Aku tahu kita bisa mencari jalan keluar.
Tidak.
Selama aku menjadi presiden di perusahaan ini, aku yang akan menghadapinya.
Aku telah dipermainkan oleh orang-orang seperti ini seumur hidupku.
Dan kamu juga.
Mereka telah membuat dua perusahaan peminjaman uang bangkrut.
Aku tak peduli! Itu takkan terjadi pada kita.
Hanya satu cara melawan mereka, yaitu dengan memberikan bisnis adil pada orang-orang kita.
Selama mereka menerima bagian yang adil, mereka akan mendukung kita.
Andy.
Aku tahu kamu pikir kamu berusaha dengan baik.
Aku menghormatinya.
Tapi mereka orang-orang yang kejam.
Mereka akan membunuhmu.
Dengar. Kamu telah menjadi partner yang baik.
Dan kita saling mempercayai. Tak ada alasan untuk mengubahnya sekarang.
Aku punya firasat.
Kalau kita akan membereskan masalah ini seperti kita membereskan masalah lainnya.
Kuharap begitu.
Brick. Bisakah kamu matikan lampu sambil keluar?
Aku akan pulang lewat belakang.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kita akan sedikit mengacak-acak tempatnya, supaya dia tahu kalau kita serius.
- Maksudmu kita tak bisa mencuri barang? - Tidak. Ayo!
Stop! Ada orang!
Benar, sepertinya ada orang!
Benar, ada orangnya!
Ayo kita pergi dari sini!
- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b
Pastikan kita mendapat uangnya,
karena selanjutnya kita masih harus membicarakan hal ini,
partnerku akan meremukkanmu.
Lihat.
Partnerku yang hilang telah kembali.
Bersyukurlah, Racker.
Lihat tempat ini.
Aku pergi selama tiga hari, dan saat aku kembali tempat ini menjadi berantakan.
Ini datang untukmu beberapa hari yang lalu.
-- Ayahmu dalam masalah. Hidupnya terancam. Pulang dan bicaralah dengannya. Dari Brick. --
Kenapa kamu tak mencoba menghubungiku?
Kenapa aku tak mencoba menghubungimu?
Kenapa aku tidak mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami?
Bagaimana aku tahu di mana tempat tinggalmu?
Kenapa kamu tak mencoba mencarinya sesekali?
Gerakkan pantatmu yang gemuk dan sedikit keluar melihat dunia?
Mungkin sedikit berolahraga.
Yah. Apa itu berita penting?
Bagaimana menurutmu?
Jagalah tempat ini, partner.
Aku akan ada di Louisville kalau kamu membutuhkanku.
Louisville?
Hi, Sheba.
- Apa kabar? - Baik.
Aku senang kamu datang.
Aku juga senang bisa datang. Apa kabar Ayah?
Oh, dia baik-baik saja. Dia sedikit memar, tapi dia pria yang tangguh.
Aku tahu itu. Ayo.
Kamu terlihat cantik.
Brick. Di telegram kamu bilang nyawa ayah dalam bahaya.
Aku khawatir begitu.
Kamu tahu, dia telah menerima beberapa telepon selama
dua minggu yang menuntut dia menjual tempatnya.
- Benarkah? Telepon dari siapa, lintah darat? - Mungkin.
Kami belum tahu pasti.
Dan Ayah?
Dia mau melawan mereka sendirian seperti yang terjadi malam itu.
Dan polisi tidak mengambil tindakan apapun, kan?
Benar.
- Apa tuntutan mereka? - Sederhana saja.
- Mau menjual atau dibunuh. - Mereka memang ingin berseteru.
Bukankah keadaan di sini terlihat bagus?
Mau kubawakan ini?
- Tak usah, aku lebih baik sendirian. - Baik.
- Berapa biaya untuk ini? - Aku akan menagihnya nanti.
Hmmph. Hanya janji.
Kamu terlihat semakin membaik.
Little Andy! Kenapa kamu pulang?
Aku datang menemuimu.
Hey, kamu terlihat cantik. Silakan duduk.
Tidak, kamu saja yang duduk. Ayo. Lihat dirimu.
Ceritakan apa yang terjadi.
Mungkin kita hanya berurusan dengan orang yang salah, kurasa begitu.
Baru kutinggalkan selama 5 menit, kamu sudah terlibat dalam masalah.
Ayah. Brick memberitahuku apa yang terjadi.
Sudah kubilang padanya untuk tidak meneleponmu.
Kamu tak perlu terlibat dalam urusan ini.
Kami tak ingin melihatmu terluka.
Kurasa tak ada lagi yang bisa dilakukan. Aku harus mengerjakannya sendiri.
Tidak lagi.
Aku ingin kamu tidak terlibat, Little Andy.
Aku tak ingin anak perempuanku berurusan dengan orang-orang seperti itu.
Ayah. Aku tahu kamu mengira aku melakukan tugas pria.
Tapi aku takkan berdiam diri hanya karena aku seorang perempuan.
Ah, kamu duduk saja. Biar aku yang terima.
- Kediaman Shayne. - Aku mau bicara dengan Andy.
- Dari siapa? - Siapa yang bertanya ini?
- Aku Sheba, anaknya. - Bagus kalau begitu, gadis cantik.
Biar aku bicara dengan orang tuamu.
- Ini Andy Shayne. - Hallo, Andy.
Sudah merasa baikan?
Aku sudah menyuruhmu untuk berhenti meneleponku.
Aku hanya ingin tahu jika kamu sudah memikirkan kembali penawaranku.
Perusahaanku tidak dijual. Takkan pernah.
Apa itu barusan?
Ah, bukan apa-apa. Lupakanlah.
Lupakan?
Aku kembali ke rumah dan menemukan ayahku hampir mati dipukuli
dan mendengar orang mengancamnya, dan kamu menyuruhku melupakannya?
Ayah, apa sebenarnya yang terjadi?
Aku akan bersiap menghadapi keparat-keparat itu.
Terima kasih, Pak Williams.
Aku tak mengharap ada masalah, tapi jika ada, aku akan menghubungimu.
- Aku bisa menghubungimu lewat nomer ini, kan? - Ya, Pak.
Semua sudah beres.
- Hai. Apa ayahku ada? - Dia ada di kantornya.
- Hai. Sedang sibuk? - Hanya mengisi beberapa formulir asuransi.
- Boleh kupinjam mobilmu? - Tentu.
Terima kasih. Aku akan menjemputmu sore nanti.
Terima kasih.
Ya.
Hey, Andy. Apa kabarmu anakmu yang cantik itu?
Begini saja, aku akan memberimu satu kesempatan lagi.
- Baiklah, kita bicarakan ini. - Maksudmu kamu mau membicarakannya?
- Kamu tentukan waktu dan tempatnya. - Hey, itu bagus.
Aku harus memberitahumu tentang sesuatu, aku punya hadiah kejutan
yang terhubung dengan starter mobilmu,
itu akan meledak 10 detik setelah kamu menyalakan mobil.
Sheba! Ada bom!
Sheba!
Sheba!
Sheba! Sheba!
Keluar dari mobil! Cepat! Keluar!
Ayo! Keluar dari situ!
Ayo! Cepat! Cepat!
Ayo, cepatlah.
Oh, ya Tuhan.
Sialan!
Jadi kamu mau menanganinya sendirian, hah?
Dengar, Sheba, kita punya perjanjian.
Perjanjian itu telah meledak bersama mobil itu!
- Sheba. - Sheba.
Sheba! Oh, ya Tuhan.
Bagian pembunuhan. Ini Letnan Jackson.
Baiklah, nyonya.
Akan kulakukan sebisaku, tapi tak usah menelepon ke sini lagi.
Karena kalau ini bisa dituntaskan, kami pasti akan melakukannya.
Yah. Yah. Sampai jumpa.
Kudengar kamu telah kembali, Sheba. Chicago pasti tempat yang nyaman.
Kurasa ini bukan kunjungan biasa.
Aku minta perlindungan polisi untuk ayahku.
Aku tak bisa menugaskan orang untuk itu.
Apakah aku harus menganggap ini sebuah penolakan atas perlindungan polisi?
Oh, ayolah, Sheba. Kami melakukan sebisa kami.
Aku tak bisa melindunginya selama 24 jam, karena aku kekurangan orang.
Aku tahu. Kamu tidak mau mengganggu acara main poker mereka.
Kami melakukan semanusiawi mungkin untuknya.
Oh, sungguh sangat manusiawi.
Phil, aku telah melihat banyak bisnis berjatuhan.
Pertama, toko gadai.
Kemudian, kedai minum. Saat aku pergi, itu adalah tempat
penyalur pekerja, dan kini tempat penampungan mobil bekas.
- Jangan ikut campur soal ini, Sheba. - Jangan ikut campur? Itu tugasmu.
Setelah sekian lama aku membantumu di sini, bukannya berterimakasih.
Aku bisa menghitung bantuanmu padaku dengan satu jari.
Sheba Shayne. Sedang apa kamu di sini?
Jangan katakan omong kosong tentang "sedang apa aku di sini".
Apakah kamu yang memasang bom di mobil ayahku?
Bom? Bom apa? Aku tak mengerti apa maksudmu.
Mungkin ya, mungkin tidak.
Tapi jika kamu tak melakukannya, aku tahu kamu tahu pelakunya.
Tunggu dulu. Tunggu! Apa yang kamu inginkan dariku?
- Kenapa aku? - Karena aku tahu semua tingkahmu.
Ingat, aku dulu seorang polisi di kota ini.
Oh, tolonglah.
- Aku tak tahu apapun. - Kamu pasti bohong!
Tunggu dulu! Lepaskan tanganku! Tolong, jangan!
Kumohon. Jangan!
Aku tak tahu apa yang kamu bicarakan. Aku tak kenal seorangpun.
- Kamu tak pernah tahu apa yang kubicarakan. - Tenang, Sheba.
Ayolah, kumohon.
Jika kamu bergerak, aku akan pecahkan kepalamu.
Baiklah, aku tak akan bergerak. Tapi jangan tembak aku. Kumohon.
Tolonglah!
Kumohon. Aku tak tahu apapun. Aku bersumpah!
Sebaiknya katakan apa yang kamu tahu, atau kamu akan
jadi orang negro terputih yang pernah meninggalkan Louisville!
Aku tak tahu apapun.
Baiklah. Ada seseorang. Namanya Jenkins. Dia bekerja di penampungan mobil bekas.
- Di mana? - Aku tak tahu, sumpah.
Oh. Baiklah.
Tengah malam nanti, dia akan berada di musium mobil.
Dia akan bertransaksi. Hanya itu yang aku tahu! Sumpah!
- Sumpah? - Ya.
Kalau aku harus menunggu sampai tengah malam,
kamu sebaiknya berkata jujur, atau kamu akan kusakiti, mengerti?
- Aku beritahu kamu. - Apa?
Aku punya rencana buat nanti.
Apa rencanamu itu?
Aku tak akan mengatakannya sekarang.
Jangan mencubitku.
Itu terasa sakit.
- Bukankah ini indah? - Oh, ini menakjubkan.
Apa yang telah kamu temukan hari ini?
Ayahku ternyata benar. Polisi takkan membantunya.
Sekarang bagaimana?
Aku akan lakukan tugas yang tidak dilaksanakan oleh polisi.
Apa maksudmu?
Maksudku orang yang telah memasang bom di mobil ayahku.
Mereka akan bertemu tengah malam ini untuk membicarakan bisnis besar.
Aku berencana menangkap basah mereka.
Dengar.
Kuberitahu kamu sesuatu.
Kamu tahu lencana penyelidik swasta yang kamu sandang?
Itu tidak memberimu hak untuk menahan seseorang.
Dan hal yang kedua, kita tak punya peralatan untuk
melawan gerombolan itu dengan cara mereka.
Hanya itu cara untuk melawan, yaitu dengan mengikuti cara mereka.
- Tapi jangan melanggar hukum! - Hanya membelokannya sedikit.
Kita bicara tentang hidup ayahku.
Aku tahu itu! Kamu kira aku tidak tahu?
Aku mengerti, tapi kamu tak bisa menanganinya dengan cara jalanan.
Siapa yang mengatakan kita akan bertarung di
jalanan? Apa aku terlihat seperti petarung jalanan?
Aku akan menanganinya sebaik yang aku mampu, Brick.
Kamu tahu, kamu masih mengira semuanya bisa diselesaikan dengan logika.
Orang-orang ini tidak tahu arti logika. Mereka bahkan tidak bisa mengejanya.
Mereka akan beraksi tanpa berpikir.
Itulah yang kucoba jelaskan kepadamu!
Aku tak mau kamu pergi ke sana dan terkena tembakan di kepalamu.
- Kita harus mencari jalan yang lebih baik. - Kamu saja yang cari.
Apa kamu sudah gila?
Tidak.
- Kamu yakin? - Aku yakin.
Buktikan.
Ayolah, jangan lakukan itu.
Maaf aku telah membentakmu.
Oke?
Aku terima permohonan maafmu.
Bagus.
Aku ingin bertanya sesuatu.
Kamu senang tinggal di Chicago?
Itu tempat yang bagus untuk tinggal seperti kota lain.
Bukan hal yang istimewa.
Apa kamu punya seseorang di sana?
Jika yang kamu maksud apakah aku tidur sendirian setiap malam,
maka bisa kujawab tidak.
Tapi, jika kamu tanya apakah aku
berkencan dengan orang yang mapan,
aku juga jawab tidak.
Jadi, apa sebenarnya pertanyaanmu?
Sudah kubilang kalau kamu melewatkan banyak hal.
Aku tahu.
Itu adalah gigitan cinta.
Hey, sudah jam 11:30.
Kurasa belum. Jamnya terlalu cepat.
Jangan berkilah jamnya terlalu cepat.
Aku akan pergi bersamamu.
Kupikir kamu tak mau terlibat dalam hal kekerasan.
Apa sekarang aku punya pilihan?
Tidak jika aku ingin mengulangi malam ini.
Apa yang harus kulakukan padamu?
Apapun maumu.
Saat seperti inilah yang membuatku menyesal telah pergi.
Aku juga menyesal melihatmu pergi.
Menunduk.
Kurasa tamunya telah datang.
Hey, Pilot.
Ini semua catatan pajak dan utang yang kamu inginkan dari perusahaan di jalan 23.
Andai saja semua bisnis bisa semudah itu untuk diambilalih.
Jika kita datang sambil membawa pistol, mereka
akan menyerahkannya seperti hadiah ulang tahun.
Jadi bagianmu sekitar 30 ribu dollar.
Jangan pernah bilang kalau Pilot tak adil dalam bisnis.
Jika bisa terus begini, Pilot, kamu akan bisa
memiliki seluruh perusahaan di West End.
Aku tak begitu peduli itu.
Kita akan punya semua perusahaan yang kita inginkan setelah Shayne berhenti.
Siapa itu?
Siapa kalian?
Ayo kita pergi dari sini.
Ayo pergi.
Sheba!
Sialan!
Brick!
Lihatlah wajahku, karena aku sedang murka.
Benar-benar murka.
Dan aku takkan membiarkanmu melupakannya.
- Sheba sialan. - Kamu ingin membunuhnya?
Tidak. Aku tak ingin menyakiti siapapun.
Bisnisku berjalan lancar sampai si jalang itu datang.
Itu benar.
Sekarang semua tak seperti biasa.
Kita sebelumnya punya operasi yang bagus, toko
gadai dan tempat mobil bekas terbaik di kota ini!
Orang sampai antri beberapa blok menunggu untuk bisa memasukan uang di toko kita.
Itu benar.
Dan kita berhasil menipu mereka.
Itu benar.
Kita punya orang-orang tangguh di masyarakat kulit hitam.
Mereka berharap kita untuk mengambil uang mereka.
Bahkan angin puyuh pun tidak menghentikan mereka untuk memberikan uang.
- Benar, kan? - Itu benar.
Jika si jalang Sheba
ingin macam-macam dengan kita maka kita harus memberinya perlawanan.
Kurasa aku menemukan hubungan antara perusahaan kita dengan perusahaan yang bangkrut.
Sesuatu atau seseorang?
Tunggu dulu. Kuberitahu kamu.
Aku telah memeriksa semua kemungkinan dan satu hal yang sama kita miliki yaitu
asuransi.
- Aku tidak mengerti. - Kita semua dijamin oleh asuransi yang sama.
Jadi kamu pikir perusahaan asuransi adalah penyebabnya?
Mungkin saja. Kamu pikir begitu juga, kan?
Semuanya turuti perintahku, dan takkan ada yang terluka.
Semuanya menghadap dinding dengan tangan di belakang kepala.
Apa yang terjadi di sini?
Semuanya menghadap ke dinding!
Kamu tak bisa masuk dan menyuruhku begitu saja.
Diamlah, Ayah.
Menjauh dariku!
Tutup mulutmu, negro, atau akan kubuat lubang di kepalamu.
Tunggu sebentar, teman.
Kita tidak menyimpan uang di sini. Tak ada yang layak untuk dirampok.
Kami tak ingin uangmu.
Ayo kita tata ulang tempat ini.
Tidak.
Tolong jangan bunuh aku.
Aku tak mau mati.
Sheba!
Tolong, jangan!
Sheba!
Kumohon, jangan!
Tahan itu.
Tenanglah dan turunkan senjatamu.
Keluarkan dia dari sini. Cepat!
Aku ingin ambulan ke sini. Sekarang!
Ayah, kamu tahu apa yang akan kita lakukan ketika kamu keluar dari sini?
Kita akan pergi ke Chicago.
Aku akan mengajakmu berjalan-jalan di danau.
Malam hari tempatnya sangat indah.
Kamu bisa duduk di atas salah satu perahu dan melihat cahaya
berkedip di air seperti yang belum pernah kamu lihat.
Kemudian kita akan makan di restoran terbaik.
Little Andy ingin agar ayahnya mendapat yang terbaik dari yang terbaik.
Letnan.
Kamu bisa memulangkan para penjaga.
Maaf. Sheba.
Aku ingin kamu tahu kalau aku mengerahkan seluruh anggota
untuk kasus ini. Kita akan tangkap dalang peristiwa ini.
Ini jadi masalah pribadi sekarang.
Aku dapat info dari seorang penjaga bahwa orang-orang yang merusak tempat ayahmu
adalah orang upahan dari luar kota. Mereka profesional.
Semuanya bersih.
Jika ada yang bisa kutolong.
Aku akan mengantarmu pulang.
Apa yang kalian coba lakukan, membuatku hancur?
Pergi ke sana!
Kamu! Bicaralah!
Aku sudah menyuruh agar jangan ada yang terbunuh.
Bukan hal yang kejam, hanya menembaki tempatnya.
Dan sepertinya ada yang melanggar perintah.
Tidak hanya telah membuat orang lain terbunuh,
tapi yang seharusnya melakukan pekerjaan yang rapi
kini terbaring di rumah sakit umum atau sedang bercerita kepada polisi.
Mereka bukan orang sini. Mereka tak kenal siapapun.
Kamu sebaiknya benar, atau kamu juga akan terseret kalau aku tertangkap.
Sheba rupanya tidak kenal dirimu.
Kalian dua monyet sebaiknya berharap kalau ayah wanita itu tak sampai mati.
Atau takkan ada lagi tempat aman buat kalian
untuk beraksi di kota ini, seumur hidup kalian.
Hey, Walker.
Hey, teman.
Ayo, teman. Ke sini.
- Aku sedang banyak masalah. - Itu sudah sering kudengar.
Oh, tidak. Dengar.
Aku akan diusir pacarku kalau pulang tak membawa uang.
Aku butuh uang dengan segera.
Kamu tahu syaratnya. Apa kamu punya jaminan?
Ini pastinya memiliki harga.
- Baik, kuberi kamu lima dolar. - Lima dolar?
Teman, apa kamu sudah gila? Jam itu harganya lebih dari lima dolar.
- Hey, apakah aku nomer satu? - Tentu saja. Jadi?
Harganya tetap lima dolar, bego. Apa kamu punya barang lain?
Bagaimana dengan yang ini?
Aku tak mau barang rongsokan ini.
Rongsokan? Ini harganya mahal.
Kuberi 25 dolar. Bunganya 10% per minggu.
Terima kasih.
Akan kukembalikan secepat yang aku bisa.
Tak usah terburu-buru. Itu kan uangmu.
Hey, Sheba, kudengar kamu sudah kembali.
Hi, Tank. Apa kabar?
Seperti biasa, memasak hamburger.
Tank, siapa yang kamu tahu yang memiliki kontak untuk menutup sebuah perusahaan?
Di sana ada seorang pria bernama Walker.
Dia berkeliling kota, mirip sebuah toko gadai berjalan.
Lintah darat, kamu tahu maksudku, kan?
Di kota ini yang tahu soal peminjaman uang, aku yakin Walker bisa menolongmu.
- Terima kasih banyak. - Tak usah sungkan.
Tuan yang tampan. Aku yakin kamu adalah Walker.
Tepat sekali, Sayang. Siapa kamu?
- Namaku Sheba. Sheba Shayne. - Sheba Shayne?
Kalau begitu Sheba Shayne, beritahu aku apa yang bisa kulakukan untukmu.
Aku ingin membeli sesuatu.
Aku punya yang kamu butuhkan, apapun keinginanmu bisa kuperoleh.
Dan kalau kamu sudah siap bertransaksi, mari kita masuk ke gudang pribadiku.
Jangan mengusapku.
Kamu benar-benar tahu cara membuat pria senang.
Aku bisa melakukan lebih untukmu.
Silakan, Sayang.
Aku tak mau sampah-sampah itu.
Kamu tak mau?
- Terus apa sebenarnya yang kamu mau? - Aku mau mencari informasi.
Apa aku terlihat seperti layanan informasi? Apa maksudmu soal informasi? Soal apa?
Siapa yang telah menjatuhkan perusahaan Shayne?
Shayne? Aw, sial.
Ada apa, Bung? Apa yang kamu tahu?
Aku tak tahu apapun. Aku tak punya info yang bisa kuceritakan padamu.
Permainan apa ini? Kamu sebaiknya memberitahuku.
Kuperingatkan, menjauhlah dariku, brengsek. Aku tak tahu apapun.
Aku tak tahu apapun.
Kamu sebaiknya bicara, pria besar, sebelum kumasukan
kaki nomor satuku ke dalam mulut nomor satumu.
Kamu tak bisa menendang bayangan! Kejar aku!
Oh, sial!
Hallo, Walker.
Tunggu dulu! Apa yang akan kamu lakukan dengan pistol itu?
- Tak ada, jika kamu turunkan kaca mobilmu. - Turunkan apa?
Kubilang turunkan kacanya sebelum kubuat lubang di kepalamu.
Apa kamu sudah gila? Itu akan merusak interiorku.
Kamu benar. Kamu kuberi waktu lima detik
untuk bercerita sebelum kujejalkan wajahmu lewat jendela itu.
- Aku tak tahu apapun. - Kamu bersumpah?
Sumpah, aku tak tahu apapun.
Aku takkan bertanya lagi padamu.
Kenapa kamu kejam padaku?
Apa aku harus mengingatkan kalau kamu memesan lilin panas?
Sudah kubilang, aku tak tahu apapun!
Dia akan membunuhku jika kusebutkan namanya.
Setidaknya kamu berpeluang hidup 50-50.
Kalau denganku, kamu pasti mati.
Beritahu aku! Cepat!
Baik, baik. Nama dia Pilot.
Hanya itu yang kutahu. Nama panggilannya Pilot.
Dia tinggal di mana?
Aku tak tahu.
Aku hanya mengambil pesanan. Tak tahu soal lainnya.
Kalau mengambil pesanan, berarti kamu tahu tempat tinggalnya.
Kurasa ia punya tempat di menara 400
tapi kurasa dia sudah tidak tinggal di situ lagi.
Aku tahu dia tak tinggal di situ.
Baik, sekarang dengarkan.
Beri tahu boss mu kalau dia tak lagi berurusan dengan ayahku.
Sekarang dia berurusan dengan Sheba Shayne. Kamu dengar?
Dan saat aku bertemu dengannya, akan kuhajar habis-habisan.
Apa maksudmu kamu memberitahunya tempat tinggalku?
Maafkan aku, Pilot.
Kamu harus tahu, wanita itu mengancam akan membunuhku,
jika aku tak memberitahu tentang kamu.
Kamu tidak mengerti. Dengar, Pilot.
Pilot! Ini aku, sobat nomor satu kamu.
Kamu tahu aku takkan mengkhianati kamu.
Aku takkan mengkhianatimu, teman.
Dia menodongkan senjatanya ke kepalaku, pistol Magnum!
Kamu sebaiknya bersembunyi, karena setelah
membereskan wanita itu aku akan mengejarmu.
Tunggu, Pilot. Biar kujelaskan.
Pilot. Tunggu. Pilot!
Aku akan menghajar wanita itu meski itu hal terakhir yang kulakukan.
Dan Walker brengsek itu, aku ingin dia disingkirkan selamanya.
Akan kami kerjakan, Boss.
Jadi wanita itu sudah tahu cara menemukanku?
Kalau begitu, kita harus mempersiapkan pesta penyambutan untuknya.
- Hallo? - Brick?
Apa kamu sudah temukan berkas yang kuminta?
Hanya ini yang bisa kutemukan di lemari besi.
Aku yakin berkas itu ada di sini.
Dengar, penjahat yang berseteru dengan ayah namanya Pilot.
Aku akan mengejarnya.
Kamu ada di mana? Biar aku ikut.
Tidak. Selamat tinggal.
Kita takkan menemukannya di keramaian begini.
Brengsek, sebaiknya kamu berharap sebaliknya.
- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b
Mana teman-temanmu yang lain?
Jatuhkan senjatamu!
Menghadap dinding! Rentangkan kakimu.
Jika kamu bergerak, kepalamu akan kutembak.
Itu dia!
Kamu sebaiknya bukan Pilot, atau aku akan membunuhmu.
Aku bukan Pilot. Bukan aku yang kamu cari.
Sebelum kuserahkan ke polisi, sebaiknya kamu ceritakan
operasimu, dan harus cepat, sebelum kamu kehilangan kepalamu.
Ayolah. Kumohon!
- Beritahu aku siapa pimpinanmu! - Shark.
Hanya itu yang aku tahu.
Bohong! Berapa nomornya?
W, v, 7, 3...
9, 4, 1.
Beritahu bossmu, kalau kamu bertemu dengan dia duluan, wanita ini
mengejar dia, dan kamu adalah bukti kalau aku selalu berhasil.
Jika kamu tak bisa menyingkirkan dia dari kota ini,
aku akan menutup usahamu selamanya, aku serius.
Di mana wanita itu?
Bagaimana aku harus tahu? Itu alasan aku kemari.
Andai saja orang berhenti ikut campur dan menyerahkannya pada polisi.
Kita sudah pernah mencobanya. Kamu lupa? Dan tak berhasil!
- Aku tahu! - Jadi apa sebenarnya yang kamu bicarakan?
Kita harus menghentikan dia.
Apa kamu tahu siapa yang dia kejar?
Seseorang bernama Pilot.
Ini operator. Ada yang bisa kubantu?
Ya, aku mencoba menghubungi wv 739 41.
Maaf, itu nomer angkatan laut.
Aku akan sambungkan kamu ke mobile operator. Harap ditunggu.
- Mobile operator. - Aku mau ke wv 739 41.
Harap ditunggu, akan kami sambungkan.
Nu-tronic wv 739 41.
Apa ini tempat pesta itu? Aku seharusnya ke situ, tapi aku tersesat.
Darimana kamu punya nomor ini?
Pokoknya aku punya. Sekarang, bagaimana caranya ke situ?
Hai. Aku seharusnya ada di pesta.
- Kamu terlambat. - Aku tersesat.
Baiklah.
Tunggu sebentar. Dia sedang sibuk.
Tamu baru.
Selamat datang.
Terima kasih. Jadi kamu tuan rumahnya? Kamu punya reputasi terbaik.
Itu bergantung seberapa baik kamu mengenalku.
Itu bisa diatur. Kamu sepertinya bergerak cepat.
Kurasa itu sebabnya mereka memanggilmu Shark (HIU).
Mungkin.
Bisakah aku, mengambilkanmu minuman, Cantik?
- Sampanye dan jus jeruk. - Hallo, Manis.
- Bisa aku menemuimu nanti? - Tentu saja.
Kita bisa menjadi teman baik.
Pukul dia lagi!
Nah, begitu!
Sudah kubilang jangan ke sini.
Aku harus bicara dengannya.
Maaf mengganggumu, Shark, tapi...
Singkirkan sampah itu dari kapalku.
Kamu harus dengar aku, Shark. Dia akan datang. Dia sudah tahu.
- Siapa yang kamu bicarakan. - Wanita Shayne itu.
Itu dia...
wanita Shayne!
Berdiri!
Besok pagi, kamu akan menyesali kesalahanmu ini.
Jika aku mau mengambil alih, apakah aku akan datang mengingatkanmu?
Alasanmu tak membuat perbedaan sekarang. Kamu menaruhku dalam situasi sulit.
Banyak hal harus dibereskan, dan kamu salah satunya.
- Jangan, Shark. Kumohon! - Bawa dia pergi.
Ayo.
Berikan itu, brengsek.
Aku terkejut kamu ternyata tidak lebih pintar.
Tunggu di luar. Wanita ini takkan berulah lagi.
Aku harus membunuhmu, kamu tahu itu, kan?
Tapi semua temanmu melihatku.
Kamu terburu-buru meninggalkan pesta.
Apa aku melukai kejantananmu?
Tidak juga. Butuh lebih dari satu wanita untuk melakukan itu.
Benarkah?
Aku harus membawamu. Kamu menyukainya, bukan?
Coba saja.
Apa dampaknya untuk kejantananmu?
Dasar brengsek!
Kamu sudah melakukan trik terakhirmu, Sayang.
Sekarang dengarkan baik-baik.
Dengan ini kau kujatuhi hukuman mati.
Sebelum kami menghabisimu, kamu akan menjadi umpan hiu.
Turunkan dia!
Ayo, pergi.
Bagian pembunuhan. Sersan Michaels.
Tidak, Williams, dia sedang tidak ada.
Aku tak tahu dia ke mana. Tunggu sebentar.
Bagian pembunuhan. Letnan Jackson.
Letnan? Ini Brick Williams.
Yah, Williams. Sudah kau temukan pacarmu?
Apa yang kamu tahu tentang kapal pesiar bernama Nu-tronic?
Oh. Kapal yang ada di sungai?
Ya, kurasa yang itu.
Itu milik orang bernama Merrill.
Dia pria kaya yang punya segalanya. Memang kenapa?
Kurasa Sheba telah bertindak terlalu jauh.
Tapi, Shark, aku telah melakukan semua perintahmu.
Kamu tahu itu 'kan, boss.
Aku mengurus tokomu dengan baik.
Kamu bilang begitu bulan lalu.
Memang benar, tapi kamu beresiko mendatangkan
bahaya. Kamu telah banyak mengacau.
Kumohon, Shark! Aku selalu benar melayanimu.
Tanya saja orang-orang. Tanya pada anak buahmu.
Kumohon. Jangan merengek seperti itu, Pilot.
Ayolah! Kumohon!
Tunggu sampai aku kembali!
Shark! Kumohon, Shark!
Aku akan memberikanmu apapun.
Apa yang kamu inginkan? Hah?
Kamu mau uang? Aku akan berikan kamu uang yang banyak.
Atau kamu ingin wanita? Aku punya banyak jenis wanita.
Yang bagaimana kesukaanmu?
Aku tak bisa berenang.
Berilah aku kesempatan. Kumohon.
Aku sudah lama kerja dengan kalian, pasti kenal aku.
Ayolah, kalian bisa membebaskanku.
Dia takkan mengetahuinya.
Ayolah, teman.
Jangan lakukan ini.
Hey, dengar, ini aku.
Kamu tak bisa melakukan ini padaku.
Aku tak mau mati!
Kumohon!
Pertunjukan hampir dimulai.
Kamu akan mencicipi apa yang kami miliki untukmu, Cantik.
Aku akan beritahu apa artinya itu! Bebaskan aku!
Tempat duduk terdepan.
Tunggu sampai kamu lihat apa yang kami rencanakan buat kamu.
Jadi apa rencana besarmu?
Bukan hal yang rumit.
Aku selalu menyukai yang simpel.
Setelah kami menyingkirkanmu, aku harus berlibur beberapa saat.
Aku tak tahu seseorang berhak memiliki perahu pesiar seperti ini.
Ini sebuah yacht, Sayang.
Kurasa kami akan mengikatmu.
Kuharap itu tidak mempengaruhi rencanamu.
Candaanmu buruk.
Apa kamu kesulitan tidur di malam hari?
Karena mengambil uang dari orang yang bodoh dan ceroboh? Tidak.
Kamu harus mengagumi seseorang dengan tujuan yang dicapai.
Kurasa aku mau muntah.
Aku senang berada di luar sini. Begitu sunyi.
Membuatku lupa akan kebobrokan di kota besar.
Aku tak mengerti itu.
Kamu sepertinya membawa semua orang bersamamu.
Ini semua sebenarnya tidak perlu.
Aku pasti tetap bisa mendapatkan perusahaan Shayne.
Sejak Andy meninggal, perusahaan asuransiku mengambil alih operasinya.
Andy berhutang banyak dalam pembayaran preminya.
Kamu bisa terus melakukannya, bukan?
- Itulah nama permainannya? - Dengan digarisbawahi.
Tentu saja.
Segala yang bisa dimiliki layak untuk dicuri.
Wanita ini sudah siap untuk berenang.
Tidak mau!
Tarik dia!
Ayo kita pergi dari sini. Polisi sedang menuju kemari.
Brick.
- Kamu tak apa-apa? - Ya. Bawa aku pergi dari sini.
Ayo.
Dan kamu bisa memperoleh kotamu kembali, Letnan.
Yeah.
Jika kamu berubah pikiran, kota ini tetap rumahmu.
Tidak, Brick. Aku harus pergi.
Aku bisa ikut pergi ke Chicago.
Dan meninggalkan pekerjaanmu? Tidak.
Kamu punya hal baik untuk dilakukan.
Bagaimana dengan kunjungan?
Aku akan mengunjungimu. Aku harus mengecek keinginanku padamu.
Jaga dirimu baik-baik.
- Jangan, Brick. - Apa?
- Mari kita berpisah di sini. - Baik.
Mau ke mana, Nyonya?
- Nyonya? - Ke bandara.
- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.