All language subtitles for Red.Sonja.2025.WEB-DL.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh: Zain Selamat menonton

Di masa sebelum sejarah, Zaman Hyboria,

terdapatlah negeri Hyrkania.

Tempat itu sangatlah indah dan alamnya masih murni,

tempat rakyatnya hidup selaras dengan Sang Dewi Bumi...

...menghormati anugerah-Nya dan berbagi berkah-Nya.

Masa itu adalah masa yang damai dan harmonis,

hingga bangkitnya Raja barbar Anzus,

yang menyapu seluruh negeri, membawa teror dan kehancuran ke mana pun ia pergi.

Baiklah, ayo main gunting, batu, kertas.

Hanya mimpi buruk, Vihur.

Waktunya berangkat.

Hari ini kita ke arah barat.

Aku rasa inilah harinya.

Terberkatilah pengorbananmu.

Terima kasih, hutan.

Dewi Asherah, kumohon jadikan hari ini harinya aku menemukan kaumku.

Mm.

Oh, sudahlah.

Baumu bisa membuat sigung pingsan.

Mereka lewat sini! Semuanya laki-laki!

- Lihat, ada jejak di sana! Ayo! - Kejar mereka!

- Kejar mereka! - Ya, di sana! Ayo!

Aku lihat jejak mereka! Ayo!

Ikuti aku! Jangan biarkan mereka lolos!

Ayo kita cari uang!

Dewi Asherah...

...aku berdoa kau ringankan penderitaan anak hutanmu ini.

Dan berikan aku kekuatan untuk menemukan mereka yang melakukan ini.

Kau tidak boleh ikut.

Kau tetap di sini.

Aku akan menggorok beberapa leher.

Vihur, apa telingamu masih kemasukan air?

Vihur, aku bilang tetap di sini.

Saat aku kembali, kau akan kutukar dengan seekor poni.

Berikan aku satu tong lagi!

Aku masih belum cukup mabuk!

- Sepertinya kalian bersenang-senang hari ini.

Tanduk Fantatherium akan menghasilkan banyak emas.

Ya. Dan masih banyak lagi di tempat asalnya.

Kita akan meninggalkan tempat ini sebagai orang kaya.

- Tidak ada yang tersisa selain hama dan pemakan bangkai.

- Awas cakarnya! Awas cakarnya!

Hati-hati. Hati-hati!

Cepat jalan!

Masuk sana! Cepat masuk!

Hati-hati!

Itu kaisar. Kaisar datang.

Itu dia dan mesin-mesinnya.

Bersujud di hadapan kaisarmu.

Berlututlah.

Apa?

Oh.

Terima kasih.

Terima kasih. Baik sekali.

Kaisarku, kami telah menyiapkan pesta untuk menghormati Anda.

Oh, oh. Kemajuan dulu, pesta nanti, Komandan...

-Artran. -Komandan Artran.

Aku hanya ingin mendengar tentang kemajuan.

Uh, kemajuannya luar biasa.

Kami membersihkan setengah liga per hari.

Setengah liga? Uh, apa mesin-mesinku tidak bekerja dengan benar?

Oh, tidak, tidak, tidak. Mesin-mesin Anda luar biasa, Kaisarku.

Mesin-mesin itu keajaiban penemuan.

Sebuah bukti kebijaksanaan dan visi Anda.

Masing-masing lebih cepat dari 100 budak.

Aku mengagumi kecemerlangan pikiran Anda

karena bahkan mampu membayangkannya.

Tanpa mesin-mesin ini, kita tidak akan pernah bisa

menebang pohon secepat ini.

Tapi hutannya sangat luas, dan kami kehilangan banyak pekerja

-karena para monster yang tinggal di dalamnya. -Uh, Komandan Artran, begini,

kita butuh kayu untuk menyalakan tungku pembakaran,

dan bijih besinya untuk membangun seluruh kota.

Rumah untuk orang-orang. Tempat mereka tinggal, bekerja, berdagang.

Apa kau mengerti? Dan ada rahasia di dalamnya

yang akan aku miliki.

Kau tidak akan menolak semua ini dariku.

-Anda, Anda akan mendapatkan semua yang Anda inginkan. -Bagus.

Kami telah menangkap monster untuk arena Anda, Tuan.

Sabertooth, volkhund, bahkan seekor mortiferum.

Tapi aku akan mendapatkan cyclops.

Benar begitu, kan, Menteri Coltar?

Oh, ya. Ya, Kaisar.

Kami punya para pemburu di hutan Nordheim

dan Brythium saat ini.

Mereka tidak akan mengecewakan Anda.

Nah, itu baru kemajuan yang sesungguhnya, Komandan Artran.

Sekarang, siapa yang kita punya di sini, Jenderal Karlak?

Pemberontak Turan yang terakhir, Kaisarku.

Jalan. Cepat jalan! Berlutut!

Ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah! Hati-hati.

Pria ini pernah menjadi raja terhebat di Turan.

Yang Mulia, bangunlah. Anda seorang bangsawan.

Tunjukkan sedikit martabat meski telah kalah.

Kau tahu, kita pernah bertemu sebelumnya, saat aku masih

seorang budak kecil yang menuangkan bir untuk Raja Anzus.

Benar. Oh, ya, ya.

Aku ingat kau menunjukkan tanda-tanda kehebatan bahkan sejak saat itu.

Benarkah?

Karena aku ingat bagaimana kau meludahiku.

-Ah... -Tapi, tapi, itu sejarah kuno.

Mungkin kita bisa berdamai.

-Berdamai? Aku... -Ya.

-Aku siap melayani Anda, Kaisar. -Ya.

Ya, memang. Wilayahmu berbatasan dengan Hutan Hyrkania.

Dan katanya hutan itu seluas dunia ini.

Kau tahu aku mencari sesuatu di sana.

Separuh Kitab Rahasia Anda yang hilang?

Apa kau tahu di mana letaknya?

Draygan yang Agung, uh, Hutan Hyrkania itu

sangat luas dan penuh monster.

Bagaimana dengan suku-suku yang tinggal di sana?

Tidak ada suku di sana, Kaisar. Tempatnya terlalu berbahaya.

Bagaimana dengan orang Hyrkania?

Orang Hyrkania semuanya telah dibantai

oleh pendahulu Anda, Tuanku.

Anzus, yang telah Anda kalahkan

dengan mesin-mesin dan kejeniusan Anda.

Hanya para dewa yang tinggal di sana,

dan hanya mereka yang menentukan siapa yang boleh melewatinya.

Kau pikir dewa-dewamu bisa menghentikanku

menaklukkan dunia di seberang sana?

Bahkan Anda tidak bisa mengalahkan para dewa, Tuanku.

Begitukah?

Aku akan mengalahkan dewa-dewamu.

Kau mau tahu caranya? Hm?

Ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan yang membuatku bisa mengendalikan dunia

seperti aku mengendalikan monster-monster buas itu.

Ilmu pengetahuanlah yang membawa peradaban pada kaum barbar.

Apa ada dewa-dewamu yang pernah melakukan itu?

-Tidak. -Tidak? Kenapa?

Kenapa?

Kenapa?

Karena dewa-dewamu tidak nyata!

Mereka tidak ada, tapi kau terus saja percaya.

Dan itulah sebabnya kau dan semua bangsamu

adalah peninggalan masa lalu, dan akulah masa depan!

Karlak?

Apa keputusan Anda, Kaisar?

Dia tidak ada gunanya bagiku.

Ada apa ini?

Apa mesin ini tidak bekerja dengan benar?

- Senang melihat seorang raja dipenggal!

Jangan sampai kaisar mendengarmu bicara begitu.

Nanti dia suruh manusia kera itu memenggal kepalamu juga.

Ah, kita sudah memberinya monster bagus untuk arenanya.

Kau datang ke hutanku dan meninggalkan kematian dan penderitaan.

Hati kalian hanya dipenuhi kekejaman.

Para pelacur seharusnya ada di tenda itu.

Nanti aku akan mampir.

Kau kelihatannya akan cantik kalau sudah bersih.

Para pembunuh!

Tenang, temanku.

Aku akan segera mengembalikanmu dan kerabatmu ke hutan.

Bersulang untuk itu!

Kau berani mengambil apa yang menjadi milik Draygan?

Tidak ada yang bisa memiliki makhluk-makhluk hutan.

Siapa pun bisa memiliki apa pun dengan kekuatan yang cukup.

Draygan memiliki dunia ini.

Kau dari suku mana, Wanita Merah?

Aku tidak punya suku.

Di mana rumahmu?

-Hutan ini. -Pembohong.

Tidak ada yang bisa bertahan hidup di Hutan Hyrkania.

Semua orang tahu itu.

Dan hutan ini akan segera musnah.

Pembohong! Pembohong! Pembohong!

Ya.

Ya, aku harus menggorok lehernya karena kebohongannya.

Lalu dia bisa bergabung denganmu.

Kenapa kau bicara pada angin?

Apa kau gila?

"Gila"?

Jaga kelancanganmu!

- Kau kelihatannya lebih hebat dari ini.

Aku juga berpikir begitu.

Tapi, sejujurnya, aku lebih ahli dengan pisau.

Itu sangat jelas.

Apa yang terjadi di sini?

Ayo!

Jenderal Karlak, ini sebuah hiburan!

Vihur!

Karlak, bantu dia!

Jangan bergerak.

Apa dia akan selamat?

Nona Annisia melukainya cukup dalam, Tuanku.

Lukanya bisa membusuk.

- Vihur. - -Kau bilang dia tidak punya keahlian bertarung?

- Tidak ada yang berarti. - -Lalu kenapa Karlak harus menyelamatkanmu?

Apa kau orang Hyrkania?

- Bicara. - -Dia bilang dia tidak punya suku.

Kenapa kau ada di sini?

Jenderal Karlak,

buat dia bicara.

Sekarang, bicaralah. Ceritakan semuanya.

Sebuah peta Hutan Hyrkania.

Sangat sederhana.

Tapi kau jelas mencari sesuatu.

Begitu pula aku.

- Ini mungkin akan sangat berguna bagiku.

Tuanku, apa Anda terluka?

Tidak, aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja.

Aku suka yang satu ini.

Sangat, sangat galak, ya?

Jangan tumpahkan darahnya, Annisia.

Aku punya ide yang lebih baik.

Dia akan bergabung dengan Damnati.

Kita lihat bagaimana si barbar ini bertahan di arena.

Mungkin, siapa tahu, dia bisa menjadi juara yang menyaingimu.

Mama! Mama!

Sonja!

Lari! Lari ke hutan!

Bawa anak-anak dan lari! Pergi!

Tolong. Air, tolong!

Dralagoon!

Kita harus lari! Kita akan bersembunyi di hutan!

Tidak!

Dralagoon!

Mama.

Keluar! Ayo! Cepat bergerak!

- Kita apakan dia? - -Yang ini untuk Damnati.

Di mana gerobaknya?

Vihur. Vihur!

Vihur! Itu kudaku!

- Ayo, dasar hewan bodoh! -Vihur!

- Lepaskan tanganmu darinya! - Tidak!

-Lepaskan tanganmu darinya! -Hentikan! Ayo!

Ayo, jalan!

Tidak!

-Vihur! -Hya!

Masuk sana!

- Kau sepertinya sangat menyukai kuda itu.

Mama, jangan!

Dralagoon!

Apa dia akan selamat?

Dia lebih kuat dari kita semua.

Dia akan hidup.

Sudah waktunya.

Sudah waktunya kau bangun, putriku.

Banyak yang harus dilakukan sekarang.

Aku sudah bangun, Mama.

Kau belum bangun.

-Dan aku bukan... -Mama!

Lihat, Kapten? Demamnya sudah turun.

Dia hidup seperti yang diminta kaisar.

Sepertinya begitu.

Sekarang dia jadi urusanmu.

Lihatlah sekeliling.

Kau berada di lubang Damnati.

Tidak ada tempat untuk pergi.

- Tidak ada jalan keluar! - -Bisakah kau hentikan omong kosongmu?

Mengganggu sarapanku.

Kau tahu, selalu saja anak baru.

Tidak bisakah kita memulai hari dengan tenang?

Bertarungnya nanti saja?

Jika kau bersikeras ingin mati, tunggu saja beberapa hari sampai pertarungan dimulai.

Jangan buang darahmu di sini. Tidak akan ada sorakan.

Dengarkan Osin. Dia benar.

Dia sudah di sini lebih lama dari kita semua.

Menjauh.

Kenapa?

"Kenapa"?

Karena akan kugorok lehernya.

Silakan saja.

Tidak ada yang peduli di sini.

Apa kau sudah selesai?

Ambil tempat tidur. Duduk.

Kecuali kau lebih suka merasakan cambukku.

Dia bukan apa-apa.

Oh, daging segar lagi. Kau juga tidak kelihatan hebat.

Kau pikir aku peduli setan soal kejantanan kecilmu dan opinimu yang tidak berguna?

Kejantanan kecil?

Petra, dia menghina kejantananku!

Dia penilai karakter yang baik.

Petra, katakan padaku apa yang kau lihat darinya

sementara ada yang jauh lebih baik di hadapanmu.

Aku lebih suka permata yang belum diasah

daripada permata polesan tanpa kepribadian.

Aduh.

Cukup!

Latihan dimulai pada lonceng kedua!

Yang terlambat akan dicambuk!

Tuanku, bagaimana pencarian di Hutan Hyrkania?

- Mengecewakan. - Tapi, bagaimana Anda bisa yakin benda itu ada di sana?

Saat Anzus memusnahkan bangsa Hyrkania,

mereka yang selamat melarikan diri ke dalam hutan

dan membawa separuh bagian lain dari benda ini bersama mereka.

Kenapa Anda begitu yakin membutuhkan separuh bagian lain dari buku ini?

Lihat semua yang telah Anda capai.

Lihat ini.

Kau tahu apa artinya ini?

-Kau tahu apa artinya? -Anda tahu aku tidak bisa membacanya.

Hanya Anda yang telah memecahkan kodenya.

Artinya...

...anak yang memegang pengetahuan di dalamnya

akan menggenggam dunia di tangannya.

Ini sebuah ramalan. Kau mengerti?

Ini ramalan tentangku.

Akulah anak itu, dan aku membuka rahasianya dan mengubah dunia.

Dan di halaman-halaman yang hilang ini akan ada pengetahuan

yang... bahkan aku tidak bisa bayangkan, Crudelis.

Ide-ide baru, mesin-mesin baru, dunia-dunia baru.

Ini adalah kunci untuk membentuk masa depan duniaku.

Dan ini adalah kisahku.

Kau mengerti? Ini adalah kisahku.

Tapi, tanpa separuh bagian lainnya...

...kisahku tidak punya akhir.

Aku butuh sebuah akhir, tapi aku tidak memilikinya.

Bagaimana keadaannya?

Tidak buruk. Lebih jauh dari yang pernah aku capai.

Tapi tidak sejauh aku.

Bagaimana dia bisa berakhir di sini?

Aku dengar dia menyerang benteng kaisar di Hutan Hyrkania.

Aku dengar dia melawan enam penjaga demi seekor kuda.

Apa ada yang pernah sampai ke puncak?

Tidak ada yang pernah sampai ke puncak.

Dia sudah melewati batasanku.

Menurutnya apa yang akan terjadi jika dia berhasil?

Nah, lihat itu.

Sekarang, ini akan jadi menarik.

Hei, kau! Apa yang kau lakukan?

Ayo, tangkap dia!

Oh, sekarang dia dalam masalah.

Bayangkan jika dia benar-benar tahu apa yang dilakukannya.

Yah, aku ragu dia akan hidup cukup lama untuk mengetahuinya.

Jika kau begitu menginginkan kebebasan, yang harus kau lakukan hanyalah menang.

Mm-hm. Seperti Nona Annisia.

Annisia, yang berambut putih?

Si gila yang bicara sendiri itu?

Dia bicara dengan hantu-hantunya.

Katanya dia dihantui oleh semua orang yang pernah dia bunuh.

-Dia seorang Damnati? -Ya, tapi awalnya dia adalah budak anak-anak.

Lalu menjadi seorang Damnati.

Dia membunuh semua lawannya dan memenangkan kebebasannya.

Aku sudah pernah melawannya.

Aku kalah. Jelas sekali aku kalah.

Tapi saat kami bertarung lagi, aku akan lebih siap.

Uh, tinggalkan kami.

-Tuanku? -Sudah hampir waktunya perjamuan makan, Annisia.

Apa kau belum siap?

Aku merasa tidak enak badan.

Mungkin kita bisa makan di sini.

Apa kau tidak mau tetap di sini?

Menghabiskan waktu bersama?

Kita selalu bersama.

Kau tahu maksudku.

Kenapa kita tidak pernah tidur bersama?

Tidakkah kau pikir seorang kaisar pantas mendapatkan seorang permaisuri?

Atau aku masih seorang budak dan Damnati bagimu?

Annisia, kau jauh lebih dari itu bagiku.

Kita berdua bukan lagi seperti dulu. Maksudku, lihatlah sekeliling.

Kita adalah budak yang menemukan jalan menuju kebebasan.

Apa aku bebas?

Aku tidak merasakannya.

Aku tidak bisa lari dari suara mereka.

Setiap saat, mereka menyiksaku.

Kau berjanji akan menemukan obat untuk kutukan ini.

Aku..., Dan aku akan melakukannya.

Aku bersumpah, setelah kita memahami sifat asli dari...

-...kesalahan di pikiranmu ini... -Ini bukan "kesalahan di pikiranku."

-Hm. -Suara-suara itu nyata.

-Ya. -Roh mereka mengelilingiku.

Lihat aku.

Lihat aku.

Aku akan menemukan obatnya.

Dan penderitaanmu akan berakhir.

Dan saat itu, ketika kau utuh, ketika kau menjadi satu,

kau akan menjadi permaisuriku, dan kau akan memerintah di sisiku.

Tapi untuk malam ini...

...mari kita tenangkan suara-suara itu untuk sementara.

Bagus.

Baiklah, cepat.

Pembunuh!

Pembunuh!

Kau tidak akan pernah bisa membungkam kami.

Mulai latihan!

Pertarungannya hari ini!

Kaisar ingin dihibur!

- Bangun. - -Warga Mighthaven

pantas untuk dihibur!

Siapa namamu, pembuat onar?

-Sonja. -Sonja?

Dari suku mana?

Aku tidak punya suku.

Yah, selamat datang, Sonja, yang sendirian di dunia ini.

Mereka memanggilku Osin Si Tak Tersentuh.

"Tak Tersentuh"? Kenapa?

Karena tidak ada yang pernah menyentuhku dengan pedang.

Tidak pernah?

Tidak sejak aku dipenjara di sini.

Tapi mungkin kau bisa menjadi yang pertama menyentuhku dan memenangkan hadiahnya.

Dan hadiah apa itu?

Aku.

Kau?

Tidak bisakah kau lihat?

Pangeran Osin itu tampan.

Sebuah santapan lezat.

Dia adalah pesta kerajaan.

Dia itu orang bodoh yang congkak.

dengan lebih banyak keberuntungan daripada keahlian.

Kasar.

- Hanya itu yang kau punya? - Ada apa di sana?

Arena ada di seberang sana.

Alasan utama kita ada di sini.

Tempat kita bertarung.

Siapa yang kita lawan?

Siapa pun yang mereka hadapkan pada kita.

Kaum barbar.

Monster.

Satu sama lain.

Satu sama lain?

Tapi tidak ada seorang pun di sini yang menjadi musuhku.

Dan tidak ada seorang pun di sini yang menjadi temanmu.

Jangan cari teman.

Jangan punya ikatan.

Nyawa itu murah.

Jadi kita bertarung untuk apa? Hanya untuk tontonan?

Kau pasti pernah membunuh sebelumnya.

Untuk makanan.

Untuk melindungi yang aku cintai, bukan untuk tontonan. Tidak pernah.

Kalau begitu.

Yang ini, paling lama seminggu.

- Baiklah, baiklah. Satu per satu, tolong. Jangan mendorong. - Aku ambil sarung tangan.

Ashman, berikan senjataku.

Minggir dari jalanku, Petra.

Hari ini, kita akan bertemu para dewa.

Para dewa bisa menunggu.

Ini untukmu, Petra.

Cepat sedikit, Pandai Besi!

Secepat yang aku bisa, bos. Secepat yang aku bisa. Apa? Apa?

Jangan lakukan itu!

Ayo, kau! Mari kita mulai!

- Osin! Giliranmu berikutnya! - Menurutmu apa yang akan kita lawan hari ini?

Kau sadar kan satu-satunya jalan keluar sekarang adalah lewat sana?

Kau tidak akan sesemangat itu saat kau di atas sini!

Tenang saja, aku sisakan beberapa untukmu.

Berikan tombaknya!

Apa kau siap?

Menurutmu apa yang akan kita lawan hari ini?

Buat aku bangga!

Petra,

demi cinta.

Tetap tertib. Jangan mendorong!

- Oi, berikan tombaknya! - Nanti kau dapat giliran.

Jadi, untuk keluar

dari lubang menyedihkan ini,

-aku harus mati atau menang, benar? -Tepat sekali.

Pertarungan Damnati. Dengar itu?

Hari terbesar dalam seminggu bagi orang-orang menyedihkan ini.

Baiklah.

Aku mau yang itu dan itu. Dan yang itu.

Pilihan yang bagus.

- Kau boleh ambil ini. - -Aku ingin lihat gerakan yang lebih cepat!

- Ini. - -Larkan, kau bermalas-malasan!

- Dan... - -Berikan aku zirah pelat kulit itu.

...ini.

-Dan itu melindungi apa? -Tidak ada. Sama sekali tidak ada.

Tapi penonton akan menyukainya.

Bertarung atau mati!

Apa mereka pernah menyuruhmu memakai ini?

Aku akan memotong biji pelir pria mana pun yang mencoba memaksaku.

Abaikan mereka semua...

...dan fokus saja pada apa yang keluar dari gerbang itu.

Apa yang akan keluar dari gerbang itu?

Bisa apa saja.

Aku punya pedang kayu.

Kalau begitu, lebih baik kau berharap itu bukan berang-berang raksasa.

Kenapa mereka tidak pernah mendandanimu seperti itu?

Damnati...

...bertarung.

Yeah!

Dia ingin kita bertarung.

Satu sama lain.

Jadi?

Tidak.

Kita harus.

Salah satu dari kita mati...

...atau kita berdua mati.

Kita adalah Damnati.

Demi Sang Dewi, aku tidak akan melawanmu.

Sonja!

Aku tidak akan melawannya demi hiburanmu.

Tapi aku akan melawanmu!

Atau kau seorang pengecut?

Aku yakin gerombolan ini akan menyukainya.

Yang satu ini sudah gila.

Ya. Sayang sekali dia akan segera mati.

Oh, itu lebih baik.

Petra!

Petra!

Tembakan bagus.

Bagus sekali.

- Petra! - Minggir! Brengsek!

- Bangun! - Minggir!

Petra, aku minta maaf.

- Minggir! - Petra!

Petra!

- Minggir! - Petra!

Hawk.

Tenang. Tenang.

Tidak ada yang bisa kau lakukan.

Menurutku itu bukan ide yang bagus.

Pikiran terakhirnya adalah untukmu.

Baiklah, malam ini kita minum untuk para Damnati yang gugur.

Mari kita berdoa agar mereka bersama leluhur mereka.

Semoga mereka beristirahat dengan tenang. Untuk yang gugur!

Untuk yang gugur!

Jadi, ceritakan padaku tentang kemajuannya.

Tuanku, monster hutan itu sudah siap untuk diuji.

Bagus. Bagus.

Kami menggunakan desain baru Anda untuk kuknya.

Bagus.

Dan seperti yang bisa Anda lihat, kuknya bekerja lebih baik dari sebelumnya.

Lebih baik dari sebelumnya.

Hm.

Tidak, tidak. Tuanku, tolong jangan lakukan itu.

Ah.

Hm.

Lebih baik dari sebelumnya.

Memang benar.

Tapi masih belum pada manusia?

Uh, sayangnya, belum.

Aku telah melakukan banyak percobaan, tapi semuanya mati.

Tapi aku yakin Anda akan mengatasi tantangan ini, Tuan.

Ah. Maksudku, aku hampir tidak memikirkan hal lain dalam perjalananku.

Tapi jawabannya ada di dalam buku itu, aku yakin.

Semua pengetahuan yang hilang akan ada di separuh bagian lainnya,

dan kemudian, setelah kita menyempurnakan kuk ini,

kita akan membangun pasukan yang benar-benar baru.

Tapi di sini...

...kita telah membuat kemajuan yang sangat menarik.

Sesuai desain Anda, energi bola itu sekarang memberi daya pada seluruh kota,

dan akan segera bisa digunakan pada senjata-senjata baru Anda.

Siapa kau?

Namaku Daix.

Bagaimana kau tahu lagu-lagu kaumku?

-Itu lagu Hyrkania. -Aku tahu.

Dan kau jelas bukan orang Hyrkania.

Demi Sang Dewi,

kau adalah salah satu anak yatim piatu dari hutan.

Yang hilang setelah Anzus menyerang.

Dikatakan bahwa tidak ada satu pun dari kalian yang selamat.

Aku selamat.

Aku selamat.

Satu per satu, teman-temanku direnggut...

...oleh kelaparan... kedinginan, penyakit.

Selalu mencari, aku mempelajari cara-cara bertahan di hutan.

Cara untuk hidup dan berkembang.

Aku selamat, tapi aku sendirian.

Tidak lagi.

Kaummu hidup dan berkembang di jantung hutan.

Aku sudah mencari begitu lama.

Aku tidak sendirian.

Kita harus kabur dari tempat ini.

Buka gerbangnya.

Orang barbar, waktunya ganti baju.

Kaisar ingin menemuimu.

- Itu dia. - -Itu yang dari arena.

- Apa kau bisa melihatnya? - -Seharusnya dia membunuhnya karena kelancangannya.

Sedang apa dia di sini?

Kaisar akan bersenang-senang dengannya.

- Sedang apa dia di sini? - -Kaisar akan bersenang-senang dengannya.

Duta Besar Purshtan meminta untuk melihat lebih dekat.

-Kenapa orang barbar itu di sini? -Oh.

Oh, aku pikir dia akan menambahkan sedikit warna.

Jadi, kau suka petaku, orang barbar?

Ini lebih baik dari petamu.

Yang kau lihat ini adalah dunia yang kita kenal

sepenuhnya di bawah kendaliku.

Aku punya pasukan di setiap negeri.

Penaklukanku membentang dari laut ke laut.

Dan dengan bantuan petamu,

hutan berhargamu itu akan menjadi yang berikutnya jatuh.

Kenapa?

Kenapa kau ingin menghancurkannya?

Karena ada rahasia di dalamnya.

Asherah tidak akan pernah mengizinkannya.

Kau pikir dewi-mu ini akan muncul dan menyelamatkanmu?

Menjadi pahlawan?

Hari itu tidak akan pernah tiba.

Karena coba tebak?

Semua dewa...

- ...ada di sini. - Apa itu?

Lihat. Lihat, itu kitabnya.

Kau tahu apa ini?

Bagaimanapun juga, kau adalah orang Hyrkania.

Bukan begitu?

Kaisarku! Kaisarku!

Apa?

-Kaisarku! -Apa? Ada apa?

Sudah tiba! Sudah tiba!

Oh! Cyclops?

Luar biasa!

Kirim dia kembali ke lubang.

Yang lainnya, ikuti aku.

Lindungi kitab itu.

Kaulah orangnya, Sonja.

Inilah harinya.

Hya!

- Buat mereka berdarah! - Kau! Kau!

Dan kau! Giliranmu!

Kenapa aku tidak ikut bertarung?

Aku petarung yang lebih baik dari mereka semua.

Perintah kaisar!

Kau harus menonton mereka semua mati.

Bertarung atau mati!

Jangan biarkan yang ini mati.

Yang ini? Apa kau mengerti

kemungkinan kecil ada dari kita yang akan selamat hari ini?

Kita harus menjaganya tetap hidup.

Kau dengar wanita itu. Tetaplah hidup.

Bagaimana denganku? Hei! Bagaimana denganku?

Dia tidak bilang apa-apa tentangmu!

-Merah? -Ronde.

Aku mau sesuatu yang bagus hari ini.

Kau sadar seluruh tugasmu adalah mati dengan cara yang luar biasa, kan?

Kenapa aku harus mempersenjatai babi jika yang kuinginkan hanyalah dagingnya?

Jika satu-satunya tugasku adalah mati dengan baik,

kenapa mereka tidak membiarkanku bertarung hari ini?

Itu terserah kaisar. Dia punya rencana, kau tahu?

Dane, aku mau zirah dan senjata.

Yang bagus kali ini.

Kenapa kau malah tersenyum sekarang?

Karena kaulah satu-satunya yang pernah mengingat namaku.

Kau luar biasa.

Mereka datang lagi!

Api.

Aku di sini untuk bertarung!

Bukankah itu yang kau inginkan?

Yang aku inginkan adalah kau memberitahu kami semua

di mana sisa orang-orang Hyrkania yang menyusahkan itu.

Akulah yang terakhir.

Kita berdua tahu itu tidak benar.

Katakan sekarang!

Ayo!

Beritahu kami semua sekarang,

atau setiap Damnati di arena ini akan mati di sini malam ini!

-Ayo! Cepat! -Keluar, kalian semua!

-Terserah padamu! -Kami tidak akan bertarung satu sama lain!

Kalian tidak harus bertarung satu sama lain.

Saksikanlah.

Bagaimana kalau kita lihat apa yang bisa dilakukan monster hebat ini?

-Akan ada darah? -Oh, aku harap begitu.

Aku harap begitu!

Mundur!

- Mundur! - Cepat mundur!

Mundur! Berlindung di belakangku!

- Tenang! Ayo! - Berlindung di belakangnya!

Cepat! Ayo!

Ayo!

Hawk kena!

Osin!

Selamat tinggal, Osin.

Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!

Hentikan!

Kau bebas!

Aku bukan musuhmu!

Itu musuhmu!

Seharusnya tidak begini.

Ya, ampun!

Karlak!

Tuanku!

Tuanku!

Karlak!

-Tuanku! -Di sini.

Tolong!

Tuanku!

Lewat sini.

Di mana Osin?

Dia terlempar.

Aku turut berduka.

Ini tidak dihitung!

Aku masih tak tersentuh!

Jadi, sekarang bagaimana, Sonja?

Cyclops itu membuka jalan.

Pergi! Itulah kebebasan kalian!

Aku akan menemui kalian di Kapel Putih di atas bukit saat fajar.

Tapi pertama-tama, ada sesuatu yang harus aku lakukan.

Di mana kudaku?

Kudamu?

Akan kutunjukkan kudamu!

Di mana kudaku?

-Berapa banyak yang tewas? -Banyak.

Aku lihat Coltar hancur.

Puluhan penonton.

Tuanku! Tuanku!

- Keluar! - Pengawal. Pengawal, tolong kami!

Keluar!

Kaisar akan menghukummu karena ini.

- Baiklah. Baiklah, aku pergi. - Jangan sakiti kami.

Jangan sakiti kami!

Kekuatan apa ini?

Vihur.

Vihur, temanku.

Apa mereka menyakitimu?

Tetap di sini.

Aku serius.

Bola itu.

Apa, apa yang telah dia lakukan?

Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!

- Tuanku! Anda terluka? - Tidak!

Lab-ku.

Crudelis!

Ini perbuatannya.

Dia tidak mengubah rencananya.

Dia kembali ke hutan untuk menemukan kaumnya.

Aku sudah mengirim pengintai untuk mengejarnya.

Dia tidak akan datang.

Dia bilang saat fajar.

Dia akan datang.

-Bagus tetap optimis. -Tidak.

Dia akan datang.

Sonja!

Jadi, kau berhasil.

Tentu saja.

-Aku bilang aku akan datang. -Huh.

Naik kuda!

Perjalanan kita masih panjang.

- Sonja. Ho. Ho. - Tahan.

Tenang! Tenang!

Tenanglah.

Osin.

Apa yang kau lakukan?

Sonja, kerajaanku ada di selatan.

Draygan meninggalkannya dalam reruntuhan.

Dia menghancurkan kota-kotaku,

membunuh rakyatku, dan memperbudak pangerannya.

Tapi pangeran itu sekarang bebas, berkat kau.

Apa?

Kau benar-benar seorang pangeran?

Ya.

Putra Mahkota Shem siap melayanimu.

Jangan harap aku akan membungkuk.

Tidak ada seorang pun di sini yang harus membungkuk pada siapa pun.

Aku kira kita akan bertarung bersama.

Aku sangat ingin bertarung bersamamu, Sonja,

tapi aku punya kerajaan yang harus dibangun kembali.

Dan pasukan yang harus dikumpulkan.

Jangan takut. Kau akan bertemu denganku lagi.

Aku tidak takut tidak bertemu denganmu, dasar badut sombong.

Kau tahu, Merah? Kau wanita yang hebat.

Dan kau, Osin...

...tidak lagi tak tersentuh.

Tetaplah hidup, Pangeran Osin dari Shem.

Suatu hari nanti aku akan menagih hadiahku.

Hup!

Hya!

Baiklah. Ini dia.

Apa kau bersemangat?

Untuk bertemu kaumku lagi?

Itulah yang selalu aku impikan.

Lebih lama dari yang bisa kuucapkan.

Banyak yang telah berubah selama bertahun-tahun.

Mungkin tidak seperti yang kau ingat.

Aku ingat tempat tidur yang hangat.

Makanan enak.

Nyanyian lagu.

Dan tawa.

Tawa.

Setidaknya sampai Pendeta Tinggi Hespera menakuti kami hingga diam.

Dia masih begitu.

Hespera masih hidup?

Oh, ya.

Dia sudah lebih tua sekarang, dan lebih bijaksana, tapi...

...dia masih menakutkan bagi anak-anak kecil.

Sonja.

Menangkap rombongan pengintai yang mengikuti kita.

- Di mana yang lain? - -Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka.

Mereka menjadi santapan gagak. Tapi kupikir kau mungkin ingin bicara dengan yang satu ini.

Apa Draygan tahu di mana kita?

Jawab aku.

Kau pikir kau sudah lolos?

Dia sudah mengikutimu sejak kau pergi.

Seberapa jauh di belakang?

Satu hari. Tapi tidak akan lama.

Aku tidak tahu kenapa, tapi dia sangat menginginkanmu.

Kau tahu kalian semua akan mati, kan?

Kau duluan.

-Apa yang kita lakukan sekarang? -Kita harus melawan. Di sini.

Tidak di sini.

Tidak di tanah terbuka ini.

Daix, ikut aku.

Dia benar. Satu hari adalah waktu yang cukup untuk bersiap.

Berkudalah secepat yang kau bisa, menuju kaum kita.

Peringatkan mereka Draygan akan datang.

Bagaimana dengan...

Mimpimu adalah untuk pulang.

Kau dengar kata pengintai itu.

Draygan ingin kita menuntunnya ke sana.

Aku tidak bisa pulang.

Aku turut sedih kau tidak bisa pulang lagi.

Jadi, seperti yang kukatakan, saat kita berjalan ke dalam masalah berdarah ini...

Damnati...

...teman-temanku...

...di sinilah kita berpisah.

-Apa? -Apa maksudmu?

Jelaskan, Sonja.

Aku akan mencoba menggiring Draygan dan pasukannya

ke dalam hutan, tapi menjauh dari kaumku.

Lalu, di duniaku sendiri, aku akan menimbulkan kerusakan semampuku.

Aku tidak bisa memintamu mengikutiku karena hanya kematian yang menanti kita.

Bagaimanapun juga, hanya kematian yang menanti kita semua.

Cara kematianlah yang terpenting.

Dan ini adalah cara yang baik untuk mati.

Ayo bertarung.

Perang pemberontak.

Itu jenis perang favoritku.

Sonja, kami semua di sisimu sampai semua ini berakhir.

Aku tahu persis harus mulai dari mana.

Artran.

Nah? Bicara!

Si Iblis Merah...

...dia kembali.

Dia muncul entah dari mana.

Tidak ada yang bisa kami lakukan.

Mereka menyergap kami.

Dan jumlah mereka terlalu banyak.

Karlak.

Katakan padaku...

...kapan sisa pasukanku akan tiba?

-Satu atau dua hari lagi. Tidak lebih. -Satu atau dua hari?

Pengintai kita di hutan terlalu sedikit.

Anda harus menghancurkannya sebelum berita menyebar

bahwa segelintir Damnati berani melawan Anda.

Bawa kembali tubuhnya agar dilihat semua orang di Mighthaven.

Tidak ada yang boleh tahu tentang kelemahan Anda.

Kelemahanku? Aku tidak lemah!

Bukan aku yang perlu minum ramuan terus-menerus

untuk mencegah pikiranku hancur berkeping-keping!

Iya, kan?

Annisia. Annisia.

Hei.

Kaisarku.

Maafkan aku, aku salah bicara.

Tidak. Tidak, tidak apa-apa. Ini...

Tentu saja Anda tidak lemah.

-Dunia ini milik Anda untuk diperintah. -Nona Annisia...

Kaisar! Itu dia! Dia di sini!

Terus kirim pengintai ke hutan!

Kami ingin lebih banyak tontonan!

Iblis Merah!

Kebetulan sekali aku juga punya sesuatu untukmu.

Jenderal Karlak, silakan.

Sebaiknya istirahat. Besok akan lebih banyak pertarungan.

Aku lebih suka jika kau tidak membunuh teman-temanku.

Kau orang Hyrkania?

Benar.

Dan kaulah yang mereka sebut Sonja si Merah.

Hari ini adalah harinya.

Sonja... ini...

Hespera.

Aku mengingatmu.

Dan aku juga,

putri Danara.

Pengasingan panjangmu telah berakhir.

Selamat datang di rumah.

Aku memimpin rombongan pengintai.

Kami melihat Daix ditangkap, tapi jumlah kami terlalu sedikit untuk menolongnya.

Draygan datang untuk menghancurkan orang Hyrkania terakhir.

Tidak, Sonja.

Draygan...

...mengincar ini.

Separuh bagian lainnya.

Bagaimana Draygan mendapatkan bagiannya?

Pada hari Anzus menyerang desa kita...

...seorang anak laki-laki ketakutan lari ke dalam kuil

dan bersembunyi saat pendeta kita mencoba menyelamatkan kitab itu.

- Tidak! - Berikan padaku!

Dalam pergulatan itu, kitabnya terbelah dua.

Tidak!

Tolong hentikan!

Aku menyelamatkan separuhnya,

tapi melarikan diri sebelum Anzus datang untuk membunuh kami semua,

tanpa tahu aku meninggalkan anak laki-laki ketakutan itu.

Dalam kekumuhan tempat tidur para budak...

...anak itu pasti telah menggunakan pikirannya yang cemerlang

untuk membuka rahasia-rahasia kitab itu.

Rahasia yang akan mengangkatnya dari perbudakan untuk menjadi...

Draygan...

...adalah orang Hyrkania?

Dia tidak boleh mendapatkan separuh bagian lainnya.

Kita harus menghilang lebih jauh ke dalam hutan.

Tidak.

Seseorang harus melawan.

Atau bukan hanya orang Hyrkania yang akan menderita.

Tapi setiap suku, setiap kaum yang menentangnya.

Dan saat ini, Draygan lebih rentan

dan pertahanannya lebih lemah dari sebelumnya.

Sekarang atau tidak sama sekali.

Siap?

Ayo pergi.

Tidak, tunggu.

Ayo! Tarik lebih kuat!

Karlak, bakar habis hutan ini!

Isi mortirnya!

Tembak!

Eikosi, maju.

Bagus. Bagus.

Bawakan aku kepalanya.

dan kau akan menjadi permaisuriku.

Nah, ini baru pertarungan!

Kau terlalu menikmati ini!

Lewat sini! Ikuti aku!

- Giring mereka lebih jauh ke dalam pepohonan!

Bunuh si Iblis Merah!

Bunuh si Iblis Merah!

Berdamailah dengan dewa-dewamu, pria kecil.

Hidupmu sudah berakhir.

Kalau begitu aku akan berterima kasih padamu,

karena aku akan bertemu cintaku lebih cepat.

Jika aku membawakannya kepalamu,

aku akan menjadi Permaisuri, dan aku akan bebas!

Sonja.

-Ibu. -Beginilah kau melihatku.

Aku adalah ibu bagi semua orang.

Apa aku sudah mati?

Apa kau memilih kematian?

Tidak pernah.

Aku memilih

untuk memperjuangkan apa yang aku yakini.

Jika kau kalah, maka Draygan dan seluruh kaumnya

akan mengubah dunia menjadi abu.

Bumi ini berdarah, menangis meminta pertolongan.

Apa kau tidak melihatnya?

Aku berdoa padamu

seumur hidupku dan kau tidak melakukan apa-apa!

Aku mencari kaumku.

Ini tidak pernah tentang kau menemukan mereka.

Ini tentang kau menemukan kekuatan

untuk menjadi sosok yang ditakdirkan untukmu.

Takdir dunia ada di tanganmu.

Lepaskan dirimu yang dulu

dan terlahir kembali sebagai dirimu yang baru.

Dunia membutuhkanmu sekarang lebih dari sebelumnya.

Uh, bawa yang ini.

Bangun!

Ayo!

Hm.

Kau tahu siapa aku?

Mm.

Dralagoon.

Tidak. Tidak.

Anak itu sudah mati.

Kau mengerti? Dia mati oleh pedang Anzus.

Siapa namaku?

Draygan.

Dan aku adalah kaisarmu, bukan anak kecil

yang kauajari menari dan menyanyi,

dan omong kosong barbar konyolmu.

Aku bukan anak kecil yang kau telantarkan.

Kau tidak ditelantarkan.

Oh, ya.

Ya, benar. Kau meninggalkannya.

Kau meninggalkannya untuk mati.

Kenapa kau menelantarkan anak-anak?

Katakan. Aku ingin kau mengatakannya.

Aku menelantarkan anak-anak.

Aku menelantarkan anak-anak.

Aku menelantarkan anak-anak. Katakan.

Katakan. Sekarang.

Aku menelantarkan anak-anak!

Aku menelantarkan anak-anak!

-Aku menelantarkan anak-anak! -Tidak!

Aku menelantarkan anak-anak!

Katakan untukku! Katakan untukku, sekarang!

Aku... menelantarkan... anak-anak.

Kau membawakanku ini?

Oh.

Kau tahu apa artinya ini, kan?

Ini artinya ramalan itu benar.

Oh.

Terima kasih.

Komandan Artran...

...bunuh dia.

Membunuh seorang Wanita Suci?

-Aku, aku rasa aku tidak bisa. -Artran!

Kau tidak setia, dan kau akan dibereskan.

Baiklah, kalau begitu. Akan kulakukan sendiri.

Kau pantas menerima ini.

Kau bilang dia sudah mati!

Aku yakin sekali.

- Bunuh dia! - Serang!

Maju!

Lindungi kaisarmu!

Kau melakukan sesuatu pada rambutmu.

Kau meninggalkan kami.

Ya, tapi aku kembali dengan pasukan.

Memang benar.

Aku suka!

Hya!

Jelaskan padaku. Bagaimana? Bagaimana dia masih hidup?

Aku menusukkan pedangku ke jantungnya. Biasanya itu berhasil.

Dia tidak punya jantung. Dia iblis.

Dia di atas sana! Dia di atap!

Di atap! Itu dia!

Separuh bagian lainnya sepertinya tentang penyembuhan.

Uh...

Ah.

Obat-obatan dan medis?

Apa? Apa? Apa ini?

Keseimbangan alam?

Ini tidak berguna.

Cintaku, pergilah. Pergi dan lawan dia.

Pergi dan lawan dia. Pergi. Pergi dan lawan dia.

Pergi dan lawan dia. Kumohon, Annisia, pergi dan lawan dia.

Tidak!

Kau seorang pengecut.

- Pengecut. - Pengecut.

Kau seorang pengecut.

Kau pantas mati.

Kau tidak akan pernah menjadi Permaisuri.

Kecuali kau melindunginya.

Dengarkan suaramu, Annisia.

Mereka benar. Kau seorang pengecut.

Dan kau tidak akan pernah menjadi Permaisuri

kecuali kau melindungiku.

Tidak akan ada kekaisaran kecuali kau melindungiku!

Kau bisa mendengar mereka.

- Tidak, Ratuku, itu... - Apa kau bisa mendengar mereka?

Bagaimana?

-Bagaimana itu mungkin? -Karena aku yang menaruh mereka di sana.

Kenapa?

Aku tidak mau berbagi takhtaku.

Ramuan itu.

Itulah kenapa aku mendengar mereka.

Apa kau pernah peduli padaku?

Annisia, aku lebih mencintaimu

daripada siapa pun di seluruh dunia.

Tapi kau dan aku, dan bahkan dia,

kita semua hancur.

Suara-suara itu...

...mereka sudah diam.

Ini...

tidak berarti...

...tak... terpecahkan.

Kau tidak akan butuh itu.

Aku bukan tandinganmu, Sonja si Merah.

Tapi aku tetap menguasai seluruh dunia.

Seluruh dunia.

Inilah pedangku.

Kau mengerti?

Senjataku.

Inilah pasukanku.

Ini memberiku segalanya.

Dan sekarang...

...ini tidak memberiku apa-apa.

Karena ini tidak pernah menjadi senjata.

Pengetahuannya mengangkatmu dari perbudakan

dan memberimu kekuatan untuk mengubah dunia ini menjadi sesuatu yang indah.

Tapi lihat apa yang kau lakukan.

Aku membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Kau adalah seorang budak yang membiarkan perbudakan.

Kau mengirim pasukan untuk menghancurkan seluruh bangsa.

Bukan menghancurkan, tapi membebaskan dari cara berpikir lama.

Kau melahap sumber daya tanpa batas.

Kau memanfaatkan dan membantai hewan.

-Yah... -Kau membunuh semua yang menghalangimu.

Satu tiran menggantikan yang lain.

Kau hanyalah Anzus yang lain!

Dan sekarang kau sekarat di altar dewa yang tidak kau percayai.

Dewa-dewamu meninggalkanku!

saat aku membutuhkan mereka paling besar, saat aku sendirian,

di mana mereka saat itu?

Kau... bukan satu-satunya yang sendirian.

Pada hari kau dibawa...

...aku ada di sana.

Kau ada di sana?

Ya.

Aku minta maaf.

Kau tidak menyesal.

Kenapa kau menyesal? Kau,

kau datang ke sini untuk membunuhku. Kau sudah menang.

Aku datang untuk membunuh Draygan.

Tapi jika aku memegang tanganmu lebih erat,

saat kau masih kecil, waktu itu...

...hidup kita berdua mungkin akan berbeda sekarang.

Aku, aku, aku rasa aku, aku rasa aku akan mati.

Ya... kau akan mati.

Aku, aku takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tidak ada yang perlu ditakutkan.

Aku pernah menyeberang.

Ada kedamaian di depan sana.

Tolong, jangan lepaskan aku kali ini.

Tidak akan.

Terima kasih.

Seharusnya tinggalkan saja dia untuk para pemakan bangkai.

Tidak. Bawa dia pulang.

Kuburkan dia sebagai orang Hyrkania.

Dia tidak pantas mendapatkan kehormatan itu.

Bukan untuk pria itu.

Tapi kuburkan anak laki-laki yang dulu,

bukan pria yang sekarang.

Kita akan menguburkannya sebagai orang Hyrkania.

Semoga dia menemukan penebusan dalam kematian.

Saat kau kembali, kau yang menguburkannya.

Aku tidak akan ikut denganmu.

Kenapa?

Aku hidup di hutan ini seumur hidupku,

selalu mencari sesuatu yang bahkan aku tidak yakin ada di sana.

Aku berharap setiap hari adalah hari di mana aku menemukan kaumku lagi.

Aku sudah mendapatkan hari itu.

Dan sekarang aku tahu.

Aku ingin melihat lebih banyak dari dunia ini.

Kami ingin melihat lebih banyak dari dunia ini.

Tanah air Thrall dan Savus.

Hawk pernah bilang raja barbar dari Cimmeria adalah pria yang pantas ditemui.

Dan mungkin, siapa tahu, mungkin kita akan melihat cyclops di alam liar.

Yah, Merah... kapan pun kau siap untuk menagih hadiahmu,

aku akan menunggu.

Bukankah kau punya kerajaan yang harus dibangun kembali?

Dunia ini butuh kepemimpinan.

Yang bermoral dan adil.

Jadilah seperti itu, Pangeran Osin.

Tapi kau bisa yakin aku akan mampir.

Aku ingin tahu apa yang diributkan itu.

Diterjemahkan Oleh: Zain Jakarta, 26 Agustus 2025 Support di : https://trakteer.id/ZainSubs

Bayar! Tunjukkan emasmu!

Tutup mata! Tutup mata!

Tutup mata!

Sonja!

Kami membutuhkanmu.

Diterjemahkan Oleh: Zain Jakarta, 26 Agustus 2025 Support di : https://trakteer.id/ZainSubs

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.