All language subtitles for Red.Sonja.2025.PSA.Id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Di masa Prasejarah, Zaman Hyboria,

terdapat tanah Hyrkania.

Tempat dengan keindahan yang menakjubkan dan alam yang murni,

tempat orang-orang hidup menyatu dengan Dewi Bumi...

menghormati karunianya dan berbagi hasil buminya.

Itu masa damai dan harmoni.

Hingga Raja Barbar Anzus bangkit.

Menyapu seluruh negeri, membawa teror dan kehancuran ke mana saja.

Mari bermain batu, kertas, gunting.

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya

Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Cuma mimpi buruk, Vihur.

Saatnya lanjut.

Kita ke barat hari ini.

Aku yakin inilah harinya.

Terberkahilah pengorbananmu.

Terima kasih, hutan.

Dewi Asherah, kumohon jadikan hari ini hari kutemukan bangsaku.

Hentikan.

Baumu bisa membuat sigung pingsan.

Mereka ke arah sana! Semua orang!

Lihat, jejak di sana! Ayo! / Kalian, kejar mereka!

Kejar mereka! / Ya, di sana! Ayo!

Kulihat jejak mereka! Ayo!

Ikut aku! Jangan sampai lolos!

Ayo hasilkan uang!

Dewi Asherah, aku berdoa agar engkau meringankan derita anak hutanmu ini.

Dan anugerahi aku kekuatan untuk menemukan pelakunya.

Kau tidak boleh ikut.

Kau tetap di sini.

Aku mau menggorok beberapa leher.

Vihur, telingamu masih kemasukan air?

Vihur, kataku tetap di sini.

Saat aku kembali, aku akan menukarmu dengan kuda poni.

Satu tong lagi!

Aku belum cukup mabuk!

Sepertinya kalian bergembira hari ini.

Tanduk Fantatherium akan memberikan emas sungguhan.

Ya. Dan masih banyak lagi.

Kita akan meninggalkan tempat ini sebagai orang kaya.

Tidak ada yang tersisa kecuali hama dan pemulung.

Awas cakarnya! / Awas cakarnya!

Hati-hati!

Gerakkan kakimu!

Masuk! Masuk ke sana!

Hati-hati!

Itu Kaisar. Kaisar datang.

Itu dia dan mesin-mesinnya.

Berlutut di hadapan kaisar kalian.

Berlutut.

Apa?

Terima kasih. Kau sangat baik.

Kaisar, kami sudah menyiapkan pesta untuk menghormatimu.

Kabar kemajuan dulu. Pestanya nanti. Komandan...

Artran. / Komandan Artran.

Aku cuma ingin dengar kemajuan.

Kemajuan sangat baik.

Kami membersihkan setengah kelompok sehari.

Setengahnya? Mesin-mesinku tidak berfungsi dengan benar?

Tidak. Mesinmu luar biasa, Kaisar.

Itu penemuan ajaib.

Bukti kebijaksanaan dan visimu.

Masing-masing lebih cepat dari 100 budak.

Aku kagum atas kecemerlangan pikiranmu sampai kau bisa membayangkan mereka.

Tanpa mesin-mesin ini, kami takkan pernah bisa

menebang pohon secepat ini.

Tapi hutan ini luas. Dan kita kehilangan banyak pekerja

karena hewan buasnya. / Komandan Artran.

Kita butuh kayu untuk menyalakan tungku.

Dan bijih besi untuk membangun seluruh kota.

Rumah. Tempat bagi orang-orang untuk tinggal, bekerja, berdagang.

Kau mengerti? Dan ada rahasia di dalamnya yang harus kumiliki.

Kau takkan menolak permintaanku ini, 'kan?

Keinginanmu akan terpenuhi. / Bagus.

Kami menangkap hewan buas untuk arenamu, Yang Mulia.

Sabertooth, volkhund, mortiferum.

Aku mau cyclops.

Benar, Menteri Coltar?

Ya, Kaisar.

Kami punya pemburu di hutan Nordheim dan Brythium saat ini.

Mereka takkan mengecewakanmu.

Itu baru kemajuan, Komandan Artran.

Siapa ini, Jenderal Karlak?

Pemberontak terakhir Turan, Yang Mulia Kaisar.

Minggir! Berlutut!

Hati-hati.

Dia dulunya raja teragung Turan.

Yang Mulia, jangan berlutut. Kau ini bangsawan.

Tunjukkan sedikit martabat dalam kekalahan.

Kita pernah bertemu. Kala aku...

...masih bocah budak yang menuang bir melayani Raja Anzus.

Ya, benar.

Aku ingat kau punya janji kebesaran bahkan saat itu.

Sungguh?

Karena aku ingat kau meludahiku.

Tapi itu masa lalu.

Mungkin kita bisa berbaikan.

Berbaikan? Aku... / Ya.

Aku siap melayanimu, Kaisar. / Ya.

Benar. Tanahmu berbatasan dengan Hutan Hyrkania.

Dan konon katanya seluas dunia.

Kau tahu aku sedang mencari sesuatu di sana.

Separuh yang hilang dari Kitab Rahasiamu?

Kau tahu di mana itu?

Draygan Agung, Hutan Hyrkania tak berujung dan penuh monster.

Bagaimana suku-suku yang tinggal di sana?

Tidak ada suku, Kaisar. Terlalu berbahaya.

Bangsa Hyrkania?

Bangsa Hyrkania dibantai oleh pendahulumu, Tuanku.

Anzus, yang telah kau kalahkan dengan mesin dan kecerdasanmu.

Cuma para dewa bersemayam di dalam. Yang menentukan siapa yang boleh lewat.

Kau pikir dewa-dewamu bisa menghentikanku dari menaklukkan dunia di luar sana?

Bahkan kau tidak bisa mengalahkan dewa, Tuanku.

Benarkah?

Aku akan mengalahkan dewa-dewamu.

Mau tahu caranya?

Dengan pengetahuan.

Pengetahuan yang memungkinkanku untuk mengendalikan dunia

seperti pada para hewan buas.

Pengetahuan yang membawa peradaban kepada para barbar.

Dewa-dewamu pernah melakukan itu?

Tidak. / Tidak? Kenapa?

Kenapa?

Karena dewa-dewamu tidak nyata!

Mereka tidak ada. Tapi kau terus percaya.

Karena itu kau dan semua jenismu

adalah peninggalan masa lalu, dan aku adalah masa depan!

Karlak?

Apa penilaianmu, Kaisar?

Dia tidak berguna.

Apa ini?

Mesin ini tidak berfungsi dengan benar?

Senang melihat seorang raja kepalanya dipenggal!

Jangan sampai kaisar mendengar itu.

Nanti dia menyuruh manusia kera itu memenggal kepalamu juga.

Tidak, kita punya hewan buas yang bagus untuk arenanya.

Kalian datang ke hutanku dan meninggalkan kematian dan derita.

Cuma ada kekejaman di hati kalian.

Pelacur harusnya di tenda itu.

Nanti aku mampir.

Kau akan terlihat cantik jika terawat.

Pembunuh!

Tenang, temanku.

Aku akan mengembalikanmu dan keluargamu ke hutan segera.

Bersulang untuk itu!

Berani-beraninya kau mengambil milik Draygan?

Tidak ada yang boleh memiliki makhluk hutan.

Siapapun bisa memiliki apapun dengan kekuatan yang cukup.

Draygan memiliki dunia.

Dari suku mana asalmu, Wanita Merah?

Aku tidak punya suku.

Di mana rumahmu?

Hutan ini. / Pembohong.

Tidak ada yang mampu bertahan di hutan Hyrkania.

Semua orang tahu itu.

Dan itu akan hilang segera juga.

Pembohong! Pembohong! Pembohong!

Ya.

Ya, aku seharusnya menggorok lehernya karena kebohongannya.

Lalu dia bisa bergabung denganmu.

Kenapa kau bicara pada udara?

Kau gila?

"Gila"?

Jaga mulutmu!

Kau seolah-olah hebat.

Kupikir juga begitu.

Tapi jujur, aku lebih lihai memakai pisau.

Itu sudah jelas.

Apa yang terjadi di sini?

Ayo!

Jenderal Karlak, ini hiburan!

Vihur!

Karlak, bantu dia!

Tetap di situ.

Dia akan selamat?

Lady Annisia melukainya sangat dalam, Tuanku.

Luka itu mungkin membusuk.

Vihur. / Katamu dia tidak punya kemampuan bertarung?

Tidak berharga. / Lantas kenapa Karlak harus menyelamatkanmu?

Kau Hyrkanian?

Bicara. / Dia mengaku tak punya suku.

Kenapa kau di sini?

Jenderal Karlak, longgarkan lidahnya.

Sekarang, bicara. Ceritakan semua.

Peta hutan Hyrkanian.

Sangat kasar.

Tapi kau jelas mencari sesuatu.

Dan aku juga.

Ini mungkin sangat berguna buatku.

Tuanku, kau terluka?

Tidak. Aku baik-baik saja.

Aku suka yang ini.

Sangat bersemangat?

Jangan tumpahkan darahnya, Annisia.

Aku punya ide yang lebih baik.

Dia akan bergabung Damnati.

Mari lihat bagaimana orang barbar ini bertahan di arena.

Siapa yang tahu, dia mungkin menjadi juara yang menyaingimu.

Ibu!

Sonja!

Lari! Lari ke hutan!

Bawa anak-anak dan lari! Pergi!

Tolong. Air, tolong!

Dralagoon!

Kita harus lari! Kita sembunyi di hutan!

Tidak!

Dralagoon!

Ibu.

Keluar! Ayo! Bergerak!

Kita apakan dia? / Yang ini untuk Damnati.

Di mana keretanya?

Vihur. Vihur!

Vihur! Itu kudaku!

Ayo, dasar hewan bodoh! / Vihur!

Lepaskan tanganmu darinya! / Tidak!

Lepaskan tanganmu darinya! / Hentikan! Ayo!

Ayo, bergerak!

Tidak!

Vihur!

Masuk!

Kau sangat suka kuda itu.

Ibu, jangan!

Dralagoon!

Dia akan selamat?

Dia lebih kuat dari kita semua.

Dia akan selamat.

Sudah saatnya.

Saatnya kau bangun, putriku.

Ada banyak yang harus dilakukan sekarang.

Aku sudah bangun, Bu.

Belum.

Dan aku bukan Ibumu!

Lihat, kapten? Demamnya sudah turun.

Dia hidup seperti perintah kaisar.

Sepertinya begitu.

Dia sekarang masalahmu.

Lihat sekelilingmu.

Kau di lubang Damnati.

Tidak ada tempat lari.

Tidak ada jalan keluar! / Bisa hentikan kebodohan ini?

Mengganggu sarapanku.

Selalu saja yang baru.

Tidak bisakah kita memulai hari kita dengan tenang?

Bertarungnya nanti saja?

Jika kau bersikeras mati, tunggu beberapa hari lagi.

Jangan sia-siakan darahmu di sini. Tidak akan ada sorakan.

Dengarkan Osin. Dia benar.

Dia lebih lama dari kita semua di sini.

Menjauh.

Kenapa?

"Kenapa"?

Karena aku akan menggorok lehernya.

Silakan saja.

Tidak ada yang peduli di sini.

Sudah selesai?

Ambil ranjang. Duduk.

Kecuali kau lebih suka merasakan cambukku.

Dia bukan siapa-siapa.

Daging segar lagi. Kau juga tidak terlihat hebat.

Kau pikir aku peduli penis kecilmu dan pendapat tidak berhargamu itu?

Penis kecil?

Petra, dia menghina kejantananku!

Dia pandai menilai karakter.

Petra, katakan apa yang kau lihat darinya

padahal ada yang jauh lebih baik di depanmu.

Aku lebih suka permata tak terasah daripada perhiasan yang dipoles tanpa kepribadian.

Cukup!

Latihan dimulai saat bel kedua berbunyi!

Yang terlambat akan dicambuk!

Tuanku, bagaimana pencarian di hutan Hyrkania?

Mengecewakan. / Bagaimana kau bisa yakin itu ada di sana?

Saat Anzus memusnahkan bangsa Hyrkania,

para penyintas kabur ke hutan dan membawa separuh ini.

Kenapa kau begitu yakin kau butuh separuh kitab ini?

Lihat semua yang telah kau capai.

Lihat ini.

Kau tahu yang tertulis di sini?

Kau tahu yang tertulis? / Kau tahu aku tidak bisa baca.

Cuma kau yang telah menguraikan kode itu.

Tertulis...

...anak yang memegang ilmunya akan menggenggam dunia di tangannya.

Itu ramalan. Kau mengerti?

Ramalan tentangku.

Aku anak itu, dan kubuka rahasia dan kuubah dunia.

Dan di halaman-halaman yang hilang dari buku ini akan ada ilmu

yang bahkan tidak bisa kubayangkan, Crudelis.

Ide-ide baru, mesin-mesin baru, dunia baru.

Ini kunci untuk membentuk masa depan duniaku.

Dan ini kisahku.

Kau mengerti? Ini kisahku.

Tapi, tanpa separuh lainnya...

...aku tidak punya akhir.

Aku butuh akhir, tapi tidak punya.

Bagaimana keadaannya?

Lumayan. Lebih jauh dari hasilku.

Tidak sejauh aku.

Bagaimana dia bisa sampai di sini?

Kudengar dia menyerang benteng kaisar di hutan Hyrkania.

Kudengar dia melawan enam penjaga demi seekor kuda.

Ada yang pernah sampai ke puncak?

Tidak ada yang pernah sampai ke puncak.

Dia melewati batasku.

Apa yang dia kira akan terjadi jika dia berhasil?

Lihat itu.

Ini akan menarik.

Hei, apa yang kau lakukan?

Ayo, tangkap dia!

Sekarang dia dalam masalah.

Bayangkan jika dia tahu apa yang dia lakukan.

Aku ragu dia akan hidup cukup lama untuk tahu.

Jika kau mau kebebasan, kau cuma perlu menang.

Seperti Lady Annisia.

Annisia, berambut putih?

Si gila yang bicara sendiri?

Dia bicara dengan hantu-hantunya.

Kata orang dia dihantui oleh semua yang pernah dia bunuh.

Dia Damnati? / Ya, tapi dulu bocah budak.

Lalu Damnati.

Dia bunuh semua orang sebelumnya dan memenangkan kebebasannya.

Aku sudah melawannya.

Aku kalah. Jelas, aku kalah.

Tapi saat kami bertarung lagi, aku akan lebih siap.

Tinggalkan kami, tolong.

Tuanku? / Waktu perjamuan hampir tiba, Annisia.

Kau belum siap?

Aku tidak enak badan.

Mungkin kita bisa makan di sini saja.

Kau tak ingin tinggal di sini?

Menghabiskan waktu bersama?

Kita selalu bersama.

Kau tahu maksudku.

Kenapa kita tak pernah seranjang?

Bukannya seorang kaisar pantas mendapatkan seorang permaisuri?

Atau aku masih seorang budak dan Damnati bagimu?

Annisia, bagiku kau lebih dari itu.

Kita bukan lagi seperti dulu. Lihat sekeliling.

Dulu kita budak menemukan jalan menuju kebebasan.

Apa aku bebas?

Aku tidak merasakannya.

Aku tak bisa lepas dari suara-suara itu.

Setiap saat, mereka menyiksaku.

Kau berjanji akan menemukan penawar untuk kutukan ini.

Dan akan kutemukan.

Sumpah begitu kita memahami hakikat dari...

kerusakan dalam pikiranmu ini... / Bukan kerusakan dalam pikiranku.

Suara-suara itu nyata.

Ya. / Roh-roh mereka mengelilingiku.

Lihat aku.

Lihat aku.

Akan kutemukan penawarnya.

Lalu penderitaanmu akan berakhir.

Lalu saat kau sembuh, utuh,

maka kau akan menjadi permaisuriku, dan kau akan memerintah bersamaku.

Tapi untuk malam ini...

...sementara mari kita redakan suara-suara itu.

Bagus.

Baik, cepat.

Pembunuh!

Kalian tidak akan pernah bisa membungkam kami.

Berlatih!

Pertandingannya hari ini!

Kaisar berharap dihibur!

Bangun. / Warga Mighthaven pantas dihibur!

Siapa namamu, pembuat onar?

Sonja. / Sonja?

Dari suku mana?

Aku tidak punya suku.

Selamat datang, Sonja, yang sendirian di dunia ini.

Mereka memanggilku Osin Yang Tak Tersentuh.

"Tak Tersentuh"? Kenapa?

Karena tidak ada seorang pun yang pernah menyentuhku dengan pedang.

Tidak pernah?

Tidak sejak aku dipenjara di sini.

Tapi mungkin kau bisa menjadi yang pertama yang menyentuhku dan memenangkan hadiah.

Dan apa hadiahnya?

Aku.

Kau?

Kau tak lihat?

Pangeran Osin lumayan.

Suapan lezat.

Dia prasmanan kerajaan.

Dia si bodoh sombong yang lebih banyak keberuntungannya daripada keterampilan.

Tak sopan.

Cuma itu kemampuanmu? / Apa yang ada di sana?

Arenanya di sana.

Alasan utama kita di sini.

Tempat kita bertarung.

Siapa yang kita lawan?

Siapapun yang mereka tempatkan di depan kita.

Orang barbar.

Makhluk.

Satu sama lain.

Satu sama lain?

Tapi tak seorang pun di sini musuhku.

Dan tak seorang pun juga di sini temanmu.

Jangan berteman.

Jangan punya keterikatan.

Hidup itu murah.

Jadi kita bertarung untuk apa? Cuma olahraga?

Pasti kau pernah membunuh.

Untuk makanan.

Untuk melindungi yang kucintai, bukan untuk olahraga. Tak pernah.

Baik.

Yang ini, paling lama seminggu.

Satu per satu. Jangan mendorong. / Sarung tangan.

Ashman, berikan senjataku.

Minggir, Petra.

Hari ini, kita bertemu para dewa.

Para dewa akan menunggu.

Ini, Petra.

Cepat, Pandai Besi!

Secepat yang kubisa, Bos. Apa?

Jangan yang itu!

Ayo, kau! Mari kita mulai!

Osin! Giliranmu berikutnya! / Kita akan melawan apa hari ini?

Kau sadar satu-satunya jalan keluar sekarang lewat sana?

Kau tidak akan bersemangat saat kau berada di atas sini!

Jangan khawatir, kusisakan beberapa untukmu.

Berikan tombaknya!

Kau siap?

Apa yang akan kita lawan hari ini?

Buat aku bangga!

Petra, demi cinta.

Tertib. Jangan saling dorong!

Berikan tombaknya! / Nanti giliranmu.

Jadi, untuk keluar dari lubang menyedihkan ini,

aku harus mati atau menang, benar? / Benar.

Pertandingan Damnati. Dengar itu?

Hari terbesar dalam seminggu untuk orang-orang menyedihkan ini.

Baik.

Aku mau itu dan itu. Dan itu.

Pilihan yang sangat baik.

Kau boleh ambil ini. / Gerakan yang lebih cepat!

Ini. / Larkan, kau terlalu santai!

Dan... / Sini baju zirah kulit itu.

Ini.

Dan itu melindungi? / Tidak sama sekali.

Tapi penonton akan suka.

Bertarung atau mati!

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya

Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Apa mereka pernah memaksamu memakai ini?

Akan kupotong buah zakar yang mencoba memaksaku.

Abaikan mereka semua...

...dan fokus saja pada apa yang keluar dari gerbang itu.

Apa yang akan keluar melalui gerbang itu?

Bisa apa saja.

Aku punya pedang kayu.

Berdoalah bukan berang-berang raksasa.

Kenapa mereka tidak pernah mendandanimu seperti itu?

Damnati...

Bertarung.

Ya!

Dia ingin kita bertarung.

Satu sama lain.

Bagaimana?

Tidak.

Wajib.

Salah satu dari kita mati...

...atau kita berdua mati.

Kita Damnati.

Demi Para Dewi, aku tidak akan melawanmu.

Sonja!

Aku tidak akan melawannya cuma untuk hiburan kalian.

Tapi aku akan melawanmu!

Atau kau pengecut?

Aku yakin kerumunan ini akan menikmatinya.

Yang ini sudah gila.

Ya. Sayang sekali dia segera mati.

Lebih baik begitu.

Petra!

Petra!

Tembakan bagus.

Kerja bagus.

Petra! / Bergerak! Sial!

Berdiri! / Bergerak!

Petra, maaf.

Bergerak! / Petra!

Petra!

Bergerak! / Petra!

Hawk.

Tenang.

Tidak ada yang bisa kau lakukan.

Kurasa itu bukan ide bagus.

Pikiran terakhirnya tentangmu.

Baik, malam ini kita minum untuk Damnati yang gugur.

Mari berdoa agar mereka bersama leluhur mereka.

Semoga mereka beristirahat damai. Untuk yang gugur!

Jadi, ceritakan kemajuannya.

Tuanku, hewan hutan siap diuji.

Bagus.

Kami memakai desain barumu untuk kuknya.

Bagus.

Kau lihat kuknya berfungsi lebih baik dari sebelumnya.

Lebih baik dari sebelumnya.

Tidak, Tuanku. Tolong jangan lakukan itu.

Lebih baik dari sebelumnya.

Itu benar.

Tapi masih belum pada manusia?

Sayangnya, belum.

Aku telah melakukan banyak percobaan, tapi semua mati.

Tapi aku yakin kau akan mengatasi tantangan ini, Tuanku.

Aku cuma memikirkan ini selama perjalananku.

Tapi jawabannya ada di kitab, aku yakin itu.

Semua ilmu yang hilang akan ada di separuhnya.

Lalu setelah kita menyempurnakan kuk ini,

kita akan membangun seluruh pasukan baru.

Tapi di sini...

...kami telah membuat kemajuan yang sangat menggembirakan.

Seperti rancanganmu, energi bola sekarang menenagai seluruh kota.

Dan segera dapat digunakan di senjata-senjata barumu.

Siapa kau?

Namaku Daix.

Bagaimana kau tahu lagu-lagu bangsaku?

Itu Hyrkania. / Aku tahu.

Dan kau jelas bukan orang Hyrkania.

Demi Para Dewi, kau salah satu dari anak yatim piatu dari hutan.

Hilang setelah Anzus menyerang.

Kabarnya tak ada satupun dari kalian yang selamat.

Aku selamat.

Aku selamat.

Satu demi satu, teman-temanku mati karena kelaparan, kedinginan, penyakit.

Selalu mencari, kupelajari cara-cara hutan.

Bagaimana hidup dan tumbuh.

Aku selamat, tapi aku sendirian.

Tidak lagi.

Bangsamu hidup dan tumbuh di jantung hutan.

Aku mencari begitu lama.

Aku tidak sendirian.

Kita harus kabur dari tempat ini.

Buka gerbangnya.

Orang Barbar, waktunya ganti pakaian.

Kaisar ingin bertemu.

Itu dia. / Itu yang dari arena.

Kau bisa melihatnya? / Kaisar harusnya membunuhnya karena kelancangannya.

Kenapa dia di sini?

Kaisar akan memainkannya.

Kenapa dia di sini? / Kaisar akan memainkannya.

Duta Besar Purshtan meminta melihat lebih dekat.

Kenapa orang Barbar itu ada di sini?

Kupikir dia akan menambah warna.

Kau suka petaku, orang Barbar?

Lebih baik dari petamu.

Yang kau lihat adalah dunia yang dikenal di bawah kendaliku.

Aku punya pasukan di setiap negeri.

Penaklukanku meluas dari laut ke laut.

Dan dengan bantuan petamu, hutan yang akan jatuh berikutnya.

Kenapa?

Kenapa kau ingin menghancurkannya?

Karena ada rahasia di dalamnya.

Asherah tidak akan pernah membiarkannya.

Kau pikir dewi mu ini akan muncul menyelamatkanmu?

Menyelamatkan dunia?

Hari itu takkan pernah datang.

Karena coba terka?

Semua dewa...

...ada di sini. / Itukah?

Lihat, itu kitabnya.

Kau tahu apa ini?

Lagipula kau Hyrkanian.

Benar?

Yang Mulia Kaisar!

Apa?

Yang Mulia Kaisar! / Apa?

Itu ada di sini!

Cyclops?

Bagus sekali!

Kembalikan dia ke lubang.

Yang lain ikut.

Lindungi kitabnya.

Kau orangnya, Sonja.

Inilah harinya.

Buat mereka berdarah! / Kau! Kau!

Dan kau! Giliranmu!

Kenapa aku tidak bertarung?

Aku petarung yang lebih baik dibanding mereka semua.

Perintah Kaisar!

Kau harus melihat mereka semua mati.

Bertarung atau mati!

Jangan biarkan yang ini mati.

Yang ini? Kau sadar kemungkinannya kecil buat kita semua selamat hari ini?

Kita harus menjaganya tetap hidup.

Kau dengar wanita itu. Tetap hidup.

Bagaimana denganku?

Dia tidak bilang apapun tentangmu!

Merah? / Round.

Aku mau yang bagus hari ini.

Kau sadar tugasmu adalah mati dengan cara luar biasa?

Kenapa aku mau mempersenjatai seekor babi jika aku mau bakon?

Jika tugasku mati hebat, kenapa mereka tidak mengizinkanku bertarung hari ini?

Tergantung kaisar. Dia punya rencana.

Dane, aku ingin zirah dan senjata.

Yang bagus kali ini.

Kenapa kau tersenyum sekarang?

Karena cuma kau yang pernah mengingat namaku.

Kau luar biasa.

Masih banyak menanti!

Tembak.

Aku di sini untuk bertarung!

Bukannya itu maumu?

Yang kumau adalah kau memberitahu kami semua

di mana sisa-sisa bangsa Hyrkania menyebalkan itu.

Aku yang terakhir.

Kita berdua tahu itu tidak benar.

Katakan sekarang!

Ayo!

Katakan sekarang, atau setiap Damnati di arena ini akan mati di sini malam ini!

Ayo! Bergerak! / Keluar, kalian semua!

Terserah padamu! / Kami tidak akan saling bertarung!

Kalian tidak harus saling bertarung.

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya

Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Lihatlah.

Mau lihat kemampuan makhluk buas ini?

Akan ada darah tumpah? / Kuharap begitu.

Kuharap begitu!

Mundur!

Mundur! / Bergerak mundur!

Mundur! Di belakangku!

Tenang! Ayo! / Sembunyi di belakangnya!

Bergerak! Ayo!

Ayo!

Itu mengenai Hawk!

Osin!

Selamat tinggal, Osin.

Tidak!

Berhenti!

Kau bebas!

Aku bukan musuhmu!

Musuhmu ada di sana!

Harusnya dia tak melakukan ini.

Ya Tuhan!

Karlak!

Tuanku!

Tuanku!

Karlak!

Tuanku! / Di sini.

Tolong!

Tuanku!

Lewat sini.

Di mana Osin?

Dia ke sana.

Maaf.

Ini tidak dihitung!

Aku masih tak tersentuh!

Jadi, bagaimana sekarang, Sonja?

Cyclops membuka jalan.

Pergi! Itu kebebasan kalian!

Akan kutemui kalian di dekat Kapel Putih di bukit saat fajar.

Tapi ada sesuatu yang harus kulakukan lebih dulu.

Di mana kudaku?

Kudamu?

Akan kutunjukkan kudamu!

Di mana kudaku?

Berapa banyak yang tewas? / Banyak.

Kulihat Coltar hancur.

Puluhan orang di kerumunan.

Tuanku!

Keluar! / Penjaga, tolong kami!

Keluar!

Kaisar akan menghukummu karena ini.

Baik. Aku pergi. / Jangan sakiti kami.

Jangan sakiti kami!

Kekuatan apa ini?

Vihur.

Vihur, temanku.

Mereka menyakitimu?

Tetap di sini.

Aku serius.

Bolanya.

Apa yang telah dia lakukan?

Tidak!

Tuanku! Kau terluka? / Tidak!

Labku.

Crudelis!

Ini ulahnya.

Dia tidak mengubah rencananya.

Dia kembali ke hutan untuk mencari bangsanya.

Kukirim pengintai mengejarnya.

Dia tidak akan datang.

Dia bilang fajar.

Dia akan datang.

Bagus tetap optimis. / Tidak.

Dia akan datang.

Sonja!

Jadi, kau datang.

Tentu.

Aku sudah janji akan datang.

Naik!

Perjalanan kita masih panjang.

Sonja. / Tahan.

Berhenti!

Tenang.

Osin.

Apa yang kau lakukan?

Sonja, kerajaanku di selatan.

Draygan menghancurkannya.

Dia hancurkan kota-kotaku, membunuh kaumku, memperbudak pangerannya.

Kini pangeran itu bebas, berkatmu.

Apa?

Kau pangeran?

Ya.

Putra Mahkota Shem melayanimu.

Jangan harap aku membungkuk.

Tidak ada seorang pun di sini yang harus membungkuk pada siapapun.

Kupikir kita akan bertarung bersama.

Aku sangat ingin bertarung bersamamu, Sonja,

tapi aku punya kerajaan harus dibangun kembali.

Dan pasukan untuk dikumpulkan.

Jangan takut. Kau akan melihatku lagi.

Aku tidak takut tidak melihatmu, dasar badut sombong.

Kau tahu apa, Red? Kau wanita luar biasa.

Dan kau, Osin...

โ€ฆtidak lagi tak tersentuh.

Hiduplah, Pangeran Osin dari Shem.

Kelak akan kuambil hadiahku.

Baik. Ini dia.

Kau bersemangat?

Untuk melihat kaumku lagi?

Itu yang selalu kuimpikan.

Lebih lama dari yang bisa kukatakan.

Banyak yang berubah bertahun-tahun.

Mungkin tidak seperti yang kau ingat.

Aku ingat ranjang hangat.

Makanan enak.

Nyanyian lagu-lagu.

Dan tertawa.

Tertawa.

Sampai Pendeta Agung Hespera menakut-nakuti kami hingga terdiam.

Dia masih begitu.

Hespera masih hidup?

Ya.

Dia lebih tua sekarang, dan lebih bijaksana, tapi...

dia masih menakutkan bagi anak-anak kecil.

Sonja.

Aku menangkap kelompok pengintai mengikuti kita.

Di mana yang lain? / Tak perlu cemaskan mereka.

Mereka makanan burung gagak. Kupikir kau mau bicara dengan ini.

Draygan tahu di mana kami?

Jawab aku.

Kau pikir kau lolos?

Dia sudah mengikuti sejak kalian pergi.

Seberapa jauh di belakang?

Satu hari. Tapi tidak lama.

Aku tidak tahu kenapa. Tapi dia sangat menginginkanmu.

Kau tahu kalian semua akan mati, 'kan?

Kau duluan.

Apa yang harus kita lakukan sekarang? / Kita harus membuat benteng. Di sini.

Bukan di sini.

Di tanah terbuka ini.

Daix, ikut aku.

Dia benar. Sehari cukup untuk bersiap.

Berkudalah secepatnya ke kaum kita.

Peringatkan mereka kalau Draygan akan datang.

Bagaimana dengan... Impianmu untuk pulang.

Kau dengar pengintai itu.

Draygan ingin kita menuntunnya ke sana.

Aku tidak bisa pulang.

Maaf kau tidak akan bisa pulang lagi.

Jadi, seperti kataku. Saat kita masuk ke dalam ini...

Damnati...

Teman-temanku...

...di sinilah kita berpisah.

Apa? / Apa maksudmu?

Jelaskan, Sonja.

Akan kucoba menuntun Draygan dan pasukannya

ke dalam hutan, jauh dari kaumku.

Lalu hutan, akan kubuat kerusakan semampuku.

Aku tidak bisa meminta kalian mengikutiku karena cuma kematian yang menanti kita.

Lagipula cuma kematian yang menanti kita semua.

Yang terpenting cara kita mati.

Dan ini cara baik untuk mati.

Ayo bertarung.

Peperangan Pemberontak.

Itu favoritku.

Sonja, kami semua berada di sisimu sampai ini berakhir.

Aku tahu dari mana harus memulai.

Artran.

Baik? Bicara!

Si Iblis Merah kembali.

Dia muncul entah dari mana.

Kami tak berkutik.

Mereka menyergap kami.

Dan jumlah mereka terlalu banyak.

Karlak.

Katakan...

Kapan sisa pasukanku tiba di sini?

Satu atau dua hari lagi. Tidak lebih. / Satu atau dua hari?

Pengintai kita di hutan terlalu sedikit.

Kau harus menghancurkannya sebelum berita menyebar

bahwa segelintir Damnati berani melawanmu.

Kembalikan tubuhnya agar semua di Mighthaven melihatnya.

Tidak seorang pun boleh tahu soal kelemahanmu.

Kelemahanku? Aku tidak lemah!

Bukan aku yang perlu terus-menerus minum ramuan

untuk mencegah diriku dari menghancurkan pikiranku!

Benar?

Annisia.

Hei.

Yang Mulia Kaisar.

Maaf, aku salah bicara.

Tak apa. / Tentu kau tak lemah.

Dunia ini untuk kau perintah. / Lady Annisia...

Kaisar! Itu dia! Dia di sini!

Terus kirim pengintai di hutan!

Kami ingin lebih banyak hiburan!

Si Iblis Merah!

Kebetulan sekali aku juga punya sesuatu untukmu.

Jenderal Karlak, silakan.

Sebaiknya istirahatlah. Lebih banyak pertempuran besok.

Aku lebih suka kalau kau tidak membunuh teman-temanku.

Kau orang Hyrkania?

Ya.

Dan kau yang berjuluk Red Sonja.

Inilah harinya.

Sonja. Ini... / Hespera.

Aku ingat kau.

Dan aku juga, putri Danara.

Pengasinganmu yang panjang telah berakhir.

Selamat datang kembali.

Aku memimpin pasukan pengintai.

Kami melihat Daix ditangkap, tapi kami terlalu sedikit untuk menyelamatkannya.

Draygan datang untuk menghancurkan Hyrkania terakhir.

Tidak, Sonja.

Draygan...

...menginginkan ini.

Separuh lainnya.

Bagaimana Draygan bisa mendapatkan separuhnya?

Dihari Anzus menyerang desa kita...

...seorang anak laki-laki kecil yang ketakutan kabur ke kuil...

....dan bersembunyi saat pendeta kita berusaha menyelamatkan kitabnya.

Tidak! / Berikan padaku!

Dalam perebutan itu, kitabnya terbelah dua.

Tidak!

Tolong hentikan!

Kuselamatkan separuhnya, tapi kabur sebelum Anzus datang membunuh semua.

Tidak tahu aku meninggalkan anak laki-laki kecil ketakutan itu.

Dalam kesengsaraan di ranjang para budak...

....anak itu pasti mengarahkan pikirannya yang brilian...

...untuk membuka rahasia kitab itu.

Rahasia yang akan mengangkat derajatnya dari perbudakan menjadi...

Draygan. Dia orang Hyrkania?

Dia tidak boleh mendapatkan separuhnya.

Kita harus menghilang lebih dalam lagi ke dalam hutan.

Tidak.

Seseorang harus mengambil sikap.

Atau tak cuma kaum Hyrkanian yang akan menderita kelak.

Tapi setiap suku, setiap orang yang menentangnya.

Dan saat ini, Draygan lebih rentan dan kurang terlindungi dibanding dulu.

Sekarang atau tidak sama sekali.

Siap?

Ayo.

Tidak, tunggu.

Ayo! Tarik lebih keras!

Karlak, bakar habis hutannya!

Siapkan mortir!

Tembak!

Eikosi, maju.

Bagus.

Bawa kepalanya padaku dan kau akan menjadi permaisuriku.

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya

Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Ini baru pertempuran!

Kau terlalu menikmati ini!

Kemari! Ikut aku!

Giring mereka lebih dalam ke hutan!

Bunuh Si Iblis Merah!

Berdamailah dengan dewa-dewamu, bocah.

Hidupmu sudah berakhir.

Maka aku akan berterima kasih padamu, karena akan segera bertemu kekasihku.

Jika kubawakan kepalanya padamu, aku akan jadi Permaisuri, dan bebas!

Sonja.

Ibu. / Begini caramu melihatku.

Aku ibu bagi semua orang.

Aku sudah mati?

Kau memilih kematian?

Tidak pernah.

Aku memilih berjuang untuk yang kupercayai.

Jika kau kalah, Draygan dan semua jenisnya akan mengubah dunia menjadi abu.

Bumi berdarah. Menangis meminta tolong.

Kau tak lihat?

Aku berdoa padamu sepanjang hidupku dan kau diam saja!

Aku mencari kaumku.

Ini bukan tentang kau menemukan mereka.

Ini tentangmu menemukan kekuatan untuk menjadi dirimu yang ditakdirkan.

Nasib dunia ada di tanganmu.

Lepaskan dirimu dari masa lalu dan terlahir kembali menjadi diri barumu.

Dunia butuh kau sekarang lebih dari sebelumnya.

Bawa yang ini, tolong.

Berdiri!

Ayo!

Kau tahu siapa aku?

Dralagoon.

Tidak.

Anak itu sudah mati.

Kau lihat? Dia mati oleh pedang Anzus.

Siapa namaku?

Draygan.

Dan aku kaisarmu, bukan bocah yang kau ajar menari dan bernyanyi.

dan omong kosong barbar yang menggelikanmu itu.

Aku bukan bocah yang telah kau terlantarkan.

Kau tidak diterlantarkan.

Ya.

Ya. Kau menelantarkannya.

Untuk mati.

Kenapa kau terlantarkan anak-anak?

Ucapkan. Aku ingin kau mengucapkannya.

Kuterlantarkan anak-anak. Ucapkan.

Ucapkan. Sekarang.

Kuterlantarkan anak-anak!

Kuterlantarkan anak-anak! / Tidak!

Kuterlantarkan anak-anak!

Ucapkan untukku! Sekarang!

Kuterlantarkan anak-anak.

Kau membawakanku ini?

Kau tahu apa artinya ini, bukan?

Berarti nubuat itu benar.

Terima kasih.

Komandan Artran, bunuh dia.

Membunuh Wanita Suci?

Kurasa aku tak bisa. / Artran!

Kau tidak setia, dan kau akan diurus nanti.

Baik. Biar aku saja.

Kau pantas menerima ini.

Katamu dia sudah mati!

Aku yakin.

Bunuh dia! / Serbu!

Maju!

Lindungi kaisar kalian!

Kau mengubah rambutmu.

Kau meninggalkan kami.

Ya, tapi aku kembali bawa pasukan.

Benar.

Aku suka!

Jelaskan padaku. Kenapa dia masih hidup?

Kutikam jantungnya. Biasanya itu berhasil.

Dia tak berjantung. Dia iblis.

Dia di atas sana! Di atap!

Di atap! Itu dia!

Separuh lainnya sepertinya tentang penyembuhan.

Obat-obatan dan pengobatan?

Apa? Apa? Apa ini?

Keseimbangan alam?

Ini tidak berguna.

Cintaku, pergilah. Lawan dia.

Pergi dan lawan dia.

Pergi dan lawan dia. Kumohon, Annisia. Pergi lawan dia.

Tidak!

Kau pengecut.

Pengecut. / Pengecut.

Kau pengecut.

Kau pantas mati.

Kau tidak akan pernah menjadi Permaisuri.

Kecuali kau melindunginya.

Dengar suara-suara itu, Annisia.

Mereka benar.Kau pengecut.

Dan kau tidak akan pernah menjadi Permaisuri kecuali kau melindungiku.

Tidak akan ada kekaisaran kecuali kau melindungiku!

Kau bisa dengar mereka.

Tidak, ratuku, itu... / Kau bisa dengar mereka?

Bagaimana bisa?

Bagaimana mungkin? / Karena kusimpan mereka di situ.

Kenapa?

Aku tidak ingin berbagi tahtaku.

Ramuannya.

Karena itu kudengar mereka.

Kau pernah peduli padaku?

Annisia, aku mencintaimu lebih dari siapapun di seluruh dunia.

Tapi kau dan aku, bahkan dia, kita semua hancur.

Suara-suara itu...

...mereka diam.

Ini tak berarti. Tak teruraikan.

Kau tidak akan butuh itu.

Aku bukan tandinganmu, Red Sonja.

Tapi aku masih memerintah seluruh dunia.

Seluruh dunia.

Ini pedangku.

Kau lihat?

Senjataku.

Ini pasukanku.

Memberiku segalanya.

Dan sekarang...

...tidak memberiku apa-apa.

Karena tak pernah jadi senjata.

Pengetahuannya mengangkat derajatmu dari perbudakan

dan memberimu kekuatan mengubah dunia ini menjadi sesuatu yang indah.

Tapi lihat yang telah kau lakukan.

Kubuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Kau dulu budak yang membiarkan perbudakan.

Kau mengirim pasukan untuk menghancurkan seluruh bangsa.

Bukan menghancurkan. Tapi membebaskan dari cara berpikir lama.

Kau melahap sumber daya tanpa batas.

Kau menggunakan dan membantai hewan.

Kau membunuh semua yang menghalangi jalanmu.

Satu tiran menggantikan tiran lainnya.

Kau cuma penerus Anzus!

Dan sekarang kau sekarat di altar dewa yang tak kau imani.

Para dewa meninggalkanku!

Saat aku butuh mereka lebih dari segalanya, saat sendirian,

di mana mereka saat itu?

Tak cuma kau yang sendirian.

Dihari kau ditangkap, aku ada di sana.

Kau ada di sana?

Ya.

Kau tak menyesal.

Kau tak menyesal.

Kenapa menyesal? Kau kemari untuk membunuhku. Kau menang.

Aku datang untuk membunuh Draygan.

Andai kugenggam erat tanganmu, dikala kau masih kecil, saat itu...

...mungkin kehidupan kita akan berbeda sekarang.

Sepertinya aku sekarat.

Ya, kau benar.

Aku takut yang menantiku.

Tidak ada yang perlu ditakutkan.

Aku pernah ke dunia kematian.

Ada kedamaian menanti.

Tolong, jangan lepaskan aku kali ini.

Tidak akan.

Terima kasih.

Harusnya kita tinggalkan dia untuk para pemulung.

Tidak. Bawa dia pulang.

Kuburkan dia sebagai Hyrkanian.

Dia belum pantas mendapatkan kehormatan itu.

Bukan untuk pria itu.

Tapi kuburkan dia sebagai bocah yang dulu, bukan pria sekarang ini.

Kita akan menguburnya sebagai Hyrkanian.

Semoga dia menemukan penebusan dalam kematian.

Saat kau kembali, kuburkan dia.

Aku tidak ikut denganmu.

Kenapa?

Aku hidup di hutan ini seumur hidupku.

Selalu mencari sesuatu yang bahkan aku tidak yakin ada.

Kuharap setiap hari akan menjadi hari kutemukan kembali kaumku.

Hari itu sudah kudapatkan.

Dan sekarang aku tahu.

Aku ingin melihat lebih banyak dunia ini.

Kami ingin melihat lebih banyak dunia ini.

Tanah air Thrall dan Savus.

Hawk pernah berkata raja barbar dari Cimmeria orang yang layak ditemui.

Dan mungkin, siapa yang tahu, kami akan melihat Cyclops di alam liar.

Red, kapan pun kau siap mengambil hadiahmu, aku akan menunggumu.

Bukannya kau punya kerajaan untuk dibangun kembali?

Dunia ini butuh kepemimpinan.

Bermoral dan adil.

Jadilah itu, Pangeran Osin.

Tapi aku pasti akan mampir.

Aku ingin mencari tahu apa yang diributkan.

Bayar! Tunjukkan emasnya!

Tutup mata!

Tutup mata!

Sonja!

Kami butuh kau.

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya

Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.