Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghiburku.
Kau menyediakan hidangan bagiku...
...di hadapan lawanku.
Kau mengurapi kepalaku dengan minyak.
Pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan-Mu akan mengikutiku...
Gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghiburku.
♪ Di bagian kota tua yang kotor ini ♪
♪ Tempat mentari enggan bersinar ♪
♪ Kata orang tak ada gunanya mencoba ♪
♪ Sayangku, kau begitu muda dan cantik ♪
♪ Dan satu hal yang kutahu pasti ♪
♪ Kau 'kan mati sebelum waktumu tiba ♪
♪ Aku tahu itu ♪
♪ Kulihat ibuku sekarat di ranjang ♪
♪ Kulihat rambutnya mulai memutih ♪
♪ Dia bekerja keras sepanjang hidupnya ♪
♪ Ya, aku tahu itu ♪
♪ Yeah ♪
♪ Dia bekerja begitu keras ♪
♪ Yeah ♪
♪ Dan aku juga bekerja, sayang ♪
-♪ Yeah -♪ Siang dan malam ♪
♪ Yeah, yeah, yeah, yeah ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Meski ini hal terakhir yang kita lakukan ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Sebab, sayang, ada hidup yang lebih baik ♪
♪ Untukku dan kau ♪
♪ Sayangku, kau begitu muda dan cantik ♪
♪ Dan satu hal yang kutahu pasti, yeah ♪
♪ Kau 'kan mati sebelum waktumu tiba ♪
♪ Aku tahu itu ♪
♪ Kulihat ibuku sekarat di ranjang ♪
♪ Kulihat rambutnya mulai memutih ♪
♪ Dia bekerja keras sepanjang hidupnya ♪
♪ Kau tahu dia bekerja sangat keras ♪
♪ Yeah ♪
♪ Aku juga bekerja, sayang ♪
♪ Yeah ♪
♪ Setiap hari, sayang ♪
-♪ Yeah -♪ Oh... ♪
-♪ Oh, oh... -♪ Yeah, yeah, yeah, yeah ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Meski ini hal terakhir yang kita lakukan ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Sayang, ada hidup yang lebih baik untukku dan kau ♪
♪ Entah kenapa aku tahu itu, sayang ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Meski ini hal terakhir yang kita lakukan ♪
♪ Kita harus pergi dari sini ♪
♪ Sebab, sayang, ada hidup yang lebih baik untukku dan kau ♪
♪ Percayalah padaku, sayang ♪
Halo?
Di mana?
Oke.
Ya. Oke.
Tadi itu luar biasa.
Iya, memang.
Aku harus pergi.
Pintunya terkunci otomatis.
Wah, wah.
Honey O'Donahue.
Tumben sekali kau mampir?
Gadis ini klienmu?
Pemeriksa medis sudah mau pulang.
Dia akan pastikan apa korban sudah tewas.
Bagaimana menurutmu?
Tidak.
Tidak mati?
Tapi kondisinya parah sekali.
-Bukan klien. -Ah.
Jadi, kenapa kau ada di TKP kecelakaan?
Kau kenapa?
Kenapa apanya?
Detektif pembunuhan di TKP kecelakaan, kenapa?
Akan kujawab kalau kau jawab pertanyaanku.
Katakan saja.
Kau kan masih lajang.
Kenapa tidak mau jalan denganku?
Ini kan juga jalan bareng.
Dia bukan klienku.
Dan, Marty...
aku suka perempuan.
Kau selalu bilang begitu.
Tn. Siegfried tidak punya janji temu.
Dia ingin tahu apa bisa bertemu sebentar sekarang.
Ya, tentu.
Dan batalkan janji besok
dengan Mia Novotny.
Apa dia tetap kena biaya pembatalan?
Dia tidak membatalkan. Dia mundur.
Nanti kuceritakan.
Silakan masuk, Tn. Siegfried.
COVID.
Oke.
Virusnya masih ada.
Sepertinya pacarku selingkuh.
Aku yakin memang begitu.
Bagaimana kau tahu?
Tak ada yang datang ke sini mengatakan itu
jika semuanya baik-baik saja.
Mau dengar pendapatku?
Aku detektif swasta, tapi di pertemuan pertama,
aku beri nasihat cinta gratis.
Abaikan saja perselingkuhannya atau bicarakan baik-baik
dengan pacarmu.
Dengan suasana santai, diskusi jujur.
Jujur soal kebutuhan, keinginan, dan lainnya.
Satu hal yang jangan kau lakukan...
...adalah membayarku $100 per jam untuk mencari tahu
sesuatu yang sudah kita duga.
Tidak, aku harus tahu.
Maksudku, kau sudah tahu.
Aku perlu tahu detailnya: siapa, di mana, kapan.
Aku harus bisa membuktikannya di depan mukanya.
Di depan muka bajingan pembohong itu.
Honey, Honey, Honey, Honey, Honey!
Halo, Dizzy.
Hai, Honey. Mau makaroni keju?
Sudah makan siang.
Ini makan malam.
Tidak, makasih. Aku bawa jeruk bali.
Oh, makasih, tapi anak-anak tak mau.
Mereka cuma mau makan yang warnanya kuning.
-Ini kan kuning. -Apa-apaan?
Luarannya kuning.
Honey, mau menikah denganku?
Aku tak bisa menikahimu, Dizzy.
-Kau belum cukup umur. -Di mana cas-anku?
Kalau aku sudah besar, mau menikah denganku?
Tetap tidak bisa. Ada hukum yang melarang.
Hukum apa?
Orang tak boleh menikahi tantenya.
Bohong! Kenapa?
Sebab anak kita akan jadi anakmu sekaligus keponakanmu,
dan itu akan jadi sangat membingungkan.
Itu membingungkan.
Aku bisa mengingatnya.
Tapi kita tak boleh langgar hukum.
Kita bisa sembunyi.
Kita bisa tinggal di hutan.
Di sini tidak ada hutan.
Tak ada tempat teduh dari sini sampai Bakersfield.
Jangan jelek-jelekkan tempat tinggalnya.
Bukan begitu. Maksudku di sana tak ada pohon.
Heidi, kau pernah beri mereka buah segar?
Aku beri apa yang mau mereka makan.
Mengasuh anak itu tidak rumit.
Aku mau, Honey.
Biar kukupaskan untukmu.
-Ya. Maaf. -Kau ambil cas-anku, dasar ingusan?
Tak ada yang boleh mengajarimu.
Jangan panggil kakakmu begitu.
Dan sapa tantemu.
-Tanteku? -Maksudnya "semut".
Diam kau, ingusan.
-Kau bisa baca pikiran? -Semuanya, diam!
Aku mau tidur.
Kalau kau pulang sebelum jam 3 pagi,
-kau bisa tidur malam hari. -Kau juga begitu.
-Bu, ini apa? -Sapa Tante Honey.
Kau tidak cuci seprainya!
-Aku tidak sempat. -Ibu.
Ya Tuhan! Darah, darah, darah!
-Aku tak sempat. -Ya Tuhan.
-Kau bisa mencucinya. -Aku?
Iya, kau, Corinne.
Ya Tuhan. Ya Tuhan.
Corinne kenapa?
Dia lagi menstruasi, bodoh.
Itu cuma kondisi biasa.
Kondisi? Ya Tuhan!
Tidak apa-apa. Dizzy, semua perempuan mengalaminya.
Ya Tuhan. Kau tidak menstruasi kan, Honey?
Mereka senang akan punya adik baru?
Saudara yang ada saja tidak mereka sadari.
Dan kau mau tambah lagi?
Jangan atur caraku mengasuh anak.
Kalau kau pikir uang ini memberimu hak...
Ini cuma untuk membantu.
Corinne!
Aku tidak mengaturmu.
Aku cuma tanya berapa anak yang akan kau asuh.
Terima kasih, Nini.
Pulang sebelum tengah malam.
Aku tidak pulang malam ini.
Hei, sayang.
Jangan bicara apa-apa.
Aku tidak bicara.
Aku tak pernah bicara sejak kita kecil.
Ya, kaulah cahayanya.
Uh-huh. -Ya, kaulah cahayanya.
Dan pegang lebih rendah.
Tidak bisa... tidak bisa lebih rendah.
Miringkan lebih rendah.
Jangan. Jangan. Jangan.
Intinya agar aku bisa melihat dadamu berguncang
saat kita bersama.
Oh.
Ya, kaulah cahayanya.
-Ya. -Miringkan ke kiri.
Kiriku atau kirimu?
Arah kita kan sama!
Sialan.
Maaf, Pendeta Drew.
Penjelasan Anda tidak begitu jelas.
-Apa sebaiknya aku... -Apa?!
Pendeta.
Aku sedang mengantar kiriman dengan Little Joey.
Tiba-tiba, mulutnya mulai berbusa
seperti anjing gila.
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!
Big Little Joey atau Little Joey?
Uh, Junior. Little Joey.
Oke.
Jadi, mulutnya berbusa seperti...
...seperti gelembung sabun,
lalu tiba-tiba dia berhenti berbusa dan berteriak, dan...
pokoknya, dia... dia...
dia tewas.
-Dia tewas? -Dia tewas.
Dan di mana kejadiannya?
-Di kabin truk. -Ya.
-Di mana truknya, Shuggie? -Uh, uh,
kami di Long Beach, atau sekitar sana,
dan aku langsung ke sini.
Terus terang, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Dia masih tewas?
Ya. Maksud Pendeta?
Maksudku, kurasa dia masih tewas. Itu tebakanku.
-Itu takkan berubah. -Tidak, Pendeta.
Jadi kenapa kau harus mengganggu ini?
Apa...
Oh, uh, maaf.
Maaf. Saya minta maaf, Nona.
-Haruskah saya... -Tidak, tak apa.
Aku akan keluar.
Joey.
Joey! Joey!
Joey.
-Dia sudah tiada, Joey. -Tidak! Tidak!
Joey! Joey! Joey! Joey!
-Joey! Joey! Joey! -Dia memakai 'barang' kita?
-Hah? -Apa dia overdosis?
-Joey! -Oh, ya.
Ya, overdosis.
Banyak ingus dan liur.
Kau tahu dia memakai?
-Memakai barang kita? -Tidak.
Karena itu bukan barang miliknya.
-Itu milik gereja. -Ayolah, Joey.
Ya, tentu saja.
Ini hukuman Tuhan.
Kehendak-Nya yang terjadi.
Kita pulang, Joey.
Dan kalau sampai kupikir
kau juga memakai barang itu, melakukannya bersamanya,
mengambil barang kita, barang milik gereja...
Tidak, itu bukan gayaku, Pendeta.
Tubuh ini adalah kuil.
Anda harus lihat saya saat olahraga.
Apa yang dia lakukan?
Dia parkir di Walmart.
Halo, Elle.
Gary ada?
Katanya sih ada.
Apa kabar, Honey?
Lama tidak kelihatan.
Kau tidak jadi berhenti minum, kan?
Aku takkan begitu.
Dan jangan.
Itu langkah pertama ke jurang kehancuran.
Berhenti minum, mulai olahraga,
berhubungan seks dengan pria,
memilih Partai Republik.
Percayalah padaku, Honey.
Aku pernah mengalaminya.
Tahun-tahun yang hilang.
Honey O'Donahue, lama tak jumpa.
Mau minum? Di suatu tempat pasti sudah siang.
Tidak, terima kasih.
Apa yang bisa kau ceritakan soal wanita ini, Mia Novotny?
Oh.
Aku sempat marah padanya
saat dia tak masuk kerja hari Selasa,
tapi saat tahu dia tewas, itu alasan yang cukup bagus,
jadi akulah yang bodoh.
-Uh-huh. -Ya, aku brengsek.
Marah pada wanita malang yang sudah mati.
Orang selalu bisa cari cara untuk membuatmu merasa bersalah.
Ya. Orang mati.
Yang terburuk. Yakin tak mau minum apa-apa?
Mau, tapi tidak bisa sekarang.
Dia sudah lama kerja di sini?
Tidak sama sekali, baru seminggu.
Kenapa? Dia punya utang padamu?
Tidak. Aku bahkan tak pernah bertemu.
Dia menelepon, bilang dia takut akan sesuatu
yang tak bisa dibantu polisi.
Seharusnya kami bertemu di sini hari ini setelah dia selesai kerja.
Ya, sekarang kau tak bisa membantunya lagi.
Ya. Rasanya tidak enak.
Dia minta tolong. Aku bilang akan bantu.
Kau takkan bisa bantu masalah utamanya:
terlalu kencang di tikungan.
Uh-huh.
Kenapa "uh-huh"? Polisi bilang itu kecelakaan.
Aku tak tahu harus bilang apa. Dia tinggal di Lamont.
Hanya itu yang kutahu.
Kau tidur dengannya?
Aku? Tidak.
Terlalu menyenangkan.
Aku tak suka orang yang positif.
Dia suka tersenyum, kau tahu?
Tapi bokongnya bagus.
Ya. Aku akui itu.
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami berlayar ke laut ♪
♪ Kami pelaut sinting ♪
♪ Pelaut sinting ♪
♪ Pelaut sinting, pelaut sinting ♪
♪ Kami pelaut sinting... ♪
Kau tahu kau tak harus menginap di sini saat datang.
Kau bisa tinggal di tempatku.
Mm... tidak.
♪ Kami berlayar ke laut... ♪
Semua baik-baik saja?
Oui.
Tapi mereka tidak senang.
Les peuples.
Siapa yang tidak senang?
Les peuples.
Oh, oh.
Kenapa tidak?
Bisnis kita lancar. Kita semua baik-baik saja.
Mereka dapat bagian mereka.
Karena mereka pikir bisnis kita mungkin tidak begitu bagus.
Mungkin akan lebih baik
jika dipimpin orang lain.
Seseorang yang, uh, tidak banyak membuat orang mati.
Ya Tuhan. Itu bukan salahku.
Orang mati mengundang polisi, dan lain-lain.
Mereka tak peduli siapa yang salah.
Jika ada yang tewas karena kecelakaan yang tak ada hubungannya
dengan bisnis kita, itu takkan merusak hariku.
Apa les peuples tak pernah dengar soal rencana Tuhan?
Hmm.
Aku hargai bantuanmu soal ini.
Artinya takkan ada polisi, dan lain-lain.
Akan kukatakan pada mereka, soal rencana Tuhan,
tapi entahlah.
Mereka orang Prancis.
Sangat...
sekuler.
Honey O'Donahue.
Tumben sekali kau mampir?
-Wanita yang di Antelope Canyon. -Yang tewas?
-Hanya ada satu. -Ya.
Dan koroner memastikan dia PFD.
-Hah? -Positif tewas.
Ya, kuingat kau tak punya pendapat.
Hei, kau ada acara apa malam ini?
Klub buku. Kau punya alamatnya?
Gadis yang tewas itu? Ya.
Aku suka buku.
Apa buku terakhir yang kau baca, Marty?
Uh... ya, yang mana ya?
-Uh... -Ya.
Hei, MG, uh, tolong berikan Honey alamat kita
untuk Novotny, gadis yang tewas di Antelope Canyon.
Oke, makasih.
Hei, apa hubunganmu dengannya?
-Kau tak pernah bilang. -Memang tidak.
MG yang pegang alamatnya.
Kabari aku kalau kau temukan sesuatu.
Dia tinggal dengan ibunya.
Ibunya menyebalkan.
Dia takkan memberitahumu apa pun.
Ini kecelakaan lalu lintas, mengebut di tikungan.
Aku tak tahu kenapa kau tak suka padaku.
Aku pria baik.
Alamat yang kau mau.
Makasih, MG.
Sama-sama.
Honey, kan?
Aku suka suara hak sepatumu.
Schnapps kayu manis?
-Ada kencan. -Mm.
Aku tak mau napasku bau.
Uh, Tn. Colligan?
Ya.
Ini bukan kencanmu.
Percayalah.
Uh, Tn. Colligan, ini pesanan Anda.
Terima kasih.
Jadi? Boleh kuambil?
Uh, Anda harus bayar.
Dan... untuk pesanan sebelumnya, jadi...
Oh, sialan.
Aku segera kembali.
Ayo kita bicarakan ini di luar, kawan.
Dengar, catat saja di tagihanku.
Ini bukan transaksi di jalanan.
Uh, saya tidak tahu soal itu.
Tugasku mengambil uang, dan mereka bilang,
pesanan terakhir Anda belum dibayar, jadi...
Kau ini bagian akuntansi?
Dengar.
Aku ada kencan. Ini untuk pesta.
Aku sibuk. Bisa berikan pesanannya?
Uh, Anda harus bayar.
Halo! Kau mengerti tidak?
Aku tidak bawa uang.
Oke.
Kurasa kita bisa selesaikan ini.
Berikan saja barangnya, akan kubayar di pesanan berikutnya.
Sebagai gantinya, akan kuisap penis-mu.
Agar kita impas.
Oke?
Brengsek...
♪ Bagaimana 'ku mendekatimu ♪
♪ Walau kau tak sadar saat aku... ♪
Tanya apa itu penagih utang.
Mereka harus bilang kalau penagih.
Seorang wanita.
Penagih bisa saja wanita.
Saya bukan penagih, dan saya tidak mau uang Anda.
Putri Anda menelepon saya sehari sebelum dia meninggal.
Anda tidak tahu kenapa dia menelepon saya?
Tentu saja tidak.
Dia tidak tahu.
Nyonya?
Saya sungguh tidak tahu.
Maksudku, siapa yang menelepon detektif swasta?
Orang yang pasangannya selingkuh atau bagaimana?
Saya tidak tahu.
Mia tidak punya suami atau pacar tetap.
Aku tidak tahu.
Aku benar-benar tidak tahu.
Detektif, itu hal paling aneh.
Ada orang dari keluarga ini memanggil detektif?
Itu seperti menelepon perusahaan TV kabel
padahal kita tak punya TV kabel.
Untuk apa melakukan hal seperti itu?
Sudah kubilang, dia tidak tahu.
Dia suka baca buku motivasi diri.
Kurasa ini karena mobilnya.
Dia pengemudi yang baik.
Kurasa ada kerusakan mesin.
Dia baru saja membawa mobil itu ke bengkel karena ada kerusakan.
Baru saja dibawa.
Mobilnya harus ditinggal di bengkel dan dia harus naik bus ke kota.
Kami tidak naik bus.
Kami bukan sampah murahan.
Kami punya rumah sendiri.
Kau naik bus, Ray?
Tentu tidak. Aku menyetir.
Kami menyetir.
Kami tidak naik bus.
Mereka bilang sudah diperbaiki dan mengembalikannya,
tapi montir selalu memanfaatkan kita.
Itu sudah rahasia umum.
Itu dari gerejanya di kota.
Aku tidak tahu gereja yang mana.
Dia tak pernah memakainya di rumah.
Yang ini juga tidak.
Tapi tindakan tanpa kendali bukanlah tindakan untuk melayani Tuhan.
Tindakan harus terhubung dengan kepasrahan.
Dan kepasrahan tidaklah pasif.
Dan tindakan tidaklah liar.
Hanya saat kita pasrah sepenuhnya
pada kehendak Tuhan, barulah kita melayani-Nya.
Amin!
Kita pasrah, namun kita bertindak.
Kita bertindak, namun kita pasrah.
Bahkan pada hasrat tubuh pun
kita pasrah secara aktif dan dengan begitu melayani Tuhan.
Sekarang, kalian semua tahu apa yang dilakukan sepotong makaroni.
Apa yang dilakukan sepotong makaroni?
Tidak ada!
Dia hanya diam di sana!
Dan apa makaroni itu melayani Tuhan?
Tidak!
Kita bukan makaroni.
Kita melayani kuil ini lewat tindakan.
Kita melayani kuil ini lewat kepasrahan.
Kita tidak melayani kuil ini dengan hanya diam seperti makaroni.
Sekarang, kalian semua tahu siapa orang Farisi itu.
Orang Farisi itu merasa hebat dan sok suci.
Begitu pikir mereka.
Mereka tahu hukum sampai ke detailnya,
dan itu membuat mereka suci.
Begitu pikir mereka.
Mereka tahu yang benar. Mereka berdoa dengan benar.
-Tapi apa mereka bertindak benar? -Tidak!
Dan itu membuat mereka jadi apa?
Makaroni!
Orang Farisi itu makaroni.
Tindakan.
Tugas.
-Gairah! -Ya.
-Kepasrahan! -Ya!
Itulah Empat Jalan!
Hanya itulah Empat Jalan!
Dan dalam melayani kuil kita, melakukan tugas kita...
-Ya! -...kita melayani Tuhan.
Dan kita melayani hamba-Nya.
Dan tidak ada pelayanan yang lebih tinggi!
Tapi dia anak yang baik.
Dia bilang apa yang terjadi?
Kurasa orang yang dia tagih melakukan semacam, um...
tindakan tak senonoh.
tindakan tak senonoh.
Tindakan tak senonoh?
Semacam gerakan yang menentang, um...
kode... kejantanannya.
Oke.
Tidak dapat penjelasan darinya.
Dia sangat terguncang.
Terguncang? Ya.
Tentu saja,
kalau korbannya menempel di alur bannya.
Kami sudah bersihkan bannya. Seluruh mobilnya sudah bersih.
Ya, aku tahu, tapi itu tidak membuat
-mayatnya menghilang. -Tidak, ya.
Ya, sebagian besar tubuhnya... masih di tempat parkir.
Orang-orang Prancis tidak akan suka ini.
-Orang Prancis? -Tak usah khawatir.
Itu bukan urusanmu.
Aku harus mengkhawatirkannya.
Percayalah.
Tapi, Pendeta, Anda tak tahu ada yang akan
menghubungkannya dengan Hector.
Jadi tak ada yang lihat Hector dan orang itu?
Hanya bartender.
Oke.
Baiklah...
sekarang kita harus membunuhnya.
Uh, oke. Wow.
Oke. Baiklah, aku akan, um...
aku akan cari tahu di mana dia tinggal.
Kau tidak tahu di mana dia tinggal?
Bagaimana aku bisa tahu?
Hector?
Kita bicara soal Hector?
Menurutmu kita bicara soal siapa, brengsek?
Soal bartender.
Kenapa kita harus bunuh bartender?
Dia melihat Hector.
Dan dia sudah bicara dengan polisi.
Sudah terlambat, bodoh.
Sayang sekali.
Aku suka Hector.
-Nenek! -Ya?
Nenek.
Nenek!
Nenek!
Nenek. Nenek.
Oh, maaf, kawan.
Ini bukan ideku. Aku hanya bekerja di sini.
Nenek!
Saya turut berduka cita.
Sepertinya Anda benar.
Bartender bilang rekan Anda punya kencan.
Tapi bukan dengan penyerangnya.
Janji temu Anda dengan keluarga Gramercy?
Oh, ya.
Dan mereka tidak tahu pelakunya?
Tidak, belum.
Dan mereka tidak tahu... Anda tidak tahu siapa...
siapa... teman kencannya?
Jujur saja, saya belum mulai menyelidikinya.
Kurasa tak ada gunanya
melanjutkannya sekarang, kan, Tn. Siegfried?
Saya tidak tahu. Saya tidak tahu.
Maksudku, saya tidak tahu.
Kurasa lebih baik kita biarkan saja masalah ini.
Akan saya kabari jika ada kemajuan
dalam penyelidikan polisi atas kematian rekan Anda.
Mungkin Anda punya teman atau...
rohaniwan yang bisa membantu Anda berduka?
Aku bisa buatkanmu, kau tahu, basis data.
Pakai komputer.
Terima kasih. Aku sudah punya sistem sendiri.
Bisa carikan nomor untuk MG Falcone?
Aku tak punya.
-Telepon kantor polisi saja. -Nomor pribadi.
Kau pernah tidak, pulang ke rumah dan baca buku?
Nomornya.
Bagaimana harimu?
Tequila dan... tequila saja.
Uh, seperti biasa.
Mendengarkan keluhan orang, menunggu jam 5.
Kalau kau?
Sepi.
Tidak banyak kerjaan.
Ada kasus perselingkuhan, tapi pasangannya terbunuh.
Kasus sebelumnya, kliennya meninggal.
Wanita yang di Antelope Canyon?
Ya.
Kliennya sudah tiada, kenapa ke rumahnya?
Tidak ada kerjaan lain.
Kau tidak punya hobi?
Maksudmu seperti...
-menari? -Ya.
Kau punya?
Punya hobi?
-Ya. -Ya.
Apa hobimu?
Apa hobiku?
Aku merajut.
Kau merajut?
Ya.
Sekarang aku sedang...
merajut tabel periodik unsur.
Untuk digantung di dinding.
Karena kadang kita lupa salah satunya.
Perlu referensi.
-Betul sekali. -Di dinding.
Betul sekali.
Kalau untuk dinding itu bukan merajut.
Itu merenda.
Merenda itu...
sejenis merajut.
Tidak juga...
merenda ya merenda.
Aku suka obrolan kencan pertama.
Hal yang disuka dan tidak.
Perjalananmu ke Cancún.
Sering ke sini?
-Tidak. Kau? -Nona-nona?
Mau tambah lagi?
Tidak, kami mau pergi dari sini.
Sebelum kita ditangkap.
Karena saling mengenal?
Oke.
Aku tak bisa pulang, Honey.
Kau tahu Ibu pasti akan mengamuk
dan bilang, "Sudah kubilang kan".
Dia sangat benci Mickie.
Ya, menyebalkan kalau orang tua benar.
Jarang terjadi.
Ya, tapi aku tak mau mendengarnya dari dia.
Pacarmu memukulimu dan aku tak boleh bilang ibumu?
Tidak, aku... Ya.
Kau tahu, dia sudah terlalu ikut campur urusanku.
Dia kurang ikut campur.
Dia hanya meneriakiku, Honey.
Maksudku, lihatlah aku.
Aku butuh dukungan sekarang. Bukan omelan.
Tolonglah, Honey, kenapa Ibu harus tahu?
Kau tahu dia hanya akan berteriak dan memanggil polisi.
Polisi sudah tahu.
MG itu polisi, Corinne.
Tidak semua polisi bergaya macho seperti itu.
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Kita tidak perlu membuatnya jadi laporan resmi, kan?
Mickie tidak bermaksud begitu.
Dia mencintaiku. Dia hanya...
kau tahu, dia kadang-kadang begitu.
Wajahmu tidak hancur karena suasana hati, sayang.
Terserah kau saja.
Aku harus ganti baju.
Sayang?
Seharusnya aku bilang pada ibumu, tapi tidak akan kulakukan
jika kau janji tak bertemu bajingan itu lagi.
Ya, tidak akan. Tentu saja tidak.
-Dia bohong. -Tidak!
Dia melawan?
Secukupnya saja.
-Ini apa? -Jubah Mia yang kau tanyakan.
Mereka yang membelinya di sekitar sini.
Kuil Empat Jalan?
Itu alamat mereka.
Pernah lihat papan namanya. "Cinta Tuhan itu gratis".
Kau suka cinta gratis, kan, bos?
Tidak kalau dengan Tuhan. Aku bukan orang mesum.
Katanya.
Kepasrahan aktif.
Bukan makaroni.
-Cara, kau akan mundur ke arahku
dan pasrahkan dirimu secara aktif pada mulutku.
Brandi, tetap bersamanya.
Jangan lepaskan kontak suci ini, dan melaluiku...
Kau membunuh nenekku! Kau membunuh...
Hector, jangan di ruang sakristi.
Menjauh, Nona! Menjauh! Menjauh!
Saya minta maaf, maaf, Nona. Maafkan saya.
Hector, pikirkan apa yang kau lakukan!
Wanita-wanita ini tak bersalah padamu!
Menjauh, Nona. Menjauh.
Hector, pikirkanlah.
Mereka seperti nenekmu.
Jangan bicara soal nenekku!
Akan kubunuh kau seribu kali!
Kau sangat membantu.
Dia masih di sana.
Terus kenapa?
Dia sudah di sana tiga jam hanya dengan secangkir kopi.
Siapa yang datang ke Surga Sosis untuk minum kopi?
Dia seperti gelandangan.
Dan menyeramkan.
Selamat datang di Surga Sosis. Ada yang bisa saya bantu?
Uh, beri aku...
-Apa? -Uh, sebentar.
Beri aku waktu sebentar. Aku, uh...
Aku sedang melihat, uh...
Ya, aku pesan, uh...
Silakan, Pak.
Dia masih di sana?
-Berhenti bertanya. -Lihat saja.
Dia hanya gelandangan. Tidak menyeramkan.
Oke, saya pesan, uh...
saya pesan paket kombo.
Kombo yang mana, Pak?
Paket kombo sosis?
Semuanya paket kombo sosis, Pak.
Apa maksudnya ini?
Apa maksudnya ini?
Apa-apaan?
Mau apa dia?
Katanya mau bicara denganmu.
Soal apa?
-Kusuruh dia pergi saja? -Jangan.
Kau tidak boleh menyuruh orang pergi.
Itu bukan urusanmu.
Aku yang menyuruh orang pergi.
Kau mau mengurus gereja ini?
Orang-orang pasti suka.
Pasti suka mendengar khotbahmu, Gendut.
Suka mendengar pemikiranmu soal ketuhanan.
Kau bercanda?
Sadar dirilah! Sadar dirilah!
Oke, bos.
Jadi, apa aku harus...
Kau harus diam selagi aku berpikir.
Oke, bos.
Dia lumayan seksi, bos.
Mia?
Jadi karena itu?
Karena apa?
Ketertarikanmu.
Aku bertanya-tanya apa yang membawa
seorang detektif swasta ke gereja kecil kami.
Ini soal Mia Novotny.
-Apa Anda mengenalnya secara pribadi? -Detektif swasta.
Dan sangat menarik.
Apa Anda mengenalnya secara pribadi?
Punya urusan dengannya?
Mia? Uh, urusan pastoral, tentu.
Jemaat kami besar tapi tidak terlalu besar.
Aku menganggap semua urusanku bersifat pribadi.
Uh-huh.
Tapi saya bingung, Nona.
Nyonya?
Panggil apa saja boleh.
Bingung kenapa?
Uh, yah, karena itu adalah, uh... kecelakaan lalu lintas.
Itu hal yang tragis, mengerikan, tapi, uh,
kenapa seorang detektif swasta menyelidikinya?
Siapa bilang aku menyelidiki kematiannya?
Bukannya itu tugas detektif swasta?
Mungkin di TV. Apa yang bisa kau beritahu soal dia?
-Apa kau... -Kau minum?
Sangat. Aku bangga akan hal itu.
Apa yang bisa kau beritahu soal dia...
Haruskah kita bicarakan ini sambil minum?
Tidak. Ini urusan pekerjaan.
-Apa yang bisa kau... -Setelah urusan selesai.
Setiap Selasa aku puasa minum. Apa yang bisa kau beritahu soal dia?
Apa kau tahu masalah yang sedang dihadapinya?
Hari ini Rabu.
Hari ini Selasa.
Memang hari Selasa.
Bisa bantu saya, Tuan?
Apa kau tahu masalah yang sedang dihadapinya?
Uh, Mia mengalami, uh, masalah yang sama seperti kita semua.
Dia tersesat.
-Dia sedang mencari. -Dia sedang mencari?
Aku tidak mencari informasi semacam itu.
Kau sedang bicara dengan pendeta.
Pendeta yang tidak biasa.
Tidak juga.
Aku punya panggilan.
Aku menolong orang.
Di sela-sela minum?
Jangan menghakimi, Nona O'Donahue.
Kau menarik.
Dan kau bahkan belum lihat teka-teki yang ditato di bokongku.
Urusan seksmu ini, apa mengganggu panggilanmu?
Kalau kau?
Tidak. Aku memisahkan seks dan pekerjaan.
Pekerjaanku bersifat spiritual.
Ini melibatkan seluruh pribadi.
Apa itu termasuk menelanjangi seluruh pribadinya?
Aku sudah lihat pakaian para wanita,
dan sepertinya sangat berbeda dari para pria.
Pakaian wanita di mana pun berbeda dari pria.
Kukira kita sedang membicarakan Mia.
Aku menyukainya.
Dia gadis yang cantik.
Aku suka orang.
Kulihat kau tidak.
Aku menolong orang, Nona O'Donahue.
Aku melihat kebutuhan dan memenuhinya.
Kau melihat kebutuhan, dan kau memanfaatkannya.
Kau tidak tahu itu.
Aku melihat kebutuhan dalam dirimu.
Kebutuhan untuk menghakimi.
Kulihat kau sedang menghakimiku, dan tidak apa-apa.
Aku memaafkanmu.
Itu caramu untuk menjauhiku.
Aku bisa membantumu soal itu.
Membantumu membuka diri pada orang lain.
Kenapa tidak membuka diri, lihat apa yang terjadi?
Kau takkan kehilangan apa pun kecuali rasa takutmu.
Terima kasih.
Aku tetap pilih dildoku saja.
Itu membantuku membuka diri, dan tidak ada orang mesum yang menempel.
-Sudah? -Ya, nanti kukunci.
-Sampai jumpa besok. -Sampai jumpa.
Apa kau melihat surga?
Setidaknya aku melihat Palmdale.
Lain kali, kita akan sampai ke Merced.
Aku biasanya tidak melakukan semua itu sampai kencan ketiga.
Aku biasanya tidak sampai ke kencan ketiga.
Lain kali, kita akan keluar dari peta.
Maaf, sepertinya ada lipstikku yang tertinggal di bawah sana.
Tidak apa-apa.
Aku hanya memakainya di situ.
Aku pernah punya pasangan.
Bertahan beberapa bulan, tapi...
harus kuakhiri karena setelah berhubungan seks dia akan menangis.
Ya, aku pernah mengalaminya.
Kenapa mereka menangis?
Aku tak pernah bertanya padanya.
Aku tahu apa pun jawabannya akan membuatku kesal.
Kurasa mereka mau paket lengkap.
Dan kau hanya mau satu hal.
Ayahku dulu...
memukulku karena etika makanku.
Dia memukulku sepanjang waktu.
Selalu mencoba...
menanamkan sesuatu padaku.
Dia polisi juga?
Militer.
Sama saja.
Pahlawan perang.
Bagaimana reaksinya soal lesbian?
Dia tak pernah tahu.
Dia tewas di luar negeri, sebagai pahlawan.
Reaksinya pasti tidak akan baik.
Ayahmu?
Sama.
Tidak bersimpati.
Tapi dia masih ada di suatu tempat,
mencari orang lain untuk dihancurkan, aku yakin.
Ayo lakukan lagi.
Tenang, setelahnya aku akan pergi.
♪ Sebagian orang suka bicara ♪
♪ Tentang perubahan mereka ♪
♪ Sebagian lagi lebih suka diam ♪
♪ Setiap bersamamu, rasanya menular... ♪
Hei!
Aku mencintaimu.
Kau tahu aku bisa membuatkanmu kopi.
Asisten melakukan itu.
Kita jangan mengganggu rezeki Jenderal Yum.
Kita semua berbagi mal kecil ini.
Astaga, aku jadi merasa tak enak.
Mulai sekarang belilah kue-kuenya.
Bagaimana hasilnya?
Pria itu mesum.
Mungkin hanya mesum, mungkin lebih dari itu.
Aku takkan kaget jika gadis ini, Mia, meneleponku
karena gereja itu.
Tapi siapa tahu?
Hentikan. Ini pekerjaanku.
Kau duduk dan selesaikan masalah. O'Donahue.
Spider, apa kau tahu kalau Corinne...
-Honey ada? -Tentu, Heidi.
Di sini.
-Ada apa? -Hei, Honey.
Apa kau ada kabar dari Corinne? Aku khawatir.
Hari ini? Tidak.
Kantornya menelepon. Dia tidak masuk.
Ponselnya tidak diangkat.
-Kapan dia berangkat? -Apa?
-Berangkat kerja. -Dia tidak berangkat dari sini.
Dia tidak pulang semalam. Pasti dia di tempat Mickie.
Sialan.
Dia janji padaku takkan bertemu bajingan itu lagi.
Aku akan ke sana dan bicara padanya...
Janji padamu? Kapan?
Aku... aku bertemu dengannya.
Dia dan Mickie bertengkar. Maafkan aku.
Seharusnya aku bilang padamu.
Apa? Kenapa dia menemuimu?
Dia... aku tak tahu.
Kurasa dia hanya tidak mau dimarahi, Heidi.
Kau cari apa?
Bagaimana bisa kau lakukan itu, Honey?
Kau bukan ibunya.
-Maaf, Heidi. -Sekarang aku tak tahu di mana dia.
-Aku... -Biar aku yang urus ini.
Kenapa kau lakukan itu?
Corinne ada di sini?
Tidak. Kau siapa?
-Aku tantenya. -Sial!
Hanya memastikan.
Bagaimana kalau kau kembali ke mobilmu...
Apa maksudnya ini?
-Kau siapa? -Sudah kubilang.
Kerabat yang khawatir. Tantenya.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Persetan denganmu, lonte.
Bukan lonte.
Tante. T-A-N-T-E.
Setiap kali kau membuatku bilang "tante",
aku akan menghancurkan sesuatu.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Dua hari. Aku tak melihatnya selama dua hari.
Tak melihatnya sejak kau memukulinya?
Ya. Tidak!
Sialan.
Kenapa bajingan seperti kalian selalu punya pistol?
Sial.
Aku baru kembali. Dia tidak ada di sana.
Dia bilang takkan kembali ke tempat Mickie,
dan seharusnya aku percaya padanya.
Kita harus tahu sifat orang.
Tunggu sebentar.
Aku mencintaimu.
Tidak, bukan dia.
Nanti kutelepon lagi.
Aku hanya ingin keadaan di antara kita berbeda
sekarang.
Jadi kau tak mau memukuliku lagi?
Aku tak pernah mau memukulimu.
Oh. Salahku.
Aku, Heidi, dan Ibu, kami semua pikir
kau mencoba memukuli kami.
Dengar, aku... aku minta maaf, Honey.
Oke? Aku... aku belum siap jadi ayah atau suami,
tapi sekarang aku siap.
Aku sudah banyak memperbaiki diri.
Sudah terlambat. Ibu sudah meninggal.
Ya, tapi aku masih bisa jadi ayah.
Dan seorang kakek.
Aku... kau tahu, aku coba bicara pada K-Karen,
-dan dia... -Siapa Karen?
-Yah, Heidi... -Corinne?
Corinne. Ya.
Kapan kau melihatnya?
Tadi malam.
-Di mana? Apa katanya? -Tidak ada.
Dia tak bilang apa-apa.
Dia hanya berbalik dan lari saat melihatku.
Kenapa dia lari dariku?
Entahlah, Ayah.
Kadang anak-anak curiga pada pria tua
yang terlihat seperti penjahat kelamin.
Aku tak pernah menyentuhmu seperti itu.
Kubilang kau terlihat seperti penjahat kelamin.
Kenapa dia tak mau bicara padaku?
-Kenapa kau tidak? -Di mana kau melihatnya?
Di tempat kerjanya,
dan setelah itu, di... di halte bus.
Dan, uh, dia hanya menatapku dan lari saat melihatku.
Padahal, yang kuinginkan hanyalah bicara.
Aku hanya ingin bicara padamu.
Kenapa kau begitu keras?
-Latihan. -Oh, Honey.
Kau hanya membalasku.
Dan itu juga tidak benar.
Kau tahu...
kau akan merasa bersalah saat aku mati
jika... jika kau membiarkannya seperti ini.
Kau akan sangat sedih saat aku...
saat aku mati jika kau tidak...
jika kau tidak membiarkanku terhubung denganmu.
Kau akan merasa bersalah saat aku mati.
Kau akan sangat merasa bersalah saat aku mati, Honey.
Kau sudah mati.
Apa tak ada yang memberitahumu?
♪ Kotaku, negeriku, mentari begitu tinggi ♪
♪ Di sinilah aku lahir ♪
♪ Di sinilah aku akan mati ♪
♪ Dia separuh dalam bayangan di pagi hari ♪
♪ Sepanjang sore ♪
♪ Di bawah mentari dia berbaring ♪
♪ Kotaku, negeriku, mentari begitu tinggi ♪
♪ Di sinilah aku lahir ♪
♪ Di sinilah aku akan mati ♪
♪ Dia separuh dalam bayangan di pagi hari ♪
♪ Sepanjang sore ♪
♪ Di bawah mentari dia berbaring ♪
Mau naik, Nyonya?
Kau tidak suka yang ini?
Semuanya kurang lebih sama saja.
Dia menelepon sejam yang lalu.
-Dia minta nomor ponselmu. -Ya Tuhan.
-Kau tidak memberikannya, kan? -Tentu saja tidak.
Tapi katanya ini soal Mia Novotny.
Tolong buatkan aku kopi.
Kopi?
Bagaimana dengan Jenderal Yum?
Persetan dengan Jenderal Yum.
Oke, sekarang aku bingung.
Marty Metakawitch.
Hai, Marty. Honey O'Donahue.
Oh, hai, sayang. Dengar, bisa kutelepon balik?
Berapa nomor ponselmu?
Ya, telepon saja ke kantor.
-Kenapa aku tak boleh punya nomormu? -Aku tidak punya.
Aku membawa sekantong koin untuk telepon umum.
Kau bilang ada info soal gadis di Antelope Canyon?
Ya, baiklah, terserah kau.
Ya, kami sudah dapat laporan koroner.
Uh-huh. Lalu?
Pertama, dia setuju kalau gadis ini sudah tewas.
Seingatku kau tidak begitu yakin soal itu.
Uh-huh. Dan yang kedua?
Kau ingat kan betapa parah kondisinya?
Ternyata beberapa luka sobeknya...
..."tidak sesuai dengan kecelakaan mobil".
Apa artinya itu?
Kurasa dia ditikam dan dimasukkan ke dalam mobil.
-Aku tahu artinya,
tapi apa maknanya?
Aku tidak tahu. Aku bukan pemikir yang mendalam.
Tapi akan kukatakan, kemarin
ada kasus pembunuhan dengan penikaman lagi.
Seorang wanita?
Wanita tua. Pembunuhan ganda.
Korban lainnya tidak hanya ditikam,
kepalanya hancur lebur,
tapi ada identitas padanya.
Seorang pria yang bekerja untuk gereja, kalau kau percaya.
Gereja Empat Jalan?
Ya. Bagaimana kau tahu?
Aku seorang detektif.
Ya, aku juga, tapi aku
harus menelepon untuk mencari tahu itu.
Hei, kau tahu?
Mungkin kita harus bertemu dan saling bertukar catatan,
bicara soal hal-hal detektif.
Kau ada acara apa malam ini?
Klub buku.
-Itu kan tiga hari yang lalu. -Kami sering bertemu.
Bukunya sulit. Dostoyevsky.
Tapi aku hargai bantuanmu, Marty.
Kau adalah... pria favoritku.
Sial, maksudku, mungkin kita bisa...
Ya, dia menutup teleponnya.
Kopi non-Yum.
Jika aku sendiri tidak tahu apa yang kupikirkan...
apa kau tahu?
Apa aku tahu yang kau pikirkan?
Sangat mungkin.
Keluarga dari pihak ibuku semua peramal.
Jadi, gadis ini Mia...
Aku tak pernah bertemu, tapi aku bisa membayangkannya.
Sedikit tersesat, sedikit bingung, sedikit kacau.
Seperti Corinne.
Tidak. Corinne lebih berani.
Tapi ada pria yang mengincar mereka
yang kurang percaya diri.
Yang menyedihkan. Mangsa empuk.
Orang mesum di gereja itu?
Keponakanmu ke sana?
Tidak.
Maksudku, kurasa tidak.
Tapi jika kau diserang,
merasa rentan, tak ada yang mengerti di rumah...
ke mana kau akan pergi?
Gereja ini mengirimkan sinyal:
"Kemarilah, kemarilah, kemarilah."
Mungkin setelah cukup sering dipukuli, kau pergi ke sana.
Mungkin.
Atau mungkin kau pergi ke bar.
Ya, atau mungkin kau pergi ke mal
atau bioskop atau arena sepatu roda.
Tetap saja, mungkin.
Oui.
Oke. Oke, sekarang.
Oh, bercintalah denganku sekarang.
Dengan cara Amerika yang bodoh.
Amerika yang bodoh? Seperti posisi misionaris?
Ya!
Aku terbakar seperti...
-A... -Bagaimana mengatakannya?
-Api? -Diam!
Bodoh.
Lakukan. Selesaikan urusannya.
Oui.
Tadi itu luar biasa.
Seks terbaik yang pernah ada.
Wanita seksi, tahu apa yang dia mau.
Jadi, apa yang membuatmu berubah pikiran?
Tentang aku, tentang kita,
kau tahu, melakukannya?
Kupikir kau harus bisa orgasme...
untuk terakhir kalinya.
Kita takkan melakukannya lagi?
Kau tidak akan.
Orang-orang Prancis, mereka tidak senang.
Oh.
-Aktivitas mencurigakan? -Aktivitas mencurigakan.
Kau belum menjelaskan aktivitas mencurigakan apa pun.
Suara tembakan.
Itu suara.
Dan suara bukanlah aktivitas.
Seseorang yang menembakkan pistol barulah sebuah aktivitas.
Jika seseorang menembakkan pistol dan itu bukan suara knalpot mobil.
-Suara knalpot mobil? -Benar sekali.
Kapan terakhir kali kau dengar suara knalpot mobil meletup?
Apa hubungannya dengan semua ini?
Suara knalpot meletup sudah tidak ada lagi sekarang.
Aku tidak sadar orang-orang masih mengatakan itu
-sampai kau mengatakannya. -Baiklah.
Aku memang kuno.
Mungkin kau harus sadar ini abad ke berapa.
Kata orang yang pakai telepon umum?
-Aku tidak pakai telepon umum. -Oh, benarkah? Oke.
Marty, aku sedang mencoba membantumu di sini.
Ingat bagaimana seharusnya aku membantumu?
-Oh, aku ingat. -Kalau kau tahu apa yang terjadi
di tempat ini,
itu akan jadi prestasimu.
Kalau aku menggerebek rumah Tuhan tanpa alasan,
itu bukan prestasi.
Aku yang akan kena batunya.
Memangnya kau peduli apa? Kenapa kau di sana?
Keponakanku hilang.
Buat laporan.
Apa hubungannya dia dengan gereja?
Aku tidak yakin.
Kasusmu tidak begitu kuat, Honey O'Donahue.
Baiklah. Lupakan saja, Marty.
Aku sudah coba membantumu.
MG, apa kau bisa memberiku...
Ada yang bisa kubantu?
Tidak. Maaf, aku mencari MG Falcone.
Dia memintaku menggantikan sifnya.
Sepertinya dia berpesta semalam.
Ada yang bisa kubantu?
Tidak, terima kasih.
Karena dia satu-satunya polisi yang mungkin akan membantuku.
Oke, catatan sipil bilang
-itu alamatnya. -Oke, kerja bagus.
Kenapa kau tidak punya?
Belum pernah ke sana dan teleponnya tidak diangkat.
Makasih. Aku hampir sampai.
MG?
Mary Grace. Mary Grace.
Mau secangkir teh?
Pintunya terbuka. Uh, mungkin seharusnya aku tidak masuk.
Aku sudah menekan bel.
Aku di ruang bawah tanah. Aku tidak dengar.
Aku harus menemukan ini. Pintu lemari ini perlu diserut.
Kulihat kau menemukan buku tahunanku.
Selalu lucu, ya?
Ya.
Sesuatu yang tak ingin kau perlihatkan pada teman kencan. Maaf.
Berhenti minta maaf.
Kenapa kau tidak menelepon?
Sudah. Ponselmu mati.
Benarkah?
Ah, ya.
Oh, kau menelepon beberapa kali.
Ini soal keponakanku.
Dia hilang.
Kuharap mungkin kau bisa membantu secara tidak resmi.
Aku tahu ini gila, tapi dia bekerja
di kedai hot dog di Irvine.
-Uh-huh? -Dan di halte busnya,
dia pasti ada di sana sekitar waktu
kau pulang.
Kau tidak melihatnya?
Tidak.
Ada yang salah?
Aku juga bertanya-tanya hal yang sama.
Agak canggung, ya?
Kau datang ke rumahku.
-Aku sudah coba menelepon. -Bukan itu.
Aku tahu bagaimana penampilan rumah ini.
MG, kau tidak perlu...
Ini rumah tua.
Rumah tempatku dibesarkan.
Ibuku meninggal saat aku kecil,
dan seperti yang kuceritakan, ayahku, jadi...
dengan gajiku, aku bisa memilih
menyewa kamar sempit di suatu tempat atau tetap di sini.
Aku tidak peduli. Ini tidak mendefinisikan diriku.
Dengar.
MG, aku bukan penulis majalah dekorasi.
-Siapa peduli? -Itu katamu.
Tapi kau sedikit gelisah saat aku masuk.
-Maaf. Aku... -Tepat sekali. Maaf, maaf!
Kau pikir seseorang itu seksi,
semua tentangnya menarik, lalu...
di kencan kedua atau ketiga, dia bicara,
mengatakan hal konyol dan...
"Wah. Dari mana datangnya itu?
Aku sama sekali tak kenal orang ini.
Kenapa aku bisa menidurinya?"
Penyesalan pasca-seks.
Sulit dihilangkan kalau sudah kena.
"Siapa yang mau tinggal di sini?"
-Tidak. -Ya.
Aku tahu yang kulihat.
Penyesalan pasca-seks.
Terlalu kampungan ya?
Terlalu nyata?
Dan aku seorang putri?
Aku juga dari sini.
Kau mau teh?
Tidak.
Ada tamu?
Ya, aku ada tamu.
Orang menyedihkan!
Siapa pun yang ingin jadi korban harus dapat apa yang mereka mau.
Mereka bagian dari masalah.
Siapa pun yang membiarkan pacarnya memukulinya.
Gadis gereja itu, Mia,
sama seperti keponakanmu.
Wanita yang ke gereja itu hanyalah korban.
Tempat itu mengiklankan diri untuk para korban.
"Kemarilah. Kemarilah.
Biar kusetubuhi kau. Biar kupukuli kau."
Itulah yang dia cari, kepasrahan, Honey.
Dia ingin dipukuli. Dia membiarkannya terjadi.
Apa kau membiarkan ayahmu memukulimu?
Ya.
Tapi akhirnya tidak lagi.
Aku melawan.
Memutuskan untuk berbuat sesuatu.
Itu pisau mentega, Honey.
Ini milik ayahku.
Dia bukan pahlawan perang.
Dia mati berdiri tepat di tempatmu.
Luka tusuk.
Banyak luka tusuk.
Lalu kumasukkan ke mobil, kubakar.
Api memanggangnya sampai matang.
Tempat ini perangkap api.
Tak ada sprinkler, tak sesuai aturan.
Tua dan menyedihkan, bukan, sayang?
Mereka juga takkan mencari luka tusuk di tubuhmu!
Kau bukan bagian dari solusi, Honey.
Kau hebat di ranjang, tapi kau tak melakukan apa pun secara sosial.
Kau pikir mereka akan mencari peluru
di kerangka dalam abu?
Di tubuhmu atau keponakanmu?
Para korban!
Corinne!
Corinne!
Corinne!
Honey?
Honey? Honey?
Ibu menelepon kantormu dan tahu kau di mana,
dan kami berdua di sana.
Itu aneh.
Tante Honey?
Apa kau sedang menstruasi?
Honey O'Donahue, tumben sekali kau mampir?
Kupikir kau bisa memberitahuku soal kasus-kasus lama.
Kami baru menemukan dua pelacur sejauh ini.
Mungkin hanya itu.
Pekerja seks.
Ya, pelacur seks.
Kalian temukan satu di Palmdale?
Dan satu lagi di Lancaster.
Satu setengah tahun lalu, dan dua setengah tahun lalu.
Kasus penikaman.
Kami menunjukkan foto MG.
Orang yang kenal gadis-gadis itu pernah melihatnya.
Mm, mm.
Dan gadismu di Antelope Canyon...
jadi total tiga penikaman.
Dan ayah MG.
Abu berusia 15 tahun, siapa yang tahu?
MG bilang dia yang melakukannya, kami akan percaya.
Polisi jujur.
Hei, Honey.
Kau dapat penghargaan Tembakan Tepat di Kepala.
Maksudku, tepat di dahi,
-tembakan bersih. -Terima kasih.
-Aku berlatih di bak mandi. -Aku tahu kau bercanda,
tapi serius, itu tembakan yang hebat.
Posisi duduk, ditikam, darah mengucur.
Ada acara apa malam ini, Honey?
Kau tahu, kuharap ini tidak
membuatmu menjauhi seluruh departemen.
Aku tak tahu kenapa kau tak bisa mengerti, Marty.
Aku suka perempuan.
Kau selalu bilang begitu.
♪ Aku bermimpi suatu hari nanti ♪
♪ Aku akan menemukan ♪
♪ Seseorang sepertimu ♪
♪ Cinta yang lain datang menghampiri ♪
♪ Tapi semua bukan untukku ♪
♪ Katakanlah kau akan tinggal ♪
♪ Jangan pernah lepaskan aku... ♪
Kau mau ke mana?
Bandara.
Mengejar pesawat.
Siapa namamu?
Mereka memanggilku Chère.
Chère?
Itu seperti 'Sayang'.
Kurang lebih.
Jam berapa penerbanganmu?
♪ Aku mencintaimu, sayang, dan kau harus tahu ♪
♪ Aku suka caramu berpakaian ♪
♪ Semua tentangmu begitu manis ♪
♪ Kau bisa membuatku bertekuk lutut ♪
♪ Jadi uh-uh ♪
♪ Jangan, sayang, jangan ♪
♪ Yah, sayang, jangan ♪
♪ Uh, sayang, jangan ♪
♪ Jangan, sayang, jangan ♪
♪ Hei, sayang, jangan ♪
♪ Ya, kau bilang ya padahal tidak ♪
♪ Uh-uh, sayang, jangan ♪
♪ Kadang aku mencintaimu di Sabtu malam ♪
♪ Tapi Minggu pagi kau tak terlihat baik ♪
♪ Kau pergi bersenang-senang ♪
♪ Uh-huh, sayang tidur dengan yang lain ♪
♪ Jadi uh-uh ♪
♪ Jangan, sayang, jangan ♪
♪ Yah, sayang, jangan ♪
♪ Bop, bop, bop, bop ♪
♪ Sayang, jangan ♪
♪ Bop, bop, bop, bop ♪
♪ Sayang, jangan ♪
♪ Bop, bop, bop, bop ♪
♪ Sayang, jangan ♪
♪ Bop, bop, bop, bop ♪
♪ Kau bilang ya padahal tidak ♪
♪ Uh-uh, sayang, jangan ♪
♪ Oh, sayangku ♪
♪ Bagaikan bintang hitam kecil ♪
♪ Dia sama seperti ayahnya ♪
♪ Jauh di sana ♪
♪ Dia sama seperti ayahnya ♪
♪ Jauh di sana ♪
♪ Akan kuceritakan pada Tuhanku ♪
♪ Tentang bintang hitam kecilku ♪
♪ Akan kuceritakan pada Tuhanku ♪
♪ Di mana dia berada ♪
♪ Akan kuceritakan pada Tuhanku ♪
♪ Semua tentang bintangku ♪
♪ Di rawa itu ♪
♪ Para buaya tua yang jahat bertarung ♪
♪ Mereka bertarung sepanjang hari ♪
♪ Mereka bertarung sepanjang malam ♪
♪ Akan kuceritakan pada Tuhanku ♪
♪ Bagaimana buaya itu bertarung ♪
♪ Sekarang, janganlah khawatir ♪
♪ Bintang hitam kecilku sayang ♪
♪ Takkan ada buaya ♪
♪ Yang akan mendapatkan bintang hitam kecilku ♪
♪ Saat aku sampai di surga ♪
♪ Bersyukur pada Tuhan untuk bintang hitam kecilku ♪
♪ Dia sama seperti ayahnya ♪
♪ Jauh di sana ♪
♪ Dia sama seperti ayahnya ♪
♪ Jauh di sana ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.