Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b
Ayo, minum bersamaku.
Kita minum bersama di tempatku.
Kenapa? Di sini juga sudah nyaman.
Di sini terlalu ramai dan panasnya membuatku pusing.
Sepeda motorku ada di luar.
Sepertinya menarik.
Memang.
Bagaimana?
Aku tak keberatan ikut jalan-jalan.
- Kita pergi sekarang? - Baik.
- Aku ambil dulu tasku. - Hey, tunggu.
Aku ikut.
Hey, kami menunggu di luar.
Baik.
- Kita berhasil! - Apa?
Kita berhasil!
Sepertinya begitu.
Kita pria yang mempesona. Itulah alasannya.
Mau ikut, tidak?
Sepertinya aku lebih suka wanita itu.
Kamu mau beraksi atau mau cari mati?
Itu bukan salahku. Kurasa aku terbawa perasaan.
Sampanye atau wiski?
- Sampanye. - Ya, aku juga.
Aku takkan bertanya kamu mau minum apa.
- Kamu pasti tahu, wiski. - Tentu.
Terima kasih.
- Ini, silakan. - Terima kasih.
Mari minum untuk pertemanan kita, oke?
- Dengan senang hati. - Menyenangkan.
Hey, kenapa tak putar musik saja?
Ya, kamu benar.
Bagaimana kalau menari, mau? Permisi.
- Tempatmu bagus. - Ya, tempatnya lumayan.
- Mau menari? - Kenapa tidak?
Sepertinya kamu suka permadani.
Ya, begitulah. Apa saja kesukaanmu?
Apa kamu juga suka seni?
Sedikit. Kalau begitu, biar aku tunjukkan satu lukisan.
- Lukisan yang sangat indah. - Ya.
- Mau menari? - Aku terlalu capek.
Ikut aku.
Akan aku tunjukkan kamu isi rumahku.
Jangan duduk saja. Ini akan membuat tenang.
Ayo!
Yang satu ini kesukaanku.
Indah sekali.
Ayo, kita duduk.
Aku punya banyak koleksi lukisan lukisan kontemporer.
Nanti kita lihat semua lukisannya.
Apa kamu sendiri seorang pelukis?
Tidak. Dulu aku suka melukis.
Tapi sekarang kegiatanku adalah jual beli lukisan.
Apa kamu kecewa?
Tidak, memang kenapa?
Ini menarik.
Ayo, aku tunjukkan yang lainnya.
Nanti saja kita lihat semuanya.
Akan lebih menyenangkan jika begitu.
Hey.
Apa yang kamu lakukan? Jangan!
Hey, kalian bertengkar?
Tidak, hanya sedikit beda pendapat.
Kalian pasti lapar. Mau makan? Aku sudah lapar.
Bagaimana dengan kalian?
Ya, aku juga mau makan.
Ada ada sisa salmon asap di kulkas.
Ayo kita lihat ada makanan apa saja.
- Mau? - Ya, aku lapar.
Baiklah. Hey, Peter.
Tunggu sebentar! Hampir siap.
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku ada ide, kalian tunggu di sini.
Sulang!
Temanmu ramah.
Dia orangnya rajin.
Satu hal yang pasti. Dia belum pernah membuatku bosan.
Apa pekerjaan Peter? Sepertinya dia banyak uang.
Katakan saja, dia jual beli lukisan.
- Penyalur karya seni. - Itu dia.
- Kamu kenapa? - Entahlah.
- Aku hanya merasa aneh. - Apa kamu sakit?
Tidak apa-apa.
Kenapa aku ini?
Aku merasa tak sehat.
Kadang itu hanya efek sampanye.
Kamu juga?
Aku rasa kamu benar. Minumannya sudah naik ke kepala.
Peter, kemarilah!
Sepertinya mereka sudah teler.
Kamu tahu, aku bisa menangani mereka sendiri.
- Bagaimana menurutmu? - Ini bisa diperjualbelikan.
Benar.
Ayo, Sayang.
Mari kita lihat koleksiku.
Lihat lukisan yang itu.
Bagaimana dengan yang ini?
Aku bertemu Ny. Lena tadi malam.
Aku harap tidak sia-sia datang ke sini.
Nanti kamu lihat, barangnya berkualitas.
Benar-benar berkualitas.
Yang terbaik di pasaran.
Sebaiknya begitu, demi keselamatanmu.
Ayo, kita lihat mereka.
Kami sudah mencicipi mereka tadi malam.
Tubuh mereka indah.
- Mereka sukarela melakukannya? - Kami membius mereka.
Dasar aneh. Ayo, kita lihat!
Boleh juga.
Mereka lumayan seksi.
Apa yang tadi aku bilang?
Kamu benar!
Aku percaya takkan ada masalah.
Wanita-wanita cantik.
Itu benar.
Baiklah, aku terima.
Bawa mereka ke garasi.
Antarkan seperti biasa.
Pembayaran seperti biasa.
Sesekali cobalah tepat waktu.
Kapalnya akan berangkat besok.
Hentikan!
Pegangi dia!
Dia akan tak sadar selama 10 jam.
Bawa dia ke dermaga.
Baik.
Ayo, cepat!
Mau memberitahu kenapa kamu terlambat?
Aku terjebak kemacetan, itulah alasannya.
Cepat bawa mereka ke sini.
Terlebih lagi, ada satu hilang.
Dia akan datang sebentar lagi.
Apa kamu tahu sekarang jam berapa?
Dia pasti datang.
Akhirnya.
Kita sudah di perairan terbuka.
Ayo, kita bongkar muatannya. Kerjakan.
Jika kalian tidak macam-macam, kalian akan teratur dapat makanan.
Kami membawa kalian semua ke atas geladak
untuk melemaskan tangan dan kaki dan melihat lautan.
Kalian takkan disakiti jika kalian menuruti kami.
Jika tidak, dia yang akan menghukum kalian.
Aku tahu cara membuat mereka senang.
- Cukup! - Aku hanya bercanda.
Kalau begitu, berhentilah bercanda! Jangan ganggu mereka.
Aku ingin mereka sampai tujuan dalam keadaan bagus, mengerti?
Jangan ganggu aku!
Hentikan!
Aku mohon, jangan lakukan!
Jangan ganggu aku!
- Kalian akan membawa kami ke mana? - Ke rumah baru kalian.
Ke satu rumah indah di daerah Afrika.
Namanya Rumah Oasis Yang Hilang.
Bagaimana rasanya barusan?
Kita sesuai jadwal.
Suruh mereka membawa gadis-gadis itu ke atas sampan.
Mereka datang.
Demi Tuhan, bergegaslah!
Ayo, Nona-nona!
Cepat-cepat!
Aku bilang cepat!
Biar aku lihat dulu kamu.
Hentikan! Keparat!
Dah, Sayang!
Sampai jumpa!
Kalian beristirahatlah! Lima menit saja.
Baik, semua istirahat dulu lima menit.
Silakan, rentangkan kaki kalian.
Hey, tolong jangan pergi jauh-jauh!
Jangan!
Jangan!
Jangan!
Tolong, kami adalah korban penculikan. Beritahu polisi.
Eugenial, John, tangkap dia. Gadis kulit hitam!
Jangan.
Kita bawa dia! Dia bisa berguna.
Mana Pablo?
Pablo?
Pascal, Pablo.
Mami, lihat.
Semuanya keluar!
Keluar!
Ayo!
Semuanya cepat masuk!
Lewat belakang!
Cepat!
Ayo, cepat!
Cepat!
Ayo!
Masuk sana!
Ayo!
Terus!
Itu ranjangmu.
Bawa ini!
Kamu ke sana!
Kamu sebelah sana!
Kamu di belakang!
Kamu sebelah sini!
Berdiri, dasar pemalas!
Gaby, bisa bicara sebentar?
Kalian cepat ganti pakaian.
Aku akan segera kembali.
Itulah saat aku mencoba melarikan diri.
Mereka membawa semua pakaian kami, tapi kami tetap melakukannya.
Aku harus melakukannya tak peduli apapun.
Permisi!
Aku akan segera kembali.
Madita.
Tolong kamu temani orang ini.
Hai.
Hai.
Hey, seorang gadis baru telah kabur dari kandang.
- Namanya Annie. - Aku tidak heran.
Kita harus pergi mencari dia. Ayo!
Cepat!
Aku mohon, tolong aku!
Aku disekap di Oasis.
- Maksudmu rumah yang ada di sana? - Ya.
Ya, aku tahu rumah itu. Isinya gerombolan penjahat. Mereka dilindungi oleh polisi.
Ya, itu benar.
Mereka telah menculik pacarku!
- Keparat! - Kita lari saja!
Akan aku bunuh mereka dan bebaskan pacarku!
- Saat ini mereka sedang mengejar aku. - Lalu?
Mereka juga akan mengejarmu.
Aku telah lapor polisi, tapi aku tak tahu
jika mereka akan bertindak atau tidak.
Jangan bergerak!
Aku bilang, jangan bergerak!
Stop. Angkat tanganmu!
Kalian ikut dengan kami! Tidak.
Tidak. Aku tak mau kembali.
Aku tak mau kembali.
Mau bagaimana lagi?
Tapi camkan perkataanku, aku akan terus mencoba. Dan pasti berhasil!
Pelarianmu akan membuat kami dalam kesulitan.
Apa kamu bodoh?
Jika aku berhasil kabur, aku akan menghubungi polisi dan membebaskan kalian?
Aku rasa kita takkan pernah bebas.
Sebenarnya di sini lumayan. Mula-mula memang tidak enak.
Tapi kemudian kalian akan terbiasa.
Awalnya aku kira aku akan mati.
Tapi tak masalah.
Kehidupan di sini lumayan juga.
Terlebih makanan di sini cukup enak.
Hey, bagaimana kamu bisa ke sini?
Ceritanya panjang.
Aku dan temanku punya klub malam di Las Palmas.
Kami tinggal di hotel mewah.
Kami berpenghasilan tinggi.
Hidup kami nyaman.
Malam itu adalah malam terakhir kami.
Kami mengadakan pertunjukan telanjang.
Aku memperhatikan seorang pria yang aneh,
bisa dibilang istimewa.
Dia selalu memakai dasi merah dan duduk di meja panjang.
Dia selalu memperhatikanku.
Dia sering mengundangku untuk minum bersama.
Sangat sopan. Sangat menarik.
Dan setiap malam di kamar gantiku,
selalu ada karangan bunga yang besar,
pemberian dari dia.
Ucapan dalam kartunya selalu romantis.
Karena itu malam terakhir kami, dia mengundang kami makan malam.
Dan kami berdua pergi ke rumahnya jam dua pagi untuk minum sampanye.
- Terima kasih. - Untukmu!
Sulang!
Aku ingin memberikan penawaran yang mungkin sesuai dengan keinginan kamu.
Katakan!
Apa kamu mau pergi ke Afrika?
Aku harus bicara dulu dengan Nina.
Meskipun itu artinya bisa menghasilkan uang banyak?
Tidak. Terima kasih banyak.
Sama-sama.
Aku telah coba cara yang mudah tapi sepertinya salah.
Kalau begitu kita pakai cara sulit.
Apa maksudmu?
Maksudku, banyak cara untuk meyakinkan kamu
jika perjalanan ke Afrika akan berguna bagi kamu.
Jangan ganggu aku!
Aku tahu siapa yang bisa membujuk kamu.
Kamu akan melakukan apapun supaya jauh dari dia.
Kamu memang bandel, Sayang.
Ini belum apa-apa dibandingkan nanti.
Saranku, sebaiknya ubah pikiranmu selagi kamu masih bisa berjalan.
Sekarang kamu pilih yang mana?
Sinar matahari, kedamaian dan kesunyian Afrika atau terus disiksa?
Kamu tahu aku jago membujuk.
Aku akan melakukan semua perintahmu. Hentikan ini.
Bagus kalau begitu.
Hidup memang tidak enak.
Setiap kamu bertemu pria tampan, kamu ditipu.
Dan pria yang baik tidak mengasyikkan.
Aku tak akan lagi mempercayai perkataan pria.
Aku sudah muak.
Bagaimana denganmu, Sophie?
Aku berencana pergi ke Paris dengan beberapa temanku.
Kamu tahu, untuk melihat karnaval.
Malamnya kami pergi jalan-jalan. Sangat menyenangkan.
Ada acara parade yang menarik.
Aku dan teman-temanku ikut serta di dalamnya.
Kami adalah anggota kelompok penari rakyat,
dan kami dipilih dari seleksi nasional.
Senang sekali rasanya, berlaga di depan ribuan pasang mata
yang berbaris di pinggir jalan.
Kami telah berlatih selama setahun. Andai kamu bisa lihat kami.
Setelah seharian penuh menari, kami terus menari lagi.
Setelah itu kami putuskan untuk menonton pesta kembang api di sungai Senne.
Aku terpisah dengan teman-temanku,
tapi kurasa aku akan temui mereka lagi di hotel.
Lalu aku lanjutkan menonton pesta kembang api.
Aku belum pernah menonton yang seperti itu.
Seperti ada nyala api dalam aliran air sungai.
Selanjutnya, ceritanya sama seperti kamu.
Seorang pria mendekatiku.
Dia tampan. Dia menyapaku.
Aku tidak keberatan. Kami jadi dekat.
Dia penuh sopan santun.
Dan harus aku bilang, ada sesuatu tentang dia,
yang mempesona.
Boleh dibilang aku menyukai dia.
Dan begitulah akhirnya aku sampai di Afrika.
Aku tidak seberuntung itu. Aku terlahir di sini.
Baiklah.
Malam ini akan aku beri keringanan.
Lampu boleh tetap menyala setelah jam malam dimulai, bagaimana?
Tapi jangan disalahgunakan, atau kalian akan tahu akibatnya.
- Kami takkan menyalahgunakannya. - Terima kasih.
Aku ingin tekankan, kelakuan baik lebih penting dari segalanya.
Aku takkan biarkan kalian melanggar peraturan ini.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Terima kasih.
Jangan ada yang macam-macam.
Dasar wanita brengsek.
Memangnya kamu pikir ini tempat apa? Asrama mahasiswi?
Cepat tidur!
Tidur!
Dia wanita paling brengsek yang pernah aku temui.
Kami ke sini untuk bersenang-senang.
Memangnya tempat apa ini?
Kamu akan segera mengetahuinya.
Kenapa kamu sampai bisa berlabuh di surga ini?
Satu hari aku memutuskan berhenti kerja
dan berkeliling menjelajah Spanyol.
Minggu pertama tak ada masalah. Aku punya keberanian.
Kadang aku numpang tidur di asrama, dan kadang aku jatuh tidur
di tempat tak menentu.
Aku belum pernah sebahagia itu. Aku tak akan melupakannya.
Mencari tumpangan kendaraan juga gampang.
Lalu ada pria-pria brengsek yang menggangguku.
Aku mengusir dia dan lalu dia menculikku ke tempat antah berantah.
Keparat!
Hai. Mau aku antarkan?
Tidak, terima kasih. Aku menunggu mobil Rolls Royce.
Memang kenapa dengan mobil Mercedes?
- Tak apa-apa, tapi tak ada kasurnya. - Apa maksudnya?
Lupakan saja! Aku bersedia ikut jika kita pergi ke Alicante.
Itu tempat tujuanku.
Ayahku memiliki beberapa toko pakaian wanita. Untuk kelas atas.
Aku bekerja di sana tapi aku punya banyak waktu luang.
Kamu pasti punya banyak baju yang bagus.
Tergantung arti bagus yang kamu maksud.
Umumnya pakaian siap pakai, tapi ayahku mengutamakan jumlahnya.
Aku ditunggu di kantor. Kamu mau turun di mana?
Aku mau pergi ke asrama bernama Villa.
Ya, aku tahu tempatnya. Tidak begitu jauh.
Aku antar kamu ke sana, mau?
Sudah sampai.
- Biar aku saja! - Terima kasih.
- Nanti aku mau bertemu kamu lagi. - Maaf, tidak bisa.
Aku hanya menginap malam ini, dan besok pagi aku langsung pergi.
Aku ada ide. Kalau nanti malam kamu tak sibuk,
apa kamu mau pergi menemuiku di Baghdad?
- Apa kamu bawa gaun pesta? - Tentu tidak.
- Aku sedang kemping. - Apa aku terlihat bodoh?
Ikut aku, akan aku belikan kamu gaun baru, mau?
Kamu keluar dulu!
Ayo!
[ d i t e r j e m a h k a n o l e h ] eifansclub
Kemari! Cambuk aku!
Pukul aku!
Lakukan! Cambuk aku!
Ayo, lakukan!
Nanti aku jemput kamu.
Aku akan membawamu ke Baghdad.
Keadaan kita sama.
Kami belum mendengar kabar dari Katherine
sejak dia pergi ke Spanyol.
Aku harap kamu punya kabar tentang dia.
Tidak. Tak ada kabar apapun selama tujuh minggu.
Kecuali satu kartu pos dari Valencia.
Aku dengar kabar dia belakangan ini. Coba lihat.
Dia ada di Alicante.
Lihat.
Jadi jelas sekarang.
"Aku baru bertemu pria baik. Aku menyukai dia."
"Dia mengundangku untuk bermalam dengannya
di klub malam Baghdad."
Boleh aku simpan kartu pos ini?
Silakan! Tapi mau kamu apakan kartu pos itu?
Inspektur polisi yang kita temui dulu,
saat kita mulai khawatir,
katanya dia butuh petunjuk.
Ini mungkin berguna.
Aku punya info dari interpol.
Mereka telah menyelidiki ini selama sebulan di Itali,
juga Spanyol, tapi tak ada hasil.
Kamu tahu hasilnya.
Kerja sana! Keluar!
- Dia bilang Baghdad? - Betul.
Itu yang tertulis dalam kartu pos. Kita mulai dari sana.
Baik!
Aku akan pergi ke Alicante naik pesawat, dan mengusahakan sesuatu.
Berapa orang yang kita antarkan?
Lima orang wanita yang tak punya otak.
- Tipe kesukaanmu. - Benarkah?
Karena kamu yang kenal kapten, jadi kamu saja yang antar.
- Ke mana? - Tempat yang sama.
Siap-siap pergi ke Afrika.
Hai. Polisi.
- Apa yang kamu mau? - Kami tak bisa mengeluh.
Bisnis terus berjalan meskipun macet.
Kemari!
Duduk!
Beritahu aku, apa kamu melihat sesuatu yang aneh di sini?
- Apa maksud kamu? - Aku yang bertanya padamu!
Dan saat bertanya, aku tak mau dijawab dengan pertanyaan.
Aku mau jawaban. Tanpa kebohongan.
Jika kamu berbohong, aku akan hajar kamu.
Aku tak tahu apa pun.
Jika ada hal yang tak biasa, telepon aku di nomor ini.
- Aku tak ingin ada masalah. - Kalau begitu, turuti aku!
Akan takkan melupakannya. Kalau kamu baik padaku,
aku akan baik padamu. Kamu mengerti?
Sekarang, bagaimana kalau kita mulai dengan ini?
Jangan bergerak!
Stop!
Dia membawa senjata api.
Mereka mau tutup. Sebaiknya kita pindah klab saja.
Ya, bagus.
- Bagaimana dengan Hoof on the Roof? - Ya, bagus.
Halo?
Kerja bagus, Inspektur.
Bagus.
Dan aku melacak semua sampai ke Soweto di Africa.
Telepon Sanchez dan katakan aku akan datang.
Tapi kenapa ke Afrika?
- Karena gadis-gadis itu ada di sana. - Kalau begitu, pergilah!
Aku akan segera menelpon supaya kami bisa menjemputmu di bandara.
- Penerbangan yang mana? - Penerbangan yang pertama.
- 210 Madrid. - 210.
Bagus!
Jangan lupa untuk menelepon.
Pasti!
Detektif Roland akan tiba satu jam lagi.
Interpol mungkin sudah menghubungimu.
Ya.
Dan aku harap dengan informasi
yang telah kamu berikan, kita bisa menangkap mereka.
Bisa tolong hati-hati?
Ini masalah besar. Aku tak mau ada kesulitan.
- Kami paham keadaanmu, Pak. - Resminya aku tak tahu apapun.
Jika, seperti yang kamu kira,
para pemilik budak ada di Sassandra.
Memang.
Aku ingin memastikan dapat kerjasama penuh dari polisi.
- Letnan Dufo akan membantu kamu. - Baik.
- Halo? - Ya.
- Telepon untukmu. - Terima kasih.
- Halo? - Halo?
- Arturo? - Ya.
- Roland. - Ya.
- Kamu sulit sekali dihubungi. - Nanti coba gunakan tam tam.
- Aku kira kamu sudah sampai. - Belum, aku berpura-pura jadi turis.
Kamu mungkin benar. Penyamaran adalah jalan terbaik untuk detektif.
Bagaimana denganmu? Ada kabar baru?
Sebuah perahu pengangkut berlabuh pagi tadi.
- Itu menarik. - Ya.
Mungkin itu yang kita tunggu-tunggu.
Hanya satu cara untuk membuktikannya. Aku akan pergi memeriksanya.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Tapi kamu hanya seorang turis.
Aku akan gunakan jari telunjuk untuk kamera.
Sampai jumpa.
Dah.
Baik.
Aku akan membantumu dari sini.
Jangan khawatir!
Mengerti?
Ya, ayo berangkat.
Aku mau minum bir.
Ayo, kita ambil dari palka.
Cara yang bagus untuk berpergian.
Cukup nyaman.
Kapten punya selera seperti banci.
Ya.
- Kotoran kuda. - Penciuman kamu tajam.
Bourbon buatan Kentucky.
Apalagi yang kita punya?
Lumayan.
Lihat.
Pigeon Loft.
Mungkin kamu tahu apa artinya?
Awas.
Ada berapa orang di kapal?
Aku tidak tahu pasti. Mungkin ada empat orang.
Kamu akan bebaskan kalian.
Tunggu!
Diam di tempat!
Apa kamu tahu arti Pigeon Loft?
Aku tidak tahu.
Kita coba lagi.
Apa kamu mau memberitahuku sekarang?
Tempatnya di gurun, di sana mereka menyekap gadis-gadis itu.
Aku sebaiknya memberitahu Arturo.
Hanya itu yang aku tahu.
Sial.
Sial!
Itu tindakan bodoh!
Aku tak seharusnya memukul dia terlalu keras.
Ayo, lupakan saja!
Dia sudah mati dan terbebas.
Aku tak peduli jika dia hidup atau mati, kecuali
dia bisa bisa menjawab beberapa pertanyaan.
Semua sudah terjadi. Lupakan saja.
Ayo, kita tanya para pelaut.
Mereka mungkin bisa beri petunjuk.
Ya, tapi sepertinya mereka punya perlindungan dari polisi.
Semua akan ditutupi bahkan sebelum kita menyelidiki.
Mungkin ada satu cara.
Kamu dalam satu tugas resmi dari interpol.
Dengan begitu, kamu leluasa bergerak dan mencari informasi secara maksimum.
Sementara itu aku akan mengikuti petunjuk dan
mencoba mencari lokasi yang tepat dari Pigeon Loft.
Lalu aku akan menuju Sassandra dan menemui kepala polisi.
Jika petunjuknya benar, kepala polisi mungkin mau bekerja sama.
- Baik, aku akan menanganinya. - Terima kasih.
Sekarang kita langsung saja ke bisnis.
Silakan, katakan maksudmu.
Pak Kepala, aku bersusah payah menegakkan hukum bersamamu.
Sekarang yang aku perlukan adalah bukti.
Kamu bisa membantuku?
Kalau aku bisa. Beritahu aku apa yang kamu tahu.
Aku akan berikan gambarannya untukmu.
Ada semacam penginapan, 10 km dari sini,
yang jadi rumah bordil di gurun.
The Oasis.
Aku tahu tentang itu.
Tapi pemimpinnya sulit ditangkap.
Dia punya banyak koneksi di berbagai tempat.
Dia punya banyak kenalan orang-orang tinggi.
Para pebisnis dan politisi.
- Kamu mengerti? - Aku mengerti.
- Itu yang aku tahu. - Baiklah.
Kamu benar-benar gigih.
Ya.
Aku tidak mudah menyerah.
Aku pernah beberapa kali mencoba menggerebek.
Tapi mereka selalu mendapat bocoran.
Bagaimana jika aku bawakan bukti bahwa gadis-gadis
yang aku cari adalah korban penculikan?
Aku akan bertindak.
Tapi saat dia tahu kamu seorang polisi, dia akan menghubungi koneksinya.
Bagaimana dia bisa tahu?
Aku sedang berlibur.
Kamu mungkin bebas melakukannya.
Baca pernyataan ini.
Orang yang baru saja keluar, tunangannya diculik oleh mereka.
Wanita itu mungkin ditahan di sana.
Sekarang tergantung tindakanmu.
Aku belum pernah melihatmu sebelumnya, padahal aku ini pelanggan tetap.
Sudah aku duga.
Aku baru di tempat ini.
- Jadi begitu, kamu baru mulai kerja. - Benar.
Kamu suka kerja di sini?
Aku suka panasnya.
Kalau begitu, tak ada hal yang bisa kamu keluhkan.
- Maksudku cuacanya. - Benarkah?
Aku di sini bukan untuk membahas cuaca.
Ayolah, Zeke.
Ayo.
Kenapa kucing seperti kamu ada di sini?
Jangan!
Berhenti mencakar aku!
Bagaimana?
Ayo, pergi!
Apa kabar?
Hai!
Aku baru di sini dan belum kenal siapa-siapa.
Aku bergerak di bisnis real estate.
Apa kamu tahu jika ada lahan yang akan dijual di sini?
Itu tergantung jumlah uang yang kamu punya.
Seperti biasa, Pak?
Silakan, Pak Jones.
Bagaimana dengan, Pak...?
Granadas. Michele Granadas.
- Aku pesan yang sama. - Baik.
Dan jangan curangi dia. Dia baru di tempat ini.
Asal kamu tahu, dia berniat membeli lahan.
Selamat datang di Sassandra, Pak. Minuman pertama selalu gratis.
Terima kasih.
Sulang!
Sulang!
Apa tempat seperti yang di sini sama semua? Aksinya kurang.
Tunggu!
- Ikuti sajai aku! - Kalau itu maumu.
Temanku, Michelle, ingin bergabung dengan klab khusus, mengerti?
Ya, tapi...
Tentu aku yang akan bertanggungjawab.
Tak masalah, Pak Jones.
Ayo, kita lihat ke belakang.
Aksinya ada di sana.
Silakan duluan. Jalan sini.
Kamu mengagumkan.
Aku belum pernah bertemu wanita secantik kamu.
Apa kamu percaya? Aku bersungguh-sungguh.
- Kamu bisa jadi bintang film Hollywood. - Terima kasih.
Pernah ikut produksi film?
Aku yakin sudah banyak yang coba tidur denganmu.
Baik. Aku segera ke sana.
Kamu harus melihatnya sendiri.
Sudah aku bilang, bukan?
Kelihatannya hebat.
Apa boleh memilih?
Silakan. Pilih siapa saja untuk diajak ke kamar.
Bagaimana kalau wanita itu?
Kami akan persiapkan dia.
Lihat, berlagak seperti aktor.
Aku yakin kamu menyukainya.
Baiklah, semua masuk rumah.
Jangan menghalangi jalan!
Siapa kamu?
Polisi. Kami datang untuk inspeksi.
Tunggu sampai direktur kembali. Aku tak bisa memperbolehkan masuk.
Jangan halangi jalan! Atau kamu aku tangkap.
Sudah aku bilang pimpinan sedang keluar.
Hentikan, Antonio.
Kamu tak bisa masuk sampai kamu bisa tunjukkan surat perintah.
Jangan berlagak di hadapanku.
Tak perlu ada surat perintah.
Kami punya bukti kamu telah menculik dan menyekapku, Mami Amameta.
Sekarang aku beri tahu kamu, enyahlah dari
sini, bajingan, atau kamu akan tahu akibatnya.
Buka pintunya!
Siapa dia?
Seorang pelanggan. Dia datang kemarin.
Kamu tak punya hak melakukan ini.
Aku bebas tugas kemarin.
Aku datang atas kemauan sendiri, dan hari ini aku kembali bertugas.
Jadi sekarang buka pintunya!
Hey, kamu!
Kamu awasi dia!
Ini bukan salah kami! Mereka telah memaksa kami. Tanya saja dia.
Itu memang benar. Mereka membawa kami ke sini.
Kami tak punya pilihan selain menuruti.
Mereka memaksa kami.
Jangan takut. Kami sudah tahu.
Kami akan terima pernyataanmu di markas.
Baik.
Mereka melarikan diri.
Tunggu.
Jangan kemana-mana, mengerti? Kamu awasi mereka.
Jangan sampai mereka masuk mobil Jeep.
Kamu ikut denganku!
Tiarap, bodoh!
Memanggil markas. Kalian bisa mendengar?
Kirim helikopter ke jalan 301.
Dimengerti.
Kita harus pergi ke mana?
Ke perahu, Bodoh!
Kamu harus membawa kami ke perahu!
Mereka terlalu dekat!
Kita akan menjauh dari mereka. Ambil jalan pintas!
Bodoh, lihat jalanmu!
Hey, awas! Ada helikopter.
Cepat!
Kita sebaiknya berpencar.
Antonio!
Antonio!
Jangan sampai mereka lolos.
Permainan selesai, Nyonya!
Amidu!
Amidu!
Madita!
- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.