Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
halo, Mr. Neff.
- terlambat kerja, Mr. Neff? - cukup terlambat. jalankan liftnya.
- anda kelihatan tak enak badan. - aku tak apa.
- bagaimana dengan bisnis asuransinya, Mr. Neff? - baik.
mereka tak pernah mau menjualnya padaku.
mereka bilang ada masalah dalam jantungku.
- aku bilang itu rematik. - ya?
12.
kantor memorandum.
Walter Neff kepada Barton Keyes, Manajer klaim.
Los Angeles, Juli 16, 1938.
yang terhormat Keyes...
aku harap kau segera menindaklanjuti pengakuan ini begitu kau mendengarnya.
aku tak suka kalimat pengakuan.
aku mau meluruskan anggapanmu mengenai sesuatu yang tak mampu kau lihat...
karena pengakuan ini akan menampar wajahmu.
kau pikir telah membuat kebijakan yang berani selaku manajer klaim...
seperti serigala dalam menghadapi klaim palsu.
mungkin kau seperti itu, tapi coba tengok klaim yang diajukan Dietrichson.
kecelakaan dengan ganti rugi dua kali lipat.
dalam kesempatan itu kau melakukannya dengan baik, Keyes.
kau bilang itu bukan kecelakaan. periksa lagi.
kau bilang itu bukan bunuh diri. periksa lagi.
kau bilang itu pembunuhan. periksa lagi.
menurutmu itu akan menguap begitu saja?
seluruhnya dibungkus kertas tisu dengan pita merah muda.
sempurna.
sayangnya itu tidak berjalan mulus karena kau telah keliru...
hanya sedikit kekeliruan.
begitu pelaku pembunuhan itu tertangkap, itu berarti kau salah tangkap orang.
kau ingin tahu siapa yang membunuh Dietrichson?
duduk manis dengan cerutu murah yang kau punya, Keyes.
akulah yang membunuh Dietrichson.
aku, Walter Neff, penjual asuransi.
usia 35 tahun, belum menikah, tak punya rekam kejahatan yang terlihat...
hingga sementara waktu.
ya, aku membunuhnya.
aku membunuhnya demi uang...
dan perempuan.
aku tak berhasil mendapat uang itu, aku juga tak berhasil mendapat perempuan itu.
terlalu.
semuanya bermula di akhir bulan mei.
sekitar akhir-akhir bulan mei.
aku pergi ke Glendale mengantar polis untuk truk pengangkut susu.
pada saat perjalanan pulang aku tiba-tiba teringat akan adanya pembaruan otomatis di dekat Los Feliz Boulevard.
kemudian aku pergi ke sana.
satu dari sekian rumah Spanyol di California...
banyak orang gila dijumpai pada waktu 10-15 tahun yang lalu.
satu rumah seseorang harus mengeluarkan biaya sekitar $30,000.
itulah jumlah yang harus dikeluarkan bila dia hendak melunasi rumah yang dibelinya.
Mr. Dietrichsonnya ada?
- siapa yang mau bertemu dengan beliau? - namaku Neff. Walter Neff.
- bila kau menjual sesuatu... - dengar ini untuk Mr. Dietrichson aku mau bicara kepada...
ini bukan layanan majalah berlangganan.
- dengar, beliau tak ada di rumah. - kapan kira-kira dia pulang?
beliau akan ada di rumah begitu beliau sampai di sini, bila informasi tersebut bisa membantumu.
ada apa, Nettie? siapa dia?
dia mencari Mr. Dietrichson, nyonya.
aku Mrs. Dietrichson. ada apa?
apa kabar, Mrs. Dietrichson?
aku Walter Neff, Pacific All Risk.
- Pacific all apa? - perusahaan asuransi Pacific All Risk.
ini mengenai pembaruan dalam asuransi mobil.
aku sudah coba menghubungi suamimu selama dua minggu...
- tapi dia tak pernah ada di kantornya. - ada yang bisa aku bantu?
asuransi akan kadaluwarsa pada bulan ke-15.
aku tak suka memikirkan spatbor rusak yang kau miliki...
atau sesuatu yang belum bisa kau...
lindungi sepenuhnya.
barangkali aku bisa mengetahui akan maksudmu, Mr. Neff.
- aku baru saja selesai berjemur. - mudah-mudahan tak ada burung merpati di sekitarmu.
mengenai polis itu, Mrs. Dietrichson, aku tak mau menyita waktumu, tapi...
Oh, tak apa.
bila kau bersedia menunggu sebentar, aku akan temui kau di bawah.
Nettie, antar Mr. Neff ke ruang tamu.
di mana ruang tamunya?
sebelah sana, tapi beliau menyimpan minumannya dalam keadaan terkunci.
tak apa. aku selalu bawa kunci milikku.
ruang tamunya masih pengap...
yang diakibatkan cerutu kemarin malam.
jendela tertutup...
sinar matahari menembus tirai...
memperlihatkan debu-debu yang betebaran di udara.
di atas piano, terdapat sepasang bingkai cantik, yang di dalamnya terdapat foto Mr. Dietrichson dan Lola...
putri dari istri pertamanya.
ada satu mangkuk yang di dalamnya terdapat satu ekor ikan emas merah kecil...
di atas meja di belakang dipan.
aku katakan padamu hal yang sebenarnya, Keyes...
ketertarikanku bukan pada ikan emas itu.
bukan juga mengenai pembaruan otomatis atau mengenai Mr. Dietrichson juga dengan putrinya Lola.
aku memikirkan nyonya yang ada di atas tangga dengan cara dia memandangku...
aku ingin bertemu dengannya lagi secara lebih dekat.
tanpa adanya tangga yang menghalangi kami.
- aku tidak lama, kan? - tak apa, Mrs. Dietrichson.
- aku ingin wajahku terlihat lebih kencang. - akan sempurna dengan uang yang aku miliki.
- Neff namamu? - ya.
dengan dua huruf "F," seperti Philadelphia, bila kau mengetahui kisahnya.
- kisah apa? - kisah mengenai Philadelphia.
mari kita duduk untuk mendengarkan asuransi yang akan kau jelaskan padaku.
suamiku tak pernah menceritakannya padaku.
ini mengenai asuransi dua mobilmu, LaSalle dan Plymouth.
kami mengurus asuransi Mr. Dietrichson selama tiga tahun...
dan kami tak suka dengan adanya polis lapse(penghentian masa efektif polis).
ada madu di gelang kakimu, Mrs. Dietrichson.
seperti yang aku bilang tadi kalau kami tak suka dengan adanya polis lapse.
tentu saja kami bisa berikan tambahan waktu 30 hari lagi. itu saja waktu yang sanggup kami berikan.
aku menduga kalau dia tengah sibuk di ladang minyak di Long Beach.
tak bisakah aku menemuinya sebentar pada malam hari?
kuharap begitu. tapi dia tak pernah ada di rumah sebelum pukul 8:00.
tak masalah buatku.
kau tak ada kaitannya dengan Automobile Club, kan?
tidak, hanya di All Risk saja, Mrs. Dietrichson. kenapa?
ada orang dari Automobile Club terus saja merayunya.
- apakah layanan yang mereka berikan itu cukup baik? - bila suamimu menjadi anggotanya.
tidak, dia bukan anggotanya.
dia bisa memulainya dengan mendaftar di perusahaan asuransi itu dengan membayar biaya keanggotaan.
aku tak pernah mau menjatuhkan produk dari orang lain, Mrs. Dietrichson.
Automobile Club itu bagus. aku bisa berikan layanan yang sama baiknya terhadapmu.
aku punya polis yang sangat menarik.
membutuhkan waktu tak sampai dua menit untuk menyerahkan polis asuransi itu di hadapan suamimu.
misal, kami bisa mencantumkan 50% resiko kategori baru...
yang berkaitan dengan kecelakaan.
kau orang asuransi yang cerdas, Mr. Neff?
- aku sudah bekerja selama 11 tahun. - punya reputasi yang baik?
terus berjalan.
kau menangani asuransi mobil, atau segala jenis?
segala jenis. kebakaran, gempa bumi, tanggung gugat umum, asuransi golongan...
bahan-bahan industri juga, semua aku bisa mengurusnya
asuransi kecelakaan?
asuransi kecelakaan? tentu saja, Mrs. Dietrichson.
kau bisa memberitahuku apa yang terukir dalam gelang kakimu itu.
- hanya namaku. - seperti?
- Phyllis. - Phyllis, huh?
- aku suka. - tapi kau tak mengucapkannya dengan sepenuh hati.
aku sudah bepergian kemari dan gagal bertemu beberapa kali.
Mr. Neff, kenapa kau tak datang lagi saja besok malam pada pukul 8:30?
- mungkin dia sudah pulang. - siapa?
suamiku. bukankah kau ingin bicara dengannya?
ya, memang, tapi kesabaranku sudah habis...
bila kau mengerti maksudku.
ada batas kecepatan di negara ini, Mr. Neff. 45 mil per jam.
- seberapa cepat laju kendaraanku, petugas? - ada sekitar 90.
sebaiknya kau turun dari motormu kemudian memberiku surat tilang.
sebaiknya kali ini aku beri kau peringatan kemudian membiarkanmu pergi.
sebaiknya itu tak perlu dilakukan.
kuharap aku bisa membunyikan buku-buku jarimu.
kuharap aku bisa meluapkan tangisanku kemudian bersandar di pundakmu.
sebaiknya kau melakukannya di pundak suamiku.
menyedihkan.
- 8:30 besok malam. - itulah saran yang bisa kuberikan padamu.
- kau ada di sini juga? - kuharap begitu, aku sering di rumah.
kursi yang sama, parfum yang sama, juga gelang kaki yang sama?
aku jadi penasaran, andai saja aku mengerti akan maksudmu.
aku penasaran bila kau penasaran juga.
sore yang mengesankan dan aku terus saja teringat...
aroma bunga honeysuckle di sepanjang jalan.
bagaimana aku sanggup membayangkan bahwasanya pembunuhan terkadang aromanya sama seperti aroma bunga honeysuckle?
mungkin kau tahu, Keyes...
ketika dia menyebut asuransi kecelakaan, tapi aku tak menyadarinya.
aku seolah seperti jutawan.
aku kembali ke kantor untuk melihat apakah ada surat yang masuk.
hari ketika kau melihat truk melakukan perjalanan dari Inglewood ke tempat tujuannya.
kau ingat, Keyes?
Mr. Neff, Mr. Keyes ingin bertemu denganmu.
dia terus saja meneriakkan namamu sore ini.
dia marah atau hanya sedikit keluar busa di mulutnya?
tolong bawakan ini untukku, sayang.
- Halo, Walter. - Hai, George.
ayo. ayo, Garlopis.
kau tak bisa bercanda dengan segala omong kosong ini.
- kau hendak mencari gara-gara dan kau tahu itu. - asal kau tahu...
- yang aku minta itu uangku. - asal kau tahu...
- yang kau dapatkan adalah polisi. - Halo, Walter.
- dia ini Sam Garlopis dari Inglewood. - tentu saja, aku tahu kalau dia ini Mr. Garlopis.
yang mencantumkan polis terhadap truknya. bagaimana kabarmu, Mr. Garlopis?
- tak begitu baik. trukku terbakar. - ya. sekarang dengar, Garlopis.
tiap bulan ratusan klaim ada di mejaku.
beberapa diantaranya itu palsu, dan aku tahu itu yang mana.
bagaimana aku bisa tahu? karena intuisiku mengatakan padaku.
- intuisi apa? - intuisi itu ada di sini.
tiap kali ada klaim palsu datang, itu akan membuat perutku terjepit.
aku tak bisa makan.
kau salah seorang diantaranya, Garlopis. itulah kenapa aku tahu kalau klaimmu itu palsu.
lantas apa yang bisa aku lakukan?
aku kirim mobil derek ke garasimu sore ini...
kemudian mereka membawa trukmu yang terbakar itu.
lalu apa yang mereka temukan?
mereka menemukan beberapa potongan.
potongan apa?
beberapa potongan yang kau rendam dengan minyak tanah kemudian kau taruh agar terbakar.
dengar, tuan. aku hanya seseorang yang bernasib sial. mungkin aku telah berbuat kekeliruan.
itulah salah satu penyebabnya.
kondisiku tak begitu baik, Mr. Keyes.
ini. sebentar. tanda tangani ini maka kau akan segera baikkan.
tanda tangani apa? surat pernyataan untuk melepas tuntutan atas klaim yang kau ajukan. tepat di sini.
- di sini? - ya, di situ.
sekarang kau kembali menjadi pria yang jujur lagi. selamat tinggal, Garlopis.
tapi aku tak punya truk lagi.
dalam hidupku, uang sebesar $2,600 itu jumlah yang banyak.
ada apa, Garlopis, kau tak tahu cara membuka pintu itu?
taruh tanganmu ke gagang pintu itu, kemudian putar ke kiri.
sekarang tariklah.
- itu baru anak pintar. - terima kasih, Mr. Keyes.
perusahaan apa-apaan ini?
kita ini sebuah perusahaan asuransi atau sekumpulan orang-orang dungu yang amatiran...
yang mencantumkan polis ke orang yang tak tahu apa-apa barusan?
sebentar, Keyes. aku tak akan menanggapi keluhanmu ini.
aku sudah mencatat lembar permohonan Garlopis...
agar kita bisa menyelidikinya sepenuhnya...
- sebelum kita menerima konsekuensinya. - aku tahu kau sudah melakukannya, Walter.
aku bukan mengeluh padamu. tapi dengan perusahaan ini. itulah cara yang mereka lakukan.
cara yang tak seharusnya mereka lakukan!
cara mereka mencantumkan segala hal ke dalam lembar penjualan.
dan akulah orang yang duduk di sini dengan mengurus banyaknya klaim palsu...
mereka enggan membuang uangnya ke luar jendela daripada memungutnya di depan pintu.
baiklah, kita akhiri topik ini, mari kita dengar dari sisi yang berbeda.
aku kewalahan mengurusinya setelah sekelompok penjual membujuk rayu...
dengan tanpa pikir menjual asuransi jiwa kepada seorang pria...
yang tidur di tempat tidur yang sama dengan empat ekor ular derik.
Walter, aku kerja sudah 26 tahun jadi biar aku beritahu kau, aku akan...
ya, dan kau menikmatinya di setiap menitnya, Keyes.
kau menikmatinya cuman kau khawatir kewalahan dalam mengurusnya, kau dengan intuisimu itu.
kau cukup teliti mengurusnya, kau membuat dirimu sendiri gila.
kau tak akan berkata kalau hari ini adalah hari selasa kecuali kau sudah melihatnya di kalender.
kemudian kau memeriksanya apakah kalender sekarang atau tahun kemarin.
lalu kau menemukan siapa yang membuat kalender itu...
menemukan bahwasanya kalender yang mereka buat sama seperti kalender primbon.
sudah cukup ocehanmu, Walter.
sekarang keluarlah dari sini sebelum aku lempar meja ini padamu.
aku salut padamu.
aku benar-benar suka denganmu pak tua yang suka mengeluh...
selalu menumpahkan isi kepalamu, selalu marah ke setiap orang.
tapi kau tak pernah membodohiku dengan lagu dansamu. tidak sedetikpun.
aku selalu tahu apa yang ada di balik debu cerutu di pakaianmu itu...
kau punya hati seluas rumah.
kembali ke ruanganku ada pesan telepon dari Mrs. Dietrichson...
mengenai pembaruan.
dia tak mau aku datang besok malam.
dia minta aku datang pada hari kamis sore pukul 3:30.
ada banyak kunjungan yang aku miliki pada hari kamis sore...
termasuk kunjungan ke Santa Monica...
untuk menemui pasangan suami istri perihal asuransi golongan.
tapi aku terus saja terbayang dengan Phyllis Dietrichson...
cara dia melepas gelang kakinya.
Halo, Mr. Neff. kau tak mau masuk?
aku baru saja mau masuk.
aku harap kau tak kecewa dengan tertundanya jadwal temu kita ini.
- kemarin malam situasinya tak memungkinkan. - tak apa.
aku juga sibuk mengumpulkan koleksi perangkoku.
aku baru saja selesai membuat es teh. kau mau segelas?
ya, kecuali kau punya sebotol bir yang belum dibuka.
mungkin ada. aku tak pernah menengok apa saja yang ada di kulkas.
Nettie.
mengenai pembaruan itu, Mr. Neff. aku sudah membicarakannya dengan suamiku.
- Oh, benarkah? - ya dia bilang kalau dia bersedia memperbaruinya denganmu.
terkait hal ini, kupikir dia akan pulang sore ini.
- kenyataannya? - tidak.
mengecewakan sekali.
Nettie!
Oh, aku lupa kalau hari ini pembantuku libur.
lupakan birnya. es teh juga tak apa.
- Lemon? manis? - sesuai seleramu.
karena pembantumu libur, mungkin ada sesuatu yang bisa kukerjakan untukmu.
- seperti menggunakan mesin penyedot debu. - sudah bersih.
aku pernah menjajakan mesin penyedot debu.
tak menghasilkan uang banyak, meski begitu kau bisa banyak belajar tentang kehidupan.
aku tak yakin kau mempelajarinya dari mata kuliah korespondensi.
dari mana kau membeli teh ini?
- kau bukan dari Inggris? - bukan. Kalifornia.
lahir di sini di Los Angeles.
mereka bilang kalau seluruh warga asli Kalifornia itu berasal dari Iowa.
- Mr. Neff, aku... - Walter saja.
- Walter. - benar.
katakan padaku, Walter, mengenai asuransi itu, berapa komisi yang kau dapatkan?
20 persen. kenapa?
aku sedikit tertarik dengan jasa yang kau tawarkan ini.
- aku selalu bisa mengurusnya. - aku terus saja memikirkan kondisi suamiku.
aku sangat khawatir akan kondisinya di ladang minyak itu.
- sangat beresiko. - tak seharusnya seorang pimpinan melakukan hal itu secara langsung?
dia tak pernah duduk di belakang meja kantornya.
dia di sana bersama dengan para pekerja pemboran.
itu membuatku khawatir.
maksudmu, pada saat malam yang gelap ada sebongkah batu menimpanya?
- tolong jangan bicara seperti itu. - itu misalnya.
suatu hari ada pemburu minyak berhasil ditangkap kemudian dihajar mandor.
- dia dirawat di rumah sakit dengan tulang punggung patah. - malang sekali.
membuatku cemas memikirkannya.
bisa saja itu terjadi terhadap suamiku.
bisa jadi.
bukankah menurutmu dia harus punya asuransi kecelakaan?
apa keuntungan dari asuransi yang dia butuhkan itu?
cukup menutupi tagihan dokter juga rumah sakit.
mendapatkan keuntungan sebesar $125 seminggu.
dia juga berpotensi mendapatkan jumlah pokok sebesar $50,000.
- jumlah pokok? apa itu? - bila dia tewas dibunuh.
mungkin tak seharusnya aku mengatakan ini padamu.
kuharap kau tahu segala hal tentang pekerjaanmu ini.
suamimu akan mengerti.
aku yakin bisa menjual asuransi itu padanya, demi melindunginya dari sebuah kecelakaan.
bukankah lebih baik kalau aku menjelaskan secara langsung padanya?
kau bisa coba, tapi dia susah diajak bicara.
awalnya memang susah diajak bicara.
ada banyak hal yang harus dia tangani.
dia tak mau mendengarkan apa-apa...
kecuali mungkin sebuah pertandingan baseball di radio.
terkadang kami duduk di sini semalaman tanpa bertegur sapa.
- pasti membosankan. - jadi aku hanya bisa duduk sambil merajut.
itukah alasan kenapa kau bersedia menikah dengannya?
barangkali aku suka cara dia mengumal wol.
ada kalanya dia bosan mengumalnya...
hanya saat bersamaku kau tak lagi merajut.
- benarkah? - kau pertaruhkan hidupmu.
penasaran apakah minuman ini bisa menggerakkan hatinya.
aku mau tanya sesuatu padamu, Walter.
bisakah aku mendapat polis kecelakaan untuknya tanpa perlu melibatkannya sama sekali?
ulangi lagi?
ini juga akan memudahkanmu. kau tak perlu lagi bicara dengannya.
aku ada sedikit uang untuk asuransi itu.
aku bisa membayarnya dan dia tak perlu tahu mengenai hal ini.
kenapa dia tak diperbolehkan tahu?
karena dia tak tertarik dengan asuransi kecelakaan.
- dia tak pernah mau mempercayainya. - banyak orang berpikir seperti itu. menggelikan sekali, kan?
bila dengan cara ini bisa mendapatkannya, semua kekhawatiran akan berakhir.
- mengerti maksudku, Walter? - tentu. aku bisa memahaminya dengan baik.
maksudmu kau ingin mendapatkan polis itu tanpa perlu dia mengetahuinya.
itu artinya perusahaan asuransi tak perlu tahu kalau dia tak tak tahu akan hal ini.
- apa bisa dilakukan dengan cara seperti itu? - apa ada yang salah?
tidak, kupikir itu menarik.
pada saat malam yang gelap, sebongkah balok menimpanya...
sebongkah balok apa?
jika suatu saat situasinya tak seperti yang dia harapkan, saat itulah dia butuh sedikit pertolongan.
aku tak mengerti maksudmu.
tentu saja tak harus dengan sebongkah balok.
bisa dengan menabrakkan mobil padanya atau membuatnya terjatuh dari atas jendela.
ada sedikit kejadian yang sama sebelumnya, setelah itu akan jadi pekerjaan petugas pemakaman.
- kau gila? - tidak segila itu.
- selamat tinggal, Mrs. Dietrichson. - apa ada yang salah?
dengar, sayang, kau tak bisa menggunakan cara seperti itu.
kau ingin membunuhnya, kan?
itu sesuatu yang tak pantas diucapkan.
kau pikir aku bersedia melakukannya?
ada pria berjalan menghampiri nyonya di ruang tamu lalu mengatakan
"selamat sore, aku menjual asuransi kecelakaan untuk para suami.
"kau berhasil mendapatkan sesuatu yang kau cari selama ini?
"sesuatu yang kau harapkan bisa mendapatkan uang yang banyak?
"memberikanku senyuman agar aku bersedia membantumu mendapatkannya. "
- kau pasti mengira kalau aku ini mudah dibodohi - kotor sekali pikiranmu.
kupikir kau itu baik, selama aku bukan menjadi suamimu.
- pergilah dari sini. - kau ingin agar aku pergi dari sini, sayang.
aku akan pergi dari sini secepat mungkin.
aku biarkan dia tahu secara langsung di hadapan kedua matanya.
dia tak berhasil membodohiku sedikitpun, tidak kali ini.
aku tahu kalau aku punya tanaman kniphofia...
sebelum membuangnya akan membakar tanganku duluan.
aku menghentikan mobilku demi sebotol bir, minuman yang ingin aku minum ketika itu...
minuman yang aku inginkan bila mengalami situasi yang buruk, untuk menghilangkan asam dari es tehnya...
juga segala hal yang berkaitan dengannya.
aku tak ada niat kembali ke kantor, aku lebih memilih bermain bowling...
di Third dan Western aku main beberapa kali...
agar bisa memalingkan pikiranku untuk sementara waktu.
aku tak selera makan ketika beranjak pergi dari tempat itu, aku juga tak ada niat menonton acara pertunjukkan.
kemudian aku berkendara pulang, menaruh mobilku, lalu masuk ke apartemenku.
saat itu hujan mulai turun aku memerhatikannya dalam kondisi gelap...
dan tak berniat menyalakan lampu.
karena tak bisa membantuku.
aku berjalan mondar-mandir di dalam...
aku masih memegang tanaman kniphofia itu.
ketika mengalami kejadian itu tak ada niat bagiku untuk keluar sama sekali.
kejadian itu membuatku terus memikirkannya...
ini bukan akhir hubungan antara aku dengannya.
ini merupakan awal.
pada pukul 8:00 bel berbunyi dan aku tahu itu siapa tanpa perlu lagi memikirkannya.
seolah biasa terjadi di dunia.
Halo. kau lupa dengan topimu sore tadi.
- benarkah? - tak maukah kau membiarkan topimu ini di masukkan ke dalam?
tentu.
taruh saja di kursi.
- kau tahu tempatku dari mana? - ada di buku telepon.
- sedang turun hujan. - ya.
lepaskan mantelmu kemudian duduklah.
suamimu keluar?
ya. di Long Beach. mereka menemukan sumur baru.
dia tadi menelepon kalau dia akan pulang terlambat. sekitar pukul 9:30.
inilah saatnya kau mengungkapkan kalau kau senang bertemu denganku.
aku tahu kau tak akan pergi dengan cara seperti itu.
- seperti apa? - seperti sore tadi.
pastilah aku mengatakan sesuatu yang membuatmu mempunyai anggapan yang salah.
kau jangan sekali-kali berpikir seperti itu terhadapku, Walter.
- baik. - tidak, ini tidak baik.
- tidak bila kau tak percaya denganku. - kau ingin aku melakukan apa?
aku mau kau bersikap baik padaku.
sama saat pertama kali kau datang ke rumahku.
tak akan sama seperti pertama kalinya.
- sesuatu telah terjadi. - aku tahu itu.
telah terjadi diantara kita.
aku merasa seolah dia tengah memerhatikanku. bukan dengan perhatiannya. tidak lagi.
dia terus saja mengikatku dengan kencang, aku tak bisa bernafas.
dia di Long Beach, kan? santai saja.
mungkin tak seharusnya aku datang kemari.
- mungkin tak seharusnya kau datang. - kau ingin aku pergi?
- kalau kau mau. - sekarang juga?
tentu, sekarang juga.
- aku tergila-gila denganmu, sayang. - aku juga tergila-gila denganmu, Walter.
parfum rambutmu. apa merk parfum itu?
entahlah. aku membelinya di Ensenada.
seharusnya kau sekalian membeli anggur merah muda.
minuman bergelembung. yang aku punya hanya minuman bourbon.
Bourbon juga tak apa, Walter.
tolong kau ambilkan dua gelas.
- minuman soda? - air putih saja.
sekitar enam bulan lalu ada pria terpeleset karena sebatang sabun di bak mandinya...
dia jatuh kedinginan lalu mati tenggelam.
dia punya asuransi kecelakaan.
mereka mengotopsinya setelah itu istrinya tak dapat apa-apa.
- siapa yang tak dapat apa-apa? - istrinya.
setelah itu ada satu kejadian seorang pria ditemukan tertembak.
istrinya mengatakan kalau dia sedang membersihkan pistolnya lalu peluru itu menembus perutnya.
dia berhasil mendapatkan tiga hingga 10 bagian di Tehachapi.
mungkin itu akan sangat berguna baginya.
kau bisa bawa minumanmu ke ruang tamu.
nyaman sekali di sini, Walter. siapa yang mengatur perabotan yang ada di sini untukmu?
ada perempuan kulit hitam datang beberapa kali dalam seminggu.
- memasak sendiri makananmu? - memeras jeruk bali sekali dalam beberapa hari.
- merebahkan badan di persimpangan apotik. - sepertinya nyaman sekali.
hanya orang asing saja di sekitarmu.
kau tak kenal dengan mereka dan kau juga tak perlu membenci mereka.
kau tak perlu duduk di depan meja...
lalu tersenyum padanya juga kepada putrinya di setiap pagi dalam hidupmu.
putri apa? maksudmu foto gadis kecil yang ada di atas piano itu?
Lola. dia tinggal bersama kami.
dia jauh lebih memerhatikannya dibandingkan denganku.
- kau tak ada pikiran untuk bercerai? - dia tak mau memberikanku surat cerai.
mungkin karena ada potensi suamimu diharuskan mengeluarkan banyak uang.
dia tak punya banyak uang. tidak semenjak dia beralih ke bisnis minyak.
tapi dia memilikinya ketika kau menikah dengannya?
ya, dia memilikinya. aku ingin dia tak ada di rumah. memang kenapa?
tapi itu bukan suatu alasan. aku berprofesi sebagai perawat untuk istrinya.
dia sakit sudah lama. begitu dia meninggal, kondisi jiwanya terguncang.
- aku kasihan padanya. - sekarang kau membencinya.
ya, Walter. dia sangat berarti bagiku.
tiap kali aku beli pakaian ataupun sepasang sepatu, dia meluapkan kemarahannya.
dia tak pernah membiarkan aku pergi ke mana-mana. dia ingin aku tak ke mana-mana.
dia sangat berarti bagiku.
sekalipun asuransi jiwanya itu berpindah tangan ke putrinya.
- terhadap Lola. - dia tak punya arti sama sekali bagimu?
tidak. tak berarti sama sekali dibandingkan anggapanku terhadap ayahnya.
kemudian kau berbaring dalam keadaan sadarkan diri lalu mendengar dengkurannya kemudian kau punya ide.
Walter, aku tak mau membunuhnya. tak akan.
tidak sekalipun dia mabuk lalu menampar wajahku.
- terkadang kau berharap kalau dia meninggal. - mungkin aku punya pikiran seperti itu.
setelah itu kau berharap meninggalnya itu diakibatkan sebuah kecelakaan, lalu kau berhak mendapat polis sebesar $50,000.
- benar begitu? - mungkin aku juga punya pikiran seperti itu.
malam berikutnya kami berkendara pulang dari sebuah acara pesta. dia mabuk lagi.
ketika kami memasuki garasi, dia tetap duduk di dalam tepat di depan setir mobil...
kondisi mesin dalam keadaan hidup.
kemudian aku membayangkan apa yang terjadi jika aku tak mematikan mesin mobilnya...
lalu menutup pintu garasi kemudian meninggalkan dia di sana.
aku beritahu kau itu akan seperti apa.
jika kau punya polis kecelakaan lalu kau ingin meracuni orang...
di kantor kami ada sosok pria bernama Keyes.
baginya niat seperti itu seolah seperti mengiris daging sapi panggang.
dalam waktu tiga menit dia tahu kalau itu bukan sebuah kecelakaan.
dalam waktu 10 menit kau duduk di bawah lampu yang terang-benderang.
dalam waktu setengah jam kau disuruh menandatangani sebuah pengakuan atas namamu.
tapi, Walter, aku tak mau melakukannya dan aku tak akan pernah mau melakukannya.
tidak akan jika perusahaan asuransi itu tahu hal itu sebelumnya, sayang.
mereka tahu lebih banyak daripada sekumpulan orang yang berniat mengelabui mereka.
bila dikematian itu ada campur tangan di dalamnya, maka kau tak ada kesempatan menerima ampunan.
mereka akan menggantungmu sama seperti membeli uang picisan dalam satu dolar.
aku tak mau kau digantung, sayang.
hentikan berpikir seperti itu!
jadi kami hanya duduk diam saja di sana.
dia mulai menangis tersedu-sedu, seperti hujan di depan jendela, dan kami tak bicara sama sekali.
mungkin dia bisa berhenti memikirkannya, tapi aku tidak.
aku tak bisa.
karena itu ada kaitannya dengan sesuatu yang aku pikirkan selama bertahun-tahun.
sudah begitu lama sebelum aku bertemu dengan Phyllis Dietrichson.
karena kau tahu sendiri mengenai pekerjaan ini, Keyes.
pekerjaan ini tak bisa membuatmu tertidur...
mencoba menemukan segala tipu daya yang akan mereka gunakan padamu.
kau seperti pria yang ada di belakang roda meja roulette...
memerhatikan para pelanggan untuk memastikan kalau mereka tak ada niat menipu atas rumah yang diasuransikannya.
suatu malam kau berusaha memikirkan bagaimana cara mengelabui rumah yang kau asuransikan sendiri.
dan dilakukan dengan pintar.
karena kau punya kendali di tanganmu.
kau tahu setiap catatan itu dengan baik.
segala hal yang kau butuhkan bertambah semakin banyak di depan.
seorang penjudi menaruh uang taruhannya.
kemudian tiba-tiba bel pintu berbunyi...
segala hal itu sudah ada di ruanganmu bersamamu.
dengar, Keyes, aku bukan bermaksud menutupi kesalahan atas tindakanku sendiri.
aku melawannya, hanya saja aku tak berusaha melawannya sepenuh hati.
jumlah nominal yang dipertaruhkan sebesar $50,000, meski begitu mereka hanya manusia biasa.
seorang pria yang tak pernah memberikanku kesempatan berbuat yang tak baik, kecuali...
dia menikah dengan perempuan di mana dia sudah tak peduli lagi dengannya.
sedangkan aku peduli dengannya.
akankah kau nanti meneleponku? Walter?
aku benci dengannya. aku muak untuk kembali padanya.
- kau percaya denganku, Walter? - tentu aku percaya padamu.
aku tak sanggup bertahan lagi. bagaimana bila nanti mereka menggantungku?
mereka tak akan menggantungmu, sayang.
ini merupakan jalan terbaik daripada situasi yang aku alami selama ini.
mereka tak akan menggantungmu karena...
kau bisa terus mewujudkannya dan aku bersedia membantumu.
- kau sadar dengan yang kau ucapkan barusan? - tentu saja aku sadar atas apa yang aku ucapkan.
kita akan melakukannya dan kita akan melakukannya dengan baik.
- aku sosok yang tahu bagaimana cara melakukannya. - Walter, kau akan mencelakakanku.
ini tak boleh ada kesalahan, tak boleh ada kecerobohan maupun kelemahan.
ini harus dilakukan dengan sempurna.
hubungi aku besok. tapi tidak dari rumahmu melainkan dari telepon umum.
dan perhatikan setiap langkahmu di setiap menitnya.
ini harus dilakukan dengan sempurna, kau mengerti? lakukan sebaik mungkin.
lakukan sebaik mungkin.
begitulah ceritanya, Keyes.
pergerakan sudah dimulai dan tak ada yang bisa menghentikannya.
langkah pertama yang harus kami lakukan adalah bagaimana cara agar dia menyetujui polis kecelakaan itu.
aku tahu dia tak akan membelinya, yang aku mau adalah bagaimana agar dia bersedia membubuhkan tanda tangannya ke lembar permohonan itu.
jadi aku harus memberikan arahan agar dia menandatanganinya tanpa perlu dia tahu apa yang ditandatanganinya.
aku ingin ada saksi lagi selain Phyllis agar bisa menyaksikanku pada saat perbincangan mengenai penjualan asuransi itu.
aku berusaha memikirkannya dengan caramu berpikir, Keyes...
karena yang aku mau adalah semua jawaban sudah disiapkan...
atas semua pertanyaan yang kau ajukan pada saat Dietrichson meninggal nanti.
beberapa malam kemudian aku pergi ke rumahnya.
semuanya terlihat baik-baik saja, selain kehadiran seseorang yang tak aku inginkan yang berpotensi menjadi saksi atas tindakan Phyllis.
dia itu adalah putri Dietrichson, Lola.
itu membuat perasaanku tak nyaman...
menyaksikan dia duduk di dalam ruangan itu sambil memainkan dam china...
seolah tak terjadi apa-apa.
aku harap anda tahu, Mr. Dietrichson...
kalau anda bukan seorang pegawai...
anda tak terlindungi pasal kompensasi asuransi negara.
satu-satunya cara agar anda bisa melindungi diri anda sendiri adalah dengan memiliki polis pribadi untuk anda sendiri.
ya, aku tahu semua itu.
hal berikutnya yang ingin kau sampaikan adalah, kalau aku membutuhkan...
asuransi gempa bumi, asuransi petir, dan asuransi hujan es.
andai kami membeli seluruh asuransi itu mereka pasti berpikir...
kalau kita akan bangkrut untuk membayarnya, benar begitu, sayang?
yang membuat kita bangkrut itu ketika kau pergi keluar kemudian membeli lima topi yang sangat mahal.
siapa yang butuh topi di California?
ini mengenai potensi dolar yang anda dapatkan Mr. Dietrichson...
asuransi kecelakaan adalah jenis asuransi termurah yang bisa anda beli.
mungkin lain waktu, Mr. Neff. hari ini sangat melelahkan bagiku.
sesuai keinginan anda.
kuharap kita hanya membahas asuransi mobil saja malam ini.
tentu.
yang kami minta adalah, anda bersedia membubuhkan tanda tangan anda ke lembar permohonan pembaruan.
Phyllis, kau tak keberatan bila kita sudahi dulu permainan ini?
- permainan membosankan ini membuatku pegal. - ada sesuatu yang ingin kau kerjakan?
ya, tentu saja.
ayah, tak apa bila aku pergi sekarang?
- pergi ke mana? dengan siapa - hanya dengan Anne. kami ingin pergi bermain sepatu roda.
- Anne siapa? - Anne Matthews.
bukan dengan Nino Zachetti lagi, kan?
sebaiknya tidak bila dengan laki-laki bernama Zachetti itu.
kalau sampai ayah memergokimu bersama dengan...
hanya dengan Anne Matthews, aku sudah bilang pada ayah.
aku juga sudah bilang pada ayah kalau kami pergi bermain sepatu roda.
aku menemuinya di persimpangan Vermont dan Franklin, persimpangan barat laut...
terkait tempat itu ayah menyukainya, dan aku sudah terlambat.
kuharap itu sudah jelas. selamat malam, ayah.
selamat malam, Phyllis. selamat malam, nona Dietrichson.
- maafkan aku. selamat malam, Mr... - Neff.
selamat malam, Mr. Neff.
seorang pemberontak kecil yang hebat untuk seusianya.
sekarang anda tinggal menandatanganinya, Mr. Dietrichson.
- menandatangani apa? - lembar permohonan pembaruan otomatis.
sehingga anda bisa terlindungi hingga polis baru dikeluarkan.
- kapan polis itu keluar? - sekitar satu minggu.
agar aku bisa terlindungi ketika melakukan perjalanan ke utara.
- San Francisco? - Palo Alto.
dia itu alumni Stanford, Mr. Neff.
dia masih saja mengikuti reuni kelas setiap tahunnya.
ada yang salah dengan kegiatan itu? tak bisakah aku bersenang-senang sekali dalam setahun?
Stanford merupakan sekolah sepak bola yang bagus.
- anda pernah bermain sepok bola, Mr. Dietrichson? - bek kiri.
hampir semua universitasnya juga. di mana aku harus menandatanganinya?
di bawah.
- salinan keduanya juga. - tanda tangan dua kali, huh?
ya. satu salinan untuk pegawai.
- aku membutuhkannya untuk berkasku. - berkas. duplikat. triplikat.
terima kasih, Mr. Dietrichson.
jangan khawatir mengenai ceknya, aku bisa mengambilnya di kantor anda pada pagi hari.
- berapa jumlah uang yang kau minta dariku? - $147.50.
kupikir asuransi itu saja sudah cukup untuk malam ini, Mr. Neff.
banyak.
- bawakan aku soda begitu kau datang kemari, Phyllis. - selamat malam, Mr. Neff.
selamat malam, Mr. Dietrichson.
kupikir kau menaruh topimu di ruang sebelah, Mr. Neff.
selamat malam, Mr. Neff.
- lancar-lancar saja, kan Walter? - mulus.
- dia sudah menandatanganinya, kan? - tentu saja dia sudah menandatanganinya. kau sendiri melihatnya.
sekarang dengar. kunjungan ke Palo Alto. kapan dia berangkat?
akhir bulan.
- dia mengendarai mobil, huh? - dia selalu mengendarai mobil.
tidak untuk kali ini. kau harus membujuknya untuk naik kereta.
- mengapa? - karena semua ini akan berhasil bila dia menggunakan kereta.
dengar sayang. ada klausul di setiap polis kecelakaan...
yang diistilahkan dengan ganti rugi dua kali lipat.
perusahaan asuransi mencantumkannya demi menarik minat pelanggan.
itu artinya mereka akan membayar dua kali lipat untuk kecelakaan tertentu.
kejadian seperti ini jarang terjadi.
sebagai contoh, bila ada seseorang tewas dalam kereta...
mereka bukan membayar uang sebesar $50,000 melainkan sebesar $100,000.
- begitu. - kita musti memanfaatkannya semaksimal mungkin, sayang.
itulah kenapa dia harus pergi menggunakan kereta.
dia akan pergi menggunakan kereta, Walter. seperti yang kau inginkan.
lakukanlah sebaik mungkin.
Halo, Mr. Neff.
ini aku.
- ada yang salah? - aku sudah menunggumu.
menungguku? untuk apa?
kupikir kau memperbolehkanku menumpang pergi bersamamu, bila kau melewati jalan yang kulewati.
- jalan apa yang kau lewati? - bawah bukit. bawah bukit Vermont.
tentu. Vermont dan Franklin. persimpangan barat laut, kan?
dengan senang hati, nona Dietrichson.
pergi bermain sepatu roda, huh?
- kau suka sepatu roda? - meski tak mahir aku bisa memainkannya.
- hanya semalam kau pergi. - ya, tentu.
aku mengalami situasi yang sulit di rumah.
ayahku tak mengerti kalau Phyllis sangat membenciku.
- sepertinya situasinya rumit sekali. - itulah kenapa terkadang aku berbohong.
maksudmu termasuk dengan bepergian ke Vermont dan Franklin ini?
bepergian ke Vermont dan Franklin itu benar.
hanya saja bukan bersama Anne Matthews. melainkan Nino Zachetti.
kau tak akan bilang pada mereka, kan?
- aku pikir-pikir dulu. - Nino tak seperti yang ayah katakan.
dia hanya tak beruntung. dia sudah mengikuti pra ujian di USC...
dan bekerja sebagai penjaga pintu di teater di pusat kota pada malam harinya.
setelah kegiatannya diketahui, dia dikeluarkan.
kemudian dia kehilangan pekerjaannya akibat perbuatannya. dia marah sekali.
mahal sekali konsekuensinya.
ayahku beranggapan bahwa tak ada satupun pria yang cukup baik buat putrinya...
kecuali mungkin seorang pria pemilik perusahaan Standard Oil.
aku harap dia bisa mengerti akan pilihan hidupku. aku tak akan membiarkan Nino menyerah begitu saja.
kuharap semuanya bisa berjalan sesuai yang kau harapkan, Miss Dietrichson.
- kuharap itu terwujud suatu saat nanti - persimpangan jalan tepat di sebelah sana, Mr. Neff.
Nino? sebelah sini, Nino.
- dia ini Mr. Neff, Nino. - Halo, Nino.
namaku Zachetti.
Nino, aku mohon. Mr. Neff bersedia memberikanku tumpangan dari rumah.
aku sudah bilang padanya akan hubungan kita.
kenapa dia harus tahu tentang hubungan kita?
kita tak perlu mengkhawatirkan kehadiran Mr. Neff, Nino.
aku tak mengkhawatirkannya sama sekali.
hanya kau tak perlu membeberkannya terlalu banyak.
ada apa denganmu, Nino?
kenapa? dia hanya ingin berteman. aku tak butuh teman.
bila aku menghendakinya, aku akan memilihnya sendiri. ayo.
dengar, nak. dia butuh tumpangan, jadi aku bawa dia pergi bersama.
apakah ada yang salah mengenai hal itu?
baiklah, Lola, terserah padamu. kau mau ikut atau tidak?
tentu saja aku ikut.
jangan dimasukkan hati, Mr. Neff. terima kasih banyak atas tumpangannya.
kau baik sekali. Nino?
dia gadis yang baik.
barangkali dia pribadi yang lebih dari sekedar yang ayahnya dengar.
tapi setelah itu membuat perasaanku tak nyaman ketika sedang memikirkan tentang mereka...
dengan tas kantor yang aku taruh di belakangku, di mana di dalamnya terdapat tanda tangan ayahnya...
juga kegunaan dari tanda tangan itu.
itu berarti dia seorang yang harus dikorbankan.
itu hanya pertanyaan sesekali waktu saja, tidak terlalu sering bertanya-tanya akan hal itu.
kau tahu kalau terdapat toko perbelanjaan yang besar di Los Feliz, Keyes?
tempat di mana aku dan Phyllis pilih sebagai tempat bertemu.
aku sudah siapkan segala rencana itu di kepalaku...
garis besarnya harus bisa diwujudkan dengan baik.
dia harus tahu semuanya pada saat waktu itu tiba.
kami harus ekstra hati-hati sejak dari sekarang.
kami tak bisa membiarkan orang lain tahu kalau kami tengah bersama.
kami tak boleh saling berbicara lewat telepon.
tidak dari rumahnya ataupun di kantorku.
dia pergi ke toko perbelanjaan itu tiap pagi pukul 11:00, untuk membeli barang-barang.
bisa saja aku menemuinya kapan saja yang aku mau.
dengan alasan pertemuan yang tidak disengaja.
- Walter, aku mau... - jangan keras-keras.
aku ingin bicara denganmu sejak dari kemarin.
biarkan aku bicara dulu. semuanya sudah siap.
polis kecelakaan sudah dikeluarkan. aku membawanya di sakuku.
aku membawa ceknya juga. aku sudah menemuinya di ladang minyak.
dia pikir dia mengeluarkan uangnya itu untuk pembaruan asuransi mobilnya.
cek itu akan ditindaklanjuti oleh perusahaan, jadi segala sesuatu bisa terjadi.
tapi kau harus serahkan cek itu untuk asuransi mobil, kau mengerti?
ini akan berjalan lancar karena salah satu dari mobil itu atas namamu.
buka tasmu. cepat.
bisakah kau taruh ini di kotak penyimpanan?
- ya. kami berdua punya kuncinya. - bagus.
tapi jangan kau taruh dulu polis itu ke dalam. aku beritahu kau kapan saatnya nanti.
ingat, jangan sekali-kali kau melihat ataupun menyentuhnya, kau mengerti?
- aku tidak bodoh. - baiklah. kapan dia berangkat dengan menaiki kereta?
- karena itulah. dia tak jadi pergi. - apa?
itulah yang ingin aku sampaikan padamu. kunjungannya dibatalkan.
apa yang terjadi?
tuan, bisakah anda mengambil satu kotak makanan bayi untukku?
itu yang di atas sana?
aku tak habis pikir kenapa mereka selalu saja menaruh barang-barang yang aku inginkan di rak bagian atas.
teruskan. aku mendengarkan.
dia terjatuh di sumur. kakinya patah.
- kakinya patah? - apa yang harus kita lakukan sekarang, Walter?
- tak ada. kita hanya bisa menunggu. - menunggu untuk apa?
hingga dia sanggup bepergian dengan menaiki kereta.
aku sudah bilang padamu rencana ini baru berhasil kalau dia menggunakan kereta.
tapi kita tak bisa lagi menunggu. aku tak bisa membiarkan situasi itu terjadi.
dengar, kita tak bisa mengambil martil kemudian melakukannya dengan segera.
- pasti ada cara lain. - kita tak akan melakukannya dengan cara lain.
tapi kita tak bisa membiarkannya begitu saja.
- apa yang menurutmu akan terjadi andai dia tahu tentang polis kecelakaan itu? - banyak.
tapi setidaknya tak seburuk ketika tengah duduk di ruang eksekusi tahanan.
- jangan bicara seperti itu. - jangan memulai mengurungkan rencana kita, itu saja.
itu bukan yang kita inginkan. tapi kita membiarkan semua itu hilang begitu saja.
permisi.
kita akan lakukan sesuai dengan rencana. seperti yang aku bilang.
aku tak bisa menunggu lagi.
ini membuatku kesal, sayang.
- tapi kita harus menunggu. - mungkin kita sanggup menunggu, Walter, cuman...
ini akan semakin sulit tanpa kehadiranmu. seperti ada penghalang diantara kita.
sebaiknya aku pergi, sayang. aku memikirkanmu setiap waktu.
setelah itu satu minggu penuh aku tidak bertemu dengannya sama sekali.
aku berusaha untuk tidak memikirkannya begitu pula dengan seluruh rencana itu.
aku terus saja bicara kepada diriku sendiri kalau ini mungkin sudah suratan takdir mereka menyaksikan kalian...
pernah bersama dan kondisi kakinya yang patah memberikanku kesempatan keluar.
setelah itu pada tanggal 15 juni. kau mungkin ingat dengan tanggal itu, Keyes.
kau datang ke ruanganku sekitar pukul 3:00 sore.
Halo, Keyes.
aku baru saja tiba dari kantor Norton.
laporan penjualan tengah tahunan sudah dikeluarkan.
kau yang paling berprestasi, Walter. ini sudah kedua kalinya. selamat.
terima kasih. bagaimana kalau kau membelikanku minuman yang murah?
bagaimana kalau dipotong $50 dari bayaranmu?
- haruskah aku tertawa sekarang atau menunggu sesuatu yang lebih lucu lagi - tidak, aku serius.
aku baru saja selesai bicara dengan Norton. terlalu banyak kerjaan di meja kerjaku.
terlalu banyak tekanan dalam pekerjaanku.
aku menghabiskan setengah malam berjalan mondar-mandir di kamar tidurku.
aku butuh asisten dan aku pikir orang yang tepat itu kau.
aku? kenapa harus aku?
karena aku punya ide gila dan kaulah sosok yang tepat dengan pekerjaan itu.
ide gila, tak masalah. aku ini penjual.
ya. penjual keliling, penjual barang, penjual jasa.
kau terlalu bagus untuk menjadi penjual.
- tak seorangpun yang terlalu baik untuk menjadi penjual - masa bodoh!
yang harus kau kerjakan adalah membunyikan bel pintu lalu bicara kepada orang-orang yang tak penting di telepon secukupnya.
yang jadi masalah bagimu adalah potongan sebesar $50 itu, kan?
- itu masalah bagi semua orang. - sekarang dengar, Walter.
pekerjaan yang aku bicarakan ini membutuhkan otak juga integritas.
ini butuh ketekunan lebih, bila dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan 50 penjual.
pekerjaan ini merupakan yang paling menantang dalam bisnis ini.
ya, tapi tetap saja itu pekerjaan dalam kantor.
- aku tak mau terkurung dalam meja kantor. - pekerjaan dalam kantor?
itu saja anggapanmu mengenai pekerjaan ini?
hanya menaruh pantatmu di kursi panas dari pukul 9:00 hingga pukul 5:00, huh?
hanya menumpuk lembaran kertas kemudian memilah-milah, punya lima pensil tajam...
untuk digunakan menghitung jumlah yang tepat, mungkin disertai dengan sedikit coretan di sampingnya.
bukan pekerjaan seperti itu yang kuberikan padamu, Walter.
bagiku, pekerjaan manajer klaim seperti dokter ahli bedah, meja kerja itu sebagai meja operasi...
pensil-pensil itu adalah pisau bedah juga pisau pahat tulang.
kertas-kertas itu bukan hanya berisikan statistik dan klaim kompensasi.
mereka hidup. terkemas dalam balutan drama...
di mana di dalamnya terdapat harapan juga impian para penipu.
manajer klaim, Walter, sama seperti dokter, mata-mata, juga...
siapa? baik, tunggu sebentar.
seorang manajer klaim sama seperti dokter, mata-mata, polisi, hakim, juri...
dan bapa penerima dosa, semua menjadi satu.
dan kau mau bilang padaku kalau kau tidak tertarik?
kau tak mau pekerjaan yang membutuhkan otakmu?
tugasmu adalah menaruh jarimu ke bel pintu...
demi tambahan beberapa dolar dalam seminggu. ada perempuan yang ingin bicara denganmu.
- ini dengan Walter Neff. - aku harus menghubungimu, Walter.
- ini sangat mendesak. - kau dengan seseorang?
- ya, tentu saja. - bisa aku hubungi kau kembali, Margie?
tidak, kau tak bisa. aku hanya punya waktu sebentar. ini tak bisa ditunda lagi.
dengar. dia akan pergi malam ini dengan menaiki kereta. kau dengar?
- Walter? - ya. aku dengar, Margie.
- cuman bicaralah yang penting- penting saja. - dia menggunakan tongkat ketiak.
dokternya bilang, dia boleh bepergian asal berhati-hati. kondisinya mengalami perubahan yang signifikan.
ini kesempatan yang bagus sekali, Walter. sesuai yang kau inginkan, dengan menggunakan kereta.
dengan bantuan tongkat ketiak maka akan sangat bermanfaat untuknya, kan?
ya. ya, itu 100% lebih baik.
tahan sebentar teleponnya.
- Keyes, apa tak lebih baik aku temui kau di ruanganmu nanti? - tak apa. aku tunggu.
cuman sampaikan padanya untuk tak bicara seharian.
teruskan.
berangkat pukul 10:15 dari Glendale. aku pergi bersamanya.
jalan itu jalan yang gelap, kan?
bunyikan klakson tiga kali sebagai tanda. baik. ada lagi?
tidak.
warna apa yang kau pilih?
biru. biru laut. juga ada warna tambahan lagi di kaki kirinya.
ya, sesuai seleraku.
itu saja, Walter. aku sangat gugup.
meski begitu kita harus melakukannya sebaik mungkin demi kita berdua.
aku mencintaimu, Walter. sampai jumpa.
- maaf, Keyes. - ada apa?
nyonya itu mengejarmu lagi? apa terus-menerus? atau itu bukan jadi urusanku?
- bila aku bilang padamu kalau itu adalah pelanggan... - Margie.
aku yakin kalau dia habis minum.
kenapa kau tak berpacaran kemudian menikah, Walter?
- kenapa bukan kau saja, sebagai contoh? - hampir saja itu terjadi, sekali. sudah sekian lama.
sekarang dengar, Keyes, aku harus menghubungi calon pelanggan.
sekalipun baru keluar dari gereja, nyonya itu dan aku.
dia mengenakan gaun satin yang terdapat renda di sisinya.
aku dalam perjalanan ke toko perhiasan untuk membeli cincin.
setelah itu intuisiku memberikan peringatan padaku.
jadi kau pergi kembali untuk menyelidikinya?
ya. kemudian cincin itu terlepas...
dia mewarnai rambutnya semenjak dia berumur 16 tahun.
ada turunan gangguan penyakit bipolar dikeluarganya, dari pihak ibunya.
dia sudah punya suami.
dia pemain bilyar profesional di Baltimore.
- dan saudara laki-lakinya... - aku sudah bisa menyimpulkan.
- dia adalah pelacur yang diwariskan secara turun-temurun - ya, ya. baiklah, baiklah.
apa yang harus kusampaikan kepada Norton? bagaimana dengan pekerjaan yang aku tawarkan padamu?
aku tak tertarik, Keyes.
- sekali lagi terima kasih. - cukup adil.
perlu kau ketahui, aku menawarimu pekerjaan itu...
bukan dikarenakan kau terlalu pintar...
tetapi lebih dikarenakan kau punya kebodohan yang sedikit dibandingkan dengan cara berpenampilanmu.
dugaanku ternyata meleset. kau tak terlalu pintar, Walter.
kau hanya sedikit lebih tinggi.
ya, Keyes.
permintaanku itu hanya agar aku tak mengulur-ulur waktu lagi.
sekarang mereka telah menekan tombolnya. roda gigi sudah saling bertautan.
waktu berpikir sudah habis.
aku mau pindahkan laporanku dari atas hingga laporan yang terakhir.
begitu meninggalkan kantor, aku taruh buku penilaianku di meja seolah aku lupa.
itu adalah bagian dari alibiku.
sejak saat itu pertanyaan bergulir seiring waktu yang sudah ditentukan...
tahap demi tahap.
aku pulang pukul 7:00. menaruh mobilku ke dalam garasi.
itu merupakan alasan lain demi menguatkan alibiku.
- Hai, Mr. Neff. - Halo, Charlie.
bagaimana pekerjaan mencuci mobilmu?
tergantung yang anda minta?
aku masih ada beberapa mobil tepat di hadapan anda.
kapan saja kau ada waktu, Charlie.
- aku tidak ke mana-mana malam ini. - baiklah.
di atas apartemenku aku menghubungi Lou Schwartz...
salah seorang penjual yang berbagi tempat kerja di ruanganku.
dia tinggal di Westwood, begitu panggilan telepon berbunyi itulah saat untuk merekam.
aku bilang padanya kalau aku lupa dengan buku penilaianku dan aku butuh beberapa keterangan...
dalam hal surat obligasi tanggung gugat yang sedang aku hitung.
aku mengganti pakaianku dengan setelan biru laut sama dengan yang dikenakan Dietrichson.
Lou Schwartz menghubungiku kembali lalu memberikanku banyak sekali angka-angka.
aku bawa handuk tangan juga gulungan perekat di sakuku...
agar aku bisa terlihat seperti seseorang yang mengalami patah kaki yang dibalut dengan gip.
selanjutnya aku menyelipkan kartu ke dalam kotak telepon...
agar nantinya bisa terjatuh begitu bel berbunyi.
itulah cara agar aku tahu kalau ada seseorang yang menghubungiku ketika aku sedang keluar.
aku lakukan cara yang sama di bel pintu agar aku tahu kalau ada seseorang yang ingin menemuiku.
aku tinggalkan apartemen melalui tangga karyawan. tak ada orang yang melihatku.
aku jalan dari apartemenku ke rumah Dietrichson.
aku tak mau naik bus...
karena itu akan memberikan peluang bagi orang untuk mengingat kalau mereka pernah bertemu denganku.
aku harus hati-hati.
aku mencium aroma bunga honeysuckle lagi.
cuman sekarang ada yang aneh, karena ketika itu sudah malam.
aku buka pintu garasi pelan-pelan.
dia sudah menaruh tongkat ketiak di kursi belakang sesuai yang kubilang padanya.
aku yakin kalau ini adalah cara yang paling aman...
sebelum dia mengeluarkan mobilnya dia akan masuk ke mobil terlebih dahulu.
aku masuk melalui pintu belakang mobil.
aku baringkan tubuhku ke lantai dan menunggu.
aku terus memikirkan jalanan gelap yang menuju ke stasiun itu...
di mana aku harus melakukannya...
bunyi klakson tiga kali itu adalah tanda.
10 menit kemudian mereka datang.
- kau baik-baik saja, sayang? - ya, aku baik-baik saja.
aku mau keluarkan mobilnya sebentar.
- santai saja, sayang. kita masih punya banyak waktu. - ya.
ingat yang dokter bilang. kalau kau berbuat kecerobohan...
kau akan punya kaki yang lebih pendek lagi.
lalu kenapa? aku bisa patahkan kakiku satunya lagi kemudian menyambungnya kembali.
ini akan membuatmu lebih baik karena kau bisa jauh dariku.
hanya empat hari saja. paling lambat aku pulang hari senin.
Dipersembahkan Oleh ~ChyruS~
ini bukan jalan yang benar. kenapa kau ambil jalan ini?
untuk apa kau melakukan itu?
untuk apa kau membunyikan klakson itu?
berhati-hatilah terhadap polisi militer juga kondektur.
- jangan khawatir. - menjauhlah dariku sejauh mungkin.
- bilang pada mereka kalau aku tak butuh bantuan. - aku sudah bilang, tak perlu khawatir, Walter.
segeralah kau berangkat begitu kereta berangkat.
begitu kau sampai ke kilang minyak, putar haluan dari jalan besar ke jalan tak beraspal.
dari sana kira-kira 8-10 mil...
ada tempat pembuangan di samping jalan.
- aku ingat semuanya. - jangan lajukan kendaraan terlalu cepat.
kau tak mau para polisi itu menghentikan kau dari belakang
Walter, kita sudah membahasnya berulang kali.
begitu kau meninggalkan jalan besar, matikan semua lampumu.
aku akan melangkah ke peron observasi.
aku jatuhkan diriku sedekat mungkin dari rel.
begitu kereta melintas, kau nyalakan lampu dimmu dua kali.
- kereta ke San Francisco, nyonya? - gerbong 9, ruang 11. suamiku saja.
gerbong 9, ruang 11? mari sebelah sini.
terima kasih. suamiku tak suka dibantu.
gerbong nomor 8. ada di depan.
gerbong 9, ruang 11. terima kasih.
ini tiketnya. jaga dirimu sendiri juga kakimu.
ya. hati-hatilah kau ketika kau pulang nanti.
- aku akan merindukanmu, sayang. - ruang 11, tuan.
semua penumpang naik! terima kasih.
- sampai jumpa, sayang. - semua naik!
semoga berhasil, sayang.
Porter, bisakah kau segera siapkan tempat tidurku?
ya, tuan.
aku mau ke gerbong observasi untuk merokok.
sebelah sini, tuan.
butuh kursi?
tidak, terima kasih. lebih baik aku berdiri.
- kau hendak bepergian jauh? - Palo Alto.
namaku Jackson.
aku berangkat dari Medford. Medford, Oregon.
aku pernah mengalami patah bahu tulang.
balutan gips bisa membuatmu gatal dan panas.
kupikir aku sudah berbuat gila terhadap diriku sendiri.
Palo Alto kota kecil yang indah. kau alumni Stanford?
- ya, aku alumni sana. - kau pasti ketinggalan sesuatu di belakang.
sering terjadi padaku juga.
kotak cerutuku. kurasa ada di mantel yang aku taruh di kamarku.
kau mau mengganti cerutumu dengan rokok, Mr...
Dietrichson.
tidak terima kasih, aku lebih suka cerutu.
- mungkin porter bisa... - aku bisa ambilkan cerutumu.
- dengan senang hati, Mr. Dietrichson. - kalau tak merepotkan.
- gerbong 9, ruang 11. - gerbong 9, ruang 11. dengan senang hati.
baiklah. ini harus dilakukan dengan cepat.
bawa topi ini. kau ambil tongkat ketiak di rel itu.
baiklah, sayang. itu saja.
baiklah. jalan.
pada saat perjalanan pulang, ada satu lagi yang harus kami lakukan...
yakni dia harus melakukan sesuatu pada saat pemeriksaan resmi nanti...
yang bisa mereka lakukan hanyalah satu, mengenai asuransi itu, pada saat waktu itu tiba.
aku sempat khawatir kalau dia akan melakukan sedikit kesalahan, namun akhirnya kita bisa melakukannya dengan baik.
dia melakukannya dengan sempurna, tak ada keraguan, tak ada air mata, bahkan tanpa adanya kedipan mata.
dia menurunkanku satu blok dari rumah apartemenku.
Walter, ada apa? kau tak mau menciumku?
lakukanlah sebaik mungkin.
- aku mencintaimu, Walter. - aku mencintaimu, sayang.
jam menunjukkan pukul 11:02 ketika aku menaiki tangga karyawan kembali.
tak ada orang yang melihatku. di dalam apartemen aku periksa belnya.
kartu-kartunya tidak berpindah, tak ada panggilan, juga tak ada pengunjung.
kemudian aku mengganti pakaianku. ada satu hal lagi yang harus aku lakukan.
aku harus pergi ke garasi. aku mau menemui Charlie kembali.
anda hendak menggunakan mobil anda? aku belum selesai sepenuhnya.
tak apa, Charlie.
hanya pergi ke apotik untuk membeli sesuatu untuk dimakan.
terus bekerja sepanjang malam. membuat perutku sedikit nyeri.
ya, tuan, Mr. Neff.
begitulah ceritanya.
tak ada kesalahan, tak ada yang terlupa.
tak ada satupun yang membuat kami khawatir.
dan akhirnya, Keyes, ketika aku berjalan menyusuri jalan untuk pergi ke apotik...
tiba-tiba ada sesuatu terlintas di pikiranku yang mengatakan bahwasannya semuanya telah dilakukan dengan keliru.
kedengarannya gila, Keyes, tapi benar adanya, jadi bantulah aku.
aku tak sanggup mendengar langkah kakiku.
seolah melangkah ke ruang eksekusi.
saat itu adalah malam terpanjang yang pernah aku lewati, Keyes...
esok harinya situasi berubah semakin buruk begitu kejadian itu dimuat di surat kabar...
mereka mulai membicarakannya di kantor...
hari berikutnya, ketika kau mulai ikut campur di dalamnya.
aku taruh tanganku di sakuku karena kupikir mereka hendak menyalamiku.
aku kenakan kaca mata gelap agar orang lain tak bisa melihat kedua mataku.
kemudian aku melepasnya agar mereka tak bertanya-tanya kenapa aku masih terus mengenakannya.
aku berusaha menenangkan diriku, namun...
aku bisa merasakan kegelisahan merasuk tubuhku.
- Oh, Walter? - Halo, Keyes.
ikutlah. bos besar ingin bertemu dengan kita.
- terkait dengan kejadian yang menimpa Dietrichson? - pastinya.
- ada yang salah? - dia tewas.
kita telah mengasuransikannya dan kita harus mengeluarkan uang. itulah yang selalu jadi masalah.
- apa yang mereka dapatkan sejauh ini? - laporan otopsi.
tak diketemukannya gagal jantung, tak adanya penyakit apopleksia, tak diketemukan ketergantungan obat dan sejenisnya.
tewas dalam keadaan leher patah.
- kapan pemeriksaan resminya? - dilakukan pagi ini.
istri juga putrinya sudah diidentifikasi.
orang-orang yang ada di kereta termasuk beberapa penumpang yang menyaksikan ketika dia pergi memasuki...
gerbong observasi.
itu berlangsung sekitar 45 menit. kesimpulannya? kematian karena kecelakaan.
apa yang polisi temukan?
dia terjerat, tongkat ketiaknya kemudian terjatuh dari kereta.
mereka meyakininya.
ini bukan uang mereka. ayo, Walter.
baiklah. terima kasih banyak, tuan-tuan.
aku yakin kalau legal posisi kita sekarang sudah jelas.
aku mohon kalian bisa mempersiapkan diri kalian sewaktu-waku. mungkin aku butuh kalian nanti.
masuklah, Mr. Keyes. kau juga, Mr. Neff.
kau merasa kalau cuaca hari ini sangat panas, Mr. Keyes?
maafkan aku, Mr. Norton, aku tak tahu kalau ini dilakukan secara formal.
- duduklah, tuan-tuan. - terima kasih.
ada perkembangan terbaru?
aku sudah bicara kepada Jackson ketika sedang perjalanan dari Medford, Oregon.
siapa Jackson?
dia orang terakhir yang menyaksikan Dietrichson masih hidup.
mereka keluar dari peron observasi secara bersama, lalu mereka mengobrol.
Dietrichson ingin cerutu kemudian Jackson kembali...
untuk mengambil kotak cerutu milik Dietrichson.
begitu dia kembali ke peron observasi, Dietrichson sudah tidak ada.
Jackson tak pernah berpikir kalau ada sesuatu yang janggal terjadi hingga...
seutas tali ditemukan telah dikaitkan dengan kereta di Santa Barbara.
mereka menemukan jasad Dietrichson tergeletak di rel dekat Burbank.
kotak cerutu itu sangat menarik.
- ada lagi? - tidak, tak ada yang penting.
sekretaris Dietrichson tak tahu apa-apa tentang polis itu.
ada putrinya, tapi yang dia ingat hanya ketika Neff tengah berbincang dengan ayahnya...
perihal asuransi kecelakaan di rumahnya yang berlangsung malam hari.
awalnya aku tak bisa menjual asuransi itu padanya.
Mr. Dietrichson tak tertarik. dia bilang dia akan pertimbangkan kembali.
setelah itu aku melihatnya di ladang minyak kemudian aku menghampirinya.
dia menandatangani lembar permohonannya lalu dia memberiku cek.
kecakapan menjual yang hebat, Mr. Neff.
tak ada alasan menekan Neff seperti itu.
dia punya rekam penjualan terbaik di kantor ini.
apa penjual anda kira-kira tahu kalau pelanggannya akan terjatuh dari kereta?
jatuh dari kereta? jadi kita meyakini kalau Dietrichson jatuh dari kereta?
- aku tak mengerti. - kau tak mengerti, Mr. Keyes?
jadi bagaimana menurutmu tentang kejadian ini?
polis itu mengharuskan kita mengeluarkan banyak uang.
sebagaimana yang kau ketahui dalam polis itu terdapat klausul pembayaran dua kali lipat.
jadi apa pendapatmu?
- tak punya pendapat sama sekali. - tak ada sekalipun dugaan?
salah satu yang menarik yang bisa membuatmu bertanya-tanya?
tak ada. tak ada satupun dugaan.
aku terkejut, Mr. Keyes. anggapanku sangat jelas.
kupikir aku tahu. kenyataannya aku memang tahu, aku tahu apa yang terjadi dengan Dietrichson.
- anda tahu apa yang anda ketahui itu? - aku tahu kalau itu bukan kecelakaan.
- bagaimana menurutmu? - aku?
bolanya bergulir pada anda. jadi mari diperhatikan seberapa lama anda menggiringnya.
terdapat perasaan yang kuat akan hal ini karena seseorang punya ruang kantor yang luas...
ya? suruh dia masuk.
ada perasaan yang kuat akan hal ini...
karena seseorang punya ruang kantor yang luas, pastilah dia orang yang bodoh.
aku ada tamu kalau kalian tak keberatan.
tidak, tidak. aku mau kalian ada di sini memerhatikan bagaimana aku menangani hal ini.
Mrs. Dietrichson.
terima kasih atas kedatangannya, Mrs. Dietrichson.
aku bisa pastikan kalau aku sangat menghargainya. dia ini Mr. Keyes.
- apa kabar? - apa kabar?
- dan Mr. Neff. - aku sudah bertemu Mr. Neff. apa kabar?
Mrs. Dietrichson, mari silakan duduk.
kami turut berduka atas meninggalnya suami anda.
awalnya aku ragu-ragu meminta anda datang kemari karena anda tengah berduka.
berhubung anda sudah datang kemari, aku harap anda tak keberatan bila aku turut campur dalam urusan ini.
anda tahu apa alasan kami meminta anda datang kemari?
tidak. yang aku tahu kalau sekretarismu mengatakan kalau ini sangat mendesak.
suami anda punya polis kecelakaan dengan perusahaan ini.
ternyata anda tak tahu akan hal ini, Mrs. Dietrichson.
tidak. aku ingat beberapa perbincangan di rumah tapi dia sepertinya tak begitu tertarik.
suamimu mengambil polis itu beberapa hari setelahnya, Mrs. Dietrichson.
anda kemungkinan tahu tentang keuntungan yang dia terima secara langsung.
kotak deposit penyimpanannya belum dibuka.
sepertinya ingin diperlihatkan kepada petugas pemeriksa pajak.
aku mohon, Mrs. Dietrichson, aku tak ingin anda beranggapan...
kalau anda dijadikan subjek berbagai macam pertanyaan...
meski begitu ada beberapa hal yang harusnya kami tahu.
mengenai apa?
kami menerima laporan pemeriksaan resmi dari petugas koroner.
kematian karena kecelakaan. kami tidak sepenuhnya yakin.
terkait hal ini, kami tak yakin sama sekali.
terus terang saja, Mrs. Dietrichson, kalau kami menyimpulkan kematiannya dikarenakan...
bunuh diri.
- maafkan aku. anda ingin segelas air. - aku mohon.
terima kasih.
apakah kondisi suami anda sedang sedih atau murung belakangan ini, Mrs. Dietrichson?
apakah dia dalam kondisi keuangan yang mengkhawatirkan?
kondisinya sepenuhnya baik-baik saja dan aku tak tahu apakah dia mengalami kondisi keuangan yang mengkhawatirkan.
mari kita pertegas akan kecelakaan ini.
pertama, suami anda mengambil polis itu lalu dirahasiakan sepenuhnya. kenapa?
karena dia tak ingin keluarganya curiga tujuan dia membelinya.
- tujuan apa? - selanjutnya dia melakukan kunjungan sendirian.
dia melakukannya sendiri. dia melangkah keluar dalam keadaan pincang dari peron observasi.
sangat tidak mungkin dengan kaki yang terbalut gips, kecuali kalau dia punya alasan yang kuat.
begitu tiba di sana, dia menemukan kalau dia tidak sendirian. ada seseorang di sana.
- siapa nama orang itu, Keyes? - namanya Jackson. kemungkinan tidak berubah.
lalu dia mengusir Jackson secara halus dengan alasan cerutu.
- setelah itu dia sendirian, lalu dia melakukannya. - melakukan apa?
dia lompat. bunuh diri. terkait hal ini perusahaan tidak bisa dikenakan pertanggungjawaban.
tentu saja anda tahu itu. sekarang kami bisa saja pergi ke pengadilan...
aku tak tahu apa-apa. pada kenyataannya aku tak tahu kenapa aku datang kemari.
tolong tunggu sebentar. aku bilang kami bisa saja pergi ke pengadilan. aku tak mengatakan kalau kami menghendakinya.
apa yang aku bisa sarankan adalah melakukan perundingan antara kedua belah pihak.
penyelesaian dengan jumlah uang tertentu yang merupakan bagian dari nilai polis tersebut.
bukan maksud menyinggung, Mr. Norton. begitu aku datang kemari aku tak punya sedikitpun prasangka kalau kau berhutang sejumlah uang padaku.
kau bilang padaku kalau kau berhutang. setelah itu kau malah bilang padaku kalau kau tak punya hutang.
sekarang kau bilang padaku kalau kau bersedia membayarku demi menyelesaikannya.
kau mau berunding denganku dengan cara seperti ini.
aku tak suka tuduhanmu secara tak langsung terhadap suamiku, dan aku tak suka sikapmu.
kenyataannya aku memang tak suka denganmu, Mr. Norton. selamat tinggal, tuan-tuan.
tindakan yang bagus, Mr. Norton. anda begitu yakin akan bola yang anda pegang.
hanya saja anda meleset memasukkannya ke gawang.
kemudian anda mengumpannya ke penyerang yang amatiran dengan selisih jarak 40 yard.
sekarang anda tak bisa menjemput bola itu sendiri karena anda tak punya kaki untuk berdiri.
aku tak memilikinya, eh? dia bisa pergi ke pengadilan dan kita bisa membuktikan kalau itu adalah bunuh diri.
Oh, benarkah kita bisa?
Mr. Norton, awalnya aku berkeyakinan kalau ini merupakan aksi bunuh diri.
hanya saja aku membuangnya ke keranjang sampah tiga detik setelahnya.
sesekali anda harus memerhatikan statistik tentang kejadian bunuh diri.
anda harus mempelajarinya sedikit demi mengetahui bisnis asuransi.
Mr. Keyes, aku berhasil membangkitkan bisnis asuransi.
ya, di depan kantor.
sudahlah, apa anda tak pernah membaca tabel aktuaria dalam hidup anda?
untuk apa? di dalamnya terdapat 10 jilid tentang kejadian bunuh diri.
bunuh diri karena ras, warna kulit, pekerjaan...
jenis kelamin, musim, ketidakmampuan.
bunuh diri, dengan cara apa mereka melakukannya? dengan racun, senjata api, menenggelamkan diri, melompat.
bunuh diri dengan racun, dibagi lagi menjadi beberapa jenis racun...
seperti korosif, iritan, sistemik, gas, obat bius...
alkaloid, protein, dan seterusnya.
bunuh diri dengan melompat, dibagi lagi menjadi, melompat dari tempat tinggi...
dari kereta yang tengah melaju, dari truk yang tengah melaju...
dari kuda yang tengah melaju, dari kapal uap. meski begitu, Mr. Norton...
dari semua rekam kejadian tak ada satu kejadian bunuh diri dengan cara melompat...
dari belakang kereta yang tengah berjalan.
dan anda tahu seberapa cepat laju kereta itu...
dari lokasi kejadian jasad itu ditemukan? 15 mil per jam.
sekarang bagaimana orang bisa melompat dari kereta yang melaju dengan pelan seperti itu...
dengan segala anggapan kalau dia berupaya untuk bunuh diri?
tak terbantahkan lagi, Mr. Norton.
kita dalam posisi sulit dan kita harus membayar ganti rugi dan anda tahu itu.
boleh aku meminumnya?
ayo, Walter.
lain waktu aku mau sewa setelan jas.
aku bisa memelukmu kali ini, Keyes...
kau dengan statistik yang kau punya.
kau adalah satu-satunya orang yang kami takutkan...
malah kau hampir mendukung kami.
malam ketika aku sampai ke rumah, kekhawatiranku mulai hilang.
aku bisa merasakan tanah di bawah kakiku lagi.
sejak saat itu semua kelihatan berjalan lebih mudah.
uang sebesar $100,000 sepertinya akan diterima tanpa kendala untukku dan Phyllis...
seolah kami punya cek yang siap didepositokan ke bank.
Halo? Oh, halo, sayang. tentu, semuanya baik-baik saja.
kau hebat sekali tadi di ruang Norton.
aku senang sekali, aku ingin menatapmu sepanjang waktu.
bagaimana menurutmu tentang perasaanku, sayang? kau ada di mana?
di apotik. hanya satu blok dari tempatmu.
- boleh aku ke sana? - baiklah. tapi hati-hati.
jangan sampai orang lain melihatmu.
Halo, Keyes.
- apa yang kau pikirkan? - patah kaki.
- pria yang mengalami patah kaki. - kau ini sedang ngomong apa?
membicarakan tentang Dietrichson. bukankah dia punya asuransi kecelakaan?
- ya - setelah itu kakinya patah?
- lalu kenapa? - setelah itu dia tidak mengajukan klaim.
- kenapa dia tak mengajukan klaim? kenapa? - kau kemari naik apa?
Walter, aku sudah makan malam dua jam yang lalu, setelah itu terjebak macet di tengah jalan.
intuisimu kali ini meleset, huh?
ada yang janggal mengenai kejadian yang dialami Dietrichson.
apa itu? apa karena dia tak mengajukan klaim? mungkin dia tak punya waktu.
mungkin dia tidak tahu kalau dia sudah diasuransikan.
tidak. tidak, itu tidak mungkin.
kau mengirim polis itu secara langsung padanya, kan?
- ya. - kau punya ceknya?
tentu saja aku punya.
- punya soda bicarbonate? - tidak, tak punya.
Walter, aku mengandalkan intuisiku sudah 26 tahun.
dia tak pernah membuat kekeliruan padaku. ada sesuatu yang janggal.
mungkin yang dikatakan Norton itu benar. mungkin saja itu bunuh diri.
bukan. bukan bunuh diri.
- meski begitu itu bukan kecelakaan juga. - lalu apa?
sekarang dengar, Walter.
seorang pria berhasil mendapat polis kecelakaan sebesar $100,000...
kalau dia tewas di kereta.
dua minggu kemudian dia tewas di kereta.
bukan kecelakaan kereta seperti yang kau kira, melainkan jatuh dari gerbong observasi.
kau tahu prosentase kemungkinan tentang kejadian itu?
satu banding berjuta-juta yang aku tak tahu angka pastinya.
ditambah lagi kakinya patah. bukan, tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu.
- ada sesuatu yang mengelabui kita. - seperti apa?
pembunuhan?
kau punya permen atau yang lain?
- maaf. kau mau air soda? - tidak, tidak, tidak.
siapa yang kau curigai?
mungkin aku melihat kejadian ini gampang dilihat.
tapi aku cenderung mencurigai si penerimanya.
- yang kau maksud istrinya? - ya.
nyonya polis yang tak tahu apa-apa tentang polis itu.
kau gila, Keyes. dia bahkan tak ada di kereta.
aku tahu kalau dia tak ada di sana, Walter.
aku tak beranggapan kalau cara itu berhasil atau siapa yang terlibat di dalamnya...
namun yang aku tahu kalau cara itu berhasil.
aku harus pergi ke apotik.
perasaan ini seolah ada sebongkah beton dalam tubuhku.
- selamat malam, Walter. - selamat malam, Keyes.
- sampai ketemu di kantor besok pagi. - ya.
aku ingin mengaitkan kejadian ini dengannya sekarang juga, malam ini.
jika saja ini bukan demi Norton dengan gagasan celana bergaris perusahaan polis...
aku akan suruh polisi menangkapnya secepat mungkin agar dia tak bisa lari ke mana-mana lagi.
mereka akan taruh dia ke mesin pemeras...
setelah itu mesin tersebut akan memerasnya.
hanya saja kau belum bisa memastikan anggapanmu itu, Keyes.
tidak juga. hanya berdasar pengalaman selama 26 tahun...
semua kemungkinan ada di sana juga sebongkah beton dalam perutku.
bisa aku pinjam korekmu?
- selamat malam, Keyes. - sampai jumpa, Walter.
- dia tahu apa saja? - dia tak tahu apa-apa.
dia punya dugaan yang ngawur.
dia tak bisa membuktikannya, kan?
tidak akan terjadi bila kita berhati-hati. tidak akan terjadi bila kita tak saling bertemu untuk sementara waktu.
- sementara waktu itu berapa lama? - hingga situasi ini reda.
kau tak kenal Keyes.
sekali dia menancapkan taringnya pada sesuatu, dia tak akan melepasnya begitu saja.
dia akan menyelidikimu, kau akan terus diawasi.
dia akan mengawasimu setiap menitnya sejak saat ini.
- kau takut, sayang? - ya, aku takut.
tapi bukan terhadap Keyes. aku takut dengan kita. kita tak bisa bersama lagi.
kita bisa melakukannya demi kebersamaan kita, bukan malah karena ini kita harus berpisah.
- bukankah begitu, Walter? - kau ini sedang ngomong apa?
kau benar-benar tak peduli apakah kita bisa bertemu atau tidak.
diamlah, sayang.
Pacific All Risk. selamat sore.
Halo, Mr. Neff.
- Halo. - Lola Dietrichson.
- kau tak ingat denganku? - ya. ya, tentu saja.
bisa aku bicara denganmu sebentar saja?
di suatu tempat agar kita bisa nyaman mengobrol?
Oh, ya. masuklah ke ruanganku.
ada sesuatu yang terjadi?
ya, Mr. Neff. ini mengenai kematian ayahku.
aku sangat menyesal, nona Dietrichson.
Lou, kau tak keberatan kalau aku menggunakan ruangan ini sebentar?
tidak. silakan saja, Walter.
lihatlah aku, Mr. Neff.
aku tidak gila. aku tidak histeris. aku bahkan tak menangis.
tapi aku punya perasaan yang kuat kalau ada sesuatu yang janggal...
aku punya perasaan yang sama sebelumnya, pada saat ibuku meninggal.
kapan ibumu meninggal?
kami berada di danau Arrowhead. enam tahun yang lalu.
kami punya kabin di sana.
saat itu musim yang dingin sekali. ibuku menderita sakit pneumonia yang cukup parah.
ibu punya perawat yang tinggal bersamanya.
hanya kita bertiga dalam kabin itu.
suatu malam aku terbangun lalu mendatangi kamar ibuku.
ibu mengigau disertai dengan demam.
semua bed cover di taruh di lantai lalu jendela terbuka lebar.
perawat itu tak ada di kamar.
aku lari sambil menyelimuti ibuku semampuku.
setelah itu aku mendengar pintu terbuka di belakangku.
perawat itu berdiri di sana.
dia tak berkata apa-apa tapi ada sesuatu di balik kedua matanya...
aku tak pernah bisa melupakannya.
dua hari kemudian ibuku meninggal.
kau tahu siapa perawat itu?
- tidak. siapa? - Phyllis.
aku sudah berusaha menceritakan hal ini kepada ayahku, namun saat itu aku masih kecil.
ayah tak pernah mau mendengarku. enam bulan kemudian dia menikah dengan ayahku...
lalu aku berbicara kepada diriku sendiri bagaimana dia bisa tega berbuat seperti itu.
dan sekarang semua itu terulang kembali, sekarang kejadian yang sama menimpa ayahku.
kau mengada-ada, nona Dietrichson. ayahmu jatuh dari kereta.
ya, dua hari sebelum ayahku jatuh dari kereta, apa yang Phyllis lakukan?
dia di kamarnya di depan kaca dengan topi hitam...
mengenakan tudung hitam.
dia tak sabar lagi menunggu seolah dia merasa kehilangannya.
pasti kondisimu terguncang sekali, nona Dietrichson.
kau tidak berimajinasi akan hal ini?
aku melihat cara dia memandang di kaca itu.
ada sesuatu didalamnya, sesuatu dalam pandangannya juga bisa ditemui pada saat sebelum ibuku meninggal.
cara memandang yang sama.
kau tak suka dengan ibu tirimu?
apa bukan lebih dikarenakan kalau dia itu ibu tirimu?
aku benci kelakuannya. kelakuannya itu dilakukan hanya semata karena uang.
kau tak akan memberikan sejumlah uang padanya, kan Mr. Neff?
dia tak bisa berbuat apa-apa lagi kali ini, karena aku akan membeberkannya.
aku ceritakan semua yang aku ketahui.
- sebaiknya kau berhati-hati dengan menceritakan hal seperti ini... - aku tidak takut. kau lihat saja sendiri.
maafkan aku.
bukan maksudku bersikap seperti ini.
semua yang kau ceritakan ini, kau apa menceritakannya ke orang lain?
tak ada.
- bagaimana dengan ibu tirimu? - tentu saja tidak.
aku pindah.
aku tidak tinggal di rumah lagi.
kau tak bicara kepada kekasihmu itu? Zachetti?
aku tak melihatnya lagi. kami bertengkar.
kau tinggal di mana sekarang?
aku punya apartemen kecil sendiri di Hollywood.
hanya kau dan aku saja yang tahu, kau hanya duduk lalu melihat mereka?
ya, Mr. Neff.
jadi malam itu aku mengajaknya makan malam...
di restoran meksiko di seberang jalan Olvera Street di mana tak ada orang lain yang melihat kami.
aku ingin menghiburnya.
esok hari adalah hari minggu, kami pergi berdua ke pantai.
kesedihannya sedikit berkurang, dia bahkan bisa tertawa.
aku harus memastikan agar dia tak menceritakan apapun yang berkaitan dengan Phyllis ke orang lain.
seperti bom waktu entah semua itu benar atau tidak.
aku tak punya kesempatan berbicara dengan Phyllis.
kau terus saja memerhatikannya seperti elang, Keyes.
aku bahkan tak bisa meneleponnya karena aku takut kau menyadap percakapan itu.
senin pagi ada sebuah catatan di meja kerjaku yang kau ingin agar aku melihatnya, Keyes.
sejenak aku bertanya-tanya bila ini ada kaitannya dengan Lola.
buruk sekali.
di luar pintumu adalah orang di dunia ini yang ingin aku temui.
masuk. masuklah, Walter.
Halo, Keyes. aku mau tanya sesuatu padamu.
sekian tahun kita sudah saling mengenal...
kau tak keberatan bila aku membuat pernyataan secara langsung?
- tentang apa? - tentangku.
- Walter, aku pribadi yang hebat. - ya?
kejadian tentang Dietrichson, itu adalah pembunuhan...
pembunuhan tak pernah serapi ini.
bagian terbaik dari pembunuhan adalah, para pelaku selalu saja menjalankan aksinya...
dengan cara yang pintar, penuh tipu daya, hampir semuanya berjalan sempurna, namun...
kupikir Papa sudah tahu semuanya.
menemukan bahwasannya kejadian itu dibungkus kertas tisu disertai dengan pita merah muda.
- teruskan. aku mendengarkan. - kau tahu itu apa?
pria bernama Dietrichson itu tak pernah menaiki kereta.
- dia tak pernah menaikinya? - tidak, dia tak pernah menaikinya.
sekarang dengar, Walter. kau tak bisa memastikan membunuh seseorang...
dengan cara melemparkannya dari kereta yang hanya melaju dengan kecepatan 15 mil per jam.
satu-satunya cara agar kau bisa yakin, adalah dengan cara membunuhnya terlebih dahulu...
lalu membuang jasadnya ke rel.
itu berarti ada dua alternatif yakni membunuhnya di kereta...
atau dilakukan secara sempurna, yakni membunuhnya di suatu tempat...
kemudian menaruh jasadnya ke rel.
ada dua kemungkinan, dan secara pribadi aku lebih memilih cara yang kedua.
analisamu selangkah di depanku, Keyes.
kalau begitu perhatikan, Walter, memang seperti itu.
mereka membunuhnya, sang istri dan orang lain...
orang lain itu membawa tongkat ketiak lalu menaiki kereta dengan memerankan dirinya sebagai Dietrichson...
setelah itu orang lain itu melompat...
kemudian mereka taruh jasadnya ke rel yang dilewati kereta itu.
aksi penyamaran. rencana itu berhasil.
karena kejadian itu dilakukan malam hari, banyak orang di tempat itu...
dia mengenakan tongkat ketiak untuk berjalan...
mereka tak pernah memerhatikan orang itu sama sekali.
analisa yang bagus sekali, Keyes, meski begitu mungkin ini terkesan terlalu bagus.
benarkah? aku beritahu kau, semua itu berjalan saling berhubungan, seperti jam.
sekarang mari simak analisa yang bisa dijadikan bukti.
ada orang yang benar-benar melihat langsung seseorang yang diduga Dietrichson itu...
sedang duduk tepat di luar ruanganku.
aku mengambil resiko membawa dia kemari dari Oregon.
- masuklah, Mr. Jackson. - ya, Mr. Keyes.
cerutu yang anda punya nikmat sekali.
- 02.15. - seperti yang kubilang.
kau pernah belajar fotografi?
ya, benar. aku mempelajarinya dengan serius.
- dengan serius. - sekarang kau bisa jelaskan apa yang kau ketahui?
Mr. Keyes, aku alumni Medford. Medford, Oregon.
semenjak di Medford kita menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol.
saat ini kita tidak di Medford. kami tak ada banyak waktu. langsung saja.
foto-foto Mr. Dietrichson ini yang terbaru?
ya.
- jawabanku adalah bukan. - apa maksudmu bukan?
maksudku, ini bukan pria yang ada di kereta itu.
kau yakin?
Mr. Keyes, aku ini alumni Medford. Medford, Oregon.
bila aku berkata sesuatu, itu berarti, tentu saja aku meyakininya.
ini dia, Walter. bukti yang kau mau.
dia ini Mr. Neff, salah seorang penjual kami.
senang jumpa denganmu, Mr. Neff. senang sekali.
- bagaimana kabarmu? - baik sekali, terima kasih.
- tak pernah sebaik ini. - duduklah, Mr. Jackson.
kau bisa jelaskan ciri-ciri pria yang kau lihat di peron observasi itu?
aku sangat yakin kalau dia adalah pria muda dengan selisih usia...
sekitar 10-15 tahun lebih muda daripada pria yang ada di foto ini.
usia Dietrichson sekitar 50 tahunan, kan Walter?
51 berdasar yang tertera di polisnya.
pria yang kulihat bukan seperti seorang yang berusia 51 tahun.
memang ketika itu di peron dalam kondisi gelap.
setelah kupikir kembali, dia terus saja dalam posisi membelakangiku.
- meski begitu anggapanku tetap sama - terima kasih, Jackson.
tentu saja kau tahu kalau hal ini bersifat sangat rahasia.
kami mungkin membutuhkanmu lagi di Los Angeles bila perkara ini dilimpahkan ke pengadilan.
kapan saja yang anda minta, aku bisa luangkan waktuku sepenuhnya, tuan-tuan.
- biaya perjalanannya, tentu saja. - Oh, ya. ya. tentu saja.
sambungkan aku ke Lubin, bagian kasir.
Halo, Lubin. ini dengan Keyes.
dengar. aku suruh orang bernama Jackson ke ruanganmu dengan membawa laporan biaya pengeluaran.
kami bawa dia kemari dari Medford, Oregon terkait dengan...
klaim Dietrichson.
kau bisa urus tagihan hotelnya?
pernah ke Oregon, Mr. Neff?
ya. dia sudah datang.
belum. belum pernah ke sana.
sebentar. kau pernah memancing ikan forel?
- mungkin aku pernah melihatmu di jalanan kota Klamath Falls. - tidak. aku tak pernah memancing.
kau tak pergi memancing, Mr. Neff. Neff. itu dia namanya.
- ada sebuah keluarga dengan nama Neff di Corvallis. - tak ada hubungannya.
biar aku ingat-ingat dulu. orang itu adalah karyawan dealer mobil di Corvallis.
- punya reputasi yang baik sekali. - baiklah, Mr. Jackson.
sebaiknya kau pergi ke ruangan kasir.
kamar nomor 27 lantai 11.
dia akan mengurus laporan biaya pengeluaranmu juga tiket keretamu malam ini.
malam ini?
besok pagi akan lebih baik. ada klinik osteopati yang bagus sekali di kota ini...
- aku mau ke sana sebelum aku pergi. - osteopati?
jangan kau tulis itu ke dalam laporan biaya pengeluaranmu.
kalau begitu selamat tinggal, tuan-tuan.
- pertemuan yang mengesankan. - selamat tinggal.
itu dia, Walter. awalnya terpisah menjadi beberapa bagian.
pembunuhan tak pernah berjalan sempurna. selalu saja terpisah menjadi beberapa bagian, cepat atau lambat.
begitu melibatkan dua orang, seringkali itu akan berjalan cepat.
sekarang kita tahu kalau nyonya Dietrichson terlibat di dalamnya, dan ada orang lain.
secepatnya kita akan tahu siapa orang itu.
dia akan menampakkan dirinya. dia harus menampakkan dirinya. suatu saat, di suatu tenpat, mereka harus ditemukan.
emosi mereka akan berkecamuk.
entah itu cinta atau benci tak jadi soal. mereka tak bisa saling berjauhan.
mungkin mereka pikir bahwa itu akan dua kali lebih aman karena melibatkan dua orang.
tapi itu bukan dua kali lebih aman.
justru 10 kali lebih bahaya. mereka melakukan aksi pembunuhan...
cara kerjanya seperti troli yang bisa dikendarai bersama...
di mana mereka tak bisa menghentikannya di tempat yang lain.
mereka terjebak satu dengan yang lain lalu mereka melintasi jalan itu hingga perhentian terakhir.
hanya terdapat satu jalan yang harus mereka lewati dan perhentian terakhir itu mengarah pada
kuburan.
dia kirim klaimnya.
aku serahkan ini kembali padanya.
biarkan dia menuntut kita kalau dia punya nyali.
aku siap menghadapinya juga dengan orang lain itu.
mereka menggali kuburan mereka sendiri.
Mrs. Dietrichson? ini dengan toko perbelanjaan Jerry.
kami baru saja menerima kiriman sabun inggris yang anda minta.
bisakah kau datang hari ini? terima kasih, Mrs. Dietrichson.
- Halo, Walter. - kemarilah.
- apa yang terjadi? - semuanya sudah terjadi.
Keyes menolak klaimmu.
dia sedang duduk dengan mulut berbusanya, menunggu kau mengajukan tuntutan.
dia ingin kau ajukan tuntutan tapi jangan kau lakukan.
- akankah dia sanggup menghentikanku? - dia punya banyak cara.
dia berhasil menemukan bagaimana peristiwa itu terjadi.
dia tahu kalau ada seseorang di kereta...
dia menemukan satu orang saksi yang dia pikir itu bisa membuktikannya.
membuktikan bagaimana? kalau dia menolak klaimnya, aku harus menuntutnya.
ya? setelah kau ada di persidangan, maka akan ada banyak hal yang akan terungkap.
sebagai contoh mengenai sesuatu yang terkait antara kau dengan istri pertama Mr. Dietrichson.
keterkaitan aku dengan istri pertama Mr. Dietrichson?
bagaimana dia meninggal.
juga tentang topi hitam yang ingin kau kenakan sebelum kau menginginkannya.
Lola sudah menceritakan padamu tentang semua omong kosong itu.
- dia ternyata menemuimu. - aku sudah menemuinya kalau kau ingin tahu.
agar dia tak menceritakan apa yang dia tahu.
dia bersikap manis padamu, menangis di pundakmu, merebahkan...
jauhkan dia dari masalah ini. aku ingin katakan padamu kalau kita tak akan mengajukan tuntutan.
karena kau tak ingin uang itu lagi...
sekalipun kau punya kesempatan memilikinya, karena dia...
berhasil membuat pikiranmu kacau?
ini bukan masalah uang lagi. ini tentang leher kita. kita akan digantung, kau mengerti?
karena apa yang dilakukan Keyes nanti? kau tak bisa membodohiku, Walter.
ini karena Lola, apa yang kau perbuat terhadap ayahnya.
kau takut kalau dia tahu suatu saat nanti sedang kau tak sanggup menghindar darinya.
aku bilang jauhkan dia dari masalah ini.
aku bicara tentang diriku sendiri.
- aku tak mau melepas semua ini begitu saja. - hentikan ucapanmu itu.
rencana ini tak sesuai yang kita harapkan.
- kita tak bisa meneruskannya. - kita harus meneruskannya.
bagian tersulit sudah berhasil kita lewati.
kita hanya menunggu dan tak perlu memikirkannya terlalu dalam...
terus bersama sesuai rencana yang kita miliki.
perhatikan.
aku mencintaimu, Walter dan aku membencinya.
awalnya aku tak bisa berbuat apa-apa mengenai hal ini, tidak hingga aku bertemu denganmu.
kau merencanakan semua. yang aku inginkan hanyalah kematiannya.
dan akulah yang berhasil mewujudkannya hingga dia tewas.
- itukah yang ingin kau katakan padaku? - tak ada satupun yang akan digantung.
kita melakukannya bersama, maka kita harus selesaikan secara bersama.
lakukan sebaik mungkin demi kita berdua, ingatkah?
ya, aku ingat.
aku ingat apa yang kau katakan padaku, Keyes...
mengenai kereta troli...
di mana kereta itu tidak akan berhenti hingga perhentian terakhir...
...di mana perhentian terakhir itu adalah kuburan.
kemudian aku berpikir untuk apa kuburan itu.
ternyata mereka menaruh orang yang meninggal ke dalamnya.
itulah pertama kali aku memikirkan nasib Phyllis nanti...
meninggal maksudku.
bagaimana jika nanti dia meninggal.
aku menemui Lola 3-4 kali dalam seminggu.
suatu malam kami pergi ke bukit di belakang Hollywood Bowl.
mungkin kedengarannya gila, Keyes, tapi hanya dengan bersamanya...
aku bisa tenang dan sedikit melupakan apa yang terjadi.
kenapa kau menangis?
tak mau cerita padaku, huh?
tentu saja aku mau, Walter. aku tidak bercerita ke orang lain selain dirimu.
- ini tentang Nino. - Zachetti? ada apa dengannya?
mereka membunuh ayahku. dia dengan Phyllis.
dia membantunya melakukan aksinya. aku tahu kalau itu dia.
kenapa kau bisa berkata seperti itu?
aku sudah mengikutinya. dia sering pergi ke rumahnya, dari malam ke malam.
Phyllis dengannya.
mungkin dia pikir aku ini bodoh. malam terjadinya pembunuhan itu...
kau sudah janji padaku untuk tak membicarakan hal ini lagi.
harusnya dia menjemputku setelah kuliah di UCLA.
tapi dia tak menampakkan diri. dia bilang dia sakit.
sakit!
dia tak menampakkan diri karena kereta yang dinaiki ayahku sudah berangkat.
mungkin aku ini gila. mungkin semua ini hanya dipikiranku saja.
tentu, ini hanya dipikiranmu saja.
aku masih mengharapkannya, Walter, karena aku masih mencintainya.
Zachetti. Phyllis dan Zachetti.
apa yang dia lakukan di rumahnya? aku belum menemukan jawabannya.
aku berusaha memikirkannya secara masuk akal setelah itu memecahkannya.
meski begitu situasi tersulit datang di hari setelahnya.
kau membuatku tak berkutik, Keyes, setelah di kantor selama berjam-jam, kau memergokiku...
di ruang lobi.
Walter. Walter, tunggu sebentar.
- Halo, Keyes. - gantungkan topimu itu, Walter.
- untuk apa? - Oh, tak ada.
kejadian yang menimpa Dietrichson sekarang sudah jelas.
- apa maksudmu? - pria itu sudah menampakkan dirinya.
- pria apa? - pria yang membantu mewujudkan rencananya.
orang lain itu?
- serius? - ya. dia mengajukan tuntutan terhadap kita.
itu bagus untukku.
saat kita menghadapi mereka pengadilan, aku iris mereka menjadi beberapa bagian, kedua-duanya.
- ayo. aku traktir kau segelas martini, Walter. - tidak terma kasih, Keyes.
dengan dua minuman zaitun.
tidak, aku harus cukur rambut dan menyemir sepatuku. aku ada kencan.
Margie. aku masih berkeyakinan kalau dia habis minum.
mereka akan memberikanmu korek pada saat kau membeli cerutu.
yang kau lakukan cuman mintalah ke mereka.
tak suka dengan mereka, mereka selalu saja menghabiskan uang di dompetku. sampai jumpa, Walter.
aku takut sekali, Keyes.
mungkin kau berniat menjebakku.
mungkin selama ini kau tahu kalau orang lain itu adalah aku.
aku harus mencari tahu, dan aku tahu itu di mana tempatnya. di ruanganmu.
Memo untuk Mr. Norton.
rahasia. berkas Dietrichson.
dengan memerhatikan usulanmu untuk memposisikan Walter Neff dalam pengawasan...
aku sepenuhnya tidak setuju.
aku sudah menyelidiki pergerakannya pada malam hari...
dia dipastikan ada di rumah sejak pukul 7:15 malam.
lagipulah aku mengenalnya secara dekat sudah 11 tahun...
secara pribadi aku bisa jamin tanpa sedikitpun keraguan.
selain itu tak ada hubungan apa-apa...
antara Walter Neff dengan Mrs. Phyllis Dietrichson...
malah sebaliknya, aku bisa memastikan kalau ada hubungan yang terjalin...
antara dia dengan seorang pria.
setelah diperhatikan orang ini melakukan kunjungan ke rumah Mrs. Dietrichson...
pada tanggal 9,10,11,12 dan 13 malam hari.
kami berhasil mengidentifikasinya. orang itu bernama Nino Zachetti...
mantan mahasiswa kedokteran, usia 28 tahun...
tinggal di apartemen Lilac Court...
12281/2 North La Brea Avenue.
kami sudah mengawasi pergerakan Zachetti pada malam itu...
menyimpulkan kalau perbuatan mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan.
aku sedang menyiapkan laporan lebih detil lagi agar anda bisa mempertimbangkannya.
berdasar keyakinanku, kami sudah mengumpulkan bukti yang cukup terhadap Zachetti...
dengan Mrs. Dietrichson akan alasannya menggugat polisnya.
keyakinanku semakin kuat kalau perkara ini akan dilimpahkan ke kantor...
kejaksaan negeri.
dengan hormat, Barton Keyes.
Phyllis? ini aku Walter. aku harus menemuimu. malam ini.
ya, harus malam ini.
bagaimana kalau pukul 11:00?
tak perlu mengkhawatirkan Keyes.
biarkan pintu depan dalam keadaan tak terkunci dan kau matikan lampunya.
tidak, tak ada satupun yang mengawasi rumahmu. tak ada lagi.
sekedar bersilaturahmi. aku sudah bilang padamu untuk tak perlu lagi mengkhawatirkan Keyes.
sampai ketemu pukul 11:00 nanti. ya.
sampai ketemu, sayang.
aku tak harus menceritakan padamu...
tentang tujuan kedatanganku pada pukul 11:00 nanti, Keyes.
pertama kalinya aku menemukan cara membersihkan segala kekacauan yang diakibatkan olehku...
dan Phyllis, seluruhnya di waktu yang sama.
ya, itulah yang kupikir.
aku tidak menyangka kalau dia punya rencana yang hanya dia sendiri yang tahu.
kemarilah, Walter.
Halo, sayang.
- ada orang lain di rumah? - tak ada. kenapa?
- dari mana suara musik itu? - suara radio di jalan.
seperti awal kali aku datang kemari.
membicarakan seputar asuransi mobil.
hanya saja kau memikirkan tentang pembunuhan.
aku memikirkan gelang kakimu.
lalu yang kau pikirkan sekarang apa?
aku memikirkan semuanya, sayang.
- kedatanganku sekedar untuk mengucapkan selamat tinggal. - selamat tinggal?
- kau mau pergi ke mana? - kau saja yang pergi, sayang. bukan aku.
aku turun dari kereta troli di persimpangan.
sebaiknya kau hentikan basa-basimu itu. langsung ke pokok persoalan, apapun itu.
baiklah, aku beri tahu kau. temanku punya analisa yang menarik.
dia mengatakan bila ada dua orang melakukan pembunuhan, itu seperti mereka sedang mengendarai...
kereta troli bersama. salah seorang tak bisa turun tanpa yang lain.
mereka kemudian terjebak dan mereka harus melanjutkan...
perjalanan bersama hingga ke perhentian terakhir.
dan perhentian terakhir itu adalah kuburan.
- mungkin dia punya sesuatu di sana. - itu yang kau pikir.
dua orang harus melanjutkan perjalanan hingga ke perhentian terakhir.
hanya saja aku bukan termasuk diantara mereka. aku punya seseorang yang bisa melanjutkan perjalananku.
- siapa orang yang kau maksud itu? - kenalanmu.
Mr. Zachetti.
ayo, sayang, aku harus tahu apa yang terjadi di dalamnya...
karena aku harus tahu semua yang ada hubungannya dengan asuransi.
aku memang bodoh.
aku pasti segera disingkirkan begitu uang itu ada di genggamanmu.
- tak ada yang berniat menyingkirkanmu. - dengar baik-baik perkataanku.
uang itu akan kau nikmati bersama Zachetti.
itu tidak benar.
tak jadi soal apakah itu benar atau tidak.
yang terpenting adalah, Keyes yakin kalau Zachetti adalah sosok yang dia cari.
dia akan masukkan dia ke kamar gas sebelum dia tahu apa yang terjadi terhadap dirinya.
- lalu apa yang akan terjadi padaku? - jangan pura-pura tak tahu, sayang.
kau pikir apa yang akan terjadi padamu? kau yang membantu dia melakukan aksi pembunuhan itu.
itu menurut Keyes.
apa yang terbaik untuk Keyes itu juga baik buatku.
mungkin itu tidak baik buatku, Walter. mungkin aku tak bisa melanjutkan rencana ini.
mungkin lebih baik aku bicara terus terang.
terkadang orang yang berada di suatu tempat, menyebabkan dia tak bisa lagi bicara. dan tempat itu adalah kuburan.
andai orang itu kau, mereka akan menuntut hal yang sama terhadap Zachetti.
tentu mereka berencana seperti itu, dan itu sedang berlangsung, sayang.
karena dia akan datang malam ini, sekitar 15 menit lagi.
dengan para petugas kepolisian di belakangnya. guna berjaga-jaga.
itu akan membuat semuanya terlihat indah bagimu.
benar. dan itu akan berakhir sebelum gugatan yang kau ajukan dilimpahkan ke persidangan...
setelah itu Lola akan punya kesempatan untuk menceritakan semua...
sebelum itu mereka akan menjebloskanmu ke penjara, lalu kau coba mengaitkan masalah yang menimpamu itu padaku.
mungkin aku bisa menyuruh Zachetti datang kemari agar mereka tak punya kesempatan menangkapku...
jadi kita bisa menikmati uang itu bersama.
- manis sekali. ulangi sekali lagi. - dia harus datang kemari dulu guna menanyakan keberadaan Lola.
aku bisa menyuruhnya datang kemari. aku mempekerjakannya.
dia gila, mudah sekali marah.
aku bisa menghasutnya kalau dia sedang bersama pria lain...
jadi nantinya akan menyebabkan dia cemburu buta, setelah itu aku beritahukan padanya di mana dia berada.
kau bisa menerkanya sendiri apa yang dia perbuat nanti terhadapnya, Walter.
ya, kali ini aku percaya padamu, karena tindakan ini jahat sekali.
kita berdua sama-sama jahat.
hanya saja kau jauh lebih jahat.
kau berhasil mengelabuiku guna mengurus suamimu untukmu...
dan kau mengelabui Zachetti untuk mengurus Lola, mungkin mengurusku juga.
ada satu orang lagi diperintahkan untuk mengurus Zachetti untukmu.
- bukankah itu cara yang kau gunakan, sayang? - andaipun begitu.
apakah kau punya rencana yang lebih baik lagi malam ini?
aku tak suka suara musik itu. bisa aku tutup pintunya?
kau bisa melakukan yang lebih baik lagi, sayang?
sebaiknya kau coba sekali lagi.
mungkin dengan cara aku melangkah lebih dekat lagi.
bagaimana dengan sekarang? kau bisa menembaknya sekali lagi?
kenapa kau tak mau menembakku lagi, sayang?
jangan bilang padaku karena kau mencintaiku hingga saat ini.
tidak, aku tak pernah mencintaimu, Walter, tidak denganmu atau yang lain.
aku sudah tak tertarik lagi dengan pria. aku memanfaatkanmu seperti yang kau bilang.
hanya saja kau yang berarti bagiku...
hingga saat ini...
aku tak sanggup menembak untuk yang kedua kalinya.
aku tak pernah menyangka ini terjadi padaku.
- maaf, sayang. aku tak bisa membalasnya. - aku tak memintamu membalasnya.
hanya peluklah aku dengan erat.
selamat tinggal, sayang.
Zachetti.
kemarilah.
aku bilang, kemarilah.
- namaku Neff. - ya, dan aku masih tak suka denganmu.
apa maumu?
dengar, nak.
aku mau beri kau hadiah. ini uang lima sen yang baru untukmu.
- banyolan apa ini? - kuharap kau kembali ke bawah bukit...
untuk pergi ke apotik dan melakukan panggilan telepon.
simpan uangmu untuk membeli es krim cone untukmu sendiri.
nomor granitnya 0-3-8-6.
mintalah untuk disambungkan kepada nona Dietrichson. nama depannya Lola.
dia tak semahal lima sen.
andai aku mau bicara dengannya, aku tak mau melakukannya dengan menggunakan telepon.
kau ini orangnya keras kepala.
ini, bawa uang ini untuk menghubunginya. dia masih mengharapkanmu.
dia bukan urusanku lagi.
aku tahu siapa yang mengatakan itu padamu. itu tidak benar.
Lola masih mencintaimu. dia selalu mencintaimu.
jangan tanya padaku kenapa. aku tak bisa menjawabnya.
ini. granit 0-3-8-6. sekarang pergilah untuk menghubunginya.
ayo. pergilah.
sudah hampir pukul 4:30, Keyes.
dingin.
aku penasaran apakah dia masih terbaring di rumah itu...
atau mereka sudah membawanya.
ada banyak hal yang membuatku penasaran. meskipun itu sudah tak berarti lagi.
kecuali satu hal, aku ingin kau berbuat sesuatu untukku, Keyes.
aku ingin kau jadi orang pertama yang menceritakan kepada Lola, secara hati-hati, sebelum semuanya terungkap.
aku mau kau menjaganya juga dengan pria bernama Zachetti...
agar dia tak tertekan terlalu banyak.
Halo, Keyes.
kau datang pagi sekali.
aku penasaran jam berapa kau berangkat ke kantor.
atau intuisi yang kau miliki itu dari tempat tidur?
penjaga gedung ini tahu.
sepertinya kau datang kemari dengan bercucuran darah.
ya.
tak mengejutkan.
aku mau meluruskan perkara Dietrichson ini, Keyes.
makanya aku menyimak.
- sejak kapan kau berdiri di sana? - cukup lama.
cerita gila penuh tipu daya.
satu hal yang belum kau ketahui.
kau tak bisa tahu semuanya, Walter.
benar. kau tak berhasil mengetahuinya.
kupikir aku bisa menerima uang dalam jumlah yang banyak...
jumlah uang yang semuanya terdiri dalam pecahan dua dolar.
aku mau bicara denganmu, Keyes.
Walter, kau sudah berakhir.
terima kasih, Keyes. ini hanya sebentar.
aku mau panggil dokter.
untuk apa? agar mereka bisa segera mengobatiku?
agar mereka bisa merawatku hingga aku bisa berjalan dengan kakiku sendiri?
agar aku sanggup melangkah sendiri untuk masuk ke kamar gas di San Quentin?
benar begitu, Keyes?
seperti itu.
- aku punya rencana lain. - ya?
dengar, Keyes.
ketika kau kembali ke tempat tidur dan tak menemukan silinder...
hingga besok pagi pada saat kantor buka...
setelah itu kau bisa menggunakannya kapanpun yang kau mau.
bersediakah kau melakukannya untukku, Keyes?
berikan aku alasan yang kuat. aku butuh empat jam pergi ke tempat yang aku mau.
- kau tak sanggup pergi ke mana-mana, Walter. - kau meragukanku.
- aku mau melewati perbatasan. - kau tak punya kesempatan lagi, Walter.
sebaiknya dicoba dulu.
- kau tak akan pernah sampai ke perbatasan. - itu menurutmu.
lihatlah sendiri.
kau bahkan tak sanggup sampai ke lift.
selamat tinggal, Keyes.
Halo...
kirim ambulan ke gedung Pacific Building di jalan Olive Street.
ya. ini tugas kepolisian.
- bagaimana keadaanmu, Walter? - baik.
hanya saja seseorang telah memindahkan lift itu beberapa mil lebih jauh.
mereka dalam perjalanan.
kau tahu kenapa kau tak berhasil menemukan orang itu, Keyes?
aku beri tahu.
karena pria yang kau cari itu terlalu dekat.
dia berada tepat di depan meja kerjamu.
lebih dekat dari itu, Walter.
aku salut denganmu.
19-02-2016 Alih Bahasa ~ChyruS~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.