Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa A.Mussoullini
"Teruntuk Ayah tersayang, selamat ulang tahun."
"Ayah selalu baik padaku..."
Kau tahu, misalnya...
...kau melihat yang ada di hadapanmu, 'kan?
Ya, terus?
Kau percaya itu ada, 'kan?
Ya iyalah, itu memang ada.
Seperti gelas ini.
Tidakkah menurutmu ada hal-hal yang terlihat yang tak ada?
Apa? Kita tak bisa melihat hal yang tak ada.
Sudah kuduga kau akan bilang begitu.
Kau bicara ngaco.
Maafkan aku.
Apa kau melihat seseorang duduk dekat jendela?
Tak seorang pun.
Iya.
Tapi, aku melihat seorang gadis duduk di sana.
Gadis itu.
Kepalanya berdarah.
Dia sedang menyiapkan sebuah kado.
Hentikan omong kosongmu.
Dia sedang meremas-remas kertas.
Dia tahu kalau dia sudah meninggal, tidak, ya?
Ih, menjijikkan, minumannya tercampur darah.
Hei, jangan menakut-nakuti.
Kau sudah tak waras, ya?
Kalau kau berpikir begitu, kita tak bisa pacaran.
Memangnya kenapa?
Karena aku bisa melihat orang yang tak ada sejak masih kecil.
Kita tak akan cocok.
Maaf.
Tunggu.
Hei!
Masa bodoh!
Kalau begitu, kali ini kau yang bayar!
Jangan aku terus yang bayar.
Apa yang...? Hantunya terkejut!
Ini pertama kalinya aku melihat hantu terkejut.
Ekspresi wajahnya itu loh.
Sebelumnya, aku tak pernah bertatap-tatapan mata langsung dengan hantu.
Mungkin sekarang kau lebih menyukai hantu daripada orang.
Dan cowok itu, dia brengsek sekali.
Kurasa begitu.
Aku bicara masalah hantu, dan bisa tahu apakah seseorang baik atau tidak.
Tapi, aku bertemu terus orang seperti begitu.
Ya ampun!
Tak heran kau punya fobia terhadap cowok.
Betul banget!
Setelah kuputuskan dia lalu pulang...
Assalamualaikum.
Rika! Kenapa kau pulang larut?
Ayah, maafkan aku.
Rika!
Selama ini, kau selalu mengacuhkan Ayah.
Ayah memberimu makan dan kau berani menghindari Ayah?
Ayah kesal saat di kantor lalu meninju bos Ayah gara-gara kau.
Ayah jadi dipecat!
Semua ini salahmu.
Jika ada hal buruk terjadi, kau yang bertanggung jawab!
Maaf.
Jangan lupakan itu!
Maaf. Maafkan aku.
Rika!
Buka pintunya!
Aku minta maaf.
Buka.
Aku sungguh minta maaf.
Maafkan aku.
Mengerti, 'kan? Sungguh wajar kalau ibuku minggat.
Pria yang brengsek sekali.
Aku kagum padamu bisa tahan dengan ayah seperti begitu.
Sungguh.
Dengan semua pertimbangan itu,...
...tidak akan aneh kalau aku mau mati, ya, 'kan?
Tidak. Sungguh wajar kalau mau mati.
Itu bukan kelemahan, 'kan?
Takkan ada yang menyalahkanmu kalau kau bunuh diri.
Iya, ya?
Sudah kubulatkan tekadku untuk mati.
Benarkah?
Jadi, aku pergi kerja, untuk bunuh diri di sana.
Di tempat kerja?
Kemudian, si Yuri yang menyebalkan itu datang.
Ayolah, kau bermalas-malasan lagi?
Antarkan bir sana.
Aku mau pulang.
Maafkan aku.
Menyebalkan sekali.
Selamat datang!
Kemudian, orang yang lebih menyebalkan datang.
Cowok brengsek itu muncul lagi?
Cowok yang gigih itu menyebalkan.
Hei. Aku mau pesan.
Hei! Aku mau pesan.
Di tempat itu terdapat sangat banyak alasan untuk mati.
Gadis hantu itu datang seolah tertarik olehnya.
Aku tak tahu apa yang dia mau.
Tapi, karena dia sudah berani berbuat begitu, aku tahu kalau masalahnya serius.
Lantas bagaimana? Jangan-jangan cowok itu bawa pisau?
Betul!
Bunuh diri sih masih dapat diterima, tapi dibunuh itu payah.
Ya, benar-benar berbeda.
Anehnya, aku tak takut mati.
Tidak, kau harus hidup!
Kalau berdiri di sana, kau pasti ditikam. Kami tak boleh membiarkannya.
Siapa itu?
Ternyata ada seorang gadis yang manis.
Tapi, saat kulihat dengan seksama, dia tak bertubuh.
Pasti hantu.
Aku Akari. Kau tak boleh mati.
Kalau kau mati, itu akan menjadi masalah bagi kami.
Maksudmu?
Bila kau berada sebentar di ambang kematian, kami bisa leluasa bergerak.
Setelah itu barulah kami bisa membantumu.
Di ambang kematian? Seperti ini?
Aw...
Bagus! Kau sedang berada di batas antara kehidupan dan kematian.
Luar biasa!
Teman-temanku akan menggila bersamaku!
Ayo.
Apa yang kalian mau dariku?
Kami akan berjuang untuk melindungimu.
Kami Ghost Squad.
Kucincang kau sampai mati!
Asoooy!
GHOST SQUAD
Asoooy!
Diare... muncrat!
Jangan... dimakan...
Asoooy!
Bersulang!
Dia sudah tak berdaya.
Kau berhutang pada kami.
Untuk merayakannya, aku akan menciummu seperti anak anjing.
Hentikan.
Hentikan...
Lepaskan aku...
Apa yang terjadi setelah itu?
Kau mati karena hantu, bukan?
Kejadiannya aneh.
Saat bangun, aku terbaring di rumah.
Pergelangan tanganku pun sudah diobati.
Kenapa bisa begini?
Sepertinya polisi menghubungi ayahku.
Ayah...
Apakah ada yang menghubungimu?
Aku mau keluar dulu.
Kurasa polisi tidak melakukannya,...
...tapi brengsek sekali dia karena telah mengacuhkanmu.
Memang selalu begitu.
Ia selalu menghindariku sejak bercerai.
Aku pun mencari jasad dan darah Yosuke di restoran.
Terus?
Sedang apa?
Maafkan aku!
Kalau kau sedang memasang bom, akan kuhubungi polisi.
Bukan begitu!
Lantas, sedang apa di lantai?
Aku minta maaf.
Kalau tak serius, jangan mengatakannya.
Gara-gara kau, aku jadi kerja dobel.
Maafkan aku.
Kau tidak punya keahlian atau apa gitu?
Aku bisa melihat hantu.
Masa? Pulang sana.
Aku tidak pantas hidup.
Saat seseorang menyinggungnya, aku pun merasa hal yang harus dilakukan hanyalah mati.
Meskipun aku mau kau merasa ingin mati, tapi kau tak boleh mati dulu.
Kau bisa bicara?
Semakin dekat dirimu dengan kematian,...
...maka semakin leluasa kami bicara dan bergerak.
Tunggu!
Maksudmu aku itu sumber energimu?
Betul.
Tapi, kalau tubuhmu mati,...
...kami akan kembali menjadi arwah dan bergentayangan di dunia.
Itu sih bukan salahku.
Bagaimana dengan cowok yang kau siksa?
Apakah kau membunuhnya?
Kurasa dia masuk rumah sakit.
Kau tampak tak suka, tapi kami hanya mengikuti perintahmu.
Tunggu dulu, apa maksudmu?
Begini, jika bukan karena gadis yang paling tertarik kepadamu...
Jangan lagi!
Hentikan, kumohon.
Siapa saja, tolong aku.
Ih, menjijikkan.
Hentikan, ayolah.
Tolong aku!
Maaf, tapi orang biasa tak bisa melihat kita.
Meski kau minta tolong, orang-orang hanya akan menganggapmu gila.
Tidak mungkin...
Bila terguncang secara emosional, Akari tak bisa membedakan apakah ia manusia atau anak anjing.
Jangan konyol.
Aku tak bisa bantu apa-apa.
Itu tidak benar.
Melalui kau, kami bisa membalas dendam pada mereka yang membunuh kami.
Maksudmu?
Apakah ini...
Kami adalah hantu para gadis yang dibunuh saat masih remaja.
Jika kami tidak membalaskan dendam pada yang membunuh kami,...
...kami tak bisa beristirahat dengan tenang serta pergi ke Surga.
Siapa yang tega sekejam ini?
Untuk membalas mereka, kami membutuhkanmu.
Tidak...
Rika. Kau baik-baik saja?
Maafkan aku sudah bicara hal yang tak masuk akal.
Kebanyakan orang akan marah.
Terima kasih sudah mendengarkanku.
Kau adalah temanku satu-satunya.
Tak usah minta maaf. Ceritamu masih dapat dimaklumi.
Itu sungguh penting.
Tanpamu yang tak ingin mati, aku tak bisa mendekati mereka yang membunuhku.
Selain itu, aku bukan sahabatmu.
Mengapa kau bilang begitu?
Aku ini menggentayangimu.
Aku adalah hantu Yoshie.
Apa?
Jadi, hantu yang kulihat sebelumnya itu...
Ini tidak mungkin nyata.
Ya ampun, aku lelah sekali.
Duduk dulu di situ.
Iya, terima kasih.
Hei, itu kursi temanku. Yang sopan dong.
Aku tak lihat ada siapa-siapa.
Dia ada di sini!
Sahabatku!
Kau tak punya teman, Rika.
Aku menciptakan ilusi di dalam benakmu.
Mengapa kau melakukan itu?
Dengan menciptakan persahabatan palsu, aku ingin kau membantu kami membalas dendam.
Memperlakukanku seperti orang bodoh...
Memanfaatkan perasaan seseorang.
Itu tak bisa dimaafkan, sekalipun untuk hantu.
Aku sungguh minta maaf.
Sebagai hantu, aku bersimpati atas kesendirianmu.
Aku tahu bagaimana rasanya tersesat di dalam kegelapan abadi.
Bila kau tak peduli untuk hidup, gunakanlah hidupmu untuk membantu kami, kumohon.
Kami memiliki banyak penyesalan,...
...tapi arwah kami ingin pergi ke Surga.
Aku tak keberatan dengan balas dendam, tapi jangan membunuh siapa pun.
Tentu saja!
Tujuan kami ialah untuk membuat mereka menyesal.
Kita lakukan secara berurutan.
Dunia hantu pun memiliki hierarki!
Siapa dulu?
Aku.
Aku dulu. Aku dibunuh di era Showa.
Sebagian dari kenanganku masih tetap ada.
Seperti misalnya...
Hah? Apa?
Aku seorang gadis bernama Keiko Furukawa.
Aku sangat senang hari itu,...
...membayangkan soal dasi yang akan kuberikan ke ayahku untuk hari ulang tahunnya.
Aku sedang dalam perjalanan untuk menemuinya.
Lalu hal itu terjadi.
Ada sepeda yang mendekati dan menabrakku dengan sengaja.
Selagi ayahku menunggu, aku diculik.
Apa yang kau lakukan?/ Diam!
Kembalikan!
Diam!
Bangun. Jangan pura-pura mati.
Aku putra seorang yakuza.
Jangan coba-coba kabur.
Dengan putus asa aku melindungi kado untuk ayahku.
Kenanganku berhenti di situ.
Itu dia orangnya.
Pembunuhnya adalah tetanggamu?
Ini bukan kebetulan belaka.
Semuanya saling berhubungan, disatukan oleh takdir.
Bagaimana bisa dia menjalani hidup yang normal?
Kenapa dia tak dipenjara?
Ada apa?
Naluri binatangku sudah memindai perjalanan hidupnya.
Dia kembali normal!
Dia ditahan setelah peristiwa itu, tapi dibebaskan 10 tahun kemudian.
Itu terlalu singkat!
Mengapa?
Saat itu dia masih di bawah umur.
UU Perlindungan Anak melindungi HAM-nya.
Setelah dia melakukan itu padanya?
Persetan dengan UU Perlindungan Anak!
Apa lihat-lihat? Dasar sialan.
Sedangkan aku, aku malah bergentayangan, sangat menderita.
Tenanglah.
Kita masih belum punya strategi.
Kendalikan dirimu.
Selama ini, aku menyesali ketidakmampuanku memberikan kadoku pada Ayah.
Tunggu!
Tunggu!
Tunggu!
Hantu tidak bisa menyentuh orang. Cuma bisa tembus saja.
Awas!
Ciuman?
Kita hanya bisa menyentuh mereka yang memiliki kemampuan spiritual khusus.
Apa sebenarnya ini? Energi?
Rasanya aneh.
Kau sengaja melakukannya!
Maaf. Ini hanya salah paham.
Dasar tukang bohong.
Apa yang kau lakukan, mau macam-macam denganku?
Ini hanya salah paham. Maaf!
Jangan lari!
Haruskah kita membantunya?
Tidak, utamakan tujuan kita.
Aku minta maaf.
Akan kubawa kau ke polisi.
Tidak.
Kami berpindah tempat.
Yoshie, biarkan aku masuk.
Ini adalah kesempatan kami balas dendam.
Aku perlu kau supaya berada di ujung kematian.
Apa?
Untuk melakukan itu... Lakukan ini!
Yoshie, lepaskan tanganmu.
Tidak apa-apa!
Lakukan saja!
Mau ke mana?
Astagfirullah.
Maaf. Bukan aku pelakunya.
Maaf.
Yoshie, mengapa?
Aku perlu dia supaya ingin membunuhmu. Jika tidak, tak ada balas dendam.
Biar kubantu supaya dia lebih ingin membunuhnya.
Maaf.
Rasakan ini!
Hantaman terakhir!
Menjijikkan sekali.
Aku sungguh akan membunuhmu.
Bila kau dekat dengan kematian, kami bisa memasuki dunia.
Siap, Akari?
Alhamdulillah, aku bisa memegangnya!
Silakan, ini pisaunya.
Nah, balas dendam dimulai!
Sapalah kawan kecilku!
Kumohon, jangan.
Katamu, kau takkan membunuh.
Aku hanya akan sedikit menyakitinya.
Tunggu!
Ini adalah pembalasan dendamku.
Akan kuhukum sendiri pria ini.
Untuk melakukan itu, Rika, aku perlu energi kehidupanmu.
Boleh aku menghirupnya?
Mereka berciuman lagi!
Itu bukan ciuman.
Dia menyerap kekuatan Rika.
Lihat tangannya!
Terima kasih, Rika.
Berkat kau, aku bisa menyalurkan balas dendam melalui senjata yang luar biasa ini.
Ditempa dari amarah dan kebencian...
Palu Daging.
Apa itu?
Ini tidak nyata!
Sang Palu Daging akan menghukumnya.
Dia takkan mengulangi lagi yang diperbuatnya kepadaku.
Burungku serasa remuk.
Rasanya sakit sekali!
Tempat ini aneh.
Masih belum usai.
Gara-gara kau, masa depanku hancur!
Aku tak bisa lagi bertemu dengan ayahku.
Dasar sampah tak berguna.
Masa depanmu...
...adalah burung gepeng!
Hantaman telak.
Apakah dia baik-baik saja? Dia tidak sekarat, 'kan?
Pria takkan mati hanya karena hal semacam ini.
Dia masih bisa dioprasi.
Keiko, apa kau sudah puas?
Dendamku sudah terbalaskan!
Asoooy!
Rika, terima kasih sudah membantu balas dendam yang pertama.
Jabat tangan.
Apa kau marah?
Aku senang dia bisa menuntaskan dendamnya.
Tapi, aku harus menderita setiap kali kita melakukan ini.
Apakah aku hanya sembarangan manusia yang kalian pilih?
Kuakui, memang awalnya seperti begitu.
Tapi, sekarang beda.
Kau termasuk baik untuk ukuran seorang manusia.
Seorang sahabat sejati.
Itu benar!
Menurut kalian begitu?
Aku sangat berterima kasih kepadamu, Rika.
Berkat kau, impianku akan jadi kenyataan.
Maksudmu?
Begitu balas dendam kami tuntas, kami bisa bebas bergerak di dunia ini.
Aku bisa lebih dekat dengan Ayah.
Hantu tidak bisa mendekati orang yang ingin mereka temui?
Itu karma yang buruk, ya?
Setelah aku melihat wajahnya sekali saja,...
...aku akan menuju ke Surga.
Sudah dekat. Di sebelah sana.
Itu dia. Rumahku.
Aku besar di sana,...
...sama Ayah dan Ibu.
Ayah, kita berangkat bareng.
Udaranya dingin sekali./ Iya.
Ayah...
Assalamualaikum.
Ibu.
Syukurlah! Ia tampak sehat.
Ayah, dasimu belum benar.
Benarkah?
Terima kasih.
Ceroboh sekali.
Ayah?
Akukah itu?
Mereka menghilang!
Itu jiplakan masa lalu.
Kita sedang melihat semacam afterimage.
Kau pulang larut.
Ibu.
Kalau begitu...
Di mana sebenarnya Ayah?
Tidak...
Tidak...
Keiko, tenanglah.
Ayah!
Ibu!
Tidak ada...
Berarti tak ada orang di sini.
Aku juga tahu!
Aku ingin menemui mereka sebelum pergi ke Surga.
Maaf, tapi kau masih belum bisa pergi ke Surga.
Siapa di situ?
Maaf, tapi kau masih belum memenuhi semua syarat.
Kau belum bisa naik ke Surga.
Hantu lagi?
Maaf, boleh aku tahu kau siapa?
Aku Naomi Ohishi dari Komite Pengendalian Hantu Penasaran.
Aku bertanggung jawab atas penerimaan masuk Surga serta melatih para hantu yang gigih.
Di akhirat ada sistem birokratis juga?
Mulutmu berdarah.
Jangan melakukan hal yang tak patut dilakukan.
Pokoknya, aku belum bisa membiarkan kalian keluar dari dunia ini dulu.
Memangnya kenapa? Balas dendamku sudah tercapai.
Hanya salah satu dari kalian saja yang sudah.
Apa?
Perhatikan!
Tolong!
Hei, tunggu sebentar!
Apa ini?
Aku memproyeksikan adegan tepat sebelum kau dibunuh.
Mereka menyanderamu, dan tiga orang pria lagi muncul.
Kau disiksa, diperkosa, dipukuli, dan kemudian mereka membunuhmu.
Pria yang sudah kau hukum hanyalah kaki tangan.
Masih ada lagi?
Pegangi dia yang benar!
Aw... Maaf, Bos.
Mereka melakukannya secara berkelompok?
Bajingan.
Ini bukanlah perilaku manusia.
Hentikan itu.
Terus saja berontak, nanti kubunuh keluargamu.
Kumohon, jangan lakukan itu.
Nah, kuyakin kau akan menyukai ini.
Teman-teman, pegangi dia yang benar.
Suruh aku berhenti, ayo.
Mereka ditahan karena meninggalkan jasadnya,...
...tapi karena mereka semua masih remaja, mereka berhasil lolos dengan hukuman ringan.
Mereka semua telah dibebaskan dan menjalani hidup normal.
UU Perlindungan Anak terkutuk itu lagi?
Tak bisa dimaafkan. Undang-undang itu harus diubah!
Ibumu meninggal karena serangan jantung 4 tahun kemudian. Ayahmu...
Cukup!
Aku belum melunasi apa pun.
Ini sudah kelewatan.
Ini...
Semua ini terlalu berlebihan.
Dia menghilang!
Ayah! Ada kado ulang tahun untukmu.
Terkejut?
Aku bukan ayahmu.
Ayah! Ada kado ulang tahun untukmu. Terkejut?
Dia tak bisa menerima kenyataan dan malah memasuki sebuah putaran pelarian.
Semua ini salahmu!
Kau terlalu banyak menunjukkan masa lalunya.
Sudah tugasku untuk memberitahukan kejadian sebenarnya.
Lagi pula, itu masih ada hubungannya dengan kalian.
Dia sudah tak bernapas.
Sepertinya dia mati.
Sekarang bagaimana, Yoshihiko?
Yah, kita mutilasi saja dia terus kuburkan.
Itu dia orangnya!
Yang membunuhku!
Lihat dengan seksama.
Kalian singkirkan dia.
Menyusahkan sekali.
Dialah juga yang membunuhku!
Buang dia di tempat terpencil.
Aku tak punya waktu untuk ini.
Aku terlalu sibuk.
Paham?
Kalian tidak bertemu secara kebetulan.
Kalian disatukan oleh tarikan dendam yang menyerupai magnet.
Sampai kalian beristirahat dengan tenang, aku akan melatih kalian dengan keras.
Bagaimana?
Baik!
Manusia, bagaimana?
Baik!
Baiklah.
Mari kita mulai latihan Ghost Squad!
Dibutuhkan dendam sekaligus cinta untuk membalas dendam.
Bergabunglah dengan Rika dan kembangkan keahlian untuk menyeberangi batasan antara dua dunia.
Pasangkanlah emosi-emosi dari hantu serta manusia.
Kalian tak bisa mencapai Surga tanpa hal itu!
Bismillahirrahmanirrahim!
Mau?
Hantu tidak bisa makan.
Kami hanya mengingat kelezatannya.
Kami iri pada manusia!
Apa-apaan ini?
Aku minta maaf.
Apa-apaan kau? Kau membuatku terluka.
Selain kemampuan bertarung,...
...juga sangat penting untuk mengetahui keadaan saat ini dari si kriminal.
Pekerjaan, alamat, dan susunan keluarga menyediakan petunjuk untuk mengetahui kelemahan.
Yoshihiko Kaneko.
Sebulan setelah membunuh Keiko, si bajingan ini membunuh Yoshie.
Saat ini, dia menganggur dan hanya meminjam uang dari teman-temannya.
Sampah masyarakat.
Si sialan itu masih hidup.
Saat bibir kalian bersentuhan, dinding pembatas antara dua dunia runtuh.
Kalian pun bisa memegang pisau.
Sekarang cium. Cepat!
Baik!
Aku tak bisa menciumnya...
Maksudku, aku tak mencintainya.
Yoshie!
Sungguh penting untuk memasangkan panjang gelombang hati milikmu dengan milik rekanmu.
Kau itu hanya menuruti emosi.
Hancurkan dinding pembatas yang mengelilingi hatimu dan rasakanlah cintanya!
Cinta?
Selanjutnya!
Baik!
Aku bisa. Hore!
Mengapa aku tak bisa memukulnya?
Aku tahu kalau aku ini hantu,...
...tapi aku harus menghancurkan musuhku tanpa Rika.
Apa kau punya suatu impian?
Sama sekali tidak.
Saat masih SMP, aku ikut latihan hip-hop selama 2 minggu.
Menari?
Aku tak berbakat, jadinya langsung berhenti.
Kau masih bisa melakukannya.
Aku tidak bisa.
Tentu bisa, karena kau masih hidup.
Tidak seperti kami.
Itu benar.
Saat masih hidup, aku menari balet.
Aku belajar sejak masih kecil serta mengikuti banyak kompetisi.
Aku seharusnya menunjukkannya pada seorang sanak saudaraku.
Itu keren sekali!
Terus bagaimana?
Kemudian...
Hari itu...
...sebelum kompetisi...
Aku dibunuh!
Sehari sebelum kompetisi balet...
...aku menemui sanak saudaraku yang namanya Akira untuk pergi ke klinik hewan.
Anjingmu sakit, ya?
Klinik yang ada di sana bagus. Ayo kita ke sana bersama-sama.
Benarkah? Baguslah.
Bukankah kompetisinya besok?
Iya.
Aku berlatih keras.
Kita pulang, yuk?
Coba lihat, siapa yang datang.
Kalian ada waktu untuk kami?
Maaf, bisakah kalian membiarkan kami lewat?
Mau ke mana?
Kami mau pulang.
Kak Akira!
Tak perlu buru-buru.
Malam ini masih panjang.
Setelah itu, kami dibawa ke tempat persembunyian mereka dan dipukuli.
Apa? Kumohon, jangan.
Itu adalah hukuman karena mesra-mesraan di depan kami.
Lakukan.
Berhenti. Kumohon.
Satu, dua...
Selanjutnya giliranmu.
Ini, makan malam terakhirmu.
Tidak mau.
Tak lama lagi aku akan menyusulnya.
Sebelum itu,...
...aku akan menari untuknya dan anjingku.
Lantas aku sadar,...
...saat dilahirkan lagi nanti, aku tak ingin jadi manusia seperti mereka.
Aku ingin jadi seekor anak anjing.
Setelah itu, Kak Akira pergi ke Surga.
Sedangkan aku...
Aku...
Satu, dua...
Tolong sentuhlah aku.
Dekap aku dengan erat.
Aku takut karena aku tak tahu lagi diriku ini apa.
Aku bukan orang, anjing, ataupun gadis.
Aku seharusnya tak ada, tapi aku ada.
Jangan sedih.
Kau ada di sini, sekarang.
Terima kasih karena sudah baik padanya.
Kaulah satu-satunya yang bisa dia sentuh.
KASUS PEMBUNUHAN GADIS SMA
Yang membunuh Keiko, Chikara Mase, ketuanya.
Dua minggu setelahnya, dia berada di TKP pembunuhan Akari.
Namun, dia tidak dituntut karena kurangnya barang bukti.
Dia dipenjara 13 tahun karena membunuh Keiko, dibebaskan, kemudian menikah.
Seorang pembunuh bisa menikah?
Dia bercerai setelahnya. Dia tinggal dengan putri tunggalnya.
Putrinya?
Dia mengelola sebuah bar di Tokyo. Alamatnya di...
Tunggu!
Dia punya seorang putri dan sebuah bar?
Dia mencuri masa depan kita, namun memiliki hidup yang enak?
Bagaimana bisa itu terjadi?
Bagaimana kalau aku kerja di bar miliknya?
Jika aku bisa mendekatinya, akan lebih mudah untuk membalas dendam.
Kau sungguh mau?
Beneran?
Kau sudah mengatakannya, Rika.
Bantuanmu sangat krusial bagi kami supaya bisa mendekatinya.
Bila aku bisa membantu...
Rika!
Sudah waktunya aku mandi.
Aku tak bisa menyentuh air, jadi... mandi udara!
Enaknya.
Byur!
Enak sekali.
Rasanya segar.
Air.
Menyenangkan sekali.
Byur, byur.
Byar-byur.
Air, air.
Mandi dengan udara!
Alih Bahasa : A.Mussoullini
Cinta, ya?
Ayah! Ada kado ulang tahun untukmu. Terkejut?
Ya, aku terkejut sekali!
Aku yang menghubungi perihal kerja paruh-waktu.
Jadi, kau rupanya?
Sungguh aneh ada orang yang mau kerja di sini.
Pak Bos akan segera kembali. Tunggulah dulu.
Pak Bos. Dia butuh pekerjaan.
Bodo amat.
Angka penjualan ada di bawah target lagi.
Aku tahu kau menilap uang.
Itu sakit, Pak Bos.
Jangan panggil aku "Pak Bos"!
Di saat seperti ini, tatap mata ayahmu.
Sialan kau. Bocah manja.
Kaget kalau dia ternyata ayahku?
Kurasa begitu.
Setelah Ibu kabur, dia selalu melampiaskan kekesalannya padaku.
Dia sama sekali tak berguna.
Sama dengan ayahku.
Benarkah? Kebetulan sekali.
Tak seperti tempat ini, aku selalu dimarahi kalau di bar.
Bagaimana perasaanmu kalau hal buruk menimpa ayahmu?
Aku akan merasa lega.
Kau kenal orang yang mau melakukan itu?
Tidak, hanya bertanya saja.
Aku harus pergi.
Ironis sekali.
Dulu, aku sering jalan-jalan di sini dengan orang yang kucintai.
Andai saja hari itu tidak datang.
Iya, pukul 19:00 di Ranzan.
Kuberitahu saat kita bertemu nanti.
Rika. Kau mau ke mana?
Maafkan aku. Aku ada kerja paruh-waktu.
Tak ada yang memakai ransel untuk kerja.
Jangan pergi.
Aku harus pergi.
Itu perintah ayahmu!
Aku akan memutuskan hubungan keluarga denganmu jika terpaksa.
Teman-temanku sedang menunggu.
Apa yang kau bilang?
Jangan menatapku begitu.
Sudah puas? Aku mau pergi.
Tak mungkin kau bisa punya teman.
Ayah! Ada hadiah untukmu.
Teman-teman!
Rika, kau membangkang kepada ayahmu.
Kau sudah lebih dewasa.
Kami merasa kau memanggil kami.
Akhirnya, inilah saatnya balas dendam.
Aku menghubungi kriminal itu, menggiringnya ke bar.
Ini merupakan pertanda dari Tuhan.
Ayo! Kita akan membalaskan dendam kita dan Keiko.
Semoga berhasil!
Berjanjilah padaku. Jangan...
Jangan membunuh. Aku tahu.
Tapi, sebagai gantinya...
Kita hajar mereka sampai jadi bubur!
Keren!
Kukira hari ini kau tak masuk.
Aku disuruh masuk.
Memangnya kenapa?
Teman-temanku mau datang. Pasti bakal ricuh.
Tak masalah. Aku sudah terbiasa dengan para pelanggan yang aneh-aneh.
Bukan itu maksudnya.
Itu versi tua dari Yoshihiko, pria yang membunuhku.
Lama tak bertemu.
Begini, ada gadis yang menghubungiku, menyuruhku ke sini.
Ada masalah apa, ya?
Mana kutahu.
Mungkin ayahmu mau memerasku...
...perihal kejadian anak itu.
Kau tidak tahu?
Aku ini pembunuh di kasus pembunuhan yang terkenal itu.
Begitu pun dengan ayahmu.
Kalau kau mau menuduh yang tidak-tidak, pergilah.
Bukan hanya itu.
Aku juga sudah membunuh wanita lain.
Hanya ayahmu saja yang tahu rahasia itu.
Dia mau mempublikasikannya?
Dia ini memang Raja Bajingan!
Yoshie, jangan dulu.
Akan kuberi tahu setiap orang kalau ayahmu itu pembunuh supaya barnya ditutup.
Aku juga akan menghabisimu!
Dua atau tiga orang lagi tidak masalah!
Kau mau mati?
Lepaskan aku.
Tak masalah kalau aku mati, asal bukan olehmu.
Wanita sialan!
Hei, Yoshihiko.
Halo, Bos.
Kau lapar, 'kan? Aku bawakan takoyaki.
Anak baru, kau belum makan, 'kan? Ini.
Buatku?
Ternyata dia sebenarnya baik.
Kita kembali jadi transparan. Kenapa ini?
Penampilan yang keren.
Kebaikannya yang tiba-tiba telah membuat Rika kehilangan semangat juangnya.
Kalau terus begini, kita bisa lenyap.
Rika, bertahanlah!
Ayah!
Celaka!
Kudengar kau juga kerja di restoran lain dengan Yuri.
Terima kasih sudah menjadi temannya.
Tentu. Sama-sama.
Kita semakin cepat memudar.
Jangan terpengaruh kebaikannya.
Kembalikan rasa bencimu.
Kami memudar.
Senjatanya hilang.
Tak bersenjata dan polos.
Kami akan kembali lagi.
Gawat... Bagaimana ini?
Ada apa?
Tidak, bukan apa-apa.
Yuri, pergi belanja sana.
Sekarang?
Aku mau berpesta dengan teman-temanku.
Belikan kudapan.
Cepat.
Kau tetap di sini.
Tapi...
Ada yang menyuruh kami ke sini. Kau, bukan?
Siapa, aku?
Ya, siapa sebenarnya kau?
Orang kepo dari situs kejahatan?
Orang yang merasa kehilangan gadis-gadis yang kami bunuh?
Bukan kedua-duanya.
Kau pasti mau memeras kami.
Akan kurekam dan kuserahkan ke polisi.
Kau memang bajingan.
Entah apa hubunganmu dengan para gadis yang kami bunuh,...
...tapi biar kuutarakan ini:
Pembunuhan itu bukanlah salah kami.
Mereka merayu dan menggoda kami.
Merekalah yang salah, bukan kami.
Pengacara pun berkata demikian.
Tidak masuk akal.
Omong kosong!
Itu tidak mungkin!
Aku sih tak masalah.
Paham?
Mereka mati karena mereka sendiri yang memintanya.
Berani-beraninya kau.
Kau sama sekali tak tahu perasaan mereka.
Meskipun aku mati,...
...aku akan menghajarmu.
Apa yang dia lakukan?
Dia mencekik dirinya sendiri!
Kita kembali!
Terima kasih, Rika!
Aku akan mengambil kekuatannya dan mendapatkan suatu alat dengan menciumnya!
Rika, aku mencintaimu.
Rika, aku datang.
Ada apa dengan gadis ini?
Dia mencekik lehernya dan menggerak-gerakkan lidahnya.
Memang sinting!
Dengan menelan banyaknya cinta, aku mendapatkannya!
Senapan Mesin Hantu!
Apa yang sedang terjadi?
Apa-apaan ini?
Itu seorang gadis yang tak terlihat!
Sungguh membosankan kalau hanya Yoshie saja yang menggila.
Aku juga punya sesuatu!
Anjing Dendam!
Dia ke sini untuk menggigit bokong dan mengunyah tulang kalian!
Gigitlah sekeras yang kau mau!
Anak anjing yang bahagia!
Hebat. Lihatlah betapa paniknya mereka!
Para bajingan payah! Aku senang sekali!
Ayah!
Dia bukan Ayah.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kalian takkan bisa kabur. Tidak akan!
Kau bisa melihatku.
Berarti kau semakin dekat dengan kematian.
Aku takkan memaafkanmu. Kau merenggut masa depanku!
Kau Yoshie, ya?!
Benar sekali!
Saat masih hidup, aku punya pacar bernama Tamotsu.
Kami berdua percaya kalau kelak kami akan menikah.
Tamotsu?
Kau marah karena aku menolakmu.
Kau mengikuti kemudian menikamku lebih dari 20 kali,...
...memisahkanku dari Tamotsu untuk selamanya.
Kau yang menduakanku!
Menduakan, menigakan?
Aku tak ingat pernah jadi pacarmu sedari awal!
Pokoknya, aku tak bisa membiarkanmu tetap hidup di dunia ini!
Ibu, kau pasti bisa.
Yoshie, jangan! Jangan membunuh!
Itu mustahil!
Aku harus melakukannya, jika tidak, aku takkan bisa menyingkirkan rasa dendamku.
Goblok!
Sialan!
Yoshie!
Pak Bos, ada apa ini?
Bukan apa-apa.
Aku takkan pernah memaafkanmu. Bukan kau, takkan pernah.
Ada yang menyentuhku!
Tunggu, Ayah!
Ayah? Di mana?
Tunggu, Pengecut!
Enyahlah!
Hantu lonte!
Yoshie, jangan!
Itu kan...
Pasangan yang kau rusak kebahagiaannya.
Ini hal terakhir yang akan kau lihat sebelum membusuk di Neraka!
Mengapa? Mengapa kau membunuhnya?
Jika kau mengakhiri hidupnya, kau sama saja seperti mereka.
Keluarganya akan sedih.
Simpan saja ceramahmu itu.
Kau itu masih hidup.
Kau sama sekali tak tahu kehampaan dalam diri kami yang tak memiliki masa depan.
Aku pun bahkan ingin membunuh keluarganya.
Seluruh keluarganya!
Orang yang memiliki masa depan tak mungkin bisa mengerti.
Semua itu terlalu kejam.
Maaf, tapi pembalasan dendamku sudah tuntas.
Aku mau pergi.
Aku mau menengoknya sebentar, dan kemudian pergi ke Surga.
Balas dendam Keiko dan Akari masih belum usai.
Seperti kau yang kumanfaatkan, mereka juga kumanfaatkan.
Bahkan satu kesalahan sekalipun bisa menjauhkan kami dari Surga.
Aku tak bisa menerimanya.
Daah.
Yoshie!
Kau bisa menyentuhku? Bisakah kau melihatku?
Aku punya kemampuan spiritual seperti Rika.
Ayahku memang brengsek, tapi ampunilah hidupnya!
Kau putrinya?
Kalau begitu, akan kubunuh kau dulu.
Aku tahu betapa beratnya melihat orang yang spesial dibunuh!
Aku tahu hal yang lebih menakutkan dibanding kematian.
Hentikan, dasar setan!
Kaulah yang membuatku menjadi setan!
Rasakanlah sakitnya.
Selanjutnya giliran putrinya!
Jangan! Dia tak ada sangkut pautnya.
Menyingkirlah.
Aku ingin keluarganya terlibat supaya dia tahu bagaimana rasanya.
Ini keliru!
Kau akan menghianatiku?
Dasar teman palsu!
Rika!
Rika, kau tidak apa-apa?
Rika!
Maafkan aku. Aku tak bermaksud melukaimu.
Tubuhku...
Ayah, mari kita beli kue.
Dia semakin lemah.
Sekaranglah kesempatanku.
Gawat. Akari, ayo kita pergi.
Rika.
Hentikan, Ayah. Biarkan mereka pergi.
Berisik!/ Yang jahat itu kau.
Cerewet!
Mulai lagi.
Sesuatu terjadi pada Rika.
Bukan lagi urusanku.
Setidaknya ia bahagia.
Selamat tinggal.
Yoshie.
Rika.
Apa yang terjadi?
Rika! Ada apa?
Aku tak sengaja melukainya dengan Anjing Dendam!
Tenanglah!
Sial, tidak ada.
Ada manusia!
Kita mau berpesta, ya?
Bukan!
Jangan pada lengah.
Mereka para hantu cewek yang kuat.
Mereka sekarang sudah lemah, 'kan?
Mari kita perkosa hantu-hantu itu.
Kalian dengar itu? Kita tak boleh kalah.
Tapi, kita tak bisa bertarung seperti ini.
Naomi.
Aku masih berpikir...
...membunuh itu perbuatan yang keliru.
Hidup itu sangat berharga.
Memang. Khususnya hidupmu.
Bagiku...
...hidup kalian semua pun sangat berharga.
Rika.
Rika, jangan mati dulu.
Ayah akan sedih.
Itu benar sekali.
Rika!
Ia terlalu baik untuk mati.
Itulah sebabnya aku kembali.
Yoshie.
Bukankah tadinya kau mau menuju ke Surga?
Aku bisa pergi di lain waktu.
Bagaimanapun juga, adakah cara untuk menghidupkannya kembali?
Ada suatu cara.
Menyerap setahun nyawa manusia lalu menyalurkannya padanya.
Tanpa membunuh mereka.
Itu bisa menyelamatkannya?
Ayo keluarlah, Setan!
Waktunya tak banyak. Semuanya siap siaga!
Baiklah! Saatnya pembalasan!
Di mana mereka itu?
Keluarlah, Setan Goblok!
Di sini tidak ada.
Di mana mereka itu?
Apa-apaan ini?
Cepat keluarlah.
Mereka ada di sini!
Aku mau menyedot setahun dari nyawamu.
Biar kuambil sendiri setahun dari nyawamu.
Ada apa?
Apa?
Setahun dari nyawamu. Berikan!
Kita menangkap dedengkotnya.
Hai, Ayah.
Hantu tidak mungkin kebal dengan peluru.
Coba tembak ini kalau bisa.
Ibu.
Bisakah kau melakukan hal yang sangat memalukan di hadapan ibumu?
Kau dulu pasti anak yang baik.
Sialan! Tentu saja aku bisa!
Bersiap menyerang!
Badut sepertimu pasti busuk sampai ke dalam-dalam.
Benar sekali.
Aku juga berpendapat begitu.
Kematian bukanlah hukuman terberat.
Monster!
Tolong!
Rika!
Yang terberat itu rasa bersalah yang besar serta perasaan menyesal.
Itu adalah senjata yang biasa digunakan untuk menghukum kriminal di Neraka!
Senapan Suci!
Senjata ini memang diperuntukan bagi mereka yang tak memiliki rasa bersalah.
Senjata ini menghasilkan perasaan bersalah yang membuat menikmati hidup jadi mustahil.
Perhatikanlah.
Sumber dari kemampuan mengecap perasaan...
Senapan Bayi.
Menyingkir!
Ya Tuhan, apa yang telah kuperbuat?
Aku sungguh menyesal.
Maafkan aku karena sudah memperkosa dan membunuh.
Atas nama seluruh mahkluk yang suci!
Maafkanlah kesalahanku!
Ada yang menggerakkanku!
Satu, dua, tiga!
Rika.
Akari, Keiko. Inilah pembalasan dendam yang sebenarnya.
Terima kasih. Ayo kita lakukan.
Pelajarilah betapa seriusnya kejahatanmu!
Akhirnya, pembalasan dendamku selesai juga.
Begitu pun denganku.
Syukurlah.
Rika!
Salurkanlah kekuatan kehidupan yang telah kalian kumpulkan.
Rika, kau tak boleh mati.
Cuma mimpi, ya?
Itu bukan mimpi.
Teman-teman!
Senangnya melihatmu kembali.
Ya, itu bukan mimpi.
Itu buktinya, lihat?
Ayah, aku mau pindah, mau tinggal sendiri.
Kita takkan pernah bertemu lagi.
Tidak...
Kau telah berbuat hal yang tak termaafkan.
Jangan tinggalkan Ayah sendiri seperti ini.
Ayah minta maaf...
Maafkanlah Ayah...
Maaf...
Hal terkejam ialah ditinggalkan oleh keluarga.
Semua itu salahnya.
Selamat datang.
Permisi.
Ayah.
Dulu, putriku biasa datang ke sini.
Apa kau tahu tempatnya biasa duduk?
Putrimu?
Seperti apa penampilannya?
Dia itu...
Akhirnya...
Ayah.
Selamat ulang tahun.
Selamat.
Keinginanmu tercapai juga.
Baiklah.
Kami pamit dulu.
Kalian akhirnya bisa pergi ke Surga juga.
Berkat kau.
Jabat tanganku.
Kita tak lagi bisa bersentuhan.
Berarti kekuatan kehidupanmu telah kembali.
Sekalipun bila aku berada di Surga nanti, kita masih bersahabat, baik?
Aku juga menganggapmu sebagai sahabatku.
Daah!
Sampai nanti!
Ayo kita pergi.
Rika!
Terima kasih. Da-daah!
Aku berharap kau bisa bahagia!
Bahagialah!
Rika, bahagialah!
Terima kasih!
Bahagialah!
Semoga berhasil, Teman-teman.
Nikmatilah kebahagiaan kalian.
Sudah waktunya kerja. Ayo kita berangkat bareng.
Iya.
Mari kita jalani hari ini sebaik mungkin.
Meskipun tubuh mati, tapi emosi manusia terus hidup.
Sementara ada sebagian orang yang hidup seakan-akan mati,...
...masih betapa luar biasanya untuk dapat terluka, sedih, serta merasakan kegembiraan.
Jalanilah hidupmu.
Hargailah setiap saatnya.
A.Mussoullini Bandung, 5 Juni 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.