Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
~Translated By: GubrakZ~ Donasi bisa ke: trakteer.id/gubrakz
Donatur: Buyung Asmara Qondhi, Yadi Laksana, Anon, WDAWISNV, Ade Bagoes
Pada masa akhir periode Edo di Kyoto,
pertarungan berdarah selalu terjadi tiap hari antara kelompok anti-pemerintah,
Klan Satsuma dan Choshu, dan kelompok pro-pemerintah,
Klan Aizu dan Shinsengumi, pasukan polisi khusus.
Mereka lama sekali.
Rencana jahat apa lagi yang direncanakan Klan Choshu sekarang?
Lancang sekali para anggota klan dan si pengembara, Sakamoto Ryoma
menentang pemerintahan kita.
Mereka akan menjadi karat tak berguna di pedang kita malam ini.
Itu baru semangat.
Yang terkuat dalam sejarah Klan Aizu, Kosaka Shinzaemon.
Kehadiranmu membuatku tenang.
Jangan menghinaku, Sanosuke.
Suatu kehormatan menerima perintah dari abdi utama kita.
Kita tak bisa membiarkan Shinsengumi mengambil semua pujian.
Saatnya kita tunjukkan harga diri samurai dari Klan Aizu.
Aku pikir sebagai anak kedua dari samurai berpangkat rendah,
aku akan menghilang dalam ketidakjelasan tanpa istri dan status.
Mendapat tugas besar seperti ini sangat tidak dipercaya.
Kita tidak boleh gagal.
Itu benar.
Lawan kita, Yamagata Hikokuro, kudengar dia masih muda tapi seorang ahli pedang.
Jadi tetap waspadalah.
Tunggu, bodoh!
Apakah kau Yamagata Hikokuro dari Choshu?
Benar, itu aku.
Dari aksenmu, berarti kau dari Aizu!?
Jangan banyak bertanya!
Katakan namamu.
Kosaka Shinzaemon dari Klan Aizu.
A SAMURAI IN TIME
Aku melihat...
kilatan petir.
Entahlah.
Wah, banyak sekali pemeran figurannya? Menarik sekali.
"Api menyala terang sebelum mati," ya?
Apa maksudmu?
Aku dengar dari anak muda di bagian audio
kalau ini musim terakhir dari drama ini.
Yang benar!
Genre Jidaigeki sudah sekarat.
Memang iya.
Tapi bukan berarti kita tak punya pekerjaan,
kecuali
kau Tn. Sekimoto yang berspesialis dalam laga pedang.
- Selamat pagi, Tn. Sekimoto. - Pagi, Yuko.
Beberapa dialog sudah dirubah di adegan selanjutnya,
jadi bisa beritahu peran penggantinya?
- Pergantian dialog? - Benar.
Di adegan 17.
- Di sini. - Hei, kalian.
- Iya. - Siap.
Maaf, ada perubahan dialog.
- Sudah oke!? - Ya, aku sudah memberitahu mereka.
Kita harus menyelesaikan adegan ini hari ini.
Baiklah, kamera roliing.
- Baik. - Rolling.
Ready, action!
Bolehkah aku meminta bantuan!?
Tempat ini namanya apa?
Sangat tidak sopan.
Bolehkan aku meminta bantuan!?
Apakah ini...
Kau gadis yang bersemangat sekali.
Dan lihat, tidak jelek juga.
- Ayo, ikut! - Kumohon, jangan!
Temani kami minum.
Cuma itu saja. Kami tidak mengigit.
- Tolong lepaskan aku! - Cukup.
Memalukan sekali.
Apa kau bilang?
Meyingkirlah atau kau akan menyesal.
Para bajingan di kota Edo,
siapa yang berani menyingkirkan mereka!?
Tuhan, Buddha, iblis atau raksasa!?
Tapi seorang samurai yang membentuk masyarakat bernama Si Reformis Tanpa Gentar,
yaitu aku.
Apa!?
Si Reformis Tanpa Gentar!
Si Reformis Tanpa Gentar?
Kau akan membayarnya!
Mereka pantas menerimanya!
Terima kasih, Tuan. Kau menyelamatkan aku.
Tak ada yang luka!?
Tidak. Ini berkat dirimu, Tuan.
Jaga dirimu.
Cut!
Kecepatanku pas, kan?
Ya. Timing-nya pas sekali.
Baiklah. Ayo kita teruskan.
Take pertama.
Tunggu sebentar.
Bukankah tadi dia bilang"Edo"?
Butuh waktu satu bulan dari from Kyoto.
Tidak mungkin.
Siap, action!
Dan lihat, tidak jelek juga.
- Ayo, ikut! - Kumohon, jangan!
Para ronin memalukan.
Tolong lepaskan aku!
Cukup.
Memalukan sekali.
Apa kau bilang?
Meyingkirlah atau kau akan menyesal.
Para bajingan di kota Edo,
siapa yang berani menyingkirkan mereka!?
Tuhan, Buddha, iblis atau raksasa!?
Tapi seorang samurai yang...
Pengawal Reformis Tanpa Gentar.
membentuk...
Mohon ijinkan aku untuk membantu!
Majulah!
Dasar bodoh! Apa-apaan ini?
Memangnya apa yang kau lakukan?
Jawab!
Aku melihat...
seorang wanita muda di sana dan
Tn. Reformis Tanpa Gentar dalam masalah.
Maka itu, aku berusaha untuk menawarkan bantuan.
Siapa yang menerima si bodoh ini?
Ada apa ini?
Maafkan aku! Dia mungkin figuran dari set yang berbeda!
Keluarkan dia dari sini!
Ini tidak bisa diterima! Kau dari agensi mana?
Namaku adalah Kosaka Shinzaemon dari Klan Aizu.
Lho!? Aku tidak ingat ada nama itu di sini.
Aku sepertinya membuatmu dalam masalah, aku minta maaf.
Kurasa kau berada di set yang salah.
Kau harus pergi sekarang.
Aku tidak tahu harus pergi ke mana.
Di sebelah ada set lain lagi jadi kurasa kau seharusnya di sana.
Ada di sebelah bangunan itu.
Maaf keterlambatannya, mohon untuk standby.
Yuko, kita bisa pakai derek untuk adegan ini?
Coba kulihat.
Penampilan itu. Dia pasti dari daratan asing.
Sikapnya sungguh sopan sekali.
Apa!?
Ya, ampun!
Halo?
"Jidaigeki Horror Zombie dari Yotsuya"
Hai!
Untunglah. Kau merasa lebih baik?
Di mana aku?
Aku sangat khawatir sekali melihat kepalamu terbentur keras.
Lebih baik nanti CT scan saja untuk jaga-jaga.
Si-ti!?
Tenang saja, studio yang bayar.
Aku Yamamoto Yuko.
Nn. Yuko.
Siapa namamu?
Namaku Kosaka Shinzaemon.
Tn. Kosaka.
Benar.
Aku akan mencari suster, jadi tunggu sebentar, ya.
Aku akan membuka tirainya
"Tibanya Kapal Hitam"?
"Dari Tibanya Kapal Hitam ke Akhir dari Pemerintahan Shogun.”
"Pemerintahan Tokugawa berakhir..."
140 tahun lalu?
Zaman samurai sudah lama berakhir.
Suara petir sama sekali tidak berubah.
Petir!
Sambar aku!
Sambar aku!
Bawa aku kembali! Kumohon!
Bawa aku kembali!
Bawa aku kembali!
Bawa aku kembali!
Bawa aku kembali!
Astaga, apa dia dari studio film?
Permisi? Halo?
Ya, ampun!
Setsuko!
Hei, cepat kemari!
Cut!
Sekali lagi!
Kau baik-baik saja?
Nn. Yuko.
Ada apa?
Dia sudah bangun!
Kau benar-benar membuatku khawatir.
Kenapa pada ribut sekali?
Maaf, tapi di mana aku?
Aku menemukanmu di depan kuil.
Tn. Kosaka.
Ya!?
Kenapa kau kabur dari rumah sakit? Apa lagi dengan kostummu!
Tak bisa dipercaya.
Aku benar-benar tidak sopan. Mohon maafkan aku.
Kau lapar?
Tentu tidak. Aku tidak lapar sama sekali.
Yah, ini tidak...
Kau pasti kelaparan.
Aku belum pernah makan nasi selezat ini!
Dan warnanya...
seputih salju yang menutupi Gunung Bandai di Aizu.
Sangat indah sekali sampai aku ragu untuk memakannya.
Tapi kau makan juga.
Terima kasih banyak.
Ini.
Terima kasih banyak.
Tn. Kosaka, aku mengagumi dedikasi pada peranmu.
Nn. Yuko, bagaimana kau menemukan diriku?
Soalnya studio filmnya di dekat sini,
mereka suka memakai kuil ini untuk syuting Jidaigeki mereka.
Maaf, Jidaigeki artinya apa?
Tak ada Jidaigeki satu pun di Kyoto yang tidak dilakukan di sini.
Yuko sering datang kemari untuk syuting,
jadi kalau ada aktor yang memakai kimono tiduran di tanah, aku akan memanggilnya.
Ternyata dia mencarimu ke mana-mana.
Apa kau ingat kau berasal dari agensi mana?
Aku minta maaf
tapi aku tidak tahu.
Dokter mengatakan padaku
karena kepalanya terbentur, ingatannya agak terganggu.
Maksudmu, seperti amnesia?
Aku baru pertama kali melihatnya.
Pasti sangat merepotkan sekali, walaupun itu pekerjaanmu.
Asisten sutradara memang harus melakukan semuanya.
Tapi aku minta maaf sudah merepotkan kalian berdua.
Tidak apa-apa. Cuma kami berdua saja yang tinggal di tempat luas seperti ini.
Kami juga punya banyak kamar di sini.
Walau begitu, kau merawat orang yang tidak dikenal.
Kau melupakan sesuatu!? Aku ini pelayan Buddha.
Kenapa aku harus ragu-ragu menolong seorang pria?
Lagipula, aku tahu dia bukan orang jahat.
Kok, bisa?
Kau lihat kepalanya, kan? Bagian atasnya polos.
Dan pedangnya bukan kayu.
Pedangnya berat. Pasti terbuat dari besi atau semacamnya.
Dengan usaha seperti itu untuk seorang figuran tanpa dialog
pasti dedikasinya tinggi. Luar biasa sekali, kan?
Dia cuma aktor kutu buku.
- Mau kopi? - Kenapa tidak.
"Aktor kutu buku."
Tn. Kosaka akhirnya tinggal di kuil Seikeiji tanpa ingatannya.
140 tahun...
Shinzaemon, ayo minum teh bersama kami.
Aku datang.
Permisi.
Ini teh dinginnya.
Terima kasih banyak. Aku sangat berterima kasih.
Kenapa!?
Ini pasti makanan manis yang sangat mahal, Nyonya.
Tidak, kok.
Ini cuma kue biasa dari toko dekat sini.
Biasa...
Maksudmu semua orang biasa bisa makan kue ini?
Tentu saja bisa.
Memangnya seenak itu!?
Benar.
Sepertinya Jepang sudah menjadi negara yang bagus.
Negara kaya yang
semua orang bisa merasakan makanan manis seperti ini.
Kau tahu, bicara dengamu
seperti bicara dengan samurai asli.
Sayang, sudah saatnya.
Oh! Aku hampir saja lupa.
Si Reformis Tanpa Gentar
Apa lagi sekarang?
Si Reformis Tanpa Gentar Nishiki Kyotaro
Gambarnya bergerak!
Cuma itu saja. Kami tidak mengigit.
Cukup!
Itu!
Bersihkan hidungmu.
Memalukan sekali.
Apa kau bilang?
seorang samurai yang membentuk masyarakat bernama Si Reformis Tanpa Gentar,
yaitu aku.
Si Reformis Tanpa Gentar!
Saat aku delapan tahun, ibuku meninggal.
Setelah itu, ayahku mulai mabuk-mabukan setiap hari.
Kemudian terlibat hutang karena berjudi.
Jangan khawatir lagi!
Ayah.
Ayah!
Dengar, Oume!
Ayah tak akan berjudi lagi.
Tidak minum-minum lagi.
Berjanjilah padaku, Ayah.
Ayah berjanji.
Oume!
Astaga, itu sesuatu sekali.
Ya, ampun! Siapa yang nonton TV drama yang kelakuannya seperti orang ini?
Belum pernah ada yang menyentuh hatiku seperti itu.
Benar-benar sangat mengejutkan.
Ini Jidaigeki yang dikerjakan oleh Yuko.
Apa!?
Nona itu yang membuatnya?
Iya, Yuko seorang asisten sutradara.
Apakah itu tugas dari nona itu?
Benar. Di lingkungan keras dan penuh pria,
dia berusaha keras untuk menjadi sutradara.
Kudengar dia menulis skenarionya sendiri tiap malam
tak peduli betapa lelahnya dia pulang bekerja.
Nn. Yuko seperti seorang samurai yang patut dipuji.
Cut! Baiklah!
Bagaimana?
Bagus sekali! Kami menyorot pada pada pose andalanmu tepat waktu.
Bagus.
Baiklah! Ayo kita minum.
Aku yang traktir!
Terima kasih.
- Ikuti aku. - Ayo!
Jadi besok adegan 29...
Tunggu sebentar.
Kau akan ada di set-nya Sakamoto Ryoma minggu depan, kan?
Ya, sebagai pembantu.
Kau lagi laku, Yuko.
Direktur bilang padaku dia mau syuting pertarungan pedang di luar set.
Dia memberitahumu?
Kapan dia memutuskannya?
Tadi malam.
Halo, ini kuil Seikeiji.
Oh hai, Yuko!
Selamat sore.
Aku telepon untuk minta bantuan.
Ada syuting lagi minggu depan?
Iya, benar.
Syuting?
Iya, syuting Jidaigeki yang kau lihat tempo hari.
Jadi Nn. Yuko juga akan datang?
Oh, jadi kau mau tahu?
Tidak, aku tidak bilang aku ingin tahu...
Terima kasih.
- Dari adegan ini, kan? - Benar.
- Ayo kita lakukan. - Terima kasih.
Halo? Selamat pagi. Kami akan segera syuting.
Maaf, aku lupa aku harus menghadiri pemakaman.
Tapi masih ada Setsuko jadi bisa minta tolong dia saja.
Baiklah. Terima kasih banyak.
Tuan, kami semua sudah hadir, apa bisa dimulai?
Baiklah, aku datang.
Aku harus pergi, semoga lancar.
Terima kasih.
- Yuko! - Ya!?
Kita ada masalah.
Kau tidak terlihat sehat.
Keringatnya bercucuran.
Katanya kau tidak enak badan.
Lihat saja dia.
Dia sudah pucat waktu datang kemari.
Aku baik-baik saja.
Kau bercanda?
Tidak apa, nanti aku pikirkan sesuatu.
Tidak, aku baik-baik saja.
Ayo.
Ini gawat. Dia mau pingsan!
Baringkan saja di mobil!
Ayo, kita ke mobil.
Maafkan aku!
Tak mungkin dia bisa bekerja hari ini.
Ya, ampun.
Sebagian besar aksinya tidak masalah.
Tapi dua orang Shinsengumi yang mengejar Sakamoto Ryoma kurang memberi kesan.
Apa kita bisa tambah figuran dan kurangi pertarungan pedangnya?
Pemeran utamanya dapat pekerjaan lain hari ini
jadi dia harus pergi ke Tokyo malam ini.
Jadi kita tak punya waktu mencari figuran lain dan membuat rambut palsu.
Selamat pagi, semuanya.
Kita menemukan figurannya.
- Sudah siap. - Terima kasih.
Berdiri yang tegak.
Baik.
Aku tidak melihat ada masalah.
Seperti yang kubilang, dua peran pengganti akan melakukan adegan poertarungannya,
saat giliranmu, kau serang pemeran utamanya, dia menghindar dan menebasmu secara diagonal.
Kemudian kau berputar dan...
Dan aku jatuh ke tanah?
Benar sekali.
Kebetulan sekali menemukan orang aneh dengan gaya rambut cepol di atas di sini.
Kau yakin kau bisa berakting?
Tolong jangan khawatir.
Aku sudah menyaksikan sandiwara saat menjadi pendamping atasanku berkali-kali.
Jika mungkin, aku ingin mencoba melakukannya.
Kenapa tidak? Ayo kita latihan dulu.
- Siap? - Ya.
Orang kedua kalah!
Itu kabuki.
Yuko, yakin ini akan berhasil?
Ayo kita mulai!
Rolling.
Ready, action!
Dia kelihatan ok, kan?
Iya.
Dengar. Kalau kau membunuhku,
- Jepang tidak akan bereformasi! - Diamt!
Menyerahlah, dasar bajingan!
Jadi kau ingin menangkapku!?
Kau punya tugas yang berbahaya.
Sakamoto Ryoma, kau pengkhianat!
Sakamoto
Ryoma.
Aku kena tembak?
Aku masih belum selesai!
Sial.
Melihat ke belakang, aku sudah mengalami banyak hal.
Hidupku sangat luar biasa!
Aku bahkan bertemu dengan wanita yang cantik.
Cut! Bagus!
- Semuanya ok? - Sempurna!
- Terima kasih. - Semuanya OK!
- Terima kasih. - Kerja bagus!
Bangun.
Hei, bangun!
Permisi. Kerja bagus.
Biar aku saja.
Aku bawa ini.
Nih.
Kau baik-baik saja?
Hm? Ya.
Bagus sekali.
- Kerja bagus. - Senang bekerja denganmu.
Harus kubilang, aksi yang terakhir itu keren sekali.
Aku kira kau benar-benar menebasku.
Aku sangat berterima kasih.
Dia aneh juga, ya?
Aku kagum dengan kemampuan berpedang kalian.
Terima kasih banyak.
Ayo ke adegan selanjutnya! Bersiaplah, Yuko.
Iya!
Jadi, adegan kita selanjutnya...
Kerja yang sangat bagus!
Aku melihatmu dari belakang, dan mirip dengan pertarungan pedang asli.
Kemampuanmu benar-benar seperti pendekar pedang sejati!
Kerja kita bagus sekali, ya?
Dan tehnik pedangmu membuatku merinding.
Sama sekali tidak buruk. Aku tidak bercanda.
Terima kasih.
Saat aku mendengar nama itu, Sakamoto Ryoma,
itu membuatku terdorong untuk mengalahkannya.
Dan saat aku tertembak, aku memikirkan kematian. Aku melihat kilasan hidupku.
Soalnya kau benar-benar menyatu dengan karakter.
Aku salut!
Itu dia. Salut.
- Ayo kita pergi. - Iya.
Dengar, di adegan selanjutnya...
Tn. Kosaka.
Tadi itu sangat luar biasa, apa lagi reaksimu saat ditembak.
Sangat mengagumkan.
Aku ambil pedangnya, ya.
Oh, tentu.
Aku dengar kau berakting sebagai seorang samurai.
Benar, tapi terpaksa karena Nn. Yuko memintaku.
Lalu bagaimana?
Sejujurnya aku terlalu terbawa suasana untuk mengingat apa pun.
Aku penasaran, kalau itu yang kau lakukan di hidupmu sebelumnya, Shinzaemon.
Benar sekali.
Shinsengumi dan klan kami mempunyai kepercayaan yang sama.
Pokoknya, syutingnya berjalan lancar.
Benar, dan itu bagus.
Bagus untukmu. Ini.
Ayo.
Terima kasih banyak.
Dan kau juga, Sayang.
Sebenarnya, Tn. Sekimoto sangat memujiku.
Apa? Maksudmu Sekimoto yang itu?
Dia bilang dia tidak bercanda.
Ya, ampun!
Wah...
Ini dia!
Sudah diputuskan!
Kau mau menjadi peran pengganti jidaigeki?
Benar!
Menurutmu...
dia bisa bergabung ke agensi?
Agensinya Tn. Sekimoto?
Tn. Kosaka, apa kau tahu genre jidaigeki lagi menurun?
Tidak ada cukup pekerjaan untuk biaya hidupmu.
Yah, dia bisa tinggal ditempat kami dan membantu di kuil.
- Tapi... - Nn Yuko.
Keadaanku saat ini seperti bayi.
Apa yang kulakukan tidak cukup kompeten.
Ilmu pedang yang kuperoleh tidak punya tujuan di zaman modern ini.
Tapi, aku masih bisa berguna di tempat seperti studio film.
Aku tidak tahu...
Saat aku mendapat kehormatan melihat pertama kali jidaigeki yang kau buat,
itu sangat membuatku terkejut.
Indahnya kehidupan,
kesedihan, penderitaan, amarah
dan kebahagian hidup.
Pikiran orang-orang dan keinginan mereka untuk hidup damai
benar-benar murni.
Dan itu benar-benar mencapai hatiku.
Aku tak bisa berhenti menangis.
Rasanya seperti, aku sudah diselamatkan.
Rasanya seperti sudah diselamatkan.
Pidatonya bagus sekali.
Apa yang kau kerjakan benar-benar mengagumkan.
Kumohon, biarkan aku untuk membantu pekerjaanmu.
Kumohon, Nn. Yuko.
Terima kasih banyak.
Itu membuatku sangat senang mendengarnya.
Nn. Yuko.
Baiklah kalau begitu.
Aku bicarakan dulu dengan Tn. Sekimoto.
Terima kasih banyak!
Aku ikut senang!
Tunggu dulu.
Ini terserah Tn. Sekimoto entah dia menerimamu atau tidak.
Tentu saja.
Yuko sudah bicara padaku.
Bisakah aku menjadi murid magang di bawah bimbinganmu!?
Jaman sekarang yang mau menjadi peran pengganti laga pedang pasti sudah gila.
Maaf, tapi apa alasannyua?
Dulu,
20 jidaigeki pasti ada syuting di studio ini setiap bulan.
Saat film Jepang masih berjaya.
Aku selalu kena tebas di pagi hari, ditenggelamkan sebgai yakuza di malam hari,
dan berperan sebagai bawahan di tengah malam.
Satu tim dapat lokasi set, dan yang lainnya kesal.
Tapi bagaimana dengan sekarang?
Kami sudah beruntung mendapatkan satu jidaigeki per minggu.
Lupakan untuk biaya hidup, ini pekerjaan buntu.
Kau masih ingin bergabung?
Aku kehilangan semuanya saat kecelakaan itu terjadi.
Apa gunanya takut karena kelaparan?
"Saat makan makanan sederhana,"
"meminum air dan menggunakan siku sebagai bantal,"
"masih ada kebahagiaan yang ditemukan."
"Kekayaan dan pangkat yang didapat melalui cara tak bermoral,”
"hanyalah seperti awan lalu bagiku."
Kau bisa melafalkan kutipan dengan hati seperti seorang samurai sejati.
Tak ada cara lain untukku untuk tetap hidup di dunia ini.
Kumohon, Guru.
Kau pasti akan terlihat bagus di depan kamera.
Pertama-tama, tunjukkan keahlian pedang yang kau banggakan itu.
Kau harus tenang sedikit.
Aku sudah tenang.
Permisi!
Ternyata kau, Yuko.
Halo.
Jadi kalian tidak tahu Tn. Sekimoto menerimanya atau tidak.
Betul! Makanya kami sangat cemas.
Ini sangat menyebalkan!
Tidak akan mungkin!
Seorang pria tanpa ingatan bisa diterima!
Apa yang sudah kulakukan? Aku terlalu optimis, ya?
Kalau dia kembali, jangan mengatakan apa pun
soal wawancaranya.
Setuju.
Berikan dia waktu untuk mengatakan sendiri berita buruknya.
Jangan sampai menggunakan kata seperti "bencana" atau "gagal"
soalnya itu bisa mengingatkan kegagalan dia.
- Tentu. - Baiklah.
Dia pulang.
Aku sudah kembali.
Kau terpeleset karena hujan, kan?
Pasti jadi bencana kalau terpeleset.
Oh tidak, pemerintah gagal lagi.
Ekonominya jadi semakin parah, kegagalan lagi.
Kapan mereka berhenti mengecewakan kita?
Jangan menangis. Tidak seburuk itu, kan.
Iya, banyak pekerjaan lain di produksi jidaigeki.
Itu benar. Masih banyak hal yang bisa kau bantu dengan kami di sini.
Kau bisa tinggal di sini selama yang kau mau, ok?
Permintaanku...
Apa!?
Permintaanku diterima.
Aku menjadi murid dari Tn. Sekimoto!
Kenapa tidak bilang dari tadi?
Aku tidak tahu kau tadi senang atau sedih!
Aku ikut senang!
Untungnya!
Iya!
- Selamat, ya! - Terima kasih.
Posisi Tengah.
Posisi Terangkat.
- Bodoh. - Maaf?
Bagaimana kalau ini mengenai aktor di belakangmu?
Lihat ini.
Ujung pedangnya harus mengarah ke atas.
Masuk akal.
Melangkah ke samping saat aku menyerang.
Kau serang bagian kananku.
Kemudian aku menahan pedangmu dan menyerang lagi.
Kau mundur untuk menghindariku.
Posisi Terangkat.
Kita saling bertatapan.
Kemudian kau bergerak duluan.
Aku langsung menahan dan menyerang secara diagonal.
Ayo kita coba.
Siap.
Mulai!
Bodoh.
Kau tidak menahan seranganku.
Salah lagi.
Mengapa?
Hei, Yuko.
Iya?
Bagaimana dengan skrip milikmu?
Sebenarnya saat ini agak lamban.
Kalau tujuan hidupmu menjadi Asisten Sutradara, kau harus terus menulis.
Aku mengerti.
Selagi Si Reformis Tanpa Gentar masih tayang, aku mau kau menulis satu episode.
Aku akan berusaha.
Selamat pagi!
Baik! Aku akan segera ke sana!
Tn. Kosaka menjadi seorang "kirareyaku," peran yang selalu ditebas.
- Siapa yang ada di belakangku? - Aku.
Serang aku!
Aku bilang, serang aku.
- Di sebelah sini. - Aku akan menangkis.
Aku merasakannya, tapi bergeraklah!
Serang! Lalu aku menebasmu!
Kau!
Cut! Ok!
Tidak butuh waktu lama untuk Tn. Kosaka belajar akting,
dan karena penampilan samurai-nya yang cukup meyakinkan,
dia jadi sangat populer di antara rumah produksi.
Lakukan sesuatu.
Apa?
Sudah saatnya potong rambut, Shinzaemon.
Bagaimana menurutmu?
Terima kasih banyak.
Ayo kita lakukan!
Siap,
Action.
Cut! Ok!
Bagaimana dengan close up-ku?
Pas sekali!
Close-up memang wajib di televisi, ya?
Baiklah! Ayo kita minum.
Aku yang traktir. Kalian, ikuti aku.
- Terima kasih! - Ayo!
- Kerja bagus. - Kerja yang bagus.
- Kosaka! - Ya.
Kemari.
Ya, Tuan.
Pertarungan pedangmu terlihat unik.
Aku menggunakan pedang asli saat aku latihan.
Jadi menggunakan pedang bambu terasa sangat ringan.
Aku mau merasakan berat pedang itu dan aku menemukannya.
Maafkan aku, Tuan. Seopertinya aku egois.
Kau baik-baik saja, Tn. Kosaka!?
Aku tidak yakin.
Kedua tanganku terus gemetaran.
Santai saja. Kau sudah latihan keras tadi malam.
Kau bisa melakukannya, Tn. Kosaka.
Terima kasih.
Siap?
Action.
Jadi kau si Reformis Tanpa Gentar, si bodoh yang suka ikut campur.
Bahkan seorang samurai rendahan seperti dirimu mengerti rasa malu.
Tutup mulutmu!
Cut! Ok!
Kerja bagus!
Trims, tadi sangat menyenangkan.
Aku lagi semangat hari ini!
Karir Tn. Kosaka sangat cepat meningkat memainkan orang yang kena tebas.
Tn. Kosaka!
Halo, Nn. Yuko.
Orang tuaku selalu sibuk jadi nenekku yang membesarkan aku.
Dan nenek penggemar berat jidaigeki.
Dan tidak lama aku juga jadi penggemarnya.
Saat teman-temanku nonton anime gadis penyihir,
aku menonton seri jidaigeki seperti "Zenigata Heiji."
Aku suka aktor di "Sang Shogun Yang Santai."
Tuan kita "santai"?
- Sejujurnya, - Iya!?
Aku hampir melupakan mimpiku
untuk menjadi seorang sutradara.
Aku kelelahan karena terus bekerja setiap hari,
yang menyebabkan aku tak bisa menulis skrip.
Sampai akhir-akhir ini.
Melihatmu bekerja keras di studio,
aku mulai mengingat impianku menjadi sutradara.
Aku juga mulai mengerjakan skripku lagi.
Skripku sendiri.
Nn. Yuko.
Pedangnya mengkilat sekali!
- Pagi. - Selamat pagi.
Ada kerjaan event?
Iya. Kami lagi memoles pedang kami.
Astaga!
Selamat pagi.
Cepat nyalakan TV-nya!
Ini akan menjadi film yang unik dan realistis.
Aku sudah tidak sabar untuk syuting di Kyoto, tempat asal jidaigeki.
Terima kasih, Sutradara.
Selanjutnya, Tn. Kazami,
apa yang membuat Anda kembali ke
Konferensi Pers Jidaigeki "The Last Real Samurai" setelah istirahat selama 10 tahun?
Pertanyaan yang bagus.
Guru Kazami.
Saya merasa ada dorongan dari dalam, menjadikan misi untuk membuat
film jidaigeki.
Ini cara untuk membalas budi pada jidaigeki yang menjadikan saya seperti sekarang.
Itu adalah konferensi pers dari "The Last Real Samurai"...
Wah, ada jidaigeki baru yang akan syuting di Kyoto!
Kazami siapa!?
Masa tidak tahu?
Kazami Kyoichiro dulu mulainya jadi peran pengganti seperti kita.
Dulu dia ada di Kyoto dan membintangi banyak film dan seri jidaigeki.
Dulu dia yang mengajariku.
Tapi 10 tahun lalu, dia tiba-tiba berhenti jadi aktor jidaigeki.
Dan sekarang dia jadi salah satu aktor papan atas di Jepang.
Tapi dia kembali lagi ke sini bersama sutradara terkenal, Mushanokoiji.
- Ini parah, sih. - Benar!
Tn. Kosaka Shinzaemon,
tolong datang ke Ruang Rapat Satu.
Silahkan masuk.
Halo, ini aku, Kosaka.
Guru Kazami, ini Kosaka Shinzaemon.
Kazami?
Kazami Kyoichiro?
Panggil Guru Kazami!
Jadi begini. Guru Kazami mau kau memainkan
peran menjadi lawannya di film jidaigeki-nya yang baru.
Tentu saja. Dengan senang hati.
Dengar, ini berbeda dengan peranmu yang biasanya,
kau akan memainkan peran pendukung dengan banyak dialog!
- Bagaimana? - Begini.
Guru Kazami melihat penampilanmu di TV,
dan merekomendasikannya sendiri.
Mimpi jadi kenyataan, kan?
Aku sangat berterima kasih
tapi aku sangat terkejut dengan situasi seperti ini.
Itu dia. Guru Kazami sudah mengakui dedikasimu
pada peranmu sebagai seorang samurai yang aku kira tidak penting.
- Tapi, Tuan... - Guru Kazami,
aku pergi dulu melihat jadwal dia di ruangan.
Aku segera kembali.
Tolong tunggu sebentar, Tuan.
"Lakukan yang terbaik dan seseorang entah di mana akan melihatnya.”
Sangat benar sekali.
Terima kasih banyak atas tawarannya.
Aku mengghargai rekomendasinya.
Tapi,
sebenarnya, masih banyak aktor di sini
yang keahlian pedang dan aktingnya lebih baik daripada diriku.
Aku rasa, ini suatu tugas yang sangat berat untuk diriku.
Ini harus dimainkan olehmu.
Ingat aku?
Boleh aku bertanya?
Pada malam badai itu.
Apa yang terjadi pada temanmu?
Klan Choshu...
Yamagata Hikokuro!?
Setelah kejadian itu, aku juga menemukan diriku di sini, tapi 30 tahun sebelumnya.
Waktu itu kau lebih muda darimu
tapi sekarang aku lebih tua darimu, seperti yang kau lihat.
Ternyata aku bukan satu-satunya.
Sekitar sebulan yang lalu, aku kebetulan melihatmu di TV.
Aku tidak mempercayai apa yang kulihat.
Hari ini, saya berada di studio Uzumasa, Kyoto, pusatnya jidaigeki.
Saya bersama para peran pengganti laga pedang profesional.
Halo, Tuan. Sudah berapa lama Anda berada di tim?
Saat ini sudah tepat setahun.
Apakah Anda menyukainya? Apakah menyenangkan?
B-Benar, menyenangkan.
Anda pendiam sekali, tapi tidak kalau di depan kamera!
Aku memang seorang ahli pedang yang kompeten
walaupun aku ragu saat berhadapan denganmu.
Tapi, aku pasti menang kalau kita teruskan.
Mudah sekali bicaramu.
Ya, kau benar.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Maukah kau menerima tawaranku?
Aku tidak akan.
Dendamku pada klan yang menggulingkan tuan kami masih terasa sampai sekarang!
Sudah saatnya kau tinggalkan itu semua.
Karena saat ini sudah tidak penting lagi.
Beraninya kau!
Itu harus dirimu.
- Permisi. - Ingat saat-saat itu!
Satu-satunya orang yang bisa menggambarkan semangat samurai sejati
adalah dirimu!
Kau sendiri meninggalkan jidaigeki!
Tak ada masalah dengan jadwalnya, semua aman.
Hah? Apa yang terjadi?
Muridku.
Tn. Sekimoto.
Ketua memberitahuku kau menolak kesempatan besarmu.
Benar.
Arogan sekali kau menolak tawaran dari seorang aktor besar.
Peran itu jauh dari posisiku.
Peran yang ditebas lebih cocok untukku.
Dasar bodoh!
Benar, kita memainkan peran orang yang dibunuh dengan harga diri.
Kita menemukan kebahagian membuat pertarungan pedang terlihat luar biasa.
Walaupun begitu,
adalah suatu impian untuk menjadi bintang di suatu film walau hanya sekali.
Kau kira tak ada peran pengganti yang tak pernah memikirkan itu?
Jagan terlalu keras kepala dan melewatkan kesempatan besar yang ada!
Aku setuju!
Lagipula, niat Tn. Kazami's untuk membuat genre jidaigeki tetap hidup
benar-benar tulus.
Itu masuk akal. Terima kasih.
Baiklah, latihan terakhir untuk adegan 26!
Mari kita lakukan!
- Siap! - Ok!
Adegan 26, pendukung kaisar Takaoka bertemu dengan pendukung pemerintahan Sakazaki.
Siap.
Baiklah.
Rolling.
Siap,
action!
Jangan lancang!
Keluarkan pedangmu!
Aku bilang, keluarkan!
Pergilah.
Atau kau akan terluka.
Bajingan kau!
- Kau! - Tahan!
Pengawal Sakazaki.
Masukkan pedangmu.
Tapi...
Kau bukan tandingannya.
Kau akan membayarnya!
Terima kasih.
Itu bisa menjadi pertumpahan darah yang sia-sia.
Anggota muda yang setia pada pemerintahan
seperti mereka tak boleh mati di sini.
Namaku Sakazaki Koyata dari Klan Aizu.
Boleh aku tahu namamu?
Yoshida Tojuro dari Klan Kumamoto.
Cut! Ok!
Aktingmu sama sekali tidak buruk.
Tak bisa dipercaya kau tak pernah bertarung selama 10 tahun.
Tapi cukup bagus.
Mungkin karena terbantu dengan latihan pakai pedang asli.
Kerja bagus untuk kalian. Adegannya sangat bagus.
Silahkan untuk berganti kostum.
Baik!
Kukira syutingmu mulai di sore hari.
Aku masih perlu banyak latihan.
Aku sangat menghormati dedikasimu.
Sepertinya memang benar kau selalu latihan!
Tanpa ini aku bukan diriku.
Lalu...
kenapa kau meninggalkan jidaigeki?
Pada pengambilan jarak jauh ini,
kami akan merekam momen kalian menikmati mancing bersama.
Hanya gambar, tak ada suara.
Siap,
action!
Dulu, aku pernah membunuh seorang samurai.
Pergilah.
Bunuh aku.
Pada awalnya aku mengira ini adalah tindakan membela diri.
Tapi setiap aku menebas sesorang di set, ingatan itu selalu kembali.
Aku kira ingatan itu sudah lama hilang.
Wajah sekarat seorang samurai selalu muncul dimimpiku setiap malam.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Menyedihkan.
Apa?
Aku kecewa.
Terserah apa katamu.
Pengecut.
Diamlah, kau samurai kampungan.
Apa kau bilang?
Aku tidak tahan dengan aksen kasarmu.
Dasar sombong!
Lihat mereka.
Sangat jelas terlihat
kalau mereka sangat harmoni satu sama lain.
Pengambilan gambar yang bagus sekali!
Bersiap untuk rolling.
Siap, action!
Cut!
Sepertinya ada yang kurang.
Disaat kau kena tebas, berputar menghadap Takaoka dan tatap dia dengan dendam.
Sesuatu seperti
dendam kesumat?
Coba berikan itu!
Tn. Kazami baik-baik saja? Dia terlihat sedikit pucat
- Dia baik-baik saja. - Tapi...
Baiklah, take satu!
Siap, action!
Cut!
Ada apa, Tn. Kazami!?
Kau baik-baik saja, Tn. Kazami?
Sutradara.
Tn. Kazami kelihatan sakit, jadi biarkan dia istirahat
dan jadwal ulang adegan ini.
Kalau kita take adegan 38, kurasa tak ada masalah.
Benar, pekerjaan kita masih panjang.
Baiklah!
Kita syuting adegan 29 di lain hari!
Kita syuting adegan 38 sekarang.
Baiklah, anggota kru, mohon bersiap-siap.
Siap!
Sutradara.
Maafkan aku.
Tidak apa. Istirahatlah dan sampai ketemu besok.
- Kerja bagus. - Kami permisi dulu.
Selamat datang.
Mencari kedamaian dengan minum?
Kau tidak minum, kan?
Tolong berikan yang sama.
Whisky dengan es batu, Tuan?
Batu?
- Benar. - Baiklah.
Memainkan peran utama sangat gampang.
Kau tak perlu bertarung dengan baik.
Kau datang hanya untuk menghinaku?
Apa yang kau tahu soal penderitaanku?
Aku tidak tahu apa-apa.
Bagaimana aku, seorang figuran, tahu penderitaan seorang bintang?
Silakan.
Kau harus bertanggung jawab.
Maksudmu, karena membuatmu terlibat di film ini?
Bukan. Karena mengakhiri pemerintahan Tokugawa, dan membangun dasar dari era baru.
Jadilah seorang samurai yang pantas dan selesaikan tugasmu.
"Samurai yang pantas", ya?
Beristirahatlah di akhirat.
Cut! Ok!
Mari ke adegan selanjutnya!
- Siap! - Baik.
Aku berhutang padamu.
Aku yang hutang padamu.
Karena membiarkan aku memerankan peran ini.
Kalau begitu kita impas.
Kerja yang bagus! Adegannya sempurna sekali.
Terima kasih, Yuko.
Aku harap kau bisa bergabung acara kumpul-kumpul kami di akhir minggu.
- Tentu saja. - Dengan senang hati!
Itu bagus sekali.
Para hadirin sekalian.
Jalan kita masih panjang, tapi sebagai rasa terima kasih saya
pada pekerjaan kalian, saya mengadakan acara ini.
Terima kasih!
Sebelum kita bersulang, saya ingin mendengar sepatah kata dari Guru Kazami,
yang berperan sebagai protagonis di film ini. Silahkan!
Dengan izin Anda, saya ingin mengatakan beberapa kata.
Kalian sangat luar biasa hari ini!
Terima kasih.
Seperti yang kalian tahu,
10 tahu lalu, aku meninggalkan jidaigeki.
Pada saat itu,drama jidaigeki disiarkan tiap hari, sangat terkenal.
Walaupun saat ini, kalian jarang lihat drama jidaigeki di TV, juga,
samurai sudah menjadi nama panggilan pada tim sepak bola nasional kita.
Periode Edo sekarang sudah tidak ada.
Itu membuatku sedih.
Sangat sedih.
Orang-orang mungkin bilang bahwa jidaigeki sudah tak punya tempat di zaman sekarang.
Walaupun begitu, aku ingin menjaga tradisi tua ini.
Membuat jidaigeki yang bisa dinikmati semua orang.
Untuk menjaga semangat orang yang hidup di era itu tetap ada.
Jadi semuanya, mohon bantuannya.
Mari kita lakukan bersama-sama!
Siapa yang terus membuat jidaigeki kalau bukan kita?
- Guru Kazami. - Tn. Kazami!
Ayo kita lakukan!
Ayo kita buat jidaigeki terbaik!
Ya!
Baiklah semuanya, mari kita beri dorongan untuk menyelesaikan
The Last Real Samurai. Bersulang!
Yuko! Film ini pasti akan sukses! Aku sungguh-sungguh!
Koordinator Aksi!
Minumlah, Shinzaemon.
Aku tidak minum.
Ayo, gabung dulu!
Permisi.
Pidatonya bagus sekali, Tn. Kazami.
Aku tersentuh sekali.
Terima kasih, tapi kau membuatku malu.
Dan dialog improvisasi yang kau katakan di adengan pertarungan.
Kata-kata "Beristirahatlah di akhirat,”
seperti mengatakan "Aku yang akan menanggung dukamu."
Kau memberi karaktermu lebih hidup.
Aku setuju, lebih hidup.
- Dan sutradaranya? - Ya, bagaimana?
Kurasa dia menyukainya.
Lihat betapa senangnya dia.
Aku akan menghidupkan kembali genre jidaigeki!
Sekarang tinggal adegan pertarungan terakhir.
Antara Shinzaemon dan aku, ya?
Kalau kau punya ide katakan saja pada sutradara.
- Baiklah. - Aku akan memikirkannya.
Terima kasih banyak atas kerja keras kalian.
Terima kasih, Nona.
Dia gadis yang luar biasa sekali.
Aku tidak tahu soal itu.
Saat aku melihat Nn. Yuko, aku hanya melihatnya sebagai asisten sutradara.
Jadi kau melihat Nn. Yuko lebih dari itu?
Aku benci ketidak sopananmu.
Jangan-jangan kau...
Sudah pasti tidak.
- Kau salah paham. - Benarkah?
Aku mau kau mendukung impian Nn. Yuko untuk menjadi sutradara,
- tapi aku tak punya perasaan lain... - Kalau begitu,
aku bisa mengajaknya makan malam.
Aku hanya menggodamu.
Jangan menghinaku.
Maaf, ada tambahan dialog pada skripnya.
Aku akan membagikan skrip yang baru.
Silahkan.
Terima kasih.
Kalian berdua tak ada perubahan tapi tolong dibaca semua.
Aku akan melakukannya nanti malam.
Aku akan membacanya sekarang.
- Di adegan 82. - Terima kasih.
Detailnya setelah Restorasi Meiji.
Perang Boshin, yang dimulai tahun 1868, adalah perang saudara yang sangat parah
antara Istana Kekaisaran yang dipimpin Klan Satsuma-Choshu
dan pasukan pemerintahan termasuk Klan Aizu.
Klan Aizu melawan dengan cara membarikade diri mereka di Kastil Aizu-Wakamatsu.
Tetapi, Istana Kekaisaran, yang dilengkapi persenjataan modern,
mengubah kastil itu menjadi tempat pembantaian.
Banyak wanita dan anak-anak menjadi korban.
Klan Aizu menyerah, Istana Kekaisaran melarang pemakaman
untuk mereka yang mati di dalam kastil sebagai hukuman.
Sebagai hasilnya, tercium bau tidak enak dari mayat-mayat yang membusuk.
Anggota klan dan keluarga mereka yang bebas dari hukuman
diusir ke daratan dimana hasil panen tak bisa tumbuh.
Dan banyak yang meninggal
akibat cuaca dingin dan kelaparan.
Kalau aku berasal dari wilayah Choshu,
apa yang menjadi niatmu?
Aku akan mengikuti perintah klan.
Mereka yang menentang pemerintahan...
Cut.
Maafkan aku.
Kau ini main-main, ya?
Sudah berapa take?
Ini sudah ke delapan.
Kau baik-baik saja, Tn. Kosaka!?
Ya.
Kau mau meilhat dialognya?
Ya.
Waduh!
Astaga.
Heh, bodoh.
Muntahmu mengenaiku!
Maafkan aku.
Kau macam-macam dengan kami, ya?
Aku benar-benar tulus, dengan demikian.
Dia ngomong apa, sih?
Kalian pengecut tak tahu malu.
Ayo sini.
Lucu sekali orang ini.
Jangan bangun, bodoh.
- Yuk, cabut. - Yuk.
Apa yang aku lakukan di sini?
Sudah tak ada yang bisa kulakukan lagi.
Itu bagus sekali.
Kau mau pakai pedang sungguhan?
Ya.
Jangan bodoh. Kau bercanda, ya?
Pedang sungguhan? Kau sudah gila, Tn. Kosaka!?
Bukankah ini "realitas” yang selalu kau bicarakan?
Tentu saja bukan!
Konteks realitas itu maksudnya realitas di dalam film,
bukan berarti menggunakan benda sungguhan.
Kata siapa!
- Sutradara! - Bagaimana menurutmu?
Yah, pedang alumunium memang mirip dengan pedang asli dalam segi beratnya.
Mengerti.
Bagaimana menurutmu?
Menurutku...
ini ide yang menarik.
Astaga! Kau tidak mungkin serius!
Aku sudah memutuskannya. Wah, ini menarik sekali.
- Sutradara! - Diam!
Hidupku juga taruhannya! Mundur saja kalau mau.
Terima kasih, Yuko, atas keprihatinanmu.
Tapi jangan khawatir.
Kami akan menandatangani surat pernyataan untuk melindungi film ini
supaya tetap dirilis.
Ternyata kau sudah siap.
Kosaka Shinzaemon Kazami Kyoichiro
Sudah selesai. bagus, bagus!
Sudah tidak bisa mundur lagi sekarang!
Ini karya terbaik selama hidupku!
Aku tak bisa menerimanya.
Apa yang membuat pekerjaan kita spesial adalah kita membuat
koreografi pertarungan menggunakan pedang bambu seperti pertarungan sungguhan.
Aku harus melakukannya sebagai seorang samurai
bukan seorang aktor.
Apa katamu?
Bukan apa-apa.
Surat Pengunduran Diri
Apa ini?
Kau mau mengundurkan diri?
Aku tidak mematuhi ajaran guruku. Mohon maafkan aku.
Lakukan sesukamu.
Aku tidak akan hadir di sana.
Hari ini indah sekali.
Kau hampir memberiku serangan jantung.
Kau benar-benar terlihat mematikan.
Mohon maafkan aku.
Silakan.
Kau kenapa?
Sebenarnya...
aku melukai diriku saat adegan pertarungan.
Jangan terlalu memaksakan diri.
Walaupun itu peran yang bagus, kalau terluka jadinya sia-sia saja.
Baik.
Hari ini makanmu tidak banyak.
Aku sangat berterima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati yang kau beri padaku.
Terima kasih banyak.
Kenapa tiba-tiba jadi formal begini? Habiskan makananmu.
Acar hari ini beda. Coba dulu.
Aku akan mencobanya, terima kasih.
Enak sekali.
Aku tahu.
Ayo, habiskan.
Sayang, jangan lupa peringatan 13 tahun wafatnya Tn. Yoshida minggu depan.
Minggu depan!?
Ya ampun, telepon dia dan kabari dia.
Iya, nanti.
Gila, ini gila.
Hei, lebih cepat!
Berikan bonnya.
Ambil saja kembaliannya.
- Ada di sini, terima kasih. - Baiklah.
Hei!
- Yuko. - Hai, Ketua.
Bertarung dengan pedang sungguhan belum pernah terjadi sebelumnya!
Aku berusaha menghentikan mereka tapi tak ada yang mendengarkan aku.
Kalau ada yang salah, aku tidak mau bertanggung jawab!
- Baca ini. - Apa itu?
Wah, ini zaman dulu sekali.
Coba kulihat, "Penggunaan pedang sungguhan saat syuting adengan pertarungan”
"adalah keputusan yang sudah kami berdua setujui."
Dan...
Saat terjadi kecelakaan pada adegan itu, semua adalah tanggung jawab mereka,
dan tidak menuntut ganti rugi dari sutradara maupun kru.
Wah, ini melegakan!
Kecelakaan mereka, tanggung jawab mereka, ya?
- Bukan itu intinya! - Pokoknya,
siapkan dokter dan suster di set.
Itu sudah dilakukan.
Apa lagi?
Asuransinya juga sudah.
Bagus. Tak ada yang perlu dikhawatirkan kalau begitu.
Guru Kazami.
Aku, Inoue, datang untuk menyaksikan
dedikasimu sebagai aktor.
Aku mau film ini sukses.
Hanya itu yang kuinginkan.
Pasti sukses. Film jidaigeki ini layak untuk sukses.
Kami tak akan biarkan kematianmu sia-sia.
Astaga! Apa yang sudah kukatakan? Itu salahku!
Kosaka di mana, ya? Kosaka?
Kosaka di mana!? Ini sudah saatnya.
Apa jangan-jangan...
Tidak. Dia pasti datang. Tn. Kosaka pasti datang.
Walaupun aku berharap dia tidak datang.
Tn. Kosaka sudah datang!
Itu dia!
Terima kasih sudah menunggu.
Aku sudah siap untuk memulai.
Halo, Tn. Kosaka.
Kita akan mulai setelah matahari terbenam.
Tolong diingat kau menggunakan pedang sungguhan.
Tolong jangan memaksakan diri.
Mari kita mulai latihannya.
Tidak perlu.
Kami tahu apa yang harus dilakukan.
- Apa? - Kenapa tidak?
Satu kesempatan, satu take. Ketegangannya sangat mendebarkan.
Sutradara!
Baiklah, kalian berdua siap-siap.
Aku meminta kau dan aku bertarung sampai mati.
Kau sama sekali tak bisa memaafkan aku?
Aku tak bisa...
menghadapi anggota klanku yang mati sia-sia.
Mereka lagi latihan dialog?
Kau mau menyelesaikan apa yang kita mulai?
Ya.
Aku mengerti.
Aku hargai itu.
Sangat menyenangkan,
membuat film bersamamu.
Sama sepertiku.
Mari kita lakukan.
Rolling.
Take satu.
Siap,
action!
Haruskah kita bertarung?
Ya, kita harus.
Ini sudah takdir kita.
Untuk mengorbankan nyawa demi keyakinan...
adalah pengabdian tertinggi seorang samurai.
Sekarang.
Kita mulai.
Tunggu dulu.
Mereka tidak mengikuti koreografinya.
Mereka berimprovisasi.
Apa?
Mereka bertarung sungguhan?
Kita harus hentikan mereka!
Jangan!
Tetap rolling.
Apa pun yang terjadi.
Baiklah.
Mereka sungguhan.
Mereka samurai sungguhan.
Kurasa ini memang takdirku.
Lakukanlah.
Lakukan yang perlu kau lakukan.
Bunuh aku.
Bunuh aku!
Kau tidak mati sia-sia.
Beristirahatlah di akhirat.
- Filmnya bagus sekali. - Benar sekali.
The Last Real Samurai
Bintang baru jidaigeki sudah terlahir.
Kuharap dia tetap berada di sini selamanya.
Entahlah.
Bunuh aku!
Aku...
Aku benar-benar pengecut!
Kuta sudah lakukan apa yang perlu kita lakukan untuk negara kita.
Kita tetap pada keyakinan kita dan menjalani hidup.
Hanya itu yang penting.
Cut! Ok!
Kau benar.
Sekarang aku harus menjalani
hidup ini sepenuhnya.
Keyakinan kita saat itu dan jidaigeki
suatu hari akan terlupakan.
Tapi
hari ini bukan harinya.
Aku sangat...
Aku akan memaafkanmu kali ini.
Tapi lain kali tidak.
Kau dengar?
Ya.
- Nn. Yuko, ... - Selanjutnya, adegan 82
di mana Takaoka kena tebas dan darah bercucuran!
Tolong siapkan kantong darah!
- Siap. - Ok.
Dia gadis yang luar biasa.
Pergilah.
Ya, aku serahkan ini padamu.
Hari ini bukan harinya.
Siap, action!
Cut! Ok!
- Itu bagus sekali! Kau memang jagonya! - Benarkah?
- Lanjutkan. - Pasti.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Aktingmu bagus sekali.
Benarkah?
Lain kali kau serang duluan.
Dimulai dengan posisi diagonal, tahan dulu, lalu, serang!
Alih Bahasa: GubrakZ
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.