All language subtitles for My.First.First.Love.E01.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

- Ini hadiahmu. - Ayo berfoto.

- Cantik sekali. - Senyum!

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun, Tae-o Selamat ulang tahun

Ayolah.

Bagus...

Cepat tiup lilinnya. Ayo.

Ini ulang tahunku, tapi tak ada kartu ucapan atau hadiah.

Aku kecewa.

Kau punya kartu. Kartu kredit Ayah.

Daripada hadiah, Ayah mau bicara.

Kini usiamu 20 tahun, harus mandiri.

Benarkah?

Tunggu, kalian akan membelikanku rumah?

Hanya apartemen studio kecil.

Kemandirian harus dimulai dari dasar.

Yang benar saja, Ayah mulai dari atas berkat kekayaan Kakek.

Tae-o!

Sial! Astaga!

Aku mau makan, bukan jadi steik!

Maaf.

Astaga, apinya. Enyahlah!

Tak apa-apa.

Kalian harus lebih hati-hati.

Kini steik Ayah terbakar!

Ayah, jadi...

Berikan rumah Kakek kepadaku.

Rumah itu?

Ayah perlu orang untuk membersihkannya.

Rumah yang dirawat bertahan lebih lama.

Lebih baik putra Ayah yang rawat, 'kan?

Lebih baik daripada dibiarkan kosong.

Astaga, dia belum siap mandiri.

Jika dia bawa pulang gadis dan menghamilinya?

Tak boleh. Itu terlalu cepat.

Sial.

Salahku. Ibu tiri kita...

Bukan, maksudku...

Mestinya tak kukatakan karena kau dihamili ayah, lalu dinikahi.

Benarkah?

Aku lahir tak direncanakan?

Aku menghormati tekad kalian.

Astaga! Kenapa kau berbohong?

Cukup!

Ayah akan mampir mendadak tiap pekan.

Harus rumah Kakek, tak mau rumah lain.

Jika ada sehelai saja rambut wanita,

kau tinggal di rumah lagi, paham?

Aku tak akan bawa pulang wanita, sumpah demi nyawaku.

Sial. Kau todongkan pisau ke Ayah?

Ayah, makan udangnya.

Ini, silakan.

Taruh saja.

Ayo, cobalah.

Taruh dan duduk.

Tentu.

Ayah bilang mau mampir tiap pekan.

Tapi sudah bulanan dia tak datang.

Aku tak keberatan, karena itulah yang aku mau.

Pria umur 20 tahun tak boleh hidup kesepian.

Aku mau tinggal bersama...

Maksudku,

andai aku bisa tidur dengan pacar.

21 TAHUN

Kini aku siap menikmati hidup bebas.

Aku hanya butuh gadis cantik.

Kau siapkan semua ini untukku?

Terima kasih banyak.

Kau tahu betapa mahalnya itu?

Kenapa di sini? Sekolahmu bagaimana?

Aku berhenti dan orang tuaku mengusirku.

Karena itu,

boleh aku menemanimu malam ini?

- Sayang. - Jangan begini!

Sayang, ada apa? Ayolah.

Jiwa mudaku,

datang membalas dendam kepadaku.

22 TAHUN

Kau menakutiku!

Do-hyeon, kenapa kemari tanpa memberi kabar?

Dapur kami direnovasi, aku tak bisa konsentrasi.

- Aku juga ujian dua hari lagi. - Pergilah ke ruangan lain.

Keterlaluan.

Kau keterlaluan.

Sial.

Aku ingin gadis cantik,

tapi yang kudapat teman tak berguna.

23 TAHUN

Tapi aku tak mau menyerah.

KENCAN BUTA PUKUL 19.00

Kini, sesaat sebelum kencan buta yang kunantikan,

seorang gadis

muncul di dalam benakku.

PESAN DARI TAE-O

Tiba sepuluh menit lagi di depan.

BARANG SITAAN

TEMAN DEKATโ€”YANG HANYA SEKADAR TEMAN

Tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Mau terus menghindari teleponku?

Putri tunggal Ibu tinggal di rumah tanpa air.

Ibu tak cemas?

Aku bahkan memakai toilet di restoran dekat sini.

"Ibu,

maaf, boleh aku menumpang toilet?"

Apa pantas gadis 23 tahun menanyakan itu?

PEMBERITAHUAN PENGUSIRAN

Stiker merahnya tampak mengerikan.

Pengadilan terus mengirim surel.

Tentang lelang dan jumlah transfer.

Tapi aku tak mengerti.

Aku ketakutan di sini, Bu.

Jadi, tolong jawab teleponnya!

Aku tak tuli, tahu?

Astaga.

Bisa keringkan rambutmu? Kau seperti hantu.

Aku sangat ingin menjadi hantu.

Song-i, dengar baik-baik.

Ini hari terakhirku memberi tumpangan di belakang skuterku.

Kenapa?

Karena hari ini...

- Hari ini... - Kenapa aku tak bisa naik skutermu lagi?

Kau yang menjemputku setiap pagi.

Aku akan naik skutermu sampai aku lulus.

Kita tak berangkat?

Baik, berangkat.

BERISTIRAHAT DENGAN TENANG

SEDANG BERDUKA

- Astaga. - Song-i.

- Apa yang terjadi? - Song-i!

Astaga.

Apa yang terjadi?

Aku harus bagaimana?

Saat itulah aku sadar

aku harus temani Song-i.

PANDUAN PROGRAM PERTUKARAN BUDAYA

Guru memintaku menyerahkannya untuk berjaga-jaga.

Pendaftaran sudah ditutup,

tapi mereka menunggu jika kau tertarik.

Bagaimana aku bisa pergi saat ibuku kini sendiri?

Tak perlu.

Aku memang tak mau pergi.

Song-i...

Aku tak tahu

cara menghiburmu...

Tak perlu repot.

Ada orang

yang kehilangan ayahnya dahulu.

Tampaknya hujan, Song-i.

Astaga, sama sekali tak bagus.

Kenapa harus hujan sekarang?

Bisa berhenti bicara? Suaramu bising.

Lihat, tanganmu basah semua.

Hujan menetesi matamu juga.

Kenapa hujan hanya menetesimu?

Song-i.

Dahulu Ibuku juga wafat di musim ini.

Kau bilang dia wafat saat kau kecil, 'kan?

Kau bahkan tak ingat.

Benar.

Lebih baik tak ingat.

Kenangan menyulitkan.

Aku lebih baik amnesia saat ini.

Jika kenangan dicuri juga tak bagus.

Walau tak punya kenangan,

tak punya ibu menyakitkan.

Seolah aku tak pernah punya ibu.

Tapi tetap aneh dan pedih.

Tapi aku sudah terbiasa tanpa dia.

Kau juga akan terbiasa.

Tanpa ayah, maksudku.

Selain itu,

kau bisa cepat melupakannya karena ada aku.

Menyebalkan.

Bodoh.

Kau cantik saat tersenyum.

Yun Tae-o!

Kau beli roti sosis?

Tidak?

Ini!

Cepat, naik!

Hujan.

- Tae-o, kau punya payung? - Ya. Biar kuambil!

Ini uangnya.

Siapa?

Yun Tae-o?

Mau bilang Tae-o bahwa kau suka dia?

Kenapa butuh izinku?

Kau yakin kalian tak ada sesuatu?

Apa ada sesuatu?

Kalian biasanya sangat akrab.

Semua orang berdebat apa kalian pacaran.

Kami tak pacaran. Kalian tak percaya?

Tae-o sangat tampan.

Bagaimana kau bisa tak menyukai wajah seperti itu?

Hei.

Karena kalian tak melihat dia saat kecil.

Nilainya nol sampai rata-rata.

Kau tak pernah punya perasaan kepadanya?

Tidak.

Benarkah?

Dia manis, tampan, dan baik,

tapi bukan tipeku.

Tidak. Pasti ada sesuatu di antara kalian.

Aku setuju. Pasti ada sesuatu.

Bagus. Ayo berbagi payung.

Aku tak mau.

Apa?

Hujan-hujanan saja.

Hei, Yun Tae-o!

Astaga, kenapa kau?

Ayolah, berbagi denganku!

- Di sana! - Hei!

Sial!

Hei!

Dasar kau...

Ayolah. Hei!

Rasakan ini!

Ayolah. Berikan.

- Dah. - Hei!

Berhenti!

Berikan!

Hei!

Aku selalu bersyukur atas tumpangan ini. Tak sabar menumpang lagi.

Hei, Han Song-i.

Seperti kubilang,

ini terakhir kuberi kau tumpangan.

Kenapa?

Aku...

Aku akan segera kencan.

Kau mendengus?

Kau sangat serius karena itu?

Kau punya pacar?

Nanti, setelah kencan buta, temanku bilang dia sangat seksi.

Gadis seksi itu mau mengencanimu?

Song-i, bagi pria sepertiku,

kencan buta akan sukses seratus persen.

Jika semua lancar, aku tak mengantarmu lagi.

Mimpi saja.

- Gadis seksi jarang ikut kencan buta. - Maksudmu?

Gadis seksi tak butuh kencan buta.

Mereka sudah punya pacar.

Begitu.

Karena itu kau tak pernah punya pacar.

Tak ada pria mengencanimu.

Semoga kencan butamu sukses. Jangan bicara. Itu akan membantumu.

Asal tahu saja, wanita suka suara beratku.

Song-i!

Orang bilang kita harus bermimpi besar.

Sampai jumpa.

Baiklah, terserah.

Kenapa aku selalu kekanakan-kanakan di dekatnya?

Dia tampan, seperti biasa.

Ketampanannya abadi.

Aku setuju.

Astaga, jangan itu lagi.

Kau tak menyukainya?

Dia pacar hebat.

Kalian sudah 20 tahun berteman.

Sudah selama itu?

Aku muak dan bosan kepadanya.

Kau tak sadar karena dia selalu bersamamu.

Lihat saja.

Kau akan tersadar saat gadis lain menyambarnya.

Dia benar. Tae-o terkenal di fakultasnya.

- Benar. - Dia itu Tn. Cinta Pertama. Kau tahu?

Cinta Pertama?

Dia?

Mengenai cinta pertama,

yang penting, pria bisa didekati.

Saat melihatnya,

kau berpikir, "Aku bersama pria sepertinya?"

Tapi tak terduga, dia seperti pria biasa.

- Tae-o. - Apa kabar?

Perutku sakit.

Tembak!

- Astaga! - Kau mabuk kemarin?

Aku bukan kau.

Kau tampak cantik saat bengkak.

Bodoh!

- Dia tampan tapi bisa didekati. - Tae-o.

Tae-o datang.

Karena itu semua gadis membayangkan dirinya

sudah mengencaninya.

Lihat saja. Begitu dia punya pacar,

para gadis lainnya akan mabuk-mabukan.

Aku setuju.

Tapi aku suka Tn. Cinta Terakhir.

Benar. Aku lupa tentangnya.

Ada Tn. Cinta Terakhir?

Awalnya sulit menebaknya. Dia bahkan agak menakutkan.

Dia tak ramah hampir ke semua orang.

Do-hyeon...

Bisa bicara sebentar?

Ada yang mau kukatakan.

Katakan di sini.

Di sini? Ini agak...

- Kau mau bilang kau suka aku? - Bagaimana kau tahu?

Sudah beberapa hari kau mencoba bicara kepadaku.

Itu sangat jelas.

Aku merasa begini sejak orientasi mahasiswa baru.

- Aku akan menolaknya. - Kenapa?

Aku pacar yang hebat, tahu?

Aku tak punya waktu mengenalmu.

Mungkin kejam, tapi bagiku

lebih sopan langsung menolak jika aku tak suka.

Kau tak perlu sopan kepadaku.

Aku pergi dahulu, ada kelas.

Tapi kita tahu rasanya.

Ada pria yang ingin kita percayai dan ikuti.

Dia memiliki getaran itu.

Dia tipe orang yang akan

selalu bersama kita sampai akhir.

Apa perlunya julukan itu?

Tapi aku mau tahu.

Benar, 'kan?

Kau mau menemuinya?

- Tak perlu. - Kenapa tidak? Ayo.

- Tak perlu. - Kita saja, ayo.

Selamat makan.

Dia cantik.

Kau cepat.

Itu terjadi secara alami, aku mengikuti pandanganku.

PROGRAM MENGAJAR SESAMA

Kau mendaftar untuk itu?

Ya.

Yang mana? Ada beberapa.

Pegawai negeri.

Pegawai negeri?

Itu cocok untukmu.

Kaku, membosankan, tapi jujur dan bisa dipercaya.

Aku akan percaya kepada pemerintah di tangan orang sepertimu.

Tapi aku benar, memang membosankan.

Bekerja tak harus seru.

Justru jika seru, kita bisa bekerja keras.

Aku tak butuh itu.

Aku suka kepastian, apa pun itu.

- Kepastian? - Tak akan dipecat,

ada pensiun, pekerjaan stabil.

Cocok untukku.

Harapan hidup rata-rata seratus tahun. Jangan pastikan cara kita hidup.

- Keadaan akan berubah. - Tak ada waktu untuk berubah.

Itu hanya untuk orang kaya.

Mayoritas pria mencari pacar begitu keluar dari militer.

Tapi kau mau jadi mentor.

Aku kencan buta hari ini.

Biar kucarikan kau pacar.

Tak perlu.

Dia seksi. Mau lihat fotonya?

Aku bercanda. Tak ada fotonya.

Kau bahkan tak tahu wajahnya?

Biar seru.

Makanannya siap?

Ya.

Ada sendok hilang.

- Cek fotonya. - Ya.

Ayo cepat, Semuanya.

- Cek mikrofon. - Ya.

- Ayo mulai latihannya. - Baik.

FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS JEONGHAN DOSEN KEPALA CHOE SEOK-HWAN

Ya, lewat sini.

Do, do, re, mi, fa, sol, sol, do, re, mi, fa, sol.

Sol, la, si, do, do, re, mi...

Tunggu, namanya harus kelihatan.

DOSEN KEPALA CHOE SEOK-HWAN

Begini lebih bagus.

Dosen Choe.

Astaga, Pak. Kalian datang.

- Selamat. - Selamat.

Kau datang cepat sekali.

Tentu aku harus datang cepat.

Ini acara keluargamu.

Kami tersanjung kalian memberi selamat.

Bagaimana rasanya?

Di fotonya, putra kalian sangat tampan.

Ada suka dan dukanya.

Tunggu. Nama putramu Hun, benar?

Ya, belajar untuk ujian masuk kampus lagi.

Dia keras kepala, mau kuliah di kampusku.

Dia serakah sepertimu.

Astaga, Pak.

Bahkan melalui getaran terhalus pun

Kau bagai gelombang pasang bagiku

Menyerupai demam

- Di sana... - Tiap saat pada tiap hari

Dia di sana.

Aku menyusuri duniamu

Bukankah itu putramu?

Semua ini

Tiap saat, di mana saja Aku akan menyertaimu

Tersenyumlah seperti dirimu sedia kala

Tiap saat...

Posisi push up!

Kau hadir meskipun tahu itu pernikahan putra bos Ayah?

Apa kau begitu bodoh?

Sejujurnya, aku tak tahu.

Siapa yang peduli jika aku hadir untuk kerja?

Angkat kakimu.

Kau masih

tak berhenti bermain musik, ya?

Astaga, Sayang!

Hentikan!

Ayah muak denganmu!

Keluar!

Baiklah.

- Sekarang! - Baik.

Tinggalkan yang kau beli dengan uang ayah!

Baik.

Choe Hun!

Ayah bilang "semua".

Astaga.

Aku akan pergi.

Baiklah, aku akan pergi.

Aku akan kembali setelah terkenal.

Jadi, jaga kesehatanmu sampai saat itu tiba.

Anak lancang!

- Sayang, hentikan! - Bodoh!

- Belum cukup dipukuli? - Sayang, hentikan, kumohon!

Dasar bodoh!

Hun!

- Hun! - Anak bodoh tak tahu terima kasih!

Kembali kemari!

Bajingan tak tahu terima kasih!

Apa? Kenapa? Astaga.

Aku bukan pria semacam itu.

- Menjauh! - Tolong, ini salah paham.

Astaga.

- Apa? Tolong jangan teriak. - Dasar mesum! Enyahlah!

- Apa katamu? - Menjauh!

- Menjauh! - Kalian...

Aku akan kembali, awas kalian!

Enyahlah!

Diam!

Bukan begitu. Aku bukan pria semacam itu!

Tolong dengarkan!

Pendaftaran asrama sekolah beres.

Tak ada yang perlu dicemaskan.

Akhir pekan, kau dan ibumu menginap di hotel.

Tiap akhir pekan?

Kau tahu ibumu sangat cemas.

BANDARA INCHEON

Aku akan ganti pakaian di toilet.

Ini tak nyaman untuk penerbangan 12 jam.

Tentu.

Biar kubawakan.

Aku mau ke toilet.

Benar.

Jika Ibu baca catatan ini,

berarti rencanaku berhasil, 'kan?

Seumur hidupku,

aku belum pernah liburan sungguhan.

Aku akan menginap di rumah teman sebentar

dan menikmati liburan yang sudah lama tertunda.

Jangan terlalu cemas.

Aku akan menelepon Ibu.

Ke mana, Nona?

YUN TAE-O, YEONHA-RO 121, MAPO-GU, SEOUL

Seoul, tolong.

Antar aku ke Yeonha-dong.

Ya, tentu.

Halo?

Ya, ini aku. Lama tak jumpa.

Aku sedang bekerja.

Di rumahku? Sekarang?

Apa yang kalian lakukan?

Siapa kau?

Aku tinggal di sini.

Aneh. Kami bertemu pemiliknya di dalam.

Hati-hati membawanya. Pelan-pelan.

Ya, benar.

Kau sungguh tinggal di sini sampai tadi pagi?

Menakutkan, ya?

Semuanya ada stiker merahnya.

Aku tak punya tempat lain.

Orang tuamu di mana?

Ayahku sudah wafat.

Aku mencoba menghubungi ibuku.

Tapi tak pernah bisa.

Aku mengerti situasimu.

Tapi kami beli rumah ini lewat lelang sesuai prosedur legal.

Tapi, ini rumahku.

Aku mengerti situasimu...

Ayahku yang membangunnya.

Dia memilih keramiknya dan memberikan sentuhan terakhir.

Cari tas yang muat untuk barangmu.

Bawa sebisamu dan kemasi sisanya nanti,

saat kau siap.

Hanya ini yang bisa kuberi, ya?

Biar aku saja.

SONG-I MASUK SEKOLAH DASAR

KERETA LUNCUR

SONG-I MASUK SMP

SONG-I LULUS SMP

Terima kasih mau membantu mendadak.

Jangan sungkan.

Kenapa rumah ini dikosongkan?

Pemiliknya mengabaikan pemberitahuan pengusiran.

Banyak orang begitu.

Da-eun.

Ibu!

Astaga, kau senang?

Dah.

- Dah! - Pasti lapar.

- Dah. - Kau lapar?

- Sampai nanti, Da-eun. - Ayo pulang dan makan,

- Ini. Terima kasih, mampir lagi. - Terima kasih.

Ayah.

- Ayah sehat? - Ya.

Maaf karena hanya bisa memberimu pekerjaan itu.

Tak apa-apa.

- Urusan kedai lancar? - Ya, beres.

- Aku pergi setelah ambil barangku. - Tentu. Sampai nanti.

CONTOH PERTANYAAN UJIAN PEGAWAI NEGERI

Biar aku saja.

Hei, Tae-o.

Tae-o!

Hei, Yun Tae-o!

Hei, Tae-o!

Tae-o!

Yun Tae...

Sial...

Astaga, di mana dia?

Dia tak pernah di rumah saat kubutuhkan.

Sial.

Berarti...

Aku akan memulai pertandingan Olimpiade satu orang.

Choe Hun melangkah ke lapangan dengan percaya diri.

Lihat, Choe Hun melempar hadiah kepada para penggemarnya.

Begitulah caranya memperlakukan penggemar.

Choe Hun pemanasan.

Dia siap untuk menyengat seperti lebah.

Dia berlari!

Dia tak menyerah sampai terakhir.

Itu yang membuatnya...

Menakjubkan!

Nilai maksimal sepuluh. Ya!

Dia mencetak rekor baru Olimpiade!

Tae-o. Yun Tae-o!

Suara gadis?

Siapa?

Ini aku, Ga-rin.

O Ga-rin.

O Ga-rin?

Siapa kau?

Yun Tae-o tinggal di sini, 'kan?

- Ya, tapi, siapa kau? - Aku temannya Tae-o.

Apa? Aku juga temannya.

Ini...

Aku dalam kesulitan, begini...

Aku bukan pria macam itu, mengerti?

Han Song-i?

Choe Hun?

Apa yang kau pakai?

Kau sendiri?

Kau baru dari restoran?

Kalian punya urusan di sini?

Kami mau menemui Tae-o.

Yun Tae-o?

Dia temanku.

Temannya?

Aku juga temannya.

Aku juga teman Yun Tae-o.

Sial. Aku harus tiba 30 menit sebelum dia.

Astaga...

Itu tipe gadis yang mau kutemui di kencan buta.

Terjemahan subtitle oleh Sulaiman

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.