Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau takut?
Aku tidak takut.
Kereta ekspres 290 dengan tujuan Jerman sekarang tiba di jalur 1.
Jadwal keberangkatan jam 21:00.
Perhatian!
Kereta ekspres 290 dengan tujuan Jerman sekarang tiba di jalur 1.
Kalian datang lagi?
Apa yang kalian lakukan di sini setiap malam?
Tadi malam aku bermimpi tentang dia.
Dia tampak lebih besar dari sebelumnya.
Ayo!
LANDSCAPE IN THE MIST
Sebuah film karya Theo Angelopoulos
Tidurlah!
Kapan kita akan pergi?
Tidurlah!
- Maukah kau menceritakannya? - Lagi?
Pada mulanya adalah kegelapan dan kemudian muncul cahaya.
Dan cahaya itu terpisah dari kegelapan...
...dan daratan terpisah dari laut, lalu sungai, danau...
...dan pegunungan terbentuk. Dan kemudian bunga dan pepohonan...
...binatang, burung...
Itu ibu!
Cerita ini tak akan pernah selesai.
Dia selalu datang menyela.
Halo burung camar!
Burung camar!
Halo, burung camar!
Hujan akan turun dan bulu-buluku akan basah.
Aku mau pergi.
Pergi ke mana?
Ke Jerman.
Setiap hari kau bilang mau pergi ke Jerman.
Alexander, kita terlambat!
Selamat tinggal!
Jerman itu seperti apa?
Tiga menit lagi kereta ekspres 290 akan berangkat...
...menuju Jerman di jalur 1.
Ayo!
Kita berhasil!
Kita berhasil!
Ayah sayang,...
...kami menulis surat ini karena kami telah memutuskan untuk datang menemuimu.
Kami belum pernah bertemu denganmu dan kami merindukanmu.
Kami selalu membicarakanmu.
Ibu akan sedih karena kami pergi.
Kami sangat menyayanginya, jangan mengira kami tidak menyayanginya...
...tapi dia tak memahami apapun.
Kami tak tahu kau seperti apa.
Alexander mengatakan banyak hal.
Dia memimpikanmu. Kami sangat merindukanmu.
Kadang saat aku berjalan pulang dari sekolah...
...aku merasa mendengar langkah kaki di belakangku...
...langkah kakimu...
...dan saat aku menengok ke belakang, tak ada siapa pun.
Lalu aku merasa sangat kesepian.
Kami tak ingin jadi beban buatmu.
Kami hanya ingin mengenalmu dan kemudian kami akan pergi lagi.
Jika kau membalas surat ini...
...balaslah dengan suara kereta...
...tatan... tatan... tatan... tatan...
Aku di sini. Aku menunggu kalian...
...tatan... tatan...
Tolong tiketnya!
Hei, tiketnya!
Kalian punya tiket?
Entah apa yang akan kau lakukan, tapi lakukanlah sebisamu.
Duduklah.
Kalian dari mana?
Orchomenos?
Bersihkan jalur untuk kereta 290.
Umumkan kedatangan kereta ekspres 290.
Ya, ya, ya.
Setidaknya katakan padaku ke mana tujuan kalian.
Lidah kalian digigit kucing, ya?
Terserah, polisi yang akan menanganinya.
Kami mau menemui paman kami.
Akhirnya kalian mau bicara.
Gadis baik!
Jadi bagaimana?
Bagaimana kalian bisa sampai di sini?
Apa itu Alexander?
Ada apa?
Mereka kedapatan tanpa tiket di kereta ekspres tujuan Jerman.
Mereka bilang mau pergi menemuimu.
Anak-anak menyusahkan. Mereka tak mau bicara.
Kemarilah, dan katakan padaku apa yang terjadi.
Baiklah, semuanya sudah ditangani, kau tak butuh aku lagi.
Sebentar!
Dengar...
Aku tak bisa ikut campur. Aku tak mau terlibat.
- Bukankah kau ini pamannya? - Ya, aku adalah kakak...
...dari ibu mereka, tapi kami sudah lama tak bertukar kabar.
Aku tak mau mengambil tanggung jawab ini. Semua ini salah adikku.
Kenapa dia mengatakan bahwa ayah mereka ada di Jerman?
Ayah apa? Jerman apanya?
Dia tak tahu siapa ayah mereka ini!
Tak ada ayah, tak ada Jerman.
Semuanya adalah dusta besar.
Kenapa dia bohong?
Karena dia tak ingin mengatakan bahwa mereka adalah anak haram.
- Dan inilah akibatnya! - Tapi kenapa Jerman?
Bagaimana aku tahu?
Mungkin supaya mereka memiliki sesuatu untuk diimpikan.
Dengar, jangan libatkan aku dalam masalah ini.
Beritahu ibu mereka.
Kau bohong! Kau bohong!
Ayah kami ada di Jerman! Kau bohong!
Ayah kami ada di Jerman! Kau bohong!
Tunggu di sini!
Turun salju!
Turun salju!
Turun salju!
Dia melingkarkan tali di lehernya...
Dia melingkarkan tali di lehernya...
Dia melingkarkan tali di lehernya...
Ayah sayang,...
...bagaimana bisa kami menunggu lama?
Kami bepergian seperti sehelai daun yang tertiup angin.
Dunia yang aneh!
Tas kopor, stasiun kereta yang terbengkalai,...
...kata-kata dan gerak tubuh yang tak kami mengerti...
...dan malam yang membuat kami takut!
Tapi kami senang. Kami bergerak.
Sial!
Dia sekarat.
Dia mati.
Halo!
Apa yang kalian lakukan di tempat terpencil ini?
Kotanya masih jauh sekali.
Masih banyak tempat di dalam mobil ini.
Aku tak memakan anak-anak.
Kalian belum bilang ke mana tujuan kalian.
Jauh sekali.
Baiklah, akan kuturunkan kalian di kota.
Itu adalah kostum teater. Dan yang satu itu milikku.
Apa pekerjaanmu?
Aku membuat orang tertawa...
...dan menangis.
Kau tahu betapa sulitnya itu?
Kau berperan sebagai apa?
Bagianku.
Tujuh ketukan...
...lalu tiga ketukan...
...dan tirainya terangkat.
Pemain akordeon memainkan lagu pembuka...
Lalu aku masuk.
Fajar menjelang dan Pleiades bersinar di langit.
Apa itu Pleiades?
Itu adalah bintang fajar...
...yang muncul sesaat sebelum datangnya pagi.
Biarkan dia istirahat. Kalian pasti sudah berjalan jauh.
Mau lihat sesuatu? Ayo!
- Kau suka? - Ini punyamu?
Itu mereka! Mereka datang!
Apa yang terjadi?
Tak ada.
Kita tak mendapat tempat. Lakukan sesuatu!
Orestes,...
...kakek akan meninggal kalau kita tak mendapat tempat pertunjukan.
- Lakukan sesuatu! - Baiklah, aku akan pergi ke Pantheon.
Nanti kita bertemu lagi di sini.
Kau lihat mereka?
- Mereka sedih. - Jaman telah berubah.
Semua telah berubah. Namun mereka tak peduli pada waktu yang berganti.
Terus berkelana ke seluruh Yunani, selalu menampilkan pertunjukan yang sama.
Ada yang harus kukerjakan.
Biarkan dia tidur.
Aku akan kembali.
Namamu Orestes?
Tolong sandwich-nya.
Kau punya uang?
Tidak, tapi aku lapar.
Ya, kau lapar. Tapi kau butuh uang untuk bisa makan!
Bahkan aku pun membayar untuk bisa makan.
Ya, tapi aku tak punya uang dan aku lapar.
Aku mengerti.
Dengar, jika kau mau mencari uang untuk membeli makanan,...
...bersihkan semua meja yang ada di sini.
Kau bekerja dan kemudian kau bisa makan. Setuju?
Semuanya?
Cepat kerjakan.
Hei, apa-apaan ini?
Burung camar!
Burung camar!
Burung camar!
Kamu ke mana saja?
Dia lewat tapi tak melihatku.
Kamu ke mana saja?
Lihat, aku memperoleh makanan untukmu. Aku bekerja.
Kalian anak-anak yang aneh, kalian tahu itu?
Sepertinya kalian tak peduli pada waktu yang berjalan...
...tapi aku tahu bahwa kalian tergesa-gesa untuk pergi.
Seolah-olah kalian tak pergi ke mana-mana tapi kalian pergi ke sebuah tempat.
Kalian tak tahu ke mana tujuan kalian, 'kan?
Kau juga aneh.
Aku?
Aku seperti siput yang merayap pergi menuju ketiadaan.
Tak tahu ke mana aku akan pergi.
Dulunya kupikir aku tahu.
Ke mana aku akan pergi?
Satu-satunya yang aku tahu adalah beberapa hari lagi...
...aku akan masuk wajib militer.
Apa itu?
Aku tak lihat apa-apa.
Lihat baik-baik.
Tak ada apapun.
Kau tak bisa melihatnya?
Di balik kabut, di kejauhan, tidak bisa lihat pohonnya?
Tidak.
Aku juga. Aku hanya bercanda.
- Mau memberikannya padaku? - Ini punyamu.
Di mana kita?
Selamat pagi!
Selamat pagi!
Sementara itu, Turki menduduki Afion Karahisar.
Itu terjadi pada bulan Agustus 1922.
Setelah Jerman pergi, pada musim gugur 1944,...
...garis depan mulai terpecah. Inggris bergerak menuju Athena.
Pemerintahan pertama Persatuan Nasional terbentuk.
Ada pawai, antusiasme.
Karena semua orang percaya pada pembebasan...
...pada persekutuan dan pada Sekutu.
Aku rekanmu.
Kemarilah, anak-anak, biar aku rapikan rambut kalian.
Anak manis seperti kalian tak pantas berambut acak-acakan.
...dan menyaksikan kaki tangan Nazi...
...dibebaskan dan dipersenjatai oleh Inggris.
Kami merasa dikhianati.
Kami diperintahkan untuk melakukan demonstrasi.
Aku ditahan pada akhir 1947.
Setelah Jerman pergi, pada musim gugur 1944,...
...Inggris bergerak menuju Athena.
Pemerintahan pertama Persatuan Nasional terbentuk.
Ada pawai. Ada antusiasme.
Karena semua orang percaya pada pembebasan dan pada Sekutu.
Aku selalu lupa permulaannya.
Akan kutunjukkan padamu.
Peristiwa-peristiwa bercampur aduk, kebisingan,...
...kapal-kapal datang mengganggu dari lautan yang bergejolak...
Orang-orang berteriak, suara hatiku,...
...pabrik-pabrik.
Oktober 1917.
Oktober 1917. 1936...
Desember 1944.
Karena inilah aku akan terus mengenakan kain yang aku pakai...
...saat Revolusi Prancis melahirkan aku.
Saat Spanyol, ibu pertiwi, melahirkan aku...
Aku akan mengikutimu, komplotan gelap.
Kita mulai.
Pertunjukan yang akan kami tampilkan malam ini...
...adalah drama cinta abadi karya Spyridon Peresiades,...
...Golfo, si penggembala domba...
...dengan sekumpulan aktor terkenal, tua dan muda.
Kisah cinta Golfo yang tragis...
...akan menyentuh lubuk hati kalian yang terdalam...
Maaf, kawan-kawan, pertunjukannya batal.
Mereka memakai auditorium untuk balet dan membayar lebih mahal.
Jaman sekarang sungguh mengerikan.
Kita telah lama bekerja sama, tetapi...
Maafkan aku!
Orestes, antar aku ke kota.
Ayo cari tempat lain.
Aku memimpikannya lagi semalam.
Aku tak kuat jalan lagi.
Ke mana tujuan kalian?
Ke utara.
Naiklah!
Kalian lapar?
Untuk tiga orang.
Dan anggur, manis.
Apa kau menuju ke utara?
Kenapa?
Aku datang!
Kau orang baru?
Menurutmu?
Ke mana tujuan kalian?
- Ke utara. - Utara? Ke mana?
Aku datang lagi.
Aku juga datang.
Hei, bung!
Itu taman pribadi.
Hanya melihat bunganya.
Kau dengar aku?
Lagi pula aku sibuk.
Aku mengerti.
Bawa mereka bersamamu.
Aku mau ke belakang untuk tidur.
Ikutlah denganku sebentar.
Kubilang, kemarilah.
Voula!
Voula!
Voula!
Voula!
Ayah sayang,...
...betapa jauhnya dirimu!
Alexander bilang dalam mimpinya kau terlihat sangat dekat.
Jika dia menjulurkan tangannya, dia bisa menyentuhmu.
Kami terus bepergian.
Semua berjalan sangat cepat,...
...kota-kota,...
...orang-orang.
Tapi kadang kami merasa lelah.
Kadang kami melupakan ayah.
Kami kehilangan arah.
Lalu tersesat.
Alexander tumbuh semakin besar.
Dia menjadi sangat serius.
Dia berpakaian sendiri.
Dia mengatakan hal-hal yang tak akan kau duga.
Beberapa hari ini aku sakit. Menggigil karena demam.
Sekarang perlahan-lahan keadaanku membaik.
Tapi, Jerman ternyata jauh sekali!
Kemarin aku sempat berpikir untuk menyerah saja.
Apa gunanya meneruskan perjalanan...
jika kami tak akan pernah sampai.
Tapi Alexander menjadi marah, hasratnya untuk bertemu ayah sangat kuat.
Dan dia bilang aku telah mengkhianatinya.
Aku merasa malu.
Apa kau merindukan Ibu?
Kami menulis hal yang sama padamu...
...dan kami saling berdiam diri di hadapan yang lain,...
...menatap dunia yang sama...
...cahaya dan kegelapan yang sama, dan engkau.
Itu motornya! Aku mengenalinya!
Kami sedang naik kereta.
Kemudian keretanya berhenti, dan polisi datang.
Kami kabur sampai di sini, dan di sini ada lebih banyak polisi.
Kau harus membantu kami kabur.
Kita berhasil kabur!
Laut!
Bukankah aku pernah bilang kalian ini anak-anak yang aneh?
Sekarang pegangan yang erat. Kita berangkat!
Kalian takut?
Tidak.
- Aku tak ingin ini berakhir. - Apa?
Ini.
Jika sekarang musim panas kita bisa berenang.
Ya.
Aku haus.
Kemarilah!
Bir dan dua soda jeruk.
Setelah ini kita ke mana?
Ke Thessaloniki, ingat?
Bukankah aku pernah bilang bahwa dalam beberapa hari...
...aku akan meninggalkan rombongan itu dan masuk militer?
Bagaimana dengan kalian?
Memang bukan urusanku. Seharusnya aku tak menanyakannya.
Satu-satunya yang aku tahu adalah...
...kalian harus naik kereta, bagaimana pun caranya.
Mau berdansa?
Aku tak bisa berdansa.
Akan kuajari.
Biarkan dia sendirian.
Hari ini dia mengalami peristiwa besar.
Kita harus membiarkannya sendirian.
Perjalanan kita berakhir di sini. Setidaknya perjalananku.
Jangan pergi dulu!
Apa? Bukankah kalian mau pergi?
Belum saatnya.
Bukankah kalian harus naik kereta?
Tidak hari ini.
Jadi kita belum akan berpisah.
Aku juga bertingkah gila saat merasa senang.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Apa yang kalian lakukan?
Apa kalian sudah gila?
Kalian menjual kostum-kostumnya?
Siapa yang memutuskan?
Di mana Kakek?
Dia kurang sehat, mengerti? Dia tak mau keluar.
Ini dia kostumnya.
Suatu hari aku akan membuka mulut...
...tamannya akan dipenuhi air terjun dan persenjataan.
Aku tak suka pemakaman.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Jika aku berteriak, siapa yang akan mendengarnya...
...selain laskar malaikat?
Kau berminat?
Berapa?
Berapa penawaranmu?
Berat rasanya harus menjualnya.
Baik.
Punya rokok?
Aku akan menyerahkannya besok. Malam ini aku membutuhkannya.
Dalam teater, yang kita lakukan ini disebut adegan terakhir.
Mau minum?
Kau minta soda jeruk, 'kan?
Kenapa dia lama sekali?
Tunggu di sini.
Apa dia tidur?
Kau kenapa?
Tak apa-apa.
Istirahatlah.
Aku segera kembali.
Kau melupakan tasmu.
Kalian akan ketinggalan kereta.
Aku tak ingin kita berpisah seperti ini.
Persetan dengan yang lainnya. Aku tak peduli.
Aku tak ingin kita berpisah seperti ini.
Kita sepakat aku akan mengantar kalian ke stasiun kereta.
Aku tak ingin kita berpisah seperti ini.
Inilah pertama kalinya, gadis kecilku yang penyendiri...
Inilah pertama kalinya...
Jantungmu berdetak sangat cepat sampai rasanya ingin pecah.
Inilah pertama kalinya, gadis kecilku yang penyendiri...
Kau merasa gemetar...
Kau merasa ingin mati...
Berapa harga tiket menuju perbatasan?
Kita akan dikeluarkan dari kereta lagi.
Apa itu perbatasan?
Uangnya tidak cukup.
Jam berapa kereta terakhir datang?
Maukah kau memberiku 385 drahma?
Siapa namamu?
Aku mengatakan hal bodoh lagi.
Perhatian! Penumpang dengan tujuan Jerman diminta untuk...
...menyiapkan paspor untuk pemeriksaan perbatasan.
Jerman ada di seberang sungai.
Perahu!
Kau takut?
Aku tidak takut.
Berhenti.
Bangun, sudah terang.
Kita sampai di Jerman!
Aku takut.
Jangan takut. Akan kuceritakan kisah itu.
Pada mulanya adalah kegelapan...
Pada mulanya adalah kegelapan...
Kemudian muncul cahaya.
A Irawan kala-ireng.blogspot.com IDFL.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.