All language subtitles for The Immortal Ascension Episode 26 English Sub - KissAsian089

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♪Mengejar angin, memburu bulan, memulai perjalanan ribuan mil♪

♪Jalan di depan terasa samar, ucapan manusia terdengar ringan♪

♪Mengecap sepenuhnya pahit dan manis kehidupan ini♪

♪Tidak menunjukkan bakat, merencanakan segalanya dengan bijak♪

♪Satu keinginan duniawi mengandung sedikit rasa rindu♪

♪Temani aku jelajahi dunia♪

♪Kesempatan untuk membalikkan keadaan yang putus asa♪

♪Kelekatan seorang sahabat sejati di dunia fana♪

♪Belum sepenuhnya memahami apa itu keabadian♪

♪Keabadian itu hanya sekejap waktu♪

♪Jangan mentertawakan aku yang biasa♪

♪Bertarung sendiri melawan cobaan, gelombang kegemparan bangkit di dunia♪

♪Jangan menindas aku yang biasa♪

♪Mempertahankan kebaikan hati, harus tegas dan tidak ragu dalam pertarungan♪

♪Dalam takdir, gelombang emosi tersembunyi antara suka dan duka♪

♪Di ambang hidup dan mati, aku berusaha membalikkan kekacauan ini♪

♪Aku yakin mampu menahan panjangnya malam ini♪

♪Saat kembali, hati Tao sudah sempurna♪

♪Akhirnya ditempa menjadi luar biasa, menjelajahi luasnya Tiga Dunia♪

♪Bereinkarnasi dalam siklus hidup dan mati, lalu bangkit menjadi lebih kuat♪

[Legenda Kultivator]

[Diadaptasi dari novel yang berjudul sama dari Qidian, China Literature]

[Legenda Kultivator oleh Wang Yu]

[Episode 26]

Qu Hun.

Kau pergi ke mana?

♪Dalam mimpi ada kepingan mimpi♪

♪Bulan miring jatuh di langit air♪

♪Pergi bertahun-tahun, langkah tetap mengalir♪

♪Pemandangan muncul kembali♪

Aku menemukanmu.

♪Selalu dikatakan masa lalu bagai asap♪

♪Menoleh ke belakang, konyol tidak terkatakan♪

♪Hiruk pikuk dunia, gulungan buku yang sepi♪

♪Mengusir waktu yang berlalu♪

♪Menutupi pandangan, waktu berlalu, keadaan berubah♪

Kenapa?

Kenapa di tubuhnya ada

fluktuasi kekuatan spiritual tingkat kelima atau keenam Tahap Pemurnian Energi?

Zhang Tie,

apakah itu kau?

Apakah kau kembali?

Bodoh!

Bodoh!

Kau pergi ke mana?

♪Waktu pun akan menghapus♪

♪Semua bahasa di dunia♪

♪Hanya kerinduan ini♪

♪Yang melintasi ribuan tahun♪

Apakah benar?

Zhang Tie,

benarkah itu kau?

Kau sudah kembali?

Ayah.

Ayah.

Sini, putriku sayang.

Pintar sekali.

Obat yang diambilkan untuk Ibu, ya?

- Ibu sudah tidur setelah makan siang. - Pintar sekali.

Apakah benar?

Dia bukan Zhang Tie.

Siapa dia?

Kau cukup pandai berakting.

Siapa kau?

Siapa kau?

Seharusnya aku yang bertanya padamu.

Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.

Apakah benar?

Kau mengambil tubuh orang lain.

Wanita dan anak ini

juga bukan milikmu.

Jadi, aku bertanya padamu,

siapa kau?

Kau tahu tentang urusanku?

Sejujurnya,

sejak lima tahun lalu jatuh dari tebing,

aku sudah melupakan semua yang dulu.

Aku tidak ingat namaku

dan aku bahkan tidak tahu kenapa aku bisa ada di sini.

Sepertinya ada seorang teman yang terus memanggilku.

Dia memanggil namaku berulang kali.

Namun, aku tetap tidak bisa mengingatnya.

Aku pasti telah melupakan sesuatu yang penting.

Kenapa?

Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?

Kenapa?

Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?

Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?

Aku tidak bisa mengingatnya.

Zhang Tie.

Kau jangan begitu.

Ini bukan salahmu.

Zhang Tie?

Namaku Zhang Tie?

Ternyata benar, kau bukan Zhang Tie.

Bagaimana mungkin kau adalah dia?

Sebenarnya kau benar-benar sangat mirip dengannya.

Saat melihatmu makan,

menempa besi,

bahkan caramu berbicara

hampir membuatku percaya

dia benar-benar telah kembali.

Namun, mata seseorang

tidak bisa berbohong.

Di matamu terlalu banyak tipu daya.

Kau tidak mungkin dia.

Lalu kenapa?

Apa hubungannya denganmu?

Senjata Sihir Jiwa?

Benda ini ternyata ada padamu.

Tubuh ini bukan milikmu.

Keluar dari tubuh ini!

Suamiku,

ada apa?

Ayah.

Apakah kau mendengar suatu suara?

Ada seekor kucing liar kecil

yang ingin mencuri anak itik kita.

Sudah kami usir.

Istriku.

Siapa tamu ini?

Oh, dia?

Dia adalah temanku yang datang karena reputasiku.

Dia terus memaksaku untuk membuatkan dia satu set senjata baru.

Aku sudah berkali-kali menolaknya.

Iya.

Aku tidak mengganggu Anda, 'kan,

Nyonya Muda?

Tidak.

Duduklah di dalam rumah saja.

Tidak perlu.

Aku dan Kakak Pertama

hanya akan berbincang sebentar, lalu aku akan pergi.

Yue'er, bantu Ibumu kembali ke kamar untuk tidur terlebih dulu.

Tutup pintunya, ada angin.

Pergilah.

- Cepat. - Pergilah.

Kembali ke kamar.

Katakanlah,

siapa sebenarnya kau?

Jika kau jujur,

aku jamin tidak akan melukai mereka.

Boleh dicoba jika kau berani

berbohong sedikit saja.

Aku

terluka dalam pertarungan dengan musuh.

Karena sulit bergerak, aku baru terpaksa melakukan ini.

Aku sungguh terpaksa mengendalikan tubuh ini.

Mohon maafkan aku, Saudara.

Ini baru seperti perkataan manusia.

Kau kultivator dari sekte mana?

Aku dari Gunung Monster Spiritual.

Mungkinkah

kau juga sesama dari Tujuh Sekte?

Ternyata sahabat sesama kultivator dari Gunung Monster Spiritual.

Tidak tahu apakah Keponakan Seperguruan Zhong Wu di sekte kalian baik-baik saja?

Kau kenal Kakak Seperguruan Zhong Wu?

Bagus sekali.

Kita semua kenal.

Iya.

Semuanya kenal.

Zhong Wu sudah lama bukan anggota Gunung Monster Spiritual lagi.

Kau masih belum mau mengatakannya?

Aku katakan.

Aku katakan.

Aku

adalah murid dari Sekte Pengendali Roh dari Negara Tiandu.

Enam Perguruan Aliran Iblis?

Ya.

Beberapa tahun lalu,

aku bertarung dengan seseorang di sini

dan terluka karenanya.

Tubuhku hancur.

Dalam keadaan terdesak,

aku hanya bisa mengeluarkan inti jiwa.

Di tengah keputusasaan,

aku menemukan tubuh tanpa inti jiwa ini.

Tidak disangka,

setelah inti jiwa masuk ke tubuh,

basis kultivasiku menurun drastis.

Untuk menghindari musuh kuat itu,

aku terpaksa menyamar sebagai orang biasa

dan mengikuti seorang pandai besi

menjalankan bisnis tempa besi di kota

untuk mencari nafkah.

Kemudian,

aku makin akrab dengan penduduk kota.

Bahkan ada orang yang ingin menjodohkanku.

Lalu,

mereka menjadi istri

dan anakku.

Tanpa terasa,

lima tahun berlalu begitu saja.

Setelah kau menguasai tubuh ini,

kau tidak pernah terpikir untuk kembali?

Aliran iblis menganut hukum rimba.

Sekarang basis kultivasiku menurun drastis.

Jika kembali,

kemungkinan besar aku akan dibunuh oleh sesama saudara seperguruan.

Lagi pula,

kedua tangan ini lebih nyaman memegang palu

daripada memegang pedang.

Selain itu, sekarang hidupku sangat tenang.

Untuk apa aku harus kembali untuk bertarung sampai mati?

Tenang?

Aliran iblis telah menguasai bagian timur Negara Yue.

Ketenangan di sini

bisa bertahan sampai kapan?

Menguasai?

Bagaimana mungkin? Waktunya belum tiba.

Ternyata benar, kau bukan kultivator aliran iblis biasa.

Katakan.

Siapa kau sebenarnya?

Tidak peduli siapa aku dulu,

sekarang itu sudah berlalu.

Kenapa kau harus begitu memaksa?

Dengarkan satu saranku,

kekalahan Tujuh Sekte sudah pasti.

Sebaiknya kau segera membuat rencana,

jangan sampai mati sia-sia.

Orang ini mungkin mengetahui banyak hal.

Aku harus sedikit menipunya lagi.

Sekarang medan perang sedang buntu,

Tujuh Sekte bersatu melawan aliran iblis.

Jika membicarakan tentang kemenangan atau kekalahan,

sepertinya terlalu dini, bukan?

Tujuh Sekte dan Enam Perguruan

memang punya sejarah yang dalam.

Para kultivator paling egois.

Menikam dari belakang adalah hal biasa.

Formasi Tujuh Sekte yang kau sebut sekuat tembok baja itu,

entah sudah seberapa parah

karena kami susupi sejak lama.

Sejujurnya,

Gunung Monster Spiritual ini

adalah mata-mata Sekte Pengendali Roh kami di sini.

Dalam pertarungan ini,

Enam Perguruan pasti menang.

Gunung Monster Spiritual pura-pura membelot,

membasmi dua Kultivator Tahap Pembentukan Pil aliran iblis dalam satu serangan,

seluruh Tujuh Sekte tahu hal ini.

Pembicaraan tentang mata-mata

hanya untuk menipu orang-orang bodoh saja.

Tanpa kematian Kultivator Tahap Pembentukan Pil kami,

apakah Tujuh Sekte akan percaya dengan mudah?

Lagi pula,

apakah kau benar-benar berpikir bahwa yang tewas

adalah Kultivator Tahap Pembentukan Pil?

Setahuku,

di dalam Enam Perguruan saja,

sudah ada tiga metode rahasia

untuk secara paksa meningkatkan alam

Kultivator Tahap Pembentukan Fondasi.

Meskipun hanya efektif untuk waktu singkat,

itu juga sudah cukup untuk menipu kalian.

Berikan aku alasan untuk tidak membunuhmu.

Jika kau melepaskanku,

aku akan memberitahumu tempat persembunyianku sebelumnya.

Semua senjata sihir dan batu spiritual

akan menjadi milikmu.

Lagi pula, benda-benda duniawi itu

juga tidak bisa digunakan

oleh tubuhku ini.

Kau akan sebaik itu?

Kau sungguh penuh pertimbangan.

Baiklah.

Sudah sampai pada titik ini,

selain senjata sihir dan batu spiritual,

masih ada surat bambu giok, alat komunikasi

antara sekte kami dan Gunung Monster Spiritual ini.

Semua itu juga akan kuserahkan kepadamu.

Jika benda yang didapatkan

tidak sesuai dengan keinginanmu,

kau boleh membunuhku di sini.

Aku tidak akan mengeluh sama sekali.

Hanya saja,

mohon kau melepaskan ibu dan anak itu.

Mereka hanyalah manusia biasa,

tidak melakukan kejahatan.

Ada banyak keanehan dalam masalah ini.

Akan lebih aman kalau aku berhati-hati.

Barangnya ada di mana?

Ada di sini.

Jika tidak yakin,

aku akan pergi denganmu.

Kau terlihat sangat terburu-buru.

Kalau begitu, mohon menunggu sebentar di sini.

Jebakan yang begitu ceroboh,

bukankah dia terlalu meremehkanku?

Pergi!

Ini...

Cepat sekali.

Ia bahkan tahu cara memblokir jalan mundurku.

[Siluman Belalang Punggung Emas]

Siluman monster apa ini?

Ia bahkan bisa terbang?

Meskipun bukan kelas lima,

ia juga termasuk puncak kelas empat.

Ini adalah siluman monster yang cukup untuk menandingi Tahap Pembentukan Pil.

Kali ini Bilah Ganda Jangkrik Emas

milikku

akan rugi besar.

Jika terus begini,

cepat atau lambat aku akan tertangkap.

Semoga benda ini berguna.

Kali ini aku sungguh beruntung.

Aku hampir saja kehilangan nyawa.

Tempat ini tidak jauh dari Kota Jiayuan.

Siluman monster sekuat ini

tidak mungkin hidup liar.

Kemungkinan besar

ini adalah siluman monster milik anggota Sekte Pengendali Roh itu.

Kultivator Tahap Pembentukan Fondasi

tidak mungkin bisa memeliharanya.

Jangan-jangan

orang itu ternyata Kultivator Tahap Pembentukan Pil?

Sial.

Kantong yang kuambil kembali dengan mempertaruhkan nyawa

ternyata isinya kosong.

Baik.

Kau sengaja memasang jebakan untukku.

Kalau begitu, jangan salahkan aku tidak segan padamu.

Kau tidak mati?

Ada yang aneh dengan pil ini.

Dia bisa langsung meningkat ke Tahap Pembentukan Fondasi Tengah.

Permata Roh Darah.

Pedang Cahaya Hijau.

Artefak sihir Tahap Pembentukan Pil.

Peliharaan Roh,

artefak sihir,

dan pil emas.

Sepertinya orang ini dulu

memang Kultivator Tahap Pembentukan Pil.

Siluman Belalang...

Siluman Belalang Punggung Emas pun tidak bisa membunuhmu.

Hari ini aku tidak rugi

meski mati di tanganmu.

Ternyata benar, kau Kultivator Tahap Pembentukan Pil.

Apa lagi yang ingin kau katakan?

Ayah.

Suamiku.

Ada apa denganmu?

Mereka...

Mereka tidak ada hubungannya dengan masalah ini.

Mohon kau...

Kau jangan mempersulit mereka.

Apakah aku yang mempersulit mereka?

Kau seharusnya tahu

kau memiliki aura jahat.

Mereka yang berinteraksi denganmu dalam waktu lama,

energi hidupnya akan berkurang.

Sepertinya hidup mereka tidak akan lama lagi.

Aku tahu.

Semua kekuatan bela diri yang tersisa

ada di dalam pil yang pecah ini.

Jika memakannya,

kebutuhan energi vital dan darah mereka akan terpenuhi.

Itu juga akan memperpanjang umur mereka.

Sejak awal kau sudah tahu akan berakhir seperti ini.

Ayah.

Aku melakukan kejahatan seumur hidup.

Tidak disangka, hal terakhir yang kulakukan sebelum mati

adalah demi dua manusia biasa.

Suamiku.

Ayah,

jangan mati.

Barang yang kujanjikan padamu

ada di tubuh asliku

yang berada di dalam gua.

Aku tidak membohongimu.

Pesan tertulis antara aku dan Gunung Monster Spiritual,

identitas serta pelat milikku

cukup untuk membuktikan kebenaran ucapanku.

Mohon bantuanmu, Saudara.

Terima kasih.

Setelah bangun,

lupakanlah semuanya.

Saudara,

dalam dirimu

sebenarnya apa yang dianggap asli

dan apa yang dianggap palsu?

Sekarang

saatnya memikirkan cara untuk menghadapi siluman monster itu.

Formasi Lima Elemen Terbalik

tidak pernah membuat orang kecewa.

Sepertinya ini tengkorak dari anggota Sekte Pengendali Roh.

Dia terluka sangat parah.

Pantas saja tidak sempat menyimpan kantong penyimpanan.

Ini adalah telur Peliharaan Roh.

Kekuatan hidup serangga-serangga ini kuat sekali.

Sekte Pengendali Roh

cukup hebat.

Serangga Langka di dunia?

Laba-laba Giok Darah,

peringkat ke-108.

Siluman Belalang Punggung Emas, peringkat ke-73.

Serangga Pelahap Emas,

peringkat ke-12.

Apa-apaan ini?

Peringkatnya rendah sekali.

Tidak disangka Siluman Belalang Punggung Emas

hanya berada di peringkat ke-73.

Bagaimana cara merawat dan mengendalikannya?

Sudahlah.

Aku cari tahu lagi saat ada waktu.

Ketemu.

Pesan tertulis antara Gunung Monster Spiritual dan Sekte Pengendali Roh.

Majikanmu sudah tiada.

Kau pun sudah bisa beristirahat dengan tenang.

Gunakanlah bahan-bahan yang kau miliki

untuk ganti rugi kepadaku karena telah merusak senjata sihirku.

Qu Hun,

nanti akan kubuatkan yang hebat untukmu.

Masalah ini sudah berakhir.

Saatnya kembali untuk menyampaikan kabar.

Bagaimanapun hasilnya,

kita tetap harus melakukan yang terbaik.

Tetua Han langsung terkenal begitu ikut perang.

Aku jadi merasa malu.

Perang di Dataran Jingu terjebak dalam situasi buntu,

tetapi kau masih bisa memimpin peperangan.

Aku salut.

Sekarang

Tujuh Sekte telah berada di ambang kehancuran.

Siapa pun tidak bisa menarik diri dari masalah.

Melihat para junior di sekte kita berjuang tanpa henti,

tidak mungkin aku yang tua ini

hanya berpangku tangan.

Meski tidak berjuang untuk diriku,

aku tetap harus berjuang

untuk murid-muridku.

Teman-Teman,

coba lihat siapa yang datang.

Cepat sambut aku.

Tidak tahu malu.

Kau sudah terlambat.

Masih mau disambut?

Aku terlambat?

Maaf.

Si Tua Han,

kapan kau sampai?

Aku juga baru sampai.

Lihat, kami tidak jauh berbeda.

Jangan berdebat lagi.

Aku sudah lapar

dan haus.

Cepat keluarkan

semua kue yang enak

di Lembah Mapel Kuning.

Kami tidak punya kue,

tetapi ada banyak pasir.

Kau mau?

Sudah.

Mari bahas urusan penting.

Cepat keluarkan

mahyong kelas empat

milik siluman monster yang sudah ditingkatkan.

Betapa bosannya

berperang setiap hari.

Ayo lepas kebosanan.

Ini baru lumayan.

Simpan kembali.

Fu Yunzi,

jangan selalu makan dan bermain

setiap kali kau datang.

Kami mencarimu untuk membahas urusan penting.

Benar.

Kakak Seperguruan, silakan katakan.

Menurut kabar dari pengintai garis depan di pihak kita,

kemungkinan besar aliran iblis akan melancarkan serangan

di awal bulan depan.

Jadi aku dan Adik Seperguruan berencana menempatkan pasukan

di garis belakang mereka.

Mau menyerang di saat mereka lengah?

Kakak Seperguruan,

ini ide bagus.

Bagaimana jika

kita bertaruh satu kali

untuk hal ini?

Dalam hal ini pun kau mau bertaruh?

Kau bertaruh menang atau kalah?

Tentu saja aku bertaruh menang.

Bagaimana dengan kami?

Kalah.

- Pergi! - Pergi!

Aku terguling.

Guru,

aku, Han Li,

datang menanyakan kabarmu.

Muridmu yang hina ini

telah kembali ke lembah untuk menjalani latihan tertutup.

Situasi di dalam lembah sangat baik.

Yang kupikirkan dalam hatiku

hanya Guru seorang.

Situasi perang di garis depan tidak jelas.

Dalam perjalanan pulang ke lembah,

aku tanpa sengaja mengetahui

Gunung Monster Spiritual dan Sekte Pengendali Roh bersekongkol

serta memiliki niat jahat.

Aku

sudah menyerahkan barang bukti kepada Ketua Sekte.

Ketua Sekte berkedudukan tinggi, memiliki kuasa

dan pandai mengatasi masalah.

Dia hanya takut hati prajurit akan kacau,

sehingga hal ini tidak diungkit.

Namun, aku khawatir tindakan ini

akan memengaruhi situasi perang di garis depan

serta menyulitkan Guru dan Paman Seperguruan.

Aku sangat gelisah

sehingga melanggar perintah

dan menulis surat ini

dengan harapan agar Guru hati-hati.

Aku sudah mengusahakan yang terbaik.

Setelah menerima Jimat Pesan Suara,

semoga Guru

bisa memikirkan cara

untuk mencegah terjadinya hal yang paling buruk.

Perang akan dimulai.

Kau juga harus jaga dirimu baik-baik.

Zirah dari Siluman Belalang Punggung Emas...

Kenapa kekecilan?

Cepat sekali menetas.

Mereka kuat makan.

Banyak sekali yang mereka makan.

Tampaknya tidak semua orang

bisa merawat Peliharaan Roh.

Aku harus mencari waktu

untuk pergi ke Taman Seratus Obat.

Ayo.

Cepat sekali Guru membalas pesanku.

Ingatkah kau

dengan janji kita

untuk melihat bunga di kaki Gunung Baili?

Bagaimana jika kau mewakiliku pergi?

Kakak Seperguruan Chen.

Saat aku kecil,

ibuku sering membawaku ke gunung

untuk memetik bunga krisan liar.

Baginya,

seindah apa pun bunga yang lain,

semua itu tetap kalah dengan bunga krisan liar di sini.

Hanya saja

setelah dia meninggal beberapa tahun lalu,

aku sudah jarang datang kemari.

Kakak Seperguruan,

turut berduka cita.

Tidak apa-apa.

Mungkin baginya,

ini juga merupakan kebebasan.

Dia juga masuk ke Keluarga Chen karena aliansi pernikahan.

Sebelum menikah,

dia dan Ayah tidak pernah bertemu.

Setelah menikah, mereka pun hidup dengan rukun.

Namun, aku tahu.

Mereka tidak pernah saling mencintai.

Apakah Adik Seperguruan merasa

aku tidak punya semangat maju

karena selalu memikirkan tentang cinta

padahal aku adalah kultivator?

Kakak Seperguruan, jangan berkata begitu.

Sayangnya kau tidak tahu.

Sebagai wanita dari keluarga kultivator abadi,

kita tidak bisa

menentukan

nasib sendiri sejak lahir.

Hanya dengan berlatih hari demi hari

dan membawa keuntungan bagi keluarga,

barulah mungkin akan melahirkan orang berbakat langka

yang bisa mendapat kepercayaan Tujuh Sekte dalam waktu 100 tahun.

Di saat itulah, wanita baru bisa menukarnya dengan kebebasan.

Namun, kebanyakan

bernasib sepertiku.

Kakak Seperguruan terlalu rendah hati.

Sejak memasuki lembah,

kau giat berlatih dan tenang dalam bersikap

serta mengatasi masalah dengan tenang.

Seharusnya semua melihat hal itu.

Meski bukan orang berbakat langka,

kau juga sulit ditandingi oleh keturunan keluarga kultivator abadi

yang biasa.

Kau tahu bukan ini yang ingin kudengar darimu.

Sebenarnya aku mengajakmu kemari hari ini

karena ingin memberitahumu,

mungkin dalam beberapa hari ini

aku akan menikah.

Pasanganku adalah Tuan Muda Keluarga Qi.

Meski tidak pernah bertemu,

kudengar

dia juga seorang pria yang baik.

Kini peperangan sedang memanas

dan semua orang merasa terancam.

Aku harap keluarga kami bisa beraliansi dengan mereka

dan bersama-sama menghindari perang.

Jadi...

Dalam perjalanan ke ibu kota,

aku tidak menyangka bisa iri

melihat Weiniang dan Kakak Seperguruan Liu.

Setidaknya mereka pernah bertemu

dan saling mencintai.

Sekalipun pada akhirnya harus terpisah oleh maut,

itu lebih baik

daripada hidup dalam kesedihan

dan tidak mendapat kebebasan

serta meninggal dalam penyesalan.

Atas dasar apa?

Atas dasar apa mereka menyuruhku

menikah dengan orang yang tidak pernah kutemui?

Atas dasar apa mereka

memperlakukanku seperti barang berharga

yang bisa diberikan untuk keluarga mana pun?

Atas dasar apa mereka mempertaruhkan keselamatan seluruh keluarga

kepada diriku yang seorang wanita?

Tidak pernah ada yang bertanya apa yang aku sukai.

Tidak pernah.

Bolehkah aku bersandar kepadamu?

Adik Seperguruan Han,

aku tahu kau sangat berbeda dari yang lain.

Apakah kau sedang merencanakan sesuatu?

Bisakah kau membawaku pergi

dan meninggalkan tempat ini?

Ke mana pun boleh.

Asalkan...

Asalkan itu adalah tempat yang bebas.

Aku sudah mengutarakan perasaan sampai seperti ini.

Adik Seperguruan

masih saja mampu menahan diri.

Bukankah ini membuatku sangat malu?

Jangan-jangan

kau sudah menyukai seseorang?

Kakak Seperguruan,

jangan mengejekku.

♪Siang dan malam, tidak pernah berubah♪

Kau pernah menolongku beberapa kali.

Terima kasih.

♪Mengambil kekosonganku♪

Aku tidak punya hadiah yang cocok.

Aku hanya pintar melakukan kerajinan tangan

dan telah membuat sebuah baju.

Cobalah dan lihat apakah cocok.

Kultivator Tahap Pembentukan Fondasi Akhir

harus berpakaian lebih bagus.

Ini hanya sebuah hadiah.

Jika kau menolak,

aku terpaksa membuangnya.

Terima kasih, Kakak Seperguruan.

♪Janji sudah datang dalam mimpi♪

Kau bahkan menyulam formasi sihir

yang terhindar dari debu dan air.

Terima kasih atas ketulusanmu.

♪Biarkan waktu melangkah♪

Kakak Seperguruan,

aku memiliki pil obat yang bisa menjaga kecantikan.

Semua ini kubuat sendiri.

Mohon diterima

dan jangan ditolak.

Yang penting bukan pil obat yang aneh-aneh.

♪Maka rindu tidak akan pergi♪

♪Teruslah berjalan♪

Sudah larut.

Sudah saatnya aku meninggalkan lembah.

Adik Seperguruan,

sampai bertemu kembali.

Jaga dirimu,

Kakak Seperguruan.

♪Biarkan waktu melangkah♪

♪Melewati ribuan gunung♪

♪Rindu akan berubah menjadi♪

Apa pun yang terjadi,

kuharap kau bisa menemukan

kebebasanmu sendiri.

♪Hati tetap bersama♪

♪Maka rindu tidak akan pergi♪

♪Teruslah berjalan♪

♪Mencari keberadaanmu♪

♪Dalam mimpi ada kepingan mimpi♪

♪Bulan miring jatuh di langit air♪

♪Pergi bertahun-tahun, langkah tetap mengalir♪

♪Pemandangan muncul kembali♪

♪Sulit dilupakan♪

♪Lebih baik dikenang♪

♪Selalu dikatakan masa lalu bagai asap♪

♪Menoleh ke belakang, konyol tidak terkatakan♪

♪Hiruk pikuk dunia, gulungan buku yang sepi♪

♪Mengusir waktu yang berlalu♪

♪Menutupi pandangan♪

♪Waktu berlalu, keadaan berubah♪

♪Angin musim gugur bertiup♪

♪Asap dapur terlihat lagi♪

♪Bagai di kaki langit♪

♪Masuk ke pandangan lagi♪

♪Saat menoleh sudah di puncak gunung♪

♪Melupakan waktu♪

♪Itu adalah kemarin♪

♪Itu adalah besok♪

♪Perubahan besar terjadi♪

♪Tidak seperti dulu lagi♪

♪Waktu pun akan♪

♪Menghapus semua bahasa di dunia♪

♪Hanya kerinduan ini♪

♪Yang melintasi ribuan tahun♪

♪Dalam momen yang disebut keabadian♪

♪Dalam momen yang disebut keabadian♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.