All language subtitles for Riff.Raff.2024.720p.BluRay.x264.AAC-[YTS.MX]_ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahna neng: NDASERUAG

--- Selamat Mendeleng ---

SAMPAH

DJ: Sedikit tentangku.

Aku mustinya memulai tahun pertamaku di Kampus Dartmouth bulan depan.

Aku tidak punya pacar, dan aku biasanya menghindari konflik.

Silakan, Nak, tarik pelatuknya.

DJ: Dengar, aku tidak mau menjadi bajingan, tapi...

kurasa semuanya akan lebih masuk akal jika aku memulainya dari awal.

DJ: Keluarga bisa jadi rumit.

Jika semuanya berjalan baik,

kamu bahkan tidak perlu memikirkannya.

Rocco, kita harus pergi.

Hanya ketika keluarga diuji,

kamu hampir bisa menjadi orang yang berbeda.

Dengan kata lain, itulah yang memulai semua hal buruk ini.

Hei, di Da Nois...

- Itu pertumpahan darah. - Duduklah.

Itu bukan uang. Bukan kekuasaan.

Bukan semua omong kosong yang kamu bayangkan saat membayangkan...

- Tarik napasmu. - ...orang jahat bersenjata.

Putar-putar.

Minumlah seteguk besar, lalu ludahkan.

Semua kematian yang mendatangi keluarga kecilku yang pendiam...

Mustinya buang di wastafel.

Oke.

...itu semua tentang kehidupan.

VINCENT: Mereka ada dalam bidikanmu?

Baiklah, stabilkan kakimu.

Kamu melepaskan pengamannya?

- Ingat cara melepaskan pengamannya? - Ya.

Benar. Mereka akan kembali untuk mengambil sayuran ibumu di musim semi.

Aku... aku tidak bisa.

Ah, tidak apa-apa. Tidak masalah.

Brittany menelepon semalam.

Oh ya? Kamu bicara dengannya?

Tidak, kubiarkan saja masuk ke pesan suara.

Aku tak tahu harus ngapain, Ayah.

Hei, kamu mau bir?

Baiklah.

Jangan beritahu ibumu Ayah mengatakan ini, tapi

si Brittany itu, dia betul-betul brengsek.

- Ayah? - Ayah apa?

Kamu memperlakukannya bak ratu sepanjang tahun,

dan seminggu sebelum pesta perpisahan, dia mencampakkanmu demi pemain bola kampret.

Entahlah. Mungkin dia hanya ingin bicara.

Dengarkan. Aku tahu bagaimana rasanya berada di posisimu.

- Maksudmu? - Berkali-kali dalam hidup

aku terlibat dengan orang yang salah.

Kamu tahu kenapa? Karena aku pikir aku tidak berharga.

Ayah?

Boleh Ayah beritahu sesuatu? Antara sesama pria?

- Ya, tentu. - Ketika aku bertemu ibumu,

kupikir aku tidak cukup baik untuknya.

- Sungguh? - Dia bertunangan dengan ayahmu.

Dia punya pekerjaan, pria berpendidikan, tampan, tipe kumis.

Tunggu, jadi kamu kenal dia?

Tak ada yang memberitahuku.

Ya, tapi kebahagiaannya, harga dirinya didasarkan pada kebohongan.

Dan orang ini, dia mengkhianatinya.

- Dia selingkuh? - Ya, DJ, selingkuh.

Malam dia meninggal dalam kecelakaan mobil, dia tengah bersama wanita lain.

Pikirkan tentang penghinaan yang dialami ibumu di atas segalanya.

Itu hampir menghancurkannya.

- Aku tidak tahu semua itu. - Dua hal.

Jangan pernah beritahu ibumu kuceritakan ini padamu.

Dan jangan pernah menyerah. Mengerti?

- Baiklah. - Bagus. Katakan.

Britney brengsek, dan aku tak akan menyerah.

- Oh, tidak. Aku tak akan mengatakannya. - Ayolah.

- Tidak. - Ayolah, katakan.

- Sebaiknya tidak. - Ayolah, katakan saja.

- Britney brengsek, dan aku tak akan... - Ayah, tidak.

- Terima kasih, Ayah. - Ya sudah.

Oh.

Oh.

Kamu akan kuliah.

Kamu bisa minum bir di depan ibumu.

- Sungguh? - Ya.

Oke.

Kamu bisa minum yang lain.

Aku mau yang ini saja.

- SANDY: Vincent? - Hei, beb.

Bisa kamu bersihkan dedaunan kering di luar?

- Bisa masuk rumah nanti. - Halo juga.

Oke.

- Kami sedang ngobrolin cewek. - Oke.

Perempuan.

SANDY: Dan perempuan yang dimaksud itu Brittany?

Jangan lihat aku.

Aku sudah putuskan, aku tak akan menyerah.

Kalau dia tak mau aku, itu masalah dia.

Bukan masalahku.

Benarkah itu?

Sayang, kenapa tidak keluar,

bantu ibu ambilkan belanjaan, lalu kita bicarakan ini.

Oke.

Kamu lupa birmu.

Astaga.

Ayah?

Siapa?

- Rocco. - Rocco?

Ini Rocco. Kakakmu dari ibu yang lain.

Buka pintunya. Di luar dingin sekali.

Apa kabar, bajingan kecil? Astaga! Lihat dirimu.

Kamu seperti pria dewasa kecil sekarang.

- Aku tidak tahu kamu akan datang. - Oh, maaf, DJ. Ini Marina.

Aku banyak mendengar tentangmu, DJ.

- Sungguh? - Ya. Selalu.

Terakhir kali melihat dia, dia berpakaian seperti perempuan.

Oh, tidak.

- Perempuan? Seperti perempuan? - Bukan, itu...

Itu drama Peter Pan yang semuanya laki-laki.

Aku jadi Wendy.

- Wah, itu keren. Wendy! - Ya.

- Aku suka itu. - Wah! Kamu bunting.

Dia dari Italia, men. Doyan makan.

Astaga!

Astaga. Aku sungguh minta maaf.

Dia menggodamu. Usianya delapan setengah bulan.

Aku sudah siap mbrojol.

Itu lucu sekali.

- Jadi itu an.... - Ya.

Kamu akan jadi paman, Nak. Itu menyenangkan, bukan?

- Sudah lama sekali, Rocco. - Lihat ini, kamu berolahraga?

Ya. Kamu tahulah, sedikit joging pagi. Memulai hari.

Kami pergi ke rumahmu yang lain dulu, yang besar dengan jendela.

Oh, ya. Kami merayakan Tahun Baru di pondok sini.

Kami sudah mengemudi begitu lama.

Sangat sulit menemukan tempat ini dalam kegelapan.

Ya.

Aku berharap kalian memberitahuku akan datang.

Aku telah mendesain peta topografi yang sangat rinci

karena alasan ini. Aku bisa mengirimkannya lewat email pada kalian.

- Rocco tidak ada di internet. - Tidak?

- Tidak. - Tidak, tidak.

Aku tak ingin pemerintah ikut campur urusanku.

Dia orangnya kuno.

Hei, DJ, mau bantu aku mengambilkan sesuatu dari mobil?

- Oh, ya. Apa itu? - Aku tidak ingin merusak kejutannya.

- Kamu akan menyukainya. - Oke.

Halo.

Siapa kamu?

Namaku Marina Bravo.

Aku pacarnya Rocco.

- Rocco di sini? - Oh ya.

Dia barusan keluar mengambil sesuatu dari mobil.

Apa yang diperbuatnya kali ini?

Dia bilang kamu akan mengatakan itu, Tn. Gauthier.

Ya. Dan itu?

Ya.

Ya.

Astaga, kamu membawanya?

Bagus sekali.

Hei, jangan. Jangan taruh di situ. Sandy baru saja membeli sofa itu.

Dia tidak boleh tidur di dalam mobil itu.

Dia mencampur sesuatu bernama Zambuca dengan beberapa pil.

Kamu akan membuatku mendapat masalah.

- Dengan istri barumu? - Ya. Istri baruku yang telah kunikahi

selama 18 tahun. Ngapain kamu di sini?

Sungguh sambutan yang hangat.

Sedang terlibat masalah apa kamu sekarang?

- Kenapa harus selalu begitu? - Karena itulah kamu.

Omongan macam apa ini dari seorang ayah kepada putra sulungnya?

Santai, Marina. Ini bukan Italia, Nona.

Beginilah cara kami berbicara di rumahku kalau ada orang datang

tanpa pemberitahuan di tengah malam. Oke?

Oke. Sudah larut malam.

DJ, bawa Nona Bravo ke kamarmu

dan bawa kantong tidur sialan itu ke kamar ayah.

Oke. Ayah jelas banyak mengumpat saat ada Rocco.

Ya, kamu menyadarinya.

- Ayah? - Sudah semuanya pada tidur sana.

Kecuali kamu.

Oh.

ROCCO: Indah sekali sekali. Damai.

Tadinya. Ya.

Ayah mau aku bilang apa? Maaf?

Baiklah. Aku benar-benar minta maaf.

Untuk apa?

Kami sedang berlibur.

- Dan kamu membawa itu? - Dia ingin ikut.

Kamu tahu bagaimana dia.

Apa kamu berkelahi?

Tidak. Ibu yang selalu berkelahi. Sial. Bukan apa-apa.

Ya.

Dengar, kami hanya lewat.

Aku ingin Marina bertemu dengan keluarga besarku selama liburan...

- Kamu seharusnya menelepon dulu. - Astaga.

- Itu tiba-tiba saja. - Ini situasi yang sangat rumit.

DJ sangat mudah terpengaruh, dan wanita itu tidak punya filter.

Tolong. Aku telah melalui malam yang amat melelahkan.

Ayah bahkan tak akan bertanya?

Tanya apa?

Bayinya laki-laki.

Laki-laki?

Ya, laki-laki.

Oh, ya. Oh...

Kamu tahu apa yang kacau? Aku selalu...

berharap ayah untuk bersikap sebagaimana seorang ayah yang seharusnya.

Apa yang salah dengan diriku sampai aku terus mengharapkan itu?

Kamu pergi besok.

Ya, aku pergi besok.

Aku takut, Rocco.

Kita aman di sini, oke?

- Oke. - Aku akan menjagamu.

Ibu, dan bayinya, oke?

- Oke. - Tidurlah.

DJ: Aku tidak begitu mengenal Ruth.

Tapi terakhir kali aku bertemu dia...

R... Ruth?

...dia benar-benar meninggalkan kesan yang kuat padaku.

AKADEMI ST. JOSEPH UNTUK ANAK LAKI-LAKI

Siapa kamu?

Akulah orang yang dinikahi Vincent sebelum ibumu.

Mereka tak pernah cerita tentangmu.

Kurasa itu berarti, aku tak ada karena aku ada.

Siapa suamimu?

Aku tidak punya suami.

- Kenapa tidak? - Entahlah.

Entahlah, entahlah.

Kamu tahulah, kehidupan.

Kenapa tidak bermain di tempat lain?

Apa kamu butuh pelukan?

Astaga, tidak. Semua yang kubutuhkan, aku tak butuh.

Kenapa kamu tidak pergi mencari...

orang-orang baik.

Pergi cari orang-orang yang benar-benar...

peduli padamu. Tahu maksudku?

Apa kamu punya teman? Aku merasa kamu tidak punya teman.

Kenapa tidak pergi dari sini?

Bagaimana kalau kamu tidak pergi, aku potong penismu?

Bagaimana menurutmu kalau begitu?

Ibu!

Aku akan menusukkannya ke pantatmu.

DJ: Ruth?

Ruth?

Kamu baik-baik saja?

- Siapa kamu? - Ini aku! Ini aku, DJ!

- Siapa? - Anak Vincent yang lain!

Apa? Sedang apa kamu di rumahku?

Tidak, lihat sekeliling, ini rumahku!

- Apa? - Kamu di Maine!

Apa? Bagaimana aku bisa sampai di sini?

Rocco yang membawamu! Tolong, singkirkan pisaunya.

Baiklah, aku minta maaf.

Astaga.

Astaga.

- Aku minta maaf. - Kamu pingsan.

Aku membantu Rocco menggotongmu masuk.

- Maaf. - Tidak apa-apa.

- Maaf sekali. - Ya, tidak apa-apa.

Astaga.

Kurasa aku dibius.

Tunggu, apa?

Ya, astaga! Aku di bius.

- Astaga, tapi oleh siapa? - Entahlah.

Aku tidak tahu.

Yang kutahu terakhir kali aku merasa seperti ini,

aku terbangun di sebuah gudang di Providence, Rhode Island,

Dan... oh, Tuhan, duburku....

Rasanya seperti aku sedang duduk di atas botol Coke.

- Kamu bilang apa? - Ya.

Oke. Kamu tahu apa?

Kamu benar-benar terlihat hidup bahagia sekarang.

- Lihatlah dirimu. - Terima kasih.

- Ya, ini tempat yang bagus. - Ya kan? Baguslah.

Terima kasih.

Ya.

Aku ingat saat kamu

berlarian saat pertama kali melihatmu,

kamu berlarian dengan gaun tidur kecil?

Kamu memakai wig pirang dan...

- Aku tak tahu apa yang terjadi. - Itu sebuah sandiwara.

- Itu Peter Pan. - SANDY: Ruth?

RUTH: Oh, hai.

DJ! Apa yang terjadi di sini?

Yah, Rocco, dan istrinya, dan ibunya...

Bukan, pacar. Pacar.

Karena, yah, kamu tahu,

hanya karena Rocco tidak mamakai kondom,

bukan berarti mereka bersatu dalam ikatan pernikahan yang suci.

Senang sekali bertemu denganmu, Ruth. Seperti biasa.

- Ini tidak terduga. - Ya, ya, ini mengejutkan.

- Ya, semua orang terkejut, Bu. - Aku terkejut. Ya.

Hmm. Lihatlah dirimu.

Aku minta maaf.

Yah... wah... Tempat yang bagus.

Kamu tahu, mungkin bisa lebih besar lagi,

- tapi aku akui luar biasa. - Ya. Ini rumah liburan kami.

Ada apa dengan semua mainan-mainannya?

Oh, itu perahu-perahu modelnya Vincent.

Dia membuatnya untuk membantunya rileks.

Tunggu. Tunggu.

Kamu serius, nih?

Ya. Kurasa Rocco juga seperti itu,

karena dia melukis dan sebagainya,

tapi, ya, kamu tahu aku, aku tidak begitu mengerti seni.

Ada yang bisa aku bantu, Ruth?

Akan kujual payudara kiriku untuk Advil

- dan secangkir kopi. - Tidak perlu menjual apa pun.

DJ, bisakah kamu membantu dia, tolong?

- Ya. - Aku pergi?

Terima kasih.

Wow.

Rumahmu sungguh bagus.

Semuanya begitu... sangat...

Bisakah kita tidak usah berpura-pura?

- Oke, Ruth? - Oke.

Kamu betul.

Ya.

Hanya saja, segera setelah aku tahu apa yang sebenarnya terjadi,

maka aku akan pergi dengan senang hati.

- Selamat pagi. - Rocco! Hai. Siapa ini?

Oh maaf. Ini Marina, dan ini putra kami.

Selamat.

- Hei. Aku Sandy. - Kamu memiliki rumah yang indah.

Ya, aku juga bilang begitu.

Ya. Maaf atas kejutannya.

Kami pikir itu akan bagus, semacam...

- Perjalanan dadakan. - Ya.

- Untuk merayakan tahun baru. - Ya.

Alasan bagus untuk mengumpulkan seluruh keluarga, bukan?

Kami sangat berterima kasih atas keramahtamahannya.

- Jangan sungkan. - Ya. Aku tidak ingin bersikap kasar,

tapi, ngapain aku di sini?

Ibu ingin melakukan perjalanan darat sebentar, kan? Ingat?

- Omong kosong! Kamu membiusku. - Tidak.

Ya. Itu benar. Ya, itu benar.

- Aku dibius. - Ayo kita cari udara segar.

Bisakah ibu yang tenang?

Orang-orang ini tidak perlu mendengar perselisihan kita, oke?

Orang? Tidak ada orang di sini.

Hanya burung-burung sialan.

Burung-burung mengerikan. Yang membuatku sakit kepala.

- Tidak tahan dengan mereka. - Ada apa denganmu? Ayolah.

Ada apa dengan...

Kenapa aku di sini? Itu yang ingin kutahu. Kenapa aku disini?

Ibu pingsan.

Pingsan? Tidak.

Tidak tidak tidak. Ada yang mencurigakan.

Ada yang mencurigakan.

Dan aku ingin menunjukkan sesuatu. Ini dia. Lihat ini.

Apa?

Lihat ini tiket.

Lihat ini. Tiket menonton Celine Dion di Fleet Forum.

Aku dan teman-teman cewekku, kami sudah menyusun ini selama berbulan-bulan.

Oke.

Ngapain aku datang ke sini...

ke tengah-tengah hutan terpencil?

Buat apa aku datang ke sini kalau aku punya tiket ini, kan?

Entahlah.

Siapa yang tahu ngapain ibu melakukan separuh yang ibu lakukan?

Kamu tau, dia adalah inspirasi bagi wanita di usia tertentu. Itu benar.

Dia akan konser lagi. Ibu sudah melihatnya ratusan kali.

- Terlibat masalah apa kamu? - Apa... tidak.

Kenapa harus selalu aku yang mengacau?

Anakku akan lahir minggu kapan saja.

Marina belum bertemu keluarga.

Aku ingin dia bertemu keluarga, termasuk ibu.

Ya, tapi kenapa kamu membiusku?

Aku tidak membiusmu.

Kupikir ibu akan bangun di tengah-tengah semua pohon ini dsb.

Dan berbahagia.

Itu manis sekali, sayang.

- Aku sayang kamu. - Aku juga sayang ibu.

- Aku sungguh... - Aku sayang kamu, Bu.

- Aku sayang kamu. - Aku sayang ibu.

Apa kamu punya sesuatu untuk diminum?

Karena ibu tidak bisa sedetik pun lagi

di bunker itu bersama, kamu tahu...

- Tidak. - wanita negro itu.

Sumpah demi Tuhan, aku akan menembak kepalaku sendiri.

Aku tahu. Akan kubelikan bir. Sementara, hisap ini dulu.

Terima kasih. Kamu mau ngefly bersamaku?

Ya, Bu. Aku akan temani. Ayo ke sana.

- Tapi, aku suka ini. - Begini menyalakannya.

Ya.

Mungkin hutannya tidak seburuk itu.

Maaf, aku mengambil alih dapurmu.

Ketika aku gugup, aku memasak.

Kenapa kamu gugup, sayang?

Oh, tahulah, bayinya akan lahir dan sebagainya.

Bertemu Vincent dan keluarganya.

- Apa kamu sudah memilih nama? - Itu rahasia.

Astaga, aku senang sekali saat hamil.

Rasanya seluruh tubuhku bersinar.

Hmm. Hormon, ya.

Itu menyebabkan peningkatan sekresi di kelenjar minyak

dan lonjakan volume darah.

Ilmuwan kecilku yang tampan.

Dia akan mengambil jurusan biologi di Dartmouth.

Kamu akan lihat satu hari nanti

ketika kamu bertemu cinta sejatimu dan jatuh cinta.

Kamu tahu, malam setelah Rocco menciumku untuk pertama kalinya,

aku tidur selama dua hari. Aku mangalami koma cinta.

Pertama kali Vincent dan aku berciuman,

itu di sebuah pantai di Cape Cod.

Dan tepat setelah itu, dia menatapku dan berkata,

"Aku akan menjagamu selama sisa hidupku."

Aku hanya memejamkan mata dan yang ada hanyalah kembang api.

Hipotalamusnya menyalurkannya ke kelenjar pituitarinya.

Romantis, ya?

Itu sains. Seperti... Oh,

menurutmu kenapa wanita mengalami kesulitan mencapai orgasme?

Oke. Mungkin menurut pengalamanmu.

- DJ, hentikanlah. - Apa?

Oh, tidak apa-apa.

Aku ingin mendengarnya. Ceritakan padaku.

Oke, well..

Jadi, ahli biologi evolusi berpendapat

bahwa kesulitan wanita dalam mencapai orgasme

mungkin merupakan contoh evolusi Darwin.

Orgasme yang lebih rumit,

menyebabkan betina memilih pasangan

yang memiliki kualitas yang lebih berkembang, seperti....

kesabaran, perhatian, imajinasi,

dan, kecerdasan,

berlawanan dengan kualitas yang lebih primitif

seperti ukuran, kekuatan, dan agresi,

yang berkaitan dengan pemilihan pasangan

pada primata lain yang kurang berkembang.

Siapa namanya?

- Nama siapa? - Gadis yang menghancurkan hatimu.

Brittany.

Brittany biasanya berbahaya.

- Sangat berbahaya. - SANDY: Oh, dia menghancurkannya.

- Oh, tidak. - Benar-benar menghancurkannya.

Dia menangis berhari-hari. Kami sangat khawatir.

Oh, itu mengerikan.

Hei, Bu, kalau Ayah adalah cinta sejatimu,

maka siapa ayahku?

Apa maksudmu?

Oh, apa karena dia selingkuh saat dia meninggal?

Apa itu sebabnya tidak masuk hitungan?

VINCENT: Selamat pagi semuanya.

Apa?

Bisakah aku bicara dengan kalian berdua?

Segera kembali.

Apa yang terjadi?

Apa kamu senang mempermalukan aku?

Maaf aku menyinggung hal itu, Bu.

- Mustinya tak kulakukan itu. - Menyinggung apa?

Ayah kandungku, bagaimana dia selingkuh.

Oh.

Itu bukan pilihanmu

untuk menceritakan urusan pribadiku kepada anakku.

- Aku sungguh minta maaf. - Maaf...

Kupikir dia sudah cukup dewasa untuk tahu.

Kita bertiga akan membuat disertasi tentang kepercayaan nanti, tapi sekarang

kita punya tamu.

Kita butuh lebih banyak steak.

Kenapa kamu menceritakan percakapan kita pada ibumu?

Vin!

VINCENT: Ruth.

- Kamu mendengar tentang bayinya? - Ya.

Ya, jika kamu bertanya padaku,

kita terlalu muda untuk menjadi kakek dan nenek.

Semuanya karena putramu tidak bisa menahan diri.

Aku mau pergi mengurus keperluan. Ada yang mau ikut?

Ya, kedengarannya bagus. Aku harus beli beberapa barang.

- Ya, tentu. - Aku yang menyetir.

Tidak, kamu tinggal saja.

Dan ngapain?

Memikirkan membuat pilihan yang lebih baik untuk masa depan.

Oke.

LONNIE: Aku mau beli makanan dan mungkin kopi.

Kamu mau sesuatu?

Apa-apaan ini?

Hei, Selamat Natal untukmu!

Aku lebih mengharapkan suasana seperti di 7 Eleven, tahu?

Apa di sini ada Slim Jims atau semacamnya?

LEFTIE: Jangan Slim Jim.

Semua sampah olahan itu menyebabkan kekacauan di perutmu.

Pertimbangkan sedikit.

Apa maksudmu?

Dua jam terakhir kamu kentut seperti bayi sakit parah.

Aku harus menghirup semua itu.

Maaf, Leftie, aku kebanyakan ngopi, oke? Maaf.

Dan kamu menyebutkan namaku?

Astaga, Lonnie.

Hmm? Kamu baru saja menyebutkan namaku.

Apa kamu tahu nama kami?

Ya.

Dia memanggilmu Leftie, dan kamu memanggilnya Lonnie.

Bagus sekali.

Jadi, apa kita harus...

Setelah semua yang aku lalui,

sebesar itukah nilai yang kamu berikan pada nyawa manusia?

Kamu tidak membunuh orang hanya karena sebuah nama.

Lagipula, ada kamera di seluruh dunia saat ini.

Pergilah beli keperluanmu.

Tapi, ingat pencernaanmu.

Kalau apel? Apel bagus?

Ambillah apel.

Ambillah apel.

Kami bukan dari sini.

Ya, aku paham itu.

Bisa kasih tahu seberapa jauh ke Yarmouth, Maine?

Yarmouth masih jauh.

Uh...

Pak, apa kamu punya apel biasa? Dan apakah Santa ini dijual?

Putramu cukup berkarakter.

Siapaku?

Putramu.

- Dia bukan putraku. - Kamu kenal Johnnie?

Kenapa kamu berkata begitu?

Kalau dia putramu?

- LEFTIE: Kenapa? - Apa?

Kamu masuk dan kalian bersama, dan saat kamu...

Oh, benda itu bahkan tidak berfungsi.

Aku mendengar kamu berbicara tentang kamera kepada putramu, dan...

Sial, aku melakukannya lagi.

Memanggil dia putramu padahal jelas-jelas dia bukan anakmu.

Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi dengan tidak membunuh hanya karena nama?

Aku bereaksi berlebihan. Oke.

Dia nyinggung-nyinggung soal Johnnie, dan aku jadi emosi.

Apa tidak boleh?

Tentu saja boleh.

Bagaimana dia bisa kenal Johnnie? Apa katanya?

Ada kesalahpahaman.

Orang tua idiot yang malang. Mungkin tidak bermaksud apa-apa.

Makin tua, makin lebih emosional.

Ya. Baiklah.

Ayo pergi dari sini.

Ya.

Hah?

Oh, bagus.

Hei, Vin.

Apa kabar?

Bajigur.

- Oh. - Mbok hargai barang milik orang lain.

Maaf.

Asu.

Ups.

Baiklah.

Mereka masih belum kembali?

Belum.

Kamu tahu...

Kamu tahu bagaimana toko-toko di saat seperti ini.

Semua orang pada... Semua orang harus merayakannya. Kamu tahu?

Liburan.

Sungguh lelucon menyebalkan.

Sangat menyebalkanku.

Tapi bagus lokh yang kamu lakukan di sini. Benar?

Kamu tahu, aku pacaran dengan seorang pria,

sekitar enam bulanan. Dan dia pria yang baik.

Dia tukang pasang AC. Dan, ya, itu berhasil.

Tapi, kamu tahu, itu tak apa-apa. Karena, kamu tahu...

Tititnya...

Tititnya kecil mampus.

Apa-apaan?

Astaga.

Baiklah.

Sepertinya kamu tak mendengarkanku. Apa kamu mendengarkanku?

- Apa maumu, Ruth? - Entahlah.

Bagaimana kalau ngobrol? Kamu tahu, antara dua orang.

Dimana mereka saling tatap mata. Seperti itu. Bagaimana menurutmu?

Kamu tahu, aku terus...

terus menunggu saat-saat indah kembali datang.

Di mana kamu muncul, mengeluarkan titit indahmu,

dan mengarahkannya tepat ke arahku, dan kamu... kamu tahu,

Itu seperti senjata besar,

menunggu untuk ditembakkan. Maksudku, itulah yang kutunggu.

Hah?

Sudah waktunya untuk move on, Ruth.

Kendalikan dirimu.

Oh, dengarkan dirimu.

Dengarkan dirimu.

Kendalikan diriku. Maksudku, lihatlah,

apa istrimu percaya dengan apa yang kamu lakukan di sini?

Karena kamu punya...

Apa sebenarnya yang kamu dan Rocco lakukan di sini?

Kamu tahu Rocco selalu berpikir

kalau itu salahnya kamu pergi.

Dan aku bisa saja memberitahunya itu tidak benar.

Tapi, kamu tahu, aku agak senang...

beban itu ada padanya.

Itu sungguh mengerikan.

- Dan aku orang yang mengerikan. - Aku tidak mendengarkan.

Anak yatim di lingkungan kita? Yang benar saja?

Bayangkan apa yang mungkin terjadi pada anak itu.

Kamu tahu...

Jika dia punya ayah yang masih ada,

- pendidikan, adopsi! - Apa maumu dariku?

Aku ingin kamu mengakui kamu telah memperlakukan anak itu dengan buruk.

Kamu pikir aku tidak tahu tentang teori alam/pendidikan?

Aku membaca.

Persetan denganmu.

Pergilah minum wiski sialanmu itu.

Leftie datang kemarin.

Leftie?

VINCENT: Apa dia bersama putranya Johnnie?

Oh. Hei.

RUTH: Dia datang dengan seorang musang gelisah yang dia panggil Lonnie.

- Hei. - Hei.

Yang namanya paling homo selalu yang paling berbahaya.

Terima kasih sudah menerima kami.

VINCENT: Apa yang dia inginkan?

Jadi, apa yang membawa kalian ke sini?

RUTH: Dia bertanya di mana Rocco, dan aku menjawab tidak tahu.

Dimana Rocco?

Aku belum melihatnya.

Dia menghilang tanpa jejak.

VINCENT: Apa yang dia katakan?

Dia bilang, ziti yang enak.

Ini ziti yang luar biasa.

VINCENT: Apa yang dia katakan tentang Rocco?

RUTH: "Jika kamu bertemu Vin, katakan padanya aku menyapa."

Kamu sungguh berpikir dia akan datang jauh-jauh ke sini

untuk bersama tupai dan rusa?

Dia pernah ke utara sebelumnya.

- Untuk apa? - Itu bukan urusanmu.

Apa menurutmu dia mengejar Rocco?

Entah. Aku punya firasat buruk.

Benarkah?

Kita harus bagaimana?

- Hei, kamu ngapain? - Oh, ayolah.

- Tidak, aku hanya... - Kamu ngapain?

Aku terangsang kalau aku takut.

- Aku sudah menikah. - Aku tahu, siapa peduli?

Hanya kita di alam liar ini. Hanya kamu dan aku. Takkan ada yang tahu.

Ada apa denganmu?

- Ayolah. - Tidak!

- Menjauhlah dariku! - Apa?

Aku takkan melakukannya. Aku tak akan melakukannya, Ruth.

Sayang sekali.

Kamu menyia-nyiakan barangmu yang masih bisa ngaceng itu.

Astaga dragon.

Aku terbuka untuk...

kamu sodok hari ini, Vin.

Aku tak mau memulai tahun dengan membakar hutan.

Jadi, kembang apinya sudah tepat.

Ayolah, kembang api? Memang umurku sembilan tahun?

Sesuatu yang tak begitu meledak, plis.

Namanya kembang api ya meledak.

Apa kamu punya pacar, DJ?

Aku telah di friendzoned-kan.

Apa maksudnya difriendzoned-kan?

Maksudku, dia menelepon kapan pun dia butuh teman.

Untuk bersenggama?

Ibu mau pergi...

- Melihat-lihat ke belakang. - Oke.

Hmm?

Bukan.

Tentu saja bukan.

Kami tak pernah benar-benar...

Kami melakukan banyak hal, hanya saja tidak sampai ke hal-hal utama.

Kamu akan bertemu cinta sejati, dan hidupmu akan berubah.

Tapi kalau kamu melihatnya dari perspektif evolusi...

Kalau ingin bercinta, kamu harus berhenti bicara seperti ini. Oke?

Entahlah. Kurasa aku hanya gugup karena aku tidak...

cukup tangguh untuk menakuti pria lainnya.

Kamu pikir karena itu aku bersama kakakmu?

Karena dia membuat orang lain takut?

Maksudku, dia tangguh.

Aku jatuh cinta pada Rocco karena seekor kura-kura.

Seekor kura-kura?

Si kecil.

Nemu di selokan.

Habis tertabrak.

- MARINA: Apa itu? - Hei sobat, kemari, kemari.

Apa dia baik-baik saja?

Oh, cangkangnya hancur.

Hei, kemari.

Tidak apa-apa, sobat. Kamu akan baik-baik saja.

Ya, semuanya...

MARINA: Rocco mengantarku ke apartemenku

- dan mengucapkan selamat malam. - Oke, aku harus pergi dulu.

Dia belum menginap.

Aku membuatnya menunggu.

- Rocco! - Yeah?

Sial.

Aku harus pergi.

Sampai ketemu lagi, oke?

Ya.

Tidak peduli apa yang dikatakan pria kepadamu, mereka suka menunggu.

Pertama kali kami bercinta,

Aku tidur di tempatnya,

bangun untuk buang air kecil.

Dia membawa kura-kura itu pulang, membalutnya,

merawatnya.

Saat itulah aku sadar dialah cinta sejatiku.

Kemarilah. Ayo.

Oke.

Rasakanlah.

Aku bisa merasakannya.

- Ya. - Bayimu menendang?

Menendangku sekuat tenaga.

Kami membuat pilihan yang menghubungkan kita, DJ.

Kita putuskan siapa kita.

Dan siapa kita?

Keluarga.

Tidak tidak tidak.

Jangan tutup teleponnya. Jangan...

Angkat teleponmu saat aku meneleponmu. Oke?

Angkat...

- Anjrit! - Rocco!

Kamu perlu rileks.

Aku merasa lelah, Ny. Gauthier.

Tak apa jika kuminta Rocco mengantarku pulang?

- Sementara kamu melanjutkan belanja? - Tentu.

Hei, bolehkah aku ikut dengan mereka?

Plis?

Sampai jumpa, Bu.

Ada apa, Rocco?

Dengan siapa kamu bicara? / Hanya seorang teman, oke? / Lalu?

Apa ini, interogasi sialan?

- Jangan berteriak padaku! - Aku tidak berteriak.

Mungkin sebaiknya kita yang tenang.

Oke, aku diberitahu ayahnya sedang menyelidiki.

Seperti yang dilakukannya. Itu sudah diduga.

- Semuanya baik saja. - Bisakah dia menemukan kita di sini?

- Hei, ayah siapa? - Bukan siapa-siapa.

Dan tidak, dia tak bisa nemuin kita di sini.

Aku bahkan tak tahu di mana kita dan kita di sini, oke?

Mari semuanya yang tenang. Itu ndak bagus buat bayinya.

Ambil napas dalam dalam. Kita kembali.

Kamu mandi. Tekanan airnya bagus.

Rumahnya indah. Semuanya akan baik saja.

Berikan bagian itu.

Tidak... tidak di depan...

- Bagian apa? - Bukan apa-apa.

- Dia aman. - Ya, aku aman.

- Kamu aman? - Ya, aku aman.

- Dia anak baik. - Ayahku punya aturan, Marina.

Aku tak mau membuatnya marah.

- Aturan apa? Apa maksudmu? - Urus urusanmu sendiri, Nak! Oke?

Aku ingin pendapatmu, aku akan meminta padamu, anak kuliahan!

- Oke? - Rocco!

Hentikan omong kosong ini!

- Kamu baik-baik saja, DJ? - Aku baik saja.

Kamu terus bertingkah seperti ayahmu,

akan kubesarkan anak ini tanpamu.

- Kamu mengerti? - Ya, ya, aku ngerti.

- Ya? - Ya.

Ini. Ambillah ini.

Ada yang datang, dan aku tak ada...

- kamu tahu harus ngapain. - Ini kecil sekali.

Semuanya soal caramu memakainya, beb.

Tempelkan ke telinganya. Dor!

Peluru kecil berputar dan menyebabkan kekacauan di sana.

Cium aku. Sekarang juga.

Aku membutuhkannya.

Ayo pergi ke suatu tempat.

Oke, kamu maunya ke mana?

Aku bercanda.

- Aku terlalu gendut untuk bercinta. - Tidak.

Kita bisa melakukan hal yang lainnya, tahu?

Aku bahkan tak bisa memasukkan sendok ke mulutku tanpa muntah.

Bagaimana kalau hanya tangan?

Mungkin hanya tangan. Ayolah.

Berbahaya jika tinggal di sini lebih lama lagi.

Ya aku tahu. Aku masih harus bicara dengan ayahku.

Aku tak tahu harus berbuat apa.

- Jadi, bicaralah padanya. - Tidak semudah itu.

Aku tahu itu tidak mudah.

Kamu akan menjadi ayah yang hebat.

Entah apa yang barusan kamu katakan, tapi itu sungguh indah.

Hei.

Sebaiknya aku mengurus urusanku sendiri.

Tidak, kamu hanya mencoba membantu.

Maaf sudah ngamuk-ngamuk padamu tadi.

Ini hanya aku dan Vincent.

Kami... Itu hubungan yang rumit.

Dia sangat berbeda denganku dibandingkan denganmu.

Bukan begitu?

Ya, dia lebih muda saat denganku. Dia belum tahu apa-apa, kurasa?

Sampai ibumu membentuknya.

Sekarang dia seperti orang yang berbeda.

Btw, aku hanya ingin...

Entahlah.

Bilang kamu minta maaf?

Ya.

Ya, aku minta maaf.

Aku takkan pernah begitu lagi padamu.

Pemandangannya luar biasa di sini.

Ya.

Hei, um, Marina bercerita padaku tentang kura-kura itu.

Ya?

Katanya begitulah cara dia tahu kamulah cinta sejatinya,

tapi dia tidak bilang bagaimana kalian berdua bertemu.

Oh, itu... itu panjang ceritanya.

Belum lagi tidak pantas.

Kita punya waktu.

- Kamu harus ke tempat lain? - Tidak.

Baiklah.

Kamu laki-laki yang suka pantat atau dada?

Eh, kenapa?

Itu relevan dengan ceritanya.

Aku tidak tahu aku ini apa.

Oke.

Jika kamu tidak tahu, mungkin 'pria pantat'.

Jadi, suatu malam, aku berada di bar dekat rumahku di Grand.

Bener-bener bar murahan.

Tempat kumuh.

Dan aku melihat gadis ini.

Dia punya...

entah bagaimana mengatakannya.

Kamu ingin berdansa?

Tidak, aku tidak berdansa.

Apa?

Astaga, ya.

Ya.

- ROCCO: Tak perlu dikatakan lagi... - Aku benar-benar pemabuk parah.

ROCCO: Kami langsung cocok.

Oh, anjrit.

Cumbu susuku dengan wajahmu.

Aku tahu dia gila, tapi oh, susunya itu!

Mau kawin?

- Kamu punya kapak? - Lalu, dia meraih kapakku.

Dan kucoba untuk bilang, "Tahan dirimu!"

Astaga.

Keren sekali kamu punya tempat tidur di sana.

Lalu kami berakhir di tanggaku.

Asu!

Kamu baik-baik saja?

- Kamu baik-baik saja? - Ya.

Astaga.

Ya Tuhan.

Ya Tuhan.

Hidungmu sepertinya...

Apa?

Dia menyalahkanku.

Kamu melakukan ini padaku!

- Kamu melakukan ini padaku! - Tidak! Hei, hei!

Kamu tidak ingin ke mari. Bodoh sekali.

Apa?

Tidak, aku baik saja.

Ngapain kita di sini? Ini bodoh.

Bodoh sekali.

ROCCO: Aku menerobos masuk ke ruang tunggu,

memegangi hidung aneh yang berdarah-darah ini

dan apa yang kulihat?

Tiga polisi sialan!

Wow.

Tolong!

Oh, sial!

Bajingan!

Sial, sial. Astaga.

Anjrit!

Aku sungguh berada di titik terendah dalam hidupku

dan aku tersadar, aku pecundang.

Bahkan tidak layak untuk bernapas. Tak heran ayahku pergi.

Jika punya pistol, aku sudah menembak kepalaku sendiri

dan membantu semua orang.

Sebaliknya, aku mulai menangis seperti bayi.

Lalu aku mendongak.

Dan di sanalah dia.

Hai.

Hai.

Apa aku mengenalmu?

Oh, ya. Kita bertemu di pesta ulang tahun Leftie.

- Ya. Tahun lalu? - Ya.

Siapa namamu?

Marina.

Marina, oke. Rocco.

Rocco, ya. Rocco.

Kamu... kamu pacarnya Johnnie, kan?

Tadinya. Kamu kenal Johnnie,

dia tidak bertahan lama dengan satu gadis.

Itu sayang sekali.

Kamu butuh sedikit bantuan?

Ya. Maksudku, ya. Ini memalukan. Ya.

Tidak, aku tak tahu apa yang bisa kamu lakukan.

Coba kita lihat.

Ini dia.

Siapa yang tahu cinta dalam hidupku bisa membuka kunci dalam waktu 5 detik?

- Oh, sial. - Ayo makan panekuk.

Itulah dia.

Marina.

Ya, dia membuatku merasa seperti aku bisa

menjadi apa pun yang aku inginkan.

Itu cerita yang hebat.

Seks, kekerasan, akhir yang bahagia.

Aku mungkin akan lebih memikirkan estetika pantat versus payudara ini.

Aku akan melakukan risetku sendiri nanti.

Ya.

Baiklah. Sebaiknya kita kembali.

Aku harus bicara dengan Ayah.

Hei.

Senang punya adik laki-laki buat diajak main.

Oh, sial, ada yang nempel di wajahmu.

Wah, Ayah! Kamu berantakan.

- Dari mana saja? - Jalan-jalan.

Aku perlu menjernihkan pikiranku. Kamu punya rokok?

Ya. Ini.

Terima kasih.

Hei, boleh minta satu?

Tidak.

DJ, tolong nyalakan panggangannya?

Ya.

- Hei, sayang. - Hei, Ibu.

- Kamu butuh bantuan? - Tidak.

Apa kamu melihat ibuku?

Dia pingsan di bawah meja di belakang.

- Oh, maaf soal itu. - Bukan salahmu, Rocco.

Jika membutuhkanku, aku sedang nyobain Tempranillo.

Baiklah.

Kita harus bicara tentang Leftie.

Ya.

Jadi, apa yang Ayah ketahui?

Tidak cukup.

Pertama-tama Ayah harus mengubah nada bicara.

Kupingmu yang bermasalah, dan aku yang harus mengubah nada bicaraku?

Kamu selalu membuatku merasa aku yang brengsek,

tapi aku lebih baik darimu.

Aku tak akan pernah meninggalkan Marina dan anakku.

Kamu sungguh ingin bahas itu sekarang?

- Ya. - Hei!

Di situ kalian rupanya!

Tunggu aku sebelum kalian berdua mulai saling pukul.

- Enyahlah. - Tenanglah.

Tidak, kamu yang tenang.

Perilaku seperti ini tidak diterima di rumahku.

Astaga, aku tidak diterima.

Senang dengan omong kosong otak ini.

Ibu selalu berkata kami dipotong dari kain yang berbeda.

AYAH SANDY: Jadi, Vincent, kamu bilang kamu dari mana?

- Boston. - Oh, itu kota yang kotor.

Tidak tanpa pesonanya, aku yakin.

Gauthier, apa itu nama Prancis?

Aku setengah Prancis-Kanada dan setengah Italia.

Kamu punya keluarga di Italia?

Orangtuaku meninggal sebelum aku sempat bertanya ke mereka.

Tapi aku bisa berbicara bahasa itu.

Fasih.

Kamu tidak paham apa yang kukatakan, bukan?

Ya.

Inilah alasan mengapa kamu tidak boleh berkencan dengan kontraktor.

Dia kelihatan lebih tua dariku.

Akibat dari pembiakan yang buruk.

Oke.

Kamu mau ke mana?

Kain yang berbeda. Tidak lebih baik.

Hanya berbeda.

Leftie tahu di mana aku tinggal.

Bisanya?

Dulu dia datang ke sini dan dia membantuku.

Ke sini? Di sini?

Bukan, tapi dia tahu tempatku yang lain.

Dan jaraknya dua jam lagi, tetapi tetap saja.

Oh, sial.

Membantu apa?

Pertanyaan yang lebih mendesak adalah apa yang telah kamu lakukan, Rocco?

Ini Tahun Baru. Kalian mau cupcake?

Tidak. Kami akan segera masuk.

Kami hanya mau menyelesaikan obrolan singkat ini.

Oke.

Aku tidak tahan dengannya.

Maaf, apa, Ruth?

Ya, sudah kuduga.

Aku membencinya.

Ayo, Rocco.

Jadi, Johnnie pacaran dengan Marina sebelum aku.

- Dan kamu tidak meminta izin? - Tentu saja, aku meminta izin.

Aku punya kehormatan dalam diriku.

Ketika aku dan Marina mulai mencinta

sebelum kupegang tangannya aku pergi ke Johnnie.

Johnnie, kita sudah berteman sejak lama,

kamu dan aku. Kamu tahu?

Aku menghormatimu dan ayahmu

seperti kalian adalah keluargaku sendiri.

Jadi, aku bahkan takkan pernah melihat ke arahnya tanpa restumu,

tetapi ketahuilah ini.

Aku benar-benar merasa sepertinya aku bisa...

menjadikan dia istri, kamu tahu?

Kamu menunjukkan rasa hormat, Rocco.

Karena hati adalah misteri dan kamu tak pernah tahu.

Faktanya, aku punya 5 cewek yang akan kutiduri minggu ini saja.

- Kamu tahu? - Ya.

Si Marina, jujur โ€‹โ€‹saja, aku sangat menikmati menidurinya.

Aku takkan berbohong padamu.

Tempiknya berkualitas.

Tapi, uh, itu bukan cinta.

Jadi jika kamu merasa kalian berdua

memiliki potensi untuk menikah atau apa pun,

dan tidak keberatan aku mencaci maki dia,..

lakukanlah dengan restuku.

Terutama karena kamu mengajakku keluar untuk...

makan malam ayam kung pao ini, dasar bajingan kere.

Dan kepiting rangoon.

Ayo, jangan lupakan kepiting rangoon-nya.

Hmm?

Dia memberiku izin. Dia bilang tidak apa-apa.

Dan kemarin, aku dan Marina makan siang di Da Noi.

Hanya makan siang.

Hanya itu.

Hanya makan siang.

Oke, aku mau ke... aku mau ke el bagno.

El bano.

- Il bagno. (Kamar mandi) - Il bagno.

- Ya. - Il bagno.

- Il bagno. - Bisakah aku minta wiski?

Oh!

Itu bukan pasangan favoritku.

Tidak, kasih aku... Bukan, ya, persetan, itu tak apa.

Bonjourno, Johnnie.

Bonjourno (Halo).

Apa kabar, kawan?

Habis begadang?

Ya.

Ya, mau pulang.

Wow, oke, ya.

- Kamu benar-benar mabuk, ya? - Ya, ya,

- Aku habis minum. - Kamu baik-baik saja, Johnnie?

- Ya, aku baik saja, terima kasih. - Kamu mau kopi?

Claudio, bisa ambilkan dia kopi? Terima kasih.

Kamu yakin baik-baik saja? Ada ibuprofen di dasbor.

Ada lagi yang tanya begitu

aku cungkil bola matanya dan kuremas diantara jariku.

Ada yang butuh tidur di sini, men. Astaga.

Ya. Ya. Ya.

Ya. Ya.

Jadi, kapan bayinya lahir?

Sekitar sebulanan lagi.

- Kamu punya nama? - Ya, kami punya nama.

- Itu rahasia. - Benar, ya. Rahasia.

Rahasia? Oh, itu bagus.

Rahasia, aku suka rahasia.

Jangan biarkan aku menghentikanmu.

- Dari apa? - Kamu mau pergi ketika aku datang.

Oh ya, aku mau buang air kecil, tidak masalah.

Jadi, pergilah.

Aku tak ingin meninggalkan kalian sendirian di sini.

Aku khawatir padamu.

Aku tidak sendirian.

Aku ada si 'berkualitas'.

Kita saling kenal, ingat?

- Ya, tentu saja, ya. - Kamu ingat?

- Aku ingat. - Oh, dia ingat.

Pergilah ke kamar mandi sialan itu.

Ini situasi yang sangat lucu.

Pergilah ke kamar mandi.

Pergi ke kamar mandi...

Apa kamu takut pergi ke kamar mandi?

Oh, baiklah, sialan...

Entahlah. Aku...

Aku segera kembali.

Tegang sekali dia.

Bolehkah aku merasakannya?

Wow.

Lihatlah dirimu.

Anjrit.

- JOHNNIE: Apa sebenarnya masalahmu? - Lepaskan aku! Lepas!

- Pergi! - Tidak.

Hei! Hei!

Apa kamu gila?

- Enyah dari hadapanku! - Rocco! Tidak!

Jatuhkan.

Berikan senjatamu. / Apa-apaan ini... / Jatuhkan!

Hei, tenanglah, Johnnie. Oke?

Johnnie, aku tak tahu apa yang telah kulakukan.

Kamu tak tahu apa yang kamu lakukan?

Johnnie, arahkan pistolmu padaku!

Kamu mau ngapain? Kamu mau...

Kamu mau menontonku? Pria macam apa kamu?

Pria macam apa kamu ini?

Kamu punya dua pilihan.

Di sini?

- Atau di sini? - Jangan, jangan, jangan.

Aku hitung sampai tiga. Lalu aku akan meletuskannya.

- Satu! - Tidak.

Tidak.

Tidak.

Dua!

Tidak!

Tidak!

Pikirmu aku menginginkan...

Hei, Ayah? Maaf mengganggu.

Aku ada sedikit masalah dengan pemanggangnya.

- Tak mau nyala. - Sudah buka katupnya?

Oh iya.

Tidak!

Tidak, Rocco!

Tidak!

Rocco!

Kita harus pergi. Sekarang.

Kita harus pergi, Rocco.

Di mana senjataku? / Kita harus pergi! / Tunggu.

Kita harus pergi!

Aku melakukan apa yang kulakukan untuk melindungi keluargaku.

Astaga.

Mereka akan datang dan...

Mereka akan datang dan membunuh kita.

- Kejadiannya kemarin sore? - Ya.

Aku menunggu sampai Leftie meninggalkan apartemen ibu,

lalu aku membiusnya, lalu berangkat.

Aku bahkan tak sempat mengemas lukisan-lukisanku.

- Sudah kuduga! - Kamu masih punya waktu.

Entahlah, Vin.

Leftie tampak siap untuk perjalanan darat.

Dia tidak tahu tentang rumah ini. Dia tahu tentang yang satunya.

Tempat ini punya nama yang berbeda.

Tidakkah Ayah ada kenalan?

Atau Ayah berbicara pada seseorang atau...

Kamu membunuh putranya, Rocco.

Kau tak bisa menghindarinya hanya dengan bicara.

Hei, maaf, aku tahu aku mengganggu.

Ibu ingin steaknya dimasak sekarang dan aku tak bisa menyalakannya.

Apa kamu memencet tombol merahnya tiga kali, sialan?

Tiga kali sialan.

Oke.

Satu hal lagi, Ayah.

Kamu tidak harus nganjrit begitu. Benar, Rocco?

Berapa banyak uang tunai yang kamu punya?

Aku menarik simpananku, mungkin delapan ribu.

Kamu butuh sejumlah uang untuk menghilang.

- Di mana aku mendapatkan itu? - Bank di kota buka besok.

Aku ada lebih dari 100 ribu di Safe Deposit Box.

Kamu akan melakukan itu untukku?

Kamu anakku.

Dan aku tak ingin keluargaku di sini menderita karena masalahmu.

- Maaf, satu hal lagi. - Pergilah dari sini!

Kumohon, nak, ya, pergilah saja.

Baik.

Jadi, kamu akan menginap malam ini?

Aku mau memeriksa dagingnya.

Makan malam sudah siap.

Selamat tahun baru!

Rumah dia besar sekali. Kerja apa dia?

Dia kontraktor kalau tak salah. Aku lupa.

Aku makin tua. Penyusutan otak.

Katanya hal itu tidak terjadi pada simpanse.

- Monyet tidak menua? - Mereka menua.

Mereka tidak abadi.

Tapi otak depan mereka tidak menyusut.

Aku tak yakin bagaimana mereka bisa begitu.

Simpanse tidak menulis opera atau semacamnya.

- Mari kita lihat. - Ya.

Siapa yang membiarkan pintu terbuka saat mereka tidak ada di rumah?

Orang-orang telah pindah ke lingkungan ini.

Tidak ada orang di sini.

Baiklah, periksa laci di kamar tidur.

- Oke. - Cari tahu kemana mereka pergi.

Apa yang kamu lihat?

Orang kulit putih.

Kamu tak bisa bersembunyi dari kami!

Kami melihat kalian di dalam, dasar bodoh!

Jawablah.

- Serius? - Lihat benda itu di tanganmu?

Itu berarti kamu tidak perlu khawatir.

Halo! Apa kabar?

Hei, hai?

Apa kabar?

JANET: Maaf mengganggu,

Tapi kami melihat kalian berdua masuk di jalan masuk.

Ya.

Celingukan di rumah ini, kami pikir kalian mungkin dalam masalah.

GARRISON: Kami datang.

Karena Vincent kadang menyalakan lampu-lampunya dengan pengatur waktu.

Dan itu bisa sangat membingungkan untuk keluarga dan teman...

ketika mereka datang ke sini. Aku selalu bilang ke Garrison...

Tidak, dia selalu bilang,

dia bilang, "Bagaimana caranya teman-teman Vincent

atau keluarganya bisa tahu cara menyalakan TV,

- dengan semua pengatur waktu sialan ini? - Dia membuatnya mustahil.

- Itu mustahil. Itulah yang kukatakan. - Juga, kubilang...

Aku bilang, "Vincent."

"kamu tak perlu khawatir akan pencuri."

- Kami akan awasi rumahmu. - Kami selalu di rumah.

Kami pergi ke klub, tentu saja.

Tapi seringnya kami di rumah saja. Bukan begitu, sayang?

Tapi kamu tahu? Tawaran kami tak pernah diterima. Tak pernah.

- Tidak sekali pun. - Hmm, itu bagus.

Sungguh? Itulah sebabnya... Itu sebabnya kami datang ke sini.

- Untuk bilang halo. - Halo.

Dan aku tahu kamu capek.

- Aku bawakan kue. - Kasih dia sedikit.

Kalian berdua harus mencobanya. Ayo.

Kasih pria besar itu. Aku merasa dia...

- Aku tahu kamu suka kue. - ...capek habis muter-muter.

Ya, jadi...

kamu tahu dia dimana?

Oh, mereka selalu ke rumah pedesaan untuk Tahun Baru.

Itu sangat mengecewakan, karena, eh, kami punya...

- Kami amat berharap bisa kasih kejutan. - Oh, tidak! Oooohh...

Ooooooooooohhh!!!

Hei, apa mungkin kalian punya alamat atau...

Alamat. Kami akan segera bantu soal ini.

Ada yang lebih baik daripada alamat.

Kurasa aku baru saja menyelamatkan Tahun Baru semua orang,

dan kejutanmu. Tunggu sebentar.

- Tidak. - Ya.

Tidak.

- Sementara dia melakukan itu... - Oh ya.

- Tidak. - Ya.

Itu ya. Ayo makan!

Karena aku punya kejutan untukmu.

Sedikit rahasia tentang kue itu.

Itu dibuat dengan jus jeruk, bukan gula.

Astaga.

- Pintar sekali. - Bisa kamu percaya?

- Tidak. - Ya.

- Rasanya sama persis. - Tidak, tidak.

Tapi tolong jangan beritahu siapa pun, atau aku akan membunuhmu.

Sayang, itu sedikit agresif.

- Aku akan membunuhmu. Apa kamu gila? - Mereka tahu aku bercanda.

Aku memanggilmu mereka. Itu tidak sopan.

Siapa namamu? Aku tidak...

Aku tidak ngasih kesempatan kalian memberitahu.

Roger.

Roger, oke.

Dan... kamu?

- Hmm? - Namamu.

Siapa namamu?

Oh.

Roger.

Roger?

Ya.

Garrison, keduanya memiliki nama yang sama!

- Bukankah itu menggemaskan? - Hentikan!

Aku yakin itulah sebabnya mereka menjadi sahabat istimewa.

Sekarang, di mana petanya?

- Sudah periksa lacinya? - Laci.

Laci tepat di bawah oven pemanggang roti.

Inilah kenapa kami menikah. Inilah kenapa aku mencintai wanita ini.

Yang ada di sini adalah peta topografi yang sangat terperinci.

Kami tak akan pernah menemukan tempat itu jika DJ...

tidak mengirimkan peta itu.

- Dia anak yang pintar. - Sangat pintar.

Dan dia sangat pandai menggunakan internet.

Tak bisa melempar bola, jika tahu maksudku.

- Garrison. - Sayang, aku hanya...

Hentikan. Aku cuma bilang dia pintar. Itu saja.

Oke.

Ini akan menghemat banyak waktu kami.

Ya. Ya. Kami sebaiknya pergi...

Kamu yakin? Aku punya beberapa ribeye di freezer.

Aku bisa panaskan di microwave, di atas panggangan.

- Sungguh? - Ya.

Aku punya ikan haddock. Apa itu lebih baik?

- Aku tak tahu apa itu. - Itu ikan.

- Aku ada cilok. - Kalian mau pergi dengan perut kosong?

Pergi dan urus dua orang idiot itu.

Apa? Kupikir jangan membunuh orang yang tidak kamu kenal.

Aku mengkategorikan mereka sebagai yang wajib dibunuh.

Oh, sial.

Aku menjatuhkan pistolku.

Apa?

Entahlah. Aku...

Kupikir ada padaku, aku pasti menjatuhkannya.

Astaga.

- Anjrit! - Oh, bagus.

Kupikir kami harus mengejar kalian.

- Ini ada di bantal sofa. - Terima kasih.

Kamu tak ingin pergi tanpa itu, benar?

Kalian tak perlu melindungi diri sendiri dari perampok di sini.

- Ini bukan kota. - Kalian berdua sangat baik.

Apa tidak apa-apa kalau Rog

kembali ke dalam bersamamu untuk memakai kamar mandi

- sebelum kami berangkat? - Di Roger, Dua Roger.

Sudah cukup tekanan di dunia.

Tidak diperlukan beban tambahan pada kandung kemihmu. Benar?

Ya.

Dan mereka baru saja merenovasi kamar mandinya.

Kamu harus kasih tahu pendapatmu tentang tempat cebok mereka.

Oh, bagus. Bagus.

- Ya sudah ayok. - Kamu harus boker sebelum berangkat.

Oh, tetapi kamu tidak ingin melakukan perjalanan jauh.

Naikkan jendelanya.

- Di luar dingin, betul? - Ya. Jangan lama-lama.

Kamu tak tahu di mana kamu berhenti.

Kadang kamu berhenti di restoran Italia,

- menikmati daging sapi muda piccata. - Apa itu?

Itu anak sapi. Aku takkan bohong. Itu seperti...

Itu tidak pantas.

Hei, sayang.

Oh ya.

Kamu tidak apa-apa?

Aku tahu ini aneh karena semua orang ada di sini,

dan aku minta maaf jika aku... bertingkah aneh atau apa pun,...

tapi aku mencintaimu,...

dan aku membutuhkanmu. Aku menghormatimu.

Dan aku menginginkanmu.

Ruth bilang aku tidak mengenalmu.

Tapi aku mengenalmu.

Aku tahu persis dengan siapa aku bercinta.

Oouuuhh!

LONNIE: Hei!

- RUTH: Oh, tidak. - VINCENT: Letakkan senjatamu itu!

RUTH: Apa? Apa?

LONNIE: Duduk!

Tidak apa-apa.

Tunggu, di mana Rocco?

LEFTIE: Itu lucu. Itu...

Itulah yang mau aku katakan.

Baiklah, jangan lakukan hal bodoh.

Sudah terlambat untuk itu.

Wow, Vin. Sudah lama.

Aku melihatmu, aku melihat betapa tuanya aku.

Berapa banyak wiski yang kamu berikan pada Ruthie hingga pingsan seperti itu?

Siapa yang melakukannya?

Gelas ukur, galon?

Setengah, seperempat, apa?

Siapa orang-orang ini?

Aku Leftie.

Kamu pasti pernah mendengar ayahmu berbicara tentangku.

DJ: Tidak.

Kamu bertanya-tanya apa lagi yang mungkin dia tinggalkan.

Jatuhkan senjatamu!

- Rocco. - Jatuhkan!

Rocco, jangan!

- Hei, eh, Lonnie. - Ya?

Bajingan pembunuh anakku ini menembakku,

dan jujur aku tidak peduli jika dia melakukannya,

tembak kepalanya,

lalu bunuh semua orang di rumah ini satu per satu, oke?

Siap.

Mungkin sebaiknya kita mulai dengan menghancurkan wajah anak itu...

- hanya untuk membuat pernyataan. - Baik!

Turunkan senjatamu.

Duduk!

- Di samping gadis itu. - Dia mau membunuh gadisku.

- Dia mau membunuh bayiku. - Diam!

Ini bukan saatnya bicara, Rocco.

Itu bukan salah kami, Tn. Leftie Hannigan.

Aku mendengarmu.

Apa yang kamu inginkan dari kami?

Apa ini pertama kalinya kamu ditodong senjata?

Jangan ganggu mereka.

Dan ada dimanakah kita?

Jika bukan karena peta topografi yang sangat rinci ini,

kami baru akan sampai di sini seminggu lagi.

Lihat ini.

Ya, dikatakan untuk belok kiri di shagbark hickory.

Anehnya spesifik.

Astaga, matikan lampu sialan itu.

Astaga!

Hei, Ruthie.

Ziti kemarin benar-benar enak.

Astaga.

Apa kita semua akan mati?

- Kamu harus tenang, Bu. - Astaga, kumohon.

Ayolah, ini anakku. Plis, hanya dia yang kumiliki.

Kamu perlu menarik napas dalam-dalam, Ruth.

Katakan padanya untuk tidak menyakiti Rocco. Plis.

Kamu tahu, aku hampir tak akan datang ke sini.

Kamu semakin tua, mau tidak mau harus lebih selektif tentang waktu yang tersisa.

Terus kenapa kamu ada di sini?

Karena aku memutuskan secara selektif

kalau beberapa orang akan mati karena hal ini.

Astaga.

Demi Tuhan, aku menyesal.

- Lefty, aku... kamu tahu? - Ya, tentu saja.

Tetapi kamu tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang putra.

Terasa seperti kamu terhapus.

Perkembangbiakan spesies.

Wah, anak ini mengerti.

Aku bicara tentang penis, buah zakar dan sperma, Nak.

Seorang pria ingin hidup selamanya.

Hanya ada satu cara agar dia dapat melakukannya.

Dia harus punya seorang putra.

Leftie, kamu tahu Johnnie takkan begitu saja menyerangnya.

Kamu tahu, ada alasannya.

Jadi maksudmu itu adalah salahku?

Oke.

Ingatanku agak lemah.

Jadi, ya, mungkin... ada kemungkinan

aku memainkan peran kecil dalam hal ini.

Hai.

Hai, Ayah.

LEFTIE: Kamu tidak menyentuh es krimmu.

Aku ada rasa karamel.

Aku ada rasa cincau.

- Tidak. Trims, Ayah. - Ada rasa kenari.

Aku tahu kamu suka kenari. Semua orang suka.

Tidak, Ayah. Terima kasih.

Apa kamu dalam masalah?

Tidak, bukan begitu, Ayah.

Tidak apa-apa, Johnnie.

Kamu mendapat perhatian penuh dariku.

Ingat, Marina, gadis yang bersamaku?

Sulit untuk mengingat gadis-gadismu.

Ingatkan Ayah.

Gadis Italia. Perawat.

- Aksennya amat lucu. - Bagus.

Tentu. Jadi, apa masalahnya?

Jadi, aku mencampakkannya setahun yang lalu.

Dia ingin punya anak.

- Wanita Italia memang seperti itu. - Ya.

Aku juga menginginkan bayi.

Wah, itu berita bagus. Kalian berdua menginginkan bayi.

Bagus, kan?

Ya, kecuali...

A.... aku tak bisa membuatnya hamil.

Yah, kamu harus terus berusaha.

Itu mustahil jadi pekerjaan yang amat sulit.

- Ayolah. Ceritakan? - Ya.

Aku...

Aku tak bisa punya anak.

Jadi, eh...

Ya, maaf. Aku... kamu tahulah...

Karena makanan olahan? Entahlah. Maksudku,...

Katakan sesuatu, Ayah.

Apa itu? Kamu homo atau apa?

Bukan.

Anjrit, Ayah.

Aku bukan homo.

Oke? Aku suka wanita.

Entahlah. Kamu bilang kamu punya gadis Italia

dan kamu tak bisa ngaceng?

Tidak, aku bisa ereksi seperti tongkat biliar. Bukan itu maksudnya, Ayah.

Spermaku yang tidak berfungsi.

Kosong, Yah. Aku menembakkan sperma kosong.

Jadi apa? Apa ini saatnya bagimu untuk mulai menyedot penis?

Apa gunanya bertitit kalau kamu tidak menjadi seorang pria?

Bisanya kamu mengatakan itu padaku? Aku datang kepadamu.

Aku anakmu.

Johnnie, kamu yang tak bisa ereksi.

Kamu menjadikanku bajingan? Aku yang bajingan sekarang?

Kamu mencabik-cabik hatiku.

Kamu bilang padaku kalau kamu akan menjadi

akhir dari nama keluargaku?

Keluar dari rumahku sekarang.

Jadi, aku mendapat kabar kalau Rocco telah

membunuh putraku satu-satunya.

Dan percakapan terakhir yang kami lakukan bersama,

yang merupakan titik terendah dari seluruh hubungan kami...

Dan sekarang kamu membuatku emosional lagi.

Lonnie, bawa sampah ini keluar

lihat apakah mungkin tiga kesalahan bisa menghasilkan kebenaran.

Oke.

- Tidak, Rocco, tidak. - Tidak apa-apa.

Tidak, tunggu.

Kita akan minta Vin untuk memutuskan siapa yang akan mati lebih dulu.

Mari kita mulai denganku.

Tapi aku ingin kamu yang melakukannya.

Belum.

Aku akan membuatnya lebih mudah bagimu.

Sejauh yang kulihat, kamu punya kelebihan satu istri.

Tunggu!

Jangan biarkan aku memilih. Aku akan memilih keduanya.

Berhenti. Baiklah.

Maafkan aku, Ruth.

Apa?

Oh, serius?

Apa? Tunggu sebentar.

Lonnie, Ruthie yang pertama. Ayo.

Tidak bisakah kamu sedikit memikirkannya lagi?

Ayo, nona. Ayo.

- Astaga. - Tidak... Bu, kamu tidak pergi.

Ayahmu telah membuat pilihannya. / Tolong. / Rocco!

Tunjukkan rasa hormat yang pantas diterimanya.

Tolong.

Bagaimana kalau...

Boleh aku mendapatkan... Aku sudah mati,

bisakah aku mendapatkan setidaknya, mengatakan sesuatu?

Hanya sedikit sesuatu...

apakah semuanya terdengar sama.

Silakan saja.

Baiklah. Aku hanya... aku hanya ingin kamu...

Lefty, maksudku, kuharap kamu ingat ini,

tapi saat kamu dan aku berpacaran...

- Astaga. - Kamu sangat-sangat baik padaku.

Dan sangat sopan. Ya.

Tapi kamu tau? Aku punya seorang ayah,

dia memperlakukan anak-anak gadisnya seperti sampah.

Dan, itu membuatku semakin mencintainya.

Aku tahu ini terdengar rumit, Dia membuatku makin mencintainya.

Lalu itu membuatku tertarik pada pria yang memperlakukanku seperti sampah.

Dan saat itulah Vin muncul. Karena dia seperti itu.

Dia menatap mataku.

Lalu tiba-tiba, aku menjadi gadis kecil itu,

gadis kecil di ruang tamuku,

mencoba menyenangkan ayahnya,

mencoba untuk melakukan apa saja

hanya melakukan saja apa saja, seperti...

Kita tidak punya waktu semalaman, Ruthie!

Aku hanya ingin kamu tahu kalau

semua hal buruk ini, harus dihentikan saat bayi itu lahir, oke?

Oke, Ruth.

Dan...

Dia bukan seperti yang kamu pikirkan.

RUTH: Dia akan menghancurkanmu.

Oke. Ayo pergi.

Baiklah.

Persetan dengan cerita tiga jam ini.

- Dah, Ruthie. Cerita bagus. - Astaga.

Turut berduka cita juga atas masa kecilmu.

Ayo. Maaf.

Aku...

Aku hanya ingin memberitahumu satu hal.

Astaga.

Ke sini.

- Tepat di situ... - Di mana?

Baik.

- Oke. - Ya.

Oh, ya.

Hei, kamu punya rokok?

Ya.

Hei...

Aku hanya akan mengatakan ini kepadamu karena...

Menurutku kamu adalah wanita yang baik,

dan kamu memasakanku

ziti terbaik yang pernah aku makan seumur hidupku.

Tapi kalau kamu gagal menikamku dengan pisau itu,

aku mungkin akan sangat marah

dan harus membuatmu menderita karenanya.

Atau...

kamu bisa beruntung.

Satu hal yang tak pernah aku alami adalah beruntung.

Maaf.

Astaga.

Baiklah...

Kamu tahu? Aku akan...

aku hanya akan memikirkan beberapa hal yang membahagiakan saat ini.

Kamu tahu?

Untuk jaga-jaga.

Oh!

Kamu akan mati di sini malam ini, Leftie, kamu tahu itu?

Tidak tanpa mengajak putramu bersamaku, pastinya.

Hei.

Bagaimana dia?

Bagus, kurasa.

Apa dia bisa diam?

Tidak.

LEFTIE: Kurasa tidak.

Rocco, aku selalu menyukaimu.

Kamu selalu menghormatiku.

Tapi kamu membunuh Johnnie-ku, jadi kamu harus menjawabnya.

Dengarkan aku, Leftie.

Tidak apa-apa, ayah.

Tidak apa-apa.

Oh, Leftie, kalau boleh?

- Ya. - Kamu tahu,

aku tidak bermaksud untuk melangkahi atau apa pun, tetapi,

aku bertanya-tanya apakah aku bisa,

meluangkan waktuku dengan Rocco.

Karena, aku dan Rocco menjadi sangat dekat.

Aku akan menceritakan rahasiaku padanya.

Tentang depresiku.

Dan, aku katakan padanya, dia baik.

Dia bersikap baik padaku tentang itu.

Karena aku tidak benar-benar punya keluargaku sendiri.

Tapi kemudian... sekitar setahun yang lalu,

ada kejadian makanan Cina di restoran

di mana mereka menaruh bulu kemaluan di sup wonton-ku.

Dan aku memberitahu Rocco, dan dia pun memberitahu semua orang.

Lalu aku kembali, tidur dan menjadi depresi.

Jadi jika tidak keberatan, jika tidak apa-apa,

aku hanya ingin menyiksanya sedikit saja, jika tidak apa-apa.

Seharusnya kamu tidak melakukan itu, Rocco.

Ya, seenakmu saja.

Terima kasih.

Baiklah, Rocco.

Jaga bayi kita, oke? Ya?

Oh, sayang.

Kamu akan menjadi ibu yang baik.

- Aku mencintaimu. - Oh, ayolah, bandot.

Ayo. Ayo. Ayo. Ayo.

Jaga antreannya tetap bergerak.

Ayo pergi.

Terima kasih.

Aku minta maaf,

tapi menurutmu hari ini bisa lebih buruk lagi?

Tidak!

Wah.

20 tahun lalu, kamu sudah membuatku terkapar di lantai.

Sekarang kamu buat jantungku berdebar bak genderang.

Siapa ini?

Hei.

Hei.

Apa ini istri barunya?

Kamu tahu, semua orang mengira aku lambat.

Aku tidak lambat.

Aku memperhatikan...

Anjrit!

Sandy.

Namaku Sandy.

Sandy.

Hei, Sandy.

Dan siapa ini?

DJ.

Enyahlah.

Kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan.

DJ?

Kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan, Lefty.

Vince, aku bahkan tidak yakin lagi untuk apa aku datang ke sini.

Ayahmu pernah memberitahumu dari mana dia berasal?

- Atau bagaimana kami berdua saling kenal? - Ini tidak ada hubungannya dengan mereka.

Apa aku bilang kamu boleh berdiri?

Apa aku bilang kamu boleh berdiri?

Kamu mau apa? Menembakku?

Vincent.

Pernahkah dia memberitahumu?

Kalian berdua bukan orang paling penasaran di dunia, ya?

Suatu ketika,

ayahmu dan aku punya bisnis kecil bersama.

Kami bekerja untuk keluarga-keluarga kaya di...

New York dan Chicago.

Dan kami menghasilkan banyak uang

dengan membunuh orang, begitulah kamu menyebutnya.

Sampai suatu hari nanti, Vince di sini,

memutuskan dia ingin menjauhkan diri dariku.

Dan dia memberiku sekantong besar uang.

Kecuali, tak lama kemudian, tiba-tiba, dia meneleponku dan berkata, "Hei,

apa aku mau berkendara ke sini ke utara yang luas dan membantunya

keluar dari kekacauan yang telah menimpanya?"

"Kami harus melenyapkan seseorang."

Itu sudah cukup.

Tidak, aku yang katakan kapan sudah cukup.

Aku yang katakan kapan.

Sekarang, siapa orang yang kami garap itu?

Pria berkulit hitam.

Besar, agak besar. Berkumis.

Kami membuatnya tampak seperti kecelakaan mobil.

Kurasa kami akhirnya menghabiskan malam di kamar mandi SPBU.

Di sanalah kami harus tidur.

Kecelakaan mobil?

Dan terkutuklah pria itu...

kalau tidak mirip dengan DJ di sini.

VINCENT: Dia bersama seorang wanita.

Dah, Laurence.

Dah.

VINCENT: Aku ingin menakutinya.

Malam indah, ya?

LAURENCE: Siapa kamu?

Aku bahkan hampir tidak memukulnya.

Aku teman Sandy.

Kamu dan aku akan ada sesi klarifikasi kecil.

Ayo. Aku tidak memukulmu sekeras itu.

Anjrit.

Kamu membunuh Laurence?

Ya, aku membunuhnya.

Dia seorang penipu.

Seorang pembohong. Dia tidak pantas untukmu.

Aku menghabiskan separuh hidupku berpikir kamu adalah pria yang baik.

Aku pria yang baik.

Begitu kamu mulai membunuh,

itu akan menjadi solusi de facto untuk setiap masalah.

Itu adalah kecelakaan! Paham?

Aku ingin menakutinya.

Aku bahkan nyaris tak memukul bajingan itu!

Kamu membunuhnya.

Kamu membunuh ayah DJ.

Seluruh hidupku adalah kebohongan.

- Bukan, DJ. - Itu bisa jauh lebih buruk.

Bisanya?

Tidak, kamu benar.

Tidak mungkin lebih buruk lagi.

Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu lagi.

- DJ. - Sayang, sayang.

Aku bahkan tidak tahu siapa aku.

Tentu saja kamu tahu.

Kamu adalah anak yang ayahnya dibunuh

oleh sampah ini. Ingat?

Baiklah, tunggu sebentar, teman kecil.

Paman Leftie punya cara untuk menghilangkan semua rasa sakit.

Ini.

Ambilah.

Baiklah. Biar aku tambahkan sedikit rasa manis.

Oke.

Kamu cukup tembak Vinnie.

Dan akan kubiarkan ibumu berjalan.

Itu tidak buruk, bukan?

Kamu takkan mendapatkan tawaran lebih baik.

Tidak.

Oke, buatlah pilihan bagus. Ambil senjatanya.

Kamu harus menyamakan skor, Nak.

Janji kamu takkan menyakiti Sandy atau DJ?

Ngapain kamu?

Demi jiwa Johnnie.

Tidak.

Ambil senjatanya, DJ.

Tidak.

Ambillah dari tangannya.

Ambil senjata sialan itu.

Jangan... jangan.

Ambil senjatanya. Ayo.

- Tidak, aku takkan... - DJ, lakukan saja.

Ambil senjatanya! / Tidak! / Ambil!

TIDAK!

Ini yang kamu inginkan, hmm?

Oke.

Hmm? Ini yang kamu ingin aku lakukan?

Silakan, Nak. Selamatkan ibumu.

Tapi tutup matamu. Kamu akan mendapat reaksi balik.

Selamatkan ibumu.

- Ya, mungkin aku harus. - Ya.

Tarik pelatuknya.

Baiklah, ayo.

- DJ! - Tarik pelatuknya!

TIDAK!

Anak baik. Anak baik.

Baiklah, hei, mari gantian...

Astaga.

Semua akan baik-baik saja.

Semua akan baik-baik saja.

Rocco!

Dia datang! Dia punya pistol!

TIDAK!

Rocco.

Sial.

- Kita harus memanggil ambulans. - Tak ada ambulans!

- Rocco, kamu baik saja? - Aku akan baik saja.

- Kamu akan baik saja. - Aku akan baik saja.

Oke. Kamu akan baik saja.

Kamu akan baik saja.

Apa yang kamu lakukan?

Laurence mencintaiku.

Letakkan senjatamu, Sandy.

Ibu?

Letakkan senjatamu.

Dialah cinta sejatiku, Vincent.

Ibu, apa yang Ibu lakukan?

Dialah cinta sejatiku.

Ibu!

Aku cinta sejatinya.

Aku banyak berpikir tentang apa itu keluarga.

Apa itu darah?

Karena orang-orang yang berdarah sama

memperlakukan satu sama lain bak sampah sepanjang waktu.

Mungkin itu pilihan.

Apa pun itu,

sungguh menakjubkan apa yang keluarga rela lakukan untuk satu sama lain.

Apa aku sudah mati?

Tak bisa bicara. Belum.

Ayah!

Ayah!

DJ. Hey.

Sudah berapa lama aku pingsan?

Eh, beberapa minggu.

Whoa!

- Oke. - Oke?

- Bisa? - Ya, bisa. Aku baik saja.

Kamu sembuh cepat.

Mengingat...

Ya.

Kamu kembali.

ROCCO: Ayah?

Whoa.

Kenalkan Rocco Junior.

Yeah.

Hai, sobat.

Hai.

Biar mbah taruh kepalamu di...

Astaga!

VINCENT: Yeah.

NDASERUAG Banyumas, 10 / 06 / 2025

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.