All language subtitles for Fountain.Of.Youth.2025.1080p.WEBRip.x264.AAC5.1-[YTS.MX].ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KASEM (PEMBUNUH)

Jawab teleponnya!

Hei, Kasem.

Ini kebetulan. Kenapa kau ada di sini?

Kau punya sesuatu yang bukan milikmu.

Sungguh?

Lukisan sangat mahal yang tergulung di tabung di punggungmu.

Itu milik bosku.

Aku tak yakin itu miliknya.

Agak ambigu soal pemiliknya, bukan?

Ambigu.

Terbuka akan berbagai makna, seperti membingungkan, taksa, atau tak jelas.

Biar kujadikan tak ambigu.

Biar kuperjelas.

Baik.

Tak perlu begitu.

Baik. Biar kucari tempat untuk menepi.

Kalian agak mengepungku.

Hati-hati.

Menyingkir. Permisi.

Awas. Maaf.

Permisi.

Awas.

Awas.

Hei, Luke. Di mana kau? Pesawat siap pergi.

Murph, aku tak akan berhasil ke bandara.

Aku perlu cara lain.

Luke? Halo?

Naik kereta keluar Bangkok ke Chiang Mai.

Kau kutemui di pangkalan udara.

Maaf. Ya. Maaf.

Tet, tet. Mau lewat. Tet, tet. Ayolah.

Maaf! Mau lewat.

Maaf! Mau lewat.

Maaf.

Menyingkir.

Awas.

Kau melindur saat tidur.

Begitu katanya.

Ada yang...

menghebohkan?

Tergantung batasmu.

Tak ada yang membuatmu dihukum.

Biar kucoba lagi.

Sayangnya, kurasa kita tak ada waktu.

Apa kita terlalu terburu-buru?

Bisa mulai dengan nama?

Kurasa makin kurang tahu, makin baik, Tn. Purdue.

Kau bukan berlibur di sini.

Tidak.

Bisnis.

Apa bisnismu?

Aku memulihkan lukisan langka dan unik.

Kadang dalam tabung kulit.

Itu kebetulan.

Jadi, kita pergi ke mana dari sini?

Kurasa kau tahu tujuan kita setelah ini.

Aku pemberi ampun.

Mitraku pemberi keadilan.

Kau yang pilih.

Nah, ada pilihan ketiga.

- Ada? - Ya.

Kau dengan bodoh mengabaikan tim pengawalku yang mematikan.

Jangan tertipu dengan penampilan mereka yang tak berbahaya.

Mereka serigala berbulu domba.

Jadi, kau menyerah sekarang,

atau aku terpaksa melepaskan anjing perangku.

Kurasa aku ambil risikoku.

Nah...

berarti pemberi ampun.

Aku suka akhir yang bahagia.

Kau tak bersama Kasem?

Siapa Kasem?

- Luke? - Murph, keretanya juga tak berhasil.

Tunggu. Apa?

Astaga.

Ada cara apa lagi?

Tunggu sebentar.

Ada halte bus sekitar satu jam berjalan dari tempatmu.

Jemput aku.

Tak mau naik motor atau kereta lagi.

Tak tertarik berjalan kaki.

Aku tak tertarik dengan bus.

Murph, kau harus menjemputku.

Dari rumah di Strathmore Gardens,

Tn. Cross ingin karpet di aula depan,

potret, jam kakek, sofa ruang lukis...

Sofa hijau?

Kau benci sofa hijau.

Jika kami bisa lanjutkan.

Harold, bukan ini yang kita setujui.

Kita setuju merampungkan ini baik-baik dengan mediator netral.

Jangan bersikap naif, Charlotte.

Menurutmu bagaimana situasi kita?

Bukan di lantai ke-17 sambil disergap pengacaramu.

Begitulah situasinya. Kini keadaan kita begini.

Aku tak peduli dengan mebel,

tetapi kita tak akan meributkan hak asuh putra kita.

Kau harus cari pengacara.

Emily, bisa kunci sayap barat?

Aku akan memeriksa restorasi Holbein.

- Baik. Sampai nanti. - Sampai nanti.

Lukisan itu mengagumkan.

Selop sutra yang indah.

Luke, kenapa kau ada di Inggris?

Charlotte, sudah hampir setahun.

Apa abang tak boleh mampir menjenguk adiknya?

Apa kabar keluargamu?

- Thomas kecil? - Dia baik sekali.

Dia juga cerdas.

- Dan suamimu? Henry? - Harold.

Tak terlalu cerdas.

Ternyata dia sama setianya dengan buaya darat.

Aku prihatin mendengarnya.

Tetapi kau mahakarya, dan dia kera.

Kalian tak akan langgeng.

Jangan hari ini, Luke. Lukanya masih baru.

Kau bermasalah lagi?

Charlotte, kau pikir inikah yang harus kaulakukan?

Syukurlah. Aku selamat. Kini kau pelatih kehidupan.

Sudahlah. Itu tugas abang.

Aku suka pekerjaanku, dan aku andal.

Tidak, aku tahu kau meyakinkan dirimu,

tetapi kita bertiga, petualangan kita hebat.

Kau tak rindu itu?

Ya, tetapi itu sepuluh tahun yang lalu.

Ayah wafat, aku membesarkan bayi,

bekerja, dan aku harus jadi dewasa.

Tak terlalu yakin yang terjadi padamu.

Nah, kau menyebut dirimu kurator,

tetapi kurasa ada pemisahan janggal dalam Keluarga Suci.

Antara Perawan Maria dan Bayi Yesus.

- Tidak ada. - Ya, ada.

Di lukisan Levenstede yang Lebih Muda.

- Aku tak lihat apa-apa. - Sungguh?

Lihat antara dua malaikat, lalu antara pagar bulan mereka.

Ikuti garis lurus melalui Penyelamat kita hingga sepuluh

jari kaki kecilnya yang gemuk dan merah muda.

Di sana, di beludru biru...

kau akan temukan.

Luke!

Sedang apa kau?

Luke!

Luke!

Luke!

Luke! Jangan lakukan ini padaku!

Luke! Apa ini?

Kau baru datang di negeri ini. Kau mencuri ini juga?

Kembalikan lukisan itu.

Akan kulakukan, tetapi pertama, masuk dan akan kukembalikan.

Tidak.

- Sekarang atau tidak sama sekali. - Tidak.

Kau tak akan berhasil pergi dari sini.

Kau meremehkan pilihan mobilku.

Kembalikan lukisan itu.

Ayolah, Charlotte.

- Kau tak ke sini untuk itu. - Luke, dengar. Kembalikan.

Kau tak mau ambil lukisan itu lagi.

Kau mau kehidupan lamamu kembali.

Maaf!

Ya Tuhan Yesus.

Dan jari kakinya yang gendut.

Ini harus berhenti.

Murph, tangkap.

Deb, kita aman?

Kita aman.

Deb!

Kau masih bekerja dengan tim lama Ayah?

Deb. Murphy.

Charlotte.

Apa yang kaulakukan dengan lukisanku?

Dia pakai sarung tangan.

Tak ada yang berubah.

Kau dapat hadiahmu, dan besok, masih belum cukup.

Mencapai tujuan belum tentu bahagia.

Kau terus mengatakan kau akan puas

jika memegang piala itu, tetapi kau tak akan pernah puas.

Kau cuma mengejar mimpi hampa.

Setidaknya aku meyakini sesuatu.

Kau makin cerdas hingga tak percaya ada mimpi hampa.

Kau memilih kenyamanan dan hal yang bisa diramalkan, dan kau menunda kehidupanmu.

Tetapi, Charlotte, inti kehidupan itu petualangan.

Orang tak mendaki gunung hanya agar mendapat harta di puncak.

Dan tidak, aku tak bisa menjelaskan misteri besar Ayah,

kenapa perjalanan lebih penting dari hadiahnya,

tetapi aku tahu kita harus melakukan perjalanan itu.

Murph?

- Tak ada apa-apa. - Itu tak bagus.

Apa yang tak bagus?

Tak ada.

Maaf.

Kepada kalian. Hari ini melelahkan.

- Hentikan. - Charlotte, kau benar dan aku salah,

kau adikku dan aku menyayangimu.

Aku akan memperbaiki ini.

Ambillah lukisanmu. Kau kuantar kembali.

Tetapi aku bisa lihat kau melakukan itu.

Aku cuma perlu kau bernapas.

Jika dia marah, kau berhenti bernapas.

Ayolah. Kita lakukan bersama, ya?

Aku menyayangimu. Mau memaafkanku?

- Tidak. - Baiklah.

Kita hanya akan bernapas.

Ayo tutup mata.

Hitungan ketiga. Satu, dua, tiga.

- Luke. - Itu penyangkalan yang masuk akal.

Bisa bantu aku membuatnya berdiri?

Hai.

Hei.

Kau baik-baik saja?

Ya?

Ya?

Kau yakin?

Ya.

Maaf tentang yang tampaknya penyelidikan, tetapi kau kurator museum ini,

dan kau menghilang beberapa jam.

Untuk terakhir kalinya, jika aku terlibat dalam kejahatan ini,

apa kau pikir aku akan kembali ke TKP?

Kau bukan penjahat pertama yang begitu.

Ada klise terkenal yang mendukung fenomena itu.

Dan kau?

Detektif Khusus Jamal Abbas, Interpol.

Charlotte Purdue, salah dituduh.

Apa kau tahu abangmu terkait dengan rantai pencurian seni profil tinggi?

Itu, dia tak menyebutkannya.

- Dia menyebutkan apa? - Kucoba hentikan dia untuk alasan jelas.

Aku melihat itu di rekaman keamanan.

Bisa katakan di mana dia?

Jika aku tahu dia di mana, kupastikan kau yang pertama tahu

karena dia menempatkanku dalam posisi canggung.

Aku tak mau ditahan atau dipecat.

Izinkan aku membantu.

Tetapi jika nantinya ternyata kau tidak jujur...

Aku tak berani berdusta dengan petugas

yang berjaket kotak-kotak.

Terima kasih telah memperhatikan.

Ini sia-sia bagi kebanyakan tersangka.

Apa lagi yang dia curi?

- Apa ada pola? - Maaf.

Apa kau detektif sekaligus kurator?

Tampaknya aku tak perlu begitu.

Tampaknya tugasmu di sini usai.

Aku dengar kejadiannya.

Thomas tinggal bersamaku.

- Harold. - Kau kaki tangan pencurian seni.

Astaga.

Pengacaraku akan menghubungi soal revisi hak asuh.

Jangan lakukan ini.

- Sudah selesai. - Bu.

Hei, Sayang.

Kau akan menginap dengan Ayah beberapa malam lagi, ya?

Semua baik-baik saja?

Akan begitu.

Ya, tak apa. Pergilah. Ayo bermain musik. Pergilah.

Terima kasih.

- Charlotte. - Murph.

Apa kabarmu?

Tak terlalu senang sebenarnya.

Di mana dia?

Luke!

Lukie!

Luke!

Baiklah.

- Tampaknya dia cukup kesal... - Luke!

...jadi simpan kucing dalam karung hingga kulepaskan, ya?

Bagus.

Charlotte, kau tampak cantik.

Tidak berkatmu.

- Aku? Apa perbuatanku? - Banyak sebenarnya, Luke.

- Deb. - Charlotte.

Dan kau?

Aku Owen Carver.

- Apa tugasmu? - Aku pemberi uang.

Genius mana yang akan menjelaskan kenapa kini aku pengangguran?

- Kau harus beri tahu dia. - Belum.

Kami mencari Mata Air Keabadian.

Jangan.

Jangan ini lagi.

Apa ucapanku tadi tentang kucing dalam karung?

Kucing tak senang ada di karung.

Dan kau membiayai ini?

Benar sekali.

Motivasimu untuk dapat lebih banyak uang?

Kekuasaan?

Krim wajah yang luar biasa?

Aku sekarat. Kanker hati.

Canggung.

Jika Mata Air itu bisa menyembuhkanku, mungkin aku bisa selamat.

Luke, kita akan membahas soal peka

secara pribadi atau di sini saja?

Di sini saja.

Jadi, abangku meyakinkanmu

bahwa ada jus super minyak ular pada akhir perjalanan ini?

Tidak. Aku yang meyakinkannya.

Begitu.

Jadi, izinkan aku untuk mengungkit masalah besar yang sangat jelas.

Kau menyatakan bahwa ada cairan nyata

yang muncul di mata air ajaib yang, setelah diminum,

bisa memberi akses ke kehidupan abadi penuh kebahagiaan.

Charlotte, kita sama-sama tahu

ada benih kebenaran yang terselubung dalam setiap mitos, kiasan, atau fabel.

Herodotus yang menulisnya.

Mahabharata membicarakannya.

Alexander Agung bepergian ke seluruh dunia mencarinya.

Aku tahu kisahnya.

Tidak. Satu kisah. Lima benua.

Puluhan budaya selama ribuan tahun.

Dan aku masih penasaran kenapa kau mencuri Rembrandt-ku.

- Sudah kukembalikan. - Membuatku dipecat.

Kini kau bebas membantu kami.

Jangan berani-berani.

Jangan katakan bahwa rasa ingin tahu utamamu

tak terpicu oleh misteri besar.

Ada gulungan Tibet abad kesembilan yang menunjukkan lokasi Mata Air,

tetapi juga menyatakan lokasi itu disembunyikan oleh Tuhan dari manusia.

Kita yakin pengetahuan lokasi itu diturunkan dalam sejumlah kepingan

dari generasi ke generasi di antara keluarga yang paling terpelajar masa itu.

Mereka disebut Pelindung Jalan,

dan tugas mereka menjaga jalan itu tersembunyi apa pun yang terjadi.

Apa ada yang pernah bertemu para Pelindung ini?

Aku pernah bertikai dengan salah satu di Thailand.

Jika Pelindung dan Tuhan berpikir ini harus dirahasiakan,

mungkin ada alasannya.

Charlotte, apa pun yang bernilai itu dilindungi.

Oleh Tuhan?

Makin besar hadiahnya, makin besar perlindungannya.

Mitos Mata Air menyatakan itu akan menggoda kita

dengan apa pun yang kita inginkan secara mudah.

Kita hanya harus minum.

Kesehatan, kekayaan, dan keindahan yang tak terhingga.

Tetapi jika ada kehidupan, juga ada kematian.

Charlotte, mungkin ini penemuan arkeologi

terpenting dalam sejarah,

Dan penemuan itu akan membuat nama keluarga kita terkenal.

Pada era 1600-an, enam seniman membuat pakta untuk ungkapkan lokasinya.

Setiap pelukis menyembunyikan petunjuk di lukisan mereka.

Lihatlah Penangkapan Kristus karya Caravaggio.

Turun dari Salib karya Rubens.

Penampakan pada Perjalanan ke Emaus karya Wildens.

Yesus Disalib karya Velázquez.

Yesus Membawa Salib karya El Greco,

dan lihat siapa itu.

Lukisan Rembrandt-mu, Kepala Yesus.

Lukisan El Greco dicuri dari Museum Gardner di Boston tahun 1990,

dan hilang sejak saat itu, jadi semoga berhasil.

Tak hilang lagi.

Kutemukan di Thailand.

Ya Tuhan.

Ya, membawa salib.

Kau tak bisa menahan diri.

Ada yang menyebutnya keahlian.

Penyakit.

- Bakat. - Patologi.

Baik, itu karunia.

Tiap kanvas ditandai di belakang dengan cat tak terlihat

dan tanda tangan rahasia yang tertulis, "Sex et unum".

Enam dan satu.

Enam kanvas, satu jalan.

Tiap lukisan juga ditandai dengan huruf berbeda.

D, K, C, I, E.

D, K, C, I, E.

Kami belum tahu apa artinya.

Kini aku paham kenapa aku di sini.

Sungguh?

Kenapa kau di sini?

Tujuanku membantumu memecahkan teka-tekimu.

Kenapa aku membutuhkanmu?

Kau tak suka Rembrandt-ku.

Kenapa aku tak suka Rembrandt-mu?

Tak ada tanda di belakangnya.

Kenapa tak ada tanda di belakangnya?

Itu palsu.

Itu bukan palsu.

Kulakukan analisis komputer pada sapuan kuasnya.

Itu jelas Rembrandt.

Itu Rembrandt, tetapi bukan Rembrandt yang asli.

Dia sering membuat tiruan dari karyanya sendiri.

Kau mencuri Rembrandt yang salah.

Ya, dan kau tahu di mana yang asli.

Bukan urusanku.

Tetapi putraku urusanku, dan berkatmu, kini aku kehilangan hak asuhnya.

Maka, biar aku membantumu.

Aku punya pasukan pengacara muluk.

Bantu aku selamatkan jiwaku, kau kubantu mempertahankan putramu.

Jika kau salah tentang petualangan kecil ini?

Maka setidaknya aku mengalami petualangan.

Kukira itu akan berhasil.

Kau mungkin mau memeriksa Alfred Gwynne Vanderbilt.

Dia dikenal sangat menyukai lukisan Rembrandt.

Aku akan pergi ke perpustakaan.

VANDERBILT - SEJARAH SINGKAT KELUARGA VANDERBILT

Ada yang harum.

Itu aroma bahaya yang eksotis.

Tetapi jika kau di sini dan aku tak tewas, apa ini kencan?

Bukan.

Aku di sini untuk membantu mencegahmu atau orang lain agar tak cedera.

Apa itu sungguh alasanmu ke sini?

Keretanya.

- Aku merasakannya. - Sungguh?

Aku senang ada yang merasakan sesuatu.

- Mau minum? - Tidak.

Aku tak lama di sini.

Sayang sekali.

Kau anak kecil bermain layangan di badai petir.

Itu kiasan dramatis yang aneh.

Itu sesuai.

Dan badainya lebih besar daripada perkiraanmu.

Apa kau tahu kenapa itu disembunyikan?

Apa kau tahu apa itu?

Tidak, tetapi aku penasaran ingin tahu.

Kita tahu apa akibat penasaran pada kucing, walau nyawanya banyak.

Kau pikir Mata Air itu harfiah?

Secara kiasan, alegori, metafisik, atau analogis?

Kau pikir kita harus lakukan saja ciumannya?

Tidak. Baiklah. Kita akan kembali ke soal itu.

Kurasa itu bernilai.

Dan kuhargai kau selalu mengurus kesejahteraanku.

Kami tak tertarik dengan kesejahteraanmu.

- Ada "kami"? - Hentikan, atau kami akan menghentikanmu.

Kalian semua.

Berarti kita akan bertemu lagi.

Astaga, dia sangat harum.

Dia andal, bukan?

Terima kasih petunjuk Vanderbilt-nya.

Kau mau mencuri apa di sini? Trompet anak?

Sebenarnya kami memeriksa arsip,

jadi kini kami tahu di mana Rembrandt aslinya.

Kau menipu Owen yang malang ini.

Tidak. Bukan menipu.

Semua ini gagasannya. Dia mau menemui Ayah, bertemu aku.

Kau mencekokinya dengan janji palsu, dan dia percaya penuh.

Itu disebut harapan.

Apa salahnya dengan itu?

Selain moralitas yang mencurigakan?

Itu kejahatan, Tolol.

Interpol mengincarmu.

Untuk apa? Karya seni curian?

Sudahlah.

Sebenarnya, Owen menemui kami dengan permintaan yang sungguh jujur.

Itu memberinya peluang baru untuk hidup. Kenapa itu buruk?

Dia bahagia.

Harold berkata aku tak pernah bahagia.

Apa dia benar?

Sepertinya kau harus ikut kami.

- Tak semudah itu. - Sungguh?

Ya!

- Paman Luke. - Itu luar biasa.

Lihatlah kau. Tunggu. Ada yang hilang.

Ada apa dengan jenggotmu?

Terakhir kali kau sangat membuatnya berkesan.

- Dia sering menanyakanmu. - Apa benar?

Apa kau masih bertualang?

Ya. Benar.

Sebenarnya, aku tanya apa ibumu mau ikut bersamaku.

Bagaimana menurutmu?

Ibu tak terlalu suka bertualang.

Thomas.

- Sebaiknya aku pergi. - Ya. Pergi.

Dia anak baik.

Jadi, menurutmu kau akan temukan kolam ajaib pada akhir semua ini?

Entahlah, tetapi kurasa kau ingin tahu.

Kap.

Nah, kita tahu bahwa

Lusitania kapal pesiar terbesar di dunia.

Saat Perang Dunia 1, kapal-U Jerman menenggelamkannya,

membunuh lebih dari 1.000 orang di kapal.

IRLANDIA

Salah satu korbannya adalah Vanderbilt yang hebat.

Saat katamu menemukan Rembrandt,

aku tak mengira ada di dasar Atlantik Utara.

Kami juga tidak.

Tetapi sayangnya bagi kami dan dia,

saat Alfred Vanderbilt memutuskan untuk membelinya tahun 1915,

dia membawa lukisan itu di Lusitania.

Dan itu masih di bawah sana dalam brankas kedap air.

Penumpang kelas satu

menyimpan brankas dalam ruang baja pengurus

yang ada di bagian depan puing kapal.

Kami mengikat tangki pelampung yang akan angkat bagian itu ke atas kedalaman ledak

lalu ke permukaan.

Tekanan dasar laut.

Tekanan pada dasar laut adalah 3,14.

ROV satu banding 12. Tangki pelampung aman.

Baik. Tangki pelampung terpasang.

Kapten berkata badai akan datang.

Waktu kita sekitar dua jam sebelum badai.

Setelah badai datang, kapal tak bisa tetap terapung.

Kita bisa menunggunya.

- Berapa lama? - Mungkin 20 jam.

- Kau mau bagaimana? - Kita harus lakukan sekarang.

Baiklah.

- Bawa ke permukaan. - Baiklah.

Setelah mencapai 30 meter, kapal akan distabilkan,

lalu dibawa ke permukaan.

Setelah itu kapal itu milikmu.

Baik. Ayo.

Halo. Dari mana ini?

Tindakanmu bukan tak bermakna.

Aku tak keberatan menjadi bagian dari makna itu.

Juga, semalaman aku

memikirkan tempat ruang baja pengurus kapal di Lusitania.

Sungguh?

Lihat siapa yang kembali, Lottie-Lou.

Lusitania pada tiga puluh meter.

Pengimbang beban dikerahkan.

Dia akan muncul dua menit lagi.

Baik. Kau mendengarnya. Ayo berpakaian.

- Kau dengar itu? - Apa?

Langkah kaki pertama selama lebih dari seribu tahun.

Luke, kami siaga. Kalian hati-hatilah.

Baik. Aku bisa.

Ikuti aku.

Buka pintunya.

Membuatku ingat apartemen itu saat kita jadi mahasiswa di Paris.

Serupa. Yang ini kurang lembap.

Hati-hati. Sepertinya itu sembrono.

Aku tak mau kau bersenang-senang.

Ingat terakhir kita di kapal bersama?

Ekuador?

Sungai Putumayo.

Ayah mencari topeng emas dewa matahari Inti.

Dia tak pernah menemukannya.

Dia temukan. Aku masih bisa lihat dia memakainya.

Apa maksudmu? Kau tak ingat apa-apa.

Kau berhalusinasi setelah menjilat punggung kodok itu.

Mungkin ada alasan Ayah beri tahu hal-hal yang tak dia katakan kepadamu.

- Sungguh? - Ya.

Jika dia menemukannya, kenapa kita tak kaya?

Dia menemukannya. Dia tak mengambilnya.

Tak semua tentang uang, Luke.

Kecuali kau bercerai.

- Harold berengsek. - Dia berengsek.

Kontak radar.

- Ada yang datang. - Apa itu?

Laju gerakannya menyiratkan itu helikopter.

Penjaga Pantai?

Jika begitu, pasti mereka sudah menghentikan kita.

Luke dan Charlotte harus dihubungi.

Luke. Masuk, Luke.

- Kau yakin arah kita benar? - Ya. Aku yakin.

Ya.

- Jika mau, bisa kuperiksa. - Kau mau ajari cara membaca peta?

Tidak. Aku cuma akan katakan ada jalan yang benar dan salah.

Luke, kau harus datang. Ada...

Ada yang mengacaukan sinyal kita.

Kita perlu memeriksa ini. Ayo naik.

Baik. Di balik pintu ini ada ruang baja pengurus kapal.

RUANG BAJA PENGURUS KAPAL

Menurutmu, apakah itu seperti ruang baja pengurus kapal ini?

Tak pernah ditemukan tanpamu, ya?

Jangan ambil apa pun yang bukan milikmu.

Kita bukan pencuri.

Kita mulai dari mana?

Mungkin yang tertulis Vanderbilt.

Petunjuk ada pada namanya.

Itu bukan Penjaga Pantai.

Jadi, siapa?

Aku tak tahu, tetapi pasti mereka mau yang kita inginkan.

Itu dia.

Itu adik yang kukenal.

Baiklah.

Bola api.

Luke, masuk.

Hore!

Bawa alkoholnya.

Tidak! Kita bukan perampok makam.

Lihat. Kantong udaranya rusak. Waktu mereka sempit.

Apa itu helikopter?

Aku tak ingat ada helikopter.

Astaga.

Halo.

Lagi.

- Halo lagi. - "Halo lagi"?

Ada apa di sini?

Aku tersinggung. Kau tak menyebutkan tentangku?

Kami cukup sibuk.

Kita tahu kenapa aku di sini.

Aku tak tahu kenapa kau ke sini. Kenapa kau ke sini?

Maafkan aku. Aku ke sini untuk lukisan lain.

Nah...

kita tahu saat kalah senjata.

Kita ditembak!

Jangan bergerak!

Luke!

Berikan lukisannya.

Bersiaplah. Kita kembali ke markas.

Berikan lukisannya.

Aku tak bisa.

Apa kau sungguh mau aku menodong adikmu?

Berikan lukisannya, Luke.

- Dia tak akan menyakitimu. - Tidak, aku akan menyakitinya.

Biar aku berpikir.

Kau memikirkan apa?

Aku memikirkan...

Luke!

Aku memikirkan, kita bisa atur ini.

Berikan lukisannya.

Tidak!

Luke!

Luke!

Sudah kukatakan ini akan seru.

Kau tak apa?

Aku masih hidup, jika itu maksudmu.

Berhasil?

Kalian dapat?

Ya, kami dapat.

Hei. Kita baik-baik saja?

Tentu tidak.

Dia tak akan membunuhmu.

- Bagaimana kau tahu? - Sebab jika dia membunuhmu,

dia masih tak dapat lukisannya. Aku yang dapat.

Risiko itu sangat besar untuk nyawaku.

Itu bukan risiko.

Itu perhitungan.

Dia tampak kesal, bukan?

Siapa?

Kau anak pintar.

Jadi, bagaimana petualangannya?

Kurasa mungkin terlalu bertualang bagiku.

Ibu membosankan.

Hei. Jaga ucapanmu.

Apa? Membosankan bisa keren.

Thomas.

Ayah perlu bicara dengan Ibu.

Baiklah.

Sampaikan salamku kepada Paman Luke.

Kau harus urus Thomas sebentar.

Kapan? Berapa lama?

Besok dan untuk waktu lama.

Aku tanda tangan kontrak untuk pergi ke Jepang.

Sepertinya itu serius. Tetapi kuulangi, untuk berapa lama?

Sekitar setahun.

Setahun?

Aku jadi konsultan Perusahaan Carver di Tokyo.

Owen Carver?

Bagaimana kau tahu?

Tak penting. Tentu akan kuurus dia. Akan kujemput besok.

Sepertinya kabar bagus.

Kau mau apa? Masih tak mau bicara denganmu.

Kau masih marah soal Lusitania?

Charlotte, perjalanan apa pun layak...

Jangan begitu.

Jangan apa?

Jangan jadikan pidato nilai perjalanan sebagai alasan.

Wanita itu menodong kepalaku.

Dia galak, bukan?

Dia salah satu Pelindung. Dia yang bentrok denganku di Thailand.

Saat katamu "bentrok",

maksudmu keakraban aneh, disfungsi yang terjadi di antara kalian?

Saat katamu "keakraban", apa maksudmu daya tarik?

Seperti, dia tertarik denganku?

Sudahlah. Ada alasan kau masih lajang.

Sungguh? Itu maling teriak maling.

Begini, ayo berfokus pada soal positif.

Sepertinya putramu kembali. Mazel tov. Ayolah. Kami perlu bantuanmu.

Jadi, sampai di mana kita?

Kini ada semua kepingan jalan tetapi tak ada titik awal,

jadi tak bermakna tanpa konteks.

Itu bisa di mana saja di Bumi.

Rembrandt milik Vanderbilt mengungkapkan huruf V,

jadi semua hurufnya lengkap.

Aku yakin itu anagram. Menyebutkan tempat mulainya.

Murph sudah coba mencocokkannya dengan nama kota dari 500 tahun lalu.

Tak ada apa-apa.

Mungkin huruf itu bukan tempat. Mungkin angka.

Seperti kode pengganti.

Ayo coba navigasi langit.

Mari lihat apa jalannya cocok dengan tata surya.

Baiklah.

Aku tak dapat apa pun yang dekat.

Tunggu. Sex et unum bahasa Latin. Ditulis di tiap lukisan.

Dalam bahasa Latin, V itu W.

Bagus. Baiklah.

Murph, ganti V dengan W dan jalankan lagi.

Kau merasa sehat?

Hari bagus dan hari buruk. Terima kasih.

Baik, hanya ada satu kata yang cocok.

"Jahat".

Lukisan-lukisan itu rampung pada awal 1600-an

dan siapa yang bertakhta di Inggris pada awal 1600-an?

Raja James.

Enam dan satu.

Dan jahat?

Alkitab Jahat.

Itu dia.

Aku tak paham.

Enam dan satu adalah rujukan ke Raja James.

Dia James keenam yang menjadi raja Skotlandia

dan James pertama yang menjadi raja Inggris.

Dia raja keduanya bersamaan, jadi dia enam dan satu.

Alkitab Raja James disebut Alkitab Raja James

karena dialah yang memerintahkannya.

Dan kembaran jahatnya yang kurang dikenal adalah Alkitab Jahat.

Baik. Lanjutkan.

Tahun 1631, ada edisi Alkitab yang salah cetak.

Ada kejanggalan aneh dalam Perintah Tuhan.

Kata "tidak" tak ada dari "Kau tidak boleh berzina."

Jadi, ayat itu alih-alih dibaca...

"Kau boleh berzina".

Itu sebabnya dikenal sebagai Alkitab Jahat.

Bagaimana jika itu bukan kesalahan?

Bagaimana jika itu sengaja untuk menandai salinan khusus Alkitab

yang memegang kunci untuk memahami jalan itu?

Kadang sangat jelas kita keluarga.

Kita perlu dapatkan Alkitab itu.

Sebagian besar sudah dihancurkan. Itu sesat.

Tak semua dihancurkan.

Kurasa aku tahu ada satu yang tersisa.

Angkat tangan.

Angkat tangan.

Kalian berdua, ke sisi lain meja. Cepat.

Charlotte Purdue. "Salah dituduh".

Detektif Abbas.

"Jika aku tahu di mana dia, kau yang pertama tahu."

Tidak, tak perlu mengenalkan diri.

Aku membuntuti kalian selama satu setengah tahun terakhir.

Aku lebih tahu dari kalian daripada kalian satu sama lain.

Luke dan Charlotte Purdue,

anak-anak arkeolog ternama Harrison Purdue.

Kulihat tim lamanya juga ada dengan satu tambahan berharga.

Owen Carver.

Kalian mengubah perusahaan ayah kalian yang bergengsi dan sah

menjadi organisasi kejahatan internasional.

Kalian bertanggung jawab mencuri enam mahakarya tak ternilai

di empat benua, dan sayangnya untuk kalian,

kini kami bersama para pencuri dan semua lukisan di tempat yang sama.

Lukisan El Greco, Velázquez,

Wildens, Rubens.

Lihat, Charlotte. Lukisan Rembrandt lagi.

Dan di suatu tempat di sini ada Caravaggio.

Berlutut. Kalian semua. Sekarang!

Sekarang!

Itu juga termasuk kau, Pak Polisi.

Aku tak senang, Luke. Kau membuatku jauh-jauh ke sini mencarimu.

Mencariku? Aku berusaha mencarimu.

Kasem, kau harus terima telepon.

Kau mencuri lukisan bosku. Kau membuatku tampak buruk.

Kini kau akan dicacah.

Kau pikir aku bodoh, yang membuatmu bodoh.

Aku bukan bodoh. Aku cerdas.

Aku mengikutinya. Pak Interpol, Pak Bos.

Dia sangat cerdas. Dia menemukanmu, tetapi tak cukup cerdas untuk tahu dia kulacak.

- Kini aku menemukanmu. - Dan lukisanmu di sana.

Bebaskan mereka berempat, dan kau bisa ambil.

Kau masih dapat aku, dan aku bisa membuatmu sangat kaya.

Bagaimana bisa jika kau tewas?

Aku minta maaf kau harus bekerja keras,

tetapi keahlian dan kegigihanmu berhasil.

Lihatlah di sekeliling.

Ada lima lukisan di sini. Kau bisa ambil semuanya.

Kini semua itu milikku.

Yang satu bukan.

Caravaggio.

Dan itu lukisan terbaik dibanding lima lukisan lainnya.

Jadi, bebaskan mereka berempat, dan kuberi tahu tempatnya.

Baiklah.

Kalian berempat. Pergi.

- Luke. - Jangan membantah.

- Apa ini ide bagus? - Turuti perintah.

Di mana itu?

Itu ada di...

sini.

Luke kabur!

Semua aman?

KAU BOLEH BERZINA

Luke.

Luke!

Jangan minum.

Luke!

Luke, minum.

Astaga.

Kau sadar masih melindur, bukan?

Begitulah katanya.

Kini aku buronan.

Syukurlah putraku kabur bersamaku.

Wah. Itu dua?

Tiga. Baru mulai.

Perlu waktu, tetapi kita temukan

kesan petualangan yang kurang darimu.

Ditemukan atau terpaksa memasuki kesan petualangan itu?

Kukira petualanganku berikutnya adalah membentuk keluarga

tetapi ternyata itu lebih sulit dari perkiraanku.

Kau harus coba kapan-kapan.

Aku tak iri dengan situasimu. Tetapi aku prihatin tentang perkawinanmu.

Kukira dia akan berubah.

Ternyata, walau aku berupaya keras, dia punya semua ciri anjing.

Jadi, apa berarti dia bisa menjilat...

Kecuali kesetiaan.

Kesetiaan.

Suami, peselingkuh.

Sampanye gratis. Ya.

Lihatlah dia sekarang. Mengendalikan lagi.

Aku kembali ke jalur.

Kau sudah menduga aku masuk mobil itu.

Charlotte, aku lebih mengenalmu daripada dirimu.

Sejak kita kecil, bahkan saat kau menolak petualangan,

maksudmu adalah ya.

Jika kau akan membiarkanku membantumu.

Tidak. Biar kubantu kau membantuku.

Nah, itu tiga gelas atau tiga botol?

Apa?

Baiklah.

Menurutmu kita dapat apa dari mata air ini?

Tak ada.

Ayah. Pengakuan. Dia layak untuk itu.

Apa? Dia tak bersikeras, tetapi akan kulakukan.

Setelah semua prestasinya, dunia berutang itu kepadanya

dan nama keluarga kita layak dipuja.

Aku tak perlu pemujaan.

Ayah jelas tak perlu pemujaan karena dia sudah wafat.

Itu tak baik.

Jadi, maksudmu, kau perlu pemujaan.

Tidak. Bukan itu maksudku.

Aku lebih mengenalmu daripada dirimu.

Kurasa kau tak tahu karena aku tak minum sampanye.

Maaf, bisa minta botolnya? Terima kasih.

Terima kasih.

Aku paham. Baru pemanasan.

Kini kau mengajakku bertualang, biarlah kunikmati.

WINA AUSTRIA

PERPUSTAKAAN NASIONAL AUSTRIA

- Aku tak suka meninggalkannya. - Dia tak apa. Dia bersama miliarder.

Apa maksudmu?

Mungkin bisa tertular.

Baiklah, Murph, kau tetap di sini.

Kalau begitu, ini. Ambil ini. Pasang di telinga kalian.

- Kita tetap berhubungan. - Bagus.

Ada pustakawan.

- Tn. Purdue, kurasa. - Ya.

Aku ketua departemen buku langka.

Aku senang menyambutmu dan timmu di sini.

Tn. Carver sangat dermawan.

Nn. Purdue, boleh kukatakan,

makalahmu tentang karya prakubisme Picasso itu luar biasa.

Terima kasih.

Wunderbar.

Ya, kalian mau ikut aku?

Jadi, tetaplah mengawasi polisi atau pembunuh, mafia.

- Cacar monyet. - Empat penunggang kuda.

Angina.

- Ebola. - Rabies.

- Bayi? - Kataku rabies.

Ini restoran terbaik di Wina.

Pasti kalian akan dilayani dengan baik.

Kini aku tinggalkan kalian, tetapi sebelum pergi,

kusampaikan bahwa dewan senang

menerima sumbangan besar untuk perpustakaan.

Sama-sama.

Sampaikan terima kasihku karena menyambut tim penelitiku.

Aku akan sampaikan pesanmu.

- Auf Wiedersehen. - Sampai jumpa.

Kau mau minum?

Atau kau mau minuman biasa?

Tidak usah saat ini. Terima kasih.

Kudengar kau semacam genius musik.

Itu katanya.

Aku merasa kau tak suka basa-basi.

Aku merasa serupa.

Ibuku berkata kau kaya. Aku boleh bertanya?

Silakan.

Sekaya apa kau?

Terlalu kaya.

Apa dimulai dengan M?

- Ya. - Kau punya kapal?

Ya, punya.

- Sebesar apa? - 120 meter.

- Kau punya pesawat? - Tadi kau naik pesawatku, dan ya...

- Mengesankan. - Tidak juga.

Ada pesawat lalu ada pesawat.

Kau naik pesawat kecil.

Kini, giliranku.

Sebentar.

Katamu aku yang bicara.

Ya.

Apa kau puas?

Tentu tidak.

Apa kau menjebakku? Itu bagus.

Fräulein, dua gelas sampanye.

Jadi, koleksi pribadi kami disimpan di sini.

Tak banyak orang yang bisa melihatnya.

Alkitab Jahat itu barang berharga kami.

Apa kau tertarik dengan hal khusus?

Silakan tebak.

Kutebak, seperti orang lain,

kau mau melihat edisi salah cetak yang terkenal itu

dalam Sepuluh Perintah Tuhan, ya?

"Kau boleh berzina".

Itu yang membuatnya jahat.

Sebenarnya, bukan cuma itu.

Ada salah cetak lain di Ulangan 5.

"Lihatlah, Tuhan Allah kita telah memperlihatkan kemuliaan dan bokong-Nya".

Kurasa kami tak sabar ingin melihatnya.

Silakan.

KAU BOLEH BERZINA

Ingat, kalian turis, bukan tukang pukul.

Baik, ada perkembangan.

Luke, pacarmu datang dengan pasukan teman.

- Itu rumit. - Kau mau bagaimana?

- Maaf, apa yang rumit? - Biar aku saja.

Biarkan apa?

Apa bisa antar aku ke toilet?

Dapat sesuatu?

Belum. Kau yakin dia di sini?

Dia akan ke sini. Dia cuma pandai berbaur.

Semua pintu dihalangi.

Di mana jalang jahat itu?

Itu mudah.

Bagus. Kau datang.

Mencari buku?

Kau tahu semua itu bahasa Jerman?

Kau punya rekomendasi?

Nietzsche.

Ya ampun. Tak banyak akhir bahagia di sana.

Anehnya seperti ditelantarkan di kapal tenggelam.

Begini, aku berniat minta maaf soal itu.

Tetapi Nietzsche berkata yang tak membunuhmu...

hanya membuatmu lebih marah.

Nah, soal itu.

Baiklah.

Senjata atau pisau, Bajingan?

Aku punya syal.

Lebih baik untukku. Tetapi kau kuberi peluang berkelahi.

Jelas aku bercanda.

Hei.

Maaf.

Adikku berpikir...

Maaf.

Seperti kataku.

Adikku berpikir hubungan ini disfungsional.

Kurasa adikmu benar.

Jangan jadikan ini rumit

kalau tidak aku harus membunuhmu.

"Kalau tidak"? Kau baru coba menusuk mataku dengan pisau.

Itu cuma untuk memperlambatmu.

Sungguh?

Nah, aku minta maaf karena jelas aku salah paham.

Berbaikan?

- Kau tak mau yang kaucari. - Baik.

Baiklah. Kurasa kita ulur waktu sebentar.

Ada yang bisa turunkan aku?

Baik, semua pintu dijagai.

Kita perlu melakukan rencana cadangan.

Berhasil?

Tidak.

Itu mengecewakan, Deb, rencana cadangan.

Rencana cadangan.

Kalian cium itu?

Tidak.

Aku bisa menciumnya.

Astaga. Baunya seperti asap.

- Aku mencium asap. - Apa?

Asap? Aku tak cium asap.

Kau harus tutup mata. Bernapas dalam-dalam.

Sedang apa kau?

Kita tak bisa lakukan ini di sini. Terlalu lama.

Tidak. Aku tak setuju ini.

Seharusnya kita cari yang kita perlukan lalu pergi.

Pustakawan yang baik ini

pingsan di... Apa dia tewas?

Dia tak tewas.

Apa? Kini kau mau mencuri artefak budaya berharga lagi?

Charlotte, kita bukan di taman satwa. Kita di rimba.

Kita bukan di rimba. Kita di perpustakaan umum.

Intinya, yang kita lakukan ini tak terduga

dan jika situasi berubah, kita harus menyesuaikannya.

Itu sebabnya aku selalu punya rencana cadangan.

Tidak, kau tak mendengarkanku.

Ini seperti di Lusitania.

Aku tak setuju saat itu ketika diserang wanita disfungsi

- yang mau bunuh kita... - Kau benar soal dia.

...dan aku tak setuju kini terlibat membius wanita

dan mencuri literatur keagamaan.

Itu semprotan.

Begini, situasi ini sangat unik, dan tak nyaman. Aku paham.

Tetapi juga termasuk petualangan, jadi tak ada perjalanan bagus

yang tak ada masalah atau halangan untuk diatasi.

Ya, tetapi tidak jika perjalanan ini berakhir di penjara.

Kita tak akan dipenjara.

- Bagaimana kau tahu? - Sebab aku sering begini,

dan tak pernah dipenjara.

Kadang berakhir di penjara.

- Deb, tetap urus bommu. - Bom?

Bukan bom.

Bom itu untuk anak-anak. Ini peledak terarah yang terkendali.

Tiga, dua...

satu.

Sial.

Dan ayah burung meninggalkan sarang.

Baik. Kutunggu kalian dekat pintu keluar Mata Air.

Baik. Ambil barangmu. Kita pergi.

Di mana Alkitabku?

Akan kuajak berkeliling dengan pesawat besar

jika kau tak beri tahu ibumu tentang sampanye.

Jika kau tetap dekat denganku, tak ada alasan untuk takut.

Takut tentang apa?

Masuklah.

Mungkin sebaiknya jangan beri tahu dia tentang perkelahian juga.

- Akhir bahagia. - Puji Tuhan.

Bau apa itu?

Paman Luke berpikir akan mengasyikkan untuk merangkak di selokan.

Jangan tertipu, dia sering melakukannya.

Kalian bagaimana?

Kami makan schnitzel Wiener yang lezat, bukan?

Dan sebotol sampanye.

Sampanye?

Kadar alkohol sampanye cuma 12%.

Lalu Owen harus menghajar dua pria.

Cukup mengejutkan dan mengesankan.

Owen melakukan apa?

Pelindung hanya mengincarku. Dia tak pernah terancam bahaya.

Mereka menyerang kalian?

Tak sedramatis seperti ceritanya.

Tak terlalu benar. Itu cukup dramatis.

Luke.

- Dia baik-baik saja. - Ya, Bu, aku baik-baik.

Tak ada yang baik-baik saja soal ini.

Ibu sudah cuci tangan?

Ikut aku.

- Kau mabuk? - Apa maksud Ibu? Usiaku 11 tahun.

Mau minum?

Kita perlu temukan Owen Carver.

Kita perlu pelacak pada tiap pesawat, mobil, kapal miliknya.

Jadi, sampai di mana kita?

Baik. Kami memindai Alkitab dua kali, tak ada apa-apa di teksnya.

Tetapi pada penyepuhan halamannya,

kami menemukan pola berulang sepanjang 1.029 digit

yang hanya terdiri dari digit satu sampai tujuh.

Kode?

Pembuatnya harus memakai sistem yang bisa dipahami siapa pun

apa pun bahasa atau budayanya.

Angka.

Masalahnya, kami sudah coba kode rotasi, transposisi,

bahkan kode kunci asimetris.

Tak ada yang berhasil.

- Kau tak bisa memecahkannya? - Kami akan bisa.

Kami akan bisa.

Apa kau yakin kodenya numerik?

Kau pergi ke mana?

Ini kesalahan.

Baik. Apa ini tentang selokan? Maaf.

Seharusnya Thomas tak di sini.

Aku paham. Sungguh.

Mengingat kejadiannya, pasti kau ketakutan.

Tetapi sebenarnya, ini... ini bagus untuknya.

Ini kehidupan nyata.

Dengan semua kemunduran dan kesulitan, seperti kata Ayah,

hadiahnya adalah perjalanannya, bukan hasilnya.

Itulah moto yang kujalani.

Tidak, bukan itu.

Kau mengikuti tindakan Ayah,

dan kau merusaknya menjadi kejahatan yang jelas.

Yang kaupedulikan cuma hadiah akhirnya dan kejayaan yang mengiringinya.

Kau terobsesi dengannya, Luke. Bukan itu yang dimaksudkan Ayah.

Sepertinya kau sudah lama memikirkannya.

Aku tak mau begini.

Tidak, sebab kau ikuti etosnya tiap hari, ya?

Maaf hidupku tak mengasyikkan dan menonjol.

Tetapi tahukah apa itu? Itu aman hingga kau muncul.

- Aman? - Ya.

Di mana kesenangannya? Kau bahkan tak dalam perjalanan.

Jujurlah. Kau lebih bahagia pada lima hari terakhir

dibanding lima tahun terakhir ini. Ya? Ya.

Dan Ayah?

Dia akan malu denganmu di museum.

Kau bukan kurator. Kau barang pameran.

Ayolah.

Hanya Ayah kesamaan kita.

Kini dia tiada, tampaknya kita tak punya apa-apa.

Itu agak... Charlotte.

- Ayo pergi, Thomas. - Charlotte.

Bu. Bu, tunggu.

Seserius apa ini?

Tak serius sama sekali.

Apa kita bisa melanjutkan?

- Bu! - Merci.

- Maaf. Aku tahu harimu sulit. - Tetapi, Bu...

Aku akan carikan hotel untuk kita. Kita makan malam lalu...

- Bu! - Apa?

Itu bukan matematika.

Pola yang ditemukan. Bukan matematika.

Tak bagus, Luke. Kodenya sulit dipecahkan.

Berarti kita salah entah di mana. Kita lewatkan sesuatu.

Hei.

- Halo. - Tidak. Aku tak mau dengar.

Maaf.

Thomas.

Tujuh digit itu bukan angka.

Itu nada musik.

Apa?

Bahasa paling universal yang ada.

Dan asal tahu saja,

anak usia 11 tahun memecahkan itu padahal para ahli kesulitan.

Kau bisa tulis nadanya?

Aku bisa lakukan lebih baik dari itu.

Murph.

Mainkan lagi, Thomas.

Baik, sudah.

Lagu itu bernama "Air di Gurun".

Sudah tua. Tak ada yang tahu penulisnya,

tetapi menghormati Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Kau bisa tunjukkan petanya?

Kini tandai Tujuh Keajaiban Kuno Dunia.

Paparkan jalannya dari lukisan di atas.

Semua enam titik tersambung... kecuali satu.

Enam dan satu. Lokasi ketujuh.

Hanya tinggal satu Keajaiban Kuno yang tersisa di dunia.

Piramida Giza.

Thomas.

Kemasi tas kalian.

Apa maksudmu kemasi tas kalian?

Oh, kita pergi ke Mesir.

Kita tak bisa tinggalkan semuanya dan pergi ke Mesir.

- Kita bisa. - Tidak.

Kata Ibu ini tentang perjalanan, bukan hadiahnya.

Tak ada yang pergi kecuali ada semacam keamanan.

Aku setuju sekali.

Untuk meyakinkanmu, itu sudah diurus.

Ada seluruh tim yang siaga. Mereka bisa bepergian dengan kita.

Aku berjanji dia akan tetap aman.

Apa kataku? Tidak. Bahkan dengan keamanan, tak bisa.

Luke.

Luke.

Jika kau berpeluang minum dari Mata Air, apa kau mau?

Kurasa kau membuatku bingung

dengan pria sakit parah yang mencari pengobatan.

Kau tahu apa tentang Owen Carver?

Aku tahu ini tak akan mungkin terjadi tanpanya.

Katanya dia akan gunakan pengacaranya agar putraku kembali

dan alih-alih dia memindahkan mantan suamiku ke seberang dunia.

Kita tak bersyukur untuk ini?

Seharusnya dia membahasnya denganku. Kini Thomas tak bisa melihat ayahnya.

Kau tahu caranya mendapat uang, bukan?

Dia mengambil alih perusahaan seperti menyatakan perang di Eropa tahun 1930-an.

Baik, itu saat itu dan kini saat ini.

Orang berubah saat sekarat.

Kurasa dia mau menebus dosa karena ketamakan dan keserakahannya.

Kurasa dia mau meninggalkan warisan positif.

Kurasa dia cuma ingin minum dan membaik.

Semoga dia tak berniat membotolkan dan menjualnya.

Tidurlah.

KOTA VATIKAN

Aku gagal, Pak.

Tidak. Kau belum gagal hingga mereka berhasil.

Mereka mendapat Alkitabnya.

Sayang sekali.

Apa mereka tahu yang harus diambil?

Dia akan bisa.

Selama 400 tahun sejak dicetak, belum ada yang bisa.

Dia berbeda.

Dia akan berhasil.

Biar kuingatkan, dia tak bisa berhasil.

Dan biar kuingatkan warisanmu untuk melindungi ras manusia dari mereka.

Ada alasannya Mata Air disembunyikan.

Dan ada alasannya, selama ribuan tahun,

kita memastikan itu tetap begitu.

Hanya terlalu berkuasa, berbahaya, dan menggoda

bagi ras manusia untuk memutuskannya.

Apa mereka tahu yang mereka cari?

Aku harus seharfiah apa?

Hidup abadi. Awet muda. Keindahan. Kekayaan. Kesehatan. Kekuasaan.

Apa harus kulanjutkan?

Dalam kata lain, yang mereka anggap sebagai penyelamatan.

Tetapi agak lebih dari itu.

Sejauh ini, kau memilih untuk menunjukkan pengendalian diri besar.

Dan menurutku itu terpuji

tetapi sayangnya tak efektif.

Kau sudah mencoba pemberi ampun.

Kini saatnya menjadi pemberi keadilan.

Kau tahu ini untuk apa?

KAIRO MESIR

Piramida Giza dibangun sekitar tahun 2.600 SM,

dan firaun terobsesi dengan ruang rahasia.

Mereka membangunnya dalam piramida

untuk menyembunyikan naskah gulungan dan pengetahuan masa mereka.

Jika itu rahasia, bagaimana kau tahu itu ada di sana?

Lihatlah kau, Sok Pintar.

Beberapa tahun lalu, para ilmiah gunakan teknologi bernama muografi

untuk memindai piramida secara tiga dimensi.

Lihatlah itu.

Bagaimana kau mendapat ini?

Ini berkat kantong uang di sini.

Dan lihat yang ditemukan pindaian.

Ruang rahasia.

Ada banyak. Dan ruangan yang belum pernah diakses hingga saat ini.

Kau baik-baik saja?

Ketika kita sampai, jika temukan sesuatu, hati-hatilah.

Charlotte, kau mencemaskanku?

Ingat topeng emas dewa matahari Inti?

Kau tak pernah bertanya kenapa Ayah tak mengambilnya,

padahal hampir seumur hidup dia mencarinya.

Dan kuanggap kau bisa memahami hal itu.

- Aku bertanya. - Dan dia berkata,

"Perjalanan dan hadiahnya."

Katanya, "Ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dialami."

Jadi tolong, hati-hatilah.

Profesor Bishara?

Tn. Carver.

- Sangat senang bisa membantu kalian. - Ya, ya.

Tak ada yang lebih tahu sejarah piramida ini dibanding Profesor Bishara.

Deb, Murph. Tetap di sini. Amati mereka.

Baiklah.

Westerguard, kau pasang perimeter. Ayo.

Tak yakin kenapa mereka perlu banyak tas.

Atau apa isinya.

Piramida ditutup selama 3.000 tahun hingga 820 Masehi...

hati-hati kepala kalian...

saat Abdullah Al-Ma'mun memerintahkan orang membukanya dan mencari harta.

Saat itulah pintu awal ini ditemukan.

- Sejak saat itu... - Wah.

...kita menemukan lorong panjang dan setelah itu, Ruang Raja.

Lewat sini.

Jika kita ingin mencapai bawah ruangan, pergi ke bawah tanah...

Temanku, tak ada bawah tanah.

Menurut pindaian kami, ada.

Praeger.

- Ayo. - Pak.

Baiklah. Ayo mulai.

Sedang apa kau?

Tidak. Kau tak bisa begini.

Maaf, Profesor.

Waktu kita sedikit.

Jika waktuku setahun setengah untuk jalani administrasi dan izin yang perlu,

percayalah, akan kulakukan, tetapi aku sekarat.

Aku tak punya kemewahan itu.

- Aku yakin kau paham. - Tidak.

Tn. Carver, ini tidak bisa diterima.

Maka terimalah permintaan maafku.

Apa kita bisa menyingkirkan profesor?

- Miller. - Lewat sini, Profesor.

- Tidak. Tak bisa begini. - Keluarkan dia.

- Tidak! Tn. Carver, ini tempat suci. - Pergi, sekarang!

- Tn. Carver! - Owen, dia benar.

Kita bisa cari jalan masuk. Pasti ada pemicu atau rangkaian.

Beri aku satu jam. Bisa kucari jalan masuk.

- Aku tak bisa. - Tunggu.

Sesaat lalu katamu setahun setengah, kini kau tak mau memberiku satu jam?

Jika aku memberimu satu jam, akan jadi tiga jam,

lalu itu akan menjadi titik, titik.

Kita bisa di sini berpekan-pekan.

Kurasa semua harus mundur. Aku tak mau ada yang cedera.

Bagus.

Thomas. Ikut aku.

Bagaimana menurutmu?

Begini, Bishara tentu benar.

Tetapi Owen tak salah.

Charlotte, ada di sini.

Aku bisa merasakannya.

Apa penting cara kita turun ke sana?

Ya, penting.

Serius, cara kita ke sana penting.

Teman-teman, kita sudah sampai sejauh ini. Kita semua.

Setelah melihat hadiah yang menunggu di balik tembok itu,

pembicaraan ini akan sia-sia.

- Ayo. - Bu, ayo.

Aku tak yakin suka pemandangan itu.

Aku tak suka pemandangan itu.

Tinggalkan semua orang.

Tetap di sini.

Ada lorong.

Lihat siapa yang datang.

Selamat siang, Tuan-tuan.

Selamat siang, Pak. Sayangnya piramida tutup.

Itu mengecewakan. Aku berharap bisa masuk.

Tidak hari ini, sayangnya. Acara pribadi.

Aku datang dengan damai.

Tetapi aku sungguh perlu masuk.

Namun, jika itu jadi masalah, ada senjata yang bisa mengosongkan jalan.

Tetapi aku juga punya senjata...

untuk menghalangi jalan.

Baiklah.

Ini acara pribadi.

Selamat minum teh.

Kita tim mana?

Kita lihat saja pemenangnya.

Aku bisa merasakan badai akan datang.

Menurut pindaian, kita terus turun,

melewati pusat ruangan ini.

Pasti ada di bawah itu.

Maka itu perlu dipindahkan.

- Ayo beri cahaya. - Ya, Pak.

Apa itu?

Ini batu pengunci,

dan itu bergerak pada alasnya.

Kita harus mencari tahu cara masuk ke sana.

Ayo pindahkan saja.

Tuan-tuan, keluarkan senjata terbesar. Kita akan perlu itu.

Ini Polisi Internasional.

Awas! Awas!

Cepat!

Tak akan bergerak.

Terkunci di tempat.

Orang Mesir adalah insinyur cerdas.

Pasti ada cara memindahkannya.

Kita cuma perlu sebentar untuk cari tahu.

Selagi kau memikirkannya, kami akan pindahkan.

- Praeger, alat. - Ya, Pak.

Miller, ambilkan itu untuknya. Ambil alat tangan.

Ambil gada.

Luke.

Suasananya berubah.

Kenapa ada senjata di tas mereka?

Mereka petugas keamanan, Charlotte.

Ini tak terasa benar. Dia tak mendengarkan.

Begini, pria itu menghabiskan banyak uang ke sini.

- ya? - Praeger.

Kita tak perlu heran dia bersemangat.

Dia pikir penyelamatannya ada di sana.

Wah, kau tak bisa terus memukul agar bisa lewat.

Ini tak akan berhasil, Pak.

Itu basal fosil. Kita akan ada di sini sepekan.

Kita bawa peledak?

Apa? Owen, kita tak bisa pasang peledak di sini.

Mereka profesional. Tahu tindakan mereka. Ini aman.

Usia ruangan ini 5.000 tahun.

Mustahil itu aman.

Kau bisa meruntuhkan seluruh strukturnya.

Aku setuju dengan adikku.

- Sebaiknya kau mundur. - Kau mundur.

- Pergi. - Pikiranmu tak jernih.

Maaf, kau kira memimpin seluruh op...

Kau kira mentang-mentang kaya,

kau boleh membakar seluruh tempat ini?

Kau ikut?

Jika kau pergi, aku ikut.

Pastikan kita tak diikuti.

Tetap di sini. Jangan ada yang ikuti.

Ya, Pak.

Baik. Kalian dengar dia. Ayo amankan pintu itu.

Ini cepat memburuk.

Saatnya ikut pihak yang kalah.

Kau bersamaku?

Lindungi aku!

Urus senapan itu.

Kau memilih pihak yang salah...

jadi, kuberi pelajaran.

Semua aman.

Panggil medis!

Kulihat tindakanmu di sana.

Apa pihak kita sama?

Semoga begitu.

Praeger, kurasa kau harus masuk dahulu.

Tulisan ini... semuanya bertentangan.

Apa maksudmu?

"Berkat adalah kutukan."

"Malaikat adalah iblis."

"Penyelamatan tercampur dengan kutukan."

"Diberkatilah dia yang minum tanpa haus.

Orang yang haus mengkhianati dirinya."

Ini jalan buntu.

Sepertinya ini pohon kehidupan.

Penggambaran awal akan kembali ke masa Babilonia.

Panel ini mewakili peta awal.

Empat penjuru dunia mengelilingi pohon kehidupan.

Ini Dewi Naunet.

Dan ini ambar. Terbentuk dari resin kulit kayu.

Melindungi pohon kehidupan.

Peradaban kuno merujuknya sebagai batu pembakar.

Pohon kehidupan tak bisa tumbuh tanpa matahari.

Apa itu dia?

Kurasa itu dia.

Itu jauh di bawah. Kau punya gagasan?

- Parasut? - Terima kasih, Luke.

Thomas, jangan jauh-jauh.

Semua aman, JP?

Tidak. Tidak terlalu, Miller.

Terima kasih.

Lihat yang kutemukan.

Tak tampak berarti.

Mungkin tak tampak berarti.

Tetapi jika kita harus...

percaya, maka ada kekuatan di sana melampaui semua pemahaman kita.

Berkat sebanding dengan kutukan.

Jika kau tak siap menerima berkat, kau akan menerima kutukan.

Sebaiknya berhati-hati.

Kau saja yang urus mulai saat ini, Luke.

Kami semua mendukungmu, bukan?

Untuk menyembuhkanmu.

Ayo jangan cemaskan itu saat ini. Pergilah.

Maaf, kau meminta, atau menyuruhku?

Aku mengundangmu.

Ini keinginanmu, bukan?

Ada apa, Owen?

Sekali ini saja, untukku, apa kau bisa tak ikut campur?

Kau tak benar-benar sakit, bukan?

Aku mulai muak denganmu.

Tetapi kau tak sekarat?

Kita semua sekarat. Cuma soal waktunya.

Apa pun yang ada di sana hanya untukmu, bukan?

Kau cuma perlu tikus untuk menguji jebakannya.

Janganlah naif tentang alasan kita ke sini.

Ini komoditas paling berharga di dunia, Charlotte.

Kau masuk atau tidak?

Baiklah.

Biar kubantu dengan ini.

Luke! Tidak!

Kau paham, aku akan menang permainan ini.

Masuklah.

Masuk!

Lengannya pulih.

Mari lihat apa dia bisa sembuhkan ini.

Tidak!

Kenapa kau tak minum?

Semua milikmu.

Aku harus menutup ini.

Tunggu di sini.

Kau sudah mencoba jadi pemberi ampun.

Kini saatnya menjadi pemberi keadilan.

Kau tahu ini untuk apa?

Jika diminum orang yang salah, kau perlu kunci ini untuk menutupnya.

Mata Air akan menggoda bahkan jiwa yang terkuat,

tetapi godaan itu diiringi dengan kekecewaan kejam.

Jika kau minum energi murni itu,

Mata Air harus mengambil nyawa orang yang paling kausayangi.

Tetapi jika kau paling menjunjung dirimu,

maka tak akan ada antarmuka, tak ada pertukaran,

hanya hubungan langsung dengan kekuatan tanpa batas.

Itu tanpa ampun.

Kelak ras manusia akan siap menerima yang disajikan Mata Air.

Sebelum itu, Mata Air harus dilindungi.

Thomas, beri tanganmu.

Thomas, cepat.

Ayo.

Ayo. Cepat.

Lebih cepat, Thomas, ayo.

Cepat.

- Thomas! - Ayo!

Cepat, cepat.

Ayo.

Jangan jauh-jauh, Thomas.

Luke!

Ikuti aku ke sini!

Kau tak cedera?

Tidak sama sekali.

Kalian?

Ya.

Ini segalanya yang kauinginkan?

Tidak.

Hanya...

segalanya.

Dan jika kau tak siap untuk segalanya, jangan minum.

Kita pergi?

Hei.

Tak terlalu banyak yang bisa menyentuh dan tak mengambil.

Jadi apa itu berarti...

aku mengesankan?

Semua baik-baik saja, Abbas?

Semua lancar?

Hanya hari kerja biasa, sebenarnya.

Kau menemukan lukisannya.

Dan kini kau menemukan Owen Carver, penjahat di balik kejahatan ini.

Praktis untuk beberapa orang.

Kau tak perlu repot, ya?

Jadi, apa pemburuan berlanjut?

Apa aku masih memburumu?

Kurasa itu tergantung kau.

Hal tertentu tak boleh ditemukan.

- Kau punya daftar? - Kau punya?

Aku punya beberapa ide.

Selama itu tak berarti lebih banyak kerja untukku.

Selamat tinggal, Luke.

Hei, terima kasih tak membunuhku.

Belum.

Tetapi jika kau memberiku alasan untuk memburumu, akan kulakukan.

Debs, kita akan hidup?

Lain kali, aku akan masuk denganmu.

Itu adil. Kau tidak, Murph.

Tentu. Kau temukan yang kaucari?

Tidak. Bukan itu yang kucari.

Aku prihatin soal pekerjaanmu.

Aku prihatin kau tak dapat hadiahmu.

Mungkin Ayah benar.

Ada hal yang ditakdirkan untuk tetap hilang.

Selalu ada yang dicari.

Begini, aku kenal beberapa orang di kota, kolektor.

Banyak uang. Mungkin bisa kubantu mencarikanmu kerja.

Atau mungkin kita bisa mencari sesuatu yang hilang.

Kau memikirkan sesuatu?

Aku punya ide.

Terjemahan subtitle oleh Mimi Larasati Bonnetto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.