Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Kutinggalkan semua kenangan masa lalu♪
♪Siapakah aku di balik topeng ini?♪
♪Lepaskan, maka dunia akan terbuka lebih luas♪
♪Cinta membingungkan, hujan tercurah deras♪
♪Bersilangan lalu terjatuh♪
♪Dari reruntuhan, cahaya mulai menyala♪
♪Merobek penghalang tebal di malam panjang♪
♪Hati yang bersinar, menerangi setiap kesepian♪
♪Biarlah layar waktu tersesat dan terombang-ambing♪
♪Keluar dari kepompong dan terlahir kembali♪
♪Bulan bagai nyanyian, hidup bagai api♪
♪Meski tanpa nama, hati tetap setia pada tujuannya♪
♪Biarkan aku menyusuri sungai deras berikutnya♪
♪Bulan muncul, salju pun turun♪
♪Menapaki jalan terjal dan bertemu kembali♪
♪Tangan tergenggam erat, selamanya hidup karena cinta♪
♪Bayangan seperti tombak yang membara♪
=Legenda Jenderal Wanita=
(Diadaptasi dari "Jenderal Wanita Terlahir Kembali")
(Kisah ini murni fiksi)
=Episode 8=
Hanya karena masalah kecil Garda Yezhou,
jadi harus merepotkan Tuan Chu untuk datang jauh-jauh.
Anda benar-benar telah bekerja keras.
Mari, silakan minum teh.
Tuan Sun tidak perlu sungkan.
Apakah Perdana Menteri baik-baik saja?
Kesehatan Guru sangat baik. Dia hanya merasa sedikit gelisah.
Siapa yang membuat Perdana Menteri tidak senang?
Jangan-jangan, Xiao Jue?
Tuan Sun berpikir terlalu jauh.
Hal yang bisa membuat Guru gelisah
tentu saja adalah masalah penting pemerintahan.
Benar sekali.
Benar sekali.
Saya hanya ingin membantu Perdana Menteri mengatasi masalah.
Tuan Chu, Anda telah menempuh perjalanan jauh kemari.
Saya pun telah mengadakan perjamuan untuk menyambut Anda.
Nanti, mohon kesediaan Tuan Chu untuk hadir.
Tamu penting perjamuan ini adalah Panglima Xiao, 'kan?
Bicara tentang Panglima Xiao,
saya sungguh tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.
Sejak menjabat, dia pernah mengirimi saya beberapa surat.
Jika bukan hendak meminta uang, berarti ingin meminta bahan pangan.
Namun, Kota Yezhou juga benar-benar memiliki kesulitan.
Perdana Menteri pun tahu tentang semua ini.
Apa maksud Tuan Sun?
Guru berada jauh di Yaojing.
Tidak mungkin dia bisa mengetahui masalah Yezhou.
Saya salah bicara.
Ding Yi, kemarilah.
Kemari dan sapalah Tuan Chu Zhao.
Tuan Chu, dia adalah Ding Yi,
bawahan Jenderal Feihong yang diutus kemari.
Salam kepada Tuan Chu.
Jenderal sudah berpesan, jika Tuan ada perintah,
saya akan selalu siap untuk melaksanakannya.
Jenderal Feihong terlalu sungkan.
Aku tidak ada urusan sehingga tidak perlu merepotkanmu.
Tuan Chu, mohon tunggu sebentar.
Saya akan pergi melihat persiapan perjamuannya.
Hari ini, ada dua tamu penting yang berkunjung.
Saya tidak ingin ada kesalahan.
Benar, perjamuan ini harus disiapkan dengan baik.
Tuan Besar.
Tuan Besar, Panglima Xiao dan Tuan Muda Cheng telah tiba.
Tuan Chu.
(Kediaman Sun)
Selamat datang, Panglima. Maaf, saya lalai dalam menyambut.
Saya telah lalai dalam menyambut.
Ini adalah utusan inspeksi, Tuan Chu Zhao.
Panglima Xiao, lama tidak bertemu.
Tuan Chu, apa kabar?
(Ternyata dia.)
(Jika diingat-ingat, aku sepertinya pernah menipu uangnya.)
(Namun, aku juga memberinya obat. Jadi, sudah termasuk sudah impas, 'kan?)
Salam kenal, Tuan Muda Cheng.
(Tampaknya, dia tidak bermaksud mengungkapkan identitas palsuku)
(di depan semua orang.)
Saya, Cheng Lisu, memberi salam kepada Tuan Chu.
Ada apa, Ayah?
Sun Ling, cepat minta maaf kepada Panglima dan Tuan Muda Cheng.
Saya yang terlalu picik dan tidak mengenali tokoh penting.
Semoga tuan sekalian bisa berlapang dada.
Lanjutkan.
Harap jangan menyalahkan saya.
Ternyata, Tuan Muda Pertama Sun sadar bahwa dirimu adalah orang yang picik.
Bagaimana jika kita duduk dulu? Mari, duduk dulu.
Panglima Xiao, kau ingin membahas urusan penting dengan Tuan Sun.
Silakan berjalan dulu.
Silakan.
Panglima, Anda juga sudah menjabat selama beberapa waktu.
Saya belum sempat meluangkan waktu untuk mengunjungi Anda.
Sekarang, Anda malah repot-repot datang kemari.
Saya benar-benar merasa bersalah.
Mari, saya bersulang untuk Anda.
Tuan Sun terlalu sungkan.
Jika bisa mengatasi persoalan dana militer dan bahan pangan,
bukan masalah meski aku harus datang sepuluh kali.
Panglima, ucapan Anda membuat saya merasa sangat sungkan.
Tanpa perbekalan, pasukan tidak akan bisa bertahan.
Saya tahu tentang hal ini.
Saya juga ingin mengatasi masalah ini dengan baik.
Hanya saja, perbendaharaan Biro Pemerintahan Yezhou
telah merugi selama bertahun-tahun.
Saya benar-benar tidak sanggup mengeluarkan uang.
Dalam kondisi yang begitu sulit, Kediaman Sun masih bisa
menyediakan makanan nikmat dan menjamu dengan ramah.
Tuan Sun
sungguh perhatian.
Sudah seharusnya.
Kebetulan, Utusan Inspeksi juga sudah datang.
Tuan Chu, kita harus mencari waktu untuk memeriksa
catatan pajak dengan saksama.
Mari kita periksa apakah pajak selama beberapa tahun ini
tidak diterima
atau justru ada situasi tersembunyi lain.
Mengenai masalah ini, perlu bantuan Tuan Chu.
Tuan Sun.
Ya.
Bukankah kau harus bersulang kepada Tuan Chu?
Tuan telah mengingatkan saya. Saya hampir saja bersikap tidak sopan.
Tuan Chu,
saya bersulang kepada Anda. Semoga Tuan Chu bisa memaafkan.
Sun Ling.
Semoga Tuan Chu bisa memaafkan.
Ucapan Tuan Sun berlebihan. Urusan pekerjaan tentu lebih penting.
Apalagi, masalah ini juga terkait
dengan sandang dan pangan para prajurit Garda Yezhou.
Ini adalah hal yang sangat penting.
Aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk membantu
dan menjalankan tugas sebagai utusan inspeksi.
Terima kasih, Tuan Chu.
Terima kasih, Utusan Inspeksi.
Jangan mengobrol tentang hal yang merusak suasana.
Kelak, aku akan merepotkan Kediaman Sun selama beberapa hari lagi.
Semoga aku tidak merusak kesenangan Tuan Sun.
Sama sekali tidak.
Tuan bersedia menginap di kediaman kecil saya,
ini jelas adalah kehormatan bagi saya.
Selagi ada momen yang indah ini,
saya juga menyiapkan acara kecil untuk menghibur kalian semua.
(Seingatku, orang itu pergi ke Paviliun Wanhua)
(untuk memilih penari.)
Pelayan, sajikan arak bagus yang kusimpan selama bertahun-tahun.
Tuan-Tuan, silakan dicicipi.
Panglima, Tuan Muda Cheng, saya bersulang lagi kepada kalian.
Saya habiskan.
Paman, aku bersulang kepadamu.
Paman, ada racun di dalam arak ini! Ada racun di dalam arak ini!
Saya...
Saya tidak tahu.
Pengawal!
Astaga! Tolong!
Menakutkan sekali! Ada yang ingin membunuh!
Ada yang ingin membunuh!
Sun Xiangfu, cepat panggil Petugas Biro Pemerintahan!
Pengawal.
Apakah kalian tuli?
Pengawal, cepat datang! Apakah kalian semua sudah mati?
Huaijin, hati-hati!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Paman!
Pengawal, cepat angkat mayat ini keluar.
Tunggu.
Paman,
aku sepertinya tidak bisa melihat lagi.
Ada pembunuh dan arak beracun.
Apakah ada yang ingin kalian katakan?
Panglima, saya benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi.
Saya juga tidak tahu kenapa bisa ada racun di dalam arak.
Masalah ini terjadi di Kediaman Sun.
Namun, anggota Kediaman Sun malah sepenuhnya menarik diri.
Bukankah ini konyol?
Para penari dan pemain kecapi itu bukan anggota Kediaman Sun.
Mereka adalah orang luar.
Berlutut.
- Aku... - Berlutut.
Berlutut.
Bagaimanapun, sebagai Kepala Keluarga Sun,
saya telah lalai dalam mengawasi.
Pengawasan saya luput sesaat
dan hampir saja menyebabkan masalah besar.
Harap Panglima menjatuhkan hukuman.
Maksud Tuan Sun adalah
masalah ini hendak dibiarkan berlalu begitu saja?
Saya tidak berani.
Saya pasti akan menyelidiki masalah ini dengan saksama.
Semua pembunuh sudah membunuh diri dengan racun.
Saksi dan bukti juga ikut hilang.
Aku tidak akan pergi sebelum masalah ini selesai diselidiki.
Nantinya, aku juga bisa bantu Tuan Sun dalam menyelidiki kasus ini.
Ucapan Panglima Xiao benar.
Sebagai saksi, aku juga bertanggung jawab
untuk menyelidiki fakta dan menangkap pelaku.
Terima kasih, Utusan Inspeksi.
Apa yang kau rasakan?
Tidak begitu sakit lagi.
Aku hanya sedikit tidak terbiasa.
Tadi, aku sudah menyuruh orang membawakan obat penenang.
Seharusnya akan segera tiba.
Panglima, kau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Xiao Jue,
jangan-jangan, kau sedang merasa sedih untukku?
Mungkin kau sedang merasa bersalah.
Namun, sebenarnya, kau seharusnya memujiku.
Memujimu atas hal apa?
Tentu saja memuji kehebatanku.
Jika aku tidak menghentikanmu meminum arak beracun itu,
kau mungkin sudah keracunan.
Aku bisa dianggap sebagai penyelamat hidupmu.
Bukankah aku hebat?
Kau sepertinya tidak sedih. Padahal, matamu tidak bisa melihat lagi.
Mungkin kelak, kau tidak akan bisa melihat lagi.
(Dia merasa takut.)
(Dia tidak setenang yang ditunjukkannya.)
Orang buta juga ada banyak jenisnya.
Aku sangat hebat.
Maka, aku mau menjadi yang terhebat di antara orang buta.
Sebenarnya, apa yang terjadi malam ini?
Sejak awal, apakah kalian sudah menyusun rencana?
Ini...
Bisa-bisanya Tuan Sun begitu ceroboh.
Kau juga sama.
Begitu lancang dan sembrono.
Bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada Jenderal Feihong?
Jangan-jangan,
inilah tujuan dia mengutusmu kemari?
Tuan Chu bijaksana.
Kami memang membuat keputusan sendiri,
tapi ini sepenuhnya demi Perdana Menteri Xu.
Di Kota Yezhou, siapa yang tidak tahu
bahwa saya adalah anggota Perdana Menteri Xu?
Begitu Xiao Jue datang, dia langsung mengintimidasi saya.
Dia bukan sedang mempermalukan saya.
Sasarannya jelas adalah Perdana Menteri Xu...
Tuan Sun,
wibawamu besar sekali.
Kota Yezhou ini sudah hampir tidak muat untukmu lagi, 'kan?
Saya sudah menyadari kesalahan.
Aku tidak peduli bagaimana cara kalian melakukannya.
Pokoknya,
jika ini memengaruhi reputasi Guru,
kita sama-sama tidak akan bisa terlepas dari tanggung jawab.
Saya jamin, tidak akan begitu.
Tuan, Anda tenang saja.
Xiao Jue tidak mungkin bisa keluar hidup-hidup dari Kota Yezhou.
Saya juga tidak berani membuat masalah untuk Perdana Menteri.
Saya akan memberantas masalah ini hingga akarnya,
tanpa menyisakan risiko.
Tuan Chu, hati-hati di jalan.
Kita telah meremehkan ilmu bela diri Xiao Jue.
Lalu, Cheng Lisu itu juga sama.
Bukankah waktu dia menjatuhkan cawan arak itu terlalu kebetulan?
Cheng Lisu.
Aku sepertinya pernah melihatnya di suatu tempat.
Panglima, kau tidak pergi menyelidiki masalah pembunuhan?
Bagaimana cara pembunuh itu masuk ke Kediaman Sun?
Apakah ini sungguh tidak berkaitan dengan Sun Xiangfu dan Sun Ling?
Kali ini, aku datang demi dana militer.
Aku juga ingin mengambil alih semua pejabat dan pedagang Yezhou.
Saat ini, aku belum bisa berkonflik secara langsung dengan mereka.
Jangan bergerak.
♪Sering merindukanmu, tapi tetap terasa seperti pertama kali bertemu♪
♪Saling menatap, perlahan-lahan jatuh♪
Apakah sakit?
Tidak sakit. Sudah terbiasa.
Cukup berikan cawannya kepadaku.
♪Bagaimana perasaan ini bisa dimengerti tersembunyi di dalam mimpi♪
♪Hatiku sekeras batu, tidak pernah berubah♪
♪Bulan sabit menyapa hatimu, gemerlap luruh di matamu♪
Minumlah.
Apakah kau tidak haus?
♪Waktu terus berjalan, tangan kita saling menggengam♪
♪Berdua bagai nada dan irama, menari dalam mimpi nan lembut♪
♪Kusuratkan janji kepada bulan, tidak akan kuingkari♪
Kau dingin?
Bukan.
Kau mendadak begitu baik kepadaku. Bulu kudukku sampai merinding.
♪Cahaya terang bersinar, kenangan pun kembali satu per satu♪
Aku...
Aku mau pergi berbaring.
♪Kenapa takut dengan kehidupan ini? Aku menyaksikan badai ini bersamamu♪
♪Selalu bersamamu selamanya♪
Aku bisa sendiri.
♪Bulan sabit menyapa hatimu, gemerlap luruh di matamu♪
♪Benang merah seperti cincin pohon melingkar menjadi janji awal♪
♪Waktu terus berjalan, tangan kita saling menggengam♪
♪Berdua bagai nada dan irama, menari dalam mimpi nan lembut♪
♪Kusuratkan janji kepada bulan, tidak akan kuingkari♪
♪Bulan sabit menyapa hatimu, gemerlap luruh di matamu♪
♪Benang merah seperti cincin pohon melingkar menjadi janji awal♪
Angkat kakimu.
♪Waktu terus berjalan, tangan kita saling menggengam♪
♪Berdua bagai nada dan irama, menari dalam mimpi nan lembut♪
♪Kusuratkan janji kepada bulan, tidak akan kuingkari♪
Tidurlah, aku ada di samping. Jika ada sesuatu, panggil aku.
Berdasarkan ucapan Panglima,
pembunuhan itu pasti berkaitan dengan Sun Xiangfu.
Pelayan yang menuangkan arak itu juga sangat mencurigakan.
Benar.
Kebetulan, bisa memanfaatkan kesempatan ini
untuk masuk ke markas musuh,
sekaligus
menyelidikinya hingga tuntas.
Waktu itu, saya diam-diam menyelidiki Kediaman Sun
dan menemukan sebuah ruang tersembunyi.
Catatan pajak yang Anda inginkan kemungkinan besar ada di dalamnya.
Hanya saja, waktunya mendesak dan penjagaannya ketat
sehingga saya tidak bisa...
Tidak masalah.
Berhubung sudah menginap di Kediaman Sun,
kau tinggal mencari kesempatan lagi.
Hanya saja, Hee Yan yang tidak bersalah menjadi ikut terlibat.
(Xiao Jue lebih sulit dihadapi dari yang dibayangkan)
(dan terus-menerus menekan.)
(Catatan pajak ini harus disimpan dengan baik.)
(Catatan Pajak) (Jika Xiao Jue mengetahui)
(kondisi bahan pangan dan pajak telah dipalsukan,)
(akibatnya akan sangat parah.)
(Buku Besar)
(Ini adalah nyawaku.)
(Selama harta ini masih ada,)
(aku tidak percaya Perdana Menteri Xu akan mengabaikanku.)
(Jika tidak,)
(cukup menunggu untuk hancur bersama saja.)
(Di hadapanku, Chu Zhao bersikap angkuh dan sok berkuasa.)
(Dia mungkin lupa.)
Dia sendiri
juga hanya seekor anjing yang dipelihara
Perdana Menteri Xu.
Buka mulutmu. Ayo, makan bubur.
Terima kasih, Paman. Maaf sudah merepotkanmu.
Aku merawat keponakanku, tidak repot.
Kalau begitu, apakah Paman bisa
mengambilkan sedikit lauk untuk bubur keponakanmu?
Jika masih cerewet, kau akan kuhukum dengan hukuman keluarga.
Buka mulut.
Panglima, Tuan Muda Cheng.
Dia adalah tabib yang paling terkenal di Kota Yezhou.
Dia sangat ahli mengobati penyakit mata.
Tabib, kau akhirnya datang.
Pagi ini, aku sengaja merebus biji cassia dan akar peoni putih
untuk diminum.
Sekarang, aku merasa lebih baik. Tolong segera memeriksaku.
Benar, biji cassia memiliki efek meningkatkan penglihatan.
Namun, sebaiknya biarkan aku memeriksa Tuan Muda sekali lagi.
(Dia bisa melihat.)
Tabib, kita sama-sama seorang tabib.
Biji cassia memang memiliki efek meningkatkan penglihatan,
tapi jika digunakan bersama akar peoni putih,
itu mudah menyebabkan perut kembung dan nyeri.
Sebagai tabib, apakah kau bahkan melupakan hal ini?
Mohon maaf, Tuan Muda Cheng.
Aku sudah tua sehingga pikiranku linglung
dan hampir menyebabkan masalah besar.
Tidak masalah.
Kau hanya perlu memberiku beberapa obat untuk meningkatkan peningkatan.
Namun, jangan terlalu pahit.
Lakukan sesuai ucapannya.
Baik.
(Bubuk obat itu benar-benar hebat.)
(Pada saat memasuki mata, aku sungguh menjadi tidak bisa melihat.)
(Jika tidak ada obat yang diberikan Guru,)
(aku akan kembali menjadi buta.)
(Berhubung semua orang mengira aku sudah buta,)
(aku akan memanfaatkan kesempatan ini agar mereka menurunkan kewaspadaan)
(dan bisa bertindak dengan lebih leluasa.)
(Bagaimanapun,)
(tidak ada orang yang akan mewaspadai orang buta.)
(Aku ingin lihat,)
(sampai kapan kau akan bersandiwara.)
(Apakah aku ketahuan?)
Butuh waktu untuk merebus obat. Keluarlah untuk menghirup udara segar.
Aku akan menurutimu.
Awalnya, aku ingin meminjam pisau untuk membunuh orang,
tapi pisau itu sangat bodoh.
Sekarang, musuh sudah dibuat berwaspada. Waktu kita sudah tidak banyak.
Kita harus secepatnya menemukan tempat penyimpanan
catatan keuangan di antara Sun Xiangfu dan Guru.
Baik.
Tangga.
Sakit sekali.
Pinggang Panglima memang ramping.
Berhentilah sebelum berlebihan.
Paman, kita mau pergi ke mana?
Memangnya aku akan menjualmu?
Pokoknya, ikuti saja aku.
Paman.
Paman.
Paman!
Dasar Xiao Jue. Dia benar-benar menjualku.
Pengawal, aku tidak bisa melihat. Aku buta dan tersesat.
Pengawal, ini di mana?
Ini di mana?
Tidak boleh masuk ke sini.
- Kau siapa? - Cepat kembali.
Kenapa kau menarikku?
Kau tahu aku ini siapa? Kenapa kau menarikku? Lepaskan!
Jangan tarik aku!
Aku tidak bisa melihat. Kau menindasku!
Aku tersesat.
Kalian antar aku pulang.
Bantu aku mencari pamanku.
(Bagian mulut vas jauh lebih mengilap daripada tempat lain.)
(Pasti karena sering disentuh.)
Lepaskan. Aku bisa jalan sendiri.
- Tuan Muda Pertama. - Minggir!
Ayah memaksaku pergi memberi salam kepada Xiao Jue.
Aku tidak mau pergi! Lebih baik aku kembali dan tidur!
(Gawat, Sun Ling kembali ke kamar.)
(Struktur kunci ini sangat rumit.)
(Harus menekan dalam urutan yang tepat)
(dan menarik batangan tembaga ini untuk bisa membuka laci rahasia.)
(Salah menarik satu batangan saja, mungkin barang di dalamnya akan hancur.)
A... aku bisa jalan sendiri.
Aku akan kembali ke kamar. Seingatku, ada di sebelah sini.
Jalan ke sebelah sini.
- Sebelah sini tidak boleh. - Kenapa?
Kamarku jelas-jelas ada di sana.
- Kenapa selimutnya berantakan sekali? - Lepaskan aku!
- Jalan ke sebelah sini. - Ada yang masuk ke kamarku.
Lepaskan aku!
Jangan dorong aku!
Ayah benar-benar menyebalkan.
Bersikeras menyimpan barangnya di tempatku
dan selalu datang tanpa diundang.
Cepat atau lambat, aku harus pindah tempat tinggal.
Aku adalah tamu penting yang diundang tuan kalian!
Dasar Cheng Lisu.
Aku akan menuntaskan dendam baru dan lama denganmu.
Lepaskan aku!
Pembunuhan!
Pelayan Kediaman Sun mau membunuh!
Untuk apa mendorong sekuat ini? Apakah kalian sungguh ingin membunuh?
Ini baru disebut kuat, mengerti?
Aku mengira orang picik dari mana ini.
Ternyata Tuan Muda Pertama Sun.
Hentikan.
Tuan Chu.
Apakah ini cara kediaman kalian memperlakukan tamu?
Tuan Chu.
Kau tidak apa-apa?
Tidak ada masalah. Ini hanya kesalahpahaman.
Tadi, aku melihat Tuan Muda Cheng tidak leluasa bergerak
sehingga ingin memapahnya.
Namun, aku terbiasa kasar dan tidak mengendalikan tenaga.
Berhubung Tuan Muda Pertama Sun yang salah terlebih dahulu,
kau harus meminta maaf kepada Tuan Muda Cheng.
Tentu saja.
Aku telah bersikap tidak sopan.
Semoga Tuan Muda Cheng bisa berlapang dada
dan jangan menyalahkanku.
Untuk menghargai Tuan Chu,
aku tidak akan mempermasalahkan hal ini denganmu.
Kesalahpahaman sudah diluruskan. Biar kuantar Tuan Muda Cheng kembali.
Kalau begitu, aku harus merepotkan Tuan Chu.
Silakan.
Baik.
Ayo.
Hati-hati.
Kau tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa, Tuan Chu. Aku hanya tidak sengaja terbentur.
Tuan Chu, sebenarnya, aku bisa berjalan sendiri.
Lihatlah.
Aku bisa berjalan sendiri.
Aku awalnya mengira Tuan Muda Cheng adalah orang yang bebas dan berkarisma.
Tidak disangka, kau begitu berhati-hati dalam bertindak.
Seperti kata pepatah, pria sejati harus bersikap lurus dan jujur,
serta menjunjung tinggi moral dan aturan.
Hati-hati, di depan ada tangga.
Baik, aku bisa.
Sudah sampai.
Tuan Chu, silakan.
Hati-hati.
Tidak apa-apa.
Silakan duduk, Tuan Chu.
Biar aku saja.
Kau terus memanggilku Tuan, jadi terkesan asing.
Kalau begitu, aku akan memberanikan diri dan memanggilmu Saudara Chu.
Bagus sekali.
Terima kasih, Saudara Chu.
Kenapa kau mendadak berterima kasih?
Semuanya sudah jelas tanpa perlu diucapkan.
Saudara Chu pasti paham.
Berhubung kau berkata demikian, maka anggap saja aku paham.
Tuan Chu.
Tuan Sun mengundang Anda ke ruang tamu untuk bertemu.
Saudara Chu, silakan tangani saja urusanmu.
Kalau begitu, rawatlah lukamu dengan baik.
♪Cahaya yang jatuh ke lautan hati♪
♪Mengungkapkan bekas luka, aku hanya ingin berjuang melawan arus♪
♪Suara keberanian yang bergema adalah keberanian untuk hidup♪
♪Pernah melihat gunung dan sungai♪
♪Pernah melangkahi embun beku♪
♪Hari demi hari, berjuang sendirian♪
♪Misi adalah kepercayaan♪
♪Impian yang diam-diam bergejolak♪
♪Menyalakan api di tengah badai♪
♪Harapan yang enggan dilepaskan♪
♪Memandang jauh dari jalan yang berlumpur♪
♪Siapa yang akan peduli dengan kehampaan ini?♪
♪Terus berjuang dengan penuh semangat♪
♪Melawan sekuat tenaga tanpa menyerah♪
♪Terbang di dunia ini♪
♪Tentu harus memiliki keinginan♪
♪Menyingkirkan luka-luka untuk menemukan cahaya♪
♪Cahaya yang jatuh ke lautan hati♪
♪Mengungkapkan bekas luka, aku hanya ingin berjuang melawan arus♪
♪Suara keberanian yang bergema adalah keberanian untuk hidup♪
♪Mengejar cahaya yang menuju ke lautan hati♪
♪Mengubur kerapuhan, kekuatan untuk bangkit dari kematian♪
♪Kau akan menyaksikan tatapan tajam di tengah riuhnya badai kehidupan♪
♪Cinta sejati yang berharga, kau menemani petualanganku♪
♪Terbang di dunia ini♪
♪Tentu harus memiliki keinginan♪
♪Menyingkirkan luka-luka untuk menemukan cahaya♪
♪Cahaya yang jatuh ke lautan hati♪
♪Mengungkapkan bekas luka, aku hanya ingin berjuang melawan arus♪
♪Suara keberanian yang bergema adalah keberanian untuk hidup♪
♪Mengejar cahaya yang menuju ke lautan hati♪
♪Mengubur kerapuhan, kekuatan untuk bangkit dari kematian♪
♪Kau akan menyaksikan tatapan tajam di tengah riuhnya badai kehidupan♪
♪Cinta sejati yang berharga, kau menemani petualanganku♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.