Afrikaans
Akan
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Rantauprapat, 28 Desember 2019 Manual translated by. rpkrap@gmail.com
Tina, sayang....
Kau cantik sekali.
Aku tahu siapa dirimu. Kau bagian dari kelompok Demons.
Dan aku benci mata-mata.
Bawa dia ke wisma!
Semoga betah di sana!
Bangsat!
Kuburkan dia, anak-anak!
Kini saatnya acara "What's Cooking Tonight"
Dan inilah para pembawa acara kita, koki-koki favorit Melbourne,
Baggio dan Jackie!
Terima kasih. Terima kasih.
Malam ini kami gabungkan seni kuliner
timur dan barat.
Ooh! Pelan-pelan, Jackie.
Pertama-tama, aduk adonannya.
Seperti memberi pijatan sensual
pada cinta sejati Anda.
Lalu renggangkan adonannya dan putar.
Ohh!
Nyonya2, jika Anda ingin, setelah acara ini,
Jackie akan lakukan hal yang sama dgn rambut Anda.
- Ah. - Ohh.
Sekarang tarik adonannya
menjadi bentuk mie spaghetti.
Sang penyihir memberi sentuhan sihirnya,
dan di depan mata Anda sekalian,
setumpuk adonan berubah
menjadi pasta yang lezat!
Karena si pelacur ini kau khianati aku?
A...aku hanya...
Berapa banyak mereka bayar kau?
Tidak ada. Aku mabuk.
Aku tak tahu ia anggota Demons.
Ada bajingan mencuri kokainku
karena kau tak bisa kendalikan dirimu?
Akan kurebut kembali. Aku bersumpah.
Oh! Tidak!
Boss, kelompok Demons ada di sini!
Kudengar kau punya sesuatu milikku!
Gak ada tuh!
Pelacur.
Kau menjebakku.
Hati-hati!
Aku ahli dalam potong-memotong.
Permisi.
Kupikir kita di sini untuk berbisnis.
Singkirkan senjatanya.
Baiklah...
Tn. Giancarlo,
kita bertransaksi, heh?
Ini setengah juta. Kau kembalikan milikku,
akan kubiarkan kau pergi, itu saja.
Setengah juta, heh?
Berapa banyak kau mau?
Semuanya.
Ah-ah-ah...
Semuanya, 10 juta.
Apa jadinya dunia ini jika seorang pebisnis harus
membayar untuk membeli kembali barang miliknya sendiri?!
Barangmu, heh? Barang ini milikku!
Kau menginginkannya? Bayarlah.
Hubungi aku jika kau siap berbisnis.
Dasar pelacur!
Pergilah ke neraka!
Kau duluan!
Ayo, kita pergi dari sini!
Siapa...
Tangkap mereka!
Cepat!
Richard, cepat!
Richard!
Pergi!
Minggir kau...
Minggir.
Cepat, cepat, cepat!
- Apa ini? - Wanita dan pria itu menjatuhkannya.
- Dimana kasetnya? - Gadis itu mengambilnya.
Tangkap dia!
Tangkap dia!
- Aku mau kasetnya! - Baik.
Dan segera bersihkan tempat ini.
Ayo pergi.
Minggir!
Apa...
Hei, hei, hei. Ada apa?
Ah! Awas!
Kenapa mereka mengejarmu?
Aku tak tahu. Aku tak lakukan apapun.
Dia di sini!
Oh.
Kau tidak apa-apa?
- Huh? - Kosong.
Huh? Oh.
Sekarang baru kosong!
Oh!
Cepat.
Terus cari! Sebelah sana!
Oh!
Apa?
Maaf.
- Oh! - Aah!
Whoa. Cepat juga kau.
- Mereka di sana! - Ayo! Cepat.
Panjat! Naik!
Cepat! Ayo....
- Bagaimana kau... - Cepat, cepat.
Bagaimana dia melakukannya?
Kenapa aku tak bisa lewat?
Kali ini kau jalan sendiri, aku jalan sendiri, oke?
Oke.
- Kau ke arah mana? - Ke arah sana.
Sampai jumpa!
Hei!
Aku bahkan belum kenal dia!
Kau mengerti?
Huh?
Terima kasih, terima kasih.
Es krim!
Izinkan aku sembunyi di sini.
Sst.
Sst.
Teruskan, lihat sekeliling.
Ada kau lihat seorang pria China?
Yah... aku!
Bukan kau. Pria China yang lain.
Ok. Sebelah sana!
Hei...
Ia di sini!
Kenapa kau lakukan itu?
Kukira kalian sedang bermain-main.
Kau mau es krim?
Kalian kusahkan sebagai
suami dan istri!
Ya Tuhan! Awas!
Maaf. Maaf.
Ooh! Ooh! Ooh!
Whoa! Hei!
Ke arah sini!
Sialan!
Jangan kuatir. Aku kenal pria itu.
Maaf. Maaf.
Cepat!
Sebelah sini! Cepat!
Kasetku!
Whoqo!
- Kupikir kita berhasil lolos. - Kuharap begitu. Kau tidak apa-apa?
Ya. Kau bagaimana?
Aku baik-baik saja, tapi mobilku yang malang.
Oh, maafkan aku.
Oh, tidak apa-apa.
Terima kasih sudah selamatkan aku.
Sama-sama.
Ngomong-ngomong...
Namaku Diana.
Namaku Jackie.
Jac...
Aku kenal kau.
Kau yang ikut di acara memasak itu.
- Benar. - Jackie.
Kau pria yang baik.
Huh. Aku pria yang baik.
Oh, pastikan untuk menyaksikan aku
di acara "Big Story" malam ini.
"Big Story"? Aku pernah melihatnya.
Dah!
Dah!
Ini dengan Jeremy dari Saluran 13.
Mana berita eksklusifmu? Hubungi aku.
Hai, ini Annie dari Global.
Dengar2 kau dapat berita besar.
Kita bisa berikan lebih baik daripada berita murahan di Saluran 13.
- Hai. - Hai, Lakeisha.
- Kakek! - Kakek!
Hai, Sonny. Hai, Nancy.
- Ahh. - Pa...
Bagaimana khabarmu?
Aku masih bernafas.
Tolong buka pintunya!
Hai.
Hei, Jackie.
Hai, semuanya.
- Hai. - Hei.
Hai, Sonny dan Nancy. Whoo!
Hei, Jackie, kau semakin terkenal saja, kawan.
Terkenal? Aku beruntung bisa di sini.
Kenapa?
Aku sedang berbelanja,
dan aku ditembaki oleh gangster.
Oh, ya ampun.
Para gangsternya sedang mengejar seorang wanita.
Mereka kira wanita itu bersamaku.
Apa ada yang terluka?
Tak ada. Mobil malangku penuh dengan lubang.
Dimana terjadinya, pusat kota?
- Iya. - Siapa wanita itu?
Namanya Diana.
Oh, ia bilang akan nonton acara "Big Story" malam ini.
Aku harus mencatat kejadian ini
supaya bisa dibuat laporannya.
Singkirkan itu. Kau 'kan lagi tidak bertugas.
Aku tak mau membicarakan hal itu lagi saat ini.
Karena wanita ini kau khianati aku?
Film ini keren sekali!
Aku mau nonton film kartun.
Hei!
Kakek! Kakek! Sonny mendorong aku!
Ah, ayolah! Jangan kasar dengan adik perempuanmu, jangan bertengkar.
Ayo, kita akan pergi nonton Jackie masak makan malam.
- Yeah! - Ya?
Pada acara "What's Cooking Tonight"...
Oh, ya ampun.
Pertama-tama, aduk adonannya.
Seperti memberi pijatan sensual
pada cinta sejatimu.
Lalu...
Siapa itu?
Richard.
Richard?
Maaf. Aku...
Sekarang tarik adonannya menjadi spaghetti...
Hentikan. Ini bukan kasetnya.
Dimana kasetnya?
Aku tak tahu.
Mungkin ini akan menyegarkan ingatanmu.
Tunggu! Tunggu!
Ka... kasetnya ada pada pria itu.
Pria mana?
Pria yang menyelamatkan aku.
Ayo!
Jangan lakukan lagi, pelacur!
Jangan lakukan hal-hal yang bodoh.
Apapun katamu.
Maaf.
Maaf? Kau coba cari kesenangan yang murah?
Apa?
Jangan berdiri di sana pura-pura tak bersalah.
Sudah merasa senang?
Hei! Tidak apa-apa. Kau boleh pergi.
Cepat.
Jangan dorong aku!
Pria itu mencoba mencari kesempatan.
Cepat!
Kenapa terburu-buru?
Kalian para lelaki sama saja.
Bisa tidak kau menunggu?
Tak sabar melihat apa yang telah kalian bayar.
Jangan kuatir, kawan.
Oh, apa ini?
Sepucuk senjata? Ooh! Seram!
Minggir!
Dasar bodoh!
Ayo. Bangun.
Ayo, ke arah sini.
Mereka sudah pergi.
- Dimana teleponnya? - Sebelah sana.
Aku tak sabar menyaksikan acara "Big Story" malam ini.
Apa pendapatmu ttg resep-resep baru Jackie?
Mmm. Lezat.
Hei, belum pernah kau bilang begitu ttg masakanku.
Pa, aku sudah makan masakanmu selama 30 tahun, oke?
Pernikahanku hanya bertahan lima tahun. Hmm?
Jadi menurutmu dalam pernikahan, makanan lebih penting dari cinta?
Yah, begitulah.
Jika saja dia ikuti saranku dan menjadi koki,
istrinya takkan meninggalkannya.
Kakek, kakek selalu bilang menjadi koki itu adalah yang terbaik.
Benar, dan menjadi polisi itu terlalu berbahaya.
Dan dapur itu tempat yang aman.
Benar. Itulah sebabnya Jackie bukan polisi.
Benar itu.
Papanya Jackie dan kakek adalah sahabat karib.
Kami membangun restoran bersama.
Dan sebelum dia meninggal, kakek berjanji akan merawat Jackie
dan menjauhkannya dari bahaya.
Jadi, selama kakek hidup, Jackie akan menjadi koki,
bukan polisi.
Sayang sekali, papa dan papanya Jackie
tak perlu repot memintanya.
Dan sayang sekali anakku sendiri tidak mau mendengarkan aku
seperti yang Jackie lakukan.
Sepertinya aku ambil makanan penutup dulu.
Pa? Bisa tidak aku jadi seperti yang kumau saat aku besar nanti?
Kita akan bicarakan hal itu lagi saat kau sudah besar nanti.
Besok,
matahari bersinar cerah dan suhu sedikit lebih hangat.
Aneh. Acara "Big Story" tidak tayang malam ini.
Jadi kemana wanita misteriusmu?
Tidak tahu.
Apa yang kau lakukan besok pagi?
Aku akan mengambil isi video untuk acara.
Kenapa, apa yang kau inginkan?
Bisa antar aku ke bandara?
Oh, ayolah.
Oke. Pernahkah aku mengecewakanmu?
Terima kasih.
Sonny, Nancy! Cepat. Kita berangkat!
Sonny, kita berangkat! Cepatlah!
Cepat, Sonny! Kita berangkat!
Ia sudah mati.
Keparat! Keparat!
Oh, akan kubunuh bangsat itu!
Dia harus membayarnya.
Terbunuh dalam keadaan mabuk,
Tina hilang.
Giancarlo, akan kubunuh kau.
Akan kuberi kau pelajaran telah macam2 dengan kelompok Demons.
Mm-hmm.
Akan kumasukkan ini ke bokong Giancarlo.
Akan kuhabisi mereka semua!
Diam!
Atau kau akan membuat kita semua mati.
Bangsat.
Lihat dirimu.
Siapa yang mau kau habisi, aku atau Giancarlo?
Aku mau dia mati, kita semua mau dia mati.
Tapi kita harus pikirkan caranya mendapatkan dia.
Kita tunggu waktu yang tepat
dan kemudian kita habisi si bangsat itu!
Berapa lama ia tinggal?
Aku tidak tahu.
Jika suka, ia boleh tinggal lebih lama.
Apa kau akan menikah dengannya?
Mungkin.
Kau mencintainya?
Tentu saja.
Bagaimana perasaanmu terhadap aku?
Aku menyukaimu.
Kita sudah lama bersama.
Kenapa kau tak pernah mengajakku berkencan?
Kita bekerja bersama, makan bersama.
Cukuplah itu.
Ada apa denganmu?
Kau tahu jawabannya.
Aku tahu?
Miki.
- Apa? - Jackie!
Miki!
Ini asistenku, Lakeisha.
Senang bertemu denganmu.
Halo juga.
Bisa bahasa Mandarin? Baguslah!
Kau ngomong apa?
Huh?
Dia hanya bisa sedikit. Ayo.
Aku sangat gembira.
Bapak dan Ibu sekalian,
mari bertepuk-tangan
untuk bintang kuliner favorit kita semua,
Baggio dan Jackie!
Selamat datang di acara Amal Tahunan ke-10
"Feed the Hungry".
Terima kasih sudah membuka hati Anda...
dan dompet Anda...
untuk membantu yang membutuhkan.
Anda makan hari ini supaya mereka bisa makan besok.
Mmm. Jackie, aku mencium keuntungan di sana.
Setelah acara ini, silakan mampir...
dan belilah video bertandatangan langsung
Baggio dan Jackie.
Dan, semua pendapatan dari acara ini
akan disumbangkan untuk acara "Feed the Hungry".
Ada yang lapar?
Anda.
Duduk. Santai saja.
Buka lebar!
Ah! Sebelah sini, Jackie.
Ini dia.
Benar-benar enak!
Ah, Jackie. Miki.
Hati-hati. Jangan sampai telurnya kena wajahmu.
Ah. Di atas sini, Jackie.
Segera datang!
Aku! Aku!
Uh, kau mau lagi?
- Pergi, pergi, pergi. - Hah?
Masalah datang.
Apa? Masalah apa?
Ayo. Cepat. Ayo.
Tuan-tuan, silakan duduk.
Anda akan mendapat giliran.
Hentikan!
Panggil Keamanan.
Cepat, hentikan.
Hubungi polisi!
Dimana kasetnya?
- Kaset apa? - Videonya!
Oh, video?
Di sebelah sana, sedang dijual.
Oh, ya ampun. Apa yang harus kita lakukan?
Hubungi ambulans.
Uh, bebas!
Banyak orang tak bersalah di bawah sana.
Itu dia! Kejar!
Arah sini!
Cepat! Dia di atas sana!
Hei, minggir!
Awas!
Minggir!
Hei!
Hei!
Whoa, whoa! Oh, tidak, whoa!
Jackie!
Oh!
Permisi!
- Miki! - Huh?
Naik!
Oh! Awas!
Hei!
- Yaah! - Oh!
Cepat!
Mereka sudah dekat!
Ambil ini.
Jackie, tolong!
Miki!
Jackie, tolong!
Miki!
Tidak!
Apa yang kalian cari dari pria itu?
Kaset video.
Tunggu!
Pencuri! Akan kupatahkan tulangmu.
Tunggu. Bisa kujelaskan.
Bisa kau jelaskan pada polisi.
Aku bukan pencuri!
Aku sedang mencari barang milikku.
Uh-huh.
Sudah kupegang di sini.
Tidak apa-apa jika tasmu hilang.
Selama kau baik-baik saja.
Kau masih gemetar.
Kukira kita akan mati tadi.
Kenapa mereka begitu marah padamu?
Apa yang sudah kau perbuat?
Aku tak melakukan apapun!
Hanya satu kesalahpahaman besar saja.
Cukup, dasar gila!
Hentikan! Hentikan! Kalian menghancurkan tempatku!
Bukan salahku. Dia yang menghancurkannya.
Dan sekarang akan kuhancurkan bokongmu!
Tunggu!
Ou! Ou!
Hentikan!
Lihatlah tempatku! Teganya kau padaku
setelah kuselamatkan kau?
Maaf.
Dengar, satu kaset video terjatuh dalam mobilmu kemarin,
dan aku harus mengambilnya kembali.
Itu tentulah video yang diinginkan gangster tadi.
Kau tidak menyerahkannya pada mereka, kan?
Tidak!
Bagus. Berikan saja padaku.
Tidak ada padaku.
- Apa? - Apa?
Harusnya ada, karena ketika aku sampai di rumah,
aku lihat salah satu video memasak bodohmu itu.
Bodoh?
Maaf, aku tak bisa menolongmu.
Kumohon.
Aku harus dapatkan kaset itu.
Akan kulakukan apapun.
Pastilah.
Apa maksudmu, lakukan apapun?
Bukan seperti yang kau pikirkan.
Jika saja aku punya kasetnya, tentu akan kuberikan padamu.
Kau seharusnya lapor ke polisi.
Aku akan antar dia dengan senang hati.
Kumohon pergi saja.
Kau tak mengerti...
Aku mengerti. Aku tahu.
Vas bungaku?
Oh. Maaf.
Tidak apa-apa. Bisa diperbaiki.
Jackie, seandainya saja kau bisa menolongku.
Kaulah harapan terakhirku...
Ini sering terjadi?
Hanya sekali-sekali.
Sekali-sekali?
Ia sudah pergi meninggalkan kita.
Mereka sudah datang. Mereka akan membunuhku.
Apa?
Kau benar.
Apa ada jalan keluar lainnya?
Ada. Ikuti aku.
Setiap kali kita bertemu, masalah.
Lewat sini.
Tunggu.
Hati-hati.
Tunggu.
Tunggu aku.
Itu jalan keluarnya?
Iya.
Jangan kuatir.
Aku duluan.
Ini jalan keluar lainnya?
Yeah. Kau takut?
Tidak.
Maaf.
- Pergi. - Aku akan pergi. Ok.
Sial!
- Sial. Sial. - Ou!
- Ou. Apa?! - Tak ada, tak ada.
Oke.
Sial, sial...
- Perlu bantuan? - Tidak.
- Oke. Sampai jumpa lagi. - Oke.
Hei.
Kenapa berhenti?
Aku takut ketinggian!
- Kenapa tidak katakan sebelumnya? - Aku baru tahu!
Ayo!
Dengar.
Pandangan lurus ke depan.
Lalu?
Pejamkan matamu.
Lalu?
Ay-yow!
- Ohh! - Ohh!
Selamat!
Jangan bergerak.
Hei! Itu pria yang pegang kasetnya.
Ayo.
Miki!
Aku tak percaya ini terjadi.
Miki, kau tidak apa-apa?
Akan kusiapkan rumah aman untuk kalian semua menginap.
Maksudmu seperti penjara?
Tidak, terima kasih.
Jackie, aku tahu kau bisa menjaga diri,
tapi bagaimanan dengan yang 3 lagi?
Hei, aku ikut dengan Jackie
sampai kudapatkan kasetku.
Dimana kau akan menginap, Jackie?
Dimana saja...
Seperti di rumah Lakeisha.
Apa? Rumahku?
Kau keberatan?
Tidak, tidak. Tidak keberatan.
Kalian semua boleh menginap.
Seperti menerima tamu pesta.
Benar, kan? Tak ada masalah.
Jackie, hati-hati.
Tuan-tuan sekalian, kalian minta untuk pertemuan.
Kita mengalami kerugian yang besar.
Tak ada produk untuk dijual.
Bagaimana aku bisa tetap menggaji anak buahku?
Masyarakat sudah tidak menghargai kita lagi.
Orang2 Vietnam mulai merambah ke wilayah kita.
Sialan, Giancarlo,
kita harus lakukan sesuatu.
Tak lama lagi, semuanya diambil dari kita.
Tuan-tuan, terima kasih atas perhatiannya,
tapi aku jamin bisnis Anda sekalian tetap berlanjut seperti biasa.
Kalian boleh pergi.
Jaga kebersihan rumahnya sampai2 kentut pun tak boleh.
Maaf, boss, kami gagal dapatkan kasetnya,
dan 4 orang kita tertembak.
Apa?
Aku dapatkan kasetnya,
atau kulenyapkan kau dari muka bumi!
Permisi, boss. Ada telepon untuk Anda.
Yeah?
Kokain dan kasetmu ada padaku.
Jam 3 sore besok, di lokasi bangunan Golden Garden.
Oh?
Harganya dua kali lipat.
Terima kasih banyak.
Oh, biar kulakukan.
Oh, terima kasih.
Aku salah apa ya?
Kenapa bisa menjadi seperti ini?
Aku harus tetap ceria. Jangan sampai Jackie kuatir.
Ah, yeah. Jangan bergerak. Biar aku yang bergerak.
Ya, ya. Oh, enak sekali rasanya.
Ahh. Oh, ya. Ohh.
Jackie.
Ada apa?
Kau sedang melakukan apa?
Mencuci piring.
Ada yang perlu kubeli.
Sekarang?
Keadaan menjadi tidak karuan sejak aku tiba.
Koperku hilang.
Aku perlu pakaian dalam.
Sudah malam. Semua toko sudah tutup.
Dia bilang apa?
Oh. Ia cuma ingin beli pakaian.
Tak ada masalah.
Ia sedikit lebih kecil dariku, tapi, hmm...
Oh, aku punya pakaian yang seharusnya pas untuknya.
Ia bilang...
Aku tahu. Payudaraku kecil.
Ia tidak katakan kau kecil, hanya saja badan kalian sama.
Aku dengar dia katakan "kecil".
Bahasa Inggrisku memang payah, tapi aku mengerti arti kata "small".
Punyanya juga kecil.
Ia memang katakan "kecil"...
Tapi bukan maksudnya "kecil".
Kalian sedang membicarakan apa?
Oh.
Oh, ia katakan, "Terima kasih atas kebaikanmu".
Oh. Ikut aku.
Jangan malu-malu.
Pikir.
Apakah kau pergi ke tempat lain kemarin?
Tidak!
Lakeisha dan aku hanya berteman.
Janganlah cemburu.
Tidak, kok. Tapi kalian terlihat akrab sekali...
... jadi aku salah pengertian.
Jadi aku harus bersikap kasar padanya?
Tentu saja tidak.
Bepergian sejauh ini, aku cuma tak ingin dikecewakan.
Tentu saja tidak.
Sungguh?
Tak masalah. Cuaca di sini bagus.
Apa?
Bukannya kau datang tanpa bekal pakaian?
Oh, hentikan.
Siapa kau?
Dimana kasetnya?
Oh, ya ampun. Kau juga inginkan kasetnya?
Jika kau temukan, silahkan ambil!
Cari kasetnya!
Hanya saja jangan lukai siapapun.
Ada apa?
- Polisi! - Hah?
Ada apa denganmu?
- Kamar mandi. - Tahan saja.
Ok.
Jangan coba macam-macam.
Tidak akan, tidak, tidak.
Polisi!
Ayo, kita pergi.
Bawa dia!
Jackie! Jackie!
Telepon itu akan berdering dalam 12 jam.
Bersiaplah untuk pertukaran.
Apa yang terjadi?
Mereka menculik Miki.
Semua Unit, ini Kapten Morrison.
Jangan ada yang bertindak tanpa perintahku.
Dengar semua. Tetap bersembunyi sampai sandera aman.
Dimengerti?
Hallo?
Lacak panggilan itu.
Dimana kau?
Aku di Chinatown. Siap untuk pertukaran.
Pasar Victoria.
Unit 4, menuju pasar Victoria.
Bisa kau lihat Melbourne Central?
Bisa.
Ayo. Ia bergerak.
Itu dia.
Ini Unit 4. Kami sudah berada di pasar Victoria.
- Periksa keadaan. - Laksanakan.
Aku sudah berada di Melbourne Central.
Pantai St. Kilda.
Kau lihat halte trem?
Unit 1. Pantai St. Kilda.
Naik ke trem Pantai St. Kilda.
Aku sudah di dalam trem.
Kau coba macam-macam, akan kami habisi pacarmu.
Tidak, tidak, tidak. Tidak ada macam-macam.
Jangan lukai dia.
Hallo?
Turun dari trem sekarang.
Bagaimana dengan Pantai St. Kilda?
Lakukan saja perintahku. Turun.
Unit 2, pusat pameran. Mengerti?
Mengerti.
Mereka mempermainkan kita.
Semua unit, fokus pada Jackie.
Kuperingatkan kau. Aku yang pegang kendali. Sekarang, mundur.
Lihat, kan? Mereka mempermainkan kita.
Semua unit fokus pada Jackie.
Ingat...
Jaga sikapmu.
Hei, hati-hati!
Sapa pacarmu.
Jackie! Jackie!
Jackie!
Miki.
Tenang.
Sandera terlihat...
Sisi utara.
Semua agen berkumpul di tempat Jackie.
Jangan terlalu dekat.
Mundur. Kalian terlalu dekat.
Polisi.
Keparat.
Tidak! Tidak! Jackie!
Hei, hentikan!
Hei!
Hei!
Whoa!
Di sini!
- Ayo! - Jackie, tolong!
Jackie!
Tolong!
Bergerak!
Sialan!
Dimana mereka?
Sudah selesai!
Jangan ikuti aku lagi!
Ayo.
Jackie! Jackie, dengar, maafkan aku, ok?
Kau telah berjanji ia akan selamat.
Sial, tak kuduga mereka begitu pintar.
- Tidak! Kau yang bodoh! - Bodoh?
Mereka memergoki para agenmu!
Apa?
Lihat.
Lihat.
Lihat.
Dasar bodoh!
Rompi itu adalah aturan!
Aku takkan membahayakan keselamatan anak buahku!
Keselamatan mereka? Bagaimana dengan Miki?
Sudah kubilang sebelumnya, tapi tak pernah kau dengarkan!
Sialan kau! Bagaimana caranya mendapatkan Miki kembali?
Mereka mematuhi perintahku!
- Perintah bodohmu! - Jackie, tenang dulu, ok?
Aku janji kita akan dapatkan Miki kembali.
Akan kudapatkan ia kembali. Jangan halangi aku lagi.
Jika kau campuri urusan polisi,
akan kutangkap kau.
Menangkap aku? Silahkan!
Silahkan!
Jackie.
Jackie!
Jackie, jangan kuatir.
Mereka akan telepon. Mereka butuh kasetnya.
Bagaimana seandainya mereka tidak telepon?
Yeah?
Kau!
Hei!
Berhenti!
Apa yang kau lihat, bocah gendut?
Ada yang butuh pertolongan?
Yeah, kau!
Apa yang terjadi?
Huh? Aku terlalu ikut campur.
- Kau tidak apa-apa? - Tidak!
Tunggu. Aku tak peduli kau mau apakan aku,
tapi lepaskan dia!
Kita tahan dia sampai kita yakin ini kaset yang benar.
Itu kaset yang benar. Lepaskan dia.
Jika kau permainkan kami,
kau dan pacarmu akan mati.
Akan kuperiksa kasetnya.
Dan jika bukan kaset yang benar, kalian mati!
Matt, ambil kasetnya.
Bukan urusanku. Bukan urusanku.
Awas pisau.
Whoa! Whoa!
Dimana pacarku?
Dimana dia?
Katakan!
Di lokasi pembangunan Golden Garden.
Jackie.
Lepaskan aku!
Katakan apa yang terjadi!
Lepaskan saja aku!
Biarkan dia pergi.
Lepaskan dia!
Aku tak bersalah. Aku tak salah.
Kebrutalan polisi. Kalian semua saksiku.
Pukul aku. Lakukan. Ayo, pukul aku.
Dengan senang hati.
Kalian lihat, kan? Ia memukulku!
- Ia memukulku! - Dan ibumu juga!
Oh, itu Jackie.
Hentikan. Hentikan!
Bereskan kekacauan ini.
Kalian berdua tetap di sini.
- Tunggu. - Kupikir...
Apa... apa yang kita...
Jangan sentuh aku.
Sentuh dia lagi...
akan kuhabisi mereka.
Dimana pacarku?!
Tunggu! Dasar setan!
Anak buah Giancarlo! Lari!
Cepat! Lewat sini!
Kau cantik.
Dimana kokainku?
Kau harus bicara lantang. Aku tak bisa mendengarmu.
Sudah kugunakan membedaki hidungku.
Hah! Kita lihat saja apa aku bisa berkomunikasi
dengan sedikit lebih efektif.
Dimana kasetnya? Dan dimana kokainku?
Aku tak punya kasetnya!
Tak ada kaset? Lalu, mana kokainku?
Jangan! Hentikan!
Apa yang terjadi dengan kami jika aku beritahukan?
Kalian akan dibebaskan.
Oh, kau boleh pegang janjiku.
Dua peti itu...
...ada dalam ruangan itu.
Sudah kami temukan!
Semuanya.
Wanita ini milik kalian, anak-anak.
Lari! Selamatkan dirimu!
Lari!
Apa yang terjadi?
Wanita itu, ia kabur.
Siapa peduli?
Boss, si koki China itu,
ada di lantai atas.
Si koki China?
Jadi kau siapa?
A-a-aku Miki.
Jackie pacarku.
Oh, Jackie.
Jadi, bagaimana itu?
Aku harus segera pergi.
Bawa dia!
Masukkan dalam mobil.
Berdiri di sana.
Kau akan membuat kita terbunuh.
Lakeisha, kau saksi utamaku.
Aku akan cari bantuan.
Jangan pukul aku! Jangan pukul aku!
Jangan pukul aku! Jangan!
Ke arah sana!
Ambil!
Jackie!
- Jackie! - Jackie!
Lempar dia.
- Tidak! - Tidak!
Tidak! Jangan!
Hei! Apa yang kau lakukan?
Kalian dengar katanya. Ia bilang jangan.
Turunkan dia.
Jackie.
Akhirnya kita bertemu.
Jangan kotori mobilku.
Pergi!
Hei!
Papa!
Sayangku, hmm?
Hei, Sonny!
Papa!
Hei, apa acara yang begitu menarik di TV?
Apa jadinya dunia ini jika seorang pebisnis...
harus membayar untuk membeli kembali barangnya sendiri?!
Barangmu, huh?
Hei, hei, hei. Darimana kau dapat kaset itu?
Dari rumah kakek. Paman Jackie membawanya.
Hallo, di sini Romeo.
Apa? Seberapa parah luka mereka?
Aku segera datang.
Apa yang terjadi?
Jackie and kedua wanita itu tertangkap Giancarlo.
Jika ingin selamatkan mereka, sebaiknya kau bergegas.
Terima kasih.
Romeo.
Ingat. Ini berita eksklusifku.
Ini semua informasi yang kami dapat ttg Giancarlo.
Bagus. Terima kasih. Aku berhutang padamu.
Yeah, takkan kulupakan.
Aku bahkan tak boleh duduk?
Lihatlah dirimu.
Boss sangat memperhatikan rumahnya.
Serahkan kasetnya.
Tidak ada padaku!
Hei!
Jangan ganggu dia.
Kasetnya ada di rumah temanku.
Jadi? Hubungi dia.
Ayolah, Romeo. Jawab teleponnya.
Dimana kau?
Hai. Ini Jackie.
Ingat kaset yang kuberikan padamu?
Kau pernah melihatnya? Bagus.
Bisakah kau bawakan padaku?
Alamat?
Dimana alamatnya?
Ada yang tahu alamatnya?
Mereka tak mau beritahu.
Aku akan datang mengambilnya. Baik.
Sampai jumpa. Jangan kemana-mana.
Aku segera datang. Oke.
Ia sudah temukan kasetnya.
Tapi aku harus pergi mengambilnya, ok?
Sampai berjumpa.
Jackie!
Jackie!
Jackie! Jackie! Jackie!
Tidak! Hentikan!
Miki!
Kau senang bermain-main?
Baiklah.
Kita bermain satu permainanku.
Hakim sedang melihat kaset itu saat ini.
Kau terlibat terlalu emosional.
Kita sangat nyaris mengungkap kasus ini.
Aku tak mau petugas emosional membahayakan kasus ini.
Jadi aku di sini memastikan tak ada lagi kekacauan.
Sekarang, aku mau kau tenang dulu.
Mm-hmm.
Inilah kesempatanmu.
Tunjukkan kemampuanmu.
Au, pukulan yang bagus sekali.
Hampir mengenaiku.
Apa gunanya aku membayar kalian, orang bodoh?
Tadi dia nyaris mengenaiku!
Jangan pedulikan talinya.
Lontarkan pukulan terbaikmu.
Jangan meludah di rumahku.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Jangan tarik!
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Tarik! Tarik!
Jackie!
Dasar tak berguna!
Bodoh!
- Boss! - Apa?
Luigi and yang lainnya, mereka sudah datang.
Lupakan kaset sialan itu.
Bawa dia ke wisma!
- Minggir! - Baik, boss.
Luigi.
Sekalian saja mereka beri kita kondom.
Bawa para wanita ke sana.
Aku akan urus yang satu ini.
Awas!
Masuk! Masuk! Masuk!
Cepat! Cepat, cepat!
Jackie!
Keluar!
Ingat, tetap tenang.
Kau mau apa?
Kami mau bertemu Giancarlo.
Ia mungkin tak mau bertemu denganmu.
Hei, hei, hei.
Sikap kasar seperti itu takkan bisa ditoleransi.
Kau ingin bertemu denganku?
Kapten Morrison, NEA.
Ini Romeo Baggio.
Dimana Jackie?
Jika kau lakukan sesuatu padanya...
Aku tak mengerti siapa yang kau bicarakan.
- Apa namamu Jackie? - Bukan.
- Kau Jackie? - Tidak.
- Kau? Kau? - Bukan!
Aku kenal kau.
Kau adalah bandar narkoba terbesar kota ini.
Jadi, memangnya kau mau apa?
Kau punya bukti? Tidak?
Maka kau boleh pergi.
Jackie! Jackie!
Tahan! Tahan!
Sudah kubilang untuk tenang!
Kau tahu hukumnya.
Bisa saja kutembak kau seperti anjing karena masuk tanpa izin.
Tenang.
Ayo kita pergi dari sini.
Ayo. Kita pergi.
Kalian bisa percaya pada mereka berdua? Si Romeo itu punya nyali besar.
Atau mereka akan digantung di pohon Natal.
Kenapa itu ada di sini?
Hei! Itu Jackie!
Yeah, aku tahu itu Jackie.
Ia tidak apa-apa.
Jackie.
Giancarlo.
Hei!
Lakukan sesuatu!
Baiklah, Jackie!
Siapa?
Maaf, Kapten.
Siapa laki-laki itu?
Ada kau lihat sesuatu?
Tak ada, Kapten. Aku tak melihat apapun.
Benar.
Kalian, eh, ada lihat sesuatu?
Tak ada, pak.
Kapten, kami dapat bukti untuk menyingkirkan Giancarlo selamanya.
Bawa dia.
Jackie, kami segera kemari secepat mungkin.
- Sungguh. - Yeah, benar.
Jujur!
Diam. Aku beruntung berada di sini.
Aku sedang belanja, lalu ditembaki para gangster.
Oh, ya Tuhan!
Dialog siapa selanjutnya?
Kau.
Dialogku?
Aah!
Sekarang aku gugup.
Aku gugup jika bicara bahasa Inggris!
Aah!
Diam, aku...
Aah!
Diam. Aku beruntung berada di sini.
Kenapa kau tersenyum?
Hanya senang saja, ah.
Ok.
Ah!
Rantauprapat, 28 Desember 2019 Manual translated by. rpkrap@gmail.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.