Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku ingin mengundang mempelai pria dan mempelai wanita. Tunggu!
Maksudku, kedua mempelai pria.
Untuk mengatakan sesuatu kepada para tamu.
Aku ingin berterima kasih kepada semua orang
yang datang sebagai saksi kami hari ini.
Yang terpenting...
Aku ingin berterima kasih kepada Nenek.
Nenek,
kini aku telah meraih mimpiku.
Jika bukan karena Nenek...
Titi!
Kematian cucumu bukanlah kematian yang damai.
Rohnya tidak tenang.
Dia masih terikat dengan perasaannya.
Aku harus bagaimana, Master? Tolong beri tahu aku.
Apakah Titi punya urusan yang belum selesai?
Sebelum meninggal,
Titi berencana menikah,
tapi ayahnya tak merestui.
Itu dia! Itulah arti mimpimu.
Urusan Titi yang belum selesai.
Jadi, aku harus bagaimana?
Kau harus mengadakan pernikahan arwah
menurut kepercayaan nenek moyangmu.
Bagaimana...
jika dia suka pria?
Bisakah aku mengadakan upacaranya?
Ini adalah pertanda dari dupa.
Dunia bawah sudah mengikuti perkembangan zaman.
Pernikahan sesama jenis diizinkan.
Para dewa tak akan menghalanginya.
Namun, dia tak bisa menikahi sembarang orang.
1869, WU CHUN FEI
Orang yang ditakdirkan bersama putramu
akan dipilih oleh para dewa.
Kau harus mengambil beberapa potongan rambut dan kuku orang yang sudah mati
dan memasukkannya ke amplop merah,
lalu tinggalkanlah di suatu tempat.
Orang yang mengambil amplop itu
adalah orang yang dipilih para dewa.
Sial! Ibumu pergi ke Surga!
Astaga.
Lebih keras!
Wah, hebat sekali!
Bagaimana?
Dadamu lebih besar daripada kepalaku.
Ayo, lanjutkan.
Aku akan membantumu.
Tong sedang cuti.
Aku akan menjadi pelatihmu hari ini.
Aku Menn.
Aku Boy. Mari kita latihan maksimal hari ini.
Mendekatlah.
Mendekatlah.
Ayo.
Kerja bagus, Menn.
Langkah selanjutnya, pancing dia ke loker.
Kau pandai mengocok.
Sini, biar kubantu.
Tenang, Sayang.
Semuanya muncrat.
Aku akan membersihkan diri.
Menn, namamu sangat cocok untukmu.
Kau tampak kuat dan pandai menyerang...
- Apa? - Cepat! Periksa lokernya.
Apa yang kalian cari? Tidak ada apa-apa!
Jangan bohong.
Aku sudah menyamar selama beberapa minggu. Kau mengedarkan narkoba.
- Narkoba apa? - Diam!
Orang-orang sepertimu...
Ada apa dengan orang-orang sepertiku?
Jika bukan pencandu narkoba, kau bandarnya!
Ketemu!
Goi.
Kemarilah. Barang buktinya ketemu.
Anda ditangkap karena menjual narkoba. Anda berhak untuk tetap diam.
Apa pun yang Anda katakan dapat digunakan sebagai bukti...
Itu bukan kalimatmu. Itu ucapan polisi.
- Tunggu, kau bukan polisi? - Diam!
DEPARTEMEN INVESTIGASI
Menn, sudah berapa lama kau menjadi informan kami?
Sudah beberapa tahun, Inspektur.
Ini saatnya memindahkanmu...
Menjadi petugas polisi?
Kembali ke penjara!
Kau bilang ini bukti? Kukira ini MSG.
Sekarang aku mau makan mangga.
- Mangga yang dijual di depan enak, Pak. - Itu sarkasme!
Goi, ini pekerjaan sangat penting. Mengapa pakai pencuri payah ini?
Ada banyak orang di skuad kita.
Pekerjaan menyamar dibutuhkan orang tampan, Pak.
Orang tampan?
Apakah pernah ada yang berhasil?
Nomor sepuluh, Big Bike.
Dapat seribu minuman!
Jangan gagal menangkap tersangka. Buat dia mabuk dan gali informasi darinya.
- Dia adalah ratu penipuan piramida. - Aku dilahirkan untuk ini.
- Bersulang! - Bersulang!
Big Bike, bangun!
Apa-apaan ini?
Ini bahkan belum sepuluh gelas. Big Bike, jangan mabuk dulu.
Biarkan aku bercinta denganmu dulu!
- Tidak! - Kemarilah!
Aku lihat mereka. Prostitusi ilegal anak-anak.
Jangan bergerak! Kalian ditangkap atas prostitusi anak-anak...
Apakah dia memaksamu melakukan apa pun?
Ya. Ayahku memaksaku mengerjakan PR.
- Menn! - Menn!
- Belum lagi pekerjaan... - Cukup, Pak.
Semua orang pernah berbuat khilaf, 'kan?
Bahkan dengan sepuluh kaki pun, kau bisa tetap tersandung.
Empat sudah cukup. Sepuluh dari mana?
Kau juga mau kakiku?
Namun, bukankah kasus sasana ini berhasil?
Dengan bukti sesedikit ini, bagaimana kita mengaitkannya ke Big Joe?
Lalu, orang yang kau tahan itu? Dia putra seorang politisi besar.
Dia mengancam akan menjatuhkan kita. Karena...
- komentar sinis tentang gendernya. - Itu tidak pernah terjadi, Pak.
Aku tak pernah mendiskriminasi.
Terlihat jelas sekali.
- Apa-apaan? - Minggir.
Goi, tolong beri aku kesempatan lagi.
Sudah cukup.
Kapan Inspektur akan mengirimku ke akademi kepolisian?
Goi, kau sudah janji.
Setelah dimarahi, kau masih mau menjadi polisi?
Sial betul hari ini!
Amplop apa ini?
Angpau?
Akhirnya, keberuntunganku datang juga.
Apa-apaan?
Kita dapat mempelai prianya!
Wah, kulitnya putih! Dia juga tampan.
Titi punya selera yang bagus.
Pantas untuk ditunggu.
Kau bicara apa?
Lihat. Ini Titi, cucuku.
Kau perlu menikah dengannya.
Apakah ini foto pemakaman?
Ya.
Kau mau aku menikahi orang mati?
Dia juga pria?
Apa kau gila?
Kukira anak muda akan berpikiran terbuka.
Zaman apa ini? Kau tak pernah menonton serial BL?
Mereka terlihat mirip. Cocok sekali.
Aku merestui kalian.
Sangat cocok!
Hei, apa kalian sekumpulan penipu?
- Aku akan penjarakan kalian. - Apa kau polisi?
Kalian semua sudah pikun. Aku mau pergi.
Kau tak bisa lari! Titi sudah melekat padamu.
- Sial! - Benar.
Para dewa telah memilih.
Jika kalian tidak menikah, kau akan sial selamanya.
Sekarang saja sudah sial.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan...
Satu, dua, tiga...
Sangat merepotkan.
Mengapa bersolek dan berpakaian begitu? Nanti kuberi tahu orang tua kalian.
Wah, Goi. Kita baru saja bertemu. Kau sudah merindukanku?
Enak saja.
Aku lupa memberikan upahmu di kantor tadi.
Kau sudah lihat amplopnya, 'kan?
- Amplop apa? - Apa?
Jangan bilang...
Aku hanya punya amplop angpau dari Tahun Baru.
Mengapa tidak ditransfer saja? Transfer saja lain kali!
Hei, Bung!
Tunggu!
Itu milikku!
Hei!
Stop!
Hei, stop! Uangku!
Uangku! Hei!
Hati-hati kalau berkendara!
Hati-hati!
Kulkas?
Orang macam apa yang melempar kulkas?
Apa kau sudah gila? Stop! Kumohon!
- Stop. - Aku tak sengaja membuang uangku.
Para dewa telah memilih.
Jika kalian tidak menikah, kau akan sial selamanya.
Anak Muda! Kau sedang mengalami kesialan.
PERAMAL
Dari mana kau tahu?
Nak, ada roh yang mengikutimu.
Aku tak percaya takhayul.
Roh dari masa lalumu mengikutimu.
Anak Muda, kau akan segera menikah, 'kan?
- Kesialan. - Ada roh yang mengikutimu.
- Roh dari masa lalumu. - Kau akan segera menikah, 'kan?
Aku tak percaya kalian!
Hanya orang bodoh yang terobsesi dengan ramalan omong kosong itu.
PEMBACA TAROT
Kau bilang kami bodoh?
Bukan begitu maksudku.
Maksudku peramal penipu itu.
Seharusnya mereka mencari pekerjaan lain.
Maksudmu, aku penipu?
Bukan begitu maksudku.
Maksudku adalah...
Hei, dia memberikan jari tengah.
Pukul saja aku.
TAMAN KEBERUNTUNGAN
Dia masih terlihat tampan, meski sudah dipukuli.
- Tubuhnya kuat. - Aduh!
Maaf, aku tak berniat.
Aku tahu kau masih belum mengenal Titi.
Titi adalah anak yang baik.
Dia lemah lembut sejak kecil.
Dia suka menolong kucing dan anjing.
Dia juga seorang pejuang.
Dia selalu menuntut hak untuk LGBTQ+.
Hari itu, aku memberi tahu Titi
bahwa aku akan mendukung semua hal yang dia sukai.
Aku juga berjanji tak akan mati dengan mudah
agar bisa melihat Titi menikah.
Aku bersyukur kepada para dewa karena telah membawamu
dan setuju untuk menikah dengan Titi.
Titi, Nenek sudah menepati janji.
Stop!
Ibu!
Ibu sedang apa? Siapa pria ini?
Aku tak bisa menerima upacara gila ini!
Itu masalahmu!
Saat Titi masih hidup, kau tak pernah mendengarkan putramu.
Mengapa baru ribut sekarang?
Pergilah. Kau merusak waktu yang baik ini.
Pergilah!
Baiklah!
Lakukan saja semau Ibu.
Teruslah bermain.
Orang jahatnya sudah pergi.
Mempelai Pria, ulangi ucapanku.
Titi, kau boleh masuk ke mobil.
Titi, kita akan melewati jembatan.
Titi, kita akan melewati jembatan.
Titi, kita sudah sampai di rumah baru kita.
- Benda sakral itu kehilangan kekuatannya. - Liftnya juga mati.
Titi mendesainnya sendiri.
Ini adalah perpaduan antara baju modern dan kerajinan tangan.
Menyatukan kebudayaan dan generasi.
Aku terjaga dua hari untuk menghafalkan kata-kata Titi.
Kau akan biarkan di sana begitu saja?
Nanti aku akan berguling di atasnya.
Hei, kalian sudah menikah. Wajar saja jika kau berguling di atasnya.
Benar!
Normal bagi para suami untuk melakukan itu.
Aku benar, 'kan?
- Aku sangat senang. - Ya.
Titi sudah siap.
Akhirnya, semua sudah berakhir.
Anggap saja kita sudah menikah.
Omong kosong.
Apa-apaan?
Tak ada yang namanya hantu.
Aku tak takut kepadamu! Hantu itu tidak ada!
Hai, Suamiku!
Apa itu? Mesumnya.
Namun, kita sudah menikah, 'kan?
Aku harus terbiasa, 'kan, Suami?
Siapa suamimu?
Pergilah!
Sialan! Hantu dari Shutter!
Dasar hantu banci!
Pergilah!
Hantu banci!
Pergilah, Hantu Banci!
Stop.
Astaga, sudah kubilang stop!
Mengapa kau masih pakai istilah itu di zaman modern ini?
Siapa yang mati dan menjadikan orang heteroseksual sepertimu hebat?
Kau pikir aku mau menikah denganmu?
Mengapa aku bisa menikah dengan orang berengsek sepertimu?
Bermulut kasar! Berisik!
Lelaki macho dengan sifat yang buruk!
Hantu banci!
Aku akan memberimu satu kesempatan lagi.
Apakah kau akan memanggilku "Hantu Banci"
atau "Sayang"?
Ha...
Hantu Banci!
Kau mau panggil aku itu?
STOP, TITIK PEMERIKSAAN
Apa kau habis minum-minum?
Ya.
Jus tomat. Jusnya membuat wajahku merah.
Bisakah kau bernapas di alat ini?
Jangan tinggi-tinggi. Turunkan tanganmu.
Ayolah, 2.500.
Bokongnya bagus juga.
Hei, astaga!
Itu sungguhan?
Rupaku mungkin tampak lembut
Namun, terkadang, hatiku bisa keras
Kau suka memperdayaiku untuk mencintaimu
Tentu saja
Ya
Jangan bermain api
Nanti kau bisa terbakar
Aku mencemaskan keselamatanmu
Menjauhlah dariku
Karena aku bocah api
Bocah api, ya
Astaga!
Hentikan kelakuan tidak senonoh ini!
- Stop! - Stop!
Stop!
Master!
- Ya, berhentilah berteriak. - Buka pintunya!
Master.
Bisakah aku menceraikan hantu?
Kau tak bisa menentang keputusan para dewa.
Di masa lalu, kau dan Titi punya hubungan yang dalam.
Apakah aku suaminya?
Kau anjing peliharaannya.
Titi masih berkeliaran di dunia manusia karena ada urusan yang belum selesai.
Masih ada hal yang belum terkabul.
Jadi, aku perlu menoleransi hal ini?
Bagaimana jika dia merasukiku lagi?
Tunggu.
Roh tak bisa sering-sering merasuki tubuh manusia.
Dibutuhkan banyak energi.
Rohnya akan menjadi lemah.
Jika terus merasuki orang, mereka akan menjadi roh gentayangan.
Tak bisa bereinkarnasi.
Tak bisa bereinkarnasi?
Jadi, dia akan terus muncul?
- Ya. - Tidak bisa!
Aku harus bagaimana?
Hanya ada satu cara.
Kau perlu menuntaskan urusannya
sampai dia bereinkarnasi.
Hei!
Keluarlah dan bicara!
Sekarang kau bersembunyi?
Mari kita bicara.
Pertama, kau panggil aku apa?
Sayang.
Apa katamu tadi?
Sayang.
Tidak dengar. Lebih keras lagi!
- Sayang! - Ya?
Apa maumu, Suamiku?
Sayang, adakah yang kau inginkan?
Adakah hal yang kau cemaskan?
Mengapa?
Mengapa kau peduli?
Agar aku bisa menolongmu.
Begitu, ya?
Agar aku bereinkarnasi dan tak mengganggumu lagi, ya?
Pertama,
jika kamar ini tidak bersih, aku tak mau bicara.
Titik.
Lihat itu. Pakaian dalam yang melilit.
Ambil.
Apakah pacarmu tidak mengeluhkan kandangmu ini?
Pisahkan juga sampahnya.
Kau sangat kotor.
Pantas saja tak ada yang mau denganmu.
Dari mana kau tahu itu?
- Aku punya teman. - Apakah gadis itu sungguhan?
Aku bahkan menulis lagu untuknya.
Kau...
Kulihat kau berjalan ke arahku
Aku dengar jejak langkahmu
Tap, tap, tap
Angin bertiup dengan kencangnya
Rambutmu terkena angin
Sangat indah
Aku terpaksa menarik napas
Dahsyat sekali
Pria ini mencuri ponsel.
Aku berhasil menangkapnya.
Siapkan mobilnya.
Mengapa bergerak lamban? Ayo cepat!
- Dewi Cinta menangkapmu? - Cepat!
Lebih tepatnya menangkap basah dirimu!
Goi memberiku pekerjaan sebagai informan.
Dia bilang, kalau kerjaku bagus, catatan kriminalku akan dihapus.
Kalau aku berhasil menangkap penjahat besar,
Inspektur akan merekrutku.
Aku bisa menjadi rekannya
dan bisa melindunginya.
Bangun!
Dia pasti memanfaatkanmu.
Jangan ikut campur.
Katakan apa urusanmu yang belum selesai agar kau bisa bereinkarnasi.
Urusanku...
Mungkin untuk melihat Din lagi.
Siapa itu Din?
- Pacarku. - Apa?
Jika kau punya pacar, mengapa kau menikah denganku?
Mengapa tak menikah dengannya?
Siapa suruh mengambil amplop itu!
"Mengambil amplop itu"!
- Aku belum ucapkan selamat tinggal. - Lantai berapa?
Setinggi ketampananku.
Maaf, aku tak bisa menahannya.
Lantai 25.
Kau mau aku bilang apa?
Suruh dia melupakanku.
Melanjutkan hidup.
Jangan bersedih.
Hiduplah dengan bahagia
untukku juga.
K-drama macam apa ini?
Kau cari siapa?
Sekarang bagaimana?
Hei, tunggu!
Kau terlihat familier.
Aku ingat. Ini dia.
Jangan bermain api Nanti kau bisa terbakar
Aku menontonnya berkali-kali.
Pinggangmu indah. Lihatlah.
Mengapa terburu-buru?
Menari dulu untukku.
Aku penggemar beratmu!
Din, dasar berengsek! Kau jahat!
Dia menangis tersedu-sedu di pemakamanku.
Selanjutnya apa?
Kau sudah bertemu pacarmu.
- Mengapa kau tak bereinkarnasi? - Mana kutahu?
Coba pikirkanlah.
- Hei, aku tahu! - Astaga!
Pakunya sangat panjang.
Aku makin sial setelah menikah denganmu.
Apa lagi yang kau ingat?
Cepat katakan agar kau bisa bereinkarnasi.
Setelah kau memperbaiki banmu,
bisakah kau mengantarku ke rumah Nenek?
Klise sekali!
Kau perlu menyelesaikan masalah dengan nenekmu.
Tidak, bukan begitu.
Aku mau...
menghapus foto-foto tidak senonoh aku dan Din di ponselku.
Lalu video porno yang kusimpan.
Jadi, itukah urusanmu yang belum selesai?
Dia bicara dengan siapa?
Saat Titi tiada, aku sangat kesepian.
Dia selalu meluangkan waktu untuk mengobrol denganku.
Rasanya seperti baru kemarin.
Aku sangat merindukan Titi.
Jika Titi bisa mendengarmu, dia pasti senang, Nenek.
Tisu?
Menn, karena kau sudah di sini, bagaimana kalau kita makan dulu?
- Tak perlu. Kebetulan aku... - Makanlah!
Tak ada acara. Ya, aku tak ada acara. Aku akan menemanimu makan.
Akan kubuatkan makanan spesial. Kau pasti mau lagi.
Baiklah.
Kamar yang itu.
Astaga!
Bikin kaget saja.
Ayah membelikanku robot ini saat aku kecil.
Ayah ingin aku bersikap jantan.
Jadi, aku mendandani robot ini.
Mengapa kau terus bernostalgia?
Apa kau sudah lupa dengan ponselmu?
Astaga, beraninya kau mengeluh soal kamarku yang berantakan.
Kamar ini seperti gudang.
Setelah aku meninggal, Ayah menyimpan semuanya di sini.
Periksa lacinya.
Mengapa kau ada di sini?
- Ayah! - Ayah!
Siapa ayahmu?
Sedang apa kau di sini?
Itu dia ponselku.
Aku tanya, sedang apa kau di sini?
Sedang apa aku di sini?
Aku...
Aku di sini...
karena demen lansia.
Apakah itu bahasa gaul anak muda?
- Mengunjungi Nenek, Berengsek! - Mengunjungi Nenek, Berengsek!
- Mengunjungi Nenek, Pak. - Untuk apa?
Ini hanya pernikahan palsu.
Kita tak punya ikatan apa pun.
Mengapa tak bilang saja? Dia tak bisa mendengarmu.
- Bahasa isyarat macam apa itu? - Aku gugup.
Tak kusangka kau juga bodoh.
Apa kau bodoh? "Aku demen lansia"?
Ini artinya "suka".
Aku membeli pad thai dari restoran favorit Titi.
Makanlah, Menn.
Jangan sampai kenyang ya.
Masih ada banyak makanan enak lainnya.
Ada apa denganmu?
Aku tak mau lihat wajahnya.
Apa pekerjaanmu?
Aku informan polisi.
- Polisi? - Omong kosong.
Polsek mana?
Polsek Bang Kho Laem, Pak.
Putraku ditabrak di area itu.
Kata polisi, kamera CCTV-nya rusak.
Mana mungkin semuanya rusak?
Hei, carilah cara untuk mengambil ponselku.
Pak, apakah itu ponsel Titi?
Aku tak bisa membukanya.
Aku akan membawanya ke toko untuk dibuka besok.
- Jangan! - Jangan!
Mengapa jangan?
Mengapa?
Polisi punya cara untuk mendapatkan nomor PIN-nya, Pak.
- Boleh kucoba? - Supnya sudah siap.
271165.
Manisnya.
Berapa ya PIN-nya?
Nenek, kapan ulang tahunmu?
Mungkin Titi pakai sebagai PIN-nya.
Tanggal 7 September.
Wah, kau juga Virgo.
Sama sepertiku. Tahun berapa?
1955.
Usiamu hampir 70 tahun?
Kau terlihat jauh lebih muda.
Jangan merayuku.
Panas!
Maaf.
Aku pasti memasukkan terlalu banyak cabai.
Ya, bisa jadi.
HAPUS 28 FOTO
- Aku tak bisa membukanya. Maaf. - Apa?
Alasan aku ingin membukanya
karena mungkin ada petunjuk soal sopir yang menabrak Titi.
Katamu kau polisi, 'kan?
Kalau begitu,
tolong temukan pembunuhnya.
Mengapa baru sekarang?
Saat aku masih hidup, dia tak pernah peduli kepadaku.
Astaga!
Tormor!
Dia pasti tahu kau suaminya Titi.
Tormor, kemarilah.
Ayo. Tormor, cepat kemari.
Keren! Dia bisa melihatku.
- Berputar. - Tormor, sedang apa kau di sana?
Tormor ditelantarkan. Titi mengadopsinya.
Setelah Titi tiada, sepertinya ia kesepian.
Hei, pergilah.
Menn, mengapa kau tak membawa Tormor?
Keluargamu akan lengkap.
Ada ibu, ayah, dan anak.
- Ya, bawa dia! - Aku saja tak bisa mengurus diri sendiri.
Menn, mungkin hal ini yang bisa membantuku bereinkarnasi.
Tormor!
Aku tak bisa memberi makan diri sendiri, tapi kini aku harus beli makanan untukmu.
Tormor, duduk.
Tormor, berdiri.
Tormor, berputar.
Anjing pintar.
Tormor, guk, guk.
Kasihan. Ia tak bisa menyandarkan dagunya lagi.
Aku sangat ingin mengelusnya.
Hei, Tormor sangat pintar.
Cobalah pura-pura menembaknya seperti ini.
Sambil bilang "dor, dor" juga.
Dor, dor!
Ingatkah kau, di kehidupan lamamu, kau juga menjadi anjingku?
Siapa anjingmu? Kukira kau akan bereinkarnasi.
Lalu, mengapa kau belum pergi juga?
Menyebalkan sekali.
Dor, dor!
Kau memang benar anjingku.
Jika aku adalah anjingmu,
aku pasti akan menggigit keluargamu sampai mati!
Menn, guk, guk.
Matamu!
- Aku tak akan bereinkarnasi. - Omong kosong.
Kau tak akan pergi karena masalah bodoh?
Kau pikir kau bisa kabur? Aku akan menangkapmu.
Tormor, jangan nakal.
Atau mungkin
kau baru bisa bereinkarnasi setelah menangkap penabrakmu?
Bukankah itu kecelakaan?
Lagi pula, aku sudah mati. Aku tak terganggu sama sekali.
Bisa ceritakan apa yang terjadi pada saat kau ditabrak?
Titi.
Titi.
Hari itu,
aku membantu Nenek memasak. Aku mau membuat Ayah senang.
Jangan terlalu banyak.
Enak, Nenek.
Ada masalah?
Aku mau memberi tahu Ayah hari ini.
Kau akan menikah, 'kan?
Dari mana Ayah tahu?
Jika kau menikah dengannya, jangan pernah ke rumah ini lagi.
Setelah bertengkar dengan Ayah, aku merasa kecewa.
Aku menelepon Din berkali-kali, tapi tak dijawab.
Aku merekam video untuk dikirimkan kepadanya.
Namun, aku ditabrak dan tewas.
Aku sedan merekam video?
Din, ke mana saja kau?
Mengapa aku tak bisa menghubungimu?
Wajahku jelek sekali!
Aku paranoid dibuatnya sampai lupa memakai filter.
Din, kemarilah.
Astaga!
Hei.
Ponselnya masih merekam.
Sial.
Aku tak bisa melihat nomor pelatnya.
- Tunggu. - Apa?
Kau lihat petunjuk?
Sepatu itu sulit didapat. Sangat langka.
Untung saja. Setidaknya aku tewas berdekatan dengan sepatu edisi terbatas.
Dia menabrakmu hingga tewas, tapi kau masih memikirkan mode?
- Sepatunya edisi terbatas, 'kan? - Ya.
Aku tahu sepatu ini.
Hanya ada lima pasang yang diimpor ke Thailand.
Semuanya habis terjual.
Bisakah kau memberitahuku siapa saja pembelinya?
JamyJames, March Chutavuth, James Ji, Tor Thanapob, dan Mai Davika.
Sudah pasti bukan Davika.
Makanan favoritku.
Rasakan. Hantu tak bisa makan pad thai.
Tak satu pun dari mereka yang menabrakku.
Mengapa?
Tak bisakah selebritas melakukan tabrak lari?
Kau ringan sebelah.
Yang benar "berat sebelah"!
Lihatlah baik-baik. Kaki orang yang membunuhku berbulu.
Kaki mereka semua licin.
Kau benar.
Kau seperti pakar kaki saja.
Gila.
Mengapa kau melihat kamera palsu itu?
Goi bilang semua kameranya rusak.
Namun, zaman sekarang,
ada kamera di mana-mana.
Jendela bisa mendengar. Pintu memiliki saluran.
Truk kargo memiliki kamera.
Itu sebabnya aku detektif ulung.
Detektif ulung atau pencuri ulung?
Kau membobol mobil mereka.
Sial.
Dia parkir ke arah yang berlawanan pada hari itu.
Tunggu sebentar.
Lelaki gempal itu adalah pacar baru Din.
Kau benar.
- Hei! Ada saksi mata! - Hei! Ada saksi mata!
Dia tak hanya saksi mata.
Mobilnya juga menghadap ke lokasi kecelakaan.
YM 6969
- Barang bukti! - Barang bukti!
YM 6969
Halo, Rambo.
Apakah dia kemari untuk menemui lelakiku?
Mantan.
Kau cemburu, Suami Baruku?
Halo, Rambo.
Ambil kameranya, Suami Baruku!
Berhentilah memanggilku "suami".
Bagaimana caraku masuk ke mobilnya?
Ini kawasan sibuk.
Silakan masuk.
Di sana kunci mobilnya.
Tunggu sebentar.
Tidak boleh. Kau berpakaian seperti mayat hidup.
Dilarang masuk.
- Apa-apaan... - Aku lupa memberitahumu.
Kau harus berpakaian mencolok agar bisa masuk.
Hanya orang trendi yang bisa masuk.
Semuanya pakaian menyedihkan. Tak ada yang menarik.
KRU DAUN AJAIB
- Yang ini menarik. - Jangan coba-coba.
Mengapa?
Ya. Bagus, Sayang. Mengapa kau terus bertanya?
SELAMAT TAHUN BARU
Silakan masuk, Sayang.
Jaring hammock dari tukang ojek.
Celana Tahun Baru juga darinya.
Atasan tembus pandang dari kain suci di pohon suci.
Ampuni aku, Pohon Suci.
Diakhiri dengan daun emas pada batu batas candi.
Aku pasti akan masuk Neraka.
Luar biasa. Boleh masuk berkali-kali.
Siapa desainernya? Bagus sekali.
Project Runway, Bu.
Di mana dia?
Tarian apa itu?
Ada apa dengan kalian?
Mereka mau adu tari denganmu. Tunjukkan kemampuanmu, Suami Baru.
Cepat.
Kau bisa. Ayo.
Baiklah, akan kucoba.
Ayo!
Tariannya mendominasi mulai dari San Fran ke Sarakhram.
Merasuki orang membuatmu lemah.
Jangan buang energi untuk hal-hal tak penting.
Tidak. Ini hal yang sangat serius.
Aku tak bisa menyerah begitu saja.
Kau menari habis-habisan. Tubuhku sampai sakit.
- Hei. - Apa?
Itu Rambo.
Hei.
Si Berengsek ini minta dihajar. Dia bersenang-senang di belakang Din.
Menn, dia sendirian sekarang.
Cepat dekati dia.
Carilah cara untuk mendekati dan merabanya!
Apa? Merayu pria lagi? Tidak mau!
Apa kau mau kunci mobilnya?
Ayo berlatih dulu denganku.
Coba rayu aku. Beri pandangan bergairah.
Apa kau mau memukulku?
Pakai tatapan yang lembut seolah-olah kau mau menjagaku.
Apa kau pencandu?
Tak bisakah kau...
Tak bisakah kau bersikap seolah-olah kau tengah melihat Goi?
Seharusnya kau bilang dari awal!
Bagus.
Jika dia tak berpaling, artinya dia juga menyukaimu.
Mendekatlah lagi.
Lagi.
Lagi.
Lagi.
Baiklah. Mari kita coba.
Jangan pergi dulu.
Minumlah denganku dulu.
Aku sedang tak ingin minum-minum.
Kita bisa mengobrol.
Aku kesepian.
Hei! Jangan macam-macam denganku!
Astaga, benarkah dia gay?
Menn, kau baik-baik saja?
Baik-baik dari mana?
Mengapa dia mengamuk?
Aku merogoh sakunya.
Sepertinya saku yang salah.
YM 6969
SASANA THOSCHAI
Titi, kau tahu?
Katanya tempat ini dimiliki oleh ketua gembong narkoba, Big Joe.
Namun, belum ada bukti yang dapat menuntun kami kepadanya.
Jika bisa mendapatkan bukti penting, aku akan bisa bergabung di kepolisian!
Kita juga bisa menemukan penabrakmu dan dengan begitu, kau bisa bereinkarnasi.
Begitu rupanya. Kau pasti sangat ingin menyingkirkanku.
Bukan begitu.
Astaga.
Hei, tunggu.
- Menn! - Sedang apa kau di sini?
Dia memegang buah zakarku! Sekarang pisangku, Menn!
- Menn, kau jorok sekali! - Bau!
- Bau busuk itu nyata! - Sedang apa kau?
Lakukanlah sesuatu!
- Sedang apa kau di sini? - Bisakah kau diam dulu?
Maksudku, pelankan suaramu. Aku sedang mengikuti suspek.
Dia masuk ke sasana tinju.
SASANA THOSCHAI
Menn, pria itu kemari.
- Sial. - Menn.
Memangnya kau burung?
Miringkan kepalamu seolah-olah kita sedang berciuman.
Beraksi pagi-pagi sekali?
Hebat juga kau.
Seperti Meryl Streep.
Sepertinya kita aman.
Lain kali, kau boleh cium sungguhan.
- Dengan begitu, terlihat lebih nyata. - Hei.
Matamu!
- Dari mana kau mendapatkan ini? - Aku merogoh...
Aku melihat suspek merogoh sakunya.
Kebetulan plastik itu terjatuh.
Lalu, aku mengikutinya sampai sini.
Boleh juga.
Bagaimana denganmu?
- Apa? - Mengapa kau ada di sana?
Aku sudah lama mengawasi sasana tinju itu.
Bagaimana jika kita bekerja sama dan menyelidikinya bersama?
Tidak mau.
Tugas ini terlalu berat untuk kita tangani.
- Jadi, kau mencemaskanku. - Menn.
Polisi sudah lama merencanakan ini.
Jangan mengacaukannya seperti kemarin-kemarin.
Kau mengerti, 'kan?
Mengerti, Bu.
Aku sangat mengerti.
Ini kesempatan bagus untuk menjadi rekanmu.
Aku sudah tahu sasana ini tak terbuka
untuk siapa saja yang mau berlatih.
Hanya petinju profesional yang boleh masuk.
Selamat datang, Para Petinju.
Terima kasih sudah datang kemari.
Baiklah. Bisakah kalian memperkenalkan diri?
Aku Wan Greeney dari W. Kityont.
Aku Suk Bravery dari P. Pratad.
Aku Menn Pointy
dari P. Pratheep.
P. Pratheep?
Bukankah itu restoran mi?
P. Pratheep sebenarnya dimulai sebagai kamp tinju.
Kalian tidak tahu?
Aku juga pernah berlatih di P. Goong Pao.
P. Goong Pao, restoran udang itu?
Sudahlah! Kau mau ketahuan?
Tinggalkan barang-barang kalian di sini.
Mari kita mulai latihan.
Aku lemah dengan otot.
Sial...
Jangan bilang kau pura-pura jadi petinju, tapi lupa membawa sarung tinjunya?
Cari pasangan dan berlatih bersama.
Pilih saja siapa pun yang kalian mau.
- Hei, siapa rekanmu? - Pelatih!
Aku sakit perut.
Aku tak punya tenaga.
Bolehkah aku pemanasan saja?
Kau bisa berlatih dengan anak baru.
Hei, Bayi Nepo, kemarilah.
"Bayi Nepo"? Kedengarannya bagus.
Apakah dia setaraf denganku?
Kemarilah!
Dia Bayi Nepo?
Nama ayahku adalah Nepo.
Mengapa nama ayahmu Nepo?
Ayahnya dari Serbia. Namanya Nurajobovich.
Karena sulit diucapkan orang Thailand, namanya disingkat jadi Nepo.
P. Pratheep, hati-hati!
Nama ayahku adalah Nepo!
Bayi Nepo!
Bisakah kau melawannya?
Cepat temukan mobil Rambo.
Jangan sampai aku babak belur.
YM 69...
Sial. Di mana aku menaruhnya?
Sial.
Kau sebut dirimu "Rambo", padahal kau lemot!
Sial.
Di mana benda itu?
Kau mencari narkoba ya?
Kau tak akan menemukannya. Bendanya ada pada kami, Pecundang.
Memalukan.
Ke mana perginya benda itu?
Sialan.
Aku sangat ingin menamparnya. Mengapa aku tak bisa menyentuhnya?
Apa-apaan?
Bokongku.
Bayi Nepo itu menghancurkan semua karung tinju.
Usus-ususku pun juga sudah hancur.
Menn, kau tak apa?
Dari mana kau?
- Apa kau melihat otot-otot orang? - Otot-otot apa?
Aku menemukan mobil Rambo.
Lihatlah, polisi ecek-ecek dengan bakat mencuri.
Bos, maafkan aku.
Tenang dulu.
Bos, maafkan aku.
Bisakah kau tenang dulu?
Bos, aku sungguh minta maaf. Kumohon.
Bos, maafkan aku.
Lihatlah sepatunya.
Semuanya, tenanglah.
Big Joe, maafkan aku.
Kumohon, Bos, maafkan aku.
Pria tua itu Big Joe?
Jika tak ada di sana, artinya memang tidak ada, Rambo.
Aku akan mengurusnya, Bos. Aku janji.
Kutarik lagi ucapanku soal seleranya bagus.
Haruskah dia berpakaian semeriah itu?
Aku benar-benar ingin menghajarmu,
tapi aku sayang sepatuku.
- Sepatumu sangat bagus, Bos. - Memang bagus.
Tahukah kau betapa sulitnya aku mendapatkan sepatu ini?
Saat sepatu ini dijual, aku harus bangun pukul 05.00,
tapi aku masih tak mendapatkannya.
Saat tahu
bahwa hanya ada lima pasang di Thailand,
aku mengirim pesan kepada semua orang.
Percuma saja. Hanya James Ji yang balas.
Aku terpaksa menonton
setiap episode serial miliknya
agar bisa bicara dengannya.
Kau tahu
apa yang paling menyakitkan?
Aku mengikuti IG-nya, tapi dia tak mengikutiku balik!
Aku bahkan memasukkannya ke daftar Teman Dekatku. Sialan!
Apa Bos sudah tak sayang dengan sepatunya lagi?
Aku dapat bukti terhadap Big Joe!
Itu Big Joe?
Ya, kau benar.
Tangkap dia sekarang! Kasus ditutup.
Namun, ini hanya untuk kasus tabrak lari saja.
Jika kita menangkapnya sekarang,
ini akan memengaruhi kasus narkobanya juga.
Benar.
Joe sangat berpengaruh.
Kasus kecil seperti ini tak akan bisa memenjarakannya.
Astaga!
Dia membunuhku dengan kejam. Aku marah sekali!
Aku tahu kau akan bilang begitu, Inspektur.
Itu sebabnya aku punya video rahasia yang mau kutunjukkan.
"Kau bilang 'hanya satu bungkus'?
'Hanya satu bungkus'?
Matilah kau!"
"Maafkan aku, Bos.
Aku benar-benar minta maaf."
"Kau pikir aku main-main?
Matilah kau!
Matilah kau!"
"Bos, maafkan aku."
"Rendam kepalanya!"
"Bos, maafkan aku!"
"Rendam dia lagi!"
Minggu lalu, aku terjatuh ke dalam saluran pembuangan
dan ponselku rusak.
Aku baru sadar kalau tak ada suaranya setelah aku merekamnya.
Aku bahkan tak menonton videonya.
Aku hanya menontonmu.
Terima kasih.
Inspektur, aku dapat narkoba itu dari Rambo.
Video itu tak ada suaranya. Siapa yang tahu ada narkoba di sana?
- Tak ada bukti nyata. - Ada apa dengan kalian?
Butuh berapa banyak bukti lagi?
Jaga mulutmu.
Maaf, Inspektur. Biar aku yang mengurus Menn.
Ayo, Menn.
Sudah kubilang, 'kan? Jangan main-main dengan kasus ini.
Aku melihatnya sendiri, tapi itu masih belum cukup.
- Ini mengecewakan. - Dia...
Kau sudah dengar? Goi buat ulah lagi.
Dia menaruh informan di sasana tinju Joe.
Rencana kita akan gagal karena Goi.
Mengapa Inspektur mengizinkan seorang wanita mengurus kasus penting ini?
Mungkin dia mendapatkannya karena menjual diri.
Haruskah aku menjual diri juga?
Aku sudah biasa.
Tak ada gunanya melawan mereka.
Sepertinya Tormor tak lapar.
Apa ada sesuatu di tasmu?
Kau mencuri sarung tinjunya?
Selamat datang, Para Petinju.
Mungkinkah peralatan tinju yang mereka pindahkan itu
dipakai untuk menyembunyikan sesuatu?
Menn, ikut aku.
SASANA THOSCHAI
Blokir!
Penjaga pantai kepada semua nelayan. Kapal dilarang meninggalkan pesisir.
Kuulangi. Kapal dilarang meninggalkan pesisir.
Ikan duyung sedang memeriksa kawasan.
Hai, Semua.
Kalian punya waktu?
Tolong isi kuesioner ini untukku.
Sepertinya enak. Aku belum makan.
Terima kasih.
Panas.
Panas sekali.
Mengapa suaranya begitu? Apa dia kesurupan Annabelle?
Buang-buang waktu saja. Biar kuperiksa sendiri.
Udaranya juga mulai panas.
Bagaimana ini?
Makananmu tumpah.
Jangan hanya melihat, Sayang.
Ini.
Bisakah kalian mengisi formulir ini?
Ada berapa orang yang ada di dalam?
Tiga puluh, Sayang.
Tiga puluh makerel.
- Apa bosmu ada? - Tentu saja.
Aku akan mengajakmu menemuinya.
Big Joe ada di dalam. Kuulangi, Big Joe. Semua unit bersiaplah.
Bisakah kalian mengisi kuesioner ini untukku?
Namun, sebelum kalian mulai,
apa kalian masih sendiri?
Inspektur, ada yang tak beres.
Menn, mereka sudah tahu! Mereka memindahkan narkoba di dalam!
Goi!
Goi!
Goi, aku di sini untuk membantumu!
Dia hanya mengeluarkan pulpen!
Pulpen?
Menn bikin ulah lagi.
Semua unit, bergerak!
Berlutut!
Aman. Bergerak!
Bergerak!
Selamat datang!
Ramai sekali.
Inspektur Chuch, mau bergabung dengan kami?
Dagingnya sudah matang. Silakan.
Kau tak akan sempat makan, Joe. Berdiri!
Kau masih mencurigaiku?
Kau mau menangkapku atas tuduhan apa?
Kamu punya semua buktinya.
Kali ini, kau tak bisa lolos lagi.
Bawa semua sarung tangan dan karung tinjunya.
Semuanya di sini, Pak.
Di mana narkobanya?
Seharusnya itu kalimatku!
Kalian merusak peralatanku.
Bagaimana kami akan berlatih?
- Mana mungkin? - Kalian harus bayar ganti rugi.
Jelaskan bubuk putih ini!
Itu tepung!
Tepung dari mana?
Itu tepung untuk memarinasi dagingnya.
Bagian pinggangnya tidak berlemak. Alot saat dipanggang.
Karena airnya merembes keluar dari daging.
Mencampurnya dengan tepung maizena adalah cara mudah
untuk menjaga dagingnya lembap dan lembut.
Sedap untuk dimakan!
Dagingnya sangat lembut!
Matoom!
Kami sudah memeriksanya, tapi nihil.
Jadi, Inspektur, aku akan ditahan
karena kepemilikan tepung untuk memarinasi daging?
Kepemilikan tepung?
Demi apa?
Bagaimana mereka bisa tahu? Apa ada mata-mata?
Berhentilah menyalahkan orang lain!
Aku tak mau melihat wajahmu lagi.
Lalu, kau, Goi,
jika dia jadi informan lagi, kau akan dalam masalah.
Lebih baik kau duduk di belakang meja saja.
Apa-apaan kau, Inspektur?
Ini salahku. Jangan salahkan Goi!
Bisakah kau hentikan, Menn?
Nasi sudah menjadi bubur.
Din.
Apa yang Din lakukan di sana?
Tormor lapar.
Aku tahu kau kesal dengan situasimu,
tapi kau perlu memikirkan yang lain juga.
Mengapa sikapmu begitu?
Biar kutanya.
Apakah semua yang kulakukan adalah untuk diriku sendiri?
Anjing itu bahkan bukan milikku.
Aku mencoba mencari penabrakmu.
Bersyukurlah sedikit.
Ayolah.
Kau tahu cara memuji diri sendiri.
Selama ini kau hanya ingin menyingkirkanku, 'kan?
Benar!
Mengapa kau masih belum pergi?
Sejak menikah denganmu,
hidupku makin sial saja.
Lalu, kau hanya menyalahkanku. Aku sudah berusaha membantumu, 'kan?
Mengapa kau tak memeriksa sasana itu dengan teliti?
Pakai matamu untuk mencari di mana mereka menyimpan narkobanya.
Pasti kau hanya melihat otot laki-laki saja.
Sebagai pria macho, kau hanya merendahkan orang lain!
Kau terus-terusan bilang "pria macho". Sepenting itukah bagimu?
Tentu saja!
Mengapa kau percaya diri sekali?
Kau pikir dunia hanya berputar di sekitarmu?
Lihat ini? Kau juga memandang rendah aku.
Cobalah berkacau kepada dirimu sendiri.
"Berkaca"!
Kau mau aku jujur kepadamu? Baiklah!
Kau pikir para wanita ingin kau melindungi mereka,
padahal kau hanya ingin terlihat hebat.
Kau mengacaukan semuanya.
Saat berbuat salah, kau marah dan makin marah untuk menutupinya.
Kau menyalahkan semuanya.
- Kecuali dirimu sendiri! - Ya! Kau yang paling baik!
Cintai planet, cintai hewan, menuntun kesetaraan, ingin kenali.
Namun, bagaimana hasilnya?
Pacarmu? Ayahmu?
Mereka bahkan tak menerimamu.
Kaulah yang bermasalah!
Malah, kau bodoh!
Bagaimana kau bisa jatuh cinta kepada pengedar narkoba itu?
Din tak seperti itu!
Menn, jiwamu busuk. Sebusuk celana dalammu.
Kau mau apa?
Kau sangat menyayangi mantanmu, 'kan?
Tinggallah bersamanya. Aku akan mengantarmu.
Menn, stop!
Menn, kaulah yang bermasalah. Penismu kecil!
Berhenti sekarang!
Penisku tidak kecil.
- Kau pernah melihatnya. - Kecil!
Selebritas viral kita.
Ini mantanmu, 'kan?
Aku akan mengantarnya kepadamu. Dia ada di sini.
Dia memakai kaus merah muda.
Sejak dia meninggal, pernahkah kau memikirkannya?
Lelucon apa ini?
Apa kau ini dukun palsu?
Sayang, siapa itu?
Pria telanjang dari video itu. Entah apa maunya.
Hei!
Kau ini suka laki-laki atau perempuan?
Ada Titi dan Rambo, lalu pria tempo hari itu.
- Bicara apa kau? - Pria gempal di kamarmu waktu itu.
Rambo? Dia selalu meminjam pakaian.
Dia jualan narkoba di bar gay.
Priaku ini lelaki jantan.
- Sayang, kau mabuk. Masuklah. - Aku tidak mabuk.
Dasar kepo. Enyahlah kau!
Sayang, masuklah.
Aku tidak mabuk.
Pergilah dari sini.
Tunggu!
Mengapa kau menangis?
- Pintunya jangan didorong! - Rasuki aku. Selesaikan masalah ini.
Tanyakan apa saja.
Cepat!
- Dia bicara dengan siapa? - Baiklah.
Aku akan bertanya.
Din.
Din, saat kita masih bersama, apa kesalahanku?
Titi bertanya...
Apa yang kau tanyakan? Dasar bodoh!
Si Bodoh inilah yang berbuat salah!
Hei! Kau dan hantumu itu bisa pergi dari sini!
Jangan meracau!
Meracau?
Dia itu pacarmu.
Dia hendak menikahimu, Berengsek!
Menikah? Aku hanya pura-pura saja.
Tahukah kau berapa lama aku membujuknya untuk membelikan kondo ini?
Berapa lama aku harus bertahan dengannya?
Pergilah kau!
Buka pintunya, Pengecut!
Hei, dasar berengsek!
Bagus, Tormor.
Ibumu ada di sini.
Tormor, guk, guk.
Anjing pintar. Bagus.
Sedang apa kau?
Guk, guk.
Apa kau coba menghiburku?
Kayak bisa saja.
Baiklah, tak ada menghibur lagi.
Aku hanya mau minta maaf.
Aku juga mau minta maaf.
Hatimu tidak sebusuk itu.
Aku hanya melebih-lebihkan.
Siapa yang peduli soal mantanmu? Dia berengsek.
Untung kau sudah tak bersamanya lagi.
Kau tahu?
Waktu kukira aku akan menikah...
aku sangat bahagia.
Aku merasa lega
memiliki seseorang...
di sisiku selamanya.
Saat bersamanya...
seberapa pun sulitnya hidup untuk orang-orang sepertiku,
aku sanggup berjuang.
Namun, kenyataannya,
aku hanya berangan-angan.
Kau tidak berangan-angan.
Kau hanya ingin seseorang yang akan mencintaimu selamanya.
Semua orang ingin itu, 'kan?
Mungkin itukah selama ini menggangguku?
Namun, tak mungkin hal itu akan terkabul.
Sepertinya aku tak akan bereinkarnasi lagi.
Aku akan dendam dan terus menghantuimu seperti ini.
Roh gentayangan.
Tak masalah.
Kau tak perlu bereinkarnasi. Aku akan menjagamu.
Aku tak perlu memberimu makan.
Kau tak perlu buang air.
Lebih mudah daripada merawat Tormor.
Seseorang sudah pandai menghibur.
Di kehidupan lamaku, kau yang menjagaku.
Kini giliranku.
Kau tak boleh menjagaku.
Mengapa?
Karena aku anjingku.
Dor, dor.
Mari kita pulang. Aku akan setelkan video porno untukmu
agar hantu terangsang sepertimu bisa tersenyum.
Dasar menyebalkan!
Sial!
Apa?
Detektif Top Menn telah mengambil alih.
Sepertinya aku tahu di mana Joe menyimpan narkobanya.
Apa kau tahu di mana aku menyimpan fail pornoku saat masih kecil?
Tepat di desktop-ku. Di tempat terbuka.
Orang tuaku tak pernah curiga.
Menn, ayo makan!
Aku sedang membuat PR...
Pernah dengar ini?
Tempat paling aman...
adalah tempat yang paling berbahaya.
"Pernah dengar ini?
Tempat paling yang berbahaya adalah tempat paling aman."
Itu maksudmu, 'kan?
Sama saja! Dasar perusak suasana!
SASANA THOSCHAI
Aku menang!
Tunggu dulu.
Kalian siap?
Mungkin tertiup angin.
Sepertinya narkobanya ada di sana.
Karena tempat paling aman...
Apa kalimatnya tadi?
Tempat paling yang berbahaya adalah tempat paling aman.
Utamakan bahaya dulu.
- Mengerti, Anak Murid? - Terserahlah.
Sepertinya di sini.
Saat dipukuli, pelatihnya mentertawaiku.
Namun, rautnya tiba-tiba berubah...
Hei, P. Pratheep...
Sepertinya bukan karena dia mencemaskanku.
- Hati-hati. - Pasti karena hal lain.
Jika diingat lagi,
saat aku membuntuti Din...
aku menemukan puntung rokok yang biasa Din isap.
Dia menghilang di sekitar sini.
- Menn. - Ya?
Bukankah tali ini lebih pudar warnanya?
Pudar di kedua bagian ini.
Astaga.
Basemen Parasite!
MENN
Halo.
- Di mana Goi? - Dia sedang pipis. Di mana kau?
- Di kamp tinju Joe. - Hei, Menn. Sedang apa di sana?
Ada apa? Di mana kau?
Goi! Aku menemukan buktinya.
Ada di basemen di bawah ring tinju.
Lihatlah sarung tinju dan karung tinjunya. Dikemas seperti itu.
Cepat tangkap mereka.
- Buktinya sudah ada. - Coba periksa lagi.
Apakah itu tepung? Jangan sampai kita salah lagi.
Mengapa sok keren begitu?
- Pakai jarimu. - Di film-film seperti itu.
Kau tak apa, Menn?
Ya.
Tak apa dari mana?
Matoom, minta Inspektur kirim bantuan. Aku akan pergi dulu.
Menn, jangan melakukan hal bodoh ya.
- Apa kau konsumsi terlalu banyak? - Tidak!
Hei!
- Bagaimana kau bisa masuk? - Din.
Sial, Din.
Kau lagi, Pinggang Indah?
Bersiaplah untuk masuk penjara.
Bukti. Tertangkap. Basah.
Ini bukan saatnya bersikap sok keren.
Penari dan dukun?
Sekarang informan?
Saatnya beraksi.
Aku petinju ulung
dari kamp tinju P. Pratheep
dan semua cabang mereka!
Semua gerakan.
Potongan kecil.
Tanpa taoge dan limpa.
Tambahkan darah.
Astaga.
Pesanan kita sama.
Apa kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?
Bagaimana ini? Aku tak bisa membantumu.
Carilah bantuan.
Bagaimana caranya? Aku sudah teriak, tapi tak ada yang bisa mendengarku.
- Menn. - Goi!
Meski terbalik, kau tetap cantik.
Goi, di belakangmu!
Hei.
Jangan!
#Sahabat
#Nongkrong
#GetaranBaik
#Kejutan
Goi bilang semua kameranya rusak.
KONFIRMASI PENGHAPUSAN FAIL? YA
Bisakah kalian mengisi kuesioner ini untukku?
DI SINI ADA POLISI. SIMPAN BARANG-BARANG ITU.
Bukan hanya polisi yang punya informan!
- Hampir kena kemaluanmu, 'kan? - Menn.
Goi, singkirkan dia sebelum polisi muncul.
Aku akan ambil uangnya dari dalam brankas.
#TimBigJoe
Ayo.
POLISI
Stop! Ini polisi! Letakkan senjata kalian!
Inspektur.
Jika aku mati saat bertugas,
aku ingin kau tahu
bahwa aku...
Aku gay!
Oke.
Kau tidak terkejut?
Seluruh unit sudah tahu.
Kau bawa tempat makan Elsa.
Lalu, ada tumbler Snow White.
Cepat! Ikuti Matoom!
Kekuatan Elsa.
Mengapa, Goi?
Bukankah kau ingin selesaikan kasus ini?
Inilah kesempatanmu.
Apa kau sungguh berpikir
kalau menangkap Joe,
masa depanku akan cerah?
Jangan pedulikan mereka.
Setidaknya ada aku yang selalu mengagumimu.
Tahukah kau...
aku perlu bekerja dua atau tiga kali lebih keras dibandingkan yang lain
sebelum mendapatkan tugas seperti para polisi lainnya?
Namun, mereka masih berpikir...
aku menjual diri untuk naik pangkat!
Menurutmu mengapa?
Mengapa?
Aku bercanda.
Menn, kau terlalu dramatis.
Biar kuberi tahu.
Aku melakukan semua ini demi uang.
Aku selalu mencari uang.
Meski kau menangkap Big Joe,
kau tak akan pernah menjadi polisi.
Maaf aku sudah memperdayaimu.
Di dunia ini, jika kau penjahat,
kau tak bisa menjadi polisi.
Namun, polisi bisa menjadi penjahat, 'kan?
Hei, kau masih belum membereskannya?
Sedang apa kau?
Kita jadikan saja dia sandera.
Goi!
Kau terlalu ragu-ragu. Aku tak bisa menahanmu lagi.
#Paranoid
Goi.
Mobilnya di belakang, Bos.
Kini giliranku.
Jangan tembak suamiku!
- Hei, Bos. - Bos.
Bos.
Pria ini suamiku.
Apa?
Bos, kau suka laki-laki?
Semacam itulah.
Cinta tidak mengenal gender.
Oke.
Kalau begitu...
kita tak perlu menyembunyikannya lagi.
Hei, Bos. Apa kau gila?
Gila?
Apa maksudmu?
Dasar tak berguna! Penipu!
Bajingan egois!
Aku sudah membelikanmu kondo, mobil, dan ponsel.
Aku bahkan mencukur bulu pantatku dengan laser karena kau membencinya.
Kau tak perlu melakukan itu. Aku suka.
Kau memanfaatkan cintaku untuk mendapatkan uang!
Apa kau bicarakan?
Jangan bergerak!
Tidak! Ada pistol! Polisi!
Letakkan senjata kalian.
Apa-apaan?
Cepat bantu mereka.
Tenang.
Sudah kubilang, letakkan senjata kalian!
Tunggu dulu. Kita di pihak yang sama.
Sungguh?
Aku membunuh orang!
Bagaimana dia bisa membunuh komplotannya sendiri?
Buang senjata kalian.
Siapa yang suruh mengangkatnya? Buang!
Maaf, Pak!
- Bos! - Bos!
Rasakan itu karena telah membunuhku!
Goi.
Goi, bisakah kau berdiri?
Hei! Letakkan senjata kalian.
Apakah hanya itu yang bisa kalian katakan?
Enak saja!
Hati-hati, Goi.
- Kau tak apa? - Hei!
P. Pratheep, habislah kau!
Aku akan melindungimu, Goi.
Kemarilah!
Menyusahkan sekali!
Ikuti dia!
Cepat lari!
Hei, tunggu.
Mau ke mana kau?
Kau pikir kau bisa sembunyi?
Jangan cemas, Sayang.
Teganya kau melakukan itu.
Mengapa kau menciumnya?
Dia yang menciumku lebih dulu.
Lalu, mengapa kau memejamkan mata?
Sialan!
Apa-apaan ini?
Aku kuat juga.
Kau berani memukulku?
Berhentilah merasuki orang.
Nanti kau menjadi roh gentayangan.
Hei, cepat hajar dia.
- Bagaimana caranya? - Ayunkan ke arahnya.
Ayunkan saja. Jangan cemaskan aku.
Sampai jumpa...
Jangan bergerak. Aku akan memeriksa Goi dulu.
Goi.
Goi!
Goi.
Goi!
Apa lagi?
Cari Goi dulu.
Apa katamu? Aku tak bisa dengar.
Jangan main-main.
Kau mau main tembak-tembakan sekarang?
Baiklah.
Matilah aku.
#IstirahatDenganTenang
Sebelah sini.
Menn.
Jangan mati, Menn.
SASANA THOSCHAI
- Bagaimana kondisinya? - Kritis. Dia kehilangan banyak darah.
- Tekanan darahnya rendah. - Mengapa jalanannya macet?
Aku tak bisa mendengarmu.
Kau pasti berkata...
aku tak boleh mati.
Bagaimana kau akan mencegahnya?
Meskipun aku mati dan menjadi hantu,
aku masih memilikimu.
Menn.
Kau bicara dengan siapa?
Kau membuatku takut.
Aku bicara dengan...
istriku.
- Menn! - Menn!
Menn, tidak!
Jangan tidur! Bangun!
Ayo, jalanlah.
Ceritakan lagi bagaimana kau kerasukan?
Begini, DJ Jass...
Menn, mobilnya bergerak sekarang.
Jangan tutup matamu. Sadarlah!
Menn.
Menn!
Menn.
Bagaimana keadaanmu?
Kukira kau tak akan bangun.
Aku makan semua sebelum basi.
Kata dokter, pelurunya hampir mengenai aortamu.
Kau punya karma yang baik.
Aku akan panggil dokternya dan beri tahu Inspektur. Oke?
Jangan mubazir. Sampai nanti.
Semalam, fenomena aneh terjadi.
Beberapa mobil membuka jalan untuk ambulans.
Namun, para pengemudi berkata bahwa mereka tidak sadar.
Mereka tak bisa ingat apa-apa.
Saat sadar, mobil mereka sudah ada di pinggir jalan.
- Dari rekaman... - Titi.
Titi, keluarlah.
Ini tidak lucu.
Kau bilang kalau jadi roh gentayangan,
kau tak akan menggangguku.
Di mana kau?
Keluarlah.
Kau tak apa?
Terima kasih.
Jika bukan karenamu, mungkin aku sudah meninggal.
Kau sudah sadar?
Inspektur memberitahuku
bahwa kau terluka
saat membantu menangkap pembunuh Titi.
- Tak apa. Berbaringlah. - Oke.
Aku kemari untuk berterima kasih
karena sudah memberikan keadilan untuk Titi.
Jika Titi ada di sini,
pasti dia juga berterima kasih kepadamu.
Pak,
jika kau punya kesempatan untuk bicara dengan Titi sekali lagi,
apa yang akan kau katakan?
Sudah terlambat untuk mengatakan apa pun.
Pak...
Aku tahu soal pertengkaranmu dengan Titi sebelum dia menikah.
Pada hari Titi ditabrak...
kau tak sempat mengucapkan selamat tinggal, 'kan?
Pak, percayalah,
Titi akan mendengarmu.
Sudah pasti.
Jika bisa melihatnya sekali lagi,
aku mau bilang
aku minta maaf.
Aku tahu...
akulah yang membunuh Titi.
Akulah penyebab Titi meninggal.
Menikah dengan laki-laki?
Aku tak setuju dengan sesuatu yang tidak wajar seperti ini.
Itu sebabnya Titi tidak memberitahumu.\
Apa salahnya jika Titi mencintai pria?
- Apa kau berhenti menyayanginya? - Apa kata orang nanti, Bu?
Jangan pikirkan orang lain. Pendapatmu lebih penting.
Berhentilah memikirkan orang lain.
Pikirkan perasaan Titi.
Jadi, kupikir
jika dia benar-benar menikah, aku tidak akan bisa menghentikannya.
Namun, setidaknya, aku mau memeriksa pasangannya...
KAMAR TITI, NOMOR 2511
...apakah dia baik atau tidak.
Ayah.
Ada yang mau kukatakan.
Kau akan menikah, 'kan?
Dari mana Ayah tahu?
Jika kau menikah dengannya,
jangan pernah ke rumah ini lagi.
Aku tidak...
Stop! Ayah tak mau mendengarnya!
Tahukah Ayah...
seberapa besar keberanian yang kubutuhkan untuk berbicara kepada Ayah?
Dengarkan dia dulu.
Orang-orang seperti mereka adalah pembohong dan penipu.
"Orang-orang seperti mereka"? Mereka sama seperti putra Ayah!
- Bukan begitu, Titi. - Lalu?
Jika aku suka lelaki, apakah artinya aku mempermalukan keluarga kita?
- Titi, dengarkan Ayah dulu. - Lalu, apa?
- Duduk! - Jika Ayah mementingkan reputasi,
- terserah Ayah saja. - Titi!
- Terserah Ayah! - Titi, duduk!
- Dengarkan Ayah! - Aku akan menikah!
- Titi. - Titi!
Titi.
Seharusnya aku bicara baik-baik dengannya.
Namun, aku sangat marah kepada Din.
Teganya dia melakukan itu kepada Titi.
Apa kau yakin tak ada orang?
Aku ingin kami menenangkan diri lebih dahulu,
lalu aku akan memberi tahu yang sebenarnya.
Namun, siapa yang sangka
itu adalah hari terakhir Titi?
Sulit bagi seseorang
dari generasiku
untuk menerima kenyataan...
bahwa putra mereka menyukai lelaki.
Sejak Titi kecil,
aku selalu menyangkalnya.
Aku selalu bersikap tegas kepadanya.
Tak pernah lembut.
Kukira aku bisa mengubahnya.
Aku ayah yang buruk.
Itu hanya mainan robot yang dirias dan memakai gaun.
Dia hanya menyukai lelaki.
Apa salahnya?
Namun, aku bersyukur
Titi menemukan jodohnya.
Titi menikah denganmu.
Meski itu bukan pernikahan sungguhan.
Namun, jika Titi masih ada
dan menikah denganmu,
aku sendiri yang akan menyambutmu.
Jangan cemas, Ayah.
Menurutku, Titi tahu betapa besar kau menyayanginya.
Dia tak perlu cemas lagi.
Terima kasih banyak, Menn.
Terima kasih.
Sampai jumpa di kehidupan berikutnya.
Aku akan menjadi anjingmu lagi.
Polisi! Jangan bergerak!
Anda ditangkap!
- Anda berhak untuk tetap diam... - Cut! Itu tak ada di skrip!
- Kau hanya menangkap orang jahat. - Tapi polisi asli bilang begitu.
- Kau membuang waktuku. - Tak apa, bisa diedit.
Oke, adegan berikutnya. Pemain Tambahan, beristirahatlah.
Alihkan kameranya.
Itu untuk aktor utama.
Yang ini untuk pemain tambahan.
Kau boleh ambil yang ini jika sudah terkenal.
Baik.
Ada hierarkinya.
Seharusnya aku tembak dia.
Ambil saja punyaku.
- Tidak ada satu helai pun. - Helai apa?
Bukan apa-apa.
Terima kasih, James Ji.
Kakinya lebih mulus daripada wajahku.
Menn, bagaimana syutingnya?
Baik, Nenek.
James Ji memberiku camilan.
- Di mana James Ji? - Di mana dia?
- Aku mau melihatnya. - James Ji!
- Suruh dia mainkan peran BL. - Astaga.
Bicaralah dengan ayah mertuamu.
- Halo, Ayah. - Menn.
Ada acara keluarga hari Minggu ini.
Kemarilah dan makanlah hidangan Nenek.
- Baik, Ayah. - Pemain Tambahan.
Aku pergi dulu.
Sampai jumpa. Syutingnya sudah mulai.
- Oke. - Dah.
- Dah. - Dah.
Tolong taruh minumannya di sini.
Terima kasih.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Terima kasih.
Lain kali ajari aku menari ya?
Apakah kepalanya terbentur?
Tormor.
Ayah pulang.
Ayah sangat merindukanmu.
Aku tahu kau akan bilang begitu.
Itu sebabnya aku punya video rahasia yang mau kutunjukkan.
Video apa, Menn?
Videomu.
Yang dikirimkan istrimu.
Mana ada?
Ide siapa ini?
Inspektur memberitahuku bahwa kau terluka.
Tak apa. Berbaringlah.
Apa kau diinjak-injak?
Bayi Nepo!
Apa kau mengejek nama ayahku?
Aku lupa!
Kau tampak kuat dan pandai menyerang.
Cepat! Periksa lokernya.
- Siapa kau? Lepaskan aku! - Enak saja!
Apa kalian tahu siapa ayahku?
Tidak tahu. Siapa?
- Siapa? - Siapa?
Siapa yang tahu?
Jika dia tak berpaling, artinya dia juga menyukaimu.
Mendekatlah lagi.
Lagi.
Itu terlalu dekat!
Oke, cut!
Tidak. Tidak seperti biasanya. Sial! Ibumu sudah pergi ke Surga!
Tidak jelas.
Dan action!
Sial! Ibumu sudah pergi ke Surga!
Seperti itu.
Aku menyerah.
Dia pikir kau bicara sendiri.
Aku menghafal dialog untuk drama.
Namun...
Aku selebritas. Aku temannya Nadech.
Kami tumbuh besar bersama.
Nadech.
Slate!
Kerasukan!
Bos!
Oke, dan cut!
Letihnya.
Sakit sekali.
Oke!
Lututku!
- Cukup! - Cut!
Fokus lebih dalam lagi.
"Lebih dalam lagi"?
Cut!
Aku suka itu.
Aku menontonmu berkali-kali.
Terima kasih.
Jangan lupa langganan di kanalku.
Oke, cut! Cut!
Bagaimana? Keterampilan menipu.
Putingnya gelap.
Jangan terlalu tinggi. Turunkan tanganmu.
Masuk.
Oke dan cut!
- Bukankah itu kemaluannya? - Ya.
Apa itu? Mesumnya.
Aku tak lihat apa-apa.
Cut! Sekali lagi. Yang terakhir.
Menn, kaulah yang bermasalah. Penismu kecil!
Menn, stop!
Saat kau lihat, ia belum bangun.
Lalu, udaranya dingin.
Saksi mata!
- Saksi mata. - Aku tahu. Aku kelewatan.
Oke, cut!
Bahasa isyarat macam apa itu?
Lansia! Berkunjung! Mengecek!
- Cek orang tua? - Apa maksudmu, cek orang tua?
Kau berpakaian seperti mayat hidup. Dilarang masuk.
Ini kaus favoritku! Kaus jadul.
- Kau tidak tahu? - Tidak boleh.
Boleh!
Tidak.
Ayunkan saja. Jangan cemaskan aku.
Lalu, cut!
Apa kau terluka?
Maafkan aku.
Terus fokus.
Aku baik-baik saja.
Tanganmu gemetar.
Kau mau cicip?
Sayang sekali. Hantu tak bisa makan.
Rugi sekali.
Kau mau muntah, Sayang?
Cut!
- Di masa lalu, hubungan kalian dalam. - Apakah aku suaminya?
Tepat sekali!
Itu tepung.
- Tepung dari mana? - Tepung dari mana?
- Dari mana? - Dari mana?
- Cut! - Mulai dari awal.
Terjemahan subtitle oleh Jasmine
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.