All language subtitles for The.Jowa.Collector.2025.WEBRip.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku Luigi.

Orang bilang aku punya daya tarik seks yang kuat.

Penetes celana dalam sejati.

Dan aku bangga akan itu.

Ah!

Maaf, nona, maaf.

Maaf...

Tunggu!

Namaku Hazel dan kau?

Luis Miguel Mercado.

Tapi kau bisa memanggilku sayang.

Aku punya banyak pacar.

Di waktu yang bersamaan.

Tidak!

Tidak sayang!

Dari berbagai jurusan di universitas.

Ya!

Yang jurusan akuntansi...

- Perawat, - Jangan terburu-buru.

Nanti sakit.

Seni Kuliner,

Rasanya enak, sayang.

Enak sekali!

- Pendidikan. - Cium aku..

Anak baik.

Di titik ini, sayang...

Aku akan memberimu pelajaran baru.

Karena itulah mereka mengagumiku.

Mereka semua iri dan bertepuk tangan untukku.

Pelan-pelan saja, Papa.

Aku hampir klimaks, sayang.

Pelan-pelan saja, Papa.

Rasanya enak sekali, sayang.

Ugh, enak sekali.

Apa yang terjadi?

Aku lelah, sayang.

Ini minggu ujian kami.

Otakku lelah karena semua peninjauan itu.

Kau selalu sibuk.

Minggu lalu, kau pergi ke gym.

Minggu sebelumnya, kau pulang dari perjalanan luar kota.

Kau selalu lelah.

Lelah.

Tidak mood.

Itulah yang terjadi jika kau gila setiap hari.

Jangan khawatir, sayang.

Aku akan menebusnya.

Aku sudah mendengarnya berkali-kali.

Oke, baiklah.

Senin adalah jadwalmu untuk minggu depan.

Jadi aku bisa menghemat energi untuk akhir pekan.

Kenapa? Kau punya jadwal lain?

Tidak, tentu saja..

Kita tidak harus bertemu setiap hari, kan?

Selain itu, aku mengatur jadwal

karena aku sibuk.

Aku hanya bisa istirahat di akhir pekan,

dan ketemu keluarga.

Kuharap kau mengerti, sayang.

Aku perlu memprioritaskan studiku.

Jika tidak

ibuku tidak mengizinkanku punya pacar lagi.

Hah?

Maaf, sayang.

Aku minta maaf.

Oke.

Aku tidak keberatan kalau hari Senin.

Aku mengerti.

Sekarang, aku akan merawatmu.

Ugh, sayang, enak sekali.

Sayang?

Aku mencintaimu, sayang.

Aku mencintaimu.

Lagi.

Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today

Bagaimana caranya agar aku bisa berkencan dengan mereka semua di waktu yang sama?

Sederhana.

Ada tujuh hari dalam seminggu.

Kenapa hari Rabu, sayang?

Sayang, kelasku sampai jam 9 malam.

Kau mau aku gagal?

Tidak! Aku mau kita ketemu hari Rabu, Papa.

Mama, cobalah mengerti...

Mereka mengejekku karena menurutimu.

Bukan seperti itu, sayang.

Tentu saja, aku menjadwalkan hari Kamis hanya untukmu.

Lagi pula, jadwalku akan berantakan.

Hari jumat, akan macet.

Kita akan membuang-buang waktu di dalam taksi.

Kalau begitu, kita lakukan di dalam kabin.

Bukankah lebih menarik, sayang?

Setiap hari pasti menyenangkan...

Asalkan aku bersamamu, sayang.

Aku tidak keberatan dengan hari apa pun.

Kau sangat pengertian, sayang.

Terima kasih.

Ayo, kupamerkan kau pada kawan-kawanku.

Dia tergila-gila padamu?

Hei! Jaga mulutmu, bodoh!

Tidak apa-apa, sayang.

Dia bicara fakta.

Kau tahun ke berapa?

Tahun ketiga, Komunikasi massa.

Wow!

Kau dapat satu lagi dari jurusan yang beda.

Hah?

Karena dia...

Kawan-kawan.

Kawan-kawanku, dari jurusan lain.

Tentu saja, aku harus memperluas pengetahuanku.

Pengetahuan?

Dia mengalami kesulitan mempertahankan nilainya.

Berapa kali kau pindah mata kuliah?

Brengsek!

Aku bosan, itu sebabnya aku ganti mata kuliah.

Bosan, atau mulai membosankan?

Oh!

Kalian kasar sekali!

Dia hanya menjadi dirinya sendiri dan apa yang menjadi minatnya.

Itu bukan hal buruk.

Jadi kau bilang,

dia menghilang selama tiga tahun?

Jangan pedulikan mereka, sayang.

Mereka hanya iri,

karena mereka tidak punya pacar secantikmu!

Banyak sekali omongnya.

Kenapa? Kalian punya pacar?

Sayang, kau masih ada kelas kan?

Tidak apa-apa, sayang.

Aku toh tidak mau masuk.

Tidak, aku tidak mau dianggap pengaruh buruk, kan?

Masuklah ke kelasmu.

Aku merasa tidak enak badan, perutku sakit.

Aku tidak bisa pergi bersamamu.

- Oke? - Tapi, sayang...

Aku ke toilet dulu ya!

Maafkan aku temanku,

perutnya selalu sakit.

Dia memasukkan apa saja ke dalam mulutnya.

Biarkan saja dia. Aku akan mengantarmu pulang.

Hey, Joey!

Aku mengirim pesan teks ke Luigi.

Apa dia bersamamu?

Sayang!

- Hah, sayang? - Sayang! Kubilang sayang!

Kau mendengar, duduklah.

Apa yang kau lakukan di sini?

Bagaimana kau tahu aku ada di sini?

Aku hanya menebak.

Ini tempat nongkrongmu, kan?

Oh sayang...

Kau sama hebatnya dengan NBI dalam melakukan investigasi.

Kupikir kau tidak enak badan?

Itu sebabnya kau tidak bisa meninggalkan asramamu.

Aku ke sana.

Mereka bilang kau pergi ke kelas.

Ah, aku merasa sudah mendingan.

Sia-sia jika aku tidak masuk kelas, kan?

Pelajaran dan pengetahuan baru.

Kau tahu, sayang.

Itulah yang aku suka darimu.

Kau memprioritaskan studimu.

Jadi terkadang, kau tidak punya waktu untukku.

Sayang, bukan seperti itu.

Maksudku, sayang.

Aku mengerti, sayang.

Aku sangat bangga padamu.

Benarkah, sayang?

Sayang, jangan pernah muncul seperti ini,

kau tahu, aku tidak suka kejutan.

Karena kau yang mungkin akan terkejut.

Brengsek!

Mungkin aku sedang mengerjakan proyekku,

kau tahu,

aku tidak suka kalau aku tidak bisa menghiburmu.

Kau sangat manis.

Aku punya sesuatu untukmu.

Wah, ini terlihat sangat lezat.

Perutmu tidak sakit?

- Brengsek! - Minta sedikit!

Hei! Minta satu aku!

Jangan pedulikan mereka, sayang.

Mereka selalu seperti itu.

Pengumpan bawah.

Meskipun kawan-kawanku menyebalkan,

mereka selalu mendukungku setiap kali aku hampir ketahuan.

Kawan-kawanku memanggilku,

Kolektor Jowa dari kampus.

Setiap di kampus, aku punya pacar.

Itu adalah prestasiku, pialaku.

Mereka memberikan kepuasan padaku,

dan kejantananku.

- Hai. - Luigi!

Perkenalkan pacarku.

Susie.

Hai.

Pacarmu?

Ya.

Benarkah?

Aku tidak ingat ada kabar dengan pecundang ini, mendekati orang.

Kenapa? Apa aku harus membanggakan pada kalian?

Atau kau hanya mau memberi tahu kami saat sudah resmi.

Ya.

Ya ampun, anak ini.

Kau bilang ya?

Kenapa tidak?

Kalian tidak serasi.

Kau terlalu cantik.

Lihatlah dia.

Sepertinya dia tidak mandi.

Ya, benar!

- Makanya di sini bau sekali. - Bau sekali!

- Dasar bodoh. - Kenapa?

Aku terlihat lebih baik dari...

- Jangan tunjuk aku! - Alan!

- Oh. - Sialan kau!

Dia baru mengacuhkanmu, bung.

Tunggu, tunggu.

Hentikan.

Aku tidak memperhatikan penampilannya.

Yang penting bagiku adalah dia lelaki baik dan dia mencintaiku.

Kau mencintainya?

Tentu saja!

Dia tidak bertanya padamu.

Kau menjawab begitu cepat.

Secukupnya saja.

Secukupnya saja.

Cukup?

Cukup, kau mendengarnya?

Kau bodoh?

Kau tahu arti cukup?

Belum seratus persen yakin.

Dia masih bisa menggantikanmu!

Kau bodoh.

Cukup berarti, tidak lebih, tidak kurang.

Jika kau mau mencintai orang, kau harus memberikan segalanya.

Kalau saja aku bisa memberi mereka lebih dari seratus!

- Benar! - Benar sekali!

Jangan puas dengan yang kurang!

Kau sungguh beda, kan?

Kau dapat jackpot dengan Susie.

Bayangkan wajah ini memenangkan jackpot?

Tentu saja!

Benar, sayang?

Apa sekarang?

Ngiler melihat pasanganku, kan?

Sobat, belum ada yang mengalahkanku.

Tunggu saja.

Aku mengalahkanmu.

- Susie. - Oh!

Kau tidak bersama kawan-kawanmu?

Bukannya kau bersama Joey?

Tidak.

Lagi pula, aku tidak mau selalu bersamanya, kan?

Ew.

Aku sebenarnya sudah menambahkanmu di FB.

Ah, benarkah? Tunggu.

Oke, aku akan menerimamu.

Benarkah?

Ya, tunggu sebentar.

Lihat.

Aku sudah menerimamu.

Ini dia.

Benar.

Terima kasih.

Sama-sama.

Susie.

Baiklah, oke.

Aku harus pergi ke tempat lain.

Kami duluan.

Temanmu?

Uh...

Ya, ini Marla.

- Hai. - Hai.

Uh, oke, kami pergi dulu, kami harus pergi ke suatu tempat.

- Oke. Hati-hati. - Jaga dirimu, jaga dirimu.

Aku tidak tahu.

Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini pada perempuan.

Kupikir aku sedang jatuh cinta.

Ya.

Kau tidak mood lagi.

Jangan bilang kau sibuk lagi.

Aku memikirkan proyekku, sayang.

Aku belum memulainya.

Penyerahannya besok.

Ya Tuhan.

Bagaimana kalau menjadikanku proyekmu sekali ini?

Kau membuatku merasa buruk.

Bolehkah aku mengundangmu untuk, eh...

Minum kopi, hanya kopi.

Di sini indah, kan?

Begitu segar.

Dan sangat damai.

Kupikir aku sedang jatuh cinta.

Denganmu.

Sekarang?

Aku serius.

Kupikir aku jatuh cinta padamu.

Bagaimana dengan...

Joey?

Maukah kau memberitahunya?

Tentu saja tidak.

Yang kumaksud,

tentu saja, kau sedang mendekati pacar temanmu.

Jika kau mencintainya, aku akan menjauh darimu.

Tapi jika tidak,

aku akan bersaing.

Kau mencintainya?

Jadi, kita pacaran?

Bagaimana menurutmu?

Ayo kita pacaran.

Jadi, aku yang kau cintai?

Aku tidak yakin.

Kenapa kau tidak yakin?

Kau yakin kau mencintaiku?

- Kita rahasiakan saja untuk saat ini. - Kita rahasiakan saja untuk saat ini.

Maaf sayang, aku sedang dalam keadaan darurat.

Nenekku meninggal.

Berapa banyak nenekmu yang meninggal?

Kupikir yang kelima.

Dengan siapa kau chat?

Ah, teman sekamarku.

Dia tanya apa aku akan pulang.

Terserah.

Wah, bersama Susie sungguh luar biasa.

Senang sekali bisa bersamanya.

Maksudmu dia hebat di ranjang.

Atau mungkin kau belum pernah berpegangan tangan?

Kau sudah sampai base pertama?

Base pertama?

Maksudmu sex?

Tepat.

Hampir sampai.

Apa maksudmu hampir sampai?

Bagaimana kalau dia punya pacar lain?

Dia tidak akan mengkhianatiku.

Dia sangat mencintaiku.

Benar kan, sayangku?

Aku kangen kau.

Aku mencintaimu.

Aku? Bersalah?

Tidak!

Bukan salahku Susie mencintaiku.

Dia minta aku ngeseks dengannya.

Kalian tidak tahu tentang dia.

Sayang, bukankah kita akan ngeseks hari ini?

Sayang, ayolah.

Kencan kita tidak harus selalu berakhir dengan ngeseks.

Akhir-akhir ini, tampaknya berbeda.

Sepertinya kau sudah berubah.

Hanya sibuk dengan sekolah, sayang.

Kau selalu sibuk.

Kenapa? Kau ujian setiap hari?

Kau punya proyek setiap hari?

Tidak aoa-apa jika nilaimu tinggi.

Tapi tidak.

Jika kau tidak mau mempercayaiku...

Aku tidak akan memaksamu.

Begitu? Kau tidak mau membantah?

- Kau mau aku berdebat? - Tidak.

Yang mau kubilang, tak masalah, meski aku percaya atau tidak.

Kau bersikap menyebalkan.

Kaulah yang tidak jelas.

Kau cari alasan!

Oke.

Aku pembohong.

Aku tidak melakukan proyek,

aku tidak mengikuti ujian, aku tidak belajar dengan baik...

Itu yang mau kau dengar?

Jika kau tidak ujian, jika kau tidak punya proyek...

Kenapa kau tidak punya waktu untukku lagi?

Kenapa kau begitu dingin padaku sekarang?

Karena aku punya pacar lain sekarang.

Kau bahagia sekarang?

Sialan kau!

Begitu mudah kau menggantikanku?

Aku bisa dengan mudah menggantikanmu, jika aku mau.

Kapan pun.

Sayang, tidak. Aku minta maaf.

Aku tidak bermaksud menyakitimu.

Maafkan aku. Tolong maafkan aku.

Terserah kau, sayang.

Kau tidak mau mempercayai apa yang kukatakan.

Sekarang, aku percaya padamu.

Kau sibuk.

Tapi kau tidak punya pacar lain, kan?

Aku satu-satunya pacarmu, kan?

- Hanya aku. - Tentu saja.

Hanya kau. Tak ada yang lain.

Hanya saja kau terus meragukanku.

Sekarang aku percaya, sayang.

Aku sangat percaya dan mencintaimu.

Aku akan mati jika kau pergi, sayang.

Aku minta maaf.

Aku memaafkanmu.

Jangan lakukan itu lagi, oke?

Untungnya kau tidak ada kegiatan di hari Sabtu.

Ini hari istirahatku.

Tapi mulai sekarang, ini hari yang sangat istimewa untuk kita.

Kau mau kita bertemu setiap hari?

Itu berlebihan.

Aku tidak keberatan jika seminggu sekali.

Jadi, kita tidak bosan.

Juga, ayo kita buat prioritas kita.

Studi, keluarga, teman, dan diri sendiri.

Diri sendiri.

Kau sungguh pintar.

Itu sebabnya aku makin jatuh cinta padamu.

Hai, Susie, sayangku! Di mana kita akan bertemu?

Aku membeli dua tiket film online untuk kita!

Itu Joey?

Kami ada kencan hari ini.

Kapan kau akan putus dengannya?

Aku tidak tahu.

Jika kau akan putus dengannya,

jangan beritahu dia kita bersama.

Kenapa tidak?

Dia mungkin akan memberitahuku kau bukan satu-satunya orang yang kukencani.

Aku hanya tidak mau dia terluka.

Aku alasanmu putus dengannya.

Dia mau kita ngeseks.

Wow.

Tidak. Aku tidak setuju.

Kenapa tidak?

Tapi aku sudah jadi pacarmu.

Tapi dia juga pacarku.

Lagi pula, dia sudah bersama denganku sebelum kau.

Alasan kita melakukannya

adalah karena kita saling mencintai.

Entahlah.

Aku sendiri tidak yakin.

Terserah.

Jadi, kau akan ngeseks?

Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today

Ssst!

Tenang saja, oke?

- Giliranku. - Hah?

Giliranku.

Oh tunggu, tunggu.

Tunggu.

Tunggu.

Tunggu, ouch, ouch!

Tunggu!

Sepertinya kau tidak menikmatinya, sayang.

Karena aku mau...

Um...

Apa itu?

Tidak ada apa-apa.

Sayangku...

Jika ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, beri tahu aku, oke?

Bisa kita...

Bisa kita memindahkan jadwal kita ke hari Senin?

Senin?

Sialan!

Hari pertama sekolah?

Bukankah kalau senin kita harus fokus belajar?

Aku tidak mau akhir pekan lagi.

Lagipula, aku mau menghabiskan untuk diriku sendiri, tahu?

Kau tahu, hanya aku.

Jadi aku bisa memikirkan semua dengan baik dan benar.

Kau bisa memikirkannya di hari kerja, sayangku.

Jika kau tidak mau, kita bisa putus.

Putus?

Semudah itu bagimu?

Sungguh sulitkah menyesuaikan dari Sabtu ke Senin?

Bagaimana dengan studiku?

Bagaimana dengan diriku,

jika aku memberimu akhir pekanku?

Baiklah kalau begitu.

Jadi kita tidak akan berdebat lagi.

Senin,

jika itu yang kau mau.

Senang?

Sialan, bro.

Cara Erna menatapmu,

sepertinya dia mau mencekikmu!

Brengsek.

Sekalipun dia telanjang di hadapanku, aku tak akan mau.

Penghancur citra.

Ya ampun, benarkah?

Siapa saja yang minat, kau kejar mereka.

Bodoh!

Aku akan cari orang yang cocok denganku saja, oke?

Mereka terlihat serasi, kan?

Mereka terlihat serasi seperti ayah dan anak.

Hei! Kau pendiam sekali.

Seakan kau yang digigit Erna.

- Bung. - Apa?

Uh...

Pacarmu masing-masing punya jadwalnya sendiri, kan?

Kenapa?

Susie, pacarku.

Kami pun seperti itu.

Ada jadwalnya.

Jadwal?

Apa yang kau katakan?

Susie seperti Luigi?

Jangan berpikir seperti itu tentang Susie.

Ya, benar.

Dia cantik.

Cerdas.

Seksi.

Dikejar para lelaki.

- Itu masuk akal. - Perempuan beda dengan lelaki.

Perempuan sifatnya monogami.

Dan lelaki, tentu saja, poligami.

Wow!

Dia melakukan penelitian!

- Aku tidak punya kata-kata lagi! - Tepuk tangan.

- Cerdas sekali! - Peneliti!

Kami berbeda.

Dia tidak sepertiku.

Bagaimana kau bisa yakin?

Kau mencintainya, tapi kau memikirkannya seperti itu.

Ayolah! Jangan berpikiran buruk tentang Susie.

Bicaralah dengan temanmu.

- Ya ampun. - Dia benar.

Ya, benar.

Kau benar.

Kuharap kau benar.

Kau suka makanan yang kita beli?

Ya. Dan balutnya.

Ada banyak rambutnya.

Aku lebih suka balut yang tidak berbulu.

Benar?

- Chicharon. - Chicharon.

- Ada cuka, kan? - Ya, benar sekali!

Lain kali saja.

Joey?

Bangsat!

Hey!

Sialan kau!

Kau tidak memilih, bahkan

pacar temanmu, kau tetap mendekatinya.

Kau pengkhianat, sialan kau!

Apa yang bisa kulakukan, tentu saja aku jauh lebih tampan darimu.

Itu sebabnya dia lebih mencintaiku.

Diam!

Aku tidak mencintaimu karena kau lebih tampan dari Joey.

Tapi kau lebih mencintaiku daripada dia, kan?

Aku tidak tahu.

Aku bingung.

Kau masih bingung sampai sekarang?

Kau tidak tahu apa yang kurasakan.

Maka diamlah.

Katakan saja apa yang kau rasakan.

Kau tidak akan mengerti.

Aku tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti.

Kau bodoh!

Itu sebabnya kau tidak bisa memahami bahwa kau sudah menyakiti seseorang.

Kau bodoh!

Kau tidak tahu kalau kau dan Susie tidak ditakdirkan untuk satu sama lain!

- Cukup! - Sialan kau.

Apa yang akan kau lakukan?

Dasar bajingan! Yang kau tahu hanyalah ereksi.

Kau bajingan pengkhianat.

Baiklah, kau pintar.

- Benar? - Hei! Cukup!

Tapi di mana kau sekarang?

Pasanganmu selingkuh tanpa kau sadari.

- Sialan kau! Aku akan membunuhmu. - Hentikan!

Kau bangsat!

Sialan kau! Aku akan membunuhmu!

Cukup!

- Dasar bajingan! - Cukup!

- Dasar bajingan! - Hentikan!

Cukup!

Jika aku menjalin hubungan dengan kalian,

artinya aku sedang mencari sesuatu di dalam diriku.

Aku sudah menceritakan pada kalian

aku tidak yakin aku benar-benar mencintai kalian.

Tapi kau tetap mengkhianatiku, Susie.

Joey, maafkan aku.

Aku tidak bermaksud menyakitimu.

Kau juga sialan!

Hei! Jangan dorong Susie, oke?

Kalian layak mendapatkan satu sama lain!

Karena kalian sama.

Kau bisa pergi ke neraka!

Aku minta maaf.

Aku tidak bisa menahan apa yang kukatakan sebelumnya.

Aku mengerti apa yang kau katakan.

Kau tampan.

Dikejar banyak perempuan.

Kau punya sesuatu untuk dibanggakan.

Kau mencintaiku, kan?

Aku tidak tahu.

Kenapa kau tidak tahu?

Katakan, mungkin aku akan mengerti.

Aku mencari sesuatu dalam diriku.

Apa?

Kau tidak akan mengerti.

Karena bahkan aku sendiri pun tidak.

Jadi, kau membodohi kami?

Tidak.

Aku memasuki hubungan ini karena aku mau menemukan sesuatu tentang diriku.

Aku mencintaimu.

Aku serius.

Sekarang aku yakin.

Karena aku yakin dengan perasaanku pada Susie.

Kuputuskan untuk cukup satu saja.

Kau yakin dengan keputusanmu?

Maafkan aku, sayang.

Bisa kau

berhenti memanggilku mama lagi.

Kau bukan lagi papaku.

Kau membuatku terus terkatung-katung.

Karena itulah aku putus denganmu, oke?

Karena aku tidak mau memberimu harapan palsu lagi, sayang.

Kau bercanda?

Sialan kau! Kau memanfaatkanku!

Aku tidak memanfaatkanmu, sayang.

Aku tidak hanya mencintaimu.

Aku mau menamparmu!

Tapi tidak peduli berapa banyak tamparan yang kuberikan,

rasa sakit yang kau sebabkan padaku bahkan lebih hebat lagi.

Maaf, sayang.

Aku hanya manusia.

Sayang benarkah?

Jadi, kau mengakui kau punya orang lain?

Sayang? Kakasih?

Siapa lagi?

Maafkan aku, sayang.

Aku mencintai orang lain.

Saat kita masih bersama

kau mencintaiku?

Kau mencintai kita?

Atau kau memanfaatkan untuk kesenangan?

Mungkin.

Aku hanya memanfaatkan kalian untuk kesenangan.

Kau benar-benar bajingan!

Kuharap kau bohong!

Lebih baik berterus terang, jadi tidak ada ekspektasi apa pun.

Kau kejam sekali!

Apa yang membuatmu begitu sombong?

Penampilanmu?

Penismu?

Baiklah, itu saja yang aku punya.

Kalau begitu, aku bangga akan itu.

Itu kenapa kau memanfaatkan kami?

Kalian juga membiarkan diri kalian dimanfaatkan.

Mari kita berhenti memanfaatkan satu sama lain, Mariz.

Aku tidak pernah memanfaatkanmu.

Aku mencintaimu, Luigi.

Sampai sekarang aku masih mencintaimu.

Jadi tolong, jangan putus denganku.

Aku tidak bisa menerimanya.

Aku akan melakukan apa saja agar kau tidak putus denganku.

Aku akan melakukannya lebih baik lagi.

Aku akan membuatmu lebih bahagia.

Tidak masalah jika kau memanfaatkanku.

Manfaatkan aku untuk kesenanganmu.

Aku tidak keberatan meskipun kau tidak mencintaiku.

Jangan putus denganku.

Kumohon. Kumohon padamu.

Jangan begitu, Mariz.

Aku menyedihkan!

Jangan tinggalkan aku.

Kumohon.

Semampu kau bisa.

Lepaskan aku.

Aku tidak mencintaimu.

Itu cukup jelas?

Kau bajingan.

Kau akan melihat...

Susie!

Oh, apa yang kau lakukan di sini?

Hari ini bukan hari Sabtu, dan jadwalnya juga belum.

Salah jika aku mengunjungimu?

Aku merindukanmu!

Kenapa kau tampak cemas?

Ah...

Sayang!

Siapa dia?

Pacarnya.

Kenapa?

Siapa kau?

Pacarnya juga, kenapa?

Susie!

Apa yang sedang dia bicarakan?

Um...

- Apa ini? - Alfred...

Aku mau bicara dengan Luigi dulu, oke?

Masuklah ke mall sekarang.

Aku akan bicara padamu nanti.

Apa ini, Susie?

Kau sudah punya pacar, dan masih mencari orang lain?

Apa-apaan!

Itu juga yang kau lakukan, bukan?

Kau berteman dengan pacarku, tapi kau masih saja berkencan denganku.

Apa bedanya sekarang?

Aku mencintaimu, itulah perbedaannya sekarang.

Kenapa?

Berapa banyak yang kau cintai sekarang?

Hanya kau.

Bagaimana dengan pacar-pacarmu yang lain? Kau memanfaatkan mereka?

Aku tahu, kau juga mengoleksi pacar kan?

Aku sudah berubah.

Karena aku mencintaimu.

Susie, aku mencintaimu.

Kuharap kau merasakan hal yang sama.

Waktunya akan tiba, ya.

Hidupku juga akan berubah.

Tapi, bukan kau yang akan mendiktekan itu padaku.

Susie, kau menyakitiku.

Sekarang, kau tahu bagaimana perasaan perempuan yang kau tipu.

Susie!

Hey.

Duduk.

Joey... Maafkan aku.

Kuharap kau bisa memaafkan aku.

Dengar.

Kau mengkhianatiku.

Itulah sebabnya aku meminta maaf.

Di sisi lain, insiden itu merupakan berkah tersembunyi.

Aku menemukan...

Bukan hanya aku,

kita.

Dia punya lelaki lain.

Aku tidak tahu berapa banyak.

Itu sebabnya dia bilang kita sebaiknya istirahat dulu.

Itu menyakitkan.

Aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan.

Aku putus dengan semua pacarku demi dia.

Sial, sakit sekali.

Aku tidak tahu dia akan melakukan ini.

Jadi beginilah rasanya.

Perlakuan yang kulakukan pada mereka.

Ya Tuhan, sakit sekali.

Aku mencintainya.

Susie!

Kau tidak tahu aku, tapi aku tahu kau.

Aku tahu apa yang kau inginkan.

Aku Mariz, mantan Luigi.

Jika kau mau menyuruhku putus dengan Luigi...

Tidak, bukan itu yang mau kukatakan.

Kuharap aku bisa meminta bantuanmu.

Susie!

Aku senang kau mau bertemu denganku.

Ada sesuatu yang penting yang perlu kita bicarakan.

Tentang kita.

Apa itu?

Ayo ke suatu tempat di mana hanya kita.

Di mana tidak seorang pun bisa mengganggu kita.

Apa yang kau tunggu?

Lepaskan bajumu! Ayo.

Oke.

Mariz.

Tenang aja.

Kami akan membawamu ke surga.

Apa yang kau lakukan?

- Tenang saja. - Tenang saja.

Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today

Hei! Ayo!

Tolong, lepaskan aku.

Aku gelisah.

Kau bilang kau akan membawaku ke surgamu.

Tapi kau bawa aku ke nerakamu.

Kau layak mendapatkannya.

Kami bukan sekadar budak seksmu.

Susie.

Aku menemukan apa yang kuinginkan, Luigi.

Akhirnya, aku tahu siapa aku.

Perempuan yang kau lihat bersamaku tempo hari.

Marla.

Kami lebih dari sekadar teman.

Apa?

Dia juga pacarku.

Dia juga pacarmu? Kau lesbian?

Tidak persis.

Tapi,

Aku masih tertarik pada lelaki, terutama kau.

Itulah sebabnya aku bingung.

Aku benar-benar tidak tahu apa seksualitasku.

Sampai aku bertemu Mariz.

Jantungku berdetak untuknya.

Berengsek.

Rasanya seperti aku terkena bom,

atau disiram dengan air es.

Aku tidak tahu harus terluka,

cemburu,

atau merasa diremehkan.

Perempuan yang kucintai...

Mencintai perempuan yang mencintaiku.

Sial, aneh sekali!

Tapi pada akhirnya aku tahu, siapa yang kalah...

Sayang.

Kukira kau tidak akan datang lagi.

Apa yang mau kau katakan?

Sayang, aku menyadari kaulah orang yang kucintai.

Bisa kita kembali bersama?

Aku juga punya sesuatu untuk kuceritakan padamu.

- Apa ini? - Ini.

Ngomong-ngomong, yang lainnya juga ada di sini.

Mereka juga punya sesuatu untuk diceritakan padamu.

Hai sayang. Lama tak jumpa.

Ah!

Hai, papa.

Aku merindukanmu.

Sayangku, apa kabar?

Kau baik-baik saja?

Kuharap tidak lagi.

Tunggu, tunggu!

Cukup.

Tidak! Sakit sekali!

Kau bilang berhenti bersikap menyedihkan, bukan?

Siapa di antara kita yang menyedihkan sekarang?

Kau benar.

Kau tidak pantas mendapatkan cintaku.

Kau tidak berharga.

Untunglah aku terbangun dari kebodohanku.

Jadi, di mana bendamu yang membanggakan itu?

Kau bukan apa-apa!

Benar?

Aku Luigi.

Kolektor Jowa.

Daya tarik seks yang kuat.

Penis yang besar.

Akhirnya menemukan yang cocok.

Tapi tunggu,

aku bukan satu-satunya yang menjadi Kolektor Jowa, lho.

Susie juga.

Jadi, aku benar-benar tidak punya peluang denganmu?

Maaf, Susie.

Tapi, aku hanya bisa menawarkan pertemanan.

Tidak apa-apa.

Aku mengerti.

Aku mungkin juga pantas mendapatkan ini.

Terluka.

Karena aku juga menyakiti banyak orang.

Sekarang, apa yang kau inginkan sudah jelas.

Kau juga akan menemukan seseorang yang tidak akan menyakiti perasaanmu.

Semua yang terbaik untukmu, Susie.

Bagi para pengoleksi pacar di luar sana,

pikirkan dua kali saat kau punya waktu.

Seperti kata pepatah, kau bisa punya kue dan memakannya sekaligu.

Begitu.

Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 10 Mei 2025

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.