Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Original English Sub By ZEDSUB Indonesia Tranlated By BDN Now MANDIRI
Siapa di sana?
Apakah kau baik-baik saja?
Apa yg terjadi?
Tolong...
Aku akan mencari pertolongan.
Lari!
Apakah kau bersemangat?
Ya.
Jadi kau diberikan banyak pertimbangan ke beberapa klub atau hal yg lainnya?
Aku kira aku tak akan melakukan itu.
Ini cara yg bagus untuk mendapatkan teman.
Aku sudah punya teman, Ayah.
Ayah perlu mengembalikan hidup ayah pada jalurnya, Riley.
Aku tahu. Dan untuk itu...
Ayah membutuhkan awal yg baru.
Aku tahu.
Tersenyum...
Hai.
Terima kasih.
Ayo kita pergi.
Apakah kau ikut?
Aku, dalam, seperti, lima menit.
Tak ingin mencoba dengan anak itu, ya?
Ambil foto kami.
Maaf?
Kau bagian dari buku tahunan, bukan?
Bagaimana kau tahu?
Karena pakaianmu berbau
barang bekas yg membosankan,
dan kau mengambil foto semua orang.
Jadi kau antara penguntit, atau bagian dari buku tahunan, tapi ...
keduanya tak mengejutkanku.
Oh, astaga, foto saja.
Apakah kami harus berkata cheese? Tersenyum saja.
Biar aku rapikan dulu rambutku.
Selesai.
Hmm. Kalau itu potongan daging yg layak untuk digigit.
Ya?
Pak Sumner, guru bahasa Inggris yg baru.
Aku memberinya dua hari sebelum aku
menaklukannya.
Baiklah, ayo kita pergi.
Tema-tema inilah yg kita bicarakan, kawan,
ide-ide ini,
mereka abadi.
Itulah sebabnya kita masih membaca buku ini...
beberapa dekade kemudian.
Bolehkah aku?
Um, maaf, Pak Sumner,
Aku hanya...
memeriksa keadaan darurat keluarga.
Benar, benar.
Nah, tolong katakan pada keluargamu pada kolom komentar
pada postingan di sosmed
bukan tempat terbaik untuk berkomunikasi
selama keadaan darurat.
"Terlihat seksi, jalang."
Sangat puitis.
Kau punya musik di sana? Ya.
Jadi, katakan padaku sebuah lagu dari playlist-mu.
Um... "Shape Of You."
Ah, Ed Sheeran. Bukan penulis lagu yg buruk.
Tapi kau hanya bisa pergi sejauh
lirik ketika menulis hit di Top 20.
Jadi, semuanya, mari kita, uh,
ayo keluarkan ponsel kita, silahkan.
Ayolah, keluarkan.
Sekarang, saatnya keluarkan lagumu.
Dan ayo kita, uh, ayo kita lihat.
Apa yg kau punya?
Rihanna.
Benarkh?
Baiklah.
Bruno Mars.
Ya, aku melihatnya, aku lihat itu.
Nona Taylor Swift, ya.
Big Shawn.
Maaf, aku tak tahu yg itu.
Terima kasih, atas perhatiannya.
Ah, ya.
The Beatles.
Salah satu band terbaik yg pernah ada.
Jika kalian bisa melihat fakta masa lalu bahwa mereka mencuri
dari setap arti Afrika-Amerika
dari Chuck Berry sampai Bobby Parker.
Uh, aku pikir kau membingungkan
atara inspirasi dan pemberian.
Tidak, mereka mencuri dari setiap band, dan kau tahu itu.
Uh, dan semua orang mncuri dari the Beatles, dan ...
Brahms mencuri dari Beethoven
dan Beethoven mencuri dari Mozart
dan kalian mencuri dari setiap profesor yg keren
yg pernah menginjakkan kaki di kelas ini.
Baiklah, baiklah, dengar.
Tenang.
Dengar, intinya aku mencoba membuat ini.
Tak terdengar terlalu klise,
tapi aku ingin menjadi seseorang yg bisa kalian ajak bicara.
Tentang apapun.
Apapun?
Ya, apapun.
Baiklah, aku ingin memperluas wawasan kalian.
Sekarang, aku ingat bagaimana rasanya menjadi muda
dan tak mau peduli. Kalian tahu?
Itu keren.
Tapi di sini...
jika kita bisa membuat ruang
untuk santai saja... dan belajar.
Dan itulah yg aku pedulikan.
Baiklah, jadi aku akan di sini setiap hari pada pukul 7:30
jika kalian perlu bantuan atau jika kalian, kalian hanya ingin bicara.
Bagaimana kalau... setelah usai sekolah?
Tentu.
Baiklah, semuanya, terima kasih.
Aku memiliki perasaan yg baik kita semua akan
cukup akrab pada semester ini.
- Semoga harimu menyenangkan. - Daah.
Selamat siang. Terima kasih sobat.
Semoga harimu menyenangkan.
Terima kasih.
Maafkan aku...
apakah kau memesan tempat ini atau semacamnya?
Tidak, aku hanya... biasanya satu-satunya orang di sini.
Oh.
Heh. Baiklah.
Ada yg bisa aku bantu?
Aku melihatmu meggambar di kelas.
- Apakah itu hasil karyamu? - Bukan.
Uh, hasil karyaku cukup banyak yg buruk.
Apakah ada yg namanya seni yg buruk?
Maksudku... lihat saja aku.
Aku.. aku membuat sketsa seni penggemar Wonder Woman.
Dan Picasso sudah membuat lukisan minyak yg sangat bagus di usia sembilan tahun.
Tapi tak ada tekanan, bukan?
Yah, usia hanya sekedar angka.
- Aku Kyla, omong-omong. - Uh, aku Riley.
- Hai. - Hai.
Jadi aku, uh...
Kurasa kau juga menyukai seni.
Fotografi, kebanyakan.
Jadi, uh, kapan kau pindah?
Um, beberapa minggu lalu.
Ya, ayahku sedang mencari awal yg baru.
Seperti yg dia suka melakukannya.
Itu artinya aku dilemparkan ke sekolah yg baru
dengan sekelompok orang-orang baru.
Nah, kau bertemu denganku, jadi, itu salah satu orang baru.
Dan sebenarnya, siapa lagi yg kau butuhkan?
Aku akan melihat apakah aku bisa menambahkan fotomu ke buku tahunan.
Ya, tentu, lakukan saja.
Uh, siapa nama akhirmu?
Untuk keterangannya.
Uh, S-Sumner.
Seperti dalam...? Tolong jangan katakan apapun.
Tak ada yg mengenalku jauh lebih baik
daripada semua orang yg mengenalku sebagai puteri Mr. Sumner.
Aku menutup mulutku.
Terima kasih.
Hei, um, bukan untuk mengambil keuntungan, tapi, um...
Aku pikir aku mungkin membutuhkan bantuan tambahan
di kelas pada semster ini.
Apakah kau pikir mungkin kita bisa belajar kapan-kapan?
Uh...
Ya, tentu, mengapa tidak?
Keren.
Jadi, bagaimana hari pertamamu?
Kau terlihat selamat.
Yah, sebaik seperti yg bisa diharapan.
Apakah kau sudah punya teman?
Ya, aku sudah punya teman, sebenarnya.
Dan dia bahkan terjebak di sana ketika dia tahu tentang ayah.
Hm, jadi aku rahasia kecil kotormu.
Siapa dia itu?
Kyla.
Hm.
Pakar The Beatles.
Mm-hmm.
Dia cerdas, salah satunya.
Aku seroang penggemarnya.
Huh! Ya, ampun.
Terima kasih untuk persetujuan ayah.
Lihat, sudah ayah bilang itu akan menjadi lebih baik.
Ayah, itu baru hari pertama.
Tapi sepertinya hari pertama yg baik.
Hmm?
Ibu?
Ibu!
Hai! Hai, kau terlambat.
Aku meliput pertandingan bola basket.
Ayo ke sini, berikan ibu pelukan.
Mungkin mandi dulu.
Lagipula apa yg ibu lakuan dengan benda itu?
Ibu sudah tak melakukannya bertahun-tahun.
Bukan bertahun-tahun.
Baiklah, satu tahun. Ha-ha-ha!
Jadi, ada apa?
- Kencan panas? - Ya, benar.
Hey, ada amplop dari berbagai macamnya?
Kau tahu... di kotak surat?
Um, tidak.
Oh, maafkan aku, sayang. Mungkin jika kau akan mendaftar
ke lebih dari satu sekolah...
Baiklah, maaf hanya menginginkan yg terbaik.
Gaun baru?
Apa itu?
Oh, tidak. Ibu menemukannya di bagian belakang lemariku.
Ibu hanya akan melihat apakah masih cocok.
Jadi, mengapa masih ada label di dalamnya?
Uh...
Siapa dia?
Dia hanya seorang pria.
Bukan masalah besar.
Ini bukan bukan masalah besar, Ibu.
Ibu hanya akan menyelinap keluar.
Alias, Ibu menyembunyikan ini dariku.
Ibu bisa mempercayaiku. Aku berusia 18 tahun.
Aku akan kuliah.
Ayolah, aku seorang gadis dewasa.
Ibu bisa mengatakan padaku, jika ibu berkencan lagi.
Baiklah.
Ini hanya seorang pria...
Ibu bertemu dengannya di toko kelontong.
Apakah ini pertama kali Ibu melihatnya?
Ibu, detailnya.
Kau tahu Ibu.
Hal-hal yg baik tak pernah terjadi padaku.
Baiklah, Ibu akan mengatakannya padamu...
ketika semuanya menjadi nyata.
Oke?
- Oke. - Baiklah, sayang.
Ky, apakah kau di dalam kamar?
Terlihat sepertinya kau sebenarnya menyukai sekaolah lamamu.
Ya.
Terlihat sepertinya kau sebenarnya menyukai kawanmu jugal.
Apakah kau merindukan mereka?
Ya, setiap hari.
Maksudku, kadang kami berbicara di telepon.
Tapi itu tak sama, kau tahu?
- Pacar? - Semacamnya.
Mungkin permulaan sesuatu, entahlah.
Bagaimana denganmu?
Anak laki-laki di sini cuma... anak laki-laki.
Aku tak mau berurusan dengan itu.
Jika aku akan menjalin hubungan dengan seseorang...
Aku ingin seseorang itu yg cukup dewasa untuk menanganinya.
Wow, semoga berhasil menemukannya di SMA.
Benar?
Jadi...
Bagaimana dengan ayahmu?
Bagaimana dengan dia?
Yah, apakah ada Ny. Sumner?
Ada... dulu.
Um... maafkan aku, aku seharusnya tak bertanya.
Ini... sifat wartawanku, selalu mengajukan pertanyaan.
Tidak. Lupakan saja apapun yg aku katakan.
Tidak, tak apa-apa, sebenarnya.
Jangan khawatir tentang itu, itu...
Dia, uh...
Dia selingkuh...
di depan ayahku...
untuk waktu yg sangat, sangat lama.
Aku merasa sepertinya aku menekanmu untuk berbagi sesuatu
- yg tak kau inginkan. - Tidak, tak apa-apa.
Sejujurnya, aku...
Terkadang aku hanya...
Aku sangat kesal pada Ayah
karena membuat kehidupanku dicabut,
tapi mengatakannya dengan keras seperti itu
sebenarnya membantuku mengingat bahwa itu bukan salahnya.
Kau sangat dekat dengannya, bukan?
Tidak, aku sebenarnya lebih dekat dengan ibuku.
Sekarang, hanya Ayah dan aku yg mencoba untuk...
menghadapi badai bersama.
Nah, aku pikir kau melakukannya dengan baik.
Maksudku, setidaknya kalian berdua saling menjaga.
Ayahku meninggalkanku saat aku berusia enam tahun, jadi...
Aku kira dia punya cukup waktu untuk memutuskan
aku tak layak untuk menunggu.
Wow.
Nah...
Bukankah kita orang yg menyedihkan?
Kau tahu, aku benar-benar senang kau menemukanku
di sudut ruang komputer itu.
Aku benar-benar senang kau juga menemukanku.
Ya, aku pikir kita sebenarnya
harus mulai bekerja
seperti yg pernah kita katakan.
Aku kira begitu.
Aku hanya akan pergi ke kamar mandi dengan sangat cepat.
Aku akan segera kembali, oke?
Lakukan saja tugasmu.
Kedewasaan Pria.
Kedewasaan Wanita.
Benar? Kalian mendengar istilah...
Apa yg kalian rasakan?
Apa yg kalian pikirkan?
Apa yg kalian lihat?
Oh, tidak, um...
Pak Sumner?
Ya, Tricia, silahkan.
Pensilku patah.
Bolehkah aku meminjamnya darimu?
Oh, hei, kau bisa meminjam... Ow! Ahem.
Lain kali... bawa cadangan.
Aku sebenarnya hanya tak suka ide cadangan itu.
Mengapa begitu?
Karena aku tahu apa yg aku inginkan.
Dan aku tak pernah puas di posisi kedua.
Ya, itu sikap yg baik.
Tetapi orang yg gagal melihat nilainya
baik dalam kesiagaan maupun kehilangan sesekali ...
jarang mencapai tujuan mereka, hm?
Ada yg lainnya?
Apa yg kau lihat?
Hei, kau.
- Hai. - Aku Tricia.
Meskipun, aku yakin kau mungkin sudah tahu itu.
Ya.
Jadi, kau menunggu ayahmu?
Atau haruskah aku mengatakan Pak Sumner?
Bagaimana kau tahu? Tolong.
Aku melihatmu berkendara bersamanya setiap hari.
Itu agak jelas.
Tapi jangan khawatir, rahasiamu aman bersamaku.
Kau tahu...
kau sebenarnya cukup cantik.
Mungkin kau tak harus menyembunyikan wajahmu
dari dunia begitu banyak.
Apakah ada sesuatu yg kau butuhkan?
Aku hanya akan mengatakan kau mungkin tak seharusnya
menghabiskan waktu dengan Kyla terlalu sering.
Apa maksudmu?
Aku belum pernah melihatnya berjalan
dengan seorang pria sebelumnya, itu saja.
Kyla dan aku hanya berteman.
Bagus.
Maka kau tak akan keberatan
menemaniku belanja malam ini?
Jadi?
Apa yg akan kau katakan?
Aku kira bisa.
Bagus. Sampai jumpa nanti?
Daah.
Apa-apa...
Kau menakutiku.
Apa-apaan itu?
Dan kau merusak gambarku, terima kasih.
Mengapa kau berbicara dengan Tricia?
Apa yg dia katakan kepadamu?
Tak ada, di..dia hanya bertanya padaku
jika aku ingin pergi berbelanja, itu saja.
Aku mendengar dia menyebut namaku.
Apakah kau memata-matai aku?
Tidak, aku tak memata-mataimu, oke?
Aku datang untuk menyapa,
dan aku melihat kau berbicara dengan Tricia.
Dia berbahaya, Riley.
Bagaimana?
Uh, nah, sebagai permulaan,
dia sangat terobsesi dengan ayahmu.
Tidak, aku kira dia bersikap seperti itu dengan semua orang.
Tidak, aku tahu dia.
Ini berbeda.
Dengar, dia melakukan ini sebelumnya.
Apa maksudmu?
Tahun lalu, Tricia benar-benar terikat dengan
salah satu guru sejarah kami.
Mereka mulai sering bertemu sepulang sekolah.
Gosip mulai menyebar
dan mereka mengganti gurunya
untuk sisa tahun itu.
Kami tak pernah diberitahu mengapa, tapi ...
Aku sangat yakin Tricia ada hubungannya dengan itu.
Aku hanya...
Aku tak ingin sesuatu seperti itu terjadi lagi.
Karena aku menyukaimu, dan itu akan sangat bagus
jika kau bisa lebih berhati-hati.
- Terima kasih untuk peringatannya. - Tentu.
Itulah artinya seorang teman, bukan?
Ya.
Hei, kawan.
- Kapan ulang tahunmu? - Mengapa?
Aku mengisi profil buku tahunanmu.
- 14 Oktober. - Tak mungkin.
Mengapa? Apakah kau juga berulang tahun yg sama denganku?
Karena itu terlalu menyeramkan.
18 Oktober, tapi cukup dekat.
Hm. Wow, jadi kau lebih muda daripada aku.
Uh, tidak, sebenarnya, aku ditahan kembali ke sekolah dasar.
- Apakah kau akan mengadakan pesta? - Entahlah.
Kau harus, ini ulang tahunmu yg ke 18.
Aku akan hadir dengan sekuat tenagaku.
Tak bisakah ingat apapun dari malam itu.
Hanya saja, aku tak kenal siapapun.
Nah, aku bisa membuat berita
untuk pesta di tempatmu.
- Apa? - Ya.
Beriklan sedikit bersama.
Yah, aku pikir kau tak punya teman.
Tidak masalah.
Setiap badut di kelas kami
akan muncul jika kau menawarkan bir.
Ayahku tak akan pernah ...
Kau sebenarnya tak perlu minum bir.
Kau hanya memberi tahu mereka akan melakukannya.
Baiklah, itu terasa agak hampa.
Tapi kau tahu?
Ini juga agak sempurna.
Aku penuh dengan ide-ide luar biasa.
Hei, uh, aku hanya ingin minta maaf lagi tentang kejadian sebelumnya.
Oh, tak apa-apa, jangan khawatirkan itu.
Apakah hal-hal seperti itu sering terjadi pada ayahmu?
Orang-orang menyukai Tricia?
Aku pikir, aku pikir tidak juga.
Maksudku, dia hanya bukan pria seperti itu.
Kau tahu?
Dia selalu menasehatiku tentang moral yg tinggi
dan blah, blah, blah.
Juga...
Rupanya dia melihat seseorang.
Sangat cepat. Aku tahu.
Rupanya dia bertemu dengannya di toko kelontong.
Uh, aku harus pergi. Kyla?
Hei, hei, mau pergi kemana kau?
- Apakah itu dia? - Kyla!
Pak Sumner.
Um, Kyla.
Kau di sini untuk bertemu Jess?
Oh, uh, ibumu...
Aku kira, ya.
Oh, demi Tuhan, biarkan pria itu masuk. Hai.
Wow, kau berseri-seri.
Terima kasih.
Kau akan membuatku memerah.
Oh, aku, aku meragukan itu.
Oh, maaf, jadi kau sudah bertemu Kyla.
- Puteriku. - Ya.
Uh, Kyla murid kelas bahasa Inggris-ku.
Tunggu...
Apakah ini terlalu aneh?
Apakah kau... tak apa-apa dengan ini?
Aku akan mengatasinya.
Baiklah, um, maaf, uh, ini untukmu.
Oh, terima kasih.
Bunga yg cantik, terima kasih.
Ya.
Oh, apakah kau mau mengambilkan vas, sayang?
Um, ya.
Baiklah.
Wow.
Kau punya rumah yg indah.
Terima kasih.
Ya.
- Apa? - Oh, astaga.
Apa, apa yg lucu?
Ketika kau berbicara tentang merjadi seorang guru,
aku hanya tak mengira tentang kau menjadi guru SMA.
Dan bagaimana itu bisa lucu? Maaf. Aku tak tahu.
Aku hanya, aku tak pernah punya guru bahasa Inggris yg tampan...
sepertimu, ketika aku masih bersekolah, jadi...
Terima kasih.
Oh. Oh, Kyla.
- Wow. - Maafkan aku.
- Kyla! - Maafkan aku. Oh, astaga.
Aku... Tidak, jangan, jangan khawatir.
- Maafkan aku. Oh, astaga. - Ini, ini, ini cuma katun.
Ini...
- Aku.. Aku mohon maaf. - Oh, uh... Ya.
- Maafkan aku, aku akan mengambilnya. - Maaf.
Kumohon...
- Oh, astaga. - Apakah kita terlambat?
Tidak, tak apa-apa, aku.. aku hanya tepatnya tak punya, baju cadangan.
- Jadi... - Aku tahu.
Oh, um... Ya, ampun, um...
Maksudku...
Kalian berdua bisa kencan di sini.
Hmm. Itu sebuah ide, ya?
Ya, maksudku, uh, aku bisa membantu ibu memasak sesuatu.
Atau aku bisa menghabiskan waktuku di kamarku.
Tak mungkin, ayolah. Bergabunglah dengan kami.
Itu, maksudku... Apakah itu... Ya?
Itu ide yg hebat. Maksudku, aku bisa membantu juga.
Aku sebenarnya tak terlalu mengerikan dengan spatula, kau tahu?
- Hebat, bagus. - Terima kasih.
Mengapa kau tak lihat saja apa yg kita punya di dapur?
Oke? Karena aku tak tahu. Baiklah.
Jadi, dan aku punya baju ekstra di lantai atas.
- Ya? - Jika kau mau...
- Tentu. Silahkan, pimpin aku. - Tentu.
Lalu, aku baru saja membaca bahwa 80% kebugaran itu
adalah apa yg keluar dari dapur, jadi...
Aku telah memutuskan untuk mengurangi memasak kue.
Delapan puluh persen?
Itu kelihatannya agak tinggi.
Maksudku, kau bisa makan kue
sesekali, bukan?
Yah, aku memanggang cokelat putih yg paling pekat,
macadamia nut cookie
kau pernah memakannya.
Baiklah.
Hei. Ky.
Apakah kau ada sesuatu yg ingin kau bagikan kepada kami?
- Hm? - Hei, itu kalimatku.
Benarkah?
Maaf.
Hei, bagaimana dengan Frost
dibandingkan dengan sekolah lamamu?
Bagus, anak-anak yg pandai...
guru-gurunya baik.
Tetapi mengajar bisa menjadi bagian dari kue.
Maksudku, sejujurnya.
Wow, kau sangat rendah hati.
Tidak, apa yg aku maksudkan adalah,
uh, mengajar selalu bisa seperti
sebuah hobi dibandingkan membesarkan Riley sendiri.
Oh, bagus itu.
Dan aku melihat api yg sama di Kyla.
Aku sangat senang kalian berdua menjadi teman dekat.
Jadi, um, akan kuliah dimana kau?
Yah, aku mendaftar ke Emerson, untuk jurnalisme, secara teknis,
tapi secara ideal, aku ingin memasangkan itu
dengan gairahku akan fotografi.
Benar itu. Aku selalu melihat kau dengan kamera.
Kau melihatku?
Uh, ya, di kampus, mengambil foto semua orang.
Itu sangat luar biasa, tentang Emerson.
Dia hanya mendaftar ke Emerson.
Ibu.
Ada sebuah kata
untuk terlalu percaya diri.
Apakah itu benar?
Aku tahu apa yg aku inginkan.
Memang begitu kelihatannya.
- Uh, Jess, itu luar biasa. - Mmm.
Makanan dadakan melecut dari awal?
Apakah kau yakin tak akan melakukan ini secara profesional?
Oh, sekarang kau hanya memujiku.
Aku... Plus, aku punya dua koki yg sangat baik.
Tidak, tidak, jangan rendah diri.
Maksudku, aku bisa makan itu... setiap hari.
Aku serius.
Dimana menurutmu pujian ini
akan membalasmu?
Entahlah.
Tapi aku tak sabar untuk mencari tahu.
Baiklah, um, aku akan menyelesaikan PR-ku.
Baiklah, sayang.
Baiklah. Selamat malam.
- Selamat malam. - Ya, um...
Kyla, ada apa?
Ada sesuatu di luar jendelaku.
- Oh, astaga. Apakah kau yakin? - Apa?
Aku sedang salin, dan aku melihat seseorang di luar mengawasiku.
Baiklah, tunggu, tunggu saja di sini, oke?
Aku akan segera kembali. Tunggu... Oke.
Kemarilah, sayang.
Kau aman, ayo.
Baiklah. Kau tak apa-apa?
Aku gemetar. Aku tak tahu siapa itu.
- Aku tahu, jadi apa yg terjadi? - Aku tak tahu.
Aku sedang salin, aku melihat seseorang, dan...
Mereka hanya mengawasiku. Oh...
Nah, siapapun itu, sudah pergi sekarang.
- Apakah kau melihat siapa itu? - Tidak. Kita harus menghubungi polisi.
Tidak. Kita tak harus melakukan itu. Aku...
- Ya, aku pikir kita harus melakukannya. - Kumohon.
Aku benar-benar tak ingin membesar-besarkan masalah ini.
Sekarang, ini masalah besar, oke? Jika seseorang memata-mataimu...
Bahkan tak ada yg bisa kita katakan kepada polisi.
Aku bahkan tak tahu siapa itu.
Tidak, kita..kita harus melakukan sesuatu.
- Aku setuju. - Uh, mungkin...
Aku bisa saja menghabiskan waktu bersama kalian di sini.
- Tentu saja. - Maksudku, aku tak ingin mengganggu.
- Tidak. - Ayolah, itu tak masuk akal.
- Mari kita duduk. - Baiklah.
Baiklah, aku akan membuatkan teh.
- Baikalh. - Oke?
Kau yakin tak keberatan?
Ya. Tidak, aku tak keberatan.
Terima kasih sudah memeriksa keluar.
Ya, tentu saja.
Kau tak harus tinggal jika kau tak menginginkannya.
Aku ingin tinggal.
Bagus. Bagus.
Di samping itu, Riley, dia pergi keluar bersama kawanya malam ini,jadi ini...
Oh, siapa?
Uh, Tricia dari sekolah.
Baiklah, jadi...
Oh.
Kartu?
- Ya, baiklah. - Ya, kartu.
Uh... Oh, um...
- Whoa. - Um, maaf.
Ya. Ya.
- Hei, selamat pagi, sayang. - Hei.
Hei, aku bilang kepada Chris, dia bisa menggunakan kamar mandimu.
- Aku harap kau tak keberatan. - Tidak, tidak sama sekali.
Baiklah.
Apakah kau membuatkannya sarapan juga?
Mm-hmm.
Ibu benar-benar menyukainya, bukan?
Bagaimana dengan kau?
Ya?
Wow, ini terlihat luar biasa.
Mahakarya yg luar biasa, Koki Jess?
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Mmm. Ya. - Untukku?
- Sarapanku? - Ya.
Hei, sayang, aku harus mengisi BBM
dalam perjalananku membawamu ke sekolah.
- Jadi, maukah kau makan dengan cepat? - Mm-hmm.
Uh, jangan konyol, Kyla bisa berkendara denganku.
Lagipula aku akan pergi ke sekolah, jadi...
Benar.
Jadi, um, tentang pagi ini...
Jangan khawatirkan itu, oke?
Ini bukan pertama kalinya aku melihat laki-laki telnjang.
Aku hanya berharap tekanan airnya sudah cukup memadai.
Jadi, um, katakan padku tentang, um, foto jurnalistik.
Yah, sebenarnya tak banyak untuk dikatakan,
Aku hanya, uh...
Aku suka mengamati orang-orang.
Kau bisa tahu banyak tentang seseorang
saat mereka berpikir tak ada yg mengawasi.
Jadi, apa yg bisa kau katakan tentang aku?
Kau berasumsi bahwa aku mengamatimu?
Apakah aku berasumsi terlalu banyak? Maaf.
Mungkin.
Satu sekolah, mungkin.
Itu adalah langkah yg berani
dan, dan sangat beresiko.
Aku bisa mengatakan bahwa kau murid yg hebat, tapi...
menyelesaikan SMA tanpa sebuah rencana cadangan...
Aku diterima.
Itu, itu luar biasa.
Dan kau belum memberitahu ibumu.
Aku menunggu waktu yg tapat.
Dia sebenarnya belum setuju dengan ide bahwa aku harus pergi.
Sendirian.
Dia tak melihat betapa aku sudah dewasa.
Yah, aku bisa melihatnya.
Hai.
Hei.
Siapa yg mati?
Hei.
Kau tak ada di lab komputer.
- Kau tak apa-apa? - Aku baik-baik saja.
Apakah kau marah padaku, atau semacamnya?
Mengapa aku harus marah padamu?
Aku..aku..tak tahu.
Oh, bagaimana menghabiskan waktu dengan Tricia?
- Dengar-dengar kalian keluar. - Ini adalah...
Setelah secara khusus aku mengatakan padamu untuk menjauhinya.
Dia memperalatmu, Riley.
Memperalatmu untuk mendapatkan Chris.
Chris?
Maksudmu Pak Sumner?
Terserah.
Nah, itu menarik, karena, uh,
yah, dia datang semalam
menjemput aku.
Dan kemudian dia berkata bahwa kau
yg membuat kacau dengan guru sejarah itu.
Dan kau percaya padanya?
Dia memiliki beberapa pendapat yg cukup bagus.
Salah satunya adalah fakta
bahwa dia tak pernah ada di kelas sejarah.
Nah, dia berbohong padamu.
Dan dia bilang kau bohong.
Dengar, kau bisa memilih di pihak mana yg kau mau,
tapi cukup jelas, kau harus membuka pikiranmu.
Dengar, aku datang ke sini bukan untuk bertengkar...
Jadi, mengapa kau ke sini?
Sebenarnya, aku punya banyak pekerjaan yg harus diselesaikan, jadi jika kau tak keberatan,
kau bisa ambil penilaian menyedihkanmu ke tempat yg lain.
Nah, kau bersikap tak menyenangkan.
Nikmati kegelapan.
Jadi, bekas luka apa yg di lenganmu itu?
Ketika aku berusia lima tahun...
Oh, ya? Apa yg kau lakukan di truk?
Aku hanya...
Oh, lihat, ini Nona Buku Tahunan.
Ow!
Apa masalahmu?
Menjauhlah dari Riley.
Sangat cemburu?
Apa, apakah kau takut aku akan mengambilnya darimu
dan kau akan kembali menjadi sedih, sedikit penyendiri seperti adanya dirimu?
Aku akan menghabisimu.
Mengapa kau sangat marah?
Akulah yg seharusnya marah.
Menyebarkan gosip tentang aku.
Ya, teruslah berjalan, penguntit.
Hei, aku... Kyla...
Jika kau di sini untuk menuduhku berbohong lagi,
Aku benar-benar sedang tak mood, jadi... tinggalkan saja aku sendiri.
Aku bukan, aku...
Oh!
Oh,astaga. Kyla, apa ini?
Apa... Hei!
Apa... Apa ini? Kyla, apa...
Kyla...
Kyla?
Ya!
Kyla, ada apa?
Aku sangat muak dengan SMA dan drama kecil ini.
Oh, baiklah...
Hei, aku akan mencari tahu siapa yg melakukan ini, oke?
- Baiklah. - Oke.
Oke?
- Hei. - Tahukah ibu?
Aku akan pergi ke sekolah itu
besok, dan aku akan menuntut
mereka untuk melakukan investigasi.
Mereka sudah melakukannya, Bu.
Jadi, Ibu di sini untukmu, bukan?
Maksud ibu, untuk apapun.
Semuanya.
Aku tahu. Aku tahu, Bu.
Jadi, bagaimana dengan foto-fotonya, Kyla?
Entahlah, mereka hanya...
ditujukan kepadaku, oke?
Aku tak tahu bagaimana seseorang bisa mempengaruhi mereka,
dan aku sebenarnya tak mau memikirkan hal itu.
Baiklah.
Nah, Ibu hanya akan memastikan
bahwa kau tidak
dimanfaatkan, oke?
Memang tidak, percayalah padaku.
Setelah semua yg terjadi tahun lalu ...
Ibu. Ibu. Percayalah padaku, oke?
Tak seroangpun mengambil keuntungan dariku.
Ibu tak harus khawatir.
- Yah, itu adalah tugas Ibu. - Hm.
- Ibu khawatir. - Mm-hmm.
Ya ampun, kau sudah dewasa, ya?
Baiklah, jadi bagaimana dengan kabar baiknya?
Apakah kita mendapat surat hari ini?
Aku diterima di Emerson.
Oh, astaga!
Ibu sangat... Oh, astaga, Ibu sangat bangga padamu!
Oh, astaga! Kau... Kemari.
Oh, as...
Jadi, Ibu tak sedih?
Yah, Ibu... Tentu saja Ibu akan sedih.
Tapi tahukah kau, kau melakukan apa yg kau cintai,
itulah yg membuat Ibu bahagia.
Di samping itu, Ibu tak akan benar-benar sendirian.
Maksud Ibu, aku punya Chris.
Tidakkah Ibu berpikir, mungkin kalian
terlalu cepat untuk tinggal bersama?
Entahlah.
Bisakah Ibu berjanji saja padaku
jika ada sesuatu yg kurang lengkap,
Ibu tak akan mengabaikannya?
Baiklah.
Ibu berjanji.
- Terima kasih. - Oh, astaga.
- Selamat, sayang! - Terima kasih.
Oh, um...
Aku bisa pergi ke tempat lain.
Tidak, uh, tunggu.
Aku kira aku berhutang maaf padamu.
Dengar, aku...
Aku melihat Tricia...
menjadi semakin mendekati ayahku
dan memberi perhatian penuh
yg membuatku...
Aku hanya mulai merasa paranoid, dan...
dan kemudian aku ingat apa yg pernah kau katakan
tentang ayamu sendiri, dan aku hanya...
Dengar, aku, aku mohon maaf,
aku menempatkanmu pada posisi itu.
Ini hanya, Chris...
Pak Sumner...
dia pria kencan pertama ibuku dalam sepuluh tahun
yg agak cocok.
Dia baik padanya, dan perhatian, dan...
Ini bukan sesuatu yg biasa aku lakukan.
Dan maafkan akuf karena aku begitu terikat dengan itu.
- Aku tak harus seperti itu. - Tidak, tidak.
Kau tak harus meminta maaf untuk itu.
Akulah yg seharusnya minta maaf.
Apakah kita baik-baik saja?
Aku kira begitu.
Jadi, um, tentang foto-foto itu...
- Kau tak harus menjelaskannya. - Tidak.
Aku ingin menjelaskannya.
Aku ingin kau mengetahuinya.
Tahun lalu, dengan guru sejarah itu,
itu adalah aku.
Dia membuatku spesial, dan...
Aku mengambil beberapa foto dirinya, tapi...
aku sadar itu salah, dan aku melaporkannya.
Aku hanya...
Aku tak tahu siapa yg memegang foto-foto itu.
Maksudku, tebakanku bisa jadi Tricia...
Tak ada yg pantas menerima itu.
Khususnya, bukan kau.
Aku tahu, aku hanya mengenalmu secara singkat,
tapi aku pikir kau akan menjadi kawan baikku yg pernah aku punya.
Hei, Kyla.
- Hai. - Hei, butuh tumpangan?
Ya, sebenarnya. apakah Riley ikut?
Uh, tidak, dia punya proyek sepulang sekolah,
tapi aku pulang ke rumah, jika kau ingin mencari tumpangan.
- Ya, baik kalau begitu. - Bagus.
Baiklah.
Bagaimana sekolah?
Um, sekolah, kau tahu...
- Oh... - Whoa!
- Apa yg kau lakukan? - Tetap duduk saja.
Untuk buku tahunan.
Oh, buku tahunan yg malang.
Nah, terima kasih atas tumpangannya, Pak Sumner.
- Uh, tolong panggil aku Chris saja. - Chris.
Jadi, aku akan bertemu dengan ibumu malam ini?
- Uh, ya? - Ya.
Aku akan bertemu dengan ibumu nanti, jadi...
Baiklah.
Baiklah, nah, uh, terima kasih sekali lagi.
Sama-sama.
Tolong kirim salam kepada ibumu.
Baiklah.
Oh, dan, uh, tolong
selesaikan bacaan bab sepuluh.
Aku tak sabar untuk itu.
Aku tahu siapa kau. Ha, ha.
Daah.
Hei, aku akan keluar.
Baiklah.
Jadi, uh...
Bagaimana semuanya, hm?
Dengar, aku tahu aku gugup
soal pindah dan semuanya.
- Gugup? Yah... - Baiklah.
Kecewa.
Tapi ayah, uh, ayah benar.
Aku sedikit kesal dan...
Itu, itu tak adil untuk ayah.
Tahukah ayah?
Aku hanya ingin ayah tahu, bahwa...
aku menghargai ayah.
Ayah tahu kau melakukannya.
Apakah Chris ada di sini?
Di kamar mandi.
Apakah ini milik dia?
Uh, ya.
Mengapa dia menerima SMS dari Tricia?
Ibu, kau harus membacanya.
- Mm-mm. - Ibu sudah berjanji.
Oke, baiklah, aku yg akan melakukannya.
Oke, baiklah.
"Aku ingin kau melihatku menyentuh punyaku di bawah mejaku."
Oh, hei, cantik, kau siap?
Kita harus segera pergi, kita hanya, uh...
Whoa. Apa?
Apa?
- Jess. - Apa?
- Apa yang kamu bicarakan? - Entahlah.
Apa yg terjadi di dalam ponselmu, huh?
Aku tak pernah mengirim SMS kepada seorang murid di sepanjang hidupku.
- Oke? - Oh, baiklah.
Aku tak tahu bagaimana dia bisa mendapatkan nomerku.
- Apakah itu Tricia Wilson? - Ya.
Tunggu, dia seumuran dengan Riley.
Wow, aku harap kau dipecat.
Kau bahkan tak tahu apa yg kau bicarakan, oke?
Apakah kau sebenarnya bermain api
dengan murid-muridmu?
Apakah kau mendengarkan dirimu sendiri?
Ajukan aku pertanyaan ini? Apakah aku...
Tentu saja aku tak bermain api dengan mereka.
Aku tak pernah menyentuh seorang muridpun di sepanjang hidupku, oke?
Baiklah, kau harus pergi, dan kau harus pergi sekarang.
- Jess. Jess, Jess, Jess, Jess. - Pergi saja.
Tidak, tidak, aku sudah selesai.
Ini bukan seperti yg kau pikirkan.
Uh-huh.
Jadi, dengar, aku mohon maaf.
Aku sebenarnya ingin ini berjalan baik,
dengan ibumu.
Apakah kau berbohong?
Tidak, aku tak pernah menyentuh Tricia.
Apakah dia mengirm SMS kepadamu sebelumnya?
Kyla.
Apakah kau berbohong?
Ya, baiklah, dia mengirim SMS sebelumnya, oke?
Tapi aku tak pernah membalasnya.
Kau hanya merasa senang diajak bicara dengan cara itu?
Kyla.
Kau hampr menghabiskan
setiap menit selama 18 tahun terakhir...
Kyla.
...menjadi seorang suami.
Orang tua.
Guru.
Kapan kau bisa menjadi seorang laki-laki?
Kyla, dengar...
Hanya... Hei, hei, apa yg kau lakukan?
Hanya...
Kapan kau mendapatkan apa yg kau inginkan, dan...
tak perlu merasa buruk tentang hal itu? Ya?
Kita mungkin seharusnya hanya...
Ibumu adalah...
Dengar, kau seharusnya, turun saja...
Shh. Tak apa-apa.
Pertimbangkan pernyataan tesisku.
- Pak Sumner. - Ya.
Pak Sumner, um...
Aku punya pertanyaan pada nomer delapan.
Aku benar-benar berjuang dengan nomor delapan.
Mm-hmm? Entahlah, ini seperti...
pertanyaanmu di sini...
Baiklah, ya, itu sebenarnya mengubah banyak hal.
Hei, apakah kau mengalami kesulitan dengan nomor delapan juga?
Uh, tidak, aku menyelesaikannya 15 menit lalu.
Kau meninggalkan ini di rumahku.
Tolong fokus pada tes kalian. Ada apa?
Salah satu pelajar di kelasmu.
Yg mana?
- Tricia? - Apakah semuanya baik-baik saja?
Ya, baiklah.
Ya.
Tricia, aku ingin kau bangun, tolong?
Mengapa?
Ambil saja barang-barangmu, dan cepat pergi, sekarang.
Aku tak tahu kemana kalian akan membawaku.
Ayo kita selesaikan tes-nya. Fokus, tolong.
Tes selesai, tolong, balikkan kertas jawabannya.
Terima kasih.
Semoga berhasil.
Aku tak tahu.
Um, sampai ketemu nanti, oke?
Terima kasih.
Apakah kau baik-baik saja?
Aku..aku hanya tak tahu apa yg harus aku lakukan.
- Tentang ibuku? - Ya.
Mungkin kalian berdua tak ditakdirkan.
Mungkin kau menemukan seseorang yg lebih baik.
Apa yg kau lakukan?
Jadi, aku kira mereka menemukan sesuatu pada Tricia.
Kelihatannya seperti itu.
Aku bertanya-tanya apa yg mereka lakukan kepadanya.
Itu bukan masalah kita lagi, bukan?
Ya. Ya, benar.
- Sampai jumpa di pesta. - Ya.
Kau benar-benar berteman dengan kotoran itu?
Quentin bukan kotoran.
Baiklah, aku juga suka orang-orang itu.
Kau serius membela mereka?
Apakah kau tidak belajar apapun?
Oh, astaga, Kyla, biarkan saja.
Kau bukan satu-satunya kawanku, oke?
Baiklah, maaf.
Baiklah. Daah.
Hei, Ibu.
Aku akan pergi ke pesta Riley.
Baunya enak di sini.
Ya, stres memanggang
banyak kue.
- Kau ingin membawa beberapa? - Tidak, terima kasih.
Apa yg terjadi dengan program kebugaran?
Ibu tak tahu apa yg ibu pikirkan.
Maksud Ibu, serius, usia 42 tahun,
lajang, ibu yg bercerai.
Bagaimana Ibu bisa dibandingkan dengan Tricia Wilson?
Jangan bandingkan Ibu dengannya.
Dia menjijikkan.
Selain itu, dia hari ini dibawa ke kantor polisi, jadi...
Ya, kau tahu kenapa dia mendapat masalah?
Ibu tahu.
Mereka menemukan telepon rusak di lokernya.
Foto-fotomu itu ada di sana.
Dia yg melakukan itu.
Kepala sekolahmu menelpon Ibu
menanyakan apa yg ingin Ibu lakukan.
Ibu berkata seperti, "Yah, biarkan dia mendapat ganjarannya."
- Wow. - Baguslah!
Jangan khawatirkan itu.
Ibu akan menemukan seseorang yg lebih baik daripada dia, oke?
Aku tahu itu.
Terima kasih, sayang.
Uh, apakah Ibu ingin aku tinggal dan menghabiskan waktu sebentar?
Tidak, Ibu tak bisa. Kau pergi saja, dan bersenang-senanglah dengan Riley.
Baiklah. SMS aku jika Ibu memerlukan apapun.
- Baiklah, sayang. Aku mencintaimu. - Daah.
Aku mencintaimu.
Hei, kawan. Hei, apa kabar?
Terima kasih sudah datang, nikmati pestanya.
Hai.
Hei.
Aw, terima kasih.
Kau manis sekali.
Sekarang, lihat siapa yg di sini.
Wow.
- Hai. - Oh, astaga.
- Ini semua karenamu. - Apakah kau mabuk?
Tidak.
Ayolah, ini masih rumah ayahku.
- Um, baiklah, ini. - Apa?
Dari mana datangnya itu?
Buka saja.
Oh, astaga, Kyla.
- Kau tak perlu repot-repot. - Tapi aku melakukannya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Ini sangat indah.
Uh... Ini untukmu.
Apa? Tak seorangpun di usia 18 tak mabuk.
Hanya, uh, simpan itu untukmu sendiri, oke?
Oh, ya, kau, uh, terima kasih.
- Ini ulang tahunku. Mm-hmm. - Oh, baiklah.
Uh, aku akan pergi ke dalam sebentar.
- Dan aku akan segera menemuimu. - Baiklah, sampai jumpa.
Baiklah.
- Hei. - Hei.
Apa yg kau lakukan di sini?
Hanya ingin mengatakan hai.
Kau bekerja terlalu keras.
Ya, aku hanya ingin sendirian.
- Aku mengacaukannya dengan ibumu. - Kau tak mengacaukan apapun.
Ya, aku melakukannya.
Tidak dari sudut pandangku.
Kyla, hentikan, aku hanya...
Aku sedang tak mood sekarang.
Biarkan aku membuat perasaanmu lebih baik.
Tak inginkah kau ke luar bersama kawan-kawanmu?
Mereka bukan kawan-kawanku.
Puteriku... Saat ini sibuk.
Dengar, ini terlalu berlebihan, bukan?
Kau..kau..kau harus pergi.
Apakah aku harus mengulang kata-kataku?
Pikiran mengatakan tidak.
Kita tak boleh melakukan ini.
Tidak.
Kita tak harus melakukan ini.
Ada sebuah perbedaan.
Jadilah laki-laki.
Ayah?
Apakah ayah bercanda?
Apakah ayah...
Ayah, apa-apaan itu?
Riley.
Bagus. Sangat bagus.
Riley, tunggu, hei!
Riley, tunggu!
Riley. Riley!
Riley.
Riley, tunggu, tunggu.
Dia satu-satunya kawanku, oke?
Atau dimiliki. Bagus. Mengapa harus dia?
Ayah tak bermaksud ini terjadi, oke?
Tapi ayah bersumpah padamu, ayah bersumpah, itu saja.
Ini sudah berakhir.
Ayah adalah orang yg memindahkan aku.
Ayah bilang ini sebuah awal yg baru?
- Apakah kau minum-minum? - Apa?
- Apakah kau minum-minum? - Jangan berani-beraninya melakukan ini padaku.
Ada perbedaan besar antara apa yg aku lakukan
dan apa yg ayah lakukan, oke?
Riley. Tunggu!
Pulanglah!
Sekarang!
Mau pergi kemana kau?
Dengar, tak apa-apa. Dia mungkin hanya mabuk.
Apa?
Aku pikir kau tahu.
Kau pikir aku tahu apa?
Tentang masalah minum-minumnya Riley.
Aku sudah berusaha membuatnya melihat seseorang,
tapi dia tak mau mendengarkanku.
Jadi, dia melakukan ini sudah berapa lama?
Sepanjang aku mengenalnya.
- Aku harus mencarinya. - Dengar, tinggal saja.
Dia akan kembali.
Sementara itu, kita punya seluruh rumah ini untuk kita sendiri.
Seperti apa yg kau katakan, kita memilih dimana kita harus berhenti?
Apakah kau tahu betapa itu terdengar gila?
- Kau muridku. - Oh, ayolah, kau menginginkannya.
Aku tak membiarkanmu pergi semudah itu.
Apa yg kau katakan? Apakah kau kamu mengancamku?
Perlukah aku mengingatkanmu yg tak menanyakan usiaku?
Oh, ambil kekangnya, gula. Aku sudah dewasa.
Kumohon.
- Tetaplah di sini. - Riley membutuhkan aku.
Apakah kau berkata dia lebih penting daripada aku?
Tentu saja dia lebih penting daripada kau.
Kau membawanya menjauh dariku.
Riley.
Riley, hentikan, kumohon, sebentar...
Aku tak memiliki apapun untuk dikatakan kepada ayah, oke?
- Apakah kau tak apa-apa? - Jangan sentuh aku.
- Biar ayah jelaskan. - Aku bilang tidak!
Menjauh dariku.
Bradbury semakin mengokohkan keunggulan sastranya
dengan serangkaian cerita pendek,
masing-masing menampilkan nada yg seimbang
optimisme dan ketakutan yg kuat...
seperti yg kalian tahu.
Jadi, siapapun yg peduli untuk berbagi pendapatnya
pada salah satu cerita pendek Bradbury?
Siapapun? Bicaralah.
Kyla.
Aku membaca Ray Bradbury "The Fog Horn."
Agak jelas.
Tapi yg terpikir pertama kali?
Yah, ceritanya tentang isolasi,
bertanya-tanya...
cerita yg... nafsu.
Nah, aku senang kau memilih pada kesepian yg melekat ...
Tentu saja.
Makhluk licin mencari pasangan terakhir.
- Mencari satu ... - Maaf.
Kau tak membiarkanku menyelesaikannya.
Aku senang kau memilih kesepian.
Ah, tetapi kau mengabaikan tema misteri yg mendalam
dan empati yg bersatu,
agar fokus pada yg dangkal, halus
dan interpretasi yg mudah.
Aku harap dalam bacaanmu berikutnya, kau sedikit lebih teliti.
Yg lainnya?
Ayo.
Ayolah. Siapapun? Bicaralah.
Membagikan. Menjelaskan.
Baiklah, sampai di sini pelajarannya,
tolong kerjakan PR kalian.
Setengah dari nilai kalian adalah partisipasi, oke?
- Apa itu? - Kyla...
Aku tak tahu apa yg kau coba lakukan, tapi kau tak bisa...
Kyla! Kemasi barang-barangmu.
Sekarang!
Jess, dengar, aku hanya...
Sekarang.
Dia gurumu.
Itu bukan alasan Ibu peduli.
Ibu cemburu.
Itu konyol.
Dengar, Ibu sudah menjadwalkan untuk bertemu
dengan kepala sekolahmu Rabu ini.
Baiklah, jadi katakan kepada mereka.
Aku berusia 18. Jadi, aku bebas melakukan apapun yg aku inginkan.
Apa yg terjadi denganmu?
Apakah kau puteri Ibu?
Kami jatuh cinta.
Foto-foto itu... Dan Tricia? Maksud Ibu...
Apakah itu kejadian yg sebenarnya?
Apakah kau yg merekayasa semua itu?
Bagaimana dengan Ibu yg menemukan selingan baru
yg tak mengganggu dengan kehidupan pribadiku?
Kembalilah bersepeda, atau memanggang.
Aku tak peduli. Jangan halangi aku.
Ibu tetap akan bertemu dengan kepala sekolahmu.
Kyla. Matikan teleponmu!
Bagaimana bisa Ayah melakukan ini?
Ayah merusak karir Ayah.
Kehidupan Ayah.
Kehidupanku.
Semuanya.
Kau benar.
Itulah tepatnya yg Ayah lakukan.
Ayah tak tahu. Tak ada lagi yg bisa Ayah lakukan atau katakan...
untuk menebusnya darimu sekarang.
Ayah sangat hancur saat ibumu pergi.
Ayah merasa sangat hampa.
Begitu kehilangan.
Ayah sangat kehilangan.
Ayah membiarkan ini terjadi.
Tapi ini sudah berakhir, oke?
Dan tak ada yg layak kehilanganmu.
Ayah seharusnya menyadari itu sejak awal.
Dan kesalahan itu akan menghantui Ayah
di sepanjang hidup Ayah.
Ayah tak berharap kau memaafkan Ayah, oke?
Ayah hanya ingin kau tahu bahwa Ayah menyesal.
Ayah sangat menyesal.
Aku tak mengharapkan jawabanmu.
Kita harus bicara.
Hm. Penguntit.
Nah, aku di sini.
- Apa yg kau inginkan? - Untuk membersihkan udaranya.
Aku tak mencuri foto-foto itu darimu.
Di telepon kau berkata sebaliknya.
Kau yg merekayasanya.
Aku tak tahu bagaimana kau melakukannya, tapi kau memang melakukannya.
Kau tak punya bukti apapun.
Aku kehilangan bea siswa
karena kau, jalang kecil.
Jadi, apa yg akan kau lakukan dengan itu?
Ya?
Akan memukul aku?
Tidak.
Ayolah. Pukulan bebas.
Ini, aku akan memulainya untukmu.
Oke?
Hei! Hentikan.
Apa yg kau lakukan?
Hentikan.
Ada apa? Apakah kau belum mendapat kesenanagan?
Kyla, hentikan!
Apa-apaan ini!
Chris milik aku.
Apa-apaan...
Apa-apaan ini!
Tetap di sini.
Tetap di sini. Tetap di sini.
Kyla, apa-apaan ini!
- Hei, apa yg terjadi di sana? - Chris!
Chris, tolong! Dia mematahkan jariku.
- Apa? - Chris!
- Dia gila. - Chris, tolong aku.
Dia mematahkan jariku.
- Apa yg kau lakukan? Huh? - Aku..aku tak melakukan apa-apa.
Riley. Riley, telepon 911, oke? Biar aku lihat. Biar aku lihat.
Tahan, tunggu, tunggu. Biar aku lihat.
Ada sebuah kejadian kekerasan di SMA Frost.
Aku tahu kau akan datang untuk menyelamatkanku.
Nah, petugas akan membawamu
ke RS, oke?
- Baiklah. - Ini dia.
Daah.
Kyla, hai!
Maafkan Ibu, Ibu baru saja mendapatkan pesan.
Ibu rapat seharian.
Apakah kau tak apa-apa?
Ini hanya tanganku, Ibu.
Aoa maksudmu hanya tanganmu?
Yah, aku sedikit pusing pada obat-obatan nyeri.
Uh, dan dokter bilang aku mungkin mengalami gegar,
jadi aku harus menginap di sini semalam.
Jadi, kau mengatakan yg sebenarnya tentang Tricia.
Ya, dia gila.
Oke, nah, kita tetap perlu bicara tentang apa yg terjadi...
Sebelum Ibu mengatakan apapun, aku hanya ingin minta maaf
tentang yg terjadi sebelumnya.
aku kasar dan tak sopan, dan aku minta maaf.
Aku pikir, um, Ibu benar tentang Chris...
dan semuanya.
Ibu ingin kau berjanji
bahwa kau tak akan menemuinya lagi.
Mungkin, sekedar... mengucapkan selamat tinggal?
- Mengapa kau tak istirahat saja? - Ibu, kumohon.
- Baiklah. - Terima kasih.
Ya.
Dengar, aku sebenarnya tak tahu harus berkata apa
selain aku minta maaf.
Oh, aku datang ke sini bukan untuk memaafkanmu.
Aku datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih.
Um, terima kasih kepadaku?
Ya, dia, uh...
Hubungannya denganmu
menyadarkannya bahwa dia membutuhkan bantuan.
Dan dia akan menemukan beberapa bantuan.
Aku akan membantunya.
- Aku tak melakukan kesalahan apapun. - Ya, kau melakukannya.
Kau..kau memperalatku, kau menggoda ayahku.
Dan ayahku berjanji padaku, dia akan menjauh darimu
untuk kebaikan, jadi...
Ini sudah berakhir.
Apakah itu jelas?
- Ya. - Baiklah, bagus.
Dengar, aku tahu kau marah...
Baiklah, jangan mulai berpura-pura
kau tahu bagaimana perasaanku, oke?
Tidak, aku..aku hanya...
Aku mencoba meminta maaf.
Aku mengerti jika kau tak pernah lagi ingin bertemu denganku, tapi...
Aku harus meminta bantuan kecil darimu.
Apakah kau bercanda?
Aku..Aku tahu waktunya sangat buruk,
tapi... aku seharusnya meliput
playoff bola voley putri,
dan dengan tanganku, aku pastinya tak bisa mengambil foto.
Aku tahu kau membenciku, tapi aku benar-benar tak ingin mengecewakan tim.
Mereka akan hancur jika mereka tak mendapatkan liputannya.
Kau bahkan bisa meggunakan kameraku.
Aku akan melakukannya untuk tim.
- Bukan untukmu. - Itu saja yg aku minta.
Baiklah kalau begitu.
Selamat tinggal.
Uh, sebelum kau pergi, um...
Bisakah aku berbicara dengan ayahmu untuk yg terakhir kali?
- Hanya mengucapkan selamat tinggal. - Baiklah.
Kau siap?
Aku akan meliput pertandingan bola voli, oke?
Dia, uh...
Dia ingin berbicara dengan Ayah dulu.
Untuk mengucapkan selamat tinggal.
Aku bisa menumpang kendaraan dengan orang lain.
Tak apa-apa. Jangan khawatir.
- Aku tak harus masuk ke sana. - Terserah Ayah.
Baiklah, kirim SMS kepada Ayah saat kau sampai.
Baiklah.
Pahlawanku. Ya.
Bagaimana keadaanmu?
Jauh lebih baik sekarang.
Bagus.
- Dengar, Kyla, kita... - Aku melakukannya.
Melakukan apa?
Aku meyakinkan ibuku dan Riley
bahwa tak ada yg terjadi di antara kita.
Bagus itu.
Aku sangat senang bahwa kau mengerti.
Sekarang, dengan Tricia sepenuhnya di luar dari foto-foto itu,
kita bisa punya sedikit rahasia kecil kita semuanya untuk kita sendiri.
Kyla, kita tak punya rahasia kecil.
Kita tak pernah melakukannya.
Ini, ini sduah berakhir.
Aku pikir aku sudah menjelaskannya padamu.
Tidak... Chris, tidak.
Ini baru permulaannya.
- Kyla... - Tidakkah kau mengerti?
Apa yg kita miliki sangat langka.
Kita perlu memanfaatkan dan memeliharanya.
Jangan menyembunyikan perasaanmu.
Aku tak punya perasaan padamu.
Jangan bohongi dirimu sendiri, sayang.
Ini tak sehat.
Kau membutuhkanku... dan aku membutuhkanmu.
- Ini untuk selamanya. - Hentikan, oke?
- Kau gila. - Takdir membawa kita bersama.
Sekarang, kita hanya perlu sedikit lebih berhati-hati.
Kyla, kau butuh pertolongan, oke?
Pertolongan yg serius.
Menjauh saja dariku. Menjauh dari Riley.
Kami tak pernah ingin melihatmu, lagi.
Nah, kau harus melihatku lagi, Chris.
Di dalam kelas, besok,
dan hari setelah itu, dan hari setelah itu.
Tidak, tidak.
Jika ini yg akan terjadi, aku keluar.
Tahukah kau, aku akan membereskan mejaku malam ini.
Uh, tidak, kau tak bisa.
Jika itu yg diperlukan untuk menjagamu
keluar dari kehidupan kami, maka ya.
- Kau tak bisa. - Aku harus melakukannya.
Dan kau jelas tak akan pernah akan berhenti.
Lihat aku.
Ini akhirnya, Kyla.
Kita selesai, untuk kebaikan.
Jangan berpaling dariku.
Chris, Jangan berpaling dariku!
Hei, sayang, ini ayah.
Ayah, uh... Ayah di sini.
Ayah sebenarnya berada di sekolah. Uh...
Cuma... Maukah kau bertemu menemui Ayah di kelas
saat kau sudah selesai?
Ayah akan menjelaskan saat aku bertemu denganmu.
Baiklah, aku mencintaimu.
Sampai jumpa.
Hei, Ky?
Kyla?
Uh...
Kyla?
Hei, sayang, ini ayah. Ayah di sini.
Ayah sebenarnya berada di sekolah.
Maukah kau menemui Ayah di kelas
saat kau sudah selesai?
Halo?
Astaga...
Hai, kawan.
Maafkan aku, tapi hanya ada satu ruangan untuk satu wanita di dalam kehidupannya.
Oh, astaga.
Dan itu hanya untukku.
Oh, astaga...
Oh, astaga.
Cahaya kecil untuk suasana hati.
Kyla, apa yg kau lakukan di sini?
Bagaimana menurutmu?
Aku di sini untuk ronde ke dua.
Aku harap kau siap.
Apa yg kau bicarakan?
Mengapa kau membawa itu?
Ini hanya mainan kecil untuk membuat sesuatunya lebih menarik.
Hei! Hentikan!
- Mendekatlah. - Oh, astaga. Apa yg kau lakukan?
Sstt! Aku yg bertugas malam ini, oke?
Kau bisa mendapatkannya lain kali.
- Cukup! Hentikan! - Aku tak bisa.
Kau segalanya bagiku.
Aku punya sesuatu yg dekat tahun lalu,
tapi dia tak bisa memotongnya.
Dia tak memberikan semua yg aku butuhkan.
Tapi kau memberikannya.
Aku tak akan membiarkanmu pergi.
Aku tak mau terlibat dengan bagian ini. Kau tahu itu. Uh!
Apakah kau berkata kau tak menginginkan aku?
- Itulah tepatnya yg aku katakan. - Oh, kumohon.
Malam itu di kantormu adalah malam yg terbaik dalam hidupmu.
Mereka semua menyukai itu, Chris,
mulai dari sekarang.
Itu sebuah kesalahan.
Jangan berkata seperti itu padaku.
- Oh! - Itu melukai perasaanku.
Jika kau mau itu menjadi lebih baik,
kau hanya harus mengatakan padaku betapa kau menyukainya.
Ow-ow-ow! Hentikan!
Aku kira cukup pemanasannya sekarang.
Apakah kau bersemangat seperti aku?
Kyla, hentikan itu!
- Hentikan. Hentikan itu! - Tidak!
Aku muak kau tak mendengarkan aku.
Mulai sekarang, kau akan melakukan sesuatu yg aku katakan, oke?
Begitulah hubungan ini akan berjalan baik.
Aku tak suka harus meninggikan suaraku,
jadi kau harus mendengarkanku.
Hentkan!
Ah!
Kita akan memulai keluarga baru, oke?
Aku akan memberikanmu Riley yg baru. Semuanya akan baik-baik saja.
- Apa yg kau lakukan kepada Riley? - Sayang, tenang.
Maafkan aku, aku tahu betapa berartinya dia bagimu,
tetapi tak ada ruang baginya
di masa depan kita.
- Kyla, hentikan itu. - Sayang, tenang.
Hentikan!
Itu menyakitkan, Chris.
- Itu terlalu kasar. - Di mana Riley?
Bukan begitu cara kerjanya.
Oh, tidak! Chris!
Siapa di sana?
Apakah kau baik-baik saja?
Apa yg terjadi?
Tolong...
Aku akan mencari pertolongan.
- Lari! - Apa?
Maaf, acara ini hanya untuk undangan.
Kau monster.
Dimana ayahku?
Dia harus sedikit beristirahat.
Kita tak boleh mengganggunya.
Kau tak bisa bersembunyi dariku!
Ayolah, Riley.
Kita tahu, kita tak bisa berbagi dengannya.
Kita tahu pada akhirnya ini harus terjadi.
Mati saja!
Aku tak menyesal.
Aku tahu.
Semuanya akan baik-baik saja, oke?
Semuanya akan baik-baik saja.
Oke? Oke? Kau akan baik-baik saja.
Kau bajinga...
- Aku takut. - Sekarang sudah berakhir, oke?
Sudah berakhir sekarang.
Ayah di sini. Tidak, ayah di sini.
Aku akan masuk ke sana, tahan. Tahan.
Apakah Ayah siap untuk hari pertama?
Oh, hei.
Ya, cuma, um...
sentuhan akhir di silabus ayah.
- Hm. - Lalu ayah akan keluar.
Nah, um, aku yakin itu akan bagus.
Cuma, tolong jangan membual terlalu banyak
tentang pengetahuan sejarah musik ayah kali ini, oke?
Itu adalah alat yg bagus untuk mengajar.
Jadi, um... Bagaimana denganmu, hm?
Kau siap untuk hari besar pertamamu?
Tahukah ayah? Aku pikir aku siap.
Satu hal baik tentang ruang kuliah raksasa
adalah bahwa profesor tak bisa mengatakannya
jika Ayah menggambar atau memperhatikan.
- Riley... - Aku bercanda.
Aku akan memperhatikan, jangan khawatir.
Bagus.
- Kuncinya? - Oh, kuncinya.
Benar. Um...
Jadi, hati-hatilah di jalan tol.
Aku akan berhati-hati.
Aku akan bertemu Ayah saat makan malam, oke?
Sudah pasti.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.