All language subtitles for Furie.2019.WEBRip-WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERSEMBAHAN NETFLIX

Nona, tolong...

Aku akan bayar...

Aku akan bayar...

Utangmu tiga juta dong ditambah bunga 4,5 juta.

Banyak sekali?

Ayolah, Nona.

Akan kubayar.

Kau mau uangmu?

Mau uang?

Ambil ini!

Tangkap dia!

Bunuh dia.

Kita saling kenal.

Kenapa tak cepat saja?

Cepatlah!

Kalian jangan berani datang besok.

Kerjamu buruk, tapi terus datang minta uang.

Apa kau gendut sampai tak bisa jalan?

Hei, mana sisanya?

Bay Ro dan Chin Gia belum bayar. Kutagih besok.

Sudah empat kali kau kurang.

Bisa kerja? Kalau tidak, kusuruh orang lain.

- Ut Det. Ke sini. - Ya, Bu.

Lihat dia?

Aku bisa.

- Tak jadi. Pergilah. - Ya.

Bay Thot sialan itu memengaruhimu.

Apa katanya? Apa kerjamu di Saigon?

Memeras restoran? Berkelahi di bar?

Kau datang tapi tak bisa...

menagih uang dari petani besar?

Berikan bayaranku. Kuselesaikan besok.

Masih minta bayaran padahal kerjamu buruk.

Ini. Untukmu.

Ambil.

Tepat waktu besok.

Cepat. Lihat apa? Hei, kau, sedang apa?

Jual rumahmu dan bayar aku. Kau lihat apa?

Berengsek...

- Mau beli apa? - Seperti biasa.

Babi, seperti biasa?

Mai terlihat lebih besar.

30.000 dong.

Wanita itu sangat aneh.

Biarkan, dia memang begitu.

Dari mana asalnya?

Dia datang sendiri, membesarkan anaknya sendiri.

Tak tahu siapa ayahnya.

Ataga. Dia wanita jalang. Tak bisa dapat suami.

Jangan begitu, kita tak tahu keadaannya.

Aku kasihan padanya.

Kumohon, kubayar nanti.

Dengar, di pasar ini, tanpa aku, kau takkan dapat apa-apa.

- Kapan bayar? - Kubayar saat punya uang.

Kuberi satu hari lagi. Kalau tak bisa, pergi.

Hei!

Mau ke mana?

Ayo bongkar tasnya. Berikan tasmu.

Keluarkan semua.

Tak ada apa-apa.

- Pukul dia. - Habisi dia. Terima ini!

Pukul dia.

Hajar dia.

Kau pikir kau siapa? Dasar anak haram.

- Benar, 'kan? - Mai.

Apa-apaan kalian?

Kenapa tak pulang? Sedang apa kalian?

Dasar penipu.

Dasar penagih utang.

Mau diapakan aku?

Dasar bocah ingusan.

- Kau tak apa, Mai? - Ya.

Apa-apaan mereka. Setan kecil.

Ibu mau menagih utang lagi?

Tidak.

Tangan Ibu luka.

- Kau tak apa? - Tak apa-apa.

RENCANA PETERNAKAN IKAN

Nasinya hangus.

Bu, nasinya hangus.

Kau tak apa, Bu? Hati-hati.

Sedang apa di sini?

Kerjakan PR. Biar Ibu saja.

Cepat!

Ini.

Ini.

Kesukaanmu.

Ibu.

Sepertinya belum matang.

Harus dimasak sedikit lagi.

Makan saja.

Ini.

Beli di mana?

Aku tak beli.

Aku yang masak.

Tukang pamer.

PR sudah selesai? Kau akan ujian tahun ini.

Meski PR belum selesai, aku bisa minta bantuan Ibu?

Makanlah, Bu. Akan kuberi tahu sesuatu.

Hai Phuong!

Sialan!

Keluarlah!

Di mana kau?

Keluar. Akan kupatahkan kakimu!

Saudaraku,

dia haya utang kecil, tapi kau patahkan kakinya.

Kutantang kau keluar!

Akan kupatahkan kau!

Di mana kau?

Keluar! Di mana kau?

Dasar sialan.

Keluar.

Kau sembunyi. Baik.

Saat aku kembali, akan kubakar rumahmu.

Sialan.

Hei.

Beranilah.

Meski kau takut, kau harus berani.

Ketakutan tak bisa menolong.

Itu hanya perasaan.

Pria tadi,

dia nyata.

Jadi kau tak boleh takut, mengerti?

Ayo makan.

Ayo makan.

Ikan rebus nanas?

Cobalah sedikit.

Enak juga.

Aku ambil dari Pulau An Binh.

Kenapa kau ke sana? Kau bolos?

Ibu, kemarin hari Minggu.

Kau tak pernah selesaikan PR. Selalu bermain keluar.

Mau jadi seperti Ibu?

Uang dari mana untuk beli ikan?

Bibi Sau Luc beri aku uang.

Katanya Ibu lepaskan utangnya beberapa kali.

Rumahnya tak berharga.

Tak setimpal untuk diambil.

Simpanlah jika kau yang diberi.

Ibu. Dia mau aku jaga rakitnya.

- "Chap ba." - Apa itu?

Dia suruh aku tambal jaringnya. Dan...

Jika aku punya dua juta untuk ikan goreng,

dia akan buatkan kurungan ikan. Aku boleh pakai kapalnya.

- Aku bisa dapat lima juta dong per bulan. - Baik, Nak.

Fokuslah belajar.

Terus bicara tentang "chap ba." Apa dia menyihirmu?

Aku lelah belajar.

Mereka terus pukul dan ejek aku.

Bilang "Anak haram!", "Penagih utang!"

Aku muak dan jadi sakit kuping.

Ayo beternak ikan.

Aku tak usah ke sekolah.

Aku akan bantu. Aku mau kerja keras.

Asal Ibu berhenti berkelahi, menagih utang,

aku bisa lakukan apa pun.

Lihat dirimu. Berapa hari bisa bertahan?

Memang kenapa, selama Ibu bisa bayar sekolahmu?

Aku tak mau hidup dari menagih utang.

Gosok gigi sebelum tidur.

Bos.

Kau harus segera ke dokter. Atau kau harus aborsi.

Orang berengsek itu hanya takut padamu, Hai Phuong.

Bersulang.

Sau Banh.

Aturannya: Jika mau, maka jangan pergi.

Jika tak bisa main adil, pergilah.

Ingat wajahku, Hai Phuong! Lepaskan aku.

Lepaskan!

Tak ada apa-apa. Semua baik.

Hei, ayo putar lagunya.

Semua pengorbanan menyakitkan.

Yang penting adalah yang dikorbankan.

PUKUL 10.00 - KOTA CAN THO

Kau lakukan trik untuk dapat anting ini, ya?

Bisa gadaikan untuk satu juta dong, bunga 350.000 dong.

Terima kasih.

- Aku mau dua juta. - Pergilah ke Saigon.

Kau kira bisa dapat dua juta untuk sampah ini?

Aku tua, bukan bodoh.

Kalau kurang uang, kenapa kau mau gadaikan?

Agar Mai bisa mulai ternak ikan.

Biar kupikirkan.

Kualitas batu ini rendah.

Yang kecil, bisa untuk apa?

- Dimakan dengan nasi? - Ibu!

Aku tangkap pencuri.

Hei, apa-apaan?

- Dia anak kecil. - Dia mencuri.

Ini, lihat buktinya. Tak bisa kau sangkal.

Mai, dari mana dompet itu?

Aku ambil dari bawah.

Enak saja. Ini milikku.

Ini, lihat?

Untung semua masih ada.

Kau masih kecil dan sudah mencuri? Itu yang diajarkan gurumu?

- Lihat itu? - Mai, katakan. Kau mencurinya?

Tidak. Kupungut dari bawah.

Ibu harus percaya.

Percayalah padaku.

Lihat? Jangan pernah kasihani tukang pukul.

Periksa kantongnya, mungkin ada yang lain.

- Kembalikan padanya. - Ya.

Ajari dia sopan santun.

Atau kubawa ke polisi.

Benar.

- Ibu macam apa kau? - Kalau aku, akan kupanggil polisi.

Bawa ke polisi.

Keras kepala tak mau mengaku.

Harusnya dia malu.

Mai, buka kantongmu.

Tidak.

Aku tak mencuri.

Kenapa Ibu malah percaya mereka?

Aku benci Ibu!

Mai.

Anak itu melawan ibunya.

Kecil-kecil kurang ajar.

Periksa mungkin ada yang dia ambil.

Tunggu.

Kau pikir kau pintar?

Aku bawa dompet ini dan beli minuman anggur.

Aku tak tahu ini terjatuh. Mai yang ambilkan.

Aku belum sempat bilang...

- Kau mabuk, pulanglah. - Aku tak mabuk.

Ternyata kita salah tentang anak itu.

Kuberi 1,5 juta dong, ya?

Aku membantumu.

Aku takkan beri harga ini untuk orang lain.

Sulit berbisnis di pasar ini.

Kuberi tanda terima.

Hei, Nak.

- Tak jadi. - Apa?

Mugkin aku sebaiknya pindah ke Saigon.

Mai.

- Lepaskan aku. - Mai.

Ayo bermain.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

- Aku tak mau pergi. - Mai.

- Aku tahu orang tuamu. - Lepaskan.

Mai!

Mai!

Berhenti!

Berhenti!

Ibu!

- Mai. - Ayo pergi.

- Tangkap mereka. - Berhenti!

- Hentikan kapal itu! - Penculik!

Ibu!

Hei! Pencuri!

Pencuri!

Berhenti. Kembalikan anakku!

Berhenti!

Berhenti!

Kembalikan anakku!

- Berhenti! - Ibu! Lepaskan! Ibu!

Maaf!

Dari mana dia?

Di mana sungai?

Ke sana.

Terima kasih.

Maaf.

Mai!

Berhenti! Berengsek!

Ke mana mereka bawa anakku?

Katakan!

Permisi, lihat gadis kecil berbaju hijau dengan dua pria?

Tidak.

Bu, lihat gadis kecil berbaju hijau dengan dua pria?

Tidak. Aku tak lihat.

Mai, di mana kau?

Nona, lihat gadis kecil berbaju hijau dengan dua pria?

Mai! Berhenti!

Berhenti!

Berhenti!

Hentikan mobilnya!

Berhenti!

Berhenti!

Mereka culik anakku.

Tahu ke mana bus itu?

Tak tahu, sepertinya menuju Saigon.

Ada bus lain yang ke Saigon.

Benar. Tanyalah mereka.

Pak.

- Bus ini menuju ke Saigon? - Bukan, Ca Mau, Nenek.

Berhenti!

Kau mau mati? Cari tempat lain.

Tidak. Kau ke Saigon? Boleh menumpang?

Ini truk kargo, bukan untuk penumpang. Pergi.

Kumohon.

Pak.

Kumohon!

Dia keras kepala.

Kuat juga.

Sudahlah.

Ibu, ayo beternak ikan. Aku bantu. Aku bisa.

Aku lelah belajar. Mereka pukul dan ejek aku.

Kau pikir kau siapa? Anak haram!

Aku mulai sakit kuping.

Aku tak mencuri. Kenapa Ibu malah percaya mereka?

Aku tak mau hidup dari menagih utang.

Aku benci Ibu!

PUKUL 18.00 - SAIGON

Sudah sampai Saigon.

Terima kasih.

SELAMAT DATANG DI 86 CLUB

Bos, Hai Phuong ingin menemuimu.

Hai Phuong?

Kau baru keluar dari lubang mana?

Mai diculik. Suruh Hua Lua mencari...

Dia dipenjara.

Minumlah.

Sudah lama.

Aku bukan pesuruhmu lagi.

Jika anakmu diculik,

laporkan ke polisi.

Otakmu sebesar jerami dan kau lupa aturannya?

Lagipula, aku bosnya sekarang.

Aku harus urus orangku.

Bantu aku kali ini.

- setelah tahu, aku pergi. - Dengar.

Geng Nam Ro menguasai wilayah jembatan.

Wilayah Ton Dan kini milik Thanh Soi.

Tnanh Soi?

- Siapa dia? - Dia baru di sini enam tahun.

Kata orang dia berhubungan dengan orang besar,

di Kamboja, Tiongkok...

Dia naik tingkat saat datang ke sini.

Dia bahkan berani ancam Nam Ro.

Kau tahu kenapa dia dipanggil Thanh Soi?

Karena kejam dan pintar.

Kembalilah ke kehidupan gadis desamu.

Atau aku akan ikut susah.

Lahir tanggal 30 November 2008,

Chau Thanh, kota Hoa An, distrik Cau Ke, provinsi Vinh Long.

Pelan-pelan.

Le Huynh Thi Mai.

Lanjutkan.

- Lahir tanggal 30 November 2008 di... - Pelan-pelan, Nona.

Berbahaya jika datanya salah, polisi bisa salah tangkap.

Tapi setiap detik, nyawa anakku terancam. Kau tahu?

Anda harus tenang.

Saya harus jelas,

agar Bos Luong bisa mencari anak Anda.

Dengar.

Jangan khawatir. Bos saya sangat dihormati.

Anda mungkin ingat kasus narkoba Saigon-Hai Phong tahun 2009?

Bos Luong mengungkap itu sendirian.

Setelah kelulusan, dia ajukan diri sebagai penyelidik.

Dalam beberapa tahun saja, berhasil ungkap kasus besar.

Lalu dia jadi detektif pemimpin.

Belum lagi kasus kecil seperti pembunuhan dan perampokan.

Dia bisa selesaikan semua kasus.

Jadi yakinlah, kita akan temukan Le Hyunh Thi Mai...

segera.

Kau punya obat pereda sakit?

Tidak.

Anda kesakitan?

Biar saya ambilkan.

Terima kasih.

Tetaplah di sini.

ANAK HILANG

PENCULIK ANAK DITANGKAP

PENYELIDIKAN PENCULIKAN PALSU

KASUS PENTING

PENGAWASAN DITUNDA

DOKUMEN TERSANGKA

Kasus ini operasi besar.

Mereka sangat pintar dan rapi.

Beri saya waktu, Pak.

Jika bergerak sekarang, bisa kacau.

Saya tahu, tapi kita harus hentikan komplotannya agar orang yakin.

Saya akan amati dan laporkan segera. Jangan khawatir.

Halo, Pak.

Ada gadis diculik di Tra Vinh. Ibunya di ruang tunggu.

Usia gadis itu cocok dengan kasus yang kita tangani.

Ibunya tampak tertekan.

Sudah makan? Saya pesankan GrabFood.

Dia tadi di sini.

Ke mana dia?

Beri tahu semua yang dia katakan.

Ya, Pak.

INFORMASI PRIBADI

Mai.

Mai?

- Hei! - Maaf.

Ada orang di rumah?

Buka pintu.

- Ada orang? - Tunggu.

- Siapa yang kau cari? - Saya cari Nguyen Chanh Truc.

Ini penting.

Dia sudah lama tak ke sini. Pergilah.

Apa yang kau lakukan?

Kubilang, dia tak tinggal di sini. Pergilah.

Tidak, aku perlu bicara dengannya. Suruh dia keluar.

- Apa yang kau lakukan? - Putriku diculik.

- Aku mau tahu ke mana mereka bawa dia. - Aku tak tahu.

- Truc, di mana pun kau, keluar. - Dia tak ada. Pergi.

- Kupanggil polisi. - Biar kutanya dia. Lalu aku pergi.

Aku tak tahu. Pergilah.

Naiklah, Bu. Biar kutangani.

Truc, kenapa kau turun?

Kembali ke atas. Pergi.

Siapa kau? Mau apa?

Siapa mereka? Ke mana mereka bawa anakku?

Bukan urusanku.

Hanya kau yang tahu di mana dia. Katakan.

Anakku tak tahu apa-apa. Tolong, keluar.

Pergi. Anakku sudah bersih sekarang.

Mengapa kau tak percaya dia. Pergi.

- Truc. - Menyingkirlah.

Ibu.

Astaga. Truc.

Hentikan.

Hentikan! Truc.

Anakku.

Di mana anakku?

Biarkan aku hidup damai.

Tidak, astaga! Truc.

Tolong. Kau akan membunuhnya.

Hentikan.

Hentikan.

Hentikan, Truc.

Ibu!

Katakan, di mana anakku?

Truc. Katakan saja.

Truc, beri tahu dia.

Bagaimana Ibu bisa bertahan jika sesuatu terjadi padamu?

Ibu mohon, Nak.

Tolong, Nyonya.

Kumohon.

Kau hanya punya beberapa jam.

Ada ruang operasi di truk,

begitu mereka sampai depo stasiun, kau takkan lihat anak-anak itu lagi.

Di wilayah Ton Dan...

ada kaleng kosong ukuran lima liter bergantung di depan toko.

Entah kereta mana yang akan berangkat malam ini,

tapi pasti berhenti di Song Than pukul 02.00.

Lalu truk dipindah ke pelabuhan Quy Nhon.

Hei, perhatikan jalanmu.

Mau apa?

- Minum. - Harganya 10.000 dong.

Kita terus bertemu larut malam.

Untuk apa kau datang?

Bukankah ini terlalu banyak torsi untuk Honda Wave?

Kau tahu betul.

Motor ini dulu dimodifikasi, tapi sekarang tak terlalu.

Kalau ini?

Ini milik Suzuki sport.

Di mana Suzuki sport-mu sekarang?

Pernah dengar cerita pemburu harimau?

Ada pria memburu harimau di hutan U Minh.

Dia bercerita hebat.

Biasanya mereka memburu yang jantan dan hindari yang betina,

terutama jika mereka menjaga anaknya.

Harimau betina, ketika anaknya lapar, bisa sangat agresif.

Tak peduli apa pun, kecuali berburu.

Kadang, pemburu temukan sarang, dengan anaknya.

Pemburu mudah mengambilnya, tapi mereka tak lakukan.

Tahu kenapa?

Jangan ganggu harimau betina yang jaga anak.

Dia tak akan lupa seumur hidupnya.

Dia akan pergi ke ujung dunia...

untuk membunuh penjahat yang culik anaknya.

Ada anak diculik di distrik Tan Phu.

Korbannya anak perempuan usia lima tahun, bermain di depan rumah.

Internet dipenuhi foto dan video yang menunjukkan kejadian...

Aku tahu motormu bagus.

Lebih baik tetap begitu.

Ayo pergi.

Aku tak mengerti.

Sekak.

Hei.

Mau ke mana?

Pergilah.

Hei, berhenti.

Mau ke mana?

Ibu, tolong aku!

Tidak.

Bos, kita punya 30 anak, termasuk yang delapan ini.

Pengiriman yang besar.

Aku takut polisi...

Tetap sesuai rencana.

Pindahkan jalur di titik yang tepat.

Tapi...

Bersihkan ini. Mereka kencing di mana-mana.

Lihat itu.

Di mana anakku?

Mai!

Bawa aku. Lepaskan anakku.

Semua tetap sama.

Pukul 02.00.

Nomor kereta VNR 053171.

Temui aku di sana.

Kau dari keluarga seni bela diri. Kau harus lindungi diri.

Hei, lihat aku.

Jangan berkedip. Tinju yang keras.

Berdiri.

Berdiri.

Tak ada yang membantumu berdiri.

Berdiri.

Berdiri.

Aku musim semi bagi ibuku

Dan cahaya matahari bagi ayahku

Aku belajar hal baru di sekolah

Mai.

Suster.

Berapa lama aku tak sadar?

Istirahatlah. Tunggu sampai aku selesaikan 800 formulir.

Bicara hanya ketika diminta. Jangan mati.

Beri tahu, berapa lama aku tak sadar?

Beberapa bulan.

Tidak, hanya beberapa jam.

Aku tak bisa tetap di sini.

Aku harus pergi.

Kau belum boleh pergi.

Suster.

Tolong, aku harus pergi.

Apa yang kau lakukan?

Kau tak mengerti.

- Aku mau pergi. - Tenang.

Biar kupanggil dokter.

Berbaringlah.

Pak Luong.

Pak Luong.

Pak Luong, dia bangun.

Tampan tapi dingin.

Sayang sekali.

Mengapa sulit menemukanmu? Dua kali sekarang.

Le Minh Luong.

Kau yang bertugas dalam kasus penculikan anakku?

Kau yang membakar klub Ngoc Bich delapan tahun lalu?

10 tahun lalu.

Pasti kau belum jadi polisi.

Kau salah.

Aku menandatangani kebebasanmu.

Apa maumu? Mengapa menahanku di sini?

Kau cukup mengacau.

Tetaplah di sini.

Biar polisi yang tangani.

Mengacau? Apa kau mengerti?

Mereka menculik anakku. Aku harus selamatkan dia.

Kau tak berhak menahanku di sini.

Tanggung jawabku adalah menjagamu dan yang lainnya.

Kami menduga kau membawa masalah bagi pihak berwajib.

Ada banyak pertanyaan yang harus kau jawab.

Membawa masalah?

Thanh Soi, Sau Theo dan seluruh geng itu...

menculik anak termasuk putriku!

Kau tak mengerti? Kau tak lihat?

Kami sedang tangani.

Tapi tak ada tanda putrimu diculik.

Apa maksudmu?

Kau ke rumah Truc.

Menyerangnya.

Dan menanyakan alamat.

Kami menemukanmu saat kau hampir tewas.

Kau harus ke sana, lihat dengan matamu sendiri.

Aku melihat anak-anak dan Mai. Tidakkah kau mengerti?

Kami ke sana...

tak ada apa-apa di rumah itu.

Tak ada penculik.

Tak ada anak-anak.

Tidak.

Aku harus pergi.

Aku tak bisa di sini. Aku pergi.

Dengar.

Anak-anak aman.

Aku tahu kau khawatir...

tapi kami lakukan yang terbaik untuk menolongmu.

Jadi kau harus tetap di sini.

Sampai kami dapat lebih banyak intel.

- Aku tak bisa di sini lebih lama. - Tetaplah di sini.

Ya, Pak?

Berbaringlah. Tenang, jangan ke mana-mana.

Berbaringlah.

Pelan-pelan.

Tidakkah kau lihat? Kau mengacau.

Namamu Trang?

Apa mereka beri tahu kenapa aku hampir mati dan dibawa ke sini?

Karena kau suka dipenjara.

Pasti kau barusan dengar.

Mereka culik anakku.

Mungkin akan membedahnya...

ambil organnya untuk dijual.

Aku bahkan tak tahu apa dia masih hidup.

Kau punya anak perempuan?

Tidak. Anakku laki-laki.

Anakmu pasti senang...

punya ibu...

yang bekerja keras,

mencintai mereka...

dan menjaga mereka.

Tidak seperti aku.

Aku ibu yang buruk.

Aku bahkan tak bisa melindunginya.

Karena itu dia diculik.

Baiklah.

Kau tahu film Amerika?

Tiarap! Tutup mata kalian!

- Jangan takut! - Diam!

Jangan bergerak.

- Diam. - Jangan bergerak.

Phuong, tenang, kita bisa tangani ini. Apa maumu?

Apa maumu?

- Aku mau selamatkan kau. - Tak perlu.

Berbaring.

Tolong kerja sama. Jika berhasil, kita punya kenangan bagus seperti di film.

Jangan bergerak.

- Kenapa banyak polisi? - Diam!

Entahlah.

Sekarang bagaimana?

Bukan begini yang kubayangkan. Sekarang bagaimana?

- Aku kembali masuk. - Berhenti. Diam. Mundur.

Tolong. Jangan sentuh aku.

Tolong aku!

Katakan pada anakku...

Aku cinta mereka.

Biarkan.

Beri jalan!

Terima kasih.

Semoga berhasil.

Saudara.

SERTIFIKAT MASTER VOVINAM PIAGAM PENGHARGAAN

Kau bergaul dengan berandalan,

pulang dan menghina keluarga?

Mulai sekarang, kau tak boleh menemui mereka. Mengerti?

Tak usah mengaturku.

Aku boleh mencintai siapa pun.

Aku yang tanggung jawab.

Lancangnya kau pada ayahmu.

Phuong!

Kurasa keretanya sudah lewat.

Bisa minta bantuan Paman Tam?

Dia dulu bekerja di perusahan rel kereta.

Paman Tam? Dia meninggal tahun lalu.

Saat orang tua kita meninggal, kau pergi.

Kakak...

Mai segalanya bagiku.

Aku tak tahu harus ke mana lagi.

Mungkin lebih baik dia pergi.

Dia bisa diadopsi orang yang lebih baik darimu.

Kau tahu siapa ayahnya?

Keponakanmu diculik, mungkin mati atau dibedah,

dan kau bicara begitu?

Anakmu belum lahir. Kau harus jadi orang baik.

Diam.

Biar kuberi tahu.

Kau tak mau keluarga baik.

Kau pergi dan jadi anggota geng.

Beraninya kau pulang dan minta tolong?

Mai diculik karena kau.

Kau tak bermoral, matilah saja.

Neraka dibuat untuk orang sepertimu.

Benar.

Aku tak tahu berterima kasih. Benar. Lalu?

Aku kabur.

Tak mematuhi ayah dan ibu.

Aku tak berani pulang ketika mereka mati.

Aku wanita jalanan, anggota geng.

Sampah.

Ibu yang buruk.

Aku tak bangga, jadi aku datang padamu.

Orang sepertiku harusnya mati. Kau suka itu, 'kan?

Ya, aku salah.

Tiap malam sebelum menutup mata,

aku menyesali semua...

yang kulakukan.

Bahkan menyesali kelahiranku.

Tapi kuberi tahu.

Melahirkan Mai dan jadi ibunya...

adalah hal terbaik yang kulakukan.

Aku akan membawanya kembali.

Bagaimanapun caranya.

Meski jika aku harus mati.

Kuhancurkan geng ini.

Lihat saja!

Maaf, Mai.

Aku ikuti kasus ini tiga tahun.

Ini operasi internasional, dari Terusan Hai Van ke Provinsi Ca Mau.

Mengirim kargo dari Quy Nhon,

kadang dari Cam Ranh, Da Nang, seluruh tempat.

Lalu ke Laos, dan ke negara lain.

Kami punya agen di semua tempat.

Jika kau sangat tahu, mengapa belum ditangkap?

Tak semudah itu.

Kami butuh bukti untuk memecahkan seluruh operasi.

Bukan hanya pendingin organ atau beberapa penculikan.

Itu tak saling berhubungan.

Tak cukup.

Mereka tak boleh tahu kita kejar.

Mengapa mengikutiku?

Karena aku tahu...

ada kereta tinggalkan Saigon sepuluh menit lalu.

Kita di Binh Trieu.

Dengan taksi motor, butuh 45 menit ke perhentian berikutnya.

Mereka seperti gurita.

Satu tentakel dipotong, maka tumbuh lagi.

Anak-anak diambil dari keluarga.

Ini kesempatan memotong semua tentakelnya.

Kau hanya tahu nomor keretanya.

Apa rugimu?

PUKUL 02.00 - STASIUN SONG THAN

Kepada semua penumpang, kereta SE5 baru tiba di stasiun Song Than.

Sebelum meninggalkan kereta, periksa barang bawaan Anda.

Pintu akan terbuka di kiri.

Silakan keluar stasiun sesuai instruksi petugas. Terima kasih.

Nomor kereta VNR 053171.

Tunggu. Tenang.

Apa yang kau lakukan?

- Kau tak bisa sendiri. - Anakku di sana.

Dia segalanya bagiku.

Aku hidup untuknya. Aku tak bisa kehilangannya. Mengerti?

Ya, tapi terlalu berbahaya.

- Biar kupanggil bantuan. - Bantuan?

Aku harus naik kereta. Kalau mau hentikan, tembak aku sekarang.

Jika tidak, menyingkirlah.

Hei!

Periksalah.

Kau yang periksa.

Sialan. Padahal kartuku bagus.

Dasar pemalas.

Hai Phuong.

Sialan. Kau ingat wajahku?

Rom, satu kilometer lagi.

Ambil posisi.

Ya, bos.

Kalian sudah sampai?

Ya, bos.

Tinggal 800 meter lagi. Bersiap.

Bos, kami di sambungan.

Rom, bersiap. 500 meter lagi.

Kau dengar?

Rom. Di mana kau?

Rom.

Rom.

Coi.

Periksa Rom di sambungan.

Baik, bos.

Kau lagi?

Kau keras kepala, ya?

Kita lihat berapa lama kau bisa bertahan kali ini.

Boss, kereta mendekat. Kami menunggu perintah.

Tukar.

Baik. Kunci.

Klien kita di sini. Siapkan pengiriman.

Kau harus rangkul sakitmu.

Belajar berdiri sendiri. Makan kau akan jatuh.

Ini untuk anakmu?

Dia tak bisa pakai lagi.

Kau lumayan hebat bisa sampai di sini.

Tapi kau salah tempat.

Bangun.

Bagus. Ada hadiah bagi yang bisa menaklukkan rasa takut.

Aku mungkin di tempat yang salah...

tapi kau culik anak yang salah.

Mai.

- Ibu. - Mai.

Ibu.

- Mai. - Tolong aku, Ibu.

Mai.

Ibu.

Kau tak apa?

Tak apa. Aku takut tak bisa bertemu Ibu lagi.

Kupikir Ibu akan terlambat.

Ibu harus tepat waktu...

untuk mengatakan...

Ibu sangat mencintaimu. Kau tahu itu, Mai?

Ibu, aku tak mencuri dompetnya.

Percayalah padaku, Bu.

Ibu percaya padamu.

Maaf.

Maaf.

Itu salah Ibu.

Ibu.

Maaf, Ibu.

Kau mengajariku untuk tidak takut.

Aku harus coba dan jadi kuat.

Rasa takut hanyalah perasaan.

Tapi aku masih takut.

Aku tak berani, 'kan?

Tidak, Mai.

Kau sangat berani. Kau benar.

Kau harus takut. Kau harus merasakannya.

Hanya dengan mengatasi rasa takut,

kau bisa jadi berani. Kau tahu?

Dan kau melakukannya.

Aku beri tahu Ngoc hal yang sama. Tapi dia masih takut.

Mungkin Ibu harus membawanya pulang.

Dan anak lainnya juga.

Semua ketakutan di sini.

Siapa?

Siapa maksudmu?

Tim Satu bersiap di sini, sisanya ikut aku.

Mengerti.

Ini untuk anak Ibu yang pemberani.

Tunggu Ibu.

Ibu.

Bos.

Bos.

Bos.

Turunkan senjatamu.

Kosongkan area.

Periksa semua kendaraan.

Ibu!

Ibu, kau kenapa?

Bangun, Bu.

Jangan tinggalkan aku.

Bangun, Bu.

Tolong, bangun, Bu. Jangan mati.

Ibu!

Jangan tinggalkan aku.

Tolong Bu, bangun.

Ibu, bangun.

Aku janji akan berani.

Tinggal bersamaku, Ibu.

BERITA TERBARU

Setelah penyelidikan panjang...

komplotan perdagangan anak telah digagalkan.

Lebih dari 20 anak diselamatkan

dan 12 tersangka ditangkap saat penyergapan.

Bagian dari perdagangan organ dalam manusia.

Kasus ini sangat sulit.

Penjahat sangat terorganisir dan pintar.

Jangkauan mereka mendunia.

Lewat kerja keras dan tekad yang panjang, akhirnya kasus selesai,

dan anak yang diculik kembali ke keluarga mereka.

Dalam kesuksesan ini, kami tak lupa satu pahlawan: Le Huynh Ngoc Phuong.

Karena anaknya diculik,

dia sangat berani mencari penculik dan bekerja sama dengan polisi....

- Itu ibuku. - membantu menangkap mereka.

Hei, ini untukmu.

- Terima kasih. - Nak, ayo.

Ya, Ibu. Sampai jumpa!

Terima kasih, dokter.

Mai, pelan-pelan.

Ibu.

"Aku, Dinh Bao, ingin memberimu ini.

Semoga kau lekas sembuh.

Semoga kau dan Mai selalu bahagia.

Ini bagus, 'kan, Bu?

Ibu.

Kau merasa lebih baik?

Ibu, bisa ajari aku bela diri?

Aku ingin jadi pahlawan seperti Ibu.

Aku akan melawan penjahat agar mereka berhenti menculik.

Bolehkah, Ibu?

Belajarlah bela diri.

Tapi kau harus bisa tahan sakit.

Dan jangan menyerah.

Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.