Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Episode 87"
Aku hanya
tidak merasa percaya diri memimpikan masa depan bersamamu.
Kamu bilang tidak akan berubah.
Kini bagaimana bisa kamu berubah pikiran dalam semalam?
Maafkan aku.
Aku akan
mengembalikan ini kepadamu.
Kamu serius?
Ya.
Hanya itu yang ingin kukatakan. Aku akan pergi sekarang.
Ini belum selesai bagiku.
Tidak ada lagi yang ingin kubicarakan atau kudengar darimu.
Kamu pasti sulit menerimanya sekarang,
tapi kamu akan baik-baik saja dalam beberapa hari.
- Maafkan aku. - Aku tidak bisa menerima ini.
Ini tidak bisa diterima.
Kamu tidak bisa mendadak bilang bahwa hubungan kita sudah usai.
Aku memutuskan ini setelah memikirkannya.
Aku akan menyimpan waktu yang kuhabiskan bersamamu
sebagai kenangan indah.
Jadi, tolong hormati keputusanku.
Aku yakin kamu pasti punya alasan melakukan ini.
Katakan alasannya. Sekarang.
Terlalu berat bagiku untuk tetap bersamamu.
Apa yang terlalu berat? Aku akan mengurus segalanya!
Ada apa?
Tolong hentikan. Aku tidak akan berubah pikiran.
"Dukun Raja Naga"
Kamu mungkin bingung dan terpengaruh oleh Ayah.
Namun, itu tidak bisa jadi alasan kita harus putus.
Kita sudah melewati banyak hal untuk sampai pada tahap ini.
Apa yang kamu bicarakan? Kalian putus?
Sampai jumpa.
- Chung Yi. - Dia menyuruhmu pergi.
Berhentilah bersikap obsesif.
- Minggir. Chung Yi. - Hentikan.
Berhenti berusaha masuk dan pergi. Pergi sekarang juga!
Chung Yi, bisa keluar sebentar?
Chung Yi!
Apa itu tadi?
Siapa pria yang berteriak dengan putus asa itu?
Bukankah itu Poong Do?
Bukankah Chung Yi yang seharusnya memohon untuk tidak ditinggalkan?
Terserah. Aku senang mereka putus. Syukurlah.
Mereka putus? Apa yang kamu bicarakan?
Chung Yi!
Hei, diam! Pergi!
Kamu harus melupakan dia dengan pria lain.
Ibu akan menyiapkan semua pria di Yongwang-ri.
Kamu bisa mengencani siapa saja.
Chung Yi, kamu benar-benar...
Bagaimana pria di Bonghwang-ri yang 12 tahun lebih tua darimu?
Itu jarak umur yang sempurna.
Haruskah ibu atur kencannya besok?
Bu Bang, jika begitu menyukainya,
jodohkan saja dengan Ji Na.
- Pergilah. - Hei!
Beraninya kamu bilang Ji Na harus menikahinya?
Orang bilang keinginan harus sebanding dengan kemampuan.
Pria seperti dia sempurna untukmu.
Ibu, tolong pergi.
Bu Bang, berhenti memperburuk situasi dan pergilah.
Ya, ayo. Kita pergi.
- Berdiri. - Hei, lepaskan.
Hei, kamu. Heong Jeong. Berhenti memberi dia harapan palsu.
- Keluar. - Ayo, keluar.
- Hei, lepaskan aku. - Ayo.
Heon Jeong, kamu! Jangan mengatakan hal aneh!
Apakah ini benar?
Kamu benar-benar putus dengan Poong Do?
Ya.
Mendadak begini?
Kamu bilang menjadi lebih bahagia setelah bertemu dia.
Apakah ini karena Pak Sim?
Chung Yi!
Bukankah dia berteriak karena tidak mau putus?
Aku sudah bilang yang kumau, jadi, dia harus menerimanya.
Chung Yi, menurutku kamu harus
bicara lagi dengannya.
Bagaimana jika dia menunggu semalaman di sana?
Dia nanti akan pergi.
Kamu tidak perlu mencemaskan dia.
Heon Jeong, aku ingin istirahat.
"Dukun Raja Naga"
Heon Jeong, Chung Yi di dalam, bukan?
Dia memintamu pergi.
Kamu juga harus memikirkan dia.
Dia mungkin juga patah hati.
Aku tidak bisa pergi seperti ini.
Aku harus menemui dan bicara dengannya lagi.
Dia cukup keras kepala.
Apakah ada wanita lain?
Woo Yang, jangan ikut campur.
Aku akan bicara dengannya. Kamu pulang saja hari ini.
Menurutku itu akan lebih baik.
Ibu yakin mereka putus?
Ya, ibu melihatnya langsung.
Poong Do memohon agar tidak ditinggal,
tapi Chung Yi mengabaikannya secara dingin.
Benarkah?
Hei, apa Poong Do kekurangan?
Jika tidak, kenapa Chung Yi mendadak berubah pikiran?
Ayah jatuh pingsan. Pilihan apa yang dia punya?
Chung Yi selalu mengaguminya.
Begitukah?
Omong-omong, tidak penting siapa yang putus hubungan.
Jika satu dari mereka ingin putus, itu berarti hubungannya
benar-benar sudah selesai.
Omong-omong, ibu sangat lega.
Kemampuan ibu membuat jimat masih bagus, bukan?
Baiklah. Kuakui itu.
Benar, Chung Yi.
Kamu seharusnya tidak mengejar pria seperti dia.
Aku sudah putus dengan Poong Do seperti permintaan Ayah.
Berhenti bersembunyi dan pulanglah.
Kondisi Ayah tidak sehat. Jangan berkeliaran di luar.
Kamu tidak bersalah, tapi ayah menyulitkan hidupmu.
Maafkan ayah, Chung Yi.
"Seo Pil Doo"
Aku dengar soal putrimu.
Jangan berani membicarakan dia.
Aku akan berdoa untuk semua kejahatanku.
Berhenti mengganggu urusan putriku.
Itu yang ingin kukatakan kepadamu.
Jadi, kamu ingin mengakhiri ini dengan mengaku bahwa kamu pencuri
"Potret Kecantikan"?
Maksudmu kamu ingin menutupi kecelakaan mobil itu?
Apakah ini caramu mengatakan tidak akan membongkarnya?
Aku tidak akan menyerah padamu, jangan mimpi.
Aku membuat keputusan ini karena tidak ingin Chung Yi
dan Poong Do tersakiti lagi.
Ingat.
Aku melihat jelas perbuatanmu pada mobilnya malam itu.
Aku tidak akan
kehilangan apa pun dalam negosiasi ini.
Aku tidak bernegosiasi denganmu!
Aku tidak butuh ini. Jangan mendekati putriku.
Kamu sudah menemukannya?
Bukankah itu kaleidoskop?
Ada apa?
Dia tadi sangat marah padaku seakan langit akan runtuh.
Hei, Poong Do.
Apakah calon mertuamu sudah dipulangkan?
Tolong keluar.
Kamu selalu sedingin itu sejak kecil.
Kenapa kamu seperti ini bahkan setelah dewasa?
Astaga, kini aku tahu alasannya.
Ini sebabnya calon mertuamu menentang pernikahanmu.
Ya, ini membuatku gila, jadi, berhentilah!
Astaga, beraninya dia melampiaskan kemarahan kepadaku?
Astaga.
Won Cheol, apa yang kamu rencanakan?
Astaga.
"Pewarna ekstrak batang pinus"
"Hasil dan analisis"
Kamu minum seberapa banyak sampai organmu hidup?
Minum ini dan tenangkan dirimu.
Semua ini
sangat sulit bagiku.
Sangat sulit.
Apakah ini soal penundaan pertunanganmu?
Cinta benar-benar menyeramkan.
Ke mana Poong Do AlphaGo yang tidak punya emosi,
pianis batu Buddha, dan Poong Do pemilik wajah poker?
Chung Yi memutuskanku.
Apa?
Katanya hidup ini berat saat dia bersamaku.
Dia tidak merasa percaya diri
untuk punya masa depan bersamaku.
Mendadak begini?
Kudengar wanita bisa punya ketakutan menikah
sebelum pertunangan dan pernikahan mereka.
Apakah semacam itu?
Dia tampak seperti orang yang benar-benar berbeda.
Dia tidak seperti Chung Yi...
Aku tahu.
Astaga.
Poong Do!
Sebenarnya ada apa ini?
Poong Do.
"Grup Jubo"
Ya, Bu Ko.
Aku sudah mengecek ini dengan riset Jo Ji Hwan
dan mendapatkan beberapa ide.
Mari mulai menumbuhkan mereka lagi dengan ide ini.
Aku juga akan segera pergi.
Jo Ji Hwan?
Bukankah dia tersangka pada kecelakaan ayah Poong Do?
Kamu sangat gigih dan tidak tahu malu.
Kupikir kamu sudah putus dengan Poong Do.
Kenapa kamu masih bekerja di perusahaan ini?
Aku berusaha menyelesaikan pekerjaanku, jadi, pergilah.
Apa kamu masih terobsesi dengan Proyek Goryeo?
Kamu ingin jadi pahlawan dengan tipuan yang kamu mainkan?
Aku bisa tahu dari caramu mengerjakan proyek buruk itu.
Kamu belum bilang kepada Poong Do
bahwa Ayah adalah pencuri lukisan itu, bukan?
Kubilang, cukup!
Jangan marah.
Kamu harus katakan alasan kalian putus
untuk membantunya lebih cepat melanjutkan hidup.
Apa yang terjadi?
Kamu putus dengan Ma Poong Do?
Kamu baik-baik saja?
Kamu bertanya kepadaku baik-baik
seperti Si Joon yang dahulu,
bukan Direktur Baek Si Joon dari HR Corporation.
Jangan bekerja terlalu keras.
Aku yang memulai proyek ini,
jadi, setidaknya aku harus menyelesaikannya.
Jangan cemas, Si Joon.
Perusahaanmu berinvestasi pada proyek ini,
jadi, aku akan pastikan tidak merugikan.
Aku pergi.
Kita harus bicara. Sebentar saja.
Tidak ada yang ingin kukatakan.
Apa yang kamu lakukan?
Nona Sim tidak mau bicara.
Aku mau bicara. Jangan ikut campur.
Ma Poong Do.
Jaga sopan santunmu.
Kubilang, jangan ikut campur.
Cukup.
Si Joon, aku baik-baik saja.
Ayo.
Mari bicara di tempat lain.
Aku yang memulai,
jadi, aku akan menyelesaikan Proyek Goryeo sebelum keluar.
Aku kemari bukan untuk membahas pekerjaan.
Apa hanya aku yang menderita?
Kamu yakin dirimu baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Jadi, Poong Do,
kamu harus menangani sendiri perasaanmu.
Aku tidak bisa membantumu.
Apa?
Aku pergi.
Jangan lakukan ini.
Tidak, kamu yang harus berhenti.
Aku tidak bisa melepaskanmu. Tidak akan.
Poong Do.
Kamu sering memikirkan mendiang ayahmu, bukan?
Seharusnya kamu putus denganku saat kuminta.
Apa kamu harus membuatku mengatakan ini?
Baiklah.
Akan kukatakan.
Penyebab kecelakaan ayahmu
adalah ayahku.
Apa?
Sulit dipercaya, bukan?
Awalnya, aku juga tidak percaya.
Tapi ayahku
mencuri "Potret Kecantikan" dari Kuil Gangnyeong.
Ayahmu mengalami kecelakaan mobil
saat ingin mencarinya.
Jika ayahku tidak mencuri lukisan itu,
dia tidak akan pernah mengalami kecelakaan.
Chung Yi.
Apa yang kamu bicarakan?
Itu menjelaskan semuanya, bukan?
Ayahmu tewas karena ayahku.
Bagaimana mungkin kita bertunangan dan menikah?
Itu tidak masuk akal.
Seo Pil Doo dan Yeo Ji Na mengarang cerita itu.
Apa kamu juga terpengaruh oleh hal semacam itu?
Tidak, itu bukan karangan.
Itu semua benar.
Aku mendengarnya dari Ayah.
Jadi, hentikanlah.
Aku ingin ini usai.
"Pada tahun 1990, 'Potret Kecantikan' dicuri"
Orang yang mencuri lukisan itu tahun 1990
adalah Jo Ji Hwan?
Jadi, orang pertama yang mencuri lukisan itu adalah Jo Ji Hwan,
dan Ayah mencurinya dari Jo Ji Hwan?
Ma Sim. Apa yang kamu pikirkan?
Ma Poong Do dan Sim Chung Yi.
Aku menamainya dari nama kita. Apakah aneh?
Itu benar-benar aneh. Sungguh.
Jangan beri tahu siapa pun bahwa mereka punya selera buruk.
Astaga, kita harus pergi ke pusat penamaan
untuk menamai anak-anak kita nanti.
Kudengar kamu putus dengan Pimpinan Ma.
Ryan bilang Poong Do sangat kacau sekarang.
Kenapa kamu bisa merawat baekcheongcho sekarang?
Putus adalah putus, kerja adalah kerja.
Apa kamu Chung Yi yang aku kenal?
Kamu tampak asing.
Menangis dan marah tidak akan membuat perbedaan.
Tidak mudah dapat kesempatan ini, jadi, harus kupertahankan.
Jangan cemaskan aku. Aku baik-baik saja.
Bagaimana keadaan ayahmu?
Ayahku dan aku akan memohon ampun seumur hidup.
Maafkan aku, Nenek.
Ada yang ingin kukatakan.
Apakah ini soal tanggal pertunangan?
Mari jangan terburu-buru dan memikirkannya lagi.
Aku akan temui ayahmu dan bicara dengannya lagi.
Tidak, kami tidak akan bertunangan.
Aku akan putus dengan Poong Do.
Apa?
Terima kasih telah membantu
aku dan ayahku sampai hari ini.
Aku tidak pantas mendapatkan kebaikanmu.
Aku akan mengembalikan ini kepadamu.
Tunggu, apa yang kamu bicarakan?
Aku permisi.
Tunggu.
Bagaimana bisa kamu putus dengannya dengan mudah?
Apa kamu tidak bisa meyakinkan ayahmu? Karena itu?
Maafkan aku. Tidak ada lagi yang ingin kukatakan.
Astaga. Ibu lihat wajahnya?
Dia seperti tidak punya perasaan lagi.
Jadi, ini alasan Poong Do sangat marah pagi ini.
Seharusnya aku sudah mendapatkan uangku.
Kenapa dia belum menelepon?
Apa Pak Kang bepergian atau semacamnya?
Kamu dari mana saja?
Aku sangat ingin melihatmu.
Kamu masih hidup dan baik-baik saja.
Omong-omong.
Siapa wanita yang menjengukmu di rumah sakit?
Kamu tidak berselingkuh, bukan?
Berhenti meracau.
Di mana Chung Yi?
Chung Yi? Aku ingin membantu dia memulihkan kesehatannya,
jadi, aku memasak ikan dan menyiapkan hidangan,
tapi dia berangkat kerja dan mengabaikan makanan itu.
Kerja?
Aku tidak akan mengomel dan menyuruhmu bekerja lagi,
jadi, jangan khawatir.
Dia habis patah hati, jadi, aku harus merawatnya.
Aku masih punya hati nurani.
Ada apa denganmu?
Seharusnya kamu mengomel, menyuruhku bekerja. Aku takut.
Astaga.
Kamu tampak sangat kelelahan seperti belum makan apa pun.
Tunggu saja.
Kamu punya peran besar dalam putusnya hubungan Chung Yi.
Aku pasti akan memasakkan makanan enak untukmu.
Kemarilah.
Halo?
Aku bibi Ma Poong Do.
Kamu tahu siapa aku?
Ya.
Apa?
Kamu benar-benar mengingatku?
Apa?
Kamu baru saja bilang bahwa kamu bibi Poong Do.
Itu. Ya, tentu saja.
Omong-omong, kenapa menelepon?
Kenapa? Apakah tidak boleh?
Jika putri angkatmu
akan menikahi orang kaya,
seharusnya kamu mendukung dia dan melupakan harga dirimu.
Sudah kuduga. Kamu selalu arogan.
Apa?
"Selalu"?
Lupakanlah.
Kamu harus dirawat jika sakit.
Kenapa sudah keluar rumah sakit?
Apa?
Kenapa kamu peduli aku keluar dari rumah sakit?
Tidak, maksudku...
Maksudku, kamu seharusnya
tidak membuatku cemas sebagai calon besan.
Kurasa kamu menelepon karena Chung Yi.
Tidak ada yang ingin kukatakan. Kututup teleponnya.
Ada apa dengannya?
Kenapa suaranya terdengar tidak asing?
Chun Song Yi?
Tidak mungkin. Astaga.
Itu menjelaskan semuanya, bukan?
Ayahmu tewas karena ayahku.
Bagaimana mungkin kita bertunangan dan menikah?
Itu tidak masuk akal.
Ayah baru pulang?
Ya.
Maaf. Baterai ponsel ayah habis.
Ayah baik-baik saja?
Ya.
Bagaimana denganmu?
Kamu baik-baik saja?
Apa mudah memutuskannya?
Aku mengatakan semua yang Ayah katakan kepadaku.
Pasti sulit baginya sekarang,
tapi aku tidak mau menipunya selamanya.
Kamu memberi tahu semuanya padanya?
Ayah harus menemui Pimpinan Ma dan Poong Do untuk minta maaf.
Kurasa Ayah harus melakukan itu.
Itu...
Chung Yi, itu...
Kenapa? Tidak mau?
Ya, ayah rasa itu tidak tepat.
Itu sudah lama terjadi, dan ayah tidak mau membahasnya.
Sudah lama?
Poong Do dan aku harus putus karena kejadian yang sudah lama?
Jika kita melakukan kesalahan, bukankah harus meminta maaf?
Apa yang membedakan Ayah dengan Ji Na?
Ada apa dengan kalian?
Kenapa kalian menyulitkan aku?
Ini semua demi kamu.
Kamu akan menderita jika ayah membahasnya lagi, jadi...
Tidak.
Aku tidak bisa memercayai Ayah lagi.
Maafkan aku.
Chung Yi.
Chung Yi.
Ada apa?
Kenapa menatapku seperti itu?
Apa kamu bisa mendengar perkataan hatiku
sekarang?
Apa ini?
Aku akan memberikan hadiah sungguhan jika berhasil terkumpul lima buah.
Apa?
Aku sudah mengumpulkan
kelimanya.
Jadi, bisakah kamu mewujudkan permohonanku?
Jangan menangis, Chung Yi.
Dia yang patah hati.
Kamu tidak berhak menangis.
Poong Do.
Di mana...
"Riwayat panggilan, Poong Do"
Tidak...
Poong Do, tidak.
"Blessing of the Sea"
Apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu merestui mereka?
Maaf, tapi tolong jangan kemari lagi.
Ayah membohongi orang-orang selama 20 tahun terakhir.
Ayah harus meminta maaf.
Mari kita tutupi saja.
Ayah tidak bisa menutupi ini.
Aku akan menyesali perbuatanku terhadap ayahmu sampai mati.
Bagaimana bisa Anda melakukan ini padaku?
Anda tahu aku menyukai Anda.
Aku masih tertekan!
Aku merasa bersalah setiap melihat wajahmu!
Hentikan.
Baiklah. Aku mengerti perasaanmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.