Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jepang di masa feodal kuno, negeri yang terselubung misteri.
Terlarang bagi para orang asing.
Gugusan pulau yang ajaib, rumah bagi para penyihir dan iblis.
Bangsa dari provinsi yang bersaing.
Penguasanya dipimpin oleh Shogun yang keinginannya mutlak.
Kedamaian di sana dijaga oleh para samurai.
Para ahli pedang...
Yang bertugas jaga tuan dan daerah apa pun taruhannya.
Jika seorang samurai kehilangan atau mengecewakan tuannya...
Dia menanggung malu terburuk dalam anggapan masyarakat Jepang.
Dia menjadi seorang ronin.
Tapi mengetahui kisah 47 Ronin...
Berarti mengetahui kisah seluruh Jepang.
Kisah ini berawal dari seorang anak lelaki.
Tidak ada yang tahu dari mana asalnya atau bagaimana dia sampai di Ako.
Ada yang bilang dia siluman, tidak lebih dari seekor hewan buas.
Banyak yang percaya dia dibesarkan oleh Tengu.
Iblis hutan.
Yang mengajarinya sihir hitam...
Dan melatihnya dengan seni membunuh yang mematikan.
Iblis yang dia tinggalkan menorehkan tanda di tubuhnya.
Oishi!
Tuanku, dia iblis.
Dia seorang anak.
Sama sepertimu.
Bantu aku mengangkatnya, Oishi.
Lord Asano, dari Provinsi Ako...
Menyelamatkannya hari itu.
Dia melihat sesuatu pada diri anak itu yang tidak dilihat Oishi.
Putri Lord Asano, Mika, juga melihatnya.
Ayah Mika mengizinkan anak itu tinggal bersama mereka.
Mengabaikan nasihat samurainya.
Lihatlah.
Apa yang kau lihat?
- Ranting? - Bukan.
Seekor rusa.
Tadi dia lewat sini.
Simpanlah, Kai.
Para samurai percaya kehadiran Kai akan membawa sial bagi negeri mereka.
Sedangkan Mika hanya melihatnya sebagai anak lelaki yang lembut.
Walau hidup sebagai orang buangan, Kai bertekad membalas kasih sayang...
Yang diterimanya dari Mika dan ayahnya...
Apa pun taruhannya.
Kai.
Jadi?
Ada yang tidak beres dengan makhluk itu.
Dia sudah naik ke bukit, tapi akan turun lagi untuk berburu.
Lebih aman memasang perangkap dan menunggunya di sini.
Dia sudah pergi, Lord Asano.
- Tuanku. - Bunuh dia!
Lebih baik aku dibunuh oleh hewan buas itu...
Daripada diselamatkan oleh pria berdarah campuran.
Yasuno!
Yasuno!
Ako berutang besar padamu, Yasuno.
Akhirnya kita bisa menyambut Shogun tanpa rasa takut.
Demi Ako!
Demi Ako!
Bagus.
Lord Kira Penguasa Provinsi Saingan, Nagato
Keluar!
Keluar!
Apa Lord Asano masih hidup?
Ya.
Menjadi tuan rumah turnamen Shogun adalah kehormatan besar bagi ayahku.
Semuanya harus sempurna.
Tuan Putri, Mika.
Lord Asano dan kelompok berburunya sudah kembali.
Mereka berhasil membunuh hewan buas itu.
Ayah!
Aku khawatir.
Perburuannya butuh waktu lebih lama dari yang kami harapkan.
Yasuno menunjukkan keberanian yang hebat.
Apa ada yang terluka parah?
Siapa yang kau cari?
Apa semuanya sudah disiapkan untuk kedatangan Shogun?
Ya, Ayah.
Ayah ingin seluruh Ako berbagi kehormatan ini...
Dengan menjadi tuan rumah bagi pemimpin besar kita.
Aku juga menyiapkan sambutan khusus untuk para Lord yang akan berkunjung.
Aku telah memerintahkan penjagaan di sepanjang jalan.
Ibumu pasti bangga.
- Aku khawatir. - Kau selalu khawatir.
Dia sangat menginginkan persetujuanmu.
Chikara selalu berlatih pada setiap kesempatan.
Tuan Putri, Kai telah kembali.
- Mereka bilang kau terluka. - Ini luka kecil, Tuan Putri.
Punggungmu.
Duduklah.
Seharusnya seseorang mengobati lukamu.
Terima kasih.
Aku melihat rasa malu di mata Yasuno saat mereka memujinya.
Bahkan saat kau coba menolong, mereka membencimu.
Perlakuan samurai ayahmu padaku selalu bisa diduga.
Dan itukah yang kau harapkan?
Hanya itu yang kuketahui.
Tidak harus menjadi seperti ini, Kai.
Kau jangan berada di sini, Tuan Putri.
Apa kau menyuruhku pergi?
Tatap aku dan katakan kau tidak mencintaiku.
Aku akan selalu mencintaimu.
Tapi kita berasal dari tempat yang berbeda.
Asano Takumi no Kami, penguasa Ako.
Yang Mulia, Shogun Tokugawa.
Lord semua provinsi dan penguasa seluruh Jepang...
Berterima kasih atas sambutan Anda.
Lord Asano, temanku.
Ako sangat mengesankan. Seperti biasanya.
Kami mengharapkan hiburan dari turnamen esok hari.
Shogun Agung Tokugawa Tsunayoshi...
Kami berharap hiburan yang kami persiapkan...
Berkenan bagi Anda.
Ayah.
Sedang apa kau di rumahku?
Minggu lalu saat berburu, aku melihat seekor rubah.
Saat itu aku belum menyadari kalau rubah itu adalah penyihir.
Penyihir?
Aku yakin telah melihatnya lagi malam ini.
Dia berwujud manusia di antara para selir bangsawan.
Tuanku.
Orang bilang hanya iblis...
Yang memiliki kekuatan melihat penyamaran penyihir.
Apa kau iblis?
Bukan.
Maka kurasa kau hanya tersihir oleh gadis cantik.
Lord Asano, mari kita sambut Lord Kira Yoshinaka...
Penguasa Nagato, dari provinsi Utara.
Ako seindah yang kuingat, Lord Asano.
Kami merasa terhormat atas kunjungan Anda, Lord Kira.
Aku menantikan turnamen itu.
Tidak kusangka selirmu sangat cantik, Lord Asano.
Dia putriku.
Maafkan aku, Tuan Putri.
Boleh kuminta agar putrimu duduk bersama kami?
Aku ingin menebus kelancanganku.
Ayah, siapa itu?
Petarungku.
Aku yakin petarung ayahmu akan sama hebatnya.
Yasuno.
Yasuno.
Yasuno! Yasuno!
Apa yang terjadi kepadanya?
Sihir.
Panggil ayahmu.
Tidak ada waktu.
Jika kita tidak mengirim petarung, Ako akan menanggung malu.
Hanya samurai yang boleh bertarung.
Cukup.
Petarung Anda?
Para juara, bersiaplah bertarung!
Bawakan pedangnya!
Berhenti!
Kau bukan seorang samurai.
Bunuh dia!
Jangan!
Jangan!
Maafkan aku, Tuanku. Ini kesalahanku.
Buka baju zirahnya. Pukul dia.
Hentikan!
Maafkan aku.
Tuanku!
Jangan sekarang!
Ayah, kumohon!
Pikiran Lord Asano sedang kalut.
Ini saatnya untuk merebut Ako.
Inilah yang kau harapkan, inilah yang kita rencanakan.
Apa yang kau takutkan, Tuanku?
Tunjukkan keberanianmu.
Berikan hatimu.
Setelah ini, kau tidak bisa kembali lagi.
Kau terikat padaku, dan aku terikat padamu.
Sungai darah...
Dan mayat yang menggunung...
Tidak akan menghalangi jalan kita.
Tidak pula air mata para janda.
Temukan rasa dengki dan kebencianmu.
Dan akan kuberikan semua yang dambakan.
Ayah.
Ayah!
Ayah!
- Mika. - Ayah!
Ayah!
Mika.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Tolong!
Tuanku! Hentikan!
Tuanku!
Tuanku!
Ada apa ini?
Mundur! Tuanku!
Kumohon!
Ayah!
Semuanya, kembali ke penjagaan kalian!
Hukum sudah berkata jelas.
Kau menyerang tamu tidak bersenjata dan kau membuat malu rumahmu.
Hukumannya adalah kematian.
Karena jabatan dan pengabdianmu terhadap Ako...
Kuizinkan kau memperoleh kehormatan...
Dan memuliakan rumahmu melalui seppuku.
Mati dengan tanganmu sendiri.
Sehingga kau bisa menunjukkan keberanian dan harga diri...
Pada saat kau mati.
Seperti yang pernah kau tunjukkan saat kau masih hidup.
Sang Shogun bisa saja menggantungku seperti penjahat.
Tapi, dia telah mengizinkanku...
Mengakhiri hidupku dengan terhormat.
Kau telah disihir, Tuanku. Pikiranmu dipengaruhi.
Jika kuterima takdirku...
Tidak akan ada yang mempertanyakan kehormatan rakyat kita...
Atau menghukum mereka karena kesalahanku.
Berjanjilah...
Kau akan melindungi Mika dan Ako dari musuh kita.
Tuanku.
Aku siap, Oishi.
Dan saat aku mati, aku akan terhormat...
Jika kau mau menjadi penggantiku, Temanku.
Ayah!
Jangan sampai mereka melihatmu menangis.
Kita harus balas dendam.
Apa pun taruhannya, itulah tugas kita.
Tuanku, kau ingin kami berbuat apa?
Jika kita melawan sekarang, kita mati.
Dan bukan hanya kita.
Setiap petani dan warga di Ako akan dibunuh.
Kita harus memikirkan mereka lebih dulu.
Racun, Tuan Putri. Ini akan mengakhiri penderitaanmu.
Kita belum kehilangan Ako.
Yang Mulia.
Putri Asano.
Aku turut berduka atas kematian ayahmu.
Dia menerimanya dengan terhormat.
Yang Mulia, selaku anak tunggal ayahku...
Izinkan aku menjaga daerah ayahku sampai aku menikah.
Aku sudah mempertimbangkan hal itu, Tuan Putri.
Agar tidak ada permusuhan di antara suku kalian...
Aku titahkan, mulai hari ini...
Daerah kalian menjadi satu.
Diabadikan dengan pernikahanmu dengan Lord Kira.
Kau diizinkan berkabung selama setahun.
Tapi kau tetap jadi tamu Lord Kira sampai kalian menikah.
Oishi.
Kini kau adalah ronin.
Samurai tidak bertuan.
Kularang kau membalas dendam atas kematian Lord Asano.
Lord Kira.
Kuserahkan Ako padamu.
Mulai saat ini, kalian diasingkan dari negeri ini.
Mereka yang tetap di sini akan diburu.
Dan dihukum mati.
Kau tidak akan pernah melihatnya lagi, Tuan Putri.
Silakan dilihat untuk yang terakhir kalinya.
Aku tidak memercayai Oishi.
Pangkatnya tidak lagi bisa melindunginya.
Lemparkan dia ke dalam lubang. Hancurkan tekadnya.
Setahun Kemudian
Ayah!
Ayah.
Menjauh! Menjauh dariku!
Chikara, bantu dia berdiri.
Di mana anak buahku?
Mereka semua sudah meninggalkan Ako.
Dan Putri Asano?
Waktu berkabungnya hampir selesai.
Lord Kira membawanya ke istananya...
Untuk mulai menyiapkan pernikahan mereka.
Chikara.
Bagaimana dengan pria berdarah campuran itu?
Orang-orang Kira membawanya ke Pulau Belanda...
Dan menjualnya sebagai budak.
Kita perlu tiga ekor kuda.
Sekarang.
Riku.
Kau harus membuat dunia percaya bahwa kau telah menceraikanku.
Itu satu-satunya cara melindungimu dari apa yang harus kulakukan.
Hanya kau dan aku yang boleh tahu bahwa...
Kau adalah dan akan selamanya menjadi...
Kebahagiaan hidupku.
Aku adalah istri seorang samurai.
Apa pun tugasmu, itu adalah tugasku juga.
Perlihatkan ini pada mereka.
Dan suruh mereka menemui Ayah di Danau Hitam seminggu lagi.
Ingatlah.
Musuh akan mengawasi.
Hei, orang asing.
Ada urusan apa kau kemari?
Aku sedang mencari pria berdarah campuran.
Semoga berhasil, Samurai!
Darah Campuran!
Darah Campuran!
Darah Campuran!
Kai!
Aku Oishi.
Kai!
Ini aku!
Kai! Putri Asano.
Mika.
Dia perlu bantuanmu.
Darah Campuran!
Kai! Kira akan segera menikahi Mika.
Kita harus menghentikan dia! Apa kau mau membantuku?
Sekarang.
Tangkap mereka!
Putri Asano akan menikah seminggu lagi.
Apa pedulimu?
Saat Kira membawanya, kau malah berlutut.
Kami bisa saja dibunuh. Kau juga.
Apa gunanya kau bagi Putri Asano jika kau mati?
Apa gunanya aku bagimu?
Ikuti aku atau kembalilah ke pekerjaanmu sebelumnya.
Jangan berpaling dariku, Ronin.
Untuk apa aku mengikutimu?
Kira mempunyai seribu prajurit.
Dia juga dilindungi oleh sihir.
Saat kukatakan itu, kau tidak percaya.
Saat itu aku salah.
Aku telah mengecewakan majikanku.
Aku tidak tahu siapa atau apa dirimu sebenarnya.
Tapi aku butuh bantuanmu.
Pakaian.
Aku akan ikut bersamamu.
Tapi jika kau berlutut lagi pada Kira, kupenggal kepalamu.
Di mana kau belajar bertarung seperti itu?
Dari para iblis.
Tuanku, maafkan aku.
Pria berdarah campuran itu telah kabur dari Pulau Belanda.
Mereka bilang seorang samurai membantunya.
Oishi.
Temukan Oishi.
Aku ingin dia mati.
Yasuno, itu Oishi!
Hei!
- Dia kembali! - Semuanya, Oishi sudah kembali!
Oishi sudah kembali!
Oishi.
- Ayah. - Bagus, Chikara.
Hari ini mungkin kita menjadi ronin.
Tapi kini saatnya telah tiba.
Yang kurencanakan ini, berisiko kematian.
Bahkan jika kita berhasil...
Kita akan digantung sebagai penjahat karena melanggar perintah Shogun.
Aku bersumpah di hadapan kalian...
Bahwa aku tidak akan tenang sebelum keadilan ditegakkan.
Tidak akan tidur sampai tuan kita beristirahat dengan tenang.
Dan tidak akan berdoa...
Kecuali untuk meminta ampunan dari langit...
Karena mengirim Kira ke neraka!
Hanya ada dua jalan masuk.
Di gerbang utama ini dan area di bawah tembok Barat ini.
Keduanya dijaga ketat.
Kesempatan terbaik kita adalah menyerang...
Saat Kira meninggalkan bentengnya.
Dia akan pergi ke kuil leluhurnya untuk berdoa.
Kita belum tahu kapan dia akan pergi ke sana.
Isogai, pergilah lebih dulu ke kota kuilnya.
Dan cari informasi sebisamu.
Ingat, bahkan di dekat tempat suci...
Ada bordil dan banyak petugas yang suka bergosip yang mengunjunginya.
Bahkan jika kita tahu jalannya...
Kita perlu tambahan orang untuk menyergapnya.
Kita akan mencari tambahan orang.
Kau, Chuzaemon, dan Okuda...
Akan mengumpulkan para samurai lama kita sebanyak mungkin.
Dan temui kami di rumah petani yang ditemukan oleh Horibe.
Maafkan aku, Tuan.
Tapi bagaimana kami bisa berhasil tanpa pedang yang bagus?
Ambillah pedangku.
Saat kita bertemu lagi, akan ada lebih banyak pedang.
Yang lainnya akan menuju Uetsu.
Para pembuat pedang terbaik berada di sana.
Kenapa pria berdarah campuran itu berada di sini?
Kuminta dia datang.
Kita tidak bisa membawanya. Dia bukan samurai.
Tidak ada di antara kita yang masih samurai.
Uetsu, Desa Pembuat Pedang
Siapa kalian?
Kami petani dari Shimobe, Tuan.
Kami kemari untuk membeli peralatan.
Ini desa Lord Kira sekarang.
Ini bukan tangan petani.
Ambil pedang atau apa pun yang bisa diambil.
Kita akan memerlukan lebih banyak.
Bantu dia.
Makanlah, Tuan Putri.
Kau kira aku peduli jika kau kelaparan?
Tuanku akan segera menjadi penguasa seluruh Jepang.
Dan kau bisa mengakhiri hidupmu seperti ayahmu.
Kau membunuh ayahku.
Bukankah kau yang membuatnya patah hati?
Kau mengkhianatinya dengan hasratmu.
Kita bisa pergi ke Hida.
Mereka akan memberi kita senjata.
Kau tak akan menemukan apa pun di Hida.
Anak buah Kira pasti telah mengambil alih seluruh daerah ini.
Ada cara lain.
Kau akan menemukan pedang di Lautan Pepohonan.
Hutan Tengu.
Itu hanya sebuah mitos.
Aku pernah melihat mereka.
Bagaimana kau tahu tentang Hutan Tengu?
Aku dibesarkan di sana sebelum melarikan diri ke Ako.
Bekas luka di kepalamu itu.
Apa mereka yang menyebabkannya?
Ya.
- Dan mengajarimu cara bertarung? - Cara membunuh.
Mereka punya banyak cara aneh dan ajaib...
Untuk melindungi diri dan kepercayaan mereka.
Mereka ingin menunjukkan padaku bahwa hidup ini hanyalah kematian.
Mereka ingin aku jadi seperti mereka dan melupakan dunia.
Aku bersumpah tidak akan memakai kekuatan ajaib ajaran mereka.
Walau saat itu aku masih kecil...
Aku tahu tempatku adalah bersama manusia.
Dan menurutmu para Tengu itu akan memberi kita senjata?
Mereka akan menguji tekad kita.
Istriku tidak akan berhenti mendesakku.
Dia mau aku menemukan tempat terbaik menonton arak-arakan Lord Kira.
Arak-arakan? Arak-arakan apa?
Tidak ada yang tahu kapan Kira akan meninggalkan bentengnya...
Bahkan penjaganya sekalipun.
Dia akan segera kembali sebelum semua orang terbangun.
- Siapa namamu? - Yuki.
Dari mana asalmu, Yuki?
Kau telah kembali.
Apa kita tersesat?
Tidak.
Mereka tahu kita di sini.
- Suara apa itu? - Hantu.
Roh orang yang tua dan lemah yang ditinggalkan mati di sini.
Dan juga anak yang tidak diinginkan.
Hanya kau saja.
- Aku ikut bersamamu. - Jangan.
Turuti ucapannya.
Tetaplah di sini.
Apa pun yang terjadi di sana, apa pun yang kau lihat...
Jangan cabut pedangmu.
Tunggu di sini.
Dari mana kita tahu pria berdarah campuran itu tidak menjebaknya?
Oishi memercayainya.
Tentu saja, dia tidak punya pilihan. Kita perlu senjata.
Jika dia tidak segera kembali...
Aku akan menyusulnya.
Ternyata anak yang ketakutan itu telah kembali sebagai pria dewasa.
Aku datang untuk meminta bantuanmu.
Kami perlu pedang.
Kalau begitu, ambillah.
Pedang ini ditempa untuk pertahankan diri kami dari kebencian manusia.
Manusia yang menghakimi kami atas kepercayaan kami.
Manusia yang sama juga membencimu karena kau berbeda.
Dan kini kau kemari untuk membantu mereka.
Mereka orang baik. Tujuan mereka baik.
Banyak yang datang untuk mendapatkan pedang kami...
Tapi tidak ada yang kembali.
Kau melarangnya mencabut pedang itu.
Jika dia mencabut pedangnya...
Dia dan orang-orangnya akan mati.
Apa yang kau temukan di dunia luar itu sepadan?
Cinta dari seorang wanita yang tidak pernah bisa kau miliki?
Ya.
Biar kukatakan padamu tentang cinta, Kai.
Cinta satu malamlah...
Yang membawamu ke dunia ini.
Seorang pelaut Inggris dan gadis petani.
Ibumu yang tercinta meninggalkanmu di hutan ini agar kau mati.
Seorang monster, seorang anak berdarah campuran.
Tapi kami menemukanmu...
Menerimamu dan melatihmu.
Kami mengajarimu banyak hal.
Tapi kau kabur dan kau berpaling dari berkah yang kami berikan.
Berkah kematian.
Apa pun yang kau lakukan...
Mika tidak akan pernah menjadi milikmu di kehidupan ini.
Maka aku akan menghadapi kematianku dan berharap menemukannya...
Di kehidupan berikutnya.
Tuan?
Sedang apa kalian di sini? Sudah kubilang tetap di luar.
Jangan! Yasuno!
Cabut pedangmu.
Selamatkan mereka.
Cabut pedangmu.
Selamatkan mereka.
Cabut pedangmu.
Selamatkan orang-orangmu!
Jangan bicara lagi.
Apa kau akan memberikan permintaanku?
Ambil pedang itu, Kai.
Jika kau bisa mengambilnya sebelum aku.
Selamatkan orang-orangmu. Bantu mereka!
Cabut pedangmu, Oishi.
Selamatkan mereka!
Chikara!
Berkah yang tidak terlupakan.
Kau lulus ujian mereka. Anak buahmu aman.
Kau mendapatkan pedangmu.
Apa yang istimewa dari semua pedang itu?
Apa yang bisa dilakukannya?
Tergantung.
Pada apa?
Siapa yang memakainya.
Bagaimana dengan pria kuat tinggi dan berani sepertiku?
Pedang ini bisa menebas.
Kurasa pedangku rusak.
- Mereka tiba! - Mereka kembali!
- Kau kembali! - Pedangmu.
Simpanlah, Hazama.
Sudah kubilang akan kubawakan pedang lainnya.
Aku sudah mendapatkan informasi yang Anda minta.
Lord Kira akan berangkat ke kuil leluhurnya nanti malam.
Bagus. Ayo, Isogai. Kumpulkan semua orang.
Ayah.
- Aku ingin pergi bersama Ayah. - Jangan.
Horibe, tetaplah bersamanya.
Aku akan pergi ke kuil leluhurku...
Untuk berterima kasih atas pernikahan kita.
Apa kau ingin menitipkan doa padaku?
Tuanku tidak akan suka jawabanku.
Kau mungkin tidak menyukaiku, Tuan Putri.
Tapi semua anak dan cucu kita akan berasal dari satu darah.
Hati-hati, Hazama.
Maaf.
Ini jebakan! Pergi!
Ini jebakan! Mundur!
Pergi dari sini!
Yasuno!
Yasuno!
Oishi, tolong aku! Ini Basho.
Hazama!
- Tidak! - Oishi!
Ini milik Oishi, Tuanku.
Darah Campuran-mu sudah mati.
Begitu juga dengan lusinan anak buah ayahmu.
Semuanya terbunuh karena berusaha menyelamatkanmu.
Mungkin kini kau mengerti...
Harga dari cintamu.
Aku berjanji pada Tuanku...
Aku tidak akan membahayakan...
Sehelai pun rambut di kepalamu.
Tapi perbuatanmu pada dirimu...
Bukanlah urusanku.
Selamat tidur.
Kai.
Aku ingin mengakui sesuatu.
Saat aku masih kecil...
Aku sering menunggu di hutan, di luar gubukmu.
Dan saat kau keluar...
Aku melemparmu dengan batu...
Lalu bersembunyi.
Saat itu aku tahu itu kau.
Aku bisa melihat perutmu di balik pepohonan.
Maafkan aku, Kai.
Kau orang baik.
Seharusnya aku bertindak di hari Lord Asano tewas.
Amarah kita seharusnya tidak berlarut-larut.
Dan meskipun kita gagal...
Itu dilakukan dengan terhormat.
Kau seorang samurai.
Kita masih punya pedang dan bisa mengejutkan mereka.
Kira pikir kita telah mati.
Kita bisa manfaatkan itu, mengubahnya menjadi keuntungan kita.
Dia tidak akan pernah menduganya.
Kita masih bisa melakukan tujuan kita.
Makanlah.
- Lenganmu? - Tidak apa-apa.
Ayo panggil ayahmu.
Tetap di tempat!
Ada apa ini?
Kami bukan rombongan penduduk desa yang bisa dihentikan para bandit.
Lord Kira sendiri yang menyewa kami untuk tampil di pernikahannya.
Aku punya surat-surat dan izin sebagai buktinya.
Tidak perlu.
Kami melihat penampilan kalian di Ako.
Kalian orang-orang Lord Asano.
Kami perlu bantuanmu.
Kai.
Maaf aku tidak berterima kasih kau mengalahkan hewan buas itu...
Dan menyelamatkan nyawaku.
Seorang samurai tidak menerima pujian atas kemenangan orang lain.
Ini milik Basho.
Seorang samurai memakai dua pedang.
Saat kejahatan tidak dihukum, dunia menjadi tidak seimbang.
Saat kesalahan tidak dibalas...
Langit akan memandang hina pada kita.
Kita juga harus mati agar lingkaran dendam ini berakhir.
Kita akan meninggalkan catatan keberanian kita...
Sehingga dunia tahu siapa kita dan apa yang kita lakukan.
Malam ini kita akan mendapatkan kembali kehormatan kita...
Dan membalaskan dendam tuan kita.
Kita tidak akan pernah tahu berapa lama dia akan hidup...
Atau kapan ajal akan tiba.
Tapi yang akan segera tersisa dari hidup kita yang singkat ini...
Adalah kebanggaan yang dirasakan anak-anak kita...
Saat mereka menyebut nama kita.
Kai.
Kita akhiri ini sekarang.
Sekarang...
Jumlah kita ada 47 orang.
Apa yang kau lihat?
Pertanda baik.
Sebentar lagi kau akan bepergian jauh.
Di setiap kota dan desa, orang akan membungkuk di hadapanmu.
Berhenti!
Biarkan mereka lewat.
Lima menit lagi.
Lima menit lagi!
Lord Kira, dengan bangga kami persembahkan pada Anda...
Pertunjukan kami sebagai hadiah pernikahan Anda.
Jangan sampai Tuan Putri terluka!
Kai!
Serang mereka!
Tetap di sana!
Aku tahu kau akan datang mencariku.
Tidak ada yang akan menjauhkanku darimu.
Tidak ada, Pria Berdarah Campuran?
Bahkan kematian?
- Aku tahu jati dirimu. - Kau tidak tahu.
Aku tidak takut padamu.
Seharusnya kau takut.
Ayo.
Kini ketahuilah betapa besarnya keberanian tuanku.
Atas nama Lord Asano dari Ako!
Demi Lord Asano!
Chikara.
Kini beristirahatlah, Tuanku.
Dendammu telah dibalaskan.
Oishi.
Aku melarangmu membalas dendam.
Maafkan aku, Yang Mulia.
Tapi seorang pria tidak bisa hidup di bawah langit yang sama...
Bersama pembunuh tuannya.
Yang kuminta hanyalah rasa hormat bagi orang-orangku.
Mereka pemberani, Tuanku.
Yang paling berani yang pernah kukenal.
Kumohon padamu agar membiarkan mereka mati...
Dengan kehormatan yang layak mereka terima.
Atas kejahatan pembangkangan...
Kalian seharusnya dihukum mati sebagai penjahat biasa.
Tapi kau dan orang-orangmu...
Mengikuti tradisi lama Bushido.
Untuk menghormati tuan kalian...
Dan untuk membalas dendam atas pengkhianatan.
Yang kulihat di hadapanku hanyalah samurai.
Kukabulkan permintaan kalian untuk mati sebagai samurai.
Dikubur di samping tuan kalian...
Dengan terhormat.
Terima kasih.
Yang Mulia.
Putri Asano seperti ayahnya.
Dia akan membuat Ako kembali jaya.
Ya.
Aku tahu.
Ayahku berkata...
Dunia ini hanyalah persiapan untuk dunia berikutnya.
Kita hanya bisa minta meninggalkannya dengan mencintai dan dicintai.
Aku akan mencarimu di seribu dunia...
Dan sepuluh ribu kehidupan sampai aku menemukanmu.
Aku akan menunggumu di semua dunia itu.
Tunggu!
Chikara.
Putra Oishi...
Beranjaklah.
Oishi.
Aku tidak akan menghapus keturunanmu dari negara kita.
Putramu akan hidup untuk mengabdi kepada Ako.
Seperti yang telah dilakukan olehmu bersama para samuraimu.
Aku akan mencarimu di seribu dunia...
Dan sepuluh ribu kehidupan...
Sampai aku menemukanmu.
Kenangan akan 47 ronin...
Yang menjalankan tugas dan menegakkan keadilan...
Tanpa takut akan kematian...
Telah hidup selama berabad-abad...
Sebagai salah satu teladan mulia dari kehormatan dan kesetiaan...
Dalam kebudayaan Jepang.
Setiap tahun, pada tanggal 14 Desember...
Ribuan orang dari seluruh dunia mengunjungi makam 47 Ronin itu...
Untuk memberi hormat.
Film ini terinspirasi dari kisah mereka.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.