Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tetaplah bersamaku, nak.
Anyarin!
Ada apa, Jinta?
Aku baru bermimpi aneh.
Kalau begitu bangunlah dan temani aku.
Kau membuatku menyetir sendirian sejak kita meninggalkan Bangkok.
Ini mie nya.
Ini mienya, kawan-kawan.
Mie Thailand kami.
Mie produk Thailand, semuanya.
Mie, semuanya.
Hei, beri aku tiga.
Tiga?
Ya, tiga.
Cepat.
Kau punya masalah?
Jangan lakukan itu. Tolong jangan.
Apa-apaan?
Jangan sakiti ayahku.
Mau melawan?
Lepaskan aku.
Tolong ayahku.
Siapa pun, tolonglah.
Lepaskan.
Sakit. Lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Ayah!
Lepaskan dia.
Lepaskan dia sekarang!
Aku mau memajukan satu bulan pengiriman beras selanjutnya.
Aku di sini untuk menemui Pak Sashimoto.
Aku mau memajukan satu bulan pengiriman beras selanjutnya.
Saat ini kami kekurangan beras.
Pemerintah bahkan menghimbau masyarakat untuk makan mi sebagai gantinya.
Kami tidak bisa membuatnya lebih cepat.
Itu tidak mungkin. Beras sedang langka sekarang.
Pemerintah bahkan menyarankan orang untuk makan mie daripada nasi.
Pranot-san.
Kau tahu apa yang terjadi jika seorang pedagang tidak mematuhi perintah kita.
Kau tahu?
Kau tahu apa yang terjadi?
Saat seorang pedagang tidak mematuhi perintah militer kita?
Dan juga…
Penyimpanan di gudang berasmu…
Bagaimana perkembangannya sejauh ini?
Dan juga, penyimpanan di gudang berasmu…
Bagaimana perkembangannya sejauh ini?
Aku sudah menyiapkan semua dokumennya.
Tinggal menunggu tanda tanganmu.
Aku sudah menyiapkan semua dokumennya. Tinggal menunggu tanda tanganmu.
Persediaan medismu sekarang bisa disimpan di gudang kami yang sudah dialokasikan.
Kami akan membawa perlengkapannya ke sana besok malam
dengan prajurit penjaga.
Kami akan membawa perlengkapannya ke sana besok malam.
Bukankah rencananya tiga hari?
Bukankah rencananya tiga hari?
Kau bilang itu belum siap?
Kau bilang itu belum siap?
Benar, Pak Sashimoto. Tenang saja.
Benar, Pak Sashimoto. Tenang saja.
PENGGILINGAN BERAS P. PANICH Taruh dokumennya hari ini
dalam berkas "Mitra Bisnis Angkatan Darat Jepang".
Aku butuh bantuanmu untuk memastikannya.
Gudang sudah siap sesuai keinginan Sashimoto.
Baik, Pak.
Sungguh mengejutkan, Jira mengenal orang sepertimu.
Kau baru bekerja denganku selama tiga bulan,
tapi kau sudah memberikan bantuan yang besar.
Boleh aku pergi ke toko alat tulis?
Aku akan membeli buku besar untuk catatan perlengkapan medis.
DIJUAL
Pak Jom, pendiri Penggilingan Beras P. Panich, terbaring di tempat tidur.
Dan dirawat oleh Bibi Sonklin,
putri pengganti dari Pak Jom dan Nyonya Thongkham.
Pak Pranot adalah menantu mereka dan kepala P. Panich.
Putra sulungnya, Jira.
Dan anak keduanya?
Kudengar mereka punya seorang putri yang belajar di Bangkok.
Dia diminta pulang karena kesehatan Jom menurun.
Antara mereka dan Jepang, adakah info barunya?
Ya, Pak.
Kolonel Sashimoto datang hari ini untuk menandatangani kontrak gudang penggilingan padi
untuk penyimpanan obat-obatan.
Bagus!
Obat-obatan sulit ditemukan selama masa perang.
Banyak tawanan yang sekarat melarikan diri dari sini.
Tharin, cari celah untuk Artit dan Tanet.
Bawa kembali obat itu.
Ya, Pak.
Kenapa Jira tidak pulang makan malam?
Dia mungkin masih di kota, bersenang-senang.
Mereka datang.
Ta-da! Hadirin sekalian,
tolong sambut gadis kecil kita,
kembali ke rumahnya sendiri.
Nenek.
Musim dingin sudah tiba.
Ini akan membuatmu tetap hangat.
Terima kasih, nak. Ini hangat sekali.
Jinta yang memilih ini, Nenek.
Bibi, kami juga punya sesuatu untukmu.
Aku akan mengantarnya ke rumahmu.
Dan Ayah.
Aku tidak punya apa pun untukmu.
Alas!
Pekerjaanku di sini sudah selesai.
Aku akan keluar dengan temanku sekarang.
Sudah lama tak jumpa. Aku rindu kau, Jinta.
Besok, aku akan membuatkanmu sesuatu...
Bersihkan mejanya. Aku sudah selesai.
Pranot, aku perlu bicara secara pribadi.
Aku menyerahkan warisanku pada Jira.
Dan tidak ada orang luar yang boleh menyentuh itu.
Kau baik-baik saja?
Jinta.
Apa yang kau lakukan sendirian di sini?
Aku hanya…
Memandangi bunga melati oranye milik Ibu.
Ayahmu sudah merawatnya dengan baik setiap hari.
Dia pasti merindukan Jintana.
Ini Tharin, pegawai baru kita di pabrik,
tapi dia sudah pandai.
Ini daftar obat-obatan yang akan dikirim besok, Bu.
Terima kasih, Nak.
Ini Jinta, saudara perempuannya Jira.
Kudengar akan ada bulan darah malam ini.
Jinta, ayo kita temui Kakek.
Kakek.
Kumohon, kuatlah.
Dan tetaplah bersamaku selama mungkin.
Jinta, biar aku memandikannya sebentar.
Kau butuh bantuan?
Tak apa. Aku akan mengurusnya.
Aku sudah melakukan semuanya sendiri selama bertahun-tahun.
Aku sungguh mengagumimu.
Kau merawatnya dengan sangat baik.
Aku tidak akan pernah sanggup menangani pekerjaan seperti itu.
Aku berutang banyak padanya.
Kalau bukan karena dia, aku tidak akan ada di rumah ini.
Aku sangat senang kau ada di sini.
Kalau tidak, aku tidak berani kembali.
Mandilah, Nak.
Lihatlah dirimu. Kau kotor.
Tolong tutup pintunya.
Oke.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Kakek, kau baik-baik saja?
Kakek.
Kakek.
Tolong!
Lindungi Anyarin!
Aku terjebak di sini.
Ada yang bisa membantu? Tolong.
Siapa di sana? Kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi padamu?
Jinta, apa yang terjadi di sana?
Jinta. Kau masih terjebak?
Aku akan mencari sesuatu untuk membuka pintunya.
Jinta!
Jinta!
Apa yang terjadi dengan Bapak?
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Dia sudah meninggal. Dia meninggal tadi malam.
Aku akan membawa mayat Bapak ke kamar mayat.
Terima kasih banyak, Dr. Prajak.
Tentu.
Sebelum kematiannya,
apa dia mengalami gejala yang tidak biasa, Bu?
Hanya kelumpuhannya akibat stroke dulu.
Aku baru memandikannya tadi malam.
Tidak ada yang lain.
Ada orang lain bersamamu saat itu?
Keponakanku juga ada di sana.
Kau di depan. Jadi, kau yang ambil.
Dia memberikannya padamu. Ambillah!
Ini!
Cepat! Cepat!
Pak Pranott.
Lihat? Dia baru pulang kemarin.
Sekarang tuannya sudah meninggal.
Bahkan ada bulan darah tadi malam juga!
Persis seperti saat Jintana melahirkannya dan meninggal.
Aku ingat malam itu.
Bulannya juga merah seperti darah!
Ya Tuhan, benar! Menyeramkan.
Jika dia masih di sini untuk bulan darah lain,
siapa berikutnya?
- Bisa jadi kau. - Apa? Kenapa aku?
Kau suka bergosip.
Polisi memastikan ayahku meninggal dengan tenang.
Jika tidak ada hal baik yang mau kalian katakan, lebih baik diam.
Ayah?
Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu?
Ada masalah?
Tidak ada apa-apa.
Aku tahu kau kesal dengan rumor-rumor itu.
Tapi jika kau membiarkan gosip itu mengganggumu,
Itu hanya akan semakin menyakitimu, nak.
Tapi Ibu dan Kakek
meninggal saat bulan darah, persis seperti yang mereka katakan.
Itu bukan salahmu, Jinta.
Beberapa hal memang ditakdirkan untuk terjadi.
Sebaiknya kita pergi, Pranot. Jangan membuat Sashimoto menunggu.
Aku tidak yakin apa yang terjadi dengan melati oranye ini.
Tapi aku akan mencoba menanamnya kembali, nak.
Aku akan pergi berperang. Tunggu aku, Anyarin.
Hei, dasar tukang tidur. Kukira kau akan bangun besok.
Siapa yang kau gambar?
Anyarin.
Lagi?
Namanya Jinta.
Ini terlalu berlebihan.
Aku mulai kehilangan kesabaran padanya!
Apa yang ibu lakukan di sini?
Aku datang untuk memeriksa rekening.
Ada apa denganmu?
Tentara Jepang terkutuk itu ingin kita membuka ruang tunggu untuk mereka.
Aku akan bertemu dengan kepala suku untuk menyampaikan protes.
Tidak mematuhi orang Jepang
seperti tidak menaati pemerintah.
Kau yakin mengenai ini?
Tapi bisnis kita adalah beras. Apa hubungannya dengan kita?
Di masa perang, bisnis menjadi sulit.
Sebagian perempuan mungkin bersedia bekerja sama.
Jangan terlalu pusing memikirkannya.
Ada sebuah kedai teh tua yang terbengkalai.
Aku akan menyuruh pekerja merenovasinya dan mencari perempuan untuk bekerja di sana.
- Biar aku bicara dengan... - Pranot, diam.
Biarkan Sonklin yang menanganinya.
Perempuan seperti Sonklin…
Tahu betul cara kerja benda ini.
Ayo, Nak. Kita sudah sampai.
Sonklin.
Mulai sekarang, kau adalah putri kami.
Panggil kami Ibu dan Ayah.
Ayah. Ibu.
Ayo masuk ke dalam rumah.
Ayah… Ibu…
Ayah… Ibu…
Keluar!
Kau bau sekali!
Kau baik-baik saja?
Ibu, tolong dengarkan aku.
Aku tidak mau mendengarnya!
Sudah kubilang, jangan hamil!
Bagaimana kau bisa membiarkan ini terjadi? Aku tidak mau mendengar apa pun darimu.
Ayo! Lakukan aborsi sekarang juga.
Lakukan aborsi sekarang juga!
Jalang! Keluar kau, jalang!
Lakukan aborsi sekarang juga!
Pergi! Dasar jalang! Dasar pelacur!
Sudah kubilang jangan hamil. Lakukan aborsi sekarang juga!
Keluar! Aku tidak mau melihatmu!
Thongkham! Cukup!
Tidakkah kau lihat dia ketakutan?
Ibu, aku takut! Tolong berhenti memukulku.
Tolong berhenti memukulku.
Orang Jepang bertemu di kamp utama.
Tidak ada yang menjaga gudangnya.
Kalau begitu, ayo kita ambil penisilin. Para tawanan yang terluka membutuhkannya.
Penisilinnya ada di sana. Perbannya ada di sini.
Ambil yang ini juga.
Cukup untuk saat ini. Terlalu banyak akan menimbulkan kecurigaan.
Tunggu di pintu masuk. Aku akan ke sana sebentar lagi.
Apa yang kau lakukan?
Aku datang untuk mengunci, Bu.
Kau membiarkan pencuri masuk ke sini.
Bu, aku bisa jelaskan. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.
Pahami posisimu!
Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Kau membawa kawan-kawanmu ke sini untuk mencuri barang-barang kami.
Akui saja.
Aku akan masukkanmu ke penjara!
Bu…
Bu…
Artit! Apa yang kau lakukan?
Satu pukulan tidak akan membunuhnya.
- Bu. - Hei, ada yang datang! Lari!
- Bang, kita harus pergi! - Lepaskan!
- Bu… - Bang, kita harus pergi!
Bu.
Ayo cepat!
Lindungi Anyarin!
Kau mendengarnya?
Lupakan saja, kita harus pergi!
Hei, Tharin! Bang!
Tinggalkan dia. Ayo!
Jinta!
Anyarin…
Siapa kau?
Ini aku.
Tharin.
Hati-hati.
Di mana nenekku?
Dia ada di rumah.
Pemakamannya sedang berlangsung sekarang.
Tapi ayahmu berpikir lebih baik tidak menghadiri upacara itu.
Kita sudah sepakat misi kita tidak akan merugikan siapa pun.
Tapi lihat apa yang terjadi!
Tapi dia mati karena kebakaran, Tharin.
Jika Artit tidak memukul kepalanya, dia tidak akan mati!
Setidaknya kita berhasil merawat para tawanan!
Dengan mengorbankan nyawa yang tidak bersalah!
Kau tidak punya hati nurani?
Apa kita membantu orang lain? Apa yang kita lakukan?
Cukup!
Karena kejadian itu,
semua orang sekarang bosan dengan gerakan anti-Jepang.
Dan Pak Pranot memerintahkan penjaga tambahan di rumah.
Dia membuat semuanya lebih sulit untuk kita.
Pak Thaworn,
Aku pernah mendengar rumor aneh tentang cucu perempuan keluarga itu.
Apa menurutmu dia terlibat?
Omong kosong! Itu bukan dia.
Kau membela musuh?
Aku sudah muak denganmu!
Hei Hei… Berhenti!
Kau sudah bertindak terlalu jauh. Berhenti.
Apa perkelahian bisa memperbaiki semuanya?
Tenangkan diri kalian dan bicarakan semuanya.
Kita berisiko besar ketahuan.
Jadi berhati-hatilah.
Ini airnya.
Ruang tunggu untuk orang Jepang akan siap dalam dua hari.
Kita hanya perlu menyelesaikan beberapa dokumen saja.
Kami sungguh beruntung punya kau.
Aku akan mengantarkan dokumennya sendiri.
Tharin, kau mau ke mana?
Aku mau ke Paed Riew untuk memesan nasi.
Ada yang kau mau kulakukan, Pak?
Aku mau tahu, apa kau bisa menjemput Jinta di rumah sakit.
Aku akan mengerjakannya.
Saat ini, kita mungkin menjadi sasaran gerakan anti-Jepang.
Aku akan menyerahkan Jinta di bawah perlindunganmu.
Aku percaya padamu.
Kenapa Ayah tidak menjemputku?
Pak Pranot sedang sibuk dengan para pejabat.
Aku akan mengantarmu pulang lebih dulu, lalu aku akan menjalankan beberapa tugas.
Aku belum mau pulang.
Boleh aku ikut denganmu?
Ya, Nona.
Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi malam itu.
Aku keluar karena aku mendengar orang bicara.
Menurutmu siapakah mereka?
Mobil ini. Aku mengendarainya.
Berhenti tiba-tiba, lalu mati.
Anyarin…
- Kupikir mungkin kehabisan bensin. - Aku tidak berpikir begitu.
Anyarin…
Biar aku melihatnya.
Terima kasih.
Ya.
Anyarin…
Ini baterainya?
Tidak, tidak. Aku sudah periksa, baterainya baik-baik saja.
Oke.
Anyarin…
Anyarin…
Anyarin…
Anyarin…
Jinta.
Jinta.
Bisa kau mendengarnya?
Anyarin…
Jinta.
Terima kasih banyak.
Ada sesuatu yang mau kuberikan padamu.
Tapi aku tidak punya kesempatan.
Aku suka menggambar.
Jadi, aku diam-diam menggambar potretmu.
Aku mau kau memilikinya.
Ini bagus.
Terima kasih.
Kau tahu, orang-orang biasanya tidak baik padaku.
Semua orang menganggapku aneh.
Pada malam aku dilahirkan,
bulan berwarna merah darah.
Dan ibuku meninggal malam itu.
Semua orang mengira aku kena kutukan.
Jadi, Ayah mengirimku tinggal di Bangkok.
Dia bilang aku akan lebih aman di sana.
Aku tidak yakin benar.
Dan sekarang kau lihat.
Baru sebulan sejak aku kembali,
Kakek dan nenekku sudah tidak ada.
Sepertinya semua ini…
Salahku.
Malam itu saat kakekku meninggal,
kami tenggelam.
Lalu sesuatu muncul dari air.
Bukankah itu mimpi?
Aku juga berharap itu hanya mimpi, tapi…
Benda ini membuktikan ini semua nyata.
Sejak aku masih kecil,
Aku mengalami mimpi aneh tentang naga hitam besar
mengejar perempuan hamil.
Dan seorang lelaki mencoba menyelamatkannya.
Nama perempuan itu… Anyarin.
Ada suara aneh yang memberitahuku untuk melindunginya juga.
Apa yang kau lakukan?
Ayo, kita buat permohonan.
Jika aku…
Dan Tharin.
Jika kami mengalami nasib yang sama,
baik di masa lalu atau di kehidupan ini…
Kami mohon agar kebenaran segera terungkap.
Minumlah lebih banyak. Minumlah lebih banyak.
Ayo. Ayo minum bersamaku.
Bukankah aku sudah menyuruhmu minum? Minumlah.
Kenapa kau yang minum, bukan dia?
Minggirlah.
Perempuan jalang itu merusak suasana hatiku untuk minum.
Pergilah dan rawat dia.
Hei, Sato. Ke sini.
Tolong aku! Tolong aku, kumohon!
Apa yang terjadi?
Dia mendorong kepalaku dan memaksaku menghisap jari kakinya.
Jari kaki yang sangat kotor.
Dia memukulku karena aku menolak, dan mau mencambukku dengan gesper.
Kembali ke sini.
Pekerjaanmu belum selesai.
Kupikir kita perlu melapor ke pemerintah
ada pemberontak yang tidak mematuhi pasukan kita.
Dia bilang akan melaporkan pada pemerintah, kita adalah pemberontak jika kita melawan.
Bibi, tolong aku.
Bibi, tolong aku.
Bu! Bu, tolong aku!
Bibi, tolong aku.
Bu! Bu, tolong aku!
Bibi, tolong aku.
Pak Sashimoto, mohon maafkanlah perempuanku.
Jangan khawatir tentang hal sekecil itu.
Sashimoto, Pak, mohon maafkanlah perempuanku.
Jangan pusingkan hal kecil ini.
Kau mau pada perempuan lain? Aku saja.
Kau mau perempuan lain?
Aku dengan senang hati memberikan kompensasi.
Cepat ke sini. Cepat berbaris di sini. Ayo.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Dia perempuan tua yang berapi-api.
Berikan dia rasa Jepang yang sesungguhnya, Pak.
Tolong beri aku rasa hormat sebagai mitra bisnis.
Pelacur.
Kita perlu lebih banyak persediaan medis sebelum mereka mencurigaimu.
Kita tidak bisa. Kita baru mengalami insiden.
Semua operasi harus ditunda.
Kau takut kita akan tertangkap?
Atau kau khawatir dengan perempuan itu?
Kau jatuh cinta dengan putri Pranot?
Oh, sial. Ada tentara Jepang.
Hei! Siapa di sana? Jangan bergerak!
Kau tunggu di sini.
Hei… Berhenti!
Seseorang di ruang tunggu melaporkan, kau bertengkar dengan Kolonel Sashimoto.
Kemudian kau menghilang malam itu
sebelum kami menemukan mayat Kolonel.
Itu hanya kesalahpahaman belaka di antara kami.
Bukan masalah besar.
Tapi setelah pertengkaran itu, aku tidak merasa tenang, jadi aku pulang.
Aku bisa menjadi alibinya, Pak.
Kemarin, Sonklin pulang ke rumah lebih cepat di sore hari.
Aku bekerja sampai larut malam
dan dia tidak pergi kemana pun.
Kau bisa bertanya pada siapa saja di rumah.
Apa orang ini ada hubungannya dengan penggilingan berasmu?
Kami mendengar dia ditemukan di tempat kejadian perkara.
Tempat di mana Bu Thongkham
dan Kolonel Sashimoto mati.
8}Tharin!
Jinta, apa yang kau lakukan di sini?
Aku mengunjungi pemilik toko.
Dulu, sebelum sekolah dimulai,
aku selalu datang ke sini membeli alat tulis.
Kudengar dia menjual bisnisnya.
Jinta.
Hei. Apa kabar, Pak?
Selamat siang, nak. Silakan ambil apa pun yang kau suka.
Aku memberimu diskon khusus.
- Biar aku membantumu. - Hati-hati.
Jinta…
Naga hitam.
Pak, kau tahu apa maksud gambar ini?
Ini adalah Pangeran Naga Phetpattara
yang menyelamatkan naga Nilarujee dari Raja Garuda.
Sebuah kisah kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Aku ingat ada bencana setelah itu.
Kemudian Pangeran Naga kehilangan kekasihnya.
Tapi dia masih menunggu kepulangannya.
Sampai di mana mereka bisa bersama lagi.
Bisa aku melihat semua gambar ini?
Tentu saja.
Terima kasih, Pak.
Kau bisa membawanya.
DICARI GERAKAN ANTI-JEPANG
MEMBUNUH KOLONEL TENTARA JEPANG Tharin.
Mereka mungkin mengira kau orang lain.
Aku tak bisa mengantarmu. Aku harus pergi.
Jira, apa yang kau lakukan?
Dia bagian dari kelompok yang membunuh Sashimoto!
Bibi Sonklin hampir dipenjara karenamu, pengkhianat!
Bajingan. Katakan.
Kau membunuh kakek dan nenekku, kan?
Dan kau mau membunuh adikku juga?
Jira, hentikan! Itu bukan Tharin.
Bagaimana kau tahu?
Lepaskan.
Cukup!
- Jinta! - Apa yang sebenarnya terjadi?
Jira?
Tangkap dia!
Kau pikir ke mana kau akan pergi?
Apa yang terjadi?
Ada apa? Lihat aku!
Kau terluka?
Apa yang terjadi?
Hei, berhenti.
Kubilang berhenti.
Ikuti dia.
Hei kau, kembali!
Hei!
Kau di mana?
Keluar sekarang!
Di mana? Di mana dia?
Hei! Itu dia! Cepat!
Hei! Itu dia! Cepat!
Lindungi Anyarin.
Jinta.
Jinta.
Jinta!
Jinta, kau mau ke mana?
Jinta!
Jinta!
Jinta!
Jinta!
Jinta!
Jinta!
Tolong… Siapa pun, tolong aku!
Tolong.
Tolong.
Jira!
Tolong!
Tolong! Jira tenggelam.
Tolong!
Jira tenggelam!
Apa yang terjadi?
Jira tenggelam, Pak.
Cari Jira.
Cepat!
Kalian tangkap bajingan ini.
Bagaimana kau berakhir di sini?
Aku melihat Jira jatuh ke dalam air dan mengejarnya.
Lalu aku melihat…
Tharin.
Ketemu! Kami temukan Jira!
Jira!
Jira!
Bajingan kau.
Kenapa kau lakukan ini? Aku akan membunuhmu.
Hentikan, Pak.
Kenapa kau melakukan ini?
- Aku akan membunuhmu. - Tenanglah.
Permisi.
Kalung siapa ini?
Itu kalungku.
Cukup!
Akui.
Kau pembunuhnya.
Itu saja yang kau punya?
Anjing Jepang!
Dasar bajingan.
Nona Jinta, kau bebas pergi.
Hati-hati. Tenang saja.
Terima kasih, Ayah, karena memercayaiku.
Bisa kau mendengarkanku sekali lagi?
Hei! Keluar sekarang.
Jika kau tidak mengatakan kebenaran malam ini,
mereka akan menyerahkanmu pada tentara Jepang.
Bisa aku minta selembar kertas dan pena?
Sonklin…
Aku minta maaf.
Tidak perlu minta maaf, Pranot.
Aku tahu kau sebenarnya tidak mau menikahi adikku.
Kau hanya memenuhi permintaan orang tuaku.
Ayo kita kabur bersama, Pranot.
Aku akan menikahi Jintana.
Tapi kau tidak mencintainya.
Akulah satu-satunya orang yang selalu kau lindungi
dan kau sayangi.
Aku peduli padamu
karena aku kasihan padamu.
Kau seperti adikku, Sonklin.
Itu tidak benar.
Kau mencintaiku.
Bukan sebagai adik.
Hentikan, Sonklin.
Hentikan!
- Lepaskan! - Tidak akan.
Lepaskan aku, Sonklin!
Aku tidak mau.
Kau orang yang membunuh Sashimoto?
Kau selalu tertinggal, Pranot.
Kenapa kau melakukan itu?
Kau membuat penggilingan padi dalam masalah besar.
Orang-orang akan salah paham dan mengira kita anti-Jepang.
Kucari kambing hitam untukmu, Tharin.
Jangan membuat keributan.
Kau juga mencoba menyalahkan dia atas kematian Jira, kan?
Tidak.
Aku akan menyalahkan Jinta.
Kenapa keluarga ini begitu menuntut?
Ayo.
Perlakukan aku seperti kedua perempuan tua itu.
Kau…
Kau membunuh ibumu sendiri dan ayahmu, yang membesarkanmu.
Aku mendoakan kematian untuk kalian!
Kau pernah memikirkanku?
Aku penting bagimu?
Aku menyerahkan hidupku untuk melayani kalian.
Dan kau memperlakukanku seperti orang luar?
Jinta.
Ayah, hentikan ini.
Diamlah, nak.
Diamlah, nak.
Ayah.
Aku membawakanmu bunga.
Kuharap kau punya hari ulang tahun yang kuat dan sehat.
Kau sudah dewasa.
Ayah.
Ayah.
Jadilah hadiahku.
Lepaskan aku!
Tolong!
Ibu.
Ibu.
Ibu, tolong aku.
Ibu.
Ibu!
Ibu, tolong aku.
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Hadiah, kan?
Hadiah!
Pintar sekali aku memilihmu.
Bukankah itu menakjubkan?
Akhirnya kau melakukan apa yang selalu kau impikan.
Siapa kau?
Aku Nilarujee.
Aku di sini untuk membebaskanmu.
Kau dan aku sama.
Kau sudah berjuang dan memberikan segalanya yang kau punya,
tapi kau masih saja dilupakan.
Aku sangat akrab dengan rasa sakit itu.
Aku tahu kau sudah menderita kesedihan yang luar biasa.
Kau merasakan cinta. Kau berkorban untuknya.
Tapi kebahagiaan yang kau cari dicuri darimu.
Selamanya aku mencari orang yang merasakan hal yang sama sepertiku.
Apa maksudmu?
Apa yang kau lakukan padaku?
Sama sepertimu, yang kuinginkan hanyalah balas dendam.
Ayo kita saling bantu, Sonklin.
Siapa pun yang menyakiti kita, kita bunuh mereka semua.
Kau suka?
Menyaksikan pasangan tua itu mati dalam penderitaan.
Kau menikmatinya?
Membunuh orang mesum itu dengan tangan kosong?
Tidak… Bukan aku…
Aku tidak membunuh mereka.
Kau pikir itu bukan kau?
Tidak!
Ya, aku membunuh mereka semua.
Apa maksud semua ini? Kenapa kau melakukan ini?
Mereka mencintai dan peduli padamu!
Itu cinta?
Sejak kapan aku pernah dicintai?
Bahkan darimu, tak lain hanyalah rasa kasihan.
Hentikan kegilaan ini Sonklin!
Akankah tiba saatnya kau juga mencintaiku, Pranot?
Guru-guru sekolah setempat sedang mengumpulkan nama-nama orang yang siap untuk pelatihan.
Kita akan segera mendapat jawabannya.
Bagus sekali.
Dan orang Jepang yang berkemah di dekatnya
sekarang sedang bergerak.
Kita harus menyebar dan mencari tahu mereka…
Pak Thaworn, orang Jepang sedang menuju ke sini!
Ambil dokumen kuncinya dan hancurkan sisanya.
Ya, Pak.
- Shoke! - Ya?
Siapkan mobil di belakang.
Lindungi Anyarin…
Tolong Anyarin!
Ada apa, bang?
Aku hal penting yang harus kulakukan.
Kau mau ke mana?
- Kau tak boleh pergi! - Lepaskan aku!
- Kau tak boleh pergi! - Lepaskan aku!
- Bang! - Lepaskan aku!
Kau mau ke mana?
Jepang sudah mengepung kita!
Aku harus pergi membantu Jinta!
Kau gila? Kau akan mati di sana!
Kumohon padamu, kumohon.
Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Tapi yang kutahu, dia dalam bahaya.
Aku harus menyelamatkannya!
- Lepaskan. - Tharin!
- Lepaskan aku! Lepaskan. - Tharin!
Lepaskan.
Tolong lepaskan aku.
Lepaskan.
Lepaskan aku.
Biarkan dia pergi.
Setelah selesai, temui kami di Paed Riew.
Bibi.
Lepaskan aku!
Sakit.
Apa yang kau lakukan, Bibi? Lepaskan aku!
Kau gila?
Ayah!
Dasar perempuan jahat! Apa yang kau lakukan pada ayahku?
Siapa pun yang kau cintai… Aku akan membunuh mereka semua!
Anyarin!
Aku menghargai dan setia padamu sepanjang hidupku…
Bukan karena kau menyelamatkanku.
Tapi seperti inikah caramu
membalas cinta yang sudah kuberikan?
Aku akan membalas dendam padamu dan Anyarin.
Terkutuk kalian selama-lamanya!
Kemarilah, Pangeran Naga Phetpattara!
Istri tercintamu sekarang ada di sini!
Ada apa denganmu!
Tutup mulutmu!
Jinta! Kau di mana, Jinta?
Tolong Anyarin!
Apa yang kau tunggu?
Bagus!
Aku akan menyiksanya sampai kau merasakan penderitaannya.
Dia akan mengalami nasib yang lebih buruk dariku.
Lindungi Anyarin!
Keluar!
Datanglah dan lindungi dia jika kau sangat mencintainya.
Tunjukkan dirimu, Pangeran Naga!
Kau sialan.
Anak dari pelacur, Jintana.
Aku membencimu. Aku membenci ibumu.
Aku membenci seluruh keluargamu.
Aku akan menghancurkan semua orang yang kau cintai!
Kau akan menderita…
Sama seperti yang kurasakan!
Kau akan menderita sebagaimana aku menderita!
Jika kau tidak muncul,
kau akan melihat betapa nyata ancamanku.
Jinta!
Aku di sini untuk menyelamatkanmu, Jinta.
Jinta.
Jinta!
Jinta.
Jinta.
Akhirnya…
Kau gagal mengembalikan ingatannya.
Kau akan selamanya dilupakan.
Tidakkah kau melihatnya?
Kebencian itu… mengalahkan cinta.
Akankah ada dunia…
di mana kau juga mencintaiku?
Jinta.
Kenapa hukuman itu harus menimpa cintaku?
Kenapa bukan aku?
Aku akan pergi berperang.
Aku akan segera kembali, Anyarin.
Tolong jaga dirimu baik-baik.
Anyarin!
Tetaplah bersamaku, nak.
Pangeranku…
Waktuku hampir habis.
Tidak, kumohon.
Aku akan menunggumu sampai kita bertemu lagi.
Tolong bebaskan dirimu
dari apa yang tidak bisa kau ubah, pangeranku.
Tidak ada yang bertahan selamanya.
Anak kita…
Akan menderita karena ikatan karma yang kuikat.
Tak seorang pun bisa lari dari takdir.
Cepat atau lambat…
Ia menemukan kita.
Anyarin.
Anyarin.
Anyarin.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Meskipun perang belum berakhir,
cukup bagi warga Prachin Buri akhirnya bisa bernapas lega.
Tentara Jepang sudah memindahkan posnya.
Tapi kita akan terus berjuang untuk pembebasan Thailand.
Untuk mendapatkan kembali kemerdekaan kita.
Meskipun perang belum berakhir… Ini dia.
…kita akan terus berjuang untuk pembebasan Thailand.
Untuk mendapatkan kembali kemerdekaan kita.
Kau tahu tentara-tentara itu akan kembali?
Mereka tidak akan kembali lagi.
Tapi jika mereka kembali, kita akan melawan mereka.
Ayah. Para prajurit yang menindas kita,
dia bilang semuanya sudah pergi!
Tidak ada seorang pun yang akan menyakiti kita lagi.
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 27 Juni 2025
- Kau menderita kusta? - Tidak.
- Abses? - Tidak.
- Kurap? - Tidak.
- Asma? - Tidak.
- Epilepsi? - Tidak.
Kau manusia?
Ya.
Aku akan mengabdikan diriku untuk seluruh umat manusia
dan mengakhiri ikatan abadi antara aku dan Nilarujee.
Semoga perbuatan baik sampai ke Anyarin
dan menemukan kedamaian di mana pun dia berada.
Dan agar putra tercintaku, Tharin,
bisa terbebas dari belenggu ini.
Dan tidak pernah menghadapi kesengsaraan seperti yang kualami.
SEKARANG, CINTA ABADI ANTARA PANGERAN PHETPATTARA DAN PUTRI ANYARIN
BERTAHAN DI DUNIA NAGA.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.