Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
TUJUH TAHUN KEMUDIAN
- Hai, pagi. - Selamat pagi.
Sebentar selesai.
Tak apa. Aku mau menemui Leo.
Sarapan dahulu.
Pemasok kaus datang pagi.
Leo mungkin repot. Aku harus periksa restoran
untuk temu sapa gubernur.
Jika jadi kau, akan kubiarkan Leo menanganinya.
Dia pejabat publiknya, bukan kau. Biarkan dia belajar.
Bukan hanya untuk Leo, acaranya juga penting bagiku.
Aku yakin gubernur itu harapan bangsa.
Siapa pun "harapan bangsa ini",
aku yakin kini mereka sedang sarapan.
Jadi, kau juga harus sarapan.
Ditambah, kau tak boleh terlalu terlibat.
Semua politikus ini sama saja.
Itu berita bohong.
Tentang Villanueva? Kuharap begitu.
Hai, Sayang. Kemarilah.
Hai, Sayang. Bagaimana tidurmu?
Sayang.
Apa makanan terpenting dalam sehari?
Sarapan.
Pak, boleh tanya?
- Gubernur! - Ya.
Kampanye pemilumu adalah antinarkoba.
Apa benar Tn. De La Vega mitra bisnismu
yang dicurigai pemasok narkoba terbesar di sini?
Kami tak bermitra! Titik!
Aku di sini ingin melawan penjahat.
Kau monyet! Kau tak akan ada di posisimu jika bukan karena aku.
Bos. Aku punya hadiah untukmu.
Bos, ini para pengkhianat yang kutangkap.
Kalian berdua pengkhianat.
Kalian bernyali, aku kagum.
Yang ingin kuketahui adalah...
siapa pengkhianat aslinya?
Benar! Ini akhir bagi kalian berdua.
Lihat kedua orang ini, Kaleb dan Victor.
Selalu bertengkar. Sangat berlawanan.
Namun, mereka punya satu kesamaan!
Mereka punya kesetiaan.
Benar! Kami butuh kesetiaan.
Kesetiaan?
Pengkhianat berengsek!
Kau pikir aku tak akan tahu?
Kalian berdua!
Nona-nona.
Bos, kami sudah beri nama-namanya.
Baiklah. Ayo langsung bicarakan bisnis.
Dia terlalu banyak bicara.
Dia terlalu ribut. Membuat gugup klien kita.
Jadi, kita harus membungkamnya.
Lakukan ini sekarang.
Bicara memang mudah.
Jika boleh,
anak buahku bisa membereskan ini.
Menanganinya? Seperti caramu menangani Santiago?
Dengar, misiku selesai!
Kaleb, kau serius? Apa kau sebodoh itu?
Kami semua sedang diselidiki karena kau.
- Kau mengacau lagi! - Pak.
- Baiklah. - Terima kasih, Pak.
Pastikan kau bereskan ular-ular itu.
Aku ingin mereka mati. Mengerti?
Kenapa?
Apa maksudmu kenapa?
Kenapa kau biarkan Kaleb keliaran mengacau?
Lalu aku harus membereskan kekacauannya.
Victor...
Di dunia ini, semua orang punya tempat.
Dalam keluarga ini, aku yang menentukan.
Kau mengerti?
Ini yang terakhir.
Apa kau mengerti?
Ya.
Aku mau kopi Ikuti semua yang kukatakan
Satu, dua, tiga
- Sampai jumpa, Min! - Sampai jumpa!
Sampai jumpa.
Pakai sabuk.
- Siap? - Ya, Bu.
Ibu, lihat!
Putri Ibu sangat cerdas. Warisan dari Ibu.
Hai, Sayang.
Aku baru menjemput Min-Min dari sekolah.
- Hai, Ayah! - Hai, Sayang.
Kau senang di sekolah? Cerita, ya?
Kami mau pulang. Pulanglah lebih cepat, ya.
Aku segera pulang. Jaga diri kalian.
- Aku sayang kalian. - Aku juga. Sampai jumpa.
Enak!
Serius?
Kalian sangat mirip.
- Bu, ini sungguh enak. - Kalian selalu menggodaku.
Enak, bukan?
Gubernur, bisa bilang bahwa tuduhan
hubunganmu dengan De La Vegas itu bohong?
Tentu.
Aku mau tanya.
Kenapa media menghebohkan De La Vegas?
Dia hanya dicitrakan buruk.
Aku masih percaya dia pria baik.
Dia harapan bangsa ini.
Setahuku, mereka terbukti tak bersalah.
Kenapa ekspresimu?
Ekspresi apa?
Kau mengernyit.
Kau tampak kesal.
Aku selalu seperti ini.
Benarkah?
Selama empat tahun bersama, kau masih tak mengenaliku?
Yang benar saja.
Apa kau tahu?
Kupikir Gubernur sungguh menginspirasi.
Aku meyakini yang dia perjuangkan.
Dia sungguh satu-satunya harapan bangsa kita.
Terserah. Aku akan bawa Min-Min ke atas.
Hei.
Santai saja, hanya bercanda.
Keamanan ketat.
Ada delapan di luar restoran.
Paman!
- Leo. - Aku akan pergi.
Hai, Bibi.
Terima kasih banyak sudah datang.
Paman, sudah siap?
Tentu. Kau bagaimana? Kau gugup, ya?
Tidak juga. Kupikir kau yang gugup.
- Aku? - Paman...
Pak, apa itu?
- Sayang. - Ini?
Ibu bilang tetap dekat Ibu, 'kan?
Maaf.
Tak apa-apa. Maafkan kami, Opsir.
Tak apa-apa, Nyonya. Tak masalah.
Sayang, kami akan keliling sebentar.
Baiklah.
Kau bisa tunggu temanmu di sini.
Baiklah.
- Sampai nanti. - Terima kasih.
- Sampai nanti, Sayang. - Sampai nanti, Bibi.
Kita taruh semua spanduk di sini.
Pers dan pendukung sudah tiba.
FORUM EKONOMI
Kau mau pergi dan makan di rumah?
- Kali ini, jangan heboh. - Ya, Pak.
Aku akan segera ke luar negeri bersama rekan kita.
Setelah selesai dengan Gubernur, kembalilah.
Baik.
Pak.
Minggir...
Hati-hati.
- Di mana dia? - Siapa, Pak?
Dia! Di mana dia?
Dia baru pergi.
Putari area ini, paham? Cari dia.
Ya, Pak. Ayo.
Kini kita harus perhatikan hukum yang memastikan pemerintah...
Pemerintah tak akan menghabiskan uang dengan sia-sia.
Itu yang kami janjikan.
Yakinlah bahwa pemerintah sekarang,
jika kupimpin, akan mendukung kalian
sepenuhnya untuk bantu bisnis kecil,
tetapi itu hanya tergantung kita semua, tergantung kalian semua.
Jadi, teman-temanku, tolong jangan lupa, pemilu ini...
Sedang kunonton!
Pikirkan Gubernur terus.
Kau sudah pakai kaus bergambar wajahnya.
Itu tak cukup?
Apa salah mendukung politikus yang jujur?
- Dia harapan bangsa ini... - "Harapan bangsa." Aku sudah tahu.
Hanya itu yang kudengar darimu.
- Lalu apa masalahnya? - Tak ada. Sama sekali tak ada,
tetapi sejak Gubernur berkampanye di sini,
kau lebih memperhatikan dia daripada keluargamu.
- Aku hanya ingin meningkatkan citranya. - Dengan mengabaikan aku dan Min-Min.
Jangan lakukan, kumohon.
Hentikan.
Kasihanilah aku.
Jangan. Kumohon.
Apa yang kau mau?
Status?
Apa hakmu menanyaiku?
Hanya coba membantu. Akan kukirim anak buah.
Mereka tiba besok.
Dengar, aku tak minta bantuanmu!
Sial!
Setrum dia lagi.
Hentikan.
Lihat perbuatanmu.
Dia pingsan.
Kau monyet bodoh.
Maaf tentang itu.
Bisa siuman untukku? Kau bisa siuman?
Siuman!
Hentikan. Tolong hentikan.
Dengar.
Apa pun katamu,
itu tak penting, mengerti?
Semua ini...
adalah pertunjukan.
Kuberi tahu yang akan kulakukan selanjutnya.
Aku akan mengambil tongkat itu
dan akan kumasukkan ke bokongmu.
Kita mulai.
Sial!
Victor!
Aku menyuruhmu menghabisi si ular ini.
Dia sudah beri nama?
Aku mau satu nama.
Tidak. Tak ada nama, Pak.
Lebih keras!
- Aku tak inginkan ini lagi. - Apa? Kita?
Bukan. Pembunuhan.
Aku tak mau membunuh lagi.
Kau tahu ini bagian hidup kita, kita tak bisa lari dari ini.
Terutama kau.
Dengar...
Begini saja.
Kita ada satu misi lagi.
Setelah itu, aku janji,
bicara dengannya.
Setuju?
Aku mencintaimu.
Bereskan kekacauan ini.
Ini, Sayang.
Aku tak pergi hari ini.
Aku memikirkan ucapanmu kemarin.
Jadi, hari ini waktunya untuk keluarga.
Aku juga memikirkan ucapanmu kemarin.
Karena aku, kau tak bisa bertemu Gubernur.
Aku tahu betapa pentingnya itu bagimu.
Jadi, untuk menebusnya,
aku akan masakkan makan malam spesial.
Kita berdamai?
Baiklah. Aku hanya akan mengatakan ini satu kali.
Tak peduli Victor yang kirim.
Jika kalian di sini, artinya kalian turuti perintahku.
Mengerti?
Bagus.
Gubernur pergi hari ini ke tempat berikutnya.
Miru, aku ingin kau bawa lima orang.
Ikuti Gubernur. Jika ada peluang, ambil.
- Pak? - Hal lebih penting
menarik perhatianku, harus segera kubereskan.
Aku dan anak buah lain akan urus itu dahulu.
- Apa itu dimengerti? - Pak...
Turuti perintahku.
Baiklah.
Baiklah.
Kalian yang di sini,
kukirim foto wanita, dua pria, dan anak kecil kepada kalian.
Ingat wajah mereka.
Misinya sederhana.
Kalian cari dan bawa mereka kepadaku!
Jangan sampai ada kesalahan.
Untuk apa kalian berdiri di sini? Pergi!
Kau awasi mereka.
Aku tak percaya Victor.
- Benar? - Ya.
Sudah terbayangkan kampanye kita akan jadi hebat.
Pamanmu hebat dengan semua bantuannya.
- Sebenarnya... - Menakjubkan.
Dia sungguh banyak membantu.
Apa jadwalmu besok?
- Apa lagi? - Mencetak kain.
Apa jadwalmu besok?
Jangan bergerak! Bawa dia saja. Mundur!
Jangan ikuti kami!
Kau ingin lagi?
Tank.
Sudah cukup.
Apa salahku?
Kasihanilah aku, kumohon.
Maaf atas ketidaknyamanan ini. Kau tahu...
Aku tahu kau lelah.
Aku harus memastikan dapat semua yang kubutuhkan darimu.
Apa pun, akan kulakukan apa pun! Tolong lepaskan aku!
Aku tak tahan lagi. Kumohon.
Kumohon.
Jangan lagi.
Aku tahu.
Tidak. Jangan!
Jangan!
Jangan lagi!
- Jangan lagi! - Diam. Diamlah.
Aku tak ingin lagi!
Tolong, jangan lagi!
Kau hampir selesai.
- Ini favoritku. - Tidak! Jangan!
Aku akan lakukan apa pun!
Itu dia!
Kalian sudah mendapatkan dia, tetapi melepaskannya!
Wanita ini lebih berbahaya dari gabungan kalian semua!
Biar si bodoh ini menjadi contoh.
Kalian harus hati-hati!
Dengarlah! Aku memimpin, kalian menuruti.
Bert!
Min-Min, Bert! Kita harus pergi!
Apa? Tunggu...
Bawa yang penting saja.
- Cepat! Maaf, Sayang. - Ibu!
- Ibu! - Ada apa? Kau menakuti Min-Min!
Maria, ada apa?
- Bert! - Kau menakuti Min-Min!
Jangan tanya, lakukan saja kataku!
Coba jelaskan apa yang terjadi!
Perlahan! Tenanglah!
Tak ada waktu! Ayo pergi sekarang!
Sayang, tak apa-apa. Ibu di sini.
Ibu di sini. Jangan menangis.
- Bert, kumohon! - Ibu.
Ibu.
Maafkan aku.
Apa yang kalian mau?
Ibu!
- Apa yang kalian mau? - Dia!
- Siapa kau? Lily? - Letakkan pistolmu.
Kau tahu aku. Letakkan!
- Lepaskan mereka. - Letakkan pistolnya, Lily.
Letakkan!
Ibu!
Ibu.
Ibu!
Ibu!
Jangan sentuh mereka!
- Ayah! - Min-Min!
- Min-Min! - Tidak!
Kini kau tahu rasanya.
Lily. Habisi.
Mereka bukan targetnya.
Kau!
Ke mana pun, akan kutemukan!
Kau dengar aku?
Pasti!
Min-Min!
- Ini salahmu, Lily. - Min-Min!
Di belakangmu!
Apa statusnya? Sudah beres?
Ada masalah lebih besar.
Ada apa?
Semuanya mati.
Apa maksudmu semua mati?
Dia masih hidup.
Siapa dia?
Lily! Lily masih hidup!
Min!
Min-Min!
Min!
- Pak. - Mundur.
- Temui aku. - Gubernur belum dibereskan.
Sekarang!
Jalan lebih cepat!
Aku tak mau membunuh lagi.
Ada satu misi lagi.
Setelah itu, aku janji...
akan bicara.
Aku mencintaimu.
Terima kasih.
Ke mana pun, akan kutemukan! Kau dengar aku?
Pasti!
Kini kau tahu rasanya.
Min-Min!
Apa?
Aku sudah pensiun.
Masih banyak yang lain di luar sana
yang bisa melakukan pekerjaan apa pun yang kau tawari.
PILIH RAMON
Berengsek!
Tuan Greg.
Aku butuh tempat tinggal.
Lily!
Ada banyak hotel murah di kota ini.
Kamar berpenyejuk udara 180 peso.
- Sarapan... - Tuan.
Apa pun alasanmu kemari,
aku tak mau tahu dan tak mau terlibat.
Titik.
Ini bantuan terakhirku.
Sungguh menyebalkan!
Apa aku tak bisa damai dan tenang sebelum dikuburkan?
"Bantuan terakhir"?
"Bantuan terakhir"? Kupikir waktu itu yang terakhir.
Penghabisan.
Dengar.
Aku menyayangimu sepenuh hatiku...
tetapi jantung tuaku...
tak seperti dahulu lagi.
Kadang aku ingin meninggalkan negara berengsek ini.
Jauh dari keluarga itu, sindikat itu,
dan semua orang yang terlibat dengannya.
Kau bagian dari itu, 'kan?
Saya melaporkan usai kejadian
yang hanya bisa disebut pembantaian.
Ayah dan putrinya tewas bersama sejumlah orang.
Hanya itu yang kami dapat dari polisi dan penyelidik di TKP.
Bagaimana situasi di sana?
Bos. Reporter ada di TKP.
Beberapa jasad di sini bisa dikenali sebagai anak buahmu.
Bereskan itu.
Pastikan hal ini tak melibatkanku.
Mayoritas anak buahmu,
dan seorang anak perempuan.
Kau tak dengar kataku?
Bereskan itu, atau kuhukum kau.
Ya, Bos. Akan kubereskan.
Kau mestinya sudah mati, 'kan?
Lily yang sudah mati.
Itulah kataku.
Sekarang apa?
Apa kau zombi?
Kaleb pelakunya.
Kaleb? Zombi?
Apa kaitannya dengan dia?
Akan kubunuh dia.
Membunuhnya?
Kenapa?
Untuk balas dendam?
Dengar.
Balas dendam tak ada gunanya. Tak ada.
Jika jadi kau, aku akan menetap di provinsi, di kota kecil.
Kau masih muda.
Cari pria yang baik.
Bina keluarga.
Hidup bahagia selamanya.
Sudah kulakukan.
Lalu apa yang kau lakukan di sini?
- Kembali kepada mereka, kau akan dapat... - Kaleb membunuh mereka.
Begitu rupanya. Baiklah.
Baiklah.
Kau tinggal di sini.
Tuan Greg.
Ada apa lagi?
Lily sudah mati.
Namaku Maria.
Lily, Maria.
Kau juga bisa menjadi Perawan Suci.
Aku tak peduli.
Apa ini sedang tren?
Baiklah.
Kalau begitu, aku jadi Yesus.
Kubatalkan perjalananku.
Kenapa?
Kalian, keluar.
Ada apa sekarang?
Kau percaya...
Lily berengsek itu masih hidup?
Kaleb...
Kupikir selama ini...
kami sudah atasi masalah itu.
Pertama, Gubernur,
lalu para pengkhianat berengsek itu, dan sekarang ini.
Dengarkan aku.
Bepergianlah.
Akan kutangani ini.
Seperti biasa.
Kau butuh apa?
Habisi dia.
Siapa dia?
Rekan lama dari Mawar Hitam, sepertimu.
Mungkin lebih baik.
Lokasinya?
Greg Si Pria Tua.
Keluarga kami bersepakat.
Tak boleh sentuh dia.
Jangan kecewakan aku. Pastikan dia mengerti.
Beruntungnya aku!
Dua wanita cantik berbadan seksi dalam sehari.
Kau pasti pacar baru Kaleb.
Kau tahu kesepakatanku dan keluarganya.
Aku tahu.
Benarkah?
Apa wajah tampanku ini
hal terakhir yang mau kau lihat sebelum mati?
Bogart!
Aku tak menyentuhmu. Itu kesepakatannya, 'kan?
Terima kasih! Kau hebat!
Menghajar pria yang dua kali badanmu!
Bawa dia ke rumah sakit!
Kau sadar masalah yang kau bawa?
Maaf, Tuan.
Kau punya rokok?
Jangan minta maaf kepadaku.
Minta maaflah pada Bogart.
Dia yang dihajar oleh wanita itu.
Aku juga wanita.
Serius, Lily,
kulatih kau agar lebih baik lagi.
Maria, Tuan.
Baiklah. Ya, Maria.
Aku ingat kau sebagai Lily.
Lily sudah mati.
Bert, kita harus pergi!
- Ibu! - Maaf, Sayang.
Kau menakuti Min-Min!
Jangan tanya, lakukan saja kataku!
Apa yang kalian mau?
- Siapa? - Letakkan pistolmu!
Lily? Siapa Lily?
Kau tahu aku.
Letakkan!
- Lepaskan mereka. - Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
- Ibu! - Jangan lakukan itu!
Ibu!
Letakkan pistolmu, Lily. Letakkan!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
- Ibu! - Min-Min!
Ibu!
- Ayah! - Min-Min!
Kau bilang kepadaku...
balas dendam tak ada gunanya.
Kebaikan masih bisa terjadi padaku?
Kau tahu...
walau kubentuk menjadi pembunuh,
kau orang terdekat yang bisa kuanggap putriku.
Kita pernah kehilangan orang yang dikasihi.
Terutama dengan cara hidup kita.
Kita mestinya sudah kebal,
tetapi malam itu, hatiku hancur saat harus menjadi orang
yang membunuhmu.
Karena itulah aku pensiun.
Terima kasih, Tuan Greg.
Aku yang senang.
Sampaikan saja salamku pada Yesus...
atau Setan.
Beres. Dia mati.
Kutinggalkan semuanya.
Sebagai gantinya,
aku tak bisa balaskan dendammu.
Kupikir ada kebaikan lagi yang akan terjadi padamu.
Karena selama bernapas,
kau bisa temukan kebahagiaan.
Aku butuh beberapa peralatan.
Pabrik kita hancur.
Aku sudah tahu, Victor.
Kita bisa dapat markas operasi baru dengan mudah, jangan ajari aku!
Baguslah, kuambil alih.
Atas perintah siapa?
Tak bisa kubiarkan kau terus...
Tak bisa membiarkanku?
Kau pikir kau siapa?
Kukatakan ini terakhir kalinya. Jangan halangi aku!
Inilah dia. Di sini.
Baik, tarik pelatuknya.
Bagus.
Sudah kuduga. Kau tak bisa melakukannya.
Biar kutanyakan ini.
Kau tahu kenapa Kain bunuh Habel?
Karena Habel pengecut sepertimu!
Akan kubunuh kau, Victor!
Kau dengar? Suatu hari, akan kubunuh kau!
Dia pernah mati sekali. Ayo pastikan dia tetap mati.
Miru, jangan kecewakan aku lagi.
Para penyelidik masih akan mengumumkan
penyebab kebakaran yang melahap pabrik larut malam tadi.
Sumber kami memastikan ada beberapa korban jiwa.
Menurut laporan awal, kebakaran mulai terjadi tengah malam.
Kebakaran sudah dipadamkan...
Kau terkenal sekarang, Sayang!
Lihat? Tajuk berita!
Ikuti kau.
Untuk jaga-jaga saja.
Dewasa ini, kita tak bisa terlalu yakin.
Permisi.
Bahkan orang yang sudah mati bisa hidup lagi.
Tak ada yang akan menyentuhku.
Kecuali tentu,
mereka mau jadi target pembunuh bayaran terbaik di dunia!
Aku suka itu.
Kulatih pembunuh paling sadis.
Kukira kau pensiun.
Aku sudah pensiun, tetapi bisa apa? Aku terkenal di antara pembunuh.
Mereka kemari. Minum dan mengobrol,
untuk melihat wajah tampan ini.
Aku juga akan butuh gaun.
Apa rencanamu?
Aku tak mengerti.
Kau bahkan tak cantik.
Dia menurunkan standarnya.
Dibandingkan denganmu? Aku sebenarnya peningkatan.
Kau di bawahku.
Jangan buang napasmu. Katakan saja di mana dia.
Jangan cemaskan Kaleb. Cemaskan aku saja.
Kau pasti Lily.
Sebagai orang mati, kau tampak seksi.
Bagaimana kehidupan barumu?
Orang suruhanmu kurang.
Karena Bos pikir Miru sudah cukup untuk menanganimu.
Bos tampaknya sial jika mengenai wanita.
Yang paling sial sudah mati di toilet.
Di mana Kaleb?
Kita berteman?
Titip salamku untuk keluargamu.
Aku ingin kau menangani gubernur.
Selesaikan pekerjaanmu.
Bagaimana soal Lily?
Kaleb yang tangani.
Dahulu Kaleb gagal.
Kenapa kau berpikir kini akan berhasil?
Biarkan Kaleb menangani Lily.
Jangan melakukan hal yang terlalu sulit bagimu.
Apa kau tahu?
Aku muak dan bosan kau terus meremehkan...
Jaga nada bicaramu.
Aku pria yang sangat sabar, tetapi tak mungkin
kubiarkan kau mengaturku melakukan segalanya.
Victor...
terimalah takdirmu.
Kau tak akan pernah menjadi pemimpin keluarga ini.
Tangani gubernur.
Sayang.
Kau senang saat kencan semalam?
Kau bisa jauhi semua ini.
Aku punya simpanan uang.
Untukmu memulai dari awal.
Cukup untuk memulai hidup baru. Nama baru?
Kita akhiri sekarang.
Temui aku di dermaga.
Jadi, kau mau bantu? Ini kesempatanmu.
Dermaga. Malam ini.
Siapkan semua orang.
Ya, Pak.
Aku tak ingin ada yang selamat.
Bagaimana Kaleb?
Sama sekali tak boleh ada yang selamat.
Kaleb adalah penyebab utama keluarga ini bermasalah.
Kita akan tenggelam makin dalam
jika dia memimpin. Tak akan kubiarkan itu terjadi.
Aku tak boleh membiarkan itu terjadi.
Kau butuh bantuan, ya?
Di mana Victor?
Dia di sini!
- Ke posisi! - Aku yang atur, bukan kau!
Tetap diam sampai kusuruh bergerak.
Tampaknya anak buahmu mengalami kesulitan.
- Kau bisa lebih baik? - Melawan satu orang?
Tentu.
Satu lawan satu...
Lily bisa penggal kepalamu kapan pun.
Status?
Status?
Pak, tak ada yang menjawab.
Jadi, kami ke posisi sekarang?
Baiklah.
Kita lihat sehebat apa kau.
Apa yang mereka tunggu?
Halo?
Ini Yesus Kristus.
Greggy, aku tahu ini kau.
Kukira kau sudah pensiun.
Aku sudah pensiun.
Hanya menjadi wasit untuk memastikan pertandingannya adil.
Kau bunuh anak buahku.
Itu melanggar kesepakatan kita. Kau ingat itu!
Aku tak menyentuhmu. Itulah kesepakatannya.
Kau pengkhianat tua berengsek!
Ricardo pasti senang
telah kubunuh ular yang selama ini dia cari.
Ya... Apa yang ingin kau katakan?
Aku punya telinga di mana-mana dan rumor menyebar
dengan cepat!
Diamlah!
Berengsek kau, Greg! Berengsek!
Selama ini kukira kau mati.
Wanita yang kucintai.
Wanita yang kupercaya.
Kau bunuh keluargaku.
Mereka tak layak bagimu.
Lihat sekitarmu.
Kau bunuh orang untuk menemukanku.
Mestinya sudah jelas.
Tak bisa lari dari ajal!
Kau adalah kematian.
Aku tahu.
Balaskan dendam adikmu.
Terjemahan subtitle oleh Sulaiman
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.