All language subtitles for Kon-Tiki

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- Manual Translate By : BigBoo -

Thor! Tunggu kami!

Thor! Tunggu!

Thor! Tunggu!

Thor, jangan lakukan itu!

Thor, jangan lakukan itu!

- Berbahaya! - Jangan lakukan itu!

Kembali, Thor!

Jangan, Thor!

Thor! Thor!

- Kau tidak apa-apa? - Dingin...

Kau mau pamer lagi ,kan?

Terima kasih Tuhan Erik dapat menyelamatkanmu.

- Tuhan tidak ada hubungannya dengan hal itu.

Ada apa denganmu? Mengapa kau berbuat begitu?

Kuharap kau dapat pelajaran.

Janji kau takkan pernah mencoba sesuatu yang berbahaya seperti tadi lagi. Janji?

Janji?

Senyum.

Tidak, tidak. Tidak harus tersenyum.

Apa adanya saja.

- Monsieur!

Liv! Liv!

Jadi, jangan senyum.

Kau kelihatan sangat tampan.

Kau akan membuat pulau ini menjadi terkenal.

Akan seperti Darwin dan Galapagos.

Saat orang2 mendengar tentang Fatu Hiva mereka akan ingat Thor Heyerdahl.

- Whoo!

Ke arah arus. Tidak, ke arah arusnya.

Ini sangat berat.

Dengar, kau bilang bahwa Polynesia pertama kali dihuni oleh orang barat, kan?

Ya.

Bayangkan mengayuh sepanjang jalan dari Asia dengan melawan arus.

Mereka pasti sangat kuat.

Ya.

- Kau tidak apa-apa?

Aku baik-baik saja.

Dengarkan ini. "Faa-hoka adalah varietas dari nenas Marquesan.

Ditemukan berlimpah oleh penjelajah pertama dari Eropa.

- Nenas yang sama? - Asli, katanya, ke Amerika Latin.

Mungkin dia bisa berenang.

- Tiki, dewa matahari...

...membawa kita ke pulau ini...

...dari daratan di belakang samudra.

Tiki!

- Jadi, sudah berapa lama kau di New York? - Segera berangkat beberapa hari lagi.

- Pulang ke rumah untuk Natalan. - Hm.

Orang pintar antropologi sudah cukup menjelaskan

bahwa Polynesia tidak dihuni oleh orang timur.

Orang pintar tidak selalu benar, pak.

Lihat sekelilingmu. Setiap buku di sini menawarkan sebuah teori dan lainnya.

Kebanyakan ditulis oleh satu orang, dibaca oleh mungkin sekitar 10 orang,

yang mana 9 orang tidak setuju dengan teorinya.

Tapi teoriku disertai bukti

bahwa Polynesia dihuni dari timur.

Aku menghabiskan 10 tahun menulis dan meneliti tesisku.

Aku menetap di Fatu Hiva, professor. Aku menghidupi teoriku.

Berapa banyak penerbit yang sudah kau temui sebelum aku?

Fakta bahwa aku adalah harapan terakhirmu akan kuberitahu kau sesuatu.

Ya, penerbitan ilmiah itu tertutup dengan ide-ide baru.

Kau mengklaim bahwa peradaban Peruvia sebelum Inca

hal yang luar biasa, aku setuju.

Dan bahwa angin dan arus pada umumnya

di pasifik sana bergerak dari timur ke barat.

Tapi hal itu jugalah yang menjelaskan bahwa Tiki tidak bisa menjelajah ke Polynesia

- karena mereka tidak punya kapal! - Tidak.

Tapi mereka punya rakit.

Mereka punya rakit kayu.

Rakit!

Sekarang itulah buktinya.

Kau mau teorimu diterima? Maka, lakukanlah.

Melintas dari Peru ke Polynesia dengan rakit kayu.

Semoga berhasil.

Tuan Brownberg di sini untuk menemuimu, professor.

Saudara-saudari.

Majalahmu akan bersamaku dengan rakit yang

disertai anugerah dari angin, menuju ke Polynesia.

Lebih jauh daripada Chicago ke Moscow.

Sini ke sini, 5,000 mil.

Kau perlu semacam mesin berjaga-jaga jika darurat?

Sama sekali tidak. Kita akan menyerah terhadap arus

dan angin, tepat seperti yang dilakukan Tiki.

Dan dengan usaha melakukan perjalanan luar biasa ini, kau membuktikan...?

Bahwa samudra bukanlah penghalang, melainkan jalan.

Bukan halangan, tapi jalur.

Aku akan buktikan bahwa orang Amerika Latin

berlayar ke Polynesia 1,500 tahun lalu.

Setiap anak sekolah tahu bahwa Polynesia adalah orang dari Asia,

bukan Amerika Latin.

Dan tugasku sebagai ilmuwan untuk membuktikannya kepada mereka,

dan orang yang membuat mereka, salah.

- Menjadi penyembah matahari... - Tuan Heyerdahl.

Tidak diragukan lagi, cerita tentang orang Norwegia tenggelam di laut pasifik akan menjual

lebih banyak majalah, tapi bukan yang ini.

Ini adalah ekspedisi ilmiah...

Majalah kita punya tujuan yang lebih berharga daripada menafkahi

dan membuat orang membungkuk bunuh diri.

Aku ragu kau akan berhasil merekrut siapapun.

Jadi, lusinan batang kayu

diikat bersama, batang kayu balsa yang besar, seperti itu.

Sebuah gubuk untuk 5 orang. Semuanya sangat layak, tentu saja.

Tiang dan kemudi...

Dan, uh, itu dia.

Kon-Tiki.

Aku menghabiskan 22 hari di atas rakit. Terhuyung2 di Utara Atlantis, musim dingin tahun 43.

Kau tidak bisa berlayar, hanya kemudikan.

Semua yang bisa kau lakukan di sana hanyalah menunggu kematian.

- Tidak, tidak ,tidak. - Batang-batang kayu ini, mereka akan

bergerak berlawanan satu sama lain di dalam gelombang,

dan akhirnya mereka akan lepas dari ikatannya.

dan kau akan duduk di atas batang kayu itu mengambang di tengah jalan

berharap belas kasihan.

Terima kasih atas waktumu.

- Hey... - Permisi.

- Kau orang Norwegia, benar? - Ya?

- ...aku tidak sengaja mendengar.

Di dalam tadi aku tidak sengaja dengar tentang rakitmu. Menarik.

- Apa kau pelaut? - Tidak. Dan kau juga bukan.

Biar kuperlihatkan sesuatu.

Itu akan mengurangi penarikannya, lebih banyak.

Kami teknisi mesin tidak bisa melakukannya sendiri.

- Kau seorang teknisi mesin? - Yeah.

Tapi sekarang ini aku lebih banyak menjual lemari es.

Herman Watzinger.

- Thor Heyerdahl. - Jadi kau akan bepergian menggunakan rakit?

...bukti itu sangat jelas, kau tahu?

Sangat mungkin sebenarnya untuk melintas ke sana bersama arus.

Angin dan arusnya. Itulah kuncinya, dan aku sudah menemukannya.

5 bulan mengurus keuangan, peralatan dan mempersiapkan seluruh ekspedisinya.

Jadi banyak yang harus dilakukan.

- Tuan Heyerdahl, ada yang bisa kubantu? - Kami sedang ada janji.

Uangnya akan tiba saat natal, membeli balsa di bulan January...

Tuan Heyerdahl, anda tidak ada di dalam catatan.

Lihat di bawah namanya. Watzinger. W.

Bawa awaknya ke Peru pada bulan February, membangun di bulan Maret, berlayar pada April,

mendarat pada Agustus dan berharap musim angin badai agak terlambat.

Hanya mengikuti instingku...

Peter Freuchen.

Kami hampir mati saat penutupnya membeku.

- Kami semua berjalan dalam bayangannya.

Tuan Heyerdahl, anda tidak diperbolehkan di sini.

Baiklah! Temanku dari Fatu Hiva!

Kau kelihatan seperti orang yang baru saja diasingkan oleh sebuah majalah terkenal!

Terima kasih.

Jangan kuatir, Heyerdahl.

Komite ilmiah, dengkulmu.

- Apa aku benar, McGregor? Atau aku benar? - Selalu. Tentu saja.

Serangan beku, musim dingin 24.

Mengajarkanku satu hal: lakukan seperti penduduk asli, sampai ke hal-hal terkecilnya.

Jangan gunakan paku jika mereka menggunakan tali,

jangan gunakan baja jika mereka menggunakan tulang.

Perlu ribuan tahun bagi leluhur mereka untuk mempelajarinya.

Ikuti mereka, dan kau akan bertahan dengan kakimu.

Skol.

Whoo!

Umurku 32 tahun.

Aku penjual lemari es, terjebak dalam pernikahan dan tidak kemana-mana.

Dan aku benar2 ingin pergi dengan rakit itu bersamamu.

OK, aku tahu itu akan berbahaya,

tapi kau tidak tahu berbahayanya bisnis lemari es ini.

Di sana takkan ada yang bisa menyelamatkan kita.

Kecuali teorimu.

Kapten.

Setidaknya kau tidak akan kehilangan kakimu karena membeku.

Kau tahu, Bamse yakin kau adalah Santa.

Oh, kuharap kau katakan bahwa tidaklah seperti itu.

Baiklah, kau bilang padanya. Mereka hanya sangat senang.

Akan sangat bagus jika kau ada di rumah, Thor.

Ya, Liv... aku tidak bisa mengumpulkan uang untuk melakukan perjalanan, jadi uh...

...aku harus pergi langsung ke Peru sekarang,

dan lihat jika aku bisa meminjam uang yang cukup.

Apa kau...

Kau tidak akan pulang ke rumah?

Keadaan sulit sekarang, Liv. Sangat sulit.

Dan aku tidak bisa terus memohon.

Jangan lakukan ini.

Aku harus, Liv.

- Jangan lakukan ini kepada anak-anak.

Apa kau tidak mengerti? Jika aku pulang sekarang, aku selesai.

Aku habiskan 10 tahun untuk hal ini, Liv. Aku habiskan 10 tahun.

Kau bahkan tidak bisa berenang.

Kau seharusnya pulang ke rumah, Thor.

- Dan, jika tidak... - Liv...

kau seharusnya menanyakanku untuk ikut denganmu.

- Liv... - Kau tahu aku akan berkata tidak.

- Liv... - Karena anak-anak.

Datang dan temui kami di Tahiti.

Bawa anak-anak. Dan kita akan menunjukkan mereka ke Fatu Hiva.

Ini adalah operator. Panggilanmu akan berakhir dalam 10 detik.

Tolong sebentar lagi, bisakah? Terima kasih.

Liv?

Selamat Natal, Thor.

Selamat Natal.

- Siap? - Ya.

Kalian semua berhasil! Oh, sekarang aku bahagia.

Seharusnya begitu. Aku habiskan 3 minggu mencapai sini, kau bajingan.

- Thor. - Hai. Ini Herman Watzinger,

- bawahan ketua. - Hello.

Alasan sederhananya tanpa dia, tidak akan ada ketua.

- Herman. - Herman, ini adalah dua

operator radioku yang menakjubkan.

Torstein, pahlawan perang, sebuah sistem yang terbuat dari asbes.

Dan sejauh yang kutahu, dia hanya punya 2 kelemahan: whiski dan wanita.

- Knut Haugland.

Juga adalah pahlawan perang.

Dan aku tahu Knut membencinya, tapi aku harus memanggilnya legenda,

karena itulah dirimu.

- Erik, Erik Hesselberg. - Bukan legenda.

- Tapi kau menyelamatkan hidupku.

Erik dan aku tumbuh bersama.

Dan Erik punya satu kelebihan unik yang mungkin akan berguna bagi kita.

Erik sebenarnya sudah pernah ke laut.

- Sekarang... - Karena kau tidak memperkenalkan diri,

Aku saja.

Ini... ini adalah Thor.

Dia keras kepala, egois, sangat berambisi...

- Tapi dia juga adalah pemimpin.

Karena itu, kita akan melakukan apa yang sudah dilakukan Tiki.

Kita akan membuat rakit.

- Dan... - Dan melintas menuju matahari terbit.

- ...melintas menuju matahari terbit. - Di mana rakitnya?

Kau sedang mendudukinya.

Itulah dia.

- Itu yang akan kita buat? - Ya..

Tepat sekali, sampai ke bagian detilnya.

Kita akan menggunakan metode yang sama, bahan yang sama dengan yang dipakai Tiki 1,500 tahun lalu.

Ini sangat penting. Semua tergantung padanya. Semoga cukup jelas.

Semua yang kubawa adalah radio dan pisau kecil.

- Kita akan memerlukan ber ton persediaan. - Tentu saja.

Saat uangnya dataang, kita akan beli semua yang diperlukan.

Betul sekali.

Sefior Heyerdahl? Jose Bustamente.

Yang Mulia. Terima kasih sudah menjumpaiku.

Jadi, apa yang bisa kubantu?

Sebenarnya, aku di sini untuk memberitahu sesuatu yang bisa kulakukan untukmu.

- Dan apakah itu? - Dengan menyeberangi laut Pasifik

sejauh 5,000 mil, Aku akan membuktikan bahwa orang Peruvia

adalah yang pertama menghuni Polynesia.

Apa? Orang Peruvia... menemukan Polynesia?

Dan bagaimana aku bisa membantumu?

Jadi Presiden Peru memanggil laksamana America

dan laksamana mengatakan kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan.

Sebagai balas jasanya, kita harus menyerang Polynesia di bawah nama Peru?

Dan kau pikir dia adalah pelayan?

...termometer, rasio perang, sup tepung, pisau lempar,

tablet membran, cekal pancingan, makanan kaleng, pengusir hiu...

- Apa itu manjur? - Apa?

- Pengusir hiu? - Itulah yang akan kita coba cari tahu.

- Thor Heyerdahl. - Ya?

Namaku adalah Bengt Daniels-son.

- Aku sedikit sibuk. - Aku datang karena ini kemarin.

Jadi sekarang kau mau mengatakan bahwa gelombang pertama akan menjatuhkan rakit itu,

atau kami akan tenggelam dalam 2 minggu, atau apa yang ada dipikiranmu?

- Gurita raksasa? - Tidak.

Aku ingin menunjukkanmu bagaimana merakit kamera itu.

- Beginilah. - Kau seorang fotografer.

Bukan. Etnografer. Hanya satu tahun lebih di Amazon.

- Tapi kau tahu menggunakan kamera? - Ya.

Biar aku bergabung denganmu, dan akan kutunjukkan padamu.

Ada uang yang bisa dihasilkan dari karya dokumenter... jika dilakukan dengan benar.

Thor, aku sedang berpikir. Bagaimana dengan cobaan di laut?

Hanya untuk beberapa hari.

Kita masih sempat berangkat sebelum musim badai datang.

- Tidak, terlalu berbahaya. - Berbahaya?

Berbahaya. Dan di samping itu, Tiki sudah melakukan percobaan di laut itu.

- Ini untuk Tiki! - Skol!

- Tiki! - Skol!

- Permisi.

- Kita! Tripulantes!

- Tripulantes!

- Tidak, kau gila!

Aku telpon hanya untuk mengucapkan selamat jalan, Liv.

Kami akan berangkat dalam beberapa jam.

- Selamat jalan, Thor. - Aku membeli banyak obat kali ini. Banyak.

- Kuharap kau tidak perlu menggunakannya. - Apa?

- Kuharap kau tidak tidak perlu menggunakannya. Yeah. Kupikir juga begitu.

- Anak-anak mendoakanmu berhasil. - Terima kasih.

Kau?

Jangan marah, Liv.

Jika aku berhasil, Liv, kehidupan kita akan menjadi berbeda.

Tidak perlu lagi berjuang.

Aku hanya berharap 100 hari dari sekarang anak-anakmu masih memiliki seorang ayah.

Apa yang kau bilang?

Tidak ada, Thor.Tidak ada.

Aku minta maaf.

Aku minta maaf, Liv... Aku nelpon untuk bilang selamat tinggal.

Whoa!

Thor, sebelah sini!

- Hey!

Hey, Torstein, bantu aku.

- Kita harus mengamankan kotak ini.

Tidak, tidak, tidak, ada banyak ruang di sebelah sana.

Jika kita ke arah barat sekarang, akan membawa kita kembali ke Callao.

Tidak, angin Tiki datang dari selatan.

Sekarang tarik, Thor.

- Ow! - Kau tidak apa-apa?

Perpanjang tali di sini kanan.

Perpanjang tali di sini kanan.

- Sebelah mana sisi kanannya? - Kanan! Christ.

Tidak. Tidak ada.

Itu jalur yang salah.

- Kita tidak punya kendali. - Tidak apa, tidak apa.

Ayo pakai dayung. Tetap menuju ke depan.

Kerja bagus, bro.

Kau boleh duduk kembali dan rileks.

Dalam 100 hari, kau bisa memulai koloni Peruvia-mu di Polynesia.

Lumayan.

Aku ingin kelihatan lebih baik jika kita bergerak menuju ke depan.

Kau harus melepaskan tutup lensanya dulu.

Dan hanya 100 hari lagi.

Thor?

Ingat pelaut-pelaut di bar itu di New York?

Yang mengatakan kalau batang kayu itu akan memutuskan talinya?

Hm-mm.

Mungkin kita harus menggunakan kawat.

Tali itu menahannya 1,500 tahun lalu, dan begitu juga sekarang.

Jika kau tidak percaya Tiki, kau bisa percaya aku.

Yeah.

Ada yang tahu kalau kita bisa memakannya?

Ikan terbang.

Akan menjadi campuran yang lezat dari ikan hering dan belibis.

Herman, berpegangan pada sesuatu.

Jika kau jatuh ke laut, kau tetap di laut.

Kau tidak akan bisa kembali.

Untung saja salah satu dari kita sudah pernah berlayar sebelumnya.

Kudengar kalau tenggelam adalah cara terbaik untuk mati.

Ya, sebenarnya tidak. Kau masih bisa bertahan beberapa menit,

sampai berhenti bernafas.

Paru-parumu akan dipenuhi air, sampai tersedak,

dan, uh, asam yang dihasilkan oleh air garam dalam perutmu

membuatmu merasa terbakar di dalam.

Panik membuat jantungmu berdetak kencang, memaksamu untuk bernafas lagi.

Air bertambah.

Kau kehilangan kendali, dan kemudian akhirnya mati.

Semuanya, dalam 3 atau 4 menit.

Tunggu. Bagaimana dengan hidupku di masa lalu?

Yeah, itu bagian yang terburuk.

Sial radio ini!

- Lupakan saja, Torstein. - Maaf?

- Lupakan saja. - Lupakan saja?

Apa maksudmu, lupakan saja?

Andes. Tidak ada yang bisa kita lakukan.

Andes 100 mil jauhnya.

OK? Tetap saja ditempat tidurmu.

Jangan sampai kau muntah di radionya.

Aku perlu kontak radio.

Uang mengikuti perhatian, dan akulah yang harus membayarnya untuk itu.

Benar, Thor. Tetap filmkan.

Dengar, semua yang kuperlukan adalah tetap bisa menghubungi Penjaga Pantai.

Mereka tidak akan bisa sampai ke sini tepat waktu. Maksudku, jika terjadi sesuatu.

Utara-barat laut, itu bagus.

Dan yang kita mau adalah barat.

Arus Ekuator Selatan adalah satu-satunya jalan di sana.

Aku tahu.

Jadi... bagaimana kita menuju ke sana?

Sebagai penunjuk jalan, Ini yang bisa kukatakan.

Jika kau tidak bisa mengendalikan, kau tidak bisa memaksa diri untuk mengubah jalurnya.

- Oh...

Apa perlu kita bangunkan yang lain?

Tidak. Tidak ada apa-apa.

Biarkan mereka tidur.

Semua ke dek! Ayo!

Torstein!

Turunkan layarnya!

Thor!

Aah!

Ikatkan dirimu, Thor.

Ikat dirimu sendiri!

Turunkan layarnya!

Ikat dirimu sendiri!

Ayo turunkan layarnya!

Putuskan saja!

Putuskan!

Thor! Thor!

Thor, raih tanganku! Raih tanganku!

Thor!

Tidaklah terlalu buruk.

- Hey. - 12 derajat,

lima menit, dua titik ke selatan.

80 derajat utara-barat laut.

22.8 mils.

Itu menjadi 2.2 knots.

Lumayan bagus.

Masih terlalu ke utara.

Di sinilah kita setelah 4 hari.

Jadi hal terburuk yang bakal terjadi adalah

kita melintas kembali ke pantai, kan?

Tidak, hal terburuk yang bisa terjadi adalah kalau kita terbawa arus

ke dalam pusaran air selatan dari Galapagos.

Di sanalah yang akan kita tuju sekarang.

Aku tidak pernah dengar tentang pusaran air di sekitar Galapagos.

Tolong, Thor, Aku serius. Lihat.

Kita akan baik-baik saja. Yakinlah.

Aku yakin.

Masalahnya adalah aku masih punya kompas.

Pusaran air Galapagos, pusaran raksasa,

menciptakan gelombang sejauh 9 meter tingginya dan raungannya yang kuat

dapat terdengar 10 mils jauhnya.

Bahkan punya ilustrasi yang bagus.

- Kita perlu lebih tinggi. - Buat lebih tinggi.

OK, lebih tinggi!

Di sana...

- Kita menemukan sesuatu. - Ya?

Namanya adalah Hal. Dipancarkan dari Los Angeles.

Bisakah kau sampaikan pesan ke pers?

Thor sudah habis hutang.

- Aku kehilangan dia.

Tidak, tidak, tidak! Oh!

- Burung bodoh, bodoh, bodoh.

Hey! Biarkan saja dia.

Ide siapa untuk membawa burung ini?

Bengt. Bengt!

Kamera. Ambil kameranya!

Ambil kameranya! Bengt! Bengt!

Ambil kameranya!

- Benar-benar tidak bisa dilukai. - Tidak bisa dilukai, apa kau gila?

Dia bisa membalikkan kita dalam sekejap.

- Di Vietnam, itu adalah dewa. - Mereka memanggilnya "Ca Ong."

Artinya adalah Tuan Ikan.

- Bengt, kameranya. - Benar.

Dia kemari.

- Bengt, dimana kameranya? - Aku sedang memuatnya!

Aah!

- Dia mencoba membalikkan kita! - Tidak, dia hanya mencoba memakan rakitnya.

Jangan kuatir.

Di mana kau?

Lihat itu.

Hey. Letakkan itu.

' Tidak! ' Yah!

Erik!

- Erik! - Bangunkan dia!

Kudapatkan kau. Tidak apa-apa. Kupegang kau.

Herman! Herman! Apa kau tuli?!

Dia suruh kau meletakkan tombak itu!

- Dia ingin membalikkan kita. - Tidak apa-apa.

Patuhi perintah!

Tidak apa-apa.

Aku minta maaf.

- Dia tidak mendengarkan. - Tidak, dia dengar. Aku tahu..

Tapi adalah tugasku untuk memberitahunya, bukan kau.

Dia menjual lemari es.

Dia ketakutan. Itu yang terjadi.

Bagaimana keadaanmu?

Baik.

Yeah.

Orang yang tidak dapat mengatasi iblis dalam dirinya mencoba hal ini.

Melintas dan menyeberangi laut pasifik.

Hey, Lorita.

Thor, um...

Mengenai hiu atau pausnya atau...

- Apa Knut OK? - Dia baik-baik.

Jangan kuatir.

- Kenapa dayungnya?

Mencoba menangkap bus Ekuator Selatan.

Kecuali kita sudah melewati tempat pemberhentiannya.

Tidak akan.

Bisa saja.

Tidak.

Tidak akan.

- Membuat rakit penyelamat?

Tidak, ini untuk anak perempuanku.

Dia berumur 6 bulan.

Kita tidak punya cukup tenaga.

Ini bukan masalah tenaganya.

- Oh! Oh, ayolah!

Buang rokok itu.

Lihat.

Ada sesuatu di bawah sana.

Lihat itu.

Lihat itu.

Perlindungan terhadap hiu.

Benar. Aku melihatnya.

- Jadi apa kau akan turun? - Tidak. Bengt yang akan turun.

Betul sekali.

Hiu.

Menjadi basah kuyup. Seperti yang kau tunjukkan padaku.

Tunjukkan?

Aku menghancurkan sekeping dan membuangnya ke laut.

Tenggelam seperti batu.

Rakitnya menyedot air.

- Lebih buruk dari kelihatannya. - Kita bahkan tidak di jalur yang benar.

Ayo kembali bekerja.

Ini bukan berlibur.

Nah. Dapat.

- Siap?

Um... ya.

Kepada: Kedutaan Negara Norwegia, Washington, D.C.

Dari: Thor Heyerdahl, Kon-Tiki, 16 Mei, 1947.

9 derajat, 36 menit, 58 detik ke selatan.

Rakitnya bekerja dengan baik.

Kami sedang dalam perjalanan, semangat tetap tinggi.

Mengalami masalah dengan radio, kami tidak bisa membangun kontak.

Kondisi angin tidak stabil dan kami berjalan dengan kecepatan rata-rata...

- Kau tidak apa? - Yep.

- Yakin dengan hal ini? - Orang-orang mau melihat

gambar dari rakit di tengah samudera.

Ikat ke pergelanganmu.

Sektar 5,000 meter dalamnya, jadi jangan sampai jatuh.

Thor! Hiu!

- Cepat naik! Cepat naik! - Jangan sampai lepas talinya!

Raih tanganku. Raih tanganku!

Pegang tanganku!

Aku baik-baik saja.

Bengt. Bengt!

Mengapa kau beri hiu itu sup kita?

Ini adalah pengusir hiu yang diberikan orang Amerika.

Tidak, bukan itu. Itu sup tomat.

Di mana pengusir hiu nya?

Kurasa, kita sudah memakannya.

- Lorita!

Lorita! Lorita!

- Tidak!

Awas kakimu!

Whoo!

Berhenti! Ini gila! Kita hanya menarik semakin banyak hiu!

Aah!

Tolong.

Ini satu-satunya kesempatan kita.

Satu-satunya harapan kita adalah mencoba menguatkan ikatannya.

Ikatkan bersama.

Tidakkah kau lihat?

Kita buat rakit ini tepat seperti yang dilakukan Tiki.

Dan kita akan sampai ke sana seperti yang dilakukannya.

Yakinlah.

Yakin?

Ini bukan keagamaan, Thor.

Ini kegilaan.

Hal ini lebih besar dari kita.

Tolong.

Lihat batang kayunya. Rasakan rakitnya.

Kumohon padamu.

Semua yang kuminta hanyalah sedikit keamanan dengan bahan modern.

Tolong?

Tidak!

' Tidak!

Paling tidak aku tidak akan kehilangan kakiku karena membeku.

Herman!

Herman, pegang talinya!

Bertahan! Bertahanlah!

Raih dayungnya!

- Berpeganglah!

Lemparkan hiunya ke laut!

Tarik lagi!

Lemparkan keluar!

- Herman!

Knut, tidak!

Tiga tahun lalu, Aku menembak 4 orang.

Para Gestapo akhirnya menemukanku bersama radioku.

- Ini adalah perang. - Yeah.

Tor-stein mengatakan hal yang sama.

Dia membantu menenggelamkan Tirpitz. Ribuan orang mati.

Hal itu tidak mengganggunya.

Terima kasih.

Kau menyelamatkan hidupku.

Itu maksudku.

Terima kasih.

Aku tidak bisa menyelamatkanmu.

Aku tidak bisa menyelamatkanmu

Aku tidak bisa berenang.

Aku tahu.

Kami semua tahu.

Jam berapa sekarang?

10 lebih 10 menit.

- Kau yakin? - Ya. 10 lebih 10 menit.

- Kita perlu bicara. - Ya?

Kita berada di Ekuator Selatan.

Menuju ke Polynesia.

- Kau yakin? - Aku yakin.

- Oh Tuhan!

Lihat itu! Lihat itu! Kita menemukannya!

- Apakah itu? Apa kita sudah sampai? - Whoo-hoo!

- Aku tahu itu! Kaulihat? - Tidak, kau tidak tahu!

- Aku sudah tahu itu!

Herman.

Akhirnya! Hey, berikan aku satu.

Kau tidak meragukannya, kan?

Ikut jalur, siapkan kapal, kita sudah melewati titik kritis.

- Dan semangat sedang tinggi.

Setiap mil jauhnya

semakin dekat ke bukti yang kami kejar.

Orang yang pertama tidak melihat samudera sebagai halangan,

tapi lebih sebagai arti dari komunikasi.

Ini adalah pengetahuan yang tidak bisa diselesaikan di atas meja

atau dengan komite.

1.500 tahun yang lalu,

peradaban Amerika Latin mempengaruhi kelautan

dan ketrampilan navigasi

agar berhasil mengendalikan rakit dari kayu balsa

sejauh 5.000 mil.

Kami menggunakan petunjuk yang sama seperti dilakukan mereka.

Kelihatan seperti kami adalah satu-satunya manusia yang tinggal di jagat ini.

Mungkin saja.

Mungkin mereka sudah menjatuhkan lebih banyak bom ke masing-masing pihak.

Setiap kota seperti Hiroshima.

Maka kita tidak akan punya kontak radio, Bengt.

Mungkin alam baru saja menerima kita.

Sebagai bagian darinya.

Seperti ikan atau... atau burung.

Burung...

Seekor burung!

Hey!

Hey, lihat! Seekor burung!

Apa yang terjadi?

Lihat!

Whoo-hoo!

Lima ribu mil dibelakang kita,

dan bahaya yang terburuk berada di depan.

- Umat manusia, kan? - Tidak.

Karang Raroia.

Sebuah halangan di bawah laut sebuah pisau.

Kenapa tidak kau katakan itu sebelumnya?

Tidak ada hal yang bisa diketahui dengan pasti di mana kita akan berakhir.

Kita bisa mencoba memaksa ke selatan.

Seharusnya bisa mencapai Samoa dalam 30 hari.

Bagus, trims.

Ada pilihan apa lagi?

Kita bisa coba dan, uh... dengan berselancar.

Selancar?

Ya.

Kau tahu, gelombang dibuat dari siklus 13.

Berarti setiap gelombang ke 13 akan jauh lebih besar dari yang sebelumnya.

Um... biar kutunjukkan padamu.

Uh... saat kita mendekati karang nanti,

kita akan melempar jangkar atau sesuatu yang berat

untuk menahan rakitnya kembali ke posisi.

- Kemudian? - Kemudian kita hitung gelombangnya.

Dan tepat sebelum gelombang ke 13, kita potong talinya,

dan semoga saja meluncurkan rakitnya melewati karang.

Itu mungkin berhasil.

Aku suka itu.

Itulah jalannya.

- Ayo lakukan. - Baiklah.

Ayo cari sesuatu yang berat.

- Mendekati Karang Raroia.

Jika tidak ada balasan dalam 36 jam,

hubungi Kedutaan Negara Norwegian di Washington.

Dua ratus dan 50 yard lagi.

Ow!

- Pakai sepatumu! - Semuanya, pakai sepatumu!

Sudah siap? Semua sudah siap?

- Saat kau siap, Herman. - Yep! Baiklah! Jatuhkan jangkarnya!

Satu!

Apa kau pernah mempertimbangkan jaket penyelamat?

Dua!

Tiga!

Empat

Lima!

Enam!

Tujuh!

Delapan!

Sembilan!

Kita terlepas! Tarik dengan kuat!

Thor!

Thor! Tunggu!

Ini adalah Radio BBC melaporkan secara global.

Ini adalah Berita Dunia Radio Australia...

Pencapaian yang menakjubkan dilaporkan hari ini

dari pulau Tuamotu di Polynesia.

. . . enam orang penjelajah Scandinavia 5,000 mil dari laut

dan sebuah rakit dari kayu balsa.

...mengadu nasib dengan 101 hari perjalanan.

Sejak perjalanan Ernest Shackleton ke Antarctica

- tidak ada melakukan sesuatu yang begitu berani. - Suatu inspirasi yang mengagumkan dari seorang pria

- melawan alam.

- Manual Translate By : BigBoo -

Bengt jatuh cinta di Polynesia. Sebenarnya dia tidak pernah pergi. Dia menetap di sana dan menjadi Konsul General Swedia.

Erik sangat mencintai rakitnya dan akhirnya dia membuat sendiri kapal layarnya dan hidup sebagai artis selama 11 tahun.

Torstein melanjutkan hidupnya dengan bertualang. Dia meninggal tahun 1964 saat berusaha mencapai kutub utara dengan ski.

Knut melanjutkan karirnya di intelijen militer. Dia juga menjadi salah satu yang membangun museum Kon-Tiki.

Herman memberikan kontribusi terhadap studi oceanografi dengan mengelilingi dunia sebagai menteri perikanan untuk PBB.

Thor Heyerdahl menulis buku tentang ekspedisi Kon-Tiki.

Buku itu sudah diterjemahkan ke dalam 70 bahasa dan sudah terjual lebih dari 50 juta kopi.

Cerita dokumenter yang dia buat tentang perjalanannya memenangkan Academy Award pada tahun 1951.

Thor Heyerdahl dihargai karena memotivasi generasi baru tentang petualangan setelah tragedi perang dunia ke 2.

Dia dan awak Kon-Tiki dijadikan panduan bagi generasi mendatang. Termasuk pilot cobaan yang mencapai luar angkasa.

Thor Heyerdahl memulai ekspedisi pertama ke pulau di bagian timur.

Dia melanjutkan usahanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan ekplorasi hingga meninggal di umur 87 tahun.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.