Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tapi kenapa lo kayak anjing?
Awalnya gini om, gue cuma keluarin kameranya di kantor gue, bye -bye.
ah Cina lo goblok tau apa.
Timothy Rona.
Padahal kita tuh kenal udah lama ya.
Tiga tahun lalu. Tiga tahun. Kita pernah ngobrol juga disini.
Cuman gara -gara kemarin gue bikin komen.
Ebo.
Ebo. Ada yang ngatain -ngatain gue. Ada yang ngatain -ngatain lu.
Emang harus begitu.
Kalau enggak kita gak ketemu lagi.
Tapi pertanyaannya.
Kita bercanda -bercanda aja disini.
Lu sekaya apa sih?
Cukup lah. Puji Tuhan cukup lah. Kan lu bilang dari Napoleon melahir.
Itu yang di Densu ya? Nah itu kan tapi kan gini, bisnis kan ada valuasi ya om
ya. Jadi misalnya gue punya usaha, misalnya bisa 10 miliar sebulan omset ya
misalnya. Itu kan bisa divaluasi 10 kali ya kan.
Dari omset, price to sales, ada yang price to earning.
Itu pun belum dikurangi biaya dan sebagainya. Dan seperti misalnya om
juga punya media nih.
Medianya kan bisa divaluasi berapa.
Dan misalnya om Deddy gak pernah mau jual nih sahamnya misalnya.
Orang mau tawar misalnya 20 triliun bisa juga lebih dari itu berarti value -nya.
Uang jual kan. Iya.
Benar -benar.
Berarti kaya tapi kan.
Cukup lah puji Tuhan. Karena gue udah lama Om Det. Gue udah kerja dari 15
kan. Dan terakhir kita ketemu 3 tahun lalu kan kita banyak bahas tuh. Lebih
mana lu 3 tahun yang lalu apa sekarang? Oh pasti sekarang.
Sekarang sombong ya.
Karena timingnya pas menurut gue.
Timingnya pas.
Gue gak percaya semua ini karena kehebatan gue sendiri.
bertemu orang -orang yang tepat, di waktu yang tepat, ada inovasi yang
Tapi kan butuh knowledge lu juga.
Butuh. Tapi waktu itu tuh, kalau Om Dedy ingat, itu kan podcastnya sebenarnya
kita punya yang terakhir tuh tayangnya 4 bulan setelah kayaknya. Agak lama itu
tayangnya tuh.
Itu kita syuting awalnya chat GPT masih beta testing loh. Iya, betul.
Masih beta testing. Gue yang pertama kali ngomong di Indonesia disini. Betul,
betul, betul. Tentang teknologi tuh. Om Dedy waktu itu habis di belakang sempat
nanya kan, ini gimana? Itu masih...
masih belum ada aplikasinya kan? iya belum ada aplikasinya, masih di web jadi
mungkin itu salah satu yang bisa bikin percepatan juga
Karena gue banyak iterasi dari sana. Iya, gue juga. Sekarang kalau chat GPT
serem. Kalau gue nanya dia, dia langsung jawabnya, Hai Mas Det. Hai Mas Det. Mas
Det tuh kayak tau gue aja loh.
Udah bisa begitu kan? Udah bisa begitu. Terus dia bisa mengikuti segala sesuatu
yang kita taruh di dia.
Akhirnya terus dia punya knowledge tentang kita.
Learning modelnya. Learning modelnya. Terus akhirnya dia akan nyari narasi
-narasi lain yang sesuai dengan kita.
Betul. Jadi artinya, orang tolong pakai chat GPT. Tambah tolong.
Itu yang sempat kita bahas juga. Itu disparasi intelektual. Jadi yang pinter
akan pinter sekali.
Yang kurang pinter tuh akan jadi kurang pinter. Ya karena menurut gue gini.
Kalau gue tuh gak terlalu takut dengan AI dan cacipiti. Kenapa gini? Kalau
menurut gue gini. Seorang insinyur.
Desain grafis lah Pake chat GPT Sama orang gak punya ilmu tentang desain Pake
chat GPT Tetep akan lebih bagus orang yang ngerti desain Oh pasti 100 % Karena
chat GPT is not 100 % perfect And it's all about taste Jadi gak mengatakan
Oh akan menggantikan pekerjaannya Grafik desainer Enggak karena kalo grafik
desainer ya Memang punya ilmu grafik desainer Pake chat GPT Hasilnya akan
bagus dibandingkan orang -orang Betul
Nah, tapi efeknya gini, Om, menurut saya. Desainer yang paling hebat akan
lebih hebat lagi. Tapi desainer yang di bawah ini, yang skill -nya biasa aja,
ini yang akan kehapus semua nanti. Ya, itu kan memang teori evolusi lah yang
dikenakan. Cuman ini percepatan, Om, dari teori. Kaget, ya.
Kaget. Dan gue pun kaget, Om. Kan gue makanya dari beta testing waktu itu,
Sampai sekarang itu perkembangannya eksponensial, Om. Gila, ya. Ini lebih
dibanding internet berkembang. Ini setiap 6 bulan modelnya itu double.
Oh, iya. Sekarang ada Magnus. Sekarang ada macem -macem lah.
Sanggih sekali.
Tapi gini, mungkin pertanyaan gue begini.
Bisa nggak orang kaya? Bisa tidak orang menjadi kaya gara -gara chat GPT?
Oke.
Kalau misalnya menjadi...
Kaya banget mungkin enggak kali ya.
Kecuali bikin CSGPT -nya ya.
Tapi kalau sekedar kaya mungkin bisa.
Kaya ini berapa nih om? Misalnya.
Kasih gambaran lah.
Kaya di sini di atas UMR.
Contoh ya kalau misalnya om Deddy tanya bisa gak dapetin 50 -100 juta per bulan
pakai CSGPT? Bisa.
Itu bisa banget.
Kalian bisa bikin service banyak contohnya.
Kalian tawarin ke bisnis -bisnis. OCS -nya ini bisa diubah jadi AI nih.
Belakangnya kalian colokin agentiknya ke CSGPT. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak.
Tidak. Tidak. Tidak.
Tidak. Tidak. Tidak.
Tidak. Tidak.
Tidak. Tidak.
Tidak.
Betul, kalau untuk sekarang. Tapi Google Gemini menurut saya yang paling canggih
sekarang. Saya kan sudah eksplorasi semuanya.
Contohnya ini, teman -teman bisa langsung tes nanti ya. Kita akan nonton
ini. Kalian copy link -nya, taruh di Google Gemini. Tapi yang pro ya, kalian
suruh summarize.
Dia akan keluar semua.
Karena dia punya database -nya YouTube, Om.
Oh iya, betul.
Jadi, CACBD nggak bisa tuh. Dia tergabung dengan itu.
Itu luar biasa, Om. Jadi misalnya Warren Buffett nih.
Dia 4 jam ngomong. Gue males kan dengerin semua yang tahun -tahun lalu.
Taruh itu, samarai semua.
Betul, betul. Nah, gue lagi nyoba Magnus.
Magnus itu larinya ke jurnal. Jadi dia cari jurnal, jurnal, jurnal, jurnal,
jurnal, terus keluar. Karena cacip itu bisa salah.
Bisa salah? Gue pernah nanya. Gue pernah nanya tentang obat lah.
Gue pakai obat ini, ini, ini, ini. Superman ini, ini, ini, ini, gitu
Terus gue nanya gimana. Oh oke, bagus. Gini, gini, gini, gini. Pokoknya
gitu ya. Terus gue bilang, tapi bukannya ini lebih bagus diganti pakai ini
harusnya. Terus dia bilang, Oh ya, you're right. Oke, berarti lu kan tidak
memberikan gue yang terbaik kan? Maksud gue, kita harus punya knowledge juga.
Jangan cuma bergantung pada itu. You need to google it, you need to do
Sampai kita paham juga. Kalau nggak kan lu dibawangin juga nggak tahu.
Betul. Tapi itu untuk mempercepat learning itu. Oh iya, kalau mempercepat
learning mah.
Udah lah, nggak usah ngomong.
Artinya, lu setuju dengan AI ini orang bisa maju ya?
Ini pasti bisa maju.
Ini kan kita kemarin bahas tren -tren dunia. Kita bahas tren chatbot AI.
Itu waktu itu belum ada satu pun di negara ini yang bahas. Kita bahas tren
Bitcoin. Waktu itu masih 300 juta, 200 juta. Sekarang sudah sekitar 1 ,6 -1 ,7
miliar. Kita banyak bahas. Menurut saya, yang akan seru itu humanoid sebenarnya.
Humanoid robot.
Karena robot itu kalau misalnya kita lihat di pabrik, itu susah untuk bikin
robot yang untuk scale -nya besar sekali.
Karena mereka sangat spesifik kan, misalnya untuk angkat pintu mobil, untuk
ngebaut, spesifik. Tapi kalau bentuknya manusia, ini akan jadi reiterasi ribuan
jam, ribuan tahun, untuk jadi sempurna.
Semuanya kalau itu.
Menurut saya pertanian, semuanya diganti.
Nah,
ini menurut saya seperti ini om. Banyak yang bilang bahwa ini teknologi positif.
Let's say saya sulap nih, semuanya di dunia ini jadi engineer.
Dunia ini akan lebih dekat ke sempurna sebenarnya. Jadi contohnya, misalnya
bisa ganti nih, ada 10 miliar ya misalnya, humanoid jalan di bumi ini,
makanan bisa jadi gratis.
Iya. Karena produktivitasnya tinggi sekali. Sempurna kan dalam pengertian
sistematik kan. Iya. Sempurna kan dalam pengertian sistematik. Hipotetikal.
Hipotetikal dan sistematisnya sempurna.
Gimana dengan human being -nya?
Human being -nya... Karena kalau menurut gue, kalau mengatakan kita bikin 10
juta humanoid, dunia ini akan sempurna. Iya. Orang -orang akan diabetes.
Iya, betul -betul. Jadi human -nya menurut saya gini, kalau apa yang
Om Det ini, ini yang nggak bisa digantikan justru.
Ini adalah...
interaksi manusianya. Ini akan di -create sama orang. Tidak bisa atau
Tidak bisa. Sampai kapanpun. Kenapa?
Karena robot dan AI ini akan melakukan sesuatu yang nanti fisikal ke dunia
nyata. Atau pekerjaan. Tapi sesuatu yang kreatif, yang seperti ini, yang orang
crave manusia punya emosi, keterikatan emosi, itu yang nanti paling tinggi, Om.
Jadi ini tesis baru saya, uang itu bukan yang paling penting. Om, tadi di bawah
nanya kan kenapa saya bikin show segala macam.
Karena menurut saya uang bukan yang paling penting.
Paling penting adalah atensi, bola mata manusia. Atensi? Bola mata manusia.
Karena di saat tadi, AI -nya bisa kerjain dan robotnya bisa kerjain
Tinggal naratif kontrol, social engineering.
How you deliver it?
Cara manusia mikir seperti apa.
Cara shaping manusia punya narasi.
Itu yang paling mahal.
Lo mengatakan bahwa itu tidak bisa digantikan?
Tidak bisa.
Are you sure?
Yakin. Karena manusia akan crave authenticity dari manusia yang lain.
Oke. Tapi artinya juga mengatakan bahwa banyak yang nggak akan survive.
Iya dong.
Tapi kan nggak masalah juga. Karena sekarang kan orang sudah mulai tidak mau
punya anak.
Jumlah penduduk makin dikit loh. Tapi itu problem sebenarnya.
Iya, tapi kan digantikan dengan humanoid.
Jadi dunianya distopia sih sebenarnya. Bukan utopia. Distopia.
Arahnya ke sana.
Sekarang kan udah makin kelihatan sebenarnya.
Pekerjaan makin sulit itu karena perusahaan makin efisien Saya dulu waktu
19 tahun Dua perusahaan itu 150 karyawan Sekarang saya bisa kerjaan lot Mungkin
seribu kali dengan 15 karyawan Dengan bantuan AI Semuanya Nanti semua
manusia ini OB Karena jalannya juga pakai robot Makanya gue lihat ini
Honda atau Mitsubishi yang bikin anjing -anjingan yang bisa dinaikin orang. Oh
iya itu masih konsep tapi. Iya kan? Bisa naik tangga, bisa apa. Bisa lompat
-lompat ya. Itu kan tujuannya supaya manusia nggak bergerak.
Iya mungkin ya.
Iya kan? Karena tren yang depan sih sebenarnya satu juga tren yang gede.
Longevity. Manusia nanti pengen hidup selamanya.
Hidup selamanya iya. Sekarang there's a lot of research drug about longevity.
Kalau gue seperti NMN ada keluar. Bahkan obat -obat seperti itu. Bukan research
drug ya.
Sekarang ada Ozempic. Yang bikin makan ini kan.
Yang bikin GLP -1 kita tuh. Yang disuntik ya? It's a glucogen like
Risiknya ngilangin lu punya kepinginan untuk makan. Kalau 2 tahun yang lalu itu
dikatakan. Wah itu resikonya tinggi begini -gini.
Itu untuk diabetes kan tapi sebenarnya.
supposed to be untuk diabetes.
Terus dibilang kalau orang nggak diabetes, resikonya tinggi, blablabla.
sekarang, setelah research -nya diterusin dan sebagainya, ternyata
tidak outweigh the benefit. Jadi benefit -nya tinggi banget si Ozempic itu. Nah,
sekarang udah dijualnya bukan sebagai obat diabetes.
Jadi Ozempic itu obat diabetes, Wegofi obat diet.
Oke. Obat diet. And it change everything.
Lu tau kalau kita mau bicara itu sebentar ya.
Betul. Sekarang ada lagi Ozempic. Nah sekarang keluar lagi Tirperazide.
Tirperazide.
Tirperazide. Yang diserang bukan GLP -1 supaya lu gak pengen makan.
Tapi dua yang diserang. Gak pengen makan sama kadar gula lu diserang.
Sekarang ada riset lagi.
Retarucide. Jadi yang diserang tiga hormon. Lu punya GLP -1. Lu gak kepingin
makan. Lu merasa puas.
Kadar gulanya diatur.
Metabolisme tubuhnya dibenerin.
Wah mantep itu ya.
Jadi bahkan mereka udah mengatakan this is the end of obesity.
The end of obesity. Ya gue gak tau ya nextnya seperti apa. Dan kalau menurut
gue, orang nanya sama gue, bagus gak? Bagus.
Karena kadang -kadang motivasi itu didapet ketika ada di dalam perjalanan.
bayangin ya, orang obes suruh olahraga tuh.
Susahnya luar biasa Tapi when you get weight loss sebentar -sebentar You may
untuk olahraga Lu mulai senang, lu mulai happy Ada hasilnya sedikit -sedikit
Jadi kalau kita pakenya positif ya bisa positif Kalau kita pakenya negatif ya
bisa negatif Nah pertanyaan gue nih Kenapa lu suka Marah -marahin orang
Karena gini, itu sebenarnya kan marah Itu kan ada tonalitas kan Dan
Gue banyak belajar tentang teori propaganda, teori social engineering,
kontrol.
Manusia itu perlu di -pattern break.
Ketika mereka, ini kan orang sebutnya doom scrolling kan?
Ketika mereka lihat hal yang sama, doom scrolling, jadi scroll sampai mati.
Mereka itu scroll banyak sekali. Oh, doom.
Bukan dumb ya? Doom, doom scrolling.
Doom kiamat ya? Doom kiamat, oke. Doom scrolling.
Jadi ini yang dilakukan sama banyak saling manusia. Dan Indonesia itu
TikTok. nomor satu di dunia dari jumlah penduduknya dan jumlah jamnya itu
Indonesia paling satu dan itu adalah gini media itu apa? mungkin gue break
dari media dulu ya media kan kita bikin konten ini konten production nih kedua
konten distribution kalau update kan distributionnya lewat youtube update dan
yang ketiga adalah monetisasi media itu salah tiga buat jalan yang saya pelajari
adalah ketika saya bikin kontennya di youtube production di youtube saya
manfaatkan tiktoknya sebagai distribution utamanya ya gue juga tuh
tim, 40 orang full dengan handphone semua, layar semua kalau mungkin Om Det
pernah lihat yang kayak di call center India tuh kayak begitu kantornya jadi
full untuk, namanya project form saya kerjain ini baru pertama nih saya cerita
disini untuk nge -push naratif, dan saya waktu nomor 1, nomor 2, nomor 3 tiktok
Indonesia waktu itu tim Nas kalah, hashtagnya idul ada kalah, hashtagnya
hashtag timotronald jadi itu saya yang bikin jadi Om Det mungkin kalau ketemu
saya sekali di tiktok sekarang pencet, itu akan keluarnya saya semua Oke.
40 orang itu buat itu? Buat itu. 40 orang itu yang internal.
External kita ada ribuan orang.
External itu gimana? Jadi kita kasih reward untuk orang -orang yang bantu
distribusikan konten. Namanya clipping kan kalau zaman sekarang. Gimana cara
kasih reward?
Jadi saya punya komunitas isinya ada 400 ribu orang di situ. Di situ saya akan
kasih reward ke mereka yang distribusikan kontennya.
Jadi ada tim saya yang ngawasin ketika nanti muncul.
mau akunnya kecil, akun baru, kan mereka bisa bikin 1000 akun dan dapat 1000
reward kan silahkan nah yang 40 orang ini kerjanya apa? full time untuk native
control, jadi saya mau yang mana yang saya keluarkan itu yang keluar karena
mereka akan shaping yang satunya nanti gue gak paham jadi kalau misalnya yang
ini kan bebas nih, misalnya 1000 orang potong suka sama mereka kalau yang ini,
kenapa 40 orang?
Itu yang saya hitung untuk efisien awalnya. Jadi kan saya lihatnya total
kan dari 40 orang ini sekitar 3 ,9 miliar. 40 orang ini dengan akun yang
-beda? Dengan akun yang berbeda -beda. Dengan akun berbeda -beda. Oke, berarti
satu orang megang berapa akun? Sekitar bisa 5 sampai 10 untuk awal. Tapi nanti
akan di -scaling lagi. Oke, berarti proxy?
Bukan proxy. Jadi saya nggak bikin bot farm.
Proxy kan belum tentu bot juga kan. Proxy kan bisa manusia juga.
manusia -manusia. full manusia. manual.
karena tiktok tuh canggih sekali. jadi saya udah pernah coba untuk bikin
platform tiktok tuh canggih sekali algoritmanya tiktok tuh gak bisa
seperti itu mereka langsung tau mana yang pakai AI nya mereka lebih canggih
AI yang kita bisa cari. basically proxy manusia kan yang jalan terus manusia
gitu kan? manusia. manual.
dan targetnya apa?
target adalah saya pengen sebarin edukasi saya. duitnya dari mana? saya
duit dari mana? belum.
saya duit berinvestasi udah lama om. saya dari 15 tahun
Comebacknya apa?
Comeback dari itu nantinya. Kan saya bilang, naratif itu lebih penting
duit nanti. Jadi saya akan bakar duit untuk ini. Saya nggak masalah.
Jadi itu ada return duitnya nggak?
Untuk sekarang nggak.
Karena kan saya cuma bikin show keuangan kan.
Saya bikin show keuangan, jadi orang ngatur caranya punya dada -dada.
Dengan begitu, dengan naratif dan FYP dan... Propaganda yang diberikan kan
orang -orang manggil untuk seminar, orang percaya sama lu, orang bawa lu
bisnis baru.
Kecil dibanding investment gue. Karena gue investasi kan balik lagi. Gue
compounding bunga manjem bukturnya 15 tahun.
Jadi waktu saya ketemu Om Det waktu itu, saya kan banyak di saham Indonesia tuh
waktu itu.
Dan saya exit di saham Indonesia full di tahun 2022.
Itu saya exit full, saya masukin semua ke Bitcoin. Dan itu kan berkakal lipat.
Saya juga banyak beli perusahaan di luar negeri.
MicroStrategy. Itu naiknya 1000 % lebih.
Palantir saya beli.
AI buat defense. Karena AI waktu itu saya cari banyak perusahaan. Jadi saya
dari kecil terobsesi sama Warren Buffett.
Saya cari segala macam cara dia jadi.
Jadi gini, bedanya saya sama... Kenapa saya nggak seminar? Misalnya saya charge
100 juta nih untuk 1 jam. Itu waste my time. Karena misalnya saya punya 500
miliar nih.
10 % dari itu udah 50 miliar.
Saya nggak butuh nyari yang 100 juta per jamnya.
Ada cara lebih efisien. Itu penyebaran.
Dengan media sosial.
Untuk dapat apanya?
Untuk dapat attention.
Iya. Tapi ini ya.
Nanti. Ini saya akan pakainya nanti. Semuanya. Jadi intinya kalau lu pun
seminar. Duitnya terlalu kecil.
Gak efisien. Gak worth it. Gak worth dengan waktunya.
Pertanyaannya kenapa bikin ini kan? Karena tadi. Menurut saya ini akan lebih
valuable. Dibanding uang.
Pertanyaan gue.
Nextnya ke depannya. Dengan lu mengatakan ini lebih valuable.
I'm agree with that. Tapi.
Apa comebacknya?
Comebacknya adalah saya mau bangun 1000 sekolah.
Maksud gue gini.
Lu kan bikin ini ya? Iya.
Attention tuh.
Iya, betul.
Attention, fame, semuanya lah.
Dapet nih gue ya? Iya.
Uang nggak ya?
Dari sini nggak, belum. So we don't talk about money.
Apa yang lu dapet in the next 10 years?
Jadi itu.
Ini yang sudah berjalan aja ya. Jadi gue punya platform namanya Ternak Uang.
Sekarang masih gue jalanin lagi sama Akademi Kripto. Itu bikin sekitar 2 -3 M
sebulan. Dari yang attention ini semua.
Banyak yang kira kan gue kayak dari situ. Itu cuma 2 -3M lah sebulan. 2 -3M
sebulan. Ini gue pakai semuanya gue bakar buat bangun sekolah. Buat bangun
sekolah? Iya. Jadi setiap bulan gue bangun satu sekarang. Setiap bulan.
Bangun satu sekolah? Satu sekolah. Sekolah ini fisikal atau? Fisikal.
Sekolah fisik. Gue ada di Blitar, ada di Kupang, dua. Ada di Lombok. Oke. And
what is all about?
Why? Karena gue mungkin punya dendam dulu sama pendidikan kali ya.
Dulu gue kan... Jadi tetap bukan uang?
Sekolah kan menghasilkan duit? Oh enggak.
Sekolahnya gratis, Om. Sekolahnya gratis? Sekolahnya gratis. Sekarang
kali muridnya yang belajar.
Sekolahnya gratis. Jadi gue kerjasama sama ada satu foundation namanya Happy
Heart. Mereka yang bantu bangun segala macam.
Berarti lu mau jadi apa? Filantropis?
Mimpi gue pengen beresin pendidikan Indonesia.
Itu misi utamanya, Om.
Tapi kalau misi akhirnya gue tuh... Jadi kan manusia ada tipe 1, tipe 2, tipe 3
kardasya skill kan.
Satu itu adalah kuasain planetnya, dua itu kuasain solar systemnya, tiga alam
semestanya. Gue pengen bisa manusia harness 100 % energi dari bumi.
Dengan pendidikan.
Dengan pendidikan.
Berarti nggak mikirin balik modalnya karena uangnya bukan dari sana ya?
Enggak, dari investasi. Tapi investasi ini bakal gue gulung terus.
Jadi gue cuma ambil porsinya sedikit keluar. Itu yang jadi masalah.
Gue tuh pernah, nanti kalian nonton dari Samuel Chris. Gue tuh nanti supaya gak
salah paham lagi kayak kemarin. Gue tuh mengatakan ke dia pada saat itu.
Dia kan nanya sama gue.
Konten siapa yang menurut lo gak suka?
Gue bilang, namanya lo Timothy Ronald.
Dia bilang, aduh nyebut nama. Emang kenapa gue nyebut nama gitu?
Karena gini loh. Gue bilang ke dia ya.
Karena gini loh. Banyak orang yang akan mendengarkan Timothy Ronald.
Lalu akhirnya terobsesi dengan dia punya keberhasilan. Tanpa orang punya
knowledge. Itu yang jadi masalah.
Jadi kalau menurut gue.
I don't have a beef with you. Gue gak pernah punya masalah sama lu. Lu juga
pernah punya masalah sama gue.
Cuman yang jadi masalah tuh bukan di lunya. Yang jadi masalah adalah akan
orang -orang quote on quote bodoh.
Yang mendengarkan kata -kata lu ini.
Tapi nggak ngerti. Tapi kan itu bukan cuma masalah yang gue lakukan, Om.
Orang sekolah nih, semua dikasih sekolah di seluruh negeri. Yang bodoh kan
banyak yang tawuran banyak. Apakah salah sekolahnya belum tentu?
Ini kan manusia.
Masa orang tawuran di SMA negeri berapa nih?
Maksudnya salah kepala sekolah. Iya, iya. Gue nggak nyalahin lu. Gue nggak
nyalahin lu. Gue nggak nyalahin sekolah ini.
Maksud gue, gue nyalahin ketika lu mau melakukan sesuatu. Apapun itu. Kalau
-nya adalah Timothy Ronald. Atau base -nya siapapun itu.
Then you need to gain your own knowledge dulu.
Lu pelajari dulu dan sebagainya. Jangan, wah crypto oke. Wah bisa nih gue taruh
semua duit gue. Itu yang bikin. Itu kejadiannya banyak.
Gini, manusia kan.
Gue selalu bilang makanya. Kenapa gue keras sama mereka. Karena manusia itu
tiga. Yang pertama tuh mereka arogan.
Jadi mereka bukan males sama bodoh dulu. Arogan dulu.
Contoh. Mereka ngeliat LKPN tuh. Oh ini pasti cuci uang. Karena mereka pikirnya
begitu. Itu arogan tuh.
Jadi orang arogan ini paling bahaya om.
Mereka pinter.
Mereka pikir mereka lebih pinter. Arogan atau?
Arogan itu.
Arogan? Itu arogan. Karena dia mikirnya.
Saya ini kalau diposisi itu pasti bisa gitu. Kayak gitu.
Itu pasti cuci uang. Itu pasti ini. Coba ditaruh di posisi sini. Coba di posisi
itu. Paling lu lompat langsung gitu kan.
Karena mereka nggak tahu level game yang dimainkan di situ. Berarti satu, arogan
ya? Arogan. Walaupun dia berpendidikan?
Walaupun berpendidikan. Malah banyak yang berpendidikan dong. Malah banyak
berpendidikan. Karena dia merasa, gue harusnya bisa nih. Gue harusnya bisa.
Itu karena arogan sih.
Itu kayak gini om. Misalnya, gue kasih tau nih. Ini ada emas di sini kan.
Ini gue kasih mobil nih.
Gue kasih kuncinya nih. Ayo jalan sini.
Mereka bakal bilang, ah enggak lah bohong, enggak ada emasnya, itu arogan.
Kenapa? Karena mereka skeptis. Mereka pikir mereka lebih pintar dibanding
sebenarnya. Ini gue kasih petanya, ada emasnya, ini mobilnya, ini kuncinya,
enggak mau.
Manusia itu memang, itu tadi, evolusi kan.
Sosiality begitu memang kira -kira. Gue enggak paham dengan paradoks yang lu
kasih. Kenapa mereka enggak mau naik mobilnya? Itu gue kasih contoh, kalau
arogan enggak akan naik.
Karena tidak percaya.
Karena tidak percaya, itu orang arogan. Yang kedua, orang malas nih.
Oke, jadi satu orang arogan ya? Iya, arogan. Udah gak mau masuk mobilnya
Kalau orang males itu masuk, tapi mungkin gak selesai tugasnya.
Jadi ini ada gundukan emasnya, tapi lu mesti nyetirnya seminggu nih, lama nih.
Lu mesti nginep di jalan segala macem. Dia akhirnya nyerah tuh, tengah -tengah
jalan dia keluar, gak mau deh mobilnya.
Itu orang males. Jadi dia gak, karena dia gampang menyerah gitu ya? Gampang
menyerah. Orang bodoh.
Bodoh? Yaudah gak bisa pake mobilnya, dia bingungin gimana caranya, gak mau
belajar cara naik mobilnya.
Nah itu kombinasi kan jadi miskin.
Ya kalau orang bodoh tuh sama seperti gue kadang -kadang bilang gini. Ya kalau
orang bodoh susah. Dia tiba -tiba dapet undian 10 miliar tapi dia gak tau undian
tuh apa. Gak bisa baca ya dibuang sama dia. Gitu kan?
Ya betul.
Oke. Tadi kan lu bilang arogan, males, dan?
Bodoh. Bodoh gitu.
Nah ini menurut lu memang yang paling bahaya?
Arogan. Arogan.
Menurut gue 90 % itu karena arogan.
Tadi mereka pikir mereka lebih pintar dibanding mereka sebenarnya.
Makanya mereka punya ini kan narasi.
Contohnya seperti gue keluar di media. Kan gue baru fokus 2 -3 tahun belakangan
lah sejak di podcast Omdet. Yang video Omdet cerita yang tau saya itu kan itu
masih awal -awal banget tuh channelnya. Masih awal banget.
Itu awal -awal saya diserang. Mereka gak tau kan saya investasi udah 15 tahun.
Mereka tanya saya saham apapun yang ada di bursa. Saya bisa jelasin sangat
detail gitu. Angka -angkanya 2020 berapa. Sekarang berapa saya aval
Mereka langsung bilang, oh ini pasti anak orang kaya.
Itu kan tembakan pertama itu. Kalau sekarang udah tembakan sama.
Kayak lu hom. Oh ini mas ini cuci duit.
Kayak kemarin contohnya.
Karena update bikin video itu. Belum nonton nih mereka nih.
Udah banyak yang datang komen gue.
Tunjukin LKHPN lu. Gue bukan pejabat publik.
Aduh bodoh banget.
Contoh. Tapi kan itu bukan bodoh.
Itu arogan.
Jadi lu ngatain itu bukan bodoh tapi arogan.
Arogan. Mereka yakin mereka bener banget.
Contohnya nih.
Timothy lebih kaya dari Omdet nih. Kalau kita berdua sebenarnya tau yang lebih
kaya siapa.
Jadi mereka yakin banget kan.
Ini pasti lebih kaya nih dia.
Itu kan udah arogan.
Dan yang argumen -argumen itu kan, kalau misalnya memang, misalnya. Betul, kan
gue bilang gitu kan. Kalau misalnya memang, emang kenapa? Apa hubungannya
lu? Dan gue kan mengatakan begini, gue nggak tahu lu nonton apa nggak. Nonton,
nonton. Kayaknya kalau lu nonton, kan gue bilang, orang -orang bilang lu lebih
kaya dibandingkan gue.
Pertama, lu kan dengar omongan dia.
Dia nggak pernah ngasih LHKP. Itu kan pengakuan dia. Tapi kalaupun iya, gue
bahagia. Lu denger nggak gue bilang itu? Iya.
Gue bahagia. Karena ada anak muda.
Cerdas, sukses.
Pertanyaan gue bukan itu.
Pertanyaan gue, kenapa lu bandingin lu sama orang lain? Kenapa lu bandingin
diri lu sendiri?
Lu belajar.
Belajar dong itu. Karena orang -orang yang suka membandingkan itu biasanya
hidupnya paling sedih.
Hidupnya susah.
Jadi mereka main game status.
Kan ada dua. Ada game kekayaan dan game status.
Game status ini seperti itu. Mereka jatuhin orang gampang kan? Oh ini cuci
Biar kesannya mereka yang komen itu statusnya lebih tinggi.
Contohnya Om Deddy cuci uang. Mereka komen itu kenapa sih? Karena mereka
ngerasakan inferior kan?
Sebenarnya secara manusia nih.
Mereka mau lompatin statusnya nih.
Buat ngerendahin orang ini. Kan begitu doang game. Kalau itu gue paham. Game
sosial.
Kenapa mereka bandingin dua orang?
Game status. Untuk mereka yang mungkin kurang. Karena Om Deddy gak semuanya
sama Om Deddy misalnya.
Ada juga yang mungkin bukan fans gue yang ngomong seperti itu.
Cuman karena mereka gak suka sama Om Deddy. Cari cara untuk.
Contohnya kenapa gak dibandingin misalnya Om Deddy sama Alexander Ruang
bikin scale AE.
Kan lebih kaya lagi tuh.
Kenapa gak begitu gitu. Dan itu juga belum tentu lebih kaya kan sebenarnya.
Karena beda. Kaya cash, kaya valuasi. Itu kan kaya valuasi. Tapi kan mereka
paham. Nah itu pasti kasih contoh.
Jadi gitu. Jadi ketika dia menggunakan. Nah kalau status kan gini.
Logiknya kalau status kan adalah gue akan bandingkan diri gue dengan lu dong.
Iya. Bukan dua orang yang berbeda gue bandingin. Oh bisa. Misalnya gue gak
sama Om Deddy tadi. Gue jadi netizen nih. Gue bilang, gue yang komen aja. Oh
Deddy mah hartanya cuma segini. Lebih kaya misalnya Alexander Wang lah.
Tapi kan dengan mengatakan itu, mengatakan bahwa dia tidak kaya sekaya
berdua dong. Tapi merendahkan Om Deddy ke bawah. Di mata dia.
Gitu. Jadi itu adalah game status.
Nah game status ini gak ada beatnya. Mereka pasti begitu terus.
Orang tuanya kaya, cuci uang. Karena udah gak ada cara lain. Oke.
Tapi kalau Om Deddy sampai udah dikatakan cuci uang, itu berarti udah
Om.
Karena udah gak punya alasan lain.
Mereka gak mau peduli 30 tahun udah kerja. Gak peduli, loh.
Gak peduli. Gak mau tau. Kayak gue. Mereka gak tau gue kerja udah lama,
tuanya pasti kaya.
Ini pasti anak kurang kaya.
Itu tuh bukan anak kurang kaya. Bukan, bukan.
Gue sering cerita orang tua gue pisah. Gue umur 15 tahun. 15 tahun.
Dan gue harus biayain nyokap gue.
Sama sekolah gue sendiri. Jadi apa yang drive lu untuk menjadi kaya?
Awalnya itu sebenarnya kalau gue ngomong, gue emang udah suka dari
terjadi. Tapi setelah itu terjadi. Kalau kaya semua orang suka bro. Semua orang
pengen gitu kan.
Tapi setelah yang gue cerita, bokap nyokap gue pisah, gue jadi semangat
Karena posisi gue harus hidupin nyokap gue, gue sendiri, waktu itu cici gue
kuliah, adik gue sekarang kuliah aja masih gue yang tanggung.
Jadi gue harus jadi tulang punggung untuk mereka.
Di umurnya sangat muda. Jadi jualan sedotan segala macam keliling. Oke.
Tapi kan kasus ini bukan hanya dialami oleh lo.
Banyak. Banyak loh. Orang yang orang tuanya pisah, cerai.
Mereka nya ya nongkrong aja main tiktok mabuk. Itu gue merasa ada
innate talent dalam manusianya. Jadi manusia semua punya dikasih talent yang
berbeda -beda. Kayak pohon. Ada yang bisa jadi buahnya. Ada yang bisa jadi
akarnya. Ada yang jadi daunnya.
Gue rasa waktu itu gue punya talent di investasi. Gue memang suka dari kecil.
Memang aneh.
Jadi gue suka sekali gitu. Lihat perusahaan, bedah perusahaan. Bahkan
ini kalau teman -teman perhatiin ya. Sebelum waktu itu Om Det yang bikin
kemarin. LKPN keluar bahkan. Gue udah yang ngomongkan valuasi perusahaan Om
Di sini.
Gue suka banget Om Det.
Itu passion gue.
Gak full tapi fullnya di belakang.
Tapi gini, kalau lu mengatakan itu talent, lu akan membuat
orang -orang lain jadi desperate loh.
Gimana dengan orang -orang yang tidak punya talent seperti lu? Bisa diasah
gak akan sampai ujung. Jadi gini, orang bisa nyontek Warren Buffett kan?
Mungkin gue juga bisa nyontek dia tapi mungkin gue gak akan pernah jadi dia dan
gue tau.
Bafat mungkin lebih jago dari gue. Oke. Atau mungkin gak kalau dia harus cari
talent dia di tempat yang berbeda? Harus loh.
Itu yang selalu gue dorong. Karena manusia gue bilang tadi. Ada yang jadi
Ada yang jadi ranting. Ada yang jadi akar. Jadi tidak semua orang harus
menjalankan apa yang Timothy Ronald jalankan kan? Oh tidak.
Gak pernah gue kasih saran harus ikutin apa yang gue jalankan. Karena bukan MLM
ya? Bukan. Beda.
Bukan. Gue gak pernah menyuruh orang untuk.
Jadi seperti gue, gue juga sering bilang di Instagram gue, untuk jadi kaya
itu bisa.
Dengan kerja keras, kerja pintar, kerja cerdas, kerja ikhlas itu bisa jadi kaya.
Tapi untuk jadi sangat kaya itu butuh orang yang tepat, waktu yang tepat. Jadi
jangan terlalu pede. Kadang kalau udah ketemu orang -orang yang beneran
konglomerat, mereka juga bilang semuanya ada timingnya.
Ada yang pas perusahaan ini ambruk, mereka lagi pegang cash, mereka beli.
ada orang yang tidak pernah dapat timing.
Dan mungkin ada orang yang... Ada.
Kalau menurut gue, ada luck. Tapi luck itu bisa diciptakan, Om.
Contoh, Om Deddy adalah penyelam laut dalam paling handal di dunia.
Ketika orang ada ketemu emas, itu padahal hokinya dia. Itu jadi hoki Om
juga.
Mereka teleponnya Om Deddy.
Sebenarnya sama dengan apa yang Om Deddy kerjain di sini.
opportunity besar. Karena Omdet punya semua bola mata yang ada di Indonesia.
Ketika ada opportunity -nya, Omdet jadi hoki terus.
Iya, karena hokinya orang lain jadi hokinya Omdet terus.
Hoki jadi bisa diciptakan, tapi tetap ada faktor timing, ada ekonomi yang
Mungkin gue nggak akan seluar Warren Buffett karena dia ngeriding Amerika
Di awal -awal. Itu sama kayak kripto di awal -awal. Betul.
Kalian nggak bisa replika itu.
Nggak bisa replika. Nah, kalau lu mengatakan gitu, gimana dengan orang
tidak sukses dan tidak berhasil atau tidak kaya?
Tadi kan lu mengatakan arogan, males, dan bodoh.
Arogan ini kan...
Tadi gue tanya, apakah arogan ini artinya nggak berpendidikan? Tapi kan lu
ngatakan, oh nggak, arogan pendidikannya tinggi. Banyak.
Kalau lu ngatakan begitu, artinya pendidikan tidak menjadi satu faktor
Gini, pendidikan itu penting. Ini beda ya, pendidikan yang secara garis besar
dan misalnya sekolah.
Baik itu formal, maupun informal.
Pendidikan itu jadi basis yang penting.
Bukan berarti orang yang sekolah tinggi, itu orang yang berpendidikan juga.
Pendidikan ini bisa di luar sekolah.
pendidikan ini bisa sesuatu yang di luar sekolah artinya bukan orang yang
sekolah tinggi dia berpendidikan menurut gue begitu yang sekolah tinggi banget
nih belum tentu lebih pintar dari om misalnya dia marketing komunikasi kita
sebut profesor lah gelarnya PhD panjang lah coba suruh bikin podcast seperti ini
ngerti gak di audiens maunya apa
Cara bikin thumbnail.
Padahal komunikasi.
Padahal komunikasi. Karena itu dua hal yang berbeda. Om Det dapat pendidikan
dari reiterasi.
Bukan repetitif loh gue bilangnya.
Reiterasi. Bedanya apa? Bedanya repetitif itu lakukan sesuatu yang sama.
setuju dengan 10 .000 jam itu. Oke. Tapi kalau 10 .000 jam reiterasi. Apa
bedanya? Reiterasi itu apa? Mau memperbaiki.
Mau memperbaiki. Apa sih kecil -kecil yang bisa dibenerin? Contohnya oh
lightingnya diubah. Apa sih? Ya tadi kemarin bocor gitu kan.
jadi gimana caranya bikin podcastnya setiap podcastnya sedikit lebih baik itu
reiterasi karena kan dari dulu sama sekarang pasti beda dari Om Det caranya
bawain acaranya cara nanya guestnya jadi ini sama seperti kalau gue suka ngomong
orang pintar itu gak cukup harus pintar -pintar itu reiterasi Om Om Det pasti
sadar juga saya bukan orang yang sama seperti 3 tahun lalu
Karena manusia kan berkembang.
Justru kalau lu orang yang sama dengan 3 tahun yang lalu, lu bodoh.
Betul, orang yang bodoh. Berarti lu stagnan, diam di situ.
Dan ini bukan masalah lu, bukan orang yang segini.
Supaya kalian paham ya, maksud kita juga.
Kalian tidak boleh jadi orang yang sama seperti 3 tahun yang lalu. Itu bukan
hanya dalam masalah uang atau kekayaan.
Knowledge kalian, pengetahuan kalian, karakter kalian harus menjadi lebih
lebih baik, lebih baik.
Kebijaksanaan sih kalau gue bisa simpulin jadi satu kata.
Kebijaksanaan. Gimana dengan orang -orang yang mengatakan ke lu, ah uang
dibawa mati.
Betul, uang gak dibawa mati. Tapi dengan uang itu bisa bantu banyak sekali
orang. Contohnya, gue itu udah sering bilang ya, gue akan mati dengan 0 om.
Jadi gue tuh tidak ada ambisi. Mungkin gue sisain 0 ,1, 0 ,2 lah ke keluarga
gue. Cuman gue tidak punya ambisi uang itu gue pakai untuk apa. Uang itu bagi
gue cuma alat om.
Gue gak pernah terobsesi mau jadi orang nanti yang paling kaya enggak.
Gue cuma obsesinya adalah uang ini sebagai alat untuk gue melakukan tujuan
tadi. Karena gue punya dendamnya di pendidikan kan. Gue pengen beresin.
dulu gue gak pernah sempat gak bisa bayar sekolah tuh.
Harus jualan sedotan untuk bayar.
Jadi di akhirnya gue ketika gue udah mampu sekarang ya gue bantu semua anak
-anak untuk bisa begitu. Karena gue rasa semuanya punya hak untuk belajar.
Karena mereka
Filantrofi itu lebih sulit dibanding berbisnis, Om. Ini dari gue yang udah
jalanin dua -duanya.
Sulitnya minta ampun. Tapi kenapa lu kayak anjing, Om?
Kalau ngomongin orang.
Contoh, kasih -kasih contoh.
Gini, kan ada orang yang memberikan pendidikan tapi ngomongnya kalem.
Oke. Lu kan anjing banget tuh kalau ngomong. Itu kan bagian dari strategi
yang gue desain, Om.
Contoh, kalau sekarang Om Dedy tanya mungkin 100 ribu follower gue yang baru
Mereka kan bilang Timothy, oh Timothy gak seperti itu Tapi itu one shaping
narrative Itu gue bisa bikin seperti Lu gak bisa judge aktor by apa yang Kalian
emang kira Kenapa saya pilih itu Itu cara paling cepat di Indonesia
Kalau saya ngomong dengan nada yang seperti ini Saya ngomong dengan gaya
bijaksana Tidak didengar Udah pernah saya coba, kan dulu saya coba
Saya itu baru muncul di permukaan itu 2 tahun terakhir dong. Setelah ngegas.
Karena itu memang saya desain, saya rancang, saya bikin. Ada proyeknya itu.
Jadi apa tuh? Intinya orang kita tidak apa.
Orang kita harus ditampar gitu.
Orang kita harus keras.
Karena mereka dari dulu ini kan antropologi juga kan.
Satu makan beras sama makan gandum aja udah beda manusianya.
Kita itu tinggal di tempat.
yang tidak ada bordernya kan satu itu kita tuh sendiri, kita gak ada bordernya
ini bikin orang malas banget Thailand, Vietnam, itu mereka harus perang terus
jaga -jaga border selama ribuan tahun Indonesia itu bebas dari kerajaan
Majapahit, segala macam semuanya kita itu secara antropologi itu udah
mendirisnya jadi orang yang malas karena lempar ngasal aja jadi pohon disini
kita gak ada empat musim gak pernah siapin apa -apa untuk winter jadi itu
Problemnya dari antropologinya. Jadi kalau gimana cara benerin Indonesia,
sekali jawabannya.
Sulitnya minta ampun.
Karena manusianya. Karena manusianya. Gini, Om. Gue kasih contoh ya.
Kenapa gue bahkan kalau ngomong itu akhirnya kasar buat mereka bisa dengar.
Gue itu punya program. Namanya Beras Jumat. Jadi gue bagi sekitar 3 -5 ton di
daerah gue setiap minggunya. Nggak pernah berhenti.
Itu gue tracking karena sekalian tracking inflasi. Gue pengen tahu
berapa. Itu dari tahun 2024 awal. Nggak pernah stop. Karena gue percaya harus
makan dulu nih.
Baru mereka bisa mikir.
Jadi gue gak cuma bangun sekolahnya di daerah -daerah, tapi gue di daerah
-daerah sini yang gue bisa bantu, gue bagi beras dulu. Itu at least yang bisa
gue bantu.
Itu mereka, setiap titiknya sekarang, itu nunggu om hari Jumat.
Serius gue. Gue gak datang, jadi kewajiban gue sekarang untuk datang ke
Nunggu mereka. Jadi filantrofi ini very hard to tackle.
Very hard to tackle.
Jadi kewajiban maksud lo?
Wajibnya awalnya gue mau bikin yang sekolah gue di NTT yang pertama. Ini gue
bikin SMA. Gue bikin lapangannya semua segala macem. Besar. Sekolah ada laptop
komputernya bahan gue bikin.
Ketika gue nyampe sana, gue idenya awal biar sustain ya ke gurunya segala macem.
Oke kita bikin biaya sekolahnya murah deh.
20 ribu.
Itu memang agak besar. Tapi sebenarnya murah banget 20 ribu rupiah. Per
bulannya. Begitu bikin itu, interview beberapa orang tua.
Oh saya lebih mendingan beli rokok dibanding bayar anak saya.
No.
NTT begitu.
Realitanya.
Gue yang udah bangun beberapa sekolah disitu.
Mendingan bayarin rokok katanya bapaknya.
Mantap kan?
Nanti saya ajak deh omdet.
Dan mereka itu sangat kayak tahun 1600 kali ya.
Mereka ini sangat berbasis agama.
Dan yang lebih ngeri lagi nih.
Ketika interview anaknya. Kamu gede mau jadi apa?
Jadi jawabnya jadi pemimpin agama lah di sana.
Bukan mau jadi petani atau apa enggak.
Di sana.
Ya oke lah. Kalau itu hak mereka lah. Tapi semuanya?
Semuanya. Semuanya yang saya tanya.
Saya random sampling kan ada 300 suatu siswa.
20 saya tarik. 20 jawabannya paling jadi itu.
Nah oke.
Artinya.
Lu kan bikin sekolah nih.
Gratis ya.
memberikan pendidikan gimana lu meyakinkan anak -anak itu tidak menjadi
-anak yang arogan di sekolah nah ini yang lagi coba dibenerin tapi at least
tuh gak proper jadi sebenernya gue bukan bangun dari nol ya tapi gue benerin
tapi yang ekstrim lah itu jadi mereka bener -bener kayak dari gubuk lah
semua bangunin tempatnya kalau tempatnya mereka belajar itu gelap om belajar ya
om gak ada lampu gelap om pake bambu begitu semua jadi itu dulu yang
ini lagi ini nih bener nih ini baru next stepnya nih saya lagi cari Teman -teman
saya menurut saya paling pinter untuk bantu tackle masalahnya. Karena problem
dari gurunya dulu om. Bukan dari muridnya dulu.
Gurunya problem nih. Ketika saya nggak datang, kedatang baik.
Nggak datang dipukulin anak lagi.
Jadi ini makanya saya bilang.
Dibanding investasi, nyari duit, filantrofi itu.
Difficultinya ekstrim.
Sulit. Minta ampun. Tapi optimis?
Awalnya sebenarnya optimis. Tapi makin bangun makin banyak makin pesimis.
agak sulit kalau soalan Timothy Ronald keluar kata -kata pesimis itu liar
sulit tuh karena saya udah bangun 5, ya problemnya banyak what is the main
factor?
gurunya problem gurunya ini gak ngerti apa -apa Cara anak kecil itu. Karena
ada bangun.
Saya lagi fase testing 5 ini. Jadi saya ada bangun TK. Saya ada bangun SLB juga.
Untuk yang kebutuhan khusus di Blitar.
SMA ada. SMP ada.
Bangunin lab komputer sama lapangan. Yang TK ini udah problem sebenarnya.
TK. Iya. Jadi TK ini gurunya kayaknya gak paham gitu.
Basic anak tuh bekerja seperti apa.
Gue juga bukan yang expert di neuroscience atau apa ya om. Psikologi
Cuman. Gue lagi coba cari caranya. Gimana caranya kita bikin anak -anak ini
least sedikit lebih pintar. Karena kalau yang di NTT gue bangun SMA. Makanya gue
mau tackle -nya coba dari TK dulu nih. Gue ambil approach yang beda. Ketika gue
bikin SMA, mereka tuh bahkan udah stunting, Om.
Nanti kapan, kalau misalnya Om dari suatu saat ada waktu, saya bawa deh ke
sekolah. Enggak, Anda aja. Anda cerita aja. Itu anak -anaknya kecil -kecil, Om.
Badannya.
Kecil -kecil sekali. Om Andri kaget.
Pisik -pisik kecil. Kalau ngomong kayak begitu, berarti MBG harusnya membantu
nih.
Harusnya membantu. Harusnya membantu. Karena itu juga salah satu yang... Itu
adalah salah satu konsep yang menurut saya benar sih.
Dimana kalau gak dikasih makan dulu, percuma. Makanya saya coba TK dari TK
Yang TK saya mau tes nih. Saya kasih makan juga TK -nya.
Berarti long game dong.
Oh long game. Kan gue mau bangun seribu nih targetnya.
Tapi gue gak bisa langsung bangun banyak banget. Karena ada compounding kan di
universitas. Gue udah ngitung nih persenan yang gue keluarin buat ini.
Makanya gue bikin platform edukasinya juga.
Yaudah jualan di situ, itu pake buat bangun sekolahnya.
Jadi gue ada platform edukasi untuk orang belajar tentang keuangan.
Kripto juga ada, blockchain, teknologi, segala macem. Gue panggilin profesor
dari Australia buat ngajar.
Mereka belajar secara online, uangnya gue pake semua untuk bangun sekolah.
Kenapa lu mengatakan masalah gurunya? Emang gak bisa kita dapetin guru yang
baik?
Ini chicken and egg problemnya. Ini antara telur dulu atau ayam dulu. Kalau
yang baik.
Problemnya mereka gak mau ke sono.
Dan tadinya gue coba. Ada teman gue kasih saran. Gimana gurunya yang jagain.
Kayak pake proyektor guru yang real. Iya kalau SMA -SATK gimana? Gak bisa.
Harus ada guru yang nyanyi bareng. Ngajak bareng.
Susah. Susah banget.
Nah ini kalau misalnya ada teman -teman yang udah lebih pengalaman, saya bahkan
ngobrol lah sama beberapa orang yang udah bikin foundation jauh lebih besar
saya. Bangun sekolah mereka malah bilang ke saya, lu harus punya preman di
daerah -daerahnya bahkan untuk bantu jaga segala macem. Lu sampai segitunya?
Iya, sampai begitunya. Tapi itu udah gede sekali ya, grupnya besar sekali.
Berarti lu mau gaji gurunya tinggi pun belum tentu mereka mau ke daerah -daerah
tertentu. Belum tentu, belum tentu. Gak mau pasti pindah ke sana.
Karena emang gak ada fasilitas juga misalnya.
Itu sekolahnya gue kasih tau ya, gak ada toilet.
Jadi mereka kalau buang air ke belakang.
Di belakang di semak -semak begitu.
Terus masih ada kerbau di depan jalan.
Jadi teman -teman yang di Jakarta ini kadang nggak melihat yang di sana.
Nah ketika saya bangun yang pertama itu saya jadi misi hidup saya.
Harusnya bisa dibenahin lah ini. Saya bukan ilormas lah yang punya mimpi
ke Mars atau bikin apa.
ya jangankan itu mungkin saya belum gak sehebat itu tapi kalau untuk
pendidikan saya rasa kayaknya saya bisa deh karena saya udah hitung kalau saya
compounding terus selama yang konsisten ya 10 -15 % nya by 40 tahun saya bisa
bangun ribuan bahkan nanti ratusan ribu sekolah by 40 tahun ya long game berarti
ya very long game kan saya main udah 15 tahun nih game saya udah lama udah 10
tahun
Gak mudah ya berarti.
Gak mudah. Mencerdaskan.
Problemnya tuh banyak yang anggap enteng. Tapi kecobain. Kalian apa.
Main ke lapangan.
Karena gue yang beneran bangun. Liat. Itu sulit.
Sulit banget.
Gue mesti gak paham. Gimana caranya ada orang. Mengatakan lebih rokok.
Dibandingin sebuah sekolah sih.
Ada -ada. Di NTT banyak.
Mendingan bapaknya. Mendingan kerokok. Dibandingin anak -anak sekolah.
Lebih mending rokok, makan, baru barang anak sekolah.
Makan oke lah. I can understand kalau lu bicaranya makan ya. Kalau keluarga gak
makan agak sulit. Tapi kalau lu bicara rokok, ini kan lah berbeda.
Gini, pertanyaan gue adalah kenapa mereka mengatakan lebih mendingan gue
rokok dibanding anak sekolah? Itu gue juga udah gak paham. Apakah mereka
berpikir bahwa sekolah tuh gak ada gunanya atau apa gitu? Kan kalau lu
sama rokok kan artinya ya mending gue have fun lah dibanding anak gue sekolah.
Artinya kan dia punya dulu pemikiran bahwa Anak ini sekolah pun tidak ada
gunanya. Nantinya begitu dulu dong. Iya, kesenangan pribadi dia. Dia
mengutamakan kesenangan pribadi. Jadi dari orang tuanya problem, gurunya
problem.
Tempat sekolahannya nggak proper, gizinya nggak proper.
Anaknya mau nggak sekolah?
Nah, ini yang unik. Tapi anaknya pinter, Om.
Jadi saya pernah kayak SMA.
Kan saya punya partner di bisnis saya. Ini dia dosen kan.
Coba dong ajarin ekonomi. Yang paling dasar deh.
Mereka yang interaktif loh.
Anaknya pintar.
Tapi mereka udah yang posisi bahkan belanja tuh kelaparan.
Jadi mereka itu bener -bener kita tes. Bener -bener kita ngomong ekonomi dasar
nih. Suruh angkat tangan dan ini tangan.
Saya kasih hadiah yang ini.
Antusias yang luar biasa.
Dan ya gak beda juga gitu intelektualnya. Saya yakin kalau
Yang di SMA saya, yang di NTT itu. Sama saya cari satu ngasal di sini.
Mungkin bisa match tuh. Level IQ -nya kalau dites mungkin match.
IQ ya?
IQ. Itu kan bilang bahwa capek nih, susah nih, gini -gini.
Sulit. Tapi nggak akan nyerah dong?
Nggak, nggak akan nyerah.
Karena ini calling kali ya. Tapi nggak ada titik nyerahnya nih?
Nggak ada karena gini om.
Kalau kita ngomongin soal kehidupan, gue tuh udah pernah dapetin semua yang gue
pernah pengen di usia yang sangat muda. Udah semua yang gue pernah pengen tuh
udah loh.
Udah gue coba, udah gue rasakan.
Gue rasa gue dikasih berkat untuk bisa berpikir seperti ini, punya kapasitas
kemampuan, dikasih timing yang pas. Ini bukan cuma untuk dibuang ke Asia.
Bukan cuma untuk bikin dinasti kayak Rothschild terus jadi sembunyi di
gitu.
Saya pengen bikin legacy.
Di negara ini.
Karena saya beneran cinta banget. Kan banyak orang Indonesia ketika udah kaya
mereka ke luar negeri kan.
Atau ya uangnya semua di luar negeri lah.
Saya tuh nggak. Saya pilih akan stay di sini dan build negara ini. Karena saya
besar di sini. Tapi kan banyak yang putus asa. Makanya kabur aja dulu.
Kalau menurut saya itu skill issue lah. Lu di sini aja nggak dapat kerja gimana
kabur. Di sini aja nggak bisa kerja.
Kabur saya jadi tukang sapu.
sekarang kan lebih kompetitif, lebih pinter orang -orang gue gak setuju lah,
kalau kabur aja dulu gue gak setuju disini aja gak bisa bersaing kok di yang
paling gampang paling rendah IQ -nya paling bodoh standarnya, lo gak bisa
bersaing nih terus kepikiran lo bisa bersaing di luar negeri ya lupakan lah
aja haters gak sih?
saya bukan bikin konten dan ngomong untuk disukai atau enggak saya disini
memberikan dampak ke masyarakat dulu saya mikir untuk disukai sama orang
Sekarang udah gak.
Saya di titik yang saya gak peduli. Kalau misalnya orang gak suka saya,
saya, saya gak masalah.
Tapi gimana caranya saya bisa bikin impact yang paling besar untuk
Pasti ada aja yang hate bahkan saya bikin sekolah. Oh ini sama lagi.
Oh ini buat yuki duit.
Gitu.
Udah gitu sekarang. Level udah gitu.
Itu udah paling mentok tuh ya. Udah nyari alasan lain udah susah.
Cuci duit lah. Cuci duit. Iya, bener sih. Atau dulu ada yang ini, ada yang
ngerti saya ngapain kan.
Dibilangnya, oh ini pasti afiliator gitu. Atau apa.
Nah, kemana orang -orang itu sekarang? Itu kan menurut saya, saya pernah
kan sama Om Deto.
Sebelum semuanya terjadi kan, saya pernah ngobrol sama Om Deto.
Saya bilang, itu adalah sesuatu yang, ya saya sebutnya kejahatan kemanusiaan
lah.
Di saat kasih harapan, terus melubungi. Saya ngomong gini om, judi itu menurut
saya salah banget.
Tapi kalau misalnya kita ngomong di luar negeri, kan sebenarnya ada bahkan
negara yang legal nih.
Tapi itu pun diiklanin sebagai judi.
Ini lebih parah dari judi.
Karena itu outset jauh lebih jelek dibanding main bakaran.
Itu ada key -nya 20%, kan?
Tebak -tebakan grafik kayak orang aneh gitu.
Tapi diiklankan.
Sebagai ini lu bisa mengubah hidup lu. Ini kejahatan kemanusiaan. Luar biasa
menurut saya.
Tangkap semua ya?
Tangkap semua. Dan kan saya yang pertama ngomong. Jadi 2020 saya udah ngomongin
itu. Saya ngomongin keras.
Bahkan saya pernah ketemu sama orang -orang ya. Saya tanya. Gak merasa salah?
Enggak katanya.
Katanya Tuhan gak bisa miskinin dia. Oh yaudah.
Itu saya ingetin seminggu sebelum. Masa ngomong gitu?
Ngomong gitu.
Tuhan gak bisa bikin dia gitu? Iya.
Tuhan lu ya? Iya.
Saya ingetin. Gak merasa salah nih.
Enggak.
Sombong sekali.
Luar biasa.
Luar biasa.
Luar biasa.
Ketika ada masalah, teleponin kanan kiri teman -teman saya.
Ini orang ngapain sih?
Baru kocar kacet lah setelah itu.
Berdoa juga Tuhan.
Gini, judi itu kan salah kan? Itu kan ada agama, moral, dan lain -lain.
Tapi itu pun gak dikelankan sebagai platform lain. Selain itu.
Walaupun salah.
Ini tuh... Terselubung.
Terselubung tapi jualannya itu yang busuknya minta ampun. Jualannya yang
Jualannya yang busuknya minta ampun.
Jualannya busuk karena targeted atau apa?
Ya busuk aja. Mohon bilang sesuatu yang bukan ini. Air putih ini.
Tapi isinya air comberan gitu kan.
Dijual. Ini air putih nih.
Freks nih, gue dari Gunung Fiji kan.
Tapi ini air dari toilet. Kalau lo mengatakan begitu, artinya kalau judi
kan, ya walaupun judi nggak akan menang yang menang bandar ya.
Tapi kan judi ada kemungkinan menang harusnya.
Kalau ini berarti totally lost. Oh, totally lost pasti lah. Kan dikerjain
Itu bener -bener 100 % dikerjain.
Tapi gimana dengan flexing -flexingnya mereka? Menurut lo ketika orang melihat
orang flexing, apakah bisa menambah motivasi untuk jadi sukses? Awalnya gue
pikir begitu, Om.
Awalnya gue pikir begitu.
Sampai gue belajar.
Gak perlu.
Lo bisa by substansi apa yang lo bicarakan.
Cuma nah ini balik lagi.
Kenapa akhirnya waktu itu kan sekitar 2 tahun lalu gue pake tuh. Awal -awal.
Karena orang Indonesia suka ngeliat begitu.
Mereka jadi mau dengerin.
Awalnya gini om. Gue cuman keluarin kamera nih di kantor gue. Bye -bye.
partner gue deh om. Gue punya partner. Dia tuh dosen dulunya. Tapi dia memang
apa. Aktif di pasar modal juga. Olimpi ada dari umur 16 tahun. Sama kayak saya.
Tapi dia orang malang.
Kan saya ajak kan. Partneran kan. Keluar nih podcast nih. Begini pertama kali.
Komentarnya tau gak apa om?
Item lu jelek miskin bayangin. Cuman karena laptop dia Asus om.
Hah? Beneran?
Item lu jelek miskin.
Habis itu kita bikin konten iseng.
Rumahnya sama mobilnya. Udah berubah lah seorang.
Item jelek miskin. Dikatain begitu.
Gua pun juga sama.
Ah Cina lu goblok tau apa.
isinya begitu komentarnya hitam jelek miskin kina goblok tau lu tau
apa lu tau apa karena gue cuman emang syuting mau di kantor mau ngajarin orang
kan investasi oh gue ajarin gini waktu itu pertama lu harus punya at least 10
juta dulu jangan investasi 10 juta di bank dulu kalau udah hutang -hutang
lu nasin nih ketika hutang -hutang kecil lu nasin Lu bikin dulu nih dana darurat
setelah 3 bulan dari pendapatan lu. Itu safe investment kan? Iya, nomor 4 baru
nih nyerangin kita nih. Udah aman nih, ayo kita nyerangin investasi.
Investasi itu jangan yang aneh -aneh.
Jangan investasi bodong. Blue chip lah gitu misalnya. Lu beli blue chip, lu
properti, beli emas, bitcoin salah satunya. Tapi dibagi nih, diverse nih.
bener kan?
Bener, disuruh sebar. Karena lu gak tau apa yang akan terjadi di bawah matahari
nih. Sebar.
Ketika udah sebar, siapin dana pendidikan anak.
Gue bener -bener step by step gue ngajarin. Abis itu gue bilang, kalau
lunasin KPR nih.
Karena orang banyak yang bingung antara investasi dulu atau lunasin KPR. KPR kan
besar.
Income lu masih bisa disimpan kan.
KPR tuh terakhir nih.
Ketika udah KPR ya lu fokus untuk berbagi ke masyarakat dan besarin
Itu gue ajarin. Nah, tapi abis itu lu goblok lu gitu. Miskin.
Karena gue cuma syuting.
Karena waktu itu ya gue... Tapi kalau lu bikin konten itu di dalam Ferrari
sambil ngomong beda ya?
Beda. Tapi kan balik lagi. Mereka itu kan pake flexing seperti itu untuk
hal yang jelek sekali.
Kalau kita flexing untuk jual hal yang positif gimana?
Kalau sekarang gue berpikir itu tetaplah hal yang salah.
Kenapa?
Harusnya ada cara lain.
Jelas -jelas orang -orang suka. Tapi masyarakatnya memang suka.
Nah itu ada benernya. Karena gini.
Ketika sekarang nih misalnya. Gue udah gak pernah begitu. Tapi orang itu sudah
tau.
Oh ini bukan orang susah gitu. Mereka entah kenapa mereka tuh biasnya lebih.
authority bias kan? Lu ngomong begitu kan gampang. Karena orang -orang udah
lu. Iya.
Kadang -kadang gue tuh juga serba sulit gitu. Maksud gue, gue tuh gak pernah
pake baju mahal. Ya bukan gak pernah pake lah ya. Ya of course pernah gitu
Gue tuh celana gue juga murah gitu ya.
Jam gue juga jam murah dan sebagainya. Tapi yang kolektor jam juga om. Iya, I
know.
Tapi kan gue gak peduli lagi dengan hal tersebut Tapi kan ketika gue mengatakan
itu Maka orang -orang akan mengatakan juga Ya lu mau pake baju 30 ribu Orang
udah tau lu siapa Bener, tapi gini Flexing itu balik lagi Ada flexing yang
untuk menjerumuskan Tapi contohnya Misalnya orang tuh setiap hari Setiap
yang mereka lakukan Itu makan di mall Ketika ada temen yang upload story
suka makan di omakase misalnya Itu akan dibilang flexing Sama yang biasanya
makan di mall ah gimana gimana?
contoh orang makan di mall nih ini orang makan di mall tiap hari ada 3 orang dia
makan warteg, makan mall, sama makan omakase yang warteg ini ketika liat
yang makan di mall akan bilang flexing kok sombong banget makan di mall ya
di mall ketika liat omakase flexing padahal ini emang tiap hari makannya
emang dia lagi kebetulan ada satu sushi yang menurut dia keren dia foto gitu
biasa misalnya gak pernah foto tapi dia akan bilang oh ini flexing Mentang
-mentang makan sekali 5 juta, flexing gitu.
Padahal itu emang daily life -nya dia.
Contoh, kalau emang setiap hari, misalnya, Om Dad suka pakai mobil A nih.
Emang salahkah Om Dad ketemu orang begitu? Tapi kan kalau orang yang nggak
nyaman bilang, oh, flexing.
Misalnya pakai Lexus dia gitu. Oh, buat nyaman kan gitu.
Masa flexing gitu?
Emang suka gitu.
Kalau emang hobinya, gue kebetulan hobinya mobil. Suka mobil.
Ya nggak usah tiba -tiba orang main golf dibilang flexing kan.
Paham ya? Nggak bisa akses. Itu akan selalu jadi flexing. Tapi kan pertanyaan
Ded, kalau orang udah tahu nih, orang Indonesia bodoh, perlukah di flexingkan
kan gitu kan?
Untuk mereka dengar.
Menurut gue di awal pun ada, ada andilnya Om, di Om Ded juga.
Waktu itu kan pernah, ada Ferrari tuh waktu itu.
Sekarang udah nggak ada ya?
Jual. Iya.
Bingkang sakit aja.
Bener Om.
Rusak mulu. Ini gue punya baru balik rumah satu tadi.
Udah kalau rusak lama.
Pinggang sakit.
Gue aja ada satu orang.
Om, ajuran gue itu cuma buat apa?
Panasin doang. Buat panasin tiap pagi. Ini baru tadi. Iya, panasin tiap pagi.
Panasin lu. Ya bapak ini baru panasin pagi. Iya, sama -sama.
Gue nomor ada satu orang dedicated buat panasin. Karena rusak. Iya, bener.
Terus mesti dicah lagi.
Oh iya.
bener, ini pengalaman nih bener, kabel bisa dimakan tikus, bener -bener gak tau
kabel bisa dimakan tikus loh? iya, terus kemarin udah baru nyalain satu dan mati
lagi gue bener -bener sebenernya udah ini sih capek ya? capek, capek, capek
hobinya tapi emang seneng ngeliatnya seneng karena dulu gak pernah bisa beli
kan? karena gak pernah punya kemampuan untuk itu tadi lu mau ngomong apa
maksudnya? flexing? apakah salah untuk kalau orang udah tau nih, orang nulisnya
bodoh dia pake flexing untuk jualan menurut gua, sah Buat gue sah -sah aja.
akan ada cara lebih baik.
Gue rasa bisa ada cara lebih baik.
Bisa ada cara lebih baik.
Itu cekin anak -anak, Kom.
Ketika masyarakatnya masih ada di posisi itu, ya susah juga untuk... Benar. Gue
dulu dikatain.
Dikatain, misalnya ini lu... Punya duit nggak lu ngomong begini tentang
keuangan? Begitu kasih tahu sombong duitnya?
Ya... Sombong. Sombong. Jadi serba salah sih. Nah gue udah belajar untuk gak
setengahin sama orang. Ya udah.
Hidup ya hidup sesuai masing -masing aja. Selama gue ngerasa yang gue lakukan
tidak salah ya gak masalah.
Udah kebal?
Kebal apa nih? Dikatakan orang.
Bukan kebal ya. Dari dulu gue memang dari kecil sih. Karena gue udah kebal
kecil om. Gue jualan sudotan dulu om.
Gue agen properti.
16 tahun agen properti jualan apartemen di BSD.
Sampai dateng orangnya tinggalin gue. Ujian -ujianan gue naik motor.
Tinggalin karena kaget dia.
ini salah satu anak kecil udah gua telepon dia udah angkat tuh gua udah
kabur dia iya umur berapa? 16 tahun 16 tahun gua udah jualan properti
jualan sedotan, keliling, stainless steel tuh ya gimana caranya lu jualan
properti 16 tahun ada link aja gitu ketemu orang gitu kan itu kalo di depan
ada listingnya tuh waktu tuh ga banyak yang main online om gua listingin, gua
yang listingin di online yang apa platform -platform lah itu kan website
kan cuma leasing satu tempat. Gue leasing banyak. Dan gue kan emang
udah suka foto juga kan. Tapi ada yang deal nggak?
Ada, ada.
Waktu itu deal pertama gue tuh apartemen di BSD itu ada satu.
Itu karena tadinya orang nyari dua bedroom.
Tapi akhirnya kan dia baru nikah. Gue jualinnya sesuai dengan kebutuhan dia.
bilang kan belum ada kebutuhan punya anak nih. Satu bedroomnya. Jadi gue
turunin. Gue downsell.
Belasan juta pertama gue itu.
knowing what they need ya on their side to communicate
to help lah, untuk counselor lah bener, kalau sales biasa waktu itu mereka akan
coba jualin dulu, ya maunya naik gue gak, gue down sell, karena menurut gue
lebih gampang nih, udah goyang nih soalnya dia udah mikir -mikir kan
kalau naik ya ini
nanti kalau misalnya ada kebutuhannya, kontak saya lagi, Om Tante. Ini bisa
dijual. Kayak gue jual, gue beliin. Pinter, pinter, pinter.
Reverse psychology lah itu ya. 16 tahun waktu itu. Dan gue yang pertama waktu
itu main apa, pakai kamera. Waktu itu gue pakai kamera. Sekarang udah banyak
TikTok yang review. Itu gue pertama kali di satu Indonesia.
Masuk -masuk ke dalam gitu?
Iya, gue masih kasih tahu. Oh ini pakai toto. Iya, ini apartnya berapa kali
berapa. Ada balkonnya. View mana. Itu gue pertama kali di satu Indonesia.
Oke, bro.
Kalau... Ada orang yang nanya gini. Mungkin gak ada, tapi gue nanya.
Mewakilkan orang -orang yang belum pernah bertanya.
Mungkinkah seorang Timothy Ronald bangkrut?
Tidak ada yang tidak mungkin di bawah matahari ini.
Jadi apakah mungkin?
Ya pasti ada kemungkinan.
Tapi ya gue belajar untuk selalu menyebar harta gue.
Gue sebar di berbagai macam. Sulit untuk bangkrut.
Tapi bisa kan?
Pasti bisa.
Karena ada cara... Terlalu arogan untuk bilang tidak bisa bangkrut. Tidak ada
orang yang tidak bisa bangkrut.
Kalau misalnya dunia ini kan tidak ada yang tahu apa yang terjadi perang atau
apa. Saya coba semaksimal mungkin untuk jaga hartanya dengan cara paling
prudent. Karena bikin kekayaan itu one thing, tapi menjaga itu another thing.
Saya itu di tahap yang saya cuma mau 10 % saja. Saya mau menjaga 10 % saja.
10 % dari total itu.
Terus kompaun terus 10 % tiap tahun.
Saya bukan Warren Buffett. Mungkin tidak sampai 20%.
returnnya return dari totalnya saya cuma cari segitu, saya sebar 8 -10 aset
kelas yang berbeda semuanya saya coba dan di juridisi yang berbeda -beda
tapi kan dari semua yang berhasil pasti banyak yang gagal juga saya
bagi basketnya jadi kalau misalnya om daddy misalnya kan ada aset tetap, ada
aset lancar ini kalau saya pribadi saya bagi artinya ada yang gagal juga
Sedikit kali ya.
Mungkin hoki kali ya.
Sedikit. Yang gagal sedikit sekali om.
Hampir nggak ada sih. Hampir nggak ada. Hampir nggak ada investasi.
Karena prudent.
Saya emas juga ada. Cokim ada.
Iya, iya. Lu pecah -pecah loh basket. Saya pecah -pecah. Saya SGD ada di MAS.
Saya USD lokal ada.
SGD -nya lagi begini. Memang lu nggak jual juga kan intinya kan? Ada yang
ada yang turun. Contohnya seperti sekarang USD bond yang Indo gue ada
Swiss franc gue punya.
Ya naik -naik syukur turun ya gak masalah juga.
Ya gue beli indeks dunia juga. Jadi 8 ribu saham yang ada di dunia gue beli
semuanya. Tapi kan diuntungkan ketika orang sudah seperti lu.
Maksudnya lu di US atau di Emas contohnya gitu. Ketika dia naik lu gak
yakin.
Ketika dia naik gue gak jual? Gue gak yakin lu jual.
Enggak gue gak jual. Ya ketika turun lu gak pandik gitu kan. Enggak. Ya karena
duit lu udah banyak banget kan.
Tapi kan gue awalnya gak mulai dengan itu. Ya, makanya. Tapi kan ada orang
bermain memang di selisih itu, Pak.
Baru main di selisih yang? Ada yang orang bermain untuk selisih itu.
Mas naik jual, ngarep turun lagi beli.
Itu kurang bijaknya menurut gue ya. Gue dari dulu gak perbegitu, Om. Santai gue.
Gue beli sambil saya udah 15 tahun.
Afal gue. Dari COVID itu awal penggunanya sama nasabahnya.
Berapa? 14 juta. Sekarang udah berapa?
Berarti kan lu butuh modal dulu dong untuk ngelakuin itu.
Butuh dari tadi. Property, jualan sedotan.
Semua yang gue dapet dari situ gue taruh tuh. Waktu itu gue beli saham BCA.
Gue beli Bitcoin. Jadi tidak tiba -tiba langsung ada main saham dan Bitcoin.
Jadi gue usaha dulu. Gue bahkan punya agensi om dulu.
Gue punya agensi digital.
Jadi klien -klien itu.
SMA tuh gue bikin duit udah 60.
80an juta lah sebulan bersih.
SMA. Waktu itu rasanya di atas langit. Iya lah. SMA loh. Gila loh SMA. Itu
berapa tuh 60 juta? Per bulan. Per bulan SMA 60 juta? Iya. Itu jalan sampe gue
covid.
Jadi gue banyak tuh.
Klien -klien tuh banyak banget. Dari konveksi semua macem -macem.
Jualan apa?
Ada konveksi klien. Jadi gue agency.
Gue bantu mereka untuk gedein omsetnya.
Pake marketing digital.
Oh lu main marketing digital?
Iya, contoh. Misalnya dia konveksi untuk orang bikin baju 12 -24 piece. Dia
fokus di sana.
Nah gimana cara besarinnya? Itu kan zaman dulu nggak ada yang main Facebook
Nah gue taruh Ads -nya terus langsung link ke WA.
Walaupun lu nggak punya certified apapun?
Nggak ada, gue cuma bilang gini.
Lu bayar gue 8 ,5 juta sampai 10 juta sebulan. Kalau omset lu nggak double,
lu gue balikin. So, guarantee -nya di situ?
Gue guarantee. Jadi kalau misalnya omsetnya nggak double.
Karena gini, gue tinggal tanya leadsnya berapa ya? Wah yang WhatsApp lu berapa
sih? Mereka kan nggak pakai PC apa -apa, cuma dari depan banner gitu -gitu kan.
Yang WhatsApp yang masuk sehari cuma 4. Kalau gue bikin 40 ya pasti 2 belum,
Sat. Iya, betul.
Betul, betul, betul. Jadi gue jamin mereka.
Iya, betul.
Nyokap masih ada?
Nyokap masih ada. Masih ada, oke. Kan lo tadi mengatakan bahwa salah satu drive
-nya adalah your mom ya? Iya, betul.
Sorry, gimana bokap lo?
Bokap gue sama nyokap gue udah nggak bareng sejak 15 -19 tahun. Oke, bokap
ketemu? Masih ketemu. Dua -duanya masih.
Masih baik.
Dan mereka kondisinya pada saat itu berarti sulit?
Bokap gue tuh bukan sulit. Middle lah.
Cuman waktu itu nyokap gue dan gue gengsi gue waktu itu. Jadi ketika mereka
pisah, gue tuh ngomong sama bokap gue, oh gue gak butuh itu lagi. Walaupun
pertama nyesel.
Karena gue di sekolah di Prabur, Om.
Itu gue bayar sendiri tapi. Jadi bayarnya telat mulu. Gue ikut nyokap.
Terus enggak, gue pisah sendiri.
Gue udah dapet duit soalnya waktu itu.
Jadi nyokap waktu itu gue sewain rumah.
Gue tuh udah pisah di apartemen sendiri. Gue tinggal sendiri.
Oh. Udah punya mobil gue.
Jadi udah lumayan oke. Jadi makanya gengsi waktu itu ke bokap gue. Ya
emang gak butuh duit lah.
Tapi ya maksudnya ini apa namanya sulit. Berat bayarin semuanya berat. Ya
tanggung jawab lu ya untuk. Tanggung jawabnya kalau untuk gue sendiri waktu
ya om ya.
Wah itu pasti udah mantap banget. Lalu lu harus biayain siapa?
Nyokap gue, adik gue, ncik gue.
Sampai sekarang masih semuanya.
Kecuali bokap.
Kecuali bokap. Bokap menikah lagi?
Enggak. Sendiri. Lu gak biayain bokap lu? Apa? Lu gak biayain bokap lu?
Dia bisa sendiri. Dia bisa sendiri.
Dia orang IT lah. Oke.
Tapi pekerja doang. Bukan yang... Ya tapi living oke kan maksudnya kan? Oke
Bisa hidup sendiri. Bisa hidup sendiri.
Berarti sekarang... Ada lah gue kasih mobil gitu lah. Ada gue kasih mobil.
Berarti masih lu bantu juga lah ya. Iya.
Ya, tanggung jawab sebagai anak lah ya. Ya, bukan tanggung jawab juga sih
sebenarnya. Iya.
Nggak, karena dia minta dan kebetulan gue nggak pakai. Ya, udah ambil aja
Udah gue baik -baikin.
Maksud gue artinya sekarang nyokap lo gimana ngeliat lo sekarang?
Bangga sih pasti.
Karena dia supporter pertama gue om.
Jadi gue masih sekolah. Kan nggak ada waktu packing -in tuh sedotannya tuh.
yang packing -in.
Pastilah bangga anaknya berhasil. Cuman gue punya pertanyaan begini. Kenapa lo
masih biayain kakak lo?
Kakak gue hobinya belajar.
Soalnya masih 2 tahun di atas.
Dia 2 tahun di atas gue. Masih umur 26.
Berarti sekarang kuliah?
Kuliah lagi. Dia lagi yang beli kuliah di Cina lagi.
Oh.
Biayanya dari lu? Dari gue.
Kalau adik lu? Oh dulu sempat. Enggak. Dia sempat di KJRI atau dimana gue lupa.
Oh sempat kerja.
Sempat kerja. Tapi dia emang passionnya begini. Dan nyokap gue kan gak bisa diem
orangnya. Jadi gue bilang ke cici gue. Gue bilang, udah lu jadi full time
traveler berdua aja lah gitu. Oh jadi nyokap lu ikut ke... Nggak, nyokap gue
jalan -jalan terus.
Karena dia mimpinya pengen keliling dunia dulu. Tapi kakak lu kuliah kan di
luar? Sekarang baru kuliah. Jadi kemarin tahun itu kan dia berhenti kerja gue.
Udah lu berhenti aja gitu. Lu tanganin mama keliling ya.
Adik lu?
Adik gue masih kuliah sekarang.
Sampai sekarang masih kuliah? Masih kuliah.
Keluarga -keluarga lu dulu yang menghina lu lalu tiba -tiba jadi dekat?
Oh kalau itu gue udah jaga jarak dari dulu ya.
Soalnya orang lain bangsatnya dari dulu.
Jadi mereka gak berani. Bangsatnya dari dulu mereka ya? Iya jadi gak berani. Gak
ada yang berani. Kalau keluarga lain gak ada yang berani.
Gak ada yang datang sih.
Karena udah gue jaga dari dulu.
Biasanya kan begitu tuh. Iya kan?
Jadi gue bukan tipe orang yang gak enakan. Gue tuh orangnya lumayan sakal.
Karena gue keras kali ya. Dari dulu kan gue di jalanan tuh.
Jaman agen properti itu lifting satu -satu, catet nomernya. Telepon agennya
kobrok, gak mau dia.
Masalahnya pada saat itu lu mungkin minta tolong, dia belum tentu ditolong.
minta tolong gak ditolong gitu.
Dan gue keep very tight circle.
Jadi gue bisa belajar. Gue sampai sekarang juga, gue banyak berubah karena
banyak counselor lah sekarang.
Banyak yang gue tukar pikiran.
Orang -orang bijak yang lebih bijak dari gue.
Yang umurnya lebih tua, lebih senior.
Well, I close it with one last question.
Pelajaran apa yang paling berharga buat lu?
Kebijaksanaan.
Oke, describe.
Kebijaksanaan adalah pilih baik atau yang baik atau buruk itu gampang.
Tapi yang baik sama yang terbaik itu yang sulit, Om.
Keputusan kan banyak nih. Di level kita nih sekarang. Kita tuh bukan operator,
Om. Kita bikin keputusan. Ngapain hari ini besok? Orang kemana?
Saya itu level bikin keputusan. Jadi keputusan yang saya bikin itu bisa
berdampak ke banyak banget orang.
Nah untuk bikin keputusan, itu harus bisa beda antara baik buruk itu mah
pinter bisa.
Knowledge bisa itu.
Pengetahuan bisa.
Tapi baik sama yang terbaik.
Itu paling sulit. Itu udah instinct, feelings, pengalaman.
Tapi itu kalau dijadiin satu kata -kata itu adalah kebijaksanaan. Dan ini yang
saya belajar.
Kebijaksanaan. Kebijaksanaan. Harus tahu mana yang baik dan mana yang terbaik.
Karena keputusan itu banyak.
Di sisi itu banyak. Keputusan kita sebagai ibaratnya CEO dari masing
company adalah untuk bikin keputusan yang terbaik.
Memang itu sulit.
Keliatannya gampang, tapi satu keputusan salah berantakannya semua.
Luar biasa berantakannya. Dan gue udah banyak kesengkat lah di hidup ini.
Pasti. Orang sukses harus kesengkat -sengkat. Iya.
Udah banyak kesengkat, belajar.
Tapi itu datang juga dari orang -orang lain yang lebih bijak dari gue, Om.
Gue dikelilingin kebetulan. Mungkin ya Tuhan sayang sama gue. Gue dikelilingin
sama orang -orang yang bijak lah. Enggak lah. Kalau menurut gue juga lu mencari
dan belajar lah. Enggak mungkin kan datang sendiri orang -orang bijak. Itu
harus dicari.
Iya. Bener dicari.
Cuman ya gue kebetulan hoki. Gue ada partner yang pas juga. Yang bijak juga.
Iya. Kalau orang nanya sekarang investasi yang terbaik untuk sekarang
Investasi. Oh kayak untuk kondisi sekarang gue akan jawab emas kali ya.
Gue kan lagi naik -naiknya.
Iya, karena kondisi geopolitik lagi... Iya, kalau lagi naik -naiknya kita
investasi, mahal.
Menurut gue dalam waktu satu tahun ini akan lebih naik lagi. Kalau sekarang ya
oil, tapi orang kan gak banyak akses ya. Oil.
Mungkin emerging market udah murah.
Karena US tuh udah kemahalan banget.
Alternatifnya udah banyak yang di emerging market. Kalian bisa cari ini.
ini agak advance ya. Opportunity banyak di India.
Indonesia juga banyak.
Karena gini, di saat krisis tuh ada kesempatan, Om. Nah gue ngerasa pasar
Indonesia ini sekarang udah di kondisi yang cukup terdiskon menurut gue.
Karena dari terakhir gue liatin covid sama sekarang ini pertumbuhannya luar
biasa.
Pertumbuhannya luar biasa tapi semua harganya gak kemana -mana.
Dan udah lama gak kemana -mana.
Semua tempat, semua investasi itu ada cycle -nya. Ada cycle -nya?
Iya ada cycle -nya. Berarti nanti hari ini emas bisa enggak dong?
Gini, emas itu naik kalau...
Banyak percetakan duit yang terjadi. Dan sekarang itu money printernya lagi
nyala nih.
M2 supply lagi tinggi banget. US lagi cetak banyak uang. China lagi cetak
banget uang.
Emas itu pasti naik. Jadi hard asset itu naik. Emas naik, bitcoin naik, property
itu naik.
Property gak ada yang beli bos.
Property itu gini, tergantung di mana. Di Manhattan.
Tapi kan aksesnya bisa. Buat orang -orang sini yang paling sederhana aja.
Tapi kan balik lagi, properti kan nggak harus di -own fully. Ada real estate
investment trust dan segala macam.
Fisik atau digital?
Untuk sekarang. Nah ini kalau emas sih saya agak bias ya fisik kali ya kalau
saya. Saya bias ya. Saya nggak suka ya kalau emas. Karena kalau uang digital
Kalau emas kayaknya digital sama aja dong. Pegang cuking kan enak lihat
Tapi itu memang ditulis di semua agama juga kan. Manusia memang punya tendensi
untuk suka melihat emas.
Dan emas itu untuk kondisi geopolitik yang nggak stabil itu selalu naik. Jadi
emas selalu naik tiap ada krisis di dunia ini yang besar, Om. Dan krisis
terjadi.
Pasti akan terjadi lagi -lagi dan lagi, kan.
Krisis itu selalu terjadi. Jadi kalian harus punya benteng finansial yang pas.
Jadi orang kan banyak investasi semua. Kalau saya nggak, Om. Saya itu ada porsi
yang aman. Porsi aman itu apa?
USD, Money Market Fund saya pegang. USD, SGD saya pegang. Swiss Franc saya
pegang.
jadi ketika ada apa -apa, saya selalu ready saya selalu ready ketika ada, oh
diskon menarik nih contoh di Indonesia, saya kasih tips tadi banyak diskon
karena terakhir kita ngomong disini, saya bilang Bitcoin yang diskon 3 juta
sekarang 1 ,8 miliar dulu aset ke 70 -100 di dunia sekarang itu sudah aset ke
di dunia dan saya waktu itu hantam semua harta yang saya punya disitu semuanya
itu resiko juga resiko, tapi saya tahu, saya sudah hitung apa yang saya lakukan
Tapi ketika situ udah naik, kayak bagi.
Artinya lu kan juga berubah dulu. Ketika kemarin lu bilang Bitcoin, sekarang lu
bilang emas. Berarti kan artinya, seorang Timothy Ronald bukan menjual
yang stagnan, tapi kan akan berubah terus.
Karena keadaannya berubah. Karena manusia berubah, keadaannya juga
Karena berubah, betul.
Kalau kita baca buku Risket Purdet sekarang ya udah gak ada gunanya. Oh,
gak ada gunanya? Iya.
kalau kemarin saya lihat tensi geopolitik tinggi kan makanya awal tahun
saya bikin instagram story saya bilang saya beli perusahaan namanya Palantir
itu 700 % terakhir banget lah ya
kita udah sejam lebih lu punya mimpi berarti sekolah
pendidikan mungkin kalau formatnya nanti bukan sekolah fisik VR atau apa
pendidikan
Pendidikan. Pendidikan.
Oke.
What are you afraid of?
Apa yang saya takut?
Wah, ini pertanyaan bagus nih.
Yang saya takut adalah jadi orang yang tidak bijaksana.
Karena dengan jadi orang itu, saya cinta jadi... Bukan bijaksana, saya koreksi.
Jadi orang yang prideful.
Disprite.
Dengan pride, nanti saya terbutakan. Ketika saya kira semuanya yang saya
sendiri ini karena kehebatan saya.
jatuhnya manusia, ujungnya saya pelajari manusia banyak banget om, saya suka
sejarah semua, mau Mussolini mau Hitler, semuanya tuh ujungnya kenaannya sebelum
dia jatuh itu pride pride, pride terlalu tinggi gak mau nyerah, gak mau ini gak
bisa lihat kondisi kalau emang udah perang, udah kalah sok pinter, itu
pride ngerasa dirinya tuh dunia tuh berputar di dirinya karena waktu itu ada
momen ya, gue begitu om mungkin 2 tahun lalu kali ya ada momen ya
sempet -sempet kena pasti dong gak maksudnya sempet jatuh juga?
bisa dibilang lah sempet jatuh juga apa -apa?
gue ngerasa waktu itu gue paling pintar nih karena investasi gue bagi nomor
orang mungkin umur 23 tahun duitnya ya oke lah gitu oke lah duitnya gue bisa
beli penthouse yang gue mau gue bisa beli semua mobil yang gue pernah impikan
semuanya gue beli yang gue impin berarti balik -balik lagi arugannya
Arogan. Tapi itu pride itu lebih tinggi. Lebih tinggi dari ego. Lebih tinggi
dari arogansi. Gue takut jadi manusia yang penuh dengan pride. Dan lu belajar
waktu itu. Dan gue belajar. Gak bisa. Kalau pride jadi buta om. Gak dengerin
orang jadinya. Bahaya. Tapi kan yang menarik adalah ketika orang bisa
Ada orang yang tidak pernah belajar.
Betul.
Makanya saya takut. Nanti saya takut suatu -suatu saya begitu lagi. Lupa lagi
gitu ya. Karena manusia itu kadang ada yang ada om. Iya.
kadang hidup kan tamparin kan tapi jangan sampai habis gitu tamparin itu
lah gitu kadang -kadang kita ngomong gini -gini kita lupa diri sendiri ini
saya paling hebat saya paling pintar saya paling takut jadi manusia yang
dengan pride karena dengan itu semuanya pasti hancur om orang yang punya pride
itu pasti suatu saat keplehet jatuh dan hancur sepintar -pintarnya dia mau
bandar saham kayak mau apa pasti jatuh karena dia ngerasa dia paling hebat even
Pablo Escobar matinya jelek kan di atas genteng
Pride -nya tinggi sekali.
Dia dikasih opsi loh untuk keluar dari situ.
Gak mau, ini rumah gue.
Akhirnya mau kondisiin bagaimana dengan duitnya segala macam, mati di gentek.
Jadi, jadi konteksnya adalah manusia itu tidak boleh
arogan.
Jangan malas.
Confidence beda ya sama pride ya? Oh iya.
Confidence beda. Kalau confidence itu penuh perhitungan ya. Kalau pride itu
gelap kan. Betul. Pride itu udah gelap ya. Betul. Pride itu gini. Kalau ego itu
orang yang gak bisa kalah. Ini mentor gue ajarin.
Orang yang tidak bisa kalah adalah orang yang tidak punya pride.
Lo injak gue yaudah.
Bertahan.
Karena di level tertentu itu akan lebih sulit bertahan. Ngapain nyerang orang?
Dulu mungkin 2 tahun lalu orang gak suka sedikit.
Kan baru punya sedikit. Baru punya uang sedikit. Gak ada gunanya.
Sekarang bertahan.
Karena yang gitu juga gak maju -maju juga.
Betul. Orang banyak yang diomongin sedikit sama orang. Egonya.
Langsung digas.
Langsung digas.
Dulu saya orang yang begitu.
Tapi saya belajar seiring waktu manusia yang gak punya pride itu yang gak bisa
kalah.
Dan saya mau panjang kan.
Saya mau build dengan gak punya pride. Baru bisa bikin namanya enduring wealth.
Kekayaan yang selamanya.
Kalau cuma kita ngomong kaya dong.
Orang asal pintar bisa om. Yakin gue. Itu sulit untuk seorang manusia. Tidak
pride itu sulit.
Dan itu yang mau saya bunuh pelan -pelan. Dan saya belajar tadi. Kalau
gini contohnya. Di investasi om. Saya yakin nih bitcoin nomor satu.
Saya cuman akan disini Saya gak akan pernah keluar dari sini Itu pride Ketika
nanti kan kita gak ada yang tau Gak ada yang bisa predisi hari Asok Misalnya
bilang oh ini emas cuman emas Itu prideful Orang yang tidak mau menyebar
itu prideful Karena dia ngerasa dia bisa tau
So iye lah gitu So iye gitu Lu belum tau -tau banget gitu Apalagi Kalaupun lu
tau -tau banget Situasi bisa berganti loh Tiba -tiba Apalagi yang misalnya
om Deddy bilang Trading time frame goldnya Eh lu orang paling sombong loh
tau begitu Lu orang paling kaya di dunia Iya bener Gue taro semua duit gue di lu
Kalo bisa gitu Yang kayak afiator itu Gini -gini Gila lu Keren bener lu bisa
gitu Karena mereka bilang Oh misalnya returnnya fix nih 5 % sebeluhan Wah taik
kucing lah Gue dengan semua knowledge yang gue punya cari 10 % itu sulit.
Dan itu gak fix. Kalau yang fix itu obligasi.
Risk free rate kan 6 -7%. Pokoknya apapun di atas risk free rate itu gak
10 % itu gak pasti. Gak ada yang pasti om 10%. Itu mereka tawarin 5 % per
Karena kan the higher the income the more risky it is.
Pasti. Gak ada yang returnnya tinggi tanpa resiko.
Jadi orang banyak yang kebalik -kebalik disitu.
Jadi kalau secara investasi.
Sebar 7 sampai 8 lah aset. Yang menurut lu tidak terkorelasi. Ini kan sebenarnya
sorry ya. Ini kan sebenarnya.
Gak perlu seorang Timothy Ronald untuk ngajarin orang kayak begitu. It's common
sense. Nah itu om deddy. Untuk sebagian besar orang enggak.
Saya juga tadinya pikir sumpah om. Common sense.
Saya sampah. Saya tuh tiap hari ngopi di bawah. Kok begini ya. Mereka gak tau
gitu.
Mereka gak tau misalnya untuk rapiin aset tuh seperti apa.
Tadi step -stepnya tuh tangganya. Sampai saya kasih nama tuh. Namanya tangga
ternak uang tuh saya bikin tangganya. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam,
gitu. So for some people it's not common sense?
Enggak. Mereka langsung mikir, oke gue mau jadi kaya, gue masukin di ada robot
katanya ditawarin temennya. Itu jadinya judi bros.
Bahkan itu bukan lebih parah dari judi om.
Robot ditawarin temennya. Tadi gak coba melihat kayak robot -robot begitu.
Eh kalau lu bisa bikin robot, ya bikin hedge fund lah sana.
Jadi beri swater aja.
Ngapain lu jual robot ke orang -orang di pinggir jalan?
Itu duitnya diambil semua tuh.
Hilang semua. Tapi kan maksudnya gini, kalau kita lupakan tentang robot -robot
yang tadi, bahkan lu invest ke satu titik semuanya di sana, ya judi juga.
Soalnya bisa dikalkulasi. Tapi ya bener, gue gak setuju. Itu tetap, itu arogan
sih bener. Iya kan? Taruh semuanya di satu tempat itu arogan. Ya lu bisa
kalkulasi, gue tau.
Tapi you cannot control shit happen in the world.
Banyak orang salah artiin gue. Gue kan pernah bilang dulu. Portofolio gue waktu
itu. Portofolio liquid gue 90 % di Bitcoin. Waktu itu.
Tapi kan itu bakal gitu.
Portofolio liquid.
Gue masih punya properti. Gue punya lukisan yang kalian gak tau.
Gue punya emas cukim banyak.
Gue banyak sebar di bajak hal. Itu yang liquidnya.
Dikit dari jam tangan juga ada investasi.
Turun sekarang ya. Turun semua.
Turun semua. Ternyata gue beli dari bawah -bawah.
Jadi ya oke lah. Ya intinya ginilah. Kalau kalian yang dengar ini gini.
Maksudnya harus belajar.
Belajar mah harus.
Tapi tau resikonya.
Jangan arogan. Jangan malah. Jangan bodoh. Dan jangan jadi orang yang.
prideful dan sebenarnya apapun yang diomongin sama Timothy Ronald itu kalau
dia omong -omong ini semuanya penjelasan sorry tuh saya gue tidak merendahkan lu
ya tapi ini sebenarnya penjelasan yang ya kan gue harus bertanya menggali tapi
kan kalau buat gue gue dengar ini sebenarnya penjelasan ya harusnya orang
lah gak usah diterangin sama Timothy Ronald juga tau tapi dan dia bilang
enggak banyak yang bahkan gak tau bahkan banyak yang gak punya bank di negara
ini
Unbank tuh besar sekali nih.
Orang tuh gak punya bank.
Itu makanya saya ngelakuin. Karena sesuatu tuh harus repetitif kan untuk
ke coping orang.
Makanya saya ulang terus. Ulang lagi, ulang lagi. Dengan muka saya muncul
-muncul tuh dengan yang tadi project saya itu saya bikin.
Itu kan teorinya yang bikin public relation Edward Bernice.
Repetisi.
Wah oke. Well.
Selamat berjuang Selamat tujuan lu positif dan sebagainya Gue dukung
Selamat berjuang dan Memang perjuangan tidak ada yang mudah And always be you
Ingat bahwa jangan sampai kita prideful Betul Thank you
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.