All language subtitles for Rana.Naidu.S02E06.HINDI.NF.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Anda bilang bisa membantu Tej.

Aku mau tiga hal sebagai gantinya.

Pertama, kembalikan lima persen saham timku.

PERJANJIAN PENGALIHAN SAHAM

Bagus.

Selanjutnya...

Kau, semua anak buahmu,

dan gadis garang yang bawa motor itu

harus bekerja eksklusif untukku.

Ya. Halamannya polos.

Tapi menulis kontrak butuh waktu.

Apa kakakmu punya waktu itu?

Terima kasih.

Pedih, ya?

Padahal sudah terbayang duduk di tribune VIP, minum sampanye,

menikmati penampilan Arijit, ya?

Sekarang tinggal angan.

Tahu, tidak, Rana?

Bermimpi itu bagus.

Namun, tetap harus tahu diri.

Mari. Siap untuk pekerjaan pertamamu?

Agak berantakan.

Pel, ember, detergen, larutan asam, sarung tangan, sikat...

Semua lengkap di gudang perlengkapan.

Stafku hari ini libur.

Akan kuhubungi Mendagri.

RANA NAIDU

Kau memanggil arwah, Pengacau?

Sudah mau 12 jam. Bisa memasukkan sandi lagi.

Kalau tahu sandinya, kenapa brankasnya dibawa ke sini?

Buka di sana, baru ke sini.

Apa-apaan ini?

Bodoh! Serahkan pistolnya!

Kenapa kau bernafsu membunuhku?

- Dengar dulu! - Waktumu habis, Pengacau!

Gara-gara kau, anakmu pun masuk penjara, dasar parasit!

- Hei! - Bibi!

Rauf! Keparat!

Waktunya menguliti serigala itu.

- Biar kupatahkan giginya. - Kalau kau juga dibunuh?

Lantas mau dibiarkan?

Aku tidak mau orangku dibunuh lagi gara-gara dia. Paham, tidak?

Tapi aku bisa mengutus seseorang

yang sudah mati.

...yang Anda tuju sedang tidak aktif. Coba lagi...

Angkat teleponnya, Tasneem.

- Aku mesti stop makan kedelai? - Ya.

- Apa lagi? - Tidur lebih lama.

Hai, Tasneem.

Hari ini agak telat? Baru telat sepuluh jam.

Kau lupa jadwalmu, ya?

Tolong pesankan Uber. Ke stasiun Dadar.

- Kenapa? - Aku mau ke Satara.

Ini aku cuma mau ambil barang.

Kammu, keluar sebentar.

Keluarlah.

Apa kau marah?

Teleponku ditolak terus.

Jaffa, aku mau pergi.

Kenapa tiba-tiba?

Ada masalah.

Kau bertanya apa ada seseorang yang istimewa di hidupku, 'kan?

Terus terang saja.

Ada.

Kenapa baru bilang?

Aku pun baru tahu pagi ini.

Aku hamil, Jaffa.

Hamil anakku?

Lemot sekali kau ini.

Belum genap tiga hari kita bercinta.

- Mengerti? - Oke, maaf. Aku...

Lupakan.

Dua bulan lalu, aku punya kekasih.

Setelah tidur denganku, dia menghilang.

Tapi anak ini tidak akan kugugurkan.

Akan kurawat.

Kammu, taksi sudah datang?

Sana. Keluar.

- Cheeku... - Diam!

Jika bicara lagi,

aku akan mengulitimu.

Teman-temanku tewas. Jangan cari perkara baru.

Mengerti?

Sana.

RAJA WORLI BUNG RAUF

- Hei, berhenti! - Tenang. Bawa ini.

Bawakan saja dulu.

Antar aku ke Rauf.

Jalan! Hei!

Jangan macam-macam.

Letakkan pistolnya! Cepat!

Jalan. Ayo.

Akhirnya, idemu cukup menarik.

Boleh, boleh.

Tidak pernah menonton film polisi?

Angkat tangan berarti menyerah.

Dia mengejek kita,

"Bajingan, ternyata di sini banyak banci.

Ini bukan benteng Bung Rauf, tapi taman umum."

Bocah pun bebas pacaran di sini.

Apa kabar, Pak?

Hei, Rauf!

Jangan bergerak. Kalau tidak...

Apa?

Kalau tidak, kau akan menari?

Silakan.

Ayo menari bersama.

Wah, wah, Pak!

Berani juga.

Menodongkan pistol ke arahku.

Aku disuruh Anjali kemari.

Siapa?

- Siapa itu? - Bibi.

Kau disuruh Bibi? Ada apa?

Kau disuruh cari obat kuat di sini karena Bibi loyo?

Kau yang butuh obat kuat.

Aku disuruh membunuhmu.

Dan kau datang.

Besar sekali nyalimu.

Ternyata Bibi rajin juga.

Repot-repot mencari kecoak Hyderabad untuk menyerangku.

Aku punya rencana untukmu.

Untukku?

- Katakan. - Ayo kita jebak Anjali.

Dia pengganggu bagi kita.

Kita habisi saja. Bagaimana? Ini, ambil.

Apa itu? Begini. Mengerti?

Bukan begini. Mundur sedikit. Ya, kuda-kuda.

Fokus! Kau tidak fokus.

Dia meninggalkanku.

Karena dia tahu...

aku tak sanggup mengurus anak.

Mengurus diri saja tak becus. Mana bisa mengurus bayi?

Jangan asal bicara, Jaffa.

Panggil aku Kak Jaffa.

Aku ini kakakmu.

Kau lebih muda.

Pasti kau lebih hebat jadi ayah daripada aku.

Mana mungkin.

Kau tahu kenapa kau bisa jadi ayah yang baik?

Karena kau takut tak bisa jadi ayah yang baik.

Dia dicampakkan pria yang menghamilinya.

Tapi siapa yang mencemaskan anaknya?

Kau.

Ayah kita saja pasti cuek saat kita lahir.

Tapi aku tak tahu apa-apa.

Kalau bayi berak, bagaimana ganti popoknya?

Itu tidak diajarkan di sekolah.

Tapi orang belajar.

Cegah Tasneem pergi.

Lihat. Dia pasti belum jauh.

Sana!

- Hati-hati! Awas keserimpet! - Kak, sarungmu!

Ternyata benar.

Penghuni galangan kapal itu mengirim tikus kapal untuk membunuhku.

Basmi tikus pengkhianat ini.

Jangan buang-buang peluru. Satu peluru cukup.

Saat tikus pengkhianat membuka kedoknya,

seluruh kota akan hangus.

Yang benar saja?

Jadi, kau memang mau setor nyawa?

Nyawaku di ujung tanduk,

aku bokek, wanita juga tidak punya.

Karena kau juga menolakku, matilah bersamaku.

Kau sudah gila?

Apa-apaan? Kenapa menyala?

Siapa yang menekan tombolnya?

Hei, kok, menyala?

Kenapa diam saja, Keparat?

Lepaskan bom itu dan buang jauh ke laut.

- Digembok. Tak bisa dilepas. - Berengsek!

Dia sudah mau meledak.

Ikat dia ke motor dan bawa pergi. Cepat!

Aku yang bawa?

- Ya! Siapa lagi? - Nanti aku mati.

Nanti masuk surga. Pokoknya, jika warga Koliwada terluka, kuhabisi kau.

Cepat pergi!

- Rauf... - Jangan lelet. Waktunya sempit.

Cepat!

Motornya ada bensin, tidak?

Dasar sialan!

MENUJU STASIUN DADAR

Mau apa kau, Maling?

- Mau mencuri? - Pinjam dua menit.

- Pasti kukembalikan! - Lepaskan!

Lepaskan.

- Hei! - Maaf!

- Tangkap! - Hei!

Bajing...

MENUJU STASIUN DADAR

Hati-hati!

- Minggir! - Sinting, ya?

Gawat! Habislah kita!

MENUJU STASIUN DADAR

Awas depan!

Hei!

Berengsek!

MENUJU STASIUN DADAR

Sarinya!

Jahanam!

Shakeel jadi Shakila, manis juga!

Awas.

Hei!

Tasneem!

Cepat! Bisa-bisa kau ikut mati!

Jalan buntu! Bagaimana ini, Shakeel?

Semenit lagi. Ayo jinakkan bomnya.

Caranya? Kau bisa?

Hei!

Tasneem!

- Potong kabelnya. - Di mana?

Kabel yang mana?

Di bawah pewaktunya!

Ada dua. Hijau dan kuning.

- Yang mana? - Kupikir dulu semenit.

Sisa 30 detik lagi, mana sempat semenit. Cepat!

Yang mana? Hijau... Kuning...

Cepat!

- Yang hijau. - Oke.

- Bagaimana potongnya? - Pakai bokong!

Pakai gigilah!

Jaffa!

Jaffa, kau tak apa?

- Anakmu... - Apa?

- Biar kuurus. - Apa?

Aduh! Tunggu, akan kujelaskan.

Tasneem, aku mau membesarkan anakmu bersamamu.

Percayalah, aku akan jadi ayah yang baik.

Aku pasti bisa.

Jaffa, aku yakin kau bisa.

Tapi aku tak menyangka

kau rela melakukannya.

Kenapa tidak?

Aku mencintaimu.

- Maaf. - Sebentar.

Raih tanganku.

Mau menikah denganku?

Kau serius?

Masa, aku bercanda di kondisi ini?

Jawab. Maukah kau menikah denganku?

Cepat, sakit.

Aku mau.

Hei!

Terima kasih sudah menerimaku kembali.

Rana...

Maafkan aku soal Kavya.

Aku tidak tahu dia hamil.

OB membujukku.

Katanya itu perlu untuk melindungimu.

Kalau tidak, kau dipenjara.

Cuma dipenjara. Tidak mati, 'kan?

- Apa? - Malam ini mungkin ada penyerangan.

Tej masih dirawat di klinik?

- Pastikan tak ada yang mendekatinya. - Ini lapas, Pak.

Tahu sendiri tahanan di sini.

Hal buruk bisa terjadi.

Besok, bisa saja kakak Anda sudah jadi mayat,

saya juga. Bagaimana nanti?

Ya, Bos.

- Berapa lama lagi? - Hampir beres.

Suruh dia menelepon koneksinya.

Baik.

Tim Mumbai tampil perkasa di awal.

Anehnya, pemiliknya tak terlihat.

Di mana Viraj Oberoi?

Kukira dia akan selalu hadir. Di laga pembuka pun tak hadir.

Benar juga.

Selesai.

Ponsel Paritosh.

Sepertinya kehadiran Alia Oberoi menciptakan keajaiban.

Dia membangkitkan moral tim...

Pak Menteri.

- Ya? - Viraj sudah menelepon.

- Tej akan segera bebas. - Terima kasih.

Halo, Pak?

Baik. Saya ke sana.

POLISI

POLISI

Bajingan!

LAPAS MARLOW ROAD GERBANG 4

LAPAS MARLOW ROAD

Ya, begitulah.

Aku bilang aku frustrasi.

Kakak ini ada-ada saja. Keras kepala.

Kukira aku sudah kehilanganmu.

Sampai kapan aku akan terus menyusahkanmu?

Kau keluar dari lapas atau RSJ?

Omonganmu melantur.

Aku sadar dengan ucapanku.

Aku memang salah. Pantas dipenjara.

Demi keluarga, kenapa kau selalu...

Kau sudah bebas.

Tak usah dipikirkan.

Aku tidak minta dibebaskan!

Tahu alasanku?

Karena aku menyayangimu.

Kau saudaraku!

Ayo, akuilah.

Kau bayar berapa agar aku bebas?

Pakai cara apa?

Pokoknya, tak seberapa. Ayo berangkat.

UNTUK MENANG BUTUH 4 RUN TERSISA 2 BOLA

Pukulan hebat! Mantap! Hebat!

Kita menang! Luar biasa...

Ayo, Ayah. Duduk. Ayah ketinggalan.

Kita menang! Serius!

Lain kali, kita harus ke stadion, Yah.

Duduk di tribune khusus supaya teman-temanku melihatku di TV.

Maaf, Nak.

Padahal hari ini kau ingin ke stadion, ya?

Tak apa, Ayah. Aku paham.

Nitya sakit. Masa, kita ke stadion?

Laga berikutnya saja.

Ani, hari ini ada insiden.

Sesuatu yang tak bisa dicegah.

Dan gara-gara itu, kita kehilangan tim.

Maksudnya?

Kita tak punya kepemilikannya lagi.

Tak bisa duduk di tribune khusus.

Tapi nanti kita tetap ke stadion.

Tunggu, Ani! Apa...

Padahal tidak muluk.

Aku tak minta penghargaan Padma Shri. Cukup hargai aku sedikit!

Dia selalu merendahkanku. Kenapa?

Burungnya lebih besar? Tidak, 'kan? Tapi angkuh!

Siapa yang menurunkan muatan dari kapal? Shakeel.

Siapa yang menyogok petugas bea cukai korup dini hari?

- Shakeel. - Hebat.

Sundari hamil.

Siapa yang meninggalkannya di rumah sakit untuk menghajar geng Agripada? Shakeel!

Apa imbalannya? Nol besar!

Istrimu ditinggal sendiri di rumah sakit? Anakmu laki atau perempuan?

Sundari. Itu anjingku.

Kuperiksakan ke dokter.

Nama anjing macam apa itu? Sundari?

Jika kau tak puas, tinggalkan Rauf.

Aku mau saja,

tapi dia melarang.

Aku bisa paham.

Tapi aku sudah kukuh.

Aku punya rencana

yang bakal mengakhiri riwayat Rauf.

Mantap! Mari bersulang untuk berakhirnya riwayat Rauf.

Ya!

Dengar, tujuan kita sama.

Jadi, jangan dirahasiakan. Buka-bukaan saja.

Apa rencanamu?

Kau merekam Rauf lagi mesum?

Sabar.

Dapat dari mana?

Dari CCTV jalanan.

Rauf menyuruhku menghapusnya.

Tapi jika dia berengsek, aku berengsek kuadrat.

Rekamannya kusalin.

- Kau mau memerasnya? - Bukan aku.

Orang lain.

Ada yang berminat beli.

Mau bayar mahal.

Rauf bakal kena batunya sampai dia terkapar lemas!

Kau jual ke siapa?

- Siapa yang mau beli? - Besok kami bertemu.

Setelah ini, pasti seru.

Mari bersulang!

Nitya!

DIADAPTASI DARI "RAY DONOVAN"

Terjemahan subtitle oleh Fahrurrozy A

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.