Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Anda bilang bisa membantu Tej.
Aku mau tiga hal sebagai gantinya.
Pertama, kembalikan lima persen saham timku.
PERJANJIAN PENGALIHAN SAHAM
Bagus.
Selanjutnya...
Kau, semua anak buahmu,
dan gadis garang yang bawa motor itu
harus bekerja eksklusif untukku.
Ya. Halamannya polos.
Tapi menulis kontrak butuh waktu.
Apa kakakmu punya waktu itu?
Terima kasih.
Pedih, ya?
Padahal sudah terbayang duduk di tribune VIP, minum sampanye,
menikmati penampilan Arijit, ya?
Sekarang tinggal angan.
Tahu, tidak, Rana?
Bermimpi itu bagus.
Namun, tetap harus tahu diri.
Mari. Siap untuk pekerjaan pertamamu?
Agak berantakan.
Pel, ember, detergen, larutan asam, sarung tangan, sikat...
Semua lengkap di gudang perlengkapan.
Stafku hari ini libur.
Akan kuhubungi Mendagri.
RANA NAIDU
Kau memanggil arwah, Pengacau?
Sudah mau 12 jam. Bisa memasukkan sandi lagi.
Kalau tahu sandinya, kenapa brankasnya dibawa ke sini?
Buka di sana, baru ke sini.
Apa-apaan ini?
Bodoh! Serahkan pistolnya!
Kenapa kau bernafsu membunuhku?
- Dengar dulu! - Waktumu habis, Pengacau!
Gara-gara kau, anakmu pun masuk penjara, dasar parasit!
- Hei! - Bibi!
Rauf! Keparat!
Waktunya menguliti serigala itu.
- Biar kupatahkan giginya. - Kalau kau juga dibunuh?
Lantas mau dibiarkan?
Aku tidak mau orangku dibunuh lagi gara-gara dia. Paham, tidak?
Tapi aku bisa mengutus seseorang
yang sudah mati.
...yang Anda tuju sedang tidak aktif. Coba lagi...
Angkat teleponnya, Tasneem.
- Aku mesti stop makan kedelai? - Ya.
- Apa lagi? - Tidur lebih lama.
Hai, Tasneem.
Hari ini agak telat? Baru telat sepuluh jam.
Kau lupa jadwalmu, ya?
Tolong pesankan Uber. Ke stasiun Dadar.
- Kenapa? - Aku mau ke Satara.
Ini aku cuma mau ambil barang.
Kammu, keluar sebentar.
Keluarlah.
Apa kau marah?
Teleponku ditolak terus.
Jaffa, aku mau pergi.
Kenapa tiba-tiba?
Ada masalah.
Kau bertanya apa ada seseorang yang istimewa di hidupku, 'kan?
Terus terang saja.
Ada.
Kenapa baru bilang?
Aku pun baru tahu pagi ini.
Aku hamil, Jaffa.
Hamil anakku?
Lemot sekali kau ini.
Belum genap tiga hari kita bercinta.
- Mengerti? - Oke, maaf. Aku...
Lupakan.
Dua bulan lalu, aku punya kekasih.
Setelah tidur denganku, dia menghilang.
Tapi anak ini tidak akan kugugurkan.
Akan kurawat.
Kammu, taksi sudah datang?
Sana. Keluar.
- Cheeku... - Diam!
Jika bicara lagi,
aku akan mengulitimu.
Teman-temanku tewas. Jangan cari perkara baru.
Mengerti?
Sana.
RAJA WORLI BUNG RAUF
- Hei, berhenti! - Tenang. Bawa ini.
Bawakan saja dulu.
Antar aku ke Rauf.
Jalan! Hei!
Jangan macam-macam.
Letakkan pistolnya! Cepat!
Jalan. Ayo.
Akhirnya, idemu cukup menarik.
Boleh, boleh.
Tidak pernah menonton film polisi?
Angkat tangan berarti menyerah.
Dia mengejek kita,
"Bajingan, ternyata di sini banyak banci.
Ini bukan benteng Bung Rauf, tapi taman umum."
Bocah pun bebas pacaran di sini.
Apa kabar, Pak?
Hei, Rauf!
Jangan bergerak. Kalau tidak...
Apa?
Kalau tidak, kau akan menari?
Silakan.
Ayo menari bersama.
Wah, wah, Pak!
Berani juga.
Menodongkan pistol ke arahku.
Aku disuruh Anjali kemari.
Siapa?
- Siapa itu? - Bibi.
Kau disuruh Bibi? Ada apa?
Kau disuruh cari obat kuat di sini karena Bibi loyo?
Kau yang butuh obat kuat.
Aku disuruh membunuhmu.
Dan kau datang.
Besar sekali nyalimu.
Ternyata Bibi rajin juga.
Repot-repot mencari kecoak Hyderabad untuk menyerangku.
Aku punya rencana untukmu.
Untukku?
- Katakan. - Ayo kita jebak Anjali.
Dia pengganggu bagi kita.
Kita habisi saja. Bagaimana? Ini, ambil.
Apa itu? Begini. Mengerti?
Bukan begini. Mundur sedikit. Ya, kuda-kuda.
Fokus! Kau tidak fokus.
Dia meninggalkanku.
Karena dia tahu...
aku tak sanggup mengurus anak.
Mengurus diri saja tak becus. Mana bisa mengurus bayi?
Jangan asal bicara, Jaffa.
Panggil aku Kak Jaffa.
Aku ini kakakmu.
Kau lebih muda.
Pasti kau lebih hebat jadi ayah daripada aku.
Mana mungkin.
Kau tahu kenapa kau bisa jadi ayah yang baik?
Karena kau takut tak bisa jadi ayah yang baik.
Dia dicampakkan pria yang menghamilinya.
Tapi siapa yang mencemaskan anaknya?
Kau.
Ayah kita saja pasti cuek saat kita lahir.
Tapi aku tak tahu apa-apa.
Kalau bayi berak, bagaimana ganti popoknya?
Itu tidak diajarkan di sekolah.
Tapi orang belajar.
Cegah Tasneem pergi.
Lihat. Dia pasti belum jauh.
Sana!
- Hati-hati! Awas keserimpet! - Kak, sarungmu!
Ternyata benar.
Penghuni galangan kapal itu mengirim tikus kapal untuk membunuhku.
Basmi tikus pengkhianat ini.
Jangan buang-buang peluru. Satu peluru cukup.
Saat tikus pengkhianat membuka kedoknya,
seluruh kota akan hangus.
Yang benar saja?
Jadi, kau memang mau setor nyawa?
Nyawaku di ujung tanduk,
aku bokek, wanita juga tidak punya.
Karena kau juga menolakku, matilah bersamaku.
Kau sudah gila?
Apa-apaan? Kenapa menyala?
Siapa yang menekan tombolnya?
Hei, kok, menyala?
Kenapa diam saja, Keparat?
Lepaskan bom itu dan buang jauh ke laut.
- Digembok. Tak bisa dilepas. - Berengsek!
Dia sudah mau meledak.
Ikat dia ke motor dan bawa pergi. Cepat!
Aku yang bawa?
- Ya! Siapa lagi? - Nanti aku mati.
Nanti masuk surga. Pokoknya, jika warga Koliwada terluka, kuhabisi kau.
Cepat pergi!
- Rauf... - Jangan lelet. Waktunya sempit.
Cepat!
Motornya ada bensin, tidak?
Dasar sialan!
MENUJU STASIUN DADAR
Mau apa kau, Maling?
- Mau mencuri? - Pinjam dua menit.
- Pasti kukembalikan! - Lepaskan!
Lepaskan.
- Hei! - Maaf!
- Tangkap! - Hei!
Bajing...
MENUJU STASIUN DADAR
Hati-hati!
- Minggir! - Sinting, ya?
Gawat! Habislah kita!
MENUJU STASIUN DADAR
Awas depan!
Hei!
Berengsek!
MENUJU STASIUN DADAR
Sarinya!
Jahanam!
Shakeel jadi Shakila, manis juga!
Awas.
Hei!
Tasneem!
Cepat! Bisa-bisa kau ikut mati!
Jalan buntu! Bagaimana ini, Shakeel?
Semenit lagi. Ayo jinakkan bomnya.
Caranya? Kau bisa?
Hei!
Tasneem!
- Potong kabelnya. - Di mana?
Kabel yang mana?
Di bawah pewaktunya!
Ada dua. Hijau dan kuning.
- Yang mana? - Kupikir dulu semenit.
Sisa 30 detik lagi, mana sempat semenit. Cepat!
Yang mana? Hijau... Kuning...
Cepat!
- Yang hijau. - Oke.
- Bagaimana potongnya? - Pakai bokong!
Pakai gigilah!
Jaffa!
Jaffa, kau tak apa?
- Anakmu... - Apa?
- Biar kuurus. - Apa?
Aduh! Tunggu, akan kujelaskan.
Tasneem, aku mau membesarkan anakmu bersamamu.
Percayalah, aku akan jadi ayah yang baik.
Aku pasti bisa.
Jaffa, aku yakin kau bisa.
Tapi aku tak menyangka
kau rela melakukannya.
Kenapa tidak?
Aku mencintaimu.
- Maaf. - Sebentar.
Raih tanganku.
Mau menikah denganku?
Kau serius?
Masa, aku bercanda di kondisi ini?
Jawab. Maukah kau menikah denganku?
Cepat, sakit.
Aku mau.
Hei!
Terima kasih sudah menerimaku kembali.
Rana...
Maafkan aku soal Kavya.
Aku tidak tahu dia hamil.
OB membujukku.
Katanya itu perlu untuk melindungimu.
Kalau tidak, kau dipenjara.
Cuma dipenjara. Tidak mati, 'kan?
- Apa? - Malam ini mungkin ada penyerangan.
Tej masih dirawat di klinik?
- Pastikan tak ada yang mendekatinya. - Ini lapas, Pak.
Tahu sendiri tahanan di sini.
Hal buruk bisa terjadi.
Besok, bisa saja kakak Anda sudah jadi mayat,
saya juga. Bagaimana nanti?
Ya, Bos.
- Berapa lama lagi? - Hampir beres.
Suruh dia menelepon koneksinya.
Baik.
Tim Mumbai tampil perkasa di awal.
Anehnya, pemiliknya tak terlihat.
Di mana Viraj Oberoi?
Kukira dia akan selalu hadir. Di laga pembuka pun tak hadir.
Benar juga.
Selesai.
Ponsel Paritosh.
Sepertinya kehadiran Alia Oberoi menciptakan keajaiban.
Dia membangkitkan moral tim...
Pak Menteri.
- Ya? - Viraj sudah menelepon.
- Tej akan segera bebas. - Terima kasih.
Halo, Pak?
Baik. Saya ke sana.
POLISI
POLISI
Bajingan!
LAPAS MARLOW ROAD GERBANG 4
LAPAS MARLOW ROAD
Ya, begitulah.
Aku bilang aku frustrasi.
Kakak ini ada-ada saja. Keras kepala.
Kukira aku sudah kehilanganmu.
Sampai kapan aku akan terus menyusahkanmu?
Kau keluar dari lapas atau RSJ?
Omonganmu melantur.
Aku sadar dengan ucapanku.
Aku memang salah. Pantas dipenjara.
Demi keluarga, kenapa kau selalu...
Kau sudah bebas.
Tak usah dipikirkan.
Aku tidak minta dibebaskan!
Tahu alasanku?
Karena aku menyayangimu.
Kau saudaraku!
Ayo, akuilah.
Kau bayar berapa agar aku bebas?
Pakai cara apa?
Pokoknya, tak seberapa. Ayo berangkat.
UNTUK MENANG BUTUH 4 RUN TERSISA 2 BOLA
Pukulan hebat! Mantap! Hebat!
Kita menang! Luar biasa...
Ayo, Ayah. Duduk. Ayah ketinggalan.
Kita menang! Serius!
Lain kali, kita harus ke stadion, Yah.
Duduk di tribune khusus supaya teman-temanku melihatku di TV.
Maaf, Nak.
Padahal hari ini kau ingin ke stadion, ya?
Tak apa, Ayah. Aku paham.
Nitya sakit. Masa, kita ke stadion?
Laga berikutnya saja.
Ani, hari ini ada insiden.
Sesuatu yang tak bisa dicegah.
Dan gara-gara itu, kita kehilangan tim.
Maksudnya?
Kita tak punya kepemilikannya lagi.
Tak bisa duduk di tribune khusus.
Tapi nanti kita tetap ke stadion.
Tunggu, Ani! Apa...
Padahal tidak muluk.
Aku tak minta penghargaan Padma Shri. Cukup hargai aku sedikit!
Dia selalu merendahkanku. Kenapa?
Burungnya lebih besar? Tidak, 'kan? Tapi angkuh!
Siapa yang menurunkan muatan dari kapal? Shakeel.
Siapa yang menyogok petugas bea cukai korup dini hari?
- Shakeel. - Hebat.
Sundari hamil.
Siapa yang meninggalkannya di rumah sakit untuk menghajar geng Agripada? Shakeel!
Apa imbalannya? Nol besar!
Istrimu ditinggal sendiri di rumah sakit? Anakmu laki atau perempuan?
Sundari. Itu anjingku.
Kuperiksakan ke dokter.
Nama anjing macam apa itu? Sundari?
Jika kau tak puas, tinggalkan Rauf.
Aku mau saja,
tapi dia melarang.
Aku bisa paham.
Tapi aku sudah kukuh.
Aku punya rencana
yang bakal mengakhiri riwayat Rauf.
Mantap! Mari bersulang untuk berakhirnya riwayat Rauf.
Ya!
Dengar, tujuan kita sama.
Jadi, jangan dirahasiakan. Buka-bukaan saja.
Apa rencanamu?
Kau merekam Rauf lagi mesum?
Sabar.
Dapat dari mana?
Dari CCTV jalanan.
Rauf menyuruhku menghapusnya.
Tapi jika dia berengsek, aku berengsek kuadrat.
Rekamannya kusalin.
- Kau mau memerasnya? - Bukan aku.
Orang lain.
Ada yang berminat beli.
Mau bayar mahal.
Rauf bakal kena batunya sampai dia terkapar lemas!
Kau jual ke siapa?
- Siapa yang mau beli? - Besok kami bertemu.
Setelah ini, pasti seru.
Mari bersulang!
Nitya!
DIADAPTASI DARI "RAY DONOVAN"
Terjemahan subtitle oleh Fahrurrozy A
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.