Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
UNTUK PARA WEBSITE STREAMING FILM, TERDAPAT BANYAK SPACE KOSONG UNTUK MENARUH IKLAN ATAU YANG LAIN, JADI DIMOHON UNTUK TIDAK MENGHAPUS CREDITS PADA SUBTITLE, TERIMA KASIH
DIMOHON UNTUK TIDAK MENGHAPUS CREDITS & LINK DONASI PADA SUBTITLE!
Penerjemah: Alfathir Noho a.k.a MarsCraft XD. Mars No Sekai!
Facebook: MARSSTILLDREAMING - IG: @marscraft.xd Salam Dari Pahe.in Official Group Dan TORPEDO
Support saya di: https://trakteer.id/marscraftxd/tip Berapapun Donate Kalian Akan Sangat Berarti Bagi Saya
Dipersembahkan Oleh MAKEiNE4U Join Sekarang Juga: guns.lol/MAKEiNE4U
Pasang Iklan? Kontak Saya Di Telegram: @KasaneTetoTheBest
TL Note: Openingnya Masih Lama Kalau Mau Silahkan Skip Ke 02.49
ELEVEN Diterjemahkan Oleh @marscraft.xd
Sesosok mayat pria hangus terbakar telah ditemukan di Avadi, Chennai
Pihak kepolisian telah mengirimnya ke departemen Forensik
Waktu kita cuma 10 menit.
Paham?
Ayo berangkat.
- Selanjutnya? - Permisi, Bu.
- Saya mau menggadaikan gelang emas saya. - Kuitansi bulan lalu saya hilang.
Baik, Bu, besok pagi saya ambil.
Hei!
Hei! Keluar sana!
Pak, jangan tembak saya.
KELUAR!
- Siapa kalian? - Kalau kau tekan tombol itu,
otakmu akan hancur berkeping-keping.
Sssst!
Kalau kalian tidak teriak, hanya 10 menit.
Kami akan selesaikan urusan kami dan pergi dengan sendirinya.
Kalau tidak, kami akan ambil nyawa kalian bersama dengan semua barang rampasan.
Semuanya, tiarap di lantai, tangan di atas kepala!
Jalan.
Bawa dia.
Jalan.
Hei!
Buka.
Cepat... cepat!
Nyalakan mobilnya.
Ayo, jalan!
"Setiap hari setelah kau mandi, kau mencariku Kau keringkan rambutmu dengan ujung sariku"
"Hal sederhana itu bagiku adalah puisi yang nyata"
"Kau menyelinap seperti pencuri secara tiba-tiba"
"Kau memelukku dari belakang dengan diam-diam"
"Itulah puisi bagiku..."
Judi dan asyik menikmati lagu, kalian kelihatannya bersenang-senang.
Ada apa? Kalian semua kelihatan seperti baru lihat hantu!
Kaget kenapa aku bisa datang sebagai tamu tak diundang?
Kalianlah yang mengundangku.
Di seluruh Tamil Nadu,
geng ini menargetkan perusahaan-perusahaan keuangan kecil.
Setelah mempelajari geng ini secara menyeluruh,
sebuah pola khusus telah dilacak.
Setelah polisi mendapat informasi,
mereka butuh waktu minimal 10 menit untuk sampai di lokasi kejahatan.
Hanya perusahaan keuangan semacam itu yang menjadi target tunggal mereka.
Mengikuti pola ini tanpa pernah tertangkap,
mereka terus merampok selama ini.
Sekarang geng ini,
...berniat menargetkan Chennai.
Sesuai laporan intelijen yang diterima,
jadi di beberapa perusahaan keuangan di kota,
saya telah menginstruksikan tim kami untuk menggadaikan perhiasan yang dipasangi chip GPS, Pak.
Ular yang memangsa korbannya, tak tahu,
bahwa ia akan segera menjadi mangsa elang!
Hanya 10 menit.
Tim bantuan akan segera tiba.
Kita bisa pergi.
"Bagaimana menurutmu?"
"Akulah sang raja."
"Tidak, kau tak bisa."
"Kau tak bisa menyentuhku."
"Amarah di dalam."
"Tak bisa disembunyikan."
"Mau lagi?"
"Bertarung demi hidup."
"Bagaimana menurutmu?"
"Akulah sang raja."
"Tidak, kau tak bisa."
"Salahkan saja pada takdir."
"Seperti seorang pemula."
"Anak baru sepanjang jalan."
"Takkan pernah benar bagi si lamban."
"Untuk pamer."
"Tanya prajurit tentang cuaca."
"Tak bisakah kau lihat semuanya membaik?"
"Hanya kemenangan sepanjang jalan. Tak ada yang lebih baik."
"Berjuang sampai akhir... berjuang. Berjuang tanpa menyerah."
"Awas, sebelum kau temukan akhirmu."
"Bagaimana menurutmu?"
"Akulah sang raja."
"Tidak, kau tak bisa."
"Tak bisa menyentuhku."
"Amarah di dalam."
"Tak bisa disembunyikan."
"Mau lagi?"
"Salahkan saja pada takdir."
"Seperti seorang pemula."
"Anak baru sepanjang jalan."
"Takkan pernah benar bagi si lamban."
"Si lamban, l-lamban, lamban."
"Si lamban di atas roti, seperti untuk pamer."
Perampok bank di Chennai telah ditangkap oleh tim di bawah pimpinan AKP Aravindan.
"Hei Kawan! Lebih baik jangan sampai terlihat olehnya."
"Karena kau tidak siap untuk bertarung."
"Hanya hari biasa."
Aku akan minta tim Narkotika menemuimu.
"Kau akan menjadi mangsanya."
"Itulah harga yang harus kau bayar."
"Hei Kawan! Lebih baik jangan sampai terlihat"
Mayat hangus ditemukan di Velachery, Tim Investigasi Khusus dibentuk.
"Apa kau siap untuk bersembunyi?"
"Dia mengawasi kota merah darah ini."
"Dia akan menyeretmu ke bawah."
Pak.
Satu lagi mayat ditemukan di Velachery, mirip dengan mayat hangus di Avadi.
Pola yang sama.
Tampaknya ada hubungan antara kedua kasus ini.
Mulai investigasimu segera.
Laporan orang hilang yang Anda minta.
"Dia mendobrak pintu, lebih baik bunyikan alarm."
"Beristirahatlah dengan tenang."
"Iblis sedang menunggu."
Jaringan ini mengirim obat-obatan alopati yang dilarang secara ilegal di seluruh dunia,
dan mendistribusikannya ke banyak negara bagian di India dengan nama yang berbeda.
Pak, berkas ini berisi detail semua tersangka yang Anda minta.
Oke.
"Iblis sedang menunggu."
"Kulit dan tulang, saatnya menebus dosa. Kota ini diselimuti kejahatan."
"Kunci rumah kalian, dia tak dikenal."
"Semua orang mencari pertanda."
"Ujian lain, tak seperti kelihatannya. Siapa yang akan menentukan arusnya?"
"Tak bisa istirahat, tak bisa damai. Bagaimana jika iblis ada di dalam?"
Pembunuhan ini mengikuti pola yang sama.
Tidak ada bekas siksaan.
Dari luka tembak yang dianalisis pada ketiga pembunuhan ini,
kondisi mentalnya semakin meningkat.
Dia tampaknya sangat berbahaya.
Anda harus menangkapnya segera.
"Roda berapi."
"Hati baja."
"Berapa banyak lagi yang bisa kau selamatkan?"
"Kau percaya."
"Kau pemberani."
"Oh! Dia sedang menggali kuburanmu."
"Jangan coba-coba."
"Kau tak bisa menangkapnya."
"Dia lebih dari sekadar binatang buas di dalam."
"Ohhh! Pemburu pikiran."
"Di sini untuk menjarah."
"Dia pendosa berdarah dingin."
"Hatinya yang berbisa, memimpin jalan."
"Dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya."
"Matanya, setajam pisau perak."
"Beristirahatlah dengan tenang."
"Iblis sedang menunggu."
"Iblis sedang menunggu."
"Iblis sedang menunggu."
"Hei Kawan! Lebih baik jangan sampai terlihat olehnya."
"Karena kau tidak siap untuk bertarung."
Pak, tablet ini telah dilarang di banyak negara.
Sangat berbahaya, bahkan 4-5 tablet bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.
Saya hampir menyelesaikannya, Pak.
- Pak, beri saya satu kesempatan terakhir. - Persetan dengan investigasimu, pergi sana!
Pak, tolong periksa laporannya.
"Dialah petir sebelum guntur."
Sialan!
"Hujan peluru akan menenggelamkanmu."
"Beristirahatlah dengan tenang."
"Iblis sedang menunggu."
Aku sangat bangga padamu.
Semoga berhasil.
DGP sangat mengapresiasimu.
"Iblis sedang menunggu."
- Apakah pelakunya hanya satu orang? - Apakah Anda sudah mengidentifikasi para korban?
Beri tahu kami, Pak.
Halo?
Pembunuhan berantai di Chennai telah menciptakan kegemparan dan kepanikan di kalangan masyarakat.
Petugas investigasi AKP Ranjith Kumar terlibat dalam kecelakaan mobil.
Dia sedang menjalani perawatan dan dirawat di Unit Perawatan Intensif.
Pertanyaannya sekarang adalah siapa yang akan melanjutkan investigasi pembunuhan berantai ini.
Penyelidikan sedang berlangsung terkait kecelakaan itu.
Apakah pembunuhan berantai ini akan segera terpecahkan?
Masyarakat bertanya-tanya apakah kasus ini akan dialihkan ke CBI.
Komisaris telah dihubungi mengenai...
Panggil Sub-Inspektur Manohar.
Aravindan.
Kasus pembunuhan berantai yang diselidiki oleh AKP Ranjith masih tertunda.
Kau pasti sudah tahu.
Sayangnya, dia koma 2 hari yang lalu karena kecelakaan mobil.
Saya sudah dengar, Pak.
Saya mendapat perintah tegas dari DGP untuk menyelesaikan kasus ini secepatnya.
Media terus mengejar kita setiap ada kesempatan.
Kau yang akan menangani kasus ini sekarang.
Detail kasus.
Pembunuhnya bukan orang sembarangan!
Seorang psikopat dengan IQ yang luar biasa.
Pak.
Ini Sub-Inspektur Manohar.
- Dia akan membantumu. - Baik, Pak.
- Aravindan. - Pak.
Saya menghadapi tekanan politik berat untuk menyerahkan kasus ini ke CBI.
Saya percaya kau akan menyelesaikan kasus ini secepatnya.
- Semoga berhasil. - Tentu, Pak.
Pak.
- Manohar. - Pak?
Aku ingin mengunjungi 6 lokasi kejahatan secara langsung.
Ya, Pak.
Petugas efisien seperti Ranjith Kumar.
Baru sekarang aku mengerti kenapa dia tidak bisa memecahkan kasus ini.
Tidak ada sidik jari.
Tidak ada rekaman CCTV.
Bahkan sehelai rambut pun tidak ditemukan.
Pembunuhnya membuang mayat-mayat itu di luar batas kota.
- Manohar. - Pak?
Apa pendapatmu tentang kasus ini?
Dia menggunakan pola yang sama untuk keenam pembunuhan.
Saya rasa dia pasti seorang psikopat, Pak.
Mungkin.
Tapi pertanyaanku adalah,
menurut laporan otopsi,
tidak ada jejak siksaan pada salah satu korban.
Terlebih lagi, dia menembak semuanya dari jarak dekat.
Lalu dia menyiram bensin dan membakar mayat-mayat itu.
Dia melakukan ini dengan sengaja untuk menyembunyikan identitas korbannya.
Apa perlunya menghilangkan identitas mereka, Pak?
Dia bisa dilacak jika para korban teridentifikasi.
Benar, Pak.
Tidak ada detail korban yang cocok dengan Laporan Orang Hilang yang kita punya.
Tidak, Pak. Saya menyerah.
Bukan hanya itu.
Para korban berada dalam kelompok usia yang hampir sama.
Kelihatannya aneh.
- Manohar. - Pak?
Jangan bicarakan kasus ini dengan siapa pun di departemen.
- Biarkan ini antara kita saja. - Baik, Pak.
Pak, sebentar.
Halo?
Kenapa? Apa yang terjadi?
Aku akan ke sana setengah jam lagi.
Ada apa, Manohar? Tadi istrimu?
Manohar? Kau dengar aku?
Istri saya meninggal dalam kecelakaan tahun lalu, Pak.
Maafkan aku.
Anak?
Satu anak laki-laki, Pak.
Namanya Rithvik.
Asisten rumah tangga saya menelepon, katanya dia tidak mau makan malam.
Dia sangat pintar, Pak.
Seperti ibunya.
Saya adalah segalanya baginya, Pak.
Satu suap saja.
8 bulan sebelumnya
San, di mana kamu?
Di restoran.
Sudah ketemu calonnya?
Calon, ya? Harusnya aku yang putuskan apa dia jadi calonku.
Tolong setidaknya terima perjodohan kali ini.
Kamu semakin tua dari hari ke hari.
Kalau Ibu terus menyinggung umurku, Ibu akan lihat sisi terburukku.
Alasan Ibu memaksa adalah,
dia anak baik.
- Keluarga baik-baik. - Bu!
Aku tidak bisa menikah dengan pria yang baru kutemui.
Aku hanya bisa menikah dengan pria yang membuatku tertarik.
- Dah. - Hei, San.
Kemeja abu-abu.
Kemeja abu-abu.
Kemeja abu-abu.
Halo?
Hai, Prithvi.
Anda salah orang.
Saya bukan Prithvi.
Oh!
Jadi, siapa namamu?
Tidak mau memberitahuku?
Terima kasih, Pak.
Aravindan.
Hai, Aravindan. Apa kau sudah menikah?
Siapa kau?
Apa maumu?
Aku sangat menyukaimu.
Ini lelucon?
Jangan buang-buang waktuku.
Sebenarnya aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang.
Aku memang seperti ini. Aku sangat terus terang.
Tidak suka basa-basi.
Aku memang dirancang seperti ini!
Aravindan IPS.
Aku yakin kau selalu menyelesaikan kasus apa pun yang kau tangani sampai tuntas.
Itulah sebabnya sebelum kau bisa menyelesaikan kasusmu saat ini,
aku diperintahkan untuk menghabisimu.
Polisi, ya?
Hai, Sanjana. Prithvi.
Maaf, aku sedikit terlambat.
Beruntung sekali kau terlambat. Terima kasih banyak, Kak.
Kakak, ya?!
"Iblis yang cerdas dan lihai?"
"Apakah itu kau, katakan padaku?"
"Tuan yang Tepat, cintaku yang sejati."
Sayang, apa kamu setuju dengan calonnya?
"Apakah aku benar, apakah itu kau?"
"Aku butuh waktu, lebih banyak lagi."
"Untuk berbagi cerita denganmu, lagi dan lagi."
"Bisikkan kata-kata manis di telingaku, dengan lembut dan perlahan."
"Agar hasratku terpuaskan, sayangku."
"Seperti siapa, katakan padaku."
"Kau bersinar di hatiku membara."
- Bang, besok aku bayar. - Oke.
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku membayangkan."
"Aku bersuka ria saat kau menjelma sebagai iblis."
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku nikmati dengan gembira."
"Sebagai iblis kau datang memeluk gadis ini."
"Mimpi tak berujung menghantuiku dengan bahagia."
"Mimpi tak terhitung kunikmati berulang kali."
"Meskipun jutaan wajah telah kulihat."
"Aku tak pernah sebegitu jatuh cintanya."
"Bahkan jika aku tersesat, aku kembali ke gerbangmu untuk tinggal."
"Bahkan tanpa melodi serulingmu."
San, apa yang kamu lakukan?
"Krishna, musikmu adalah rapsodi bagiku."
"Berhentilah mempermainkanku."
"Kewanitaanku akan berputar pusing, aku akan gelisah di tempat tidur."
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku membayangkan."
"Aku bersuka ria saat kau menjelma sebagai iblis."
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku nikmati dengan gembira."
"Sebagai iblis kau datang memeluk gadis ini."
"Iblis yang cerdas dan lihai."
"Apakah itu kau, katakan padaku?"
- Pelayan. - Bu.
- Apa yang dia pesan? - Air putih, Bu.
Hanya air putih?
Apa dia datang jauh-jauh hanya untuk minum air?
"Aku butuh waktu, lebih banyak lagi."
"Untuk berbagi cerita denganmu, lagi dan lagi."
"Bisikkan kata-kata manis di telingaku, dengan lembut dan perlahan."
"Agar hasratku terpuaskan, sayangku."
"Seperti siapa, katakan padaku."
"Di hatiku, aku telah menjadi sepertimu."
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku membayangkan."
"Aku bersuka ria saat kau menjelma sebagai iblis."
Halo.
Halo?
Halo, ini San di sini.
Siapa?
Restoran.
Berkelahi.
Kau ingat aku?
"Aku bersuka ria saat kau menjelma sebagai iblis."
"Dalam mimpi yang tak terhitung, aku nikmati dengan gembira."
"Sebagai iblis kau datang memeluk gadis ini."
Kenapa kamu diam saja setelah menumpang?
Aku tidak sadar itu kamu.
Aku berhenti karena aku sadar itu kamu.
Masuklah.
Kalau tidak, aku tidak akan pergi dari sini.
Juga tidak akan membiarkanmu pergi.
Sepertinya aku sudah terlambat untuk kerja.
Pikirkan baik-baik.
Sabuk pengaman.
Aku akan pasang, jangan khawatir.
Bagaimana keadaan Ranjith sekarang?
Karena cedera kepala yang parah,
dia masih dalam keadaan koma.
Tapi dokter bilang peluangnya untuk pulih sangat tinggi.
Anda jangan khawatir.
Dia akan segera baik-baik saja.
Saya sekarang sedang menyelidiki kasus yang ditangani Ranjith Kumar.
Saat dia menyelidiki kasus ini,
buku harian pribadi, catatan,
apakah dia menyimpan catatan semacam itu?
Sejauh yang saya tahu, tidak ada.
Jika Anda menemukan sesuatu, tolong beritahu kami.
Itu akan sangat membantu kasus ini.
Pasti akan saya beritahu.
Terima kasih.
Sama seperti mayat-mayat sebelumnya, Pak.
Pola yang sama.
- Kapan Anda dapat informasi? - Pukul 6:00 pagi, Pak.
Tukang barang bekas melapor ke kantor polisi setempat.
- Siapa yang datang dari forensik? - Baskar, Pak.
Minggir.
- Pak. - Pak.
- Ada petunjuk? - Tidak ada, Pak.
Bahkan kemungkinannya kecil.
Selesaikan formalitasnya dan bereskan secepat mungkin.
Baik, Pak.
Biarkan mereka masuk.
- Siapa yang membawa mayat ke RS? - Dia di sana, Pak.
Sudah sampai mana tahap investigasinya?
- Apa langkah selanjutnya dari polisi, Pak? - Berapa banyak lagi pembunuhan yang harus kami saksikan?
Apakah Anda setidaknya sudah menemukan motif pembunuhnya?
Benarkah kasus ini akan dialihkan ke CBI?
Apakah menurut Anda kasus ini kegagalan bagi departemen Anda?
Pak, kami bertanya dan yang kami dapatkan hanya keheningan.
Katakan sesuatu, Pak.
- Beri tahu kami, Pak. - Beri kami berita.
Kasus ini tidak akan mandek.
Sampai jumpa lagi.
Pak, laporan yang Anda minta.
Ada sesuatu, Dok?
Tidak ada yang baru.
Ditembak di kepala dari jarak dekat.
Seperti biasa dia membakar mayatnya setelah membunuh korban.
Dia pasti juga berusia sekitar 30 tahun.
Tapi,
kali ini,
saya mendapatkan sesuatu yang krusial untuk Anda.
Kami menemukan pelat ini di tubuh korban.
Pelat apa ini?
Ini pelat operasi pergelangan kaki.
4-5 bulan yang lalu,
pelat ini telah dipasang di kaki kanan korban.
Anda harus menemui seorang ahli.
Anda akan mendapatkan informasi lebih lanjut.
Ini pelat yang baru diproduksi.
Dewan Medis baru menyetujuinya 1 tahun yang lalu.
Ini adalah terobosan pertama dalam kasus ini.
Nama-nama mereka yang menjalani operasi ini dalam 7 bulan terakhir di Chennai.
Bisakah saya mendapatkan daftarnya, Dok?
Tentu saja.
Jika Anda periksa pelat ini, Anda akan lihat nama produsen terukir di atasnya.
Lihat... KSP.
Beri saya waktu 3 hari.
Saya akan berikan daftar pasiennya.
Saya tidak punya banyak waktu, Dok.
Saya butuh daftarnya besok.
Oke, saya akan usahakan yang terbaik.
Boleh saya masuk?
Ya, masuklah.
Dokter... Manohar?
- Siapa Anda? - Saya Aravindan.
Asisten Komisaris Polisi.
Silakan duduk.
Kenapa Manohar datang ke sini?
Itu...
Katakan sekarang.
Pak, Manohar punya masalah jantung langka bernama Kardiomiopati.
Dia butuh transplantasi jantung segera.
Kalau tidak, hidupnya dalam bahaya.
Pak, dia meminta saya untuk menjaga informasi ini tetap rahasia.
Jadi, tolong...
Pak.
Dr. Chandramouli telah mengirimkan daftar pasien yang menjalani operasi pergelangan kaki.
Total 40 orang menjalani operasi ini.
Yang cocok dengan profil kita,
tujuh orang.
Kenapa penyok-penyok ini belum diperbaiki?
Cepat kerjakan.
Mas, ke sini.
- Ada apa, Pak? - Siapa Chandrasekar di sini?
Akan saya kerjakan, Pak.
Pak.
- Apa Anda baru saja menjalani operasi? - Ya.
- Apa mereka menanamkan sesuatu pada Anda? - Ya, Pak.
Tunjukkan.
- Ini tentang apa, Pak? - Penyelidikan ringan.
- Terima kasih. - Baik, Pak.
- Apa Anda baru saja mengalami kecelakaan? - Ya, Pak.
- Apa mereka menanamkan sesuatu? - Ya, Pak.
Pak, dia yang terakhir dari 7 tersangka yang terpilih.
Namanya Sudhakar.
- Siapa Anda? - Aravindan.
Asisten Komisaris Polisi.
Bolehkah kami masuk?
Silakan masuk, Pak.
Silakan duduk, Pak.
Tidak, tidak apa-apa.
Ada apa, Pak?
Siapa Sudhakar di sini?
Saya Sudhakar, Pak.
Itu ayah saya, Pak.
Dia terbaring di tempat tidur karena serangan kelumpuhan.
Dia sering berteriak seperti ini.
Mohon jangan salah sangka.
Tidak... tidak. Tidak apa-apa.
- Apa Anda baru saja menjalani operasi? - Ya, Pak.
Saya mengalami kecelakaan kecil 6 bulan lalu.
Saya menjalani operasi di kaki kanan saya, Pak.
Apa mereka memasang pelat?
Ya, Pak.
Pak, boleh saya tahu kenapa Anda menanyakan semua ini?
Tidak ada yang serius.
Ada keluhan kualitas yang diajukan terhadap perusahaan manufaktur.
Sebelum mengambil tindakan,
kami mendapatkan umpan balik langsung dari pasien jika mereka punya masalah.
Saya tidak punya masalah, Pak.
Oh! Bagus.
Boleh saya minta air minum?
Sebentar, Pak.
Pak, ini airnya.
Terima kasih.
Ah! Halo?
- San di sini. - Apa maumu?
Bisakah kau datang ke restoran tempat kita pertama kali bertemu, kumohon?
Maaf, aku sibuk.
Tolong... tolong.
Aku sedang ada masalah di sini.
Apa yang terjadi?
Aku tidak bisa cerita di telepon. Bisakah kau datang langsung?
Apa masalahnya?
Akan kuberitahu. Silakan duduk.
Katakan.
Kenapa kau selalu marah-marah?
Kau menyuruhku ke sini hanya untuk menanyakan itu?
Tidak.
Aku ingin memberitahumu sesuatu.
Aku tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama.
Tapi saat aku melihatmu,
aku merasakan perasaan itu.
Ya.
Aku jatuh cinta padamu.
Seluruh hidupku,
aku ingin berbagi denganmu.
Maukah kau menikah denganku?
Selain namaku dan pekerjaanku sebagai polisi,
apa lagi yang kau tahu tentangku?
Kupikir kau hanya main-main.
Tapi sekarang kau datang dengan cincin.
Dengar.
Ini hanya ketertarikan sesaat.
Jangan memilih orang asing di jalan. Nikahi pria pilihan orang tuamu.
Jangan buang-buang waktuku.
Sebentar.
Hanya karena aku mengejarmu meskipun kau menghindariku,
kau jadi meremehkanku.
Jika seorang gadis terbuka tentang perasaannya yang tulus,
itu tidak membuatnya jadi perempuan murahan!
Suatu hari kau akan mengerti.
Ini bukan sekadar keinginan sesaat, tapi tulus dari hatiku.
Kau akan datang mencariku.
Sampai saat itu, aku memutuskan untuk tidak menemuimu secara langsung.
- Manohar. - Pak?
Sampai sekarang dia membuang mayat-mayat itu di pinggiran kota.
- Kenapa membuangnya di dalam kota sekarang? - Itu juga membuat saya bingung, Pak.
Apa kau menemukan sesuatu?
Apa ada kasus orang hilang yang dilaporkan di kantormu?
Tidak ada, Pak.
- Pak. - Ada apa?
- Pengemis itu... - Diam!
- Ada apa? - Tidak ada, Pak.
Kau katakan.
Pak.
Kemarin di kantor polisi...
Hei, Venkatesh. Siapa ini?
Maaf, Pak, dia masuk begitu saja sebelum saya bisa menahannya.
Dia pengemis di terminal bus.
Agak sinting...
Hei!
Bus... bus...
- Aku lihat... - Apa?
Gadis.
Seorang gadis.
Seorang pria... memukulnya.
Gadis mana? Siapa yang memukulnya?
Jas... jas...
Hei! Ada apa denganmu? Bawa dia pergi.
Woi! Bangun! Bangun, kubilang!
Bikin susah saja!
Mengeluh padahal dia gila!
Apa yang kau lihat malam itu?
Abaikan mereka.
Katakan padaku.
Pernahkah kau melihat gadis itu sebelumnya?
Aku pernah melihatnya. Aku pernah melihatnya.
Dia berjalan lewat sini. Ya, aku yakin.
Dia mengendarai skuter.
Dia mengendarai skuter.
Aku sudah memeriksa seluruh area.
Tidak ada CCTV di sini.
Bahkan 2 sisanya rusak oleh perusak.
Seorang gadis yang setiap hari naik skuter,
hari itu naik bus.
Apa alasannya?
Mungkin motornya rusak.
Ya.
Jika motor gadis itu perlu diperbaiki,
di mana seharusnya motor itu berada?
- Bengkel, Pak? - Mmm.
Ya, Pak, 2 hari yang lalu seorang gadis meninggalkan motornya di sini.
Skuter yang di sana itu, Pak.
Apa Anda tahu alamat atau nomor telepon gadis itu?
Tidak, saya tidak tahu, Pak.
Dia bilang akan mengambilnya kemarin sore.
Tapi dia tidak datang, Pak.
- Manohar. - Pak.
Periksa kendaraannya.
Pak, kedua plat nomornya berkarat.
- Berikan kuncinya. - Baik, Pak.
Meera.
- Bolehkah kami masuk? - Ya, silakan masuk.
Tidak ada orang lain di rumah?
Ibu dan ayah sedang ke luar kota.
Bu, bukankah Anda datang kemarin...
Aku tak mau lihat kau di sini lagi.
Pergi!
Pergi!! Pergi!!
Siapa kau? Apa maumu?
Anak anjing saya hilang, Pak.
Jadi saya mau buat laporan.
Apa? Anak anjing hilang?
Dari mana saja kalian muncul untuk menyusahkanku?!
Pergi dari sini dulu! Kau pikir kami pengangguran!
Sialan nasibku!
Mereka bersekongkol agar aku dimarahi atasan!
Sudah ketemu anak anjingmu?
Belum, Pak.
Di mana kau pada Jumat malam?
Di rumah, Pak.
Kau tahu konsekuensi berbohong pada polisi?
Pak, sumpah saya ada di rumah.
Kau bilang anjingmu hilang.
Sofa dan kursi bersih. Tidak ada sehelai pun bulu anjing.
Tidak ada mangkuk di mana pun.
Tidak ada tanda-tanda ada anjing di rumah ini.
Kenapa kau berbohong?
Aku bertanya padamu. Katakan yang sebenarnya.
Pak...!
Apa ini, Pak?
Begitu banyak anak kembar di sekolah yang sama?
Lihat baik-baik, Manohar.
Kelas yang sama.
11 pasang kembar.
Boleh saya minta air minum?
Sebentar, Pak.
Kau mau memberitahuku kebenarannya sendiri?
Atau harus kupaksa keluar darimu?
Pilihan ada di tanganmu.
Akan kuberitahu, Pak.
Bagus! Silakan.
Saya bukan Sudhakar, Pak.
Saya Surendar.
Sudhakar adalah saudara saya, Pak.
Kami kembar.
Dia bekerja di sebuah agen perjalanan.
Tanggal 23 bulan lalu,
Pekerjaanku belum selesai.
Kau tidur saja.
Aku akan pulang terlambat.
Dia mengirimiku pesan, Pak.
Ini bukan hal yang aneh.
Jadi aku tidak khawatir, Pak.
Karena malam itu hujan,
Meera mengirim pesan bahwa dia akan menginap di rumah temannya dan pulang besok pagi.
Aku langsung meneleponnya.
Teleponnya tidak bisa dihubungi.
Bagaimanapun dia akan pulang besok pagi.
Jadi aku tidak khawatir.
Dia tidak pulang keesokan paginya.
Teleponnya juga tidak bisa dihubungi, Pak.
Aku memutuskan pergi ke kantornya untuk melihat apakah dia bekerja.
Saat itulah aku mendapat panggilan video dari nomor tak dikenal.
Aku mengangkatnya.
Meera diikat.
Dia memakai topeng, Pak.
Dia memegang pistol.
Jika aku mengikuti perintahnya,
dia berjanji akan melepaskan Meera.
Dia bilang Sudhakar takkan selamat jika aku melanggar perintahnya dan pergi ke polisi.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Aku ketakutan.
Apapun yang terjadi, kupikir lebih baik pergi ke polisi.
Itulah sebabnya aku ada di kantor polisi tempo hari.
Aku tahu di mana kau sekarang.
Biar kuulangi apa yang kukatakan padamu saat itu.
Jika kau mengikuti perintahku,
adikmu akan selamat.
Jika kau tidak patuh,
dan lebih memilih bantuan polisi,
kau bahkan takkan melihat mayatnya.
Aku tak mau lihat kau di sini lagi.
Pergi! Pergi!
Siapa kau? Apa maumu?
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Jadi aku mengarang cerita anak anjing hilang.
Dia meneleponku lagi hari itu.
Dia memintaku datang ke belakang stasiun kereta Kasturibai Nagar.
Tanpa pilihan lain,
aku pergi ke tempat yang dia tentukan.
Aku tidak tahu apa yang terjadi kemudian, Pak.
Tiba-tiba aku tidak sadarkan diri.
Saat aku membuka mata,
aku berada di semacam mal yang sedang dibangun, Pak.
Tapi tidak ada siapa-siapa di sekitar.
Sebuah telepon berdering.
Itu panggilan video.
Saat aku menjawab panggilan itu,
dia sedang menenggelamkan Meera di dalam tangki air.
Aku memohon padanya untuk melepaskannya.
Jika dia harus menyelamatkan nyawa Sudhakar,
dia memintaku masuk ke sebuah tenda di sana.
Aku masuk ke dalam.
Ketika aku masuk,
seseorang diikat di ruangan itu.
Dan ditutupi dengan terpal.
Ada pistol di meja di dekatnya.
Dia menyuruhku meletakkan telepon di meja dan mengambil pistol di tanganku.
Aku hanya mengikuti perintahnya dengan membabi buta.
Dia memintaku meletakkan pistol,
di dahi tawanan di depanku.
Aku menolak melakukannya.
Dia mulai menenggelamkan Meera ke dalam air lagi.
Aku tidak tahan melihat kembaranku menderita, Pak.
Jadi aku mengikuti perintahnya, menodongkan pistol ke dahi tawanan itu.
Anak baik!
Sekarang... tembak!
Siapa ini?
Kenapa aku harus menembak?
Aku tidak bisa membunuh.
Aku tidak bisa melakukan ini.
Lebih dari nyawa kembaranmu,
apakah nyawa orang asing lebih penting bagimu?
Aku mohon padamu.
Lepaskan Meera, kumohon.
Apa yang kau inginkan?
Apa kau tidak mengerti?
Aku ingin kau membunuh.
Tembak!
Ayo, tembak!
Setiap detik yang kau sia-siakan dengan ragu-ragu,
nyawa saudaramu,
...perlahan-lahan sekarat.
Tinggal 10 detik lagi.
9
8
7
6
5
4
3
2
Tembak!
Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.
Saat aku membuka mata, aku berada di jalan yang sama tempat dia memintaku datang.
Aku berharap Sudhakar pulang keesokan harinya.
Tapi aku hanya mendapat pesan video.
Sudha!
Sudha
Meera
Meera
Sudha
Sudha
Selamat jalan
Dia mengancam akan menyerahkan video itu ke polisi jika aku memberitahu siapa pun, Pak.
Dia membuatku membunuh Meera dengan tanganku sendiri, Pak.
Ketika kupikir akulah alasan dia tidak ada di dunia ini,
aku sekarat, setiap menit.
Dia adalah separuh diriku, Pak.
Di dunia tanpa dia,
aku tidak ingin hidup.
Aku mencoba bunuh diri berkali-kali, Pak.
Tapi aku tidak tega meninggalkan ayahku yang bergantung padaku.
Aku menjalani neraka di bumi ini, Pak.
- Manohar, suruh gadis itu masuk. - Baik, Pak.
Jadi dengan video yang direkam, dia memalsukannya seolah-olah panggilan langsung.
Oke.
Apa kalian saling kenal?
Aku menemukan foto grup ini di rumah kalian berdua.
Sekarang katakan.
Kau...?
Surendar.
Aku Tara.
Pak,
kami teman sekelas.
Kami bertemu lagi sekarang setelah bertahun-tahun.
Apa kalian berdua mencurigai seseorang?
Jika dia mau, dia bisa membunuh mereka sendiri.
Tapi dia tidak melakukannya.
Dia menggunakanmu sebagai pionnya.
Kurasa ini bukan sekadar pembunuhan.
Pasti seseorang yang kalian berdua kenal.
Pikirkan baik-baik dan katakan padaku.
Apa ada seseorang seperti itu dalam hidupmu?
Benjamin!
Apa yang kau katakan?
Benjamin.
Pak.
Aku sering melihat gadis ini di warung teh di luar kantor kami.
Kau kenal gadis ini?
Saya kenal, Pak.
Namanya Sanjana.
Dia juga teman sekelas kami.
Ini dia di foto.
Yang di sebelahnya adalah adiknya, Anjana.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan coba lagi nanti.
Apa kau tahu alamat Sanjana?
Bukan rumah pastinya, Pak.
Tapi dia bilang dia tinggal di Besant Nagar.
Kami tidak sengaja bertemu dengannya tahun lalu di VR Mall.
Saat itulah kami mengambil foto ini, Pak.
Kami bertukar nomor telepon.
- Tapi kami tidak bertemu lagi. - Oke.
Insiden yang terjadi di sekolahmu,
bisakah kalian berdua ceritakan secara detail?
Apa kau punya detail kontak teman sekelasmu yang lain?
Kalian boleh pergi sekarang.
Kalian harus datang jika dipanggil untuk penyelidikan.
Sampai kasus ini selesai,
kalian berdua tutup mulut.
Surendar, sebentar.
Sudhakar punya pelat yang ditanam.
Kenapa ada jahitan di kakimu?
Pak, itu...
Kami berdua tidak pernah punya perbedaan sejak kecil, Pak.
Jadi aku menyayat diriku dengan pisau, Pak.
Oke, kau boleh pergi.
Pak, dalam pernyataan mereka,
ada campuran kebohongan dan kebenaran.
Hanya jika kita mengunjungi sekolah mereka, kita akan tahu seluruh kebenarannya.
Pak, berdasarkan versi mereka,
saya merasa 6 korban kita sebelumnya pasti teman sekelas mereka.
Ya.
Jika kita harus menyelamatkan sisanya,
satu-satunya petunjuk kita,
Sekolah Twin Birds.
Pak, boleh saya bertanya sesuatu?
Bagaimanapun juga, mereka berdua pembunuh.
Kenapa Anda membiarkan mereka bebas begitu saja?
Jika Benjamin tahu kita menangkap mereka,
kita tidak akan pernah bisa menangkapnya.
Itulah sebabnya aku menyuruh mereka pulang.
Silakan duduk.
Katakan.
Halo, Bu. Saya Aravindan.
Asisten Komisaris.
Dia Sub-Inspektur Manohar.
Selama 1 tahun terakhir di Chennai ada 8 pembunuhan.
Pembunuhan berantai.
Semua korban berasal dari sekolah yang sama dan kelas yang sama.
Sekolah itu Twin Birds.
Pembunuhnya adalah teman sekelas mereka.
Namanya adalah,
Benjamin?
23 tahun yang lalu,
suami saya dan saya memulai sebuah sekolah.
Dua tahun kemudian, secara kebetulan, 6 pasang anak kembar bergabung dengan sekolah kami.
Pada saat itu, pers meliput sekolah kami secara luas.
Kemudian sekolah kami menjadi terkenal di kota Chennai.
Suami saya mengubah ini menjadi strategi bisnis.
Jika orang tua mencari pendaftaran di sekolah kami untuk anak kembar,
dia mengumumkan penawaran khusus: Bayar untuk 1, dapat 2.
Banyak orang tua mendaftarkan anak-anak mereka yang kembar di sekolah kami.
Lalu Sekolah Matrikulasi SV berubah menjadi Sekolah Twin Birds.
Kami hadir sebagai tamu kehormatan di sebuah turnamen catur di Chennai.
Kami bertemu Benjamin untuk pertama kalinya.
Dia adalah juara di turnamen itu.
Kami juga bertemu kembarnya, Francis.
Jika pasangan kembar ini bergabung dengan sekolah kami,
menggunakan bakat catur Benjamin,
suami saya pikir kami bisa lebih mempromosikan sekolah kami.
Kami pergi untuk menyampaikan ide ini kepada orang tuanya.
Benjamin mengatakan orang tuanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Baru saat itulah kami tahu kedua anak laki-laki itu yatim piatu.
Mereka tinggal di pinggir jalan, mencari uang dengan melakukan pekerjaan kecil.
Dan belajar di sekolah negeri terdekat.
Mengamati aktivitas Francis,
kami menyadari dia adalah anak dengan gangguan mental ambang batas.
Ketika kami memberitahukan ide kami, Benjamin tidak setuju untuk ikut dengan kami.
Kami berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkannya.
Tapi Benjamin menolak mentah-mentah.
Menyadari kembarnya Francis akan mendapat kehidupan yang lebih baik,
hanya karena alasan itu, Benjamin setuju.
Kami membuat mereka tinggal di kompleks sekolah kami.
Melihat mereka bersama, satu hal menjadi jelas.
Mereka hidup di dunia kecil milik mereka sendiri.
Mereka adalah satu-satunya penghuni di kepompong buatan sendiri itu.
"Hei! Tersenyumlah pada alamat baru ini."
"Tersenyum, tertawa, cekikikanlah kalian semua."
"Mata ke sana kemari, berkelana dan mengembara."
"Mata penuh keceriaan selamanya."
"Tetesan embun di tengah hujan berkabut."
"Menyegarkan anak-anak muda di mana-mana."
"Jalanan basah kuyup dengan cepat."
"Cara untuk menghibur semua orang dengan mudah."
"Bicaralah dengan bahasa baru; gembira."
"Lemparkan ke dalam api semua yang sudah usang."
"Ringan seperti bulu, Hati penuh keceriaan."
"Terbang atau melayang, sayangku?"
"Hei! Tersenyumlah pada alamat baru ini."
"Tersenyum, tertawa, cekikikanlah kalian semua."
"Mata ke sana kemari, berkelana dan mengembara."
"Mata penuh keceriaan selamanya."
"Tetesan embun di tengah hujan berkabut."
"Menyegarkan anak-anak muda di mana-mana."
"Jalanan basah kuyup dengan cepat."
"Cara untuk menghibur semua orang dengan mudah."
"Di celah kecil yang tersedia saat memasukkan benang ke jarum."
"Sayap kembarmu kau lebarkan untuk menyentuh langit di depan."
"Terbanglah, terbang tinggi untuk berlomba. Jarak tak terlihat ke angkasa."
"Kau ingin hujan menyegarkan. Awan bertabrakan untuk beradu."
- Selamat pagi, Bu. - Selamat pagi.
- Selamat pagi, Bu. - Silakan... duduk.
Anak-anak, mereka teman sekelas baru kalian.
Benjamin dan Francis.
Kalian harus belajar dengan baik. Semoga berhasil.
Terima kasih, Bu.
Saya mau bertanya.
Siapa yang lebih tua di antara kalian berdua?
Kami tidak tahu, Bu.
Orang tua kami tidak memberitahu meskipun kami berulang kali bertanya.
Baiklah, silakan duduk.
Lanjutkan.
Terima kasih, Bu.
Kedua anak itu sangat bahagia dan mudah beradaptasi.
Seperti yang kami duga, Benjamin mulai memenangkan banyak kompetisi catur.
Sekolah kami dipromosikan berkat rentetan kemenangannya.
Francis unggul dalam akademis dan menjadi juara pertama di kelasnya.
Hanya masalah waktu sebelum mereka menjadi anak kembar favorit para guru.
Jadi semua guru menunjuk mereka sebagai contoh bagi semua siswa lain.
Kami pikir siswa lain akan terinspirasi oleh ini.
Tetapi itu telah menabur benih kebencian dan kecemburuan terhadap Benjamin dan Francis.
Jadi seluruh kelas mulai menghindari kedua anak ini.
Rapat orang tua dan guru diadakan suatu hari.
Benjamin dan Francis pada hari itu,
Katakan.
Saya Francis.
Ayah Benjamin.
Saya Benjamin.
Ayah Francis.
Saya tidak punya keluhan tentang Francis.
Dia adalah siswa yang luar biasa.
Saya juga tidak punya keluhan tentang Benjamin.
Dia telah membawa penghargaan dan piala ke sekolah kita.
Memiliki kedua anak Anda sebagai siswa di sekolah kami,
kami menganggapnya sebagai kebanggaan kami.
Orang tua mengulangi apa yang dikatakan guru dan memarahi anak-anak mereka.
Kebencian dan amarah mereka terhadap Benjamin dan Francis semakin menjadi-jadi.
Francis, apa yang terjadi?
Kenapa kau menangis?
- Apa aku gila? - Bukan begitu.
Lalu kenapa semua orang bilang aku gila?
Siapa yang bilang Francis gila?
Kami. Memangnya kenapa?
Kalau dia bicara sendiri, mau kau sebut apa lagi?
Tidak tahan dengan sikap kejam mereka, Benjamin memukuli mereka tanpa ampun.
Aku memperingatkan siswa lain untuk tidak begitu kejam.
Aku menghukum Benjamin agar dia tidak menggunakan kekerasan lagi.
Tapi itu lebih berpengaruh pada Francis daripada Benjamin.
Turnamen Catur Terbuka Seluruh India di Delhi diumumkan beberapa minggu kemudian.
Suamiku memutuskan untuk mengirim Benjamin untuk bermain di turnamen itu.
Saya adalah pemain catur nasional.
Saya mulai memberikan sesi latihan kepada Benjamin setelah jam sekolah.
Skakmat.
Akhir-akhir ini, konsentrasimu dalam permainan menurun.
Jika kau terus seperti ini, kau akan kalah di babak pertama.
Daripada merusak reputasi sekolah kita,
sebaiknya kau tidak berpartisipasi kali ini.
Aku akan memberitahu kepala sekolah.
Kau boleh pergi sekarang.
Bu, satu permainan lagi.
Tidak perlu. Kau boleh pergi.
Bu, satu permainan saja.
Kumohon.
Skakmat.
Aku baru memperhatikan strategi permainannya pada hari itu.
Biasanya kita punya Rencana A dan Rencana B sebagai cadangan.
Tapi Benjamin sendiri akan punya Rencana C juga di pikirannya.
Dia akan memindahkan bidak caturnya bersamaan untuk ketiga rencana itu.
Kita tidak akan tahu semua ini saat dia sedang bermain.
Kita akan sadar hanya di akhir permainan.
Dari siapa kau belajar langkah-langkah ini?
Aku belajar dengan bermain kedua sisi sendiri.
Lalu kenapa kau kalah dariku setiap hari?
Anda mengingatkanku pada ibuku saat aku bersamamu.
Apakah ada yang akan mengalahkan ibunya?
Seorang ibu harus selalu menang.
Bolehkah aku memanggilmu ibu sekali saja?
Benjamin... Benjamin!
Francis, jangan. Aku di sini untukmu.
Francis, jangan menangis. Aku akan bersamamu.
Francis, jangan takut.
Jangan menangis.
Francis, tolong jangan menangis. Aku selalu di sini untukmu.
Aku bersamamu sekarang. Berhenti menangis.
Baru pada hari itu, Benjamin memberitahuku tentang masalah Francis.
Francis sangat takut kegelapan sejak kecil.
Nyctophobia.
Dia tidak bisa berada dalam kegelapan terlalu lama.
Inilah juga alasan masalah mentalnya.
Benjamin, ini adalah Turnamen Terbuka yang bergengsi.
Jika kau memenangkan kompetisi ini, itu akan mengubah hidupmu.
Semoga berhasil.
Aku takut bagaimana Francis akan bertahan tanpa aku, Bu.
Benjamin, jangan takut.
Ibu akan merawat Francis dengan baik.
Kita terlambat untuk penerbangan kita, ayo pergi.
Kupikir pertengkaran antara Benjamin dan teman-teman sekelasnya sudah selesai.
Tapi para siswa sedang menunggu kesempatan emas seperti ini.
Saat itu aku tidak sadar.
Mereka melampiaskan kemarahan mereka pada Benjamin kepada Francis.
Kami tidak menyadari penderitaannya.
Anak malang!
Tidak bisa curhat kepada siapa pun, dia trauma oleh kekejaman mereka.
Benjamin memenangkan turnamen dan kembali dengan piala.
Khawatir jika dia berbagi traumanya dengan kembarnya,
Benjamin mungkin akan menjadi kasar lagi, Francis memendam penderitaannya.
Besok adalah hari ulang tahun mereka.
- Selamat ulang tahun, Benjamin. - Terima kasih, Bu.
- Selamat ulang tahun, Francis. - Terima kasih, Bu.
- Hari ini ulang tahun mereka. - Benarkah?
Keduanya menemuiku untuk meminta restu.
Hari itu adalah jadwal lab mereka.
Satu kembar pergi ke lab Fisika sementara yang lain ke lab Kimia.
- Bu, apa Anda tahu ini? - Apa, Bu?
Francis menderita masalah yang disebut nyctophobia.
Artinya?
Dia sangat takut kegelapan sepertinya.
Bahkan Bu Shanthi panik mendengarnya berteriak dalam gelap.
- Benarkah? - Ya, Bu.
Dia tidak bisa dikendalikan jika berada dalam kegelapan sepertinya.
Bu Shanthi sedang menjelaskan gejala nyctophobia kepada Pak Ravi.
Kasihan sekali! Dia anak baik, Bu.
Aku harus mengoreksi kertas ulangan.
- Oke, Bu. - Sampai jumpa.
Benjamin, pulpen.
Hei... dengar! Buka pintunya.
Tolong buka pintunya.
Tolong!
Ya Tuhan! Tolong buka.
Francis.
Aku di sini untukmu.
Aku akan melakukan apa saja yang kau minta.
Kumohon.
Francis, aku di sini untukmu.
Dia tidak tahan kegelapan.
Aku akan melakukan apa saja yang kau minta.
Kumohon.
Buka pintunya, kumohon.
Buka pintunya.
Kumohon, aku memohon padamu.
Tolong buka.
Tolong, kawan.
Dia tidak tahan kegelapan. Buka pintunya, kumohon.
Francis.
Dheeraj, nyalakan lampunya.
Francis.
Francis... Francis.
Francis... Francis!
Francis.
Francis.
Francis, tolong bangun.
Tolong, Francis.
Francis, bangun.
Ya Tuhan! Francis.
Francis.
Maaf, dia sudah tiada.
Bangun, Francis.
Bu, suruh Francis bangun.
Francis.
Francis.
Bu, bilang pada mereka jangan tutup peti matinya.
Dia sangat takut kegelapan, Bu.
"Di mana langit tanpa fajar?"
Francis.
"Napas ini menanti; bertahan."
"Di satu bunga ada dua bayangan."
"Ke mana yang satu pergi sendirian?"
"Sudahkah kau menjadi pohon sesudahnya?"
"Akankah itu menjadi mimpi yang menghantui setelahnya?"
"Aduh! Apa yang harus kulakukan?"
"Di mana langit tanpa fajar?"
"Napas ini menanti; bertahan."
"Apakah bulu mataku merasa bersalah, dengan kenangan yang terlintas di jalan kenangan?"
"Namun jiwa kembarku, menyatu dengan angin selamanya."
"Apakah tetesan air mata seperti teratai suci berkilauan, berkilau di mata yang basah karena duka?"
"Apakah sinar mentari keemasan, menghilang ke dalam kelupaan?"
"Apakah ini perjalanan ikatan tercinta?"
"Melupakan dunia ini, apakah ia pergi jauh?"
"Menuruti perintah Tuhan, apakah ia pergi dari tanah kita?"
"Sekarang siapa kerabat siapa?"
"Akankah keheningan menyelimuti?"
"Di mana langit tanpa fajar?"
"Napas ini menanti; bertahan."
"Di satu bunga ada dua bayangan."
"Ke mana yang satu pergi sendirian?"
"Sudahkah kau menjadi pohon sesudahnya?"
"Akankah itu menjadi mimpi yang menghantui setelahnya?"
"Aduh! Apa yang harus kulakukan?"
"Di mana langit tanpa fajar?"
"Napas ini menanti; bertahan."
3 hari setelah kematian Francis,
Benjamin kembali ke sekolah.
Anak-anak, salin ini.
Saya akan segera kembali.
Tidak akan baik bagi Benjamin untuk terus di sini dalam keadaan pikirannya saat ini.
Dia akan tenggelam dalam kenangan kembarnya.
Dia butuh perubahan tempat.
Biar saya bawa Benjamin.
Saya akan merawatnya dengan baik.
Saya sudah berbicara dengan Benjamin tentang ini.
Keputusan ada di tangan Anda.
Benjamin, ayo.
Bicaralah dengan kepala sekolah dan kemarilah. Saya akan tunggu di luar.
Benjamin.
Bunda Helen bicara padaku.
Lupakan semua yang telah terjadi dan mulailah hidup baru untuk dirimu.
Kau harus menjadi juara catur terkenal.
Jangan khawatir tentang apa pun.
Benjamin, kami selalu ada untukmu.
Benjamin.
Apa kita lapor polisi?
Kau sudah gila?
Jika berita ini bocor, reputasi sekolah kita akan dipertaruhkan.
Tapi Benjamin...
Kenapa kau terobsesi dengan anak itu?
Yatim piatu di pinggir jalan.
Aku telah menyediakan makanan, tempat tinggal, dan pendidikan.
Sebagai imbalannya, aku hanya menggunakan bakat catur Benjamin.
Benjamin dan Francis. Mereka hanya bisnis bagiku.
Aku tidak siap mengorbankan sekolahku demi kedua yatim piatu itu.
Itulah terakhir kalinya aku melihat Benjamin.
Beberapa minggu kemudian,
Bunda Helen memberitahuku seseorang mengadopsi Benjamin.
Kami tidak boleh diberitahu berita apa pun tentangnya.
Ini adalah janji yang diminta Benjamin dari Bunda.
Bu, sekolah Anda?
Mungkin ketidakadilan besar yang kami lakukan padanya, aku tidak tahu.
Dalam sebuah kecelakaan kebakaran di sekolah suatu hari,
seluruh bangunan hangus terbakar.
Itulah akhir dari sekolah kami.
Bisakah kami mendapatkan detail teman-teman sekelas lainnya?
Sebentar.
Detail pendaftaran teman-teman sekelasnya.
Ini berisi semua alamatnya.
Terima kasih, Bu.
Tolong selamatkan kedua siswa itu.
Bu, suami Anda.
Tidak bisa menerima nasib sekolah yang dia dirikan,
dia menjadi seorang pecandu alkohol.
Semua permohonanku untuk berhenti tidak didengarkan.
Kecanduannya mengirimnya ke liang lahat.
Maafkan saya.
Tidak apa-apa.
Apakah Anda mendapat kabar tentang Benjamin?
Belum, tapi segera saya akan mengetahuinya.
Kalau-kalau,
Anda menemukan Benjamin,
Pengadilan yang harus memutuskan.
- Manohar. - Pak?
- Tunjukkan semua laporan post-mortem. - Ya, Pak.
Pak?
Ada apa, Pak?
Francis meninggal pada hari ulang tahunnya.
Sama halnya, Benjamin membunuh korbannya pada hari ulang tahun mereka.
Selain Surendar dan Tara,
temui 6 teman sekelas yang tersisa.
Dan konfirmasikan kematian kembaran mereka masing-masing.
Aku akan mencari Sanjana, Anjana, dan Dheeran, Dheeraj.
Ada apa? Siapa yang kau cari?
Saya Aravindan.
Asisten Komisaris.
Oh! Anda? Selamat datang.
Silakan masuk.
Kenapa Anda menatapku dengan aneh?
Saya Anjana. Saudari Sanjana.
Kami kembar.
Sanjana sudah banyak bicara tentang Anda.
Tapi meskipun aku memaksanya, dia tidak pernah menunjukkan fotomu.
Dia akan sangat senang tahu Anda ada di sini.
Sebentar.
San...?
Lihat siapa yang ada di sini.
Aku tahu.
Kau akan datang mencariku.
Aku di sini untuk urusan lain.
Kalian semua dengarkan aku sebentar tanpa panik atau gelisah.
Ini cerita yang sangat sulit dipercaya.
Kami ketakutan, Pak.
Jangan panik.
Lakukan saja apa yang kuminta.
Aku akan tunggu di luar.
Pak.
Aman bagi kalian untuk berada di sini terutama pada saat ini.
Jangan takut, pergilah.
Aku sudah menginterogasi 6 teman sekelas.
Mereka menghadapi trauma yang sama seperti yang dialami Surendar dan Tara.
Sudah kuduga.
Bukankah kita pikir laporan orang hilang tidak pernah diajukan, Pak?
Sebenarnya sudah didaftarkan.
Tapi kembaran korban yang datang mengidentifikasi mayat di semua kasus.
Mereka berbohong tentang identitas asli karena takut kejahatan mereka terungkap.
Hanya Dheeran dan Dheeraj yang tersisa.
Bagaimanapun kita harus menyelamatkan mereka.
- Kau hati-hati. - Baik, Pak.
Siapa yang Anda cari, Pak?
- Dheeran dan Dheeraj tinggal di sini? - Tidak, setahu saya tidak.
Tidak, Bu, ini alamat yang benar.
Kami sudah di sini selama 10 tahun terakhir.
Bahkan penyewa sebelumnya bukan nama itu.
Tanya tetangga kami, Pak.
Pak?
- Ya, Pak? - Di rumah seberang,
tinggal anak kembar bernama Dheeran, Dheeraj. Apa Anda tahu sesuatu tentang mereka?
Ya, persis seperti pinang dibelah dua.
Tapi mereka pindah 15 tahun lalu, Pak.
- Apa Anda punya alamat mereka sekarang? - Tidak, Pak.
Aku bertemu ibu mereka beberapa tahun lalu di pasar Koyambedu.
Dia punya warung sayur.
Anda bisa bertanya di sana, Pak.
- Bang. - Hah?
- Warung Kaveri yang mana? - Warung bawang putih, Pak.
Si kembar memberikan ini pada kami setelah ibu mereka meninggal.
Mereka sesekali datang ke sini.
Apa Anda tahu alamat mereka?
Mereka tinggal di Egmore, Pak.
Tapi tidak tahu alamat pastinya.
Sudah lama tidak bertemu mereka. Mereka juga belum datang ke sini.
Apa Anda punya foto atau nomor telepon mereka?
Tidak, Pak.
Segera hubungi saya jika mereka datang ke sini atau menghubungi Anda.
Baik, Pak.
Apa yang terjadi, Aravindan?
Bagaimana Benjamin bisa melacak teman sekelas yang tidak bisa kau temukan?
Ini Dheeran atau Dheeraj?
Kita bahkan tidak tahu jawabannya.
Dheeran.
Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Pak, berdasarkan apa yang dikatakan Surendar dan Tara saat saya interogasi,
semua korban sejauh ini berada di lab Fisika pada hari Francis meninggal.
Dheeran juga ada di lab Fisika.
Jadi...?
Niat Benjamin bukan untuk membunuh mereka yang ada di lab Kimia bersama Francis.
Rencananya adalah membunuh kembaran mereka masing-masing yang ada di lab Fisika, bukan mereka.
Niatnya adalah membuat mereka merasakan sakit yang sama yang dia alami.
Apa?!
Aku belum pernah bertemu orang seperti ini selama masa dinasku.
Apa yang harus kukatakan pada DGP sekarang?
Pak, beri saya satu kesempatan terakhir.
Saya tidak akan gagal kali ini, percayalah.
Di mana kedua gadis itu sekarang?
Mereka di tempat yang aman, Pak.
Baiklah.
Lanjutkan formalitasmu.
Aravindan, Ranjith sudah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah.
Dia bilang ingin bertemu denganmu.
Dia ingin memberitahumu sesuatu yang penting.
- Urus itu. - Baik, Pak.
Kopi?
Terima kasih.
Silakan, Pak.
Aku tidak terlibat dalam kecelakaan hari itu.
Itu eksekusi yang sempurna.
Aku mendapat informasi ada mayat ditemukan di dekat Semmancheri.
Baru setelah aku sampai di lokasi itu aku tahu,
itu informasi palsu.
Sebuah mobil hitam pada saat itu...
Yang aneh adalah,
pria yang sama mengantarku ke rumah sakit saat aku di ambang kematian.
Maksudku, Benjamin.
Apa?!
Pria yang berencana membunuhmu,
kenapa dia mau menyelamatkan nyawamu?
Aku tidak tahu.
Tapi pasti ada alasannya.
Jika aku benar,
dia sangat dekat dengan kita.
Tidak, terima kasih. Tidak sekarang.
Bolehkah?
Kapan pun, bantuan apa pun,
kau bisa meneleponku.
Tentu, Pak.
Terima kasih atas informasinya.
Aravindan.
Waspada, hati-hati.
Tentu, Pak.
Halo?
Aravindan.
Aku Shanthi.
Ada apa, Bu?
Bu?
Aku tidak tahu apakah ini benar atau salah untuk kukatakan padamu.
Tapi aku tidak ingin ada lagi nyawa yang hilang.
Setelah kau mendengarkan apa yang akan kubagikan, nyawa Benjamin tidak boleh terancam.
Berjanjilah padaku.
Baiklah, katakan tanpa ragu.
Biasanya pada hari peringatan kematian Francis,
aku memberikan penghormatan dan meletakkan bunga di makamnya.
Tapi setiap tahun,
saat aku pergi, sebuah buket sudah diletakkan di sana.
Benjamin?
Ya.
Besok adalah hari peringatan kematian Francis.
Benjamin pasti akan mengunjungi pemakaman.
Aku akan menembak bahkan jika kau bergerak seinci pun.
Berlutut sekarang.
Turun!
Manohar, Benjamin tahu kita sedang mengincarnya.
Mereka tidak lagi aman di sini.
Kita harus memindahkan mereka ke tempat lain.
AKP Aravindan di sini. TN 01 BF 1, Benz hitam.
Beri tahu saya jika Anda melihat kendaraan ini di mana pun di kota.
Pak, saya Kumaresan berbicara dari patroli.
Mobil yang Anda lacak sekarang ada di Jalan Raya Poonamallee, Pak, selesai.
Saat aku membuka mata,
aku berada di semacam mal yang sedang dibangun, Pak.
Anjana.
Anjana!
Anjana.
ANJANA!
Sanjana!
Benjamin datang di lift untuk membunuh Anjana.
Dia akan membunuh Anjana.
Ambil pistol ini.
Tembak dia.
PERGI.
PERGI.
Francis!
Benjamin.
Pak...?
Di mana Benjamin?
Anjana.
Anjana.
Aravindan IPS.
Pembunuh Benjamin.
Brilian!
Kau membodohi seluruh pasukan polisi kami.
Teman sekelasmu melakukan lelucon kejam.
Hukuman yang mengerikan untuk kesalahan polos mereka di sekolah!
Saat Francis meninggal, dia seusia mereka yang polos.
Jangan coba membenarkan kejahatanmu, Benjamin.
Bagi semua orang di seberang sana, ini akan terlihat seperti kejahatan.
Lihatlah dari sisi ini.
Kau akan mengerti kemarahanku.
Apa kemarahanmu belum reda bahkan setelah bertahun-tahun sejak Francis meninggal?
Malah semakin menjadi.
Aku tidak pernah membayangkan hidup tanpa Francis bahkan dalam mimpiku!
Francis?
Mereka bekerja sama dalam mewujudkan mimpi itu!
Setiap menit tanpa dia dalam hidupku,
saat aku melewati neraka di sini,
semua dari mereka telah melupakan kesalahan mereka dengan santai.
Mereka telah melanjutkan hidup dengan bahagia.
Semakin aku memikirkannya, kemarahanku berubah menjadi amarah.
Aku memutuskan saat itu.
Penderitaan dan kesedihan yang kurasakan,
mereka harus merasakan obat pahit mereka sendiri.
Aku tidak bisa membunuh mereka semua sebagai orang biasa.
Aku tahu polisi pasti akan menangkapku.
Tapi bagaimana jika aku adalah petugas polisi yang menyelidiki kasus ini...!
Itulah sebabnya aku secara khusus meminta IPS meskipun aku lulus tingkat IAS.
Aku mendapat transfer ke Chennai pada saat yang tepat.
Selamat datang di Chennai.
Lalu aku melacak setiap teman sekelas yang bertanggung jawab atas pembunuhan Francis.
Aku menemukan setiap dari mereka.
Sanjana, Anjana.
Dheeran, Dheeraj.
Detail hanya empat orang ini yang tetap menjadi misteri yang sulit dipecahkan.
Satu-satunya tempat yang akan memberiku jawaban,
Sekolah Twin Birds.
Jadi aku memutuskan untuk membawa Sekolah Twin Birds ke dalam kasus ini.
Menginginkan kasus ini ditangani olehku,
aku meninggalkan mayat korban pertamaku di yurisdiksiku sendiri.
Tapi aku tidak menyangka komisaris akan memberimu kasus ini.
Aku tahu betul kau tidak akan mendapatkan petunjuk apa pun dengan 6 korban pertama.
Tapi kau akan menyelesaikan kasus ini jika kau mendapatkan pelat di kaki Sudhakar.
Itulah sebabnya aku merekayasa kecelakaanmu sebelum aku membunuh Sudhakar.
Niatku bukan untuk membunuhmu.
Aku mengantarmu di depan rumah sakit agar kau bisa diselamatkan tepat waktu.
Lalu aku menangani kasus ini seperti yang kuharapkan dan rencanakan.
Aku membunuh Sudhakar setelah itu sesuai rencanaku.
Lalu aku membunuh Meera.
Aku membuang mayatnya di dalam batas stasiun kita.
Aku membawa Sekolah Twin Birds ke dalam kasus ini.
Aku menginterogasi Shanthi dengan benar.
Aku mendapatkan detail alamat yang kubutuhkan.
Bisakah kami mendapatkan detail teman-teman sekelas lainnya?
Aku melacak Dheeran dan Dheeraj dan membunuh Dheeran.
Ini Dheeran atau Dheeraj?
Dheeran.
Semuanya berjalan lancar sesuai rencanaku.
Kesalahan terbesarku adalah bertemu denganmu.
Aku tidak tahu apa yang membuatmu mencurigaiku.
Anak buahmu mulai mengikutiku dan memberitahumu keberadaanku.
Kupikir aku tidak akan bisa membunuh Anjana jika kau mendekatiku.
Saat itulah aku membawa Manohar ke dalam permainanku.
Halo?
Benjamin di sini.
Aku akan langsung ke intinya.
Jika kau mematuhi instruksiku,
putramu yang merupakan cahaya hidupmu akan selamat.
Jika kau menolak,
setelah lolos dari 9 pembunuhan,
putramu menjadi korban ke-10 ku bukan masalah besar bagiku.
Untuk mengalihkan kecurigaanmu padaku,
Aku menyuruh Manohar datang ke pemakaman sebagai Benjamin.
Tidak ingin Manohar mencurigaiku,
aku pura-pura mengejarnya.
Mengikuti perintahku, Manohar membawa Anjana ke gedung konstruksi.
Aku membunuh Anjana sesuai rencanaku.
Aku hanya menggunakan Manohar untuk membunuh Anjana.
Aku membuat Manohar melakukan semua ini dengan ancaman akan membunuh putranya.
Jadi dia sama sekali tidak terhubung dengan pembunuhan ini.
Meskipun rencana indukmu sangat rapi,
kau tetap tertangkap.
Kau tahu bagaimana?
Korek api.
Saat kau menyalakan rokok di tempatku,
Aku melihat korek apimu.
Aku samar-samar ingat melihat korek api yang sama saat kau membawaku ke rumah sakit.
Aku sedikit mencurigaimu.
Segera aku memeriksa biodatamu.
Catatan menunjukkan Bangalore sebagai kampung halamanmu.
Aku menghubungi teman seangkatanku yang bekerja di sana.
Aku memintanya mencari tahu tentangmu.
Baru saat itulah aku tahu kau bukan anak kandung orang tuamu.
Aku menemukan kau telah diadopsi dari Chennai.
Ini memperkuat kecurigaanku terhadapmu.
Aku pergi ke rumahmu saat kau tidak ada.
Saat aku memeriksa barang-barang pribadimu,
semuanya berpasangan.
Saat aku sadar kau adalah Benjamin,
aku terkejut!
Aku tiba di lokasimu dengan melacak teleponmu.
Aku menangkapmu.
Kau merencanakan dengan begitu brilian.
Tapi lihat bagaimana kau tertangkap hanya karena sebuah korek api!
Bahkan gajah perkasa pun bisa tergelincir dan jatuh, Benjamin.
Untuk semua kejahatanmu,
pengadilan pasti akan menjatuhkan hukuman mati.
Sudah 17 tahun sejak aku mati.
Kepada Aravindan alias Benjamin,
sebagai hukuman maksimal,
Pengadilan ini menjatuhkan hukuman mati sebagai vonis.
Seorang perwira polisi tingkat tinggi telah membodohi seluruh departemen Anda.
Efisiensi Anda sekarang menjadi pertanyaan.
Jawaban Anda?
Anda melupakan sesuatu.
Adalah perwira polisi kami yang menangkap polisi tingkat tinggi yang sama alias Benjamin!
Apa menurut Anda masyarakat umum akan tetap mempercayai Anda?
Karena ketekunan kami siang dan malam 24/7,
sekarang Benjamin ada di balik jeruji.
Saya pikir ini cukup bagi rakyat kita untuk terus mempercayai kami.
Oleh karena itu...
kemalangan seperti itu tidak akan terjadi lagi.
Penegasan saya kepada publik.
- Terima kasih semua. - Permisi, Pak.
Ada informasi tentang kembaran Dheeraj?
Belum, Pak.
Saya sedang menyelidiki.
Hatiku sedih memikirkan kembaran dari semua korban, Manohar.
Pak.
Jika Anda merasa kasihan pada mereka yang membunuh untuk menyelamatkan nyawa kembarannya,
bukankah itu juga berlaku untuk Benjamin yang kehilangan kembarnya di usia begitu muda, Pak?
Hei!
Hei!
Bukankah kau ditangkap dalam kasus perampokan keuangan?
Kau seharusnya di penjara. Bagaimana kau bisa keluar?
Pak, itu bukan saya.
Saudaraku Dheeran.
Saya Dheeraj.
Aku bersembunyi di Kadapa begitu gengku ditangkap oleh polisi.
Baru pagi ini.
Aku melihat berita tentang Benjamin.
Tolong selamatkan kembaranku, Pak.
Tolong, Pak. Tolong... tolong.
Francis meninggal pada hari ulang tahunnya.
Sama halnya, Benjamin membunuh korbannya pada hari ulang tahun mereka.
Kapan ulang tahunmu?
Hari ini, Pak.
Sial!
Manohar, ayo.
Manohar, panggil sipir.
Ada apa?
Hei!
Biasanya kita punya Rencana A dan Rencana B sebagai cadangan.
Tapi Benjamin sendiri akan punya Rencana C juga di pikirannya.
Dia akan memindahkan bidak caturnya bersamaan untuk ketiga rencana itu.
Kita tidak akan tahu semua ini saat dia sedang bermain.
Kita akan sadar hanya di akhir permainan.
Saat aku bertanya tentang Dheeran dan Dheeraj di pasar hari itu,
Segera hubungi saya jika mereka datang ke sini atau menghubungi Anda.
Baik, Pak.
Kenapa dia menanyai kita pertanyaan-pertanyaan ini?
Aku juga bingung, Bang.
- Hei! - Pak... pak.
Sebaiknya kau katakan yang sebenarnya.
Atau aku akan menjebloskanmu ke penjara dan mengulitimu hidup-hidup.
Sumpah kami tidak tahu di mana Dheeraj, Pak.
Percayalah pada kami, Pak.
Lalu bagaimana dengan Dheeran? Katakan yang sebenarnya.
Kau menjebloskannya ke penjara dalam kasus perampokan MG Finance itu.
Baru saat itulah aku tahu korban terakhir dalam daftarku ada di penjara.
Aku memutuskan untuk membunuh Dheeran tanpa menimbulkan kecurigaan.
Aku membakar mayat tak dikenal dan membuat semua orang percaya Dheeran telah terbunuh.
Baru setelah aku bertemu denganmu di tempatmu,
Aku memutuskan kau akan menjadi kartu trufku untuk masuk ke penjara.
Kau setengah sadar di mobilku malam kecelakaan itu.
Aku tahu kau mungkin telah melihat korek apiku.
Jadi aku sengaja meletakkan korek apiku di depanmu untuk memicu ingatanmu.
Itu adalah umpanku.
Kau jatuh ke dalam jaringku.
Bahkan gajah perkasa pun bisa tergelincir dan jatuh.
Tapi pepatah lama itu tidak berlaku untukku.
Putramu tidak perlu mengalami rasa sakit yang melingkupiku.
Kalian semua ingin pelakunya dimaafkan.
Kalian ingin pihak yang dirugikan dilupakan.
Aku tidak bisa memaafkan.
Juga tidak bisa melupakan.
Tablet ini telah dilarang di banyak negara.
Sangat berbahaya, bahkan 4-5 tablet bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.
IBU
Ibu
Francis.
Tunggu, aku juga ikut.
Kematian adalah hukuman mengerikan yang diberikan seseorang pada orang-orang dalam hidupnya.
Pertama, orang tuaku.
Selanjutnya, Francis.
Kemudian, Bunda Helen.
Orang tua yang mengadopsiku. Semua dari mereka memberikan hukuman itu.
Aku tahu betapa sulitnya tumbuh sebagai yatim piatu di dunia ini.
Aku telah mengalami penderitaan itu.
Putra Manohar tidak boleh mengalami penderitaan itu.
Setelah kematianku,
transplantasikan jantungku ke Manohar.
Hormati permintaan terakhirku dan izinkan aku beristirahat dengan tenang tepat di samping Francis.
Dia sangat takut kegelapan.
Aku akan beristirahat dengan tenang di sisinya selamanya.
Penerjemah: Alfathir Noho a.k.a MarsCraft XD. Mars No Sekai!
Facebook: MARSSTILLDREAMING - IG: @marscraft.xd Salam Dari Pahe.in Official Group Dan TORPEDO
Support saya di: https://trakteer.id/marscraftxd/tip Berapapun Donate Kalian Akan Sangat Berarti Bagi Saya
Dipersembahkan Oleh MAKEiNE4U Join Sekarang Juga: guns.lol/MAKEiNE4U
Pasang Iklan? Kontak Saya Di Telegram: @KasaneTetoTheBest
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.