Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= THE WRATH =-
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Tunggu apa lagi? Ayo cepat jalan!
Beberapa waktu ini telah merepotkanmu.
Anda mau ke mana?
Sekarang aku ingin bangkit dan menyejahterakan keluarga.
Untuk melakukan ini, Doryeon-nim harus sehat dan aman. [Doryeonnim - Tuan Muda]
Di tanganku ada sebilah pedang pembunuh iblis. Apa yang harus kutakutkan?
Doryeon-nim dari keluarga Sadaebu... [Sadaebu - setara dengan cendekiawan, pejabat tingkat tinggi]
telah mengubah kediaman yang lusuh dan bobrok ini?
Sejauh yang kutahu, pedang ini telah berhasil menghilangkan roh jahat yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
Bagi Doryeon-nim mungkin itu hanyalah sebatang besi rongsokan.
Tapi bagi Buddha hal ini tidak diperbolehkan dan dianjurkan untuk dikembalikan kepada pemilik aslinya.
Aku akan memberikan bayaran yang memadai. Ayo jalan!
Yeon Doo! Yeon Doo!
Manim, dia sudah datang. [Manim - sebutan untuk nyonya]
Manim, dia sudah datang.
Ayo!
Aigoo Doryeon-nim, kenapa Anda mendadak pulang?
Aku mau pulang ke rumah sendiri masih perlu laporan dulu?
Ampuni hamba, Doryeon-nim.
Dia adalah budak wanita yang baru?
Iya, yang akan dijadikan menantu kecil.
Dia adalah calon pengantin Yeon Doo yang akan dinikahkan hari ini.
Kau tidak bicara yang tidak perlu pada orang itu, 'kan?
Tentu. Manim bermurah hati terhadapmu dan menginginkanmu mendapatkan istri.
Begitu aku bilang.
Tapi calon pengantin Yeon Doo yang dibawa ke mari hari ini orangnya seperti apa?
Bisa seperti apa? Begitu lahir sudah yatim piatu.
Tidak punya tempat yang bisa dituju. Bisa masuk ke rumah ini sudah syukur.
Awalnya akan menjadi gelandangan. Tapi sekarang sudah memiliki tempat berlindung.
Ini adalah sebuah hal yang patut disyukuri.
Benar juga. Apa yang Anda bilang masuk akal.
Kaget!
Kamar pengantin baru hari ini biar aku tempati.
Tidak bisa!
Melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah.
Demi kau aku membeli seorang budak perempuan.
Lagipula Yeon Doo juga sudah siap. Demi mempersiapkan hidup buat Tuhan.
Semua ini adalah "goyukji" ku. [Goyukji - melukai diri sendiri demi mendapatkan kepercayaan lawan]
Sekalipun menggunakan saju-ku dan Yeon Doo pura-pura menjadi diriku... [Saju - peruntungan berdasarkan tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran]
mana mungkin roh jahat bisa dikelabui?
Tetap saja tidak bisa. Jangan sampai seperti hyeong-mu.
Belum sempat melewati malam pertama, nyawamu sudah lebih dulu melayang.
Kau harus menjadi penerus keluarga.
Ini karena Anda mengkhawatirkan anak,
atau takut jika saya mati keluarga kita akan hancur?
Myeong Gyoo, pernyataan ini jauh dari kebenaran.
Sekalipun aku bukan ibu kandungmu,
Tapi penderitaan dan pengorbananku untuk keluarga ini tidak kalah dibandingkan dengan Manim almarhum.
Karena itu kau berniat mengambil alih posisi Abanim? [Abanim - istilah kuno untuk abeonim/ayah]
Hari ini aku akan membasmi iblis itu menggunakan pedang ini.
Baiklah, jika tekadmu sudah bulat aku hanya bisa merestuimu.
Tapi kau tidak boleh sekamar dengan budak hina itu.
Asalkan kau memberitahuku, aku akan mencarikan yang sepadan.
Tidak perlu, aku juga tidak akan pernah menganggap mereka adalah separuh nyawaku.
Karena mereka tidak lebih dari umpan yang digunakan untuk memancing roh jahat.
Setelah selesai berbasuh diri, tidak ada bedanya dengan putri keluarga Yangban. [Yangban - keluarga pejabat, perwira militer, bangsawan/aristokrat]
Tapi, apa ini ya?
Waktu kecil terbakar kompor.
Oh ya? Di tubuh yang langsing ini?
Aduh coba lihat aku. Betapa lancangnya aku terhadap majikan kecilku.
Ampuni saya, Sesjjae-manim. [Sesjjae-manim: menantu perempuan ketiga]
Setelah didandani ia terlihat menjadi pengantin yang anggun.
Tapi walaupun terlihat kurus,
tubuhnya cukup berisi.
Sepertinya malam pertama bisa langsung hamil.
Siapa yang bertanya padamu tentang tubuh si budak rendahan itu?
Maaf, Manim.
Keluarlah!
Iya.
Dia cuma menceritakan apa yang dia lihat.
Kenapa kau sampai semarah itu?
Kenapa bicara seperti ini?
Aku cuma merasa Ye San terlalu mengada-ada.
Yang dia katakan tidak ada yang salah.
Jika Tuhan berkehendak dan dia sampai hamil,
boleh dibilang ini adalah hal yang menggembirakan.
Kata-katamu ini seolah-olah sedang menyalahkan kami tidak bisa punya anak.
Tidak benar, aku cuma berharap garis keturunan ini berlanjut.
Marilah kita berdoa dan memohon kepada Buddha supaya Myeong Gyoo senantiasa dilindungi.
Dasar siluman! Segera tunjukkan wujudmu!
Sobang-nim...
Tolong dihentikan.
Roh jahat saja tidak sanggup kau musnahkan.
Inikah kekuatan Buddha?
Jodoh Buddha dengan keluarga kami cukup sampai di sini saja.
Segera tinggalkan rumahku!
Tinggalkan rumah ini saja. Jangan memikul beban yang berat lagi.
Anggap saja tidak melihat semua karma.
Teruslah bertahan hidup seperti rumput liar.
Usir budak rendahan ini sekarang juga.
Sebagai isteri seorang Sadaebu
jagalah kesucianmu dengan tetap menjanda dan berpegang teguh pada integritas kebajikan.
Tapi asal usul yang rendahan seperti itu
sekalipun dia kita usir keluar orang-orang juga tidak akan membicarakan kita.
Tunggulah setelah 100 hari baru kau keluar dari rumah ini.
100 hari? Apa maksudmu?
Seonnim akan berdoa mulai hari ini hingga 100 hari ke depan. [Seonnim - bikshu]
Dan menurutnya sebelum doa berakhir budak perempuan ini tidak boleh pergi dari sini.
Kalau kau mau tinggal di sini, ada tiga hal yang harus kau camkan.
Pertama, tanpa adanya izin dariku,
jangan sekali-sekali meninggalkan rumah ini.
Kedua, di rumah ini tidak ada orang yang meninggal.
Jadi jangan kenakan pakaian berkabung.
Jangan banyak mulut di luaran dan mengatakan sesuatu yang menakutkan.
Yang terakhir, jangan sekali-kali mengintip ke dalam gudang.
Bukan, jangan sekali-kali mendekati gudang.
Jika kau melanggar salah satu dari peraturan tadi,
kau akan langsung dibunuh.
Iya.
Sunguh licik.
Kau tahu apa makna dari 100 hari?
Setelah 100 hari akan ketahuan jika dia hamil atau tidak.
Kau tidak merasa si tua bangka itu lick?
Budak perempuan rendahan itu harus dipantau.
Lihat saja, jika sampai salah langkah bisa jadi kepala kita akan diinjak-injak olehnya.
Hari ini masih belum sempat menanyakan kabar Gongpan Daegam.
Maaf, belakangan ini kondisi fisiknya kurang baik dan tidak leluasa untuk beraktivitas.
Semoga secepatnya sembuh. Sungguh mengkhawatirkan.
Bala tentara Daegam tidak berada di sini dan harus bergantung pada kemurahan hatinya
hal ini cukup mengkhawatirkan.
Oh ya, putra bungsumu akan ikut ujian kenegaraan, bukan?
Sekarang ia masih berada di kuil?
Iya.
Manim, teh dan buahnya sudah dipersiapkan.
Masuklah!
Sepertinya aku belum pernah melihatnya sebelumnya.
Budak baru.
Oh ya?
Walaupun dia seorang budak tapi wajahnya sangat rupawan.
Budak kurang ajar!
Di depan majikanmu kau bertingkah ceroboh?
Budak pantas mati, Manim.
Diam! Hari ini kau akan kuberi pelajaran.
Sudah, dia tidak sengaja.
Tidak bisa Manim. Budak harus diawasi dengan ketat.
Selamat Manim, dia sudah hamil.
Nafasnya teratur dan nadinya kuat.
Menurutku pasti anak laki-laki.
Myeong Goo memenuhi kewajibannya sebelum meninggal.
Si jalang satu itu...
Mulai sekarang, kau pindah dan tempati rumah dalam.
Juga jangan mengerjakan pekerjaan kasar lagi.
Tidak apa. Itu semua sudah sering kulakukan.
Kau berani melawan omonganku?
Saya akan patuh pada instruksi.
Terima kasih atas kemurahan hatinya.
Bukan karena tubuhmu yang kotor itu aku bermurah hati padamu.
Tapi kau tidak lebih dari budak penghasil anak.
Camkan hal ini!
Iya.
Yeon Doo!
Lakukan dengan benar!
Assi beserta anak dalam kandungannya baik-baik saja.
Benarkah ini?
Setelah mengandung, aliran pernafasan di seluruh tubuh akan berubah.
Sehingga mengakibatkan ketidakpastian yang menimbulkan mimpi buruk.
Setelah pernafasannya sudah stabil, kondisinya akan membaik.
Tentu, tentu saja harus begitu.
Kabarnya kau adalah mudang yang paling terkenal se-Hanyang. [Hanyang - nama Seoul zaman dulu, mudang - sebutan untuk penyihir]
Anda terlalu berlebihan. Saya hanya ingin memahami kebenaran dunia.
Tapi ada keperluan apa hingga Anda datang secara langsung ke tempat yang sederhana ini?
Kompas!
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Anu, kau baik-baik saja?
Manim, tolong ceritakan padaku segala sesuatu yang berkaitan dengan riwayat kesehatan.
Harus secara mendetail.
Semua yang kuceritakan padamu itu harus kau jaga kerahasiaannya.
Jika kau sampai membocorkannya keluar, kau bisa kehilangan nyawa.
Tentu saja.
Baik, kalau begitu bisakah kau menyingkirkan kekuatan jahat itu dari rumahku?
Jangan coba-coba disingkirkan tapi ditenangkan saja.
Jika ketulusan Manim bisa menggetarkan langit,
kemungkinan kemurkaan ini akan hilang dengan sendirinya.
Arwah hantu tersebut harus ditenangkan.
Kenapa tidak terpikirkan olehku?
Manim, boleh aku bertemu Sesjjae-manim? [Sesjjae-manim: menantu perempuan ketiga]
Kenapa anak itu?
Kabarnya ia tengah mengandung.
Karena itu aku ingin menulis sebuah mantra baginya sebagai penolak bala.
Manim, mulai sekarang...
Anda harus ingat semua kata-kataku.
Keluarga ini bukanlah manusia biasa.
Rumah roh jahat bukanlah kuburan ataupun alam gaib.
Cara apapun tidak akan bisa menghilangkan roh jahat.
Roh jahat ini terhadap Manim akan...
Bukan, tujuannya adalah janin yang ada dalam kandunganmu.
Janin?
Tapi Manim, dalam tubuhmu ada sebuah kekuatan bawaan.
Tanda itu adalah buktinya.
Karena itu roh jahat tidak akan bisa melukaimu dengan gampang.
Maka dari itu tinggalkanlah rumah ini. Pergi dengan diam-diam.
Jika Anda sendiri merasa kesusahan, izinkan saya membantumu.
Tapi mana boleh aku berbuat seperti itu?
Aku telah mengandung anak suamiku.
Aku tidak bisa meninggalkan rumah ini.
Jika tetap berada di sini, akan terseret ke dalam perjuangan tanpa akhir.
Jangan lagi menerima nasib yang dapat ditolak.
Nasib itu bukan untuk diterima, tapi untuk dipilih.
Sejauh ini aku selalu menerima penghinaan.
Aku hanyalah seorang wanita yang lemah.
Tapi, setelah mengandung anak ini semuanya berubah.
Memahami hidup adalah sebuah kekuatan.
Kekuatan?
Mungkin anak dalam kandungan ini...
kelak bisa menggantikanku menguasai rumah ini dan memerintah dunia.
Anda jauh lebih ambisius dari pada yang kelihatan dari luar.
Mungkin ini adalah sebuah hadiah yang dibawa oleh anak ini.
Katakan, aku harus bagaimana?
Kuburan roh jahat itu. Harus di sana untuk menenangkan jiwanya.
Manim juga harus berdoa dengan sepenuh hatimu.
Ma--Manim!
Sepagi ini sudah bangun?
Kenapa tidak tidur lebih lama?
Ma--Manim kenapa...
Takut apa? Ketemu hantu juga tidak.
Aku selalu punya pikiran ingin turun ke dapur sendiri dan memasak untuk semuanya.
Tapi belum terwujud.
Mumpung ada waktu, pagi ini aku akan masak sarapan.
Kalian cukup membantuku saja.
Tidak usah, Manim.
Kami tidak berani.
Tunggu apa lagi? Cepat hidupkan apinya.
- Cepat! Cepat - Iya, iya.
Telah membuatmu menderita selama ini.
Karena roh jahat, suasana di rumah juga sangat jelek.
Suasana hatiku juga selalu jelek.
Cheosjjae, duljjae... [Cheosjjae - si sulung; duljjae - si anak nomor dua]
Dulu jika ada rasa ketidak-puasan terhadap mertua sepertiku ini, harap dilupakan saja.
Tolong jangan berkata seperti ini.
Dan juga, Sesjjae... [Sesjjae - si anak nomor tiga]
Karena sifatku yang kurang bajik, betapa menderitanya kau.
Selalu mempersulitmu dan memberimu luka yang mendalam.
Tidak, Manim.
Kenapa memanggil mertuamu dengan sebutan Manim?
Mulai sekarang, panggil aku Eomoni.
Dunia telah diporak-porandakan.
Ini adalah...
Kunci gudang.
Eomoni, kunci yang begitu penting kenapa...
Sekarang kau juga adalah menantuku.
Sudah saatnya kau tahu di dalam gudang ada apa saja.
Bisa tolong ambilkan beberapa buah kesemek untukku? Mendadak ingin rasanya makan yang manis-manis.
Baik, akan kuambilkan.
Oh ya, di dalam gudang ada sebuah ruangan. Di sana ada altra Buddha.
Itu adalah tempat yang sangat suci jadi jangan sembarangan dibuka.
Baik.
Apa maksudnya ini?
Eomonim.
Sudah kuwanti-wanti jangan pernah membuka pintu ini.
Aku bersalah, aku telah membuat kesalahan fatal.
Cukup!
Karena kau telah melanggar pesanku, jadi kau harus dihukum.
Daegam!
Kau ternyata berada di depan mataku.
Benarkah ini adalah istriku?
Akhirnya Anda sadar juga.
Daegam!
Sepeninggal Cheosjjae dan duljjae,
Daegam menderita syok dan pikirannya menjadi tidak jernih.
Karena itulah hal ini dirahasiakan dari semua orang.
Dan terpaksa dikurung di sana.
Sepertinya ini adalah bantuan dari Tuhan.
Sesjjae ternyata menemukan Daegam.
Tidak kusangka Myeong Gyoo juga sudah meninggal.
Semua ini dikarenakan kebajikanku yang kurang.
Tua bangka penuh dosa sepertiku harusnya lebih duluan meninggalkan dunia ini.
Tenangkan dirimu, Daegam.
Myeong Gyoo sudah berada di tempat yang lebih baik.
Ini masih ada Sesjjae yang membawa peruntungan baik.
Terima kasih.
Berkat berkah yang kau bawa kepada keluarga kami.
Hebat sekali kau ya!
Abeonim yang sudah gila bisa kembali kesadarannya.
Kau mendapat keajaiban dari mana?
Bukan begitu.
Oh ya?
Kalau begitu jelaskan rencanamu.
Kau kira dengan bertahan setelah melahirkan seorang anak laki-laki,
kau akan bisa menjadi Jeong Buin, atau Jeonggyeong Buin? [Jeonggyeong Buin - Gelar terhormat bagi isteri Yangban yang dianugerahkan oleh Dinasti Lee/Yi Joseon]
Hyeongnim.
Siapa yang kau panggil Hyeongnim? [Hyeongnim - dalam hal ini kakak ipar]
Beraninya kau menggunakan mulutmu yang kotor itu untuk memanggilku?
Dengar baik-baik!
Entah apa tujuanmu,
kau tidak akan bisa mengelabui mataku.
Jika kau berani lagi macam-macam
aku tidak akan mengampunimu termasuk anak yang ada di dalam perutmu.
Apapun itu, tolong jaga omonganmu.
Apa?
Tidak peduli siapapun dia yang berani menyentuh anakku,
aku juga tidak akan berdiam diri dan tidak melakukan apapun.
Bukankah ini adalah tugas seorang ibu?
Apa katamu?
Seperti yang kukatakan. Aku telah mengandung anak Daegam.
Oh ya? Ada yang kau inginkan?
Aku cuma minta dibawa masuk ke rumah Daegam dan diakui sebagai majikan.
Anak dalam kandunganmu itu sudah pasti adalah darah dagingku?
Kau tidak lebih seorang pelacur yang diinjak-injak oleh kaum pria.
Sekalipun aku hanyalah seorang pelacur, tapi juga ada saat di mana aku dimuliakan.
Tutup mulutmu!
Jika kau berani mengucapkan omong-kosong seperti ini...
...awas kau bisa kehilangan nyawa.
Jwa Cheon Seong Daegam, Dae Je Hak Daegam, Do Chong Gwan Daegam.
Dan juga Daegam sendiri sering mengadakan pertemuan rahasia di sini dan jika sampai kejadian ini tersebar keluar...
...apa yang akan terjadi?
Beraninya kau...
Mencari raja baru dan hal ini bisa dikatakan pemberontakan dengan hukuman yang berat.
Beraninya kau mengancamku?
Asalkan keinginanku dipenuhi, aku berjanji akan membawa rahasia ini ke liang kubur.
Jangan sampai ketahuan oleh siapapun. Harus diselesaikan secara diam-diam.
Beritahu padanya bahwa dia akan dibawa ke tabib. Kemudian bawa dia keluar secara diam-diam.
Harus memperlakukannya dengan sopan. Hati-hati jangan sampai dia curiga.
Baik, Daegam.
Aku harus menginterogasinya. Tanya kepada siapa dia telah membocorkan rahasia ini.
Aku akan menginterogasinya secara pribadi. Kau bawa dia ke sana secepatnya.
Manim!
Manim!
Manim, ada tamu!
Apa maksudnya ini?
Walaupun belum diketahui apa alasannya. Tapi yang pasti ia memiliki tujuan.
Tapi aku sungguh sulit mempercayainya.
Eomonim jangan-jangan...
Ke depannya akan muncul kejadian yang lebih aneh lagi.
Pertama-tama, akan ada kematian ternak yang tanpa alasan.
Hantu berkulit manusia tidak akan bisa bertahan dengan hanya menyantap makanan manusia.
Ia butuh meminum darah makhluk hidup.
Anda harus segera tinggalkan rumah ini.
Aku tidak bisa.
Anda masih belum bisa melepas ambisimu?
Hal ini menyangkut nyawa.
Entah itu ambisi atau keinginan,
terserah apa katamu.
Aku sudah menjadi menantu keluarga ini.
Dan sudah mengandung darah daging keluarga ini.
Sekalipunharus kembali ke masa lalu juga tidak apa-apa.
Selama aku bisa melindungi anak ini.
Manim, jika bersikeras untuk tetap berada di sini,
entah itu terhadap dirimu sendiri atau terhadap anak dalam kandungan,
akan mendatangkan bencana.
Lagipula...
Jika anak ini lahir di rumah ini...
dengan begitu keluarga ini, maksudku...
...akan membahayakan seluruh negeri ini.
Aku pasti akan menghindari akhir yang seperti itu. Melawan hingga akhir.
Dengan segenap kemampuanku.
Ini... Ini pasti hanyalah sebuah mimpi.
Ini pasti hanyalah mimpi.
Itu...
Aku bertanya sekali lagi... Kepada siapa kau bocorkan rahasia ini?
Sungguh tidak ada.
Aku mana mungkin berani?
Sungguh tidak tahu malu!
Ayo!
Kau masih mau terus menyangkal?
Sungguh Daegam.
Tolong... tolong jangan menginterogasi lagi.
Di pelukan para pria belajar berbohong seperti ini.
Jika kau masih tidak mau jujur, aku akan menghancurkanmu!
Lagi!
Daegam, mohon ampuni aku.
Jika Anda mengampuni nyawaku...
saya akan pergi jauh dari sini beserta anak dalam kandunganku.
Dengan segenap hatiku akan kubesarkan anak Daegam.
Belum pernah melihat wanita yang seculas kau.
Berani-beraninya mengaku jika anak itu adalah darah dagingku.
Sekarang... di perutmu sudah tidak ada anak lagi.
Jangan membenciku.
Karena tindakan nekadmu itu kau mencelakakan dirimu sendiri.
Orang seperti kau yang lebih rendah daripada anak haram.
Dendam ini pasti akan kubalas.
Aku akan menghancurkan anak cucu keturunan keluargamu.
Aku akan mengotori setiap jengkal rumahmu dengan darah.
Istriku!
Istriku!
Istriku!
Kenapa bisa begitu? Kenapa?
Tenangkan dirimu, Daegam.
Semua yang bisa diupayakan harus dicoba.
Aku akan membakar jiwa perempuan jalang ini menjadi abu hari ini.
Ayo!
Baik!
Gali keluar!
Harus bagaimana sekarang? Bagaimana?
Daegam, saat-saat seperti ini Anda harus semakin tegas.
Tunggu apa lagi? Segera pindahkan mayat-mayat itu keluar!!
Baik, Manim.
Masuklah.
Ada apa, Buin? [Buin - panggilan halus untuk isteri]
Tidak apa-apa.
Selamat, Daegam.
Mendadak tambah anak dan cucu.
Dikarenakan penyakit yang kronis di waktu kecil,
kondisiku tidak subur.
Tampaknya ini adalah sebuah keajaiban langit dan bumi.
Berkat kalian.
Tadinya aku masih khawatir jika terjadi sesuatu padamu,
siapa yang akan menjadi penerus di keluarga kita?
Sekarang aku sudah boleh berlega hati.
Jika terjadi apa-apa pada diriku, masih ada kau.
Atau jika terjadi sesuatu pada dirimu, masih ada aku.
Eomonim, hal yang tidak beruntung jangan dikatakan.
Kenapa?
Kau tidak senang?
Bukan.
Apa yang kau tertawakan?
Rencanamu ada kemungkinan hancur berantakan.
Apa bedanya kau dengan kami?
Kau dan Eomonim melahirkan anak di waktu yang bersamaan.
Lalu siapa yang akan menjadi kepala keluarga ini?
Sudah tentu anak yang dilahirkan oleh Eomonim.
Doryeon-nim itu yang akan mewarisi dan menjadi penerus keluarga.
Lantas anak kau?
Apapun bukan.
Buin, aku berharap kau melahirkan seorang anak laki-laki.
Sudah pasti.
Sekalipun Sesjjae sedang hamil, [Sesjjae - si nomor tiga]
dia bukanlah menantu yang resmi dinikahi.
Apalagi statusnya yang seorang budak.
Aku juga sangat peduli dengan hal ini.
Jika kau sampai melahirkan seorang putra,
tidak peduli si Sesjjae melahirkan apa,
aku ingin mengusirnya dari rumah ini.
Dia tidak pantas untuk keluarga ini.
Jika dia diusir begitu saja,
ada kemungkinan dia akan menceritakan apa yang terjadi di keluarga ini.
Kalau begitu bagaimana baiknya?
Jika dia ingin menjadi hantu keluarga kita,
kita kabulkan saja keinginannya.
Berhenti!
Sekarang tingkah lakumu semakin menjadi-jadi?
Melihat orang tapi berlagak tidak melihat.
Maaf, aku sedang memikirkan sesuatu.
Iya, selalu saja mencoba melakukan akal muslihat kecil.
Otakmu pasti tidak cukup pakai.
Terhadap siapa sikap kurang ajarmu itu kau tujukan?
Hyeongnim, kau itu mudang atau apa?
Apa?
Caramu berbicara seolah-olah kau sangat memahami pikiranku.
Sebelum kau memakiku jalang,
tolong tunjukkan jika Hyeongnim itu memiliki perilaku terhormat seorang manim yang tahu etika.
Dasar bocah ingusan beraninya kau bicara sembarangan!
Ada janin di dalam perutku.
Apa yang kau lakukan?
Jika kau terus seperti ini,
aku akan melaporkannya pada Eomonim.
Sekarang ini sudah sangat berbahaya.
Roh jahat sudah memiliki bibitnya.
Manim beserta janin dalam perut sudah tidak aman lagi.
Aku akan mencari tempat di mana Wol Ah meninggal.
Memberi kurban.
Mohon Manim juga segera bergerak.
Maksudmu aku harus meninggalkan tempat ini?
Sudah terlambat.
Sekalipun pergi, roh jahat itu akan tetap mengikutimu.
Satu-satunya cara sekarang ini
adalah memusnahkan roh jahat ini.
Jimat ini akan membuat roh jahat tidak bisa menemukanmu.
Dalam saat bahaya, buka kantongnya.
Sembunyikan dalam tubuhmu.
Dan juga pisau ini.
Bisa menghilangkan roh jahat.
Untuk itu kita harus menemukan tempat persembunyian roh jahat yang sebenarnya
di dalam raga Shin-ssi.
Pisau tersebut harus ditusuk ke dalam raga yang telah kehilangan jiwa itu.
Semua marabahaya ini akan hilang.
Di mana baru bisa menemukan raga Eomonim?
Sudah pasti ada di dalam rumah.
Getarannya terasa sangat kuat. Pasti ada di dekat sekitar sini.
Ini adalah sebuah ketulusan dariku.
Jika urusan kali ini sudah selesai,
aku akan bicara dengan Abeonim
untuh memberimu sebuah jabatan sebagai Chonggwan.
Kalau begitu terima kasih.
Malam ini bisa?
Sepertinya Anda sangat terburu-buru.
Sudah cukup lama aku bersabar.
Perempuan jalang itu dan juga Eomonim
harus menghilang.
Dengan demikian...
Daegam, aku sudah memasakkan semangkuk mie.
Bagus.
Aku juga merasa sedikit lapar.
Kenapa?
Tidak sesuai dengan selera?
Sepertinya baunya agak aneh.
Sepertinya...
Aku merasa sedikit aneh.
Rumah diselimuti oleh suasana yang kelam.
Tampaknya roh jahat sudah muncul kembali.
Roh jahat?
Sekarang di rumah muncul roh jahat.
Roh jahat harus secepat mungkin dimusnahkan.
Roh jahat.
Dia harus kubunuh dengan tanganku.
Perempuan jalang, di mana kau?
Cepat perlihatkan wujudmu!
Perempuan sialan!
Perempuan sialan!
Perempuan sialan, ternyata kau masih hidup?
Yeong Sook!
Ada apa sebenarnya ini?
Buin...
Seperti apa rasanya di tanganmu berlumuran darah keluargamu sendiri.
Kau! Ternyata kau!
Kau masih belum sadarkan diri?
Tolong ampuni aku.
Terus-menerus aku memohon padamu, tapi kau berpura-pura tidak mendengarnya.
Sekarang kau sendiri yang mengucapkannya.
Sungguh lucu, 'kan?
Laki-laki keparat.
Orang yang membuat perasaanku tidak enak...
...ternyata adalah kau.
Sejauh ini kematian sudah cukup untuk menghilangkan kebencianmu.
Apa lagi yang kau kehendaki?
Kehendaki?
Keinginan manusia itu ada batasnya.
Kau bukan manusia.
Sudah seharusnya patuh pada dharma dunia spritiual.
Jangan-jangan...
Yang kau kehendaki adalah...
Pada akhirnya kau mengerti juga apa yang kupikirkan?
Tidak boleh!
Aku tidak akan pernah membiarkan roh jahat mengganggu dunia.
Tempat ini bukan tempat yang pantas untuk menjadi persembunyianmu.
Segera perlihatkan wujudmu!
Haruskah seperti ini?
Kau tahu seperti apa rasa sakitku?
Kau tahu bahwa aku tidak bisa melepaskan dendam dan kebencianku?
Perasaan gentayangan di alam kubur?
Sudah pasti tidak akan pernah bisa kumaafkan.
Demi pembalasan dendam pribadimu ini kau berniat mengacaukan dunia ini?
Dendam pribadi?
Beraninya berbicara seperti ini terhadapku?
Ya ampun...
Sudah saatnya semua ini berakhir.
Akan berakhir.
Bukan milikku.
Beraninya kau!
Tinggalkan raga ini sekarang juga!
Selamanya gentayangan di alam kubur!
Kau pikir dengan begitu semuanya akan berakhir?
Di saat kau memperoleh segalanya...
Bersamaan dengan itu kau akan kehilangan semuanya.
Yang akan kehilangan...
...hanyalah nyawamu.
Semoga kau...
...selamanya bahagia.
Sepertinya lukamu tidak dibilang ringan.
Walaupun luka dalam yang kuderita tidaklah bisa dibilang ringan,
tapi bisa berakhir seperti ini sudah sepantasnya disyukuri.
Berkat Anda.
Apa yang akan Anda lakukan sekarang?
Anda berniat meninggalkan tempat ini?
Aku berencana setelah upacara berkabung selesai dilaksanakan, secara perlahan aku akan mempertimbangkan tempat tujuanku.
Di saat kau memperoleh segalanya...
Bersamaan dengan itu kau akan kehilangan semuanya.
-= 10 Tahun kemudian =-
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ https://ngesub.com
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.