All language subtitles for Narcos.Mexico.S01E01.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

DRAMATISASI INI DIANGKAT DARI KEJADIAN NYATA

TOKOH, BISNIS, PERISTIWA, DAN LOKASI TELAH DISAMARKAN.

Aku akan menceritakan sesuatu.

Namun aku akan jujur. Kisah ini tak berakhir bahagia.

Kenyataannya, tak memiliki akhir sama sekali.

Ini tentang sekelompok institusi,

yang seharusnya kau percaya,

bersatu dan memulai perang.

Bukan perang yang kau bayangkan,

perang dengan tank, pesawat, pasukan, dan semacamnya.

Ini tentang perang narkoba.

Perang yang mudah dilupakan terjadi

sampai kau menyadari 30 tahun terakhir di Meksiko,

500.000 orang terbunuh

dan masih akan bertambah.

Banyak orang tak mau mendengar cerita ini.

Mereka ingin melupakannya.

Persetan dengan itu.

Itu terjadi.

Aku tak bisa menyebutkan masa saat perang itu berakhir.

Aku bahkan tak tahu jika itu akan berakhir.

Namun, aku bisa menceritakan permulaannya.

Setidaknya saat sadar bahwa kini kita terlibat.

Terkadang, kau butuh seseorang untuk membangunkanmu

dan mengabari saat perang dimulai.

Dalam kisah ini,

nama pria itu

adalah Kiki Camarena.

Kau mengisap ganja?

Kurasa itu tak masalah.

Sudah ada yang legal.

Aku tak sependapat, tapi itu bukan keputusanku.

Mereka bilang itu narkoba pintu gerbang dan memang benar.

Seperti itu dalam kisah ini.

Jika mengisap ganja di akhir tahun '70-an, sadar atau tidak,

ganja itu mungkin tumbuh di tempat yang sama dengan kisah kami.

Sinaloa.

Kaki Ketiga yang mereka sebut Segitiga Emas Meksiko.

Tempat lahirnya penyelundupan ganja Meksiko

dan orang-orang yang mengaturnya.

Dengan ladangnya yang subur, bukit dengan bunga opium,

dan mariyuana Meksiko,

bagi pengisap ganja,

dan penjahat Sinaloa yang beroperasi di sana,

itu bagaikan Taman Eden.

Bagaimana kabarmu?

Bagaimana keadaan di tanah masa depan?

Tertawalah, tapi masa depan mendatangi kita.

Bahkan di sini, Sinaloa.

Lihatlah, murid baruku.

Inilah masa depan yang nyata.

Baik, Tuan Putri. Apa ini siap dipanen?

Tidak, terlalu muda.

- Setidaknya seminggu lagi. - Menurutmu?

Dia benar.

Dia bekas muridku.

Tapi apa kau percaya, kini dia menanam ganja di rumah kaca?

Kau seperti penjual bunga.

Nak, kau akan terlambat.

Cepat pergi.

Pergilah, Tuan Putri.

- Kalian dengar dia. - Ya, Pak.

Seminggu lagi sebelum dipetik.

Kenapa kau kemari?

Kau keluar untuk mencari udara segar?

Panen yang baru perlu jeda.

Mau pinjam kipas angin...

Ayo, Rafa!

Andrea!

Bunyikan belnya!

Tidak ada hal yang abadi.

Saat pemerintah di Mexico City tahu

petani Sinaloa menjadi kaya karena mengirim ganja ke utara,

mereka memutuskan untuk bertindak.

Mereka sebut Operasi Condor.

Itu kode nama untuk invasi pemerintah Sinaloa,

misi pencarian dan penghancuran perdagangan narkoba.

Tujuan para tentara?

Membakar apa pun yang mereka lihat, menangkap penyelundup,

dan mengingatkan orang di sana soal penguasa sebenarnya.

Hati-hati!

Kami tentara nasional.

Kami mau membebaskanmu dari penyelundup Sinaloa

yang sudah terlalu lama menentang pemerintah federal.

Keluar dan angkat tanganmu,

atau kami masuk secara paksa.

- Keluar, Rafa! - Mereka akan membunuhku.

Kita semua akan mati jika kau tak keluar.

Saat kusuruh, tembak pintunya. Aku mau mereka tahu kita di sini, paham?

Kerja bagus, Komandan.

Akan kukeluarkan dia yang kau cari, Rafa Quintero.

Tunggu! Siapa kau?

- Siapa aku? - Ya, kau?

Miguel รngel Fรฉlix Gallardo. Polisi Bagian Sinaloa.

Siap membantumu.

Kau sadar berada di tengah-tengah operasi?

Ayolah, Komandan. Ini gereja!

Ada anak-anak di sana. Ada wanita.

Tak perlu keributan untuk menangkap satu pria, 'kan?

Aku masuk. Semua orang mengenalku. Tunggu.

Bapa, aku masuk.

Baik.

Jika dalam 30 detik dia belum keluar, aku ingin semuanya menembak.

Pergilah, Keparat.

Ini dia.

Rafael Caro Quintero.

Orang tolol buta aksara dan anak buah Pedro Aviles.

Bandar terbesar di Sinaloa.

Pemerintah telah mengirim tentara.

Kau benar-benar sudah hancur.

Beri tahu Tuan di sana lokasi ladang yang belum dibakar.

Aku tak paham...

Kita coba lagi.

Di mana ladang yang belum dibakar?

Aku tak tahu!

Perhatikan, Tolol.

Di mana ladang Tameapa yang belum hangus?

Di atas sana, Pak! Di atas.

Di samping bukit, dua kilometer setelah sungai!

Belum pernah bertemu polisi Sinaloa sepertimu.

Aku boleh membawa dia?

Tentu saja.

Kami masih harus membakar banyak ladang.

Tuan-tuan!

Ayo!

Hei! Tetap tenang!

Lihat yang dilakukan para bajingan ini.

Diamlah.

Tetap di mobil.

Hei, ini aku. Akan kubuka pintunya.

Ayah!

Apa kabarmu, Nak? Kalian baik-baik saja?

Mereka menghancurkan rumah kita.

Mereka kembali.

Seperti katamu.

Seolah-olah kau telah merencanakannya.

Memprediksi itu bukan merencanakan.

Kalian tak apa-apa?

Kalian melindungi Ibu?

Kami berusaha, tapi kami takut.

Hei, kalian tak perlu takut.

- Baik. - Baik.

Paman!

Sayang.

Kau keluar mobil.

Mulai sakit. Aliran darahku tersumbat...

Kau lihat perbuatan mereka pada rumah kacaku?

Mereka tak mengambil semuanya.

Seharusnya itu cukup.

Aku selalu berkata kau adalah otak di rumah ini, Maria.

Masuklah. Mereka bisa melihatmu!

Masuklah bersamanya.

- Kau memukulku terlalu keras. - Dasar cengeng.

Aku berpikir biar saja mereka ambil semuanya.

Memberi kita waktu lebih lama.

Tidak...

Jika bukan sekarang, tak ada yang akan berubah.

Aku tahu.

Aku sudah memberitahumu.

Jika kau ingin aku berhenti, akan kulakukan.

Itu alasan aku tak pernah memintanya.

Kurasa kau juga memprediksinya, Keparat.

Hasil intervensi militer tak pernah sesuai rencana.

Bahkan, itu bisa menjadi bumerang.

Bandar narkoba seperti kecoak.

Kau bisa meracuninya,

menginjak mereka,

kau bisa membakar mereka,

tapi mereka selalu kembali.

Jauh lebih kuat.

Setiap ada bisnis ganja yang hancur,

penyelundup cerdas akan menemukan cara lebih lihai.

Setengah negara bagian masih hangus.

Mexico City tak pernah peduli dengan kita.

Mereka hanya ingin menunjukkan kepada orang Amerika

bahwa mereka bisa mengendalikan bisnis ganja.

Ya.

Tapi dengan krisis

datang peluang, bukan?

Kau mengajariku itu, Gubernur.

Serta risiko.

Aku mengajari itu.

Aku berterima kasih atas jasamu untuk keluargaku.

Kau turut berjasa dalam membesarkan Rodolfo.

Kau bisa berkarier sebagai penegak hukum, Miguel.

Kepala Kepolisian Negara Bagian, jika kau mau.

Kau mungkin bahkan mengubah hal-hal di sini.

Mungkin saja, ya?

Tapi tidak, kau tak pernah mau mengubah sesuatu.

Tak mau hal yang lebih besar, 'kan?

Presiden Sinaloa?

Harus membuat keributan untuk mengubah sesuatu.

Itu bukan sifatku.

Akan kuberi tahu Rodolfo kau mampir.

Dia akan sedih karena tak bertemu kau.

Ya.

Apa pun rencanamu,

berhati-hatilah.

Ya.

Baik, Gubernur. Terima kasih.

Saat itu pukul 04.00.

Aku datang dari Long Beach dengan sekelompok pria.

Lalu tiba-tiba...

Sialan. Aku diberhentikan.

Petugasnya menatapku.

Kutatap balik, lalu katanya, "Mana SIM-mu?"

Narkoba dua kilogram di bagasi

dan dia menghentikanku karena lampu rusak?

Aku melihat ke belakang,

lalu Diaz bersikap seperti ini.

Dia punya pistol di pintu, 'kan?

Dia tak mau dipenjara lagi.

Jika aku disuruh buka bagasi,

aku akan menembak kepalanya.

Lalu tiba-tiba ada...

Suara di radio.

"Perampokan sedang berlangsung."

Dia kembali, menatapku, dan berkata, "Kau tahu?

Kau beruntung hari ini.

Perbaiki lampu belakang itu. "

Aku berpikir, "Hari keberuntunganku?"

Itu gila.

Kita jadi bertransaksi?

Seperempat?

Kau serius?

Ini sampel.

Jika suka, akan kusiapkan lebih banyak.

Aku ingin lihat 100.

Itu bukan cara kerjaku.

Ini sampel dahulu.

Ini bisa dibeli di jalanan, 'kan?

Jika kau mau mulai dengan sampel, ajak aku ke gudangmu,

tarik satu koli, lalu kuambil sampel dari itu.

Gudang apa?

- Aku tak kenal kau! - Chuy mengenalkan!

Kukira sudah kau siapkan. Waktuku sia-sia.

Dengar, Keparat.

- Dia yang mengenalkan. - Tenang...

Dia tak beli dari jalanan. Kujamin.

Baiklah.

Aku kemari bukan untuk sampel, paham? Aku ke sini mencari pemasok.

- Kaukah orangnya? - Kau tahu?

Kau agak memaksa.

Kau coba dahulu.

Santai.

Kau tahu?

Aku masih bebas bersyarat.

Aku tak mau coba.

Kau dan cerita bualanmu.

Apa kau menyamar?

Teman-teman polisimu menyadap ini?

Aku tak suka disebut pembohong.

Atau yang lebih buruk...

seorang polisi.

Apa yang dilakukannya?

Astaga!

Siapa pun yang menyadap...

mereka tak bisa dengar.

- Hei... - Tidak.

- Apa? - Dia mengeluarkan pistol?

Lihat itu?

Todong ke kepalaku.

Todongkan kepadaku!

Kau gila.

Seperti ini.

Ya, begitu.

Kau tahu apa yang lebih baik?

Seperti itu.

- Kershaw. - Tenang.

Dia harus keluar.

- Ayo. - Aku tak dengar!

Jika aku polisi dan ditodong pistol di kepalaku,

mereka akan bergegas ke sini dan meledakkan kalian.

Keluarkan dia!

Kau sudah gila, ya?.

Sudah kubilang.

Ambilkan dia bir.

Aku paham. Aku juga bebas bersyarat.

Itu menyebalkan.

Sangat menyebalkan.

"Tarik." Kau benar-benar gila.

Aku suka kau, Bung.

Jadi, dengar.

Cara kerjanya begini.

Aku ada kiriman minggu depan.

Saat tiba di sini, datanglah ke tempatku,

lalu rasakan semua koli yang kau mau.

- Baiklah. - Baik. Bersulang.

Seperempat itu akan kuambil agar kenalanku bisa mendapat sampelnya.

Polisi Fresno!

- Polisi Fresno? Sial. - Fresno?

Tiarap! Berbalik! Cepat!

Menghadap tembok! Sekarang!

- Sial! - Bangsat!

Tahan, boleh kami masuk?

Hei, aku DEA.

Ya? Aku Olivia Newton-John. Tutup mulutmu.

Kau pernah dengar DEA?

Ya, ini semacam...

agen penegak narkoba.

- Administrasi. - Ya.

Pria kecil ini terus berkata dia menyamar.

Sepertinya kita menjemput semuanya.

Itu anggotaku.

Sial.

Kau serius?

Ya.

- Dia bersamamu? - Itu rekanku.

Jika bukan karena kalian, kami akan menyita 50 kilogram.

Jangan tersinggung.

Sulit membedakan penjahat.

Tidak, aku paham.

Sekarang, jika kau bilang agen DEA, kau akan dihormati.

Dahulu, mereka tak dikenal.

Mereka terbentuk belum lama,

dibandingkan agensi federal terkenal kita,

FBI dan CIA,

DEA kalah kelas.

Bahkan, pada tahun 1980, ada lebih banyak wanita di NYPD

daripada jumlah total agen DEA.

Markas di D.C. berada di atas klub striptis.

Meski mereka tahu berada di posisi terbawah

dalam hierarki penegak hukum, tangkapan mereka cukup rutin.

Tadi itu tindakan kasar.

Itu seperti bekerja dengan para amatir.

Enam bulan penyamaran sia-sia karena mereka.

Penegak hukum setempat tak tahu kau menjalankan misi di tempat mereka?

Itu hanya perkenalan.

Tak ada ancaman, tak butuh polisi.

Kepalamu ditodong.

Pak, ini lebih rumit daripada itu. Itu laporannya, Pak.

Lupakan.

Satu lagi keparat lagi hilang dari jalanan.

Apa ada keputusan tentang perpindahanku, Pak?

Sudah ditolak.

Baiklah.

Miami diberi ke siapa?

Ke Collins?

O'Brien?

Apa itu penting?

Katakan saja. Aku bisa terima.

Katakan saja.

Kershaw?

Ya.

- Kenapa dia bisa dapat? - Apa yang kukatakan?

Sikap dan pengalaman itu penting. Kershaw punya keduanya.

Aku punya sikap! Kau mau? Akan kutunjukkan.

Waktumu akan tiba.

Lima tahun di sini tidak cukup?

Apa posisi di mana lagi?

Kau punya apa?

Guadalajara?

Hanya itu yang ada.

Jika aku di sini, karierku akan mati.

Aku serius. Apa kau paham?

Jika tak berdinas, kariermu mandek.

Itu dari buku panduan?

Kau mau aku berkata apa, Kiki?

Itu bukan Miami.

Miami.

Kershaw sialan. Omong kosong.

Dunn berengsek.

Lima tahun untuk apa?

Aku akan berhenti.

- Kikito akan memukul. - Baik.

Ayo, Kikito!

Ingat Ayah. Awasi bola dan ayunkan.

Hei!

Santai, ingat. Dari bawah ke atas, putar, lepaskan, dan amati bola, ayo.

Itu beda dari latihan.

Itu gen ayahmu.

- Kontak yang bagus, Kikito. - Ya, bagus.

Kau bisa.

Kita selalu bisa kembali ke Calexico.

Aku punya ide bagus.

Kenapa tak berhenti saja?

Jadi pemadam kebakaran lagi.

Aku bisa bekerja hal lain.

Aku bisa hal lain.

Tentu bisa, Sayang.

- Gugup? - Ya.

Ini saatnya.

Ya, benar.

Waktunya kau beli baju baru.

Halo, Joaquin.

Kau mau masuk?

Tidak.

Aku hanya petani,

itu bagianmu.

Baiklah.

Jangan bercanda!

Enam bulan sialan!

Kita harus menanam ulang semuanya.

Itu masalahnya, kita kehilangan semua.

Seluruh ladangnya.

Di mana saat ladangku hangus?

Matanya hilang satu, Pedro.

Ya, aku tahu.

Terima kasih, Hector.

Tapi yang lainnya?

Aku lihat banyak orang masih sehat!

Apa yang kalian lakukan?

Pergi ke Durango.

Suruh Gomez menjual kepada kita.

Itu cukup untuk bertahan.

Siap.

Maaf, Bos?

Dengan izinmu.

Aku punya ide untuk menyelesaikan ini.

Persetan.

Bukankah pria ini mengasuh anak Gubernur?

Dia seharusnya mengabari.

Dia hanya gubernur Sinaloa, tak dikabari.

Dengan hormat, Bos...

tentara membakar ladang kita dan apa yang kita lakukan?

Beli ganja Durango dan berharap bertahan?

Lagi?

Kita akan berakhir dengan cara yang sama

saat mereka kembali.

kita harus mulai bisnis di tempat lain

yang tak terjangkau,

tempat yang tak bisa disentuh.

Kita ke Guadalajara.

Kita sampah di sana.

Kita juga sampah di sini,

Don Neto.

Tentara menyerang kita, lalu?

Tak ada wartawan yang akan memberitakan itu.

Mereka menyerang karena kita orang Sinaloa.

Apa di sini tenang?

Semua berbeda di sana.

Ada bank di sana, bisnis besar,

dan konglomerat, orang-orang kaya.

Jika pemerintah kirim tentara, akan jadi keributan besar.

Jadi berita utama di koran.

Itu satu-satunya cara.

Tapi terserah kau, Boss.

Tahu apa keparat ini?

Dia bukan penyelundup.

- Dia polisi. - Mantan polisi.

Lebih buruk lagi.

Begini...

Guadalajara masih dikuasai Naranjo bersaudara.

Kau pikir binatang itu akan membiarkan kita ke wilayah mereka, Pedro?

Kau adalah Singa Sinaloa.

Pendiri bisnis ini.

Mereka bodoh jika tak mau bernegosiasi.

Mereka akan mentertawakan kita.

Tidak ada yang mentertawakanku.

Pergi ke Guadalajara.

Bicara dengan mereka.

Jika kau gagal...

kau yang tanggung.

Tentu.

Aku butuh orang untuk membantuku.

Dia benar soal itu.

Kau butuh siapa?

Don Neto boleh juga.

Sial.

Minum berapa lagi?

Entahlah.

Itu baru yang keenam.

Aku bisa minum, tapi tak mau bayiku mirip kau.

Ya, tak ada yang mau itu.

Kenapa menatapku begitu?

Kurasa kau tahu.

Tidak.

Aku tak mau tetap di Fresno.

Aku bosan.

Aku juga.

Jadi, ayo kita ubah...

bersama.

Buktikan kemampuan dirimu.

Kau yakin siap?

Kau juga, 'kan?

Ambil dinas di Meksiko, Kiki. Buktikan mereka salah.

Kau bagaimana?

Harus kucek, tapi aku yakin bisa melahirkan di Meksiko.

Benar.

Paspor?

Selamat Datang di Meksiko.

Aku membawa itu untuk kita.

Ambil yang tidak kubutuhkan.

Kau pasti merasa kau pintar

karena merayu Pedro untuk mendukungmu.

Biar kujelaskan cara kerjanya.

Naranjo bersaudara ini adalah saingan.

Mereka tak peduli dengan "Singa Sinaloa".

Mereka tak peduli kepadamu.

Kuanggap ini liburan ke Guadalajara. Ini akan menyenangkan.

Aku bukan bagian rencanamu.

Aku akan mengatur pertemuan kalian,

lalu aku akan duduk dan melihatmu gagal.

Mengerti?

Ya, aku mengerti.

Satu lagi.

Sikap menjilatmu? Efeknya bisa dua.

Kau membuat malu Pedro, membuatnya terlihat lemah?

Dia akan menghancurkanmu.

Itu berlaku untukmu juga.

Pergilah.

Ada apa?

Rafa!

Begitu selesai, langsung ke hotel.

Baik.

Saudara.

Ini serius.

Baiklah.

Dia mencari pembimbing kejuruan atau apa?

Aku mau beli minuman.

Ya.

Ya.

Sempurna.

Ya, Pak. Sama-sama.

Ada dua kamar?

Berapa lama?

Tanpa batas.

Don Neto.

Aku kaget mendengar kau ada di kota.

Ini trip mendadak.

Mengasuh anak ini.

Bagaimana saudaramu?

Semuanya baik.

Aku dengar soal tentara.

Mereka membakar barang lagi, 'kan?

Sayang sekali.

Jika mau membunuh tikus, kau harus masuk ke got.

Benar?

Tentu saja.

Aku kemari untuk memperkenalkanmu kepada orang ini.

Dia punya proposal untukmu.

- Proposal? Sepertinya menarik. - Ya.

Mari kita dengarkan.

Setelah kekacauan yang terjadi di Sinaloa...

sebuah peluang lahir untuk organisasi kami.

Kami mencari kemitraan.

- Mitra? - Ya.

Sekarang, aku tertarik.

Ini sangat mudah.

Pada dasarnya,

kami memindahkan operasi penanaman di sini.

Kami pindah ke Guadalajara.

Yang kami butuhkan darimu adalah perlindungan polisi.

Kami urus semuanya,

buruh, distribusi, semua biaya,

dan kami bersedia membagi keuntungan 50:50.

Baiklah.

Maksudku...

Kami paling cocok mengembangkan ini.

Lihat keparat ini.

Bagaimana jika keuntungannya kita bagi 60:40?

Tidak, tunggu.

Kalau 70:30?

Tidak.

Kalau 80:2?

Tidak.

Kalau 90:0?

Ini tawaran terakhirku.

Kau tak dapat apa-apa dan enyah dari kotaku.

Mitra?

Apa pria ini serius?

Kalian punya banyak wanita di Sinaloa, 'kan?

Karena semua orang akan kelaparan,

kirim kemari yang tercantik.

Kami akan carikan pekerjaan.

Bilang ke Singa kami mentertawakannya di Guadalajara.

"Kemitraan".

Aku punya proposal lain untukmu.

Kenapa kau ini?

Apa kau gila, Keparat?

Tempat ini segera dipenuhi polisi korup,

kita akan dibakar oleh saudaranya.

Rafa.

Cepat.

Kau gila.

Persetan kalian.

Ayolah.

Tunjukkan.

Tunjukkan kepadaku.

Aku bicara dengan geolognya, dia bilang...

di sini.

Serius?

Lebih dekat dari dugaan kita.

Kita tinggal menggali.

Hei, sesuai rencana.

KONSULAT AMERIKA SERIKAT GUADALAJARA

Aku Kiki Camarena. Aku mencari Jaime Kuykendall.

- Pak Kuykendall ada di belakang. - Terima kasih.

- Agen Camarena. - Ya, Pak.

Jaime, Jaime Kuykendall.

- Halo. - Selamat datang di Guadalajara.

- Terima kasih, Pak. - Ayo masuk.

Bagaimana perjalananmu?

Agak lama, Pak.

Punya anak enam tahun tak membantu.

Tapi aku tak sabar untuk memulai.

Sepertinya kau bicara bahasa Spanyol.

Ya...

Kulit gelap ini bukan dari matahari. Aku lahir begini.

Bagaimana kejadiannya dengan polisi di Fresno?

Seperti yang diduga.

Istriku dari Chiapas,

tapi kami lebih suka di sini.

Kau juga akan begitu.

Sebenarnya, kantor ini butuh orang sepertimu.

Jangan salah paham, Agen Knapp dan Sears adalah agen kuat,

tapi warna kulit mereka menghambat tugas di sini.

Aku tahu.

Informan mungkin merasa sedikit lebih aman

- berbicara dengan orang Meksiko. - Kau paham?

Nenekku berasal dari Guadalajara dan aku sering kemari saat kecil.

Aparat Meksiko amat korup, tapi tak ada pilihan lain.

Kami bekerja bersama mereka.

Maksudku, kami tetap berusaha.

Benar.

Pak, ada kasus yang harus kutangani?

Lebih baik berpikir tentang ini sebagai lebih ke arah...

tugas pengumpulan data.

Alih-alih tugas penegakan hukum tradisional.

Kita tak bisa menangkap siapa pun.

Kita tak diizinkan.

Kita mengumpulkan petunjuk lalu dikirim ke agen di utara.

Seperti siskamling.

Kami berusaha semampunya.

Tidak, aku mengerti, Pak. Maaf...

Aku mengerti jika ini soal pengumpulan data,

maka aku siap mendukung.

Bagus.

Kita ke Camelo pukul 17.00.

Itu bar di seberang jalan. Kau harus ikut.

Kau dari gurun.

Saatnya bertemu ular.

Direktorat Keamanan Federal! Berlutut!

Angkat tangan!

Halo.

Jangan berbuat bodoh.

Baik.

Geledah.

Ayo pergi.

Si Gendut tertangkap saat hendak ke luar kota.

Kita akan dibunuh, itu salahmu.

Ayo pergi, berhenti bicara.

Aku polisi juga.

Dahulu.

Polisi negara bagian.

Dahulu aku biasa patroli malam hari di Sinaloa.

Suatu malam...

aku bertemu pria pemotong tunas di ladang.

Pria malang.

Mencuri dari pria yang tak punya ampun.

Sama sepertimu,

mereka memintaku melenyapkannya.

Tahu yang kulakukan?

Aku mengantarnya ke tepi gurun

Kutarik keluar dari mobil dan menyuruhnya lari.

Aku menyuruhnya lari hingga matahari terbit.

Orang itu...

adalah saudara seorang polisi.

Dia baru memulai.

Namanya "El Azul".

Tapi kalian memanggilnya dengan nama lain, 'kan?

Kurasa kalian memanggilnya "Komandan".

Bawa aku kepadanya.

Atau kita lihat apa nasib kalian sepertiku.

Kita punya dua wiski, tiga libre Kuba, dan cinco cervezas.

Kau mentraktir minuman semalaman, berharap mereka membalasnya?

Makin mabuk, makin melantur.

Dengar...

polisi Meksiko yang mabuk mudah membeberkan info.

Aku saja.

Kau baru di sini, ya?

Baru datang.

Selamat datang.

Sedang bertugas?

Semuanya di sini bertugas.

Kiki Camarena.

Sammy รlvarez.

- Mereka semua polisi? - Ya.

Yang berseragam itu polisi kota Guadalajara.

Bisa dibilang, bajingan lokal.

Yang biru...

dari Kepolisian Jalisco.

Itu adalah Kaptenku.

Polisi peradilan?

Dua meja di belakang, Federal.

Yang bicara dengan atasanmu, itu Komandan Rojas.

Yang di sebelahnya adalah Komandan Mendez.

Kalian suka mentraktir, 'kan?

Itu cara Amerika.

- Apa kau mau? - Tentu, sama denganmu.

Komandan.

- Komandan, selamat malam. - Selamat malam, Semua.

- Selamat malam. - Malam.

Tomรกs.

Siapa mereka?

Dia yang menyelamatkan saudaramu saat di Sinaloa.

Mungkin kau mau bicara sebelum kami bunuh.

Ide bagus.

Hanya saja aku tak punya saudara laki-laki, Bodoh.

Kami punya tawaran.

Ini tawaran dari mereka...

Aku tak bersama mereka. Agar jelas saja.

Mereka bilang kau punya tawaran.

Kudengar kau menemui Hernan Naranjo dan itu gagal.

Kesepakatanku hanya untukmu, Komandan.

Bukan dengan Naranjo.

Penawaranku di tas itu.

Ini barang baru kami. Jauh lebih kuat daripada milikmu.

Jesus!

Beri aku satu kilogram.

Beratnya sama, bagaimana?

Katakan. Cepat.

Aku membuat pejantannya.

Jantan akan menyerbuki betina.

Jadi, tak ada biji.

Ganjamu dipenuhi batang dan biji yang tak bisa diisap.

Tak banyak makan tempat.

Kami bisa angkut lebih banyak dengan jumlah truk sama.

Aku butuh rekan.

Aku tawarkan 50 persen. Bagaimana?

Kau sebut ini apa?

Tak berbiji.

Di mana keparat itu?

Ini keparat yang membunuh saudaraku?

- Tenang. - Persetan!

Jelaskan kenapa keparat ini masih bernapas?

Bajingan ini mati sekarang!

Taruh pistolnya.

Turunkan.

Dia baru saja membunuh saudaraku!

Kau harus memaafkanku.

Tapi aku harus menjaga rekanku.

Tangkap mereka! Tomรกs, urus ini.

Kau?

Kau bilang tak bersama mereka?

Tunggu. Dia bersama kami.

- Itu lelucon. - Ya.

Dia tadi ragu.

Itu bagus.

Kirim uangku tiap bulan.

Kurasa butuh waktu...

agar bisa tumbuh.

- Ya. - Ya.

Baik.

Bulan pertama milik Naranjo.

Terima kasih.

Pamanku dari Kepolisian Jalisco.

Suatu hari dia mengajakku ke rumahnya, membawa uang,

dan dia mulai menghitungnya.

Tiba-tiba dia berkata...

bahwa aku juga polisi.

Pasti karena aku membantu orang keluar dari masalah.

Sebagai gantinya, dia memberiku pekerjaan.

Setidaknya kau bekerja.

Dia ambil 10 persen gajiku.

Pamanmu orang yang baik.

Siapa mereka?

Sang Monster.

Tiga wiski.

- Baik, Pak. - Terima kasih.

Mereka adalah DFS.

Direksi Keamanan Federal.

Mereka seperti KGB dan Gestapo yang digabung menjadi satu.

- Kurasa tak perlu minuman. - Tidak.

Mereka dapat dari CIA.

Ya.

Kami menghindari mereka. Mereka melakukan hal sama.

Itu kesepakatan kami.

Benar. Aku paham.

Bukan urusan kita.

Kita cuma mentraktir minum.

Kau cepat belajar.

Hei.

- Bisa ambilkan satu? - Ya.

Terima kasih.

Ada darah di sepatumu.

Ini dia.

Ini gurun.

Tapi banyak air di bawahnya.

Cukup untuk menanam ganja yang bisa diisap AS selama setahun.

Kau belajar di kuliah?

Hei.

Ucapannya tadi benar? Dia tak membual?

Ya. Itu kesayangannya.

Kalau begitu, dia cerdas!

Itu sebabnya kau membawanya.

Kita mulai saling memahami, Don Neto.

Jika kalian punya rumput ajaib itu, kenapa tak menanamnya di rumah?

Tidak bisa.

Tak bisa tumbuh dekat ganja lain.

Keturunannya akan terkontaminasi.

Agar tanaman ini tumbuh...

harus tumbuh sendiri.

Aviles?

Apa pendapatnya soal ini?

Entahlah. Menurutmu?

Menjadi penyelundup terbesar di Meksiko?

Kurasa dia akan menyukainya.

Dia sepertinya menyukai itu.

Lalu kenapa aku?

Aku punya rencana.

Aku tak meragukannya.

Apa pun itu, kau tetaplah gila.

Tapi mungkin kau lebih paham bisnis ini daripada yang kukira.

Tidak, aku tak tertarik di bisnismu...

Yang kulakukan di sini adalah membangun kekaisaran.

Uploaded by ichemicalwolf

Terjemahan subtitle oleh Saverin Punkas

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.