Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh mifae :)
Halo?
Sadie, apa itu kau?
Ya.
Maaf.
Kau...
Kau tak pernah menjawab.
Bolehkah Ayah...
Bolehkah Ayah melihat wajahmu?
Tidak.
Ayah sangat merindukanmu, Sayang.
Kau menerima surat dan surel dari Ayah?
Ya, tapi tidak kubaca.
Kenapa?
Serius tidak tahu?
Ya.
Apa Ayah sendirian?
Ya.
Kenapa?
Apa itu?
Apa?
Suara itu.
Suranya seperti...
rantai besar di lantai.
Ayah?
Ayah?
Ayah?
Ayah harus pergi.
Tapi Ayah baru menghubungiku.
Ya.
Maaf, Sayang.
Ayah sangat menyayangimu.
Sadie?
Sadie?
Sial!
Jangan ganggu putriku!
Apa pun selain putriku!
Maaf.
Aku Dan.
John berikan kuncinya padaku.
Kau Sadie, kan?
Apa kau memindahkan barangnya?
Apa?
Karena keadaannya berbeda dengan saat ditinggalkan.
Polisi yang memeriksa barangnya.
Aku hanya menaruhnya kembali.
Semuanya lengkap.
Astaga. Kenapa kau tegang sekali?
Aku turut berduka atas John.
Tidak perlu. Dia bajingan.
Aku menyukainya.
Kau beruntung.
Untuk apa kamera itu?
Entahlah. Dia tak cerita.
Apa kau datang melamar kerja?
Apa?
Pekerjaan yang Ayahmu siapkan untukmu.
Maksudmu?
John berpikir
kau akan datang dan tinggal bersamanya.
Tidak.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Tunggu.
Pekerjaan apa?
Fotografer.
Untuk surat kabar.
Tony Jones, Editor.
Jika kau tertarik, hubungi dia.
Sebentar.
Kuncinya?
Senang mengenalmu!
Bajingan.
Ayah?
Apa itu The Moors?
Itu tujuannya datang kemari?
Halo?
Hai. Aku Sadie Wright.
Aku ada janji dengan Tony.
Baik.
Jadi, kau putrinya John?
Itulah yang mereka katakan.
Kau orang Amerika?
Lahir di sini, besar di sana.
Kau tak mirip dengannya.
Terima kasih?
Hei.
Aku juga tak mirip Ayahku.
Dia berkulit hitam.
Jadi, kau fotografer?
Wartawan. Aku baru lulus.
Ya, dia sudah bilang.
Memohon agar aku memberimu pekerjaan.
Sungguh?
Ya.
Itu aneh.
Katanya kau akan datang
tapi dia keceplosan berkata...
kalian tak pernah bicara sejak kau masih kecil.
Astaga.
Nakal!
Kau merasa malu?
Kenapa?
Karena aku tahu kalian orang seperti apa.
Nah.
Apa rencana masa depanmu?
Kembali ke Amerika?
Entahlah.
Ibu tak suka aku tinggal di sana
jadi, kurasa itu bisa jadi alasan untuk tinggal di sini.
Bicaramu mirip Ayahmu.
Patuh para peraturan.
Kau bawa berkasmu?
Tanda pengenal, paspor.
Kami membutuhkannya untuk urus surat-surat.
Apa aku diterima bekerja?
Dengar.
Surat kabar ini hampir bangkrut.
Paling lama hanya enam bulan.
Jadi, kalau mau kerja jangka pendek, ini tempat yang pas.
Selain itu, aku berutang budi pada Ayahmu.
Dia wartawan yang sangat baik.
Berita liputannya menyelamatkan kami.
Kenapa dia bunuh diri?
Kau pasti tahu.
Dia tampak lelah dalam beberapa hari terakhir.
Mungkin kanker.
Pergilah ke kantor di lantai dasar.
Kau akan memulai dari sana.
Baiklah.
Sial!
Sudah kubilang kita akan ketahuan.
Sok pintar.
Tutup pintunya!
Apa maumu?
Aku rekan baru Dan.
Dia tak cerita mendapat rekan wanita.
Faye.
Sadie.
Kau orang Amerika.
Eksotis sekali.
Itulah aku.
Baik. Mungkin sebaiknya kita mulai bekerja.
Ya.
Sampai nanti.
Mejamu di sana.
Jadi, kau atasanku?
Ya.
Siapa pelacur itu?
Tunanganku.
Baiklah.
Halo?
Kau bergurau?
Tidak.
Tidak, dia sinting.
Baiklah.
Baik, aku akan mengajaknya.
Ya. Sampai jumpa.
Kau sedang apa?
Pemandangannya indah.
Dipenuhi oleh iblis.
Masa?
Pembaca kami bilang begitu.
Yang tersisa dari mereka.
- Sial. - Kenapa?
Baterainya habis.
Awal yang bagus.
Aku bawa cadangan di tas.
Jangan memotret!
Biar kutebak, Craig.
Kau melihat si Gadis Terbakar.
Memangnya kau belum pernah?
Baik. Apa yang mau kau ceritakan pada kami?
Aku tahu siapa pemilik Mata Iblis.
Jangan berikan aku omong kosong, Craig.
Pembacamu akan menyukai ini.
Bisa ceritakan padaku soal Mata Iblis?
Harus kukatakan padamu
bahwa kau akan tercengang.
Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan.
Maaf.
Katakan sekali lagi.
Kau sudah besar, Sayang.
Apa katamu?
Aku dan Ayahmu sudah kenal lama.
Kami biasa bicara pada hantu bersama-sama.
Lihatlah kalian berdua.
Kebetulan yang sempurna.
Ayahmu mengambil terlalu banyak dan membayarnya.
Akan kutunggu di mobil.
Dia bisa pergi ke tempat gelap. Kau ingat?
Apa maksudmu?
Dia menghancurkanmu, kan?
Astaga!
Sayang?
- Persetan denganmu. - Sadie!
Kami akan kembali lagi.
Kau masih melukai diri sendiri?
- Berengsek kau! - Sadie!
Berdarah menimbulkan rasa nyaman.
Sama seperti Ayah.
Dia bunuh diri, Bajingan!
- Sadie! - Dia dibunuh.
- Kita pergi. - Dibunuh!
Dibunuh!
Sadie.
Sadie!
Beri tahu Tony aku sakit.
Siapa peduli soal Tony?
Singkirkan tanganmu dariku!
Jangan terpengaruh olehnya.
Dibunuh?
Dia hanya cari perhatian.
Dia berhasil menarik perhatianku.
Kau makan obat apa?
Aku suka berkhayal melihat sesuatu jika tidak makan ini.
Hal yang tidak nyata.
Apa kau harus memakannya bersama minuman itu?
Kau jadi dokter sekarang?
Selain bajingan menyedihkan.
Baik. Dengar.
Pertama, aku tahu kau bersedih karena Ayahmu.
Meskipun katamu kau tak peduli
jelas sekali kau peduli.
Kedua, jangan pernah bersikap
seperti tadi saat kita bekerja.
Aku tahu pekerjaan ini hanya iseng-iseng bagimu
tapi ini karierku.
Ketiga, aku tampak seperti bajingan yang menyebalkan
karena aku juga kehilangan John!
Apa Ayah mengidap kanker?
Setahuku tidak.
Lalu kenapa dia bunuh diri?
Tak ada pesan atau apa pun.
Kurasa kita takkan pernah tahu alasannya.
Dia bajingan
dan orang aneh itu benar.
Dia rakus dan berbuat semaunya
tapi dibunuh?
Ayolah. Yang benar saja.
Jangan dengarkan Craig.
Dia hanya mau mengacaukan pikiranmu.
Aku tak bisa meminumnya.
Kau suka merokok?
Maksudmu, ganja?
Ya.
Aku mau.
Ada di mobilku. Sebentar.
Kau siap?
Ya.
Cukup.
Kenapa?
Sekalian saja suntikan ke bokongku.
Ada apa dengan bokongmu?
Ceritakan lebih banyak tentang Gadis Terbakar.
Itu hanya cerita rakyat.
Dari The Moors.
Tapi kau mewawancarai si sinting Craig.
Cerita itu bagus untuk surat kabar.
Beberapa orang di sini merasa dia harus diusir.
Kenapa?
Kau siap ikut kelas sejarah, Nn. Wright?
Ya, Tn. Pothead.
Kau harus menghormatiku atau akan kutendang.
Di tahun 1851...
penenun muda bernama Sally Pearson
terbangun di malam hari karena suara anjingnya.
Dia bangun dari ranjangnya
mengambil perkakas Ayahnya
dan membentuk mata dari sebuah kaleng.
Mata Iblis.
Jimat.
Katanya itu perbuatan Tuhan.
Kekuatan dari Yang Di Atas.
Tapi dia juga berkata sosok itu bicara padanya.
Bicara apa?
Bahwa kelaparan akan melanda The Moors
dan warganya akan mati
jika tak bertobat dari dosa.
Dosa apa?
Minum-minum, judi...
seks.
Semua hal yang menyenangkan.
Terus?
Warga menertawainya
dan kelaparan menghabisi separuh desa itu.
Jadi, mereka menganggapnya sebagai orang suci?
Tidak.
Mereka menganggapnya penyihir.
Dia digiring ke The Moors
dan matanya dicungkil dari tengkoraknya.
Setelah itu, mereka membakarnya hidup-hidup.
Bersama anjingnya yang dirantai di sisinya.
Padfoot?
Padfoot.
Setelah abunya habis
yang tersisa hanya jimatnya.
Mata Iblis.
Peringatan dari Sang Pencipta.
Jimat itu ditinggalkan di Bumi selama hampir 200 tahun.
Sampai apa?
Ditemukan seseorang.
Atau setidaknya itulah yang mereka katakan.
Menurut mereka itu penyebab bisnis lesu
dan kota mulai sepi.
Tak ada hubungannya dengan Lehman Bersaudara.
Lalu kenapa disimpan?
Mata Iblis
akan memberikan apa pun yang kau inginkan
tapi dibayar dengan derita.
Derita?
Dikirimkan oleh dua iblis yang berbahaya.
Padfoot...
Dan Gadis Terbakar.
Astaga.
Benar.
John menulis cerita itu.
Pembaca menyukainya.
Tapi pasti ada replikanya.
Tidak.
Tidak di kota ini.
Tak ada yang berani.
Apa yang akan kau minta jika kau memiliki jimat itu?
Kau takkan mau tahu.
Apa?
Ini tidak bagus.
Apa?
Sampai besok.
Tidak. Tunggu.
Dasar jalang gendut bodoh!
Kenapa Ayah memaksaku?
Aku selalu...
Aku selalu kurang baik.
- Sudah waktunya. - Dari mana saja kau?
Sudah sejam lebih.
Tak ada sinyal.
Astaga. Apa kau sakit?
- Astaga. - Kau lebih parah dari Ayahmu.
Kenapa kau bilang begitu?
Bisakah kita bersandiwara semua berhubungan baik?
Faye, berdirilah di sana.
Kau tak apa-apa?
Tenang, Bajingan. Aku hanya mabuk.
Begini?
Berpikirlah, Faye.
Ceritanya adalah kau sedang mendaki di sini
dan tiba-tiba saja
kau melihat hantu Gadis Terbakar.
Sally dibakar di sini?
Kita tak tahu, tapi kita butuh cerita
jadi, selamat datang di acara berita palsu.
Belum. Sedikit lebih ke sini.
Baik. Itu cukup.
Tunjuklah ke sana. Ya.
Baik.
Apa kau bergurau?
Persetan denganmu!
Kurasa pekerjaan ini tak cocok untukmu.
Kau masih di dalam?
Pulanglah kalau mau. Kau tak dibutuhkan.
Halo?
Aku takkan pergi ke mana-mana.
Apa itu hasil hari ini?
Bukan.
Sial.
Astaga!
Baik. Kita dapat apa?
Tak ada selain swafoto gadis gendut.
Pergilah, Faye.
Apa yang terjadi?
Cuaca berubah. Kami tak dapat gambarnya.
Omong kosong!
Kita butuh berita.
Kalian berdua, pulanglah dan buat sebuah cerita.
Mereka ingin cerita Padfoot.
Aku akan menerbitkannya.
Kau harus pulang ke Amerika.
Apa?
Kau agak terlalu gemuk untuk berada di sini.
Berengsek kau, Faye.
Maaf soal kejadian ini.
Aku tahu kita sudah buat rencana.
Dia mengawasimu.
Jangan bodoh.
Itu benar.
Apa yang kau lakukan?
Menunjukkan padanya siapa yang berkuasa.
Abaikan dia. Dia hanya cari perhatian.
Aku takkan lama.
Baiklah.
Kau tak apa-apa?
Ya, hanya lelah.
Kau mau masuk?
Ya.
Hai, Bu.
Ini Sadie.
Aku tahu.
Aku kenal Ayahmu.
Sudah lama sekali.
Aku hanya mau ambil laptop.
Kau tak bersama Faye malam ini?
Tidak.
Aku bekerja bersama dengan Sadie malam ini.
Aku takkan lama.
Ya.
Permisi.
Ibu?
Sial!
Maaf. Itu sudah lama sekali.
Aku tak butuh permintaan maaf Ibu.
Maaf. Itu sudah lama sekali.
Aku tak butuh permintaan maaf Ibu.
Lalu apa maumu?
Jangan campuri urusanku.
Aku hanya coba membantunya agar merasa lebih baik.
Dia pembawa sial.
Jauhi dia.
Berhenti mengajariku harus apa.
Dia pembawa masalah sama seperti Ayahnya.
Jauhi dia!
Ayo pergi.
Kau punya anjing?
Tidak. Aku benci anjing.
Kenapa?
Tak ada alasan.
Ibumu tampak kesal.
Ya.
Dia selalu begitu.
Harus dituruti.
Kalian membicarakanku?
Ya.
Terus?
Apa kita harus membahasnya sekarang?
Kurasa tidak.
Dia benci pekerjaanku.
Menurutnya aku bisa menjadi lebih baik lagi.
Apa kaitannya denganku?
Aku boleh menginap malam ini?
Boleh.
Tony meminta artikel tentang Padfoot
jadi, kita harus mengarang cerita.
Bolehkah aku mandi sebentar
sebelum kita mulai bekerja?
Tentu.
Di mana berkas-berkas John?
Itu bisa memberitahu kita harus memulai dari mana.
Ada di dapur.
Berkasnya agak tercecer.
Aku pekerja yang berantakan.
Baik. Sudah menyala?
Ya.
Baiklah.
Aku tak tahu siapa yang akan menonton ini, tapi...
Aku...
Aku harus menumpahkan isi pikiranku.
Baiklah.
Kita mulai.
Aku mendapatkan semua ini
dan...
aku harus membayar mahal.
Tapi mereka takkan meleset.
Akan jadi mata dan telingaku.
Membuktikan...
Membuktikan bahwa aku tidak gila.
Dia ada di sini.
Dengar.
Dan?
Dan, apa itu kau, Kawan?
Craig?
Kau tak bisa menakutiku, Craig.
Sudah kubilang padamu
tunggu beberapa hari lagi
dan dia akan kembali ke asalnya.
Hanya dengan cara ini kita bisa akhiri semua ini.
Craig?
Sial!
Sial!
Makhluk apa kau ini?
Dasar bajingan sinting!
Astaga!
Makhluk apa kau ini?
Berengsek.
Apa yang terjadi padaku?
Sehari lagi.
Aku hanya mampu bertahan sehari lagi.
Mereka...
Mereka menghantuiku.
Ke mana pun aku pergi, saat tidur dan terjaga.
Mereka berubah-ubah.
Pengubah wujud.
Tapi Mata Iblis bekerja.
Aku akan mendapatkan kembali keluargaku.
Hanya itu keinginanku.
Ada apa?
Ada sesuatu di dalam air.
Tak ada apa pun di sini.
Aku akan berhenti minum sejenak.
Ada apa dengan lampunya?
Mati terus.
Aku tak bisa bekerja tanpa laptopku.
Kita istirahat saja malam ini.
Masuklah.
Jika kau membutuhkanku, panggil saja.
Apa?
Tak ada apa-apa. Aku hanya berpikir...
Kau mau aku tinggal di sini?
Karena aku bisa melakukannya.
Kalau itu keinginanmu.
Baiklah.
Tentang pil itu...
Itu bukan urusanku.
Apa?
Maksudku, itu urusan pribadimu.
Kau kaku sekali. Astaga.
Aku ikut terapi sejak berusia delapan tahun.
Bercerita padamu bukan masalah besar.
Maaf.
Aku pernah punya masalah kejiwaan.
Sebelum berusia 16 tahun.
Psikolog bilang itu masalah ketakutan akut.
Ibu berpikir itu karena trauma masa kecilku di sini.
Aku makan banyak obat
untuk melewati masa sekolah.
Apa yang membuat masa sekolahmu begitu buruk?
Aku...
Dulu, aku gemuk.
Sangat gemuk.
Tak pernah bisa berbaur.
Tak pernah punya pacar.
Selalu sendirian.
Masa?
Tapi apa pun pemicu penglihatanku
sudah tak muncul sejak saat itu.
Sampai malam ini.
Ya.
Apa yang terjadi...
saat kau tinggal di sini?
Apa John...
Tidak. Bukan begitu.
Dia Ayah terbaik.
Kami biasa bermain
dengan boneka kecilku
membuat rumah boneka, mengajaknya jalan-jalan
dan minum teh bersama.
Dia senang bermain denganku.
Lalu apa yang terjadi?
Ayah?
Kau tak harus cerita padaku.
Ibuku tak mampu hidup bersamanya
jadi, dia pulang ke Amerika dan membawaku.
Bagaimana...
Bagaimana kau bertemu dengannya?
Aku? Bertemu dengan John?
Ya.
Ceritanya sangat aneh.
Aku sudah siap pergi ke Oxford.
Aku akan masuk jurusan Sastra Inggris.
Lalu aku melihat lowongan sebagai wartawan di koran.
Kau meninggalkan Oxford untuk bekerja di The Echo?
Ya. Itulah yang Ibuku bilang.
Dia masih marah padaku.
Sebenarnya aku tak tahu apa alasanku melakukannya
tapi John mewawancaraiku dan...
aku langsung tahu.
Apa?
Itulah masa depanku.
Terdengar bodoh.
Tidak.
Maaf.
Ini terasa...
Aku tak mau tergesa-gesa.
Bisakah kita pelan-pelan saja?
Selangkah demi selangkah.
Baiklah.
Aku ingin bersamamu.
Halo?
Hai, Sayang. Ini Ibu.
Ibu. Ada apa?
Kau masih tidur?
Pasti sudah pukul 11:30 di sana.
Apa semua baik-baik saja?
Kau makan obatnya?
Apa?
Kau melukai dirimu lagi?
Jangan mulai membahas hal itu.
Ibu mencemaskanmu.
Aku tahu.
Apa rumahnya sudah dipasarkan?
Belum.
Aku akan tinggal di sini selama beberapa minggu.
- Mungkin beberapa bulan. - Apa?
- Kenapa? - Ada kesempatan di sini.
Untuk apa?
Astaga.
Jangan terseret ke dalam dunia Ayahmu, Sadie.
Dia ada di dunia kegelapan...
Kau pernah dengar soal Gadis Terbakar?
Siapa yang belum pernah?
Di mana makamnya?
Di suatu tempat di luar sana.
Hanya satu orang yang tahu.
Masa?
Craig Cooper.
Orang bilang dia menggali Mata Iblis.
Apa pendapatmu?
Menurutku dia harus ditahan.
Pemuja Iblis.
Menyukai okultisme dan sihir hitam.
Menurutku dia sinting.
- Keluar! - Maafkan aku.
- Kau dipecat. - Aku ketiduran.
Di mana artikel halaman depanku?
- Aku... - Dengar.
Aku tak keberatan kau mabuk semalaman.
Itu bagian dari pekerjaan.
Ayahmu selalu mabuk
tapi dia selalu datang dan tak melewatkan tenggat waktu.
- Tidak pernah! - Kami punya berita.
Petunjuk soal Mata Iblis.
Ya, Dan sudah bilang.
Sungguh?
Entah apa yang terjadi di antara kalian berdua
tapi Faye sedang stres
jadi, tak ada yang membuatkanku kopi!
Kini, aku bicara padamu sebagai atasanmu.
Konsentrasi pada pekerjaanmu atau cari pekerjaan baru.
Aku harus menemui Direktur Eksekutif
dan memberitahunya kenapa pegawaiku tidak berguna!
Pukul 20:00 malam ini.
Aku mau judul sampul yang bagus.
Atau kalian berdua dipecat.
Tunggu!
- Di mana Dan? - Ke Red Lion.
Menemui Craig.
Kenapa kau kemari?
Pekerjaanku.
Kita berbuat salah semalam.
Apa kau mempermainkanku?
Tidak, kita melakukan kesalahan dalam bekerja.
Aku tak pernah melewatkan tenggat waktu.
Kenapa kita tak berikan berita untuk Tony?
Mari kita perbaiki.
Ada apa ini?
Si Sinting Craig.
Kurasa dia punya Mata Iblis.
Itu cerita bagus.
Kau yakin?
Entahlah, tapi...
jika aku bisa membuatnya bicara
dan dia memang memilikinya, lalu menunjukkannya...
ini bisa jadi berita nasional.
Kenapa Craig? Kenapa baru sekarang?
Aku melihat sesuatu semalam.
Video di ruang bawah tanah.
John memiliki jimat itu.
Polisi tak menemukannya
dan tak ada di antara barangnya.
Kurasa Craig mengambilnya.
Kau pergi ke ruang bawah tanah?
Kau melihat kamera yang mengawasi rumah?
Ya.
Kau melihatku mandi?
Ya.
Kau menyukainya?
Ya.
Ayo pergi.
Maaf soal itu.
Sadie akan bergabung dengan kita.
- Kalau kau tak keberatan. - Tidak sama sekali.
Kau sudah tenang, Sayang?
Kenapa kau berkata Ayahku dibunuh?
- Karena itu benar. - Mari jangan bahas itu lagi.
Craig.
Kau cerita soal Mata Iblis padaku.
Ya.
Belikan minuman lagi, Dan.
Apa?
Minuman.
Atau aku harus pergi?
Bagaimana kau tahu dia dibunuh?
Karena aku membunuhnya.
Kuberikan Mata Iblis padanya.
Dengar.
Apa dia sudah merasukimu?
Karena dia sudah merasukiku.
Menyuruhku...
mencungkil mataku.
Tidur dan terjaga sama saja bagiku.
Apa permintaanmu?
Aku tak paham maksudmu.
Kau paham.
Matanya ada di lehermu.
Aku bisa hentikan Gadis Terbakar.
Aku tak mau hidup lagi.
Bagaimana kalau kau kembalikan matanya padaku?
Dan?
Kenapa? Kau tak apa-apa, Sayang?
Jangan dekati aku.
Dan?
Dia akan mencungkil matamu.
Enyahlah. Dan!
Pintu terbuka.
Apa kau tidur bersamanya?
Maksudmu?
Dan! Apa kau bercinta dengannya?
- Tidak. - Pembohong!
Katanya kalian tidur bersama.
Ya, tapi tak terjadi apa-apa.
Dasar gendut.
Aku hamil.
Apa dia tahu itu?
Dia tahu sekarang.
Kau sudah bersenang-senang.
Kau takkan melihatnya lagi sekarang.
Aku sudah membuatmu dipecat.
Tolong lakukan satu hal untuk kami.
Pulanglah dan cari tali.
Ayahmu menunggumu.
Kita lihat saja.
Permisi.
Kuncinya.
Sampai jumpa.
Aku meragukannya.
Apa yang terjadi?
Kenapa kau ada di sini?
Kunci pintu belakang ditaruh di bawah keset.
Aku sudah tak tahan lagi.
Aku harus pergi dari sini.
Apa?
Bagaimana denganku?
- Kau punya anak! - Aku tak menginginkannya.
Aku menyuruhnya aborsi.
Aku ingin bersamamu.
Bagaimana dengan Faye?
Kau mau ke mana?
Pulang.
Aku ikut denganmu.
Jangan menolakku.
Takkan pernah.
Kau bagian dari diriku.
Ini menyiksaku.
Perlahan-lahan.
Aku harus kembalikan Mata ini ke makam Sally dan...
Dan dia akan meninggalkanku dalam damai.
Craig menemukannya di sini.
Aku tak tahu alasannya memberikan ini padaku.
Mungkin untuk melihatku menderita.
Sial!
Dengar.
Pertumpahan darah. Di kuil yang kubangun ini.
Hanya itu caranya...
Sial!
Jangan ganggu aku!
Bangun!
Tolong!
Tidak. Mereka tak bisa mendengarmu di bawah sini.
Ayah?
Astaga.
Ternyata kau.
Yang bersama Ayahku bertahun-tahun yang lalu.
Kami mencari jawaban
dan Mata memberikannya padaku
tapi aku kurang menyukai apa yang kulihat.
Lepaskan dia atau kubunuh kau.
Kita memang akan mati!
Gadis Terbakar akan memastikannya.
Ironis, kan?
John selalu ingin melihat anak-anaknya berkumpul
dan di sinilah kalian berada.
Hidup-hidup.
Jangan ganggu dia!
Apa maksudmu?
Kau belum memberitahunya?
Si Dan ini...
kakakmu.
Kau sinting.
Katakan padanya.
- Kubilang katakan padanya! - Itu tidak penting!
Kami tak saling kenal.
Aku mencintaimu.
Tidak.
Tidak!
Kenapa?
Apa kau tahu sejak awal?
Tentu saja dia tahu
tapi kau menginginkannya.
Kau ingin sentuhannya, jadi, Mata mengabulkannya.
Ada di mana?
Di mana Mata Iblis?
Dia tak memilikinya!
Kutinggalkan di kantor!
- Pembohong! - Sumpah!
Aku tahu menyerahkannya adalah hal yang sulit.
Kuberikan pada Ayahmu
dan dia janji mengembalikannya
tapi apa kau tahu?
Gadis Terbakar akan tunjukkan jalannya padaku.
Dia menyukai bau darah.
Ada di lantai atas.
Di kolong ranjangku.
Jangan coba menipuku!
Takkan ada kesempatan kedua.
Ada besi tajam di belakangmu.
Cepat!
- Pergelangan tanganku terluka. - Kuat sedikit!
Kau memiliki Mata Iblis?
Putuskan saja talinya!
Sudah terlambat.
Lepaskan aku.
Ayo.
Tidak! Kau kakakku!
Kita tak saling kenal sebelumnya.
- Tetap saja itu sinting! - Aku ingin bersamamu.
Kita akan masuk neraka karena perbuatan ini.
Kita harus pergi dari sini.
Tinggalkan saja.
Aku harus mengembalikannya atau dia akan membunuhku.
Mengembalikannya ke mana?
Ayo.
Apa yang kau lakukan?
Di mana tempat ini?
Itu lokasi pemotretan kita
jadi, seharusnya dia dikuburkan
sekitar 9-12 meter ke arah barat dari sana.
Ayo pergi.
Dia akan mencungkil mata kakakmu, Sayang!
Dia juga akan membunuhmu.
Kau harus pergi dari sini.
- Apa? - Kembalikan ini.
- Aku takkan meninggalkanmu! - Keluarlah.
- Kau harus kembalikan ini. - Tidak!
Cepat! Keluar!
Sadie? Apa itu kau?
Ayah?
Ayah sangat merindukanmu, Sayang.
Ayah?
Kau akan aman bersama Ayah.
Ayah?
Kau tak perlu melukai dirimu lagi.
Ayolah!
Sadie?
Apa kau akan bangun?
Bangun, Sadie!
Tidak bisa, Bu. Aku sakit.
Sadie.
Dan?
Di dalam sini.
Kenapa kau ada di sini?
Dan?
Kau membunuh Faye.
Apa?
Kau ingin dia mati.
Tidak.
Tidak. Tak ada jalan keluar.
Dia mengabulkan keinginan kita
dan kini kita harus menebus dosa kita.
Tidak!
Dan?
Dan?
Kau membunuh anakku.
Dan?
Jangan ganggu kami lagi sekarang.
Dia akan membunuh anak laki-lakiku.
Dia butuh lebih banyak waktu.
- Bagaimana caranya? - Ayah menyayangimu, Sadie!
Ayah takkan kembali.
Apa dia menginginkan darahku?
- Aku tak mengerti. - Tidak.
Dia ingin kau melihat apa yang dilihatnya.
Dia menginginkan matamu.
Apa?
Tidak!
Jangan ganggu aku!
Kau menginginkan darahku?
Akan kuberikan darahku!
Apa maumu, Tony?
Aku mau melihat keadaanmu.
Aku tak tahu di mana Dan berada.
Aku tahu itu alasan kedatanganmu.
Kau tahu apa ini?
Terasa dan terdengar seperti suara kertas.
Itu peningkatan keuntungan.
The Echo bangkit kembali.
Kami harus mencetaknya terus.
Craig menyerangmu
Faye tewas
dan tunangannya kabur.
Kau harus menceritakannya
dan kami bisa membayarmu.
Operasi di Amerika tidak murah.
Kau butuh dana jika ingin melihat kembali.
Ini masalahnya, Tony.
Aku tak pernah menyukai apa yang kulihat dulu.
Itu taksiku.
Kau butuh bantuan?
Aku bisa sendiri.
Kau tahu di mana kau bisa menemukanku.
Kau tak apa-apa?
Di mana mobilnya?
Di depanmu.
Ada sebuah medali di sini, Nona.
Masukkan ke dalam tas.
Kurasa aku pantas mendapatkannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.