Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, TEMPAT, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI HANYA FIKSI
Semalam, di tempat parkir bawah tanah di sebuah apartemen di Seoul,
seorang petugas polisi diserang oleh dua orang tidak dikenal
dan terluka parah.
Orang yang menyelamatkan petugas itu tidak lain adalah sang Vigilante.
Menurut seorang saksi,
menjelang akhir serangan,
Vigilante tiba-tiba muncul dan menolong petugas tersebut.
Aku baru pulang bekerja
saat mendengar suara tabrakan, kukira ada kecelakaan mobil.
Namun, ternyata ada dua orang yang sedang menyerang satu orang lain.
Mereka seperti mencoba saling membunuh. Itu sangat menakutkan.
Polisi menduga
kejadian ini adalah pembalasan terencana oleh organisasi kriminal,
dan sedang berusaha melacak dua orang itu dan sang Vigilante.
Hei, Jiyong.
Apa yang terjadi?
Ini bukan rencana kita.
Ini bagian dari rencana.
Membantu Jo Heon?
Kubilang dia hanya akan menghalangi kita.
Tidak.
Aku akan...
mengubahnya menjadi Vigilante juga.
Jiyong memang pintar.
VIGILANTE
Aku datang untuk menemui Kapten Jo Heon.
Dia belum siuman, jadi kau tak boleh menemuinya.
Pak Kepala Eom Jaehyub.
Bisakah kau beri tahu Kapten Jo
bahwa aku berharap dia lekas sembuh?
Aku minta tolong.
Sampai jumpa lagi.
Untungnya, organ vitalnya tidak terluka, jadi dia akan selamat.
Namun, kita belum tahu berapa lama hingga dia pulih.
Baik. Tolong jaga dia dengan baik.
Dia rekan lamaku.
Baik, Pak.
Kami akan berusaha keras.
Bagaimana pekerjaanmu sebagai rektor?
Baik. Aku mengusahakan yang terbaik.
Jo Heon bagaimana?
Aku pikir dia akan absen cukup lama.
Lebih baik tak menarik perhatian di saat-saat kacau seperti ini.
Aku akan membawamu kembali setelah Kim diurus,
jadi jangan berkecil hati.
Terima kasih, Pak.
Aku tidak akan mengecewakanmu lagi.
Makan sasyiminya. Ini cukup enak.
Baik, Pak.
Pak Bang, apa yang kau lakukan?
Untuk apa aku membayarmu mahal?
Bekerjalah sesuai bayaranmu.
Bagaimana kau bisa gagal membunuhnya?
Pak Kim.
Suasana hatiku sedang buruk saat ini.
Apa kau mau mati?
Apa katamu, Bajingan?
Aku akan melakukannya dengan caraku sekarang,
jadi jagalah dirimu tetap aman.
Jika membuatku makin marah, aku akan membunuhmu dahulu.
Dasar bajingan.
Ambil semuanya. Itu penting.
Ini berisi semua kunci pribadi Koin QQ?
Dasar bodoh! Apa kau tahu berapa nilainya?
Hati-hati.
Maaf, Pak.
Apa ini?
Apa-apaan ini?
Hei! Apa yang terjadi?
Berengsek!
PANTI ASUHAN HANEUL
Halo, Semuanya.
Ini Berita V.
Apa yang akan kutunjukkan ini adalah kantor di Gangnam
yang terbakar tadi malam.
Ini mungkin tampak seperti kebakaran belaka,
tetapi foto yang diambil petugas damkar di tempat kejadian
menunjukkan bahwa itu tidak benar.
"Aku mengambil kunci pribadinya.
"Koin QQ-nya akan kujual dan uangnya kusumbang.
"Sebelum kusumbangkan semuanya,
"Kim Samdoo, Eom Jaehyub, dan dua pembunuh harus menyerahkan diri."
Benar.
Kebakaran itu bukanlah kecelakaan,
tetapi serangan balik sang Vigilante.
Dia menyebut Kim Samdoo,
Eom Jaehyub si Tikus, dan para pembunuh bayaran sekaligus.
Apa artinya ini?
Kebakarannya di kantor yang terdaftar sebagai anak perusahaan Sewool,
dan Koin QQ muncul kembali.
Bukankah ini menjelaskan semuanya?
Namun, polisi memutuskan
untuk menunda penyelidikan,
karena mereka mengeklaim kurangnya bukti.
Apa alasan sebenarnya?
Berita V akan menyelidiki
kebenaran di balik kasus ini.
Berikutnya beberapa berita mengharukan.
Dini hari tadi, seseorang yang bertudung meninggalkan uang tunai 200 juta won
di depan panti asuhan di Seoul lalu menghilang.
Itu ramai dibicarakan.
Kami sedang mengalami masa sulit,
jadi itu sangat membantu.
Akan kumanfaatkan dengan baik untuk anak-anak.
Terima kasih banyak.
Polisi melakukan penggeledahan dan penyitaan secara intensif
di Sumber Daya Masa Depan Sewool pagi ini.
Ketua Kim Samdoo tidak menanggapi panggilan,
mengatakan polisi harus menahannya untuk menyelidikinya.
Lalu rencana polisi untuk fokus menyelidiki
Vigilante, dua pembunuh bayaran yang menyerang petugas,
dan hubungan di antara Choi Miryeo dan Vigilante.
Sekian pembaruan berita sosial.
- Makan daging yang banyak. - Baik.
Siapa yang datang sepagi ini?
Tak apa-apa. Biar aku saja.
Apa kabar, Pak?
Dasar kau... Kenapa kau ke sini?
Bagaimana jika kita terlihat?
Pak Eom...
maksudku Pak Kepala,
kau terus berusaha mendorong semua kesalahannya kepadaku,
jadi aku datang untuk melihat
bagaimana kabarmu.
Anak-anak belum berangkat sekolah, 'kan?
Ayo masuk.
Aku harus menyapa istrimu.
Mari bicara di sini.
Pak.
Aku tahu siapa yang mendukungmu
dan Koin QQ akan digunakan untuk dana politik siapa.
Aku tahu semuanya.
Mengerti?
Jika aku akan hancur,
aku harus berusaha bertahan, 'kan?
Tolong pastikan itu tak terjadi kepadaku.
Aku ragu rencanamu akan berjalan lancar tanpaku. Benar?
Kau mengancamku?
Aku minta tolong baik-baik.
Tutup mulutmu.
Terima saja dipenjara enam bulan.
Akan kuminta mereka menyimpulkan
bahwa kami menemukan sembarang kegiatan bisnis ilegal.
Jika kau mengatakan sesuatu tentangku,
kau hanya akan dipenjara lebih lama.
Apa hanya ini yang kau bisa?
Kau yang gagal menangani mereka dan membuatnya menjadi seperti ini.
Aku bisa berbuat apa saat namaku juga terus disebutkan?
Hentikan Vigilante mengejar kita.
Lalu aku akan membebaskanmu secepat mungkin.
Tidak. Masuk kembali.
Dasar bajingan.
Hei.
Apa-apaan kau ini?
Hei, Hong.
Kau berengsek. Apa kau bodoh?
Bekerja yang benar, Bajingan!
Sial.
Maaf, Pak.
Entah itu Bang atau Eom, jangan percaya siapa pun.
Kita akan bertindak sendiri.
Baik, Pak.
Entah kau menyiksa atau mencabik Choi Miryeo, aku tak peduli.
Cari tahu di mana Vigilante berada.
Bagaimanapun caranya.
Mereka pasti terhubung.
Aku yakin soal itu.
Setelah Jo Heon digantikan,
dia diserang oleh pembunuh bayaran dan Vigilante datang membantunya.
Itu terjadi di tempat parkir kantor Choi Miryeo.
Tepat.
Sepertinya ada sesuatu di antara ketiganya.
Ajukan surat penggeledahan kantor Choi.
Baik, Pak.
Pak, apa yang harus kami lakukan dengan Kepala Eom Jaehyub?
KOIN QQ-NYA AKAN KUJUAL DAN UANGNYA KUSUMBANG.
KIM, EOM, DAN DUA PEMBUNUH HARUS MENYERAHKAN DIRI
Tunda itu.
Dimengerti, Pak.
Tuhan,
tolong berikan istirahat abadi kepada mereka yang meninggal.
Biarkan cahaya terang menyinari mereka,
dan berikan mereka kebahagiaan sejati.
Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
PANTI ASUHAN HANEUL
Teman-teman, berita besar.
Ada apa kali ini?
Ini benar-benar berita besar.
Kudengar Rektor Eom Jaehyub mungkin akan segera dipecat.
Apa?
Dia benar-benar terlibat dengan Sewool?
Pikirkan saja.
Dia terus menaiki tangga jabatan di kalangan elite,
tetapi berakhir sebagai rektor.
Aku yakin sesuatu telah terjadi.
Kau benar. Ini sebabnya orang harus hidup dengan benar.
Juga dengan jujur.
Ini kasus yang mengejutkan.
- Banyak peniru Vigilante telah muncul... - Apa?
Namun, mereka tak pernah membunuh orang yang tidak bersalah.
Selain itu, korbannya adalah direktur Panti Asuhan Haneul
yang menghabiskan hidupnya membantu orang yang membutuhkan.
Reporter Park akan melaporkan.
Terjadi pembunuhan di Panti Asuhan Haneul di Seoul tadi malam.
Baru-baru ini, panti asuhan ini menarik banyak perhatian
setelah menerima sejumlah besar uang dari donor anonim.
Polisi meyakini pembunuhan ini dilakukan organisasi kriminal
karena dendam terhadap topik panas baru-baru ini, yaitu sang Vigilante,
dan sedang melakukan penyelidikan.
Melapor dari TKP, ini Park Seoha.
SI GILA
Kau tak apa, Jiyong? Kenapa tak menjawab?
Bajingan itu memancing Vigilante.
Aku harus bertindak sebelum ada korban tak bersalah lagi.
Apa yang akan kau lakukan? Itu jebakan.
Awasi Choi Miryeo.
Aku yakin mereka akan mendatanginya.
Baiklah.
Ini akhirnya dimulai.
Seorang kesatria?
Aku?
Yoon, naik lewat tangga darurat.
Seo, matikan CCTV-nya.
- Sisanya naik lift. - Baik, Pak.
Dua di sini, dan dua di sana.
Temukan dia!
- Baik! - Baik!
SUMBER DAYA MASA DEPAN SEWOOL
SIARAN LANGSUNG BERITA V
Semuanya, ini bukan rekayasa. Ini benar-benar terjadi.
Astaga. Apa ini? Apakah ini sungguhan?
Apa itu?
Berita V.
Astaga. Berita V sedang digerebek.
Kantor Choi Miryeo diserang.
- Itu siaran langsung? - Pak!
Pak, Choi Miryeo sedang diserang sekarang.
Ayo pergi.
Pak, sepertinya Choi Miryeo menyiarkan ini langsung.
Berengsek.
Hancurkan semua kamera.
- Cepat temukan! - Baik, Pak!
Cepat temukan!
Hei!
Hei.
Keluar!
Ayo keluar!
Aku bilang keluar!
Dasar jalang licik.
Berikan aku ponselnya, Jalang!
Kemari, dasar jalang.
Kemari!
Tangkap dia!
Bajingan.
Sial.
Berhenti!
Bu Choi.
Berapa kali aku harus bilang?
Aku sering diancam,
jadi aku menyiapkan kamera di sana-sini.
Lalu seorang pria yang menonton siaran langsungnya
datang dan menyelamatkanku.
Bu Choi.
Apa menurutmu kebetulan seperti itu
mungkin terjadi?
Ya.
Itu sebabnya ini kebetulan.
Kau tak merencanakan ini dengan Vigilante untuk memancing para penjahat?
Menurutmu itu Vigilante?
Orang yang menggunakan tongkat pemukul adalah Vigilante?
Maaf,
tetapi Vigilante tak pernah menggunakan senjata.
Aku akan segera menangkap Vigilante.
Begitu aku menangkapnya...
Aku akan memberitahumu siapa dia.
Temanku sedang dalam situasi sulit.
Jika hal seperti ini terjadi lagi,
jangan sengaja membahayakan dirimu dan lari saja.
Pekerjaan kita masih banyak.
Kita akan melakukan diskusi hari ini dengan tiga alasan ini.
Pertama,
seiring berjalannya waktu, kejahatan...
Maaf mengganggu, Pak. Ini mendesak.
Kim Jiyong.
Keluar.
- Jiyong. - Ya, Pak?
Kau tahu Berita V diserang, 'kan?
Ya, aku tahu.
Di mana kau dan apa yang kau lakukan saat itu?
Ceritakan semua yang kau lakukan setelah di terminal.
Itu privasiku.
Kau pikir aku bertanya karena privasimu?
Maaf,
tetapi atas dasar apa aku tersangka?
Kau pernah bertemu Pak Jo.
Fisikmu mirip dengan si Vigilante.
Lalu ponsel yang digunakan saat kejahatan pernah dihidupkan di sini.
Kami sudah memeriksa semuanya, jadi jujur saja.
Kapten Nam.
Ini sekolah. Kau tahu apa artinya, 'kan?
Sampai dia terbukti bersalah, jangan memperlakukan muridku seperti itu.
Aku berusaha tetap tenggang hati.
Aku bahkan menanyainya di depanmu.
Kim Jiyong.
Ini kesempatan terakhirmu.
Kau tak mau bicara?
Aku tak melakukan kesalahan apa pun.
Aku jujur, Pak.
Apa menurutmu dia Vigilante?
Untuk menjual mata uang kripto, harus menggunakan ponsel dengan dompet.
Tebak di mana itu dihidupkan.
Di 100-50, Gwangsan-gil, Sinnam-myeon, Asan, Provinsi Chungcheong Selatan.
Universitas Polisi.
Seseorang tak sengaja menyalakannya dan mematikannya.
Laporan forensik akan memberitahu kita
siapa si Vigilante sebenarnya.
Namun, bukankah skalanya terlalu besar untuk dilakukan sendiri?
Bagaimana jika Jo Heon terlibat?
Jika begitu, masuk akal.
Apa Jo Heon masih tak sadarkan diri?
Ya, dia belum siuman.
Ayo pergi.
Hei.
Jiyong akan baik-baik saja, 'kan?
Kau tahu dia biasanya.
Dia akan mengabaikannya.
Kunjungan dilarang, Pak.
Nam Yeongil, ketua unit regional.
Apa sebenarnya...
yang telah kau lakukan?
Aku akan melaksanakan tugasku.
Aku mohon pengertianmu,
biarkan sesama polisi memperbaiki
kesalahan polisi lain.
Dua!
Tiga!
Empat!
Satu, dua, tiga, empat.
Satu, dua, tiga, empat!
Satu!
Teman-teman.
Sudah pasti. Sore ini kita akan bebas setelah sekian lama.
Jadi, kita akan memukul bola bersama. Mengerti?
Kalian harus datang.
Aku harus membantu profesor selesaikan aplikasinya.
Aku akan ikut lain kali.
Kapan kau akan melakukan apa yang kukatakan?
Jiyong. Kau ikut, 'kan?
Aku harus menyelesaikan esaiku yang tertinggal.
Jiyong, tunggu. Hei.
Kerja bagus menyelamatkan Choi Miryeo.
Kita sangat membutuhkannya.
Itu hal yang mudah bagiku.
Namun, kenapa kita sangat membutuhkannya?
Klimaks di akhir...
Tak ada yang lebih baik dari dia dalam meliput tanpa filter.
Benar, si gila itu...
Beri tahu aku. Apa rencana kita selanjutnya?
Hei.
Jiyong, ini buruk.
Kapten Nam kembali dan mengambil semua komputer profesor.
Mereka pergi menggeledah asrama pria.
Tak apa-apa?
Ya, tak apa-apa.
Tetaplah bersama profesor dan bantu dia.
Hubungi aku jika terjadi hal lain.
Baik, aku mengerti.
Pak.
Laporan forensik lokasinya sudah keluar.
Di mana itu?
KANTOR REKTOR
Kita akan geledah di sini?
Pak, sebaiknya kita periksa dahulu...
Siapa itu?
Seorang teman.
Polisi sedang menggeledah sekolahku.
Aku menyalakan ponsel dengan Koin QQ dan meninggalkan jejak.
Aku membuatnya seolah Eom Jaehyub yang memakai mata uang kripto itu.
Tahu apa yang kutemukan di sana?
Apa yang kau temukan?
Ponsel sekali pakainya untuk menghubungi Kim Samdoo.
Aku yakin mereka sudah menemukannya buktinya.
Apa yang kau lakukan?
Pak.
Pak Eom.
Apa ponsel ini milikmu?
Apa yang kau lakukan?
Jika bukan, akan kuserahkan ke Pusat Forensik Digital.
Beri kami waktu sebentar.
Baik, Pak.
Apa yang kau mau?
Kebenaran di balik kasus ini.
Jika ada sesuatu yang kau butuhkan untuk mengaku, aku akan memberimu waktu.
Aku akan menunggu sampai aku tiba di PFD dengan ini.
Waktumu sampai saat itu.
Pak.
Aku menemukan ini di rak buku.
Aku akan kembali dahulu.
Kau selesaikan semuanya di sini.
Baik, Pak.
Ini aku.
Aku ingin kau segera membujuk seseorang.
Ya.
Nam Yeongil, ketua unit regional.
Dia baru meninggalkan Universitas Polisi.
Ya.
Terima kasih.
Aku memercayaimu.
BARANG SITAAN
Pak, kami baru saja mendapat telepon.
Kapten Nam Yeongil meninggal dalam kecelakaan.
Hei, bagaimana? Penggeledahannya sudah selesai?
Kapten Nam meninggal karena kecelakaan.
Apa kau yakin?
Ya.
Tim penggeledah langsung pergi.
Haruskah aku menyalakan apinya?
Ya, buatlah yang panas.
Itu bukan perbuatanku.
Yang kulakukan...
hanya mengarahkan Kapten Nam untuk menemukan
bukti yang tepat.
Jadi, jika hukum menghukum mereka...
Sudah kubilang berhenti.
Pak Jo.
Kapten Nam meninggal, karena dia polisi yang baik!
Apa aku salah?
Aku sudah memutuskan
akan membunuh mereka semua.
Mereka yang akan membunuhmu tanpa ampun!
Tak ada yang akan peduli...
jika kau mati.
Mereka tak akan pernah tahu.
Aku tidak peduli.
Entah Vigilante berhasil atau gagal,
setidaknya ada satu orang yang akan meliputnya.
Lalu meski tak ada yang tahu, setidaknya kau akan tahu!
Untuk membuktikan dirinya...
seorang pria terus berusaha meski tampak sia-sia.
Jika masih ingin menghentikanku...
bunuh aku sekarang.
Aku tak akan melawan.
Namun, jika tidak...
ucapanmu tentang...
Keadilan.
Tunjukkan kepadaku sekarang.
Terjemahan subtitle oleh Sudirman Lius
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.