Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, TEMPAT, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI HANYA FIKSI
Kim Jiyong si Pengkhianat.
Matilah.
Ayo bunuh sang Vigilante
dan menguburnya di sini.
Kemudian, menjadi polisi.
Masuk ke kepolisian,
dan mari bekerja sama.
Hei.
Pak.
Apakah ini juga...
perintah dari si Tikus, Eom Jaehyub?
Aku tidak peduli...
kau menangkapku atau membunuhku.
Aku tidak peduli dunia memanggilku apa!
Karena ini adalah panggilanku.
Panggilan yang sempurna untukku, karena aku tidak akan rugi apa-apa!
Kita harus menjadi iblis
untuk membunuh iblis lain.
Aku yakin kau sudah mengetahui
apa yang dilakukan Ketua Kim dan si Tikus.
Jangan hanya bicara dan tunjukkan kepadaku
bahwa hukum tidak akan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan
dan akan menghukum mereka!
Tunjukkan kepadaku keadilanmu benar-benar ada!
Jika kau menunjukkannya,
aku akan mengikutimu.
Jika tidak, aku sendiri yang akan membuktikannya kepadamu!
Perbuatan ilegal bisa menghancurkan kejahatan besar.
VIGILANTE
Seperti yang kukatakan,
selesaikan serah terimanya minggu ini.
Apakah itu keputusanmu?
Aku sudah berusaha semampuku untuk menghentikannya.
Sambil menunggu ditugaskan lagi,
aku akan mensubsidi gaji dari biaya pendidikan,
jadi jernihkan kepalamu dahulu.
Apa ini karena Sewool?
Kau memercayai teori konspirasi di berita juga?
Aku juga akan dipindahkan minggu depan.
Jadi, undurkan dirimu sebagai ketua tim
segera setelah menyelesaikan serah terima.
Mengerti?
Dimengerti, Pak.
Pergilah.
Bajingan sialan itu, aku akan...
Hormat! Halo, Bos.
Ingat siapa yang menyuruhmu menculik Choi?
Apa?
Aku sudah bilang, aku tidak tahu itu...
Si Tikus terlibat atau tidak?
Aku hanya bergerak saat Pak Bang menyuruhku,
jadi aku tidak tahu banyak. Aku bersumpah.
Di mana Pak Bang?
Si Peremas...
Bajingan botak gemuk tak berotak yang kuceritakan tempo hari.
Kurasa dia tahu di mana Pak Bang berada.
Si Peremas.
Jiyong.
Kau luar biasa.
Ternyata dugaanku benar.
Kudengar kau bicara dengan Jo Heon.
Dia mungkin besar,
tetapi kau mengalahkannya baik secara logika maupun moral.
Jadi, jika dia
mencoba menghentikan kita lagi...
aku akan turun tangan.
Aku akan membunuhnya.
Jadi, semangatlah, Jiyong.
Kau punya aku.
Aku hampir lupa hal paling penting!
Waktu yang tepat.
Lalu potret solo.
Halo, Semuanya. Ini REPO25h.
Sebelum memulai, kami ingin meminta maaf.
Reporter Choi Miryeo, yang telah memimpin program ini,
tidak memeriksa fakta sebelum mendorong liputan mendiang Yeon Jaehak
dan hubungannya dengan dugaan operasi situs web ilegal Sewool,
dan dia telah mengambil tanggung jawab penuh...
KINI SIAPA PENGGANTINYA?
...dan mengundurkan diri.
Pertama-tama, kami ingin meminta maaf
kepada Ketua Kim Samdoo dari SDMD Sewool.
JIYONG: BANTU CHOI MIRYEO TERUS MELIPUT
Kerja bagus, Semuanya. Silakan istirahat dahulu.
Ayo.
-Ayo pergi. -Baiklah.
Lihat ini. Bagaimana menurutmu?
Kau menyukainya?
Mendukungku dengan semua ini...
Terima kasih banyak.
Tidak, aku yang harus berterima kasih.
Aku khawatir kau akan menolak tawaranku.
Namun, karena kau memercayaiku dan menerimanya, aku sangat senang.
Apa hubunganmu dengan Kim Samdoo?
Jika aku mendukung Ketua Kim yang mendukung aktivitas vigilante,
kupikir aku akan dapat suatu imbalan.
Aku sangat ingin menemukan Vigilante.
Sekarang setelah kau punya kantor,
apa rencanamu?
Aku akan mengungkapkan perbuatan Ketua Kim.
Agar instansi pemerintah terpaksa menyelidikinya.
Lalu setelah itu?
Lalu...
saat penyelidikan melambat dan mulai kendur,
aku akan menyiapkan panggung untuk Vigilante.
Jadi, masyarakat akan mendapatkan kepuasan terbanyak.
Kurasa kau sudah sadar...
bahwa kita berada di pihak yang sama.
Halo, Semuanya.
Aku Choi Miryeo, mantan reporter REPO25h.
Slogan Berita V
adalah "Berani dan jujur,"
dan kami janji akan melaporkan berita dengan berani dan jujur.
Ini mungkin terdengar seperti lelucon,
tetapi selama menyelidiki berita,
aku tak akan pernah bunuh diri.
Jika aku mati, aku jamin itu karena aku dibunuh.
Meskipun belum ada yang maju
dan aku tak tahu bagaimana aku akan berakhir,
aku percaya mengungkapkan kebenaran adalah tugas sejati media.
Aku yakin mereka yang memercayai keadilan akan bergabung denganku.
Aku juga yakin kita yang memperjuangkan keadilan adalah vigilante.
Satu hal menjadi jelas selama aku meliput berita itu.
Orang yang kita sebut Vigilante
sudah berperang melawan mereka.
Mungkin ini akan menjadi pertarungan panjang.
Namun, jika kalian bergabung dan mendukung kami, itu sangat membantu.
Kami akan berusaha sekuat tenaga.
Terima kasih.
BERITA V
BERITA V SIFAT SEBENARNYA SEWOOL DAN SI TIKUS
AKU AKAN MENGIKUTI BERITAMU AKU MENDUKUNGMU!
JAGA KESELAMATAN JANGAN SENDIRIAN
Berengsek. Ternyata kau yang membocorkan informasinya.
Kemari, Bajingan.
Kemari!
Kau pikir kau membuatku takut dengan ini?
Kau... aku akan membunuhmu.
Diam.
Hei.
Ya?
Bunuh dia.
Bunuh? Bunuh siapa?
Aku memberimu kesempatan.
Bagiku, melindungi informanku selalu yang utama.
Sekarang, salah satu dari kalian berdua harus pergi.
Kau tahu maksudku, 'kan?
Dengar, Babi.
Sepertinya kau mencoba menakutiku.
Namun, aku si Tawon. Aku tidak akan tertipu oleh itu.
Apa yang sedang kau lakukan?
Tetaplah diam.
Aku tak akan membuatnya sakit. Ini akan cepat, ya?
Menjauhlah, dasar gila!
Tetap diam, Keparat!
Apa yang kau lakukan, Bajingan?
Diam, Berengsek.
Berhenti.
-Hei. -Ya?
Apa kau bercanda?
Tak bisa membunuh orang yang diikat?
Beri aku lima detik lagi.
Akan kulakukan lebih baik dari dia.
-Tidak, Pak! Aku lebih baik! -Tidak!
Kau sudah lihat. Aku diikat, tetapi dia tak bisa apa-apa!
Dia tidak punya otak.
-Diam, Bodoh! -Kau yang bodoh!
-Bajingan! -Diam, Bajingan!
Siapa yang bisa menemukan Pak Bang?
-Angkat tangan. -Aku.
FAIL KASUS VIGILANTE
Ini tidak masuk akal.
Sudah lama sejak Vigilante muncul.
Dia hanya menangkap penjahat kecil, dan tak ada petunjuk.
Lalu saat dia mengumumkan kita menangkap Vigilante, itu bohong.
Dan dia tak datang untuk serah terima?
Tim ini dibubarkan mulai hari ini.
Kembali ke tim awal kalian.
Kalian bisa berhenti menelepon mantan ketua tim.
Aku akan mencari failnya sendiri.
Semuanya, ayo kita cari makan.
-Baik. -Ayo pergi dan bekerja.
Setelah semua yang telah dia lakukan...
GEREJA MITEUM
"Sembilan miliar won untuk Gereja Miteum."
GEREJA MITEUM
GEREJA MITEUM, KETUA KIM SAMDOO DI ACARA DAPUR GRATIS
Ya, Pendeta.
Aku sudah mendapat telepon.
Aku mengerti.
Aku sudah mengubah semua uang menjadi Koin QQ.
Aku akan membuang semua catatan hari ini.
PERTUKARAN MATA UANG ANTARA REKENING LUAR NEGERI
SDMD SEWOOL, GEREJA MITEUM
DILARANG MASUK
Kenapa kau lari?
Karena itu mendebarkan.
Jiyong, terima saja aku.
Jika menggabungkan kekuatan, kita bisa berbuat lebih banyak.
Sesuai permintaan, Choi dapat kantor dan kau dapat ponsel duplikat.
Bukankah kau sudah menunggu seseorang sepertiku muncul?
Benar.
Benarkah?
Bagus!
Aku tahu kau akan memahamiku pada akhirnya.
Kau tahu kita punya banyak kesamaan, 'kan?
Lepaskan topengmu.
Sekarang?
Aku butuh bukti kau tidak melakukan ini hanya untuk main-main.
Jika kau tak bisa memikul tanggung jawab,
kita tak bisa bekerja sama.
Kau baru saja mengatakan...
akan bekerja sama denganku.
Pendeta Shin dari Gereja Miteum
mengumpulkan uang Kim Samdoo dan Eom Jaehyub.
Dia membantu mencuci dan mengelola uang mereka.
Setelah aku mengurus Pendeta Shin,
suruh Choi Miryeo ungkap ini.
Kau tak menghubungkannya dengan Sewool?
Semua kasus yang berhubungan dengan Sewool sejauh ini
hanya dibahas singkat satu kali atau tak pernah diliput.
Itu benar.
Kita sebaiknya membunuh mereka.
Jika aku membunuh pendeta itu, pasti akan masuk berita.
Itu akan menarik perhatian media,
dan komunitas keagamaan akan ribut.
Jika kita ungkapkan ini, mereka akan terpaksa meliputnya.
Semua orang di media akan membicarakannya,
dan masyarakat akan marah.
Itu ide bagus.
Namun, penyelidikannya akan berlarut-larut,
dan mereka akan dibebaskan.
Kenapa?
Karena uangnya...
adalah untuk politisi berkuasa.
Apa kau punya bukti?
Tidak punya.
Kau sungguh berani.
Saat penyelidikan mulai kendur
dan masyarakat hampir menyerah,
aku akan mengurus Kim Samdoo dan mengungkapkan buktinya.
Bukti yang ada padanya sangat menentukan.
Kau sadar ucapanmu barusan
terdengar sangat tak realistis, 'kan?
Kau bilang akan mengurus Kim Samdoo,
tetapi lebih mungkin kau mati lebih dahulu.
Bagaimana menurutmu?
Itu bukan akhir yang buruk.
Seorang pria mati setelah usahanya berakhir sia-sia.
Itu juga menarik.
Lakukan seperti ucapanku.
Omong-omong, Jiyong,
kita di pihak yang sama sekarang.
Jadi, maukah kau menyimpan namaku dengan nama keren di ponselmu?
Jangan mimpi. Aku tak akan melakukan itu.
Dasar berandal...
Sok jual mahal.
UNIVERSITAS POLISI NASIONAL KOREA
Hei.
Hai.
-Hei, apa kabar? -Baik, Pak.
Halo.
Kau ingat aku, 'kan?
Aku Nam Yeongil.
Aku ketua baru unit regional untuk kasus Vigilante.
Aku tak menyentuh apa pun.
Sepertinya aku lupa mengunci pintu.
Jadi, kenapa kau ke sini?
Saat menyelidiki kasus ini,
aku mengetahui bahwa Jo Heon mengunjungimu di sini.
Itu benar.
Apa yang kalian bicarakan?
Aku menulis tentang kasus-kasus baru-baru ini,
dan dia datang untuk meminta nasihatku setelah membacanya.
Bisa ceritakan secara detail?
Sebaiknya tanya sendiri kepadanya.
Ya?
Maaf, Pak. Aku akan kembali nanti.
Tidak usah.
Aku datang tanpa pemberitahuan,
jadi aku akan tunggu di luar.
Tidak apa-apa.
Kau pasti sibuk, jadi kita bisa bicara dahulu.
Bisakah kau menunggu sebentar?
Tentu.
Silakan.
Kalau begitu aku akan tanya ini.
Apakah Jo Heon memintamu
menunjukkan foto murid-murid kepadanya?
Ya.
Aku tidak menunjukkannya karena itu bukan permintaan resmi.
Apa hanya itu saja?
Terima kasih atas kerja samanya.
Aku akan menghubungimu jika ada pertanyaan lagi.
Bagaimana kondisimu?
Aku merasa baik-baik saja.
Aku hanya sedikit terkejut. Lukaku tidak parah.
Tetap saja, kau tidak perlu membantuku sementara ini,
jadi istirahatlah, pulihkan diri, dan lanjutkan studimu.
Tidak, Pak.
Aku ingin membantu sampai kau menyelesaikan aplikasinya.
Tidak.
Itu tidak perlu.
Terima kasih atas bantuanmu.
Kau boleh pergi.
Perhatian!
Hormat kepada rektor!
-Hormat! -Hormat!
Hormat!
Hormat.
Istirahat di tempat.
Lebih dari apa pun, seorang polisi harus jujur dan adil.
Jangan menginginkan uang atau keuntungan yang melawan hukum.
Kalian harus selalu memfokuskan pola pikir...
Dia belum bebas dari kecurigaan, tetapi berani mengatakan itu?
...dengan moralitas terhormat...
Benar, 'kan?
Martabat dan kebanggaan itu seharusnya faktor kompetitif terkuat kita.
"Di jalan Tuhan yang mulia."
Di jalan Tuhan yang mulia
"Aku akan berdiri dan berlari."
Aku akan berdiri...
Dasar bodoh. Kenapa tak memberitahuku lebih awal?
Orang yang membuatku pingsan tak menyentuh benda lain.
Dia menyuruhku membuang semua catatan,
jadi kupikir tak apa-apa tak melaporkannya.
Kalau begitu, tetap diam saja. Kau ingin aku bagaimana?
Aku merasa tidak tenang.
Haruskah kuberi tahu dia sekarang?
Jika tidak, bilang saja sudah kubakar?
-Lama tak bertemu. -Senang bertemu denganmu.
-Sudah lama. -Terima kasih.
-Hati-hati. -Kau juga.
Apa kebaktiannya lancar, Pendeta?
Aku kesulitan menangis.
Bagaimana dengan catatannya?
Itu...
Aku menyingkirkannya seperti perintahmu.
Kerja bagus.
Ini ponsel dengan dompet kriptonya.
Kenapa Ketua Kim begitu khawatir?
Ini sangat merepotkan.
Dia pasti kurang beriman.
Siapa kau?
Bajingan, beraninya kau ke sini lagi?
Berengsek...
Aku seorang pendeta. Beraninya kau...
Apa kau tidak takut kepada Tuhan?
Tuhan?
Apakah Tuhan
mengajarimu menjual narkoba
dan menjadi rentenir
bersama preman?
Apa yang kau mau?
Pemberontakan.
Aku ingin semua yang lemah di dunia
melihat akhir suram seorang penjahat
dan bangkit dalam pemberontakan
untuk melindungi diri mereka sendiri.
Sekitar pukul 22.00 kemarin, Pendeta Shin Jongun
ditemukan tewas di kapel utama Gereja Miteum.
Dilihat dari tulisan di dinding dan metode yang digunakan,
sementara ini polisi menyimpulkan bahwa itu ulah Vigilante
dan memulai investigasi.
Dengan kematian Pendeta Shin, yang dihormati karena suka membantu orang,
pemimpin dari semua lapisan masyarakat di luar komunitas keagamaan
sangat terkejut.
Dilihat dari tulisan di dinding,
polisi menduga itu ulah Vigilante...
JO GANGOK: AYO BERTEMU DI PARKIRAN
Apa yang terjadi?
Hanya...
jangan katakan apa pun.
Hanya lima hari...
Apa pun yang kulakukan, diam saja selama lima hari.
Dia membunuh Pendeta Shin. Kita jelas target berikutnya.
-Ini bisa lepas... -Lalu, apa kau akan memperbaikinya?
Oh, ya, kau tak bisa karena kau rektor sekarang.
Aku akan mengurusnya, jadi beri aku waktu lima hari saja.
Choi Miryeo,
Jo Heon,
dan Vigilante...
Aku akan menyingkirkan mereka...
Rektor Eom Jaehyub.
Tunggu sebentar.
Selesai.
PERTUKARAN MATA UANG ANTARA REKENING LUAR NEGERI
Di mana kau dapat ini?
Perusahaanku punya tim investigasi sendiri.
Jadi, aku tahu selama ini.
Aku pikir itu akan membantumu menilai kasus ini,
jadi kuberikan diam-diam.
Jadi, kau juga punya informasi yang dimiliki Vigilante.
Apa itu benar?
Yah, kurasa begitu.
Apa kau tahu siapa dia?
Tidak.
Aku yakin dia punya cara sendiri.
Pokoknya,
fail di diska lepas ini menunjukkan siapa sebenarnya pendeta itu.
Kau yang memutuskan bagaimana cara menggunakannya.
Sampai jumpa lagi.
Dia pasti lupa berterima kasih.
Bajingan licik.
BERITA V KAMI MEMBERIKAN KEBENARAN
Aku yakin kalian ingat Pendeta Shin Jongun dibunuh baru-baru ini.
Berita V
telah mengejar seseorang yang mengelola dana rahasia Ketua Kim Samdoo,
dan kami mengambil kesempatan ini untuk mengungkapkan yang kami temukan.
Ini adalah tindak lanjut dari laporan kami sebelumnya
tentang tiga kecurigaan meliputi Sewool,
yaitu perjudian daring di luar negeri, narkoba, dan pembunuhan seorang reporter.
Pemirsa,
lihat fail ini baik-baik.
Ada apa?
Berhenti.
Pak Jo...
Dari mana kau mendapatkan failnya?
Apa yang kau lakukan?
Kau tak boleh menerobos masuk.
Bu Choi.
Mulai sekarang,
aku akan bicara dengan bahasa santai kepadamu.
Tidak.
Keluar sekarang juga.
Vigilante ada di dekatmu.
Tidakkah kau tahu betapa berbahayanya itu?
Kapten Jo Heon.
Aku tidak takut, jadi pergilah.
Aku yakin
Vigilante memberimu fail itu.
Kau menghasut Vigilante,
menjadikannya pahlawan, dan menghasut orang!
Kau memperburuk keadaan...
dan membuat luka yang disebut "Vigilante"
membusuk tanpa harapan.
Demi rating murahan.
Karena pemikiran tak dewasa itu...
kematianmu sendiri
sedang menatapmu.
Namun, kenapa kau tak menyadarinya?
Kau orang yang berwawasan luas.
Namun, kenapa kau tak sadar betapa tak kenal takutnya aku?
Terima kasih
atas kritik yang adil itu.
Namun, tidak semua orang di dunia ini sepatuh itu.
Aku akan terus membantu Vigilante.
Aku akan mengambil risiko.
Hanya orang yang berani sepertiku yang bisa menangani Vigilante. Benar?
Lalu satu hal lagi.
Jangan pernah pakai bahasa santai denganku lagi.
Mengerti?
Pak Bang.
Kau sangat cepat meski bertubuh besar.
Itu menarik.
Dasar hama.
Aku tahu sulit bergerak ketika disayat di sana.
Itu tidak sakit?
Kau pikir kau bisa menikamku lagi?
Soedol.
Kenapa berlama-lama?
Tugas kita masih banyak.
Siapa yang memerintahmu?
Kenapa kau harus tahu?
Lagi pula, kau akan mati.
Terus coba.
Jika kau gagal membunuhku hari ini,
aku akan membunuhmu saat kita bertemu lagi!
Aku terkesan.
Aku akan memastikan ini cepat.
Selamat tinggal.
Vigilante?
Ada apa dengan kalian?
Sampai jumpa lagi.
Terjemahan subtitle oleh Sudirman Lius
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.