Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahna neng: NDASERUAG
--- Selamat Mendeleng ---
Apa itu tadi?
- Bukan apa-apa. - Tolong kasih aku petunjuk.
Tidak, tidak ada petunjuk.
Kita hampir sampai.
Kalau begitu aku buka ini.
Tidak. Hei, katamu kamu suka kejutan?
Itu benar. Kalau aku tahu apa kejutannya.
Kamu akan jatuh cinta.
- Aku janji. - Ya, aku sudah jatuh cinta padamu.
Oke, kita sudah sampai.
Hati-hati langkahmu.
Aku tidak bisa melihat.
Oke, berhenti.
Biar aku lepaskan.
Sekarang...
Kamu bercanda, kan?
Bagaimana... aku bahkan tidak tahu tempat ini sudah buka.
Aku nemu seseorang yang bisa mengikutsertakan kita pada malam pembukaan.
Apa kamu yakin pakaianku cocok?
Kamu terlihat cantik sekali!
Ayo.
Terbakar, terbakar, terbakar.
Cincin Api
Cincin Api
Hei!
Jangan mencuri koin dari air mancur, itu bawa sial.
- Maaf, Pak. - Pergi.
Senyum.
Terima kasih.
- Anda ingin foto, Tuan? - Terima kasih -
Lihat bagaimana saya melangkah, semuanya?
Kalian ikut?
Kami akan ikut yang berikutnya.
Ayolah, masih muat.
Terima kasih.
Kita naik.
Oh, maaf. Kadang suka begini.
Fakta menarik tentang Menara Skyview...
Tingginya 150 meter dan beratnya lebih dari 9.000 ton.
Terbuat dari baja, beton bertulang, dan kaca
Dan yang lebih menakjubkan, seluruh proyek selesai lima bulan lebih awal.
Itu bukan hal bagus.
Bukankah sudah kuceritakan padamu?
- Mewah sekali! - Ya.
Apa yang bisa saya bantu?
Kami sudah pesan meja atas nama Campbell.
Oh, maaf, tetapi kapasitas sudah tidak tersedia
untuk malam pembukaan dan kami tidak dapat menampung kalian.
Silakan minggir.
- Terima kasih banyak. - Tidak masalah, saya sudah bicara dengan Jake.
- Apa dia disini? Bisakah saya... - Kami memecat Jake pagi ini.
Terima kasih banyak.
- Apa yang terjadi? - Tunggu sebentar.
Pak...
anda orang penting di sini dan mungkin anda dapat membantu.
Tolong. / Kamu sungguh mengganggu.
Tapi maaf, saya tak bisa bantu.
Kalau tidak keberatan...
Oh, Tuan Fuller, senang bertemu kamu.
Kami punya meja yang cantik untukmu.
Silakan lewat sini.
Ayo pergi ke bar. / Apa?
Bersikap biasa saja.
Lihatlah pemandangannya!
Apa?
Oh, tidak.
Kamu takut ketinggian.
Oh bukan, hanya saja...
Aku belum pernah setinggi ini sebelumnya.
Aku minta maaf atas segala kekacauan malam ini.
Aku ingin segalanya sempurna.
Ini memang sempurna.
Karena aku bersamamu.
Kamu tidak apa-apa?
Kurasa aku akan baik saja. / Ya?
Hei, lihat, sampanye gratis.
- Minuman kesukaanku. - Aku akan kembali.
- Baiklah. - Aku akan segera kembali.
- Di mana kamar mandi wanita? - Sebelah lantai dansa.
Halo, sayang.
Apa semuanya baik saja?
Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Sudah berapa lama?
Apa?
Oh, tidak.
Aku tidak....
Aku tidak tahu persisnya.
Mungkin satu atau dua bulan.
Ini berita yang sangat bagus.
Bukan?
Aku belum memberi tahu pacarku.
Apa dia mencintaimu?
Ya.
Maka dia tak akan mengecewakanmu.
Terima kasih.
- Sama-sama. - Selamat tinggal.
Oke. Sebentar lagi selesai.
Hei, ada apa? Kamu baik saja?
Ya. Kurasa begitu.
Ayo. kita cari udara segar.
SKYVIEW
- Aku mau... - Aku ingin...
Kamu saja duluan.
Oke
Aku tadinya mau mengatakannya saat makan, tapi...
dengan pemandangan ini...
Hei!
Jangan melempar koin, kamu bisa membunuh seseorang.
Oh, maafkan aku. Tentu saja.
Cerewet.
Dalam dua tahun terakhir ini
karirku begitu gemilang.
Dan itu...
Itu karena kamu.
Iris...
aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Maksudmu...
Bersama "kami"?
Apa?
Aku minta maaf.
Aku...
Aku pria paling beruntung di dunia.
Apa?
- Kamu tidak marah? - Marah? Tidak, ini...
- Ini luar biasa! - Sungguh?
Kita sedang memulai sebuah keluarga.
Jadi...
Maukah kamu menikah denganku?
Ya!
Terlalu sempit?
Ini pas.
Hei...
Ayo masuk dan rayakan.
Pegang tanganku! Bertahanlah!
Bertahanlah!
Lepaskan! Mundur.
Mundur! / Tunggu!
Paul! Raih tanganku.
Tidak!
Semuanya turun!
Minggir, anak-anak dulu.
Astaga!
Ke lift.
Permisi, Pak, aku harus menekan tombol.
Tidak!
Biarkan aku masuk! / Kami tidak punya tempat lagi di sini.
Kubilang minggir.
Biarkan aku masuk!
Tolong aku, plis!
Raih tanganku. Ayo.
Tolong!
Tolong!
Ayo.
Wow!
Memang benar kalau matematika secara umum menakutkan, tetapi tidak semenakutkan itu.
Baiklah, cukup sekian untuk hari ini.
Kita akan mempersiapkan ujian akhir minggu depan.
Nona Reyes.
Kita perlu bicara.
Kita keluarga, bukan?
Jangan melempar koin, kamu bisa membunuh seseorang.
Semuanya turun.
Mimpi ini menghancurkan hidupku.
Hidupku juga.
Setiap malam, Steph!
Aku tidak bisa tidur.
Sial, maafkan aku.
Bisakah aku memberitahumu sesuatu?
Ya, apa?
Jadi, wanita dalam mimpiku bernama Iris.
Oke.
Ini nama nenekku.
- Sepertinya aku memimpikannya. - Apa kamu serius?
Ya, tapi masalahnya, aku tidak pernah bertemu.
Aku bahkan tak tahu apa dia masih hidup.
Oke...
Jadi pulanglah cari tahu tentang nenekmu,
semoga dapat menghentikan mimpi-mimpi ini, atau...
tetaplah di sini dan mati saat tidur.
Serius, karena aku sendiri yang akan membunuhmu.
Aku minta maaf.
Ya, ya. Sayang kamu.
- Sayang kamu juga. - Pulanglah...
tanpa berisik.
Sadarlah.
Baiklah.
- Hei, lihat siapa yang datang! - Hai, Ayah.
Selamat datang di rumah, sayang. Senang sekali kamu datang.
- Aku tahu. - Senang sekali melihatmu.
Terima kasih. / Biar aku bawa itu? Hei, maaf.
Charlie mengambil kamarmu beberapa waktu lalu dan
berkasku ada di kamarnya...
Jadi Ayah telah menyiapkan tempat yang cocok untukmu, tak apa-apa?
Ya, tidak apa-apa.
Hei, apa kita masih menyimpan kardus tua berisi barang-barang Ibu itu?
Yang ada beberapa foto dan buku alamatnya.
- Yang ada tertera nomor teleponnya? - Kenapa kamu mencarinya?
Bukan apa-apa. Kupikir aku melihatnya tergeletak.
Stephanie, ada apa?
Oke, ini kedengarannya sangat sangat aneh, tapi aku harus menemukan ibunya Ibu, Iris.
Oke... Ya, itu aneh.
Dan taukah kamu, Ayah membuang kardus-kardus itu bertahun-tahun lalu,
setelah Ibu pergi.
Oh, hai Charlie.
Hai.
Hmm, hai Steph. Apa kabarmu? Senang melihatmu.
Ya, tentu saja.
Aku mau pergi ke rumah sepupu.
Sekarang? Tapi, kakakmu baru saja pulang.
- Kupikir mungkin... - Sebenarnya aku bisa mengantarmu.
- Aku juga ingin bertemu dia. - Oke.
Hei, kalau kamu mau menemui sepupumu, tolong jangan bicarakan tentang Iris.
Oke, tidak akan.
Baiklah. Dah. Sayang kamu.
Sayang kamu juga.
Charlie?
Charlie?
Bisa kamu copot ini dari telingamu sebentar? Aku berbicara kepadamu.
- Apa masalahmu? - Apa?
Kamu tidak mengatakan apa pun sedari tadi.
Apa?
Steph, kenapa kamu datang?
Maksudku, kamu pulang mau liburan?
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Tetapi kamu harus janji takkan memberi tahu Ayah.
Apa kamu hamil?
Tidak, aku tidak hamil, Charlie.
Ya siapa tau? / Kenapa kamu...?
- Kamu kuliah, kan? - Kamu bisa janji
- takkan memberi tahu Ayah? - Ngapain aku memberi tahu Ayah?
- Ini serius, Charlie. - Oke.
Oke.
Aku mendapat sanksi masa percobaan akademis.
Wow!
Charlie jangan tertawa... jika nilaiku tidak cukup...
Ini momen besar bagiku. Dan ya, itu lucu.
Kamu pintar, ketua kelas.
Jangan tertawa, Charlie! Jika nilaiku tidak bagus, aku akan kehilangan beasiswaku.
Aku minta maaf.
Apa yang terjadi?
Aku tidak bisa tidur.
Setiap kali memejamkan mata, aku terus menerus bermimpi buruk tentang Iris.
Nenek kita.
Kurasa... itu pasti berarti sesuatu.
Dan, aku juga bermimpi aneh.
Aku bermimpi hot dog memakanku semalam.
Seperti, aku dimakan hot dog.
Bisa kamu melakukan sesuatu?
- Tenanglah, nanti juga ketemu. - Biarkan kulihat bawahmu.
Aku tak bisa pause sekarang. / Bisa geser sedikit...
Bisa bantu sedikit?
Enyahlah! / Kamu ingat yang terjadi terkhir kali?
Ada apa?
- Aku tak dapat menemukan Paco. - Lagi?
Siapa Paco?
Halo, sepupu.
Astaga! Aku sedang nyari sesuatu. Hati-hati saat melangkahkan kakimu.
Ya, ya, tentu.
Tapi aku mau bicara dengan ayahmu dulu.
Kamu ngapain di rumah sekarang?
- Dia di DO dari kampus. - Hei, selamat bergabung.
Eric, kamu sudah mencarinya di mana pun?
Paco tidak di atas. Oh, lihat siapa yang datang.
Hai, Julia, sepupuku. / Apa kabar?
Charlie! / Julia.
Ini dia Romeo kecilku.
Jadi apa kabar lamaranmu ke Jenny?
Dia menerima.
- Astaga, oke tunggu... - Siapa Jenny?
Charlie ketemu dia di tim penjaga pantai.
Penjaga pantai? Aku tidak tahu kamu jadi penjaga pantai.
Oke, apa yang mau kamu kenakan?
Aku mau mengenakan yang sederhana saja.
Blus hitam... tapi terlihat pas juga dengan dasi.
Steph! Stephanie!
Astaga!
Hai, sayang / Hai.
Mau berapa lama di sini? / Tidak lama.
Apa Paman Howard ada?
Ya, dia dibelakang. Aku akan panggil dia.
Howard! Stephanie ada di sini, masuklah.
Sungguh?
Kamu tampak lelah. Apa semuanya baik saja?
Stephanie! Lihatlah dirimu!
Kemarilah, kemarilah. Oh sayang.
Senang bertemu denganmu.
Apa kamu lapar? Dia sedang menyiapkan makan siang.
Tidak, aku datang ke sini karena ingin berbicara tentang ibumu.
Iris. Aku tahu kamu tidak suka membicarakannya.
Tak ada yang perlu dikatakan. Hai anak-anak, ayo makan siang!
Hanya saja aku terus-terusan bermimpi buruk tentang dia.
Sayang, mungkin karena stres. Kamu harus minum melatonin.
Oke, tapi anehnya, aku bermimpi tentang tempat nyata dari 50 tahun lalu.
Restoran yang bernama "Sky View".
Kalian tahu tentang itu?
Apa Iris menceritakan itu pada kalian?
Apa yang dia katakan? Apa dia mengatakan sesuatu?
- Mungkin jika aku berbicara dengannya... - Bicara dengan siapa?
Steph bermimpi tentang Nenek Iris.
- Nenek psikotik kita? - Kupikir dia sudah mati.
Dia sudah mati buat kita.
Stephanie, Iris Campbell, adalah seorang wanita yang sangat bermasalah. Itu saja.
Jika aku bisa bicara padanya, mungkin aku bisa menghentikan mimpi ini.
Steph, lupakan saja.
Aku tidak mengerti, apa yang begitu buruk?
Yang pasti, dia penyebab kondisi ibumu saat ini.
Apa?
Aku tidak ingin membicarakan ini lagi, oke?
Paman Howard, tolong, aku hanya ingin tahu.
Dengar, Stephanie,
setelah ayah kami meninggal,
Iris benar-benar berubah.
Dia tidak mengizinkan kami sekolah.
Dia mengunci kami di dalam rumah.
Dia terobsesi akan semua hal mengerikan yang bisa menyebabkan kami mati.
Dan akhirnya menjadi sangat buruk, benar-benar buruk.
Pemerintah datang dan menjauhkan aku dan ibumu darinya,
tapi tidak berakhir di situ. Dia melacak kami semua melalui perawatan asuh.
dan ketika anak-anak lahir...
Dia mulai mengirimi kami serangkaian surat mengerikan...
Yang penuh dengan berita kematian dan foto-foto jenazah yang menyayat hati.
Kami harus pindah agar dia tidak bisa menghubungi kami lagi.
Jadi, apa kamu masih menyimpan surat-surat itu?
Stephanie, dengarkan aku.
Wanita itu orang yang sakit dan berbahaya.
Dan demi kebaikan dan keselamatanmu sendiri, jauhi dia.
Aku menemukan Paco!
Aku yakin dia akan senang berada di ruang tamu sekarang.
- Ayo, kita pergi. - Bagaimana dia bisa ada di sana?
Aku butuh bantuanmu.
Kamu dengar pamanmu. Lupakan saja.
Kamu tidak mengerti.
Seluruh hidupku hancur karena mimpi ini.
Dan bukan hanya itu saja, aku merasa seperti kehilangan akal.
Kumohon, hanya kamulah yang dapat menolongku.
Howard tak akan pernah memaafkanku jika aku mengenalkanmu pada Iris.
Tolong.
Pokoknya, jangan memeriksa laci paling bawah lemari makan.
IRIS CAMPBELL
MENARA SKY VIEW
PROPERTI PRIBADI, DILARANG MASUK TANPA IZIN.
JANGAN MENDEKAT
Hai, saya di sini untuk menemui Iris Campbell.
Apa kamu tidak melihat tandanya?
Ya, aku melihatnya, tapi...
Jadi pergilah dari sini. Aku tidak menemui siapa pun.
Saya cucumu.
Stephanie.
Kosongkan kantongmu.
Telepon, kunci, semuanya.
Aku tidak berbahaya.
Bukan kamu yang aku takutkan.
Masuklah perlahan.
Tutup pintunya. Cepat, cepat, cepat.
Jangan bergerak.
Astaga!
Apa itu benar-benar kamu?
Aku melihat ibumu di dirimu.
Hai, um...
Berhenti, jangan bergerak.
Sampai aku sendiri yang menyuruhmu.
Kamu mencoba membodohiku, ya?
Dikira aku melemahkan penjagaanku?
Aku...
Silakan duduk.
Ayo, duduk.
Oke / Duduklah.
Oke.
Jadi, apa kabar Darlene?
Ibumu? / Oke.
Tidak, aku tidak tahu.
Dia pergi saat usiaku sepuluh tahun. Jadi kami tidak melihatnya lagi.
Tapi kamu melihat surat-suratku, itu sebabnya kamu datang, kan?
Bukan.
Aku datang kesini karena aku terus memimpikan Skyview?
Apa? / Ya.
Aku bermimpi yang sama setiap malam selama dua bulan terakhir.
Dalam mimpiku, kamu sedang berkencan, berdansa, lantai ambrol.
Lalu terjadi ledakan lalu kamu... / Jatuh...
- dan mati? - Ya
Ya, semua orang mati.
Ini bukan hanya mimpi.
Itu firasat batinku.
Bertahun-tahun lalu di Skyview, aku melihat masa depan
dan melihat apa yang akan dilakukan kematian.
Aku ingin mengatakannya saat makan... tetapi dengan pemandangan ini...
Hei, jangan lemparkan koin itu, kamu bisa membunuh seseorang.
Oh, maaf, tentu saja.
2 tahun terakhir ini karirku sungguh gemilang.
Dan itu karena kamu.
Tidak tidak tidak.
Ini tidak benar.
Apa itu berarti kamu menolak?
Semua orang akan mati.
Seluruh bangunan ini akan runtuh.
Apa kamu serius?
Koin.
- Iris? - Berikan itu!
Apa yang kamu lakukan?
Apa yang salah denganmu?
Iris?
Tunggu.
Semuanya pergi dari lantai dansa.
Kacanya akan pecah, kalian semua harus menyingkir.
Tunggu. Tidak. Jauhi lantai dansanya.
Iris! / Kalian harus pergi sekarang juga, pergi!
Aku menyelamatkan banyak nyawa malam itu.
Nyawa yang seharusnya tidak diselamatkan.
Mereka menutup restoran itu setelah kejadian itu.
Dikatakan butuh renovasi lagi.
Namun tidak pernah dibuka kembali dan akhirnya dihancurkan seluruhnya.
Jadi kamu mencegah bencana itu?
Ya!
Namun kematian tidak suka jika kamu mengacaukan rencananya.
Jadi dia kembali setelah bertahun-tahun
dan membunuh semua orang yang ada di sana malam itu.
Termasuk Paul-ku.
Tunggu sebentar, apa kamu bilang kematian kembali?
Dia bajingan tak kenal lelah.
Takkan berhenti sampai menyelesaikan pekerjaannya, tapi
aku belajar bagaimana merasakan kedatangannya.
Untuk mengantisipasi setiap gerakannya.
Aku telah menghentikannya selama bertahun-tahun.
Namun kini dia menggapaiku. Kanker.
Kamu percaya itu?
- Aku turut prihatin. - Aku didiagnosis dua bulan lalu.
Tunggu, itu tepat aku mulai mendapatkan mimpi itu.
Kamu lihat? Itu sebuah tanda.
Tapi kenapa aku memimpikan apa yang kamu lihat?
Mungkin kankerku memberimu firasat ini, kan?
Mungkin itu selera humor gila dari takdir. Siapa yang tahu?
Yang penting adalah ketika alam semesta berbicara, kamu harus memperhatikannya.
Aku melihatmu, bajingan.
Dengan siapa kamu bicara?
Kematian.
Dia pikir perhatianku teralihkan karena kamu di sini.
Aku harus ajari kamu segala yang ada dalam buku ini.
Butuh waktu mempelajari dasar-dasarnya.
- Jadi kamu harus tinggal di sini. - Tinggal di sini?
Dunia luar begitu berbahaya, aku tak pernah keluar selama 20 tahun.
Di sini, kita bisa aman.
Kamu melihatnya?
Ya.
Ini semua penelitianku.
Pekerjaanku selama ini.
Dengar, maafkan aku, aku tak bisa tinggal di sini.
Aku harus kembali ke kampus,
tetapi, aku akan kembali dan mengunjungimu.
Jangan! Aku sakit! Aku tak akan bertahan selama itu.
Kamu tak boleh pergi. Tidakkah kamu melihatnya?
Kematian akan mendatangi keluarga kita.
Kamu tidak percaya padaku?
Tidak, kurasa... Kurasa aku salah.
Kurasa itu mungkin hanya sekedar mimpi.
Tidak, tunggu!
Setidaknya bawalah bukunya. Stephanie!
Stephanie...!
Stephanie, berhenti.
Maaf, aku seharusnya tidak datang ke sini.
Buku ini adalah penyelamatmu.
Ini menunjukkan segala yang kamu butuhkan untuk menjaga keluarga kita tetap aman.
Kamu masih tidak percaya padaku?
Mundur.
Apa? Kenapa?
Kamu harus melihatnya untuk mempercayainya.
Hei Steph...
Wajahnya benar-benar hancur
tepat di depan matamu? / Hentikan!
Jangan ganggu dia.
Maaf, Steph, aku hanya penasaran.
Hei.
Apa kabarmu?
Maaf, paman.
Kamu benar tentang Iris. Aku seharusnya tidak pergi ke sana.
Sayang, tidak perlu meminta maaf.
Aku turut prihatin dengan apa yang kamu alami.
Dia memberitahuku sesuatu sebelum dia meninggal.
Dia bilang, "Kematian akan datang pada keluarga kita." Gila, bukan?
Astaga, aku tak percaya!
Aku mengirim email ke dia, kupikir dia takkan datang.
Ayo.
Apa itu... apa itu ibu?
Ya.
Darlene?
Wow.
Aku mau kembali / Jangan, ayolah.
Ayo, kemarilah.
Apa dia datang mau piknik?
Steph. Hei!
Jika dia pergi ke rumah Paman Howard, maka aku tidak.
Kamu bisa pergi bareng Ayah.
Kamu bahkan tak akan berbicara padanya?
Ayolah.
- Kamu tidak ingat yang dia lakukan? - Beri dia kesempatan.
Kenapa?
Charlie, dia meninggalkan kita, sekarang dia ada di sini?
Setelah bertahun-tahun, kamu ingin berpura-pura tidak terjadi apa-apa?
Karena kamu tidak begitu, kan?
- Tunggu, apa? - Tidak.
Tidak!
Apa maksudmu?
Aku mencoba menghubungimu berkali-kali dan apa hasilnya?
Sama seperti Julia, kalian dulu berteman baik,
- sekarang kalian bahkan tidak saling bicara. - Oke... Maafkan aku.
Aku terganggu oleh mimpi buruk selama beberapa bulan terakhir.
Terus bagaimana sebelum itu? Kamu tetap seperti ini sejak kamu pergi.
Kamu marah pada Ibu, tetapi kamu juga tak ada!
Aku tidak seperti dia. Oke?
Aku tidak gila.
Tidak, kamu benar.
Kamu tidak gila.
Kamu hanya tidak peduli.
KEMATIAN DALAM KELUARGA
Bagus, hati-hati dengan serpihannya.
Hei, dia datang!
Kemarilah.
Aku senang sekali kamu datang.
Aku bertanya-tanya apakah kamu akan datang?
Terima kasih sudah mengundangku.
Ayo, masuklah. Hei, ayo semuanya. Kemarilah.
- Aku membuat kue. - Bagus sekali!
- Bolehkah aku coba? - Ya, tentu saja.
Ini ada selai kacangnya?
Ya.
Apa kamu mau membunuh adikku?
Astaga, Bob alergi.
Ya.
Aku benar-benar lupa, aku minta maaf.
Yang penting kamu ada di sini.
Oke, Bobby, kamu bartendernya, Kasih minum semuanya.
Untuk keluarga.
Kamu tak bisa memilih siapa yang kamu dapatkan.
Kamu hanya harus mencintai siapa yang kamu dapatkan.
Kini, ibu kita tinggal sendiri hingga hari kematiannya.
Dan kematiannya seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua
untuk menikmati hidup.
Dan menghabiskan waktu yang kita miliki bersama,
karena itu tidak akan kembali.
Aku mencintai kalian.
Bersulang.
- Bersulang - Bersulang
Bersulang.
Ini kuat sekali.
Kamu taruh apa ke dalamnya?
Julian?
Kamu baik-baik saja?
Astaga. Ada serangga di dalamnya.
Tidak apa-apa.
Serius?
- Aku bisa. - Kurasa kamu tak bisa.
Aku lagi nyoba pekerjaan baru. / Bagus.
Charlie, kemarilah.
Eric? / Bu, barbekyu sudah siap.
Boleh bergabung?
Duduklah. Santai sejenak.
Ini adalah tempat yang indah.
Aku ingin anak-anakku menjalani masa kecil yang bahagia,
tidak seperti beberapa orang yang kukenal.
Kamu tidak sedang membicarakan kita, bukan? / Oh tidak
Masa kecil kita menyenangkan.
Lihatlah aku, telah menjadi orang yang luar biasa.
Ya.
Howard...
Apa itu?
Ini seperti kunci rumah.
Ayolah, kami punya kamar kosong,
Dan itu lebih baik daripada di mobil van yang diparkir.
Kurasa, itu bukan ide bagus.
Tak ada kata terlambat untuk kesempatan kedua.
Maaf.
Mereka lebih baik tanpaku.
Angkat, angkatlah, ayo.
Kamu yang mental atau aku? / Kamu mentalkan aku.
BAHAYA DI DEPAN
- Hei Ayah, tunjukkan saltomu! - Apa? Tidak.
Ya, ayo, Paman Howard.
Ayo, Howard.
Howard, Howard!
- Semangati dia! - Terima kasih.
Howard!
Ini dia.
Oke, ini dia.
Tunggu, berhenti!
Pengawasan yang bagus, tante.
- Oke - Oke, ini dia!
- Hei, Ayah. - Mari lakukan.
Ayo paman Howard!
- Itu yang kamu mau? - Hati-hati, Howard!
Hati-hati.
Hei, Stephanie! Kamu datang!
Stephanie?
Aku senang kamu memutuskan untuk datang.
Sekarang seluruh keluarga berkumpul!
Aku baik-baik saja.
Syukurlah.
Aku baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Astaga!
Segala sesuatu yang lama sudah berlalu.
Tak akan ada lagi ratapan dan kesakitan, dan
Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka,
dan kematian tidak akan ada lagi.
JB MENCARI KORBAN SELAMAT
SIAPA JB?
Apaan semua ini?
Oke.
Aku menemukan kertas-kertas ini di buku Iris.
Ini adalah berita kematian dan artikel untuk orang-orang yang berada di Skyview.
Pada malam hari Iris mengalami sebuah ramalan.
Masing-masing orang ini meninggal dengan cara yang aneh dan tragis.
Bukan hanya itu, mereka semua mati dalam urutan sama yang telah diprediksi Iris.
Ratusan orang seharusnya kehilangan nyawa malam itu, tetapi Iris
mencegah tragedi ini.
Jadi, kematian mendatangi mereka kembali satu per satu.
Karena besarnya jumlah yang selamat butuh waktu bertahun-tahun
untuk kematian mencapai semuanya.
Namun akhirnya dia mencapai Iris.
Dia adalah orang terakhir yang mati dalam ramalan itu.
Hanya dia dan seorang anak laki-laki kecil.
Tapi dia sudah bersiap.
Dia sendirian menunda kematian selama beberapa dekade.
Stephanie, sayang.
Ayah rasa sekarang bukan saat yang tepat untuk ini.
Tak satu pun ini ada hubungannya dengan kita, kan?
Untuk apa kita di sini?
Tidak, ini ada hubungannya dengan kita.
Karena kematian makan waktu lama mendatangi para penyintas,
orang-orang ini jadi memiliki keluarga.
Keluarga yang seharusnya tidak mereka miliki.
Jadi kematian juga merenggut mereka.
Kalian melihat ini, bukan?
Kematian mendatangi kita, karena kita tidak seharusnya ada.
Jadi, kenapa semua orang di ruangan ini ada dalam daftar kematian?
- Bobby, hentikan! - Itulah yang dia katakan.
Tidak, tidak.
Ayah dan bibi Brenda aman karena mereka bukan dari garis keturunan Iris.
Menurut pola ini, kematian mengikuti jalurnya di setiap cabang berdasarkan usia.
Jadi, karena Paman Howard yang tertua,
maka dimulai dengan keluarganya duluan,
- yang berarti Eric kamu berikutnya. - Persetan denganmu.
Lalu giliran Julia, lalu Bobby.
Lalu giliran kami, dimulai dengan Darlene, lalu aku, lalu Charlie.
Charlie...
kamu percaya?
Aku tak tahu.
Ini sungguh ngawur!
Kamu mengubah kematian ayah kami menjadi semacam teori konspirasi.
- Ada apa denganmu? - Bukan! Ini bukan teori konspirasi.
Steph, cukup! / Kita semua akan mati! / Hentikan!
Aku tak bisa mendengarkan ini barang semenit lagi.
Wanita gila itu sudah cukup menyebabkan
kesakitan dan penderitaan bagi keluarga ini.
Tunggu.
Brenda, kumohon / Jangan ganggu aku
Dalam buku Iris, ada cerita tentang seseorang
- yang mengakali kematian dan selamat. - Stephanie....
Ayo. / Eric, tidak, tunggu, aku khawatir padamu.
Hentikan.
Biar kutangani.
- Ayo, Bobby, kita pergi. - Brenda
- Tidak, kamu tak bisa. - Aku minta maaf.
- Kamu percaya padaku, kan? - Aku minta maaf.
- Julia - Dengar, aku sayang kamu.
Tapi terkadang aku sangat membencimu.
Aku tahu ini semua terdengar meyakinkan, tetapi itu tidak nyata.
Bagaimana kamu bisa mengatakannya?
Aku tahu Iris mengajari kamu semua ini.
Jangan biarkan keyakinan ibuku menghancurkan hidupmu sepertiku.
Terima kasih banyak atas nasihatnya, tapi aku sungguh tidak membutuhkan Ibu lagi.
Oke, buka yang lebar.
Bagus sekali.
Apa kamu siap?
Lima, empat, tiga, dua...
Bagus.
Aku akan pergi ke klub. Jangan lupa mengunci pintunya.
- Dan jangan sentuh minumanku. - Tidak...
- kamu tidak bilang apa-apa soal mengunci. - Ya, ya, ya...
Kamu tidak bilang apa-apa soal tutup.
- Menangislah. - Semoga kamu terbakar di neraka.
Kamu percaya itu? Ayahku baru saja meninggal.
Aku datang membantu bajingan ini dan dia mau mengurungku di sini.
Kamu tau apa itu?
Dia tidak peka.
- Baiklah, sudah selesai. - Terima kasih.
Hei, jangan lupa Like, Subscribe, dan apapun lah itu.
PERINGATAN! MUDAH TERBAKAR
STEPHANIE: KAMU BAIK-BAIK SAJA?
ENYAHLAH, AKU MAU TIDUR
CAMPURAN SEDIH ERIC
โช Tidak, aku tak bisa melupakan malam ini atau wajahmu saat kamu pergi
โช Tapi kurasa begitulah cerita kita
โช Dan sekarang sudah adil bagiku untuk memberitahumu
โช Apa yang harus kamu ketahui
โช Aku tak bisa hidup hidup jika tanpamu
โช Aku tidak tahan โช
โช Aku tak tahan lagi โช
AYAH
Sialan.
Apa-apaan?!
Ayolah.
Oke.
Anjrit!
Anjrit!
DILARANG MASUK. TEGANGAN TINGGI
Charlie, bangun.
Charlie, bangun.
Aku mencoba menelepon Eric semalaman.
Dia tidak menjawab. Aku tak tahu dia dimana, aku khawatir.
Aku yakin dia baik-baik saja.
Apa kamu ada kabar darinya?
Aku pergi. Mau melihat keadaannya.
Kamu ikut juga, Charlie.
Kurasa pesannya masuk ke pesan suara.
Apa itu dia?
Temanku bilang sebuah salon tato terbakar tadi malam.
Apa?
Steph, Steph!
Astaga, apa kamu ingin membunuhku?
Eric?
Ya, tentu saja kamu.
Bro. Kami dengar kebakarannya mengira kamu mati.
Aku baik-baik saja.
Kamu oke? Aku sungguh khawatir padamu.
Ya, petugas damkar bilang aku beruntung mengenakan jaket kulit itu.
Aku hampir terbakar. Itu jaket kesukaanku.
Apa ini?
Oh ya, lihat itu.
Aku punya tato. Keren, kan?
- Kamu menyukainya? - Kamu bilang kamu tidur.
Suara telponmu mengganggu, bagaimana aku bisa tidur?
Aku ndak ngerti, kamu harusnya mati.
Benar, ya, ya.
Atau kamu tahu, mungkin...
Mungkin kematian tidak benar-benar mendatangi keluarga kita.
Karena itu gila!
Astaga!
Anjrit!
Atau mungkin aku abadi.
Eric?
Eric!
- Ya? - Tunggu, berhenti. Tunggu, oke?
Hanya karena kamu tidak mati tadi malam bukan berarti kamu aman.
Hati-hati dengan gergaji di pohon itu.
Dia akan bergerak sendiri, Steph? Mau apa gergaji itu?
Bisa saja jatuh.
Jangan dekat-dekat dengan anak-anak ini.
Kita lihat saja.
Steph, bagaimana anak-anak yang bermain sepak bola bisa membunuhnya?
Yah, entahlah, tapi...
Mungkin gergaji itu jatuh dan mengenai tukang petik daun itu.
Yang menyebabkan sesuatu masuk...
ke mata anak-anak lalu mereka menendang bola ke muka Eric.
Bola mengenai wajahku?
Mungkin itu akan membunuhku.
Aku harus lebih berhati-hati.
Hei
- Apa kabar? - Apa yang terjadi padamu?
Rupanya, aku kembali dari kematian.
Itu bagus.
Oh tunggu, biarkan aku melihatnya.
Eric, menjauhlah dari truk itu.
- Apa? Truk ini? - Berhenti. Plis.
- Kamu ngomongin truk ini? - Ini truk yang cantik!
Berhenti, jangan sentuh itu. Eric, menjauhlah!
Hentikan.
Kamu menyukainya?
Astaga!
Eric menantang kematian lagi! Apa yang akan terjadi?
- Berhenti melakukan itu. - Apa yang akan terjadi?
- Tidak terjadi apa-apa - Plis.
- Bagaimana menurutmu? - Aku hanya mencoba membantumu. Oke.
Cobalah lebih sedikit.
Ya, sejujurnya kami ndak peduli lagi dengan omong kosongmu.
- Bisa kamu... - Untuk yang ke 1.500 kalinya,
tidak ada yang peduli dengan kutukan kematian bodohmu itu, oke?
Jadi camkan, dan jangan ganggu, karena kematian tidak mendatangi keluarga kita.
Julian!
Sial.
Julian!
Julian!
Hentikan truknya!
Hentikan truknya!
Ada orang terjebak di belakang, berhenti!
Tolong!
- Julia? - Steph!
Raih tanganku. Tenang!
Jangan khawatir, ini bukan giliranmu.
Hei, berhenti!
Berhenti!
Adikku ada di belakang truk.
Ayah turut sedih, sayang.
Kami seharusnya percaya padamu, Steph.
Tidak, aku...
Aku mengacaukan urutannya sekarang Julia yang meninggal.
Itu salahku.
Oke, apa yang terjadi sungguh mengejutkan dan mengerikan.
Tapi ini bukan salahnya.
Ini salahku.
Ibu, ini bukan salahmu.
Ini memang salahku.
Stephanie, kamu salah tentang urutannya, karena ada yang tidak kamu ketahui.
Eric bukanlah putra kandung Howard.
Maaf, apa maksudmu?
Stephanie, aku tidak percaya padamu jadi aku tidak
memberitahumu apa pun dan sekarang putrku meninggal.
Apa kamu selingkuh?
Aku dan ayahmu sedang melalui masa sulit.
- Tapi itu bagus karena aku jadi punya kamu. - Siapa ayah kandungku?
Tidak penting, karena Howard sangat mencintaimu.
Siapa?
Siapa ayah kandungku?
Gerard Fenbury.
Gerard Fenbury?
Ya.
Oh, sial.
Gerard Fanbury si bajingan?
Kamu tak tahu apa yang kami lalui.
Jadi itu sebabnya kamu selalu ingin main tangkap bola?!
Astaga.
Oke.
Jadi artinya kalau urutannya benar, maka akulah berikutnya, kan?
Kamu harus membantuku, Steph.
Kurasa, aku tidak bisa.
Kupikir bisa, tapi ternyata tidak.
Tapi, kamu bisa.
Kamu meramalkan dengan tepat apa yang akan terjadi.
Kamu salah urutannya karena kamu tidak mendapatkan semua informasi.
Apa maksudnya meramalkan?
Dia telah melihat segalanya.
Gergaji, peniup daun, bola sepak... itu seperti...
potongan-potongan puzzle, dan dia hanya harus menyatukannya.
- Benarkah itu? - Darlene, tolong jangan bahas hal ini.
Marty...
Sebenarnya semuanya ada di buku Iris...
Itu seperti... itu seperti persamaan matematika.
Stephanie, jika kamu dapat melihat bagaimana semua ini saling berhubungan,
- kita mungkin punya kesempatan. - Hentikan!
Kamu menghancurkan keluarga ini dengan kepergianmu,
tapi kami baik-baik saja tanpamu.
Aku mohon padamu jangan membuat trauma anak-anak lagi.
Kali ini aku sungguh-sungguh.
Aku akan jalan-jalan. Mencari udara segar.
Aku sepenuhnya memahami bahwa keluarga kita
pasti membutuhkan seorang psikiater di masa mendatang, tapi...
Bisakah kita fokus pada kenyataan bahwa kita semua akan mati?
Maksudku...
Steph, bukankah kamu bilang kalau Iris
kenal seseorang yang mengakali kematian atau semacamnya?
Ya.
Ada di sini, dikatakan...
kalau...
disini. "JB menemukan seorang yang selamat"
tapi tak ada keterangan apa pun tentang siapa JB ini...
Tunggu sebentar, aku tahu nama itu.
Nenek dulu menulis surat untukku,
Dan dia kadang bercerita tentang seorang temannya
bernama J.B. yang bekerja di rumah sakit.
Rumah Sakit...
Rumah Sakit River apa gitu...
RS Deep River... Peace River...
- Hope River? - Itu dia.
- Sial, jaraknya hanya sejam dari sini. - Aku pergi.
Aku akan mencarinya sendiri dan berbicara dengannya.
- Aku ikut. - Aku juga.
Ya. Ayo pergi.
- Bobby? - Apa?
Sebaiknya kamu tinggal di sini bersama ibumu, lebih aman.
Persetan! Aku tak akan tinggal di sini sendirian.
Terlalu berbahaya untukmu, kamu tidak boleh ikut.
Tidak, aku membaca buku "Kematian Nenek", kan? Oke?
Ada ribuan kematian terjadi di rumah.
Jatuh dari tangga...
Jatuh di toilet atau apalah, entahlah. Tapi aku takkan...
Tidak, aku tidak mau tinggal di sini.
- Tunggu, tunggu. - Hei, kamu terlalu cepat.
- Oke, kita jalan pelan-pelan. - Aku akan membuka pintu van.
- Charlie, periksa belakang. - Oke.
Hati-hati, tangganya terkadang licin.
Hei!
Apa kalian sudah benar-benar memeriksa?
Apa?
Kamu membuat kue selai kacang beberapa hari lalu.
Jika Bobby menyentuh sedikit saja kacangnya,
tengorokannya akan menutup rapat. Kamu mengerti. Di mana selai kacangnya?
Lemari di atas wastafel.
Terima kasih.
Maafkan aku, Bobby... aku hanya...
Baiklah.
Sudah aman.
Terima kasih.
Kamu kakak yang baik, Eric.
Cek Biji, oke?
Astaga!
- Enak betul, aku mengerti. - Oke, ayo berangkat.
Ini hanya akan makin buruk.
Sialan. Tunggu!
Aku ikut denganmu, bro.
Seseorang harus melindungimu.
Ayah menelepon lagi.
Katakan kita pergi keluar bareng ibu.
Dia tidak mempercayainya.
Setidaknya itu akan memberi kita waktu.
Oke.
Kematian takkan memberi kita surat wasiat.
Aku selalu menaruhnya di tempat yang bisa kulihat.
Kamu bisa mendapatkan yang sungguhan, tetapi tidak semua orang ingin menjadi ibu.
Itukah yang kamu pikirkan?
Kalau aku tidak ingin menjadi seorang ibu?
Dengar, aku dibesarkan oleh seorang wanita yang
mengajariku melihat kematian di mana-mana.
Kupikir aku bisa melupakannya, tapi ketika kamu dan adikmu lahir
yang bisa kulihat hanyalah seratus cara berbeda untukmu dan Charlie mati.
Aku tidak ingin kalian meninggalkan rumah.
Aku ketakutan akan nasib kalian...
tanpa alasan.
Suatu hari, aku menatap wajahmu, dan melihat gadis kecil yang sama ketakutannya
denganku saat tumbuh dewasa,
Dan aku tahu jika aku tetap tinggal, aku akan menghancurkan hidupmu.
Entah apakah aku melakukan hal yang benar.
Namun aku ada di sini untukmu sekarang.
RUMAH SAKIT RIVER HOPE
Jangan khawatir, aku dibelakangmu.
Kamu baik-baik saja, bro?
Meja resepsionis ada di sebelah ini.
OTOPSI SEDANG BERLANGSUNG
Hai, um, kami sedang mencari JB.
Dan siapa kamu?
Resepsionis bilang kami bisa menemukannya di sini. Apa itu kamu?
Itu aku.
William John Bloodworth.
Tapi teman-temanku memanggilku JB.
Aku sudah menunggumu, Stephanie.
Charlie, Darlene.
Tetapi tidak ada Howard maupun Julia.
Jadi, siapa berikutnya?
Aku turut berduka tentang Iris.
Dia seorang wanita yang istimewa.
- Bagaimana kamu mengenalnya? - Dia menyelamatkan nyawaku.
Kapan?
Di Skyview.
Ibu membawaku ke sana malam itu.
JB sayang, sudah kubilang kamu harus tetap di belakang pas ibu manggung.
Aku seharusnya tidak ada di sana.
Kecuali, tentu saja, untuk mati.
Berhenti!
Semua orang tinggalkan lantai dansa.
Kaca di bawah akan pecah, semuanya menyingkirlah!
Iris!
Jadi kamu anak kecil yang selamat itu.
Benar.
Jadi selama ini, dia tidak hanya melindungi keluarga kita sendiri tetapi juga kamu.
Bertahun-tahun kemudian, dia menemukanku.
Itu membantuku melihat kebenaran.
Kami bertukar ide.
Aku membantunya memperkuat pondoknya.
Kami menjadi teman.
Aku bahkan membantunya mendapatkan perawatan medis terbaik yang memungkinkan,
- mengingat kondisinya. - Iris bilang kalau...
kamu menemukan seseorang yang mencegah kematian dan selamat.
Ya.
Lalu, bagaimana kami melakukannya?
Hanya ada dua cara.
Dengan membunuh, atau dengan mati.
Jika kamu membunuh seseorang, kamu mendapatkan sisa waktu mereka.
Apa? Tidak, aku tak akan membunuh siapa pun.
Kita harus biarkan dia selesai bicara.
Lalu untuk benar-benar memutus siklus ini, kamu harus mati.
Apa artinya itu?
Dahulu kala,
seorang wanita muda bernama Kimberly Corman,
mendapati dirinya dalam daftar kematian sama seperti kalian.
Dan ketika gilirannya akhirnya tiba, dia meninggal.
Sekarat.
Tetapi dokter berhasil menghidupkannya kembali dan itu memutuskan rantai ini.
- Oke, kami akan melakukannya. - Apa maksudmu?
Kenapa Iris tidak mencobanya?
Karena berisiko.
Saat kamu bermain-main dengan kematian dan kalah,
segala sesuatunya bisa menjadi sangat kacau.
Sebentar, oke, tunggu.
Pasti ada cara lain.
Tolong, kamu harus membantu kami.
Selama bertahun-tahun orang pada datang padaku untuk meminta nasihat.
Aku lelah sekarang. Aku sudah muak dengan semua itu.
Dan sekarang aku sakit seperti Iris.
Kali ini aku tak mau lari.
Faktanya, kalian semua akan mati.
Dan setelah itu, aku juga.
Sekarang begitu teman lamaku sudah tiada, aku mau pensiun.
Terus? Apa kamu akan meninggalkan kami di sini?
Kami butuh bantuanmu. / Kamu ke mana?
Aku ingin menikmati sisa waktuku.
Dan aku sarankan kalian melakukan hal yang sama.
Hidup ini berharga.
Nikmati setiap detiknya.
Kalian tak pernah tahu kapan.
Semoga beruntung.
Itu luar biasa.
Tidak.
Tidak, itu tidak mungkin...
Pasti ada sesuatu di sini. Pasti masih ada jawaban lain.
Steph!
Steph, dia sudah menjawabnya.
Bobby harus mati.
Eric!
Apa kamu gila? Kita tidak membunuh Bobby.
Apa hanya aku yang mendengarkan orang itu?
Hanya ada satu cara. Kita membunuh Bobby.
Kita menghidupkannya kembali, dan beres. Kalian semua terbebas.
Pasti ada yang lain. Pasti ada solusi lain, benar kan, Steph?
Tidak!
Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Oke, ini sudah berakhir.
Hei, dengarkan aku. Kamu harus percaya padaku, oke?
Dia sudah menyerah, tapi aku tidak.
Tapi Iris menemukan cara untuk menunda kematian selama beberapa dekade.
- Begitu juga kita. - Aku percaya pria itu.
- Kamu percaya pria itu? - Dia meyakinkan.
Dia punya aura dan kamu tau itu.
Eric dan Bobby pergi.
Sial.
Kurasa aku tidak suka ini.
Bro, kita di rumah sakit.
Ada dokter di mana-mana.
Kita membunuhmu, mereka menyelamatkanmu, dan semua orang selamat.
Kita adalah pahlawan.
Tapi itu sungguh berlawanan dengan... / Jadi apa alternatif-mu?
Kamu mau membunuh seseorang dan mengambil sisa waktunya?
Bagaimana? Bagaimana kamu tahu berapa sisa umur seseorang?
- Tidak. - Ya, jelas tidak.
- Tidak, tentu saja tidak. - Kita tidak melakukan itu.
- Tidak. Tak akan. - Jangan sentuh bayi-bayi itu.
Yang jelas, sekarat adalah pilihan terbaik.
Bagaimana?
Oke.
Bagaimana kita melakukannya?
Dengar, aku punya ide.
Tapi itu agak laen.
KACANG ASIN
Alergimu mematikan, bukan?
Ya.
Oke.
Oke, tunggu. Jika aku harus memakannya, jangan dengan sampah asin itu.
Oke?
Kasih aku itu.
SELAI KACANG
Pilihan bagus.
PERINGATAN: JANGAN GOYANGKAN PERANGKAT BISA JATUH DAN MENYEBABKAN CEDERA
Yang benar saja? Ayolah!
Ayolah!
Kamu tau, mungkin ini pertanda agar kita...
Ah!
Hei bro, mungkin kita harus pergi sekarang?
Aku takkan menyerah.
Kamu bisa membantu?
Tidak apa-apa, kami sedang bekerja.
Pemeliharaan. Kenakan lagi headphone-nya.
Bung, itu mau jatuh. Mau jatuh.
Tahan.
Gampang.
Sekarang apa?
Masuk sana.
Apa?
Hei, nih, aku mau ngambil sesuatu.
Jangan bergerak.
Apa maksudmu?
MELUNCURKAN
Oke, jangan bergerak.
Oke, tidak apa-apa.
Tak ada di kamar mandi. Tak ada di lobi?
Tidak.
Jika Eric mau membunuh Bobby, ke mana mereka kira-kira?
Entah, tetapi ada sejuta cara untuk mati di rumah sakit.
Ada yang bisa saya bantu?
Maaf?
Tidak... Saya ingin nemuin nenek saya.
Hari ini indah.
Sisa umur situ banyak?
Aku harap begitu.
Lepaskan semua barang-barang logam Anda...
Karena medan magnet MRI sangat kuat.
Hei, Charlie coba menelponku. / Berikan itu.
- Ayo, duduk. Duduk. - Apa-apaan?
Aku punya ide bagus.
Ruang UGD ada di lantai bawah. Begitu kamu sekarat,
aku akan segera membawamu ke sana
mereka akan menghidupkanmu kembali. Di mana suntikan alergimu?
Berikan padaku.
Kenapa?
- Apa itu? - Berikan itu.
Berikan. Dengar, intinya adalah kamu harus mati.
Ingat, ini membuatmu tetap hidup. Sekarang, duduklah.
Sobat, kita harus cepat. Ayo.
Oke, makanlah.
Bro, rencananya bagus, tapi...
- jika tidak berhasil... - Ini akan berhasil, Bobby.
Ya. Ya, tetapi untuk jaga-jaga, dan jika aku benar-benar mati ...
Kamu mau merawat Paco?
Ya, tentu saja.
Bro, kura-kura itu umurnya sekitar seratus tahun....
- aku mau kamu... - Lihat aku, lihat aku.
Aku tidak akan merawat Paco karena kamu akan baik-baik saja.
Aku dan kamu, akan memperbaiki segalanya untuk semua orang, sekarang.
Lihat aku.
Aku tidak akan membiarkanmu mati.
Walau mustinya aku membiarkanmu mati. / Ini tidak lucu.
Aku bercanda.
Ayo.
Kamu bisa.
Astaga...
Apa?
- Rasanya enak sekali. - Enak? Aku tahu.
Selain rasanya enak, apa yang kamu rasakan?
Tidak ada.
Yang benar saja? Maksudmu kamu sudah tidak alergi lagi?
Entah, bro...
- Aku sudah dewasa. - Sudah dewasa? Sial.
Aku tak punya rencana cadangan, tau.
Hei, bro, kamu berhasil...!
Bobby, kamu berhasil.
Aku bersamamu.
Aku bersamamu.
Hei, aku tak bisa memberikannya padamu.
Bobby, Bobby!
Hei, hei!
Plis!
Bobby, ini bagian dari rencana. Tenanglah.
KONTROL MANUAL DIPERLUKAN
Bobby, naik ke kursi roda.
Telepon lagi.
Hanya ini satu-satunya cara.
MELEPASKAN LEVEL PEMBATASAN ENERGI
PERINGATAN TINGKAT DAYA
Astaga!
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Kenapa Eric mati kalau tidak ada hubungan darah dengan Iris?
Ketika kamu bermain-main dengan kematian, segalanya jadi kacau.
Kita harus pergi dari sini.
Itu tidak aman.
Lalu pergi ke mana?
Tidak ada tempat yang aman.
Kecuali pondok Iris.
Dia bisa bertahan di sana selama bertahun-tahun.
Ya, lalu wajahnya meledak.
Dia meninggal karena dia keluar dari pondoknya.
Di luar memang berbahaya, tetapi di dalam podok adalah tempat yang paling aman.
Itu benar.
Itu satu-satunya tempat di mana kita mendapatkan keuntungan.
Jadi haruskah kita mengurung diri di pondok selamanya?
Bukan kamu.
Tapi aku.
Ibu, kamu tak bisa pergi.
Kami baru saja mendapatkanmu kembali.
Kalau ada yang akan tinggal di pondok itu, itu adalah aku.
Dan selama aku hidup, kematian tidak akan menyentuh kalian.
- Bu! - Biarkan aku melakukannya.
Kamu takkan pernah sampai sana sendirian.
Tapi aku bisa mendeteksi kedatangannya.
Kita harus melakukan ini bersama-sama.
Oke.
Oke.
Ayo pergi.
Oke.
Awas!
Kamu yang harus nyetir.
Ya.
Sial!
Lihat tempat ini.
Mustahil bagi kita untuk melewati gerbang itu.
Kematian tampaknya ingin melakukan sesuatu.
Aku tak tahu apa itu.
Kami harus membawamu masuk sekarang.
Oke.
Tunggu.
Tunggu, apa?
Ayo.
Berhenti!
- Steph! - Sialan!
Baiklah, ayo masuk.
Oke.
Sial.
Apa?
- Biar kubantu. - Tidak, tidak.
Jangan menungguku, masuk saja ke dalam.
- Steph - Jika kamu masuk aku juga aman.
- Pergilah. - Oke, ayo.
Ibu.
Merunduk!
Ibu!
Tidak!
Baiklah.
Bagaimana Ibu?
Jangan khawatirkan ibu. Pergi selamatkan kakakmu.
Selama ibu hidup...
Tidak!
- Kamu baik-baik saja? - Ya.
Bernapaslah.
Bernapas, bernapas.
Charlie, apa yang terjadi?
Kamu baik-baik saja?
Kamu mati, dan aku menyelamatkanmu.
Kamu menyelamatkanku.
Sekarang kita aman.
Ibu?
- Tidak... - Dia menyelamatkan kita.
Ayo pulang.
Oke. Aku sudah siap.
Wah, lihat itu!
Wah, lihat dirimu Charlie!
Baiklah, cobalah berputar.
Kamu sangat tampan.
Karena aku suka berdandan.
Ayo, kita nanti terlambat.
Dimana Jenny?
Kurasa dia masih di dalam, kan?
Biar aku betulkan.
Aku sangat senang bisa hadir di acara ini.
Aku juga.
Ah
Kamu tak apa?
Ya.
Hai. / Halo.
Bisa kasih saya kuenya?
Charlie.
- Kamu terlihat tampan - Terima kasih
Steph, aku ingin mengenalkanmu ayah Jenny, Dr. Reddick.
Hai, senang bertemu Anda.
Saya juga.
Kami sangat menyukai Charlie.
Dan saya tahu dia menyelamatkan nyawa.
Oh ya, Anda sudah mendengarnya.
Ya, dia menghidupkanku kembali dari kematian.
Ya...
- Apa? - Secara teknis, kamu tidak mati.
Apa?
Maksudku, jika kamu tidak sadarkan diri dan Charlie membuatmu bernapas lagi,
maka jantungmu tidaklah berhenti.
Tapi terlepas dari itu, itu bagus sekali, Charlie.
Jadi dia tidak mati?
Benar sekali.
Beruntung dia Charlie ada bersamanya.
Ya, segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.
Jenny!
Jenny!
Sayang, kamu terlihat cantik sekali.
Steph?
Lari!
- Astaga, nyaris saja. - Kamu baik saja?
Ya.
NDASERUAG Banyumas, 20 / 05 / 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.