All language subtitles for Legend of Zang Hai Episode 26 English Sub - KissAsian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Legenda Zang Hai]

[Episode 26]

Zhixing besar di perbatasan sejak kecil.

Teringat dulu,

dia bahkan mengikutiku berpatroli dengan menaiki kuda.

Sayang sekali,

ibunya meninggal muda,

tidak bisa melihat hari ini.

Tuan Bangsawan.

Aku ingin bertanya,

sebenarnya berapa istri yang kau miliki?

Untuk apa kau datang ke sini?

Zhixing menjadi juara dalam ujian kemiliteran.

Aku sebagai Nyonya Rumah Kediaman Bangsawan,

apakah tidak seharusnya datang untuk merayakan?

Akulah ibu sahnya.

Bukan dia.

[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]

Kenapa kau berbuat gila di sini?

Cepat kembali.

[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]

Cepat antar Nyonya kembali.

Minggir!

Aku Jiang Xiang, adalah putri Menteri.

Sementara Shen Wan

hanya berasal dari keluarga perwira tingkat enam,

keluarga mereka miskin.

Atas dasar apa setelah meninggal selama bertahun-tahun,

papan arwahnya masih bisa masuk ke aula leluhur Keluarga Zhuang?

Akulah istri sahmu.

Zhixing adalah anak sah yang merupakan putra pewaris.

Papan arwah ibu kandungnya tentu saja bisa masuk ke aula leluhur.

Siapa yang berani merasa keberatan?

Dia adalah anak sah.

Lalu, Zhifu apa?

Wanita rendahan itu adalah istri,

lalu aku apa?

Meskipun Zhuang Zhixing adalah putra pewaris,

dia juga merupakan putraku, Jiang Xiang.

Aku barulah satu-satunya Nyonya Rumah di Kediaman Bangsawan.

Kau berbuat onar di depan umum, Nyonya Rumah macam apa?

Seret dia kembali!

Nyonya.

Silakan kembali, Nyonya.

Tuan Bangsawan.

Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan.

Kelak Kediaman Bangsawan harus mengandalkannya.

Jadi, dia harus menjadi putra pewaris yang sah.

Namun, Zhifu, putraku, sudah tidak bisa berdiri lagi.

Apakah kau mengira Kediaman Bangsawan masih bisa berdiri lagi?

Sekarang perasaanmu begitu mendalam pada Shen Wan.

Namun, jangan lupa,

bagaimana dia mati waktu itu.

Seret keluar!

Minggir!

Semuanya,

mohon maklumi perkataan istriku.

Aku bersulang segelas dengan kalian.

Mari, kami bersulang dengan Tuan Bangsawan.

- Bersulang dengan Tuan Bangsawan. - Bersulang dengan Tuan Bangsawan.

Tuan Muda Zhixing.

[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]

Mari.

Bersulang segelas dengan Tuan Bangsawan.

Silakan.

Benar.

- Bersulang dengan Tuan Bangsawan. - Bersulang dengan Tuan Bangsawan.

Silakan.

Ayo makan.

Nyonya.

Makan.

Biar aku saja.

Ayo, makan satu lagi.

Ibu,

Anda kenapa?

Manis, tidak?

Buka mulut.

Tidak apa-apa.

Manis, tidak?

- Ayo, makan satu lagi. - Nyonya.

Nyonya,

Tuan Bangsawan berkata,

Tuan Muda Zhifu mengidap penyakit ini, perlu istirahat dengan tenang.

Para bawahan

disuruh untuk mengantar

Tuan Muda Zhifu dan Nyonya Muda ke kediaman leluhur di Yongzhou besok pagi.

Atas dasar apa?

Tuan Bangsawan berkata,

kelak Tuan Muda Zhixing akan bekerja di istana.

Akan ada orang yang datang dan pergi di kediaman ini.

Tampang Tuan Muda Zhifu yang seperti ini

kurang pantas untuk dilihat orang lain.

Ada aku di sini.

Aku ingin lihat siapa yang berani.

Nyonya,

Tuan Bangsawan berkata,

Anda diberi izin khusus untuk pergi bersama

guna mengurus keseharian Tuan Muda Zhifu.

Keluar.

Keluar!

Keluar.

Keluar.

Nyonya,

segera kemas barang.

Besok pagi berangkat.

Ibu,

kenapa bisa seperti ini?

Ibu.

Kau pergi ke kamarku,

bawakan pakaian resmi nyonya pejabat tingkat satu-ku

kemari.

Ibu.

Ambil!

Baik.

Ibu.

Fu,

kali ini ayahmu

benar-benar sudah mencampakkan kita berdua.

Zhuang Luyin.

Aku sudah melayanimu selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, kau bahkan tidak lagi menghargai hubungan suami istri.

Bagus.

Bagus sekali.

Guru.

Hari ini

semua orang melakukan perayaan untukku.

Ini pertama kalinya aku dipuji dan dikagumi

oleh begitu banyak orang selama hidupku.

Apakah inilah rasanya memiliki kekuasaan?

Ada banyak orang yang pengejaran seumur hidupnya

adalah hal ini.

Begitu pernah mencoba rasa seperti ini,

mereka tidak akan rela melepaskannya lagi.

Sesuai dugaan Guru,

malam ini

ayahku memanggilku ke ruang baca

dan memberitahuku tentang semua hal.

Saat menghadapinya,

aku mendadak sadar

bahwa uban di pelipisnya telah bertambah sangat banyak.

Dia sudah lama mengembalikan kekuatan militer,

sekarang juga telah kehilangan posisi pejabat.

Dia sudah bukan lagi

Bangsawan Pingjin yang dulu sangat berwibawa.

Aku bahkan merasa

dia menjadi lebih pendek saat berdiri di depanku.

Zang Hai,

hari itu di lokasi kebakaran,

ayahku menyelamatkanmu keluar.

Sebenarnya aku sangat iri.

Sementara dia sendiri bahkan tidak tahu

bahwa kau adalah orang yang ingin membunuhnya.

Tujuanmu sudah tercapai.

Ayahku sudah kalah.

Seluruh jerih payahnya berakhir sia-sia,

dia sudah menjadi orang tua yang berumur,

apakah kau tidak bisa melepaskannya?

Kau mengasihani ayahmu.

Kau takut dia mati di tangan musuh.

Kalau begitu, seharusnya kau sudah makin memahamiku.

Memang aku yang berpikir terlalu jauh.

Hati Guru sekokoh batu,

tidak akan goyah sedikit pun.

Di antara kita juga pernah ada kesepakatan.

Aku sudah berhasil menanyakan jawaban yang Guru inginkan.

Ayah memberiku ikan perunggu ini

dan kebenaran waktu itu.

Ini barang yang dia temukan di tubuh ayahmu.

Sekarang kukembalikan padamu.

Ini rahasia terdalam yang dikubur oleh ayahku.

Dia telah melalui dua perang besar melawan Dongxia,

pernah melihat langsung kekuatan stempel Gui

yang mengarahkan prajurit bisu yang tidak terkalahkan.

Namun, meskipun telah menaklukkan gerbang Kota Dongxia,

dia juga tidak bisa menemukan stempel Gui.

Di tahun keenam Era Zhenshun,

istana mengutus Kuai Duo untuk memperbaiki Menara Fengshan di Dongxia.

Hal ini berkaitan dengan Dongxia,

jadi, Ayah

menyuruh Chu Huaiming yang pada saat itu

berpihak padanya untuk memperhatikan situasi.

Tiga tahun kemudian,

ayahku menerima perintah untuk mengawal tawanan kembali ke ibu kota.

Saat sudah hampir tiba di ibu kota,

Ayah menerima laporan rahasia dari Chu Huaiming.

Dalam laporan rahasia itu tertulis

bahwa Menara Fengshan runtuh secara tidak wajar.

Menara Fengshan runtuh!

Selamatkan orang! Cepat!

Cepat selamatkan orang!

Sementara Kuai Duo yang seharusnya tertimbun di bawahnya,

membawa sebuah barang misterius

dan bergegas kembali ke barak.

Menara Fengshan runtuh!

Cepat selamatkan orang!

Cepat pergi selamatkan orang!

Cepat selamatkan orang! Cepat!

Cepat!

Cepat!

Di sini.

- Permisi. - Cepat, panggil orang lagi!

Cepat!

Tuan, ada masalah.

Pergi ke sana.

Segera bantu untuk menyelamatkan orang.

Di malam kami kembali ke ibu kota,

yang juga merupakan hari ketika kau menculikku,

ayahku

keluar dan pergi menemui dua orang.

Mereka menduga,

Kuai Duo ingin menguasai sendiri stempel Gui yang dia gali dan temukan.

Setelah itu, mereka juga menyadari dia diam-diam kembali ke ibu kota.

Mereka yakin

dia pasti akan membawa istri dan anaknya meninggalkan ibu kota.

Mereka dan ayahku menunggu di luar Kediaman Kuai.

Akhirnya,

ayahmu datang.

Salah satu di antara mereka sudah kau ketahui,

yaitu Cao Jingxian.

Siapa

seorang lagi?

Dongxia kehilangan harta pusaka,

diambil oleh orang luar.

Mereka pasti akan memikirkan segala cara untuk mencarinya kembali.

Maksudmu,

seorang lagi adalah orang Istana Kerajaan Dongxia?

Dia bukan sekadar orang Istana Kerajaan Dongxia.

Pada dasarnya, dia mewakili Istana Kerajaan Dongxia.

Ratu Dongxia?

Guru memang luar biasa pintar.

Segala kemungkinan sudah terpikir olehmu.

Kurasa,

mereka pasti saling memanfaatkan dengan Ratu Dongxia.

Demi mengambil stempel Gui dari tangan ayahmu,

mereka bersekongkol untuk membantai Keluarga Kuai.

Meskipun dia adalah Ratu Dongxia,

aku juga tidak akan pernah melepaskannya.

Zhixing bisa menjadi seperti hari ini,

semuanya berkat Guru.

Tidak peduli apa pun yang ingin kau lakukan pada Ratu,

aku bisa membantumu.

Namun, ada satu hal

yang perlu kujelaskan pada Guru.

Aku sudah menepati kesepakatan

dan memberitahumu semuanya.

Kau boleh membalas dendam pada dua musuh lain,

tetapi kau tidak boleh membunuh ayahku.

Tuan Muda Zhixing.

Terima kasih.

Hari ini

Zhuang Zhixing resmi menjadi putra pewaris.

Bangsawan Pingjin sudah memberitahunya semua rahasia.

Jadi, siapa musuh ketiga yang membantai

seluruh keluargamu?

Ibumu.

Tidak mungkin.

Tidak mungkin ibuku.

Pasti Bangsawan Pingjin sedang memfitnah.

Selama sepuluh tahun kau datang ke ibu kota,

apakah ibumu selalu menyuruhmu mencari stempel Gui?

Sebelum jamuan malam di Kediaman Bangsawan,

kau dan Cao Jingxian melakukan pertemuan rahasia.

Itu atas perintah ibumu, 'kan?

Ibuku pernah memberitahuku,

Cao Jingxian licik dan berbahaya.

Kami hanya berpura-pura bersekongkol dengannya.

Begitu menemukan stempel Gui,

aku akan memikirkan segala cara untuk mengirimnya kembali ke Dongxia.

Aku tidak akan mungkin berbagi dengannya.

Dia tentu tidak akan berbagi dengannya.

Bangsawan Pingjin,

Cao Jingxian,

Ratu Dongxia,

semuanya hanya bersekutu untuk sementara demi stempel Gui.

Nyatanya, setiap dari mereka memiliki rencana masing-masing.

Bukan seperti itu.

Stempel Gui adalah harta pusaka Dongxia.

Ratu Dongxia pasti tidak akan ragu mengorbankan segalanya

demi menemukannya.

Karena begitu,

nyawa puluhan Keluarga Kuai di matanya

bukanlah apa-apa.

Kau omong kosong.

Saat seluruh keluargamu dibunuh,

aku baru saja dibawa ke sini.

Ibuku ada di Dongxia,

sama sekali tidak datang ke Dayong.

Bagaimana pula bisa muncul di rumahmu?

Bagaimana kau tahu dia tidak mengikuti secara diam-diam?

Ibuku adalah Ratu Dongxia yang terhormat.

Apakah kau kira datang ke ibu kota Dayong

adalah hal yang mudah?

Zang Hai,

kau tidak bisa hanya mendengarkan pernyataan sepihak.

♪ Lampu memenuhi gedung, kabut menghilang ♪

♪ Pernah mencium embun beku dan memeluk dingin ♪

Sekarang apa pun yang kukatakan

sudah tidak mau kau dengar lagi.

Sekarang hatimu membenciku,

benar, 'kan?

♪ Meskipun perahu ringan belum melewati gunung berat ♪

♪ Hari sudah gelap, sebaiknya beristirahat dulu untuk semalam ♪

♪ Aku ingin bergegas melewati perjalanan panjang ♪

♪ Untuk membawa kembali cahaya bulan yang hanya bertahan sesaat ♪

♪ Setiap langkah kemarin yang tegas dan nyaring ♪

♪ Menumbuhkan begitu banyak mimpi di hatiku ♪

♪ Hingga langit menjadi terang ♪

Umumkan Zhuang Zhixing untuk masuk ke aula.

Aku Zhuang Zhixing, hormat pada Kaisar.

Zhuang Zhixing, peraih peringkat pertama kelas satu ujian kemiliteran

diberi gelar sebagai juara ujian kemiliteran tahun ini,

dianugerahkan gelar kelulusan sebagai Sarjana Militer,

dan diangkat sebagai Letnan Jenderal Pengawal Zhennan

di Kantor Gubernur Militer Pusat.

Aku berterima kasih atas kebaikan Kaisar.

Gendang pengaduan?

Siapa yang sedang menabuh gendang pengaduan?

Lapor, Kaisar.

Nyonya Jiang Xiang, nyonya pejabat tingkat satu,

menabuh gendang pengaduan di luar gerbang istana, memohon menghadap Kaisar.

Lapor, Kaisar.

Istriku sedang sakit, dia telah mengganggu Kaisar.

Mohon Kaisar mengizinkanku pulang untuk menangani masalah keluarga.

Karena gendang pengaduan telah berbunyi,

artinya bukan lagi masalah keluargamu,

melainkan masalah negaraku.

Aku ingin melihat.

Di hari yang baik ini,

keluhan apa yang dia miliki

dan ketidakadilan apa yang ingin dia nyatakan.

Umumkan, Nyonya Jiang Xiang menghadap.

Kenapa kau datang ke sini?

Cepat kembali.

Aku, Jiang Xiang, bersujud di hadapan Kaisar.

Nyonya Jiang Xiang,

tahukah kau apa itu gendang pengaduan?

Aku tahu.

Hari ini adalah hari bahagia putra pewaris Keluarga Zhuang

yang lulus ujian kenegaraan.

Aku sengaja mengenakan pakaian resmi

nyonya pejabat tingkat satu yang dianugerahkan

dan memukul gendang pengaduan ini

karena ada satu hal

yang ingin aku sampaikan langsung kepada Kaisar.

Katakan padaku.

Aku ingin bertanya kepada Kaisar,

apakah juara ujian kemiliteran Dayong

harus berlaku adil dan memiliki moral bela diri

yang lengkap?

Tentu saja.

Namun, bagaimana jika kemenangan

dalam juara ujian kemiliteran ini

adanya ketidak adilan dan kedudukannya tidak sah

serta bahkan melibatkan skandal jual beli jabatan,

apa yang harus dilakukan?

Aku datang ke sini hari ini

untuk menuntut satu orang.

Orang ini melakukan kecurangan

dan menipu Kaisar.

Dia adalah

ayah dari juara ujian kemiliteran Zhuang Zhixing,

Bangsawan Pingjin, Zhuang Luyin.

Zhuang Luyin,

untuk memastikan putranya Zhuang Zhixing

menjadi juara ujian kemiliteran,

dia menyuap semua penguji.

Kaisar yang bijaksana.

Sama sekali tidak ada hal seperti itu.

Hanya saja belakangan ini

putra sulungku tiba-tiba menderita penyakit parah,

dan tidak bisa diobati.

Istriku terlalu cemas, menderita histeria,

sehingga mengucapkan omong kosong seperti itu.

Aku

akan membawanya kembali sekarang.

Ayo.

Biarkan dia selesai bicara.

Nyonya Jiang Xiang.

Tahukah kau betapa beratnya dosa

memfitnah Jenderal Utama negara

yang telah menorehkan jasa besar bagi Dayong

di aula istana

di hadapan para pejabat sipil dan militer?

Karena aku berani

memukul gendang pengaduan hari ini

dan berani menuduh suamiku

di hadapan Kaisar,

tentu saja aku tidak bicara tanpa bukti.

Aku memegang bukti kejahatan Zhuang Luyin.

Kaisar,

silakan lihat.

Wakil Menteri Militer, Feng Zhang, penguji utama ujian kemiliteran,

dan

pejabat luar Kementerian Militer, Wang Renliang,

serta Kepala Urusan Yuan Cong.

Ketiga orang ini semuanya disuap oleh Zhuang Luyin.

Buku besar ini adalah bukti kejahatan penyuapannya.

Demi membantu

Zhuang Zhixing meraih kejuaraan,

Zhuang Luyin tidak segan menghabiskan banyak uang

untuk menyuap penguji.

Uang ini

pasti masih ada di kediaman mereka dan belum sempat dihabiskan.

Mohon Kaisar memeriksa dengan cermat.

Kalian bertiga

dengar?

Feng Zhang,

aku bertanya padamu,

apakah ada hal seperti itu?

Aku tidak akan pernah berani melakukan hal seperti itu.

Bagaimana dengan kalian berdua?

Katakan yang sebenarnya,

aku akan membebaskan kalian dari hukuman mati.

Aku memang diperintahkan oleh Zhuang Luyin.

Aku bingung sesaat

sehingga melakukan kecurangan dalam ujian kemiliteran.

Mohon Kaisar mengampuniku.

Zhuang Luyin.

Apakah ada yang ingin kau katakan?

Kaisar yang bijaksana.

Aku sama sekali tidak tahu

apa yang mereka katakan.

Aku juga tidak sudi melakukan hal-hal seperti memanipulasi ujian kenegaraan.

Aku mengabdi pada negara,

menjaga perbatasan Dayong,

dan juga menyerang Dongxia untuk Kaisar.

Kesetiaanku kepada Kaisar sangat besar,

dapat disaksikan oleh Langit.

Yang kutanyakan adalah

apa yang kau lakukan sekarang,

bukan apa yang kau lakukan di masa lalu.

Aku, Wakil Menteri Ritus He Ziqing,

ingin menyampaikan sesuatu.

Katakan.

Kaisar.

Zhuang Luyin dengan berbekal jabatannya sebagai pejabat tingkat satu,

melindungi putra sulungnya, Zhuang Zhifu, yang mencuri uang negara.

Selama bertahun-tahun, dia telah menggelapkan uang istana

dalam jumlah tidak terhingga.

Benarkah demikian?

Kejahatan Zhuang Luyin tidak berhenti di situ.

Di makam kekaisaran,

dia membiarkan bawahannya memaksa tukang untuk dimakamkan hidup-hidup.

Semua pejabat dan rakyat hanya berani marah, tetapi tidak berani berbicara.

Aku memohon Kaisar untuk menyelidiki secara teliti

dan menegakkan keadilan bagi semua orang.

Zhuang Luyin,

apakah kau mengakui

semua ini atau tidak?

Kaisar.

Aku tidak membunuh orang yang tidak bersalah.

Tindakanku ini adalah

untuk melayani Kaisar dan negara.

Di mana Tiga Divisi Hukum?

- Kami di sini. - Kami di sini.

Aku memerintahkan kalian bertiga untuk menyelidiki kasus ini sampai tuntas.

- Kami mematuhi perintah. - Kami mematuhi perintah.

Mulai hari ini,

Zhuang Luyin akan dipenjara di penjara kekaisaran.

Hukuman akan diputuskan setelah persidangan

oleh Tiga Divisi Hukum.

Seluruh anggota Keluarga Zhuang akan ditahan.

Baik.

[Penjara Kekaisaran]

Tuan Bangsawan.

Penjara ini lembap dan dingin.

Minumlah arak ini untuk menghangatkan badan.

Hanya diberi 15 menit saja,

setelah itu cepat pergi.

Bagaimana situasinya sekarang?

Tiga Divisi Hukum telah memastikan

bahwa Tuan Bangsawan melakukan kecurangan ujian kenegaraan

dan menempatkan orang kepercayaan di militer

untuk mengendalikan perbatasan.

Bagaimana sikap Kaisar?

Hati Kaisar tidak ada yang bisa menebaknya.

Namun,

tidak ada satu pun menteri di istana yang memohon belas kasihan untuk Anda.

Cao Jingxian bahkan berulang kali mendesak Kaisar

untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Tuan Bangsawan.

Kasim hina itu ingin membunuhku.

Jangan harap!

Kaisar kali ini

mungkin tidak akan dengan mudah mengampuni Tuan Bangsawan.

Bagi orang lain, ini adalah hukuman mati.

Bagiku, ini bukan apa-apa.

Keluarga Zhuang secara turun-temurun memimpin pasukan perang,

menjaga negara Dayong selama lebih dari seratus tahun.

Kaisar

tidak akan benar-benar berbuat apa-apa padaku.

Mengenai kasim hina itu...

Zang Hai,

temui

Xie Houguang dari Kementerian Militer

dan Huang Shen dari Kementerian Ritus.

Mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Aku ingin lihat

siapa yang akan tertawa hingga terakhir.

Kenapa masih tidakpergi?

Tuan Bangsawan.

Apakah sampai sekarang Anda masih berpikir

bisa keluar hidup-hidup?

Kau telah memihak Cao Jingxian?

Tuan Bangsawan, pernahkah kau berpikir

bahwa di dunia ini bukan hanya Cao Jingxian seorang

yang ingin kau mati?

Apa yang ingin kau katakan?

Sepuluh tahun yang lalu,

kau membantai Ketua Biro Pengamat Langit,

Kuai Duo dan keluarganya,

lalu membakar kediaman mereka

untuk menyamarkannya sebagai perampokan dan pembunuhan,

sehingga lolos dari penyelidikan istana.

Kau mengira melakukannya dengan sangat teliti,

tetapi

sayangnya putra mereka selamat.

Putranya Kuai Duo?

Kuai Duo?

Kau adalah putranya Kuai Duo?

Aku telah membunuh

terlalu banyak orang hina dalam hidupku.

Ayahmu

hanyalah salah satu dari ribuan.

Kau punya banyak cara

untuk mendapatkan stempel Gui,

kenapa harus memusnahkan seluruh keluargaku?

Kenapa begitu banyak orang tidak berdosa

harus mati sia-sia karenamu?

Manusia pasti akan mati.

Pentingkah kapan, di mana,

dan di tangan siapa orang itu mati?

Aku sudah mengerti.

Di dunia ini memang ada tipe orang sepertimu,

yang menganggap nyawa manusia seperti rumput

demi keinginan pribadi.

Namun, jangan lupa,

hukum langit itu adil.

Baik dan buruk akan ada balasannya.

Konyol.

Aku telah bertempur di medan perang bertahun-tahun,

berapa banyak darah yang menempel di pedangku.

Aku tidak pernah percaya pada hukum karma.

Kau pura-pura memihak

dan bersembunyi di sisiku,

membasmi pengikutku,

bahkan merencanakan untuk menyakiti Zhifu.

Kau memang sangat cerdas,

tetapi Zang Hai,

kau masih terlalu muda,

terlalu tidak sabar.

Kau pikir kau sudah menang?

Apakah kau berpikir aku akan mati di sini?

Aku pasti

akan melewati rintangan ini.

Siapa pun yang mati,

aku tidak akan mati.

Saat itu tiba,

kau yang pertama kubunuh.

Tuan Bangsawan.

Kau bisa membayangkannya.

Kau keras kepala.

Meskipun sudah lama tidak memegang pasukan,

orang kepercayaanmu masih menguasai Batalion Muji.

Kaisar sudah lama mencurigaimu.

Dia tidak akan membunuh sendiri

seorang jenderal militer yang memiliki banyak bawahan di seluruh Dayong.

Namun, jika pada saat ini ada tangan

yang membunuhmu untuknya,

meskipun saat itu situasi politik bergejolak dan semangat militer tidak stabil,

dia hanya perlu memotong tangan itu

untuk memberikan penjelasan kepada semua orang.

Menurutmu,

apa yang akan dilakukan Kaisar?

Ternyata semua kesalahpahaman antara aku dan Cao Jingxian

disebabkan olehmu.

Lalu, kau seharusnya tahu

kalau dia juga musuhmu, 'kan?

Selama aku mengatakan identitas aslimu

kepada Cao Jingxian,

dia pasti akan membunuhmu.

Jika kau benar-benar bisa melewati rintangan ini,

apakah aku akan mengungkapkan identitasku kepadamu sekarang?

Setelah pertempuran sengit di Kediaman Bangsawan,

kau dan Cao Jingxian

sudah benar-benar bermusuhan karena stempel Gui.

Kau hidup adalah duri dalam daging baginya.

Orang yang paling ingin dia bunuh sekarang adalah

kau.

Lalu, siapa aku?

Dia hanya akan tahu ketika mencapai nasib yang sama denganmu.

Jelas-jelas tahu segalanya, tetapi tidak berdaya.

Zhuang Luyin,

bagaimana rasanya

perasaan putus asa ini?

Jika kau punya kemampuan, bertarunglah denganku secara adil dan jujur.

Bersembunyi di belakang dan menjebak hati orang,

kau ini apa?

Aku sudah lama bukan manusia.

Aku hidup di neraka

sejak aku selamat sepuluh tahun lalu.

Bagiku,

proses dan metode tidak penting,

aku hanya melihat hasilnya.

Apalagi sekarang

aku sudah tahu siapa ketiga orang yang memusnahkan seluruh keluargaku.

Hidupku hanya tersisa jalan ini.

Lalu, kau

hanya tersisa jalan menuju alam baka.

Kau sudah tahu semua?

Kau pikir

kenapa aku dengan sepenuh hati membantu Zhuang Zhixing naik posisi?

Kau pikir aku benar-benar ingin membantu Keluarga Zhuang memuliakan leluhur?

Kau pikir

kau bisa terus menyembunyikan

alasan kematian ibunya?

Putra sulung sudah lumpuh,

putra bungsumu sekarang patuh padaku.

Semua jalan keluarmu sudah kupotong.

Zhuang Luyin.

Cao Jingxian.

Ratu Dongxia.

Selanjutnya,

aku akan menghabisi kalian satu per satu.

Putraku yang baik.

Zhuang Zhixing.

Kau memang putraku yang baik.

Kuai Duo, oh Kuai Duo.

Kalau kau melihat putramu sekarang,

haruskah kau tertawa atau menangis?

♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪

♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪

♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪

♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪

♪ Dalamnya intrik ♪

♪ Tidak sedalam ♪

♪ Tatapanku ♪

♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪

♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪

♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪

♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪

♪ Malam tidak gelap ♪

♪ Hanya karena ♪

♪ Hatiku membara ♪

♪ Aku adalah penggulung awan ♪

♪ Aku adalah pembalik hujan ♪

♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪

♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪

♪ Aku adalah hidup dan mati ♪

♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪

♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪

♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪

♪ Aku adalah musim tanam ♪

♪ Aku adalah musim panen ♪

♪ Aku adalah dunia ♪

♪ Aku adalah umat manusia ♪

♪ Kau juga adalah aku ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.