Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 26]
Zhixing besar di perbatasan sejak kecil.
Teringat dulu,
dia bahkan mengikutiku berpatroli dengan menaiki kuda.
Sayang sekali,
ibunya meninggal muda,
tidak bisa melihat hari ini.
Tuan Bangsawan.
Aku ingin bertanya,
sebenarnya berapa istri yang kau miliki?
Untuk apa kau datang ke sini?
Zhixing menjadi juara dalam ujian kemiliteran.
Aku sebagai Nyonya Rumah Kediaman Bangsawan,
apakah tidak seharusnya datang untuk merayakan?
Akulah ibu sahnya.
Bukan dia.
[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]
Kenapa kau berbuat gila di sini?
Cepat kembali.
[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]
Cepat antar Nyonya kembali.
Minggir!
Aku Jiang Xiang, adalah putri Menteri.
Sementara Shen Wan
hanya berasal dari keluarga perwira tingkat enam,
keluarga mereka miskin.
Atas dasar apa setelah meninggal selama bertahun-tahun,
papan arwahnya masih bisa masuk ke aula leluhur Keluarga Zhuang?
Akulah istri sahmu.
Zhixing adalah anak sah yang merupakan putra pewaris.
Papan arwah ibu kandungnya tentu saja bisa masuk ke aula leluhur.
Siapa yang berani merasa keberatan?
Dia adalah anak sah.
Lalu, Zhifu apa?
Wanita rendahan itu adalah istri,
lalu aku apa?
Meskipun Zhuang Zhixing adalah putra pewaris,
dia juga merupakan putraku, Jiang Xiang.
Aku barulah satu-satunya Nyonya Rumah di Kediaman Bangsawan.
Kau berbuat onar di depan umum, Nyonya Rumah macam apa?
Seret dia kembali!
Nyonya.
Silakan kembali, Nyonya.
Tuan Bangsawan.
Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan.
Kelak Kediaman Bangsawan harus mengandalkannya.
Jadi, dia harus menjadi putra pewaris yang sah.
Namun, Zhifu, putraku, sudah tidak bisa berdiri lagi.
Apakah kau mengira Kediaman Bangsawan masih bisa berdiri lagi?
Sekarang perasaanmu begitu mendalam pada Shen Wan.
Namun, jangan lupa,
bagaimana dia mati waktu itu.
Seret keluar!
Minggir!
Semuanya,
mohon maklumi perkataan istriku.
Aku bersulang segelas dengan kalian.
Mari, kami bersulang dengan Tuan Bangsawan.
- Bersulang dengan Tuan Bangsawan. - Bersulang dengan Tuan Bangsawan.
Tuan Muda Zhixing.
[Papan Arwah Mendiang Istri, Nyonya Shen Wan, Istri yang Berbudi]
Mari.
Bersulang segelas dengan Tuan Bangsawan.
Silakan.
Benar.
- Bersulang dengan Tuan Bangsawan. - Bersulang dengan Tuan Bangsawan.
Silakan.
Ayo makan.
Nyonya.
Makan.
Biar aku saja.
Ayo, makan satu lagi.
Ibu,
Anda kenapa?
Manis, tidak?
Buka mulut.
Tidak apa-apa.
Manis, tidak?
- Ayo, makan satu lagi. - Nyonya.
Nyonya,
Tuan Bangsawan berkata,
Tuan Muda Zhifu mengidap penyakit ini, perlu istirahat dengan tenang.
Para bawahan
disuruh untuk mengantar
Tuan Muda Zhifu dan Nyonya Muda ke kediaman leluhur di Yongzhou besok pagi.
Atas dasar apa?
Tuan Bangsawan berkata,
kelak Tuan Muda Zhixing akan bekerja di istana.
Akan ada orang yang datang dan pergi di kediaman ini.
Tampang Tuan Muda Zhifu yang seperti ini
kurang pantas untuk dilihat orang lain.
Ada aku di sini.
Aku ingin lihat siapa yang berani.
Nyonya,
Tuan Bangsawan berkata,
Anda diberi izin khusus untuk pergi bersama
guna mengurus keseharian Tuan Muda Zhifu.
Keluar.
Keluar!
Keluar.
Keluar.
Nyonya,
segera kemas barang.
Besok pagi berangkat.
Ibu,
kenapa bisa seperti ini?
Ibu.
Kau pergi ke kamarku,
bawakan pakaian resmi nyonya pejabat tingkat satu-ku
kemari.
Ibu.
Ambil!
Baik.
Ibu.
Fu,
kali ini ayahmu
benar-benar sudah mencampakkan kita berdua.
Zhuang Luyin.
Aku sudah melayanimu selama bertahun-tahun.
Pada akhirnya, kau bahkan tidak lagi menghargai hubungan suami istri.
Bagus.
Bagus sekali.
Guru.
Hari ini
semua orang melakukan perayaan untukku.
Ini pertama kalinya aku dipuji dan dikagumi
oleh begitu banyak orang selama hidupku.
Apakah inilah rasanya memiliki kekuasaan?
Ada banyak orang yang pengejaran seumur hidupnya
adalah hal ini.
Begitu pernah mencoba rasa seperti ini,
mereka tidak akan rela melepaskannya lagi.
Sesuai dugaan Guru,
malam ini
ayahku memanggilku ke ruang baca
dan memberitahuku tentang semua hal.
Saat menghadapinya,
aku mendadak sadar
bahwa uban di pelipisnya telah bertambah sangat banyak.
Dia sudah lama mengembalikan kekuatan militer,
sekarang juga telah kehilangan posisi pejabat.
Dia sudah bukan lagi
Bangsawan Pingjin yang dulu sangat berwibawa.
Aku bahkan merasa
dia menjadi lebih pendek saat berdiri di depanku.
Zang Hai,
hari itu di lokasi kebakaran,
ayahku menyelamatkanmu keluar.
Sebenarnya aku sangat iri.
Sementara dia sendiri bahkan tidak tahu
bahwa kau adalah orang yang ingin membunuhnya.
Tujuanmu sudah tercapai.
Ayahku sudah kalah.
Seluruh jerih payahnya berakhir sia-sia,
dia sudah menjadi orang tua yang berumur,
apakah kau tidak bisa melepaskannya?
Kau mengasihani ayahmu.
Kau takut dia mati di tangan musuh.
Kalau begitu, seharusnya kau sudah makin memahamiku.
Memang aku yang berpikir terlalu jauh.
Hati Guru sekokoh batu,
tidak akan goyah sedikit pun.
Di antara kita juga pernah ada kesepakatan.
Aku sudah berhasil menanyakan jawaban yang Guru inginkan.
Ayah memberiku ikan perunggu ini
dan kebenaran waktu itu.
Ini barang yang dia temukan di tubuh ayahmu.
Sekarang kukembalikan padamu.
Ini rahasia terdalam yang dikubur oleh ayahku.
Dia telah melalui dua perang besar melawan Dongxia,
pernah melihat langsung kekuatan stempel Gui
yang mengarahkan prajurit bisu yang tidak terkalahkan.
Namun, meskipun telah menaklukkan gerbang Kota Dongxia,
dia juga tidak bisa menemukan stempel Gui.
Di tahun keenam Era Zhenshun,
istana mengutus Kuai Duo untuk memperbaiki Menara Fengshan di Dongxia.
Hal ini berkaitan dengan Dongxia,
jadi, Ayah
menyuruh Chu Huaiming yang pada saat itu
berpihak padanya untuk memperhatikan situasi.
Tiga tahun kemudian,
ayahku menerima perintah untuk mengawal tawanan kembali ke ibu kota.
Saat sudah hampir tiba di ibu kota,
Ayah menerima laporan rahasia dari Chu Huaiming.
Dalam laporan rahasia itu tertulis
bahwa Menara Fengshan runtuh secara tidak wajar.
Menara Fengshan runtuh!
Selamatkan orang! Cepat!
Cepat selamatkan orang!
Sementara Kuai Duo yang seharusnya tertimbun di bawahnya,
membawa sebuah barang misterius
dan bergegas kembali ke barak.
Menara Fengshan runtuh!
Cepat selamatkan orang!
Cepat pergi selamatkan orang!
Cepat selamatkan orang! Cepat!
Cepat!
Cepat!
Di sini.
- Permisi. - Cepat, panggil orang lagi!
Cepat!
Tuan, ada masalah.
Pergi ke sana.
Segera bantu untuk menyelamatkan orang.
Di malam kami kembali ke ibu kota,
yang juga merupakan hari ketika kau menculikku,
ayahku
keluar dan pergi menemui dua orang.
Mereka menduga,
Kuai Duo ingin menguasai sendiri stempel Gui yang dia gali dan temukan.
Setelah itu, mereka juga menyadari dia diam-diam kembali ke ibu kota.
Mereka yakin
dia pasti akan membawa istri dan anaknya meninggalkan ibu kota.
Mereka dan ayahku menunggu di luar Kediaman Kuai.
Akhirnya,
ayahmu datang.
Salah satu di antara mereka sudah kau ketahui,
yaitu Cao Jingxian.
Siapa
seorang lagi?
Dongxia kehilangan harta pusaka,
diambil oleh orang luar.
Mereka pasti akan memikirkan segala cara untuk mencarinya kembali.
Maksudmu,
seorang lagi adalah orang Istana Kerajaan Dongxia?
Dia bukan sekadar orang Istana Kerajaan Dongxia.
Pada dasarnya, dia mewakili Istana Kerajaan Dongxia.
Ratu Dongxia?
Guru memang luar biasa pintar.
Segala kemungkinan sudah terpikir olehmu.
Kurasa,
mereka pasti saling memanfaatkan dengan Ratu Dongxia.
Demi mengambil stempel Gui dari tangan ayahmu,
mereka bersekongkol untuk membantai Keluarga Kuai.
Meskipun dia adalah Ratu Dongxia,
aku juga tidak akan pernah melepaskannya.
Zhixing bisa menjadi seperti hari ini,
semuanya berkat Guru.
Tidak peduli apa pun yang ingin kau lakukan pada Ratu,
aku bisa membantumu.
Namun, ada satu hal
yang perlu kujelaskan pada Guru.
Aku sudah menepati kesepakatan
dan memberitahumu semuanya.
Kau boleh membalas dendam pada dua musuh lain,
tetapi kau tidak boleh membunuh ayahku.
Tuan Muda Zhixing.
Terima kasih.
Hari ini
Zhuang Zhixing resmi menjadi putra pewaris.
Bangsawan Pingjin sudah memberitahunya semua rahasia.
Jadi, siapa musuh ketiga yang membantai
seluruh keluargamu?
Ibumu.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin ibuku.
Pasti Bangsawan Pingjin sedang memfitnah.
Selama sepuluh tahun kau datang ke ibu kota,
apakah ibumu selalu menyuruhmu mencari stempel Gui?
Sebelum jamuan malam di Kediaman Bangsawan,
kau dan Cao Jingxian melakukan pertemuan rahasia.
Itu atas perintah ibumu, 'kan?
Ibuku pernah memberitahuku,
Cao Jingxian licik dan berbahaya.
Kami hanya berpura-pura bersekongkol dengannya.
Begitu menemukan stempel Gui,
aku akan memikirkan segala cara untuk mengirimnya kembali ke Dongxia.
Aku tidak akan mungkin berbagi dengannya.
Dia tentu tidak akan berbagi dengannya.
Bangsawan Pingjin,
Cao Jingxian,
Ratu Dongxia,
semuanya hanya bersekutu untuk sementara demi stempel Gui.
Nyatanya, setiap dari mereka memiliki rencana masing-masing.
Bukan seperti itu.
Stempel Gui adalah harta pusaka Dongxia.
Ratu Dongxia pasti tidak akan ragu mengorbankan segalanya
demi menemukannya.
Karena begitu,
nyawa puluhan Keluarga Kuai di matanya
bukanlah apa-apa.
Kau omong kosong.
Saat seluruh keluargamu dibunuh,
aku baru saja dibawa ke sini.
Ibuku ada di Dongxia,
sama sekali tidak datang ke Dayong.
Bagaimana pula bisa muncul di rumahmu?
Bagaimana kau tahu dia tidak mengikuti secara diam-diam?
Ibuku adalah Ratu Dongxia yang terhormat.
Apakah kau kira datang ke ibu kota Dayong
adalah hal yang mudah?
Zang Hai,
kau tidak bisa hanya mendengarkan pernyataan sepihak.
♪ Lampu memenuhi gedung, kabut menghilang ♪
♪ Pernah mencium embun beku dan memeluk dingin ♪
Sekarang apa pun yang kukatakan
sudah tidak mau kau dengar lagi.
Sekarang hatimu membenciku,
benar, 'kan?
♪ Meskipun perahu ringan belum melewati gunung berat ♪
♪ Hari sudah gelap, sebaiknya beristirahat dulu untuk semalam ♪
♪ Aku ingin bergegas melewati perjalanan panjang ♪
♪ Untuk membawa kembali cahaya bulan yang hanya bertahan sesaat ♪
♪ Setiap langkah kemarin yang tegas dan nyaring ♪
♪ Menumbuhkan begitu banyak mimpi di hatiku ♪
♪ Hingga langit menjadi terang ♪
Umumkan Zhuang Zhixing untuk masuk ke aula.
Aku Zhuang Zhixing, hormat pada Kaisar.
Zhuang Zhixing, peraih peringkat pertama kelas satu ujian kemiliteran
diberi gelar sebagai juara ujian kemiliteran tahun ini,
dianugerahkan gelar kelulusan sebagai Sarjana Militer,
dan diangkat sebagai Letnan Jenderal Pengawal Zhennan
di Kantor Gubernur Militer Pusat.
Aku berterima kasih atas kebaikan Kaisar.
Gendang pengaduan?
Siapa yang sedang menabuh gendang pengaduan?
Lapor, Kaisar.
Nyonya Jiang Xiang, nyonya pejabat tingkat satu,
menabuh gendang pengaduan di luar gerbang istana, memohon menghadap Kaisar.
Lapor, Kaisar.
Istriku sedang sakit, dia telah mengganggu Kaisar.
Mohon Kaisar mengizinkanku pulang untuk menangani masalah keluarga.
Karena gendang pengaduan telah berbunyi,
artinya bukan lagi masalah keluargamu,
melainkan masalah negaraku.
Aku ingin melihat.
Di hari yang baik ini,
keluhan apa yang dia miliki
dan ketidakadilan apa yang ingin dia nyatakan.
Umumkan, Nyonya Jiang Xiang menghadap.
Kenapa kau datang ke sini?
Cepat kembali.
Aku, Jiang Xiang, bersujud di hadapan Kaisar.
Nyonya Jiang Xiang,
tahukah kau apa itu gendang pengaduan?
Aku tahu.
Hari ini adalah hari bahagia putra pewaris Keluarga Zhuang
yang lulus ujian kenegaraan.
Aku sengaja mengenakan pakaian resmi
nyonya pejabat tingkat satu yang dianugerahkan
dan memukul gendang pengaduan ini
karena ada satu hal
yang ingin aku sampaikan langsung kepada Kaisar.
Katakan padaku.
Aku ingin bertanya kepada Kaisar,
apakah juara ujian kemiliteran Dayong
harus berlaku adil dan memiliki moral bela diri
yang lengkap?
Tentu saja.
Namun, bagaimana jika kemenangan
dalam juara ujian kemiliteran ini
adanya ketidak adilan dan kedudukannya tidak sah
serta bahkan melibatkan skandal jual beli jabatan,
apa yang harus dilakukan?
Aku datang ke sini hari ini
untuk menuntut satu orang.
Orang ini melakukan kecurangan
dan menipu Kaisar.
Dia adalah
ayah dari juara ujian kemiliteran Zhuang Zhixing,
Bangsawan Pingjin, Zhuang Luyin.
Zhuang Luyin,
untuk memastikan putranya Zhuang Zhixing
menjadi juara ujian kemiliteran,
dia menyuap semua penguji.
Kaisar yang bijaksana.
Sama sekali tidak ada hal seperti itu.
Hanya saja belakangan ini
putra sulungku tiba-tiba menderita penyakit parah,
dan tidak bisa diobati.
Istriku terlalu cemas, menderita histeria,
sehingga mengucapkan omong kosong seperti itu.
Aku
akan membawanya kembali sekarang.
Ayo.
Biarkan dia selesai bicara.
Nyonya Jiang Xiang.
Tahukah kau betapa beratnya dosa
memfitnah Jenderal Utama negara
yang telah menorehkan jasa besar bagi Dayong
di aula istana
di hadapan para pejabat sipil dan militer?
Karena aku berani
memukul gendang pengaduan hari ini
dan berani menuduh suamiku
di hadapan Kaisar,
tentu saja aku tidak bicara tanpa bukti.
Aku memegang bukti kejahatan Zhuang Luyin.
Kaisar,
silakan lihat.
Wakil Menteri Militer, Feng Zhang, penguji utama ujian kemiliteran,
dan
pejabat luar Kementerian Militer, Wang Renliang,
serta Kepala Urusan Yuan Cong.
Ketiga orang ini semuanya disuap oleh Zhuang Luyin.
Buku besar ini adalah bukti kejahatan penyuapannya.
Demi membantu
Zhuang Zhixing meraih kejuaraan,
Zhuang Luyin tidak segan menghabiskan banyak uang
untuk menyuap penguji.
Uang ini
pasti masih ada di kediaman mereka dan belum sempat dihabiskan.
Mohon Kaisar memeriksa dengan cermat.
Kalian bertiga
dengar?
Feng Zhang,
aku bertanya padamu,
apakah ada hal seperti itu?
Aku tidak akan pernah berani melakukan hal seperti itu.
Bagaimana dengan kalian berdua?
Katakan yang sebenarnya,
aku akan membebaskan kalian dari hukuman mati.
Aku memang diperintahkan oleh Zhuang Luyin.
Aku bingung sesaat
sehingga melakukan kecurangan dalam ujian kemiliteran.
Mohon Kaisar mengampuniku.
Zhuang Luyin.
Apakah ada yang ingin kau katakan?
Kaisar yang bijaksana.
Aku sama sekali tidak tahu
apa yang mereka katakan.
Aku juga tidak sudi melakukan hal-hal seperti memanipulasi ujian kenegaraan.
Aku mengabdi pada negara,
menjaga perbatasan Dayong,
dan juga menyerang Dongxia untuk Kaisar.
Kesetiaanku kepada Kaisar sangat besar,
dapat disaksikan oleh Langit.
Yang kutanyakan adalah
apa yang kau lakukan sekarang,
bukan apa yang kau lakukan di masa lalu.
Aku, Wakil Menteri Ritus He Ziqing,
ingin menyampaikan sesuatu.
Katakan.
Kaisar.
Zhuang Luyin dengan berbekal jabatannya sebagai pejabat tingkat satu,
melindungi putra sulungnya, Zhuang Zhifu, yang mencuri uang negara.
Selama bertahun-tahun, dia telah menggelapkan uang istana
dalam jumlah tidak terhingga.
Benarkah demikian?
Kejahatan Zhuang Luyin tidak berhenti di situ.
Di makam kekaisaran,
dia membiarkan bawahannya memaksa tukang untuk dimakamkan hidup-hidup.
Semua pejabat dan rakyat hanya berani marah, tetapi tidak berani berbicara.
Aku memohon Kaisar untuk menyelidiki secara teliti
dan menegakkan keadilan bagi semua orang.
Zhuang Luyin,
apakah kau mengakui
semua ini atau tidak?
Kaisar.
Aku tidak membunuh orang yang tidak bersalah.
Tindakanku ini adalah
untuk melayani Kaisar dan negara.
Di mana Tiga Divisi Hukum?
- Kami di sini. - Kami di sini.
Aku memerintahkan kalian bertiga untuk menyelidiki kasus ini sampai tuntas.
- Kami mematuhi perintah. - Kami mematuhi perintah.
Mulai hari ini,
Zhuang Luyin akan dipenjara di penjara kekaisaran.
Hukuman akan diputuskan setelah persidangan
oleh Tiga Divisi Hukum.
Seluruh anggota Keluarga Zhuang akan ditahan.
Baik.
[Penjara Kekaisaran]
Tuan Bangsawan.
Penjara ini lembap dan dingin.
Minumlah arak ini untuk menghangatkan badan.
Hanya diberi 15 menit saja,
setelah itu cepat pergi.
Bagaimana situasinya sekarang?
Tiga Divisi Hukum telah memastikan
bahwa Tuan Bangsawan melakukan kecurangan ujian kenegaraan
dan menempatkan orang kepercayaan di militer
untuk mengendalikan perbatasan.
Bagaimana sikap Kaisar?
Hati Kaisar tidak ada yang bisa menebaknya.
Namun,
tidak ada satu pun menteri di istana yang memohon belas kasihan untuk Anda.
Cao Jingxian bahkan berulang kali mendesak Kaisar
untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Tuan Bangsawan.
Kasim hina itu ingin membunuhku.
Jangan harap!
Kaisar kali ini
mungkin tidak akan dengan mudah mengampuni Tuan Bangsawan.
Bagi orang lain, ini adalah hukuman mati.
Bagiku, ini bukan apa-apa.
Keluarga Zhuang secara turun-temurun memimpin pasukan perang,
menjaga negara Dayong selama lebih dari seratus tahun.
Kaisar
tidak akan benar-benar berbuat apa-apa padaku.
Mengenai kasim hina itu...
Zang Hai,
temui
Xie Houguang dari Kementerian Militer
dan Huang Shen dari Kementerian Ritus.
Mereka tahu apa yang harus dilakukan.
Aku ingin lihat
siapa yang akan tertawa hingga terakhir.
Kenapa masih tidakpergi?
Tuan Bangsawan.
Apakah sampai sekarang Anda masih berpikir
bisa keluar hidup-hidup?
Kau telah memihak Cao Jingxian?
Tuan Bangsawan, pernahkah kau berpikir
bahwa di dunia ini bukan hanya Cao Jingxian seorang
yang ingin kau mati?
Apa yang ingin kau katakan?
Sepuluh tahun yang lalu,
kau membantai Ketua Biro Pengamat Langit,
Kuai Duo dan keluarganya,
lalu membakar kediaman mereka
untuk menyamarkannya sebagai perampokan dan pembunuhan,
sehingga lolos dari penyelidikan istana.
Kau mengira melakukannya dengan sangat teliti,
tetapi
sayangnya putra mereka selamat.
Putranya Kuai Duo?
Kuai Duo?
Kau adalah putranya Kuai Duo?
Aku telah membunuh
terlalu banyak orang hina dalam hidupku.
Ayahmu
hanyalah salah satu dari ribuan.
Kau punya banyak cara
untuk mendapatkan stempel Gui,
kenapa harus memusnahkan seluruh keluargaku?
Kenapa begitu banyak orang tidak berdosa
harus mati sia-sia karenamu?
Manusia pasti akan mati.
Pentingkah kapan, di mana,
dan di tangan siapa orang itu mati?
Aku sudah mengerti.
Di dunia ini memang ada tipe orang sepertimu,
yang menganggap nyawa manusia seperti rumput
demi keinginan pribadi.
Namun, jangan lupa,
hukum langit itu adil.
Baik dan buruk akan ada balasannya.
Konyol.
Aku telah bertempur di medan perang bertahun-tahun,
berapa banyak darah yang menempel di pedangku.
Aku tidak pernah percaya pada hukum karma.
Kau pura-pura memihak
dan bersembunyi di sisiku,
membasmi pengikutku,
bahkan merencanakan untuk menyakiti Zhifu.
Kau memang sangat cerdas,
tetapi Zang Hai,
kau masih terlalu muda,
terlalu tidak sabar.
Kau pikir kau sudah menang?
Apakah kau berpikir aku akan mati di sini?
Aku pasti
akan melewati rintangan ini.
Siapa pun yang mati,
aku tidak akan mati.
Saat itu tiba,
kau yang pertama kubunuh.
Tuan Bangsawan.
Kau bisa membayangkannya.
Kau keras kepala.
Meskipun sudah lama tidak memegang pasukan,
orang kepercayaanmu masih menguasai Batalion Muji.
Kaisar sudah lama mencurigaimu.
Dia tidak akan membunuh sendiri
seorang jenderal militer yang memiliki banyak bawahan di seluruh Dayong.
Namun, jika pada saat ini ada tangan
yang membunuhmu untuknya,
meskipun saat itu situasi politik bergejolak dan semangat militer tidak stabil,
dia hanya perlu memotong tangan itu
untuk memberikan penjelasan kepada semua orang.
Menurutmu,
apa yang akan dilakukan Kaisar?
Ternyata semua kesalahpahaman antara aku dan Cao Jingxian
disebabkan olehmu.
Lalu, kau seharusnya tahu
kalau dia juga musuhmu, 'kan?
Selama aku mengatakan identitas aslimu
kepada Cao Jingxian,
dia pasti akan membunuhmu.
Jika kau benar-benar bisa melewati rintangan ini,
apakah aku akan mengungkapkan identitasku kepadamu sekarang?
Setelah pertempuran sengit di Kediaman Bangsawan,
kau dan Cao Jingxian
sudah benar-benar bermusuhan karena stempel Gui.
Kau hidup adalah duri dalam daging baginya.
Orang yang paling ingin dia bunuh sekarang adalah
kau.
Lalu, siapa aku?
Dia hanya akan tahu ketika mencapai nasib yang sama denganmu.
Jelas-jelas tahu segalanya, tetapi tidak berdaya.
Zhuang Luyin,
bagaimana rasanya
perasaan putus asa ini?
Jika kau punya kemampuan, bertarunglah denganku secara adil dan jujur.
Bersembunyi di belakang dan menjebak hati orang,
kau ini apa?
Aku sudah lama bukan manusia.
Aku hidup di neraka
sejak aku selamat sepuluh tahun lalu.
Bagiku,
proses dan metode tidak penting,
aku hanya melihat hasilnya.
Apalagi sekarang
aku sudah tahu siapa ketiga orang yang memusnahkan seluruh keluargaku.
Hidupku hanya tersisa jalan ini.
Lalu, kau
hanya tersisa jalan menuju alam baka.
Kau sudah tahu semua?
Kau pikir
kenapa aku dengan sepenuh hati membantu Zhuang Zhixing naik posisi?
Kau pikir aku benar-benar ingin membantu Keluarga Zhuang memuliakan leluhur?
Kau pikir
kau bisa terus menyembunyikan
alasan kematian ibunya?
Putra sulung sudah lumpuh,
putra bungsumu sekarang patuh padaku.
Semua jalan keluarmu sudah kupotong.
Zhuang Luyin.
Cao Jingxian.
Ratu Dongxia.
Selanjutnya,
aku akan menghabisi kalian satu per satu.
Putraku yang baik.
Zhuang Zhixing.
Kau memang putraku yang baik.
Kuai Duo, oh Kuai Duo.
Kalau kau melihat putramu sekarang,
haruskah kau tertawa atau menangis?
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.