Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 23]
Tuan Muda Zhifu.
Maaf terlambat menyambut Anda.
Bagaimana caramu bekerja?
Tuan Muda Zhifu datang, kau malah tidak melapor.
Maafkan kesalahanku.
Tadi kulihat kau sedang sibuk.
Aku yang menyuruhnya jangan bersuara.
Kau sedang?
[Panjang ikan perunggu 2 cun, lebar 0,5 cun]
Bukan urusan penting.
Asal gambar saja untuk melatih tangan.
Mari.
Kau bawa ini semua ke ruang baca.
Tuan Muda Zhifu.
Hari ini aku datang,
hanya ingin mengajakmu keluar
untuk minum-minum dan mendengar lagu.
Kau sudah bekerja tanpa henti akhir-akhir ini,
harus bersantai juga, 'kan?
Ada hal yang Tuan Muda Zhifu tidak tahu.
Kemampuan minum arakku sangat buruk.
Minum sedikit arak sudah bisa mabuk.
Begitu mabuk, aku suka asal bicara.
Semua yang tidak seharusnya dikatakan, terucap begitu saja.
Kita mendengarkan lagu saja sudah cukup.
Kita tidak perlu minum araknya, ya.
Baik.
Kalau begitu, kita mendengar lagu saja.
Kujamin kau tidak akan minum setetes pun.
Ayo, jalan.
Ayo.
[Kediaman Zang]
Tadi aku bicara sampai mana?
Kau... kau terlalu banyak bicara.
Bukan, kau jangan bicara.
Aku tahu.
Benar!
Si Chu Huaiming itu
benar-benar kurang ajar!
Dia membuatku sangat menderita.
Adik Zang Hai.
Kemampuan minummu ini
- benar-benar... - Tuan Zang.
Tuan Zang,
kenapa minum sebanyak ini?
Cepat papah tuanmu masuk untuk istirahat.
Tuan Zhifu.
Sudah semalam ini, biar kusuruh orang mengantar Tuan kembali ke kediaman.
Sudahlah.
Hari ini aku juga sudah lelah.
Aku akan menginap di sini saja.
Nanti kau...
Carikan saja kamar tidur untukku.
Baik, Tuan.
Tuan Zang, mari.
Mau ke mana?
Kembali ke kamar. Ayo, jalan, hati-hati.
- Mau ke mana? - Kembali ke kamar.
Pelan-pelan, ke sini.
[Panjang ikan perunggu 2 cun, lebar 0,5 cun]
Tuan Zhifu sudah lelah.
Antar Tuan Zhifu untuk beristirahat.
Baik.
Ayah Angkat.
Ini sepertinya adalah struktur sebuah kotak
dan cara membongkar mekanismenya.
Selain itu, yang di samping ini adalah ikan perunggu.
Benar.
Zhuang Luyin ternyata memberitahukan semua
tentang ikan perunggu kepada Zang Hai.
Ikan perunggu ini, ternyata memang berhubungan dengan stempel Gui.
Benda ini...
Jangan-jangan
stempel Gui sudah berada di tangan Zhuang Luyin?
Apa rencana Ayah Angkat?
Kali ini aku
ingin memastikannya sendiri.
Hai.
Zhuang Zhifu mengutus orang untuk menyampaikan pesan.
Besok siang,
mengundangmu ke Paviliun Zuichun untuk perjamuan.
Adik Zang Hai.
Kukatakan padamu.
Ini adalah arak domba fermentasi yang masih segar dari Paviliun Zuichun.
Kaya rasa dan tahan lama.
Kau harus mencicipinya dengan baik.
Hari ini senang, kita berdua
tidak boleh pulang sebelum mabuk.
Ayo.
Terima kasih banyak, Tuan Muda Zhifu.
Baiklah, kuterima ajakan Anda dengan hormat.
Ayo.
Bagaimana?
Arak yang enak.
Karena kau merasa enak,
minumlah beberapa cangkir lagi.
Ayo.
Silakan.
Baik.
Minum secangkir lagi.
Tuan Muda Zhifu.
Bagaimana kalau kita makan sedikit hidangan dulu?
Adik Zang Hai.
Jika kau mau sukses menjalin hubungan baik dengan semua pejabat,
kemampuan minum banyak dan sulit mabuk ini harus kau kuasai.
Bagaimana kalau hari ini,
kutemani kau berlatih dengan baik?
Zang Hai.
Kau sudah mabuk.
Kau yang sudah mabuk.
Ayahku menyuruhmu
mencari benda itu,
apakah kau sudah menemukannya?
Mencari benda apa?
Kukira setelah bergaul selama beberapa hari ini,
kita berdua sudah menjadi teman.
Teman?
Apakah ibumu dulu mengadukanku ke Tuan Bangsawan?
Apakah kalian ingin mengusirku dari Kediaman Bangsawan?
Jangan kira aku tidak tahu.
Kata-kata seperti ini, kau juga berani mengatakannya padaku?
Apa yang tidak berani kukatakan?
Apa yang tidak berani kukatakan?
Kuberi tahu kau, sekarang Tuan Bangsawan sangat menghargaiku dan memercayaiku.
Aku lebih mampu dari yang kalian semua bayangkan.
Ayo!
Adik.
Kuakui,
sebelumnya aku memang agak dekat dengan Yang Zhen
dan yang lainnya.
Jadi, punya sedikit prasangka terhadapmu.
Namun, seseorang harus berpandangan ke depan, bukan?
Kukatakan isi hatiku padamu, ya.
Aku sangat mengagumimu seperti ayahku.
Setelah ini, hubungan kita berdua hanya akan makin baik.
Aku benar-benar berharap Adik Zang Hai,
bisa menganggapku jadi teman yang bisa diajak bicara apa pun tanpa ada rahasia.
Bicara apa pun tanpa ada rahasia dan mencurahkan semuanya.
Aku senang karena kau
menganggapku teman.
Kalau begitu Adik Zang,
cepat katakan padaku,
benda yang ayahku suruh kau cari itu,
apa kau sudah menemukannya?
Stempel Gui?
Maksudmu stempel Gui, ya?
Tuan Bangsawan
memang pernah memberitahuku, benar.
Dia berkata, dia telah melalui berbagai kesulitan
demi mencari stempel Gui.
Dia juga berkata, asal memiliki stempel Gui,
maka bisa melakukan apa saja.
Me... Melakukan apa saja.
Kau jangan pingsan dulu!
Lalu... lalu apakah sudah ketemu?
Di mana bendanya?
Cari...
Cari...
Tidak.
Zang Hai.
Zang Hai, ayo kemari.
Kemarilah... ayo.
Pelan-pelan.
Kenapa kau lari?
Tidak boleh mengatakannya.
Tidak boleh mengatakannya.
Tuan Bangsawaan memberitahuku,
jangan sekali-kali memberitahukan ini kepada orang luar.
Orang luar?
Apakah aku orang luar?
Aku bersumpah padamu.
Kujamin tidak akan memberi tahu orang lain.
Bisa, 'kan?
Tidak.
Menurutku, ayahku
sama sekali tidak memberitahumu.
Masih bilang menghargaimu.
Omong kosong!
Kemari.
Kemari.
Benda itu
ada di gudang bawah tanah dari gudang harta Kediaman Bangsawan kalian.
Zang Hai.
Zang Hai.
Zang Hai.
Kasim.
Kasim.
Kasim, sudah dengar semuanya.
Aku sudah berhasil menanyakannya.
Tadi dia berkata,
Tuan Bangsawan sudah mendapatkan stempel Gui
dan benda itu disembunyikan di bawah tanah gudang harta Kediaman Bangsawan?
Kau tidak pernah tahu masalah ini sejak dulu?
Bangsawan Pingjin sejak dulu tidak pernah memberitahumu?
Aku
tidak pernah mendengar Ayah menyebutkannya.
Zhifu.
Kau harus tahu satu hal.
Hal-hal yang tadi dikatakannya,
itulah rahasia terbesar ayahmu.
Ayahmu,
memberitahukan semua rahasia ini kepadanya.
Ini menunjukkan
dia
barulah orang kepercayaan ayahmu
yang sebenarnya.
Namun, sekarang orang ini memilih untuk membantu adikmu.
Apa artinya ini?
Selama ada dia,
Keluarga Zhuang
akan menjadi milik Zhuang Zhixing.
Mustahil.
Aku adalah anak sah, ibuku adalah istri sah ayahku.
Ibumu, Jiang Xiang, meskipun katanya disayang,
tetap sudah tidak seperti dulu lagi.
Berapa lama dia masih bisa memengaruhi ayahmu dengan rayuannya?
Jiang Xiang.
Jiang Xiang yang membunuh Nyonya Shen.
Omong kosong apa yang kau katakan!
Aku tidak bicara omong kosong.
Semua orang di dunia mengetahuinya.
Zhuang Zhixing juga tahu.
Tidak.
Tidak.
Zhifu.
Begini saja.
Zang Hai bisa membantu adikmu.
Aku bisa membantumu.
Asalkan kau membunuh Zang Hai,
kujamin kau hidup dalam kemuliaan dan kekayaan.
Bagaimana?
Asalkan kau membunuhnya,
Zhuang Zhixing akan kembali ke bentuk aslinya.
Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa seorang diri.
Posisi kepala keluarga sudah pasti menjadi milikmu.
Tunggu apa lagi?
Ma...
Maaf.
Tuan... Tuan Muda Zhifu.
Tuan Muda Zhifu.
Kenapa kau...
Kenapa kau...
Anak baik.
Kelak aku pasti akan membantumu dengan segenap hati.
Bertahanlah.
Ayah Angkat.
Ayah Angkat.
Zang Hai diselamatkan orang.
Apakah terlihat jelas siapa orangnya?
Pengawal kediamannya.
Zang Hai ternyata tidak mati.
Masalah ini
sepertinya akan sulit ditangani.
Kasim Cao, apa maksud Anda?
Tuan Muda Zhifu, kau tidak hanya korupsi,
bahkan berani membunuh pejabat kekaisaran.
Aku... Aku tidak begitu.
Pengawal.
Kau mau apa?
Karena kau tidak mengaku,
tunggu sampai di Biro Pengawas Penjaga,
penjaga pasti akan menyelidikinya secara perlahan.
Ikutlah denganku.
Kasim Cao.
Aku sudah melakukan semuanya sesuai dengan perintahmu.
Diam!
Shilei.
Cepat kendarai kereta!
Baik.
Guru sudah pergi mengawasi Cao Jingxian sesuai dengan rencana.
Sebaiknya kita kembali dulu untuk menghentikan pendarahan.
Tidak boleh kembali.
Aku masih bisa bertahan.
Kau tidak akan bisa bertahan lama.
Kehilangan terlalu banyak darah juga bisa mati.
Rencana tidak boleh berubah, antarkan aku ke Kediaman Bangsawan.
Hai, apa kau gila? Kau sudah bosan hidup, ya?
Percayalah padaku.
Aku tahu apa yang kulakukan.
Antarkan aku ke Kediaman Bangsawan.
Shilei,
pergi ke Kediaman Bangsawan!
Baik.
Tuan Bangsawan!
Tuan Bangsawan!
Tuan Bangsawan!
Ada apa? Kenapa panik begitu?
Telah terjadi sesuatu!
Kenapa kau berdarah?
Ini... Ini bukan darahku.
Ini darah Tuan Zang, dia terluka parah.
Zang Hai!
Kenapa masih melamun? Panggil tabib!
Baik.
Apa yang terjadi?
Tu... Tuan Bangsawan.
Aku... Aku sudah tidak kuat lagi.
Namun, ada satu masalah
yang harus kuberitahukan pada Tuan Bangsawan.
Orang... Orang yang membunuhku hari ini
adalah...
Siapa?
Dia adalah...
Adalah Tuan Muda Zhifu.
Zhifu mau membunuhmu?
Tuan Muda Zhifu mentraktirku makan.
Di sela-sela makan, dia tiba-tiba menusukku.
Lalu... Lalu, Cao Jingxian pun keluar.
Cao Jingxian?
Tuan Muda Zhifu sepertinya
ada kelemahan
yang diketahui oleh Cao Jingxian
sehingga terpaksa menusukku.
Sekarang Tuan Muda Zhifu seharusnya dalam bahaya.
Cepat...
Cepat pergi menolongnya.
Zang Hai.
Zang Hai!
Kau belum boleh mati sekarang.
Bertahanlah.
Zang Hai.
Zang Hai!
Di mana tabib?
Tuan Bangsawan.
Masuk.
Tuan Bangsawan.
Pihak Biro Pengawas Penjaga masih enggan melepasnya.
Zhuang Shan, bantu aku undang dua orang kemari.
Wakil Kepala Badan Sensor, Xu Daishan
dan Asisten Kepala Sensor, Qi Ming.
Baik.
Xu Daishan, Qi Ming, beberapa hari ini sering keluar masuk Kediaman Bangsawan.
Mereka berhubungan dekat dengan Bangsawan Pingjin.
Ayah Angkat.
Beberapa hari lagi adalah hari ulang tahun Bangsawan Pingjin.
Aku mendapat informasi bahwa dia akan mengadakan perjamuan besar.
Selain itu, kali ini dia juga akan mengundang banyak sekali
pejabat yang tidak akur dengan Ayah Angkat.
Tampaknya, dia tidak memikirkan hubungan lama lagi.
Begitu mendapatkan stempel Gui, dia mau langsung mengambil tindakan padaku?
[Kediaman Zang]
Guru.
Guru.
Bocah hebat, akhirnya kau siuman.
Setelah kondisi lukamu stabil,
Bangsawan Pingjin pun mengantarmu kembali ke kediaman.
Kau tertidur lagi selama beberapa hari.
Pelan-pelan.
Mari, Hai.
Pelan-pelan.
Guru.
Bagaimana keadaan Kediaman Bangsawan sekarang?
Hari itu Zhuang Zhifu
langsung ditangkap oleh Cao Jingxian dan belum pernah kembali.
Bangsawan Pingjin sudah mengundang pejabat yang berhubungan dekat
di Badan Sensor ke kediamannya.
Tampaknya, dia ingin menggandeng pejabat
dan berencana memakzulkan Cao Jingxian.
Dia sudah memercayaiku.
Strategi melukai diri sendirimu ini
sungguh membuat Bangsawan Pingjin sulit mewaspadai.
Hanya dengan berbuat begini,
apa pun yang kukatakan,
Bangsawan Pingjin akan selalu memercayaiku.
Aku perkirakan, sekarang Cao Jingxian sudah tahu
bahwa Bangsawan Pingjin akan menyerangnya.
♪ Kapan derita ini akan berakhir? ♪
♪ Berapa banyak nyawa telah direnggut? ♪
♪ Siapa yang akan menyapu lumut liar di makam sunyi itu? ♪
♪ Angin kelam dari makam tetangga menerbangkan uang kertas ♪
[Selalu Waspada dan Merenungkan Keabadian]
Cao Jingxian mendapati bahwa stempel Gui ada di dalam
gudang harta Kediaman Bangsawan dari mulutku.
Berdasarkan sifatnya, dia pasti akan bertindak terlebih dahulu.
Kalau aku adalah Cao Jingxian,
di kala ingin melawan Bangsawan Pingjin,
juga harus menemukan stempel Gui,
itu pasti memerlukan bantuan orang lain.
Sementara orang ini
pasti adalah orang yang tahu kebenaran waktu itu.
Kemungkinan besar, dia adalah musuh ketigaku.
Aku dan Shilei akan mengawasi Kediaman Cao.
Begitu Cao Jingxian ada pergerakan, kami akan segera memberitahumu.
Kau pasti lapar, 'kan?
Aku sudah siapkan untukmu dari tadi.
Akan kuambil.
Hai.
Hai.
Akhirnya Cao Jingxian keluar rumah.
Aku menyuruh Shilei mengikutinya.
Dia sudah terdesak oleh Bangsawan Pingjin.
Aku akan mengikutinya.
Lukamu ini baru saja sembuh.
Aku tidak bisa pedulikan hal lainnya.
Ha...
Ba... baju, tambahkan baju.
[Istana Tawanan]
[Istana Tawanan]
Tuan.
Is... Istana Tawanan ini
te... tempat apa?
Istana Tawanan adalah tempat tinggal yang dibangun istana untuk tawanan.
Jadi, orang ketiga ini ju... juga tinggal di sini?
Belum tentu.
Hanya bisa tahu setelah masuk.
Na... Namun, bagian luar Istana Tawanan dijaga oleh begitu banyak penjaga,
bagaimana caranya kita masuk?
Tu...
Tuan... sedang apa?
Tidak bisa lewat darat,
maka lewat air.
Aku memahami tata letak ibu kota.
Aku bisa temukan jalan air menuju bawah tanah Istana Tawanan.
Namun, Tuan...
Shilei.
Kau tunggu aku di sini.
Tuan Putri,
malam ini aku kemari untuk mendiskusikan hal penting.
Aku sudah tahu di mana stempel Gui berada.
Aku bisa memberitahumu semuanya.
Namun,
kau pasti harus mematuhi janjiku denganmu.
Kasim Cao datang menemuiku sebelum mendapatkan stempel Gui,
pastinya ia bersembunyi
di tempat yang sangat sulit ditangani olehmu, 'kan?
Tuan Putri memang pintar.
Sejujurnya,
aku memang tidak punya keyakinan penuh.
Namun, aku tetap bersedia berterus terang padamu.
Mari kita bicarakan strategi saling menguntungkan.
Baik.
Semuanya sesuai dengan yang disepakati.
Kalau begitu Tuan Putri, beri tahu aku.
Sebenarnya bagaimana cara memakai stempel Gui ini?
Setelah urusan selesai, kau akan tahu dengan sendirinya.
Aku berani memastikan
stempel Gui
ada di tangan Bangsawan Pingjin.
Tepat di bawah gudang harta Kediaman Bangsawan Pingjin.
Zhuang Luyin akan
mengadakan perjamuan pada malam lusa.
Aku mau pergi menjadi seorang tamu tak diundang.
Pada saat itu, kita bekerja sama.
Bukankah itu menjadi hal yang sangat gampang?
Apakah Kasim tidak takut aku akan membawa pergi stempel Gui
dan menghilang tanpa jejak?
Tuan Putri bercanda.
Kau adalah tawanan Dongxia.
Tawanan menghilang, ini menandakan apa?
Aku rasa
mungkin kau lebih tahu dariku.
Karena waktu itu aku berani berinisiatif menemuimu,
tentu saja karena ada persiapan.
Asalkan stempel Gui didapatkan,
semuanya bisa didiskusikan.
Stempel Gui ini sudah kucari sejak lama sekali.
Aku tidak bisa menunggu lagi.
Mohon pamit.
Tuan.
Tu... Tuan baik-baik saja?
Maksudmu orang ketiga ini adalah tawanan Dongxia?
Kabarnya, tawanan tidak pernah keluar dari kediaman selama sepuluh tahun.
Tidak seorang pun pernah melihat rupanya.
Dulu ketika dia datang ke ibu kota,
tepat sehari sebelum Keluarga Kuai-mu dibantai.
Namun, tawanan ini baru berusia sepuluh tahun.
Di dalam buku sejarah tercatat
cukup banyak genius yang menunjukkan bakat lebih tinggi
dari orang dewasa di masa remaja.
Selain itu, aku mendengar percakapan mereka dengan sangat jelas.
Benar juga.
Stempel Gui adalah harta pusaka Dongxia.
Ayahmu membawanya pergi dari Dongxia,
dia tidak ada alasan untuk tidak mencarinya.
Ini.
Karena Cao Jingxian
sudah memutuskan untuk mengambil tindakan,
tawanan Dongxia itu pasti tidak akan berdiam diri.
Dia tidak akan membiarkan Cao Jingxian merebut stempel Gui sendirian.
Jadi,
dia pasti akan muncul.
Aku akan berjaga di sana,
menanti musuh dengan sabar.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Tujuh.
Delapan.
Komandan Panji,
ada yang mencarimu.
Kalian lanjutkan.
Satu.
Dua.
Tiga.
Kenapa hari ini Guru datang melihatku?
Aku mau memberitahumu satu hal yang sangat penting.
Besok kau libur?
Ya.
Besok Ayah berulang tahun, aku telah menyiapkan hadiah ulang tahun.
Ada apa?
Besok malam Tuan Bangsawan
menjamu banyak pejabat yang berhubungan dekat
untuk mendiskusikan soal memakzulkan Cao Jingxian.
Sementara Cao Jingxian, sudah lebih awal menerima informasi.
Dia pasti akan hadir.
Apa yang akan terjadi?
Berdasarkan sifat ayahmu dan Cao Jingxian,
takutnya akan ada sebuah pertarungan sengit.
Apa yang kau ingin aku perbuat?
Aku tanya padamu,
bagaimana hubunganmu dengan teman-temanmu sekarang?
Jika aku ingin besok malam kau
pulang ke Kediaman Bangsawan untuk menolong ayahmu, akankah mereka membantumu?
Kini mereka semua mendengarkanku,
seharusnya tidak ada masalah.
Baik.
Kalau begitu, aku mau besok malam kau membawa teman-temanmu
menyerbu kembali ke Kediaman Bangsawan.
Hanya di saat paling genting,
ayahmu baru akan mengingat kebaikanmu.
Ini jauh berkali lipat lebih baik daripada kau memberikan hadiah ulang tahun.
Aku menyuruhmu menolongnya, bukan demi hubungan ayah dan anak,
melainkan demi dirimu sendiri.
Kini Zhuang Zhifu sulit untuk melindungi diri sendiri.
Bagimu, ini adalah kesempatan yang sangat baik.
Besok malam pukul berapa?
Tunggu kabar dariku.
[Menyambut dengan Hormat dan Antusias]
Kau menunggu di sini saja.
Baik.
Kemampuan Nona Xiang memang luar biasa.
Kenapa kau kemari?
Hari ini aku ingin keluar untuk berjalan-jalan santai.
Tanpa disadari, aku pun berjalan sampai ke Gedung Zhen.
Kebetulan sekali.
Kau tidak datang mencariku, aku juga sedang berencana pergi mencarimu.
Ada sesuatu yang ingin Nona Xiang katakan padaku?
Hal yang kau tanyakan padaku sebelumnya,
aku bilang tukarkan saja dengan rahasiamu.
Namun, sekarang aku berubah pikiran.
Aku bisa memberitahumu semuanya.
Kau tidak perlu mengatakan apa pun.
Kau tidak penasaran lagi?
Di antara teman memang seharusnya tidak ada rahasia.
Besok malam waktu Xu, kau tunggu aku di Jembatan Qingque pinggiran kota.
Besok malam?
Nona Xiang, saat ini aku sudah berada di sini.
Apa yang tidak bisa dibicarakan sekarang?
Hari ini tidak leluasa.
Besok setelah bertemu, aku pasti akan memberitahumu.
Namun...
Namun, besok malam ada perjamuan ulang tahun Tuan Bangsawan.
Memangnya kenapa kalau Bangsawan Pingjin merayakan ulang tahun?
Apakah dia tidak merayakannya tahun depan?
Jangan-jangan kau ingin menjalin relasi lagi
dengan beberapa teman yang berkuasa di perjamuan?
Padahal aku sudah mengingatkanmu,
di ibu kota ini, yang paling tidak aku sukai adalah pejabat.
Nona Xiang, kau salah paham padaku.
Sebelumnya Tuan Bangsawan pernah membantuku di istana,
aku berutang budi padanya.
Jadi, aku tidak boleh tidak hadir di perjamuan ulang tahunnya.
Hebat kau, Zang Hai.
Aku sudah bersedia memberitahumu rahasiaku,
kau malah tidak menghargainya.
Kau berutang budi pada Bangsawan Pingjin, apakah bantuanku kepadamu sedikit?
Karena Nona Xiang bersedia memberitahuku,
berarti kau memang menganggapku sebagai teman.
Begini saja.
Besok malam, kau tunggu aku lebih lama.
Kita bicarakan lagi agak malam.
Jangan harap, jika kau tidak datang pada waktu Xu besok malam,
kau jangan harap untuk mengetahui rahasia ini selamanya.
Baik.
Aku berjanji padamu.
Kalau begitu sepakat, ya.
Sampai jumpa besok malam.
Nona, apakah Nona sungguh mau memberi tahu Tuan Zang?
Sekarang,
tidak ada lagi yang perlu disembunyikan.
Kau harus menghadiri janji untukku dulu.
Besok malam di Kediaman Bangsawan pasti akan ada sebuah pertarungan sengit.
Aku mau membuatnya tidak terlibat dan selamat.
Kau berjaga di sisinya.
Bagaimanapun juga harus menahannya.
Tidak bisa, aku harus melindungi Nona.
Setelah urusan selesai, aku pasti akan pergi mencarinya.
[Kediaman Cao]
Malam ini pasti akan menjadi pertarungan sengit.
Kalian semua adalah orang kepercayaanku.
Aku membina kalian begitu lama,
sudah saatnya juga kalian membalasnya kepadaku.
- Setia kepada Kasim sampai mati! - Setia kepada Kasim sampai mati!
Lu Yan.
Tawanan Dongxia pasti akan datang.
Ikuti dia dengan saksama.
Baik.
Shilei,
kau sudah ingat perkataanku, 'kan?
Guanfeng,
hal yang kuserahkan padamu tidak boleh asal-asalan.
Guru, aku berangkat.
Kau harus hati-hati.
Kami akan bertindak sesuai rencana.
Guanfeng.
Setelah bertemu dengannya, katakan padanya aku dibuat mabuk oleh Tuan Bangsawan,
suruh dia jangan menungguku lagi.
Tenang saja.
Pergilah.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.