All language subtitles for James Wan & Darren Lynn Bousman - Savv Vol. 02 - English with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tolong!

Siapa saja..

tolong!

Halo, Michael.

Aku ingin melakukan permainan.

Sepanjang hidupmu,

pekerjaanmu mengawasi orang lain.

Kau disebut sebagai informan, tikus, mata-mata.

Ku anggap kau tak pantas atas tubuh yang kau miliki,

Sekarang kita lihat, apakah kau bersedia melihat kehidupan

yang lebih baik,

untuk menyerahkan satu hal yang kau andalkan dalam usaha untuk bertahan hidup.

Alat yang ada di lehermu adalah topeng kematian.

Topeng itu mempunyai pewaktu pegas.

Jika kuncinya tak dipasang tepat waktu,

maka topeng akan tertutup.

Sama seperti tumbuhan pemakan serangga.

Apa yang kau saksikan sekarang adalah tubuhmu sendiri

- Tak lebih dari dua jam lalu... - Oh, sial.

Jangan takut, saat itu kau tertidur dan tak merasakan apapun.

kau berada pada masalah besar di sini,

Untuk mempermudah, aku akan memberi petunjuk dimana kuncinya

jadi dengar baik-baik.

Petunjuknya adalah ini:

Tepat di belakang matamu!

Berapa banyak darah yang terbuang agar tetap hidup.

Hidup atau mati...

Kau yang pilih.

Siapa kau?

Siapa kau?

Sial! Tidak!

Tidak!

Siapapun tolong aku!

Oh, sial!

Lakukanlah.

Oh, sial!

Tolong aku!

Tolong aku! Kumohon..!

Sial! Apa-apaan ini?

Kumohon!!

Tidak, tidak, tidak!

- Permisi. - Bisa kubantu?

Aku ingin bertemu dengan Daniel Mathews.

Tanda tangani ini.

Terima kasih. Ayo, Daniel.

Lama sekali?

Maaf, aku tak ada pensil untuk menulis jadwal.

Mereka minta bayaran, kau tahu? / Ya, mereka memang bajingan.

Tentu saja, kau mencuri.

Ini pekerjaan besar bagiku,

Ibumu minta kau tetap di sini. Tapi aku ingin kau keluar.

Kenapa denganmu?

Mereka hebat, kau bisa tinggal dengan mereka?

Kumohon, jaga aku diluar sekolah.

- Mengapa kau seperti polisi 24/7? - Hei, ini disebut sebagai ayah.

Percayalah, kau lebih baik sebagai polisi.

Kukira aku harus segera kembali pada ibu.

Apa kau bilang? / Kau tak dengar?

Aku tak dengar. Katakan lagi!

Kukira aku harus kembali pada ibu... / Pergi saja!

Tuhan.

Hei, ini Daniel, tinggalkan pesan.

Ini Ayah. Maaf soal kemarin.

Aku tak mendengarkanmu. Segera hubungi aku.

Daniel...

Maaf sersan. Kukira anda anakku.

Ya, aku akan ke sana.

Ada berita apa?

Ada seorang petugas pemerintah tewas.

Ada wanita yang menemukan mayatnya lalu menelepon kita.

Katanya tempat ini sudah kosong sejak dua tahun,

meskipun masih ada yang tinggal di sini.

- Siapa? - Tuna wisma, kurasa.

Anak muda yang mabuk-mabukan. Itu tempat yang sempurna.

Waktu kematian? / Forensik baru ke sini.

Tapi sumber resmi mengatakan itu temanmu.

Dia bukan temanku, dia informan.

Petugas sudah periksa tanda pengenalnya?

Id tidak positif,

- Itulah sebabnya aku ingin kau di sini. - Baiklah.

Aku akan lihat wajahnya untuk memastikan dia atau bukan.

Sangat bagus.

Ya, ini Mike.

Kau mau memberitahuku?

Kukira kau mau melihatnya sendiri.

Baik, sudah kulihat.

Aku tahu terlalu cepat,

tapi itu tanda Jigsaw.

Aku sudah lihat. Apa yang dia mau dariku?

Mari kita anggap itu orang baru.

Kau bisa menebak siapa yang membunuh orangmu?

Dia informan, Kerry. Jika kau ingin daftar tersangka...

lihat buku teleponnya.

Pemecah kepala buatan tangan.

Aku melihat bahwa penyebab kematian sudah sangat jelas,

kalau kau?

Tentu, kita ada seorang ahli.

Lihat lebih dekat, Detektif Mathews.

Kenapa?

Siapa yang menulisnya kira-kira.

Halo Michael,

aku ingin melakukan permainan.

Sepanjang hidupmu

kau selalu mengawasi orang lain.

Kau dan itu punya banyak persamaan, Karen.

- Oh, ya? - Ya.

- Dia senang bermain dengan orang-orang. - Maaf?

Siapa yang menawarkan padaku lagi di TKP?

Bukan aku saja yang bilang itu. / Bukan berarti aku harus ambil umpan.

Kedengarannya kasus penuh, selalu. / Meja ini penuh dengan itu.

Yeah, di luar pekerjaan

dan kriminal anakku,

juga perceraianku,

katakan saja masih banyak yang harus kulakukan.

Ya, maaf.

Aku menunggunya, mungkin, kau bisa menanganinya.

Kami bukan rekan lagi, Kerry.

Jika kau bukan rekannya, kenapa bisa

ada namamu di tembok itu? Dia sedang mengejarmu.

Bukan sekali ini seorang psikopat mengancamku.

Bagaimana kalau aku yang meminta?

Aku tak bisa membantumu.

- Wow. - Kau ahli Jigsaw.

Kapan kau akan berhenti jadi polisi?

Lihat lebih dekat, Detektif Mathews.

Orang itu menulis namamu di dinding.

Lihat lebih dekat, Detektif Mathews.

Dia memburumu.

Baiklah, semua. Dengarkan.

Ini titik masuk yang baik.

Satu-satunya jalan langsung yang terhubung satu sama lain, dan terlindungi.

Ingat, kita akan masuk pada siang hari.

Aku tak mau menakuti orang sipil.

Aku akan di sana, aku tahu lokasinya.

Biarkan saja sergap ditempat jangan menakuti siapa pun

yang kebetulan berada di dalam, ok?

Kita akan bagi tiga tim.

Aku akan pergi dengan Tim Alpha.

Hari yang baik, ya?

Betapa cukup besarnya kasus ini.

Seperti berjalan di lab.

Ayo, ayo, ayo...

Periksa kembali. Aman.

- Pergi berpencar. - Aku menemukanya, aku menemukannya.

Tim Alpha, aku ingin kalian di depan. Broadbaker, di sisi samping.

Baiklah, mari kita lakukan.

Ayo, ayo, ayo...

Terus bergerak, terus bergerak.

Jangan bergerak!

Ada apa?

Petugas lumpuh! Petugas lumpuh!

Tempatnya penuh kabel!

Petugas terjebak! Petugas terjebak!

Persetan! Tim Baker, masuk ke sini sekarang!

- Baiklah, pergi, pergi! Pergi! - Tim Baker, masuk sekarang!

Kawan..

Bicaralah padaku, kawan.

Maju. Maju.

Petugas terjebak. Ok.

Berdiri.

Pindahkan keluar. Pindahkan keluar.

Aman.

Berdiri.

Kulangi...

Diam! Jangan bergerak!

Angkat tangan. Aku tak akan meminta kedua kali.

Angkat tanganmu.

Berlututlah!

- Berlututlah! - Aku takut aku tak bisa melakukannya.

Geledah dia!

Kau berhak diam. Perkataanmu akan digunakan dalam persidangan.

Jika kau mampu, kau bisa memakai pengacara.

Dia aman.

Hai.

Sudah cukup dekat?

Bawa dia keluar dari sini.

Sebenarnya, aku ingin tetap di sini.

Selagi kau menangani masalahmu, Detektif Mathews.

Kenapa? / Lihat ruangan itu.

Awasi dia.

Aman.

Sial.

- Apa? - Entahlah.

Sial.

Ku rasa itu anak ku.

Brengsek.

Dia menculik anakku.

Apa-apaan itu?

Hei! Hei! Apa-apaan itu?

Itu anakmu, Daniel. Kau ingat, bukan?

Aku tahu siapa dia, kau brengsek.

Aku tahu, brengsek. Tapi sedang apa dia di sana?

Aku sudah lama tak melihat monitor itu,

jadi sulit mengatakannya.

Tapi aku membayangkan dia meringkuk di pojok

dengan wajah...

- Kau bajingan! - Tidak, Eric. Tunggu!

Kau keparat! Dimana dia? Dimana dia?

Dimana dia?

Itu masalah yang harus kau pecahkan sebelum terlambat.

Daniel punya waktu dua jam,

sebelum gas beracun masuk ke sarafnya,

lalu akan merusak kulitnya

dan ia mulai berdarah akibat luka yang timbul.

Ah, ya! Akan ada darah di sana.

Katakan dimana dia.

Dia di tempat yang aman.

- Eric. - Aku perlu telepon.

- Eric, dengar aku. - Berikan saja telepon!

Dengar, semua ini mengenai profilnya. / Aku harus memastikan.

Ini dengan telepon Daniel. Dia tak disini, kecuali jika kau pergi ...

Maafkan aku.

Ya, hitungan mundur buatku.

Bawa pasukan pembom, sekarang.

Hei..

Hei, bangunlah.

Hei.

Kau bisa mendegarku?

Dia masih bernapas.

Apa ini, Rumah tahanan?

- Kita di penjara? - Bukan

- Ini bukan penjara, bung. - Oh, ya? Kau sudah lama di penjara?

Ya. lama sekali.

- Siapapun buka pintunya.! - Ku rasa tak ada yang dengar.

Sial. Apa-apaan ini?

Ada yang mendengar.

Tidak,

kamera itu tidak memiliki suara.

Sial!

Sial!

Kau terbangun dalam ruangan yang tidak kau ketahui?

Kuharap kau tidak mabuk.

Aku pernah mabuk, di sekolah, tiga tahun lalu.

Ini bukan soal mabuk. Ini penculikan.

Dengar, aku pernah lihat film ini di TV minggu lalu.

Orang ini, dia seorang reporter, dan ia meliput perang

Dia dibius dalam kamar hotelnya.

Saat ia bangun, dia sudah ada di sel, tanpa jendela dan lampu.

Dan ia tinggal sembilan tahun di situ.

Sembilan tahun? Bung, itu tak mungkin. Mari lewati semua ini.

Apa maksudmu, mari lewati semua ini?

Maksudku hentikan cerita itu, lakukan sesuatu.

- Ku rasa kita semua harus tenang. - Diamlah!

Aku mendengar sesuatu.

Apa itu?

Suara detak. Aku mendengar suara detak.

Hei, hei, hei. Tenang. Tenang. Siapa namamu?

Amanda.

- Dimana aku? - Entahlah.

Tak ada yang tahu. Kami juga terbangun di sini, seperti kau.

Tidak!

Tidak!

- Tidak! - Tidak, tak apa-apa.

Tidak!

Persetan! / Apa?

Apa?

Apa yang kau cari?

Apa ini?

Semua yang ingin kita ketahui ada di sini.

Salam dan selamat datang.

Aku yakin kalian semua bertanya dimana kalian sekarang.

Tapi lokasimu tidaklah penting,

dinding-dinding ini menawarkan sesuatu yang penting.

Keselamatan, jika kau berhasil.

Tiga jam dari sekarang pintunya akan terbuka.

Tapi sayangnya, kau punya dua jam untuk hidup.

Saat ini, kau bernafas dalam gas saraf.

kau sudah menghirupnya sejak kau tiba di sini.

Seperti kalian tahu dengan serangan 'Tokio bawah tanah',

itu berpengaruh buruk terhadap tubuh.

Satu-satunya cara keluar melalui pintu,

adalah dengan menemukan penangkalnya.

Beberapa tersembunyi di sekitar rumah ini.

Salah satunya ada dalam brankas di depan mu.

Kalian harus memecahkan kodenya, berusahalah.

Nomornya ada dalam pikiranmu.

Petunjuknya bisa ditemukan dalam pelangi

Sekali kau menyadari persamaan kalian

kalian akan tahu mengapa kalian di sini.

Tanda -X- adalah petunjuknya. Jadi lihat dengan hati-hati.

Kita mulai permainannya.

- Siapa kau? - Apa maksudnya, gas?

Kenapa kau bisa menemukan ini? / Omong kosong saja.

Jangan gunakan kunci ini untuk membuka pintu.

Persetan, bung.

- Ya, persetan. Itu ide yang bagus. - Tidak, tidak.

Itu bukan ide bagus. / Lalu kita mau apa?

Duduk saja di sini? / Catatan itu bilang tak boleh gunakan kunci.

Siapa yang peduli catatannya.

Semua ini cuma lelucon konyol, dan aku akan mengakhirinya.

Sebaiknya mulai bertukar pikiran sekarang.

- Apa ini? - Ini permainan.

Ini cuma permainan bodoh! Temanku baru saja meledakkan kepalanya.

- Dia menguji kita. - Siapa yang menguji kita?

Jigsaw.

- Siapa itu Jigsaw? - Kau tidak dengar beritanya?

Tidak, siapa memangnya? / Dia pembunuh berantai.

Tidak, bukan..

Dia menguji kita. Dia ingin kita selamat dari ini.

Tapi kita harus bermain dengan aturannya dulu.

Kutanya lagi, darimana kau tahu semua ini?

Karena aku pernah bermain sebelumnya.

Taktik tim sekarang adalah menemukan darimana asal video.

Apa yang kau inginkan dariku?

- Waktumu sedikit detektif. - Aku tak punya waktu.

Kau tanya dan aku sudah menjawab.

Percayalah, anakmu dalam masalah.

Jika kuberikan waktuku, lalu apa selanjutnya?

Aku hanya ingin bicara denganmu. Semuanya keluar, itu syaratku.

Ini TKP. Tak ada yang boleh keluar.

Bukan keluar bangunan,

Mereka cuma harus meninggalkan ruangan ini sejauh mereka tak bisa mendengar kita.

Jika kau setuju, maka kau bisa bertemu dengan anakmu lagi.

Jika anakku tidak selamat, aku bersumpah akan menguliti kepalamu!

Aku tidak menipumu, opsir. Aku cuma pasien penderita kanker.

Apa aku ingin lebih menderita dari yang kurasakan sekarang?

Bawa mereka sekarang.

Tim sedang berusaha.

Mereka sedang mencari asal video itu. Mungkin satu atau dua jam.

Dia ingin bicara empat mata denganku.

Jadi suruh mereka keluar.

Persetan. Lima menit saja.

Dia tak bertanggung jawab pada pasukan.

Jangan tawar metodeku.

Aku sudah menangani sejak hari pertama.

Aku menghabiskan waktu untuk menyatukan teka-tekinya.

Mungkin bagimu tidak familiar

dan kau tak mengerti bahwa lelaki ini punya kendali.

- Jangan. - Dengarlah...

Aku tak ingin bicara dengannya.

Dengar, sebelumnya kau pernah kehilangan anakmu

karena aku.

Kali ini tak akan terjadi lagi.

Itu omong kosong.

Kita mau apa?

Ikuti aturannya. Ulur waktunya.

Kau bisa memenangkan ini, Eric. Kau bisa mengalahkannya.

- Ayolah. - Baiklah.

...Temukan penawarnya.

Beberapa tersembunyi di sekitar rumah ini.

Salah satunya ada dalam brankas di depan kalian.

Carilah kombinasinya.

Berusahalah. Nomornya ada di pikiranmu.

Nomor mereka ada dalam pikiran mereka.

Petunjuk dapat di...

Sial.

Hei, tunggu. Mau kemana?

Aku akan mencari penangkalnya dan aku mau keluar dari sini.

Penangkal? Kau sudah terhubung.

Kau bicara dengan pemiliknya.

Kau tahu, tak ada penangkal di sini.

Lihat, pintunya terkunci.

Kau dengar? Ini cuma kayu.

Plester. Ini bukan benteng. Ini cuma gubuk reyot.

Aku cuma bilang mari kita ikuti permainannya.

Kau datang untuk bermain? Aku mau keluar saja.

Lihat.

- Kau tak apa? - Ya, aku baik-baik saja.

Aku tak akan melakukannya jika jadi kau!

Kau tak tahu apa yang ada di balik pintu jelek itu.

Brengsek.

Sialan.

Kosongkan ruangan.

Ok? Mari bicara.

Duduklah, Eric.

Aku mau melakukan permainan.

Peraturannya sederhana.

Kau cuma perlu duduk di sini dan bicara padaku,

Mendengarkan aku.

Karena waktunya masih cukup, untuk menemukan anakmu

dalam kondisi selamat dan aman.

Kita tak usah banyak berkenalan. Namaku John.

- Kupikir kau suka dipanggil Jigsaw. - Tidak, tidak.

Polisi dan media yang memanggilku Jigsaw.

Aku tak pernah tertarik atau mengklaim itu.

Jigsaw yang kuambil dari subjek itu... cuma sebagai simbol

bahwa subjek telah kehilangan

sesuatu yang vital yaitu teka-teki manusia: insting untuk selamat.

Ini sangat menarik, John.

Sekarang aku ingin kau bicara padaku...

aku tak akan bicara padamu.

Kau bukan pendengar.

- Jangan lupa aturannya. - Aku mendengarkanmu,

dan semua ucapanmu ini sama sintingnya seperti ucapan-ucapan

orang-orang yang pernah aku interogasi

dengan salah satu dari kalian.

Ini pendekatan menarik untuk menempatkan Markus.

Kau tak menganggapku sebagai temanmu?

Untuk menuntunku ke dalam perasaan salah terhadapmu?

Sulit mengikuti aturan jika kau menyekap anakku, John.

Aturan?

Apa yang kulakukan padamu sekarang?

Apa yang kau lakukan lima tahun lalu?

Kau masih ikuti aturan?

Kau mau merusakkan rahangku dengan lampu kilat?

Kau sepertinya tahu banyak tentangku.

Aku tahu kau adalah polisi yang tidak kenal takut.

Kau merasa aman sekarang, hanya dengan duduk di belakang meja?

Aku merasa banyak hal sekarang.

Tapi kau merasa aman sekarang.

Dan itu keinginanmu.

Bisa tolong...

ambilkan air minum?

Aku sangat menghargai ini.

Brengsek!

Wah kita punya..

seorang pria macho yang tak bisa membuka pintu,

ada saran lain? / Lihat dengan siapa bicara.

Satu-satunya pintu yang terbuka ada diantara selangkanganmu.

Tutup mulutmu, ya? / Kau juga tutup mulutmu!

- Mengapa kau tak pergi saja ke neraka? - Aku muak dengan omong kosongmu!

- Baiklah, kembali, jalang! - Kau tolol.

- Keparat! - Hei!

Kau bisa apa?

Ok kawan. baiklah. tak ada lagi yang bertindak konyol sekarang.

Kita satu nasib.

Kau menemukan sesuatu? / Tidak ada.

Itu tato Joliete, kan?

Ya, lalu?

Aku juga punya. / Jadi kau bangga?

Dan kau, apa fasilitas koreksional pilihanmu?

Apa intinya?

Intinya, kau tidak berasal dari sekolah tinggi, kan?

Kalau iya berarti tiga dari kita sudah selesai.

Dan kita lebih kosentrasi pada kaset itu

sebab di kaset bilang, kalau kita punya kesamaan.

Maksudku, tiga dari kita...

Hei! Aku menemukan pintu di sini.

Aku perlu senter.

Sebelah sana.

Sial.

Oh, sial!

Hei!

Brengsek, nak. / Maaf.

Apa itu OBI?

Obi itu namaku.

Halo, Obi. Aku ingin melakukan permainan.

Setiap tahun kau membakar mayat

dan kau cukup berbohong.

Sekarang kau punya kesempatan menebus jiwamu

untuk melakukan permainan yang kau mainkan pada orang lain.

Dan memainkannya untukku.

Di dalam tungku ada dua buah penawar racun

untuk racun yang mengalir di dalam tubuhmu.

Salah satunya milikku sebagai hadiah yang membantuku menculik yang lain.

Yang lain milikmu untuk disumbangkan.

Tapi salah satunya punya harga.

Ingat, Obi,

sekali kau di neraka, hanya iblis yang bisa menolongmu.

Tunggu, apa artinya? Menculik yang lain.

- Bagaimana aku tahu? - Dialah yang membawa kita kemari.

Di mobil...

saat itu...

Aku tahu.

Kau orang terakhir yang kulihat sebelum aku ada di sini.

Kau yang melakukan ini.

Kau yakin dia? Sebaiknya pastikan dulu.

Aku yakin.

Kau juga melakukan apa yang sudah kulakukan.

Aku akan memberimu pilihan.

Waktumu 5 detik untuk mengeluarkan kami. / Aku tak tahu jalan keluarnya.

Kau membawa kami ke sini, jadi keluarkan kami.

Aku tak bisa.

- Kalau begitu kau akan mati. - Jadi, apa kau..

Dia tidak... Tunggu, tunggu! Tunggu, dengarkan aku.

Kita punya dua penangkal di situ.

- Kita menyia-nyiakan waktu saja. - Menyia-nyiakan waktu? Kau bercanda?

Dia menculik aku di tengah malam.

Kita bahkan tak tahu apa yang ada di suntikan itu.

Kau ingin menjebak dirimu sendiri?

Jadi siapa yang mau mengambilnya?

Maksudku, siapa yang akan mengambilnya?

Diam kau!

Sekarang, kau yang masuk

kalau tidak kau akan kubunuh.

Sial.

Jika mengancamku dengan pisau, paling tidak goreslah sedikit.

Aku akan masuk mengambil suntikan itu.

Asal aku dapat satu.

Untukku satu. / Cepatlah.

Ayolah, bung! / Orang bisa berdoa untuk ini.

Terimakasih, kawan.

Mari kita lakukan.

Ada apa? / Buka pintunya.

Buka pintunya.

Terkunci.

Buka pintu ini!

Buka pintunya sialan! Ini tidak lucu!

Ayo, keluarkan dia.

Pintunya!

Akan kucoba.

Aku tak bisa membukanya.

- Keluarkan dia dari sana. - Ini tidak lucu!

Pakai mantelmu! Pakai mantelmu bego!

Ayolah, buka pintunya. / Hentikan.

- Ayolah! - Putar! Putar!

Hentikan!

- Gunakan sesuatu. - Hentikan.

Sesuatu apa!

Ada jendela di sini.

- Penangkalnya ada padanya. - Hentikan!

Ambil dia kalau begitu.

- Cepat! - Terbukalah.

- Sial! ... Kacanya kuat.

- Hentikan! - Bertahan, bung. Kami akan mengeluarkanmu.

Sial.

Hentikan!

Keluarkan dia! Ayo, Hancurkan!

Sini. Sial! Ayo!

Suntikannya!

Suntikannya. Dia menghilangkannya.

Aku butuh suntikannya!

Tenang.

- Persetan! - Jarum suntiknya sudah terbakar.

Habislah sudah.

Dia memilihnya.

Satu lagi yang tewas, Kerry.

Sampai kapan kita menghabiskan waktu dengannya?

Kita tidak menghabiskan waktu,

kita melakukan tugas kita.

Jangan pandangi aku seperti itu!

Kau lihat, detektif. Teori Darwin tentang evolusi,

kelangsungan hidup, yang berdasarkan perjalanan pendeknya ke Galapagos

tidak berlaku lagi di planet ini.

Kita punya ras manusia

untuk menguji bertahan hidup.

- Apa maumu? - Aku mencoba tenang, kan?

Anakmu yang hilir mudik di monitor itu.

Aku tak bisa berikan apa yang kau mau jika aku tak tahu apa ini.

Kau tahu apa itu.

- Ingat saja aturannya. - Katamu kau ingin bicara.

Lalu kau ingin bermain. Kau memang bicara, tapi tak ada artinya.

Apa penangkal kanker, Eric?

- Apa? - Penangkal kanker.

- Apa itu? - Mana aku tahu.

Yang kutahu kau tak harus menyiksa dan membunuh orang

demi penyakitmu. Bajingan!

Aku tak membunuh siapapun. Mereka sediri yang memilihnya.

Menodongkan pistol pada seseorang

dan memaksanya menarik pelatuk. Itu membunuh.

Bukankah kau melakukan pemaksaan untuk menyelesaikan masalahmu?

Kenapa kau sangat menginginkan anakmu kembali?

Karena dia anakku.

Kapan terakhir kau mengatakan sayang padanya?

Kalau begitu pergilah!

Bagiku kematian anakmu

lebih dikarenakan perbuatanmu.

Mengampuni dosanya, menghapus amal...

Kapan kau bersedia melakukan ketika hidup sedang dipertaruhkan?

Aku menyayangi anakku, itu tak berubah.

Sudah berubah sekarang.

Pengetahuan kematian mengubah segalanya.

Jika kubilang tanggal dan waktu kematianmu sendiri,

itu akan menutup mulutmu.

Aku tahu.

Bisa kau bayangkan seperti apa rasanya seseorang menyuruhmu duduk...

John Kramer.

...dan mengatakan kapan kau akan mati?

Apa imbasnya?

Jarum jam berdetak untukmu.

Setiap detiknya, pintu kematian semakin terbuka.

Kau melihat dengan cara berbeda, mencium dengan cara berbeda.

Kau sangat berhati-hati, walau cuma segelas air atau berjalan di taman.

Waktu memang berdetak, John.

Kebanyakan orang beruntung

tak tahu kapan waktu itu berhenti.

Dan ironisnya

itu tetap menjaga mereka tetap hidup.

Mereka minum air tapi sebenarnya tak merasakannya.

Kau masih bisa memperbaikinya, John.

Ya, tapi kau bisa memperbaiki dirimu?

Aku?

Aku tak bisa diperbaiki lagi.

Aku terkena kanker.

Menurutmu kanker bisa memaafkan semua perbuatanmu?

Tidak.

Kanker adalah sebagai tanda bagiku memulai pekerjaan.

Momen yang kuputuskan sebagai akhir hidupku,

dan melakukan yang baru dengan pekerjaanku.

Yang lebih bisa berarti.

Sial!

Aku pernah melakukan hal ke arah bunuh diri,

aku gagal.

Tubuhku tak cukup kuat bertarung dengan sel kanker.

Daripada aku hidup menyesali diri...

aku melakukan keajaiban, dan aku bertahan.

Aku memutuskan menghabiskan sisa hariku

untuk menguji manusia.

Kau paham, Eric?

Kau masih punya kesempatan melakukan perbutan baik, sekarang ini.

Katakan saja dimana anakku.

Aku akan membantumu.

Aku tak butuh bantuanmu. Artinya kau masih belum paham.

Siapa yang tidak menghargai hidup, ia tak pantas hidup.

Anakku menghargai hidup.

Kau menghargai hidupmu? Kau menghargai hidup anakmu?

Omong kosong!

Jangan lupa aturannya.

Itu bisa membantu menemukan anakmu.

Dimana kau?

Kita tak punya waktu 15 menit.

Kita harus cari lokasi video itu.

Hei, kita harus menghentikannya. Ok?

Laura, kau bisa mendegarkanku?

Sudah kedua kalinya aku terbangun di lubang sialan ini.

Bisa berdiri?

Ya, tapi kalau aku inginkan.

Masih banyak yang harus dilakukan.

Banyak orang bicara padaku.

Ini tak mungkin itu.

Bukan itu.

- Amanda, katamu kau orang yang selamat, kan? - Dari apa?

Orang ini. Ia melakukan...

katamu kau pernah bermain sebelumnya. Dan kau selamat.

Ya.

Jadi kita bisa selamat.

Ya.

Amanda, mengapa kau membelanya?

Karena aku dulu pecandu.

Tapi lucunya, aku lulus ujian kecil.

Jika kau lulus ujian, mengapa kembali kemari?

Kumaksud dengan diriku sendiri.

Sudah berapa lama... / Sejak aku di penjara.

Dipenjara karena apa? / Kepemilikan obat.

Tapi, jika kubilang itu...

mungkin kau harus bicara pada polisi yang menangkapku.

Kutebak kau belum pernah ditangkap.

Tidak

Aku sering membuat masalah, tahu. Semacam itulah.

Ayahku adalah...

Dia sangat keras.

Mungkin saat ini dia mencariku

cuma untuk menghajarku karena menghilang.

Ya.

Mungkin.

Kami menemukan pintu. Ayo.

Ayo, kita harus pergi.

Hanya itu yang tak punya kunci, tapi kami tak bisa membukanya.

Bagaimana? / Mungkin tersangkut sesuatu.

Oh, sial.

Sini, biar kucoba. Ayo! / Tenanglah.

Mundur saja, ok?

Sepertinya ini jebakan.

Seluruh rumah ini adalah jebakan.

Kita tak diizinkan ke dalam.

Sekarang apa lagi?/ Aku akan kembali, ya?

Apapun itu?/ Kau punya empat menit untuk menyelesaikannya.

Halo Xavier, aku ingin bermain.

Permaianan yang mirip

seperti peranmu sebagai pengedar obat.

Permainan yang menawarkan harapan bagi yang putus asa dengan harga.

Kukira kita setuju bahwa keadanmu sedang putus asa,

jadi kutawarkan harapan.

Kau harus membayar dengan merangkak di lubang yang sama

seperti kau memaksa langgananmu.

- Dengan masuk ke ruang ini, - Oh, Tuhan.

...waktu sudah dimulai.

Jika waktunya habis, pintu akan tertutup selamanya.

- Untuk menemukan kunci... - Kawan? hei..

- Apa? - Lihat.

Kau harus temukan kuncinya sebelum waktunya habis.

- dan mengambil penangkal racunnya. - Oh, Tuhan.

Hanya ada satu petunjuk dimana keberadaan kuncinya.

Kuncinya ada diantara jarum suntik itu.

Permainan dimulai.

Harus ada yang masuk ke situ.

Tak ada yang bisa masuk ke situ...

Tidak.. tidak...

- Oh, sial. - Apa yang kau lakukan?

- Berhenti. - Apa yang kau lakukan?

- Tidak! Tidak! - Apa yang kau lakukan?

Hentikan, tidak! / Turunkan dia!

Tidak!

Sial!

Oh Tuhan.

Ayolah!

- Kita tak punya waktu. - Oh, sial.

Kenapa denganmu?

Apa yang kau lakukan?

Kau sinting! / Cepatlah.

Oh, sial!

Ayolah!

Waktu kita tak banyak.

Cari terus, brengsek!

- Ayo! - Persetan denganmu!

Apa-apaan?

Tolong dia.

Apa-apaan, bung?

Sial!

Tidak!

Tidak!

Tidak, tidak!

Ayolah.

Tidak, tidak, tidak.

- Kau jalang sialan! - Sudah cukup.

Sama sekali tidak cukup.

Ah, hentikan omong kosong itu.

Kau dengar kasetnya?

Dia tahu nama kita.

Ada sesuatu yang tidak kita perhatikan.

Penjara.

Kalian bertiga sudah ada di sana.

Anggap saja jadi empat.

Untuk apa? / Apa perlu?

Apa ada yang lain?

Bagaimana denganmu? Semua orang menulis tentangmu.

Tidak pernah.

Baiklah.

- Mari kita bicarakan lagi. - Tidak

Tak ada pembicaraan lagi.

Satu-satunya persamaan kalian ada pada yang kupegang.

Aku keluar.

Mana tim taktik sialan itu? / Akan kemari sebentar lagi.

Aku tak mau dengar lagi.

- Setiap detik terasa sangat lama. - Aku tahu cara kerja orang ini, ok?

Dia melakukan permainan.

Artinya kita akan tinggal beberapa saat lagi.

Lihat jamnya.

Kita harus melakukan sesuatu, atau nasib anaknya akan berakhir.

Pekerjaannya,

keinginannya terhadap sesuatu, itulah yang dilakukannya.

Maksudku, dia menikmati ini.

Dia ingin didengarkan, ingin dipelajari.

Baik, hancurkan pekerjaannya.

Bagaimana kau yakin tanpa semua bukti ini, Eric?

Jangan membesarkan hal ini.

Lakukanlah kalau begitu, hancurkan.

Baiklah!

Asal tahu, itu tak akan menyelamatkan anakmu.

Bunuh anakku, maka kubunuh kau.

Oh, ya?

Kita berdua tahu betapa pendek pikiranmu.

Keluarlah dari sini.

Menembak orang yang tak bersenjata.

Orang yang meletakkan bukti palsu

agar mendapat pengakuan tersangka.

Orang yang disia-siakan isterinya dan dibenci anaknya.

Tutup mulutmu!

Mereka menemukan jejak satelit.

Timmu sudah datang.

Tepat waktu.

Kami sudah menemukan sumber videonya.

Seseorang tak memberitahumu, Eric.

Aku capek mendengarmu.

Aku bisa menunjukkannya padamu.

Tapi, sayangnya, itu akan sulit Sayangnya, tak bisa kuambil sendiri

mungkin kau harus minta orang yang mendengar radio itu

agar bisa membawakan kesini.

Meja cokelat.

Laci kedua.

Kau mungkin tidak ingat orang-orang ini.

Tapi aku yakin mereka ingat padamu.

Kau petugas yang menangkapi orang.

Kau yang meletakkan bukti

agar mereka mengaku.

Kau yang membawa mereka keluar.

Anakmu bermain

bersama orang yang tak kau sukai, detektif.

Memalukan sekali kalau mereka menyadari siapa mereka?

Carilah kombinasi brankasnya.

Berusahalah. Nomornya ada di belakang pikiranmu.

Petunjuk yang bisa ditemukan, melalui pelangi.

Brengsek.

Kau mau apa? / Aku belum memutuskan.

Kau tahu, semua takut padamu.

Bagus.

Kau dan aku...

kita bersama seperti di belakang taman,

atau kita bisa bersama menemukan siapa yang melakukan itu pada kita.

Lakukan sesuka hati kalian.

Aku sudah menemukan petunjuknya.

Kau mengingatkan aku.

Kau tak tahu betapa sulitnya situasimu,

kau harus menemukan musuhmu sendiri.

Kau tahu? Aku sudah punya musuh.

Di luar dinding ini, bro.

Dan mereka mengejarku.

Jika mereka tak menemukan aku, mereka akan mencari orang terdekatku.

Keluargaku.

Kau mengerti?

Tidak

Aku tak mengerti.

Cuma aku saja, dan aku menyukainya.

Sekarang, berbaliklah.

- Apa? - Berbaliklah.

Oh, sial.

Oh, sial. / Tidak, kita tak bisa berhenti.

Oh, Tuhan.

Kita sudah dua jam di sini. / Jika kaset itu benar,,

tinggal satu jam lagi, maka pintu itu akan terbuka.

Kita tak akan bertahan selama itu.

Kemungkinan menang, seperti biasa.

Dia tahu apa yang dibicarakan.

Oh, ya?

Tanda X

Apa?

Tanda X...

menandakan tempat.

Itulah jawabannya.

Apa yang kau lakukan dengannya?

Ini ayahmu?

- Kau kenal dia? - Ya.

Dia memenjarakan aku. Dia menjebakku.

Katakan kalau itu bukan ayahmu.

Tak apa-apa.

Aku tak percaya kalian.

Kalian berdua urus sendiri.

Kini kita tahu apa yang jadi persamaan.

Kumohon, aku tak tahu.

Hei nak, Amanda...

dimana Kalian?

Kumohon, jangan tinggalkan aku.

Kita harus bergerak.

Hei nak!

Amanda!

Aku menemukan jalan keluar.

Delapan.

Hei nak...

Jangan lari.

Eric. Eric.

Jangan!

Lepaskan aku!

Kami sudah ikuti caramu.

Tunjukkan dimana dia!

Eric.

Persetan dengannya.

Aku tak akan pergi sampai anakmu kencing darah.

Metode inilah yang paling dibenci Daniel.

Tolong!

Tolong aku!

Oh, Tuhan.

Jonas.

Tolong aku!

Tolong!

Ok.

Tak apa.

- Bantu aku. - Tak apa-apa.

Tidak.

Tidak!

Bajingan!

Tidak!

Amanda.

Tak ada yang mendengar lagi, sialan.

Buka mulutmu!

Kau pergi kesana.

Ini dia. Kau mau bilang dimana dia sekarang?

Dimana?

Katakan lagi.

Permainan selesai.

Aku akan mengantarmu ke rumah itu.

Kau akan membawa ku sekarang. Sekarang.

Aku yang akan membawamu.

Bukan orang lain.

Aku dan kau.

- Bagaimana kita keluar dari sini? - Ada tombol di dinding.

Sebaiknya cepat.

Tak ada waktu lagi.

Keluar sekarang!

Sial!

Amankan gudang sekarang!

- Baiklah, ayo pergi! - Sial.

Kita menemukan mereka.

Ini Kerry. Mereka berdua kabur.

Jika anakku tak kutemukan, sumpah demi Tuhan...

Kerry, mereka kabur.

Ayo.

Kerry, kita mendapatkan lokasinya.

Rigg, kita menemukannya. / Apa?

237 Crescent Hyde Utara.

237, Northwide, Crescent. / Di mengerti.

Kemana sekarang?

Lurus saja.

Ayolah, dimana kau?

Belok kanan di sana.

Buka pintunya.

Buka pintunya!

Tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Aku cuma ingin nomor di belakang kepala.

Tak ada jalan lain, buka pintunya, Amanda.

Aku tak bisa menahannya.

Ayolah, biarkan aku masuk.

Biarkan aku masuk!

Bukalah pintunya, ayo!

Apa yang kita lakukan?

Sebelah sana belok kiri.

Rumah terakhir sebelah kiri.

Oh, sial.

Sial!

Ayo!

Ayo, Amanda!

- Ada apa Amanda? - Pintunya.

Pintu jeleknya...

Tak bisa pergi kemanapun.

Ayo!

Bantu aku menggeser ini.

Aku tak akan menyakitimu.

Ayolah, Amanda

Sial, terkunci.

Biar aku masuk.

Ayolah. Buka pintunya.

Ayo!

Kuncinya, ada bersama kaset itu.

Dimana itu?

Sial!

Jonas... Jonas yang pegang.

Ayolah, Amanda. / Cepat cari.

Ayolah!

Ayo, buka pintunya!

Biar aku masuk!

Eric, kau butuh kunci ini untuk masuk ke situ.

Dimana kita sekarang?

Lari!

Daniel?

Daniel!

Daniel, kita harus pergi.

Kita harus pergi! / Ayolah!

Ok, ayo cepat.

Ayo cepat!

Cepat.. cepat!

Kami masuk.

Daniel.

- Lantai dasar aman. - Bergerak naik. Bergerak naik.

Kerry, kami ada di dalam.

Tak bisa melihatmu, sersan.

Kuulangi, tak bisa melihatmu.

Dimana mereka? / Dimana...

Rigg, kau dengar?

Halo, Tn Hindle,

ikuti hatimu.

Lebih baik periksa sana dulu. Apa itu?

Apa-apaan ini?

Namaku sangat bingung. Siapa namamu?

Aku harus membunuh suamimu sekarang, Ny Gordon.

Dia tak ingin kita memotong rantainya.

Apa yang akan kau lakukan padaku? Tidak!

Dia ingin kita agar memotong kaki kita.

Tidak! Oh, Tuhan!

Ini menyakitkan!

Tidak!

Daniel!

Oh, tidak. Jangan tinggalkan aku.

Kumohon.

Dia sudah tewas.

Jangan kuatir.

Aku cuma ingin nomor di belakang lehermu.

Setelah itu terserah kalian.

Kau tak bisa lihat nomormu sendiri.

Bagaimana kalau aku tak memberitahu?

Daniel.

Sial!

Lari!

Brengsek.

Daniel?

Aku masih tak melihatmu, sersan.

Rigg, kau dengar?

Sebelah kiri, aman. / Kanan, aman.

Semuanya aman.

Kami mencarimu, sersan. Aku tak bisa melihatmu.

Kameranya tidak langsung.

Kerry, kita ada di rumah yang salah.

Kita menyia-nyiakan waktu.

- Bawa pasukanmu keluar. - Ayo.

Daniel?

Daniel?

Daniel?

Daniel.

Daniel.

Halo, Eric. Kau mungkin tak ingat padaku,

tapi kau telah merubah hidupku.

Kau memasukkan aku ke penjara.

Aku menyesali banyak hal.

Tapi bukan narkoba yang kau tuduhkan padaku.

Kau tak tahu bagaimana jika kau dikurung.

Saat kedua ada orang yang mengubah hidupku. Aku saat itu menyesalinya.

Halo, Amanda.

...tapi nyawaku selamat saat itu.

- Kau bilang selamat, kan? - Ya.

Aku menemukan sosok ayah, pemimpin dan pembimbing.

Kau harus bertemu kematian...

jika ingin dilahirkan kembali.

Menolongku.

Apa penangkal kanker, Eric?

Siapa yang tak menghargai hidup, ia tak pantas hidup.

Penangkal kematian itu sendiri?

Jawabannya adalah keabadian.

Daniel!

Dengan membuat warisan,

aku hidup dalam orang yang mengingatku maka kau akan abadi.

Entah bagaimana, meja terbalik.

Dia memintamu.

- Kau mau apa? - Aku sudah bilang...

Dia ingin kita selamat dari ini.

Aku ingin melakukan permainan.

Kita harus ikuti aturannya.

Aturannya sederhana.

Kau cuma perlu duduk dan bicara padaku.

Apa?

Jika cukup lama, kau akan menemukan anakmu di tempat aman [safe-brankas].

dalam kondisi aman dan selamat.

Apa-apaan itu?

Anakmu Daniel, kau ingat?

Ayahku ..

Dia sangat keras.

Kau menyia-nyiakan

hidup yang telah diberikan.

Sekarang anakmu menghadapi kematian,

karena kau melupakan semua dosanya.

Apa karena kita hanya mau melakukan saat hidup kita dalam bahaya?

Daniel!

Aku tak mau dengar lagi.

Jangan lupa aturannya.

Tutup mulutmu!

Dia melakukan permainan.

Aku tak mau berbicara dengannya.

Dia tak mengatakan apapun!

Itu menunjukkan betapa pendek pikiranmu.

Aku tak mau pergi sampai anakmu kencing darah.

Aku akan mengantarmu ke rumah itu.

Daniel?

Seseorang tak bilang padamu, Eric.

Aku yang akan melakukan tugas John setelah ia mati.

Daniel!

Lakukanlah kalau begitu. Hancurkan.

Dan kau ...

Daniel!

...subjek tes pertamaku.

Sekarang kau terkurung.

Tanpa pertolongan dan sendirian.

- Kau jalang sialan! - Permainan selesai.

Kubunuh kau!

Dasar kau jalang!

Dasar kau jalang!

Kubunuh kau!

Tidak!

Tidak!!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.