All language subtitles for 24 Jam Bersama Gaspar Indonesia CC

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[musik lembut lincah mengalun]

["Hal Hal ini Terjadi" mengalun]

[suara motor menderu]

♪ Di masa engkau terlahir ♪

♪ Hal-hal ini terjadi ♪

BERDASARKAN NOVEL 24 JAM BERSAMA GASPAR

KARYA SABDA ARMANDIO

♪ Untukmu aku bersaksi... ♪

[Gaspar] Di masa kau terlahir,

orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama.

Tetapi bertabrak-tabrakan, saling menginjak dan tidak menghiraukan.

Arah yang tidak tertera di lambang mata angin.

Arah yang juga tidak tertera di warisan kebajikan

dan ingatan yang sehat.

Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana.

Kau terlahir di masa maha kekacauan.

["Hal Hal ini Terjadi" kembali mengalun]

[musik meredup]

TERIMA BARTER

[penjaga kios] Kuperhatikan,

beberapa minggu ini kau mondar-mandir depan toko mas itu.

[bunyi radio samar]

Saranku,

jika kau ingin merampok, urungkan saja.

Pemiliknya sangat berbahaya.

[penjaga kios] Jenis orang saleh

yang selalu dibenarkan untuk melakukan hal apa pun.

[Gaspar] Lalu berputar, gila, dan menggerus rakus lagi.

Kau terlahir di masa maha tak tahu malu.

["Hal Hal Ini Terjadi" mengalun]

[Gaspar] Di masa kau terlahir, orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia.

Setiap mereka mempunyai wakil berupa angka atau kode,

yang dengannya setiap mereka bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya.

Dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada.

[suara kereta]

Daging bertemu daging tidak lagi penting. Hati bertemu hati tidak lagi sejati.

Kau terlahir di masa maha palsu.

["Hal Hal Ini Terjadi" kembali mengalun]

[Gaspar] Di masa kau terlahir, orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah.

Seakan berhak menggenggam dunia

yang sangat luas tak berbatas ini,

dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya.

Mereka kegirangan, heran, lupa berkedip, lupa menoleh,

lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil

dan melupakan sisa luasnya semesta.

Kau terlahir di masa maha...

[penyiar] Pemerintah menunjuk Badan Keamanan Nasional

melalui perangkat Garda Nasional

untuk memberikan tekanan sekaligus jaminan kepada masyarakat

agar selalu menggunakan gawai berteknologi internet

sebagai upaya pendataan, pengaturan, dan kemudahan penyampaian informasi.

Penunjukan ini dikritik keras oleh beberapa aktivis

sebagai bentuk penajaman kontrol pada masyarakat

melalui perangkat digital.

Kita beralih ke berita kedua,

sebanyak 251 jasad yang ditemukan oleh Garda Nasional,

di enam kuburan massal tersebut akan diidentifikasi

oleh Badan Forensik Negara,

dan hasil dijanjikan akan diumumkan dalam 90 hari.

Sumber berita lain mengatakan bahwa penemuan kuburan massal tersebut

bukan murni pekerjaan negara,

melainkan upaya kolektif masyarakat sipil.

[bunyi pintu terbuka dan tertutup]

[sirene polisi di kejauhan]

[keriuhan yang semakin keras]

[bohlam pecah]

[Agnes] Hei!

Jangan merusak apa pun!

[keriuhan penonton]

Tahu Fight Club?

Chuck Palahniuk?

Kamu bisa ikut tinggal di sini.

Bebas berkelahi seperti mereka semua

atau setidaknya tahu caranya supaya tidak digebuki orang.

[Agnes] Lihat laki-laki kurus di ujung sana?

Dia dokter.

Minta dia obati luka-lukamu.

Dia juga bisa memberikanmu minuman berenergi.

- Minuman energi apa? - Air putih hangat.

Kamu tampak pucat sejak tadi.

[sorakan penonton]

TEMUI. SEBELUM PAGI. DISTRIK 7.

Kamu yang menemukan kuburan-kuburan massal itu?

Seorang detektif tidak pernah membocorkan pekerjaannya.

Aku sudah menemukan kotak hitam.

[Agnes] Aku pikir kotak hitam itu cuma mitos.

[Gaspar] Kita memang butuh beberapa hal yang memang cuma mitos untuk bisa hidup.

Jadi, cuma mitos?

Aku sudah melihatnya sendiri. Persis seperti perkataan Babaji.

Aku khawatir kamu akan mati

bila kotak hitam itu memang bukan sekadar mitos.

Lalu apa yang akan kamu lakukan?

Mengambil kotak itu?

Aku sudah mengawasinya, hanya perlu memastikan beberapa hal.

Pemiliknya terlalu berbahaya untuk dihadapi dengan tergesa-gesa.

Gaspar.

Ajari aku cara menjadi seorang detektif.

- Agnes von Kurowsky-- - Namaku Afif.

Aku lebih suka dipukuli dengan batu bata ketimbang mendengarmu memanggilku Agnes.

Menjadi detektif bukan perkara mudah.

Memang apa yang mudah sejak minat berkomentar lebih tinggi

daripada minat membaca?

Ya, kau pikir-pikirlah sendiri.

[sorakan penonton]

[deru motor di belakang]

[suara langkah kaki]

[musik latar sendu mengalun]

[sirene polisi di kejauhan]

[suara drone]

[polisi] Jangan bergerak! Tindakan melawan hukum sudah terekam.

[suara drone mengejar]

[suara latar drum bertempo cepat]

[polisi] Jangan bergerak! Tindakan melawan hukum sudah terekam.

[suara drone mengejar]

[polisi] Jangan bergerak! Tindakan melawan hukum sudah terekam.

[suara latar drum bertempo cepat]

[Kirana] Gaspar.

[musik sedih mengalun]

Apakah detektif harus selalu menegakkan kebenaran

dan menghakimi orang jahat?

[Gaspar] Menurut novel-novel Arthur Harahap,

detektif tidak harus selalu berurusan dengan hal-hal besar.

Seperti mengungkap kebenaran atau menghukum penjahat.

[Kirana] Kamu akan terus jadi detektif?

[Gaspar] Aku belum memikirkannya.

Kenapa bertanya seperti itu?

[Kirana] Jika aku menghilang, apakah kamu akan mencariku?

[Gaspar] Kapan kamu akan menghilang?

[Kirana] Entahlah.

[Gaspar] Babaji pernah bilang,

"Mencari membuat manusia mempunyai alasan untuk hidup."

[Babaji] Sebelum kau datang,

Gaspar tidak punya teman.

Terus dia paksa aku jadi temannya.

Lihat ke sana.

[Kirana] Jadi, kamu akan mencariku?

[Gaspar] Aku pikir begitu.

[Kirana] Gaspar, ayo bangun!

[Gaspar] Bagaimana aku bisa sampai di sini?

[Agnes] Memangnya siapa lagi?

Tentu saja Cortazar.

Kamu punya kelainan jantung.

Maksudnya?

Dextrocardia. Jantungmu berada di tempat yang salah.

Bukan hal baru.

Alat yang membantu fungsi jantungmu sudah lama tidak berfungsi.

Jadi, harus cepat diperbaiki.

Kalau tidak?

Ya, kau akan segera mati!

Berapa lama?

Dua puluh empat jam.

- [Gaspar] Namaku Gaspar - [Gaspar Kecil] Namaku Gaspar.

- Jantungku berada di kanan. - Jantungku berada di kanan.

[Gaspar Kecil] Aku diceritakan naga-naga dewasa kepada anak-anak mereka.

Aku tidak memiliki orang tua.

Aku jatuh dari langit dan dibesarkan oleh Babaji,

pendongeng ulung yang sudah berkeliling separuh bumi untuk bercerita.

[musik sedih mengalun]

[Babaji] Saat itu,

penduduk desa di kaki bukit Gowardhana,

memberikan persembahan kepada Dewa Indra,

agar sang dewa menurunkan hujan.

Karena Dewa Indra mulai angkuh,

Sri Krishna ingin memberinya sedikit pelajaran.

Ia berkata kepada penduduk desa,

untuk berhenti mempersembahkan saji-sajian kepada Dewa Indra,

dan mulai memberikannya kepada Bukit Gowardhana.

Sebab, bukit itulah yang menyimpankan air hujan,

selama Dewa Indra tidak menurunkannya.

Dewa Indra yang kehilangan pengaruh,

murka dan mengirim hujan tujuh hari tujuh malam.

DILARANG MANDI DI LAUT BERBAHAYA

Sri Krishna,

mengangkat Bukit Gowardhana dengan kelingkingnya.

Dan penduduk

bisa berlindung dari ganasnya cuaca, selama tujuh hari tujuh malam itu.

Di hari kelima, Achal,

seorang petani yang ikut bersembunyi di kolong bukit itu,

menemukan satu kotak hitam yang terkubur.

Kotak hitam apa itu, Babaji?

Kotak hitam ajaib, Gaspar.

Kenapa kotaknya bisa ajaib?

Ya, karena bisa mengabulkan apa saja permintaan kita.

Bahkan bisa menemukan kedua orang tuamu

dan menjadikan mereka bersama kembali.

Aku tidak ingin menemukan mereka.

Lalu? Apa yang akan kamu minta?

Teman, Babaji.

[musik sedih mengalun]

[Gaspar] Agen 368.

[Agen 368] Sebutkan kode khusus.

[Gaspar] Aku akan terus mencarimu meski sering lupa.

[Agen 368] Kami mengonfirmasi kematian informan.

Temuan menyebutkan agen yang bertugas,

Anda, tidak memberlakukan protokol pengamanan

dengan memerintahkan informan untuk meninggalkan tempat pada waktunya.

[pria] Dia menjual anaknya,

demi relasi bisnis, dan dekat dengan kekuasaan.

Tetapi ketika anak itu sakit,

kami disuruh mengantarnya pulang ke alamat ini.

KLINIK HARTATI DIBYO (BU TATI)

Mungkin dari sana kamu bisa mulai mencari.

[Gaspar Kecil] Aku akan pergi

ke rumah sakit untuk memeriksa jantungku seperti biasa.

[Wan Ali] Kirana!

Apa aku boleh ikut?

Tidak usah. Kamu tunggu di sini.

Aku akan segera kembali dan membawakan untukmu novel-novel detektif yang baru.

[suara mobil melaju]

RUMAH DIJUAL PEMILIK LANGSUNG KILL THE RICH

[musik sedih mengalun]

RUMAH DIJUAL PEMILIK LANGSUNG KILL THE RICH

[suara mobil mendekat]

[Gaspar Kecil] Kirana hilang, Babaji.

Apakah Babaji tahu Kirana pergi ke mana?

[suara langkah kaki]

[suara burung camar di kejauhan]

Aku bermaksud pergi menjemputmu.

Tidak usah repot.

Aku bisa datang sendiri.

Iya.

Kau sudah membuktikannya.

Aku tidak akan membiarkanmu merencanakan kematian seorang diri.

Mati bisa datang kapan saja.

Tak perlu repot merencanakannya.

[musik sedih mengalun]

[deru motor]

[musik slow-rock mengalun]

[Bu Tati] Ada perlu apa?

Hari ini saya libur. Tidak praktik.

Mau bertemu Dr. Hartati Dibyo.

Namanya Ali bin Usam

bin Yasser al-Kindi.

Orang-orang memanggilnya Wan Ali.

Dia menikahi Maimunah, adik saya.

Bisa dibilang, Maimunah, satu-satunya keluarga saya di sini.

Tetapi kami tidak akrab.

Ia menganggap saya jahat

karena tidak merestui pernikahannya dengan Wan Ali.

Saya sendiri heran.

Kenapa dia bisa suka lelaki macam itu?

Untungnya,

belakangan dia cukup baik dengan membiarkan saya

tinggal di sini.

Waktu,

Bachtiar S. Abdillah, suami saya, meninggal.

Ternyata dia banyak meninggalkan utang.

Saya sendiri juga tidak tahu kenapa dia punya banyak utang.

Mungkin karena teman Facebook-nya.

Sebelum meninggal,

dia bertemu dengan teman Facebook-nya.

Jadi, rumah saya disita.

Wan Ali dan keluarganya, pernah tinggal di sini.

Ada orang penting yang kasih tempat ini untuk dikelola.

Makanya saya dikasih untuk tinggal di tempat ini.

Cuma bayar listrik, air.

Pernah juga ada biaya tambahan...

Kenapa banyak sekali bohlam lampu di sini?

Bachtiar S. Abdillah, suami saya,

pergi waktu saya sedang beli bohlam.

Dan ketika saya kembali,

dia tidak pernah pulang lagi.

Makanya saya selalu beli bohlam, dengan harapan,

ketika saya pulang,

dia ada di rumah.

Belakangan juga saya beli bohlam

supaya ada alasan

untuk menengok Yadi.

Si pongo bangsat itu sudah tidak pernah menjenguk saya lagi.

Di dekat toko emas Wan Ali,

tempat Yadi bekerja, ada--

Jadi, Yadi bekerja di toko emas Wan Ali?

Iya. Saya belum bilang?

Belum.

Jadi, cerita saya sampai di mana?

Sampai di Wan Ali pernah tinggal di rumah ini.

Iya.

Wan Ali dan keluarganya dahulu tinggal di sini.

Ada orang penting

yang kasih tempat ini untuk dikelola.

Saya sudah cerita soal itu?

Sudah.

Makanya,

kalau saya sedang cerita tuh jangan dipotong.

Nanti saya harus ulangi lagi dari awal.

Wan Ali dan Maimunah punya anak?

Punya.

Kirana namanya.

Apa yang terjadi?

Belum sampai di situ.

Saya kalau cerita harus dirunut.

Sampai di mana tadi cerita saya?

Sampai di Wan Ali pernah tinggal di rumah ini.

Iya.

Wan Ali dan keluarganya pernah tinggal di sini.

Ada orang penting yang kasih tempat ini untuk dikelola.

Makanya, saya...

"Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu" mengalun

♪ 'Kan kukenalkan ♪

♪ Penampilan hujan di tempat lain ♪

♪ Pemandangan bagus di tempat yang jauh ♪

♪ Bukan yang di dekat rumah saja ♪

TAK ADA MISTERI DI RUMAH KOSONG KARYA DARI ARTHUR HARAHAP

♪ Kita 'kan tangkap ♪

♪ Banyak kejadian ♪

♪ Yang menarik ♪

♪ Koleksi suasana asyik ♪

♪ Perasaan-perasaan yang baik ♪

♪ Cintanya besar-besaran ♪

Halo! Aku Kirana.

♪ Meski mesranya kecil-kecilan ♪

"Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu" terus mengalun

♪ Ba, sementara ♪

♪ Kita mesra-mesraannya ♪

♪ Kecil-kecilan dulu ya ♪

♪ Tunggu sampai semua mereda ♪

♪ Kita 'kan tangkap ♪

[sirene ambulan meraung]

♪ Kejadian yang menarik ♪

♪ Koleksi suasana asyik ♪

♪ Perasaan-perasaan yang baik ♪

♪ Cintanya besar-besaran ♪

♪ Meski mesranya kecil-kecilan ♪

[deru motor]

"Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu" berhenti mengalun

[musik latar tegang mengalun]

[Nurida] Selamat datang di Toko Emas Wan Ali,

tempat keindahan duniawi dan surgawi bersatu.

Mau merampok, ya?

Jangan macam-macam.

Ini payung bukan sembarang payung.

Peluru di dalamnya bisa membongkar dadamu

dan mengeluarkan cacing-cacing di perutmu.

Dasar anak bodoh.

Cintaku, tenang.

Aku akan melindungimu segenap jiwa dan raga.

Tetapi ini 'kan cuma payung, Bodoh.

Siapa yang mau merampok?

[Yadi] Itu! Dia!

[Gaspar] Wan Ali.

Apa kita saling kenal?

Kita pernah bertemu. Dahulu sekali.

Tetapi siapa yang tak kenal Wan Ali?

Bau emasnya saja tercium sampai Madagaskar.

Jangan pikir kau bisa bawa keluar barang dari sini dengan cuma-cuma.

Saya mau cari cincin kawin.

Saya tahu tempat ini punya koleksi cincin kawin terbaik.

Bahkan ketika tidak ada lagi orang yang percaya akan hal itu.

Orang mau beli cincin kamu bilang mau merampok.

Lebih mirip rampok,

ketimbang orang yang percaya dengan komitmen pernikahan.

Mau cari cincin macam apa?

Yang paling bersinar.

Tunai?

Tunai.

Bisa saya meminta warna kotaknya?

Mau kotak warna apa?

Hitam.

Orang macam apa cari cincin dengan kotak warna hitam?

Ada-ada saja.

Kotak cincin kami semua berwarna merah.

Ada yang biru, tetapi sudah habis.

[Gaspar] Itu ada kotak hitam.

Cincin kawinmu tidak sebesar ban Vespa, kan?

Kecuali kalau istrimu sebangsa jin, raksasa,

atau gajah India.

Siapa bilang cincin itu untuk istriku?

Kotak hitam itu tidak dijual.

Kalau begitu, tidak jadi.

Karena kotaknya warna merah?

[Gaspar] Tahun 2025, saat wabah nomor 36 menyerang,

beberapa orang dekat pemerintah mendapatkan vaksin pengembangan terbaru.

Jumlahnya terbatas.

Dan setiap orang yang menggunakan vaksin tersebut

akan memiliki simtom tertentu.

Tetapi vaksin itu terbukti ampuh.

Salah satunya, ini.

Kurawa, bekas komandan intelijen

yang jadi informan soal lokasi-lokasi kuburan massal.

Ia mengatakan bahwa orang ini ada hubungan dengan pemerintah.

Besar kemungkinannya, bisnis jual beli organ manusia yang dijalankannya,

ada hubungan dengan operasi pembersihan

yang dilancarkan pemerintah beberapa tahun terakhir.

Aku pikir itu cuma wacana.

[Gaspar] Aku meminta Kurawa untuk tidak segera pergi,

dengan maksud untuk menanyakan beberapa hal seperti itu.

Tetapi semalam ia ditemukan meninggal.

Garda Nasional membunuhnya.

Sampel itu aku temukan di tangannya.

[Agnes] Aku tidak keberatan melakukan hal-hal gila semacam ini.

Merampok toko, membongkar kejahatan negara,

atau bahkan mencongkel mata seorang sosiopat.

[suara cangkir diaduk]

Tetapi dengan satu syarat.

Aku yang akan mengasuh Cortazar bila kamu mati dalam 24 jam lagi.

Aku tidak memintamu untuk ikut.

Tetapi kamu bermaksud menjemputku.

Anggap saja aku menawarkan diri.

Lagi pula kamu akan mati dan harus ada yang mengasuh Cortazar.

Jin citah bisa membunuhmu.

Aku bisa mengendalikannya.

Apa yang akan kamu lakukan sekarang?

[musik bersemangat mengalun]

[Gaspar] Namaku Gaspar.

Jantungku berada di kanan.

Aku akan mati dalam 24 jam.

Sebelum itu, aku akan menuntut balas.

[deru motor]

Bajingan!

LELAKI BADJINGAN

[Gaspar] Aku ingin kalian terlibat.

Aku akan mati dalam waktu 24 jam.

Cortazar akan menjadi miliknya.

Ini satu-satunya kesempatan kalian untuk bisa mengubah nasib.

[Kik] Percuma kamu mengarang cerita akan mati dalam 24 jam.

Kami tidak akan terlibat.

Sudah jelas ini cuma akal-akalanmu seperti biasa.

Kelabang kecil, kotak hitam, jin citah.

Semua cuma cerita akal-akalan untuk membuat orang-orang sekitarmu kagum.

Rasa kagum hanya akan membuatmu menjadi lemah.

[Njet] Tetapi, Kik...

Cortazar memang dirasuki jin citah.

Pemilik aslinya membuat perjanjian dengan bangsa jin.

Ia memberikan jempolnya sebagai tumbal.

Ceritakan bagaimana nasib si pembalap liar.

Supaya lebih meyakinkan,

ceritakan pula bagaimana seorang pencuri legendaris mati dilindas Cortazar.

Saya lebih suka bagaimana situ menamainya Cortazar. Julio Cortazar.

Julio.

- Julio Cortazar. Dia-- - Diam kalian!

Tiga bulan lalu, kamu meninggalkanku.

Menyuruhku berpacaran dengan Njet.

Sekarang kamu datang ke sini dengan orang itu,

mengajak kami merampok toko emas.

Semua demi obsesi gila di kepalamu.

Kirana dijual Wan Ali.

Anak itu dijual ayahnya sendiri.

Dari mana kamu tahu?

Aku menyelidikinya.

Itu peristiwa 23 tahun yang lalu.

- Bagaimana kamu tahu itu benar? - Aku ini detektif.

Aku rasa kau tahu apa tugas detektif.

Omong kosong.

Kamu seharusnya tahu cerita Achal dan kotak hitam itu,

hanya improvisasi legenda Waisnawa.

Yang dilakukan Babaji supaya kamu tidak memikirkan orang tuamu.

Semua itu bohong.

Dan kamu senang hidup dalam kebohongan anak-anak macam itu.

Begini saja. Apa yang akan aku lakukan

akan mengubah hidup kalian yang melarat.

Setidaknya kalian bisa hidup bersama,

punya keturunan yang tak diberi makan oli samping.

Kalau kalian berubah pikiran,

datang ke alamat ini sebelum pukul tiga sore.

[Agnes] Kamu meninggalkan Kik dan memintanya berpacaran dengan Njet?

Dasar keparat.

[Gaspar] Semua orang terlahir keparat.

Siapa pun yang berpikir sebaliknya pasti delusional.

[Agnes] Dia pasti mengira aku ini kencan barumu.

[Gaspar] Biar.

Demi kebaikannya.

[Agnes] Kau pasti tahu, bahwa frasa "semua demi kebaikannya"

tidak pernah dapat diterima dalam urusan meninggalkan seseorang.

Aku selalu bersusah payah untuk memilih kalimat agar tidak menyakiti orang lain.

Dan selalu gagal?

Aku pernah berusaha untuk tak bicara kepada siapa pun untuk waktu yang lama.

Karena biar bagaimanapun, kalimatku berpotensi menyakiti orang lain.

Kik tahu jantungmu di kanan?

Kamu mungkin baru saja melukainya lagi.

Mungkin.

Jadi, kita akan merampok toko itu,

karena kotak hitam,

atau karena pemiliknya menjual anaknya?

Keduanya.

Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat.

[Kirana] Itu Gaspar.

- Gaspar itu... - Detektif

Kami sudah berkenalan tadi.

[Kirana] Iya! Dia itu detektif.

Aku membantunya mengumpulkan bukti-bukti.

Apa yang dia cari?

Jejak Harimau Campa.

Aum!

- [Kirana] Ayo! - [Kik] Yuk!

[Kirana] Gaspar!

[suara jepretan kamera]

[suara timer kamera]

[suara jepretan kamera]

Tujuh, delapan. Satu, dua, tiga, empat, lima...

Kik...

Kalau mereka datang,

jangan bilang aku di sini.

Mereka akan membawaku.

[musik piano sedih mengalun]

Seharusnya aku ikut pergi saja bersama Gaspar.

[kicau burung terdengar samar]

[isak tangis Gaspar]

Boleh saja dia menjadi informanmu,

tetapi apa iya kamu akan mengajak nenek

yang berjalan selambat kungkang untuk merampok?

[suara musik gitar slow rock mengalun]

Tempo hari dia baik saja.

Saya tidak suka Wan Ali.

Dia sudah mengambil

Maimunah, Yadi.

Keduanya jadi kurang ajar terhadap saya.

Tetapi saya tidak punya alasan untuk merampoknya.

Setidaknya dia jadi orang baik

dengan memberikan tempat tinggal kepada saya.

Setelah Bachtiar S. Abdillah mati,

dan meninggalkan semua utang-utangnya.

Itu saya sudah cerita, kan?

Sudah. Tetapi, begini.

Hmm...

Maaf.

Bachtiar S. Abdillah, suami Anda, tidak pernah meninggalkan utang.

Dia juga tidak mati karena bunuh diri.

Sok tahu.

Ini surat kematian Bachtiar S. Abdillah.

[Gaspar] Dua puluh tiga tahun lalu, Bachtiar S. Abdillah dan Wan Ali

memulai bisnis barang antik.

Keuangan Bachtiar S. Abdillah baik-baik saja,

sementara Wan Ali habis digulung krisis.

Suatu hari Bachtiar S. Abdillah melakukan kesalahan besar

dengan memperlihatkan miliknya yang paling berharga.

[musik bernuansa rahasia mengalun]

Apa sebenarnya keistimewaan kotak ini?

[Bachtiar] Ada orang bilang,

kotak ini berisi seluruh ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini.

Ada juga yang bilang kotak ini memudahkan rezeki.

Bahkan bisa menyimpan harta milik kita yang paling berharga.

Aku sudah membuktikannya.

Selama setahun terakhir ini,

rezeki datang lebih deras dari hujan.

[pria] Dari mana kamu tahu saya ada di sini?

Saya tahu alamatmu dari Bu Tati.

Dia bilang dahulu kalian pernah dekat.

Tetapi dia mengira kau sudah meninggal.

Keluarga saya pun sempat berpikir demikian.

Wan Ali tega melakukan apa pun untuk mendapatkan keinginannya.

[suara musik menjadi semakin tegang]

[pria] Dia bahkan membunuh Bachtiar S. Abdillah,

orang yang membantunya dari kebangkrutan.

[suara benda berat terjatuh ke air]

Dia juga mengambil ginjalku,

dan membuat mataku buta.

Dan yang paling buruk,

dia membuat semua orang menganggapku gila.

[Gaspar] Wan Ali mengarang semua cerita itu.

Dia membuat seolah-olah Bachtiar S. Abdillah mati,

setelah bertemu teman Facebook-nya.

Dia bahkan mengambil alih seluruh harta Bachtiar S. Abdillah

dan membuat seakan-akan dia meninggalkan begitu banyak utang.

Dia membayar petugas Instalasi Gawat Darurat,

untuk membuat...

[suara bip]

untuk membuat surat kematian sesuai dengan keinginannya.

Saya akan ajak Yadi.

Dia harus tahu perbuatan Wan Ali.

GREEN TEA CLASSIC

[musik gitar bertempo pelan mengalun]

Kau ini sepertinya memang kurang kerjaan.

TOKO MAS WAN ALI

Bagaimana? ini hari baik?

Ya.

Kau jadi beli cincin hari ini?

Tidak. Ini hari baik,

tetapi bukan hari baik untuk membeli cincin kawin.

Belilah.

Biar ada pelaris.

Sudah lama sekali aku dan istriku tak dapat komisi.

Hmm.

Kadang aku tidak mengerti,

kenapa Wan Ali masih mempertahankan toko emas ini.

Padahal sudah jarang sekali ada pelanggan.

Selain untuk menginap,

aku tidak tahu lagi apa fungsi toko emas ini baginya.

Kadang kupikir,

dia mempertahankan toko emas ini,

supaya aku dan Nurida tetap punya pekerjaan.

Baik betul dia.

Apa nama teh ini?

XD 11.

Terlalu sulit untuk nama teh.

Tetapi membuat kepalaku jadi lebih enteng.

Kau sendirian?

Ya. Nurida datang setelah makan siang.

- Wan Ali? - Kenapa Wan Ali?

Di mana dia?

Kenapa kau selalu menanyakannya?

Aku hanya bertanya, dan kau hanya perlu menjawab.

Macam detektif saja kau.

[musik tegang bertempo sedang kembali mengalun]

[suara pintu diketuk]

[musik latar meredup]

[Wan Ali] Itu berisi seribu destinasi wisata dunia versi terbaru.

Kamu bisa pergi ke mana saja yang kamu suka.

Yadi tidak pernah memberikan hadiah seperti ini kepadaku.

Dia terlalu bodoh,

dan miskin.

[musik tegang bertempo sedang mengalun]

[suara pintu tertutup]

[musik tegang semakin keras]

Aku harus buat perhitungan pada Wan Ali.

Kau tidak bisa pergi begitu saja dan melabraknya.

Tak ada yang bisa kau lakukan sekarang.

Paling-paling, Nurida meninggalkanmu dan memilih si tua bangka itu.

Wan Ali menghinamu.

Melecehkan istrimu dan memanfaatkan kemiskinanmu.

Kau harus balas dendam.

[pintu diketuk]

Waktu habis!

["Firasat" mengalun]

♪ Betapa kusesali ♪

♪ Segala yang telah terjadi ♪

♪ Kau tinggalkanku dalam sepi ♪

[pria tua] Kami mau beli kapal.

Tempat ini sudah kalah.

Senang pernah berbisnis dengan Anda.

BENSIN ADALAH EMAS

♪ Telah menyakitimu ♪

♪ Kurelakan kau untuk melangkah ♪

♪ Karena ku tak pernah berubah ♪

[Yadi] Dari awal aku sudah tahu kau mau rampok.

[Gaspar] Kalian yang merampok saya hanya membalas dendam.

[Yadi] Emang ada siapa lagi?

KLINIK HARTATI DIBYO (BU TATI)

♪ Memang benar diriku salah ♪

♪ Membuatmu selalu bersedih ♪

♪ Betapa bodohnya diriku ♪

♪ Telah menyakitimu ♪

♪ Kurelakan kau untuk melangkah ♪

♪ Karena ku tak pernah berubah ♪

[Kik] Njet.

- Apa sebaiknya kita terima ajakan Gaspar? - Setuju.

Jadi, kamu sebetulnya tidak setuju aku menolak?

Bukan begitu.

Tempat ini sudah mau tenggelam.

Persediaan bensin kita sudah habis. Lagi pula, aku ingin hidup bersamamu,

dan memiliki keturunan yang tidak diberi makan oli samping.

Itu kata-kata Gaspar.

Itu kata-kataku.

Gaspar hanya mengulanginya.

♪ Firasatku menghampiri ♪

♪ Musnah semua impian dan harapan ♪

Kik.

♪ Betapa kusesali ♪

♪ Segala yang telah terjadi ♪

♪ Kau tinggalkanku dalam sepi ♪

[Agnes] Kalian berubah pikiran?

Kik juga ingin membalas dendam.

♪ Merasuki sanubari ♪

♪ Betapa bodohnya diriku ♪

♪ Telah menyakitimu ♪

♪ Kurelakan kau untuk melangkah Karena ku tak pernah berubah ♪

Kalau rencanamu adalah memperbaiki hubunganku dan ibuku,

aku lebih baik tidak usah ikut saja.

Hubungan kami tidak pernah baik.

Dia adalah seorang penggerutu yang selalu menganggapku anak durhaka.

Aku tahu persis jenis orang tua yang tidak menyayangi anaknya.

Ibumu tidak masuk klasifikasi.

Kau memang bodoh, miskin, durhaka.

Jangan berlebihan. Nanti kau menyesal.

Ini mungkin satu-satunya kesempatanmu untuk tidak kehilangan Nurida.

Ayo.

Jalan.

[Bu Tati] Anak setan.

Boleh saya lihat, Nek?

Kamu siapa?

Saya bukan nenek-nenek.

Coba kamu cek bisa dor dor apa tidak?

Ini, ada dua peluru.

Kalau bisa, saya mau meledakkan kepala anak ini.

Menurut saya, rencana ini sudah bagus. Tetapi belum matang.

Sudah benar kalian ajak ibuku.

Dia sudah pernah mati.

Jadi paling tidak, jika ada hal tidak mengenakkan seperti kematian,

orang ini bisa membimbing kita semua.

Anak setan.

Itu kalimat pertama yang dia ucapkan, setelah mendengar kabar kematian ayahku.

Kamu memang anak setan.

Bagaimanapun menurut saya rencana ini sudah bagus.

Tetapi masih belum matang.

Kalau memang rencana ini sudah bagus, itu artinya sudah cukup.

Aku tidak punya lagi banyak waktu menanak air dan merebus rencana ini, Njet.

Kalau cuma menanak air, saya bisa melakukannya untuk kalian.

[Yadi] Nanti dulu soal menanak air.

Sekarang yang paling penting adalah,

Kenapa kita harus merampok?

Apa yang membuat kita lebih baik ketimbang Wan Ali?

Sekali ini kamu benar, Anak Setan.

Merampok adalah perbuatan dosa.

Ini bukan soal siapa lebih baik daripada siapa.

Kita tidak membicarakan moral dengan orang seperti Wan Ali.

Lagi pula dari awal semuanya sudah jelas.

Saya mau balas dendam.

Dan kalian semua, terlalu miskin untuk menolak jadi kaya.

Betul juga. Tetapi, ya tetap saja,

merampok adalah perbuatan dosa.

Mengatai anak sendiri setan, juga dosa.

Itu betul.

Tetapi dia memang benar anak setan.

Ini kesempatan kalian satu-satunya untuk membalas perlakuannya.

Jadi, tak perlu lagi berbicara dosa.

Lagi pula, seberapa sering kalian menikmati niat jahat

yang kalian rencanakan,

tetapi terlalu takut untuk melakukannya?

Kalau tak ada lagi yang perlu dibicarakan,

kita tinggal tentukan nama samaran Bu Tati dan Yadi.

Gaspar.

Saya tahu cara bagaimana mengubah rencana yang tidak matang ini, menjadi berhasil.

["Tanda Kutip" mengalun]

[Njet] Saya menyempurnakan larasnya.

Jarak efektifnya sekarang sampai 100 meter.

Saya tambahkan teleskop.

♪ Sebagai perantara peluru tajam ♪

♪ Pesona membelenggu ♪

[dering telepon]

[dering telepon]

[pria] Pengiriman barang mohon disegarakan malam ini.

[pria] Akses sudah dibukakan otoritas.

[Wan Ali] Hei, Gembel! Nih, makan.

♪ Merasuk peranannya ♪

♪ Pusaka yang kau cari buat kau bersembunyi ♪

Tunggu.

Tidak perlu terburu-buru.

[deru mobil]

[suara jangkrik]

Aku menganggap serius ucapanmu tentang keinginanmu

untuk hidup bersama dengan Kik.

Setidaknya itu membuatku tenang.

Meskipun saya belum bisa membayangkan diri saya hidup bahagia dalam kemiskinan,

tetapi kehadiran Kik,

memberikan saya harapan hidup.

Itu sudah cukup.

Bahagia saja konsep yang rumit.

Bagaimana bahagia dalam kemiskinan.

[Gaspar] Asal kau dan Kik tidak mencangkok ginjal dengan aki kering, itu sudah cukup

Itu sebab, saya ingin kalian terlibat.

Kalau saya mati,

pergilah ke kapal tempat saya tinggal.

Ada persediaan bahan bakar yang cukup untuk kalian meninggalkan tempat ini.

Situ benaran mau mati besok?

- Kau mau ikut? - Bisa saya pertimbangkan.

Sinting.

Lalu kalau situ tidak jadi mati besok, bagaimana?

Apa yang tidak membunuhku besok, akan membunuhku lusa, Njet.

[musik tegang mengalun]

[suara bip]

[Agnes] Aku mengerti kenapa kamu mau melakukan ini sebelum mati.

Bagimu yang menakutkan bukanlah kematian.

Tetapi rasa bersalah.

Itu mengapa kamu butuh penebusan.

[musik lembut mengalun]

Kematian seseorang,

bisa menjelma menjadi cermin cembung.

Terutama bagi mereka yang masih hidup.

Jaraknya hanya sejengkal dari hidung,

dan akan menampilkan dirimu dalam bentuk terdistorsi.

Memiliki memori indah sebelum mati di zaman seperti sekarang,

bisa jadi menyakitkan.

Itu justru membuatmu bersemangat.

Aku kadang membayangkan,

bisa menghadapi kematian dengan bersemangat.

Kau bisa menghadapi kematian sambil berjoget?

Aku ingin terbang

dan terhempas.

Terdengar dramatis.

["Firasat" mengalun]

♪ Betapa kusesali ♪

♪ Segala yang telah terjadi ♪

♪ Kau tinggalkanku dalam sepi ♪

♪ Merasuki sanubari ♪

♪ Betapa bodohnya diriku ♪

♪ Telah menyakitimu ♪

♪ Kurelakan kau untuk melangkah ♪

♪ Karena ku tak pernah berubah ♪

Ini untuk kamu.

Kamu hidup harus lebih lama

supaya kamu bisa merasakan penderitaan saya.

Sekarang kalian terlihat seperti ibu dan anak.

♪ Tak pernah kuhargai ♪

♪ Kehadiranmu oh kekasih ♪

♪ Memang benar diriku salah ♪

♪ Membuatmu selalu bersedih ♪

♪ Betapa bodohnya diriku ♪

♪ Telah menyakitimu ♪

♪ Kurelakan kau untuk melangkah ♪

♪ Karena ku tak pernah berubah ♪

[Gaspar] Namaku Gaspar, umurku 34 tahun.

Jantungku berada di kanan.

Aku akan mati dalam beberapa jam lagi.

Sebelum mati, aku dan komplotan ini akan merampok toko emas Wan Ali.

[Gaspar] Mana kunci?

Bukalah.

[Bu Tati] Apa yang mau dirampok?

Kosong.

[Gaspar] Isi toko ada di mana?

[Yadi] Disimpan di brankas.

[Gaspar] Pintunya dikunci?

Buka.

[Wan Ali] Kak Tati? Yadi?

[Bu Tati] Saya bukan Tati, saya Pingi.

[Yadi] Saya Pongo.

[Wan Ali] Mau apa kalian kemari?

[Kik] Bajingan kau, Gaspar!

[Gaspar] Gaspar punya rencana.

Gaspar punya rencana.

Gaspar tidak punya rencana!

Keluar!

- Cepat! - Woi!

[musik bertempo cepat mengalun]

Bajingan! Gaspar bajingan!

Hei!

Tadi saya menodongkan senjata ke arah Wan Ali.

- [Bu Tati] Lihat muka bajingan itu? - [Yadi] Tapi kita dikejar.

Ini seru!

[suara klakson]

[suara klakson berulang]

Sialan!

[suara mesin mengadat]

Bangsat!

[decitan ban]

[musik sendu mengalun]

[Kirana] Gaspar! Aku menemukan kelabang kecil itu.

Aku mencarikannya untukmu.

Aku selalu percaya semua yang kamu katakan.

Makanya aku berusaha mencarinya.

Ingat, ya, Gaspar.

Kalau aku hilang, kamu harus cari aku.

Kalau kamu sudah cari, tetapi tidak ketemu,

kamu boleh kok istirahat dahulu.

Tetapi habis itu jangan lupa dicari lagi.

Janji?

[desir ombak]

[Gaspar] Apa yang dikatakan Kik benar.

Ini semua hanya kegilaanku dan hanya membuat orang lain menderita.

[Agnes] Selesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Saya akan ke sana sendirian.

Itu di luar kesepakatan.

["Melawan Senja" mengalun]

♪ Kembali ke bangku taman ♪

♪ Diiringi rasa rindu ♪

♪ Perlahan dahan 'kan tertawa ♪

[Agnes] Kamu yakin akan mati hari ini?

[Gaspar] Tidak seorang pun menyangka aku akan bisa hidup sampai selama ini.

[decit ban]

♪ Udara biru ♪

♪ Di tepi senja ♪

♪ Melawan merah ♪

♪ Yang pekat di sana ♪

[motor meraung]

[decit ban]

[suara motor dipacu]

Pergi!

[musik tegang mengalun]

Siapa yang mengirimmu?

Hah?

Kalau cuma mau cincin kawin, kita bisa bicara baik-baik.

Saya tidak butuh cincin kawin, Bangsat!

[Agnes] Kawan-Kawan!

Mereka orang jahat.

Mereka menggunakan kekuasaan untuk memiskinkan kita semua.

Sekarang kalian bebas berkelahi dengan mereka sepuasnya!

[riuh]

Kau jual anakmu.

Kau bunuh dia.

[suara detak jantung]

Kau...

[suara detak jantung]

Kau ambil satu-satunya sahabatku.

[geraman menahan sakit]

Lah.

Kau anak kecil yang kesepian itu.

[suara tawa tertahan]

Kau anak kecil yang dibesarkan oleh sopir.

[tawa tertahan]

Apa yang kau lakukan terhadap Kirana, Bangsat?

[erangan]

Bangsat kau!

Bangsat kau!

[deru motor mendekat]

[jeritan kesakitan]

[suara napas terengah-engah]

[bunyi bip]

["Come, sweet death" mengalun]

[bunyi kerisik]

[bip]

RUMAH DIJUAL PEMILIK LANGSUNG KILL THE RICH

[suara gembok dibuka]

[Gaspar] Ingat.

Tiada yang lebih berbahaya selain cerita yang memaksamu percaya

bahwa kebaikan selalu mengalahkan kejahatan.

Cerita-cerita seperti itu akan membuatmu tumpul dan zalim.

[bunyi detak jantung]

Orang-orang baik melakukan hal jahat,

dan beralasan apa yang mereka lakukan adalah demi kebaikan.

Dan akan selalu ada pembenaran untuk itu.

[bunyi bip panjang dengan frekuensi tinggi]

Kita telah lama hidup dalam keputusasaan.

Dipaksa menyaksikan perdebatan panjang perihal baik dan buruk,

tanpa tahu cara menyelesaikannya.

Diam-diam menerima kenyataan bahwa dunia berubah

menjadi tempat yang terlalu sepi.

Dan menakutkan.

[musik lembut mengalun]

Siapa pun akan dibuat percaya bahwa inilah akhir dari manusia.

Harapan adalah barang langka yang harus dicuri.

Meski tidak bisa dipaksakan,

tak ada salahnya untuk percaya sekali lagi.

Selalu ada kemungkinan kedua di bumi manusia.

Sebab cinta bisa terbukti benar

dan kebahagiaan masih mungkin terjadi.

Terjemahan Subtitle oleh:

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.