Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Episode 23
Aku dengar sebentar lagi akan diumumkan peran untuk project berikutnya.
Apa kita akan dapat peran utama kali ini?
Er Duo.
Aku sih yang penting dapat peran.
Aku mau peran utama.
Aku ingin menghasilkan banyak uang.
Kalian pasti sudah tahu.
Project kita berikutnya akan di tayangkan di channel CCTV China.
Animasi ini terkenal di Jepang.
Orang Cina banyak menontonnya, jadi versi Jepang ini...
sudah sangat jelas.
Oh iya...
Pasti akan banyak komentar.
Kita harusnya tidak menyaring semua suaranya.
Beberapa komentar buruk nanti masih bisa diatasi.
Sekarang kita akan menentukan pemerannya.
Lin Ye Chen memerankan tokoh utama pria.
Yamei di perankan oleh Bei Er Duo
Lady jixiang akan diperankan oleh Wu You You
Pemeran utamanya sudah diputuskan.
Bei Er Duo dan Wu Yuo Yuo, kita akan diskusi lagi.
Mengingat upaya kalian selama ini....
Kalian berdua layak dapat pemeran utama.
Tapi jangan meremehkannya...
kalian bisa diganti sewaktu-waktu.
Guru Xu, tenang saja. Kami akan bekerja keras.
Aku janji akan mempertahankannya.
Kami tidak akan merusak kepercayaanya.
Baiklah, kalian berdua siap-siap.
Halo.
Sudah selesai?
Kuberitahu, aku dapat pemeran utama.
Akhirnya aku bisa mendapatkan pemeran utama wanita untuk pertama kalinya sepanjang hidupku.
Selamat yah.
Mau merayakannya?
Tentu, mau makan apa?
Akan ku atur untukmu.
Halo, aku mau memesan kursi di rooftop.
Kapan?
Tanganku kecil.
Menggunakan insting?
Menggunakan insting?
Bei Er Duo
Menikahlah denganku.
Sepertinya gaya berpakaianmu berbeda hari ini.
Kamu juga...
sepertinya sedikit berbeda.
Ini baju baru.
Bagus, kan?
Ayo.
Ayo makan.
Apa itu untuk menyesuaikan dengan bajunya?
Cara makanmu...
kenapa tidak seperti biasa?
Aku kehilangan berat badan akhir-akhir ini.
Ayo.
Bersulang untuk Nn. Bei Er Duo.
Pertama kali dapat peran utama...
semoga berjalan lancar.
Terima kasih.
Aku juga tidak menyangka.
Rasanya terlalu cepat.
Padahal tadinya...
seperti berjalan sangat lambat...
harus lebih baik lagi.
Apa karena bertemu denganku semuanya menjadi lebih baik?
Tidak juga.
Seperti ini hidupku saat bertemu denganmu.
Halo.
- Tunggu, biar aku. - Baiklah, selamat menikmati.
Kenapa?
Makanlah.
Pelan-pelan saja.
Kau bisa tersedak.
Mulutmu penuh makanan.
Kau kenapa?
Kelelahan?
Tidak.
Saat menerima tawaran itu...
kau akan jadi sibuk.
Mungkin.
Ini pemeran utama pertamaku.
Juga...
meskipun...
bukan sebagai ratu...
seperti kebanyakan drama.
Tapi akan kulakukan yang terbaik.
Tentu saja...
menjadi pemeran utama wanita yang memukau.
Ini sulit di dapatkan.
Jadi aku harus berjuang sekuat tenaga.
Bagaimana denganmu?
Kehidupan seperti itu.
Kau punya harapan lain?
Mau tahu?
Ingin menjadi...
pria terbaik untukmu.
Kau ini.
Bei Er Duo.
Tutup matamu.
Jangan mengintip.
Buka perlahan.
Apa ini?
Jembatan Biola?
Hadiah...
Ayo kita uji seberapa kuat ingatanmu.
Coba jawab.
Apa fungsi jembatan biola?
Apa kau ingin mengatakan sesuatu yang tak ku mengerti?
Sebenarnya tidak sulit.
Cukup katakan, jembatan biola itu seperti jantung bagi biola.
Ayo...
ke tempat lain.
Apa meteor sungguh akan jatuh di sini?
Tergantung kebajikanmu pada Tuhan.
Sekarang ini...
waktu terbaik mengamati hujan meteor di rasi bintang Yuqin.
Cahaya bulan redup...
jadi ada kemungkinan melihatnya.
Kau dingin?
Kalo gitu tunggu saja di mobil.
Aku juga ingin lihat meteor untuk membuat harapan.
Kau sudah mempersiapkannya?
Kalo gitu, aku harus buat list-list nya dulu dong.
Tidak lihat apa-apa.
Sudahi saja.
Bagaimana kalo kau lihat sesuatu yang lain?
Kau terlalu malu mengatakannya.
Apa itu baik atau buruk mengatakan pada Bos kalo kau membantunya?
Pria ini.
Dia kenapa, sih?
Aku tidak peduli, aku akan menyalakan kembang api sebentar lagi.
Kita tidak bisa melihatnya.
Kenapa?
Sudah melintasi langit.
Kita mungkin tidak berada dalam jangkauan radiasi.
Ayo pulang.
Kenapa?
Selama kau bersedia...
akan selalu ada meteor bersamamu...
untuk mewujudkan harapanmu.
Kalo percaya, tutup matamu.
Apa?
Apa kau akan membuat meteor untukku?
Bukalah.
Meteornya muncul.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Terima kasih.
Terima kasih tidak melakukannya di hadapan banyak orang...
melainkan hanya kita berdua.
Memasangkanku cincin dalam keheningan.
Tanpa berlutut dan tanpa iringan musik.
Dan berkata 'menikahlah denganku' di depan banyak orang.
Tapi hanya kita berdua.
Aku memikirkannya sejak di restoran.
Kenapa di restoran?
Aku suka kalung yang kau beri.
Lihat!
Siapa yang menyalakan kembang api?
Kau?
Hujan meteor milik semua orang.
Tapi kembang api...
hanya untuk kita.
Dan ini...
hanya untukmu.
Ma.
Er Duo.
Dari mana pagi-pagi?
Aku...
habis jogging.
Program sehat.
Bantu mama membawanya ke dapur.
Oh iya, beritahu Xiao Ye...
kapan orang tuanya punya waktu...
untuk makan malam bersama kalian...
dan memberi restu.
Apa perlu begitu cepat?
Cepat apanya?
Kau tinggal dengannya.
Bahkan sekarang kau punya cincin.
Cepatlah...
bawa sayuran kemari.
Aku datang.
Ayo.
Ada apa?
Aku gugup.
Aku harus bagaimana agar tidak gugup?
Kenapa gugup?
Kau sudah pernah bertemu mereka.
Itu beda dengan sekarang.
Kenapa beda?
Dulu pura-pura. Sekarang nyata.
Jadi?
Jadi....
Kau bisa atasi yang pura-pura, yang nyata juga pasti bisa.
Ayolah.
Ayo.
Sini.
Ayo.
- Ma, Pa. - Paman, Bibi.
Kalian datang.
Ini untukmu.
Terima kasih.
Er Duo mau minum apa?
Bibi, tidak usah.
Duduklah.
Paman, Bibi..
Itu hadiah sederhana dariku.
Semoga kalian suka.
Er Duo, kau sangat bijaksana dan jujur.
Aku sangat suka kue jenis ini.
Syukurlah, paman bagaimana?
Ini sangat berseni.
Matamu sangat bagus.
Paman terlalu berlebihan.
Makanannya sudah siap.
Baiklah.
Ayo makan dulu.
Ayo makan.
Ayo.
Er Duo, makan sayur ini.
Putraku, makan yang banyak.
Terima kasih.
Untuk ulang tahunmu bulan depan...
akan kuberikan cincin yang bertuliskan namamu. Bagaimana?
Kau ini, anak-anak di sini.
Ini rumahku, kalau ada yang tidak senang, dia bisa pulang.
Ayo pulang setelah makan.
Ayahmu tidak bermaksud begitu.
Aku sudah diabaikan sejak tadi.
Aku pasti bukan putranya.
Aku hanya punya Er Duo, menantuku.
Lain kali kau tidak perlu datang.
Tugasmu hanya membawanya ke keluarga ini.
Kalau kau punya anak nanti, kau pasti lebih sibuk.
Ingat.
Cincin itu tidak akan digunakan saat kalian menikah.
Tentu saja.
Akan kuberikan cincin pernikahan.
Er Duo.
Ini anggur bayberry buatanku, sangat enak.
Cobalah.
Ayo.
Bersulang.
Er Duo, bagaimana?
Enak?
Enak sekali.
Sekali lagi.
Kadar alkoholnya rendah kok.
Ayo kita bersulang.
Minum sedikit.
Tidak apa-apa kok.
Er Duo.
Ayo kita bersulang.
Er Duo, ayo.
Enak, kan?
Sekali lagi
Tak apa.
Ini buatan rumah, rendah alkohol.
Biar aku minum untuknya.
Jangan.
Tak apa.
Aku ingin bersulang dengan menantuku.
Jangan mengganggu.
Er Duo, kau pasti kuat minum.
Lumayan.
Er Duo.
Ma, sudahlah.
Kami akan pulang.
Hati-hati di jalan.
Jangan melakukan hal lain.
Lihat, ayahmu sangat kekanak-kanakan.
Er Duo.
Er Duo.
Hati-hati.
Kami pulang.
Hati-hati.
Sudah lama sejak aku mendengar program barumu.
Kau harus memperjuangkan mimpimu.
Meski akan memakan waktu lama...
tapi kau sudah berjuang sekuat tenaga.
Aku juga akan berusaha.
Aku penasaran kapan kau akan kembali lagi.
Aku harap kau baik-baik saja.
Berbahagialah.
Aku memutuskan mencabut gigi bungsu yang menggangguku.
Pemberitahuan beasiswaku.
Masuk sekolah...
selama 2 tahun?
Terima kasih.
Sedang apa?
Ada deh.
Kenapa?
Tidak kok, minum ini.
Ini untukmu.
Semangat.
Shu Wei, mama pinjam Er Duo untuk shopping.
Baiklah, silahkan.
Masuk.
Tunggu.
Sudah. Ayo.
Masuklah.
Hati-hati.
Ini terlalu ramai.
Aku rasa...
ini cocok denganmu.
Tidak. Tidak usah.
Ayo lihat lagi.
Yah sudah.
Lihatlah.
Sebenarnya, aku rasa ada yang bagus di depan tadi.
Di depan?
Di depan yah. Cobalah nanti.
Kenapa?
Bibi, ini terlihat bagus.
Ini?
Ini terlihat mudah.
Ini tidak cocok dengan usiaku.
Kenapa? Ini sangat elegant.
Ini sangat cocok dengan kulitmu juga. Mau coba?
- Baiklah, akan kucoba. - Iya.
- Bagus sekali. - Benarkah?
Pasti paman suka melihatmu memakainya.
Saat masih muda...
saat kami pacaran, dia suka membelikanku pakaian.
Juga perhiasan.
Aku punya banyak sekarang.
Ada 5 kotak besar.
5 kotak, aduh.
Paman pasti sangat mencintaimu.
Dia sangat mencintaiku, diluar materi....
dia juga sangat bertanggung jawab.
Sudahlah, jangan dibahas.
Ku beritahu, putraku sangat mirip dengan ayahnya.
Ayo duduk dan bicara.
Lihatlah.
Aku menemukannya saat merapikan perhiasan.
Aku rasa anting ini cocok untukmu.
Aku ingin memberikannya.
Bibi.
Ini sangat bernilai, aku tidak bisa.
Bukan itu poinnya. Kau tahu,...
Ini pemberian ayahnya Ye saat kami berkencan pertama kali.
Sekarang ini kuberikan padamu.
Ini pemberian turun temurun keluarga.
Tidak, Bibi.
Jangan sungkan, ambillah.
Kata Ye Shu Wei...
Bibi juga pemain biola terkenal dulu.
Sebenarnya,...
aku suka musik sejak kecil.
Saat masih muda, aku belajar main biola.
Aku selalu memikirkan musik...
untuk menjadi yang terbaik.
Lalu aku bertemu ayahnya,
perlahan aku menyerah di tur dunia.
Bibi tidak menyesal?
Jangan lihat ayahnya yang sudah tua sekarang.
Saat masih muda, dia sangat serius.
Aku ingat saat aku ingin ikut tur dunia...
dia selalu begadang menyelesaikan pekerjaannya.
Dia juga berjuang keras menemaniku.
Setiap kali aku melihatnya bekerja keras...
Perlahan juga aku mengurangi latihan.
Mungkin itu pilihan.
Setiap kali aku melihatnya...
dia selalu ada untukku.
Tiba-tiba aku merasa,...
sebenarnya, yang lain...
tidak lagi penting bagiku.
Begitulah, Er Duo.
Kalian...
aku tidak berharap banyak hal.
Cukup selalu saling menjaga dan mendukung satu sama lain.
Baiklah.
Ayo lihat-lihat lagi.
Sudah berapa lama kau menatapnya?
Tidak lelah?
Tidak..
Lihat.
Ini rencanaku.
Waktunya singkat. Tapi banyak tempat menarik.
Bagaimana?
Lumayan.
Hotelnya bagaimana? Kau mau pesan hotel khusus?
Atau hotel biasa?
Begini...
Setelah ku lihat,...
Hotel di dekat spot bagus...
sangat mahal.
Yang jauh saja dari spot bagus.
Tidak gampang melakukan perjalanan walaupun murah.
Kau tidak perlu khawatir...
yang penting nyaman.
Baiklah, mari kita lakukan bersama.
Kau harus menurut, pilih salah satu.
Baiklah. Yang jauh tidak apa-apa.
Sudah ditetapkan.
Semuanya.
Aku punya pengumuman.
Untuk alasan pribadi, minggu depan...
aku akan ke Jepang.
Sekitar 2 tahun.
Studio akan tetap dibuka.
Tapi untuk sementara,...
aku tidak ikut dalam produksinya.
Jadi mulai hari ini, jika ada pemesanan khusus untukku...
penyesuaian biola.
Tidak dilakukan lagi.
Kapan dimulai lagi?
Tunggu sampai aku kembali.
Juga...
Oschestra Philharmonic Vienna yang dibicarakan kemarin...
aku juga menolaknya.
Bos, pesanan ini...
Kau juga tidak mengambilnya?
Ini kesempatan yang sangat langka.
Kami mengerti kau mau ke Jepang tanpa beban kerjaan..
tapi kau menyerah pada pesanan langka ini.
Itu tidak sepertimu.
Aku sudah memutuskannya.
Ku harap kalian mengerti.
Sini.
Isi tenaga.
Lelah?
Sangat lelah.
Mau makan hot pot?
Makan di rumah saja.
Baiklah.
Ayo pulang dan makan.
Ayo.
Apa chef Ye baik-baik saja?
Makanannya sangat banyak.
Kalo ditambah lagi akan mubasir.
Baiklah, baiklah.
Sisa supnya.
Shu Wei, ayo bicara baik-baik.
Ini demi kamu juga.
Meninggalkan bisnismu...
kau tidak peduli dengan permintaan ayahku?
Aku tunggu responnya. Tolong jangan buat ayahku khawatir.
Baiklah.
Apa kita bisa habiskan?
Makan yang banyak, kau sudah bekerja keras.
Aku ingat saat sakit.
Kau selalu memasak sup herbal untukku.
Memang apa hubungannya?
Sup herbal...
Jadi ini sup untuk menambah nafsu makan...
harusnya...
mengatakan jangan makan sampai berlebihan.
Kalau tidak kau akan menjadi gemuk.
Kau tahu, yah?
Terlambat.
Makanlah.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Halo.
Er Duo, halo.
Aku Ling Qing Zhuo
Halo.
Lama tidak bicara, bagaimana kabarmu?
Apa tur mu berjalan lancar?
Sangat lancar.
Aku di Amerika sekarang.
Akan ada pertunjukan besok malam lagi.
Pasti disana sedang siang.
Benar.
Er Duo, aku sudah memikirkannya, jadi aku putuskan menelponmu.
Tentang Ye Shu Wei.
Ye Shu Wei?
Ini mungkin agak menyinggung.
Tapi aku harap kau bisa memberinya kebebasan.
Maksudmu?
Dia tidak bilang?
Bilang apa?
Ayahku sakit.
Dia tidak bisa lagi main biola.
Karena itu banyak masalah di studio biola.
Banyak orderan yang ditangguhkan.
Shu Wei selalu menjadi murid kebanggaan ayahku.
Jadi aku harap dia bisa mengambil alih orderan-orderan itu.
Kemarin aku datang untuk membahasnya.
Kepentingan pribadi.
Aku ingin memberitahunya.
Aku tahu dia juga memikirkan kondisi ayahku.
Tapi ini hanya permintaan.
Lalu kenapa menelponku?
Aku tahu dia menolak tawaran itu karenamu.
Ku pikir dia sudah memberitahumu.
Er Duo, kau tahu,...
Shu Wei mengalami waktu sulit...
setelah meninggalkan studio ayahku.
Studio bisa seperti sekarang ini...
karena dia berjuang keras untuk itu.
Dan merk biola ayahku sangat berpengaruh di Italia.
Kalau dia bisa mengelola dua studio sekaligus...
aku yakin prestasinya akan semakin besar.
Aku mengatakannya karena tidak punya ide lagi.
Aku hanya ingin dia tidak menyerah pada karirnya.
Jadi maksudnya, kau ingin aku membujuknya?
Iya.
Dia menghindari teleponku.
Jadi aku tidak punya pilihan.
Aku ingin kau mencoba membujuknya.
Nona Ling.
Aku selalu memberinya kebebasan,...
tidak membatasi keinginannya.
Dia juga sama denganku.
Ma, aku pulang.
Kau sudah makan? Biar ku buatkan makanan.
Aku sudah makan.
- Aku ke kamar dulu. - Baiklah.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 15 April 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.