Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Episode 22
Terima kasih.
Dia menguping, kan?
Juga pura-pura.
Ya.
Dulu kau tidak begini.
Qing Zhuo
Urusan Er Duo itu juga urusanku.
Kau jangan khawatir.
Urus saja urusanmu.
Aku hanya...
Tadi bicara apa?
Biola.
Jangan bahas kerjaan dulu.
Setiap kali kita bicara, selalu kerjaan.
Baiklah.
Bicara hal lain.
Kita tidak punya topik lain, kan?
Apa karena khawatir pada Guru...
membuatmu jadi badmood?
Ya.
Dia memprihatinkan.
Dia kenapa?
Apa sangat buruk?
Sejak dia strok..
dia tidak bisa main biola lagi.
Saat kau datang tahun lalu...
kondisinya sangat baik.
Sebenarnya dia ingin bilang sesuatu padamu...
tapi akhirnya tidak jadi.
Pegawai di studionya tidak bisa membuat biola sebaik dia..
jadi orderannya semakin memburuk.
Saat aku kembali kerumah, dia bilang...
agar kau bisa membantunya di studio.
Tapi kalau kau tidak bisa...
Mau gimana lagi.
Dia pasti kecewa...
punya anak sepertiku.
Bahkan orang yang ku cintai tak mampu ku dapatkan.
Kau pasti lelah.
Setelah tur...
pergilah liburan.
Pembicaraannya sampai di sini saja. Istirahatlah.
Apa kau berusaha menghindar sekarang?
Aku sudah mengatakannya.
Qing Zhuo
Sejak awal kau datang...
aku sudah mengatakan...
Bei Er Duo itu pacarku.
Kau yakin dia yang terakhir?
Aku yakin.
Kalo gitu aku tidak punya kesempatan lagi.
Kau akan menemukan kebahagiaanmu...
jangan beri aku kesempatan.
Benar.
Selama ini aku tidak pernah memberi kesempatan.
Aku hanya memikirkan diri sendiri.
15 tahun...
aku tidak pernah mencoba membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku tahu.
Aku bodoh.
Aku tidak bisa ngapa-ngapain selain main biola.
Aku hanya bisa main biola sampai lelah saat merindukanmu.
Katakan apa lagi yang bisa ku lakukan.
Sudahlah.
Akan ku pesankan hotel.
Tidak usah.
Aku bisa sendiri.
Tunggu.
Ini janji...
biola untuk turmu.
Jika perbaikannya belum selesai...
pakailah ini.
Kau bisa pake sesukamu.
Ini juga bagian dalam kompetisi produksi biola?
Iya.
Kau tidak takut aku merusaknya?
Kita bisa memperbaikinya.
Kau tidak akan melakukannya.
Beethoven
Kenapa sembunyi disini?
Aku pulang besok.
Jaga dirimu yah.
Aku harusnya pamit.
Ye Shu Wei.
Aku akan tinggal di rumah mamaku sementara.
Jaga Beethoven yah.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Ye Shu Wei
Aku akan tinggal di rumah mamaku sementara.
Jaga Beethoven yah.
Kenapa belum di balas?
Jangan-jangan dia senang aku pindah diam-diam?
Aduh, masa sih?
Halo.
Kau di rumah?
Tidak.
Terus kenapa lampu kamarmu menyala?
Apa?
Keluarlah.
Aku sudah siap tidur.
Tidak bisa keluar.
Kalo gitu aku akan masuk menemuimu.
Jangan. Jangan. Aku akan keluar.
Ada apa?
Kemarilah bicara.
Aku tidak bisa melihatmu dengan jelas.
Lompat saja.
Lompat?
Lompat?
Kenapa?
Takut?
Tidak.
Siapa juga yang takut melompat?
Tidak sama sekali.
Rasanya...
sudah lama tidak melihatmu.
Bukannya kita ketemu kemarin?
Kau lupa?
Tidak cukup.
Kenapa diam-diam pergi?
Tidak kok. Kemarin saat pergi...
aku pamitan dengan Paman Yuanyu.
Aku juga meng-sms mu.
Aku lihat.
Tapi itu bukan pamitan.
Mengemasi barang dan melarikan diri...
dan diberitahu setelahnya.
Aku...
Mamaku ingin aku tinggal dengannya dulu.
Jadi aku buru-buru pulang.
Tidak sempat memberitahumu.
Itu bukan..
karena kau cemburu, kan?
Cemburu?
Kenapa harus cemburu?
Sungguh tidak cemburu?
Sebelum pergi...
Tidak, aku hanya ingin pulang.
Jangan bahas lagi.
Ling Qing Zhuo sudah pergi.
Hari ini...
dia tinggal di hotel.
Dia akan segera kembali ke Italia.
Aku sudah menjelaskannya.
Oh
Er Duo.
Saat kau masuk dalam kehidupanku...
aku jadi bisa memahami orang lain.
Padahal dulunya...
aku sangat tidak peduli.
Kau mengerti?
Aku mengerti.
Aku masuk dulu.
Tunggu.
Kau tidak melupakan sesuatu?
Ah!
Aku lihat pasangan lain...
saat berpisah...
mereka saling cium.
Ciumlah.
Maksudku ciuman tidak langsung.
Jangan bertele-tele.
Cium atau tidak, terserah.
Apa?
Tiga...
Dua...
Keinginanmu terpenuhi.
Aku masuk dulu.
Er Duo.
Tanganmu..
sangat kecil.
Xiao Ye...
aku ingin buang sampah, kebetulan kita ketemu.
Halo, Bibi.
Halo.
Kenapa datang tepat setelah putriku kembali?
Kebetulan.
Kebetulan sekali.
Xiao Ye, ada yang ingin Bibi katakan.
Bibi rasa kalian cocok.
Kau tahu...
putriku ingin ke Jepang sebentar lagi.
Jepang itu cukup jauh.
Kalian harusnya buat rencana.
Begini...
Ku beri tahu, kalian anak muda tidak boleh hanya jatuh cinta seperti ini.
Kalian harus merencanakan masa depan.
Ayo masuk.
- Aku belum selesai. - Selesai apa.
Xiao Ye, kau mengerti, kan? Pulang dan pikirkanlah.
Sering-seringlah datang.
Sampai jumpa, Bibi.
Tolong buang sampahnya, terima kasih.
Kau kenapa, sih? Lepaskan.
Ma..
Ma..
Sentuhan...
Wanita memiliki leher yang sensitif?
Er Duo.
Bagaimana?
Cantik sekali.
Tidak ada yang menandingi kecantikanmu.
Itulah kata sahabat.
Ayo, cantik. Kita kawin lari.
Baiklah, bawa kemanapun kau mau.
Tidak, Mars akan menangis.
Pasti masalah kalau dia menangis.
Kau akhirnya menikah.
Aku masih tidak percaya.
Li Zi.
Kau sudah memikirkannya matang-matang?
Er Duo, jangan khawatir.
Aku sangat tahu pria seperti apa yang kubutuhkan.
Bahkan jika dia banyak kekurangan...
kami akan saling melengkapi.
Kekurangan kami bisa ditoleransi satu sama lain.
Lagipula, seseorang yang terluka...
harus kuat dan optimis.
Tapi kau tidak bisa begitu saja melupakan...
dan langsung menikah.
Kami sudah membahasnya sebelum memutuskan menikah...
Mars bilang...
tidak ada hal seperti itu untuk menikah.
Perasaan ingin menikah...
Mars selalu menunjukkannya dengan jelas.
Itu membuatku nyaman.
Aku juga akan mencobanya.
Rencana kehidupan yang ia tawarkan membuatku yakin.
Aku juga akan bekerja keras untuk membuat kehidupan pernikahan kami bahagia.
Mikirin apa?
Kau sedang apa?
Kau merusak rambutku.
Aku salah.
Kau belum lihat Ye Shu Wei?
Belum, aku ke sini pas selesai ganti baju.
Kenapa membahasnya?
Kau tidak ingin jadi orang pertama melihatnya pakai setelan jas?
Untuk apa?
Aku bosan melihatnya setiap hari.
Kalian baik-baik saja, kan?
Baik-baik saja.
Bohong.
Katakan.
Katakan ada apa?
Ayolah.
Li Zi.
Aku benar-benar terbakar api cemburu saat tinggal dirumahnya.
Aku serius, jangan ketawa.
Tidak kok.
Aku sangat percaya pada Ye Shu Wei...
dan yakin semua baik-baik saja.
Ye Shu Wei juga jaga jarak dari Lin Qing Zhuo
Tapi Li Zi...
aku tetap cemburu melihat mereka berduaan.
Aku merasa sesak mencintai seperti itu.
Aku marah sampai ingin meledak rasanya, kau tahu kan?
Jadi...
untuk mengontrol perasaanku...
aku pindah agar tidak melakukan hal lain.
Apa ini benar?
Er Duo.
Tang Li, sudah siap? Acaranya akan segera dimulai.
Baiklah. Terima kasih.
Er Duo.
Aku sangat mengerti perasaanmu.
Tapi keputusan tetap selalu di tanganmu.
Entah berjuang atau melindunginya...
atau bahkan menyerah...
yang terpenting adalah kebahagiaanmu.
Paham?
Ayo.
Ayo, hati-hati.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Pernikahan adalah cinta dan saling percaya.
Bukan hanya saling mencintai seumur hidup...
tapi juga saling percaya.
Sekarang, kami undang kedua mempelai untuk berhadapan.
Saling memandang satu sama lain.
Sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.
Mempelai pria, Tn. Mars. Pernikahan adalah tanggung jawab dan komitmen...
di masa depan saat istri anda kesulitan...
apa anda bersedia merangkul dan
menanggung bebannya?
Aku bersedia.
Mempelai Wanita, Nn. Tang Li.
Pernikahan adalah saling jujur dan menerima apa adanya...
Dimasa depan saat suami anda kelelahan...
apa anda bersedia untuk memeluk dengan hangat...
sembari meringankan lelahnya?
Ya.
Meski ini terdengar sederhana...
aku harap pasangan baru kita bisa mempertanggung jawabkannya.
Berikutnya, kami persilahkan penggiring pengantin...
untuk menyerahkan cincinnya.
Sekarang kami persilahkan mempelai bertukaran cincin.
Mempelai pria...
anda bisa mencium mempelai wanitanya.
Para tamu akan menjadi saksi dan berdoa untuk pernikahan kalian.
Untuk itu, kedua mempelai akan memberikan hadiah pada salah satu tamu.
Er Duo, kemarilah.
Aku ingin memberikan buket ini pada sahabatku.
Er Duo, berbahagialah.
Saatnya kita bertanya...
Apa kalian siap...
untuk menyaksikan pernikahan sempurna ini?
Kami siap.
Jangan menangis...
seperti seseorang mengambil keluargamu.
Apa kau juga akan menangis saat kita nikah nanti?
Lupakan.
Menangislah.
Shu Wei.
Mau dansa denganku?
Pria tampan, ayo kita dansa.
Dengan senang hati.
Maaf.
Hanya kita yang tersisa.
Dan...
ini mungkin dansa terakhir kita.
Yu Zhong.
Kau suka hot pot atau kebab? Atau kah yang panas dan pedas?
Caramu menghibur sangat unik.
Kalo kau ingin dengar sesuatu yang menyenangkan, akan ku katakan.
Dimana kemegahan di padang rumput?
Betapa sedihnya orang-orang yang tidak mendengarkan lagu cinta.
Maaf.
Salahku.
Apa?
Saatnya aku yang menghiburmu, Bibi Kecil.
Jangan bicara sembarangan.
Gadis yang mabuk cinta, dengarkan!
Pulang dan berendamlah...
Lalu bangun besoknya, jalanan akan dipenuhi pria tampan...
yang lebih baik dari Paman Ye.
Dua orang yang saling mencintai...
sangat mirip.
Kau harusnya berkaca.
Hanya ada tiga kata di wajahmu sekarang.
Apa itu?
Bei Er Duo
Kalo gitu, Yu Zhong. Aku akan mengajarimu dansa baru.
Jangan menolaknya.
Menyenangkan, kan?
Terus saja melangkah.
Ku beritahu langkahnya berbeda.
Yu Zhong.
Yang perlu kau lakukan sekarang hanyalah tersenyum.
Kesanalah.
Karena semua sudah di sini...
ayo kita dansa bersama.
Shu Wei
Tentang tawaran ayahku...
tolong pertimbangkan.
Dia sangat berharap padamu.
Dan reputasinya sebagai studio biola di Italia bagus.
Karirmu akan bertambah maju.
jangan menolaknya karena aku.
Akan ku pertimbangkan.
Baguslah.
Aku akan kembali ke Italia besok pagi.
Mau ku antar?
Tidak usah, aku sudah menelpon taksi untuk menjemputku.
Li Zi.
Beritahu aku kalau di menyusahkanmu, aku akan memberinya pelajaran.
Jangan khawatir, dia tidak akan begitu. Aku bisa mengatasinya.
Lagipula, mungkin aku yang menyusahkannya.
Oh iya...
kau selalu mengatasi semua dengan baik.
Li Zi.
Berbahagialah.
Kamu juga berbahagialah.
Kau kenapa?
Pusing.
Kenapa kau minum banyak?
Yu Zhong dimana?
Kenapa tidak di sini?
Dia yang menyeretku minum.
Tadi aku tidak ingin minum banyak...
tapi dia menangis lalu pingsan...
jadi aku menyuruh orang mengantarnya pulang.
Ayo pulang.
Tadi sama Yu Zhong...
bicara apa?
Kenapa tidak mengajakku dansa?
Kau tidak mengajakku, jadi aku juga tidak mengajakmu.
Maaf yah.
Yu Zhong tidak salah.
Lagi pula...
dia yang menemukanmu dulu.
Lalu kita bertemu.
Kenapa minum banyak?
Tidak banyak.
Sama waktu kamu sakit...
sangat manja.
Kau sedang apa?
Melepas kancingnya agar tidurmu nyaman.
Ye Shu Wei, kau mabuk.
Jadi kenapa?
Kau mabuk, menyingkir dariku.
Sadarlah.
Menyingkirlah, akan kubuatkan air madu.
Baiklah.
Kau mau apa? Hentikan!
Menyingkirlah.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 13 April 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.