Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 22]
Tuan.
Aku menerima perintah untuk mengunjungi Tuan Zang.
Di mana dia?
Tuan Zang ada di dalam makam.
Baik.
Sudah ada sedikit kemajuan dibanding terakhir kali aku datang.
Namun, masih sangat jauh dari selesai.
Tuan Zang.
Hari itu kenapa kau tidak menghadiri
jamuan keluarga Kasim Cao?
Apakah terlalu sibuk atau mungkin
Tuan tidak menghargainya dan sama sekali tidak ingin datang?
Tuan Lu bergurau.
Aku mana berani tidak menghargai
jamuan keluarga Kasim Cao.
Hanya saja,
akhir-akhir ini aku sibuk beberapa hari berturut-turut hingga melupakan hal ini.
Tidak apa-apa, masih ada kesempatan.
Jamuan keluarga Kasim Cao yang berikutnya diadakan pada lima hari lagi.
Kau bisa datang di saat itu.
Tuan Lu tidak perlu repot.
Saat ini aku hanya ingin memusatkan pikiran dan tenaga
untuk menyelesaikan pemakaman Jenderal Besar.
Apakah Tuan benar-benar sesibuk itu?
Benar.
Awalnya aku datang
untuk menyerahkan surat dari Kasim untukmu.
Ini bisa menjaminmu mengubah bahaya menjadi berkah dan hidup megah.
Namun, karena Tuan Zang
benar-benar tidak ingin menerima niat ini,
maka surat ini
tidak berjodoh lagi denganmu.
Pada Festival Chongyang setiap tahun,
para bawahan akan pergi
ke depan makam Mendiang Kaisar untuk berziarah.
Tidak peduli sebesar apa jasa dan prestasi Jenderal Besar Fu,
pembangunan makamnya
juga tidak akan selesai sebelum hari ziarah Mendiang Kaisar, 'kan?
Jadi,
pemakaman ini harus selesai sebelum Festival Chongyang.
Tuan Zang,
Anda jangan menganggapnya remeh.
Tuan Lu
sedang mengingatkanku
atau sedang mengancamku?
Aku mana berani.
Kau pejabat besar tingkat lima,
Ketua Biro Pengamat Langit yang terhormat.
Aku hanya berbicara santai,
tidak ada maksud lain sedikit pun.
Hanya saja,
kulihat Festival Chongyang hanya tinggal sebulan lagi dari sekarang.
Selama periode waktu ini, Tuan makanlah
apa pun yang diinginkan.
Tuan,
jangan bersikap munafik lagi di sini.
Pada dasarnya pekerja di sini memang kurang,
sekarang masih mau mempersingkat waktu pengerjaan.
Siapa yang tidak tahu Kasim Cao
sedang sengaja mempersulit kami?
Untuk apa kau berpura-pura baik di sini?
Siapa ini?
Mohon Tuan jangan salahkan.
Dia kepala pejabat pengurus ritual dari lima divisi di Biro Pengamat Langit.
Shi Quan,
jangan sembarangan bicara di sini.
Kepala pejabat pengurus ritual dari lima divisi?
Satu, dua, tiga, empat, lima,
enam, tujuh, delapan.
Aku benar-benar tidak sopan.
Bisa-bisanya aku tidak tahu tukang ini
ternyata seorang pejabat tingkat delapan.
Meskipun Tuan Shi tidak termasuk pejabat di istana,
bagaimanapun, juga punya jabatan di Biro Pengamat Langit.
Aku ingin bertanya pada Tuan,
memfitnah Kasim Pemegang Segel Biro Tata Krama Istana
adalah tuduhan setingkat apa?
Mohon Tuan jangan salahkan.
Shi Quan tidak bermaksud seperti itu.
Tadi aku mendengar ucapan Tuan Shi
dengan sangat jelas.
Bagaimana jika aku membawanya kembali ke Biro Pengawas Penjaga
untuk berbicara tatap muka dengan Kasim Cao?
Siapa yang sedang kau gertak?
Jika berani, bawa aku untuk berbicara di depan Kaisar.
Lu Ran.
Dia adalah pejabat istana, bukan tukang biasa.
Jika kau berani melakukan kekerasan di samping makam Mendiang Kaisar,
lalu diketahui oleh Kaisar
dan Biro Pengawas Penjaga dijatuhi hukuman tidak menghormati,
takutnya di saat itu tidak ada yang bisa menyelamatkanmu.
Shi Quan,
cepat minta maaf pada Tuan Lu.
Shi Quan telah berbicara tidak sopan, aku minta maaf pada Tuan.
Mohon Tuan Lu menoleransi.
Tentang Kasim Cao,
aku akan mempertimbangkannya dengan serius.
Baiklah kalau begitu.
Karena menghargai Tuan Zang,
hari ini akan kuampuni nyawa rendahmu.
Tuan Zang,
ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan padamu.
Aku punya seorang adik laki-laki bernama Lu Jin.
Tahukah kau bagaimana dia mati?
Jaga dirimu, Tuan Zang.
Ayo, cepat bangun.
Tidak apa-apa, 'kan?
Tidak apa-apa.
Tuan,
kita disuruh menyelesaikannya sebelum Festival Chongyang, bagaimana mungkin?
Meskipun setiap hari tidak tidur, juga tidak akan selesai.
Bangsawan Pingjin kuat dan ganas.
Sekarang aku telah menjadi orang kepercayaannya,
tetapi masih sulit untuk membunuhnya.
Aku juga bisa membuat Bangsawan Pingjin mencari masalah sendiri.
Pada dasarnya prestasinya tidak diberi penghargaan,
sangat mudah memicu rasa takut Kaisar.
Cao Jingxian kejam dan dingin,
selalu memusuhiku.
Sekarang dia dan Bangsawan Pingjin mulai berselisih dan saling curiga.
Jika waktunya tepat, aku bisa memancingnya masuk jebakan
agar keduanya saling bertarung.
Namun, rencana manusia selalu kalah dengan rencana Langit.
Sulit menjamin tidak akan terjadi kesalahan.
Harus ada keyakinan yang cukup.
Apalagi...
Apalagi, orang ketiga itu
bersembunyi dalam kegelapan sambil melihat seluruh situasi.
Apa pun yang terjadi,
tetap harus membuat Bangsawan Pingjin dan Cao Jingxian bertikai dulu.
Hanya dengan kedua orang ini rugi besar dan situasi menjadi kacau,
baru bisa memancing orang ketiga muncul.
Ketika elang menyerang, itulah saatnya aku membalas serangan.
[Kediaman Zang]
Tuan Muda Zhifu,
kenapa Anda datang sendiri?
Silakan duduk.
Kau berbicara seperti, rasanya sungkan sekali,
Zang Hai.
Ayahku
yang merekomendasikanmu untuk menjadi Ketua Biro Pengamat Langit.
Kediamanmu yang megah ini dipilihkan olehnya untukmu.
Kenapa? Apakah aku tidak boleh datang?
Tuan Muda Zhifu bergurau.
Jika Anda ada urusan denganku,
perintah orang saja untuk menyampaikan pesan kemari.
Aku pasti akan pergi mencari Anda.
Beberapa hari lalu, kau memintaku melakukan sesuatu,
tetapi aku tidak bisa membantu.
Aku benar-benar merasa sangat tidak enak hati.
Tidurku tidak nyenyak selama beberapa malam.
Tuan Muda Zhifu tidak bisa tidur di malam hari,
ternyata karena hati Anda memikirkanku, ya?
Duduklah.
Malam ini aku datang
karena mendengar kabar Kasim Cao
menyuruhmu menyelesaikan pengerjaan sebelum Festival Chongyang.
Hal ini menjadi makin sulit.
Ucapanku memang cukup berpengaruh di depan Kasim.
Jadi, aku berpikir
ingin membantu mengatakan hal baik tentangmu di depannya.
Agar nanti kau tidak perlu sampai kehilangan jabatan.
Ini terlalu merepotkan Tuan Muda Zhifu.
Benar-benar tidak perlu.
Kau berasal dari Kediaman Bangsawan.
Bagaimanapun, kita termasuk orang sendiri.
Kau ada kesulitan,
aku tidak mungkin tidak membantu, 'kan?
Anda pun sudah bilang, aku berasal dari Kediaman Bangsawan.
Artinya aku makin tidak boleh membebani Tuan Muda Zhifu
untuk membantuku memohon.
Apalagi, makam Jenderal Besar Fu
sudah diserahkan ke bawah pertanggungjawabanku.
Ini juga tidak bisa diatasi hanya dengan memohon.
Sudahlah.
Aku akan bicara terus terang padamu.
Berikan buku besarnya padaku,
kubantu kau menyelesaikannya.
Buku besar?
Benar.
Festival Chongyang akan segera tiba.
Kau juga harus mempersingkat waktu pengerjaan.
Sekarang ini bukan masalah yang bisa diselesaikan
dengan kau meminta lebih banyak tukang.
Zang Hai.
Karena hari ini aku datang,
artinya aku sudah membantumu memikirkan solusinya.
Asalkan kau memberikan buku besarnya padaku,
aku jamin,
kau bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.
Menyelesaikan tugas tepat waktu?
Apakah Tuan Muda Zhifu
memiliki kemampuan yang luar biasa?
Kau juga tidak perlu langsung menyetujuiku.
Pikirkan dulu baik-baik.
Lagi pula, malam ini aku juga tidak ada urusan lain.
Halamanmu ini
memang punya pemandangan bagus.
Aku berkeliling dulu
sambil menunggumu.
Tuan Muda Zhifu.
Lakukan saja sesuai perkataan Anda.
Sudah, jangan mengantar lagi.
Kalau begitu, kita sudah sepakat,
besok aku akan pergi ke Biro Pengamat Langit untuk mengambil buku besar darimu.
Silakan datang kapan pun, Tuan Muda Zhifu.
Hai.
Kau benar-benar ingin memberikan buku besar padanya?
Tidak peduli ide buruk apa yang dia pikirkan,
makam ini pada akhirnya pasti akan dibangun tanpa masalah.
Ada yang mendukungnya dari belakang.
Namun, sudahkah kau memikirkan cara menyelesaikan tugas dari Bangsawan Pingjin?
Sebelumnya aku ingin berusaha mengulur permintaannya beberapa kali.
Begitu Bangsawan Pingjin menyalahkan,
setidaknya ini terjadi karena Zhuang Zhifu yang terus mengganggu.
Namun, menurutku,
seperti ini masih kurang baik.
Tuan Zang, mohon tanya, ada solusi hebat apa?
Bukan, kau... Berhenti.
Kakimu tidak apa-apa, 'kan?
Dasar bocah tengik.
Kita jangan bicarakan dulu tentang kemampuanmu dalam berbohong,
tetapi kemampuanmu dalam bertele-tele
ternyata sudah mengalahkan orang yang mengajarimu.
[Buku Besar Perbaikan Makam Jenderal Besar Fu]
Hai.
Para tukang yang sebelumnya memperbaiki aula makam telah kembali.
Seharusnya tidak hanya mereka, 'kan?
Bagaimana kau tahu?
Masih ada sekelompok tukang tua yang ikut, ada lebih dari 20 orang.
Apakah masih ada?
Ada.
Mereka mendorong gerobak, gerobaknya penuh tumpukan batu bata berukir,
juga ada dua gerobak kayu dan batu.
Apakah kau serius?
Benar sekali.
Belakangan ini Zhuang Zhifu sering keluar masuk kediaman Zang Hai.
Dengan adanya bantuan dia,
Kementerian Tenaga Kerja ternyata mempermudah Zang Hai.
Bisa ditebak, Zang Hai bisa menyelesaikan pengerjaan saat Festival Chongyang.
Pantas saja sebelumnya Zang Hai tidak takut
dan tidak mau bergabung menjadi bawahanku.
Ternyata dia sudah lama memikirkan solusi.
Zhuang Zhifu yang bodoh ini,
beraninya dia menentang Ayah Angkat.
Kau pun sudah bilang
dia itu bodoh.
Mungkin dia
bahkan tidak sadar bahwa aku sedang sengaja mempersulit Zang Hai
dalam masalah ini.
Ayah Angkat,
Zang Hai ini tidak tahu diri,
sudah didekati dua kali pun tidak berhasil.
Tentang petunjuk barang itu,
apa yang harus kita lakukan?
Menurutmu, sebanyak apa yang Zhuang Luyin ketahui tentang hal ini?
Zhuang Luyin?
Jangan bertindak gegabah dulu.
Biarkan aku mencoba sekali lagi.
Maksud Ayah Angkat?
Zhuang Zhifu hanya mengincar keuntungan.
Dia ikut campur,
pasti ada banyak kecurangan dalam keuangan.
Yang paling dibenci Zhuang Luyin selama hidup adalah pengkhianat.
Zang Hai melibatkan Zhuang Zhifu
demi melindungi dirinya sendiri.
Jika dia tahu,
Zang Hai pasti akan mati.
Pikirkan cara untuk memberi tahu Zhuang Luyin
hal baik yang dilakukan oleh orangnya.
[Zhuang Zhifu menggelapkan dana kas negara]
[korupsi bahan perbaikan makam Jenderal Besar Fu, merusak moral pejabat]
Ayah,
Anda mencariku?
Berlutut.
Berlutut!
Ayah.
Zhuang Zhifu,
sekarang kau sudah makin hebat.
Bahkan uang untuk memperbaiki makam Fu Zhisong pun berani kau korupsi.
Ayah,
aku... aku tidak melakukannya.
Kau masih berani berbohong padaku?
Ayah.
Aku...
Aku... Aku hanya mengganti beberapa bahan.
Namun, semua barang yang tampak dari luar tidak diganti.
Asalkan Zang Hai bisa menyelesaikan pemakaman tepat waktu,
tidak akan ada orang yang menyadarinya.
Apa ini? Kau baca sendiri!
Ini...
Kau korupsi sedikit uang memang tidak masalah,
bisa-bisanya kau begitu bodoh sampai ketahuan orang lain.
Bahkan korupsi pun tidak bisa kau lakukan dengan baik!
Tuan Bangsawan,
Fu sudah tahu salah.
Anda ampunilah dia.
Kau masih berani memohon untuknya?
Kau memanjakannya hingga menjadi tidak tahu diri!
Kuberi tahu kau,
jika Zang Hai gagal menyelesaikan pemakaman,
Kementerian Keuangan dan Kementerian Ritus akan mengusutnya.
Kau kira jika menyamarkan bahan berkualitas rendah sebagai bahan bagus
dan sedikit mengubah isi buku besar,
orang lain tidak akan tahu?
Aku tanya padamu, bagaimana aku bisa tahu?
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Aku... Aku sudah tahu salah.
Kelak aku tidak akan berani lagi.
Lalu sekarang bagaimana?
Anda harus memikirkan cara untuk menyelamatkanku.
Semuanya karena Zang Hai.
Ayah.
Dia yang bersikeras mengajakku berbuat seperti ini.
Bagaimana kalau
kita serahkan dia saja?
Kita serahkan dia untuk bertanggung jawab.
Uangnya jatuh ke tanganmu,
apa gunanya menyerahkan dia?
Tuan Bangsawan,
Anda redakan amarah.
Anda jangan sampai sakit karena emosi.
Namun, masalah Fu tetap harus Anda bantu.
Jika tidak ingin hancur di tangan orang lain,
bersihkan semua kesalahanmu secepat mungkin.
Tidak hanya harus mengganti semua bahan
yang pernah diganti,
kau juga harus mengembalikan semua uang yang kau gelapkan.
Pergi ke gudang harta, tambahkan yang kurang!
Aku mengerti.
Kau menggunakan semua batu jelek ini untuk memperbaiki makam?
Tuan Bangsawan,
bagaimana Anda bisa tahu?
Kau masih bertanya bagaimana aku tahu?
Bagaimana bisa kau belajar
kemampuan korupsi bahan bangunan seperti ini?
Tuan Bangsawan, mohon ampun.
Aku memang telah terbutakan untuk sesaat
sehingga memiliki niat yang tidak pantas.
Entah bagaimana masalah ini bisa sampai ke telinga Tuan Bangsawan.
Zang Hai,
dulu kau tidak serakah akan harta.
Itu karena...
Karena dulu aku bekerja di Kediaman Bangsawan,
tidak boleh membuat masalah untuk Tuan Bangsawan.
Aku sudah tahu salahku, mohon Tuan Bangsawan menghukum.
Kau berdiri.
Aku merasa kau sedang membohongiku.
Kau orang yang cerdas,
tidak mungkin tidak tahu masalah dalam hal ini.
Katakanlah,
apakah ada orang yang memaksamu melakukan ini dari belakang?
Aku
tidak mengerti maksud Tuan Bangsawan.
Selama ini di belakangku hanya ada Tuan Bangsawan.
Hal ini
memang salahku sendiri.
Kutanya kau sekali lagi,
apakah ada orang yang memaksamu melakukan ini?
Kau katakan saja dengan jujur,
aku tidak akan mempermasalahkannya.
Jika kau tidak mengatakannya
dan kelak aku berhasil menyelidikinya,
aku tidak akan memikirkan hubungan lama lagi.
Masalah ini
benar-benar perbuatanku sendiri.
Jika kebenaran terungkap,
ini juga kesalahanku sendiri.
Aku tidak akan pernah melibatkan Kediaman Bangsawan.
Masalah kecil seperti ini
bagaimana mungkin bisa melibatkan Kediaman Bangsawan?
Kali ini aku mengampunimu.
Kelak bersikaplah lebih pintar.
Zang Hai akan mengingatnya.
Ayah.
Kenapa kau kembali?
Hari ini aku libur,
sengaja datang untuk memberi salam kepada Ayah.
Aku memburu seekor macan tutul,
sudah dibuat menjadi jubah kulit macan tutul dan diserahkan pada Pengurus Rumah.
Sekarang cuaca makin dingin.
Dulu Ayah berperang di tempat dingin,
kaki mudah terkena angin dingin.
Aku ingin Ayah bisa menghangatkan diri dengan jubah kulit macan tutul
saat duduk atau berbaring.
Kau perhatian sekali.
Namun, hari ini Ayah sedang tidak senang.
Kau kembali dulu.
Baik.
Kau sudah menjadi komandan panji kecil?
Benar.
Beberapa hari lalu, aku mencetak sebuah prestasi,
baru dinaikkan menjadi komandan panji kecil.
Jika aku tidak bertanya padamu, kau juga tidak mengatakannya.
Hanya komandan panji kecil.
Aku telah mempermalukan reputasi Ayah.
Kau sangat tampan
memakai zirah ini.
Zhuang Zhifu, ubah saja namanya menjadi Zhuang Zhifu si Rakus.
Namun, aku memang harus berterima kasih padanya.
Jika bukan karena kali ini
dia memiliki niat korupsi sebesar ini,
aku benar-benar tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalah tukang.
Namun, dia sama sekali tidak menyangka
kalau yang kita inginkan bukan tukang,
melainkan Zhuang Zhifu itu sendiri.
Mengenai Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Ritus,
dia pasti sudah mengaturnya.
Bahan kayu, batu, dan semua barang
sudah dikirim.
Hanya saja, semuanya sudah diutak-atik.
Kementerian Keuangan hanya mengalokasikan
segitu banyak uang.
Dia tidak hanya menggunakan barang berkualitas rendah,
tetapi juga memalsukan jumlah pekerja.
Yang terpenting, dia bisa menyeimbangkan pembukuan dengan begitu rapi.
Kalau saja Zhuang Zhifu menggunakan kepintarannya untuk hal yang benar,
mungkin dia sudah masuk sekretariat agung sejak dulu.
Orang seperti dia bisa bertahan di pemerintahan
sampai hari ini tanpa masalah,
benar-benar karena sudah terlalu dilindungi.
Orang yang melindunginya
kini juga harus melindungimu.
[Aula Huangji]
Aku, He Ziqing, ada hal yang ingin disampaikan.
Kementerian Ritus,
ada apa?
Festival Chongyang akan tiba.
Kementerian Ritus sedang mempersiapkan upacara sembahyang Mendiang Kaisar.
Aku dengar
makam Jenderal Besar Fu
baru bisa selesai ditutup tanah setelah Festival Chongyang.
Namun,
dalam sepuluh hari upacara sembahyang
tidak disarankan untuk melakukan pembangunan.
Dikhawatirkan akan ada benturan.
Aku mengusulkan
agar Jenderal Besar Fu dimakamkan sepuluh hari sebelum Festival Chongyang.
Ini bisa menjaga ketenangan upacara sembahyang Mendiang Kaisar
dan juga memungkinkan Jenderal Besar Fu untuk menikmati upacara sembahyang.
Tuan He telah mempertimbangkan dengan matang,
Kaisar pasti akan puas.
Hanya saja, aku dengar beberapa waktu lalu,
pembangunan makam Jenderal sangat lambat.
Menyelesaikannya tepat waktu saat Festival Chongyang saja sudah sulit.
Jika ingin memajukannya sepuluh hari lagi,
aku khawatir Biro Pengamat Langit akan kesulitan, 'kan?
Kasim Cao.
Masalah pembangunan
memang sudah serba kekurangan karena tukang yang tidak memadai.
Jika dimajukan sepuluh hari lagi,
aku khawatir akan sulit mengatasinya.
Jika Tuan Zang benar-benar kesulitan...
Kementerian Ritus.
Coba pikirkan,
apakah ada cara lain untuk mengatasinya?
Aku tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikannya,
dan aku takut jika ini diurus, yang lain akan terbengkalai.
Tuan Zang.
Pada Festival Chongyang kali ini,
Kaisar akan pergi sendiri ke makam kekaisaran
untuk menyembah kepada Mendiang Kaisar dan Ibu Suri.
Ini masalah besar,
sama sekali tidak boleh ceroboh.
Kau memiliki bakat yang luas,
keahlianmu dalam fengsui
dapat dikatakan satu dari sejuta.
Karena sebelumnya kekurangan tenaga kerja saja
bisa selesai saat Festival Chongyang,
aku akan mengirimkan lebih banyak tukang kepadamu.
Mungkin dengan sedikit kerja keras lagi, bisa dimajukan sepuluh hari.
Masalah ini sama-sama menguntungkan.
Apakah kau ingin menolak niat baik Kementerian Ritus?
Baik.
Kalau begitu, aku akan sampaikan kepada Kaisar.
Kasim, tunggu sebentar.
Masalah upacara sembahyang dan pemakaman ini,
sejak dulu selalu ditentukan bersama
oleh Biro Pengamat Langit dan Kementerian Ritus.
Kenapa sekarang Tuan He bisa memutuskan sendiri?
Namun, karena Tuan He mengatakan
pembangunan makam Jenderal Besar Fu
harus menghindari sepuluh hari sebelum Festival Chongyang,
menurutku, lebih baik ditunda daripada dimajukan.
Setelah upacara sembahyang Mendiang Kaisar selesai, sepuluh hari kemudian
baru dilakukan pemakaman Jenderal Besar Fu.
Ini akan menjaga ketenangan Mendiang Kaisar
dan tidak terburu-buru dalam pengerjaan,
sehingga tidak mengabaikan Jenderal Besar Fu.
Tuan He,
bagaimana menurutmu?
Benar.
Pernyataan ini salah.
Saat perang di Qiang Barat, Jenderal Fu memanggul
Mendiang Kaisar dari lautan mayat dan darah.
Beliau menyelamatkan negara.
Menunda pemakamannya
juga membuat Jenderal tidak tenang.
Jika hanya demi menikmati upacara sembahyang, lalu buru-buru dimakamkan,
bukankah itu justru akan membuat Jenderal Besar Fu lebih tidak tenang
dan membuat para prajurit di militer kecewa?
Jenderal Besar Fu selama hidupnya setia kepada Kaisar dan mencintai negara.
Dimakamkan setelah upacara sembahyang Mendiang Kaisar
juga merupakan kewajiban kita sebagai manusia.
Tuan Bangsawan benar.
Jenderal Besar Fu tidak boleh diabaikan.
Ada perbedaan status, tidak boleh melangkahi.
Seharusnya menunggu setelah Festival Chongyang saja.
Aku setuju.
Aku setuju.
- Aku setuju. - Aku setuju.
Karena Tuan Bangsawan berpikir begitu matang,
aku akan melaporkan kepada Kaisar
dan akan dilakukan sesuai dengan maksud Tuan Bangsawan.
Dia tahu betul kalau Zang Hai
yang menyeret anaknya ke dalam masalah,
tetapi dia tidak membunuhnya.
Hari ini di istana, dia bahkan maju membantunya bicara,
tanpa peduli harus berhadapan langsung denganku.
Benar-benar sangat melindungi.
Ayah Angkat.
Setidaknya Anda sudah mendapatkan hasilnya.
Zhuang Luyin
bahkan mungkin menggunakan uangnya sendiri
untuk menutupi kerugian.
Demi Zang Hai,
dia benar-benar berkorban besar.
Orang ini punya apa yang membuatnya begitu peduli?
Tentu saja stempel Gui.
Zang Hai ini pasti sedang membantunya mencari stempel Gui.
Dan menurutku,
mungkin dia sudah punya petunjuk,
makanya dia sangat melindunginya.
Zhuang Luyin
sudah lama tidak aktif,
tiba-tiba dia ada banyak pergerakan.
Sejauh mana kau sudah melangkah?
Kau benar-benar membuatku takut sekali.
Kronologi kejadiannya seperti itu.
Bangsawan Pingjin ini
benar-benar menyimpan banyak rahasia.
Dia tidak hanya membantu Zang Hai mengatasi kesulitan,
tetapi juga mendapatkan waktu tambahan sepuluh hari.
Dengan begitu,
makam Jenderal Fu bisa selesai dengan lancar.
Namun, Bangsawan Pingjin dan Cao Jingxian
selalu rukun,
bagaimana bisa jadi begitu tegang
di istana demi Zang Hai?
Itu semua karena Tuan Zang punya kemampuan
dan dihormati oleh Bangsawan Pingjin.
Aku rasa tidak sesederhana itu.
Mungkin ada hubungannya dengan rahasianya.
Dia tidak bilang,
mungkin memang ada kesulitan yang tidak bisa dia ungkapkan.
Dia punya kesulitan, jadi aku tidak punya?
Baik.
Kau punya, kau yang paling menderita.
Aku memihakmu.
Tubuhmu baru sedikit membaik.
Nona.
Ayo, cepat minum obatnya.
Kalau begitu, bisakah kau...
Aku tahu.
Aku akan terus memantau kabar Tuan Zang untukmu.
Kau yang terbaik.
Aku menghadap Kasim Cao.
Tidak tahu ada perintah apa dari Kasim?
Zhifu.
Kau adalah Tuan Muda Zhifu dari Kediaman Bangsawan,
dan juga Wakil Menteri Tenaga Kerja.
Masa depanmu cerah,
aku selalu melihatmu sangat menjanjikan.
Namun, belakangan ini,
kau membuatku sangat kecewa.
Kasim.
Aku tidak mengerti.
Lu Ran.
Berikan berkas yang sudah kau siapkan
kepada Tuan Zhifu.
[Laporan Korupsi Zhuang Zhifu dalam Proyek Pembangunan Saluran Air]
[Laporan Korupsi Zhuang Zhifu dalam Proyek Pembangunan Saluran Air]
Pada tahun ke-10 Era Zhenshun,
kau dipindah ke Kabupaten Lishui sebagai hakim daerah,
dan mengkorupsi uang istana untuk membangun tanggul sungai.
Tahun berikutnya, tanggul Lishui jebol
dan membanjiri tiga kabupaten di sepanjang sungai.
Saat itu, kakek dari pihak ibumu masih menjabat,
dan mencari seseorang untuk menggantikanmu menanggung kejahatan.
Pada tahun ke-13 Era Zhenshun, kau menjabat petugas pengangkut garam Jian'an,
secara pribadi menaikkan pajak garam dan mencari keuntungan besar.
Ayahmu yang maju dan memaksa pejabat daerah
untuk menanggung semua tanggung jawabmu.
Agar kau lebih tenang,
kakek dari pihak ibumu menempatkanmu
di Kementerian Tenaga Kerja yang paling sedikit keuntungannya.
Namun, kau tetap tidak mengubah kebiasaan burukmu.
Lima tahun lalu, Sungai You diubah alirannya,
apakah uang perbaikan makam kekaisaran
semuanya jatuh ke tanganmu
sehingga menyebabkan makam kekaisaran bocor
dan Mendiang Kaisar tidak tenang?
Namun, Kasim,
Anda juga punya bagian
dari uang ini.
Lancang!
Ini semua adalah
tuduhan atas dirimu yang diajukan oleh berbagai pejabat daerah.
Selama ini semuanya tersimpan di tempatku.
Dulu, aku selalu menekan laporan-laporan itu untukmu.
Mengenai upacara pemakaman Jenderal Besar Fu,
pikiran kecilmu itu,
Kaisar mungkin tidak menyadarinya,
tetapi apakah aku tidak bisa menyadarinya?
Jika suatu hari Kaisar menyelidikinya,
menurutmu,
bagaimana aku harus menjelaskan kepada Kaisar atas namamu?
Kasim, mohon tenang.
Kasim, mohon tenang.
Dulu,
aku tidak mengerti.
Mohon Kasim, ampuni aku
demi menghargai ayahku.
Aku pasti
akan membalas budi Kasim dengan baik.
Mengakui kesalahan itu bagus.
Lalu, bagaimana kau berencana
membalas budiku?
Beberapa waktu lalu,
istana direnovasi di mana-mana,
Kasim banyak mencemaskan.
Kasim menyayangi Kaisar,
aku juga menyayangi Kasim.
Bagaimana kalau
aku kembali dan memeriksa pembukuan,
lalu mencari sejumlah uang untuk menghormati Anda?
Sudah kapan ini,
kau masih saja berpikir untuk korupsi?
Kali ini ayahmu pun tidak bisa melindungimu.
Baiklah, berdirilah.
Mengingat baktimu,
aku tidak akan mempermasalahkannya lagi.
Kau bantu aku menyelidiki satu hal.
Masalah ini, hanya kau yang bisa.
Aku dengar Zang Hai sedang membantu ayahmu mencari sesuatu.
Aku ingin kau mencari tahu
apakah sudah ditemukan atau belum.
Kasim.
Jika Anda ingin tahu tentang ayahku,
Anda bisa langsung bertanya kepadanya.
Jika aku mencari tahu di belakangnya
dan kalau sampai dia tahu...
Aku tidak sedang berunding denganmu.
Kau harus menyelidikinya dengan baik untukku.
Jika tidak bisa menemukan hasilnya...
Lu Yan.
Ini adalah...
Petugas Ilmu Militer,
Zhang Ding?
Apakah Tuan Zhang sudah mengakui semuanya?
Sudah mengakui semuanya.
Aku menyelidiki kasus korupsi dana militer untuk Kaisar,
tidak disangka malah sampai ke Tuan Zhang.
Jika jumlahnya sedikit,
aku akan menutupinya untukmu.
Namun, tidak disangka
kau malah korupsi sebesar 80.000 liang perak.
Aku terus menunggumu datang sendiri,
berpikir kau bisa menjelaskan masalah ini kepadaku
dengan baik.
Namun, kau tidak melakukannya.
Kalau begitu, aku tidak punya pilihan.
Aku hanya bisa melaporkan kepada Kaisar.
Lakukan saja sesuai yang seharusnya.
Kasim Cao.
Kasim, ampuni aku.
Dulu aku tidak mengerti aturan.
Kasim,
mohon ampuni nyawaku yang rendah ini.
Ke depannya, aku akan menghormati Anda dengan baik.
Kasim.
Ampuni aku, Kasim.
Sudah telat.
Kasim, ampuni aku.
Kasim.
Jangan.
Ampuni aku.
Ampuni aku.
Kasim.
Kasim, aku...
Aku...
Zhifu.
Kalau begitu, kita berdua sepakat.
Kau harus membantuku dalam hal ini,
selidiki masalah ini dengan jelas.
Suamiku, makanlah.
Aku tidak mau, bawa pergi.
Setidaknya makan sesuap.
Sudah kubilang aku tidak makan!
Aku tidak mau makan, bawa pergi!
Keluar!
Tuan Zang.
Tuan Zhifu.
Kenapa Anda datang?
Jangan begitu sungkan.
Panggil aku Zhifu saja.
Tuan Muda Zhifu ada urusan mencariku?
Mari.
Silakan lewat sini.
Silakan duduk.
Zang Hai,
dulu aku
sering mengabaikanmu, jangan salahkan aku.
Bagaimanapun juga, kita ini adalah keluarga.
Tuan Muda Zhifu, kau selalu baik padaku,
dan tidak pernah mengabaikanku.
Aku hanya membantu Tuan Bangsawan,
kita memang keluarga.
Benar.
Keluarga.
Baiklah.
Mulai hari ini,
aku adalah kakak angkatmu,
dan kau adalah Adik Zang Hai-ku.
Adik Zang Hai, lihat,
bagaimana giok ini?
Warnanya murni, lembut seperti lemak.
Ini adalah giok nefrit kualitas terbaik.
Apakah kau menyukainya?
Tuan Muda Zhifu, ini...
Kau bertanggung jawab atas upacara pemakaman Jenderal Fu, bekerja tanpa henti.
Kau telah menyelesaikan masalah yang sangat sulit bagi Kementerian Tenaga Kerja,
dan mengurangi kekhawatiranku.
Giok ini, aku berikan kepadamu, Adik Zang Hai.
Tuan Muda Zhifu,
ini tidak bisa aku terima.
- Terimalah. - Tuan Muda Zhifu.
Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.
Adik Zang Hai.
Giok indah untuk pria sejati. Aku memberimu, terimalah.
Bukan, Tuan Muda Zhifu, ini...
Baik.
Kalau begitu, Zang Hai
sangat berterima kasih atas niat baik Tuan Muda Zhifu.
Baik.
Duduk.
Sebenarnya, sebelumnya di Kediaman Bangsawan,
aku sudah sangat mengagumi bakatmu.
Hanya saja pekerjaanku sibuk,
jadi aku tidak punya waktu untuk berbicara panjang lebar denganmu.
Ayahku sebelumnya sudah memberitahuku,
agar aku lebih dekat denganmu,
lebih banyak belajar cara bersikap dan bertindak.
Kebetulan, aku baru saja selesai dengan kesibukan beberapa waktu lalu,
dan sekarang ada waktu luang.
Ke depannya aku harus lebih sering datang ke kediamanmu
untuk berkunjung dan belajar.
Baik.
Kalau begitu, ke depannya, selama bisa membantu Tuan Muda Zhifu,
Zang Hai pasti akan mengatakan apa adanya dan tidak akan menyembunyikan apa pun.
Baik.
Kalau begitu, sudah sepakat.
Besok aku akan datang.
Teh yang enak.
Tidak ada alasan untuk datang ke tempatmu tanpa urusan.
Masalah terakhir sudah selesai.
Zhuang Zhifu tiba-tiba mulai bersikap ramah lagi.
Hai.
Apakah dia ingin mengambil keuntungan lagi dari suatu tempat?
Bangsawan Pingjin baru saja menegurnya.
Kurasa dia tidak akan berani dalam waktu dekat.
Saat ini,
orang yang paling ingin menyelidikiku adalah
Cao Jingxian.
Cao Jingxian memberikan keuntungan apa kepada Zhuang Zhifu
sehingga dia berani mengkhianati ayahnya?
Mungkin Zhuang Zhifu
sudah memberikan terlalu banyak keuntungan kepada Cao Jingxian dulu.
Muridku,
apa yang kau gambar ini?
Stempel Gui.
Kau pernah melihat stempel Gui?
Tentu saja tidak.
Namun, Cao Jingxian dan Zhuang Zhifu juga belum pernah melihatnya.
Sejak kematian Lu Jin,
aku sudah menanam
benih keraguan di dalam hati Cao Jingxian.
Sekarang benih ini sudah mulai tumbuh.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.