Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 21]
Tuan.
[Kediaman Zhao]
[Kediaman Zhao]
Tuan Zang.
Aku memberi hormat kepada Tuan Zhao.
Mundurlah sedikit.
Mohon dimaklumi.
Kediaman ini
merupakan anugerah dari Kaisar bertahun-tahun lalu.
Sekarang ia agak bobrok juga tidak bisa dihindari.
Bahkan hal seperti ini juga harus merepotkan Tuan Zhao,
itu adalah kelalaian kerja dari Biro Konstruksi.
Aku yang tidak melaporkannya ke istana,
mana bisa disebut kelalaian kerja?
Tuan Besar, pelan-pelan.
Aku mendengar kau memiliki pemahaman mendalam terhadap teknik pembangunan.
Aku malah sok pintar di depan ahlinya.
Tuan bahkan melakukan sendiri pekerjaan memperbaiki atap rumah.
Aku telah mendapatkan pengajaran.
Ikutlah denganku.
Tuan Zhao.
[Catatan Pengeluaran Biro Pengamat Langit] Tidak perlu melihat ini.
Aku tahu,
masalah yang ada di dalamnya bukan disebabkan olehmu.
Sayangnya, Chu Huaiming sudah mati.
Tidak peduli bagaimana mencocokkan buku besar ini,
uang hasil korupsi itu juga tidak dapat ditemukan.
Tuan memiliki pemikiran mendetail dan tajam.
Memang perlu punya pemikiran mendetail dan tajam.
Jika sebagai pejabat hanya tahu menundukkan kepalanya melihat ke bawah
tetapi tidak bisa menengadahkan kepala melihat langit,
takutnya menabrak dinding pun dia tidak tahu.
Apa arti kata-kata Tuan ini?
Beberapa hari ini, sekretariat agung
telah menerima banyak laporan yang menjelek-jelekkan dirimu.
Apakah kau tahu kalau dirimu sudah diam-diam menyinggung berapa banyak orang?
Ada begitu banyak orang yang ingin menjelek-jelekkan aku.
Namun, aku malah tidak terpengaruh sama sekali.
Aku merasa
mungkin di dalam laporan-laporan ini
yang tertulis semuanya hanyalah caci maki tanpa alasan, bukan?
Terlepas dari apakah yang dikatakan orang-orang itu masuk akal atau tidak,
sebagai pejabat dihina orang setiap hari.
Begitu laporan tentangmu menggunung tinggi,
walau tidak bersalah pun akan menjadi bersalah.
Nasihat Tuan memang benar.
Namun, aku memberanikan bertanya.
Menurut pandangan Tuan,
sebagai pejabat
apakah hanya akan menjadi penonton menyaksikan
ketidakadilan yang begitu jelas terlihat?
Air yang terlalu jernih tidak memungkinkan ikan untuk hidup,
manusia yang terlalu cerdik tidak akan memiliki teman.
Jika hanya demi mencari kepuasan sesaat
maka kau ingin membangun wibawa di dunia pejabat,
cara ini memang cara yang baik.
Namun, jika niatmu tulus ingin membuat perubahan besar,
tindakan ini adalah kesalahan besar.
Aku tidak mengerti.
Mohon Tuan memberi petunjuk.
Kau bergabung dengan dunia pejabat
karena rekomendasi dari Bangsawan Pingjin.
Masih muda sudah menjadi Ketua Tingkat Lima.
Jadi, ada banyak hal yang tidak kau pahami.
Kau ingin Biro Pengamat Langit menjadi lebih baik,
pemikiran ini memang benar.
Namun, kau jangan lupa
bahwa ada banyak hal Biro Pengamat Langit di masa lalu
semuanya dilakukan untuk kerabat kekaisaran.
Tidak peduli dia adalah orang seperti apa,
seberapa tinggi kekuasaannya,
selama tindakan mereka melanggar hukum Dayong,
maka aku tidak takut menyinggungnya.
Aku akan terus menyelidikinya.
Aku memberanikan diri meminta Tuan membantu
untuk menghukum mereka satu per satu.
Begitu sekretariat agung menerima daftar laporanmu,
itu sudah langsung menimbulkan gejolak.
Siapa yang diperiksa terlebih dahulu atau belakangan,
siapa yang dibunuh atau diasingkan,
beberapa hal memang tampaknya sekadar formalitas,
tetapi tidak tahu ada berapa banyak persaingan terselubung di belakangnya.
Kau dengan gegabah merusak situasi ini,
pernahkah kau memikirkan berapa banyak orang yang akan memanfaatkan situasi ini?
Memang itulah yang aku inginkan.
Jika seisi istana adalah orang-orang yang mementingkan keselamatannya sendiri,
maka begitu daftar ini diserahkan,
tidak akan menimbulkan reaksi apa pun.
Namun, bagaimana jika mereka berpikir dapat menggunakan daftar ini
untuk memperbesar masalah dan saling menjatuhkan?
Jika daftar ini tidak bisa dijadikan alat untuk disalahgunakan,
siapa yang akan mewakili istana
melakukan hal baik menghukum pelaku kejahatan?
Jika bisa menggabungkan kekuatan
serta mengidentifikasi faksi yang ada di dalamnya,
memanfaatkan kekuatan lawan untuk melawan diri sendiri dan memecah belah mereka,
maka keputusan buruk yang dikeluarkan olehmu yang menduduki posisi ini
akan bisa dimaklumi.
Namun, takutnya bukan inilah niat yang diinginkan Bangsawan Pingjin, bukan?
Kalau tidak, saat Chu Huaiming masih hidup,
dia pasti sudah melakukannya sejak awal.
Kau mengabdi padanya
adalah demi hari ini?
Kalau begitu, aku akan mengatakan satu hal lagi.
Dunia pejabat itu kejam.
Sebelum bertindak, mantapkan dulu posisimu.
Jika ingin memperbaiki tatanan pemerintahan, harus melindungi diri sendiri dulu.
Karena makin tinggi posisinya
makin banyak hal yang bisa kau lakukan.
Sebelum memastikan bahwa hal yang ingin kau lakukan
pasti bisa terwujud,
kau harus menduduki posisi itu dulu.
Aku sudah mendapat pelajaran.
Mengenai masalah ini,
anggap saja sebagai peringatan.
Tuan Besar.
Waktunya sudah tiba.
Hari ini Anda perlu ke sekretariat agung untuk membahas masalah.
Bantu aku berganti pakaian.
Baik.
Zang Hai.
Kediaman ini sudah cukup berumur,
tetapi aku sudah terbiasa tinggal di sini.
Karena kau sudah datang,
bantu aku memperbaiki genting di luar,
bagaimana?
Tuan tidak perlu khawatir.
Tuan Besar.
Pisau semen ini agak tumpul.
Tolong bawakan pisau yang baru.
Oh, ya.
Sekalian ambil beberapa genting baru dan kapur padam.
Baik.
Apakah dokumen resmi dari Biro Administrasi sudah dibawa?
Sebelumnya Anda tidak memerintahkan ini. Dokumennya masih ada di ruang baca.
Kembali ke kediaman.
Tuan Besar, pelan-pelan.
Di mana Zang Hai?
Tuan Besar.
Tuan Zang memintaku mengambil peralatan,
barusan dia masih ada di sini.
[Perintahkan Wakil Kementerian Keuangan, Zhao Bingwen, ]
[menyalurkan bantuan bencana banjir di Yuezhou]
Apa yang kau lakukan di sini?
Tuan.
Aku sedang bertanya padamu.
Bukankah kau seharusnya memperbaiki genting di halaman depan?
Jawab, Tuan.
Barusan ketika di halaman depan,
seorang pelayan memberitahuku
ruang baca sering terasa dingin,
tetapi dia juga tidak tahu apa alasannya
jadi ingin aku melihat keadaannya.
Benarkah?
Lalu, apa yang kau temukan?
Aku sudah memeriksanya dengan cermat.
Yang ditemukan hanyalah ruangan sudah tua dan tidak terawat,
jadi angin masuk melalui celahnya.
Area yang mengalami kerusakan kebetulan tertutup oleh rak buku,
jadi sulit terlihat.
Seperti yang dikatakan Tuan,
aku punya sedikit pengetahuan dalam hal teknik pembangunan.
Aku berpikir karena sudah ada di sini,
jadi mencoba untuk memperbaikinya.
Memang aku yang sudah lancang karena bertindak
tanpa meminta izin Tuan.
Sudah merepotkanmu.
Namun,
ruang baca penuh dengan rahasia negara dan terkait dengan banyak hal penting.
Kau dengan gegabah masuk ke sana,
dan telah melihat atau melakukan apa,
saat ini sudah sulit dijelaskan lagi.
Barusan kau bilang
ada seorang pelayan yang membawamu masuk.
Di mana dia?
Ketika aku masuk tadi,
- dia masih mengawasiku di luar. - Zhao Geng.
Siap.
Panggil semua pelayan di kediaman kemari
untuk diidentifikasi Tuan satu per satu.
Lihat sebenarnya siapa yang membawanya ke ruang baca.
Begitu ditemukan,
harus dihukum berat.
Baik.
Tuan, semua pelayan ada di sini.
Tuan Zang,
lihatlah baik-baik pelayan yang mana.
Sudah ditemukan?
Jawab, Tuan.
Ini juga pertama kalinya aku bertemu dia,
sungguh tidak ingat lagi.
Tidak masalah.
Kau tidak mengingat dia,
tetapi dia pasti mengingatmu.
Siapa dari kalian yang pernah melihat Tuan ini,
lalu siapa yang bilang ruang baca terasa dingin
dan meminta dia untuk memeriksanya?
Karena tidak ada yang mengakui,
biar kalian dihukum bersama.
Tuan, kami tidak bersalah.
- Tidak bersalah. - Tuan Besar.
Tuan Besar, kami tidak bersalah.
Tuan.
Pelayan itu juga berniat baik.
Karena Tuan Zang berkata demikian,
sebenarnya siapa orangnya,
katakan saja, dijamin tidak akan dihukum.
Namun, jika dipikir-pikir lagi,
orang-orang ini telah mengikutiku selama bertahun-tahun,
mereka semua tahu aturan di kediaman.
Bagaimana jika kau berbohong padaku
dan sama sekali tidak ada orang seperti itu?
Apa sebenarnya tujuan kedatangan Tuan Zang hari ini?
Jika tidak bisa menjelaskan,
mungkin kita harus berbicara di tempat lain.
Ayah.
Aku yang memintanya datang.
Ayah,
ruang baca Ayah sudah begitu tua,
aku selalu merasakan dingin yang menusuk di tempat itu.
Bahkan menyebabkan Ayah mengalami sakit kepala berkepanjangan.
Karena Tuan Zang berkata
dia adalah Ketua Biro Pengamat Langit,
maka aku memintanya untuk datang melihat keadaan.
Aku baru saja pergi sebentar,
sudah dari jauh melihat Ayah memarahi bawahan.
Bisa-bisanya sampai membuat kehebohan seperti ini.
Kau yang memanggilnya?
Dia bilang yang mengatakannya adalah seorang pelayan.
Ayah.
Waktu itu aku baru saja kembali dari luar,
masih dengan dandanan seorang pria.
Sebaliknya dia
malah menganggapku sebagai seorang pelayan.
Memang benar-benar harus dihukum.
Mohon Nona memaafkan aku.
Ini memang salahku yang kurang cermat.
Apakah sungguh kau yang memanggilnya kemari?
Aku sama sekali tidak mengenalnya,
untuk apa aku berbohong untuknya?
Ternyata hanya kesalahpahaman.
Karena demikian,
kau perbaiki ruang baca dengan baik.
Zhao Geng.
Tuan Besar.
Temani Tuan Zang.
Baik.
[Kediaman Zang]
Di bulan kedelapan hari ke-20, tahun kesembilan Era Zhenshun,
yang juga sebelum musibah menimpa rumahku,
Zhao Bingwen adalah wakil Kementerian Keuangan.
Istana memerintahkannya pergi ke Yuezhou untuk memberikan bantuan bencana.
Jadi, malam musibah terjadi di rumahmu,
Zhao Bingwen sama sekali tidak ada di ibu kota.
Benar.
Yuezhou berjarak jauh dari ibu kota.
Datang dan pergi
akan memakan waktu sekitar 20 hari.
Berhati-hatilah dalam bertindak.
Aku akan memeriksa arsip sejarah daerah setempat.
Jika bisa diverifikasi,
maka Zhao Bingwen tidak akan menjadi orang ketiga.
Namun, dalam proses memeriksa,
petunjuknya terputus lagi.
Ini bukan termasuk tidak ada pencapaian sama sekali.
Bukankah sekarang kau sudah mengetahui
Tuan Muda Ke-8 di sisi Nona Xiang itu
adalah putri Menteri Keuangan?
Anak-anak dari keluarga kaya memang lain dari yang lain.
Tidak berdiam di rumah dengan patuh,
malah pergi menjadi pencerita di Gedung Zhen.
Jika ayahku adalah Menteri Keuangan,
aku tidak akan melakukan apa pun sepanjang hari,
hanya berkeliling ke segala tempat untuk memungut pajak,
mengambil uang dari orang lain setiap hari.
Seperti apa rasanya itu?
Guru,
cepatlah sadar dan berhenti bermimpi.
Namun, ada satu hal yang ingin kuminta dari Anda.
Saat Anda membuka toko buku sebelumnya,
pernahkah Anda melihat beberapa buku cerita langka?
Aku ingin memberikan kepadanya sebagai ucapan terima kasih.
Buku cerita?
Aku punya beberapa teman lama yang mengumpulkan banyak buku cerita.
Namun, tidakkah kau merasa berterima kasih kepada orang yang tidak tepat?
Kau tidak ada hubungan dengan Tuan Muda Ke-8.
Atas dasar apa dia membantumu?
Pikirkanlah dengan cermat.
[Cerita Legenda Han Qinhu]
Tuan Zang sungguh serbabisa.
[Catatan Percakapan Si Tua Pemabuk] "Cerita Legenda Han Qinhu".
Ini sudah kucari lama sekali tetapi tetap tidak ditemukan.
Hari itu untung ada bantuan
Tuan Muda Ke-8 di depan Tuan Zhao,
jadi hari ini aku membawakan buku cerita ini
untuk mengungkapkan rasa terima kasih.
Tuan Zang jangan sungkan.
Aku sungguh tidak menyangka
Tuan Muda Ke-8 di Gedung Zhen ternyata adalah putri dari Kediaman Zhao.
Kenapa?
Putri dari Kediaman Zhao
tidak bisa tinggal di belakang layar Paviliun Wangyue?
Bukan itu maksudku.
Hanya Nona Zhao bisa mengelabui begitu rapi,
pura-pura menjadi pencerita
untuk menceritakan kejadian di dunia pada para rakyat.
Aku sungguh sangat kagum.
Baiklah.
Buku cerita ini akan kuterima.
Malam ini aku akan menceritakan isi buku ini.
Aku harus segera menghafalnya.
Tuan Zang.
Cepatlah bicarakan hal penting.
Bos Xiang.
Tuan Zang sudah datang.
Setelah berpisah di jamuan malam itu,
aku masih belum sempat...
Kau naik dan bicara di atas.
Bos Xiang.
Kau sudah menghabiskan Arak Sangluo.
Secangkir teh biasa ini
kau minum seadanya saja.
Kita sudah bertemu beberapa kali di Paviliun Wangyue ini.
Awalnya kau bahkan tidak mampu membayar uang teh.
Sekarang kau telah menjadi tamu undangan Pangeran Yongrong.
Kiranya dalam waktu singkat
kau sudah bisa menyalakan lampu di Kursi Kepala Pipit Mawar.
Aku masih jauh dari kemampuan itu.
Terima kasih atas bantuanmu malam itu.
Anggap saja kau sudah melunasi budi koin kuno.
Namun, aku selalu penasaran
kenapa malam itu
kau mau mencari Pangeran Yongrong yang mabuk?
Aku mengambil koin kuno milikku sendiri,
itu hal yang wajar.
Jika hanya untuk mengambil kembali koin kuno,
lalu kenapa kau bisa mengajukan pertanyaan kepada Pangeran Yongrong?
Apa yang telah dikatakan Yongrong?
Dia bilang seorang gadis bertanya kepadanya.
Namun, apa yang ditanyakan
tidak bisa dia ingat dengan jelas.
Seseorang yang ingin menemukan kembali barangnya
tidak akan berbicara dengan Pangeran.
Bos Xiang.
Kau pasti punya banyak rahasia, 'kan?
Apa hanya Tuan Zang yang boleh punya rahasia
dan aku tidak boleh?
Kau mau tahu, ya?
Tukar dengan rahasiamu.
Jujur saja,
aku punya satu keunggulan utama.
Aku tidak akan pernah menanyakan apa yang tidak seharusnya.
Tidak mau bicara, ya sudah.
Barusan kau memberikan apa kepada Tuan Muda Ke-8?
Kau ingin tahu?
Tukarkan saja dengan rahasiamu.
Kau...
Hanya beberapa buku cerita.
Aku juga tidak menyangka dia sangat menyukainya
dan bahkan mengatakan akan menceritakannya malam ini.
Ini sungguh hal yang langka.
Aku justru ingin melihat
bagaimana isi dari buku cerita malam ini.
Apakah kau ingin mendengarkannya bersama?
Mungkin aku akan sibuk untuk sementara waktu.
Setelah selesai, aku akan datang ke Gedung Zhen untuk mengganggumu.
Sesukamu saja.
Tuan Zang,
jangan sampai membuat dirimu sendiri kelelahan.
[Gerbang Kunning]
[Aula Taiji]
Rapat pagi dimulai.
Hari ini Kaisar sedang memeriksa laporan di Istana Hanzhang,
jadi tidak datang ke rapat pagi.
Tuan sekalian, apa ada yang mau dilaporkan hari ini?
Aku mau melaporkan sesuatu.
Kementerian Ritus ada urusan apa?
Kurang dari setengah tahun akan ada Ujian Provinsi.
Kementerian Ritus telah menghitung
dan diperlukan anggaran dari istana sebesar 100.000 liang perak.
Sebulan yang lalu, sekretariat agung sudah menyerahkan rancangan keputusan,
tetapi belum juga disetujui Kaisar.
Ada yang Tuan Huang tidak tahu.
Rancangan keputusan ini sudah lama ada di atas meja kekaisaran di Aula Hanzhang.
Bukan sengaja mau menundanya, hanya saja tahun ini
Kementerian Tenaga Kerja membangun jembatan dan memperbaiki jalan,
sementara Kementerian Keuangan memberikan bantuan bencana dan menolong rakyat.
Saat ini kas negara sedang defisit,
dan enam kementerian tetap menuntut anggaran.
Jika benar harus menghabiskan 100.000 liang,
lebih baik ubah ujian tiga tahun sekali menjadi lima tahun sekali.
Ini juga bisa meringankan beban negara.
Jika Ujian Kekaisaran ditunda dua tahun,
takutnya akan memengaruhi proses seleksi pejabat.
Tuan Shi terlalu khawatir.
Seleksi pejabat bisa dilakukan melalui rekomendasi Kementerian Kepegawaian.
Seperti Tuan Zang yang baru saja diangkat belum lama ini,
bukankah dia juga direkomendasikan oleh Tuan Bangsawan?
Terima kasih atas pujian Kasim Cao.
Ketua Biro Pengamat Langit harus ahli fengsui
dan tidak bisa dipilih melalui Ujian Kekaisaran.
Orang berbakat banyak, tetapi sangat langka yang mampu mengenalinya.
Mengenai pengangkatan pejabat enam kementerian ini,
Tuan Shi adalah penilai bijak.
Karena Tuan Bangsawan sudah berkata begitu,
bagaimana pendapat Tuan Shi?
Ujian Kekaisaran diurus oleh Kementerian Ritus,
jadi Kementerian Kepegawaian tidak akan banyak bicara lagi.
Masalah ini akan didiskusikan kembali oleh sekretariat agung.
Tuan Huang, tidak ada salahnya menyusun laporan baru
untuk melihat apakah pengeluarannya bisa sedikit dikurangi.
Tuan sekalian, apakah masih ada yang mau dilaporkan?
Karena tidak ada lagi yang mau dilaporkan,
aku akan menyampaikan sebuah titah dari Kaisar.
Jenderal Fu Zhisong telah menjaga wilayah dan melindungi rakyat.
Kaisar mengingat jasa-jasanya dan khusus
menganugerahkan Jenderal Fu untuk dimakamkan di samping makam Mendiang Kaisar
sebagai tanda kemurahan hati Kaisar.
Zang Hai sebelumnya telah merenovasi makam kekaisaran
dan Kaisar sangat puas.
Menurutku, urusan pemakaman Jenderal Besar Fu
sebaiknya diserahkan pada Biro Pengamat Langit saja.
Waktu dua bulan seharusnya sudah lebih dari cukup, 'kan?
Aku siap melaksanakan perintah.
Titah Kaisar memerintahkan
Kementerian Keuangan mengalokasikan dana 30.000 liang untuk biaya pembangunan.
Kementerian Keuangan siap melaksanakan perintah.
Terima kasih pada Tuan sekalian.
Hari ini rapat diakhiri.
Para Adipati biasa dimakamkan
hanya memakai pinus keteleeria untuk peti mati dan lohansung untuk peti luar.
Namun, Jenderal Besar Fu telah berjasa besar,
Kaisar mengizinkan peti matinya menggunakan kayu Nanmu berserat emas.
Baik, Tuan.
Aku mengerti.
Shi Quan.
Divisi lain di Biro Pengamat Langit akhir-akhir ini sangat sibuk,
hanya kau yang bisa meluangkan waktu untuk membantuku.
Tugas mengawasi pembangunan ini kuserahkan padamu,
pastikan dikerjakan dengan cermat dan hati-hati.
Tuan tenang saja.
Kenapa para tukang ini begitu muda?
Pekerjaan mengukir batu dan memperbaiki prasasti
tidak mengandalkan tenaga, tetapi pengalaman.
Makin tua tukangnya, makin terampil pula keahliannya.
Orang-orang ini terlalu muda.
Jika seperti ini kondisinya,
kemungkinan waktu pengerjaan harus diundur.
Tuan benar.
Dulu setiap kali Biro Pengamat Langit
menerima urusan pemakaman dari istana,
para tukang selalu dikirim oleh Kementerian Tenaga Kerja dengan biaya negara,
dan yang datang selalu yang paling terampil dan bisa diandalkan.
Hanya saja, entah kenapa kali ini
yang dikirim justru para pemuda yang belum terampil.
Apa yang terjadi?
Ini...
Tuan.
Tuan.
Bagaimana cara kalian bekerja?
Ini adalah sisa terakhir batu berukir dari Kementerian Tenaga Kerja.
Mohon ampun, Tuan.
Kami tidak sengaja.
- Mohon Tuan mengampuni. - Mohon ampun, Tuan.
Sudah hancur seperti ini,
tidak bisa digunakan lagi.
Tuan Zang.
- Ini... - Tuan Muda Zhifu.
- Tuan. - Kemarin, aku...
Tuan, aku tidak bisa menghentikannya.
Baik.
Tuan Muda Zhifu, surat yang kukirimkan kemarin, Anda...
Kau harus memanggilku Tuan di sini.
Baik.
Tuan Zhifu.
Aku datang kemari
untuk urusan penambahan tukang pembangunan makam.
Aku juga telah menyetujui banyak urusan perbaikan di Kementerian Tenaga Kerja,
dan belum pernah ada yang keberatan soal penugasan tukang.
Kenapa hanya kau yang bermasalah?
Jawab, Tuan.
Waktu pengerjaan kali ini memang terlalu singkat.
Perbaikan makam jenderal
membutuhkan banyak pengalaman pembangunan.
Tanpa pekerja berpengalaman,
takutnya kali ini sulit diserahkan tepat waktu.
Untungnya Anda berada di Kementerian Tenaga Kerja,
makanya aku datang untuk meminta bantuan dari keluarga sendiri.
Mohon bantuan Anda.
Bantuan dari keluarga sendiri?
Bantuan dari keluarga sendiri mungkin juga tergantung orangnya, 'kan?
Kau punya urusan datang mencariku untuk berunding,
tetapi suratmu malah tiba lebih dulu sebelum kau.
Sepertinya kau juga tidak menghargaiku.
Apakah kau menganggapku seperti keluarga sendiri?
Kalau begitu,
aku juga akan mengurusnya secara resmi.
Kau mau pekerja, 'kan?
Sayang sekali.
Cuaca mulai dingin
dan para pekerja itu sudah dikirim untuk memperbaiki beberapa aula di istana.
Menurutmu, aku yang tidak punya dana dan pekerja,
bagaimana bisa membantumu?
Tuan.
Ada yang Anda tidak tahu.
Urusan pemakaman Jenderal Besar Fu
berkaitan dengan tugas penting yang dipercayakan Tuan Bangsawan padaku.
Jika tidak dikerjakan dengan baik,
aku khawatir akan mengganggu rencana besar Tuan Bangsawan.
Ayahku?
Apa hubungannya urusan ini dengan ayahku?
Tuan.
Tugas yang diberikan Tuan Bangsawan padaku ini
harus aku rahasiakan dari semua orang.
Jika Anda tidak percaya,
silakan pulang dan tanyakan pada Tuan Bangsawan.
Namun kalau tugas ini gagal,
kita tidak akan bisa menanggungnya.
Karena ini urusan dalam Kediaman Bangsawan,
aku akan membantumu mencari solusi.
Kalian yang di sana.
Keluar.
- Baik. - Baik.
Masalah ini bukan sepenuhnya tidak ada solusi.
Katakan, kau butuh berapa orang?
Empat puluh orang.
Empat puluh orang?
Menurutku, itu tidak cukup.
Kaisar sangat menghargai Jenderal Besar Fu.
Makamnya harus dibangun dengan cepat dan baik.
Begini saja.
Aku akan memberimu 80 orang.
Tuan.
Aku tidak membutuhkan orang sebanyak itu.
Kau usulkan 80 orang,
aku berikan 40 orang.
Aku jamin tidak akan menunda jadwal.
Sisa 40 orang itu
tidak akan kupanggil.
Adapun dana lebih ini,
akan kita gunakan untuk menyuap semua pihak.
Bagaimana menurutmu?
Tuan.
Anda ini mau menggelapkan dana gaji, ya?
Ini sama sekali tidak boleh.
Jika sampai Kasim Cao tahu,
kita tidak akan bisa menjelaskannya.
Kasim Cao tidak akan mempermasalahkannya.
Di seluruh istana ini,
siapa yang belum pernah melakukan penipuan semacam ini?
Hal ini tidak pantas, sama sekali tidak boleh.
Jika aku tidak membantumu,
kau akan memanfaatkan ayahku untuk menekanku.
Solusinya sudah aku berikan,
tetapi kau masih juga merasa kesulitan.
Aku akan terus terang padamu.
Beginilah kondisi Kementerian Tenaga Kerja sekarang.
Aku juga hanya bisa memikirkan solusi ini.
Kau jangan tidak tahu diri.
Ucapan Tuan terlalu berlebihan.
Kalau begitu, begini saja.
Sebaiknya aku mencari solusi lain sendiri.
Dasar orang tidak tahu diri.
Shi Quan.
Tuan, Anda sudah datang.
Lihatlah.
Jangankan meminta Kementerian Tenaga Kerja
mengganti dengan para tukang tua yang berpengalaman,
sekarang tukang muda pun sudah dipindahkan semua.
Apa yang terjadi?
Orang-orang dari Kementerian Tenaga Kerja mengatakan
ada beberapa bagian di dalam istana yang rusak dan bocor,
sehingga membutuhkan tambahan pekerja.
Para tukang ini sudah dipindahkan untuk memperbaiki,
katanya setelah selesai akan dikembalikan pada kita.
Namaku Lu Ran,
seorang pejabat kecil di Biro Pengawas Penjaga.
Biro Pengamat Langit bekerja keras
mengawasi pemakaman Jenderal Fu Zhisong.
Kasim Cao
secara khusus mengutusku untuk menyampaikan salam pada Tuan.
Di dalam kotak ini ada beberapa kudapan,
silakan Tuan terima dan makan seadanya.
Terima kasih, Tuan Lu.
Jika Tuan ada waktu,
mohon bawa aku masuk untuk berkeliling,
Silakan.
Ini adalah
ruang makam tempat peti mati jenderal besar disemayamkan.
Manusia setelah meninggal
hanya dimakamkan di tempat sekecil ini.
Ini sudah cukup besar,
banyak orang hanya dimakamkan di tempat sebesar sehelai tikar jerami.
Tuan Zang.
Proses mengukir baru dimulai,
bahkan batu prasasti saja belum dibuat.
Ini adalah pekerjaan besar.
Kalian hanya berdua, apakah tenaga kerjanya cukup?
Benar.
Aku juga sedang bingung,
tetapi sekarang periode embun dingin hampir tiba.
Banyak bagian di istana yang rusak dan bocor,
jadi para tukang dipindahkan untuk memperbaikinya.
Aku juga sudah mendengar soal ini.
Jika perbaikan istana membutuhkan orang,
tentu saja harus mengirim tenaga kerja
dan mendahulukan urusan Kaisar.
Jadi, tugasmu ini memang tidak mudah.
Dulu banyak pejabat menganggap kesulitan yang mereka hadapi
adalah tekanan dari atasan.
Saking marahnya,
mereka menulis laporan dan mau bunuh diri di hadapan Kaisar.
Maksud Kasim adalah
jika kau sekarang terdesak
dan ingin membuat pengaduan, jangan sampai salah orang.
Kalau tidak, mati bunuh diri pun akan sia-sia.
Namun, kalau dipikir-pikir lagi,
tidak ada yang sulit di dunia ini asalkan ada kemauan.
Jika Tuan Zang
benar-benar tidak bisa melewati rintangan ini,
mungkin bisa fokus pada tugas lain dulu.
Ini
aku agak tidak mengerti.
Apakah Tuan Lu bersedia memberi arahan yang lebih dalam?
Kalau begitu, aku akan bicara terus terang.
Kasim mengutusku datang hari ini
karena khawatir kau salah paham akan niat baiknya.
Kasim Cao menolak semua tentangan
dan menunjukmu mengurus pemakaman Jenderal Besar Fu.
Karena menganggap kemampuanmu luar biasa dan cara kerjamu yang matang,
barulah kau diberi kesempatan
untuk menunjukkan diri di hadapan Kaisar.
Ini kesempatan yang sulit diraih orang biasa.
Terima kasih atas kebaikan Kasim Cao.
Aku sangat berterima kasih.
Kasim akan mengadakan jamuan keluarga lusa
dan akan mengundang beberapa pejabat istana yang dekat dengannya.
Jika Tuan tidak sibuk,
Tuan bisa datang dan ikut meramaikan suasana.
Jika bisa mengambil hati Kasim Cao,
banyak urusan di masa depan akan menjadi jauh lebih mudah.
Baiklah.
Tugas hari ini sudah hampir selesai.
Aku pergi.
Oh, ya.
Hampir saja lupa.
Aku juga harus memberimu undangan resmi,
kalau tidak, kau tidak akan bisa masuk ke Kediaman Cao.
[Yang Terhormat Tuan Zang Hai, Anda diundang ke jamuan keluarga besok malam]
[Semoga tidak ditolak. Hormat aku]
Cao Jingxian itu seorang kasim,
jamuan keluarga macam apa yang dia buat?
Dia tidak punya orang tua di atasnya,
dan di bawahnya, dia bahkan tidak bisa punya anak.
Apakah dia mengundangmu ke sana
untuk ikut bersandiwara bersama pengikutnya yang munafik itu?
Awalnya dia mempersulitku,
lalu mengutus orang untuk memberiku petunjuk.
Apakah dia mau aku berpihak padanya dan mengkhianati Bangsawan Pingjin?
Tujuan terakhirnya
tentu saja stempel Gui.
Bagaimana karakter Lu Ran ini?
Orang ini seharusnya juga adalah putra angkat Cao Jingxian.
Bicaranya sangat hati-hati
dan bukan lawan yang mudah dihadapi.
Lebih mudah berurusan dengan penguasa daripada bawahannya.
Jika makam tidak dapat diserahkan tepat waktu,
maka Cao Jingxian pasti akan menghukumku dengan tuduhan menipu Kaisar.
Sepertinya nanti
aku benar-benar akan mati.
Hai.
Bagaimana kalau kau tunduk pada Kasim Cao
dan meminta perlindungannya?
Guru.
Anda mau aku melakukan hal jahat bersama orang-orang
dari Biro Pengawas Penjaga itu?
Bahkan Bangsawan Pingjin tidak ikut campur
bagaimana aku bisa menjadi Ketua Biro Pengamat Langit.
Jika aku mengabdi pada Cao Jingxian,
dia tidak akan menoleransi bawahan yang bersih dan jujur.
Aku pernah bilang padamu,
istana punya bahayanya sendiri.
Setelah menjadi pejabat, memang mudah untuk melakukan pemeriksaan,
tetapi akan menghadapi kesulitan yang lebih besar.
Kau sudah belajar begitu banyak hal,
mustahil kau tidak bisa ini.
Namun, niat awalku bukanlah untuk jadi pejabat,
aku hanya ingin balas dendam.
Kalau begitu, aku tanya padamu,
apa hal terpenting dalam membalas dendam?
Menemukan musuh ketiga.
Salah!
Jawabannya adalah kau harus bertahan hidup.
Kau baru saja menjabat Biro Pengamat Langit
dan sudah mengalami begitu banyak hal.
Kau juga harus menghadapi
pejabat sipil tertinggi dan Kasim Pemegang Segel di istana.
Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun.
Jadi, kau bisa menjadi pejabat baik maupun jahat.
Guru.
Musuhku adalah para pejabat tinggi ini.
Orang ketiga itu pastinya juga.
Aku pasti akan membalas dendamku.
Namun bagaimanapun juga,
aku tidak boleh menjadi orang seperti mereka.
Dasar keras kepala.
Silakan jadi pejabat baikmu itu.
Bencana dan keberuntungan selalu beriringan,
tidak semuanya adalah hal buruk.
Lewati dulu rintangan Cao Jingxian ini,
Guru punya banyak cara.
Cara apa?
Cara Guru
adalah...
Sudah dirobek?
Abaikan itu. Katakan, cara apa?
Cara Guru adalah
pikirkan cara lain lagi.
Kau ini...
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.