All language subtitles for Legend of Zang Hai Episode 19 English Sub - KissAsian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Legenda Zang Hai]

[Episode 19]

[Kediaman Zang]

Tuan Muda Zhixing.

Aku mencari Tuan Zang kalian.

Tuan pergi tadi malam, sekarang belum kembali.

Apakah kau tahu dia pergi ke mana?

Kalau ini, aku tidak tahu.

Mungkin ada urusan pekerjaan.

[Kediaman Zang]

Baik, aku tahu.

Setelah tuanmu kembali,

bantu sampaikan padanya,

aku sudah berangkat sesuai jalan yang ditunjukkannya.

Apakah kau mau seharian berjaga di jendela seperti ini?

Aku bukan sedang menunggunya.

Aku hanya sedikit bosan,

[Obat Flu Berkhasiat] jadi ingin melihat ke luar.

Bosan dari semalam sampai sekarang.

Sampai badanmu sakit karena bergadang.

Cepat kemari dan minum obat.

Menurutku, dia tidak akan datang.

Nona.

Tuan Zang datang.

Di mana dia?

Dia ada di bawah.

Ada apa?

Gugup menjelang bertemu, sekarang jadi tidak berani lagi.

Membuatku menunggu begitu lama.

Begitu dia datang, aku harus menemuinya?

Mana ada aturan seperti itu di dunia ini?

Hari ini, biarkan dia menunggu juga.

Karena Tuan Zang begitu sabar...

Feng Liu, bawa dia ke Paviliun Liutao.

Baik.

Kau mau apa lagi?

Tuan Zang, silakan tunggu sebentar.

Nona kami akan segera datang.

Shen Xiaoxing, kau tinggal di tenda ini.

Masuklah.

Begitu banyak orang, di mana aku tinggal?

Kenapa? Apa perlu kucarikan tempat untukmu?

Ini barak militer, bukan penginapan.

Kau cari sendiri.

Jangan-jangan dia ingin tinggal di kamar pribadi?

Kamar mandi itu kamar pribadi, kau mau tinggal di sana?

Tertawa terus, memangnya apa yang kalian tertawakan?

Kalian semua bersikap yang tertib!

Mulai hari ini, dia adalah orang dari panji kalian.

Shen Xiaoxing.

Cepat bereskan barang-barangmu.

Kenapa kau melamun? Cepat pergi sana!

Dia meremehkan pria-pria kasar

seperti kita ini yang terlalu menghabiskan tempat.

Lihat kulitmu yang halus dan lembut ini.

Mulai sekarang, panggil saja dia Tuan Muda Shen.

Menurutku, boleh juga.

Tuan Muda, tidak apa-apa, 'kan?

Ayo, cepat bangun.

Kau tidak apa-apa, 'kan?

Kau tidak akan menangis, 'kan?

Tuan Muda mau menangis.

Tuan Muda mau menangis!

Lancang!

Tahukah kalian siapa aku?

Kau?

Siapa, ya?

Jenderal Shen, ya?

Jenderal Shen datang ke tempat kami,

merasa diperlakukan tidak adil, ya.

Ternyata Jenderal Shen.

Kau membuatku takut setengah mati.

Di sini sudah ada orang.

Bagaimana ini, Tuan Muda?

Tempat di dekat pintu itu bagus.

Kau bisa mengadang kalau ada angin bertiup.

Juga bisa menguatkan tubuh.

Lihat betapa baiknya kami padamu.

Apakah Zang Hai ada mengeluhkan sesuatu?

Tidak ada sedikit pun rasa tidak sabar.

Dia hanya duduk di sana.

Bahkan tidak mengerutkan kening sedikit pun.

Ayo.

Zang Hai ini, hanya duduk di sana dan minum teh dengan patuh.

Dia juga tidak pergi ke kamar kecil.

Sungguh hebat.

Bukankah kau pernah bilang,

letak kesabaran seorang pria menunjukkan

letak ketulusan perasaannya.

Aku membuatnya menungguku dua sampai empat jam

tidak keterlaluan, 'kan?

Namun, aku tidak tahu,

kau sedang menyiksanya atau dirimu sendiri.

Bagaimana? Cantik, tidak?

Aku belum pernah melihat

wanita yang secantik dirimu.

Mata Zang Hai sepertinya tidak akan bisa berpaling.

Kalau begitu, persilakan dia naik.

Baik.

Sudahlah.

Aku sendiri yang akan turun untuk menemuinya.

Nona Feng Liu.

Apakah Nona Xiang masih belum selesai?

Tuan, silakan duduk sebentar.

Minum sedikit teh lagi.

Nona kami sebentar lagi selesai.

Ini sudah teko teh keenam.

Kalau minum lagi, mulutku bisa melepuh.

Tolong sampaikan pada Nona Xiang,

hari ini aku masih ada urusan pekerjaan, lain kali aku akan datang lagi.

Tuan, Anda tidak mau menunggu lagi?

Maksud Nona Xiang,

kupikir aku sudah memahaminya.

Tuan, apa yang Anda katakan?

Anda tunggu sebentar lagi, aku akan menanyakannya.

Tidak perlu.

Sampaikan terima kasihku padanya.

Aku pamit.

Tuan, lain hari Anda harus datang lagi, ya.

Pasti.

Nona.

Apakah dia sudah tidak sabar menungguku?

Apakah dia terus mendesakmu?

Tuan Zang bilang ada urusan pekerjaan, jadi dia sudah pergi.

Nona.

Dia pergi begitu saja?

Nona.

Sepertinya dia salah paham, mengira Anda berubah pikiran.

Apa saja yang dikatakannya saat pergi?

Dia berkata, dia telah mengerti maksudmu.

Dia juga berkata, terima kasih padamu.

Memangnya apa maksudku?

Aku bisa menunggunya, kenapa dia tidak bisa menungguku?

Aku memang bukan orang yang bisa dia temui semaunya.

Nona, kalau mengejarnya sekarang, mungkin masih sempat.

Atas dasar apa?

Baik.

Karena dia begitu punya harga diri,

maka aku juga tidak akan memedulikannya lagi.

Kelak kalau dia datang, bilang saja aku tidak ada.

Biarkan dia pergi.

[Menyambut dengan Hormat dan Antusias]

Guru?

Kenapa Anda datang kemari?

Bagaimana pembicaraannya?

Dia tidak menemuiku.

Aku tahu, dia sedang merajuk.

Sebenarnya saat aku menunggunya,

aku terus berpikir,

kalau benar-benar bertemu dengannya,

bagaimana aku harus memulai pembicaraan ini?

Namun, kemudian aku juga sudah berpikir jernih.

Daripada berjumpa, lalu bersedih dan menderita,

sebaiknya hanya merasa kecewa saja.

Tidak masalah kalau tidak bertemu.

Mungkin tidak bertemu adalah hasil terbaik.

Aku tidak ingin menyeretnya

ke dalam kekacauan balas dendam ini.

Jika dia dekat denganku, akan sangat berbahaya.

Aku sudah menyia-nyiakan terlalu banyak waktu.

Kini Biro Pengamat Langit sudah dibersihkan.

Aku mau mencari orang yang ketiga.

Aku datang untuk memberitahumu satu hal.

Zhuang Zhixing sudah pergi ke barak militer.

Pagi ini dia datang untuk berpamitan denganmu,

tetapi kau tidak ada.

Pergerakan bocah ini cepat juga.

Hai.

Kau sungguh yakin dia sanggup untuk terus maju?

Siapa di sana?

Bukankah kau Shen Xiaoxing,

prajurit baru yang masuk barak hari ini?

Apa yang kau lakukan di sini?

Pasti dirundung oleh anak-anak kurang ajar itu, ya?

Ayo, jalan.

Malam ini kau tinggal di tempatku.

Kau pasti akan kedinginan kalau meringkuk di sini semalaman.

Namaku Xiang Hong.

Aku adalah komandan panji kecil dari Panji Kecil Ketiga.

Yang mundur duluan saat hadapi musuh, penggal!

Yang membelakangi pasukan dan lari, penggal!

Yang tidak bergabung dengan barisan saat berbaris, penggal!

Yang tidak patuh perintah, penggal!

Yang memacu kereta atau kuda di dalam barak militer, penggal!

Mereka yang menentang komando sementara dari panglima, penggal!

Yang melanggar saat latihan formasi,

pukul tongkat 100 kali!

Kau, ya kau.

Apa yang kau lakukan?

Berdiri yang benar! Kenapa bergerak sembarangan?

Lapor, Komandan Panji Utama, ada sesuatu di badanku.

Kau masih berani membantah?

Keluar barisan!

Siapa namamu?

Shen Xiaoxing.

Penampilan tidak rapi sebagai prajurit, pukul tongkat 10 kali!

Air matanya pun nyaris keluar.

Kena sepuluh pukulan tongkat.

Dia sudah dipukuli sampai jalannya terpincang-pincang.

Sungguh manja.

Dia memang pantas dipukul.

Kukira siapa.

Bukankah ini Tuan Muda Shen?

Kau yang menaruh serangga di tubuhku, 'kan?

Aku hanya bercanda denganmu.

Kau...

Zhan Hao!

Jangan keterlaluan.

Dilarang keras berkelahi di militer.

Apa kau tidak takut Komandan Panji Utama tahu?

Apa lihat-lihat?

Makan!

Ayo.

Tahan sedikit, ya.

Obat ini memang perih,

tetapi khasiatnya sangat bagus.

Tidak sampai tujuh hari, kau pasti bisa sembuh total.

Aku tidak pernah mengusik mereka.

Kenapa mereka begitu memusuhiku?

Ayo, duduk.

Pelan-pelan.

Di barak militer, yang kuat yang berkuasa.

Makin lemah dirimu, makin diremehkan orang.

Lagi pula, setelah masuk medan perang nanti,

nyawa bisa melayang kapan saja.

Tidak ada yang mau membawa beban tambahan.

Namun, kelak setelah kau menjadi kuat,

mereka pun tentu saja tidak akan seperti ini padamu lagi.

Lalu, kenapa kau tidak merundungku,

malah membantuku?

Apakah kau tidak takut aku akan membebanimu?

Meskipun kau terlihat lemah,

kau tetap punya harga diri.

Zhan Hao begitu kuat,

kau bahkan berani berkelahi dengannya.

Hanya karena hal ini, kau pantas dijadikan sahabat.

Lagi pula, kau juga tidak akan membebaniku.

Kelak kau pasti akan menjadi sangat kuat.

Kau begitu percaya padaku, ya?

Demi membantuku, kau bahkan sampai dipukul oleh Zhan Hao.

Masalah kecil, demi sahabat, ini bukan apa-apa.

Aku masih punya suatu barang bagus.

Arak Zhuyeqing kualitas terbaik.

Aku sendiri pun tidak rela meminumnya.

Tidak ada cangkir arak?

Buat apa cangkir arak, minum saja langsung dari botolnya.

Cobalah.

Minum seperti ini memang sangat memuaskan.

Kelak kita akan makan daging dengan lahap dan minum arak dengan cawan besar,

itu lebih memuaskan!

Kau istirahat dulu.

Aku akan pergi melihat tenda-tenda yang lain.

Xiang Hong, terima kasih.

Sebelum datang aku sudah berpikir,

kehidupan di barak militer pasti tidak akan mudah.

Tidak kusangka, aku masih bisa berteman dengan orang sepertimu.

Istirahatlah dengan baik.

Kalian sungguh bernyali besar.

Masih berani merundungnya?

Apakah kalian tahu siapa dia?

Aku tidak peduli siapa dia.

Pria lemah seperti itu, aku akan menghajarnya setiap kali melihatnya.

Baik.

Kuberi tahu kalian.

Dia adalah Zhuang Zhixing, putra kedua Bangsawan Pingjin.

Benarkah?

Bagaimana kau bisa tahu?

Aku bertugas pada pertandingan bola tongkat jalan kaki tahun ini.

Aku pernah melihatnya.

Itu memang wajahnya, aku tidak mungkin salah.

Aku tidak tahu kenapa dia

mau menyembunyikan identitasnya dan datang ke sini.

Namun, aku tahu kita semua tidak bisa menyinggungnya.

Sudah di ambang kematian, kalian masih bisa bersenang-senang!

Gawat.

Gawat!

Pantas saja kau terus

berusaha menyenangkannya.

Ternyata kau sudah tahu identitasnya sejak awal.

Lalu kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?

Hari ini aku sudah menghajarnya sampai seperti itu.

Jika dia pulang dan mengadu pada ayahnya,

aku pasti akan mati.

Sudahlah.

Anggap saja kau beruntung.

Aku sudah berhasil membujuknya.

Dia adalah putra bangsawan, sifatnya polos dan mudah dibujuk.

Kelak kalian lebih banyak bicara baik padanya.

Ikuti saja semua kemauannya.

Asalkan dia senang, dia tentu tidak akan mengadukan kalian.

Xiaoxing.

Kenapa kau keluar?

Kau sudah tahu identitasku sejak awal.

Makanya kau berulang kali membantuku.

Aku masih mengira

kau baik padaku

tanpa rasa pamrih apa pun.

Xiaoxing.

Kau sejak kecil tumbuh dewasa di Kediaman Bangsawan.

Kau tidak mengerti banyak hal di dunia ini...

Jika aku bukan putra Bangsawan Pingjin,

saat Zhan Hao memukulku hari ini,

apakah kau tidak akan maju untuk membantuku?

Lalu, perkataanmu bahwa kau percaya aku akan menjadi kuat,

juga karena alasan ini?

Kau berasal dari keluarga jenderal militer.

Tentu saja tidak akan lemah.

Jadi, tetap karena ayahku.

Aku tadinya mengira kau tulus ingin

berteman denganku.

Aku tadinya mengira kau mendekatiku,

itu karena diriku sendiri.

Kau adalah putra Bangsawan Pingjin.

Ini identitas yang tidak bisa hilang ke mana pun kau pergi.

Apalagi,

tanpa hubungan kepentingan

dan kita semua bukan saudara atau kerabat,

kenapa aku harus baik padamu?

Xiaoxing.

Berhenti!

Kau mau ke mana?

Kenapa kau berada di sini?

Menjadi prajurit kabur itu akan dijatuhi hukuman mati.

Ikut aku.

Untung saja hari ini kau bertemu denganku.

Kalau tidak, kau akan mendapat masalah besar.

Kenapa kau jadi menyedihkan begini?

Cepat makan, aku akan mengantarmu kembali setelah selesai makan.

Jika aku berkata,

aku tidak mau kembali ke barak militer lagi?

Antara manusia dengan manusia,

apakah sama sekali tidak ada kebaikan tanpa syarat?

Semua orang di dunia ini pasti punya cita-cita dan tujuan masing-masing.

Jarang sekali ada orang yang memberi tanpa mengharapkan imbalan.

Lalu, bagaimana denganmu?

Jika aku bukan tuan muda di Kediaman Bangsawan,

apakah kau akan mendekatiku?

Jika aku tidak punya dendam dengan ayahku

dan selamanya tidak akan mengkhianatinya,

apakah kau akan bersekutu denganku?

Jika aku sampai akhir tetap tidak dapat mengetahui rahasia waktu itu,

apakah kau tetap akan membantuku?

Aku sudah mengerti.

Di dunia ini,

hanya satu orang yang baik kepadaku tanpa syarat.

Orang itu adalah ibuku.

Namun, beliau sudah meninggal.

Aku harap kau ingat selamanya, bagaimana ibumu meninggal.

Guru tidak perlu mengantarku lagi.

Aku kembali dulu.

[Biro Pengamat Langit]

Hormat pada Tuan.

Shi Quan, tidak perlu terlalu sopan.

Tuan,

kenapa pindah ke sini?

Di sini lebih luas dan terang daripada di dalam,

juga leluasa untuk keluar masuk.

Ini justru sebuah tempat yang bagus untuk menulis dengan cepat.

Tuan tidak terikat dengan hal-hal sepele.

Shi Quan.

Waktu itu,

terima kasih kau sudah memberitahuku masalah Biro Pengamat Langit.

Malam itu, Tuan bersedia mendengarkan perkataanku,

aku yang seharusnya berterima kasih kepada Anda.

Meski saat ini,

hanya tersisa kalian bertiga yang menjadi kepala pejabat dari lima divisi,

yang benar-benar bekerja sebelumnya juga kalian.

Untuk sementara Biro Pengamat Langit tidak akan bermasalah.

Kandidat baru, akan kupertimbangkan dengan teliti lagi.

Dibandingkan dengan kecekatan Tuan,

surat yang kutulis malah terkesan kurang berpengalaman.

Saranmu sebelumnya tidak didengarkan orang,

itu adalah masalah Chu Huaiming.

Untuk apa jadi pejabat jika pejabat tidak melayani rakyat?

Kondisi seperti ini tidak akan terjadi lagi ke depannya.

Tuan.

Barang peninggalan Chu Huaiming di Biro Pengamat Langit

sudah lama terletak di gudang.

Apakah langsung dibuang atau Anda ingin melihatnya lagi?

Berikan padaku saja.

[Koin Era Zhenyou]

Chu Huaiming ada kegemaran seperti ini juga?

Bukan dia, melainkan tokoh besar di ibu kota.

Adik kandung Kaisar, Pangeran Yongrong.

Pangeran Yongrong?

Orang yang mengetahui hal ini tidak banyak.

Chu Huaiming pernah menyuruh Shi Quan membantunya mencari koin kuno.

Shi Quan pun membocorkannya kepadaku.

Setelah Chu Huaiming menjadi Ketua Biro Pengamat Langit,

dia pun tidak ada lagi kemampuan untuk naik pangkat.

Namun, dia tidak pernah menyerah untuk menjalin relasi dengan orang berkuasa.

Pangeran Yongrong...

Hati-hati.

Tentu merupakan pilihan terbaik.

Namun, koin kuno biasa tidak menarik perhatian Pangeran Yongrong.

Hanya satu set koin yang beredar di Era Zhenyou yang bisa menarik perhatiannya.

Namun, Chu Huaiming tidak bisa menemukan semuanya.

Dia kekurangan sekeping koin Zhesan.

Aku punya satu spekulasi.

Chu Huaiming ingin menjalin relasi dengan Yongrong,

jangan-jangan karena dia tahu

bahwa Yongrong adalah orang di belakang

Bangsawan Pingjin dan Cao Jingxian?

Memang ada kemungkinan seperti ini.

Namun, memastikan Yongrong adalah

orang ketiga hanya berdasarkan sekotak koin kuno,

itu belum cukup.

Namun,

ini adalah satu-satunya petunjuk saat ini.

Orang ketiga tidak menampakkan diri selama bertahun-tahun.

Bangsawan Pingjin dan Cao Jingxian rela membantu dia menyembunyikan identitas.

Aku tetap merasa status dan kekuasaannya

belum tentu di bawah mereka,

bahkan mungkin lebih tinggi dari mereka.

Orang seperti ini tidak banyak.

Yongrong, memang termasuk salah satunya.

Yongrong?

Aku ada ide.

Bagaimana?

Bukankah hari pejabat daerah datang

ke ibu kota untuk melapor sudah dekat?

Istana menentukan

bahwa setelah melaporkan pekerjaan, boleh tinggal sehari di ibu kota.

Lalu?

Pangeran Yongrong paling suka keramaian.

Setiap kali dia akan mengadakan perjamuan untuk menjamu pejabat daerah.

Banyak tokoh besar dan terpandang di ibu kota,

juga akan diundang.

Jadi, jika aku punya cara

untuk bisa menghadiri jamuan malam Pangeran Yongrong,

aku selain bisa menyelidiki dia,

juga bisa sekalian menyelidiki

para tokoh besar itu.

Benar.

Namun, Guru,

aku hanya seorang ketua yang kecil,

juga tidak menjalin relasi dengan Pangeran Yongrong.

Adakah cara

untuk membuat Pangeran Yongrong mengundangku ke jamuan?

Dasar bocah.

Bukankah cuma kekurangan sekeping koin Zhesan?

Di ibu kota yang begitu luas,

memangnya aku tidak bisa menemukannya?

Serahkan padaku.

Hormat pada Pangeran.

Tuan sekalian.

Ini dikirimkan dari Biro Pengamat Langit.

Hasil pengusutan kasus

pemindahan makam, pernikahan arwah, dan perebutan tanah serta lahan

dengan alasan pemakaman.

Ketua baru ini

begitu menjabat, langsung menetapkan kebijakan yang ketat,

juga menemukan begitu banyak

pejabat tinggi yang bermasalah.

Zang Hai hanya pejabat tingkat lima.

Jika terus diselidiki sesuai daftar nama ini,

dan menyinggung banyak pejabat di istana,

bagaimana Biro Pengamat Langit ini

bisa bertahan?

Ini namanya pejabat baru menjabat, menunjukkan kemampuan.

Menunjukkan kemampuan apanya?

Hormat pada Pangeran.

Hari ini aku hanya sedang senggang,

jadi ingin datang ke sekretariat agung untuk meramaikan.

Aku tidak mengganggu Tuan sekalian membicarakan pekerjaan, 'kan?

- Tidak. - Tidak.

Pangeran.

Pejabat Senior Shi,

siapa yang kau maksud tadi?

Dia adalah ketua Biro Pengamat Langit yang baru menjabat, Zang Hai.

Zang Hai?

Orang yang bisa bersaing

dengan Chu Huaiming dalam fenomena langit itu?

Menarik juga.

Tidak disangka, Tuan Zang ini

membuat masalah jadi sebesar ini?

Untuk hal ini,

apa pendapat para Tuan?

Menurutku, periksa dulu sesuai daftar nama.

Lihat apakah orang-orang ini

seperti yang dikatakan Biro Pengamat Langit,

melakukan begitu banyak hal yang tidak berperikemanusiaan.

Sejak Mendiang Kaisar menetapkan peraturan pemeriksaan pejabat ibu kota,

setiap enam tahun sekali, akan mengumpulkan semua pejabat.

Dari atas hingga ke bawah, diperiksa dengan teliti.

Karena sudah ada daftar nama ini,

pemeriksaan pejabat ibu kota tahun ini dimulai dari orang-orang ini saja.

Kita lihat masalah ini

[Daftar Nama] bisa berlanjut sampai kapan.

Baiklah.

Aku justru ingin lihat

kejutan seperti apa yang bisa dibawakan oleh Tuan Zang ini.

[Kediaman Zang]

Kau tunggu sebentar.

Pelan-pelan.

Bagaimana, Guru?

Aku sudah pergi ke seluruh pasar di ibu kota.

Pasar gelap pun tidak kulewatkan.

Aku bertanya sampai bibirku sudah kering.

Anehnya,

semua koin Zhesan sudah dibeli orang.

Dengan susah payah kudapatkan informasi,

ada sekeping koin langka yang beredar di Era Zhenyou muncul di lelang,

itu adalah koin Zhesan.

Disimpan dengan baik, kondisinya sempurna.

Aku pun bergegas ke sana.

Alhasil, aku tetap saja terlambat.

Ia telah dibeli orang dengan harga tinggi.

Aku kesal sekali.

Coba kau tebak,

siapa yang membelinya?

Xiang Antu?

Kita memang telah meremehkannya.

Koin kuno yang dicari dengan susah payah, kenapa bisa jatuh ke tangannya?

Dia memang sedang menentangmu.

Kalau tidak, mustahil begitu kebetulan.

Kapan lagi pejabat-pejabat datang ke ibu kota?

Tunggu tiga tahun lagi.

Begini saja, aku akan pikirkan cara lagi.

Mungkin saja masih ada jalur lain

untuk menemukan koin Zhesan ini.

Aku pergi mencarinya.

Pergilah.

Pergilah.

Benar juga.

Bahkan Anda pun tidak menemukannya,

apalagi aku.

Hai.

Jika ada waktu untuk itu, menurutku lebih baik kau pikirkan baik-baik

bagaimana cara mendapatkannya dari Bos Xiang.

Entah itu koin Zhesan yang biasa,

atau koin kuno yang langka itu,

kini semuanya ada di Gedung Zhen.

Ini adalah rencana terbuka, kau tidak bisa menghindarinya.

Berapa uang yang dia habiskan untuk membeli koin kuno itu?

Lima ratus liang.

Dia sungguh rela mengeluarkan uang.

Baiklah.

Kalau begitu, kita siapkan 1.000 liang.

Dari mana aku dapatkan 1.000 liang untukmu?

Kau ini...

Di mana sertifikat rumah?

Bocah!

Kau mau menggadaikan rumah kepadanya?

Jika digadaikan kepadanya, aku tinggal di mana?

Aku tidak bisa pedulikan hal lainnya.

Kita harus menunjukkan niat baik kita.

Begini saja,

kita tinggal dulu di penginapan.

Untuk biaya hidup sehari-hari ke depannya,

paling-paling kita lebih berhemat lagi.

Berhemat apanya?

Ini...

Hai,

kubantu kau pikirkan cara yang lebih baik lagi.

Guru,

tidak ada cara lain lagi.

Begini,

besok Guru pergi ke Gedung Zhen

dan serahkan langsung sertifikat rumah serta akta tanah kepadanya.

Aku yang pergi?

Apa gunanya aku yang pergi?

Sekarang dia sedang memaksamu.

Jika aku yang pergi dan dia menaikkan hingga 2.000 liang,

apa yang akan kau lakukan?

Tidak ada cara lain lagi.

Lebih baik kau memohon kepada Bos Xiang dengan baik.

Tunduk dan mengaku bersalah.

Asalkan kau membuat dia senang,

Bos Xiang tidak akan menyulitkanmu.

Sekarang ini masalahnya bukan memohon atau tidak,

melainkan aku sudah bertekad bulat untuk fokus membalas dendam.

Apa pun tujuannya,

aku sudah membuat keputusanku.

Urusan di kemudian hari, bicarakan kelak saja.

Rumah ini sudah tercerai-berai, bubarkan saja.

Bagaimana jika kau pikirkan dengan matang lagi?

♪ Kenangan tidak berhenti ♪

♪ Sepenggal demi sepenggal ♪

♪ Takdir bagai minuman keras yang menembus hati ♪

♪ Cahaya di kegelapan malam ♪

♪ Begitu ingin kusimpan dirimu ♪

♪ Takdir malah mempermainkan, alangkah ironisnya ♪

♪ Tawa tidak gentar ♪

♪ Desah tidak abadi ♪

♪ Hati manusia sedalam samudra ♪

♪ Kehidupan ini penuh badai ♪

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Kalau tidak berusaha keras sekarang,

ketika kalian maju ke medan perang,

hanya akan mati.

Cepat!

Lebih cepat lagi!

♪ Menginjak neraka di kehidupan ini, mana mungkin senantiasa diingat ♪

♪ Kasih sulit dilepaskan, cinta sulit disembunyikan ♪

♪ Hujan membasahi jendela, lagi-lagi musim gugur yang dingin ♪

♪ Menyelesaikan urusan duniawi, aku berbalik menyongsong kehampaan yang luas ♪

[Koin Era Zhenyou]

Biasanya kau selalu mentertawakanku,

sekarang diam saja,

aku malah tidak terbiasa.

Kau seperti ini, siapa yang berani bercanda denganmu?

Bukankah katamu, tidak akan berhubungan dengannya lagi?

Dia memang mampu menahan diri.

Sejak terakhir kali pergi, dia tidak pernah datang lagi.

Malah terus mengutus orang untuk mencari koin kuno.

Bukankah katamu, tidak akan menemuinya walaupun datang

dan akan mengusirnya?

Kalau begitu, dia setidaknya harus datang dulu.

Nona, Tuan Zang sudah datang.

Baru dibilang, orangnya langsung datang.

Antar dia ke Paviliun Liutao.

Baik.

Kini Tuan Zang akan merasakan akibatnya.

Hari ini Tuan Zang kemari,

benar-benar menambah kehormatan bagi gubuk kami.

Hari itu aku buru-buru pergi, tidak sempat menunggu Bos Xiang.

Mohon maklum.

Kapan?

Kapan kau datang mencariku? Kenapa aku tidak ingat?

Itu salahku.

Namun, Bos Xiang memaksaku kemari hari ini,

pasti sudah tahu apa tujuanku.

Kau jangan terlalu percaya diri.

Aku tidak memaksamu, kau sendiri yang mau datang.

Lalu, kini aku sudah berada di sini.

Bos Xiang, kita tidak perlu bertele-tele lagi.

Tuan Zang,

kau pasti datang karenanya, 'kan?

Koin Zhesan ini sudah lama kucari-cari.

Untungnya ia ada di tangan Bos Xiang.

Aku bersedia menawarkan dua kali lipat harga, mohon jual kepadaku.

Dua kali lipat? Apakah kau sanggup membayarnya?

Aku telah membawa sertifikat rumah dan akta tanah.

Mohon Bos Xiang menerimanya.

Koin Zhesan ini adalah barang langka.

Bagi orang yang tahu harganya, itu adalah harta yang tidak ternilai.

Tuan Zang.

Aku ingin tahu

untuk apa kau menginginkannya?

Sejujurnya,

aku baru saja memasuki dunia pejabat, perlu mengunjungi pejabat lainnya.

Lebih-lebih ingin mengenal Pangeran Yongrong di ibu kota.

Aku dengar dia gemar mengoleksi koin kuno.

Aku ingin mengikuti seleranya.

Tampaknya Tuan Zang masih sangat peduli dengan karier sendiri.

Koin kuno ini memang harta kesayanganku.

Setelah mendengar kau berkata begitu, aku makin merasa harganya sangat tinggi.

Aku mau menyimpannya sendiri.

Segala milikku ada di sini.

Karena Bos Xiang enggan menjualnya,

aku juga tidak akan memaksa.

Terima kasih Bos Xiang sudah bersedia menemuiku.

Mohon pamit.

Berhenti kau.

Aku teringat akan satu hal.

Terakhir kali aku belum selesai meramal garis tangan.

Biar kuramalkan lagi untukmu.

Lukamu sembuh dengan sangat cepat.

Bekas luka pisau hari itu sudah tidak terlihat.

Garis kariermu terlihat makin mendalam,

justru garis lainnya

memudar dari sebelumnya.

Aku tidak berani ambil kediaman yang diberikan Bangsawan Pingjin kepadamu.

Aku juga tidak kekurangan uang.

Koin kuno ini kau ambil saja.

Namun, kau berutang budi lagi pada Gedung Zhen-ku.

Nona.

Nona membiarkannya pergi begitu saja?

Aku bisa melihat ada banyak hal yang tersembunyi dalam hatinya.

Namun, tidak akan ada hasilnya

jika menggalinya lebih dalam sekarang.

Biar kulihat apa yang ingin dia lakukan selanjutnya.

♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪

♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪

♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪

♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪

♪ Dalamnya intrik ♪

♪ Tidak sedalam ♪

♪ Tatapanku ♪

♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪

♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪

♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪

♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪

♪ Malam tidak gelap ♪

♪ Hanya karena ♪

♪ Hatiku membara ♪

♪ Aku adalah penggulung awan ♪

♪ Aku adalah pembalik hujan ♪

♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪

♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪

♪ Aku adalah hidup dan mati ♪

♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪

♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪

♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪

♪ Aku adalah musim tanam ♪

♪ Aku adalah musim panen ♪

♪ Aku adalah dunia ♪

♪ Aku adalah umat manusia ♪

♪ Kau juga adalah aku ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.