Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 17]
Setiap orang memiliki penderitaan dan kebingungan.
Mengetahui itu mudah, melakukan itu sulit.
Bangsawan Pingjin pun tidak terkecuali.
Jika kau ingin mendapatkan ketergantungannya padamu,
kau harus membantunya mengatasi kesedihan dan kesulitan.
Lalu, apa penderitaan Bangsawan Pingjin?
Ini berkaitan dengan orang
yang sudah menghilang dari Keluarga Zhuang.
Shen Wan adalah putri dari bawahan lama ayah Zhuang Luyin,
dia adalah teman Zhuang Luyin sejak kecil.
Namun, demi membangkitkan kembali Keluarga Zhuang,
Zhuang Luyin melepaskan Shen Wan
dan menikahi Jiang Xiang, putri Menteri Ritus, Jiang Jin.
Sejak saat itu, dia mencapai prestasi gemilang dan kariernya meningkat pesat.
Pada tahun ke-35 Era Wuhe,
dia menderita kekalahan besar di Dongxia.
Kaisar memintanya untuk berjaga di perbatasan.
Jiang Xiang tidak bersedia menderita dengannya,
sehingga membawa Zhuang Zhifu untuk tinggal di ibu kota.
Berhenti!
Di perbatasan udaranya terlalu dingin,
dan muncul seseorang
di dalam hidupnya yang suram.
Itu adalah Shen Wan.
Shen Wan belum menikah selama bertahun-tahun.
Datang ke perbatasan untuk merawat ayah yang terluka,
akhirnya bersatu kembali dengan Zhuang Luyin.
Mereka berdua tetap bersama di perbatasan
dan melahirkan putra tercinta mereka, Zhuang Zhixing.
Saat Zhuang Zhixing berusia lima tahun,
istana memutuskan untuk mengirim pasukan lagi menuju Dongxia.
Zhuang Luyin menerima perintah dan maju ke garis terdepan.
Kali ini dia meraih kemenangan atas Dongxia, membalaskan dendam lamanya.
Namun, justru ketika namanya sedang bersinar
dan jasanya yang luar biasa terukir,
seorang tamu tidak diundang datang ke perbatasan.
Jiang Xiang datang membawa Zhuang Zhifu mencarinya.
Dia ingin memulihkan hubungan lamanya dengan Zhuang Luyin.
Zhuang Luyin terjebak dalam dilema.
Dia bertekad untuk mencapai prestasi yang lebih besar daripada ayahnya.
Jika dia mengabaikan Jiang Xiang,
tentulah akan menyinggung
Jiang Jin yang saat itu berkuasa.
Namun, bagaimana bisa dia mengecewakan Shen Wan lagi?
Tepat saat dia dalam dilema,
Shen Wan memberanikan dirinya.
Dia berinisiatif untuk mengembalikan
posisi pendamping Zhuang Luyin kepada Jiang Xiang.
Sedangkan Zhuang Luyin tidak menolak.
Kemudian, Zhuang Luyin mendapatkan harapannya dan dianugerahi gelar tinggi.
Dalam sekejap, kekuasaannya meliputi seluruh negara.
Tiga.
Dia mengira bisa memperlakukan semuanya dengan adil,
tidak lagi membiarkan Shen Wan menderita.
Namun, dia meremehkan ambisi dan siasat Jiang Xiang.
Karena kau sudah menduduki posisi penting di istana,
sebaiknya fokuslah pada kariermu.
Urusan rumah tangga
biar ditangani Xiang saja.
Jiang Xiang sedikit demi sedikit
memperbesar jarak antara Zhuang Luyin dan Shen Wan.
Pada akhirnya, dia membuat
Zhuang Luyin percaya bahwa Shen Wan berselingkuh.
Dengan persetujuan diam-diamnya,
Shen Wan dibunuh dengan racun.
Ibu!
Ibu.
Ibu!
Aku tidak mau Ibu pergi.
Kumohon padamu.
Kumohon padamu.
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Budi besar yang tidak terbayar, lama-lama menjadi bara dendam.
Tidak ada yang bersedia menanggung beban budimu seumur hidup.
Budi yang tidak dapat dilunasi untuk waktu yang lama,
pada akhirnya yang didapatkan bukanlah ketenangan
tetapi justru kebencian.
Di dunia ini, biasanya orang yang egois
akan hidup lebih bahagia.
Namun, kenapa hanya
beban hati ini yang tidak bisa dia selesaikan?
Sebenarnya dia tidak bisa melupakan Shen Wan dari masa lalu,
ataukah merasa bersalah pada dirinya sendiri yang dulu begitu penuh semangat?
Tidak ada yang bisa menjelaskannya lagi.
Jadi, dia tidak bersedia
memberikan sedikit cintanya kepada Zhuang Zhixing.
Karena begitu melihat Zhuang Zhixing,
dia akan teringat akan dirinya yang tercela dahulu.
Makin tersembunyi rasa sakit ini,
makin dalam pula akarnya.
Pria kuat mana yang bersedia memiliki kelemahan seperti itu
di dalam hatinya?
Tuan Bangsawan,
- Anda mencariku? - Apakah kau tahu kenapa aku menyuruhmu datang ke sini?
Aku tahu di sini
adalah tempat Tuan Muda Zhixing tinggal ketika masih kecil.
Tuan Bangsawan memintaku datang ke sini
apakah karena kata-kata yang sebelumnya
aku ucapkan mengenai Tuan Muda Zhixing itu?
Dulu aku
sangat menyayangi
Zhixing.
Hanya saja, kemudian dia menjadi makin jauh denganku.
Sedangkan bertahun-tahun ini aku memang
tidak memperlakukannya sebaik sikapku terhadap Zhifu.
Zhixing bisa menjadi putra yang tidak bisa diandalkan,
apakah
ada kesalahanku juga?
Tuan Bangsawan adalah kepala keluarga,
menjadi seorang pelindung mana mungkin salah?
Aku hanya berpikir
taman dipenuhi peoni yang memesona dan menyenangkan hati di luar sana.
Namun, Tuan Bangsawan malah datang ke sini.
Sebelumnya, aku kenal dengan tukang kebun yang miskin.
Dia hidup dari menanam bunga plum.
Bunga plum berharga murah.
Seiring berjalannya waktu,
hidupnya makin melarat.
Bahkan tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri.
Kemudian dia menyadari bahwa orang-orang sangat menyukai bunga peoni,
harganya tentu saja tinggi.
Dia beralih menanam bunga peoni
dan menjalani hidup yang berkecukupan.
Namun, dia memberitahuku
kalau dia lebih menyukai
dan lebih bersedia untuk menanam
bunga plum.
Namun, semuanya sudah terlambat.
Semua bunga plum di taman bunga
sudah mati layu
karena tidak ada yang mengurus.
Tukang kebun memilih bunga plum saat dia dalam kemiskinan,
bisa terlihat betapa dalam cintanya kepada bunga plum.
Namun, dia hidup dengan menjual bunga,
jadi harus beralih menjual bunga peoni.
Sedangkan bunga plum yang dia cintai
layu dan gugur.
Mungkin tukang kebun mengira itu semua salahnya.
Aku malah tidak berpikir demikian.
Kenapa kau bisa berpikir begitu?
Bunga plum hidup di musim dingin.
Tidak gentar menghadapi salju dan embun beku, tidak berniat meraih musim semi.
Bukan tukang kebun kejam dan beralih menanam peoni,
melainkan bunga plum yang rela mekar dalam pahitnya dingin,
berguguran dan menyatu dengan tanah.
Jika tukang kebun tidak melakukan ini,
takutnya seluruh taman
tidak ada yang sanggup bertahan melewati musim dingin.
Aku mengingat sebuah puisi.
Daun-daun kering yang berjatuhan satu per satu sudah cukup menyedihkan,
apalagi harus menderita diterpa angin dan hujan yang menggila.
Bagaimana mungkin kesedihan ini bisa terlepaskan?
Cabang yang baru tumbuh pun bisa saja berkhianat.
Penyair menghela napas melihat bunga plum layu dalam terpaan angin dan hujan,
tetapi tidak tenggelam dalam kesedihan.
Karena dia percaya
selama ada cabang baru yang terus tumbuh,
bunga plum pasti akan mekar kembali.
Tukang kebun sedih dengan kegagalan bunga plum.
Tanpa disadari, di sudut tembok masih tersisa setangkai tunas plum muda.
Saat musim semi bersinar cerah, ia memang tidak mencolok.
Jika ia dirawat dengan baik,
jika taman ini diterpa badai salju lagi kelak,
ia pasti bisa berdiri tegak menantang dingin dengan keharumannya lagi.
Apa yang Guru katakan pada ayahku sebelumnya?
Bisa-bisanya beliau bertanya tentang pekerjaan rumahku.
Mungkin Tuan Bangsawan tertarik untuk membinamu.
Perhatiannya untukmu di masa depan
pasti akan lebih banyak dibanding kepada Zhuang Zhifu.
Karena kau, dia baru bersedia lebih dekat denganku.
Apa yang kukatakan sama sekali tidak penting.
Yang penting adalah kau adalah putra
yang seperti apa di mata Tuan Bangsawan.
Jadi, mulai sekarang kau harus belajar dan berlatih lebih keras.
Jangan menganggap sepele.
Baik.
Siapa itu?
Tuan.
Ini aku,
Zhuang Shan.
Tuan Bangsawan mencarimu.
Baik.
Tuan Bangsawan ada di dalam.
Tuan Zang, silakan.
Tuan Bangsawan.
Setiap kali ada sesuatu yang sedang kukhawatirkan,
aku akan datang dan duduk di sini.
Tempat ini
bisa membuat pikiranku jernih
sehingga bisa memikirkan beberapa hal dengan baik.
Aku bersedia berbagi beban dengan Tuan Bangsawan.
Menurutmu,
apakah kematian Jenderal Fu Zhisong
benar-benar kecelakaan?
Aku tidak mengerti.
Telah berjuang merebut kekuasaan untuk majikan,
akhirnya malah dihabisi.
Walau kau memiliki prestasi bersejarah,
juga tidak mampu
melawan kekejaman penguasa.
Menurutku,
Tuan Bangsawan berbeda dengan Jenderal Fu.
Jenderal Fu adalah keponakan Mendiang Ibu Suri,
dia adalah kerabat Kaisar.
Sedangkan Anda pernah memimpin pasukan menerjang gerbang Kota Dongxia,
dan membuat pencapaian yang tidak tertandingi.
Kiranya Kaisar sangat berterima kasih kepada Tuan Bangsawan.
Kematian Fu Zhisong
membuat posisi Komandan Militer Wilayah Tengah kosong.
Di istana,
tidak ada kandidat yang lebih baik dariku lagi.
Banyak orang juga merekomendasikanku kepada Kaisar.
Menurutmu,
haruskah aku memperjuangkannya?
Ada banyak jenderal di pasukan militer,
semua adalah prajurit yang pernah Anda pimpin.
Wakil jenderal Anda di masa lalu
kini masih memimpin batalion Muji di pinggiran ibu kota.
Jika memperebutkan lagi kekuatan militer Zhongzhou saat ini,
takutnya dalam hati Kaisar
akan merasa waspada pada Tuan Bangsawan.
Kau mau aku diam saja
dan melihat posisi komandan jatuh ke tangan orang lain?
Tuan Bangsawan.
Anda bukan
sedang memperebutkan hal ini dengan orang lain,
melainkan memperebutkannya dengan Kaisar.
Aku berpikir, dalam hati Kaisar
seharusnya sudah sejak lama memiliki perhitungan sendiri.
Tuan Bangsawan mungkin bisa menunggu beberapa hari lagi
untuk melihat posisi ini akan jatuh ke tangan siapa.
Sedangkan aku berpikir, jika Tuan Bangsawan tidak memperebutkannya
pasti akan ada manfaatnya.
Jika Tuan Bangsawan ingin mengambil alih pasukan lagi,
pasti masih ada cara lain.
Aku mau kau melakukan satu hal untukku.
Silakan Tuan Bangsawan katakan.
Begitu hal ini diketahui,
tidak akan ada jalan untuk kembali.
Kau harus berpikir dengan baik.
Walau harus mengorbankan diri, aku tidak akan mundur.
Seumur hidupku
hanya pernah kalah satu kali dalam perang.
Yang mengalahkanku
bukanlah orang lain.
Melainkan sebuah benda bernama stempel Gui.
Stempel Gui?
Pada tahun ke-35 Era Wuhe,
Mendiang Kaisar memimpin pasukan ke Dongxia.
Waktu itu, aku adalah jenderal garis depan,
menerobos banyak kota di Dongxia,
dan menghancurkan lebih dari separuh wilayah.
Namun, saat menjelang
menyerbu ke kota kerajaan,
sesuatu yang aneh terjadi.
Pergi laporkan kepada Jenderal.
Baik.
Apakah itu adalah manusia?
Bersiap tempur.
Bunuh!
- Bunuh! - Bunuh!
Ratu Dongxia
mengorbankan sebuah harta pusaka,
yaitu stempel Gui.
Ia membawakan prajurit bisu yang tidak terhitung jumlahnya.
Mereka adalah monster yang tidak bisa dibunuh.
Kavaleri tangguh seperti apa pun
sama sekali tidak berdaya di depan mereka.
Mundur!
Jadi, aku bersumpah harus menemukan stempel Gui.
Enam tahun kemudian, Dayong merombak ulang pasukannya
dan berperang lagi ke Dongxia.
Aku berangkat ke medan perang dengan tekad pasti mati.
Namun, kali ini
Dongxia sudah tidak memiliki perlindungan dari stempel Gui lagi,
dan dikalahkan sampai menyerah tanpa syarat.
Namun, selama tiga tahun aku tinggal di Dongxia
malah tidak pernah
menemukan harta karun ini.
Benda ini ditemukan oleh seorang ahli fengsui.
Dia menemukan stempel Gui di Dongxia
dan ingin mengambilnya sendiri.
Aku ingin merebutnya darinya, tetapi gagal.
Sedangkan ikan perunggu ini,
kiranya ada suatu hubungan dengan stempel Gui.
Mungkin saja
mereka merupakan kesatuan.
Jadi, stempel Gui itu masih ada pada orang itu?
Tidak.
Tidak ada padanya.
Selain itu, dia sudah mati.
Itulah nasibnya.
Berani mengambil barang Tuan Bangsawan,
dia harus mati.
Sudah sepuluh tahun,
aku telah mencari di semua tempat,
tetapi tidak dapat menemukannya.
Awalnya semangatku sudah memudar,
tetapi sekarang dengan adanya kau
semuanya pun berbeda.
Tuan Bangsawan
ingin aku membantu Anda menemukan stempel Gui?
Benar.
Aku
bersedia mengabdi sepenuh hati pada Tuan Bangsawan.
Hal ini
kuserahkan padamu.
Baik.
Mohon tanya, Tuan Bangsawan.
Apakah
ikan perunggu ini hanya ada satu?
Apa maksudmu?
Saat aku masih kecil
pernah mempelajari ilmu fengsui dengan guruku,
jadi memiliki pengetahuan tentang peradaban Dongxia.
Rakyat masa-masa awal Dongxia mencari nafkah dengan memancing dan berburu.
Jadi, ikan pun menjadi totem mereka.
Meskipun ikan perunggu ini belum pernah aku lihat,
totem ikan Dongxia
justru sudah sering kulihat.
Ikan-ikan dalam lukisan selalu muncul berkelompok,
ini melambangkan tahun yang penuh kelimpahan dan kemakmuran.
Itulah alasanku menanyakan pertanyaan ini.
Ternyata sangat berpengetahuan dan berpikiran cerdik.
Benar sekali,
ada lebih dari satu ikan perunggu.
Sudah kuduga,
kau memang orang paling tepat untuk melakukan hal ini.
Lalu, untuk ikan perunggu lainnya
apakah perlu aku cari sekaligus?
Kau tidak perlu memedulikan ikan perunggu lainnya.
Aku punya pemikiranku sendiri.
Kau hanya perlu mengingat,
begitu kau menemukan stempel Gui,
aku pasti akan memberimu keuntungan besar.
Walau aku menghadapi bahaya sebesar apa pun,
juga akan membantu mewujudkan keinginan Tuan Bangsawan.
Stempel Gui?
Aku pernah mendengar sedikit
tentang legenda yang beredar di Dongxia.
Ia disebut karunia Bunda Suci Kunlun,
harta rahasia Dongxia.
Namun, itu semua pernyataan kosong.
Aku selalu mengira benda itu hanya ada dalam legenda.
Bahkan tidak ada yang tahu tentangnya di Dayong.
Tidak disangka ternyata ditemukan ayahmu,
dan dibawa kembali.
Aku juga tidak menyangka
ternyata masih harus membantu Bangsawan Pingjin menemukannya.
Ikan perunggu di ruang rahasia Bangsawan Pingjin,
apakah kau masih ingat?
Semalam aku mengambil kesempatan untuk menanyakan
keberadaan dua ikan lainnya.
Dia bilang dia memiliki pemikirannya sendiri.
Kelihatannya tebakanku tidak salah,
ada di tangan dua musuh lainnya.
Namun, walau Bangsawan Pingjin begitu memercayaiku,
dia tetap saja menolak untuk mengungkapkan
hal orang ketiga padaku sedikit pun.
Makanan harus ditelan satu per satu.
Sekarang kita telah mengambil langkah besar ke depan.
Setidaknya kau telah menerima instruksi dari Bangsawan Pingjin.
Kelak, saat kau bertindak
juga tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.
Guru.
Apakah menurut Anda stempel Gui benar-benar ada?
Aku juga tidak tahu.
Namun, ada satu hal yang bisa kupastikan,
yaitu para musuhmu
sampai hari ini belum menyerah mencarinya.
Tampaknya selama bisa menemukan stempel Gui dan ikan perunggu
pasti akan bisa menemukan
orang ketiga.
Tuan Bangsawan.
Nyonya.
Zang Hai,
cepat duduk.
Duduklah.
Hari ini apakah ada
hal baik bagi Tuan Bangsawan?
Tahukah kau?
Dua hari lalu,
Kaisar memanggil sejumlah pejabat militer
masuk ke istana untuk berdiskusi.
Aku mengaku sakit dan tidak pergi.
Di aula istana, Kaisar menunjuk Wuma Fu sebagai Komandan Militer Wilayah Tengah.
Para pejabat militer yang memperebutkan
kekuasaan militer Zhongzhou dengan sengit
semuanya dijatuhi hukuman penurunan jabatan.
Meskipun aku tidak hadir,
Kaisar sama sekali tidak menyalahkanku,
bahkan memberiku 1.000 liang perak
dengan alasan memperhatikan kondisi kesehatanku.
Tuan Bangsawan bijaksana.
Tidak bersaing dan merebut,
justru mendapatkan kepercayaan Kaisar.
Ada satu hal lagi.
Beberapa hari yang lalu,
aku mengirimkan laporan ke sekretariat agung
untuk merekomendasikanmu.
Zang Hai.
Kemampuanmu dalam fengsui
terkenal di ibu kota.
Kaisar menganugerahimu hadiah yang sangat besar.
Mulai hari ini,
kau adalah Ketua Biro Pengamat Langit.
Selamat, Zang Hai.
Tidak.
Tuan Zang.
Terima kasih, Tuan Bangsawan.
Terima kasih, Tuan Muda Zhixing.
Duduklah.
Biro Pengamat Langit dan Kementerian Tenaga Kerja punya hubungan erat.
Kelak kau dan Zhifu
akan memiliki banyak kesempatan untuk bekerja bersama.
Kalian berdua sama-sama menerima kebaikan Kaisar,
maka harus bekerja dengan baik demi Kaisar.
Kelak aku akan menjaga Zang Hai dengan baik.
Terima kasih, Tuan Muda Zhifu.
Hanya dalam waktu setengah tahun, Zang Hai sudah naik dari staf
menjadi Ketua Tingkat Lima.
Chu Huaiming yang ilmunya belum matang,
bagaimana bisa dibandingkan dengan Tuan Zang?
Semua ini berkat bantuan Tuan Bangsawan,
aku hanya ikut menikmati kemuliaan Kediaman Bangsawan.
Ketua itu jabatan Tingkat Lima,
jadi kau akan memiliki kediaman sendiri.
Kediaman lama Chu Huaiming tidak membawa keberuntungan,
jadi aku telah memilihkan
kediaman baru untukmu.
Berkemaslah,
besok kau sudah bisa pindah ke sana.
Jasa besar Tuan Bangsawan akan selalu kuingat.
Di mana pun aku berada kelak,
aku akan selalu mengingat
bahwa aku berasal dari Kediaman Bangsawan.
Sudahlah.
Mulai sekarang ketika bertemu denganku
kau tidak perlu
begitu sungkan lagi.
Baik, Tuan Bangsawan.
[Sukses dimulai dari usaha yang konsisten]
[Kediaman Zang]
Tuan.
Ayah, kau juga pejabat,
kenapa tidak naik kereta kuda seperti itu?
Orang yang naik kereta kuda adalah pejabat
dan yang berjalan kaki juga pejabat.
Terlebih lagi, terbiasa naik kereta kuda seperti itu
akan membuat malas berjalan
dan tidak mau turun lagi.
[Kediaman Zang]
[Biro Pengamat Langit]
[Biro Pengamat Langit]
Hormat pada Tuan Zang.
Silakan masuk.
[Balai Koordinasi Pemerintahan]
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
Ayah, aku bertambah tinggi lagi.
Aku sudah bisa mencapai
kepala naga Bola Armiler.
Setelah sekian lama bermain,
apakah kau tahu fungsi Bola Armiler?
Untuk mengamati bintang.
Lalu, apakah kau tahu bagaimana cara memakainya untuk mengamati bintang?
Tidak tahu.
Apakah kau mau mempelajarinya?
Mau.
Kemari.
Kau lihat empat cincin pengukur di atas?
Coba putar.
Pelan-pelan.
Sedikit lagi.
Benar.
Geser lagi alat bidik di bagian atas,
lalu putar tiga satuan skala.
Saat malam tiba,
lewat lubang bundar ini
kau bisa melihat
bintang paling terang di langit.
Benarkah?
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah kesadaran ♪
♪ Aku adalah kegilaan ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
[Balai Koordinasi Pemerintahan]
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
- Hormat pada Tuan Ketua. - Hormat pada Tuan Ketua.
Semuanya, silakan berdiri.
Tuan.
Aku, Min Shining, lima pejabat pengurus kalender kekaisaran
di Biro Pengamat Bintang.
Aku, Lin Wei, lima pejabat pengurus waktu kekaisaran
di Biro Pengukur Waktu.
Aku, Shang Jiu, lima pejabat pengurus hutan kekaisaran
di Biro Kehutanan.
Tuan.
Aku, Chang Wuyi, lima pejabat pengamat langit kekaisaran
di Biro Geomansi.
Di mana Biro Pengurus Jenazah?
Jawab, Tuan.
Shi Quan, lima pejabat pengurus ritual kekaisaran di Biro Pengurus Jenazah,
mengatakan sedang ada urusan penting,
jadi tidak bisa datang menyambut Tuan.
Tidak masalah.
Tuan Ketua.
Akhirnya kami berhasil menantikan kedatangan Anda.
Istana membentuk Biro Pengamat Langit untuk menghormati dewa,
melindungi rakyat, membawa kemakmuran, dan mencegah malapetaka.
Meskipun Biro Pengamat Langit kecil,
baik dalam pengamatan bintang dan ramalan,
maupun ilmu fengsui dan pembangunan,
semuanya membutuhkan keahlian yang diasah selama bertahun-tahun.
Lima pejabat sekalian
lebih lama mengabdi di biro
dibandingkan aku.
Kelak, masih banyak hal
yang membutuhkan banyak bantuan dari kalian semua.
Tuan.
Anda terlalu rendah hati.
Jika Anda berkata seperti itu,
kami jadi bingung harus bagaimana bersikap.
Tuan.
Aku penasaran
bagaimana Tuan bisa dipromosikan
menjadi ketua di usia semuda ini.
Setelah bertemu hari ini, ternyata memang luar biasa.
Jika dibandingkan,
aku ini benar-benar tidak berguna.
Mohon Tuan tidak membenci kebodohanku kelak,
dan terus memberikan bimbingan
agar aku tidak mempermalukan diri.
Pembicaraan santai telah selesai,
saatnya membahas urusan resmi.
Apakah berkas semua biro sudah dibawa?
- Sudah. - Sudah.
Kalau begitu, mulai dari Biro Pengamat Bintang dulu.
Tuan.
Pekerjaan Biro Pengamat Bintang
selain pengamatan bintang sehari-hari
[Berkas Biro Pengamat Bintang] dan pemantauan fenomena langit,
terutama sibuk dalam merevisi kalender lunar, membagi secara terperinci
setiap periode musim agar rakyat dapat menyesuaikan diri
[Pengaduan Biro Pengamat Bintang] dengan alam dan memulihkan kehidupan.
Tugas utama Biro Pengukur Waktu adalah
mengatur jam air, melaporkan waktu, dan pergantian waktu jaga.
[Berkas Biro Pengukur Waktu]
Meskipun pekerjaannya sepele, yang penting adalah ketelitian.
[Pengaduan Biro Pengukur Waktu]
Pekerjaan rutin Biro Kehutanan adalah
[Berkas Biro Kehutanan] mengumpulkan kayu untuk pembangunan.
Sejak memasuki musim semi tahun ini,
kayu berharga yang disediakan untuk istana
[Pengaduan Biro Kehutanan] meliputi Kayu Huanghuali,
Kayu Cendana Merah, Kayu Wenge, dan lain-lain,
dengan total sebanyak 3.000 batang.
Tuan.
Tugas utama Biro Geomansi adalah
[Berkas Biro Geomansi] menilai bentuk gunung, menguji tanah
dan energi tanah, memeriksa medan gunung, dan mencari lokasi yang baik.
[Pengaduan Biro Geomansi] Urusan mendesak saat ini adalah
pemakaman Jenderal Fu Zhisong.
Bagus sekali.
Kalian semua tinggalkan berkasnya di sini.
Hari ini adalah hari pertama aku menjabat,
masih banyak hal yang belum aku pahami.
Aku akan menandainya satu per satu dalam berkas.
Jika masih ada pertanyaan,
aku akan mengunjungi
kalian semua secara terpisah sore nanti.
Silakan semuanya kembali.
Tuan.
Mari kita periksa ruang baca.
[Pengaduan Biro Geomansi] Mengenai penataan
[Pengaduan Biro Kehutanan] dan pengaturan ruang baca,
mohon arahan Anda.
Tidak.
Bawa aku ke Biro Pengurus Jenazah untuk melihat-lihat dulu.
Dalam proses pengawetan jenazah, bagian yang paling menguji keahlian
adalah menjahit dan menambal.
Menjahit
harus menggunakan benang dari kulit pohon murbei yang halus
untuk menjahit luka pada kulit
dan bagian yang terpisah.
Sedangkan menambal, biasanya memakai adonan tepung untuk mengisi kekurangan.
Namun, status Jenderal Fu sangat terhormat,
jadi kita harus menggunakan kayu cendana untuk menyempurnakan jenazah.
Apakah kalian mengerti?
- Ya, Tuan. - Ya, Tuan.
Beberapa tulang di bagian ini sudah patah
dan harus disambung dengan kawat tembaga.
Tuan.
Jangan pakai itu.
Gunting.
Tuan.
Tuan.
-Tuan. - Tuan.
Siapa di antara kalian yang bernama Shi Quan?
Apakah Tuan ada keperluan?
Ada hal yang ingin kubicarakan berdua denganmu.
Kalian keluarlah dulu.
- Baik. - Baik.
Apakah Tuan datang untuk menuntut pertanggungjawaban?
Kesalahan apa yang diperbuat?
Jenazah jenderal besar tiba pagi ini
dan harus segera ditangani.
Mohon Tuan memakluminya.
Kaisar memerintahkan pemakaman megah untuk Jenderal Fu.
Jenazahnya tertunda beberapa hari di perjalanan,
kau menanganinya lebih awal itu sudah benar.
Meski belum masuk musim dingin,
selisih dua jam saja
sudah membuat perbedaan besar.
Aku lihat tadi kau sedang mengajari mereka, ya?
Hal sepenting ini,
kenapa hanya mereka yang membantumu?
Tuan Chu merasa pekerjaan pengawetan jenazah tidak terlalu berat,
jadi mengurangi jumlah petugas di Biro Pengurus Jenazah untuk menghemat biaya.
Biasanya hanya aku sendiri di sini.
Jika butuh bantuan, aku akan memanggil para murid itu untuk membantu.
Mereka datang dari kalangan rakyat biasa untuk berguru,
jadi agak kebingungan.
Biar aku yang membantumu.
Tidak kusangka, keahlianmu ternyata bagus juga.
Aku pernah belajar semua ini saat kecil,
tetapi tidak pernah benar-benar menguasainya.
Untuk bisa mahir dalam hal ini,
bukan hanya membutuhkan bakat,
tetapi juga kesabaran yang besar.
Tuan terlalu merendah.
Kau sudah bekerja di Biro Pengamat Langit selama bertahun-tahun, 'kan?
Apakah selama ini hanya bertugas di sini saja?
Tuan.
Anda tidak perlu sungkan denganku.
Katakan saja apa yang ingin disampaikan.
Anda datang ke Biro Pengamat Langit ini
demi menimbun kekayaan
atau demi mengejar promosi jabatan,
aku sama sekali tidak ingin tahu.
Semoga kelak Tuan
bisa membiarkan aku tetap dalam kesendirian
dan fokus pada pekerjaan.
[Kediaman Zang]
Setiap hari halaman ini
harus disapu dengan bersih
hingga tidak berdebu sedikit pun.
Tuan Zang baru mulai bertugas hari ini,
beri tahu bagian dapur
agar menyiapkan hidangan malam ini dengan sempurna.
Mengerti?
Kelak,
kalian...
- Tuan. - Tuan.
Tuan.
Baiklah.
Pergilah.
Kau sudah kembali.
Hari ini aku sudah menyapa
semua pejabat di Biro Pengamat Langit.
Jangan bicara dulu. Jangan bicara.
Berputar sekali.
Berputarlah sekali.
Jalan dua langkah.
Guru.
Pakaian ini sangat cocok untukmu.
Pakaian pertamamu saat tiba di ibu kota
adalah pemberian dari gurumu.
Sekarang kau sudah mengenakan seragam pejabat.
Bagus.
Kalau sampai Si Tua Xing Dou melihat ini,
pasti dia akan meributkan lagi
panjang pendeknya lengan pakaian ini.
Bagaimana hari ini? Cepat ceritakan.
Biro Pengamat Langit yang sekarang
sudah benar-benar berbeda dibandingkan
saat ayahku masih menjabat.
Kala itu, semua orang menjalankan tugasnya masing-masing
dan hubungan pribadi mereka pun sangat harmonis.
Selama ayahku bisa membantu,
dia pasti akan berusaha semaksimal mungkin.
Namun sekarang, semua orang tampak begitu asing,
tidak ada satu pun yang benar-benar tulus.
Kau bicara omong kosong apa?
Ayahmu hanyalah orang kecil
yang menjalankan usaha pemakaman,
apa hubungannya dengan Biro Pengamat Langit?
Sekarang kau sudah punya jabatan,
tidak seperti dulu yang hanya seorang staf di Kediaman Bangsawan.
Orang yang memperhatikanmu makin banyak.
Di Kediaman Bangsawan,
selama Bangsawan Pingjin memercayaimu, itu sudah cukup.
Di dunia pemerintahan,
ancaman tersembunyi mengintai dari segala penjuru.
Kau harus lebih berhati-hati.
Guru benar.
Biro Pengamat Langit yang sekarang
penuh dengan berbagai macam orang dan banyak yang mengawasi.
Mungkin kelak pasti akan banyak penolakan.
Saat Chu Huaiming menjabat,
aku juga sudah banyak mendengar
tentang Biro Pengamat Langit yang membantu para penjahat.
Apakah kau pernah mendengar tentang menghilangnya putri Kediaman Lin?
Itu kejadian tiga tahun lalu.
Putri Keluarga Lin baru saja berusia 13 tahun,
tetapi sudah dilirik oleh putra sulung Adipati E.
Dia bersikeras ingin menjadikannya selir.
Namun, putra sulung itu
lebih tua 30 tahun darinya.
Keluarga Lin menolak mati-matian.
Kebetulan sekali,
putra sulung itu tewas
setelah mengisap Bubuk Lima Mineral.
Keluarga Lin mengira masalah ini sudah selesai.
Namun, siapa sangka, pada hari ketiga setelah kematiannya,
putri Keluarga Lin tiba-tiba menghilang.
Coba kau tebak, di mana akhirnya dia ditemukan?
Di mana?
Di dalam makam putra Adipati E.
Dia dicekik sampai mati
dan masih mengenakan pakaian pengantin.
Kasihan pasangan tua Keluarga Lin, mereka menjadi gila karena ini.
Namun, hukum Dayong jelas melarang melakukan pernikahan arwah.
Itu berlaku untuk rakyat biasa.
Istana tentu saja membiarkan ulah para bangsawan berkuasa.
Mungkin saja,
pernikahan arwah Keluarga Lin ini
adalah ulah Biro Pengamat Langit.
Bukan hanya itu.
Pada bulan ke-10 tahun lalu,
dengan dalih memilih lokasi makam bagi pejabat tinggi, Biro Pengamat Langit
merampas seluruh kebun buah petani di Desa Wangjia pinggiran ibu kota.
Kasihan para penduduk desa itu,
tidak punya tempat untuk mengadu dan dipaksa mengungsi.
Biro Pengamat Langit ini
memang sudah seharusnya dibenahi dengan serius.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.