All language subtitles for Jean-Stéphane Sauvaire - Asphalt City - English with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

AMBULANS - JAGA JARAK

Cross, angkat!

Cepat, ayo!

Beri jalan.

Ayo, cepat!

- Ada apa? - Luka tembak parah.

EMS, datang! [ Layanan Medis Darurat ]

Permisi, minggir. Jangan halangi.

Jangan ganggu kami bekerja.

- Cross! Ayo! - Tertembak! Dia tertembak!

- Tolong anakku! - Permisi.

Apa yang terjadi, kawan?

- Ayolah! - Kau tertembak?

Kakiku tertembak!

Aku tak tahu kenapa.

Mereka berlarian.

Kulepas sepatunya.

Biarkan kulakukan tugasku.

Oke. Tertembak dimana lagi?

- Cuma kakiku saja. - Ada apa?

- Ada apa? - Kakinya tertembak.

Ada tiga pasien kritis di luar.

Ini lukanya tak terlau parah.

Tekan lukanya. Kau akan baik-baik saja.

- 3 terluka parah di luar! - Kalian mau kemana?

- Ayo! - Apa-apaan ini?

Bu, tekan terus.

Tolong. Aku lagi melakukan tugasku!

Astaga!

Luka tembak beruntun.

- Kita kemana? - Lurus saja.

Pelataran berikutnya. Lurus saja.

Dasar pemula!

Aku sudah lama menunggu.

Bajingan.

- EMS! - Lurus saja.

Pelataran berikutnya.

- Arah mana? - Pelataran sebelah.

Lewat sini!

Teman-teman, ada satu orang kritis di sini.

Orang ini?

Satu korban tertembak.

- Orang ini. - Ini dia.

- Tak apa. - Apa kabar, Bravo?

Kau tak apa?

- Kami bukan polisi. - Kau dengar?

Kami cuma mau bantu, oke?

Kau tertembak. Di mana? Bisa dengar?

Gunting!

Kau tertembak, oke?

Berapa kali kau ditembak?

Kami bukan polisi. Cuma mau membantumu.

Oke? Kau akan baik-baik saja.

Gunting sialan! Gunting!

- Rut? - Ya?

Luka tembakan berkali-kali.

Aku tak bisa jika bersama seorang pemula.

- Kau siap? - Aku tak bisa.

Baiklah, aku mengerti.

Terima kasih banyak.

Baik, temanku.

Ada riwayat sakitmu?

Masih dengar suara tembakan itu?

Nak, kau bersamaku?

Tetaplah sadar.

Jadi cuma 2 saja, oke?

Tetaplah sadar.

Tinggal robek saja celananya.

- Bertahanlah. - Tertembak di sini!

- Oke, tekan dia. - Oke.

Balut lukanya.

Tetaplah sadar.

Oke, jadi ini...

akan sedikit menyakitkan...

agar kau bisa pulang.

Oke. Tahan.

Oke.

Oke, tetaplah sadar.

- Bertahanlah. - Oh, sialan!

Tak apa. Tahan saja.

Oklusif.

- Butuh apa? - Oklusif.

- Oklusif? - Cepat!

Kau harus dilarikan ke rumah sakit.

Bertahanlah. Bernafas yang tenang.

Baik. Ambilkan tandu!

Aku akan terlentangkan.

Dalam hitungan ketiga.

- Tidak ada luka. - Tak ada denyut di kakinya.

Baringkan ke samping.

Tidak ada luka.

Ayo angkat!

Satu, dua.

Tiga.

Kau ikut?

Aku ikut.

Duduk di situ.

Ayo, kawan.

Masukkan dia.

Kita harus jalan. Tutup pintunya.

Aku harus taruh ini di sini.

Tetaplah sadar, kita...

ke rumah sakit, oke?

Kuberi dia oksigen.

Kami akan membawamu ke RS.

Bertahanlah.

Akan kupasangkan ini, oke?

Membantumu bernapas.

Baik? Ini dia.

Angkat kepalamu.

Ya. Oh.

MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.

KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login

Mau ini disingkirkan? Baiklah.

Baiklah, kawan. Bertahanlah.

Berapa tekanannya?

75 dari 52.

Sepertinya dia sesak.

Periksa bunyi paru-parunya.

Tidak ada suara di paru kiri.

Trakeanya bergeser.

Dia mengalami pneumo tension.

Jika ada gadis yang kau pikirkan, pikirkan saja dia.

- Tetaplah sadar. - Aku akan suntik.

Harus di dekompresi dada.

Ini buat membantumu bernapas, oke?

Sekarang.

Sudah mendingan.

Sudah mendingan?

Bertahanlah.

Astaga! Dia baru saja mengalami henti jantung.

Sial, jantungnya berhenti.

- Sial! Ayo, kawan. - Lakukan CPR.

Ayo!

Hei, ayolah. Bertahanlah.

Pasien mengalami henti jantung.

Aku harus ambilkan kantung udara.

- Giliranmu? - Siap, ayo.

Sudah dekat, kawan. Ayo.

Sudah mau sampai.

Cepatlah.

- Berapa jauh lagi? - Pasangkan kantung udara.

- Bisa dengar? - Hei, kawan, sadarlah!

Berapa lama lagi?

Selamatkan dia.

Hei, bro, kau akan pulang...

menemui pacarmu, bertahanlah.

Ayo, teruskan.

Ayo, teman! Sudah mau sampai!

Ayo!

Ayo. bertahanlah.

Bertahanlah, kawan, ayo!

Ayo. Sialan!

Ayo!

Badan Pemadam Kebakaran New York PETUGAS MEDIS

DITERJEMAHKAN | COMELMUEWA

Aku biasanya cuma 10 menit bersama temanku tiba di sini.

Ya, Pak.

Sudah berapa lama kau jadi paramedis?

- Aku pernah jadi relawan. - Hei, Verdis!

Gimana kabarmu? Kau kenal Cross?

Kemarin bersama dari Colorado. Kutugaskan dia dengan Rut.

Ollie Cross.

Verdis. Senang berkenalan.

Semoga harimu menyenangkan, nak.

- Minta dia tanda tangan untuk Rut. - Terima kasih.

Terkena serangan jantung saat tugas terakhir.

Aku sudah isi ulang persediaannya, sebaiknya kau hitung kembali.

Mereka berhasil?

Dia cuma sadar sebentar.

Tapi mereka tak berhasil.

Hai, Rut? Kuncinya.

- Semoga berhasil. - Makasih.

Ibu!

Ibu!

Bukan salahnya. Kumohon.

Suruh mereka keluarkan anjing itu.

Kau mau digigit?

- Aku menyayanginya. - Hei, kawan.

Pegang sebentar, oke?

Bu.

Pak. Ibu, tenanglah.

Pak, tolong bawa anjingnya keluar?

Bawa anjingnya, kami harus obati anak itu.

Jangan sakiti anjingku, tolong!

Ibu, tenanglah.

Pak, tolong. Kami mau obati anak ini.

Tolong, keluarlah. Terima kasih.

Pasiennya di kamar mandi,

aku urus dulu anjing ini.

Mana tanggung jawabmu? Anjing?

Tak apa. Aku takkan menyakitimu.

Tak apa. Aku mengerti.

Hei, kau aman.

Aku takkan menyakitimu. Ayo.

Ayo, ya begitu.

Oke, kemarilah.

Hei, sini.

Pergi! Pergi dari sini!

Pergilah dari sini.

Lepaskan anjing itu!

- Hei, tenang. - Lepaskan...

anjingnya!

- Tenang. - Kubunuh kau.

- Hei. - Pergilah..

- dari sini. - Turunkan senjatamu!

- Letakkan senjatanya! - Pergi.

- Pergilah. - Letakkan senjatanya!

Pergi.

- Pergi. - Baiklah.

Oke, baiklah.

Ada sumpit tidak?

Makasih.

Kau dapat apa?

- Kau dapat apa? - Mie ayam.

Ini, itu pesananku.

Apa itu?

Ini yang kau pesan.

Ya, kayaknya itu mie ayam.

Lihat. Itu enak?

- Ya. - Aku tak tahu...

nama makanan ini,

jadi aku tidak yakin.

Keberatan? Bagus, oke.

Kau mau makan yang itu?

Ini 5 Young,

meminta semua yang lewat...

landmark di Garvey Boulevard...

Ini pedas juga.

Kau pesan yang pedas?

Sini, aku mau coba itu.

Mau yang ini?

Panas.

Ya.

Ini rasanya hambar.

Tapi kau suka yang itu, kan?

Suka. Tak apa.

Kau suka ini?

Suka. Aku serius.

- Mau? - Ya.

Aku lebih suka yang pedas...

daripada kuah mienya banyak.

Kau berpihak pada siapa?

Kubu siapa?

Aku tak masalah mengganti selera.

Katanya kau suka makanan Cina.

Kenapa bisa?

Bukan apa-apa.

Aku tinggal di Pecinan.

Berarti kau seorang penikmat?

- Tidak. - Aku pernah ke Pecinan.

Banyak pria kulit putih berponi.

Kau tinggal di Manhattan. Kenapa kau kerja di New York Timur?

Aku ditugaskan di sana.

Tapi aku mau ikut ujian MCAT lagi di musim semi.

Tinggal dua minggu lagi.

4-5 Young.

Ada wanita pingsan.

Jalan Myrtle Avenue, Marcus Garvey Boulevard.

- Oke. - Empat-lima Young....

ada orang yang pingsan.

Tolong, jangan kencangkan tas traumanya.

Ya, tapi...

Aku tak peduli protokolnya.

Tetaplah tenang.

Jika kau ngotot, lakukan bersama Verdis saja.

Jangan sama aku.

Oke?

Kurasa kau tak membawaku ke rumah sakit.

Tapi ke rumah sakit jiwa.

Bisa berikan informasinya?

Persetan. Aku membencimu.

- Kami akan mengobatimu. - Brengsek kau!

Bangsat!

Kami akan membawamu ke rumah sakit....

- untuk diobati. - Kau bukan siapa-siapa!

Kau bukan siapa-siapa!

Aku tak mau ke rumah sakit.

Ibu, tanggal lahirnya?

Aku tidak meneleponmu!

- Siapa yang meneleponmu? - Berapa...

- tanggal lahirmu? - Siapa yang menelponmu?

Sudah kubilang...

kau akan dibawa ke rumah sakit.

- Ini bukan pekerjaan. - Oke?

Siapa pun bisa melakukan ini.

Mengikat seseorang.

- Aku akan lompat! - Kau akan...

dibawa ke rumah sakit.

- Aku jatuh dari atap. - Tak ada bisa dilakukan lagi.

- Dan aku diperkosa. - Takkan kubiarkan.

- Kau tak boleh pergi. - Oke?

Aku sangat butuh...

informasi darimu, oke?

Karena itu bisa membantu rumah sakit...

- mengobatimu. - Aku akan memukulimu.

Membunuhmu!

Akan kutendang wajahmu.

Aku akan menuntutmu, brengsek.

- Tolong, tenanglah. - Bangsat.

- Aku tak mau. - Tolong, tenanglah.

Sebentar lagi sampai.

5 menit lagi sudah sampai.

Jadi ceritakan tentang dirimu.

Kau tak mau bicarakan, bajingan?

Hei, kau pernah dilecehkan?

Aku sudah dilecehkan.

Sewaktu masih kecil.

Ayah tiriku, bajingan itu.

Tidak ada yang mempercayaiku. Ibuku meninggalkanku.

Pernah dia memukulku dengan kawat...

sampai babak belur, darahku berceceran.

Aku bilang, "Jalang! Kau akan mati.

Kau akan mati, lihat saja, karena membela dia."

Dia mengantarku ke sekolah meski terluka.

Sejak saat itu, aku tak menghormatinya lagi.

Aku dendam.

Biasanya aku mau bunuh diri.

Tapi jangan catat itu,

karena aku tidak bunuh diri.

Bicaralah?

Paramedis. Sialan.

Kau seperti bocah 8 tahun,

dan masih nete.

Bau mulutmu berbau air tete.

Bau air tete.

Kau masih ngedot?

Oh, aku punya. Ya, ini.

Gosokkan ini ke lubang anusmu lalu ciumlah,

karena bicaramu ngawur.

Aku akan ngomel sebelum tiba di rumah sakit.

Tak mau dengar omelanku?

Tutup saja telingamu.

Gosok ini di lubang anusmu.

Bajingan.

Bajingan!

Dasar bajingan. Aku benci.

Kau mau dibayar.

Akan kutuntut kau, seperti polisi,

lalu aku baik-baik saja.

Kutelpon mereka.

Lima, empat, tiga, dua, satu.

- Lima, empat, tiga! - Hentikan.

- Ayolah! - Lagi kuusahakan.

Perbannya sudah dipasang 7 menit lalu.

Ada satu korban.

4-5 Young.

Asma. Atlantic Jalan Avenue dan Vermont.

4-5 Young, penderita asma.

4-5 Young.

Pria berusia 63 tahun. Sesak napas.

Sudah telpon 911?

Dia di sana. Di sebelah.

Hei, ada apa?

Sesak nafas?

- Ya. - Ya?

Ya.

Dia penderita asma?

- Ya. - Ya? Oke.

Kapan dia mulai sesak napas?

- 30 menit. - 30 menit yang lalu?

Oke, akan kuberi dia nebulizer.

- Ya. - Siapa namanya?

- Firash. - Oke.

Firash, kami akan berusaha membantumu, oke?

Baik, Firash. Bertahanlah.

Oke, Firash. Kupakaikan ini.

Bisa membantumu bernafas, oke?

Ini dia.

Baiklah, tarik napas.

- Dia bisa bahasa Inggris? - Tidak, cuma bahasa Arab.

Cuma Arab?

Suruh dia untuk tarik napas?

Baik.

Kuangkat dia.

- Bagus. - Kumohon.

- Oke, baiklah. - Tolong, lakukan sesuatu.

Tolong dia. Tolong!

Fisio. Tabung.

- Ke orang ini? - Ya.

- Dia tersiksa. - Ya. Lakukan saja.

Dia memang sangat menderita.

Cepat, Cross.

Siap, Cross?

Sedikit lagi.

Katakan jika kau siap.

Katakan jika sudah siap.

- Katakan jika kau siap. - Tolong bantu dia!

- Ya. Siap. - Ayo!

Ayo.

Tak bisa kumasukkan talinya.

Baiklah. Resus.

Dia akan mati.

Dia akan mati jika kau tak pasangkan tabung.

Cepat!

Baik.

Aku tak bisa masukkan talinya.

Biar aku yang lihat!

Allah!

Kau lihat talinya?

Ya, terapit

Tunggu.

Masukkanl Cepat!

Selesai.

Makasih.

Ini belum selesai.

Dengarkan perut dan paru-parunya.

Oke.

Dasar bodoh.

Aku cuma mau berterima kasih, Cross,

mewakili semua anjing di Kota New York...

yang sudah kau selamatkan.

Apa aku bohong?

Oh! Sialan!

Bajingan!

Apa-apaan ini?

- Di mana dia? - Baiknya tenangkan dirimu dulu.

Ketemu.

Mungkin kau mau menyimpannya.

Ada apa?

Buang itu!

Kubilang buang!

Sini kau, bajingan.

Karena dia tak bisa diajak bercanda.

- Memang tak bisa. - Cross!

- Brengsek, ayo. - Cross, hentikan!

Bos, sudah aku suruh.

Tapi dia malah ngamuk.

Bersihkan itu!

Tak kusangka begini tingkahmu, Cross!

Ini Layanan Medis Darurat. Bukan kamar mayat!

- Kau mau masuk sekolah kedokteran? - Ya.

Tahun kemarin aku ikut tes di Colorado,

tapi gagal di ujian MCAT.

Tapi kau masih bisa coba lagi.

Pastinya.

Makanya aku tak bisa kerja sambilan...

dan tinggal bersama 2 orang China gila.

Biar hemat.

Agar bisa giat belajar. Harusnya.

Sekolah...

Oke. Bacakan.

- Bacakan untukku. - Baiklah.

Oke, kubacakan.

"Koloni bakteri halus galur berkembang biak...

pada kultur yang mengandung obat eksperimental...

yang mengurai urutan basa asam nukleat...

di mana adenin dipasangkan dengan urasil.

Proses manakah berikut ini yang terpengaruh secara langsung?

Apakah, A, transkripsi, B, translasi,

C, transformasi, atau D, transduksi?

Oke, pertanyaan lain.

Lanjutin pertanyaannya.

Sekali lagi.

- Oke. - Sok pintar.

Ayo.

"Reaksi dengan alkali sering kali menghasilkan campuran...

Kuambilkan kantung untuknya.

Apa aku harus mengikatnya?

Ya.

Oke. Sudah diikat.

Hentikan CPR-nya.

Aku aman. Kau aman.

Semua aman.

- Aman. - Aman!

Aman!

Dia masih mengalami V-fib.

Pacu.

Aku aman. Kau aman?

Semua aman?

- Aman. - Semua aman.

Ritmenya sudah normal.

Denyut sudah ada.

ROSC-nya sudah membaik.

Kerja bagus.

Pak, bagaimana? Bisa dengar?

Kau hebat, oke?

Selamat kembali, teman.

Apa yang terakir kau ingat?

Selesai makan siang.

Selesai makan siang?

Makan siang apa? Masih ingat?

Daging babi, kentang goreng.

Kurangi makan kentang goreng...

dan daging babi.

Sudah membaik, oke?

Kami akan menurunkanmu dari ambulans. Ke rumah sakit.

Tidurmu nyenyak?

Nyenyak.

Aku belum terbiasa tugas di malam hari.

Ya.

Saat kau kedinginan tadi malam.

Apa?

- Karena pasien luka tembak itu. - Aku tak kedinginan.

Oh, oke.

Barusan melihat orang yang mau pergi?

Tidak, aku bersama Ibuku saat dia meninggal.

Begitulah yang biasa dialami kebanyakan pria.

Melihat yang mereka sayangi menghembuskan napas terakhir.

Kutemukan di kamar mandi.

Aku tak bisa berbuat apa-apa...

saat kubuka pintunya.

Karena aku masih kecil,

tak bisa kuangkat dia dari bak mandi.

Dia memotong nadinya.

Kau tak bisa selamatkan semuanya.

Meski dengan peralatan dan pelatihan.

Terkadang mereka tetap memilih pergi.

Kau tidak terharu padaku, kan?

Ingat, kau masih sekarat.

Oke...

sekarat.

Aku tahu.

Seperti apa rasanya melihat seseorang meninggal?

Ada apa?

Lihatlah, dia di sini.

Astaga.

Kau saja yang urus ini.

Bu?

Bu. Bisa kau bangun?

- Bu? - Tadi malam kau minum?

Kau dengar?

Bu?

- Kau tak apa? - Kau pingsan.

- Apa yang terjadi? - Tak ada apa-apa. Aku cuma tidur.

- Kau tidur? - Ya.

- Mau di bantu berdiri, Bu? - Kenapa?

Aku mau di sini saja, aku ngantuk.

Tidak, kau di binatu orang.

- Bisa bangun? - Apa yang terjadi?

- Tunggu, aku tak mau jatuh. - Kau mau pakai walkermu.

- Kau kurus sekali. - Siap?

Kubantu berdiri. Awas kepalamu.

Sini. Satu, dua, tiga!

Nah, begitu.

Kuambilkan walker-mu.

- Kau bisa kesana? - Ya.

- Ini. Kau bisa berdiri? - Kau tak apa?

- Ya. - Oke.

- Ambil barangmu dan pergi. - Siap pergi?

Tidak.

Tadi kucuci bajuku di sini.

Dia bohong.

Mencuci pakaianmu di sini?

- Ya! - Pakainnya tidak ada di sini.

- Ayo! - Ya, aku pergi.

Aku tak punya pakaian.

Apa ini? Pakaianku.

Kayaknya ini bukan pakaianmu.

Ini pakaianku.

Tadi kau lihat aku taruh disitu.

Kau lihat CD-ku. Semuanya di situ.

- Oke. - Dia gila.

Jangan tinggal di sini.

Ikut kami ke rumah sakit.

- Pergi! - Atau kau mau keluar?

Rumah sakit? Buat apa ke rumah sakit?

Mau ikut ke UGD?

- Ya. - Atau kau mau?

Kau mau tidur di tempat lain?

- Pergilah! - Aku baik-baik saja.

Aku sehat.

Jika kau tak cuci pakaianmu di sini, jangan tinggal di sini.

Ambil pakaianmu dan pergi!

Aku berhak tinggal.

Ini tempat usaha.

Aku warga Amerika Serikat.

Oke? Hormati sedikit.

- Kau orang Cina. - Ambil pakaianmu dan pergi!

Sudahi. Oke?

Mengira kau pemiliknya.

- Jangan kesini lagi. - Kau pemilik anumu.

- Cuma itu milikmu. - Ini bukan penampungan tunawisma.

- Kau tak punya apa-apa. - Oke.

- Oke? - Ayo. Keluar.

Dasar Chino gila.

Kau biarkan dia pergi?

Kau gila.

Aku akan membunuhmu.

Akan kubunuh kau.

Dasar China sialan.

- Pergilah. - Isap anumu.

- Akan kutelpon polisi. - Dan kau.

- Oke, pergi. - Persetan kau,

dan lihat saja nanti.

- Daah! - Penanganan medisnya...

berhasil lagi.

- Jilat anuku? - Lakukan sesuatu.

Jilat anuku, dan kita keluar, oke?

Ambil pakianmu dan pergilah!

Pakaianmu ada di sini.

- Bukan pakaianku. - Ambil!

Aku tak mau ambilkan. Akan kubantu.

- Ini pakainmu? - Bir. Alkohol.

- Baiklah. - Punyaku semuanya.

Aku tak mau. Alkohol, ini.

Melepasnya begitu saja?

- Begitu. - Oke.

- Itu sampah. - Dia akan kembali.

- Kalian, jilat anuku. - Tidak ada "anu" dijilat di sini.

Oke, kalau kau mau hisap, keluarlah.

- Menjijikkan. - Masuk ke mobilku.

- Seratus dolar. - Aku akan telepon polisi.

Aku ini polisi. Hubungi saja polisi.

Polisinya aku sendiri.

Aku polisi dunia!

Bajingan! Daah!

Aku cinta kalian!

Oke.

Lain kali kita bawakan dia pembersih kaca.

Pembersih kaca.

Bilang jika cerita ini lucu.

Ada pedofil.

Mengajak anak gadis 6 tahun....

masuk ke hutan saat maghrib.

Dan dia bilang, "Pak, aku takut.

Sudah malam."

Dia bilang, "Karena aku, egois,

aku akan pulang sendirian."

Ceritanya bagus. Aku sudah pernah dengar.

Tapi kau tertawa.

- Itu lucu? - Lumayan bagus. Ya?

Kau ada masalah?

Tidak.

Aku juga punya cerita.

Seorang bocah 8 tahun pulang.

Dia mengetuk pintu.

Seorang nenek membuka pintunya.

Dia bilang, "Oh, Nak, kau pasti bajak laut."

Bocah itu bilang, "Ya, Bu, aku bajak laut."

Nenek itu balas, "Jika kau bajak laut,

mana kru bajak lautmu?"

Balas bocah itu, "Di bawah topi bajak lautku, dasar jalang bajak laut."

Aku suka.

Hei, katanya lebih cepat 10 menit.

Persetan kau.

Bajingan.

Kutunggu di luar.

- Lihat orang ini? - Yang bersepeda.

Rasanya mau membuka pintunya.

Jatuh! Aku tak suka orang-orang ini.

Layanan Medis Darurat!

Kau bawa bantuan.

Nancy, ini Cross.

Cross, Nancy.

Baiklah.

Mana Sylvie?

Bayar sewanya dulu baru bisa menemuinya.

Jadi, kau mau, tidak?

Terima kasih.

Itulah pesta penyambutan.

Hei. Halo.

- Apa kabar? - Baik.

Mau diajak kemana Ayah?

- Sini. - Mengajakku main.

Ya.

Jadi kau rekan barunya?

Ya.

Aku mantan istrinya dan Ibu dari anak satu-satunya.

Salam kenal.

Ada berapa istrinya?

Aku sudah lupa.

Baiklah.

Meski begitu, dia sayang putrinya. Kuakui itu.

Bravo. Lihat saja.

Sejak kapan kau tinggal di sini?

5 tahun lalu. Cuma Sylvie dan aku.

Sudah berapa lama kau kerja?

Baru beberapa minggu.

Beberapa minggu?

Ya.

Apa pacarmu betah?

Aku belum punya pacar.

- Cuma kenalan. - Oh, begitu.

Saking sibuknya, lupa mengurus diri.

Aku tak tahu.

Aku tahu.

Aku tahu semuanya.

Permisi.

Aku belum memberitahunya.

Tapi sudah kubicarakan dengan pengacara,

dan kami berhak...

selama kami tak melewati perbatasan.

Permainan lompat petak.

Tunjukkan lompat petakmu.

Sebelah sini atau situ?

Terserah.

Terserah kau saja.

Ayah bisa main sulap.

- Baiklah. Siap? - Ya.

Oke.

Voila!

Ayah menyayangimu. Ayah senang sekali bisa bertemu.

Aku juga.

Coba kulihat.

Cantiknya. Dapat dimana?

Teman Ibu.

Hei sayang, Ayah mau kerja.

Apa kerjaan Ayah?

Menolong orang-orang agar sembuh.

Betul.

Ini Cross.

- Hai. - Dia bodoh.

Mau tunjukkan lompat petakmu?

- Ya. - Barangkali dia...

- bisa main lompat petak. - Tunggu.

Sekali lagi.

Ayo main lompat petak.

Apa kehebatanmu?

Lihat dirimu.

Aku bisa teruskan ini.

- Ya? Begini? - Ya.

Jadi kau sudah punya pacar.

Gadis pintar.

Ya.

- Hei. - Hei, sayang.

- Loncatlah. - Ayah harus pergi.

Ayah menyayangimu.

- Ibu menunggumu. - Oke. Daah!

Daah, sayang.

Daah!

MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.

KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login

Sebentar.

Hai. Ada apa?

Kau bangun? Hai.

- Dia masih capek. - Ya.

Hei, kawan.

Mau sapa teman Ibu?

Sini.

Panjang umur nak.

Panjang umur nak. Hei.

- Hai, kawan. - Hei.

Hai. Bagaimana?

4-5 Young.

Sesak napas, demam, batuk,

di Panti Jompo Brownsville.

Jalan New York Timur, Rockaway.

4-5 Young.

- Apa kabar? - Hai.

Dia di sana.

Dari kemarin sore...

kondisinya makin parah.

- Bagaimana riwayat kesehatannya? - Dia menderita Alzheimer parah,

jantung, pneumonia kronis, dan inkontinensia.

Paru-paruku sakit.

- Ya? - Sakit.

- Dilarang Pasang Alat Bantu Pernapasan? - Tidak, dia tak dilarang.

Kuambilkan...

- kartu medisnya. - Aku sakit.

Tak apa.

Pak, kau harus di larikan ke RS.

Dia harus dilarikan ke rumah sakit daripada di sini.

Paling sebentar saja.

Edema paru-paru. Banyak cairan di paru-parunya.

Aku tahu pikiranmu.

Apa itu baik untuknya?

Kita akan tahu begitu dia di UGD,

apa diintubasi...

atau dia akan bernapas dengan alat bantu.

Oke, siap?

- Ya. - Satu, dua, tiga.

Dulu aku sering kerja lembur.

Kerja di FDNY, perusahaan swasta,

dan pekerjaan utamaku usaha AC...

bersama sepupuku.

Jadi aku kerja dari jam 7 pagi - 7 malam,

terus jam 7 malam s-d 7 pagi, menjebol dinding...

memasang saluran berinsulasi.

Setiba di rumah, aku langsung tidur,

seperti terkenak ledakan, terkapar.

Koma.

Dan istriku membangunkanku, menggoyangku,

bilang aku aku tidak bernapas.

Kukira dia cuma bercanda.

Bangunkan aku jika aku tidak bernapas.

Baik.

- 2F? - Ya, 2F.

EMS! [Layanan Medis Darurat]

Hei ya.

Halo, EM...

Hei. Aku tadi yang menelepon.

Tolong periksa istriku.

Ada apa?

Kayaknya dia terjatuh.

Dia lagi sakit.

- Ada apa? - 4-5 Young, 10-85.

Ada apa? Apa yang terjadi?

Kepalamu terbentur?

Masih ingat?

Kalian bertengkar tadi malam?

- Tidak. - Beneran?

Ya. Benar.

- Apa dia jatuh? - Bilangnya begitu.

Oke, tenanglah.

Jadi apa yang terakhir kau ingat?

Kepalamu terbentur dimana?

Sakitnya dimana?

Baik.

Ibu, ingat kejadiannya?

Kau bilang kau terjatuh, kan?

Kau jatuh dimana?

- Ingat? - Di tangga.

Dia pingsan?

Cuma sebentar.

Pak, bisa sebentar.

Kami mau tenangkan dia. Temanku akan bantu istrimu.

Baiklah. Fokus saja sama dia.

Dia mau bantu istrimu.

- Aku mau bicara dengannya. - Apa kau bisa...

- ke ruangan lain? - Cuma itu yang kuminta.

Kami berusaha membantunya.

Tolong, ya.

Kau bikin aku gugup...

- karena kau di belakangku, oke? - Aku tenang.

- Ini rumahku. - Aku cuma berusaha...

mengobati istrimu, oke?

Bisa beri kami...

Pak, kami mau tanya dia.

- Bisa ke ruangan lain dulu? - Apa maksudnya mau tanya-tanya?

- Kau siapa? Polisi? - Kami cuma mau...

bantu istrimu. Kami bukan polisi.

- Kami cuma mau... - Itulah...

- ...maksudku. - ...membantu istrimu.

Pak?

Pak, bisa keluar sebentar...

- Aku tenang kok! - saat kami bicara dengannya?

Tapi tunggulah sebentar...

- saat kami bicara dengannya! - Jangan melihatku.

Bantu dia.

Kerjakan saja tugasmu.

Kami lagi usahakan.

Aku marah sekali,

karena kalian dari bertanya...

dan tak bantu dia.

Baiklah.

Duduk dan tenanglah.

Jangan melihatku. Lihatlah dia, oke.

Bisa kau tak ganggu kami sebentar?

Oke.

Kau mau kemana?

- Pak. - Mau kemana?

Membawanya ke rumah sakit.

Untuk apa ini?

Untuk apa ini?

Membawa dia ke rumah sakit.

Tak bisa.

Tetap di situ.

Menjauhlah.

Tidak bisa.

- Hei! Hentikan! - Bangsat.

NYPD! Apa yang terjadi?

Keluar.

- Apa? - Keluar.

Keluarkan dia!

Keluarkan dia!

Tak apa.

Apa-apaan ini?

Kau harus dibawa ke RS untuk diperiksa.

Tak apa.

Rut! Rut, hei!

Dasar si pemukul istri.

Bajingan. Oke?

Dasar bajingan!

- Rut! - Sama siapa kau bicara?

Rut, hei!

- Hei, Rut! - Ayo, brengsek!

- Apa yang kau lakukan? - Ayo turunkan dia!

Pergilah.

Apa yang kau lakukan? Ayo.

Sialan!

Kau baik-baik saja?

Kami akan mengobatimu.

Kompreskan es tangannya.

Saat si penggemar Putin sialan ini membuka pintunya,

dia langsung mengancam kami.

Saat istrinya mau menjawab...

pertanyaan Cross...

orang itu memaksa, mengancam kami,

dan menyuruh istrinya diam...

dalam bahasa Rusia.

Dan selalu saja begitu.

Saat aku berdiri, pria itu mau menyerangku.

Polisi mengusirnya.

Dia menarikku,

dan aku sedikit terpancing saat itu.

Aku ke pintu.

Kapten, kumohon. Aku pergi.

Aku cuma mau ke pintu.

Lalu dia mau menendangku.

Kok bisa yah, Rut?

Aku tak tahu, saat Cross tanya masalah pengobatannya...

- Rut... - Dia terus saja...

mengancam istrinya.

Itu tak baik jika petugas medis...

bersikap tidak etis ke pasien mereka, kan?

Kau mendorong polisi, Rut.

Kau mendorong polisi, Rut.

Aku tidak memukul polisi.

- Memang tidak. - Kau dorong!

Polisi itu, membantuku dari orang yang mau menendangku.

Aku tidak memukul polisi.

Kutarik orang yang menendangku...

karena aku menghina dia di pintu,

lalu aku dan polisi itu bertengkar sebentar.

Dilaporannya tak begitu. Oke?

Polisi itu dipukuli. Aku harus gimana?

- Jadi kau melarangku bertugas? - Pergilah.

Lain kali aku harus lakukan tes psikologis.

Lewat terapis?

Tiap kali ada kejadian di lapangan,

kau akan dipanggil ke kota untuk diintrogasi.

Kau sering bermimpi buruk, insomnia.

Setelah peristiwa 9/11, tim psikiater ditugaskan ke semua kantor polisi.

Kau disana, kan?

Kami sudah di sana...

sebelum menara pertama itu roboh.

Kau nonton itu di televisi?

Tampak seperti aliran lahar atau...

seperti melebur.

Tidak seperti itu.

Lebih mirip begini,

seperti bunyi kluak, kluak, kluak.

Semua lantai saling tertimpa reruntuhan, klak, klak, klak, klak.

Kau bisa merasakannya roboh.

Jadi kami kerja seharian,

dan aku kembali kerja 3 hari lagi.

Mau bagaimana lagi?

Mungkin aku bisa ikut...

ujian dokter yang kau ikuti.

Nancy pergi.

Menemui seseorang.

Mereka sudah berangkat.

Ke New York utara.

Membawa Sylve juga.

Dulu aku bersama dia di akhir pekan,

dan sekarang berliburan.

Mungkin itu demi kebaikannya.

Membawa dia keluar kota.

Hidupnya akan lebih baik.

Jangan membunuh saat aku tidak ada.

Tak suka musik metal?

Busuknya di sini.

Ya, teman-teman,

ini pintu kedua apartemennya.

Lega sekali tiba di sini.

Kami kemari karena ada mayat.

Oh, kerja bagus.

Silakan.

Kau tak masuk?

Kau pemula.

- Ini. - Apa-apaan ini?

Kau akan baik-baik saja.

Apaan ini?

Vicks VapoRub.

- Enyahlah. - Kau kenapa?

Biar kau tak muntah.

Ibumu tak pernah pakai ini?

Cross!

Percaya surga, Cross?

Percaya yang begituan?

Aku tak yakin adanya surga,

tapi aku percaya neraka.

Lalat bisa mencium lebih cepat bau kematian dari kita?

Cuma bau ini yang tak bisa kau hindari.

Ollie? Kau tak apa?

Ya.

Ada masalah?

Hei, kau bisa curhat padaku.

Aku mengkhawatirkanmu.

Hei, aku lagi belajar!

Terima kasih.

Hei! Bisa kau ke ruangan lain?

Hei!

Sudah kubilangi aku lagi belajar!

Oke? Ini ujian sangat penting.

Tolong, bernyanyilah di ruangan lain? Makasih.

Sialan!

Sialan!

Sudah berapa hari ini?

17 hari. Tak satu pun berterima kasih.

Cuma sering bilang "persetan kau".

Aku tak percaya lagi pada manusia.

Aku kehilangan kepercayaan.

Ayo. Bicaralah, bagus.

Bagus.

Tunggu. Tenanglah.

Hei, tunggu. Ayo, tunggu dulu.

Sialan!

Bu, kau overdosis, oke?

- Kami mau bantu. - Sialan!

- Persetan kau! - Sudah tugas kami, bu.

- Rambutku! - Bu!

Sialan. Oke. Sialan kau.

- Ya! - Tenanglah!

Katakan kata sialan itu lagi.

Bu, tenanglah!

- Kami cuma lakukan tugas kami. - Persetan kau!

Kau tidak menelepon, dan sms.

Jangan kirimi aku bunga.

Hei.

- Selamat kembali. - Terima kasih.

4-9 Henry.

Koreksi, kita ke rumah sakit 14.

Kategori M.

Setidaknya aku tinggal di apartemen lagi, kini mereka di daerah utara.

Bagaimana rasanya?

Sangat menyakitkan.

Mungkin kau harus cari teman sekamar?

Mau ngobrol dan berpelukan?

Kau takkan mampu bayar juga, Tuan.

"Aku mau kuliah kedokteran.

Aku tak bisa kerja sambilan."

Memang benar.

4-5 Young.

4-5 Young. Untuk polisi spesialisasi medis.

4-5 Young, kirimkan.

Tunjukkan kami 63. Aku mengerti.

Kau yakin mengerti.

- Berapa? - 8$.

Oke. Ini.

- Terima kasih. - Terima kasih banyak.

Hamil?

Pernah menyelamatkan bayi?

Tidak.

Mungkin kau beruntung...

dan dia akan melahirkan di bus.

Jangan khawatir. Itu bagian terberat dari Ibu dan bayi-nya.

Hei, bagaimana?

Aku tak tahu.

10 menit lalu kudengar teriakan.

Dia hamil. Makanya kupanggil kalian.

Pintunya terkunci. Aku dilarang masuk.

Dikunci?

Halo?

Kita tunggu polisi datang?

EMS! Kami kemari mau membantumu, EMS.

Sialan!

Ayo. Cepat.

Dia masih hidup dan stabil.

Akan kucabut suntik dari tangannya.

Kuambilkan Narcan.

Gunting!

Bu? Kau dengar?

Bu, sadarlah.

Bu?

Jaga Ibunya. Kubawa dulu bayinya.

- Apa? - Ada toilet...

- di sini? - Tunggu, bayinya baik-baik saja?

Bu, tenang.

Tenanglah.

- Rekanku... - Di mana bayiku?

Bayinya, bu.

- Bu, tenanglah. - Bayiku.

Tenanglah.

Tenanglah, bu.

- Tenang. - Bayiku!

Rekanku menggendong bayinya, oke?

Dia akan mengurusnya, oke?

Bu, tenanglah, oke?

Lihat tanganmu.

Tenanglah.

Jawab pertanyaanku?

Dimana bayiku?

Kapan bayinya lahir?

- Bu. - Bayiku mana?

Kapan bayinya lahir?

Bayinya ada sama temanku. Oke?

Dia berusaha sebisanya.

- Oke? - Bayiku!

Tenanglah.

Kau pendarahan, oke?

Di mana bayiku? Bayiku.

Bayinya sudah lahir.

Kau harus dirawat, oke?

Kami akan berusaha.

Oke. Dia lagi mengasuh bayinya.

Tenang. Oke?

- Kau harus di infus. - Bayiku.

Bayiku.

- Bayiku mati. - Bu.

Sudah berapa yang kau pakai?

Berapa yang kau pakai?

Aku perlu tahu.

- Aku sudah bersih. - Bu!

Ada bekas suntik di tanganmu.

Kau pakai berapa?

Katakan, oke?

Kau harus beritahu.

Aku mau mengurangi rasa sakitnya.

Kau mau mengurangi rasa sakitnya?

Tapi aku sudah bersih.

- Oke. Kau bersih? - Aku sudah bersih.

Sudah, tak apa.

Bayiku. Ini salahku.

Ada obat lain selain heroin?

- Tidak. - Kau makai obat lain?

- Tidak? - Tidak.

Oke. Baiklah.

Aku akan oles ini di tanganmu.

- Bayinya sudah mati. - Ingat...

berapa menit bayinya lahir?

Salahku. Ini salahku.

Bayiku.

Bu. Sudah pernah tes HIV?

Sudah pernah tes HIV?

- Ya. - Ya?

Sudah. Aku positif.

Oke, baiklah.

Kau sudah minum obat...

agar bayimu tidak tertular?

Obatnya tak manjur.

Kok bisa tahu? Obat itu efektif.

Harusnya kau minum obatnya agar bayimu tidak tertular.

Bayiku sudah mati.

- Apa yang terjadi? - Wanita 30 tahun.

Baru saja melahirkan.

Dia, hamil 32 minggu.

Mana bayinya?

Dia makai heroin agak rasa sakitnya hilang.

- Mana bayinya? - Jadi kusuntikkan 2 Narcan.

Dia positif HIV.

Tak mau minum obatnya dan pendarahan.

- Aku sudah infus. - Yang benar saja?

Aku mau memeriksa rekanku.

- Cuma sebentar. - Dimana rekanmu?

Dia punya tabung O2.

Apa yang terjadi di sini?

- Dimana bayiku? - Hai, Bu.

Bagaimana perasaanmu?

Maaf? Dia dimana?

Di dalam!

Hei! Ada apa?

Bagaimana bayinya?

Lahir mati. Bayinya mati.

Ada apa di sana?

Tak disangka.

Ayolah, teman-teman. Di mana bayinya?

Katakan ke mereka kita akan bawa Ibunya.

- Kalian, di mana bayinya? - Sudah mati. Lahir mati.

Kita akan bawa Ibunya.

Kau selalu merawat bayi yang baru lahir.

Makan itu protokolmu.

Kami temukan Ibunya. Rekanmu bersama bayinya.

Tak begitu protokolnya.

Bersamalah dengan rekanmu.

Orang-orang ini dan protokolnya.

Sial.

- Angkat dia. - Satu, dua, tiga.

Oke.

Kami duluan. Bayinya ada sama kami.

Petugas penyelamat kacangan.

Sulit dipercaya.

Satu, dua, tiga.

- Kau baik saja? - Ya.

Oke.

Kemana kita?

Apa kabar?

Dia kenapa?

Dia positif HIV.

Dan baru melahirkan.

- Satu, dua. - Tiga.

Bisa minta laporannya?

Ya.

- Baik. - Siapa nama pasiennya?

Nia Brown.

- Tanggal lahir. - 24-09-1991.

Jadi kami menerima telepon soal kehamilan.

Katanya dia hamil 32 minggu.

Bayinya sudah lahir.

- Gene Rutkovsky? - Di TKP?

Ada masalah dengan panggilan terakhirmu.

Masalah panggilan terakhir kami?

Maaf, sebentar.

- Berhentilah beroperasi. - Serius?

Kembalilah ke kantormu.

Hei, ada apa?

Kita dilarang beroperasi.

Kenapa?

Bayinya hidup.

Entah rekanmu bilang apa,

tapi jangan melayani lagi.

Kembalilah ke kantormu.

Apa yang terjadi?

Aku tak tahu. Aku bersama Ibunya.

Aku yang merawatnya.

Kau harus fokus pada kebenaran.

Apa kau dan Rutkovsky sudah menyamakan cerita peristiwa ini?

- Tidak. - Kenapa tidak?

Karena dia tak mau bicara denganku.

Kau bersama Ibunya?

Ya.

Kau belum lihat bayinya?

Kulihat cuma sebentar.

Masih hidup?

Kayaknya mati.

Kau sudah lihat baik-baik?

Bukan pasienku.

Kau sudah tanyakan Ibunya tentang bayinya?

Ya.

Bilangnya apa?

Dia bilang bayinya sudah mati.

Ada orang lain kau tanya tentang bayi itu?

Ya. Rutkovsky.

Bilangnya apa?

Dia bilang bayinya sudah mati.

Kapan kau tanya Rutkovsky?

Saat aku mau mengambil tabung O2.

Itu ada sama dia.

Dia dimana?

Dia membawa bayinya keluar.

Ranjangnya berlumuran darah...

dan Ibunya baru sadar dari overdosis.

Dia butuh tempat aman untuk mengobatinya.

Saat kau tanyakan bayinya, kau melihatnya sendiri?

Rutkovsky itu perawat senior.

Aku tak tanya siapa perawat seniornya.

Aku tanya saat kau tanya soal bayi itu,

kau melihatnya sendiri?

Ya, ditutupi handuk.

Jadi kau biarkan dia berbuat semaunya,

membiarkan bayi itu mati.

Kubiarkan dia merawat pasien paling kritis.

Kurasa dia tahu...

apa bayinya masih hidup atau tidak.

Bayinya ada sama kami, oke?

Kami akan merawatnya.

Tenanglah. Oke?

Tekanan darahnya harus diperiksa.

Bayiku.

Bayinya ada sama kami.

Kami akan merawatmu, oke?

- Kami akan usahakan.... - Bayiku mati.

Aku akan tanya sekali.

Jujurlah atau kasus ini akan dibawa ke pengadilan.

Apa petugas medis Rutkovsky sengaja tak mau mengobatinya?

Tidak. Dia melakukan kesalahan.

Rut.

Apa kabar, kawan?

Aku sudah bilang ke mereka itu kesalahan.

Rutkovsky. Giliranmu.

Menjauhlah dariku, bocah pahlawan.

Bayinya sudah kami tangani.

Kami akan merawatmu, oke?

Kami akan berusaha.

Kau harus tenang.

Sudah berapa minggu?

Sudah berapa minggu?

Kau yakin...

Aku yakin.

Aku akan membantumu.

Bayiku mati.

- Bu. - Mana bayiku?

Bu.

Dia merawat bayinya. Tenang, oke?

Aku berusaha menyelamatkannya!

Hei, mundur.

Hei, mundur.

Mundur! Mundur!

Mundur!

Hei!

Hei, mundur!

- Awas! - Jangan pegang aku.

Jangan pegang, lakukan saja tugasmu.

Angkat dia sekarang. keluarkan dari sini.

Jangan mendorongku, bajingan.

Hei!

- Jangan menyentuhku. - Jangan pegang dia.

Minggir, kami mau lewat.

Minggir!

Aku yakin, bro.

Dia tak akan pergi.

Minggir!

Mau kemana kau?

Baiknya...

kau menyingkir.

- Kau tak boleh pergi. - Ini urusanku, bro.

Lepaskan aku.

Lakukan tugasmu!

Biar kulakukan tugasku.

Ayo, cepat!

Beres.

Mundur!

Hei.

Menjauhlah dari ambulan. Sana.

Hei! Lafontaine!

- Jangan pegang. - Pergilah.

Pergilah! Ini tugas kami!

Lakukan tugasmu!

Lakukan tugasmu sialan!

Kuperiksa dulu apa yang kau punya.

Kau sembunyikan sesuatu? Punya barang bagus?

Aku tahu pasti ada.

Ya, pasti ada.

Sial.

Barang murahan Meksiko. Itulah akibat yang dia alami.

Berapa lama dia bisa bertahan?

Persetan dia.

Pengedar narkoba.

Menganggap dirimu malaikat?

Serius? Aku bukan Yesus.

Biar kau tahu.

Ayolah. Takkan kuberitahu siapa pun.

- Tak usah. - Minumlah.

Minuman bagus.

Aku tak mau minum.

Kau tak muak sering jadi orang baik?

Kau orang mana?

Glenwood Springs. Di Colorado.

Kau orang Colorado?

Tahu rasanya menembak kuda, kan?

Dibunuh sebagai bentuk ampunan.

Saat pintu ini ditutup, kita bukan suruhan lagi.

Kita bukan raja dan dewa.

Kita yang putuskan.

Apa aku akan menyelamatkan nyawa seseorang?

Begitulah yang dialami Rut, kan?

Bukan begitu yang dialami Rut.

Kau percaya?

Kau...

Kau memang tak tahu, kan?

Apa orang-orang itu menyukaimu?

Apa kau menyelamatkan orang?

Kau akan belajar.

Ayo!

Cengeng banget.

Maksudku jangan mudah tersinggung.

Tidak lebih.

Astaga, kau orang yang rumit.

Jika kau tak mau bicara, tak usah kita bicara.

Kita duduk saja di sini.

Serius, kalau kau ngerti.

Jangan asal sombong...

atau yakin bisa...

menyelamatkan orang lain.

- Karena jika... - Diamlah!

Diamlah!

Ini yang kau mau?

Diamlah!

Oke.

Ollie!

Ollie, berhenti!

Kau kenapa sih?

Kau menyakitiku.

Sebaiknya kau pergi.

Sialan!

Pergi kau!

Sudah berapa yang kau rampok?

- Kau gila? - Kau lupa...

orang-orang yang sudah kau rampok, bajingan.

Aku mengerti. Kau sudah gede, kan?

Memukuli nenek-nenek.

- Aku tak memukuli wanita tua. - Bersama 5 temannya.

Dia jual sabu-sabu sama bocah 10 tahun.

Aku tak jual sabu.

- Lepaskan aku! - Bocah 10 tahun!

- Aku tak mengenalmu. - Apa kau lelaki?

Pukul dia. Kasih pelajaran.

- Lepaskan. - Bikin kapok dia.

Lepaskan aku!

Hajar dia.

- Pergilah. - Ini kesempatanmu.

Ini kesempatanmu. Pukul dia.

Oh, lihat, dia mau.

- Dia mau dihajar. - Lepaskan!

- Dia mau. - Diam.

Lepaskan!

Lepaskan.

Yang benar saja?

Mau memukulku?

Ayo pukul.

Bajingan keparat!

Pukul layaknya seorang pria. Mau memukulku?

Pukul aku!

Kubilang.

Ayo! Pukul layaknya seorang pria!

Aku bangga padamu.

Bagus.

Mau kuambilkan sesuatu yang lain?

Aku masih tunggu temanku,

jadi, tak usah, terima kasih.

Tidak. Pergi.

Pesanlah dulu?

Pelayan akan mengusirku...

jika kita tak mesan.

Aku tak suka makanan Cina. Bukan bermaksud kasar.

Mau ke tempat lain.

Lebih baik begitu.

Ayo pergi.

Aku sudah belajar ujian MCAT...

dan sudah kuikuti tesnya kemarin.

Aku tak pernah tanyakan...

bagaimana hasil penyelidikannya.

Tidak ada. Aku dapat teguran tertulis.

Burroughs bilang aku tak jeli.

Persetan Burroughs.

Persetan mereka semuanya.

Bajingan itu maunya aku di kantor saja.

Bagian administrasi? Aku tak mau.

Kacau betul apa yang terjadi.

Kau buat kesalahan,

tapi untunglah semuanya baik-baik saja.

Kesalahan besar.

Memang, tapi, itu bisa terjadi pada siapa saja.

Kau dengarkan orang ini.

Sebagian dari kita menganggap ini pekerjaan utama.

Bukan persinggahan sementara menuju gelar kedokteran.

Jadi sebaiknya jangan bikin kesalahan...

denganku.

Maksudmu apa?

Apa maksudku?

Aku pasti akan di pensiunkan, meski aku bikin kesalahan atau tidak.

Kita masuk ke tempat penampungan itu,

melihat bekas suntikan di tangan pecandu,

bayinya berlumuran darah HIV,

siap untuk hidup sengsara.

Sebetulnya tak sebegitu rumitnya, Ollie.

Aku memang tak mau mengobatinya.

Jangan pura-pura tak tahu.

Waktumu cuma sebentar di sini.

Karena tugas.

Mereka mati.

Karena kita, ada yang mati dan sekarat.

Karena tugas.

Kita memikul penderitaan...

dan tidak ada yang peduli.

Bukan departemen, istri kita,

atau siapa pun.

Tak seorangpun.

Karena, untuk apa mereka harus peduli?

Tapi aku sudah selesai.

Kulakukan yang menurutku benar.

Jika kau tak bisa akui yang kau lihat di depanmu, maka...

Maka apa?

Apa?

Kau pengecut.

- Dan kau siapa? - Seorang pengecut?

- Seorang pengecut? - Menurutmu?

Seorang pengecut?

- Seorang pengecut? - Jadi kau siapa?

Jika aku pengecut, kau pembunuh.

Kau orang baik. Kau rekan yang baik.

Sampai ketemu lagi, Cross.

Sialan!

Itu dia. Dipojok.

Pak. Anakmu mengalami kejang.

Ibunya akan menjaga dia.

Dia akan baik-baik saja.

Kami harus membawanya.

Dia sudah diobati selama ini.

Pak, sepertinya kau tak paham.

Putramu harus berobat.

Tuhan akan melindunginya,

lebih baik dariku dan kau.

Cross!

Bagaimana kabarnya Rut?

Aku tidak tahu.

Sudah 15 tahun aku mengenal Rut.

Tak kusangka dia mau membunuh bayi itu.

Tapi mungkin dia ada masalah.

Kita bekerja tanpa di hargai.

Jangan sampai itu merasukimu.

Jaga rekanmu, Cross.

Cuma saran.

Paham.

4-5 Young.

Ada orang di atap. Bushwick, Jalan Jefferson.

- Jl. Jefferson. - 4-5 Young.

Pelompat, ada di atas.

Itu rumah Rut.

Ambil tasnya.

Ambil tasnya. Ayo.

Cepat!

Tunggu.

- Hei. - Siapa itu?

- Siapa? - Lihat aku.

Lihat aku.

Lepaskan aku.

- Jangan. - Lepaskan.

Lepaskan aku!

Sialan! Rut!

Rut!

Rut! Tidak!

Hei, jangan, tunggu.

Kumohon! Sialan!

Rut!

Biar kutangani.

Biar kutangani. Pergi.

Rut! Oh, sialan!

Rut!

Tidak!

Oh sialan.

Maaf.

Ollie, jika kau butuh bantuan.

Aku tak bisa bantu.

Tolong jangan telepon lagi.

Entah apa kau masih mengingatku.

Aku petugas medis yang menangani bayimu.

Aku kemari mau ceritakan kejadiannya,

agar kau tahu bukan itu penyebabnya.

Kuberitahu yang sebenarnya.

Sebenarnya?

Apa dia lebih baik mati daripada bersamaku.

Jangan bohong.

Kau tak berhak merenggut bayiku.

Aku tahu. Maafkan aku.

Aku sudah gak makai.

Makanya aku di sini.

Aku masih ingat omonganmu itu.

Jadi siapa yang mengambilnya?

Dia juga takut kemari?

Tidak. Dia sudah mati.

Dia bunuh diri.

- Mereka tak beritahukan. - Ya.

Bagaimana bayinya?

Dirawat sama Ibuku sampai aku sembuh.

Kau terima pekerjaan ini...

karena mau menolong orang.

Terkadang kau berbuat yang sebaliknya.

Itu yang terjadi.

Dan kami salah besar.

Kau tak perlu memaafkan kami.

Aku lega bayinya baik-baik saja.

Aku juga.

Rosario!

Selamatkan putriku.

Kumohon.

EMS. Bersiaplah.

- Rosario! - Apa yang kau lakukan?

Cross! Tunggu aba-aba aman.

Mau kemana?

- Cross! - Selamatkan putriku!

Selamatkan...

Cross!

Bahaya!

Cross!

Baik.

Tenang, oke? Kau aman.

Semuanya akan baik-baik saja.

Baiklah, kita mulai.

Ayo mulai.

Baiklah. Ada aku, oke?

Aku bersamamu. Tarik napas.

Bagus. Sadarlah.

Ayo, sadarlah.

Ayo, sadarlah.

Hei, kau dengar?

Kau sudah sadar.

Kau sadar.

Hei, tenanglah. Oke?

Tarik napas, kau aman.

Dokter Spesialis Anak dan Persalinan

Terima kasih sudah menyelamatkannya.

Sama-sama.

MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.

KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.