Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Halo semuanya! Selamat datang di channelku 'Creator Kiss.'
345 pelanggan dan terus bertambah!
Hari ini, aku akan memperkenalkan dua orang penting.
Pertama. Kenalkan, Ahana.
Dia seorang insinyur dan pemecah masalah.
Kedua. Kenalkan, Harsha.
Seorang pembuat film dan pembuat masalah.
Jadi, seorang pembuat dan seorang pemecah!
Dan aku? Aku adalah penegosiasi masalah.
Ahana, apa masalahmu?
Aku tidak punya apa pun untuk dikatakan.
Apa?!
Kau harus punya sesuatu untuk dikatakan.
Baru setelah itu kau akan tidak punya apa pun lagi untuk dikatakan.
Kalau kau sudah tidak punya apa-apa untuk dikatakan, lalu apa yang akan kau katakan?
Tepat sekali, Pak!
Dia memang tidak akan mengatakan apa-apa.
- Harusnya ada diskusi, bukan? - Benar sekali!
Belajarlah darinya.
Apa masalahmu?
Tidak ada gunanya mengatakannya!
Kau tidak punya apa pun untuk dikatakan. Kau sudah tidak punya apa pun untuk dikatakan.
Tidak punya apa pun untuk dikatakan... Tidak punya apa pun untuk dikatakan
Lagu yang bagus!
Kalian pasangan?
Bukan?
Wajah film pendek.
Pak, motornya sudah siap.
Sudah siap?
Halo semuanya, selamat datang di channel-ku 'Creator Kiss.'
Lakukan dalam satu pengambilan saja. Satu pengambilan!
10.000 langkah dalam satu hari!
Hati-hati, teman-teman! 10.000 langkah.
- Jaga saja hitungan kalorimu. - Itu videonya, teman-teman.
Kalau kalian suka videonya, suka, beri komentar, dan berlanggananlah ke channel ini.
Mengapa orang menggunakan aplikasi kencan untuk mencari teman?
Apa?! Mencari cinta lewat aplikasi?
Ya! Ini untuk sebuah cerita.
Kau tahu tentang aplikasi kencan?
Betapa bodohnya
Gunakan ibu jari untuk selfie.
Geser jari telunjukmu dari atas ke bawah untuk reels.
Dari kiri ke kanan untuk aplikasi kencanmu.
- Bagus! - Apa yang kalian anak muda tahu?
Kalian pikir aplikasi kencan itu tambahan baru dalam masyarakat?
- Itu tradisi lama. - Apa?!
Dulu namanya swayamvara.
Sekarang, swayamvara daring.
Jangan terlalu bersemangat melihat profil.
Akhirnya, biar aku yang bicara.
Kalau orang tua yang memilih pasangan, itu perjodohan.
Kalau kau menemukannya sendiri,
itu aplikasi kencan biasa.
- Perekaman siap. - Ayo. Jalan!
Ayo.
Menarik.
Imut.
Cocok!
Mari kita lihat ke mana arahnya.
? CINTA - hanya kata di bibir! ?
? Kau dan Aku - seperti cermin yang mencerminkan ikatan kita ?
? Kau bahkan mengikutiku dalam mimpi! ?
? Wahai sahabat tercinta! ?
? Tanpa diduga, tanpa diminta ?
? Sebuah sihir yang perlahan meresap ?
? Sihir ?
? Perasaan indah yang tak terjelaskan ?
? Segalanya mulai berubah ?
? Bermimpi dengan mata terbuka ?
? Terbang, meninggalkan tanah ?
Saat ini, channel "Creator Kiss" kita sedang mengalami banyak masalah.
Kita kehilangan pelanggan,
dengan sekitar 20 laporan pelanggaran hak cipta,
dan hinaan yang tiada henti.
Saat ini, kita membutuhkan konsep untuk video yang sedang tren.
Gunakan otak luar biasa kalian dan segera ciptakan
sebuah sketsa yang indah.
Apa yang harus kita lakukan?
- Harsha! - Apa yang sedang dia lakukan?
Hei, Harsha!
Apa yang baru saja aku katakan?
- Sketsa! - Sedang mengerjakannya.
Kau yakin sedang mengerjakannya?
Belajarlah darinya.
Dasar bagel sialan!
? Tumbuh setiap hari ?
? Mengejar setiap detik ?
? Bersinar seperti pelangi ?
? Menyatu dengan warna-warni ?
? Wahai cintaku! ?
? Anugerah yang dapat kupanggil ?
? Sayang, aku menginginkanmu ?
- Apakah videonya sudah jadi? - Ya. Sedang dikerjakan.
Aku akan segera ke sana!
? Apa pun yang ada di depan ?
? Ada bahasa baru dalam tatapan mata ?
? Tak peduli apa kata orang ?
? Ini adalah mimpi yang tak pernah berakhir ?
? Mimpi ?
? Perasaan indah yang tak terjelaskan ?
? Segalanya mulai berubah ?
? Bermimpi dengan mata terbuka ?
? Terbang, meninggalkan tanah ?
? Perasaan indah yang tak terjelaskan ?
? Segalanya mulai berubah ?
? Bermimpi dengan mata terbuka ?
? Terbang, meninggalkan tanah ?
Beralih ke malam hari dan interval muncul di langit yang indah.
Sebentar, Bu, ibuku menelepon.
- Halo, Bu! - Harsha?
- Sedang menghadiri pemaparan cerita. - Kapan selesai?
Mungkin agak lama. Aku baru menyelesaikan paruh pertama.
- Setelah paruh kedua selesai, aku akan pulang. - Hai, Tante!
- Kau gila, ya? - Hai, Tante!
- Siapa itu? - Harsha, biar aku bicara.
Bu, ini aktrisnya. Ya. Dia tahu tentang kau.
- Halo! - Hai!
- Hai, Tante! - Halo.
- Kau bisa bahasa Telugu? - Ya, bisa, Tante.
Harsha, tunggu.
Dia bisa bahasa Telugu.
- Dia juga tahu tentang kau. - Ceritanya bagus, Harsha!
Harsha!
Aku datang, aku datang!
Aku akan datang setelah narasi selesai.
Baik, Bu. Sampai jumpa.
Apa kau sudah gila?
Tenanglah, Harsha.
Kau akan baik-baik saja. Aku yang akan kena masalah.
- Ayo, kita pergi. - Ya.
? Tak peduli apa yang di hadapan ?
? Ada bahasa baru di dalam mata ?
? Ini adalah mimpi yang tak berujung ?
? Perasaan indah yang tak bisa dijelaskan ?
? Segalanya mulai berubah ?
? Bermimpi dengan mata terbuka ?
? Terbang, meninggalkan tanah ?
? Perasaan indah yang tak bisa dijelaskan ?
? Segalanya mulai berubah ?
? Bermimpi dengan mata terbuka! ?
? Bermimpi dengan mata terbuka! ?
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
- Bangun. - Dua menit lagi, tolong.
Bangun!
Ahana!
Musik apa ini? Matikan!
- Halo! - Bu, apakah aku boleh masuk kerja hari ini?
Hari ini?
Datanglah dalam 30 menit.
Aku di menara sebelah. Aku segera ke sana.
- Siapa itu? - Pembantuku akan datang sebentar lagi.
- Kenapa aku harus peduli? - Masalahnya bukan dia.
Kalau dia melihat kita, itu baru masalah.
Kalau dia melihat kita secara tidak sengaja, kita akan mendapat masalah.
Masalahnya hanya jika dia melihatku. Aku akan bersembunyi di kamarmu saat dia datang.
Setelah dia pergi, aku akan keluar.
- Tidak. - Tolong, Ahana.
Kau kelihatan cantik sekali! Baiklah! Ayo masuk!
Biar aku ambil sepatuku dulu.
- Cepat. Berapa lama sih? - Sudah selesai. Buka pintunya.
- Siapa itu? - Masuk, Harsha!
- Tenang saja! Aku pergi. - Masuk, Arjun. Tolong dengarkan aku.
Aku masuk dulu.
- Telepon dia lagi! - Aku sedang mencoba.
Ya, Pak. Aku mengerti.
- Itu orang tuamu? - Ya. Sebaiknya kau ikut!
- Cepat datang! - Orang tuamu? Mengapa mereka datang?
Mana aku tahu? Ayo cepat.
- Tapi kau bilang mereka tidak akan datang. - Aku juga tidak tahu. Cepatlah.
Katamu mereka tidak akan datang, tapi sekarang mereka ada di sini?
Mana aku tahu? Aku benar-benar tidak tahu kenapa.
- Tolong bersembunyilah. - Di mana aku harus bersembunyi?
- Sembunyi di mana saja. - Buka saja pintunya. Aku akan minta maaf.
Tolong sembunyi dulu.
- Aku sembunyi di kamar mandi saja? - Tidak, jangan di sana.
- Lalu sembunyi di mana? - Di belakang lemari.
- Cepat! Cepat! - Tutup pintunya.
Malaikat sedang bermain-main dengan nasibku.
- Ahana? - Ya.
- Ahana! - Tunggu, Bu. Aku buka pintunya.
Kenapa lama sekali buka pintu?
Baru saja bangun? Kenapa ponselmu mati?
Kau tidak sempat mengisi daya ponselmu?
- Aku akan bertemu dengan para junior. - Kau bahkan belum menyalakan diya.
Tidak masalah, Pak Satyanarayana. Terima kasih!
Halo, Sayang! Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?
Aku akan melompat.
- Pernikahannya sudah selesai? - Tidak, dibatalkan.
- Mengapa? - Nanti kita bicarakan,
Sekarang, buatkan kopi untuk ayah dan kakekmu.
Aku ingin teh ashwagandha.
Berikan saja apa yang dia mau.
Setidaknya oleskan pasta gigi di sikat itu.
Ada apa? Tidur larut malam, ya?
Shankar, ambil berkas dari dasbor.
Tidak bisakah kau menunggu?
Rasanya sesak sekali di sini.
Hei! Tidak ada aksi dalam ceritaku.
Kau ingin aku melompat, begitu?
Seharusnya aku tidak memintamu untuk tinggal.
Sesak sekali di sini. Aku mau turun.
Aku takut, Harsha! Tolong mengertilah.
Baik! Silakan lanjutkan! Beri tahu aku setelah selesai.
Ahana, sudah selesai menyikat gigi?
Ayo cepat dan buatkan kopi.
Ya, Bu. Aku datang.
Sudah selesai?
Tunggu, Lakshmi. Airnya sedang dipanaskan.
Siapa suruh kau keluyuran?
Ada apa?
- Tidak ada, Kakek. - Kau terlihat tegang.
- Tidak! Tidak! Aku baik-baik saja. - Baik. Tapi aku sudah minta tehnya sejak tadi.
Bisakah kau ambilkan tehnya?
Bu!
Siapa itu?
Siapa yang ada di kamar mandimu?
- Siapa yang ada di kamar mandimu? - Bu!
- Itu-- - Itu?
- Itu Swathi. - Swathi?
Kenapa dia tidak menjawab? Apa dia di dalam?
- Atau dia sedang tidur? - Dia sedang mandi.
- Sudah berapa lama? - Tepat sebelum kau datang.
- Kami datang setengah jam lalu. - Swathi, cepatlah, Sayang!
Sudah hampir waktunya untuk pooja. Suruh dia cepat.
Swathi... Cepatlah!
Ibu sudah hampir terlambat untuk pooja.
Dia akan datang. Kau istirahat saja dulu.
- Nyonya, aku datang. - Apa dia datang dua hari terakhir?
Tidak. Ibu sendiri yang bilang jangan datang saat aku menelepon.
- Kalau begitu, suruh dia bayar kau. - Tolong, Nyonya.
Kami tetap membutuhkan kau meski kami tidak di rumah. Ambil sapu itu.
- Baik, Bu. - Bersihkan lebih cepat.
Swathi, cepatlah!
Halo! Halo!
- Ada apa? - Swathi sedang mandi.
Sudah cukup lama.
Ibuku sedang menunggunya di luar.
- Bersihkan rambut yang rontok. - Periksa pesanmu.
- Kau berteriak pada siapa? - Swathi.
- Dia masih di dalam, kan? - Jyothi menelepon Swathi.
Suruh dia cepat sedikit. Aku sudah terlambat untuk pooja.
Pesan apa?
Bibi, 10 menit. Aku sedang mandi!
Apa yang kau lihat? Kau juga harus mengepel.
Masih butuh waktu berapa lama?
Bibi, 10 menit. Aku sedang mandi.
Sepuluh menit versinya tak akan pernah selesai. Aku sudah menunggu lebih dari 30 menit!
Swathi, cepatlah!
Sudah semakin siang. Berapa lama lagi? Ayahmu juga lama sekali.
Bibi, 10 menit. Aku sedang mandi.
โ Dia akan datang, Bu! โ Kau yakin?
Ahana, Sayang!
Ayo, kakekmu memanggilmu.
Aku minta teh ashwagandha tadi.
โ Satu menit. โ Tunggu, duduk dulu.
โ Ada apa, Kakek? โ Duduklah!
Katakan padaku sandi WiFi-mu.
Biar aku yang ketikkan.
Tidak apa-apa. Aku ketik sendiri. Kau sebutkan saja.
Ibu, Ayah, Ahana.
Ibu, Ayah, Ahana.
Kau mau ke mana?
Wah, bagus.
Minggir, aku sudah terlambat untuk sembahyang.
Lakshmi, kenapa terburu-buru?
Ayah, aku berangkat ke pengadilan.
Tolong minum obat tepat waktu, ya.
Baik!
Ada apa? Ceritakan padaku?
Baik, Ayah. Aku pamit.
โ Apa kabar, Swathi? โ Baik, Paman!
Itu mati, ya?
Oh, mainan ternyata.
Akhirnya kau menjawab telepon. Terima kasih!
Aku sedang sibuk, akan menelepon balik nanti.
Kalau kau benar-benar sibuk, kau tak akan angkat. Tapi kau angkat juga!
Tolong, aku tidak dalam kondisi untuk bicara, Creator!
Tolong mengerti, aku akan menelepon lagi. Dadah!
Aku tidak percaya padamu. Ayo video call.
Nyalakan kameramu.
Akan kuhidupkan. Lihatlah sesukamu.
Balikkan kameranya.
Sudah beralih ke kamera depan dan aku ada di depannya.
Dekatkan ke wajahmu.
Sudah di wajahku. Tak terlihat?
Lepas dulu kacamata hitam itu.
Oh, maaf!
Kesalahanku.
Masih gelap?
โ Kau di Manikonda, ya? โ Aku tidak di Manikonda.
Aku sedang dalam situasi buruk.
Aku bahkan lebih parah dari itu.
Kurasa kau akan gantung diri kalau baca komentar yang masuk.
Kau tahu mereka bilang apa?
โ Aku telepon nanti. Dadah, Creator! โ Harsha!
Kau yang matikan atau gelap?
โ Dia putuskan atau gelap? โ Dia yang matikan.
Mood-ku rusak sekarang. Mood-ku rusak!
Ada apa? Kenapa kau memanggilku ke rumah?
Mengapa kau meminta pesan suara?
- Ada apa? - Harsha
Apakah dia melompat?
Dia tidak ada di sini.
Ada apa denganmu?
Tolong beri tahu aku.
Lihatlah.
Apa yang dia lakukan di dalam?
- Apakah Ibu masih di luar? - Keluar dulu.
Angkat.
Apakah pintunya terkunci?
Aku terjepit.
Terjepit.
Sebenarnya, itu tempat tidur yang bagus.
- Maksudku, tempat tidur bawah. - Apa rencananya?
Kau tidak mau pulang?
Aku ingin tinggal dengan Ahana.
Apa yang salah denganmu?
Apa yang kau lakukan?
Apakah kau tidak punya akal?
Tolong jangan teriak. Apa kau gila?
Pelan-pelan!
Semakin kau terlihat tegang, semakin besar kemungkinan kita akan tertangkap.
Kau pemecah masalah, kan?
Insinyur.
- Pemecah masalah. - Bukan masalah seperti ini.
Kita akan selesaikan ini bersama-sama. Oke.
Santai saja, tenang
Apa yang harus kita lakukan?
- Kita harus merencanakan. - Apa rencananya?
Kita harus mengatur semuanya.
Kita bisa mengatur Kakek.
Hmm bagus!
Kita harus memanipulasi.
Kita bisa memanipulasi Paman dan Bibi.
Sangat bagus!
Sekarang aku harus mengambil risiko!
Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan mengambil risiko!
Apa itu? Apa yang kau rencanakan?
3, 2, 1
Total 21 hektar. 20 blok.
19 lantai.
Ayo. Aku akan tunjukkan. Mari kita naik ke atas.
- Kau belum pergi? - Bagaimana?
Jika aku melompat, aku tidak akan pulang. Aku akan mati.
- Apa yang harus kita lakukan sekarang? - Hai, Swathi.
Kenapa kau lama di kamar mandi?
Sejak kemarin, perutku sakit.
- Bagaimana sekarang? - Ya, aku merasa lebih baik.
Geser sedikit. Aku perlu mengambil bunga.
- Aku yang akan ambil, Bu. Kau keluar saja. - Oke ambil saja.
- Bunga! - Bunga?
Bunga ada di sana.
Ambil.
Serius, Harsha!
- Begitu banyak kotoran di sini. - Bu, Bunga!
- Kirim dia. Kirim dia. - Awasi Kakek.
Kakek!
- Hai! Aku baik-baik saja. - Apa kau baik-baik saja?
- Cepat! Cepat! - Bolehkah aku pergi?
Selamat datang di channel-ku 'Creator Kiss!'
Ayo lebih dekat.
Jadi, teman-teman.
Satu sesi Zumba dapat memberimu 10.000 langkah.
Jadi, bayangkan kalori yang kau bakar!
Jadi, tolong beri komentar, bagikan, dan suka.
Jangan beri komentar. Cukup bagikan dan suka video kami.
Tolong sebarkan positifitas dan kebaikan.
Jangan lupa untuk berlangganan ke 'Creator Kiss.'
Iya, iya.
Hari ini, kami juga berkolaborasi dengan channel saudara kami.
Tapi dia bukan saudaraku.
Channel saudara kami, 'Zumba Zubeda.'
Baik sekali. Terima kasih, Zubeda, telah datang ke acara ini.
Dia sudah punya cukup banyak pelanggan. Kalian, harap berlangganan ke channel kami
'Creator Kiss.'
Yang lainnya bisa pergi dan berlangganan. Tapi kalian harus berlangganan channel kami terlebih dahulu.
Oke? Karena dia hanya kolaborasi.
Kami yang asli.
Ayo! Ayo, teman-teman. Ayo!
Dia bilang dia akan menulis sesuatu.
Mari kita lihat.
Biarkan aku cek bagaimana keadaannya di luar.
Tolong terima berkahmu.
Virus apa corona ini?
Iya, pak. Aku mengikuti berita.
- Apa yang terjadi? - Dengar.
Pengantin pria NRI terinfeksi corona. Jadi, pernikahannya dibatalkan.
Jangan beri tahu siapa pun tentang ini, oke?
Corona?
Jadi, kau kembali dengan cepat karena itu?
Iya, kami kembali demi keselamatan.
Tolong terima berkahmu.
Apa? Kau belum mandi?
Apa yang harus aku katakan kepada Ibu?
Kenapa kau belum mandi?
- Di mana dia? - Sedang telpon.
Aku harusnya pergi pagi tadi.
Itu rencanamu?
Tidak!
Tiga rintangan di depan kita.
Dengan segala hormat, kakekmu, ibumu, dan ayahmu.
Pada jam 12 malam.
Swathi akan menjaga pintu orang tuamu,
Aku akan masuk seperti kucing,
melepas kacamata kakekmu dengan hati-hati,
Hei! Berhenti!
Aku rasa rencana ini tidak akan berhasil.
Kenapa kau mengganggu seperti iklan Youtube?
Lewati iklan! Sampingkan.
Bahkan aku merasa ini terlalu besar risikonya.
Apakah kau serius? Ini skrip yang cemerlang!
Jika itu begitu cemerlang, buat film dari itu!
Malam ini, kita akan mengikuti alurnya.
Jika ada masalah, beri tahu aku. Aku akan segera datang.
- Aku akan pergi. - Silakan pergi.
- Kami tidak butuh dukunganmu. - Pergi, sembunyi.
Aku akan masuk.
Ibu
- Halo, Harsh. Di mana kau? - Ibu
Ibu, aku bersama 'Creator Kiss.'
Kenapa kursiku bergetar?
Itu ponselmu, bukan kursinya.
Sial.
Ini dari Harsha. Halo?
Halo, Creator? Aku perlu menyampaikan sesuatu yang mendesak.
- Jangan panik dan bereaksi. - Oke!
Dengan peringatan seperti itu, aku pasti akan panik dan bereaksi.
Aku bilang pada ibuku kalau aku bersamamu.
Tolong pertahankan cerita itu kalau dia meneleponmu.
Katakan dulu apa yang terjadi. Nanti aku yang putuskan apakah akan bilang pada ibumu atau ibuku!
Aku terjebak di rumah Ahana, Creator.
Orang tuanya ada di luar.
Sejak awal aku sudah curiga padanya.
Bukankah aku sudah memperingatkanmu soal aplikasi kencan itu?
Lalu apa yang kau katakan saat itu?
Sekarang kau terjebak di Segitiga Bermuda.
Maaf, maksudku segi empat.
Ini bukan soal aplikasi kencan.
Aku akan menelepon lagi. Dadah! Dadah!
Tolong bilang pada ibuku kalau aku bersamamu kalau dia menelepon.
Baiklah. Berlian kita sedang benar-benar terjebak.
Jaga dirimu. Telepon aku kalau butuh bantuan.
Apa kau bisa kabur hari ini?
- Mungkin kita harus pakai obat tidur. - Kau gila, Harsha?
- Pertama, kunci dulu apartemen itu. - Baik, Pak.
Cepat!
- Mari beri tahu petugas rumah sakit. - Baik, Pak.
Aku buka pintunya.
Kau dengar suara dengkuran itu? Dengkuran!
Aku bisa dengar dengkuran. Dia sudah tidur!
Harsha, tunggu!
- Ayo! - Dia sudah tertidur pulas.
- Biar aku periksa. Tunggu. - Oke.
Dia sudah tidur.
Harsha, ayo. Cepat!
Kenapa sih kebiasaan nonton TV malam-malam?
Lihat tuh, cara dia mendengkur.
Jangan bicara!
- Dadah, Kakek. - Ayo!
Akhirnya!
Hah?
Pintunya tidak bisa dibuka, Harsha.
Jangan bercanda. Buka pintunya.
Kau memang tidak mau aku pergi, ya?
Diam! Kau coba buka sendiri pintunya.
Kenapa pintunya... Apa-apaan ini?
- Pelan-pelan! - Kenapa tidak terbuka?
- Coba lagi. Mungkin macet. - Ini kan pintumu.
- Tunggu. - Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku tidak tahu.
Telepon Swathi!
Bagaimana kalau dia keburu bangun sebelum Swathi sampai?
- Aku harus pergi, sayang! - Aku tahu.
Kita merencanakan semua ini bukan untuk menunggu di sini, kan?
Bicara pelan, Harsha. Nanti dia bangun.
Pelan-pelan, Harsha.
- Berikan kotak peralatan. - Oke!
Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila?
Kakek akan bangun. Sembunyi!
Ada apa? Tadi suara apa itu?
- Kakek terbangun! - Tidak ada apa-apa, Kek.
Tidak bisa tidur. Jadi, aku menonton TV.
Kalau begini terus, kau akan segera seperti aku.
Itu akan mengganggu jam biologismu.
Tunggu sebentar. Akan kuambilkan obat tidur.
Baik, Kakek.
Ini obat herbal. Akan membuat tubuh dan pikiranmu rileks.
- Tidurmu akan nyenyak. - Harsha, ayo cepat!
Obat ini tidak punya efek samping.
- Siapa pun bisa meminumnya. - Ayo, ayo!
- Ayo cepat! - Ya, aku pergi.
- Cepatlah! - Di mana dia?
Ini murni herbal.
- Tidurlah dengan nyenyak. - Baik, Kakek.
Sudah kaukunci pintunya? Oke!
- Kapan aku bisa pergi? - Sepertinya hari ini tidak bisa.
Kau mau ke mana?
Aku akan pergi besok. Jadi, coba tidur lebih awal.
Kau akan tidur di sana.
- Tapi aku tidur di sini. - Itu kemarin.
Pengkhianat.
Tidurlah sekarang.
Aku akan pulang.
Pak, kau tidak mengerti!
Tolong buka pintunya!
Ya, kami mengunci rumahmu.
Apa yang kau ingin kami lakukan?
Kami dapat informasi bahwa kau terinfeksi virus.
Ini demi keselamatanmu.
Aku seorang pengacara. Tolong buka pintuku dulu.
- Minumlah kopi dulu. - Ada apa ini?
Warga sekitar mengunci pintu kita.
Pak, bagaimana kau bisa begitu yakin?
Semua itu tidak penting bagiku.
kau tidak tahu siapa yang kau hadapi!
Pak, aku katakan, aku kenal langsung komisaris.
Aku akan bicara dengannya dan menuntut seluruh warga komplek ini.
Silakan, Pak. Kami juga akan mengadu.
Bukan kalian, aku akan lapor ke polisi!
Oh, ternyata kau.
Ada apa ini?
- Ada apa, Ahana? - Tidak apa-apa, Harsha.
Kenapa ayahmu berteriak? Ada apa?
Kami baik-baik saja. Silakan periksa kalau mau.
Jangan buka pintu dalam kondisi apa pun.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Pintu adalah satu-satunya cara.
Kau serius?
Aku sudah bilang tidak ada adegan aksi dalam naskahnya.
Kenapa kau tak angkat teleponnya?
Aku bilang padanya aku akan pulang tadi malam.
Bagaimana kau akan pergi sekarang, Harsha?
Tidak tahu.
Segarkan diri dulu. Aku akan siapkan makanan.
Ya, aku sangat lapar.
Corona
Virus
- Halo? - Hai, Rahul?
Bro, aku dalam masalah.
- Selamat! 'Creator Kiss' baru saja bilang. - Kenapa?
Aku sedang dalam situasi buruk.
- Apa itu virus corona? - Kenapa repot-repot dengan virus bir itu?
Fokus saja pada kisah cintamu.
Setiap pria usia 21 tahun pasti bermimpi terjebak di rumah seorang gadis.
Bukannya menikmati, kenapa kau malah panik?
Tenang saja.
- Nikmati, ya. Dadah. - Halo?
Ini bukan mimpi. Tapi mimpi buruk!
Harsha. Tolong makan pelan-pelan.
Apa ada jalan keluar lain dari kamar mandi?
- Ini semua gara-gara kau. - Kau yang mau tetap tinggal. Kenapa salahkan aku?
Bukan, kau yang mau tetap tinggal.
- Ahana? - Ya, Ayah!
- Cepat pergi! - Masuk! Cepat!
Buka! Buka!
Ahana?
- Ahana? - Ya, Ayah.
- Ini nomor bantuan COVIDโฆ - Baik.
Tolong hubungi mereka.
Sebutkan nomornya padaku.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Apa ini memang perlu, Bu?
Ganti seprai tempat tidurmu.
- Bangun dulu. - Nanti aku ganti.
- Dia akan mati. - Siapa?
- Corona! - Aku memang ingin dia mati.
Biar aku bersihkan. Geser.
Apa yang terjadi padamu hari ini? Kenapa kau bersikap seperti ini?
- Asap apa ini? - Menyingkir.
Ini 100% herbal.
- Apa ini? - Untuk tidur.
Kepalaku sakit gara-gara memikirkan ini.
Jangan terlalu dipikirkan. Segalanya terjadi sebagaimana mestinya.
Kau akan baik-baik saja.
Aku harus menghadapi Ibu dan Ayahku.
Bagaimana dengan Ibu dan Ayahku?
Kalau kita ketahuan, menurutmu ayahmu akan merayakan kehadiranku?
Dia seorang pengacara. Kalau dia gugat aku, aku juga harus menghadapi orang tuaku.
Lupakan semua itu sebentar,
Aku hanya merasa bersalah karena telah menyalahgunakan kepercayaan mereka.
Aku benar-benar merasa bersalah.
Bersalah?
Kenapa kau harus merasa bersalah?
Tidak perlu merasa seperti itu.
Aku ada di sini bukan untuk hubungan satu malam, Ahana!
Aku ingin kau tahu bahwa aku serius padamu dan aku mencintaimu.
Aku takut bahwa,
kalau kita ketahuan
mereka tidak akan menghargai hubungan kita.
Aku ingin mereka menghargai hubungan kita.
Ya, aku juga takut akan hal yang sama.
Aku bukan takut mereka akan menyakitiku atau memarahiku.
Tapi mereka akan terluka.
Harsha!
Ada seekor bebek yang bertelur emas.
Tapi pemiliknya membelahnya demi mendapatkan lebih banyak telur.
Lalu ia mati.
Kalau kita berada di kamar mandi, kita harus menyiram.
Kalau disiram berkali-kali, kita harus menunggu sampai terisi lagi.
Itulah sebabnya kita harus menunggu.
Kesabaran adalah rahasia kesuksesan. Kesabaran adalah...
Kesabaran adalah rahasia sejati dari keberhasilan--
Ke sini. Ke sini.
Mendekat. Mendekat. Lebih dekat lagi.
Kesabaran adalah rahasia keberhasilan.
Setelah mereka pergi, minta petugas kebersihan untuk membersihkan area ini.
Baik, Pak.
Harsha... Harsha, bangun.
Bangun, Bro.
Ini sudah menjadi protokol, Pak.
- Kau dan protokolmu! - Tolong tunggu, Pak.
Cepatlah, Ahana.
Ayah, tolong jangan khawatir.
Tak ada gunanya bicara dengan mereka. Ayo pergi.
- Aku akan bicara dengan dokter. - Ayo pergi.
Kami tidak kena corona. Tak ada yang mau mendengar kami.
Lakshmi, sudah kau ambil kuncinya?
Kau dan komite ini! Ayo pergi.
- Ayo pergi. - Ayo, sekarang.
Ayo pergi.
Pintunya terbuka. Hah?!
Isolasi Covid. Apa?
Kunci?
Kenapa aku butuh ini padahal aku sudah di dalam rumah?
Ahana! Apa ini? Kenapa pintu ini tidak bisa dibuka?
Orang-orang terus memintaku tur rumah dan tur tentang diriku juga!
Astaga!
Aku sudah bilang untuk menyalakan mode senyap. Ingat?
Ponselku memang sudah dalam mode senyap.
Matikan videonya. Ini penting.
Oke.
Apa yang terjadi, Bro? Kau ketahuan?
Creator, aku terjebak di sini.
Orang tua Ahana mengunciku di dalam.
Kau harus datang dan menyelamatkanku, segera.
Apa mereka menjadikanmu penjaga rumah?
Murahan. Murahan sekali.
- Aku nggak mau datang. - Creator?
Creator, apa maksudmu? Tolong jangan bilang begitu.
Aku sibuk banget. Hari ini jadwal tur studio.
Tolong! Tolong! Tolong, Bro.
Tidak! Tidak! Tidak, Bro.
Siapa lagi yang bisa menolongku selain kau dan ibuku?
Aku nggak bisa telepon Ibu.
Hanya kau yang bisa membantuku, Creator. Siapa lagi yang kupunya selain kau?
Kau menyentuh jiwaku. Dalam banget.
Baiklah, kirim lokasi. Aku akan datang.
Aku kirim lokasinya sekarang.
Terima kasih, Creator.
- Kita mulai sekarang? - Tidak hari ini. Kita undur ke besok.
- Aku ada pekerjaan. - Baiklah.
Dokternya sudah datang. Bicara dengannya.
Dokter, bagaimana bisa kau menyimpulkan kalau kami terinfeksi?
Kami tidak kena corona!
Bagaimana kalau kami justru terinfeksi setelah sampai sini?
Siapa yang bertanggung jawab?
Pak, mohon tenang dulu.
Aku mengerti kekhawatiran mu.
Kalau memang kau tidak terinfeksi corona, itu bagus sekali.
Tapi jika terinfeksi, itu berbahaya untukmu dan orang-orang di sekitarmu.
Ini hanya kontribusi kecil untuk masyarakat.
Kau menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Bukan begitu?
Datang ke rumah sakit
itu benar-benar aman.
Jangan khawatir.
Creator!
Di sini, bukanya dari sisi ini.
- Kenapa lama sekali? - Bersyukurlah aku datang.
Datang ke sini sangat berisiko. Kau tahu itu, kan?
Aku akan lemparkan kunci ini.
Tolong buka pintunya.
- Katakan padaku. - Buka pintu itu.
- Aku akan keluar. - Akan kau lempar sekarang?
- Tangkap. - Tangkap?
Aku lemah dalam menangkap.
Aku lebih jago memukul.
Kalau besar sih mendingan. Benda kecil susah ditangkap.
- Tunggu di sini. - Terus coba saja.
Creator.
Aku akan bungkus dengan tisu lalu lempar.
- Keren banget, bro. - Oke?
- Aku sangat meragukannya. - Pegang erat-erat.
- Astaga! - Tangkap, Creator.
Aku akan berusaha sebaik mungkin, bro.
Ya! Ya! Ya!
Oke. Buka. Buka sekarang!
Aku akan bawa dia keluar. Keluar.
Bu, buka pintunya.
Bu?
Maksudmu apa ambil dan pergi? Masih ada satu kunci lagi.
Aku sudah beri kau kuncinya. Iya, kan?
- Masih ada satu kunci lagi, bro. - Hah?!
- Aku tidak bisa dengar kau, Creator. - Hey bro, kau tak dengar aku?
- Kau bilang apa? - Dekat ke jendela.
- Ke mana? - Ke jendela, aku akan jelaskan.
Oh, tunggu. Aku datang.
Air. Air yang enak.
Hey, bodoh!
Apa yang harus kulakukan dengan kunci ini?
Buka pintunya.
Kau sudah hilang akal?
Masih ada satu kunci lagi.
Buka dengan kuncinya.
Kau pikir ini kunci ajaib?
Ada satu kunci dan satu gembok besar di atas.
Gembok di atas? Pecahkan saja.
Aku? Pecahkan gembok besar itu? Oke, akan kupecahkan.
Lalu tetangga bakal memukulku.
Tolonglah, Creator.
Aku ingin keluar. Tolong pecahkan.
- Kau... - Creator?
Sana ke neraka.
Kau ingin aku pecahkan gembok ini?
Halo, Ahana.
Kalian di mana? Kenapa rumah kosong?
Kami di rumah sakit, Harsha.
Apa yang harus kulakukan dengan kunci ini?
Kalau dikunci dari luar, bagaimana bisa kubuka dari dalam?
- Bu, kenapa dikunci? - Memangnya aku bisa tidak menguncinya?
Kita tidak bisa percaya pada orang-orang di komunitas.
- Kenapa kunci lagi? - Itu demi keselamatan kita.
Aku dalam perjalanan. Ayo pergi.
Begitulah yang terjadi.
Ceritakan padaku.
Dokter ingin kami tetap di sini selama 14 hari.
- 14 hari? - Hm. Aku juga khawatir soal itu.
Lalu bagaimana aku bisa keluar?
Kau ingin aku tinggal di rumahmu selama 14 hari?
Aku juga benar-benar bingung!
Aku sudah bilang ke ibuku kalau aku pulang.
Halo... Harsha?
Tak apa. Mereka bilang ini demi kebaikan kita.
Hanya 14 hari, kan?
Kita tunggu dan lihat saja. Nanti juga ketahuan.
14 hari!
? Ada apa ini? ?
? Apa yang terjadi padaku? ?
? Aku terjebak dalam pelukanmu ?
? Berapa banyak liku lagi yang harus kulalui? ?
? Astaga! Ya Tuhan! ?
? Apa ini sakitnya, Saudara? ?
? Aku terjebak dalam pelukanmu ?
? Berapa banyak liku lagi yang harus kulalui? ?
? Perempuan itu seperti api, Benar, kan? ?
? Kalau kau terjebak, Kau akan jadi arang terbakar ?
? Bukankah dia akan membungkusmu dengan sarinya dan menyembunyikanmu? ?
? Semua perempuan memang begitu ?
? Ceritanya selalu sama ?
? Mereka tenggelamkan kita dengan tatapan curiannya ?
Apa ada baju yang muat untukku?
Ayah dan kakekmu sudah pergi. Lemari semua terkunci.
Lihat pakaian ini!
Coba lihat lemari yang di sana. Aduh!
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Aku terjebak di tangan gadis manisku ?
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Kini aku kesepian setelah tersentuh belaian wanitaku ?
Kau masak chicken bolognese?
Bukan. Bukan. Bolognese.
Bolognese! Oh, huruf G-nya tidak dibaca.
Catat, teman-teman. Chicken Bolognese itu G-nya tidak dibaca.
- Halo. - Halo, Creator. Tolong dengar.
Tidak ada makanan di rumah, Creator.
Aku akan kirimkan tautan video memasak. Tonton dan masak sendiri.
Dadah.
Tautan?
Kami tidak punya konten, Bu. Tolong atur ya.
- Tambahkan mi selanjutnya. - Sebentar, Bu.
Aku sedang di tengah video masak, Bro.
Apa yang harus kulakukan dengan tautan itu, Creator?
Tolong carikan aku makanan.
Masakan Italia tidak apa-apa?
Chicken Bolognese. Aku cuma asal ngomong.
Chicken Bolognese-nya sudah jadi.
Mau kuambilkan?
- Apa saja, Creator. Aku kelaparan! - Oke, terserah kau.
Kelaparanlah sampai mati!
Hei... Hei... Hei... Berhenti!
Hentikan kendaraannya!
Kenapa kau keluar saat lockdown?
PERS!
Dari channel mana?
Harusnya kau izinkan aku masuk kalau aku bilang dari pers, kan?
Pertama, beri tahu dulu kau dari channel mana?
'Creator Kiss.'
345 pelanggan. Tapi tetap trending!
Hmm?
- Kau mau cium kakiku? - Berikan kuncimu.
- Berikan dulu kuncimu. - Hei, dengarkan aku dulu.
Semua orang bilang mereka dari pers!
Izinkan aku masuk saat aku bilang aku dari pers.
Tidak akan!
Hei! Ini dari pers. Media. Media sosial, Pak.
Punya kembalian lima puluh rupee?
Bang, lima puluh...
Hei!
Hei!
Hai! Kau dapat makanannya?
Makanan Italia. Aku masak sendiri. Punya garpu?
Makan pakai garpu ya.
Jangan makan pakai tangan, nanti berantakan!
- Nih, ambil! - Hei!
Ambil, bro!
Makan yang enak. Panggil aku kalau butuh apa-apa.
Tentu. Pasti.
Bagaimana maskermu yang baru? Bagus tidak?
Terlihat kreatif. Terima kasih, Creator.
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Terjebak di tangan gadis manisku ?
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Kini aku kesepian setelah tersentuh belaian wanitaku ?
Kenapa kau bertemu gadis itu?
Katakan padaku.
Untuk menulis cerita? Untuk menulis kisah cinta?
Benar?
Kau lupa?
Tidak. Aku tidak lupa.
Aku akan menulisnya. Akan kutulis ini sebagai ceritaku.
Sebelum Ahana kembali
Aku akan menyelesaikan kisah cinta pertamaku!
Ya. Aku dapat ide.
Ya!
? Begitu dia bilang sayang ?
? Aku langsung lari padanya seperti kambing bodoh ?
? Ya ampun, aku tertabrak!?
Selama 14 hari dia terkurung di dalam rumah.
Sekarang mulai seru.
Seluruh dunia sedang lockdown. Kalian pun tak ada urusan di luar.
Ada pepatah bilang...
Kalau tak bisa dihindari, ya nikmati saja!
? Jangan sampai tertangkap Jangan sampai tertangkap wanita, saudaraku ?
? Kalau kau tertangkap Habis sudah ?
Hei, hei! Berhenti! Berhenti!
- Mau ke mana kau? - Hei!
- Aku dari Aarogya Setu. - Aarogya Setu?
Protokol Covid sudah dimulai.
Aku ke sini untuk memastikan semua orang taat aturan Covid.
- Pakailah maskermu dengan benar. - Baik. Akan aku lakukan.
Perlu aku panggil seseorang? Apa ini?
Covid masih dalam puncaknya. Kita perlu menyebarkan informasi.
Jika kau ingin informasi lebih tentang Covid,
nama channelnya adalah 'Creator Kiss.'
- Berlanggananlah ke channel itu. - Baik, Pak.
Tekan ikon lonceng di atas. Dan jaga jarak untuk sekarang.
Pindah dan duduk di sana.
- Aku akan duduk di sana, Pak. Silakan pergi. - Ya Tuhan! Covid masih ada, Bro!
Siapa sih orang ini!
Hei! Hei!
Creator? Kau jalan kaki ke sini?
- Kenapa lift-nya tidak berfungsi? - Oh! Maaf.
Kalau aku merawat ayahku seperti aku merawatmu,
semua harta pasti sudah atas namaku.
Aku sayang kau, Bro. Ini kacamata baru, kan?
- Alat pelindungnya juga baru, Bro. - Alat pelindung?
- Ambil saja. - Ya, Bro. Berikan.
- Terima kasih. Sampai jumpa. - Pakai maskermu, Bro.
Jangan biarkan siapa pun pergi.
Siapa yang datang dengan perlindungan lengkap?
Hei, berhenti!
Kenapa keluar saat lockdown?
- PERS - Hah?!
- Dari channel mana? - Hah! Pak
Buka maskermu sebentar.
Ini aku, Pak. 'Creator Kiss.'
Kali ini, jumlah pelangganku sudah lima ratus, Pak.
Naik karena lockdown.
- Dan sedang tren! - Hmm!
Beri aku kuncimu. Hei, kunci dia di dalam, teman-teman.
Pak, kita kan teman. Benar?
Siapa temanmu? Mau aku pukul lebih keras?
- Hajar lagi, teman-teman. - Persahabatan kita tak ada artinya!
Bawa dia pergi. Warga yang tidak bertanggung jawab!
Aku datang, Pak. Aku ambil barangku dulu.
Lagi-lagi diskusi di saat seperti ini?
Dia kabur, teman-teman! Tangkap dia. Hubungi pos kendali kita.
Hei, berhenti! Hei, kau! Berhenti!
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Aku ternyata hanya orang bodoh ?
? Aku terkunci Aku terkunci ?
? Temukan jalan keluar untukku, saudara ?
Halo, teman-teman. Apa kabar?
Selamat datang di channel kami, 'Creator Kiss.'
Hari ini, Cooking Kavitha Garu berkolaborasi dengan kami.
Dia berjuang keras dan akhirnya berhasil datang di masa seperti ini.
- kau baik-baik saja, Bu? - Ya.
- Ada kendala di jalan? - Tidak.
Maksudku, hal seperti dipukul polisi?
- Aku punya surat izin. - Hati-hati. Di luar sedang ada razia.
Baik, Bu. Sekarang kau akan masak apa?
- Imam pingsan. - Imam pingsan!
Imam pingsan. Tapi itu hanya pura-pura.
Itu nama resepnya, "Imam pingsan."
Luar biasa. Apa saja bahan yang dibutuhkan, Bu?
- Terung, tomat, dan bawang putih. - Wah!
Terung, tomat... Apa bahasa Telugu untuk bawang putih?
Kita sebut saja bawang putih. Sederhana. Cuma butuh tiga bahan.
Imam pingsan!
Orang aneh! Dia pingsan hanya karena tiga bahan.
Lupakan leluconnya, ayo kita buat.
Astaga!
Kau yakin?
Kau ingin terus mencoba ini?
Ya, Dokter.
Ya Tuhan, tolong jadikan hasil tes kehamilanku negatif besok.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Sekarang, mau percaya?
Aku tidak menghakimimu.
Tapi sebagai seorang dokter,
aku hanya ingin bilang bahwa kau selalu punya pilihan.
Tapi ingat satu hal.
Apa pun keputusanmu, itu hakmu.
Tapi kau butuh izin dan dukungan dari orang tuamu.
Terima kasih, Dokter.
Pak, besok kau akan dipulangkan.
Nanti aku beri kabar. Silakan bersiap-siap.
Pak, besok kau akan dipulangkan. Oke?
Bersiaplah. Aku akan beri kabar nanti.
Bu, kau akan dipulangkan besok.
Silakan bersiap-siap.
- Harsha - Ya, ini aku.
Mereka akan memulangkan kita besok.
Ya! Ya! Ya!
Ya! Ya! Ya!
Ya! Ya! Ya!
Ya! Ya!
Tutup mulut dan tutup hidungmu!
Apa ini Corona, kekacauan, dan penderitaan ini?
yang menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia.
- Persetan dengan ini. - Mereka sudah datang.
- Ayo masuk, sayang. - Buang masker itu dan masuklah.
Hai... aku keluar sekarang.
Aku sangat senang kau kembali, Ahana.
Hai.
Kenapa kau tampak murung?
Aku sangat merindukanmu. Kau tahu itu?
Ada apa?
Jangan khawatir. Semuanya sudah aku rencanakan.
Yang penting, hati-hati kalau keluar nanti.
Rencananya, malam ini...
- Bisa beri aku waktu sebentar? - Ya, tidak apa-apa.
Kau mau keluar?
Oke.
kita akan bicara dengan dokter jika ada yang perlu dikhawatirkan.
Jaga diri baik-baik.
Kabari aku, ya.
Dua ini sudah oke. Bagaimana dengan buku-buku ini?
Boleh aku ambil ini?
Jangan terlalu tegang.
Semuanya berjalan sesuai rencana.
Tinggal berangkat malam ini.
Ahana... Ahana
Apa-apaan ini! Kenapa kau menangis?
Apa? Apa yang terjadi?
- Hasilnya positif, Harsha. - Astaga!
Corona?
- Bukan. - Lalu?
- Hamil! - Hah?!
Kau bercanda, kan? Katakan yang sebenarnya.
Siapa yang akan bercanda soal hal seperti ini, Harsha?
- Serius? - Ya.
Katakan sesuatu.
Hari itu aku pakai pengaman, kan?
- Maksudmu apa? - Maksudkuโฆ
Kita pakai pengaman hari itu, kan?
Lalu, bagaimana bisa terjadi?
Kau meragukanku, Harsha?
Hey, bukan itu maksudku, Ahana.
Lalu apa maksudmu sebenarnya, Harsha?
Kenapa kau berteriak? Jangan teriak.
Jangan sentuh aku. Mengerti?
Tolong jangan teriak.
Aku kira kau akan mengerti situasinya.
Aku tidak menyangka kau akan berbicara dengan prasangka, Harsha.
Baik. Pertama-tama, tunggu dulu. Berhenti.
- Bisa turunkan suaramu? - Hentikan saja!
- Tolong jangan berteriak. Apa ini? - Jangan bicara padaku.
Aku sudah di sini selama 14 hari. Aku tak mau ketahuan sekarang.
Kau cukup hentikan ini, Harsha. Tidak. Cukup sudah!
Pergilah sekarang.
Ahana, ada apa denganmu?
Tolong dengarkan aku.
Hey! Hey! - Kau pergi dulu. Sekarang juga.
- Ahana? - Tolong pergi, Harsha.
- Hah?! - Siapa pria itu?
Siapa dia? Siapa dia, Nak?
Ahana, apa yang sedang terjadi?
Dia jadi seperti ini karena kebebasan yang kau berikan.
Siapa dia? Bagaimana dia bisa masuk ke kamar?
- Lakshmi, tunggu. Aku sedang bicara. - Kau diam saja.
Jawab aku dulu.
Maaf, Ayah.
Kenapa minta maaf? Siapa dia?
Berhenti menangis dan katakan apa yang terjadi.
Aku dan Harsha saling mencintai.
Kau ingin kuliah di AS untuk S2. Benar, kan?
Lalu, semua ini apa?
Apakah dia "Swathi" yang kau bicarakan itu?
Kau punya keberanian bilang kalau kau jatuh cinta.
Lalu kenapa kau takut, Nak? Hah?
Aku tidak peduli dengan tindakannya atau kenapa dia ada di sini.
Selama ini aku lebih seperti teman daripada seorang ayah.
Yang ingin aku tahu hanya satu, apa masalahnya?
- Katakan! - Dia bertanya padamu. Jawab!
Katakanlah.
Aku hamil.
Hamil?
Apa maksudmu?
Lupakan kami. Apa kau bahkan memikirkan dirimu sendiri?
Apa yang akan terjadi dengan masa depanmu?
Apa yang telah kau lakukan?
Apa kau bahkan memikirkan apa yang akan orang-orang katakan kalau mereka tahu?
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa kau melakukannya? Pergilah!
Sekarang kita harus bagaimana?
Ahana.
Aku sudah mengambil keputusan.
Apakah kau ingin mengatakan sesuatu padanya?
Kau boleh pergi.
Aku sedang bicara denganmu. Tolong pergi.
Tolong pergilah. Dia sudah memintamu pergi.
Kau boleh pergi.
Sekarang kita harus bagaimana?
? Ini salahku Bukan salahmu ?
? Tolong percaya padaku Aku tak bermaksud menyakitimu ?
? Jarak yang terasa begitu dekat Di depan mataku ?
? Segalanya berubah Hanya dalam satu menit ?
? Aku melupakan segalanya Karena mengira kaulah hidupku ?
? Semuanya jadi terbalik ?
? Entah bagaimana Kata itu terucap tanpa sengaja ?
? Maafkan aku, sayangku ?
? Hatiku sakit saat mengingatnya ?
? Aku marah pada diriku sendiri ?
? Apakah aku telah melakukan dosa? ?
? Apakah mataku menjadi sungai air mata? ?
? Maukah kau mendengarkan sakit hatiku? ?
? Akankah kau kembali bersamaku, sayang? ?
? Walau aku jauh darimu ?
? Air mataku tetap mengalir ?
? Ini adalah luka dari cinta yang terluka ?
? Hari demi hari Akankah rasa sakit ini mereda? ?
? Apakah kau tahu sakit yang kurasakan di dalam? ?
? Hatiku sakit saat mengingatnya ?
? Aku marah pada diriku sendiri ?
? Apakah aku telah melakukan dosa? ?
? Apakah mataku menjadi sungai air mata? ?
? Maukah kau mendengarkan sakit hatiku? ?
? Akankah kau kembali bersamaku, sayang? ?
- Halo. - Hai, Bu.
Apa yang terjadi pada Harsha?
Aku belum pernah melihatnya seperti ini.
Dia terlihat seperti orang yang kehilangan arah.
Aku sangat khawatir.
Tolong beri tahu aku jika kau tahu sesuatu.
Sebenarnya...
Dia...
Dia terjebak di rumah seorang gadis selama 14 hari.
Itu saja yang aku tahu.
Siapa gadis itu?
Namanya Ahana.
Ahana?
Ya, Bu.
Sudarsh Oh! Ternyata kau?
? Aku sadar, aku sadar Ibu, aku sadar akan cintamu ?
? Aku marah pada diriku sendiri ?
? Apakah aku menjauhkan dirimu dariku? ?
? Aku sadar, aku sadar Ibu, aku sadar akan cintamu ?
? Aku marah pada diriku sendiri ?
? Apakah aku telah menyakitimu? ?
- Halo. - Halo.
Dokter, kenapa kau di sini?
Harsha adalah putraku.
Setelah mengetahui keadaannya,
Aku membawanya ke sini.
Dia sama-sama bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
Sekarang
kita harus duduk dan menyelesaikan ini bersama-sama.
Pertama, silakan masuk dulu.
Kita bicara di dalam saja.
Ini bukanlah hidup yang sesungguhnya.
Yang paling penting adalah karier dan kesehatan.
Tapi sekarang,
daripada memikirkan apa yang telah mereka lakukan,
lebih baik kita pikirkan apa yang seharusnya kita lakukan selanjutnya.
Saat membesarkan anak, kita memberi semua yang mereka minta,
dengan harapan mereka akan bahagia.
Bukan hanya itu,
ketika mereka tumbuh besar atas nama privasi,
kita berikan mereka ruang.
Jadi secara tidak langsung, kita juga bertanggung jawab atas kebebasan yang kita berikan.
Sekarang, kita harus memberi mereka kesempatan untuk memperbaikinya.
Tolong pertimbangkan sekali lagi.
Tolong.
Kau bisa tinggal dengan tenang di kamar itu selama 14 hari di rumah yang terkunci,
itu berarti kau punya semangat juang.
Ya? Oke?
Tapi sekarang, apa rencanamu?
Dalam hidup ini,
Ahana...
Dokter.
Dan dia juga ibu dari Harsha.
Pada dasarnya, mereka datang untuk berbicara dengan kita.
Pak, boleh aku bicara?
Kalau aku tidak bicara sekarang,
aku rasa Ahana tidak akan pernah mau bicara denganku lagi.
Aku seharusnya bicara hari itu juga, Pak.
Tapi setelah melihat kesedihan di matamu,
aku tidak sanggup.
Aku bukan orang yang suka lari dari masalah, Pak.
Karena aku mencintainya.
Aku ingin bicara dengan Ahana sekali saja, jika kau mengizinkan.
Tolong, Pak.
Pergilah.
Kau boleh bicara dengannya.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Ahana...
Aku benar-benar minta maaf.
Mungkin hari itu aku terdengar tidak bertanggung jawab.
Tapi aku tidak bermaksud begitu.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku juga minta maaf.
Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap saat itu, Harsha.
Aku minta maaf.
Tidak, Ahana. Kau tidak perlu minta maaf.
Sebagai laki-laki, aku merasakannya seperti itu.
Aku bisa memahami apa yang mungkin kau alami.
Aku benar-benar minta maaf.
Tapi kau tahu kalau aku mencintaimu, kan?
Ayah memberitahuku tentang keputusannya.
Aku siap bertanggung jawab.
Hai teman-teman. Selamat datang di channel kami, 'Creator Kiss.'
Hari ini, aku ingin menceritakan sebuah kisah.
Ini adalah kisah tentang sepasang kekasih.
Untuk menceritakan kisah ini, aku akan pergi ke tempat baru.
Tunggu sebentar ya.
Jadi teman-teman. Bisa tebak ini di mana?
Ahana Ahana
- Ada apa? - Ahana, cepat ke sini.
Ya ampun! Lihat ini.
Lihat videonya. - Tunjukkan padaku.
Dia sedang siaran langsung seluruh ceritaku.
Ini bukan kamar mandi atau toilet umum.
Ini adalah tempat tidur. Dan aku ada di bawah tempat tidur itu.
Teman-teman, aku punya sedikit saran.
Saat orang tuamu tidak di rumah,
putar musik dan berpesta dengan DJ.
Atau tonton film di ALT Balaji.
Tapi jangan... - Dia siaran langsung seluruh naskahku!
Tunggu... - Bagaimana kalau tempat tidurnya terkunci?
Hah?!
Hey, hey Ya ampun!
Harsha, ini terkunci.
Hei, botak!
Hei Hei, Sudarshan
Dia mungkin terlibat dengan gadis itu. Hei
Lihat ke sini sebentar. Hei... Tolonglah, bro.
Apakah ini akhir hidupku? Apakah aku akan mati di bawah sini?
Ya Tuhan! Bagaimana dengan channel-ku?
Ya Tuhan! Bagaimana dengan para pelangganku?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.