Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 14]
Nona kami ada di dalam.
Tuan Zang, silakan masuk.
Terima kasih.
Bos Xiang.
Bos Xiang.
Masuklah, aku ada di dalam.
Bos...
Maaf sudah tidak sopan.
Apakah Tuan Zang
orang yang sangat menghargai formalitas?
Aku saja tidak takut, untuk apa kau takut?
Aku...
Sebaiknya aku menunggumu di luar saja.
Kau begitu tergesa-gesa
datang ke Gedung Zhen untuk mencariku,
pasti ada hal yang penting.
Katakanlah.
Aku ingin menyingkirkan seseorang,
jadi perlu bantuan Bos Xiang.
Siapa orang buta
yang telah menyinggung Tuan Zang kita?
Bukan dia yang telah menyinggungku,
melainkan aku yang telah menyinggungnya.
Orang ini adalah Lu Jin, putra angkat Kasim Cao,
Komandan Batalyon
di Biro Pengawas Penjaga.
Apa hubunganmu dengan Cao Jingxian?
Aku dan Kasim Cao
hanya pernah bertemu sekali
di pertandingan bola tongkat jalan kaki.
Namun, dia malah mengutus Lu Jin untuk membunuhku.
Menurutku kau sedang berbohong.
Masalah ini fakta.
Kali itu memang pertama kalinya aku bertemu Kasim Cao.
Aku juga tidak tahu kenapa
dia bisa berniat membunuhku.
Jika Bos Xiang bisa menyelidiki penyebabnya,
aku akan merasa sangat berterima kasih.
Benar juga.
Cao Jingxian tidak pernah membutuhkan
alasan apa pun untuk membunuh orang.
Namun, kenapa kau
tidak mencari Bangsawan Pingjin untuk melindungimu
dan malah mencari bantuan ke Gedung Zhen?
Meskipun Tuan Bangsawan menghargaiku,
dia tidak akan
menyinggung Kasim Cao demiku.
Aku percaya teman Gedung Zhen di dunia persilatan
tidak terhitung jumlahnya.
Sembarang turun tangan saja
sudah bisa menyelamatkanku dari bahaya.
Lu Jin ini
sudah sering membunuh orang yang tidak bersalah
dan juga sering mempersulit kami.
Dia memang pantas mati.
Namun, Kasim Cao itu orang seperti apa?
Bahkan Bangsawan Pingjin juga tidak berani menyinggungnya.
Jika dia tahu
aku membantumu menangani putra angkatnya,
bukankah Gedung Zhen harus tutup dan berhenti beroperasi?
Bos Xiang tenang saja.
Aku jamin, tidak akan membiarkan Kasim Cao
mencurigai Gedung Zhen.
Lalu, bagaimana kau ingin membalasku?
Tentang ini...
Tentang ini, aku belum memikirkannya.
Aku tidak punya barang yang bisa kuberikan.
Uangku sudah cukup banyak.
Aku tidak mau emas, perak, dan barang berharga.
Jadi,
apa yang bisa kulakukan?
Kemari, bantu aku mencuci rambut.
Kau ingin memintaku membantumu,
tetapi juga tidak menunjukkan ketulusan.
Kalau begitu, kau pulang saja.
Kau sangat terampil.
Waktu kecil,
aku pernah membantu ibuku mencuci rambut.
Di ibu kota ini,
kau boleh menyinggung siapa pun,
tetapi tidak boleh menyinggung Cao Jingxian.
Lihatlah Gedung Zhen, meskipun kami bercerita,
kapan kami pernah membicarakan Kasim Cao?
Kalian juga sering membicarakan Mendiang Kaisar dan Ibu Suri.
Gedung Zhen sudah lama kesulitan menangani penjaga.
Jika kau bisa membunuh
putra angkat Cao Jingxian tanpa disadari,
itu juga hal yang sangat memuaskan.
Hanya saja, jika Lu Jin mati,
takutnya Cao Jingxian akan makin membencimu.
Kau tenang saja.
Aku sudah lama punya rencana.
Hanya saja...
Hanya saja, aku tidak bisa ilmu bela diri,
tidak bisa bertindak sendiri.
Baiklah.
Jika aku membantumu kali ini,
artinya aku sudah memberikan bantuan besar.
Hanya mencucikan rambut saja tidak akan bisa lunas.
Kalau begitu, Bos Xiang masih ingin aku melakukan apa?
Aku belum memikirkannya.
Namun, Gedung Zhen bisa mengizinkan utang.
Namun, di hari aku menagih utang,
kau tidak boleh mengulur pelunasan.
Sepakat.
Namun,
aku masih memerlukan surat tulisan tangan Lu Jin.
Aku ingin meniru tulisan tangannya.
Tidak masalah.
[Kediaman Cao]
Kasim.
Setelah Zang Hai meninggalkan kedai pangsit,
orang kita kehilangan jejaknya.
Namun, setelah itu, ada orang yang melihatnya
naik kereta kuda di sepanjang jalan
untuk kembali ke Kediaman Bangsawan
dan tidak pernah keluar lagi.
Tidak berguna, pergi.
Apakah sudah ada kabar dari Lu Jin?
Belum.
Tidak ada kabar adalah kabar terbesar.
Mungkin Kota Praja Qingquan bermasalah.
Tunggu dia sehari lagi.
Jika masih tidak ada kabar,
segera bunuh Zang Hai.
Baik.
[Surat tulisan tangan Lu Jin]
[Aku melihat sekilas benda itu]
[Kediaman Liu]
[Kediaman Liu]
Siapa?
Air dan api saling melengkapi,
matahari menyinari sungai.
Tuan, silakan masuk.
[Kediaman Liu]
Tuan, silakan masuk.
Tuan Lu.
Tuan, kenapa Anda datang kemari?
Tuan, Anda terluka.
Ambilkan kotak obat.
Baik.
Kalian berdua segera pergi ke Kediaman Cao.
Sampaikan pesan lisan kepada Kasim.
Zang Hai bermasalah,
harus dibunuh.
Baik.
Siapa kalian?
Tuan Lu, kau jangan bertanya lagi.
Bos kami ingin kau mati.
Zang Hai,
ternyata kau mengutus
orang sampai di sini.
[Kediaman Cao]
[Kediaman Cao]
[Kediaman Cao]
Nak.
Tidak perlu bersedih.
Teruslah berjalan maju.
Daun kuning beterbangan di jalan musim gugur.
Untuk apa mendaki gunung dan mengarungi air?
Orang yang tadi itu Tuan Lu, 'kan?
Sepertinya benar.
Kenapa dia bisa ada di kereta kuda Zang Hai?
Ayo.
Ikuti.
Tuan Zang, kenapa tidak berbicara?
Apakah kau tidak takut pada orang mati?
Takut.
Pemuda yang selembut ini tidak takut pada orang mati,
apa penyebabnya?
Sekarang dibanding orang mati,
aku lebih takut pada Bos Xiang.
Aku benar-benar tidak menyangka Anda akan turun tangan langsung.
Dengan begini baru tidak akan ada kesalahan.
Jika ingin menipu,
tetap harus mengandalkan cara kerja Gedung Zhen.
Bukankah aku cukup hebat?
Kau tidak tahu, demi mengambil pakaian ini,
aku menghabiskan...
Sudah sampai.
Semuanya sudah diatur?
Tenang saja, semuanya sudah diatur.
Malam ini tidak ada yang bertugas di pintu belakang.
Ayo.
Sekarang bagaimana?
Beri tahu Kasim,
Tuan Lu dan Zang Hai masuk ke Kediaman Bangsawan Pingjin.
Tuan Bangsawan.
Tidak apa-apa.
Apa?
Lu Jin masuk ke Kediaman Bangsawan Pingjin?
Benar.
Apakah kau melihatnya dengan jelas?
Saat mengawasi,
kami melihat Zang Hai menaiki kereta kuda.
Di dalam kereta masih ada satu orang.
Kami berdua melihatnya dengan jelas.
Kelihatannya memang benar Tuan Lu.
Kami mengikutinya sepanjang jalan hingga ke pintu belakang Kediaman Bangsawan.
Lalu, Zang Hai mempersilakan Tuan Lu masuk.
Lu Jin,
Zhuang Luyin.
Awasi mereka dengan ketat.
Lihat sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan.
Baik.
Menipu dengan cara apa pun itu mudah,
tetapi menipu menggunakan kepala benar-benar sulit.
Aku akan membantu kalian mengawasi penjaga di luar.
Jika tidak menerima kode rahasiaku,
tolong jangan keluar.
Aku serahkan urusan di sini pada kalian.
Hai.
Aku pergi dulu.
Layani Bos Xiang dengan baik.
Kelihatannya penampilan aslimu masih lebih tampan.
Apa yang kau tertawakan?
Menertawakan kau yang gagal memenuhi peran,
hanya terlihat meyakinkan, tetapi tidak berguna.
Sama sekali tidak mirip jenderal yang berwibawa.
Yang penting menurut mereka mirip.
Berikan tanganmu.
Apa yang ingin kau lakukan?
Lu Jin dan Bangsawan Pingjin melakukan pertemuan rahasia,
kita tentu harus bersandiwara dengan lebih meyakinkan.
Garis pernikahanmu dalam dan panjang.
Garis keturunanmu penuh dan cerah.
Aku yakin kelak keturunanmu pasti banyak.
Ternyata aku tidak tahu Bos Xiang
juga bisa meramal garis tangan.
Kau tidak percaya?
Perkataanku ini sangat tepat.
Lalu, apa lagi yang kau lihat?
Kau lihat garis kariermu,
lurus dan tidak bercabang.
Kelak Tuan Zang pasti akan mencapai puncak karier
dan sukses dalam berkarier.
Namun, takutnya kau punya bencana dipenjara.
Kalau begitu, mohon tanya,
bagaimana cara mengatasinya?
Begini saja.
Aku akan memberimu satu solusi.
Keluar dari tempat tinggalmu, jalan tiga li ke arah timur,
lalu lewati tiga jalan di arah utara.
Hitung kedai kelima dari sisi barat,
itulah tempat keberuntunganmu.
Itu Gedung Zhen.
Jika bukan, bagaimana?
Hari ini jika tidak ada aku,
kau pasti sudah menemui masalah.
Jadi, lebih seringlah datang ke Gedung Zhen,
agar keselamatanmu terjamin.
Apakah ada pergerakan di luar?
Kita belum menerima kode.
Kita masih harus melanjutkan sandiwara.
Bagaimana jika kita membicarakan hal yang menarik?
Apa yang ingin kau bicarakan?
Kau bilang Cao Jingxian menyuruh Lu Jin
membunuhmu tanpa peduli penyebabnya.
Namun, Lu Jin kembali ke ibu kota dari luar daerah
setelah menyelidiki identitasmu,
dan ingin pergi melapor pada Cao Jingxian.
Kau ingin bergegas untuk membunuh Lu Jin sebelum dia bertemu
dengan Cao Jingxian.
Artinya identitasmu tidak boleh diketahui oleh Cao Jingxian.
Tuan Zang.
Sebenarnya rahasia besar apa
yang tidak bisa kau ungkapkan kepada siapa pun?
Aku sudah duga kau menyembunyikan sesuatu dariku.
Karena kau tidak bicara, aku akan keluar sekarang,
agar mereka melihat wajahku.
Bos Xiang,
jangan keluar.
Kalau begitu, harus lihat ketulusanmu.
Jika hal ini terbongkar,
kita akan dibawa pergi oleh penjaga dan diberi hukuman siksa.
Biro Pengawas Penjaga
bukanlah tempat yang bisa
sembarangan ditinggalkan setelah dimasuki.
Kau mengancamku?
Anda adalah penyelamat hidupku.
Meskipun penjaga menyadari kita,
semua ini juga akan ditanggung olehku seorang.
Aku tidak akan pernah melibatkan Bos Xiang.
Hanya saja,
pertanyaanmu untukku tadi
memang tidak bisa kujawab.
Jika kelak suatu hari nanti,
aku sudah menyelesaikan hal yang seharusnya kulakukan,
kau orang pertama yang akan kuberi tahu.
Kau hanya tidak ingin bilang.
Memohon pun kau masih bisa memohon dengan begitu percaya diri.
Jika Bangsawan Pingjin mendadak kembali
atau orang yang mengawasi di luar
melihat Bangsawan Pingjin yang asli,
apa yang akan kau lakukan?
Biasanya kau
menghabiskan waktu
di tempat-tempat hiburan,
kenapa malam ini kau ingin minum bersamaku?
Beberapa hari yang lalu, aku memenangkan pertandingan bola tongkat jalan kaki.
Awalnya aku ingin merayakan dengan meriah,
tetapi setelah dipikir-pikir,
aku hanya ingin merayakannya dengan Ayah.
Katakan,
apa yang kau inginkan?
Ayah salah paham.
Aku hanya ingin berbicara dan minum dengan Ayah.
Jika Ayah benar-benar ingin memberi hadiah,
berilah aku waktu semalam penuh.
Baiklah.
Ayah berjanji padamu.
Malam ini tidak akan pergi ke mana pun.
Aku sudah meminta Zhuang Zhixing untuk menahan Bangsawan Pingjin.
Selama dia tidak muncul di tempat lain di Kediaman Bangsawan,
maka kita akan berhasil
melewati rintangan ini.
Bagus.
Ternyata aku sama seperti Zhuang Zhixing,
hanya bidak yang kau atur.
Kau memanfaatkanku
dan tidak mau mengatakan yang sebenarnya kepadaku.
Tentu saja aku tidak bisa mengampunimu begitu saja.
Bos Xiang.
Kau bukan bidak,
kau adalah temanku.
Jika kau terus menggores seperti ini,
mungkin takdir perkawinanku, karier pejabatku,
bahkan hidupku
akan berubah total.
Ayah,
mari kita coba kendi yang lain.
Baik.
Tadi sudah kita bahas sampai mana?
Tuan Bangsawan.
Tuan Bangsawan.
Sudah larut malam,
biarkan aku menemani Anda beristirahat.
Tidak perlu malam ini.
Aku ingin berbicara baik-baik
dengan Zhixing.
Apa yang tidak bisa dibicarakan besok?
Makin bicara makin larut,
makin banyak minum, itu tidak baik untuk kesehatan.
Ibu.
Ayah dan aku sudah lama tidak mengobrol larut malam seperti ini.
Ayah tadi berjanji kepadaku
bahwa malam ini dia tidak akan pergi ke mana pun.
Aku menjamin tidak akan membiarkan Ayah minum terlalu banyak.
Kau
tidak mengenal ayahmu.
Dia
tidak tahu batasan jika sudah mulai minum.
Tidak bisa dibiarkan tanpa pengawasan.
Kalian ayah dan anak, sedang membicarakan apa
sampai segembira ini?
Beberapa hal tentang Zhixing saat kecil.
Zhixing sudah sebesar ini.
Cerita masa kecil itu pasti akan membosankan
jika terus diulang, 'kan?
Kau sudah lama
tidak memakai pakaian ini, 'kan?
Jika aku tidak salah ingat,
ini yang kau kenakan
saat aku mengalahkan Dongxia
dan kau datang mengunjungiku di perbatasan, 'kan?
Kehidupan di perbatasan itu dingin dan pahit.
Saat itu, memakai ini
membuatku sangat kedinginan.
Tuan Bangsawan
pasti juga banyak menderita di sana.
Berbaris dan berperang,
apa artinya sedikit kedinginan ini?
Kenapa Tuan Bangsawan tidak menceritakannya kepadaku?
Selama bertahun-tahun aku tidak pernah menanyakan hal ini,
itu memang kesalahanku.
Istriku.
Bukankah kau selalu tidak suka mendengar
tentang urusan militerku?
Jika Tuan Bangsawan bersedia bercerita,
bagaimana mungkin aku tidak bersedia mendengarnya?
Aku bahkan ingin bertanya bagaimana Anda
memimpin delapan ratus orang untuk menyerang di malam hari.
Jika mau aku menceritakan bagian itu,
minumannya tidak boleh berhenti.
Tuan Bangsawan jarang bercerita,
malam ini kita minum sampai mabuk.
Zhixing,
duduklah dan dengarkan juga.
Ayah dan Ibu silakan mengobrol dulu.
Aku akan menunggu di luar pintu.
Ayo, Tuan Bangsawan,
aku bersulang untuk Anda.
Cepat ceritakan kepadaku.
Untuk menceritakan pertempuran ini,
kita harus menyebut nama jenderal terkenal Dongxia,
Saipuli.
Selama bertahun-tahun,
dia adalah jenderal paling berani dan ganas yang pernah aku temui.
Mungkinkah dia lebih hebat dari Tuan Bangsawan?
Tidak mungkin.
Jika dia lebih hebat dariku,
bagaimana mungkin dia bisa terbunuh olehku di Gerbang Yanling?
Kasim.
Di mana Lu Jin?
Dia di Kediaman Bangsawan, tidak keluar sama sekali.
Bagaimana dengan Zhuang Luyin?
Dia juga di ruang baca, tidak pernah keluar.
Mereka berbicara semalaman?
Ya.
Hebat kau, Zhuang Luyin.
Aku ingin tahu
apa yang kau katakan pada orangku.
Siapkan kereta,
kita pergi ke Kediaman Bangsawan Pingjin.
Baik.
Penjaga sudah pergi,
kita bisa pergi sekarang.
Apakah kau bisa mengatasi
sisanya sendiri?
Bagaimana kalau kau ikut denganku saja?
Pertunjukan ini belum berakhir.
Aku hanya bisa berterima kasih pada Bos Xiang
atas bantuanmu semalam.
Jika kali ini aku bisa lolos,
aku pasti akan datang ke Gedung Zhen untuk berterima kasih.
Baiklah.
Kalau begitu, kau harus ingat untuk kembali hidup-hidup.
Jangan berutang.
[Cahaya Jernih]
Tuan Muda Zhixing, ada tamu penting yang ingin bertemu Tuan Bangsawan.
Siapa yang datang?
Kasim Cao.
Tuan Bangsawan mabuk semalam dan sekarang sedang tidur.
Tolong minta dia kembali saja.
Tidak bisa, Tuan Muda Zhixing.
Urusan Kasim Cao ini
harus diputuskan sendiri oleh Tuan Bangsawan.
Sebaiknya aku membangunkan Tuan Bangsawan,
kalau tidak, bisa menunda urusan.
Kau masih ingat aku Tuan Muda Zhixing dari Kediaman Bangsawan?
Kalian semua berbicara manis,
tetapi kapan kalian pernah benar-benar menganggapku
sebagai putra Tuan Bangsawan?
Dulu aku tidak peduli,
tetapi sekarang kalian berani melangkah lebih jauh
dan tidak menghargaiku.
Hari ini,
coba saja kau berani mendekati pintu kamar ini selangkah.
Tuan Bangsawan sedang beristirahat.
Dia tidak ingin bertemu siapa pun.
Sudah tahu harus mengatakan apa, 'kan?
Tahu.
Aku memberi salam pada Kasim Cao.
Kenapa kau yang datang?
Di mana Bangsawan Pingjin?
Tuan Bangsawan minum arak kemarin
dan sekarang masih beristirahat.
Dia minum dengan siapa?
Ini...
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu?
Kau seharusnya paling tahu dengan siapa dia berbicara semalaman.
Kasim Cao,
apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti.
Jangan kira aku tidak tahu trikmu.
Aku tanya,
di mana Lu Jin?
Aku
tidak kenal siapa pun yang bernama Lu Jin.
Orangku tadi malam melihat sendiri
kau membawa Lu Jin ke Kediaman Bangsawan
dan tidak keluar semalaman.
Berani-beraninya kau bilang tidak kenal?
Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan?
Aku
benar-benar tidak pernah melihat Lu Jin.
Pasti orang Kasim Cao yang salah.
Tunggu aku bertemu Bangsawan Pingjin,
baru aku tahu apakah ada kesalahan.
Kasim Cao.
Tuan Bangsawan masih tidur.
Meskipun mabuk,
dia seharusnya sudah bangun sekarang.
Silakan duduk.
Tuan Bangsawan akan bangun sebentar lagi.
Baik.
Melihat keadaan ini,
hanya aku sendiri yang bisa membangunkannya.
Kasim Cao.
Kasim,
kenapa Anda harus mempersulit seorang pengurus rumah?
Kapan Tuan Bangsawan
tidur
atau bangun,
bukan kami para pelayan
yang menentukan.
Jangan kira hanya karena kau
sangat disukai Bangsawan Pingjin,
aku tidak berani menyentuhmu.
Hanya seorang staf yang mencampuri segalanya
dan melakukan pelanggaran batas.
Jika aku membunuhmu,
apakah Tuan Bangsawan masih akan menyalahkanku?
Pengawal.
Hadir.
Orang ini adalah mata-mata negara sebelah.
Hari ini aku secara pribadi datang untuk menangkapnya.
Orang ini melawan mati-matian dan tewas dalam perkelahian.
Kasim.
Lu Jin sudah ditemukan.
Cepat bawa dia kepadaku.
Di Sungai Guangji.
Dia sudah mati tenggelam.
Cepat bawa aku ke sana.
Baik.
Beri tahu Zhuang Luyin
bahwa stafnya sudah kubawa.
Jalan!
Ayah.
Kau berdiri di luar semalaman?
Tanpa izin Ayah,
aku tidak berani pergi.
Siapa yang ribut di luar tadi?
Pengurus Rumah mencoba masuk untuk mencari Ayah
meskipun sudah dilarang olehku.
Ada masalah apa?
Dia bilang
Kasim Cao datang.
Kasim Cao datang,
kenapa tidak memberitahuku?
Aku tidak ingin mengganggu Ayah
dan Ibu beristirahat.
Tuan Bangsawan.
Di mana Kasim Cao?
Kasim Cao baru saja pergi.
Dia juga membawa Tuan Zang.
Apakah dia bilang ada urusan apa denganku?
Tidak.
Aku hanya dengar sepertinya ada seseorang
yang mati tenggelam di Sungai Guangji.
Kasim Cao langsung pergi terburu-buru setelah mendengarnya.
Siapkan kuda.
Aku akan pergi sendiri ke Sungai Guangji.
Baik.
Zhixing, kau ikut juga.
Baik.
Kasim.
Tuan Lu tidak mati tenggelam.
Dia tewas karena lehernya tertusuk benda tajam.
Lu Yan.
Coba lihat.
Buka.
Ayah Angkat.
Tuan Bangsawan.
Kasim Cao.
Kau datang
dan pergi hari ini,
ada urusan apa mencariku?
Bukan masalah besar.
Aku hanya ingin mengobrol dengan Tuan Bangsawan.
Bukankah ini putra angkatmu?
Kenapa dia meninggal?
Aku juga tidak yakin.
Mungkin
musuh lama yang membalas dendam.
Aku akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh setelah kembali.
Tuan Bangsawan,
aku pamit dulu.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.