All language subtitles for Memories.of.Murder.2003.1080p.F

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Traktor, traktor, traktor!

Pergilah, bocah.

Aku bilang pergi dari sini.

Pulanglah.

Bocah nakal.

Apa yang mereka lakukan?

Hei, kalian!

Kembalikan itu ke tempatnya!

Hei, biarkan di sana. Pergi.

Hei, kalian!

Itu barang penting, jangan sentuh!

Dasar bocah.

"MEMORIES OF MURDER" Diterjemahkan oleh: Hail Hail

Apa?

Kau kencan dengan gadis yang tewas itu, dan Agustus lalu kau dicampakkan?

Benar demikian?

Ya benar.

Jadi benar ya? Lepas topimu, dasar brengsek.

Apakah wanita suka pria seperti kau?

Setelah menonton Body Heat...

Body Heat? Film action ya?

A, c, t. ..

Sok pintar...

... sejak semua ini berubah jadi kasus pembunuhan dan perkosaan dan...

Ehmm...

...jika dia seksi, atau cantik, seperti itulah.

Kau terpikat?

Ya.

Dia tidak tampak seperti gadis desa...

Jangan berkedip.

Kau berkedip ya?

Hei, lihat aku.

Jangan lihat langit-langit, pandang aku!

Apa itu bawaan lahir? Satu, dua...

Bukankah kau ingin masuk ke Akademi Militer?

Apakah kau sudah ikut ujian?

Kau harus giat belajar untuk bisa diterima.

Mana notanya!/ Kau tadi tidak minta.

Apa? Aku bilang tadi pakai nota.

Kau tidak dengar ya./ Kau tidak bilang tadi.

Kau mau berdebat denganku ya...

Hei, hei, hei, ini notanya.

Tolong angkat telponnya. Kau jangan bohong brengsek...

Yang kubutuhkan nota rumah makan, bukan nota toko sepeda.

Kenapa tidak kau beri pembatas?

Setidaknya beri tongkat agar mereka tak bisa masuk, dasar tolol.

Inspektur Park, di sini!

Apa ini?/ Jejak kaki, pak.

Kapan kau temukan?/ Pagi ini, pak!

Kau bantu orang-orang bodoh itu.

Sudah kau hubungi tim forensik?

Ya, ya, mereka dalam perjalanan.

Mana orang yang melaporkan ini?

Kalau tim forensik tidak segera datang, tempat ini bisa kacau!

Ya ampun, kenapa dia!

Hei!

Pergi dari sini!

Siapa yang terima laporan ini?

Apa kau tahu siapa yang melapor tadi?

Cuma telpon... TKP jadi berantakan.

Sial, tim forensik belum datang juga, semua jadi berantakan.

Apa yang kau bicarakan?

Ambil gambarnya kalau aku suruh!

Kenapa kau panggil begitu banyak wartawan?

Mereka semua ada di sini saat aku tiba.

Reporter Park tidak ada di sini. Pasti sedang berlibur.

Aku tak lihat dia.

Nyaman sekali tanpa kehadirannya.

Aku tak percaya ini menimpaku?

Bagaimana kita bisa menyelidiki kalau seperti ini?

Hei, traktor!

Traktor!

Traktor, jangan lewat! Ayo berhenti!

Jika seseorang berteriak, harusnya kau perhatikan?

Sial, apa dia tuli?

Sial! Lihat ini.

Para pengacau mulai berdatangan.

Apa yang membuat kau begitu lama?

TKP jadi berantakan!

Astaga, lihat cara orang bodoh itu turun!

Yang benar saja?

Bagaimana kau bisa lihat foto-foto itu sambil makan?

Jika aku terus menatap mereka...

...akan memberiku inspirasi.

Naluriku bicara.

Apa kau seorang peramal?

Kenapa tidak buka praktek.

Pak, mungkin aku buta akan banyak hal, tapi mataku bisa membaca orang.

Itulah kenapa aku bisa tetap menjadi detektif.

Orang-orang bilang aku punya mata seorang peramal.

Baiklah, coba buktikan.

Kau lihat dua orang di sana?

Mereka adalah si pemerkosa dan kakak korban.

Dia tangkap bajingan cabul itu, lalu menghajar dan menyeretnya kemari.

Cobalah tebak mana si pemerkosa?

Hei./ Apa?

Sepertinya aku sudah keluar.

Benarkah?

Lain kali akan aku lakukan dengan benar.

Aku beri sesuatu yang istimewa hari ini.

Aku tersanjung.

Ini hanya pencegah flu.

Kau tahu berapa biaya untuk ini?

Kwak Sul-yong?/ Ya?

Kau sebaiknya cari penghasilan tambahan selain dari rumah sakit.

Aku dengar banyak orang yang datang padamu.

Stt, ada sesuatu yang ingin aku beritahukan.

Aku dengar gosip ini dari seorang wanita tua di pabrik.

Kau tahu rumah makan keluarga Baek?

Keluarga Baek?

Kau tahu julukan orang untuk mereka?

Apa?

Baek sang pembunuh wanita.

Wanita?/ Ya.

Mereka punya anak yang idiot. Namanya Kwang-ho.

Setiap hari pekerjaan Kwang-ho cuma membuntuti Hyang-sook.

Hyang-sook? Gadis yang tewas terbunuh itu?

Ya.

Dia ditemukan dengan korset di kepalanya?

Benar.

Yang paling penting...

...pada malam Hyang-sook dibunuh...

...wanita tua itu melihat Kwang-ho membuntutinya.

Benarkah?/ Begitulah yang aku dengar.

Kabarnya ada wanita tua yang berubah pikun tahun lalu.

Tidak, dia baik-baik saja.

Anak itu...tunggu.

Kwang-ho? Bagaimana ciri-cirinya?

Sebelah wajahnya agak sedikit... kau tahu?

Ceritakan secara lengkap.

Sebenarnya, dia seorang anak yang malang.

Kwang-ho.

Ini antara kita saja.

Saat kau melihat seorang gadis cantik, apakah kau ingin menidurinya.

Saat aku seusia kau, aku melakukannya bersama teman-teman, jadi aku paham.

Pada awalnya kau tidak bermaksud membunuh Hyang-sook, kan?

"Bagaimana dengan menyentuh buah dadanya... "

Aku tidak bisa menyentuhnya.

Jadi kau membunuhnya? Agar kau bisa menyentuhnya?

Tidak, bukan aku pelakunya.

Orang yang datang itu, hidupnya sangat keras, seperti kau.

Sebenarnya dia orang baik.

Dia benar-benar baik.

Dia tidak pernah menyakiti siapa pun.

Tapi kadang-kadang, kau tahu?

Jika dia sedang fokus pada pekerjaan...

Astaga, tampang macam apa ini.

Hanya melihat tampangnya saja bikin emosi.

Sial.

Baguskan?

Ini tidak akan meninggalkan bekas, anak sial.

Hei, hei...

Singkirkan sepatu bot-mu?

Kasihan anak ini...

Kwang-ho, bangun.

Apa kau benar-benar tidak bersalah? Hah?

Tatap mataku.

Kemana sih dia melihat?

Tatap mataku!

Maaf, Nona...

Halo?

Oh, Nona?

Apa kau baik-baik saja?

Kenapa kau mengikutiku?

Untuk tanya alamat.

Ayo, aku bantu.

Lepaskan!

Ada apa?

Bergumul di ladang? Apa kota ini surganya para pemerkosa?

Brengsek kau.

Apa yang kau lakukan?

Siapa kau?

Ke sini kau.

Hei nona, korban wajib melapor!

Nona!

Kemana dia pergi ?

Apa kau seorang detektif?

Seharusnya kau bilang padaku.

Aku yang salah.

Bagaimana bisa seorang detektif tidak tahu cara berkelahi?

Bagaimana bisa seorang detektif punya mata jahat seperti kriminal?

Bau apa ini?

Oh, sepatu.

Baunya minta ampun?

Tapi ini sebuah barang bukti.

Kau catat bukti ini.

Hei, Pak./ Apa?

Orang ini, dari Seoul.

Senang berjumpa denganmu! Aku terima telepon...

Tapi...

Wajahmu...

Apa terjadi sesuatu?

Tidak, apa-apa./ Meja, kau perlu...

Oh, sudah kami siapkan meja di sana dengan banyak sinar matahari.

Aku pikir, aku suka disudut.

Baik, baik! Semua terserah kau.

Kenalkan, inspektur Jo.

Dari Seoul.

Suh Tae yoon, perwira senior.

Jo Yong-gu. Senang berkenalan.

Dia menawarkan diri untuk membantu penyelidikan ini.

Cukup perkenalannya.

Yah, silahkan atur mejamu.

Ya, duduklah.

Kepala Inspektur

Lagu ini hebat. Lagu pembukaan.

Aku selalu menonton "Kepala Inspektur" dengan ayah.

Berapa nomor teleponku?

Makanlah.

Benar, aku harus menelepon ayah!

Aku harus menelepon. Oh, ayah!

Hei, Kwang-ho.

Dengar.

Jejak ini ditemukan di tempat pembunuhan Hyang-sook.

Lihat.

Dan sepatu ini kami temukan dirumahmu.

Ini sepatumu, kan? Benar?

Sekarang, lihat baik-baik.

Jejak di foto ini, dan tapak sepatumu.

Sama bukan?

Bentuk ini?

Lingkaran, polanya? Sama persis.

Benarkan?

Bagian ini tidak jelas.

Jangan cemaskan itu.

Kau membunuh semua wanita itu, kan?

Baik.

Kau tidak membunuh mereka semua, ya?

Jadi cuma Hyang-sook saja yang kau bunuh, benar begitu?

Aku tidak membunuh siapa pun.

Kami punya bukti di sini!

Di mana sekop kita?/ Sekop?

Lihat dirimu...

Hei, brengsek. Berikan padaku.

Bahkan menggali saja kau tak becus? Perhatikan!

Pertama, gemburkan tanahnya. Lalu dorong dengan kakimu.

Kwang-ho!/ Ya?

Dasar brengsek.

Kau pikir kita datang ke sini untuk bermain?

Kau tahu di mana ini?

Kita ke sini untuk menguburmu.

Apa? Kenapa? Kenapa?

Sebab kau tidak menurut, bajingan.

Aku anak yang baik./ Kalau begitu beritahu aku!

Di udara yang segar ini. Dengan wajah itu.

Hei, ke sini.

Wanita tidak menyukai wajah ini, bukan?

Mereka jijik dan semua pergi menjauh.

Ya benar.

Aku akan bunuh mereka semua.

Setiap orang yang jijik dengan wajahku.

Akan aku bunuh mereka semua.

Para wanita yang mencibir itu, aku ingat semua di kepalaku.

Hyang-sook juga?/ Hyang-sook?

Hyang-sook. Kau selalu membuntutinya, kan?

Hyang-sook yang cantik./ Ya, dia cantik.

Tapi Hyang-sook juga jijik melihatmu, kan ?

Dia bilang, "Bajingan, pergi!" Bukan begitu?

Sebab kau suka dia.

Jadi kau bunuh dia, begitu?

Di sebelah rel kereta api.

Di sawah.

Rel kereta? Benar.

Tenggorokannya, tenggorokan Hyang-sook...

... dicekik erat-erat.

Dengan apa?/ Bra-nya.

Dengan bra putihnya...

...dicekik erat-erat.

Lalu?/ Kaus kakinya.

Stocking-nya?/ Dilepas dari kakinya.

Jadi kau menggunakan stocking.

Anank ini cerdas, kan?

Lalu?

Apa?

Apa itu?

Sesuatu seperti tali?

Tali tas tangan?

Benar, tali tas.

Mencekik tenggorokan Hyang-sook dengan erat.

Dan?

Lalu, tubuh Hyang-sook bergetar pelan.

Dia terlihat benar-benar mati.

Lalu?

Kepalanya ditutupi.

Dengan apa?

Celananya. Menutupi kepala dengan celana dalamnya.

Apa yang kau maksud korset? Yang sering dipakai wanita?

Benar, korset!

Menutup rapat kepalanya.

Lalu?

Um...memakaikan pakaiannya lagi.

Kenapa begitu?

Aku tidak tahu. Pasang pakaiannya lagi.

Kenapa begitu?

Dari mana aku tahu?

Kau menceritakan dengan baik!

Bangsat! Apa yang kau lakukan selanjutnya?

Lalu...berlari!/ Kemana?

Saat itu turun hujan!/ Kemana kau lari?

Terus berlari./ Dasar, bajingan kecil!

Petir menyambar!

Kemana kau berlari. Sialan kau!

Yong-gu, mulailah menggali.

Hah? Menggali?

Petir!

Warga sekalian, ini adalah latihan pertahanan sipil.

Sirene serangan udara mulai terdengar.

Ini hanya latihan.

Seluruh warga negara diwajibkan latihan pertahanan sipil.

Pemadaman listrik diberlakukan disemua bangunan dan rumah.

Ikutilah petunjuk yang kalian dengar dalam siaran.

Harap pindahkan semua bahan yang mudah terbakar ke tempat yang aman.

Cabut semua kabel, dan pergilah ke ruang bawah tanah...

Matikan lampu!

Hei, kau!

Ke sini.

Pakai ini. Semua siap?

Masuk ke mobil.

Berbalik.

"Lee Hyang-sook"

Lepas celanamu.

Kira kira apa judul tajuk berita hari ini?

"Tiga Pembasmi Kejahatan" atau "Senyum Sang Pemenang."

Inspektur Park, dibelakang.

Buat garis lurus agar tampak rapi.

Nona Kwon, malam ini pesta besar! Pesan ruangan.

Senyum!

Sekarang, kepalkan tangan. Kepalkan!

Ayo ikut berfoto!/ Tidak, terima kasih.

Ayo!

Tunggu sebentar.

Dengan jari berselaput...

...kau bahkan tidak bisa pakai sumpit, kan?

Apa tanganmu selalu seperti ini? Pergilah.

Kwang-ho, ini tempatnya, kan?

Aku tidak tahu.

Dia bicara apa? Jelas disini.

Untuk reka ulang, lakukan dengan sungguh-sungguh.

Ada banyak wartawan di sini.

Bagaimana ini?

Sedikit lebih rendah.

Kita mulai darimana?/ Tunggu.

Cara terbaik adalah membuat daftar urut-urutannya.

Lalu kenapa tidak kau lakukan? Aku sangat sibuk.

Pak.

Reka ulangnya tidak akan berjalan lancar.

Bikin malu.

Hei, aku bilang menjauh. Kenapa kau balik lagi?

Beri saja mereka alasan. Tersangka sedang sakit, atau...

Inspektur Suh!

Kau mengacaukan semua kerja keras kita!

Sudah aku bilang, Kwang-ho tidak bersalah.

Diam!

Pak...

Tali di leher mereka diikat dengan tiga simpul ketat.

Lihatlah tangan Kwang-ho. Apa mungkin dia melakukan itu?

Pergi!/ Bahkan anak kecil pun tahu.

Pergi sana!

Ambil tali bra...

Hei, konsentrasi!

Ayah!

Kwang-ho! Ini ayah!

Ayah!

Hei, kau tidak bersalah!

Aku tahu! Aku tidak melakukannya!

Tuan Baek Kwang-ho! Apa benar anakmu melakukan pembunuhan itu?

Dia tidak membunuh siapa pun! Anakku tidak bersalah!

Kau disiksa, kan?

Kami tidak pernah menyiksa tersangka.

Hilang sudah semuanya.

Jangan sampai terulang lagi.

Hei, apa kau melihat raut wajah Jaksa Choi tadi?

Sial, bagaimana bisa dia mencabut surat perintah itu?

Padahal kita punya bukti.

Bukti? Jejak itu?

Bagaimana mereka bisa membebaskannya?

Apa yang bisa kita lakukan?

Yang kita miliki hanyalah pengakuan.

Bukan pengakuan biasa. Harusnya kau dengar rekaman itu.

Semua detil kejahatan mengalir keluar dari mulutnya.

Hal-hal terperinci yang hanya diketahui oleh si pembunuh.

Seperti bagaimana dia dicekik.

Kau dengar juga, kan.

Jujur padaku, apa benar-benar kau tidak melatih dialognya?

Apa?

Diam. Ayo semua makan.

Ya ampun...

Apa? Aku bilang untuk pisahkan mie dan saus kacangnya.

Apa-apaan ini!

Tim Penyelidik diganti.

Kasus Pembunuhan Sekali Lagi Terselubung Dalam Misteri

Lokasi pembunuhan pertama...

...dan pembunuhan kedua.

Sekarang, jarak dari...

...sekitar 1000 meter.

Tidak lebih dari...satu kilometer.

Korban, pada 12 dan 16...

...dua duanya di jam 12:00...

Tanggal 16 Desember.

Pada tanggal 16...

...jam 12:00.

Lokasi: Kedai teh Yangji.

Han Sung-geun.

Pekerja kantor 32 tahun.

Mungkin, tanggal sudah diatur?

Intinya, di tempat kejahatan...

...ditemukan jejak kaki, dua tetes darah.

...dan setetes air mani. Mani? Mereka menemukan air mani?

Apa? Ya.

Dua wanita yang tewas...

Apa mereka punya kesamaan?

Kesamaan ...

Ehmm, pertama...

Keduanya masih lajang.

Mereka berdua cantik.

Dan?

Semua pembunuhan berlangsung saat hujan.

Hujan?

Dia membunuh mereka dimalam hari saat turun hujan.

Benarkah?

Dan pakaian merah

Mereka semua mengenakan pakaian warna merah.

Keduanya?

Tidak, ada tiga.

Ada tiga?

Apa maksudmu?

Ada tiga pembunuhan. Cuma mayat ketiga belum kita temukan.

Ini adalah arsip orang hilang. Nama ini tidak biasa.

Dokko Hyun-soon, usia 27. Itu dua bulan lalu, 18 Juli.

Oh, dia? Dokko Hyun-soon? Aku tahu gadis itu.

Semua orang di kota ini tahu dia.

Seorang gadis yang cantik, itulah Hyun soon.

Bahkan Miss Korea, pun tidak sebanding dengannya.

Apa kau menangani arsip orang hilang, Yong-gu?

Diam semua.

Ini bukan kejadian biasa, pak.

Lihat dengan seksama. Dokumen takkan pernah berbohong.

Di sini disebutkan kalau dia mengenakan baju warna merah.

Benar tertulis disini.

Apa itu?

Cuaca yang tertulis disini saat dia menghilang.

Juga saat hujan.

Hujan, pakaian merah...

Dia dibunuh. Oleh orang yang sama.

Kau tidak mengenal kota ini, itu sebabnya kau membual.

Dia selalu bilang akan pergi ke Seoul suatu hari nanti...

Kurasa aku tahu dimana menemukan mayatnya.

Lihat peta.

Di sini...

Aku menandai kemana korban pergi, dan di mana kemungkinan mayatnya berada.

Beri aku dua unit polisi. Akan aku temukan dalam dua hari.

Kau yakin dengan hal ini?

Kau tahu...

...mahasiswa, saat mereka pergi orientasi...

...orang bilang, mereka bebas lakukan apa saja.

Berkelompok, pria dan wanita, dalam satu kamar melakukan...

Apakah itu benar?

Aku tidak tahu. Cepat.

Kau bersekolah selama 2 tahun, bukan?

Piknik mahasiswa, orientasi... Apa kau juga melakukannya?

Coba kau tanyakan pada Suh, dia kuliah selama 4 tahun.

Apa dia melakukan "sex grup"...

Empat tahun...

Dia menghabiskan 4 tahun di kampus.

Sial, cepatlah.

Kau tahu, aku rindu dengan Dokko Hyun-soon.

Kau juga?

Dia terlalu cantik untuk kota kecil ini.

Sudah kubilang, dia pergi ke Seoul.

Apa itu?

Apa mereka menemukan sarang ular.

Perubahan kondisi tubuh mayat tidak sama.

Lihat. Ini sudah busuk...

...tapi paha bagian dalam masih utuh.

Ada bukti perkosaan?

Sedikit air mani ditemukan.

Tapi ini terlalu lama, akan sulit untuk tentukan golongan darahnya.

Oh, Hyun-soon...

Kali ini dia juga menggunakan barang milik korban.

Benar, kaos kakinya mencekik tenggorokan?

Ya.

Celana dalam korban di wajahnya.

Sama seperti Hyang-sook.

Tangannya terikat dengan cara yang sama.

Metode pembunuhannya cukup profesional.

Dia sangat teliti.

Dan hati hati.

Jadi belum ada satupun saksi.

Apa kau ingin tambah dagingnya?

Ya . Kami semua sangat lapar.

Kemana Kwang-ho pergi? Aku tidak melihatnya.

Apakah ada...?

Aku belikan sesuatu untuk anakmu, nanti berikan padanya.

Apa ini?

Oh saat itu, sepatunya aku ambil,

Sepatu lamanya minta ampun baunya, aku jadi prihatin.

Jadi aku belikan dia sepatu baru.

Aku belikan Nike.

Kau tidak perlu...

Si bodoh itu, selalu saja tidur di tempat yang aneh!

Kwang-ho!

Lihat ini, ukuran sepatumu 39, kan?

Ini, "Nike". Cobalah!

Coba lihat sebentar.

Ini "Nice", bukan Nike. Harusnya "K" bukan "C".

Nice atau Nike. Siapa yang peduli?

Jika berniat membelikan dia sepatu, beli yang bagus sekalian.

Wow keren?

Minum.

Kemarin aku memukulmu karena aku sayang padamu.

Jadi jika kau besok melihaku di jalan, jangan lari.

Yong-gu merasa bersalah tentang...

Sialan.

Hei, mau kemana lagi kau?

Kau lihat, pak.

Anak itu kebalikan dari tipe orang yang kita cari.

Menjadikan dia tersangka cuma buang-buang waktu saja, jadi...

Inspektur Suh!

Makan dulu dagingnya, nanti baru bicara.

Aku tidak suka daging bakar.

Tuan?

Hail Hail

Hei, gelandangan Seoul.

Ya?

Kenapa kau datang ke sini?

Ke daerah terpencil?

Untuk menangkap si pembunuh.

Apa Seoul begitu luas?

Hah? Apakah luas?

Lebih besar dari Amerika?

Tolong pisangnya.

Mari, aku ceritakan tentang Amerika.

Mereka punya FBI!

Jika kau lihat cara mereka menyidik... Kau tahu seperti apa?

Kepala mereka berputar seperti gasing.

Menganalisis macam-macam...

Kau tahu kenapa?

Itu karena negara mereka begitu luas!

Jika kau tidak menggunakan otakmu, Kau takkan bisa selamatkan negaramu.

Jadi para bangsat FBI itu tidak punya pilihan.

Tapi negara kita Korea...

Dengan dua kakimu saja kau bisa mengelilinginya.

Kau tahu kenapa?

Sebab negara kita cuma seukuran penisku.

Intinya, detektif Korea hanya perlu fisik untuk bekerja.

Itulah yang sebenarnya, kau dengar, brengsek.

Jadi bawa saja otak cemerlangmu ke Amerika.

Pergi ke sana dan.../ Tutup mulutmu!

Bajingan!

Lepaskan aku!/ Apa? Kau...

Beri dia tisu.

Singkirkan, singkirkan ini!

Semua jelas sekarang. Terlihat lebih jelas.

Sekarang aku paham, tentang si pembunuh.

Bajingan itu...

...dia akan melakukannya lagi.

Karena malam berikutnya akan turun hujan.

Jadi kita perlu satu langkah di depannya.

Untuk berjaga jaga! Mengerti?

Dan jika kalian berdua berkelahi lagi didepanku.

Aku akan bunuh kalian! Paham?

Anak-anak!

Sesaat lagi...

...Presiden kita akan lewat.

Tunggu sebentar...

Ini hanya gerimis.

Kau siap?

Ooh, Gui-ok terlihat cantik!

Diam.

Bagaimana jika penjahat itu benar benar menangkapnya?

Inspektur Suh ada dibelakangnya.

Sial, apa kita harus melakukannya setiap kali turun hujan?

Namun berkat ini...

...Gui-ok memakai rok merah.

Dengan make up, dia terlihat berbeda.

Lalu kenapa?/ Biasanya juga dia terlihat cantik?

Kau terangsang?

Tunggu, apa yang kau lakukan?/ Ayo kita lihat.

Kita sedang bertugas.../ Oh, Yong-gu!

Hei.

Jadi kau akan terus berjaga disini?

Hari ini, tak seorangpun sudi pergi keluar.

Seseorang datang.

Hei, anak-anak!

Kemari.

Benar-benar dingin.

Kau basah kuyup!

Hei, di sini saja dulu sampai hujan reda.

Payung ini tidak berguna.

Kami mengambilnya di depan sekolah.

Seseorang membuangnya.

Nona, apa kau akan lewat ke sana juga?

Hei, dia seorang detektif?!

Ah, masa?

Dia bertugas di Divisi Kejahatan dan Kekerasan.

Benarkah?/ Tentu.

Tunggu sebentar. Kami akan berikan tumpangan.

Wow, mobil polisi!

Hei, kalian berdua. Apa yang kalian lakukan sampai malam begini?

Kami selalu bersama-sama, jadi tidak masalah.

Kau akan baik-baik saja walau pergi sendirian.

Nam-ju, beritahu mereka tentang apa yang kau dengar di sekolah.

Apa?

Kau tahu, saat bersih bersih, tentang pembunuhan.

Benar! Kau tahu mengapa mereka tidak dapat menangkap si pembunuh?

Ini benar. Kami pergi ke SMP Anshong.

Di belakang sekolah kami, ada toilet.

Mereka bilang ada orang gila tinggal dibawah sana, si pembunuh!

Dia tinggal di sana sepanjang hari...

...dan saat malam datang, dia menyelinap keluar dan membunuhi wanita.

Jadi saat dia keluar pada malam hari...

...kau bisa mencium kedatangannya sekalipun kau jauh.

Ini bukan dongeng.

Kata Yoo-jin, seorang wanita gila jatuh di sana lalu tewas.

Akan kutemui kau di depan pabrik, dengan bawa payung.

Tidak apa-apa.

Baik.

Kita akan bertemu lagi.

Halo?

Semua diam di tempat!

Jangan sentuh apapun. Dan jangan bergerak satu langkahpun!

Hei, kau!

Aku bicara padamu!

Tunggu tim forensik.

Lihat!

Ini adalah jejak kaki asli.

Kau lihat pabrik beton disana?

Dia menangkapnya di dekat pabrik...

...dan diam-diam menariknya lebih dari 400 meter ke sini.

Jejaknya terlihat seperti sepasang pengantin.

Tapi kau tidak temukan apa-apa, selain jejak kaki?

Aku harap temukan sidik jari di payungnya, tapi sia-sia.

Tidak hanya itu, karena hujan...

...semua jejak kaki adi berantakan.

Bahkan setelah penyelidikan menyeluruh, tidak ditemukan apa-apa.

Oleh karena itu, pak. Aku pikir ini bisa di jadikan petunjuk. Petunjuk!

Apa?

Fakta yang tidak kita temukan di TKP.

Biasanya dalam kasus perkosaan...

...di TKP...

...ada satu atau dua rambut yang tertinggal.

Maksudmu?

Maksudku adalah, bahwa si pembunuh tidak punya rambut sama sekali.

Yang kau maksud dia botak?

Benar, botak. Kebotakan total.

Dia tidak tinggalkan rambut, sebab dia tidak punya rambut?

Misalnya...

...pendeta Buddha yang mencukur habis rambutnya.

Ini adalah kejahatan yang sempurna.

Nah, kalau begitu.

Kuil Yongdeok dekat dari sini.

Apa akan kita mulai dari sana?

Hei Gui-ok, hidupkan radionya.

Kau mau aku buatkan kopi?

Yang manis.

Inspektur Suh!/ Ya, pak?

Apa kau punya ide lagi?

Aku tidak tahu. Seperti yang kita lihat hari ini.

Kejahatan yang sempurna.

Jadi?/ Oleh sebab itu...

...prosedur standar kita tidak akan membantu.

Jadi apa yang akan kita lakukan?

Maaf, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan.

Apa yang akan dia tunjukan?

Apa ini?

Ini adalah dokumen dari sebuah stasiun radio FM.

Seperti jadwal siaran.

Ya, ini adalah program malam yang aku dengarkan.

Ada seseorang yang terus meminta lagu, "Sad Letter."

Jika di lihat, ini daftar tanggal lagu itu disiarkan.

Sebenarnya, ini bukan lagu yang populer. Sangat jarang yang minta lagu itu.

Lagu? Surat?

"Sad Letter" penyanyinya Yu Jae-ha.

Band Jo Young-pil.

Tentu, aku mendengarnya./ Jadi?

Lagu ini disiarkan tepat disaat terjadinya pembunuhan.

Lihat.

20 Oktober. Itu adalah pembunuhan Park Bo-hee.

19 Desember... Lee Hyang-sook.

Jadi...

...pada pembunuhan semalam, lagu itu juga disiarkan?

Ya. Aku dengar sendiri.

Si pengirim permintaan menulis suratnya begini:

"Dikirim oleh pria kesepian dari Distrik Terung."

"Tolong siarkan disaat hujan turun."

Nona Kwon, bagus! Ide bagus!

Kau terlalu banyak baca novel misteri saat jadi mahasiswi?

Itu cerita bagus.

Pak, ini tidak mungkin suatu kebetulan.

Lihat ini. Dokumen tidak pernah berbohong.

Ya ampun, mulai lagi.

Sepertinya dia adalah psikopat sejati.

Begitu mendengar lagu itu, dia jadi gila.

Pak, kau tertular juga, sulit dipercaya!

Ini tidak masuk akal, pak! Terlalu sederhana.

Sidang dimulai dengan Lagu Kebangsaan. Ini sama.

Apa sudah kau tanyakan kartu posnya?

Sudah aku tanyakan...

...tapi stasiun radio itu sedikit kacau.

Cepat cari. Periksa cap posnya...

...sidik jari dan tulisan tangannya.

Ya, pak!

Nona Kwon, panggil penyiar radio itu dan segera tindak lanjuti.

Botak!

Bagaimana dengan itu?/ Apa?

Yang kita bahas tadi...

Tidak berambut, Pak!

Bagaimana kau akan menyelidikinya?

Menarik setiap celana pria di jalan?

Kartu pos dari kemarin. Aku minta untuk di simpan!

Kartu pos apa?

Yang kau bacakan kemarin! Lihat berapa banyak itu!

Hei, tuan!

Lupakan. Berpakaianlah.

Inspektur.

Mereka sudah membuangnya ke pembuangan sampah kemarin.

Tidak ada gunanya.

Kau tidak mandi?

Ya ampun, cukup dengan mandinya.

Rasanya kulitku seperti terbakar.

Kau tidak akan temukan pria yang tidak berbulu?

Seperti mencari tanduk anjing. Hanya buang-buang uang.

Sial, bahkan tidak bisa minta ganti rugi.

Paling tidak wajahmu jadi bersih.

Berapa kali dalam sehari... pakaii baju, buka baju, pakai...

Aku kehilangan rambutku juga disana.

Aku tanya pada karyawan sauna di sana...

...untuk memanggilku jika mereka melihatnya.

Sialan, dia hanya menyeringai padaku.

Jangan lakukan semuanya sendiri, coba cari bantuan orang lain.

Apa yang dilakukan orang Seoul itu hari ini?

Meneliti lagu pop./ Apa?

Sial, semuanya hanya omong kosong.

Apa dia masih sering membual?

Membuatku gila.

Jika kasus itu membuat kau bingung, coba tanyakan pada paranormal.

Paranormal ?

Benar, yang bisa melihat hal gaib.

Tanyakan padanya, dimana si pembunuh itu sembunyi.

Sumber masalahnya ada di gerbang utama kantor polisi.

Gerbang itu harus dipindah 10 meter ke barat daya.

Satu raut wajah melintas. Aku rasa dia si pembunuh.

Apa wajahnya ada diantara foto-foto ini?

Jauhkan foto-foto kotor itu.

Hei, lihat dulu.../ Jauhkan dariku!

Hanya akan membuat sial.

Ambil ini, dan lakukan apa yang aku katakan./ Jangan coba jual jimat padaku.

Tunggu, tunggu sebentar.

Kau harus campurkan tanah dari TKP.

Aduk.

Dia bilang bahwa ini yang paling penting.

Sekarang tuangkan.

Cukup.

Bagus.

Setelah mengering...

...noda ini akan membentuk raut wajah si pembunuh.

Itu konyol.

Diam, percaya saja pada jimat ini.

Apa kau tahu berapa banyak biaya untuk ini?

Jadi tutup mulutmu!

Siapa itu?

Apa kau tahu?

Penjahat selalu kembali ke TKP.

Tunggu sebentar.

Apa yang dia lakukan di sini?

Kenapa dia kemari?

Apa-apaan ini...

Kita tidak perlu ilmu pengetahuan di sini!

Apa itu?

Tapi, dia punya gaya.

Berhenti!

Hei, kau!

Jalannya menyempit!

Lari sebaris!

Nyonya, apa ada orang aneh lewat sini?

Tidak.

Itu detektif yang kemarin./ Apa?

Yang di pos jaga./ Kau kenal dia?

Sialan, bajingan itu cepat juga.

Disana tidak ada?

Apa sudah kau periksa gang ini dengan benar?

Kau pikir aku tidak paham desa ini?

Kau lambat saat lompat pagar tadi.

Pagar atau tumpukan kotoran, siapa peduli?

Dia melewatinya.

Apa?

Di sana... Hei, kau!

Berhenti!

Ya ampun, jangan lagi.

Hei, di sana.

Baju hitam, baju hitam...

Semua orang berpakaian hitam kecuali kau.

Semua berhenti!

Jangan bergerak sedikit pun!

Yong-gu!/ Ya?

Kumpulkan mereka semua.

Hei, berhenti.

Ayo semua kumpul.

Angkat kepalamu.

Semuanya berbaris.

Tatap mataku.

Berikan padaku.

Ada apa itu?

Bajingan!

Ulurkan tanganmu!/ Apa yang kau lakukan?

Kau lari dari kami?

Tapi...

Apa onani adalah kejahatan?

Itu bukan kejahatan.

Kenapa kau lari?

Seseorang keluar dari hutan dan lari ke arahku...

...aku jadi panik.

Tentu, tapi kenapa kau melakukannya ditempat itu?

Ada anak-anak di rumah...

...lagipula di hutan udaranya segar.

Apa kau kembali untuk berfantasi tentang gadis-gadis itu?

Suamimu suka keluar malam, ya?

Apa ini?

Berikan padaku.

Darimana kau dapat ini?

Akhir-akhir ini...

...peristiwa nyata yang terjadi di sekelilingku lebih menggemparkan daripada di surat kabar.

Saat aku baca koran...

...aku mulai berfantasi.

Aku tanyakan pada diri sendiri, kenapa aku lakukan ini...

...tapi, kesempatan seperti itu takkan datang dua kali.

Menurut tetangga...

...setelah istrinya sakit dia jadi rajin beribadah.

Tak pernah lewatkan misa di gereja.

Dia orang yang jujur.

Semua orang mesum seperti itu.

Terlihat baik di luar.

Tapi mataku tak bisa ditipu.

Sekali melihat, aku pasti tahu.

Sayang.

Aku taruh kaos kaki disini. Gantilah setelah makan malam.

Jangan lupa, atau nanti akan bau.

Aku tahu, sudahlah. Masak saja untuk anak-anak.

Hati-hati dengan para pendemo.

Bebaskan Jo Byung-soon!!!

Apa lagi?

Aku dengar Byung-soon mengaku tadi malam.

Siapa yang bilang?

Ayolah, pak!

Kapan akan kau umumkan?

Kami belum tahu apa-apa. Bersabarlah sebentar.

Kau sudah tahan dia 4 hari tanpa surat perintah.

Orang-orang bilang dia ditahan secara tidak resmi.

Kali ini harus terlihat nyata, seperti dalam film.

Silahkan.

Kau melakukannya dengan baik.

Yong-ku?

Jadi, kau sembunyi di belakang toilet?

Lalu kau melihat Park Myung-ja...

...datang kearahmu bawa senter, kan?

Ya, ya, ya. Sepertinya begitu.

Bukan "sepertinya", brengsek!

Aku rasa aku mimpi seperti itu.

Aku menyelinap di belakangnya...

...dan aku pukul bagian belakang lehernya?

Dengan tanganku seperti ini.

Lalu?

Myung-ja berteriak, dan aku pikir dia pingsan?

Jadi aku baringkan dia di tanah, lalu membawanya...

Hei, tidak seperti itu, seharusnya...

Hutan pinus! Aku bawa dia ke sana.

Dari sawah ke hutan pinus.

Menurut keterangan 200 meter lebih, kan?

Itu jauh sekali!

Hujannya begitu lebat, lalu aku seret dia lewat lumpur.

Lalu?

Aku lempar dia ke hutan pinus.

Lalu aku cekik dia.

Dengan apa?/ Tali tas.

Benarkah?

Stockingnya!

Benar.

Bra. Sebuah Venus bra.

Aku ikat tenggorokannya seperti ini.

Tapi wanita itu...

...mengambil batu dan kepalaku dipukulnya.

Sebelah mana kau di pukul?

Di sini, tepat sebelah mataku.

Masih sakit, seandainya itupun hanya mimpi.

Byung-Soon, apa kau akan terus bilang itu adalah mimpi?

Cukup. Putar kepalamu.

Jadi memar ini disebabkan oleh batu itu?

Tidak, orang ini.../ Diam! Lihat sini.

Kau sudah melakukannya dengan baik. Sekarang, ayo kita selesaikan.

Jadi...

Saat dia pukul aku seperti ini, dengan batu.

Aku pasti pingsan?

Dan setelah terbaring di sana beberapa saat, aku terbangun, dan melihat sekeliling...

Dan?

Aku berada di bawah toilet! Tempat kotoran!

Dan belatung itu merayap di semua tempat!

Seharusnya bukan di toilet lagi. Setelah menyingkirkan belatung.

Aku ambil beberapa jerami, lalu naik ke atas.

Bahkan dalam mimpipun, hal itu akan sulit.

Tapi kemudian aku lihat..

...itu bukan sebuah rumah, itu adalah toilet sekolah.

Melintas di taman bermain...

...aku lihat gerombolan anak perempuan,

...begitu banyak, dan baunya...

Tunggu! Hei.

Dimana kau dengar cerita tentang toilet sekolah?

Semua orang tahu cerita itu.

Aku melihatnya dalam mimpi.

Di bawah serangan gas, jangan berjalan kearah yang...

...melawan arah angin.

- Mengerti? - Ya, pak.

Hei letakan!

Pura-puralah mati!

Terakhir kali, siapa yang cerita tentang toilet itu?

Karena itukah kau datang?

Ada apa?

Aku terluka saat meluncur tadi.

Ada kerikil di sana.

Dimana perawatnya?

Sini aku tempelkan.

Aku bisa lakukan sendiri.

Malu? Kau masih anak-anak.

Duduklah.

Berikan padaku.

Angkat bajumu.

Ingat apa yang kutanyakan tadi.

Pembunuh di toilet, keluar di malam hari...

Siapa yang memulai cerita itu pertama kali.

Bagaimana aku tahu?

Ini seperti bertanya siapa yang buat lelucon gajah.

Kenapa tidak kau periksa sendiri toilet tersebut?

Apa aku terlihat seperti punya waktu untuk itu..?

Masih saja...

Kau percaya cerita anak-anak itu, sampai kau berkeliaran di toilet?

Apa kau tidak punya pekerjaan lain?

Membuat orang kaget saja.

Penyelidikan...

Penyelidikanmu lebih mirip dengan perbuatan cabul?

Ah! Apa itu sebabnya mereka membuat isu?

Aku pernah melihatmya sendiri, sekali atau dua kali.

Wanita itu.

Siapa?

Tangisan seorang wanita.

Kapan itu?

Saat aku berada di toilet juga.

Saat kudengar seorang wanita menangis.

Aku keluar...

...dan ada seorang wanita yang bekerja di bukit itu.

Yang terus menangis.

Seorang wanita menangis?

Ya.

Dia terus menangis di bukit itu.

Itu sangat aneh.

Halo?

Permisi.

Apa anda yang tinggal di sini?

Siapa kau?

Aku ingin menanyakan sesuatu. Aku dengar kalau...

Tunggu!

Lihat ini.

Aku polisi./ Benarkah?

Jangan berdiri di situ, nanti ada orang yang melihat.

Tidak ada seorangpun disini

Tolong pergilah.

Aku mohon.

Percayalah, ini akan jadi rahasia kita.

Karena kita sama-sama wanita...

...ceritakan semuanya dengan lengkap.

Malam itu...

...turun hujan deras disertai petir.

Kapan itu?

Itu...

September lalu.

Aku baca semua berita...

...tentang wanita-wanita yang dibunuh.

Cara yang digunakan sama persis.

...dengan yang aku alami.

Kau melihat wajahnya?

Aku melihatnya dengan tidak sengaja,

Sebab sku terus menundukan wajah.

Celana dalamku menutupi kepala.

Dan aku pejamkan mataku rapat-rapat.

Jika aku melihatnya, dia akan membunuhku.

Aku tidak tahu kejadian selanjutnya, tapi satu hal yang aku ingat.

Tangannya sangat lembut.

Terasa dimulut...

...sangat halus.

Seperti tangan wanita.

Selesai sudah, ayo lekas tidur.

Saat kau tanda tangan, semua ini akan berakhir.

Semua yang kau katakan...

...terdengar bagus?

Ya, tentu saja.

Aku mau semua ini cepat berakhir?

Tolong turunkan aku. Aku mohon.

Lepaskan dia. Dia bukan pembunuhnya.

Apa?

Byung-soon, apa kau si pembunuh itu?

Ya, pak, ya...

Diam. Aku tahu bukan kau.

Kurasa aku...

Biarkan dia pergi!

Tulis apa saja yang dia bilang...

Hei!

Kau mau macam-macam denganku ya?

Apa kau tidak senang?

Sebab aku yang menangkap si pembunuh?

Apa maksudmu, kau menangkapnya?

Apa kau menggantungnya di langit-langit?

Ya, dia terus berbohong, dan...

Tahanlah dirimu. Wartawan-wartawan itu...

Pak!/ Bajingan bajingan itu!

Berhenti!

Dengar.

Apa itu?

Apa itu langsung?/ Itu siaran langsung?

Ya, ini siaran langsung.

Pertama, umumkan keadaan darurat.

Dan kirim kesini 2 unit petugas.

Karena informan kami mengatakan demikian!

Malam ini. Akan ada pembunuhan.

Halo, saya perlu bicara denga produser Im...

Apa? Dia berhenti?

Berikan alamatnya padaku sekarang.

Lagu itu sudah diputar, "Sad Letter."

Baca nama dan alamat si pemohon.

Kau harusnya punya kartu posnya.

Apa? Telepon iseng?

Aku adalah polisi, bajingan! Halo?

Aku akan pergi sendiri.

Apa bantuan akan datang?

Mereka bahkan tidak punya satu orang pun.

Semua dikerahkan untuk menekan demonstrasi di kota Suwon.

Nama: Ahn Mi-seon, usia 28.

Perkiraan waktu kematian, malam hari antara pukul 7:30 sampai 8:00.

Itu saat kalian berkelahi seperti orang gila. Benar?

Tunggu sebentar.

Ada sesuatu di dalam vagina.

Tampak seperti buah persik.

Sembilan buah.

Apakah kau sering melihat hal ini di Seoul?

Tidak pernah.

Kau benar.

Apa?

Dari awal orang-orang ini hanya buang-buang waktu.

Hei!

Sebuah panggilan dari stasiun radio.

Kurasa mereka temukan kartu posnya.

Aku punya kartu posnya. Ada alamatnya juga.

Akan aku bacakan?

Jinan 1-ri, distrik Terung.

# 32. Park Hyun-gyu.

Siapa kau?

Kami polisi. Dimana Park Hyun-gyu pergi?

Dia bekerja di pabrik saat ini.

Hei, Hyun-gyu.

Park Hyun-gyu!

Park Hyun-gyu!

Tunjukkan tanganmu.

Ini cukup halus.

Sudah berapa lama kau kerja di kantor pabrik itu?

September tahun lalu.

Tak lama sebelum pembunuhan pertama.

Jadi setelah wajib militermu, kau datang ke kota ini...

...dan melakukan semua pembuhan itu.

Benar?

Park Hyun-gyu.

Kau mengirim kartu pos ini ke stasiun radio?

Ya.

Sebelumnya kau juga pernah mengirimkan?

Ya.

Kau ingin diputarkan lagu tersebut saat turun hujan?

Ya.

"Sad Letter" Kau tahu setiap kali lagu ini diputar...

...seorang wanita terbunuh?

Tidak.

Lihatlah catatan ini baik-baik.

Baiklah.

Lagu itu dimainkan kemarin? "Sad Letter".

Ya.

Kau mendengarkan acara ini?/ Ya.

Lagumu di putar pukul 7:08, dan acara selesai pukul 8 malam.

Kau mendengarkan sampai selesai?/ Ya.

Sampai selesai?/ Ya.

Apa lagu terakhir yang diputar?/ Aku tidak tahu.

Itu baru kemarin!/ Aku tidak ingat.

Sebab kau pergi keluar!

Aku ada di rumah!

Dia di bunuh antara pukul 7:30 sampai pukul 08:00.

Kau tidak dengarkan sampai selesai, kau pergi keluar!

Jangan buat aku tertawa.

Bangsat kau. Apa kau mau bercanda?

Lepaskan dia sekarang!/ Hei!

Kembali ke sini!

Bahkan anak-anak di kota ini tahu. kau siksa orang yang tak bersalah.

Diam, kau!

Kembali ke sini!

Dan aku tidak akan jadi salah satu dari mereka.

Tidak akan pernah.

Baiklah. Park Hyun-gyu.

Kau bilang kau dengarkan di rumah sampai selesai?

Tapi kau tidak bisa mengingat lagu terakhirnya.

Padahal si penyiar memperkenalkan lagunya.

Dengan kata-kata yang sangat jelas.

Dia sebut namamu, dan banyak kartu pos yang telah kau kirim.

Jika kau mendengarnya, kau tidak mungkin lupa.

Katakan padaku! Jika kau benar-benar mendengarkan sampai selesai.

Aku tidak ingat.

Kau tidak ingat?

Haruskah aku jelaskan padamu?

Ini adalah rekaman acara kemarin.

Tadi malam, kau duduk dengarkan lagu ini.

Di luar hujan sangat deras, kau mendengarkan...

...dan segera kau mulai gatal kegirangan.

Ada sesuatu yang selalu kau lakukan saat kau mendengar lagu ini.

Kau dengar TV di nyalakan dikamar ibu kosmu.

Kau biarkan lampu menyala dikamarmu sementara kau merayap keluar.

Dan di kegelapan, kau berkeliaran kesana kemari.

Siapa yang akan sial hari ini?

Benar?

Kau bersembunyi di semak-semak, menunggu seorang wanita yang lewat.

Hujan yang membasahimu.

Membuat penantianmu semakin menyenangkan.

Membuat kau terangsang bukan?

Jadi kemarin kau masukan ini ke dalam tubuh wanita itu!

Kau ingat ada berapa potong?

Satu potong...

Dua...

...tiga potong.../ Diam!

Empat, lima...

...enam, tujuh, delapan...

Tutup mulutmu!

Yong-gu!

Aku bilang jangan pukul dia.

Bukankah aku?

Aku sudah memperingatkanmu.

Kau tahu kenapa wartawan berkeliaran disini.

Dasar bangsat bodoh.

Jangan berpikir untuk datang ke ruang interogasi lagi.

Aku jadi gila.

Tidak ada saksi mata.

Tidak ada satupun bukti.

Kita butuh sesuatu, sial.

Sial, kita tidak perlu saksi siapapun.

Cuma sebuah pengakuan.

Hanya perlu mengalahkan bajingan itu di setiap inchi hidupnya.

Kau telah berubah.

Cobalah, dan kau akan dipermalukan. Seperti halnya Kwang-ho.

Si idiot Kwang ho...

Aku ingin kau berkata jujur.

Saat kau menyeretnya ke atas bukit,

Dia bicara tentang kematian Hyang-sook begitu lancar dan detil.

Lalu?

Apa kau benar-benar tidak latihan dialog dengannya?

Sudah kubilang tidak!

Tapi bagaimana dia tahu cara korban dicekik...

Itu yang kumaksud!

Rekaman...dimana rekaman waktu itu ?

Nona Kwon? Gui-ok.

Kemudian, tubuh Hyang-sook bergetar sedikit.

Dia tampak benar-benar mati.

Dengarkan bagaimana dia berbicara di sini.

Menutupi kepala Hyang-sook.

- Dengan apa? - Celana dalamnya.

Kepalanya ditutup dengan celana dalamnya.

Dia berbicara seperti layaknya orang lain.

Jadi?

Dia menggambarkan apa yang dilihatnya.

Kwang-ho adalah saksi.

Kemana Kwang-ho pergi?

Kwang-ho...

Tidak, tidak. Kami datang tidak untuk minum.

Dagingnya, tolong.

Apa yang kau lakukan di sini?

Kendalikan dirimu?

Dia tidak ada dikamarnya. Aku akan periksa keluar.

Coba cari ke "Game Center."

Sudah berapa lama kau di sini?

Apa kau lihat Kwang-ho?

Sekarang 23 bulan sejak insiden yang pertama muncul.

Sebelum memeriksa Detektif Moon...

Mereka seharusnya memotong semua penis para detektif!

Mereka layak menerimanya.

Mereka adalah bajingan bodoh.

Diam.

Detektif Moon diduga melakukan penyiksaan...

...dan pelecehan seksual...

Kau tidur dengan dosenmu, iyakan. Dasar jalang!

Orangtuamu susah payah membiayai...

Hei, Yong-gu!

Kwang-ho!

Kwang-ho! Jangan lari!

Hei, Kwang-ho!

Kwang-ho!

Kwang-ho!

Aku minta maaf...

Kau ini kenapa?

Kami bukan ingin menangkapmu.

Turunlah.

Kau akan membunuhku?

Lupakanlah kejadian kemarin.

Perkelahian itu biasa terjadi.

Tidak apa-apa.

Ayo turun?

Jika aku turun, kalian akan membunuhku?

Aku tahu itu.

Kami tidak akan membunuhmu, tolong turunlah.

Baiklah, diamlah disana. Kami akan bertanya kepadamu.

Kau...

Kau ingat Hyang-sook?

Gadis yang tewas itu.

Hyang-sook yang cantik.

Benar, kau mengikutinya dari belakang, kan.

Dan malam itu...

...saat hujan, kau lihat dia dibunuh kan?

Itu? Aku sudah pernah mengatakannya.

Di hutan. Aku pernah bilang...

Kau lihat saat Hyang-sook dibunuh, kan? Di sini?

Ya, di sini.

Disawah sebelah rel kereta.

Malam itu...

...apa kau lihat wajah si pembunuh?

Ya./ Benarkah?

Petir, menyambar!

Aku lihat semuanya dari dalam sini.

Jadi kau lihat wajahnya?

Tiga kali.

Apa kau ingat bagaimana wajahnya?

Dia tampan.

Lebih dari aku.

Apa ini wajah yang kau lihat?

Lihatlah foto ini.

Kau tahu rasanya panas api itu?

Lihatlah foto!

Sangat panas!

Sadarlah!

Ini, lihat lebih dekat.

Panas panas panas!

Lihatlah foto ini!

Hei. Kwang-ho.

Saat aku masih kecil...

...dia melemparkan aku dalam api. Orang itu.

Kwang-ho!/ Kau bajingan!

Apa-apaan!

Maafkan dia.

Apa yang kau lakukan?

Kami adalah polisi!

Omong kosong! Kami FBI!

Hei, Kwang-ho!

Apa yang kau lakukan disana?

Hei!

Kereta api datang! Ayo sini!

Keluar dari rel, cepat!

Berbahaya di sana.

Keluar dari sana! Dasar idiot!

Pergi cepat. Pergi...

Tidak apa-apa kau disini? Mereka akan mencarimu.

Ya, ya.

Wartawan selalu seperti itu.

Pak, seperti yang aku katakan terakhir kali...

Halo?

Halo?

Bajingan!

Sialan semuanya...

Pak!/ Apa?

Dalam otopsi, mereka menemukan air mani.

Mereka temukan apa?

Coba lihat.

Air mani ditemukan di pakaian korban.

Mungkin dia onani pada mayat...

...dan air mani jatuh di pakaiannya.

Tunggu.

Jadi...

... jika DNA dalam air mani...

...sama dan cocok dengan milik Park-gyu Hyun.

Permainan akan berakhir, bukan?

Ya, itu bisa jadi bukti yang kuat.

Masalahnya adalah, kita tidak punya teknologinya di Korea

Untuk lakukan tes tersebut.

Harus dikirim ke Amerika.

Tidak ada cara lain.

Setelah tes selesai, hasilnya akan terlihat.

Jadi kita hanya perlu menunggu dokumen dari Amerika?

Benar.

Kau kirim orang untuk awasi Park-gyu Hyun?

Ya! Awasi dia 24 jam sehari.

Setelah hasilnya datang dari Amerika...

...segera kita seret bajingan itu.

Kakimu kenapa?

Kenapa?

Sudah periksa ke rumah sakit?

Untuk luka kecil ini?/ Coba lihat.

Ini tidak apa-apa. Aku sudah minum obat.

Apa itu?/ Oh, malam itu...

Ini terus membengkak.

Ayo, lekas kita pergi.

Masuklah

Jadi, harus di amputasi?

Haruskah aku menjelaskannya lagi?

Dia hanya kena paku, kenapa kakinya harus di potong?

Jika tidak dipotong, dia akan mati.

Tetanus adalah hal yang mematikan.

Untuk paku berkarat, kau harus periksa ke dokter secepatnya.

Dasar kalian orang-orang bodoh.

Untungnya lukanya di bawah lutut.

Bangsat tolol.

Ayo.

Apakah kau keluarganya?

Dia tidak punya siapapun disini.

Kau bisa wakili dia.

Persetujuan untuk operasi. Bacalah, kemudian tanda tangani.

Dasar idiot...

Halo, kantor pos?

Ini Suh Tae-yoon, Penyelidik kejahatan.

Apa dokumen dari Amerika sudah sampai?

Sudah kau periksa?

Aku terus menelepon karena ini sangatlah penting!

Harap hubungi aku secepatnya, begitu dokumen itu tiba.

Halo?

Sekarang?

Kenapa kau suruh aku keluar?

Kenapa? Sekali-kali saja, kan boleh?

Wajamu tampak pucat,

Apakah tidurmu nyenyak?

Detektif macam apa yang bisa tidur nyenyak?

Kau kenapa?

Kasus ini membuatku gila.

Kenapa kau panggil aku di saat aku sibuk?

Kau terlihat seperti mayat hidup.

Mungkin tidak ada gunanya aku bertanya.

Tapi bisakah kau mencari pekerjaan lain?

Maukah kau keluar dari pekerjaanmu?

Unit kejahatan!

Unit kejahatan!

Berapa banyak kunjungan dalam satu malam?

Begitu pentingkah uang bagimu?

Nenek Bo-Kyung kambuh lagi. Aku harus memeriksanya.

Kau seharusnya dapat medali.

Nanti aku usulkan ke Departemen Kesehatan.

Pak!

Sudah dua jam Park Hyun-gyu belum sampai ke rumahnya.

Padahal hanya ada enam terminal dari tempat itu ke rumahnya.

Pasti dia turun ke suatu tempat.

Sudahlah, kamu diam dan tenangkan dirimu?

Bagaimana aku bisa tenang kalau ada pembunuh berkeliaran di luar.

Dia punya naluri orang gila./ Kau yang tampak seperti orang gila!

Setelah hasil tes DNA tiba, kita seret dia. Itu pasti.

Aku membiarkan dia pergi...

Jangan terus-terusan menyalahkan dirimu sendiri!

Para warga sekalian...

...ini adalah latihan pertahanan sipil.

Semua rumah harap memadamkan listrik...

Apa kau akan melakukan penyelidikan khusus atas insiden ini?

Ada luka pisau cukur di payudaranya...

Apa-apaan ini?

Ada sesuatu di dalam vagina.

Ya ampun? Sepertinya sebuah pensil...

...dan sendok.

Astaga...

Coba lihat lebih dekat.

Tunggu, apa itu?

Sebuah plester.

Apa yang kau lakukan?

Mengapa kau sentuh mayatnya?

Apa?

Bangun, bajingan!

Dasar anjing!

Bangun, keparat.

Apa kau manusia?

Tidak akan ada yang peduli jika kau kubunuh.

Katakan padaku!

Katakan kau bunuh mereka!

Katakan padaku!

Kau bunuh semua wanita itu!

Ya.

Aku bunuh mereka.

Aku bunuh mereka semua.

Itu yang ingin kau dengar, kan?

Benarkan?

Kau merasa lega sekarang?

Inspektur Suh!

Dokumen dari Amerika!

Bacalah!

Kau brengsek.

Kau keparat!

Kau mengejek kami, bukan!

Bajingan!

Kau menertawakan kami!

Ada apa?

DNA dari tersangka Park Hyun Kyu tidak cocok dengan air mani yang ditemukan ditubuh korban.

Hal ini tidak bisa menjadi bukti bahwa tersangka adalah pembunuhnya.

Pasti ada kesalahan.

Dokumen ini berbohong. Aku tidak butuh.

Apa isinya, hah?

Kau benar-benar tidak melakukannya?

Tatap aku.

Lihat mataku!

Sialan, aku benar-benar tidak tahu.

Apa kau juga bisa tidur nyenyak setiap malam?

Pergi!

Enyahlah, keparat!

Bajingan.

Cukup sudah.

Diterjemahkan oleh: Hail Hail KLATEN 25 Juni 2011

Chi-hyuk.

Kau main game komputer setiap malam, kan?

Ya apa tidak?

Tatap mataku, nak.

Matamu merah semua.

Apak kau jago main game?

Ya!

Kau tidak belajar, mungkin karena kau hebat dalam main game.

Jika kau tidak belajar, pergilah latihan.

Duduk di depan komputer...

Aku benar-benar tidak!

Apa maksudmu kau tidak?

Kau pikir kau dapat menipu mataku?

Dia bilang tidak. Jadi percayalah padanya.

Tidak, dua hari yang lalu Manajer Oh menelepon ke perusahaanku.

Dia terus bilang kau tidak bisa lakukan ini pada orang lain, itu tidak adil.

Kau tidak percaya padanya.

Apa aku melakukan sesuatu yang keliru?

Aku di jalan sekarang, bersama produk kita.

Tentu, ayo kita makan malam dengan manajer Oh.

Kita sudah lama tidak melakukannya.

Chul-yong! Berhentilah sebentar!

Apa di sana ada sesuatu?

Ada apa di sana?

Tidak ..

Lalu apa yang kau cari?

Aku cuma melihat-lihat.

Itu sangat aneh.

Kenapa begitu?

Beberapa waktu lalu...

...seorang pria juga melihat ke dalam parit itu.

Aku tanyakan hal yang sama.

Kenapa dia melihat parit itu.

Apa yang dia katakan?

Dia bilang.

Seperti ini...

Dia ingat kalau dulu pernah melakukan sesuatu di sini.

Jadi dia kembali untuk mengenangnya.

Apa kau lihat wajahnya?

Seperti apa dia?

Ehmm...

Orangnya polos.

Seperti apa?

Hanya...

...seperti orang biasa.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.