All language subtitles for Bong Joon-ho - Gisaengchung. Parasite - Korean with German Subs (Black & White Edit)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[ SUBTITLE BY VIU - Jackandthewilee ] ( Resync/Edited By Coffee_Prison )

"PARASITE"

Ah..Celakalah kita.

Tidak ada lagi Wi-Fi gratis.

Hei, Ki-Jung!

Ya?

Bibi di lantai atas memasang kata sandi pada 'iptime'.

Kata sandi?

Apa kau sudah mencoba 123456789?

Tidak bisa.

Coba sebaliknya.

Aku sudah mencobanya juga!

Astaga,

kalau begitu, kita tidak bisa menggunakan WhatsApp?

Tidak bisa.

Hei, Kim Ki-Taek.

Jangan pura-pura tidur. Bagaimana menurutmu?

Telepon kita mati.

Sekarang Wi-Fi kita mati.

Apa rencanamu?

- Ki-Woo. - Ya, Ayah?

Untuk Wi-Fi-nya, pegang ponselnya tinggi-tinggi.

Tempelkan di setiap sudut dan seterusnya.

Dasar serangga busuk.

Sebelah sini! Aku mendapatkannya!

Sungguh? Kau mendapatkan sinyal?

Ya, kau lihat?

Yang ini, 'coffeeland 2G'.

Apa ada kafe yang baru buka?

Kenapa aku tidak bisa mendapatkan sinyalnya?

Naik ke sini.

Hei, Anak-anak.

- Apa Wi-Fi-nya bisa? - Ya.

Kalau begitu, periksa WhatsApp.

Pizza Generation bilang mereka akan menghubungiku.

Sebentar.

Ini dia. Pizza Generation.

(Pizza Generation)

Astaga! Lihat ini.

Jika kita bisa secepat dia,

kita bisa menyelesaikannya hari ini.

Dengan begitu, kita bisa mendapatkan upah.

Apa kita harus berdiri juga?

Dia adalah seorang profesional.

Apa? Ada pengasapan?

Mereka masih melakukan hal semacam itu?

Sepertinya begitu.

Tutup jendelanya.

Biarkan terbuka. Kita akan dapat pengasapan gratis.

Itu akan membunuh serangganya juga.

Benar, akhir-akhir ini banyak sekali serangga...

Astaga, baunya!

Sudah kubilang tutup jendelanya!

Haruskah aku menutupnya, Ayah?

Apa masalahnya?

Contohnya, yang ini.

Kau menyebut ini garis lurus?

Lalu, kenapa ada lipatan di sini?

Kenapa ini mencuat?

Kau bahkan tidak melipatnya.

Seperempat dari totalnya terlihat seperti ini.

Jadi, 1 dari 4 adalah barang cacat.

Jadi, kau memotong 10% dari upah kami?

Dilihat dari jumlah barang cacatnya,

potongannya rendah, bukan?

Upah kami sudah sangat rendah!

Teganya kau melakukan ini!

Dengar.

Ini bukan masalah kecil.

Kau tahu satu kotak cacat

bisa memengaruhi citra merek kami?

Merek?

Kau bahkan tidak mampu mempekerjakan pelipat kotak piza!

Kau bilang apa?

Bos.

Ini semua karena pria itu, 'kan?

Siapa?

Pekerja paruh waktumu. Dia absen tanpa pemberitahuan, 'kan?

Tepat ketika Gereja Kasih Tuhan memesan

dalam jumlah besar?

Bagaimana kau tahu semua itu?

Siapa yang memberitahumu?

Adikku kenal pria itu.

Dia memang agak aneh.

Reputasinya buruk.

Omong-omong, Bos.

Kami akan menerima potongan 10%.

Sebagai gantinya...

Sebagai gantinya?

Kau punya rencana mempekerjakan pekerja paruh waktu baru?

Kak, kita butuh seseorang!

Pecat saja pekerja yang kau punya sekarang.

Besok aku akan datang untuk wawancara. Jam berapa?

Tunggu sebentar.

Biar kupertimbangkan dahulu.

Kalau begitu, untuk sekarang, bayar saja kotak-kotak itu.

Jadi, kita semua berkumpul di sini hari ini,

untuk merayakan tersambungnya lagi telepon kita,

dan Wi-Fi yang luar biasa ini!

Lihat pria itu. Ini bahkan belum malam.

Kenapa kau tidak memasang

tanda 'Dilarang Kencing'?

- Aku sudah menyuruhmu! - Tidak perlu.

Tanda seperti itu mendorong mereka lebih sering kencing di sana.

Setidaknya teriaki dia!

Jangan berteriak.

'Tolong jangan kencing di sana!'

Hei, bukankah itu Min?

Hei, Pak, itu bukan toilet.

Bagus sekali, Min.

Hei, Berandal!

Kau lihat apa?

Kemari kau!

Sadarlah!

Dia adalah teman yang hebat.

Mahasiswa memang pemberani.

Tidak seperti kakakku.

Namun, apa dia datang kemari?

- Apa kau mengundangnya? - Tidak.

Halo!

Hai, Min-Hyuk!

Min-Hyuk!

Apa kabar, Pak?

- Baik. - Apa yang kau lakukan di sini?

Aku sudah mengirimimu SMS. Apa kau tidak membacanya?

Maaf, apa kalian sedang makan?

Tidak, kami tidak sedang makan.

- Bagaimana kabarmu, Ki-Jung? - Baik, kau?

Kita bisa bertemu di luar,

kenapa kau datang ke sini?

Karena ini.

Ini untukmu, tapi ini sangat berat.

Benarkah? Taruh di sini.

Astaga, apa itu?

Saat aku bilang akan menemui Ki-Woo,

kakekku bersikeras menyuruhku membawakan ini kepadamu.

Apa ini jenis lanskap?

Atau kau bisa melihatnya sebagai jenis abstrak.

Astaga, kau tahu tentang ini!

Kakekku mengoleksi batu-batu seperti ini

sejak masa kadetnya.

Sekarang di ruang dokumen, ruang kerja, setiap kamar di rumah

dipenuhi benda-benda seperti ini.

Namun, konon batu ini bisa membawa kekayaan bagi keluarga...

Min-Hyuk!

Ini sangat metaforis.

Benar. Ini adalah hadiah yang sangat tepat.

Tentu.

Tolong sampaikan terima kasih kami kepada kakekmu.

Makanan akan lebih bagus.

[ Supermarket Woori ]

Apa namanya ini? Batu lanskap?

Kau mengoleksi batu-batu itu juga?

Hei, berkat batu itu

aku bertemu orang tuamu.

Mereka terlihat sehat.

Mereka sehat,

hanya saja tak punya pekerjaan.

Apa Ki-Jung tidak ikut les?

Dia tidak sanggup membayar uang les.

Manis, 'kan?

Kau mengajarnya?

Park Da-Hye. SMA kelas 2.

Ambil alih pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris-nya.

Apa maksudmu?

Mengajar anak orang kaya. Bayarannya besar.

Dia gadis yang baik.

Jaga dia selagi aku berkuliah di luar negeri.

Bagaimana dengan teman-teman kuliahmu?

Kenapa kau meminta tolong kepada pecundang seperti aku?

Menurutmu?

Memikirkannya saja membuatku muak.

Sekelompok mahasiswa menjijikkan memperebutkan Da-Hye?

Itu menjijikkan.

Kau menyukainya?

Hei, aku serius.

Saat dia masuk universitas,

aku akan secara resmi mengajaknya kencan.

Jadi, jaga dia sampai saat itu tiba.

Jika kau yang mengurusnya, aku bisa pergi dengan tenang.

Terima kasih atas kepercayaanmu,

tapi apa aku harus berpura-pura menjadi mahasiswa?

Ki-Woo, pikirkanlah.

Selama bertahun-tahun termasuk wajib militermu,

kau mengikuti ujian masuk universitas 4 kali.

Tata bahasa, kosakata, komposisi, percakapan...

Untuk urusan bahasa Inggris,

kau bisa mengajar 10 kali lipat lebih baik,

dibandingkan mahasiswa yang gemar mabuk-mabukan itu.

- Kurasa begitu. - Tentu saja!

Namun, apa mereka akan mempekerjakanku?

Aku bukan mahasiswa.

Palsukan saja.

Jangan cemas, kau mendapatkan rekomendasiku, ditambah...

Bagaimana aku menggambarkan ibunya...

Dia agak simpel.

Muda dan simpel.

Simpel?

Apa maksudmu?

Pokoknya, semuanya bagus.

Aku senang di sana.

Jadi, kau setuju?

Kurasa begitu.

Hei, kau bilang adikmu berjiwa seni?

Dia mahir menggunakan Photoshop?

(Bukti Sebagai Mahasiswa Aktif Universitas Yonsei)

Astaga, dengan keterampilan seperti ini,

kenapa kau tidak masuk sekolah seni saja?

Diam.

Hei, di sini dilarang merokok.

Ya. Berikan itu kepadaku.

Ya.

Sebagai pelengkap...

Apa Oxford punya jurusan pemalsuan dokumen?

Ki-Jung akan menjadi juara kelas.

Dia luar biasa, ya?

Putra kita akan melakukan wawancara kerja.

Doakan dia.

Putraku.

Aku bangga kepadamu.

Ayah.

Aku tidak menganggap ini

sebagai pemalsuan dokumen atau kejahatan.

Aku akan masuk ke universitas ini tahun depan.

Jadi, kau sudah punya rencana!

Aku hanya mencetak dokumennya...

sedikit lebih awal.

Siapa ini?

Nyonya? Selamat sore.

Aku datang atas rekomendasi Min-Hyuk...

Begitu rupanya. Silakan masuk.

Terima kasih.

Halo!

Halo, Nyonya.

Aku hanya pekerja di sini. Lewat sini.

Halamannya indah sekali.

Bagian dalamnya juga indah.

Kau tahu arsitek Namgoong?

Dia terkenal.

Dia pernah tinggal di rumah ini.

Dia sendiri yang mendesainnya.

Seperti yang kau lihat,

sekarang menjadi taman bermain.

Lewat sini.

Duduklah di sini. Aku akan memanggil Nyonya.

Ya.

Nyonya.

Nyonya?

Nyonya?

Nyonya?

Dia sudah datang. Si calon guru les.

Aku tidak peduli dengan dokumen.

Min-Hyuk merekomendasikanmu.

Seperti yang kau tahu, Min-Hyuk sangat cerdas.

Da-Hye dan aku cukup senang dengannya.

Terlepas dari nilai Da-Hye.

Kau tahu maksudku?

Ya.

Dia luar biasa.

Jadi, jujur saja, kami ingin dia tetap mengajar

sampai Da-Hye lulus SMA.

Namun, tiba-tiba dia berkuliah di luar negeri.

Maaf, tapi jika aku boleh berbicara jujur,

jika kau tidak selevel dengan Min-Hyuk, maka..

aku sendiri tidak yakin apa intinya.

Jadi, maksudku adalah,

untuk pelajaran pertamamu hari ini,

apa kau keberatan jika aku ikut?

Aku ingin melihat caramu mengajar secara langsung.

Apa kau tidak keberatan?

Kau yakin tentang soal nomor 24?

Da-Hye, kau menjawab soal setelahnya,

lalu kembali ke soal nomor 24.

Benar, 'kan?

Ya.

Jika itu adalah soal pertama dalam ujian sebenarnya,

kau akan celaka.

Lihat ini. Denyut nadimu berdetak cepat.

Jantung tidak bisa berbohong.

Ujian itu seperti membabat hutan.

Jika kau kehilangan momentum, tamatlah riwayatmu.

Jawaban soal nomor 24? Aku tidak peduli.

Babat ujiannya, tundukkan!

Itu saja yang aku pedulikan.

Yang kau butuhkan adalah semangat.

Semangat.

Paham?

Jadi, aku akan membayarmu setiap bulan.

3 pertemuan dalam seminggu, 2 jam tiap pertemuan, paham?

Mengenai jumlahnya,

aku akan membayar jumlah yang sama dengan Min-Hyuk,

lalu aku tambahkan sedikit untuk inflasi.

Terima kasih.

Bagaimana jika melakukan perkenalan yang layak?

Guru les Da-Hye,

namanya Kevin.

Pak Kevin!

Jika kau ingin mengudap selagi mengajar, panggil saja aku.

Jika kau butuh sesuatu, minta saja kepadanya.

Dia lebih tahu rumah ini daripada aku...

Da-Song, hentikan!

Maaf, apa dia mengagetkanmu?

Imut sekali. Namanya Da-Song?

Ya, dia anak bungsu.

Da-Song, ucapkan salam!

Ini adalah Pak Kevin!

Ini adalah panah Suku Indian.

Aku memesannya dari A.S.

Sejak tahun kemarin

dia menjadi fanatik Suku Indian.

Suku Indian?

Dia punya kepribadian fanboy?

Dia eksentrik dan perhatiannya mudah teralihkan,

dia hampir tidak bisa diam!

Jadi, tahun lalu aku mendaftarkannya di Pramuka Siaga,

berharap dia akan belajar bersikap dan fokus.

Namun, lihatlah.

Perilakunya bahkan lebih parah.

Pemimpin Pramuka Siaga-nya adalah fanatik Suku Indian,

mungkin itu sebabnya.

Suku Indian Amerika...

adalah semangat dari Pramuka Siaga.

Itu hal yang baik.

Kau pernah ikut Pramuka Siaga,Kevin?

Tentu saja, aku secara alami seorang Pramuka.

Da-Song secara alami adalah seorang seniman.

Lihatlah lukisan ini.

Ini sangat metaforis. Kuat sekali.

Kuat, 'kan?

Jiwa senimu tinggi juga.

Ini simpanse, 'kan?

Potret diri.

Tentu saja!

Perspektif seniman muda...

sulit dipahami.

Mungkin ini kegeniusan ekspresif Da-Song...

Pokoknya, kami mempekerjakan banyak guru seni.

Tak satu pun dari mereka yang bertahan bahkan sebulan.

Da-Song sangat sulit dikendalikan.

- Sebentar, Nyonya. - Ya?

Ada orang yang terlintas dalam benakku.

Siapa namanya?

Jessica! Benar, Jessica...

Dia satu sekolah seni dengan sepupuku.

Siapa nama Korea-nya?

Pokoknya,

setelah mempelajari seni terapan di Illinois State University,

dia kembali ke Korea.

Illinois... Ceritakan lebih banyak kepadaku.

Cara mengajarnya tidak biasa,

tapi dia tahu cara menangani anak-anak.

Dia punya reputasi khusus dalam bidangnya.

Namun, meskipun metodenya unik,

dia bisa membantu anak-anak masuk...

ke sekolah seni yang bagus.

Sekarang aku sungguh penasaran. Seperti apa dia?

Apa kau ingin bertemu dengannya?

Meskipun kudengar banyak orang ingin mempekerjakannya...

Sebentar.

Jessica, anak tunggal,

Illinois Chicago,

teman sekelas Kim Jin-Mo, dia adalah sepupumu.

Lihatlah bagaimana dia melukis lauk pauk di taplak meja

dalam pengaturan mosaik ini.

Namun, di dalamnya juga terdapat pola berulang.

Gochujang berwarna merah, nasinya...

Pokoknya,

dia memiliki selera seperti Basquiat,

bahkan di usia 9 tahun!

Menarik sekali.

Aku yakin Nona Jessica pasti sudah merasakannya,

maka aku akan membiarkan kalian, dan naik untuk mengajar Da-Hye.

Selamat mengajar, Jessica.

Ya, terima kasih atas perkenalannya.

Jadi, seperti yang kau lihat,

Kegeniusan eksentrik Da-Song...

Da-Hye.

Jadi, kita akan mulai dengan soal nomor 38?

Pak Kevin.

Ya?

Tahukah kau bahwa Da-Song hanya berpura-pura?

Apa maksudmu?

Itu semua hanya akting.

Bertingkah seperti orang genius,

semua karya 4 dimensi itu palsu.

Ber-cosplay sebagai seniman.

Da-Song?

Kau tahu hal itu,

ketika dia terpaku dan menatap langit,

seolah-olah mendapatkan inspirasi.

Jadi, dia berjalan-jalan,

lalu dia menatap langit selama 10 menit.

Jadi, kau paham maksudku?

Dia membuatku merinding.

Dia berpura-pura tidak bisa hidup normal.

Itu membuatku ingin muntah.

Jadi, Da-Song berpura-pura...

Namun, apa hubungannya dengan studimu?

Ya, aku hanya sekadar bercerita.

Tentu, dalam hal ini

apa yang kau katakan tentang Da-Song sangat menarik,

maka mari kita tuliskan dalam bahasa Inggris.

Serta pastikan untuk menggunakan

kata 'pura-pura' setidaknya 2 kali.

Kalau begitu, boleh aku bertanya?

Tentu.

Bu Guru Jessica.

Apa dia benar-benar teman sekelas sepupumu?

Apa maksudmu?

Dia adalah pacarmu, 'kan?

Tidak... Aku baru saja bertemu dengannya hari ini.

Jessica benar-benar cantik, 'kan?

Apa kau tidak tertarik?

Kau sudah melihatnya?

Tentu, dia cantik. Dia adalah wanita yang cantik.

Ya.

Sudah kuduga.

Jadi, kau tertarik.

Da-Hye...

Jadi,

jika kita bisa membandingkan Jessica dengan mawar,

maka kau adalah...

- Mari belajar. - Ya.

Tolong pahami bahwa putraku

- Sulit untuk diam. - Aku mengerti.

Da-Song!

Da-Song, bangun! Ayo, Da-Song!

Di bokongmu...

Nyonya, tolong tinggalkan kami.

Apa?

Aku tidak pernah mengajar dengan orang tua di kamar.

Namun, hari ini adalah hari pertama kita,

- Seperti yang kau lihat, dia... - Tunggu di bawah.

Park Da-Song?

Da-Song!

Nyonya?

Ingin ekstrak buah prem?

Apa?

Dicampur dengan madu. Untuk meredakan keteganganmu.

Ya, boleh.

- Hei. - Ya?

Aku punya ide.

Bawa 2 gelas ekstrak prem ke kamar Da-Song.

Kau bukan orang tua, maka kau bisa masuk!

Itu benar!

Lalu, aku akan melaporkan kembali

apa yang terjadi di dalam...

Kenapa tidak terpikir olehku sebelumnya?

Apa?

Mereka keluar?

Ya.

Jadi, kau sudah selesai?

Nyonya.

Mari duduk di sebelahku.

Da-Song, naiklah ke atas.

Cepat!

Da-Song baru saja melukis ini.

Begitu rupanya...

Aku ingin berbicara dengan Nyonya berdua saja.

Namun, dia...

Tidak, tinggalkan kami.

Nyonya, aku sudah bilang

bahwa aku mempelajari psikologi dan terapi seni?

Ya.

Apa pernah terjadi sesuatu kepada Da-Song..

saat dia kelas 1?

Sejujurnya,

sebelum aku memutuskan untuk mengajar Da-Song,

aku perlu mendengar tentang ini.

Namun, sulit bagiku untuk membicarakannya sekarang.

Apa yang harus kulakukan?

Tidak masalah.

Area ini dalam lukisan disebut 'zona skizofrenia'.

Gejala psikotik sering menampakkan diri di sini.

Frenia...

Lihat di sebelah sini.

Da-Song menggambar bentuk yang tidak biasa ini, 'kan?

Benar.

Sebelah sana, bentuknya sama! Benar, 'kan?

Ya, itu benar.

Bentuk serupa di area yang sama.

Kau melihatnya sekarang?

Ya.

Aku menatap lukisan itu setiap kali aku makan!

Namun, aku tidak mengetahuinya.

Tenanglah. Mari kita menenangkan diri.

Ini semua adalah kotak hitam dalam pikiran Da-Song.

Apa kau ingin membuka kotak itu bersamaku, Nyonya?

Aku ingin membukanya.

Kalau begitu, kita membutuhkan 4 sesi berdurasi 2 jam

setiap minggu,

dan ini bukan les sederhana.

Ini terapi seni, 'kan?

Tentu saja.

Karena itu, tarifku sangat tinggi.

Apa kau tidak keberatan?

Dengan senang hati.

Ayah Da-Song sudah pulang.

Sayang, guru seni baru Da-Song ada di sini.

Namanya Jessica, dari Illinois.

Jessica! Ini Park Dong-Ik.

- Halo. - Hai.

Terima kasih atas bantuannya.

Lesnya sudah selesai?

Ya, baru saja selesai.

- Sopir Yoon. - Ya?

- Apa kau senggang? - Ya, benar.

Kalau begitu, antar dia, ya?

Tentu,

kita tidak ingin dia pulang sendirian di malam hari.

- Benar, 'kan? - Tentu saja.

Nona Jessica?

Haruskah aku mengantarmu sampai ke rumah?

- Di daerah mana? - Tidak, tak perlu.

Kau bisa menurunkanku di Stasiun Hyehwa.

Terima kasih.

Aku tidak keberatan jika lokasinya jauh.

Lagi pula, shif kerjaku sudah selesai.

Aku akan turun di Stasiun Hyehwa.

Sepertinya akan turun hujan.

Naik mobil Benz saja, jangan kereta bawah tanah!

Aku akan menemui pacarku di pintu keluar 3 Stasiun Hyehwa!

Ya.

Ayah, saat kau bekerja sebagai sopir,

apa kau sering mengemudikan mobil Benz?

Benz?

Saat itu tidak, tapi pernah saat bekerja sebagai valet.

- Kau pernah menjadi valet? - Tentu,

setelah kedai ayam bangkrut,

sebelum toko kue Taiwan buka,

dalam rentang 6 bulan itu?

Tidak, itu setelah toko kuenya bangkrut.

Kita langsung ke tahap selanjutnya?

Aku sudah memasang jebakan di mobil Benz itu.

Kalau begitu, kita lakukan saja.

Astaga, ini sangat metaforis.

Lihat, Ayah, kita makan di kantin sopir sekarang!

Benar, kantin sopir!

Makanlah sepuas kalian, Anak-anak.

Bukan kau yang membayar, tapi mereka!

Nak, tambah lagi. Makan yang banyak!

Ya, Ayah.

Makanlah sepuasnya!

Apa yang kau lakukan kepada wanita itu kemarin?

- Apa? - Dia ketakutan.

Katanya dia sangat tersentuh.

Kau membuatnya kaget.

Aku tidak tahu!

Aku mencari 'terapi seni' di Google,

dan selanjutnya berimprovisasi.

Lalu, tiba-tiba dia menangis.

Dasar gila, aku tidak bisa memercayainya.

Kau sudah pulang?

Apa kau sudah makan?

Ada masalah?

Apa asisten rumah tangga kita sedang keluar?

Dia mengajak anjing-anjing kita jalan-jalan.

Sayang.

Aku menemukan ini di bawah jok mobilku.

Sopir Yoon benar-benar gila.

Apa ini?

Maafkan aku, Sayang.

Aku tidak tahu dia pria semacam ini.

Bukankah kau memberinya gaji besar?

Apa dia sedang berhemat dengan tidak membayar sewa motel?

Dia pasti pria mesum.

Dia suka melakukannya di dalam mobil.

Itu menjijikkan. Di dalam mobil bosnya!

Kehidupan seks seorang pria muda adalah urusannya sendiri.

Itu bukan masalah.

Namun, mengapa di mobilku?

Jika demikian, kenapa tidak di joknya saja?

Kenapa dia melampaui batas seperti itu?

Kau benar.

Apa meneteskan sperma di jokku

membuatnya terangsang?

Aku tidak percaya ini.

Namun, apa kau tahu hal paling aneh dari semuanya?

Apa?

Biasanya, jika kau berhubungan seks di mobil,

yang tertinggal mungkin rambut, atau anting-anting.

Benar.

Namun, bagaimana bisa celana dalam sendiri tertinggal?

Benar. Itu hal yang tak bisa diabaikan.

Jadi, itu membuatku sangat mencurigai

kondisi si wanita.

Kau paham maksudku?

Astaga... sabu-sabu atau kokain?

Diam! Ada anak-anak...

Apa yang harus kita lakukan?

Bagaimana jika ada orang yang menemukan...

bubuk putih di mobilmu?

Tenanglah, santai saja.

Tenanglah.

Saat ini, itu hanya dugaan. Tebakan rasional.

Namun, tidak perlu menelepon polisi.

Itu tidak perlu!

Namun, pria sibuk seperti aku sulit untuk bertanya,

'Kenapa kau berhubungan seks di mobilku?'

Benar sekali.

Jadi, sebagai gantinya...

Bisakah kau membuat alasan untuk memecatnya?

Baiklah, tentu.

Tidak perlu menyebut celana dalam atau seks di mobil.

Kita tidak perlu merendahkan diri sejauh itu, 'kan?

Tentu saja tidak!

Namun, bagaimana jika dia menuduh kita di internet...

Beri saja dia pesangon besar.

Bagaimana Da-Song hari ini?

Dia baik-baik saja.

- Jadi, kelasnya sudah selesai? - Ya.

Jessica, terakhir kali kau datang,

sopir kami mengantarmu, 'kan?

Benar.

Ini mungkin pertanyaan aneh,

tapi tidak terjadi apa-apa, 'kan?

Tidak, dia sangat baik.

Aku menyuruhnya pergi ke Stasiun Hyehwa,

tapi dia bersikeras mengantarku pulang.

Astaga! Dia mengantarmu pulang larut malam?

Dia menjadi tahu tempat tinggalmu?

Tidak, aku turun di Stasiun Hyehwa.

Gadis baik. Bagus sekali.

Bagus sekali, Jessica...

Apa sesuatu terjadi kepadanya?

Dia tidak akan bekerja untuk kami lagi.

Ada insiden yang agak memalukan.

Insiden apa?

Kau tidak perlu tahu.

Namun, aku kaget. Dia begitu sopan dan keren.

Jessica, kau masih sangat muda dan polos!

Kau harus banyak belajar tentang orang-orang.

Namun, kami senang memiliki

sopir muda yang keren.

Namun, bukankah sopir yang sudah berumur lebih baik?

Itu benar.

Mereka lebih mahir berkendara,

serta memiliki perilaku yang lebih baik.

Pamanku pernah punya sopir yang seperti itu.

Namanya Pak Kim. Dia sangat ramah dan baik.

Aku biasa memanggilnya Paman ketika aku masih kecil.

Kau kenal pria seperti itu?

Ya, dia sangat sopan.

Namun, kerabatku pindah ke Chicago.

Aku penasaran apa Pak Kim sedang menganggur saat ini?

Aku sangat tertarik! Bisa aku bertemu dengannya?

Sungguh?

Aku tidak memercayai siapa pun saat ini.

Aku hanya mempercayai orang yang direkomendasikan kenalanku.

Namun, jika kau sudah lama mengenalnya,

aku merasa jauh lebih tenang.

Kami sampai.

Apa kau sungguh ingin bertemu dengannya?

Aku sangat serius.

Rantai rekomendasi ini adalah yang terbaik.

Bagaimana aku menggambarkannya?

Sabuk kepercayaan?

- Yang ini berbeda. - Ini.

Benar. Lalu, yang ini.

Tampaknya seperti layar sentuh.

Ini bukan layar sentuh, katanya kau harus memutarnya.

Astaga, benda ini?

Pak?

Sudah cukup lihat-lihatnya, 'kan?

Ini mobil yang bagus.

Ini dia! Kemarilah.

Dia sedang rapat.

Silakan duduk dan tunggu di sini.

Halo, senang bertemu...

Namun, apa itu kompatibel dengan ponsel?

Tidak dengan ponsel.

Kau membutuhkan lebih banyak daya komputasi.

Ini bukan semacam tes, maka tak perlu gugup.

Aku lelah di kantor, maka aku keluar sebentar.

Aku mengerti.

Ocehan tanpa henti, itu sangat mengganggu.

Setidaknya, di dalam mobil ini tenang.

Terima kasih.

Kau sepertinya sangat hafal jalanannya?

Jalanan mana pun di bawah paralel 38.

Setelah 30 tahun di belakang kemudi,

mobilnya serasa berjalan sendiri.

Aku menghormati orang yang bekerja di satu bidang untuk waktu lama.

Sejujurnya, ini profesi sederhana.

Namun... kepala rumah tangga,

pemimpin sebuah perusahaan?

Atau hanya seorang pria kesepian yang berangkat setiap pagi...

Itu adalah semacam pertemanan,

maka seperti itulah caraku menjalani hari.

Waktu berlalu begitu cepat.

Keahlian menikungmu sangat baik.

Ya, ini mungkin tampak sederhana,

tapi ini adalah salah satu hal mendasarnya.

Dia mungkin terlihat seperti domba,

tapi sebenarnya, dia adalah rubah.

Terkadang dia berlagak seperti pemilik rumah.

Benar.

Dari semua orang di rumah itu,

dia yang paling lama tinggal di sana.

Dia adalah asisten rumah tangga untuk arsitek Namgoong,

tapi kemudian dia bekerja untuk keluarga ini.

Saat arsitek itu pindah,

dia memperkenalkan wanita ini kepada keluarga Park,

berkata kepada mereka, 'Dia adalah asisten rumah tangga yang hebat,

kau harus mempekerjakannya.'

Jadi, dia bertahan dari perubahan kepemilikan.

Dia tidak akan begitu saja melepaskan pekerjaan bagus.

Untuk menyingkirkan wanita seperti itu,

kita perlu mempersiapkan diri dengan baik.

Benar, kita perlu rencana.

Aku ingin makan buah persik. Aku paling suka buah persik.

Kenapa tidak minta saja?

Tak ada buah persik di rumah kami. Itu buah terlarang.

Jadi, menurut apa yang Da-Hye ceritakan kepadaku,

dia mengidap alergi akut terhadap buah persik.

Kau tahu bulu halus pada kulit buah persik?

Jika terkena bulu itu, ruam akan muncul di sekujur tubuhnya,

dia akan kesulitan bernapas, asma,

benar-benar tumbang!

Tidak, tak ada buah persik di mana pun.

Itu yang kukatakan!

Biasanya ketika aku mengidap gejala seperti ini,

aku berlari ke kamarku dan minum obat,

tapi tiba-tiba,

aku tidak tahu di mana aku menaruhnya.

Nyonya.

Wanita di belakangku ini, apa dia...

Dia asisten rumah tangga kami!

Jadi, itu benar. Menyedihkan sekali.

Aku tidak yakin apa itu benar-benar dia.

Aku hanya melihatnya beberapa kali di ruang tamu.

Ini di rumah sakit?

Beberapa hari lalu, aku ke sana untuk tes medis tahunan.

Aku berswafoto untuk istriku,

dan dia ada di belakangku.

Apa dia sedang menelepon?

Sebenarnya, aku tidak berniat menguping...

Aku tidak berniat menguping,

tapi kata-katanya terdengar jelas!

- Jadi, mau tidak mau... - Berhenti!

Ayah, emosimu sudah setinggi ini.

Turunkan emosimu ke sini.

...jadi, mau tidak mau aku mendengarkannya.

Tetap fokus!

Maksudku, begini...

Suara asisten rumah tanggamu cukup lantang, kau tahu, 'kan?

Aku paham, tidak apa-apa. Ceritakan saja, ya?

Katanya dia didiagnosis mengidap TBC akut,

lalu dia berteriak di telepon,

begitu kesal hingga dia hampir tidak bisa mengendalikan diri!

TBC? Yang benar saja...

Itu benar, dia menelepon seseorang dan bilang dia mengidap TBC akut.

Apa orang-orang masih bisa tertular TBC?

Apa orang-orang masih bisa tertular TBC?

Ayah...

Dahulu, orang-orang terbiasa membeli Stempel Natal, 'kan?

Rasanya seperti zaman dahulu.

Namun, aku melihatnya di internet.

Korea memiliki tingkat pengidap TBC tertinggi

dari semua negara OECD.

Namun, dia masih bekerja seolah-olah tidak ada yang salah.

Dengan adanya anak kecil seperti Da-Song di rumah.

Jadi, kau punya anak kecil seperti Da-Song di rumah,

dan seorang pengidap TBC yang mencuci piring, memasak,

- menyemprotkan ludah... - Hentikan, kumohon!

(Ayah: Tiba dalam 3 menit)

Jika kau punya kesempatan, ini akan menjadi pelengkapnya.

(Nyonya)

(Ruang sauna lantai 2)

(Jangan sampai dia melihatmu)

- Silakan duduk. - Ya.

Pak Kim.

Tolong jangan beri tahu semua ini kepada suamiku.

- Paham? - Aku paham.

Jika dia mendengar...

aku membawa pengidap TBC ke rumah kami,

aku akan digantung dan dimutilasi!

Jangan khawatir, Nyonya.

Jika boleh, aku ingin mengatakan satu hal.

Aku tidak membenci wanita itu atau semacamnya.

Aku hanya merasa perlu berbicara

demi kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan.

Namun, ini bisa dianggap

sebagai pengaduan atau...

Jangan khawatir.

Aku tidak akan menyinggung tentang TBC-nya.

Aku hanya akan membuat alasan untuk memecatnya.

Sederhana dan tanpa keributan.

Ini sudah terbukti. Metode yang terbaik.

Baiklah, kalau begitu.

Apa kau sudah... mencuci tanganmu?

Pak Kim,

kau tahu kedai iga rebus yang enak?

Yang lokasinya dekat.

Tentu.

- Kau akan makan di luar? - Benar.

Kenapa aku sangat ingin makan iga rebus hari ini?

Asisten rumah tangga lama kami pandai membuat iga rebus.

Yang berhenti kerja minggu ini?

Istriku bahkan tak mau memberitahuku alasannya berhenti.

Tentu saja, mudah untuk mempekerjakan orang baru.

Namun, sangat sekali. Dia asisten rumah tangga yang andal.

Begitu rupanya.

Dia mengurus rumah dengan sangat baik,

dan dia tidak pernah melampaui batas.

Aku tidak tahan dengan orang yang melampaui batas.

Mungkin kekurangannya hanya satu.

Dia makan terlalu banyak.

Dia selalu makan dua porsi.

Namun, mengingat semua pekerjaan yang dia lakukan...

Sebaiknya kau mencari orang baru. Asisten rumah tangga baru.

Kami dalam masalah sekarang.

Dalam seminggu,

rumah kami akan sangat berantakan.

Pakaianku akan mulai bau.

Istriku tidak pandai melakukan pekerjaan rumah tangga.

Dia payah dalam bersih-bersih, dan masakannya tidak enak.

Namun, tetap saja, kau mencintainya, 'kan?

Tentu saja. Aku mencintainya.

Kami menyebutnya cinta.

Kalau begitu, apa ini akan membantu?

The Care? Apa ini?

Aku baru saja mengetahui tentang mereka.

Bagaimana aku menjelaskannya? Itu seperti layanan keanggotaan.

Perusahaan itu menyediakan jasa berpengalaman

untuk pelanggan VIP seperti dirimu.

Misalnya pembantu, pengasuh,

atau sopir seperti aku.

Kau bisa tahu dari kartu namanya bahwa mereka berkelas.

Desainnya keren.

Bagaimana kau bisa tahu tentang perusahaan ini?

Mereka menghubungiku,

sebagai sopir berpengalaman.

Bisa dibilang, mereka ingin merekrutku.

Namun, saat mereka menghubungiku,

aku sudah ada janji temu denganmu.

Begitu rupanya...

Kau menolak perusahaan terkenal ini

demi bekerja untukku.

Aku tidak akan melupakan itu.

Dasar!

Pokoknya, aku bisa memberikan kartu ini kepada istriku.

- Benar, 'kan? - Ya, itu sebabnya aku membawanya.

Tidak perlu bilang itu dariku.

Beri tahu dia bahwa kau sendiri yang menemukan perusahaan itu.

Tentu.

Berkat dirimu, aku bisa berperan menjadi suami yang baik.

Di bagian belakangnya, ada nomor untuk konsultasi.

Bilang padanya untuk menelepon nomor itu...

Perhatikan jalanannya!

Halo,

ini Penasihat Senior Yeo dari The Care.

Ya.

Apa ini kantor pusat The Care?

Benar.

Jika dia mau,

dia bisa menjadi penipu ulung.

Bukankah nada suaranya hebat?

Aku yang mewariskannya.

Dari apa yang kudengar, ini layanan keanggotaan penuh?

Jadi, kurasa saat ini kau belum menjadi anggota?

Itu benar. Langkah apa yang harus aku ambil?

Kami hanya perlu menerima beberapa dokumen darimu.

Apa kau siap untuk mencatat ini?

Akta keluargamu, kartu tanda penduduk...

...dokumen untuk membuktikan tingkat pemasukanmu,

misalnya sertifikat tanah, dan lain-lain.

- Sertifikat tanah kami? - Ya.

Astaga, buah persik!

Silakan dimakan juga, Pak Kevin.

Terima kasih.

Lain kali, letakkan di depan pintu.

- Serta ketuk pintunya! - Ya.

Jangan masuk selama pelajaranku!

Ya, Nona!

Park Da-Song!

Ayah!

Di mana kau?

Ayah!

Anakku!

Walkie talkie!

Walkie talkie?

Walkie talkie!

Mana yang lebih kau sukai, ayahmu atau walkie talkie?

Da-Song, kenapa kau kabur dari lesmu?

Kapan kau membeli semua ini?

Itu bukan masalah.

Apa?

Apa?

Ada apa?

Apa yang dia lakukan sekarang?

Da-Song, jangan lakukan itu!

Sama!

Bau mereka sama!

Kau bicara apa? Naiklah dan temui Bu Jessica.

Jessica juga berbau sama.

Jadi, apa kita semua harus memakai sabun yang berbeda sekarang?

Ayah, kita juga perlu memakai sabun cuci yang berbeda.

Serta pelembut pakaian.

Maksudmu melakukan empat kali pencucian secara terpisah?

Bukan itu.

Ini adalah bau basemen.

Kita harus keluar dari rumah ini

untuk menghilangkan baunya.

Pokoknya, bukankah kita beruntung

bisa mengkhawatirkan hal-hal semacam ini?

Tentu.

Di zaman sekarang ini,

satu lowongan untuk sekuriti

menarik 500 lulusan universitas.

Seluruh keluarga kita dipekerjakan!

Itu benar, Ayah!

Jika kita menggabungkan 4 gaji kita bersama?

Jumlah uang yang berasal dari rumah itu ke rumah kita

sangat besar!

Mari kita bersyukur

kepada Tn. Park yang hebat.

Serta kepada Min-Hyuk!

Ki-Woo, temanmu itu ternyata pria yang sangat baik,

dan berkat dia, kita semua...

Astaga, dia lagi!

Aku akan menghabisinya.

Ki-Woo mengamuk!

Jangan berlebihan!

Gunakan ini saja.

Hei, kau!

Sadarlah!

Sadarlah!

Astaga!

Airnya banyak sekali!

Cuaca saat ini cerah, ganti.

Awannya bergerak.

Namun, itu bukan awan hujan.

Aku mendengarmu, ganti.

Saat ini, bibir kakakmu mengerucut seperti paruh bebek.

Dia sangat kesal, ganti.

Bolehkah aku di rumah saja dan belajar bahasa Inggris?

Serta menelepon Kevin?

Hei! Jangan membuat keributan di saat hendak pergi.

Jika kita harus pergi, mari kita bersenang-senang.

Da-Hye, ini bukan perjalanan berkemah biasa.

Itu benar!

Mana bisa kau melewatkan ulang tahun adikmu?

Tidak mungkin!

Bahkan ayahmu yang sibuk mengambil cuti untuk ikut pergi.

Benar! Jika kau tidak ikut, kau akan menyesal!

Kau tahu proyektor sorot?

Bioskop luar ruang?

Benar, bawakan proyektor sorot luar ruangnya.

Ya.

Serta carikan jas hujan berkemah Da-Song.

Dia suka memakainya saat hujan.

Kau ingat sekarang?

Zoonie, Berry, dan Foofoo.

Zoonie dan Berry yang ini.

Ya, Natural Balance Original Ultra.

Benar, dan untuk Foofoo...

Kani-kamaboko. Kepiting olahan Jepang.

Ya.

Saat kau mengajak Zoonie berjalan-jalan,

beri dia tali yang panjang.

Dia harus banyak berlari agar bahagia.

Dia seperti Da-Song versi anjing!

Nak!

Kenapa kau berbaring di luar?

Tidakkah dia kepanasan di luar sana?

Aku menatap langit dari rumah.

Bagus sekali.

Bu, mau air?

Ada air soda, 'kan?

Ki-Jung, mau air?

Telepati... terima kasih.

Astaga.

Astaga, semua jenis alkohol ada.

Ayah! Biarkan kutambahkan yang lain untuk campurannya!

Ini sangat berkelas.

Hujan turun di halaman selagi kita meminum wiski...

Ki-Woo,

apa buku kuning yang kau bawa itu?

Ini? Ini buku harian Da-Hye.

Buku hariannya?

Dasar kau.

Bagaimana kau bisa membaca buku hariannya?

Agar kami bisa saling memahami lebih jauh.

Ya, benar. Apa kalian berdua berpacaran?

Aku serius. Dia sangat menyukaiku.

Beberapa waktu lalu...

Lupakan saja.

Saat dia masuk universitas,

aku akan secara resmi mengajaknya kencan.

Serius.

Putraku!

Kalau begitu, rumah ini...

akan menjadi rumah istrimu?

Itu benar.

Kalau begitu, aku mencuci piring di rumah menantuku?

Tentu, mencuci kaus kaki menantumu!

Aku menyukainya. Dia anak yang baik.

Dia cantik, tapi tidak liar.

Karena sekarang kita berkhayal...

Jika Da-Hye dan aku menikah,

kita bisa menyewa aktor untuk menjadi ayah dan ibuku.

Lihat dia.

Dia dapat banyak pekerjaan akting di pernikahan tahun lalu.

Aku bahkan menangkap buket bunga dari wanita

yang belum pernah kutemui.

Jika kau mendapatkan buketnya, mereka membayar ekstra $10.

Ternyata begitu caramu mengasah keterampilan aktingmu!

Akting adalah satu hal,

tapi keluarga ini sangat mudah ditipu, 'kan?

Terutama si Nyonya.

Benar.

Dia sangat naif dan baik.

Dia kaya, tapi tetap baik.

Bukan 'kaya, tapi tetap baik.'

'Baik karena dia kaya.'

Kau tahu?

Jika aku punya uang sebanyak ini,

aku juga akan baik hati!

Bahkan lebih baik!

Itu benar. Ibumu benar.

Orang kaya itu naif.

Tidak punya dendam.

Tidak punya kerutan.

Itu semua disetrika. Uang adalah setrikanya.

Semua lipatan itu bisa dihaluskan.

Hei, Ki-Woo.

Kau tahu sopir Yoon itu?

Namanya Yoon, 'kan?

Sopir sebelum aku.

Ya, namanya Yoon.

Dia pasti bekerja di tempat lain sekarang, 'kan?

Tentu, sudah pasti.

Dia masih muda, fisiknya bagus.

Dia pasti menemukan pekerjaan yang lebih baik.

Apa-apaan ini!

Kenapa lagi dia sekarang?

Kitalah yang butuh bantuan.

Cemaskan tentang diri kita, ya?

Ayah! Ayolah, Ayah!

Fokus saja pada diri kita, ya? Pada diri kita!

Bukan Sopir Yoon, tapi aku, kumohon!

Waktunya pas sekali, ya?

Dia berbicara, dan petir menyambar!

Hei, Jessica. Bersulang.

Hei, ketika aku naik tadi, dan kau sedang mandi...

Kenapa memangnya?

Bagaimana aku mengatakannya? Kau cocok di rumah ini.

Rumah mewah ini cocok untukmu.

- Tidak seperti kami. - Diam.

Aku serius!

Ayah, tadi...

Dia berendam di bak mandi sambil menonton TV.

Seolah-olah dia sudah tinggal lama di sini.

Omong-omong,

jika ini menjadi rumah kita,

jika kita tinggal di sini,

kamar mana yang kau inginkan?

Kamar mana dalam mahakarya

Namgoong yang agung ini?

Aku tidak tahu.

Dapatkan dahulu rumahnya.

Lalu, aku akan memikirkannya.

Kita tinggal di sini sekarang, 'kan?

Mabuk di ruang tamu.

Benar, kita tinggal di sini. Kenapa tidak?

Ini rumah kita sekarang.

Nyaman sekali.

Nyaman? Kau merasa nyaman?

Tentu, tapi seandainya Tn. Park masuk lewat pintu itu sekarang,

bagaimana dengan ayah kalian?

Dia akan berlari dan bersembunyi seperti kecoak.

Anak-anak, kalian tahu di rumah kita,

saat kalian menyalakan lampu,

lalu kecoak berhamburan?

Kalian paham maksudku?

Aku mulai muak dengan ini.

- Kecoak? - Ya.

Ada apa?

Apa masalahnya?

Ayah, jangan lakukan itu.

Hidup hanya sekali.

Apa-apaan itu?

Kau tertipu, 'kan?

Astaga, Ayah.

Kau juga tertipu, Ki-Woo?

Apa itu terlihat sungguhan?

Jika itu sungguhan, aku sudah membunuhmu.

Apa ini? Makanan anjing?

Siapa yang datang selarut ini?

Apa itu?

Apa yang dia lakukan di sini?

Si asisten rumah tangga lama?

Mau apa dia ke sini?

Dia tidak mau berhenti membunyikan belnya.

Berisik sekali.

Siapa ini?

Halo! Aku...

Nyonya tidak ada di rumah, 'kan?

Apa?

Aku sudah sangat lama bekerja di sini.

Di atas monitor itu,

kau melihat foto 3 anjing, 'kan?

Zoonie, Berry, Foofoo.

Aku mengerti, tapi kenapa kau ke sini?

Kau adalah penggantiku sebagai asisten rumah tangga, 'kan?

Pokoknya...

Aku minta maaf menghubungimu larut malam begini.

Hanya saja...

aku lupa meninggalkan sesuatu di ruang basemen di bawah dapur.

Saat aku pergi,

mereka begitu cepat mengusirku...

Boleh aku masuk?

Apa yang harus kita lakukan?

Ini tidak ada dalam rencana.

Maaf merepotkan.

Lewat sini.

Ya, terima kasih.

Kau bisa menaruh jas hujanmu...

Aku hanya sebentar.

Ada banyak makanan di sana. Membersihkannya akan merepotkan.

Namun, apa yang kau tinggalkan di bawah sana?

Ingin ikut turun bersamaku?

Kau saja.

Bantu aku mendorong ini!

Tarik! Dari sana.

Apa?

Tarik!

Tarik dengan kuat!

Apa kau baik-baik saja?

Apa aku membuatmu takut?

Terima kasih!

Terima kasih.

Sayang!

Apa-apaan ini?

Hei!

Sayang!

Sayang!

Tunggu!

Sayang, aku di sini!

Ada apa ini?

Sayang!

Sayang, aku baik-baik saja.

Tidak, kau tidak baik-baik saja!

Aku baik-baik saja, sungguh.

Bagaimana kau bisa mengatakan itu?

Namun, aku benar-benar lapar.

Minum ini!

Sudah berapa hari?

Kau pasti sangat kelaparan!

Tidak apa-apa.

Dia wanita yang baik. Dia mengizinkanku masuk.

Ada pelat besi untuk memanggang daging.

Itu terjepit di bawah rak.

Jadi, itu sebabnya.

Aku tidak bisa membukanya dari dalam.

Apa yang terjadi di sini?

Aku tahu kau pasti kaget.

Aku juga akan kaget dalam situasi ini.

Namun, sebagai sesama pekerja...

Benar, 'kan, Chung-sook?

Bagaimana kau bisa tahu namaku?

Sejujurnya, aku masih saling SMS dengan Da-Song.

Aku tahu mereka pergi berkemah,

maka aku datang hari ini.

Aku ingin berbicara denganmu berdua.

Mengobrol.

Jangan khawatir, Chung-sook.

Aku sudah memotong kabel CCTV di dekat gerbang.

Tidak ada yang tahu aku datang.

Bukankah itu bagus, Kak?

Jangan panggil aku kakak!

Kak, namaku Moon-gwang.

Ini suamiku, Oh Geun-Se.

Ucapkan salam, Sayang.

Ini enak sekali. Apa yang terjadi pada wajahmu?

Aku akan memberitahumu nanti.

Jadi, kau akan mencuri makanan setiap hari saat bekerja di dapur.

Memberi makan suamimu.

Sama sekali tidak!

Aku membeli semua makanannya dengan gajiku.

Ini sangat tidak adil!

Namun, sudah berapa lama suamimu ada di bawah sini?

Tunggu sebentar. 4 tahun?

4 tahun, 3 bulan, dan 17 hari.

Benar, sekarang bulan Juni.

4 tahun lalu, saat Tn. Namgoong pindah ke Paris,

sebelum keluarga Tn. Park pindah,

aku membawa suamiku ke bawah sini.

Banyak rumah mewah memiliki bunker rahasia untuk bersembunyi

seandainya Korea Utara menyerang,

atau saat dikejar kreditor.

Namun, sepertinya Tn. Namgoong agak malu tentang tempat ini,

karena dia tak pernah menyebutnya kepada keluarga Tn. Park.

Jadi, hanya aku yang tahu tentang ini.

Jadi, begitu rupanya.

Namun, karena aku sudah tahu, aku tidak punya pilihan

selain memanggil polisi!

Tidak, kumohon, Kak!

Sebagai sesama orang miskin, tolong jangan.

Aku tidak miskin!

Namun, kami miskin!

Kami tidak punya rumah, tidak punya uang, hanya utang!

Kak, kumohon!

Bahkan setelah 4 tahun bersembunyi,

para penagih utang itu tidak mau menyerah.

Mereka masih mencarinya,

mengancam akan membunuhnya.

Kau meminjam dari rentenir?

Ini semua salahku.

Toko kue Taiwan.

Toko Castella Wangshui Taiwan-ku bangkrut.

Aku terlilit utang.

Tolong ambil ini.

Apa itu?

Ini tidak banyak, tapi jumlahnya cukup.

Namun, kami akan mengirimkannya kepadamu setiap bulan.

Sebagai gantinya, cukup sekali setiap 2 hari,

tolong tinggalkan makanan untuknya.

Tidak, seminggu sekali saja.

Ada kulkas di sini.

Cukup seminggu sekali.

Beraninya kau! Aku akan memanggil polisi.

Kak!

Siapa itu?

Tunggu... Jessica?

Pak Kim?

Apa-apaan ini?

Ayah, kakiku!

Kau baik-baik saja? Maaf.

Ayah, kakiku.

Jangan panggil aku ayah!

Aku berpikir itu aneh

ketika si sopir dipecat.

Hei!

- Mari kita bicarakan. - Apa-apaan ini?

Apa kalian semacam keluarga penipu?

Begini, Dik...

Jangan panggil aku adik.

Jangan panggil aku adik.

Aku akan mengirim video ini kepada Nyonya, bagaimana?

Ayah, kakiku.

Tidak ada sinyal di basemen, 'kan?

- Ponselnya berfungsi dengan baik. - Astaga.

Bibi, sejujurnya, pekerjaan yang kami dapatkan di sini...

Diam! Sudah terlambat sekarang!

Mari masuk penjara sama-sama! Kita akan jatuh bersama!

Hei, apa kau gila?

Jika mereka melihat video itu,

Tn. Park dan istrinya akan sangat terguncang!

Apa salah orang-orang baik itu?

Kenapa kau melakukan ini kepada mereka?

Jangan mendekat!

Atau aku akan menekan tombol 'kirim'.

Ikuti aku.

Tenang, Bibi.

Jangan mendorong!

Ayo naik, Sayang.

Saatnya kau mendapatkan udara segar!

Sayang,

tombol 'kirim' ini seperti peluncur rudal.

Apa maksudmu, Sayang?

Jika kita mengancam untuk menekannya,

orang-orang itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Ini seperti roket Korea Utara. Tombol rudal Korea Utara!

Hari ini Pemimpin Agung Kim Jong-un yang tercinta,

setelah menyaksikan video keluarga penipu,

tidak bisa menahan keterkejutan dan amarahnya

atas provokasi mereka yang jahat dan keji!

Aku merindukan leluconmu, Sayang!

Karena itu, Pemimpin Agung kita,

di era denuklirisasi ini,

telah memerintahkan agar senjata nuklir terakhir negara ini

diluncurkan ke tenggorokan keluarga jahat ini!

Tidak ada yang bisa meniru pewarta berita Korea Utara

seperti dirimu!

Dengan diri mereka yang busuk

menjadi kuburan untuk senjata nuklir terakhir,

keinginan Pemimpin kami untuk melakukan denuklirisasi

dan membawa kedamaian dunia bisa...

Angkat tangan kalian!

Lebih tinggi!

Dasar keluarga jahat.

Suami?

- Suami. - Istri?

Ya.

- Putra? - Ya.

- Putri? - Putri.

Dasar makhluk primitif.

Apa hanya minum-minum yang ada dalam pikiran kalian?

Di rumah ini,

yang diliputi jiwa kreatif Tn. Namgoong?

Dasar penjahat!

Apa yang kalian ketahui tentang seni?

Apa yang mereka ketahui?

Saat matahari bersinar cerah,

kita akan berjemur di bawah sinar matahari itu, 'kan?

Di saat seperti itu, kita bisa merasakan sentuhan artistiknya.

Berikan kepadaku!

Bagus! Hapus videonya!

Hati-hati, jangan sampai terkirim.

Halo?

Dengar, apa kau tahu cara membuat ram-don?

Ram-don?

Da-Song sangat menyukai ram-don.

Jika kau merebus airnya sekarang,

waktunya akan sempurna.

Ada sirloin di lemari es,

tambahkan itu juga.

Kalau begitu, acara berkemahnya...

Astaga, benar-benar kacau.

Sungainya meluap

dan semua orang mengemasi tenda mereka,

tapi Da-Song menangis dan tidak mau pulang.

Pokoknya,

siapkan ram-don segera setelah kami sampai, ya?

Kalau begitu, kalian hampir sampai?

8 menit lagi, menurut GPS.

Kalian sampai 8 menit lagi...

Rebus airnya sekarang juga!

Apa itu ram-don?

Cepat, jalan!

Cepat!

(Ramen / Udon)

Ayah, aku tidak sanggup menyeretnya lebih jauh!

Apa yang kau lakukan?

Ayah!

Cepat naik! Bantu di lantai atas.

Ambil ini!

Selamat datang!

Da-Song, lihat! Ayo makan ram-don!

Da-Song!

Da-Song!

Nyonya!

Kenapa tidak kau makan saja ram-don-nya?

Boleh?

Tidak, tunggu.

Aku bisa memberikannya kepada suamiku.

Ada sirloin di dalam sini.

Dagingnya dimasak matang? Setengah matang.

Kembali setelah seharian bekerja...

Aku sangat mencintaimu, Tn. Park!

Pulang dari kantor,

Tn. Park sedang tidak bertugas.

Kembali setelah seharian bekerja...

Aku sangat mencintaimu, Tn. Park!

- Apa yang kau lakukan? - Diam!

Sayang, kau mau ram-don?

- Da-Song tidak mau makan? - Tidak.

Tidak, aku lelah. Aku mau tidur.

Kenapa kau menatapku?

Tn. Park, kau memberiku makan dan tempat tinggal.

Hormat!

Kau melakukan ini setiap hari?

Aku bahkan mengirim kalimat utuh untuk berterima kasih padanya.

Orang seusia dirimu pasti mengetahuinya.

Tahu apa?

Sandi Morse.

Sensor itu menggila.

Da-Song akan mengetahuinya, karena dia anggota Pramuka.

Ini konyol, bukan?

Berlarian, berusaha menyenangkan seorang anak.

Dia bukan pangeran.

Dia anak bungsu. Itu biasa.

Tolong mengerti.

Da-Song agak... kurang sehat.

Dia menjalani terapi trauma dan terapi seni.

Dahulu pernah terjadi sebuah insiden.

Insiden apa?

Kau juga percaya hantu?

Da-Song melihat hantu di rumah

ketika dia masih kelas 1.

Hari itu, pesta ulang tahunnya diadakan di rumah.

Larut malamnya, saat semua orang sedang tidur,

Da-Song merangkak ke dapur dan mengambil kuenya.

Krim kocok di kue itu memang sangat lezat.

Bahkan di tempat tidur, dia tak bisa berhenti memikirkannya.

Jadi, Da-Song duduk, memakan kuenya...

Dia menjerit, lalu aku berlari turun,

kemudian dia...

matanya berputar-putar, kejang, dan mulutnya berbusa.

Pernahkah kau melihat anak kecil mengalami kejang?

Tidak.

Mereka membutuhkan perawatan 15 menit,

atau mereka akan tewas.

Itulah waktu yang aku punya untuk sampai ke ruang IGD,

15 menit.

Bagaimana kau bisa tinggal di tempat seperti ini?

Banyak orang hidup di bawah tanah.

Terutama jika kau memasukkan semi-basemen.

Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak punya rencana?

Aku merasa nyaman di sini.

Rasanya aku dilahirkan di sini.

Mungkin aku juga menikah di sini.

Untuk Dana Pensiun Nasional,

aku tidak memenuhi syarat.

Di usia senjaku, cintalah yang menghiburku.

Jadi, kumohon, biarkan aku tinggal di sini.

Pokoknya...

Suamiku saat itu sedang pergi untuk urusan bisnis,

maka aku harus mengurus itu semua.

Sejak itu kami selalu mengadakan acara di luar

untuk ulang tahunnya.

Tahun lalu di rumah ibuku, tahun ini, berkemah.

Ayah Da-Song mengatakan itu bagian dari tumbuh dewasa.

Konon, hantu di rumah membawa kekayaan.

Sebenarnya, keuangan kami lancar akhir-akhir ini.

Syukurlah.

Tetaplah di sini untuk sekarang.

Zoonie, ada apa?

Ada sesuatu di bawah sana?

Apa?

Astaga!

- Ibu! - Ya?

- Kau tega sekali? - Apa?

Aku juga suka ram-don!

Kenapa kau tidak menawarkannya kepadaku?

Ya...

Da-Song tidak mau memakannya,

maka kau menawarkan kepada Ayah, lalu memakannya sendiri.

Ingin dibuatkan?

Bukan itu intinya!

Berhentilah bertengkar karena ramen!

Kenapa kau tidak bertanya kepadaku?

Hentikan! Tidurlah. Ganti pakaianmu.

Lewat sini!

- Mana Ki-Jung? - Di bawah sana! Cepat!

1, 2, 3!

Da-Song, apa yang kau lakukan?

Da-Song, hentikan!

Dia menggila! Ambilkan payung.

Hei, Park Da-Song!

Dasar anak itu. Apa yang dia lakukan?

Da-Song, waktunya tidur!

- Kau tahu ini jam berapa? - Di sini.

Sayang, ini.

Sifat keras kepala ini menurun dari siapa?

Lihatlah hujan ini!

(Astaga, Kevin)

(Da-Song berkemah di halaman)

Hei, saluran 3 untuk keadaan darurat!

Tetap nyalakan.

Berikan kepadaku.

Sulit dipercaya.

Biarkan saja dia. Dia akan masuk jika lelah.

(Aku ingin kau di sini, Sayang)

(Aku bersamamu)

Hei, Da-Hye!

Berhenti menggunakan ponselmu. Tidurlah.

Bibi, tidur saja di kamarmu.

Kami akan mengurus semuanya.

Ini ruang tamu, apa kau mendengarkan?

Dimengerti, ganti.

Ayah bersiap untuk keadaan darurat, ganti.

Dimengerti, ganti.

Apa tenda itu akan bocor?

Kita memesannya dari A.S,

itu akan baik-baik saja.

- Haruskah kita tidur di sini? - Apa?

Kita bisa melihat tendanya secara jelas.

Ide bagus. Aku akan merasa lebih tenang.

Benar, 'kan?

Mari kita mengawasinya sambil tidur.

Dasar anak-anak...

Tunggu sebentar.

Dari mana asal bau itu?

Bau apa?

Bau Pak Kim.

- Pak Kim? - Ya.

Aku tidak tahu maksudmu.

Sungguh? Kau pasti pernah mencium baunya.

Bau yang berembus melalui mobil,

Bagaimana aku menggambarkannya?

- Bau pria tua? - Tidak, bukan itu.

Apa tepatnya?

Seperti lobak tua?

Tidak.

Kau tahu saat kau merebus kain?

Baunya seperti itu.

Pokoknya,

meskipun dia selalu tampak akan melampaui batas,

dia tidak pernah melakukannya.

Itu bagus.

- Aku memujinya untuk itu. - Ya.

Namun, bau itu melampaui batas.

Itu langsung menembus ke jok belakang.

Seberapa buruk baunya?

Aku tidak tahu.

Sulit untuk digambarkan.

Namun, terkadang kau menciumnya

di kereta bawah tanah.

Sudah lama aku tidak naik kereta bawah tanah.

Orang yang naik kereta bawah tanah memiliki bau khas.

Ya.

Seperti di jok belakang mobil?

Bagaimana jika Da-Song kembali?

Tak apa.

Aku bisa menyembunyikan tanganku.

Jangan...

Berlawanan arah jarum jam.

Enak...

Benar begitu.

Kau masih menyimpan celana dalam murah itu?

Apa?

Celana dalam pacar Yoon yang tertinggal di mobil.

Jika kau mau memakainya, aku akan sangat terangsang.

Sungguh?

Kalau begitu aku mau narkoba.

Belikan aku narkoba!

Hisap ini saja.

Kau suka?

(Mereka tertidur. Menyelinaplah keluar sekarang)

Keadaan darurat! Darurat, ganti!

- Darurat! - Apa?

Ada apa, ganti!

Da-Song, ada apa?

Aku tidak bisa tidur, ganti.

Kalau begitu, hentikan dan masuklah, ya?

Tidurlah di ranjang empukmu,ganti.

Benar!

Aku tidak mau, ganti.

Hei, Park Da-Song.

Ayo tidur saja...

Bagaimana keadaan di sana?

Apa?

Orang-orang di basemen.

Aku mengikat mereka.

Sekarang bagaimana?

Apa?

Apa yang kita lakukan sekarang? Apa rencana kita?

Aku memikirkan...

Apa yang akan dilakukan Min-Hyuk...

dalam situasi ini?

Min-Hyuk tidak akan berada dalam situasi ini!

Dengar, Anak-anak,

kita berhasil keluar dari sana dengan selamat, 'kan?

Lalu, selain kita,

tidak ada yang tahu apa yang terjadi di sana. Benar?

Jadi, tidak terjadi apa-apa. Kalian mengerti?

Aku punya rencana sendiri.

Jadi, kalian berdua cukup melupakannya saja, ya?

Mari kita pulang.

Ayo kita mandi.

Apa yang kau lakukan di sana? Cepat!

Apa yang terjadi?

Tetaplah di sana. Ini semua air selokan.

Apa jendela kita terbuka?

Bantu aku, Ki-Taek!

Ki-Woo!

Hai Ki-Woo, tutup jendelanya!

Kau tersetrum?

Aku pusing.

Tunggu sebentar. Tunggu.

Aku pusing.

Ki-Jung, hati-hati.

Jangan sentuh apa pun.

Sayang, aku mengalami gegar otak.

Aku tidak bisa melihatmu.

Sayang, wanita itu, Chung-Sook...

Astaga.

Dia orang yang baik.

Dia menendangku hingga jatuh dari tangga.

Ulangi perkataanku.

Chung-Sook...

Chung-Sook...

Hei, Ki-Woo!

Apa yang kau lakukan di sana?

Apa?

(t o l o n g... a...)

Ayah.

Ya?

Apa rencanamu?

Kau bicara apa?

Tadi kau bilang punya rencana.

Apa yang akan kau lakukan? Tentang...

Basemen itu.

Ki-Woo,

kau tahu rencana seperti apa yang tidak pernah gagal?

Tidak ada rencana sama sekali.

Tidak ada rencana.

Kau tahu kenapa?

Jika kau membuat rencana, hidup takkan sejalan dengannya.

Lihatlah sekeliling kita.

Apa orang-orang ini berpikir,

'Mari kita menginap di gimnasium'?

Namun, lihat sekarang.

Semua orang tidur di lantai, termasuk kita.

Itu sebabnya orang-orang tidak perlu membuat rencana.

Tanpa rencana, tidak akan ada kesalahan.

Lalu, jika sesuatu berjalan di luar kendali,

itu tidak masalah.

Entah kau membunuh seseorang,

atau mengkhianati negaramu.

Tidak ada yang menjadi masalah. Mengerti?

Ayah.

Maafkan aku.

Untuk apa?

Semuanya.

Segalanya.

Aku akan mengurus semuanya.

Kau bicara apa?

Kenapa kau memeluk batu itu?

Ini?

Batu ini terus menempel padaku.

Kurasa kau perlu tidur.

Aku serius.

Batunya terus mengikutiku.

Nona Jessica!

Maaf meneleponmu di Minggu pagi.

Apa kau punya waktu siang ini?

Kami ingin mengadakan pesta ulang tahun dadakan

untuk Da-Song.

Pesta ulang tahun?

Jika kau datang juga,

Da-Song akan sangat senang.

Serta makanlah pasta, gratin,

dan steik salmon sepuasmu.

Datanglah pukul 13.00,

dan akan kuanggap hari ini sebagai jadwal mengajarmu.

Kau tahu maksudku? Sampai nanti!

- Ibu. - Ya?

Untuk pesta dadakannya,

haruskah kita mengundang Kevin juga?

Ide bagus! Kenapa tidak? Kau akan meneleponnya?

Tidur lagi, Sayang!

Kau pasti lelah usai kejadian kemarin.

Jika kita mengadakan pesta,

bukankah kau perlu pergi ke banyak tempat?

Benar, toko anggur, supermarket,

toko roti, toko bunga...

Namun, aku sudah menyuruh Pak Kim untuk bergegas kemari.

Aku akan memberinya uang lembur.

Sempurna.

Semuanya, duduklah, aku akan menjelaskan!

(Da-Hye: Kami mengadakan pesta,)

(dan Ibu menyuruhku untuk mengundangmu!)

Kak, di basemen...

kami memiliki 10 meja luar ruang.

Pertama, keluarkan semuanya, lalu atur...

Tidak, mari ke jendela. Aku perlu menunjukkannya padamu.

Dengan tenda Da-Song di tengah,

atur meja di sekelilingnya...

Formasi sayap bangau!

Seperti yang digunakan Laksamana Yi, kau tahu?

Pertempuran Pulau Hansan!

Anggap tenda itu sebagai kapal perang Jepang.

Lalu, meja kita akan seperti formasi sayap bangau berbentuk U.

Kemudian di dekat tenda...

akan ada panggangan barbeku, kayu bakar, dan semacamnya.

Atur semuanya di sana!

Tentu, ajak suamimu juga!

Ya.

Jangan membawa kado.

Cukup datang saja! Ya.

Harus memakai pakaian apa?

Ini pesta dadakan.

Kau boleh memakai celana olahraga!

Jangan membawa kado!

Datang saja dan makan makanannya!

Kau tahu keahlian memasakku!

Benar! Kita akan mabuk di siang hari.

Ya.

Jika kau mau bernyanyi, itu akan luar biasa!

Kau tahu lagu itu...

Jangan berisik, dia sedang tidur!

Hari ini langitnya sangat biru, dan tidak ada polusi!

Semua berkat hujan kemarin.

Benar.

Jadi, kami mengganti berkemahnya

dengan pesta kebun.

Seperti mengganti lemon dengan limun.

Benar, hujan itu membawa berkah!

Jangan membawa kado, aku serius!

Benar, masukkan saja Mini Cooper-mu

ke garasi.

Naiklah!

Ya, mundur terus. Jangan sampai menghalangi Benz!

Kau sampai! Sudah lama tidak bertemu!

Sudah kubilang jangan membawa kado!

Kau memikirkan hal lain.

Apa?

Saat menciumku, kau memikirkan hal lain.

Tidak.

Apa maksudmu? Saat ini pun kau sedang memikirkannya.

Astaga.

Semua orang terlihat menawan, ya?

Bahkan untuk pertemuan dadakan,

penampilan mereka sangat keren.

Serta terlihat sangat alami.

Da-Hye.

Apa aku cocok di tempat ini?

Apa?

Di tempat ini, apa aku cocok?

Hei, kau mau ke mana?

Aku harus turun.

Tetaplah bersamaku.

Aku harus turun.

Kenapa pergi ke tempat orang-orang membosankan itu?

Tidak bisakah kau tetap di sini?

Bukan ke sana, tapi turun lebih ke bawah.

Astaga, apa itu?

Astaga.

Aku tak percaya aku melakukan ini di usiaku.

Sangat memalukan.

Aku benar-benar minta maaf, Pak Kim.

Ibu Da-Song bersikeras.

Aku tidak bisa menolak.

Namun, konsepnya sederhana.

Akan ada parade dengan Jessica

membawa kue ulang tahun.

Lalu, kita melompat keluar dan menyerang Jessica.

Mengayunkan kapak kita!

Baik.

Saat itu, Da-Song si Indian baik akan melompat keluar

dan kita akan bertempur.

Akhirnya, dia akan menyelamatkan Jessica, sang putri kue,

lalu mereka semua akan bersorak.

Semacam itulah.

Konyol, bukan?

Kurasa istrimu menyukai...

pesta dan kejutan.

Ya, benar.

Namun, dia sangat menyukai pesta ini.

Kau juga sudah berusaha yang terbaik.

Ya, lagi pula, kau mencintainya.

Pak Kim.

Kau dibayar lebih.

Anggap ini sebagai bagian dari pekerjaanmu, ya?

Apa kau sudah ke bawah sana?

Belum.

Bukankah seharusnya kita berbicara dengan mereka?

Membuat kesepakatan?

Benar!

Kita semua terlalu kacau semalam.

Ayah sedang merencanakan sesuatu...

- Aku akan pergi ke sana. - Sebentar.

Bawa ini ke mereka.

- Mereka pasti lapar. - Benar.

Biarkan mereka makan dahulu.

Datanglah lain kali!

Kau di sini, Jessica.

- Ini luar biasa. - Bukankah ini hebat?

Aku punya permintaan khusus.

Apa itu?

Ini... bagaimana menggambarkannya?

Kue pemulihan trauma Da-Song?

Jadi, kau yang harus melakukannya.

Sorotan utama hari ini!

Hei, apa kau baik-baik saja?

Apa kau...?

Paman..Paman!!

Da-Song, selamat ulang tahun!

Selamat!

Astaga...

Berhenti!

Chung-sook!

Ki-Jung!

Keluarlah, Chung-Sook!

Hentikan pendarahannya! Tekan lukanya!

Da-Song!

Sayang!

Lepaskan, jangan!

Sakit sekali.

IGD!

Keluarkan mobilnya!

Pak Kim! Apa yang kau lakukan?

Kita tidak bisa menunggu ambulans!

Berhentilah menekannya, Ayah!

Itu makin menyakitkan.

Kunci mobilnya!

Lemparkan! Lemparkan kuncinya!

Apa kau baik-baik saja?

Jangan disentuh!

Halo, Tn. Park.

Kau kenal aku?

Hormat!

Membuka mataku pertama kalinya dalam sebulan,

aku melihat seorang detektif.

Kau berhak untuk mendapatkan bantuan pengacara...

Dia sama sekali tidak seperti detektif.

...dan didampingi pengacara selama interogasi...

Apa dia tertawa?

Tunggu sebentar.

Lalu, seorang dokter yang tak seperti dokter berbicara.

Itu kadang terjadi

setelah operasi otak.

Mereka terus tertawa. Tanpa alasan.

Apa kau mendengarku?

Bisakah kau mendengarku?

Kalau begitu, apa aku harus melakukannya lagi?

Melakukan apa?

Tentang Hak Miranda.

Kau mempunyai hak untuk tetap diam.

Apa pun yang kau katakan bisa dan akan digunakan melawanmu...

Dia terus tertawa, lihat!

Bahkan saat aku mendengar Ki-Jung mengalami pendarahan parah...

Bahkan saat aku mendengar kata pemalsuan, masuk tanpa izin,

penipuan, pembelaan diri

dan kami beruntung bisa lolos dengan masa percobaan...

Bahkan saat aku akhirnya bisa melihat wajah Ki-Jung...

(Kim Ki-Jung)

Aku terus tertawa.

Namun, saat aku kembali dan menonton berita,

aku tidak tertawa.

Kekacauan tiba-tiba di halaman belakang

rumah mewah milik orang kaya

adalah kasus yang sangat tidak biasa.

Pria tunawisma yang mengamuk dan mengacau itu tewas di TKP.

Polisi kesulitan untuk menetapkan motif yang jelas.

Sang Sopir, Kim, dan Tn. Park yang terbunuh

diketahui memiliki hubungan baik.

Penyelidikan polisi berfokus pada pencarian Sopir Kim.

Kim, setelah keluar dari pintu ini dan menuruni tangga,

menghilang di gang sekitar sini.

Polisi sudah memeriksa CCTV dari rumah-rumah terdekat,

tapi hasilnya nihil,

dan mereka belum menemukan saksi.

Mengingat situasinya,

tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Kim menghilang tanpa jejak.

Sebenarnya Ibu dan aku tidak tahu

di mana Ayah.

Namun, para detektif itu...

masih terus membuntuti kami.

Akhirnya pemberitaan itu mereda,

dan setelah tidak ada lagi yang membuntuti,

aku mulai mendaki gunung itu.

Dari sana,

kau bisa melihat rumahnya dengan jelas.

Hari itu, meskipun dingin,

aku merasa ingin tinggal lebih lama.

Garis-garis-titik-titik

Nak!

Nak!

Mungkin kau,

jika bukan orang lain, akan bisa membaca surat ini.

Kau pernah menjadi Pramuka,

maka aku menulis ini untuk berjaga-jaga.

Apa lukamu sudah sembuh?

Aku yakin ibumu sangat sehat.

Aku baik-baik saja di sini.

Meskipun memikirkan Ki-Jung membuatku menangis.

Bahkan sekarang,

apa yang terjadi hari itu rasanya tidak nyata.

Rasanya seperti mimpi,

tapi ternyata bukan.

Hari itu saat aku keluar gerbang, aku tiba-tiba tahu.

Ke mana aku harus pergi...

Rumah tempat kejahatan mengerikan terjadi

pasti tidak akan mudah terjual.

Maafkan aku, Tn. Park.

Aku kesulitan bertahan di rumah koSong.

Namun, tetap saja, berkat rumah yang kosong itu,

siapa namanya? Moon-Gwang?

aku bisa menguburnya dengan layak.

Kudengar mengubur di samping pohon sedang tren,

maka aku melakukan yang terbaik.

Namun, para lintah darat real estat itu memang pandai.

Mereka menipu orang-orang yang baru saja tiba di Korea

dan berhasil menjual rumahnya.

Karena orang tuanya bekerja, dan anak-anaknya bersekolah,

mereka sering tidak ada di rumah.

Namun, asisten rumah tangganya ada di sana setiap hari.

Tiap kali aku naik, aku mempertaruhkan hidupku.

Ternyata...

orang Jerman tidak hanya makan sosis dan minum bir.

Syukurlah.

Menghabiskan waktu di sini, semuanya mulai tidak jelas.

Hari ini setidaknya aku bisa menulis surat untukmu.

Jika aku mengirim surat seperti ini setiap malam,

mungkin suatu hari nanti kau akan melihatnya.

Sampai jumpa lagi.

Kau sampai, Ki-Woo?

Ya.

Ayah, hari ini aku membuat rencana.

Rencana mendasar.

Aku akan mengumpulkan uang.

Uang yang banyak.

Kuliah, karier, pernikahan,

itu semua bagus,

tapi pertama, aku akan mengumpulkan uang.

Kau akan melihatnya begitu kau masuk,

tapi rumah ini sangat luas.

Sebenarnya, kami tidak menunjukkan rumah ini

kepada sembarang orang.

Saat aku punya uang,

aku akan membeli rumah itu.

Pada hari kami pindah,

Ibu dan aku akan berada di halaman.

Karena sinar matahari di sana sangat cerah.

Yang perlu kau lakukan

hanyalah berjalan menaiki tangganya.

Bertahanlah sampai saat itu tiba.

Sampai jumpa lagi.

[ SUBTITLE By VIU - Jackandthewilee ] ( Resync/Edited By Coffee_Prison )

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.