All language subtitles for Bong Joon-ho - Flandersui gae. Barking Dogs Never Bite - Korean with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Keamanan anjing di film ini sangat terjamin

dan di bawah pengawasan medis profesional dan pihak yang bersangkutan.

diterjemahkan oleh:

diterjemahkan oleh: D

diterjemahkan oleh: D A

diterjemahkan oleh: D A N

diterjemahkan oleh: D A N D

diterjemahkan oleh: D A N D E

diterjemahkan oleh: D A N D E R

BANJARMASIN, 18 APRIL 2014

Hari yang cerah!

Aku mau jalan-jalan

terus tidur

di gunung.

Sadar, boy.

- Jun-pyo. - Apa?

Kurasa aku takkan bisa

jadi profesor.

Diam.

Mungkin ini kehendak Tuhan.

Tuhan dari HongKong!

Itu kehendak dosen.

Dia salah satu yang menentukan.

Aku tidak mau mengatakannya.

Kau bodoh sekali.

Kung-min mengambil tempatmu.

Kau bodoh.

Kau yang memintanya, boy.

Itu kesalahanmu.

Memalukan sekali kau ini!

Tak berguna!

Anjing nakal!

Kau masih di sana, Yoon-Ju?

- Menggonggong lagi! - Kau bisa mendengarnya!

Ya, teruskan.

Kau punya anjing atau sejenisnya?

Kau juga mendengarnya?

Tentu.

Ya Tuhan,

itu membuatku gila.

Hidup macam apa ini!

Dasar anjing!

Apa kau suka lobak kering?

Apa?

Ya, aku mau.

Lobak harus dikeringkan dengan sinar matahari.

Cuacanya tidak membantu.

Anjing Menggonggong Takkan Menggigit

Keretanya datang...

Kau bisa duduk di tempatku.

Duduk di situ.

Lupakan.

Tidak, 15 mendatar.

Yeah, 15 mendatar.

Kata kuncinya "Reciprocate". (timbal-balik).

Apa? "Reciprocal"? (pembalasan).

Kau tidak tahu?

Kupikir bukan itu.

Beritahu aku jika kau kehabisan kertas.

Maksudmu 15 menurun?

Kurasa itu bukan 15 mendatar.

Kau tidak tahu jawabannya'kan?

Aku tahu.

Kau ini bodoh sekali!

Aku tahu apa arti reciprocal. (pembalasan).

Bukan, ini "Reciprocate". (timbal-balik).

Kurasa kau tidak tahu?

Aku ketagihan merokok.

Hujan.

Aku tak bisa merokok di atap.

Merokok sana di WC.

Aku bukan bocah.

Kau bisa sekalian berak.

Kau kira aku cuma makan dan berak?

Tidak mungkin! Aku tidak sarapan.

Tempat ini bikin aku tambah gendut.

Hello? Hyun-nam?

Dasar sial!

Tolong stempel ini.

"Anjing Hilang"

Jika kau tidak memberinya stempel,

maka tukang bersih-bersih

akan melepaskannya.

Itulah sebabnya aku di sini.

Selesai!

Ngomong-ngomong... berapa umurmu?

Aku kelas 1.

Bukankah seharusnya kau sekolah?

Untuk apa? Anjingku hilang.

Aku tidak mau belajar.

Itu tidak bagus.

Akan kutempelkan di sekitar sini.

Kau pergilah ke sekolah.

Jika aku tak menemukannya,

aku akan mogok makan sampai mati.

Dialah hidupku.

Oh, sudah pulang.

Aku lapar.

Biar kubuatkan makan.

Aku tidak mau makan.

Ini yang kumau.

Nanti kedengaran orang-orang di bawah.

Kelihatan seperti otak manusia.

Aku akan keluar malam ini.

Ke mana?

Ada rapat perusahaan.

Jun-pyo mengundangku.

Jun-pyo?

Kau pergi mabuk lagi?

Tidak, tidak akan.

Aku serius.

Pecahkan semuanya.

Semuanya?

Astaga, semuanya ada lebih dari 100.

Ini akan perlu waktu.

Setidaknya 50.

Kerjakan.

Tidak mungkin!

Isi ini

dan kau boleh pergi.

Pecahkan.

Cepat! Keretanya datang!

- Okay. - Cepat sini.

Sial, kapan kita pulang?

Aku mau nonton TV!

Hey!

Kenapa buru-buru!

Tunggu aku di pemberhentian berikutnya!

Hey!

Kau melihat berita tadi malam?

- Oh, yeah! - Berita tentang suami terbaik.

Kau tahu siapa juara 1 dan 2?

Dokter

dan

pengacara.

- Jawaban terakhirmu? - Yeah!

Mau menanyai teman?

Penambang!

Benar!

nomor 49 adalah petani

- dan nomor 50 adalah... - Apa?

Lulusan imu sastra.

Bukankah ini terlalu merah?

Ini baju perusahaan kita.

Tidak lagi! Pakaian jelek lainnya!

Ini tidak... terlalu bagus.

Apa kami harus membayarnya?

Yeah. 100 dollars.

Ada yang gratis?

Itu sudah termasuk minuman.

Biar kubayarin.

Warnanya tidak terlalu bagus.

Apa kau melihat Jun-pyo?

Aku tidak melihatnya malam tadi.

Siapa peduli di mana dia?

Ini.

Kau tidak harus.

Aku mau jadi orang kaya.

Aku berusaha keras mewujudkan mimpiku sesulit apapun itu.

Namun, suatu hari kedamaian hilang.

Hentikan!

Aku cuma bisa menggantung mimpiku.

Diam.

Jun-pyo?

Apa itu kau, Yoon-ju?

Hello?

Aku sedang sibuk sekarang. Akan kuhubungi lagi nanti.

Dari mana saja kau?

Aku mau pulang.

Untung ada kau di sini.

Ambilkan aku tisu.

Sebentar.

Ini.

Apa kau memikirkan apa yang kukatakan?

Kung-min menyogok dosennya

ketika dia kuliah di Jerman.

Itulah sebabnya

dia jadi profesor.

Aku bukan pelobi yang bagus.

Kau menyadarinya?

Suatu malam dia...

Ini tidak lucu. Seharusnya aku tidak tertawa.

Dia minum-minum

bersama

dosennya.

Si dosen minum kayak orang gila.

Dia terpaaksa meminumnya.

Kung-min tidak biasa minum.

Tapi dia mabuk malam itu.

Wiski... dan semuanya.

Dia pulang naik subway. (Kereta bawah tanah).

Muntah-muntah, sepanjang jalan.

Menjijikkan!

Kau lihat keretanya datang?

Bahkan kepala Ph. D

tak mampu menandingi kereta itu.

Bukankah itu mengerikan?

Itu mengerikan!

Dia juga belajar ke luar negeri.

Sia-sia saja.

Tapi itu bagus buatmu.

Apa?

Posisinya jadi kosong.

Jika kau memainkan kartu dengan benar, kau menang.

Kau harus menemui dosen.

Haruskah?

Tentu.

Siapkan uang $10,000.

$10,000?

Hey, itu baru sedikit.

Persiapkan. Harganya emang segitu.

Tapi itu kebanyakan.

Ini kesempatan terakhirmu.

Jangan lewatkan.

Ayo minum.

"Anjing Hilang"

Eun-sil!

Sayang!

Dasar pemalas!

Capek?

Berhentilah bekerja.

Jadi ibu rumah tangga saja.

Berhentilah bekerja untuk orang bodoh.

$10,000?

Kau tak bisa menyebutnya sogokan.

Pikirkan itu sebagai...

ongkos bisnis.

Okay?

Sebagai penghargaan atas pria dewasa.

Emangnya kenapa?

Ayahmu mau

jadi profesor.

Kau dengar?

Sial!

"Tidak bisa menggonggong karena operasi tenggorokan"

Biar kulihat.

Letakkan dengan hati-hati.

Permisi.

Maaf, doggy.

Sudah mulai tumpul.

Yang ini.

Asah pisau. Pergi mendaki untuk membunuh Yesus.

Keren...

Masih belum pulang?

Tinggalkan pesan

setelah bunyi bip.

Datanglah jam 10

atau kau mati.

Apa kabar?

Apa yang kau lakukan di bawah sini?

Baunya enak.

Apa kau makan sendiri?

Aku tidak mau mengotori kantor.

Sup apa ini?

Bukan apa-ap.

Ngapain kamu di sini?

Aku benci menyebutkannya lagi.

Suatu hari aku pernah menemukan bocah-bocah yang lagi ngerokok dan ngelem di bawah sini.

Yang bener?

Kau tidak dengar?

Tidak.

Tidak?

Masalahnya bukan karena merokok.

Kau tahu yang lebih buruk?

Wakil ketua dari apartemen ini

menyerang kantor kami...

...dan menyalahkan tukang bersih-bersih kami.

Lampu pijarnya pasti sudah tua.

Maklum barang murahan.

Jika sudah selesai,

akan kita bawa ke kantor.

Okay.

Kau tahu tidak?

Aku terus mendengar suara

di basemen ini.

Menakutkan.

Mungkin karena pipa.

Kau pernah dengar tentang Boiler Kim? (Kim si Penghangat)

Boiler Kim?

Pada tahun 1988, pembangunan lagi gencar-gencarnya.

Semua orang ingin mengambil keuntungan dari itu.

Semuanya dibangun dengan sembrono.

Apartemen ini kemudian dibangun.

Beberapa saat kemudian...

setelah banyak yang menyewa,

kami mempunyai masalah dengan penghangat.

Lalu kami menyewa seseorang untuk memperbaikinya.

Tapi tak satupun tahu

ada masalah apa.

Lau kami memanggil Boiler Kim ke sini.

Boiler Kim adalah

tokoh legenda

dalam bisnis itu.

Dia datang jauh-jauh

dari Mokpo.

Dia memeriksa... dan...

mulai tertawa.

Kemudian dia mengerjakannya.

10 menit kemudian,

penghangatnya bekerja seperti baru lagi.

Dan, dia berkata

"Berhasil. "

Dia bilang seperti begitu.

Berhasil?

Itulah yang mereka katakan di Mokpo.

Itu ciri khasnya.

Setelah dia memperbaiki penghangatnya,

dia bilang,

"Berhasil" ke semua orang.

"Aku berhasil."

Semua orang sangat senang dan mau mengajaknya minum bersama.

Kemudian dia berbalik,

dan teriak...

"Dasar bangsat!"

Semua orang...

seketika membisu.

Dan dia bertanya, "Berapa yang kalian curi?"

Mereka memakai

material yang sangat murah

dan menggelapkan uangnya.

Boiler Kim

mengetahui hal tersebut.

Dia memperbaiki penghangat tersebut

dengan penuh kasih sayang.

Jadi dia tahu

mereka benar-benar memberi material murahan.

Kemudian

sebuah perkelahian

terjadi.

Aku tidak tahu siapa,

tapi seseorang

mendorongnya.

Dia terjatuh...

dan ada paku yang tertempel di dinding.

Oh!

Kepalanya tertusuk paku.

Dia tewas di tempat.

Tak seorang pun yang tahu harus bagaimana.

Mereka memutuskan

untuk merahasiakannya

sampai mati.

Untuk merahasiakannya,

mereka memasukkan tubuhnya

ke dalam dinding

dan menyemennya.

Tempatnya tepat di sana.

Di balik tembok itu, ada ruang penghangat.

Mayatnya ada di sekitar tembok itu.

Itu membuat tempat ini menjadi lebih menakutkan.

Sejak saat itu,

terdengar suara aneh

setiap malam.

Tiap malam?

Tak ada suara apapun di siang hari,

tapi suara itu muncul

ketika malam.

Seperti suara nangis?

Bukan.

Apa kau mendengarkanku?

Seperti ketika

dia berkata...

"ngiiing ngiiing,

ngiiiing. "

Tamat. Ayo keluar dari sini.

Oh, ya.

Bagaimana dengan apinya?

Tunggu!

"Boiler Kim"?

Hello...

Maaf karena menelepon selarut ini.

Benarkah ini 27433733?

Ya, benar.

Boleh aku tahu namamu?

Apa?

Namamu?

Aku Park Hyun-nam.

Ternyata memang benar!

Maaf karena menelepon selarut ini.

Saya dari KBS TV.

Apa?

Saya dari "This is Your Life". (Ini Hidupmu).

Kau pernah satu kelas dengan penyanyi Yoo Seung-jun, kan?

Siapa?

Dia mencari cinta pertamanya, yakni kau, Nyonya Park.

Yoo Seung-jun mencariku?

Kami sedang menyusun jadwal.

Bisa kau datang ke stasiun?

Sekarang?

Apa itu

memungkinkan?

Apa yang harus kulakukan?

Cari taksi. Nanti kami bayar.

Taksi limosin boleh tidak?

Terserah. Yang penting cepat sampai.

Apa kau sudah memindahkan bokongmu?

- Tunggu sebentar... - Apa?

Kenapa kau tiba-tiba jadi kasar?

Kau kukerjai, dasar bodoh!

Apa yang kau lakukan jam begini?

Tidur lagi!

Kau tak bisa dipercaya.

Diam!

Hyun-nam, kau bangun?

Tidak, aku tidur!

Siapa yang nelpon?

Bukan siapa-siapa...

Kau sudah makan?

Jun-pyo bilang padaku bahwa...

Aku tidak bermaksud terlambat!

Silakan masukkan nomor pinmu.

Benar.

Tabunganmu 100 dollars.

Tekan "O" untuk layanan lainnya.

Bisa kuminta perhatiannya sebentar?

Kami mencari anjing.

Anjing putih

dengan kalung merah...

bermata galak...

pernah dioperasi tenggorokan.

Apa yang dia cari?

Bukannya di sini... tidak boleh ada anjing?

Ya, itu benar.

Tapi tak seorangpun

yang mematuhi aturan.

Tak seorang pun di negara ini yang mematuhi aturan.

Ya, sejak kemerdekaan.

Mereka pasti orang kaya,

bisa memelihara anjing-anjing mahal itu.

Benar. Anjing makan lebih baik daripada aku.

Ayo,

pergi...

Bodoh!

Bodoh!

Bodoh...

Sayang!

Sayang!

Sayang!

Sayang!

Maaf!

Mi-jung!

Lihat dirimu!

Kau terlihat lucu memakai itu.

Tadi aku joging.

Kau tinggal di sekitar sini?

Tidak, aku mengajar. Aku punya tagihan yang harus dibayar, kau tahu.

Aku mengerti.

Imut sekali!

Aku tidak tahu kau suka anjing.

Kenapa kita tidak...

Aku juga menyukai mereka.

Aku seperti...

Minumlah kopi bersamaku.

Aku yang traktir.

Tapi aku lagi joging.

Ayo...

Kau pasti sibuk belakangan ini.

- Tidak juga. - Aku tahu kau sedang apa.

Aku tidak sibuk.

Kudengar kau akan jadi profesor. Selamat!

Tidak, itu tidak benar!

Karena kau mau jadi profesor

- Kau bisa membayarku untuk jadi asistenmu. - Tidak, dengar!

Mungkin suatu hari.

- Dengarkan aku. - Ada kafe di sana.

Ayo.

Dan inilah yang terekam di CCTV.

Di sini kita bisa melihat...

bagaimana seorang staf wanita menangani perampokan.

Rekaman ini sangat berharga.

Rekaman eksklusif.

Tolong perhatikan.

Kita bisa lihat

si perampok masuk dengan lambat.

Apa kau melihatnya?

Dia melawan... si perampok.

Sama sepertiku.

Dia petarung sejati.

Hebat sekali!

Dia tangguh.

Itu pasti sakit.

Berani sekali dia!

Lihat itu! Dia tertusuk gagang pisau.

Untung saja itu cuma gagang.

Wow! Dia seperti Zena! Kenapa dia peduli? Itu bukan uangnya.

Kenapa kau bilang begitu?

Lebih baik serahkan saja padanya.

Maksudku, itu uang bank.

Dia tetap melawan si perampok.

Atas keberaniannya...

kami sepakat memberinya penghargaan...

Tapi sekarang dia terkenal.

Tidak semua orang bisa masuk TV.

Kami mau bertanya beberapa pertanyaan.

Carilah kerja di bank dan tangkap perampok.

Bank itu...

takkan mempekerjakanku.

Perampok takkan datang ke sini.

Membosankan bukan?

Singkirkan kakimu!

Ayo ngerokok.

Aku suka ngerokok di atas atap.

Baunya takkan menempel di bajuku.

Apa kau ketahuan?

Tidak.

Tapi bibiku curiga.

Apa? Aku tidak melihat apapun.

Kau cuma menjual... mainan murahan.

Murahan apanya?

Kau terbalik!

Oh, sekarang dah bisa!

Hati-hati. Itu barang mahal.

Aku bisa melihat pepohonan di atas gunung.

Pohon apa?

Aku bisa melihatnya dengan jelas.

Sayang sekali, mereka bukan orang yang tampan.

Kau mau jalan-jalan?

Boleh juga.

Dan makan barbeque di hutan.

Lihat.

Ada seseorang di atap. Apa itu?

Apa?

Apa yang dilakukannya?

Itu anjing.

Mana?

Apa yang dilakukannya?

Apa?

Apa yang kau lihat?

Kau tak melihat orang itu?

Apa yang dilakukannya?

Yang memakai baju merah!

Tampan?

Dia pasti sudah gila.

Apa dia melepas pakaiannya?

Wow!

Sudah dilepasnya?

Itu barang mahal!

Oh tidak.

Dia pasti...

Sangat tampan.

Hey!

Bisa kau kembalikan ini lagi padanya?

Mari kembali ke subyek.

Suruh dia menggantinya.

Dari mana saja kau?

Jangan buat kesalahan lagi, okay?

Tolong stempel ini.

"Anjing Hilang"

Nenek, tunggu!

Sebentar saja!

Apa itu?

Ini makanan buat kesayanganku.

Tunggu sebentar.

Apa ini anjingmu?

Kenapa dia tidur di sini?

Mau ke mana kau?

Nenek!

Aku mau minjam duit darimu... sekitar $3000?

Benarkah?

Anakmu masuk rumah sakit?

Kenapa dia bisa sampai makan baterai?!

Mengerikan.

Apa asuransi tidak mau membayarnya?

Tagihannya pasti mahal.

Apa itu?

Kita tinggal di apartemen.

Kita tidak bisa memelihara anjing!

Semuanya begitu.

Kau yang memberitahuku.

Bagaimana kau bisa... membelinya?

Ini tidak mahal.

Uang kita tidak cukup banyak!

Aku juga ikut mencari uang.

Apa?

Diam dan pecahkan ini.

Ini makanan buat kesayanganku.

Makasih atas bantuanmu.

Aku takkan bisa melakukannya sendiri.

Untung saja kau memanggilku.

Jangan khawatir.

Kau bisa kembali ke kantor.

Makasih banyak.

Ya, silakan.

Biar kulihat sebentar.

Segar... kelihatan enak.

Berat juga.

Ok, aku istirahat sebentar.

Asah pisau. Pergi mendaki untuk membunuh Yesus.

Kurang asin.

Sudah habis?

Sial.

Lumayan enak.

Makin enak dengan ini.

Waktunya makan.

Mana anjingku?

Hewan peliharaan tak bagus untuk wanita hamil.

Bulu mereka beterbangan, dan mereka membawa virus.

Jika kau membersihkannya, itu tak apa.

Nanti kau bersihkan dia.

Mengerti?

Kenapa tidak kita berikan ke ayahku saja?

Mereka punya pekarangan...

Itu lagi!

Kubilang tidak!

Oh, tidak!

Kita lupa beli susu stroberi.

Dia meminumnya

setiap malam.

Belikan untukku.

Kau mau aku balik ke toko?

Kau mau aku yang beli?

Aku harus kembali ke toko untuk anjing itu?

Jaraknya 100 meter dari sini.

Berhenti mengeluh.

Nggak sampai 100 meter.

Kurang lebih 50 meter.

Cepat.

Tunggu di situ.

Kau pikir aku bukan apa-apa?

Kau mau bertengkar?

Setidaknya itu 100 meter. Kau mau bertaruh?

Bertaruh?

Ya, tentu!

Jika jaraknya lebih dari 100 meter,

kita akan mengirimnya ke ayahku. Apa kau setuju?

Jika tidak sampai 100 m?

Jika tidak...

Hormati aku dari sekarang.

Apa?

Aku 2 tahun lebih tua darimu.

Baiklah!

Perhatikan.

Ini 1 meter.

2,

3,

4, 5, 6...

Kau mau balik ke toko dengan berjalan seperti itu cuma buat beli susu?

Apa kau olahraga?

Kau seperti anak-anak.

Memalukan!

100 meters.

Hey.

Dia mungkin gelandangan atau semacamnya.

Dia bermain dengan anjing

karena dia tak punya sesuatu untuk dilakukan.

Jangan sampai mabuk lagi.

Nanti mubazir.

Andai saja aku tidak menabrak pintunya...

Bersyukurlah karena pintu itu.

Kenapa?

Dia mungkin akan memukulimu juga.

Dia terlihat lemah dari belakang.

Andai kami bertarung tadi,

mungkin aku sudah mengalahkannya.

Kemudian kau akan masuk TV.

"Gadis kantoran menangkap pembunuh anjing dengan tangan kosong. "

Benarkah?

Aku pasti akan dapat hadiah dari wali kota.

Kau kebanyakan menghayal.

Apa kau pernah berkelahi?

Aku?

Pertama kau tarik orangnya.

Lalu kau lemparkan dia,

dan tarik dia lagi,

pegangi dia!

Hati-hati!

Bagaimana kau bisa menang? Aku lebih berat darimu.

Kemudian ambil tangannya.

Lalu patahkan.

Apa kau tidur?

Sayang?

Sayang?

Diam! Kau membangunkan baby.

Baby (bayi)?

Aku menamainya Baby.

Baby...

Gosok punggunggku.

Kau tahu tidak?

Beberapa profesor...

ditahan karena menerima sogokan.

Gosok lebih keras.

Mereka menyimpan uangnya di bank.

Seharusnya mereka memakai kotak sepatu.

Maka tak ada seorangpun

yang akan menemukannya.

Kurasa aku cuma perlu belajar lebih giat

supaya bisa jadi profesor.

Tapi aku salah.

Apa yang akan dilakukan dosen dengan uang itu?

Tidurlah.

Jika aku jadi profesor nanti,

aku takkan pernah mengambil uang.

Maukah kau mematikan lampunya?

Apa kau bisa ditangkap

karena menyogok orang?

Kau tak punya uang untuk menyogok.

Hello?

Ini aku.

Ada apa?

Sudah kau beri makan baby?

Aku sendiri bahkan belum makan.

Kenapa kau mengeluh?

Jika kau mengganggunya,

kau mati.

Ok, tidak akan!

Jangan jadi pemalas.

Bawa anjingnya jalan-jalan atau lainnya!

Perhatian! Tolong perhatian!

Untuk menjaga lingkungan yang bersih,

kami akan memulai pembersihan dan pengendalian hama.

Tolong berikan dukunganmu.

Karena kami akan bekerja...

silakan masuk ke rumah dan...

hindari area taman.

Semoga kalian sehat selalu.

Tolong jaga kebersihan lingkungan kita.

Terimakasih.

"Lotere $10,000"

Baby!

Baby!

Baby!

Baby!

Dengar, aku akan meninggalkanmu mulai sekarang.

Jaga diri.

Aku pergi, dah.

Kau sudah makan?

Di mana baby?

Bukankah kau membawanya jalan-jalan?

Begini...

Aku kehilangannya.

Kau melakukan sesuatu padanya'kan?

Apa maksudmu?

Jujurlah padaku.

Kau menelantarkannya'kan?

Dia menghilang begitu saja

di taman.

Jangan bohong!

Aku tidak bohong!

Aku mencarinya ke mana pun.

Tapi aku gagal.

Cari dia!

Dia menghilang!

Dasar sialan!

Kau tahu betapa berartinya dia bagiku?

Dasar wanita murahan!

Ki-jung menjadi profesor.

Ju-hyun juga.

Kau pikir siapa dirimu?

Aku menghemat uang,

namun kau membeli anjing itu?

Dan memakan kenari sepanjang waktu?

Dasar bodoh!

Kau tahu...

siapa dia?

Apa? Siapa dia?

Aku membelinya dengan uang pensiun.

Kau pikir mudah bagi wanita hamil

untuk bekerja?

11 tahun bekerja,

dan aku cuma dapat $13,000.

Apa aku pernah membeli sesuatu yang aku inginkan?

Aku membayar $300 untuknya!

Dan kau meneriakiku.

Aku mau memakai sisanya

untuk menjadikanmu profesor.

Apa yang sudah kupikirkan?

Bisa fotokopikan beberapa?

Terus terang,

ada dua orang sebelum kau.

Anjing mulai...

Hello?

Rumah sakit?

Bagaimana nenek?

Apa?

Pagi tadi?

Bukan,

aku bukan keluarganya.

Aku cuma meletakkan namaku di sana...

Aku tak kenal seorangpun dari keluarganya.

Apa kau melihat Baby?

Jadi dia tinggal sendirian... bersama anjing itu?

Seharusnya aku tak memperlihatkan bangkainya.

Ya, akhirnya kau sadar.

Aku bermaksud baik untuknya.

Semua orang akan meninggal.

Hey! Kau bilang dia sakit.

Itu bukan salahmu.

Siapapun yang membunuh anjingnya,

dialah yang bersalah.

Seharusnya dia ditangkap.

Benar. Kita harus mencarinya.

Benar-benar bajingan.

Aku akan melepas pakaiannya...

lalu melemparnya.

Jadi...

kau hampir menangkapnya?

Aku hampir berhasil.

Apa kau melihat...

wajahnya?

Tidak. Cuma belakangnya saja.

Aku hampir menangkapnya.

Badannya tinggi.

Seukuranmu.

Sejak kapan kau melakukan ini?

Sejak tadi malam.

Semalaman suntuk?

Jika aku tak menemukan Soon-ja hari ini,

mati aku.

Kau sangat menyayangi anjing itu.

Anjing itu lebih baik dariku.

Oh, dari kantor.

Terus.

Maaf karena meninggalkanmu.

Aku akan lebih membantu nanti.

Semangat. Kau akan menemukannya.

Pergilah.

Apa kabar?

Baik.

Kenapa buru-buru?

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa yang kau lakukan di bawah sini?

Bisa kupinjam ember itu?

Untuk apa?

Aku mau mencuci mobilku.

Tapi,

kau tak punya mobil.

Cuma sebentar.

Kubilang tidak, kau dengar?

Jangan mendorongku!

Itu cuma ember!

Ada apa denganmu?

Aku mau pinjam!

Lepaskan tanganmu!

Berikan padaku!

Pergilah!

Berikan padaku!

- Jangan! - Berikan padaku!

Ada apa denganmu?

Ada banyak hal yang harus kau lakukan.

Dan kau menghilang sepanjang waktu.

Kau melewatkan tagihannya.

Sekarang muncul masalah besar.

Dan pergi ke mana kau ketika sedang bertugas?

Aku tak pernah melihatmu di kantor kecuali aku memanggilmu.

Kau bahkan tak punya hape.

Bagaimana jika ada masalah penting!

Kau bukanlah satu-satunya asisten kantor di dunia ini.

Masih ada ribuan wanita yang memerlukan posisimu.

Permisi.

Siapa Nyonya Park Hyun-nam?

Nenek bercerita tentangmu sebelum dia meninggal.

Dia menyuruhku untuk memberikan ini padamu.

Bukalah.

Kau bisa mengambil lobak keringku di atas atap, sayang.

Anjingnya!

Sedikit lagi.

Buat lebih pendek.

Hampir saja.

Aku sangat lapar sore ini.

Perutku keroncongan.

Sudah pas.

Apinya sudah siap.

Pegang anjingnya secara mendatar.

Biar kulakukan.

Aku tak bisa melakukannya seperti ini.

Tahan supaya pantatnya menghadapku.

Dan aku akan memasukannya.

Begitu.

Banyak sekali bulunya.

Ok, berikan padaku.

Siap-siap...

Kau siap?

Aku mulai!

Buka pintunya!

Siapapun? Buka pintu!

Ini bukan pertama kalinya kau melakukan ini.

Di mana kau tinggal?

Jang-mi! Di atas sini!

Ayolah... cepat!

Apa itu anjingmu?

Bukan.

Kita bisa memakannya sama-sama.

Akan kucekik kau...

Biar kucekik kau dasar bajingan.

Siaran berita.

Bicara tentang kasusmu.

Itulah kenapa kau membicarakannya.

Diam!

Ini luar biasa!

Itu dia! Dia ditangkap seorang penghuni

sebelum membunuh anjing lainnya.

Dia diberi hukuman yang sesuai!

Bisa kau lihat?

Dia sering dibilang terlihat di sekitar komplek.

Seperti yang kau lihat,

dia tinggal di sini

di basemen...

tapi bahkan

penjaga gedung tidak menyadarinya.

Terkadang aku datang dan memeriksa.

Aku orang yang bertanggung jawab.

Kedip-kedip.

Perbaiki antenanya.

Cuma kelihatan banyak semut.

Siapa yang bisa membayangkan ada seseorang yang tinggal di bawah sana?

Ini sangat aneh bagiku.

Polisi meminta jaminan atas penahannya.

Dia jua sedang diinvestigasi atas perbuatan kriminal lainnya.

Aku biasa makan siang dengan daging babi,

makan malam biasa dengan ikan.

Aku menyukainya di penjara.

Mereka menahanku.

Tapi... Aku...

Aku tidak takut.

Kapan kau tiba di sini?

Karena dia terus mengubah ceritanya selama interogasi...

polisi mempersiapkan tes kejiwaan untuknya besok.

Terimakasih atas perhatiannya.

Kau bilang kau akan tampil?

Tapi aku diwawancarai.

Kau pembohong!

Tidak!

Mungkin mereka sudah menghapusmu.

Kenapa cuma aku?

Suamiku meninggalkan rumah.

Karena penyakit pneumoniaku, aku tidak bisa bekerja lagi.

Aku harus merawat putraku.

Pertolongan kecilmu akan menyelamatkan hidup kami.

Hyun-nam?

Ayo kita bersenang-senang.

Ayo!

Beli bir lagi!

Jangan minum lagi!

Pergilah!

Kau saja!

Kau saja!

Cepat!

Apa yang kau lakukan?

Biar kugendong kau.

Bagaimana perasaanmu?

Kau tidak apa?

Bangun!

Penyelamatku!

Kau juga mabuk?

Sedikit.

Aku harus melepas semuanya!

Pulanglah.

Baca ini.

"Akan diberi hadiah besar. "

Aku harus memberimu hadiah.

Atau mentraktirmu ke restoran mewah.

Serius?

Besok aku akan menjemputmu...

di kantor.

OK?

Aku dipecat.

Mereka bilang...

Seharusnya aku jadi penjual keliling...

karena aku suka keluar.

Lagipula aku juga mau keluar.

Aku mau jalan-jalan ke gunung.

Hyun-nam!

Aku harus mengakui sesuatu.

Apa itu?

Perhatikan aku baik-baik.

Perhatikan aku dari belakang.

Bukankah aku terlihat tidak asing?

Apa?

Perhatikan belakang kepalaku.

Bukankah ini...

mengingatkanmu pada sesuatu?

Apa kau gila?

Apa yang kau lakukan?

Kita pernah lari seperti ini.

Apa kau tidak ingat?

Apa yang kau bicarakan?

Ya,

itu aku!

Sepatumu hilang sebelah.

Semuanya siap, pak.

Hari ini...

kita akan mempelajari beberapa grafik

tentang perilaku modern.

Tolong tutup tirainya.

diterjemahkan oleh: D A N D E R

Banjarmasin, 18 April 2014

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.