Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Waktu aku tidur tiba-tiba aku mimpi, Bang.
Di mimpi itu, aku lagi ada di suatu taman…
Kayak satu rumah yang sangat besar.
Aku tiba-tiba di datangi sama cowok…
Ganteng sekali.
Cowoknya ganteng sekali, luar biasa.
Terus tidak ada dialog. Aku sama dia cuma saling tatap.
Dan anehnya aku kayak diajak…
Kayak diajak berhubungan badan sama cowok itu.
Teh baru mau dibikin?
Kamu pulang kerjanya jam 12.
Tapi aku tak pernah tahu kapan kamu pulang.
Aku sudah bilang mau lembur.
Setiap malam, 'kan? Lembur?
Jaket kalau masih mau dipakai, digantung lagi.
Makanan habis, ya?
Disisakan basi, tidak disisakan salah.
Ya sudah.
Goreng telur, begitu? Bikin mi…
Sesekali menyenangkan suami habis kerja. Apa susahnya?
Sekali-sekali punya waktu untuk makan sama istrinya. Apa susahnya?
Setiap dikasih tahu selalu membantah!
Mau kamu apa, Sayang?
Hei, aku tanya! Kok diam?
Nanti aku jawab salah lagi.
Kamu tak capek setiap hari begini?
Maaf, ya.
Aku setiap hari juga capek kerja, harus bangun jam segini!
Ayu!
Kenapa kau diam saja?
Nanti kesurupan kau!
Kenapa?
Ribut lagi sama suamimu?
JANGAN MEMBERI TIP
Makan.
Capek.
Nikah tiga tahun kerjaannya ribut terus.
Apa aku pisah saja sama Ariel, Yu?
Hei!
Mudah sekali mulutmu mengucapkan kata itu, Cha!
Setiap habis mimpi, kalian berdua selalu bertengkar.
Habis, bagaimana?
Beda sekali sama waktu dulu pacaran.
Tidak dirayu.
Dijajani pun tidak.
Apa saja.
Manisnya cuma waktu pacaran.
Sekarang ribut terus.
Begitulah rasanya menikah, Cha.
Kalau kita sudah tinggal bersama suami,
baru kita tahu kurang lebihnya suami kita itu.
Ribut, berantem, macam itulah makanan sehari-hari.
Makanya kita sebagai perempuan itu,
harus pintar-pintar buat suasana rumah itu nyaman.
Di mana dia?
Cing? Kucing!
Jadi, salah aku, Yu?
Kau sudah lakukan apa yang aku bilang?
Tidak, 'kan?
Sudah milyaran kali aku bilang, Echa.
Laki-laki itu, kalau sudah menikah itulah garis akhir dia.
Beda sama perempuan.
Kalau perempuan, itu baru garis awal.
Kau ingin dimanja-manja kayak saat pacaran.
Kau sendiri,
apa kau berdandan seperti saat pacaran?
Tidak!
Muka kamu cemberut terus tiap hari.
Aku tahu kau masih cinta sama laki kau.
Aku tanya sama kamu, ya.
Kapan terakhir kau berhubungan seks?
Berhubungan seks, kapan?
Lupa, 'kan?
Makanya kalau sedang bercinta, jangan diam saja.
Merasakan enaknya batang masuk.
Berhubungan itu, untuk mengungkapkan ekspresi perasaan kau.
Apa kau sudah cukup mengungkapkan perasaanmu ke suamimu?
Hei!
Kau ini.
Sudahlah.
Begini aja, pelang kerja nanti kau langsung pulang.
Langsung mandi, kau berdandan yang cantik, bermesraan sama lakimu. Ya?
Rangsang dia.
Menghabiskan waktu, menenangkan pikiran sebelum pulang.
Takut rasa capek bikin suasana rumah jadi berantakan.
Malas pulang karena takut merasa gagal jadi suami.
Sudah biasa.
Aku itu cuma mikir, Bang.
Kalau seandainya Echa tidak nikah sama aku
yang kerjaannya begini saja,
mungkin dia lebih bahagia.
Memangnya Echa minta rumah?
Tidak.
Atau jangan-jangan, Echa tidak minta apa-apa,
tapi kamunya yang selalu merasa kurang.
- Apa itu aneh? - Ya agak aneh.
Echa selalu bangun setiap kamu pulang, 'kan?
Dia itu bangun bukan cuma menunggu kamu sebagai kepala keluarga.
Dia menunggu laki-laki gagah yang ditunggu untuk menggagahinya.
Pulang sana.
Sekali-kali istri itu perlu juga digagahi.
- Terima kasih, Bang. - Ya.
Kamu tidak akan pernah bisa keluar dari semua ini.
Pengantinku!
Sayang, kamu masak?
Kamu baru tidur sebentar.
Ya, tidak apa-apa sesekali aku yang bikin kamu senang.
Enak?
Sayang, aku mau minta maaf.
Aku baru sadar belakangan ini aku sering banget kalah
sama ribut-ribut kita yang kecil.
Yang sebenarnya juga tak penting.
Bikin aku kehilangan banyak hal sama kamu.
Kosong-kosong, ya?
Kita mulai dari nol lagi.
Apa sih?
Kayak pom bensin dimulai dari nol.
Kamu pakai jepitan rambut itu?
Iya.
- Kenapa? Aneh, ya? - Bagus.
Aku…
Ingat kamu pakai itu pertama kali kita ketemu.
Apalagi yang kamu ingat?
Aku ingat semua.
Gombal.
- Hari ini aku antar kamu kerja. - Serius?
- Tapi nanti kamu istirahatnya kurang. - Tak apa-apa.
- Nanti malam jadi ketemuan sama Emma? - Jadi.
Kalau begitu, aku kabari Emma dulu, ya.
Bekasi.
Bekasi.
Yang ini.
Nanti aku jemput?
- Aku langsung ketemu sama Ema saja. - Ya.
Nanti kamu telat lagi.
Ya sudah, kalo begitu kita ketemuan di rumah, ya.
Kenapa kamu, Cha?
Maaf.
Kenapa?
Tidak apa-apa.
Kok kamu sendirian? Desta mana?
Tidak usah bahas dia lagi. Ribet, Kak.
Kok begitu ngomongnya?
Kalian pacarannya sudah lama.
- Dua tahun. - Dua tahun.
Bukannya kalian sudah mau tunangan segala, ya?
Ya, habis bagaimana?
Kak Icha bayangkan, ya.
Tiap hari aku kerja dari pagi sampai sore,
terus malamnya masih harus meladeni Desta?
Malas banget, Kak.
Kakak menikah apa begitu juga?
Apa?
Ribut melulu setiap hari?
Apa lebih parah?
Ya, pasti.
Cuma…
Namanya hubungan tak ada yang sempurna.
Cuma banyak manisnya kok.
Contohnya?
Kalau aku…
Aku selalu senang kalau tiap bangun pagi
di sebelah aku ada orang yang tepat.
Tapi bagaimana caranya kita tahu kalau dia orang yang tepat?
Mas Ariel misalnya.
Begini…
Cari pasangan itu kayak cari teman ngobrol.
Kamu nanti kalau sudah tua, sudah tak bisa apa-apa,
mau apa kalau tidak ngobrol?
Berarti masalah Mas Ariel, Kak Echa, bisa selesai dengan ngobrol?
Yang namanya hubungan pasti ada naik turunnya.
Sekarang lagi naik apa turun?
Lagi jadi roller coaster.
Wah.
Serem banget roller coaster.
Oh iya, bulan lalu aku pulang ke rumah, terus ketemu Bapak sama Ibu.
Hei.
- Ibu sama Bapak bagaimana? Sehat? - Sehat, kok.
Terus, seperti biasalah, mereka tanya
kapan gendong cucu.
- Iya, didoakan saja. - Amin.
Kenapa, Kak?
Tidak tahu, seharian ini aku mual-mual terus, Ma.
Suruh mas Ariel beli obat maag saja.
Sebentar.
Mas!
Cha?
Sayang?
Sayang?
Sayang?
Sayang?
Sayang?
- Eh. - Lho, Riel?
Ariel?
Lho?
Sayang?
Kamu sudah pulang?
Sebentar, ya. Sebentar lagi selesai masakannya.
Sayang.
Sayang?
Sayang?
Kamu kenapa?
Tidak apa-apa.
Tadi ada yang aneh saja di tempat kerja.
Aneh bagaimana?
Ini obatnya.
Besok juga sudah aku panggilkan… Siapa itu?
Mbok Sari buat pijat biar kamu enakan.
Cuma masuk angin, tapi rasanya kayak begini banget, ya, Mbok.
Apa aku salah makan, ya, Mbok?
Kecapekan juga bikin masuk angin, Mbak.
Makanya jaga badan baik-baik.
Menjaga badan bagaimana, Mbok?
Kerja saja pulangnya malam terus.
Paginya sudah harus kerja lagi.
Balik badan.
Perutmu juga perlu dipijat.
Biar anginnya keluar.
Kamu sebaiknya jangan kerja dulu.
Lagi sakit begini.
Nanti aku kena potong gaji lagi, Yang.
Kontrakkan saja sering telat bayar.
- Iya, tapi, masa kamu kayak begini… - Walah…
Pantas saja.
Kenapa, Mbok?
Pantas saja buat gerak sakit.
Orang lagi hamil.
Ini sudah tiga bulan.
Sehat ini bayinya.
Selamat ya, Cha, akhirnya setelah menunggu tiga tahun.
Bentar lagi kita punya keponakan.
Nanti habis lahiran mau tetap kerja atau keluar?
Belum tahu, Mbak.
- Jaga makan Cha, jaga badan. - Benar.
Istirahat yang cukup, kalau ada apa-apa bilang kita saja.
- Oke? - Terima kasih, ya.
HPL kapan, Cha?
Masih belum tahu, Bu.
Belum dapat jadwal dokternya.
Cha?
Kau kemarin kenapa?
Tidak apa-apa, Yu.
Ternyata aku cuma hamil.
Akhirnya, ya.
Hamil?
Serius kau ini?
Serius, Yu.
Kata Mbok Sari sudah tiga bulan.
Apa?
Bukannya kau baru bercinta sama suamimu?
Terus, maksudnya?
Ya tidak ada maksud apa-apa.
Aku bingung saja.
Kenapa begitu, Yu?
Tidak suka, melihat aku hamil?
Hei, Cha…
Bukannya aku tak suka.
Cha?
Jangan marah!
Aku kemarin lihat cacing di muntahan kau.
Jangan-jangan itu tandanya kau sudah…
Kenapa sih, Yu?
Kalau ada yang aneh-aneh
pasti disangkut pautnya sama yang mistis-mistis.
Kalau ada yang hamil itu harusnya ikut senang, Yu.
Iya, aku ini senang.
Cuma kalau misalnya ada cacing di dalam muntahan kau,
itu tidak…
Ya ampun, dia ini.
Aku ingat-ingat lagi,
sebelum kemarin itu,
terakhir kita coba punya anak enam bulan yang lalu.
Habis itu ribut lagi sampai kemarin.
Tidak mungkin Echa hamil tiga bulan.
Apa iya, Echa selingkuh?
Itu aku juga tidak yakin.
Tapi apa iya juga, dia hamil?
Kamu baru dengar dari tukang urut.
Atau begini saja.
Mulai besok sif kamu aku tukar ke siang.
Jadi, kamu bisa punya banyak waktu sama Echa di rumah.
Memang bisa, Bang?
Tenang, bisa diatur.
Terima kasih banyak, Bang.
Aku ke kantor lagi.
Kamu tenang saja.
Ini, tehnya masih hangat.
Sayang.
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Iya.
Kamu kayak begini terus dari kemarin.
Tidak apa-apa kok.
Aku panaskan sayur dulu sebentar.
Sayang, Anto ini siapa?
- Kenapa? - Anto.
Itu tukang galon, Sayang.
Kenapa, Sayang?
Kalau Deni?
Kok sering kirim pesan?
Deni itu teman sekolah aku.
Yang tidak naik kelas gara-gara ketahuan merokok itu.
Dia lagi sering curhat soal istrinya.
Sempat ketemuan?
Ngapain saja?
Kenapa kamu tanya-tanya terus?
- Curiga sama aku? - Tidak.
Kita baru berhubungan beberapa hari yang lalu,
kamu sudah hamil tiga bulan, tidak logis.
- Kamu tak percaya sama aku? - Tidak usah teriak.
Aku cuma tanya. Tidak logis, 'kan?
Oke.
Kalau kamu butuh logis, besok kita ke dokter.
Kita buktikan.
Tidak ada pembesaran kantong kehamilan,
tidak ada fetus atau janin.
Yang benar, Dok?
Ya, namanya juga dukun bayi.
Dia hanya bikin asumsi dari pengalaman dia pijat ibu dan bayi.
Tapi tidak ada fetus dari hasil pembuahan.
Terkadang perempuan yang ingin cepat hamil itu suka memancing saekosis.
Maksudnya?
Ada suatu penyakit namanya kehamilan palsu.
Ini kondisi langka pada perempuan delusi yang ingin cepat hamil.
Karena obsesi berlebihan, otot jadi mengirim sinyal ke badan.
- Kayak halusinasi, begitu, Dok? - Iya, semacam itu.
Biasanya perut buncit seperti orang hamil,
haid berhenti dan tanda kehamilan lainnya.
Tapi itu hanya reaksi otak ke badan, bukan kondisi sebenarnya.
Kata dokter aku tidak hamil, Yu.
Tapi ada yang bergerak di perut aku.
Tidak mungkin aku tidak hamil.
Cha, kau ikut aku, ya?
Aku tahu orang yang bisa bantu kau.
Permisi, Pak.
- Tolong dibantu, ya, Mbak Da. - Iya, Ustaz.
- Terima kasih. - Ya.
- Assalamualaikum. - Waalaikumsalaam warohmatullah.
Masuk sini.
Ayo masuk!
Ayo, Cha.
Yang namanya ibadah itu
jangan cuma jadikan sebagai kewajiban,
tapi juga kebutuhan.
Karena bisa jadi,
ibadah itu menjadi sebuah perisai, baik dzohir atau pun batin.
Baik yang terlihat atau pun yang gaib.
Maaf.
Nama Mbak siapa?
Echa, Pak Ustaz.
Mbak Echa, Mbak Linda, ini buat kita semua, ya.
Biasakan kalau mau melakukan sesuatu, baca doa dulu.
Mau makan, mau pakai baju, mau tidur baca bismillah.
Begitu, Cha. Makanya kamu kalau mau tidur baca bismillah.
Biar tidak mimpi aneh-aneh.
Memang sejak kapan mimpi aneh-aneh?
Tidak tahu, Pak Ustaz.
Tidak tahu persisnya kapan.
Tapi semenjak menikah, baru mulai muncul mimpi yang…
Maaf saya potong.
Begini.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan jin
yang juga memiliki hawa nafsu sama seperti kita.
Saya pernah bertemu dengan beberapa orang
yang katanya, mereka itu disukai oleh bangsa jin.
Ditandai dengan apa? Ya, mimpi yang aneh-aneh itu.
Mungkin salah satu cirinya,
yang Mbak Echa alami. Hanya Allah yang tahu.
Tapi tak ada hubungannya, Pak Ustaz.
Mimpi itu sama kehamilan saya.
Tapi dokter bilang kau tidak hamil.
Tapi aku merasa ada yang hidup di badan aku, Yu!
Ya sudahlah! Diam dulu. Dengar baik-baik dulu.
Apa benar, Mbak Echa?
Merasakan ada janin di dalam perutnya?
Memang Pak Ustaz merasakan?
Kalau tidak ada, bagaimana?
Ini badan saya, Pak Ustaz.
Cuma saya yang bisa merasakan.
Ada janin yang bergerak di perut saya!
Ya sudah.
Kita lihat nanti.
Sekarang,
kita coba berbaik sangka.
Masalah ada atau tidak adanya janin tersebut, hanya Allah yang tahu.
Ariel tidak percaya,
dokter tidak percaya,
sekarang Ustaz juga tidak percaya.
Semua tidak percaya.
Echa!
- Assalamualaikum - Waalaikum salam warohmatullah.
Echa!
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.
Kau sungguh ingin hamil?
Siapa yang tidak mau, Yu?
Bertahun-tahun nikah,
sekalinya dapat rezeki,
malah dibilang halusinasi.
- Iya, tapi kau ini… - Sudah, Yu.
Aku tidak mau bahas apa-apa.
Susah sekali ngomong sama kau ini.
Sudah ditukar sif siang,
masih saja nongkrong.
Ngopi.
Pulang sana!
Kami sudah ke USG, Bang.
Echa tidak hamil.
Ya syukur kalo begitu.
Kamu bisa tenang.
Artinya, Echa tidak selingkuh.
Cuma rasanya remuk, Bang.
Melihat Echa hancur
dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Makanya,
Echa lebih butuh kamu.
Iya?
Hei…
Kenapa kau di pinggir jalan?
Kucing kecil ini.
Di mana ibumu?
Sayang…
Kucing kecil ini…
Sini kau!
Nah…
Diam sini saja, ya.
Hei.
Kasihannya kucing kecil pesek.
Kenapa kau mengeong?
Tidak mau ditinggal?
Aku mau balik. Aku capek.
Di mana kau?
Kucing?
Kucing!
Kucing!
Kucing!
Kucing!
Kucing!
Di mana dia?
Kucing!
Kucing!
Di mana kau?
Kucing!
Kucing!
Suaramu ada,
kaunya tidak ada.
Di bawah kau, ya? Hei…
Kucing…
Sudah tidak ada.
Iya, di situ.
Echa!
Sebenarnya ada apa, Sayang?
Aku pikir cuma mimpi.
Tidak ada salahnya.
Aku tidak tahu kalau mimpi itu bisa jadi kenyataan.
Aku juga tidak tahu
kalau Linda akan kayak kemarin.
Bukan salah kamu.
Tidak.
Aku yang salah.
Aku yang tidak bisa mengambil sikap.
Tapi aku tahu cara memperbaiki ini semua.
Tapi aku perlu dibantu.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Pemilik hari Pembalasan.
Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat,
bukan mereka yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
Amin.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidu kekal,
lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di Bumi.
Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.
Dan mereka tidak mengetahui apa-apa
dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan Bumi.
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya,
dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Assalamualaikum.
Siapa yang berani mengganggu pengantinku?
Kamu bukan pengantin perempuan ini.
Perempuan ini sudah punya pengantin.
Cepat keluar dari tubuh dia.
Cuma saya,
yang bisa menuruti kemauan perempuan ini.
Cuma saya!
Kamu tidak tahu apa-apa.
Kamu tidak bisa apa-apa.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Nabi Muhammad, "Dialah Allah Yang Maha Esa.
Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak
- Panas. - Dan tidak pula diperanakkan.
Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Nabi Muhammad, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menjaga fajar subuh."
Dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan,
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir
yang meniup pada buhul-buhul talinya,
"dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Nabi Muhammad, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia,"
raja manusia,
sembahan manusia
dari kejahatan setan pembisik yang bersembunyi
yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia,
"dari golongan jin dan manusia."
Allah Maha Besar!
Kasih dia minum!
Astaghfirullah al adzhim.
Astaghfirullah al adzhim.
Jin memang bisa mencintai manusia.
Dan dia tidak akan segan-segan
untuk melukai, bahkan membunuh
orang yang menghalangi cintanya.
Jin Dasin.
Paling suka memengaruhi perempuan yang sudah berumah tangga.
Dia selalu memberikan bisikan-bisikan
yang membuat sang perempuan menjadi emosional.
Tujuannya adalah
membuat rumah tangga hancur.
Tiada tuhan selain Allah.
Terus,
kita harus bagaimana, Pak Ustaz?
Nanti kalau Mbak Echa masih ada keluhan,
coba bawa ke sini lagi saja.
Baik.
Astaghfirullah al adzhim.
Ini.
Tolong ajari Mbak Echa
untuk membaca itu. Mudah-mudahan
Allah bisa melindungi kita dan Allah pasti bisa melindungi kita. Insya Allah.
Tiada tuhan selain Allah.
Sayang…
Masih mimpi?
Sudah tidak.
Maafkan aku ya, Sayang.
Aku tak pernah cerita soal mimpi ini bertahun-tahun sama kamu.
Aku tidak tahu kalau mimpi ini bikin kita ribut.
Sudah…
Ini bukan salah kamu.
Kita mulai dari awal, ya.
Dari nol lagi.
Kayak pom bensin.
- Bi, duluan, ya. - Iya, Cha.
Ayo makan.
- Pedas banget punya aku. - Oh ya?
Sayang.
Aku ada kesempatan untuk naik pangkat.
Serius?
Gantiin Bang Restu yang mau berhenti.
Tapi aku harus ikut latihan.
Seminggu di luar kota.
- Oke - Tapi aku bisa menolak. Tidak apa-apa.
Aku tahu kamu lagi butuh aku sekarang.
Tidak apa-apa.
Aku sudah tidak mimpi lagi.
Tidak.
Aku di sini saja, ya? Menemani kamu.
Jangan.
Sayang kalau ada kesempatan kayak begini malah disia-siakan.
Aku tidak apa-apa. Benar.
Memang kapan berangkatnya?
- Besok - Secepat itu?
Kalau aku tidak berangkat besok, mereka bakal kirim orang lain.
Ya sudah.
Aku yakin, ini yang terbaik untuk kita ke depannya.
Aku dukung kamu.
Jadi, aku tidak mau kamu menjadikan aku beban.
Ya?
Aku janji, kita bakal sering-sering telepon video.
- Benar, tidak? - Iya, janji.
Iya, Kak.
Kok belum sampai sini, Ma?
Aduh maaf banget, Kak.
Malam ini tiba-tiba aku tidak bisa.
Soalnya temanku sakit. Jadi, terpaksa aku harus gantikan sifnya.
Sampai jam berapa?
Masalahnya sampai subuh, Kak.
Kalau besok malam saja, bagaimana?
Memang tak bisa diganti teman yang lain dulu, Ma?
Masalahnya tak ada. Maaf banget, ya, Kak.
Besok malam saja, Kak. Aku janji.
Ya sudah.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna
dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.
Siap 'kan?
Teman-Teman, kita dikejar waktu.
Sortir barangnya jangan lama-lama.
- Ayo teliti, ya. - Oke, Bu.
Iya.
Aku ambil barang dulu, sebentar
Iya. Aman.
- Sudah ada? - Iya.
Ki.
- Ki. - Iya, Sayang.
Mas Bim.
Kamu pengantinku.
Desi.
Jangan pergi.
Selvi!
Kamu milikku.
Kamu milikku!
Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Ma.
Kayaknya yang aku lakukan sia-sia.
Aku pikir semuanya sudah baik-baik saja, tapi malah…
Sudah, Kak.
Kak Echa harus tenang sekarang.
Besok pagi kita ke Ustaz Zaini, ya.
Tapi kalau jin itu datang lagi, bagaimana, Ma?
Kalau kamu sampai kenapa-kenapa, bagaimana, Ma?
Yang penting kita usaha, Kak.
Aku di sini sama Kak Echa.
Aku yakin kita bisa melewati malam ini.
Aku tidak mengerti.
Kenapa dari banyaknya orang, harus aku yang merasakan ini, Ma?
Apa salahku, Ma?
Kenapa aku harus merasakan ini?
Sampai Ayu, Linda juga…
Sayang.
Sayang.
Aku sudah dapat pinjaman mobil dari kantor.
Begitu aku sampai, kita langsung ke pesantren.
Ema ada? Aku mau ngomong sebentar.
Ya, Mas?
Ema.
Kamu jaga Echa, ya.
Apa pun yang terjadi, jangan sampai Echa tidur.
Terakhir Echa mimpi…
Linda, 'kan?
Iya, mengerti, Mas.
Aman, kok.
Berapa lama, ya?
Kira-kira
sekitar lima hari aku tidak berkabar sama Desta.
Lama juga, ya?
Kayaknya aku sama Desta bakalan…
Kak!
Jangan tidur, Kak!
Iya.
Terus kamu sama Desta bagaimana?
Kayaknya aku bakal kasih kesempatan kedua buat Desta.
Habisnya, sepi juga, Kak.
Biasanya setiap hari ada yang ditelepon.
Walau pun isi teleponnya cerita tentang dia semua.
Kak Echa!
Jangan tidur, Kak.
Iya, tidak tidur kok.
Kadang ingin, pulang kerja cerita tentang aku.
Bagaimana capeknya aku.
Ya, begitulah, Kak.
Mungkin belum dewasa saja buat jalani hubungan serius.
Menurut Kak Echa, bagaimana?
Kak!
Kak Echa!
Jangan tidur, Kak!
Kak Echa!
Kak Echa!
Kak Echa!
Sayang.
Sayang!
Sayang.
Ema!
Sayang.
Ema!
Ema!
Ema!
Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung.
Semoga Allah memberikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad. Al-Fatihan.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Pemilik hari Pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah
kami memohon pertolongan.
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat…
Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal,
lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di Bumi.
…melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya
dan rasul-rasul-Nya.
"Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang dari rasul-rasul-Nya,"
dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami taat."
Ampunilah kami, ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.
Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya
dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami,
maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Sayang.
Bangun.
Aku mau minta maaf.
Aku belum sempat
menepati janji aku pas nikah sama kamu.
Untuk menemani kamu.
Tumbuh tua bareng sama aku.
Untuk tertawa bareng.
Saya terima nikah dan kawinnya
Echa Susiamim binti Rohmad Hidayat
dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.
Semuanya sia-sia kalau kamu tidak kembali padaku.
Aku butuh kamu.
Pulang, Sayang.
Kamu kuat.
Kamu bisa melawan, Sayang.
Aku percaya kamu bisa melawan.
Pulang.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna,
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Ya Allah.
Maha Suci Allah dengan Segala Pujian kepada-Nya,
sebanyak makhluk ciptaan-Nya, menurut ridha Diri-Nya,
seberat 'Arsy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis semua firman-Nya.
Semoga Allah memberikan Rahmat dan kesejahteraan Nabi Muhammad.
Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
Sebentar lagi.
Mama di sana.
Sebentar lagi kembali.
Mama lagi masak. Sabar, ya.
- Aduh. - Ini, Sayang.
- Sedih Sekali. Itu Mama! - Arkha mana, Sayang?
- Arkha di depan, kupanggil. - Kamu kenapa, Sayang?
Terima kasih, Om.
Arkha.
Maaf ya, Mas.
Om-nya baik ya, Tante?
Kemarin itu lagi viral
di tiktok, kisah seorang wanita
yang disukai jin selama 13 tahun.
Yang menonton sudah sembilan juta lebih.
Kak Echa boleh ceritakan awal mulanya bagaimana?
Waktu tidur, tiba-tiba aku mimpi, Bang.
Di mimpi itu, aku ada di suatu taman,
terus suasananya siang-siang…
Tengah hari, tapi tidak terik.
Masih agak gelap. Agak mendung.
Itu di suatu tempat yang…
Apa, ya?
Satu rumah yang sangat besar.
Aku tiba-tiba didatangi sama cowok, tapi…
Cowoknya ganteng sekali.
Cowoknya ganteng sekali, luar biasa.
Terus tidak ada dialog. Aku sama dia cuma tatap-tatapan.
Dan anehnya aku kayak diajak…
Kayak diajak berhubungan badan sama cowok itu.
Setelah menikah itu malah lebih parah?
Lebih sering cekcok,
terus aku lebih kasar sama suami aku. Lebih galak.
Suami aku sampai berpikir begini, "Kok begini rasanya menikah?
Tak seperti gambaranku".
Jin yang ada di diriku menarik aku, makanya aku diganggu.
Aku marah-marah ke suami.
Kita lebih nyaman tidur. Aku bilang lebih nyaman tidur.
Aku lebih nyaman untuk tidur, ketemu sama cowok ganteng,
ketimbang aku dan suami ngobrol dan berantem lagi.
Karena aku merasa, setiap di mimpi, aku sangat disayang.
Aku sangat merasakan perasaan disayang.
Terus aku melihat suatu sosok.
Hitam, tinggi besar.
Aku minta tolong ustaz.
Pas dirukyah itu sempat tidak ikhlas, ya?
Sebenarnya di mulut ikhlas, tapi rasanya hatiku sakit.
Sakit hati, ya?
Iya, sakit hati sampai ingin menangis.
Kata ustaznya, "Teteh jangan ditahan, jinnya ini jadi tak mau lepas sama Teteh."
Terus suami pas tahu itu, bagaimana? Setelah pak ustaznya pulang.
Dia tanya kenapa aku tak cerita.
"Aku takut kamu berpikir aku mendambakan cowok lain.
Karena mimpinya bukan sekadar mimpi ketemu dan ngobrol,
tapi aku sampai berhubungan badan, jadi aku takut."
"Kayaknya Teteh sudah dinikahi jin. Jinnya sayang sekali sama Teteh.
Sampai Teteh sudah punya anak sama dia." Aku kaget, "Aku punya anak?"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.